Artikelilmiahs

Menampilkan 42.221-42.240 dari 48.844 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4222145585F1F017073Upaya Nation Branding Korea Selatan Melalui K-Pop Tahun 2017-2021Penelitian yang berjudul “Upaya Nation Branding Korea Selatan Melalui K-Pop Tahun 2017-2021” ini membahas mengenai strategi Korea Selatan untuk mencapai tujuan mereka yaitu mendapatkan reputasi yang baik untuk citra negara. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yang dibutuhkan melalui studi kepustakaan. Penelitian ini akan menganalisis bagaimana K-Pop sebagai alat diplomasi Korea Selatan akan memberikan dampak yang signifikan pada nation branding negara tersebut dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2021 di mata dunia internasional. Upaya yang dilakukan bermaksud untuk menjaga hubungan baik dengan negara-negara yang menjadi target pasar Korea Selatan maupun negara yang sedang berkonflik melalui kebijakan-kebijakan yang persuasif dan mengedepankan soft power. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat dikatakan bahwa upaya yang dilakukan oleh Korea Selatan dengan instrumen pemerintah sebagai wadah berhasil untuk memperbaiki citra Korea Selatan dan membawa dampak yang signifikan pada bidang lainnya seperti ekonomi, politik, dan pariwisata. Hal ini menjadi pembuka jalan bagi Korea Selatan untuk mencapai tujuan-tujuannya dan memperkuat citra Korea Selatan sebagai negara yang memiliki reputasi baik.This research, entitled “South Korea’s Nation Branding Efforts Through K-Pop in 2017-2021” discusses South Korea's strategies to achieve their goal of gaining a good reputation for the country's image. This research uses qualitative research methods, with the required data collection techniques through literature studies. This research will analyze how K-Pop as a tool of South Korean diplomacy will have a significant impact on the country's nation branding from 2017 to 2021 in the eyes of the international community. The efforts made intend to maintain good relations with countries that are South Korea's target market and countries in conflict through persuasive policies and prioritizing soft power. Based on the results of this study, it can be said that the efforts made by South Korea with government instruments as a forum succeeded in improving the image of South Korea and had a significant impact on other fields such as economics, politics, and tourism. This paved the way for South Korea to achieve its goals and strengthen South Korea's image as a reputable country.
4222245586A1D017115KARAKTER FORMULA PUPUK SILIKA ALAMI GRANUL
DAN PENGARUHNYA TERHADAP SIFAT KIMIA INCEPTISOL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter formula pupuk Si alami terhadap sifat
kimia Inceptisol. Formula Pupuk Si alami dibuat dari gabungan bahan utama zeolit, arang
ampas tebu (SCB) dan arang sekam padi. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2021
hingga Januari 2022. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Tanah Sumberdaya Lahan dan
Screenhouse Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian menggunakan
rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) 2 faktor 3 ulangan. Faktor pertama terdiri atas 6
taraf yaitu 1 kontrol dan 5 formula pupuk. Faktor kedua adalah ukuran granul pupuk yaitu 1-3
mm dan 3-5 mm. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah karakteristik kimia dan
fisik formula pupuk Si dan karakteristik kimia tanah. Hasil penelitian menunjukkan
pemberian pupuk Si alami dapat meningkatkan KTK, P tersedia, dan K tersedia di tanah
Inceptisol.
This research is to find out the characteristics of natural Si fertilizer formulas on the
chemical properties of Inceptisols. Natural Si fertilizer formula is made from a combination
of main ingredients such as zeolite, sugarcane bagasse charcoal (SCB), and rice husk
charcoal. The study was conducted from April 2021 to January 2022. It was carried out in
the Laboratory of Soil Resources and Screenhouse, Faculty of Agriculture, Jenderal
Soedirman University. The research used a Completely Randomized Design (CRD) with 2
factors and 3 replications. The first factor consisted of 6 levels, including 1 control and 5
fertilizer formulas. The second factor was the granule size of the fertilizer, which included 1-
3 mm and 3-5 mm. The variables observed in this study were the chemical and physical
characteristics of the Si fertilizer formulas and the soil chemical characteristics. The results
showed that the application of natural Si fertilizer can increase Cation Exchange Capacity
(CEC), available P, and available K in Inceptisols.
4222345587D1A017175PENGARUH METODE PENGASINAN YANG BERBEDA TERHADAP WARNA, TINGKAT KEMASIRAN, TEKSTUR DAN KADAR AIR TELUR AYAMPenelitian ini, berjudul "Pengaruh Metode Pengasinan yang Berbeda terhadap Warna, Tingkat Kemasiran, Tekstur, dan Kadar Air Telur Ayam" bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh berbagai metode pengasinan terhadap sifat-sifat tersebut. Penelitian dilaksanakan pada 6 hingga 19 Juli 2024 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan dengan empat perlakuan yang diulang lima kali, menghasilkan 10 unit percobaan. Setiap perlakuan menggunakan dua butir telur, sehingga total diperlukan 40 butir telur. Perlakuan pengasinan meliputi: 50% garam krosok dan 50% air; 50% garam krosok, 25% abu gosok, dan 25% serbuk bata merah; 50% garam krosok dan 50% abu gosok; serta 50% garam krosok dan 50% serbuk bata merah. Data dikumpulkan dan dianalisis menggunakan ANAVA melalui SPSS untuk mengetahui pengaruh metode pengasinan terhadap warna, tingkat kemasiran, tekstur, dan kadar air telur. Hasil pengukuran warna, perlakuan 50% garam krosok dan 50% serbuk bata merah menunjukkan nilai L* tertinggi (28,85 ± 6,80) dan perlakuan 50% garam krosok dan 50% abu gosok memiliki nilai L* terendah (22,66 ± 8,24). Pengukuran tingkat kemasiran, perlakuan 50% garam krosok, 25% abu gosok, dan 25% serbuk bata merah menunjukkan tingkat kemasiran tertinggi (65,56 ± 42,02) dan perlakuan 50% garam krosok dan 50% serbuk bata merah menunjukkan tingkat kemasiran terendah (20,00 ± 44,72). Pengukuran tekstur albumen, perlakuan 50% garam krosok dan 50% air menunjukkan nilai hardness tertinggi (73,16 ± 20,24), perlakuan 50% garam krosok dan 50% abu gosok menunjukkan nilai hardness terendah (63,68 ± 65,69) dan tekstur yolk perlakuan 50% garam krosok, 25% abu gosok, dan 25% serbuk bata merah menunjukkan nilai hardness tertinggi (207,78 ± 55,68). Kadar air albumen tertinggi ditemukan pada perlakuan 50% garam krosok dan 50% abu gosok yaitu, (83,40 ± 1,39) dan kadar air yolk tertinggi ditemukan pada perlakuan 50% garam krosok, 25% abu gosok, dan 25% serbuk bata merah yaitu, (48,00 ± 3,06). Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa metode pengasinan yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap warna, tingkat kemasiran, tekstur, dan kadar air telur ayam. Metode pengasinan yang berbeda dapat menghasilkan telur ayam asin dengan kualitas yang sama.This study, titled "The Effect of Different Salting Methods on the Color, Sandiness, Texture, and Moisture Content of Chicken Eggs" aims to evaluate the impact of various salting methods on these properties. The research was conducted from July 6 to July 19, 2024, at the Animal Product Technology Laboratory, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University. A Completely Randomized Design (CRD) was employed with four treatments, each replicated five times, resulting in 10 experimental units. Each experimental unit used two eggs, requiring a total of 40 eggs. The salting treatments included: 50% coarse salt and 50% water; 50% coarse salt, 25% wood ash, and 25% red brick powder; 50% coarse salt and 50% wood ash; and 50% coarse salt and 50% red brick powder. Data were collected and analyzed using ANOVA via SPSS to determine the effects of the salting methods on egg color, sandiness, texture, and moisture content. The results of color measurements, the treatment of 50% coarse salt and 50% red brick powder showed the highest L* value (28.85 ± 6.80) and the treatment of 50% coarse salt and 50% wood ash had the lowest L* value (22.66 ± 8.24). Measuring the level of sandiness, the treatment of 50% coarse salt, 25% wood ash, and 25% red brick powder showed the highest level of sandiness (65.56 ± 42.02) and the treatment of 50% coarse salt and 50% red brick powder showed the lowest level of sandiness. (20.00 ± 44.72). Measuring the texture of the albumen, the treatment of 50% coarse salt and 50% water showed the highest hardness value (73.16 ± 20.24), the treatment of 50% coarse salt and 50% wood ash showed the lowest hardness value (63.68 ± 65.69) and the texture of egg yolk treated with 50% coarse salt, 25% wood ash, and 25% red brick powder showed the highest hardness value (207.78 ± 55.68). The highest albumen water content was found in the treatment of 50% coarse salt and 50% wood ash, namely, (83.40 ± 1.39) and the highest water content of egg yolk in the treatment was found 50% coarse salt, 25% wood ash, and 25% red brick powder, namely, (48.00 ± 3.06). The results of this research indicate that different salting methods have no significant effect on the color, level of sandiness, texture and water content of chicken eggs. Different salting methods can produce salted chicken eggs of the same quality.
