Artikelilmiahs

Menampilkan 42.301-42.320 dari 48.844 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4230145665E1A017343TINJAUAN YURISDIS WANPRESTASI
PADA PERJANJIAN KREDIT DI PT BPR KLEPU MITRA KENCANA
(Studi Putusan PN No 11/Pdt.GS/2023/PN.Smg)
Wanprestasi merupakan suatu peristiwa atau keadaan dimana debitur tidak memenuhi kewajiban prestasi perikatannya dengan baik. Wanprestasi diatur pada Pasal 1238 KUHPerdata. Risiko adanya wanprestasi yang timbul bagi pihak bank adalah berupa kerugian material yang di akibatkan tertundanya pembayaran angsuran pokok maupun bunga. Dengan demikian tertunda kesempatan bank untuk memperoleh pendapatan bunga maupun menerima kembali hutang pokok.
Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dasar pertimbangan hakim dalam memutus putusan perbuatan wanprestasi atas suatu perjanjian kredit (studi putusan nomor 11/Pdt.GS/2023/PN.Smg) dan juga untuk menganalisis dasar pertimbangan hakim dalam memberikan sanki atau kerugian yang timbul atas putusan perbuatan wanprestasi atas suatu perjanjian kredit (studi putusan nomor 11/Pdt.GS/2023/PN.Smg). Penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif dengan metode pendekatan masalah yaitu metode undang-undang, sejarah, dan komparatif. Data yang digunakan adalah data sekunder dan pengumpulan data dilakukan dengan cara studi kepustakaan. Metode analisis data yang digunakan adalah yuridis kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian mengenai terjadinya alasan pengajuan gugatan wanprestasi pada Putusan Perdata Nomor 11/Pdt.Gs/2023/PN.Smg adalah mengenai perjanjian Penggugat dengan Tergugat yang tertuang dalam Surat Persetujuan Kredit pada tanggal 06 bulan Februari Tahun 2019, kerugian yang diderita Oleh PT. BPR KLEPU MITRA KENCANA adalah sebesar Rp.364.707.734 (tiga ratus enam puluh empat juta tujuh ratus tujuh ribu tujuh ratus tiga puluh empat rupiah), dalam kasus ini atau dalam hukum acara perdata hakim bersifat pasif, yaitu hakim memutus putusan semata-mata berdasarkan hal-hal yang dianggap benar oleh pihak-pihak yang berputusan dan berdasarkan bukti-bukti yang mereka bawa dalam sidang pengadilan.
Sesuai dengan Pasal 1238 yang menjelaskan wanprestasi merupakan kelalaian debitur karena lewatnya waktu yang telah ditentukan serta mendapatkan sebuah surat atau sejenisnya yang menyatakannya lalai. Hakim dapat menarik kesimpulan dalam putusan wanprestasi nomor 11/Pdt.Gs/2023/PN.Smg telah memenuhi ketiga aspek wanprestasi tersebut karena Tergugat tidak melakukan kewajibannya dan Tergugat dinyatakan kalah dalam persidangan sesuai dengan bukti-bukti yang disertakan Penggugat dalam persidangan.
A default is an event or circumstance in which the debtor fails to fulfil his obligation to perform his obligations properly.. Default is regulated in Article 1238 of the Civil Code. The risk of default arising for the bank is in the form of material losses resulting from delays in payment of principal and interest installments. In this way, the bank's opportunity to earn interest income and receive the principal debt is delayed.
The purpose of this research is to find out and analyze the basis of the judge's consideration in deciding cases of breach of contract regarding a credit agreement (case study number 11/Pdt.GS/2023/PN.Smg) and also to find out and analyze the basis of the judge's consideration in imposing sanctions or losses arising from cases of default on a credit agreement (case study number 11/Pdt.GS/2023/PN.Smg). This research is normative juridical research with problem approach methods, namely legal, historical and comparative methods. The data used is secondary data and data collection was carried out by means of literature study. The data analysis method used is qualitative juridical.
Based on the results of research regarding the reason for filing a breach of contract lawsuit in Civil Case Number 11/Pdt.Gs/2023/PN.Smg, this is regarding the Plaintiff's agreement with the Defendant as stated in the Credit Approval Letter on February 6, 2019, the losses suffered by PT. BPR KLEPU MITRA KENCANA is IDR 364,707,734 (three hundred sixty four million seven hundred seven thousand seven hundred thirty four rupiah), in this case or in civil procedural law the judge is passive, that is, the judge decides the case solely based on things that are considered true by the parties to the case and based on the evidence they present in court
In accordance with article 1238 which explains that default is the debtor's negligence due to the expiration of the specified time and receiving a letter or similar stating that he is negligent. The judge can draw the conclusion that the default decision number 11/Pdt.Gs/2023/PN.Smg has fulfilled the third aspect of the default because the Defendant did not carry out his obligations and the Defendant was declared defeated at the conference in accordance with the evidence submitted by the Plaintiff at the conference.
4230245666L1A020007Uji Biodegradasi Plastik Low-Density Polyethylene dan Plastik Oxo-Biodegradable Menggunakan Konsorsium Mikroba LautPlastik jenis low-density polyethylene (LDPE) merupakan polimer sintetis turunan dari polietilen yang banyak digunakan untuk kemasan produk dan kantong belanja. Meningkatnya penggunaan LDPE menyebabkan masalah lingkungan yang semakin memburuk. Biodegradasi menggunakan mikroba laut menjadi metode penanganan sampah plastik yang ramah lingkungan. Dalam penelitian ini, dilakukan uji degradasi tiga jenis LDPE (bening, berwarna, dan oxo-biodegradable) menggunakan konsorsium mikroba laut (aktinomisetes, bakteri dan jamur) koleksi Laboratorium Mikrobiologi Laut BRIN Ancol. Uji degradasi dilakukan selama 90 hari pada media Mineral Salt Medium. Degradasi plastik dikonfirmasi oleh persentase penurunan berat kering, Fourier-Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Persentase degradasi plastik LDPE bening (6,3 ± 0,29%) dan LDPE berwarna (3,8 ± 0,40%) lebih rendah dibandingkan dengan plastik LDPE oxo-biodegradable (10,9 ± 0,48%). Spektrum FTIR plastik LDPE menunjukkan perubahan gugus fungsi kimia seperti alkana, fenol, dan alkohol. Selain itu, perubahan topografi permukaan plastik diamati menggunakan SEM yang ditandai dengan adanya kerusakan seperti rongga dan retakan pada permukaan plastik. Kandungan zat aditif seperti pro-oksidan dapat mempercepat laju oksidasi pada plastik oxo-biodegradable. Penelitian ini juga mengkonfirmasi peran penting konsorsium dalam degradasi LDPE dibandingkan dengan mikroorganisme tunggal.Low-density polyethylene (LDPE) is a synthetic polymer derived from polyethylene that is widely used for product packaging and shopping bags. The increasing use of LDPE has led to worsening environmental problems. Biodegradation using marine microbes is an environmentally friendly method of handling plastic waste. In this study, three types of LDPE (clear, colored, and oxo-biodegradable) were degraded using a marine microbial consortium (actinomycetes, bacteria, and fungi) from BRIN Ancol Marine Microbiology Laboratory. The degradation test was conducted for 90 days on Mineral Salt Medium. Plastic degradation was confirmed by percentage dry weight loss, Fourier-Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) and Scanning Electron Microscopy (SEM). The percentage degradation of clear LDPE (6.3 ± 0.29%) and colored LDPE (3.8 ± 0.40%) plastics was lower than that of oxo-biodegradable LDPE (10.9 ± 0.48%). The FTIR spectra of LDPE plastics showed changes in chemical functional groups such as alkanes, phenols, and alcohols. In addition, changes in the surface topography of the plastic were observed using SEM characterized by the presence of damage such as voids and cracks on the plastic surface. The content of additives such as pro-oxidants can accelerate the oxidation rate of oxo-biodegradable plastics. This study also confirmed the important role of consortium in LDPE degradation compared to single microorganisms.