4222445589L1B019045IDENTIFIKASI MOLEKULER BAKTERI Aeromonas sp. BERDASARKAN GEN 16S rDNA PADA IKAN UDIKAN (Tor sp.) DI SUNGAI PELUS, BANYUMASIkan udikan merupakan salah satu ikan air tawar lokal yang hidup di perairan wilayah Indonesia. Ikan udikan memiliki prospek permintaan cukup tinggi yang menyebabkan populasinya mengalami kepunahan karena sudah jarang ditemukan di alam. Salah satu bakteri patogen yang dapat menyerang ikan udikan adalah Aeromonas sp. yang dapat menyebabkan penyakit MAS. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi keberadaan bakteri Aeromonas sp. berdasarkan gen 16S rDNA pada ikan udikan tangkapan Sungai Pelus. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Bakteri diisolasi dari sampel mukus ikan udikan pada media TSA. Karakteristik morfologi dan gram KOH sampel bakteri diamati dan dicatat. Sampel isolat bakteri gram negatif ditumbuhkan pada media GSP kemudian dikultur pada media TSB. Sampel DNA diisolasi dari sampel bakteri dan gen 16s rDNA diamplifikasi menggunakan primer spesifik. Hasil PCR disekuensing kemudian diidentifikasi menggunakan analisis BLAST. Hasil menunjukkan terdapat isolat bakteri pada mukus ikan udikan di Sungai Pelus dekat dengan Aeromonas hydrophila dan Aeromonas veronii. Isolat bakteri tersebut mempunyai tingkat kemiripan sebesar 99.06%. Isolat bakteri dianggap dapat mewakili spesies sama jika memiliki persamaan sekuens 16s rDNA lebih dari 97% pada saat analisis BLAST.Udikan fish is one of the local freshwater fish that lives in Indonesian territorial waters. Indian fish have the prospect of high demand which will cause their population to become extinct because they are rarely found in nature. One of the pathogenic bacteria that can attack young fish is Aeromonas sp. which can cause MAS disease. This research was carried out with the aim of identifying the presence of Aeromonas sp. bacteria based on the 16S rDNA gene in village fish caught in the Pelus River. The research method used is the observation method with a purposive sampling technique. Bacteria were isolated from udikan fish mucus samples on TSA media. Morphological characteristics and KOH grams of bacterial samples were observed and recorded. Samples of gram-negative bacterial isolates were grown on GSP media and then cultured on TSB media. DNA samples were isolated from bacterial samples and the 16s rDNA gene was amplified using specific primers. The PCR results were sequenced and then identified using BLAST analysis. The results showed that there were bacterial isolates in the mucus of udikan fish in the Pelus River close to Aeromonas hydrophila and Aeromonas veronii. The bacterial isolate has a similarity level of 99.06%. Bacterial isolates are considered to represent the same species if they have a 16s rDNA sequence similarity of more than 97% during BLAST analysis.
4222545594L1C020025Identifikasi dan Monitoring Terumbu Karang Buatan di Daerah Restorasi Coral Garden Tulamben, BaliIdentifikasi dan monitoring terumbu buatan penting dilakukan dalam program rehabilitasi terumbu karang. Perairan Coral Garden merupakan lokasi penyelaman favorit karena keindahan bawah airnya. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis tipe terumbu buatan, mengidentifikasi genus karang, dan menganalisis nilai kelimpahan relatif, keanekaragaman, dan dominansi genus karang di perairan Coral Garden. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif komparatif dengan pengambilan data secara langsung terhadap terumbu buatan dan koloni karang yang menempel di terumbu buatan. Genus karang diidentifikasi dengan acuan Coral Finder dan buku Coral of The World. Nilai kelimpahan relatif, keanekaragaman, dan dominansi dihitung menggunakan software Microsoft Excel untuk dianalis kondisinya pada tiap terumbu buatan. Hasil yang diperoleh yaitu terdapat 5 terumbu buatan pada perairan Coral Garden yaitu fishdome, kerucut besi, botol, hexagon, dan roti buaya. Genus karang yang berada di perairan ini terdiri dari 9 genus, dengan genus terbanyak yaitu Pocillopora sp. dan Acropora sp. Kelimpahan relatif genus karang termasuk dalam kategori kurang berlimpah hingga sangat berlimpah. Keanekaragaman termasuk dalam kategori rendah hingga sedang. Dominansi bervariasi dari rendah hingga tinggi. Restorasi karang menggunakan terumbu buatan dapat mendukung pemulihan kondisi karang yang rusak secara berkelanjutan. Bentuk terumbu buatan fishdome direkomendasikan karena stabil dan cocok bagi pertumbuhan karang. Identification and monitoring of artificial reefs are important in coral reef rehabilitation programs. Coral Garden waters is a favorite dive site because of its wonderful underwater view. The purpose of this study was to identify and analyze the type of artificial reefs, identify coral genus, and analyze the value of relative abundance, diversity, and dominance of coral genus in Coral Garden waters. A comparative descriptive analysis was applied in this research using direct data collection on artificial reefs and coral colonies attached to artificial reefs. Coral genus was identified with reference to Coral Finder and Coral of the World book. The relative abundance, diversity, and dominance values were calculated using Microsoft Excel software to analyze the condition of each artificial reef. The results obtained 5 artificial reefs in Coral Garden waters, namely fishdome, iron cone, bottle, hexagon, and crocodile bread. The coral genus in these waters consisted of 9 genera, with the majority genus are Pocillopora sp. and Acropora sp. The relative abundance of coral genus categorized as less abundant to very abundant. Diversity fell into the low to medium category. Dominance varied from low to high. Coral restoration using artificial reefs can support the sustainable recovery of damaged coral conditions. Fishdome artificial reefs are recommended because they are stable and suitable for coral growth.
4222645598D1A019027PENGARUH SUPLEMENTASI SELENIUM YEAST DAN VITAMIN E PADA AYAM NIAGA PETELUR UMUR 94 MINGGU TERHADAP PRODUKSI TELUR DAN CLUTCH SIZEPenelitian dengan judul Pengaruh Suplementasi Selenium Yeast dan Vitamin E pada Pakan Ayam Niaga Petelur terhadap Produksi telur dan Clutch size dilaksanakan pada tanggal 28 September-23 November 2022. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji suplementasi selenium yeast dan vitamin E pada pakan ayam niaga petelur terhadap Produksi telur dan Clutch size. Materi penelitian yang digunakan, yaitu ayam niaga petelur umur 94 minggu sebanyak 100 ekor, selenium yeast, vitamin E, dan pakan ayam periode produksi. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan rancangan penelitian berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, apabila terdapat pengaruh pada perlakuan dilanjutkan dengan Uji Lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT). Perlakuan yang diberikan adalah P0 (pakan basal tanpa penambahan selenium yeast dan vitamin E), P1 (100 mg/kg selenium yeast dan vitamin E 100 mg/kg dalam pakan basal), P2 (150 mg/kg selenium yeast dan vitamin E 100 mg/kg dalam pakan basal), P3 (100 mg/kg selenium yeast dan vitamin E 200 mg/kg dalam pakan basal), dan P4 (150 mg/kg selenium yeast dan vitamin E 200 mg/kg dalam pakan basal). Variabel yang diamati, yaitu Produksi telur dan Clutch size. Hasil yang diperoleh dari penelitian menunjukkan bahwa produksi telur pada perlakuan P0 sebesar 34,105,78 butir/ekor, P1 sebesar 38,851,51 butir/ekor, P2 sebesar 37,553,95 butir/ekor, P3 sebesar 38,152,66 butir/ekor, dan P4 sebesar 34,253,73 butir/ekor. Hasil yang diperoleh dari penelitian menunjukkan bahwa HDP pada perlakuan adalah P0 69,5914,75, P1 79,293,86, P2 76,6310,04, P3 77,866,77, dan P4 69,909,51. Hasil yang diperoleh dari penelitian menunjukkan bahwa Clutch Size pada perlakuan P0 yaitu 2,930,81, P1 3,300,78, P2 2,740,72, P3 3,040,96, dan P4 2,750,57. Analisis variansi (ANAVA) menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (Fhit < 0,05) terhadap produksi telur dan clutch size. Kesimpulan yang diperoleh bahwa suplementasi selenium yeast dan vitamin E pada pakan ayam niaga petelur belum memberikan respon peningkatan pada jumlah produksi telur hen day production dan clutch size ayam niaga petelur strain hy-line umur 94-101 minggu.Research with the title Effect of Selenium Yeast and Vitamin E Supplementation in Commercial Layer Chicken Feed on Egg Production and Clutch size conducted on September 28-November 23, 2022. The purpose of the study was to examine the supplementation of selenium yeast and vitamin E in commercial chicken feed on egg production and clutch size. The research materials used, namely 94-week-old commercial laying hens as many as 100 heads, selenium yeast, vitamin E, and chicken feed for the production period. The method used is an experimental method with a research design in the form of a Completely Randomized Design (RAL) consisting of 5 treatments and 5 replicates, if there is an effect on the treatment followed by the Duncan Multiple Range Test (DMRT). The treatments given were P0 (basal feed without the addition of selenium yeast and vitamin E), P1 (100 mg/kg selenium yeast and vitamin E 100 mg/kg in basal feed), P2 (150 mg/kg selenium yeast and vitamin E 100 mg/kg in basal feed), P3 (100 mg/kg selenium yeast and vitamin E 200 mg/kg in basal feed), and P4 (150 mg/kg selenium yeast and vitamin E 200 mg/kg in basal feed). The observed variables were egg production and clutch size. The results obtained from the study showed that egg production in the P0 treatment was 34,10+5,78 grains/head, P1 was 38,85+1,51 grains/head, P2 was 37,55+3,95 grains/head, P3 was 38,15+2,66 grains/head, and P4 was 34,25+3,73 grains/head. The results obtained from the study showed that HDP in the treatments were P0 69,59+14,75, P1 79,29+3,86, P2 76,63+10,04, P3 77,86+6,77, and P4 69,90+9,51. The results obtained from the study showed that Clutch Size in the P0 treatment was 2,93+0,81, P1 3,30+0,78, P2 2,74+0,72, P3 3,04+0,96, and P4 2,75+0,57. Analysis of variance (ANOVA) showed that the treatments had no significant effect (Fhit<0,05) on egg production and clutch size. It was concluded that supplementation of selenium yeast and vitamin E in commercial layer feed has not responded to the increase in the number of hen day egg production and clutch size of hy-line commercial layer chickens aged 94-101 weeks.
4222745590C1A019100Analisis Pengaruh Volatilitas Harga Pangan Terhadap Ketahanan Pangan Di Provinsi Jawa TengahPenurunan nilai keterjangkauan dan ketersediaan sebagai indikator pendukung ketahanan pangan menjadi masalah di Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh volatilitas harga beras, telur, dan minyak terhadap ketahanan pangan di Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh volatilitas harga beras, telur, dan minyak terhadap ketahanan pangan di Jawa Tengah.
Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan model analisis regresi data panel. Dalam penelitian ini, data bersumber dari data sekunder yang diperoleh dari Bank Indonesia, Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, dan Badan Pusat Statistik. Data mencakup harga komoditas beras, telur, dan minyak, data Pola Pangan Harapan, serta data proporsi pengeluaran pangan di 35 kabupaten di Jawa Tengah untuk periode 2018-2022. Keragaman pangan dan proporsi pengeluaran pangan digunakan sebagai variabel yang mewakili ketahanan pangan.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Volatilitas harga beras berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keragaman pangan dan proporsi pengeluaran pangan; 2) Volatilitas harga telur berpengaruh positif dan signifikan terhadap keragaman pangan dan proporsi pengeluaran pangan; 3) Volatilitas harga minyak tidak berpengaruh terhadap keragaman pangan dan proporsi pengeluaran pangan. Pemerintah perlu menjaga kestabilan harga komoditas pangan supaya masyarakat dapat merasakan keragaman pangan, namun dengan pengeluaran pangan yang kecil.
The decline in affordability and availability as supporting indicators of food security has become an issue in Central Java. This study aims to analyze the impact of the volatility of rice, egg, and oil prices on food security in Central Java. The research utilizes quantitative methods with a panel data regression analysis model. The data for this study comes from secondary sources provided by Bank Indonesia, the Central Java Food Security Agency, and the Central Statistics Agency. The data includes commodity prices for rice, eggs, and oil, data on the Expected Food Pattern, and data on the proportion of food expenditure across 35 districts in Central Java for the period 2018-2022. Food diversity and the proportion of food expenditure are used as variables representing food security.
The results of this study are as follows: 1) Rice price volatility has a negative and significant impact on food diversity and the proportion of food expenditure; 2) Egg price volatility has a positive and significant impact on food diversity and the proportion of food expenditure; 3) Oil price volatility does not affect food diversity and the proportion of food expenditure. The government needs to maintain the stability of food commodity prices so that people can experience food diversity while maintaining low food expenditure.
4222845591L1B020033TINGKAT INFEKSI EKTOPARASIT IKAN NILA (Oreochromis niloticus) YANG
DIBUDIDAYA POKDAKAN DI DESA PANEMBANGAN, KECAMATAN
CILONGOK, KABUPATEN BANYUMAS
Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan ikan paling banyak dibudidaya oleh Pokdakan
di Desa Panembangan. Permasalahan yang sering dihadapi pembudidaya adalah keberadaan
ektoparasit sehingga dapat menurunkan kualitas ikan. Penelitian bertujuan untuk
mengidentifikasi ektoparasit dan menentukan nilai prevalensi, intensitas, serta dominansi
ektoparasit pada ikan nila yang dibudidaya Pokdakan di Desa Panembangan. Pengambilan
data menggunakan metode survei kuantitatif, sedangkan pengambilan sampel menggunakan
metode purposive sampling. Penelitian dilaksanakan di lima Pokdakan Desa Panembangan.