4230345667A1D020100Respon Pertumbuhan dan Biokimia Tanaman Kopi Robusta (Coffea canephora) dengan Variasi Dosis Pemberian Biochar dan Pupuk N-P-KPenelitian ini dilaksanakan pada lahan pertanaman kopi di Desa Sikapat, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas seluas 1.350 m2 dengan jarak tanam 5 m x 5 m pada ketinggian 400 mdpl, Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian, Laboratorium tanah Fakultas Pertanian dan Laboratorium riset Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini dilaksanakan dari September 2023 sampai dengan Mei 2024. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama adalah biochar yang terdiri dari B0 = tanpa biochar, B1 = 100 g biochar dan B2 = 150 g biochar. Faktor kedua adalah pupuk N-P-K yang terdiri dari P0 = tanpa pupuk N-P-K, P1 = 65 g pupuk N-P-K (25 g urea, 20 g TSP, 20 g KCl) dan P2 = 130 g pupuk N-P-K (50 g urea, 40 g TSP, 40 g KCl). Hasil penelitian menunjukkan pemberian biochar memberikan pengaruh nyata terhadap variabel kehijauan daun. Pemberian pupuk N-P-K memberikan pengaruh nyata terhadap variabel serapan N. Terdapat interaksi pemberian biochar dan pupuk N-P-K terhadap variabel serapan P.
This research was conducted on coffee planting land in Sikapat Village, Sumbang District, Banyumas Regency covering 1,350 m2 with a planting distance of 5 m x 5 m at an altitude of 400 meters above sea level, agronomy and horticultural laboratory of the Faculty of Agriculture, Laboratory of Land Science and Land Resources, Faculty of Agriculture, Protection Laboratory Plant Faculty of Agriculture, and Research Laboratory of Jenderal Soedirman University. This research was carried out from September 2023 to May 2024. The experimental design used was a Randomized Block Design (RAK) which consisted of two factors. The first factor is biochar which consists of B0 = no biochar, B1 = 100 g biochar and B2 = 150 g biochar. The second factor is N-P-K fertilizer which consists of P0 = without N-P-K fertilizer, P1 = 65 g N-P-K fertilizer (25 g urea, 20 g TSP, 20 g KCl) and P2 = 130 g N-P-K fertilizer (50 g urea, 40 g TSP, 40 g KCl). The results of the research showed that giving biochar had a real influence on the leaf greenness variable. Providing N-P-K fertilizer has a real influence on the N uptake variable. There is an interaction between giving biochar and N-P-K fertilizer on the P uptake variable.

4230445669A1D020191Pengaruh Pemberian Biochar dan Pupuk N-P-K pada Bibit Tanaman Aren (Arenga Pinnata) terhadap Sifat Kimia TanahTanaman aren (Arrenga pinnata Merr) memiliki potensi besar di Indonesia untuk mengatasi degradasi lahan dan sebagai bahan baku gula serta bioetanol. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh biochar dan pupuk N-P-K terhadap pertumbuhan bibit tanaman aren dan sifat kimia tanah. Penelitian dilakukan di lahan percobaan Universitas Jenderal Soedirman dari Juli 2023 hingga Mei 2024, menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan biochar dan pupuk N-P-K sebagai variabel. Biochar diaplikasikan dalam tiga dosis (B0 = tanpa biochar, B1 = 200 g/tanaman, B2 = 400 g/tanaman) dan pupuk N-P-K dalam tiga dosis (P0 = tanpa pupuk, P1 = 31,5 g/tanaman, P2 = 62,5 g/tanaman). Kombinasi perlakuan diulang tiga kali menghasilkan 54 unit tanaman. Pengukuran meliputi sifat kimia tanah (pH H2O, pH KCl, C-organik, N-total, P-total, K-total, dan KTK) serta pertumbuhan (tinggi dan diameter batang). Hasil analisis menunjukkan biochar dan pupuk N-P-K berpengaruh nyata terhadap pH H2O, P-total, dan K-total tanah. Namun, tidak berpengaruh nyata pada pH KCl, N-total, C-organik, dan KTK tanah. Pada variabel pertumbuhan, biochar dan pupuk N-P-K berpengaruh nyata terhadap tinggi dan diameter batang tanaman.The sugar palm (Arrenga pinnata Merr) has significant potential in Indonesia for land degradation mitigation and as a source of sugar and bioethanol. This study aims to determine the effect of biochar and N-P-K fertilizer on the growth of sugar palm seedlings and soil chemical properties. The research was conducted at the experimental