Pemeriksaan ektoparasit dilakukan sebanyak 2x pada bulan Februari dan April dengan
masing-masing jumlah sampel ikan sebanyak 10 ekor/pokdakan. Pemeriksaan ektoparasit
menggunakan metode scrapping lendir pada bagian permukaan tubuh, sirip, dan insang lalu
diamati menggunakan mikroskop dengan perbesaran 40x dan 100x. Data spesies ektoparasit,
prevalensi, intensitas, dominansi, dan kualitas air dianalisis secara deskriptif, serta data
intensitas ektoparasit juga dianalisis menggunakan uji Normalitas dan Kruskal-Wallis. Hasil
penelitian mengidentifikasi 4 ektoparasit spesies Trichodina sp., Ichtyopthirius multifilis,
Dactylogyrus sp., dan Gyrodactylus sp. Nilai prevalensi dan intensitas ektoparasit berkisar
10-100% dan 1-64 ind/ekor. Trichodina sp. merupakan ektoparasit paling dominan yang
ditemukan di 5 (lima) Pokdakan Desa Panembangan dengan nilai 95,52%. Kualitas air kolam
Pokdakan di Desa Panembangan masih dalam kisaran yang sesuai dengan syarat hidup ikan
nila.
Tilapia (Oreochromis niloticus) is the most common cultivated fish by Fish Farming Groups
in Panembangan Village. The problem often faced by fish farmers is presence of ectoparasites
which can reduce fish quality. The study aimed to identify ectoparasites and to determine
prevalence, intensity, and dominance value of ectoparasites on tilapia cultivated by Fish
Farming Groups in Panembangan Village. Data collection used quantitative survey method,
while sampling used purposive sampling method. The study was conducted in five Fish Farming Groups in Panembangan Village. Ectoparasite examination was carried out 2 times
in February and April with each sample size of 10 fish/group. Ectoparasite examination used
mucus scraping method on the body surface, fins, and gills and then observed using
microscope with magnification of 40x and 100x. Data of ectoparasite species, prevalence,
intensity, dominance, and water quality was analyzed descriptively and ectoparasite intensity
data was also analyzed using Normality and Kruskal-Wallis tests. The results of study
identified 4 ectoparasites, namely Trichodina sp., Ichtyopthirius multifilis, Dactylogyrus sp.,
and Gyrodactylus sp. The prevalence and intensity values of ectoparasites ranged from 10-
100% and 1-64 individuals/fish. Trichodina sp. was the most dominant ectoparasite found in
5 (five) Pokdakan Panembangan Village with value of 95.52%. The water quality of
Pokdakan pond in Panembangan Village still within range that meets requirements for tilapia
life.
4222945592L1B020027PERTUMBUHAN DAN PROFIL DARAH IKAN NILA
(Oreochromis niloticus) YANG DIBUDIDAYAKAN DI
POKDAKAN DESA PANEMBANGAN, KECAMATAN
CILONGOK, KABUPATEN BANYUMAS
Pertumbuhan dan Hasil Profil Darah Ikan Nila (Oreochromis Niloticus)
Yang Dibudidayakan Di Pokdakan Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok,
Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian mengetahui pertumbuhan ikan nila
meliputi pertumbuhan mutlak, pertumbuhan relatif dan pertumbuhan spesifik
serta gambaran profil darah yang meliputi jumlah eritrosit, hematokrit,
hemoglobin, dan glukosa darah ikan nila yang dibudidayakan oleh Pokdakan`
di Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Penelitian
menggunakan metode survey dengan teknik pengumpulan data berupa
observasi dan teknik pengambilan sampel ikan dengan metode purposive
sampling. Data dianalisis secara statistik menggunakan Uji Anova dan deskriptif.
Hasil penelitian yaitu pertumbuhan berat mutlak berbeda nyata berkisar
61,6±0,21a - 111±10,77a g, pertumbuhan panjang mutlak, dan RGR tidak berbeda
nyata. Pertumbuhan Panjang mutlak berkisar 4,84±1,16a - 7,08±0,99a cm, dan
RGR berkisar 2,7±0,53a - 3,03±0,65a%. Hasil profil darah seperti jumlah eritrosit,
hematokrit, hemoglobin, dan glukosa darah menunjukan tidak berbeda nyata.
Jumlah eritrosit berkisar 0,81±0,33x106a - 1,14±0,53x106a sel/mm3, hematokrit
berkisar 11,2±1,3a - 27±4a%, hemoglobin berkisar 4,98±0,44a - 8,84±0,81a g/dL, dan
glukosa darah berkisar 96,8±13,8a - 181±24,05a mg/dL. Hasil penelitian kualitas
air seluruh pokdakan yaitu suhu berkisar 29,7–30,3˚C, pH berkisar 5,5-6,6 dan
DO berkisar 6,3 – 6,7 mg/L.
Growth and Blood Profile Results Tilapia (Oreochromis niloticus)
Cultivated in Pokdakan, Panembangan Village, Cilongok District, Banyumas
Regency. The aimed research was to determine the growth of tilapia including
absolute growth, relative growth and specific growth well as a description of the
blood profile which includes the number of erythrocytes, hematocrit,
hemoglobin and blood glucose of tilapia cultivated. The research uses a survey
method with data collection techniques in the form observation and fish
sampling techniques using the purposive sampling method. Data were analyzed
statistically using the Anova and descriptive. The results of the research were
that absolute weight growth was significantly different, ranging from 61,6±0,21a
- 111±10,77a g, length and RGR were not significantly different. Length growth
ranges from 4,84± 1,16a – 7,08±0,99a cm, and RGR ranges from 2,7±0,53a –
3,03±0,65a%. Blood profile results such as erythrocyte count, hematocrit,
hemoglobin and blood glucose showed no significant difference. The number
erythrocytes ranges from 0,81±0.33x106a – 1,14±0,53x106a sel/mm3, hematocrit
ranges from 11,2±1,3a - 27±4a%, hemoglobin ranges from 4,98±0,44a – 8,84±0,81a
g /dL, and glucose ranged from 96,8±13.8a - 181±24,05a mg/dL. The results of air
quality research throughout Pokdakan are temperatures ranging from 29,7–
30,3˚C, pH ranging from 5,5-6,6 and DO ranging from 6,3– 6,7 mg/L.
4223045593C1A017102ANALISIS DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH TERHADAP KETAHANAN PANGAN DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2008-2022Pertumbuhan ekonomi yang pesat mendorong terjadinya transformasi dalam berbagai aktivitas ekonomi di Provinsi Jawa Tengah, hal ini dapat berdampak pada peningkatan tren konversi lahan sawah menjadi lahan non pertanian. Perubahan penggunaan lahan ini dapat memberikan dampak negatif terhadap ketersediaan dan ketahanan pangan penduduk Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak alih fungsi lahan sawah terhadap ketahanan pangan di Provinsi Jawa Tengah. Untuk mengetahui tingkat ketahanan pangan penduduk digunakan parameter surplus/defisit pangan. selain itu, pada analisis ini menggunakan analisis prediksi model Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS) untuk mengetahui nilai estimasi laju alih fungsi lahan sawah, padi yang hilang, dan tingkat ketahanan pangan pada tahun 2023-2045. Analisis lain yang digunakan untuk memperkuat analisis prediksi adalah analisis spasial, analisis ini digunakan untuk mengetahui pola sebaran/distribusi dari laju alih fungsi lahan sawah dan padi yang hilang. Selanjutnya, penulis juga menggunakan analisis statistik uji paired sample t test untuk mengetahui perbedaan nilai rata-rata tingkat ketahanan pangan sebelum dan sesudah terjadinya alih fungsi lahan sawah.