field of Universitas Jenderal Soedirman from July 2023 to May 2024, using a Split Plot Design with biochar and N-P-K fertilizer as variables. Biochar was applied in three doses (B0 = no biochar, B1 = 200 g/plant, B2 = 400 g/plant) and N-P-K fertilizer in three doses (P0 = no fertilizer, P1 = 31.5 g/plant, P2 = 62.5 g/plant). The treatment combinations were repeated three times, resulting in 54 plant units. Measurements included soil chemical properties (pH H2O, pH KCl, organic C, total N, total P, total K, and CEC) and growth parameters (height and stem diameter). Analysis results showed that biochar and N-P-K fertilizer significantly affected soil pH H2O, total P, and total K. However, there was no significant effect on soil pH KCl, total N, organic C, and CEC. In terms of growth parameters, biochar and N-P-K fertilizer significantly impacted the average height and stem diameter of the sugar palm seedlings.
4230545670F1F020014ANALISIS PEACE CLAUSE WTO SEBAGAI ALAT PROTEKSI PANGAN INDIA TAHUN 2018-2022India membangun mekanisme untuk menyelesaikan seluruh permasalahan ketahanan pangannya yang tercantum dalam Undang-Undang National Food Security Act (NFSA) 2013. Akan tetapi, dalam implementasinya, program tersebut berbenturan dengan kebijakan internasional lain yaitu, kebijakan De Minimis. Kebijakan ini mengatur tentang diperbolehkannya negara-negara berkembang untuk mempunyai program subsidi sebesar 10% dari total produksi komoditas. Dengan NFSA, India mungkin akan melakukan subsidi lebih dari 10% kepada rakyatnya. Oleh karena itu, India menggunakan Peace Clause untuk memastikan negaranya tidak tuntut oleh negara lain karena melanggar De Minimis. Pada periode 2018-2022, tercatat India telah menerapkan Peace Clause sebanyak 5 kali berturut-turut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang akan menjelaskan tentang alasan India menerapkan Peace Clause untuk menjamin keamanan pangannya. Penelitian ini juga menggunakan dua perspektif untuk menganalisis yaitu Teori Pengambilan Keputusan dari Choplin dan Konsep Ketahanan Pangan yang telah dijelaskan oleh FAO. Sedangkan, untuk memperoleh data yang akan dianalisis, penelitian ini menggunakan buku, laporan, kajian jurnal, artikel, dan lain-lain. Setelah itu, dihasilkan data bahwa India menggunakan Peace Clause bukan karena keinginan mereka tetapi India tidak punya pilihan untuk menjamin keamanan pangan selain menerapkan Peace Clause secara terus-menerus.Food Security is a crutial aspect in a country. In India, food security progamme is being held to ensure that the people can get access to the food easily. Altought, India have several problem that can be a background for the food subsidies programme such as, starve, malnutrition, distribution and cold storage that have not efficient yet. So that, India builds a mechanism to solve all of their food security problem that listed on National Food Security Act (NFSA) 2013. The programme that implemented face a problem because there is an international policy that prone to be violate names De Minimis. This policy is regulating about the allowance for the developing countries to have a subsidies programme that worth 10% of the total comodity production. With NFSA, India will do more than 10% to subsidies their peoples. So that, India uses Peace Clause to ensure that they will not be challenge by other country because of violating De Minimis. And in the period of 2018-2022, it is recorded that India have invoke Peace Clause 5 consecutive times. This research is a qualitative study that will explain about the reason India invoke Peace Clause to ensure their food security. This reaserch also use two perspectives to analyze which is Decision Making Theory by Choplin and Food Security Concept that have been explained by FAO. Meanwhile, to gain the data to be analyze, this research uses books, reports, journal studies, article, ect. Afterthat, it concludes that India is not using Peace Clause because of their will, but India has no choice to ensure the food security besides applying Peace Clause countinously.