Penelitian ini mengidentifikasi bahwa selama 2008-2022, Provinsi Jawa Tengah mengalami alih fungsi lahan sawah seluas 107.818 hektar, dengan prediksi penurunan lahan sawah sebesar 160.858 hektar (16 persen) untuk periode 2023-2045. Wilayah dengan alih fungsi lahan sawah tertinggi diprediksi berada di barat dan timur Provinsi Jawa Tengah. Selama 2008-2022, Provinsi Jawa Tengah mengalami kehilangan produksi padi sebesar 607.084 ton, dan diprediksi Provinsi Jawa Tengah akan kehilangan produksi padi sebesar 931.047 ton pada 2023-2045. Wilayah dengan kehilangan produksi padi tertinggi diprediksi berada di barat dan timur Provinsi Jawa Tengah. Provinsi Jawa Tengah mengalami surplus pangan sebesar 37.235.038 ton beras pada tahun 2008-2022. Hasil analisis uji t menunjukkan perbedaan nilai rerata yang signifikan dalam ketahanan pangan sebelum dan sesudah alih fungsi lahan sawah. Diprediksi untuk tahun 2023-2045 menunjukkan bahwa ketahanan pangan di Provinsi Jawa Tengah akan tetap dalam kondisi surplus, namun tingkat ketahanan pangan diproyeksikan mengalami tren penurunan dari 164,67% pada tahun 2023 menjadi 128,37% pada tahun 2045.
Temuan ini menyoroti pentingnya penerapan kebijakan yang kuat untuk mengatur dan mengendalikan alih fungsi lahan sawah melalui regulasi yang jelas seperti Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Selain itu, strategi pemulihan lahan sawah yang telah beralih fungsi perlu ditingkatkan untuk mendukung ketahanan pangan di masa depan
Rapid economic growth in Central Java Province has driven a transformation in various economic activities, potentially leading to an increased trend in the conversion of paddy fields into non-agricultural land. This land-use change may negatively impact the availability and food security of the population in Central Java. This study aims to assess the impact of paddy field conversion on food security in Central Java Province. The analysis incorporates a predictive model using the Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS) to estimate the rate of paddy field conversion, the associated loss of rice production, and the projected level of food security from 2023 to 2045. Additionally, spatial analysis is employed to identify the distribution patterns of paddy field conversion rates and lost rice production. To further support the findings, a paired sample t-test statistical analysis is conducted to evaluate the difference in average food security levels before and after the conversion of paddy fields.
This research identifies that from 2008 to 2022, Central Java Province experienced a conversion of 107.818 hectares of rice fields, with a predicted further decline of 160.858 hectares (16 percent) from 2023 to 2045. The highest conversion rates are projected to occur in the western and eastern regions of Central Java. During 2008-2022, Central Java lost 607.084 tons of rice production, and it is predicted that the province will lose an additional 931.047 tons between 2023 and 2045. The highest losses in rice production are also expected in the western and eastern regions of Central Java. Central Java experienced a surplus of 37.235.038 tons of rice during 2008-2022. The results of the paired sample t-test analysis revealed a significant difference in the average level of food security before and after the conversion of paddy fields. The projections for 2023-2045 indicate that while Central Java is expected to remain in a food surplus condition, the food security level is projected to decline from 164,67% in 2023 to 128,37% in 2045.
These findings highlight the critical importance of implementing robust policies to regulate and control the conversion of rice fields through clear regulations, such as the Sustainable Agricultural Land (LP2B) program. Additionally, strategies to restore converted rice fields must be enhanced to support future food security.
4223145595E1B019016LEGAL PROTECTION OF ELECTRICITY CONSUMERS FOR UNIDATED DISCONNECT OF KWH METER BY PT. PLN BASED ON LAW NUMBER 8 OF 1999 CONCERNING CONSUMER PROTECTION
(Juridical Review of Decision Number 244/Pdt.Sus-BPSK/2023/PN Pdg)
Perlindungan konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberi perlindungan kepada konsumen. Penelitian ini dilakukan terhadap Putusan Nomor 244/Pdt.Sus-BPSK/2023/PN Pdg mengenai tindakan PT.PLN (PERSERO) sebagai pelaku usaha yang melakukan tindakan pemutusan Kwh meter secara sepihak kepada konsumennya.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis, sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan metode analısıs data normatif kualitatif dan disajikan dalam bentuk teks naratif yang disusun secara sistematis, logis, dan rasional.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa konsumen belum mendapatkan perlindungan hukum atas hak nya yang diatur dalam Pasal 4 huruf c, g, dan h Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, dikarenakan pelaku usaha tidak mengganti kerugian terhadap konsumen baik formil maupun imateril serta keberatan dari pihak pelaku usaha dikabulkan maka pihak konsumen adalah sebagai pihak yang dikalahkan yang akibat hukum nya pihak konsumen diharuskan membayar kerugian yang dialami oleh pihak Pelaku Usaha. Putusan PN Padang tersebut menunjukan hak konsumen masih belum terpenuhi seutuhnya
Consumer protection is any effort that ensures legal certainty to provide protection to consumers. This research was conducted on Decision Number 244/Pdt.Sus-BPSK/2023/PN Pdg regarding the actions of PT. PLN (PERSERO) as a business actor who carried out the act of unilaterally disconnecting Kwh meters to its consumers.
The approach method used in this research is Normative Juridical with analytical descriptive research specifications. The data sources used in this research are primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials. The data obtained will be analyzed using qualitative normative data analysis methods and presented in the form of narrative text which is arranged systematically, logically and rationally.
Based on the results of the research conducted, it was found that consumers have not received legal protection for their rights as regulated in Article 4 letters c, g, and h of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection, because business actors do not replace losses to consumers, both formal and immaterial, and if approval from the business actor is granted, the consumer is the party affected by the law, the consumer is required to pay for the losses experienced by the business actor. The Padang District Court's decision shows that consumer rights are still not fully fulfilled.
4223245596I1D020075HUBUNGAN POLA MAKAN SUMBER ZAT BESI DAN KEBIASAAN KONSUMSI TEH DENGAN
ANEMIA DEFISIENSI BESI
Latar Belakang: Anemia defisiensi zat besi dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pola makan dan gaya hidup. Remaja masih jarang mengonsumsi makanan sumber zat besi sementara itu mengonsumsi teh sudah menjadi tradisi dikalangan remaja. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pola makan sumber zat besi dan kebiasaan konsumsi teh dengan status anemia defisiensi zat besi.

Metodologi : Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional pada 90 remaja putri di MAN 2 Banyumas, pengambilan sampel dengan metode proporsional random sampling. Instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner karakteristik responden, formulir food frequency questionnaire (FFQ) dan kuesioner kebiasaan konsumsi teh. Data dianalisis menggunakan uji chi-square.

Hasil: Hasil penelitian diperoleh 50% memiliki pola makan sumber zat besi tidak baik dan 50% memiliki pola makan sumber zat besi baik, 25,6% responden sering konsumsi teh dan 74,4% responden jarang konsumsi teh. Hasil uji chi-square menyatakan terdapat hubungan antara pola makan sumber zat besi dengan status anemia defisiensi zat besi (p=0,027) dan tidak terdapat hubungan antara kebiasaan konsumsi teh dengan status anemia defisiensi zat besi (p=0,187).

Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola makan sumber zat besi dengan status anemia defisiensi zat besi. Tidak terdapat hubungan antara kebiasaan konsumsi teh dengan status anemia defisiensi zat besi.
Background: Iron deficiency anemia is influenced by several factors such as diet and lifestyle. Adolescents still rarely consume foods that are sources of iron while consuming tea has become a tradition among adolescents. The purpose of this study was to determine the relationship between dietary patterns of iron sources and tea consumption habits with iron deficiency anemia status.

Methodology: This study used a cross-sectional design on 90 female adolescents at MAN 2 Banyumas, sampling using the proportional random sampling method. Data collection instruments used a respondent characteristic questionnaire, a food frequency questionnaire (FFQ) form and a tea consumption habit questionnaire. Data were analyzed using the chi-square test.

Results: The results of the study showed that 50% had a poor dietary pattern of iron sources and 50% had a good dietary pattern of iron sources, 25.6% of respondents often consumed tea and 74.4% of respondents rarely consumed tea. The results of the chi-square test stated that there was a relationship between dietary patterns of iron sources and iron deficiency anemia status (p = 0.027) and there was no relationship between tea consumption habits and iron deficiency anemia status (p = 0.187).

Conclusion: There was a relationship between dietary iron sources and iron deficiency anemia status. There is no relationship between tea consumption habits and iron deficiency anemia status.
4223345515K1C019026ANALISIS NILAI PGA BERDASARKAN PERHITUNGAN EMPIRIS MC. GUIRRE, DONOVAN, DAN ESTEVA TERHADAP DATA AKSELEROGRAF PROVINSI BANTENPeak Ground Acceleration (PGA) merupakan nilai percepatan getaran tanah maksimum yang pernah terjadi pada suatu wilayah akibat gempa bumi. Penelitian ini bertujuan menentukan persamaan terbaik antara empiris Donovan, Mc.Guirre, dan Esteva, memetakan persebaran Peak Ground Acceleration (PGA) di wilayah Banten, serta menentukan tingkat resiko gempa bumi berdasarkan hasil perhitungan Peak Ground Acceleration (PGA) wilayah Banten. Data gempa bumi periode 2018 – 2022 didapatkan dari hasil rekaman alat akselerograf BMKG pada koordinat 5,0-7,0 derajat LS dan 105-106 derajat BT dengan magnitudo lebih besar sama dengan 5 SR. Hasil pengolahan dan perhitungan menunjukkan empiris terbaik untuk wilayah Banten yaitu persamaan Mc.Guirre dengan nilai RMS error terkecil diantara yang lainnya yaitu Donovan 0,13072; Mc.Guirre 0,13066; dan Esteva 0,15923. Data gempa bumi periode 2012-2022 didapatkan dari hasil rekaman BMKG pada koordinat 5,0-7,0 derajat LS dan 105-106 derajat BT dengan magnitudo lebih besar dari sama dengan 5 SR Hasil pengolahan dan perhitungan dengan persamaan Mc.Guirre didapatkan nilai PGA berkisar antara 0,0302-0,2633 gal. Berdasarkan klasifikasi nilai PGA wilayah Banten berada dalam tingkat resiko sangat kecil hingga resiko kecil dengan MMI lebih kecil dari VI dan VI-VII.Peak Ground Acceleration (PGA) is the maximum ground vibration acceleration value that has occurred in an area due to an earthquake. This research aims to determine the best empirical equation between Donovan, Mc.Guirre, and Esteva, map the distribution of Peak Ground Acceleration (PGA) in the Banten region, and determine the level of earthquake risk based on the results of Peak Ground Acceleration (PGA) calculations in the Banten region. Earthquake data for the period 2018 – 2022 was obtained from recordings by the BMKG accelerograph at coordinates 5.0˚-7.0˚ South Latitude and 105˚-106˚ East Longitude with a magnitude ≥5 SR. The results of processing and calculations show that the best empirical for the Banten region is the Mc.Guirre equation with the smallest MRS error value among the others, namely Donovan 0.13072; Mc. Guirre 0.13066; and Esteva 0.15923. Earthquake data for the 2012-2022 period was obtained from BMKG recordings at coordinates 5.0˚-7.0˚ South Latitude and 105˚-106˚ East Longitude with a magnitude ≥5 SR. Results of processing and calculations using the Mc.Guirre equation showed that PGA values ranged from 0,0302 – 0,2633 gal. Based on the PGA value classification, the Banten region is at very low risk to small risk level with MMI <VI and VI-VII.
4223445601H1E020024Integration of Conjoint Analysis and QFD in Taro Chips Product DevelopmentMelihat tingginya jumlah pecinta makanan ringan, produsen makanan ringan terus bersaing untuk mendapatkan tempat di hati konsumen mulai dari tampilan kemasan, bentuk, rasa, dan inovasi lainnya. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hasil perancangan pengembangan produk keripik talas yang paling disukai oleh konsumen. Penelitian pada kali ini membahas mengenai integrasi antara metode conjoint analysis dan QFD dalam pengembangan produk keripik talas. Metode conjoint analysis digunakan untuk menentukan rancangan produk keripik talas yang paling disukai oleh konsumen, sedangkan metode QFD digunakan untuk menerjemahkan keinginan dan kebutuhan pelanggan menjadi respon teknis dalam pengembangan produk. Berdasarkan hasil pengolahan data conjoint analysis didapatkan rancangan produk keripik talas yang paling disukai oleh konsumen yaitu produk dengan varian rasa pedas asin, ukuran kemasan 250gr, desain kemasan menggunakan stiker, warna kemasan cerah serta pembuka kemasan berupa ziplock. Hasil tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyusunan HoQ, dimana HoQ disusun berdasarkan atribut yang didapatkan pada hasil pengolahan data conjoint analysis. Hasil akhir penyusunan HoQ kemudian digunakan sebagai acuan dalam pembuatan prototype pengembangan produk keripik talas.Seeing the high number of snack lovers, snack producers continue to compete for a place in the hearts of consumers, starting with the appearance of packaging, shape, taste, and other innovations. The research aims to discover the product development design of taro chips that consumers most favor. This research discusses integrating conjoint analysis and QFD methods in taro chip product development. The conjoint analysis method determines the design of taro chip products that are most preferred by consumers, while the QFD method is used to translate customer wants and needs into technical responses in product development. Based on the results of conjoint analysis data processing, the taro chips product design most preferred by consumers is a product with a spicy salty flavor variant, a packaging size of 250 g, a packaging design using stickers, bright packaging colors, and a ziplock packaging opener. These results are then continued with the preparation of HoQ, where HoQ is compiled based on the attributes obtained in the conjoint analysis data processing results. The final results of HoQ preparation are then used as a reference when making prototypes for taro chip product development.
4223545602J1D020019Wacana Kritis Model Teun A. Van Dijk pada Buku The Alpha Girl's Guide Karya Henry ManampiringSebuah teks tidak hanya berisi kalimat untuk menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tujuan tertentu yang perlu diungkap. Dengan analisis wacana kritis dapat dilihat suatu teks dapat memengaruhi cara berpikir dan bertindak seseorang serta mengungkap hubungan antara bahasa dan tujuan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana kritis bab The Alpha Student dalam buku The Alpha Girl’s Guide karya Henry Manampiring menggunakan pendekatan Teun A. Van Dijk. Penelitian ini menggunakan metode simak dan catat sebagai metode pengumpulan data. Hasil analisis data menunjukkan wacana The Alpha Student telah memenuhi tingkat analisis wacana kritis menggunakan teori Teun A. Van Dijk. Data tersebut meliputi analisis teks (struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro), kognisi sosial, dan konteks sosial. Pada struktur makro terdapat analisis tema wacana. Pada superstruktur terdapat analisis skema atau susunan wacana. Pada struktur mikro terdapat analisis tataran linguistik yang meliputi sintaksis. Kemudian, analisis kognisi sosial yaitu proses produksi wacana yang terdiri atas skema person, skema diri, skema peran, dan skema peristiwa. Selanjutnya, pada konteks sosial terdapat keberterimaan pembaca terhadap wacana The Alpha Student yang diperoleh dari internet.A text not only contains sentences to convey information but also has a specific purpose that needs to be revealed. With the analysis of critical discourse, it can be seen that a text can influence a person's way of thinking and acting, as well as reveal the relationship between language and its social purpose. The study aims to analyze the critical discourse of the chapter The Alpha Student in Henry Manampiring's book The Alpha Girl's Guide using Teun A. Van Dijk's approach. Data analysis shows that The Alpha Student's discourse has met the critical level of discourse analysis using Teun A. Van Dijk's theory. The data includes text analysis (macro, superstructure, and microstructure), social cognition, and social context. On the macrostructure, there is the analysis of the themes of discourses. On the superstructures, there is the schematic analysis or the layout of the discourses. In the microstructure, there is a linguistic pattern analysis that includes syntax. Then, social cognitive analysis is the process of producing discourse that consists of a person scheme, a self-schema, a role scheme, and an event scheme. Furthermore, in the social context, there is readers' sympathy with The Alpha Student's discourse obtained from the Internet.
4223645597K1B020065Analisis Prediksi Harga Saham Bank Central Asia Pasca Stock Split Menggunakan Backpropagation Neural Network dengan Algoritma Inisialisasi Nguyen-WidrowSaham adalah dokumen yang menandakan kepemilikan sebagian dari suatu perusahaan. Harga saham memiliki volatilitas yang tinggi sehingga investor bisa mendapatkan keuntungan atau kerugian besar dalam waktu singkat. Oleh karena itu investor memerlukan prediksi sebagai acuan. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi harga penutupan saham PT. Bank Central Asia pasca stock split dengan menggunakan model arsitektur jaringan terbaik Backpropagation Neural Network agar dapat menjadi pertimbangan bagi investor sebelum melakukan transaksi jual-beli saham. Inisialisasi bobot dan bias awal menggunakan algoritma Nguyen-Widrow dengan fungsi aktivasi sigmoid biner. Prediksi harga penutupan saham menggunakan 7 variabel input (harga pembukaan, harga tertinggi, harga terendah, volume transaksi, inflasi, suku bunga, dan kurs rupiah) dan 1 variabel target yaitu harga penutupan saham. Percobaan dilakukan menggunakan 24 kombinasi arsitektur jaringan yang berbeda, dengan variasi parameter yang digunakan yaitu persentase dataset training dan testing 80:20 dan 70:30, maksimal epoch sebesar 1000, neuron hidden sebanyak 5, 10, 15, dan 20, serta learning rate sebesar 0,01; 0,1; 0,5. Prediksi harga penutupan saham menghasilkan konfigurasi terbaik yaitu arsitektur jaringan 7-20-1. Arsitektur jaringan tersebut mampu menghasilkan prediksi yang sangat akurat untuk penutupan harga saham BBCA pasca stock split dengan nilai MAPE pada saat pelatihan sebesar 3,7568% dan pada proses pengujian sebesar 7,7012%. Stocks are documents that signify partial ownership of a company. Stock prices have high volatility so investors could make huge profits or losses in a short period of time. Therefore, investors need prediction as a benchmark. This study aims to predict the closing price of PT Bank Central Asia shares after the stock split using the best network architecture model Backpropagation Neural Network so that it can be a consideration for investors before buying and selling shares. Initialization of weights and initial bias using Nguyen-Widrow algorithm with binary sigmoid activation function. Stock closing price prediction uses 7 input variables (opening price, highest price, lowest price, transaction volume, inflation, interest rate, and rupiah exchange rate) and 1 target variable, namely the closing price of the stock.Experiments were conducted using 24 different network architecture combinations, with parameter variations used, namely the percentage of training and testing datasets of 80:20 and 70:30, a maximum epoch of 1000, hidden neurons of 5, 10, 15, and 20, and learning rates of 0.01; 0.1; 0.5. Prediction of stock closing prices produces the best configuration, which is a 7-20-1 network architecture. The network architecture is able to produce very accurate predictions for the closing price of BBCA shares after the stock split with a MAPE value during training of 3.7568% and in the testing process of 7.7012%.
4223745603I1I022003HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN KONSUMSI FAST FOOD DENGAN SIKLUS MENSTRUASI SISWI MAN 2 BANYUMAS
Latar Belakang : Pada perempuan yang memasuki masa purbertas akan mengalami datangnya menstruasi. Siklus menstruasi normalnya terjadi pada waktu sejak hari pertama menstruasi sampai datangnya periode menstruasi berikutnya dengan rentang waktu normal 21-35 hari. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan aktivitas fisik dan pola konsumsi makanan cepat saji (fast food) dengan siklus menstruasi.
Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode desain cross sectional pada 52 remaja putri MAN 2 Banyumas. Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner karakteristik responden, kuesioner siklus menstruasi, kesioner IPAQ aktivitas fisik dan FFQ fast food.
Hasil : Hasil penelitian terdapat 23,1% responden memiliki siklus menstruasi tidak normal, 50% responden sering konsumsi fast food, 26,9% responden aktivitas berat. Hasil uji chi-square dengan p<0,05, tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan siklus menstruasi (p-value 0,346) dan ada hubungan pola konsumsi makanan cepat saji (fast food) dengan siklus menstruasi (p-value 0,001)
Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan aktivitas fisik dengan siklus menstruasi dan ada hubungan pola konsumsi makanan cepat saji (fast food) dengan siklus menstruasi.
Background: Women who enter puberty will experience menstruation. The normal menstrual cycle occurs from the first day of menstruation until the next menstrual period with a normal time span of 21-35 days. The purpose of this study was to analyze the relationship between physical activity and fast food consumption patterns with the menstrual cycle.

Methodology: This study used a cross-sectional design method on 52 female adolescents at MAN 2 Banyumas. Sampling using the purposive sampling method. Data collection instruments used respondent characteristic questionnaires, menstrual cycle questionnaires, physical activity questionnaires (IPAQ) and FFQ fast food.

Results: The results of the study showed that 23.1% of respondents had abnormal menstrual cycles, 50% of respondents often consumed fast food, 26.9% of respondents had heavy activities. The results of the chi-square test with p <0.05, there is no relationship between physical activity and the menstrual cycle (p-value 0.346) and there is a relationship between fast food consumption patterns and the menstrual cycle (p-value 0.001)

Conclusion: There is no relationship between physical activity and the menstrual cycle and there is a relationship between fast food consumption patterns and the menstrual cycle.
4223845604H1D017055IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN ASET DI LABORATORIUM
JURUSAN INFORMATIKA UNSOED
Penelitian ini membahas tentang implementasian desain untuk membuat sistem infomasi mengenai pengelolaan
aset di laboratorium jurusan informatika UNSOED. Tujuan utama dari penelititian ini adalah
mengimplementasikan desain dari sistem informasi yang sudah dilakukan oleh penelitian dan membuat sebuah
sistem informasi pengelolaan aset yang mampu mengumpulkan data menjadi digital dan melakukan proses
peminjaman aset lebih efisien. Sistem ini diharapkan dapat membantu staf laboratorium dalam mengelola data
aset secara berkala serta menyediakan laporan untuk monitoring peminjaman aset. Dalam penelitian ini, metode
pengembangan sistem yang digunakan adalah metode waterfall yang meliputi tahap analisis, desain,
implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Alat bantu perancangan yang digunakan meliputi Unified Modeling
Language (UML) untuk pemodelan sistem, serta bahasa pemrograman PHP dengan framework Codeigniter untuk
pengembangan aplikasi. Database yang digunakan adalah MySQL. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa
sistem informasi yang dikembangkan mampu melakukan pengelolaan data aset yang baik. Sistem ini menyediakan
fitur-fitur seperti input data aset, peminjaman aset, monitoring aset. Pengujian sistem menunjukkan bahwa aplikasi
berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan dapat diakses melalui berbagai perangkat dengan antarmuka yang
user-friendly. Dengan adanya sistem informasi pengelolaan aset berbasis website ini, staf laboratorium jurusan
informatika UNSOED dapat monitoring aset secara digital dan terpusat.
This research discusses the implementation of the design to create an information system regarding asset
management in the laboratory of the UNSOED informatics department. The main objective of this research is to
implement the design of the information system that has been carried out by research and create an asset
management information system that is able to collect data to be digitized and carry out the asset lending process
more efficiently. This system is expected to help laboratory staff in managing asset data regularly and providing
reports for monitoring asset borrowing. In this research, the system development method used is the waterfall
method which includes the stages of analysis, design, implementation, testing, and maintenance. The design tools
used include the Unified Modeling Language (UML) for system modeling, as well as the PHP programming
language with the Codeigniter framework for application development. The database used is MySQL. The results
of this study show that the information system developed is able to perform good asset data management. This
system provides features such as asset data input, asset borrowing, asset monitoring. System testing shows that
the application runs as expected and can be accessed through various devices with a user-friendly interface. With
this website-based asset management information system, laboratory staff of the UNSOED informatics department
can monitor assets digitally and centrally.
4223945606H1C020026IDENTIFIKASI HUBUNGAN GEOKIMIA DAN DOMAIN GEOLOGI
PADA ENDAPAN NIKEL LATERIT MENGGUNAKAN METODE K-MEANS CLUSTERING PADA BUKIT MAHALONA, AREA SOROWAKO, SULAWESI SELATAN
Indonesia merupakan negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia, tingginya cadangan nikel diikuti dengan tingginya eksplorasi maka dibutuhkan metode dalam pengolahan data yang efektif. Machine Learning dengan jenis Algoritma Principal Component Analysis dan K-Means Clustering mampu mengolah data dalam jumlah besar serta mencari hubungan antar variabel dan menentukan kelompok data yang memiliki kemiripan karakteristik. PCA pada nikel laterit mampu mengidentifikasi hubungan elemen-elemen yang ada seperti SiO2 dan MgO memiliki korelasi positif yang kuat ,begitu juga dengan Fe dan Al yang memperlihatkan korelasi positif yang kuat, namun Ni memiliki karakteristik yang berbeda terhadap elemen lain. Dari elemen tersebut akan menunjukkan pola keberagaman sifat geokimia sehingga pada K-Means Clustering akan teridentifikasi klaster domain geologi pada nikel laterit berdasarkan sifat geokimia, yang didapatkan klaster optimal pada nikel laterit adalah tiga domain yang diidentifikasi sebagai Limonit, Saprolit, dan Bedrock hal ini menunjukkan tiga domain yang selamai ini dipakai sudah optimal, namun adanya kemungkinan sub-domain pada Nikel Laterit sehingga didukung dengan metode Elbow Method dan Silhouette Method jumlah klaster optimal 4 dipilih karena memiliki nilai yang tidak jau berbeda dengan 3 klaster. Sehingga didapatkan potensi domain baru yang diidentifikasi sebagai Limonit, Saprolit, Saprock, dan Bedrock. Adanya domain baru didasarkan pada tingkat lateritisasi yang berbeda di setiap domainnya sehingga mempengaruhi fraksi material serta geokimia pada nikel laterit.Indonesia is a country with the largest nickel reserves in the world, the high nickel reserves are followed by high exploration, so an effective method of data processing is needed. Machine Learning with Principal Component Analysis and K-Means Clustering algorithms are able to process large amounts of data and find relationships between variables to determine data groups that have similar characteristics. PCA on nickel laterite is able to identify the relationship of existing elements such as SiO2 and MgO that have a strong positive correlation, as well as Fe and Al which show a strong positive correlation, but Ni has different characteristics to other elements. From these elements will show a pattern of diversity of geochemical properties so that the K-Means Clustering will identify the cluster of geological domains in nickel laterite based on geochemical properties, which obtained the optimal cluster in nickel laterite both research areas are three domains identified as Limonite, Saprolite, and Bedrock this shows the three domains that have been used so far are optimal, but there is a possibility of sub-domains in Nickel Laterite with supported by the Elbow Method and Silhouette Method the optimal number of clusters 4 was chosen because it has a value that is not much different from 3 clusters. This resulted in potential new domains identified as Limonite, Saprolite, Saprock and Bedrock. The existence of new domains is based on the different level of lateritization in each domain, which affects the material fraction and geochemistry of nickel laterite.
4224045605A1A020015ANALISIS PERSEDIAAN BAHAN BAKU TEH HITAM PADA PT PAGILARAN UNIT PRODUKSI PAGILARAN DI KABUPATEN BATANGPenelitian ini bertujuan untuk menghitung persediaan bahan baku dan merencanakan target bahan baku teh hitam di Unit Produksi Pagilaran, Kabupaten Batang. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dan analisis data dengan pendekatan Economic Order Quantity (EOQ) serta peramalan menggunakan metode ARIMA. Hasilnya menunjukkan bahwa jumlah pucuk teh hitam yang dianalisis dengan pendekatan EOQ menghasilkan jumlah ekonomis sebesar 415.304 kg per bulan, yang lebih rendah dibandingkan dengan jumlah aktual. Total biaya persediaan ekonomis pucuk teh hitam yang diperoleh menggunakan metode Economic Order Quantity adalah Rp6.467.049.610,00 menghasilkan penghematan biaya sebesar 28 persen dibandingkan dengan total biaya persediaan aktual. Safety stock dihitung sebesar 207.410 kg per bulan, sementara titik pemesanan ulang ditetapkan pada 299.176 kg per bulan. Peramalan target bahan baku teh hitam di Unit Produksi Pagilaran untuk periode 2024 hingga 2029 menunjukkan peningkatan tahunan sebesar 9.009 kg.This study aims to calculate raw material inventory and plan the target of black tea raw materials in the Production Unit, PT Pagilaran, Batang Regency. This study uses a case study method and data analysis with the Economy Order Quantity (EOQ) approach and forecasting using the ARIMA method. The results showed that the quantity of black tea shoots analyzed using the EOQ approach resulted in an economic quantity of 415,304 kg per month, which is lower than the actual quantity. The total economic inventory cost of black tea leaves obtained using the Economic Order Quantity method was Rp6.467.049.610,00 resulting in a cost saving of 28 percent compared to the actual total inventory cost. Safety stock is calculated at 207,410 kg per month, while the reorder point is set at 299,176 kg per month. Forecasting the black tea raw material target at Pagilaran Production Unit for the period 2024 to 2029 shows an annual increase of 9,009 kg.