4230645684I1D020002Perbedaan Massa Otot dan Dietary Density Kelompok Aktivitas Fisik dan
Telekonseling Gizi Dengan Kelompok Aktivitas Fisik
Pendahuluan : Obesitas menjadi salah satu faktor risiko terjadinya penyakit tidak menular.
Perubahan gaya hidup seperti aktivitas fisik dan perbaikan pola makan melalui telekonseling gizi
menjadi cara efektif untuk mengatasi obesitas. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan
massa otot dan dietary density pada kelompok yang diberi aktivitas fisik dan telekonseling gizi
dengan kelompok yang diberi aktivitas fisik pada dewasa obesitas.
Metode : Desain penelitian quasi-experimental with the untreated control group design with
dependent pretest and posttest samples. Sebanyak 55 responden berusia 19-25 tahun diambil
menggunakan teknik purposive sampling. Responden dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok
intervensi I (aktivitas fisik dan telekonseling gizi) dan intervensi II (aktivitas fisik). Massa otot
diukur menggunakan alat BIA dan data konsumsi pangan diambil dengan wawancara recall 2x24H.
Analisis data menggunakan paired sample test, independent sample test, wilcoxon, dan mann
whitney.
Hasil : Responden dengan status gizi obesitas I sebanyak 49,05% dan obesitas II sebanyak 50,95%.
Tidak terdapat perbedaan massa otot pada kelompok intervensi I (p = 0,138) dan intervensi II (p =
0,552). Terdapat perbedaan dietary energy density pada kelompok intervensi I (p = 0,047). Tidak
terdapat perbedaan densitas zat gizi pangan pada kelompok intervensi I (p = 0,480). Tidak terdapat
perbedaan dietary energy density (p = 0,548) dan densitas zat gizi pangan (p = 0,307) pada kelompok
intervensi II. Tidak terdapat perbedaan massa otot (p = 0,336), dietary energy density (p = 0,589),
dan densitas zat gizi pangan (p = 0,134) kelompok intervensi I dengan kelompok intervensi II setelah
perlakuan.
Kesimpulan : Terdapat perbedaan dietary energy density sebelum dan setelah perlakuan pada
kelompok intervensi I. Tidak terdapat perbedaan massa otot dan dietary density kelompok intervensi
I dengan kelompok intervensi II setelah perlakuan.
Background : Obesity is one of the risk factors for non-communicable diseases. Lifestyle changes
such as physical activity and improved diet through nutritional telecounseling are effective ways to
overcome obesity. The study aims to determine the difference in muscle mass and dietary density in
the group given physical activity and nutritional telecounseling with the group physical activity in
obese adults.
Methods : Quasy-experimental research design with the untreated control group design with
dependent pretest and posttest samples. A total of 55 respondents aged 19-25 years were taken using
purposive sampling. Respondents were divided into two groups: intervention I (physical activity and
nutrition telecounseling) and intervention II (physical activity). Muscle mass was measured using
the BIA tool and food consumption data was taken by 2x24H recall interview. Data analysis used
paired sample test, independent sample test, wilcoxon, and mann whitney.
Results : Respondents with obesity I nutritional status were 49.05% and obesity II were 50.95%.
There is no difference in muscle mass in intervention I (p = 0.138) and intervention II (p = 0.552).
There is a difference in dietary energy density in intervention I (p = 0.047). There is no difference
in food nutrient density in intervention I (p = 0.480). There was no difference in dietary energy
density (p = 0.548) and food nutrient density (p = 0.307) in intervention II. There was no difference
in muscle mass (p = 0.336), dietary energy density (p = 0.589), and food nutrient density (p = 0.134)
between intervention I and intervention II after treatment.
Conclusion : There is a difference in dietary energy density before and after treatment in
intervention I. There is no difference in muscle mass and dietary density between intervention I and
intervention II after treatment.
4230745672A1F020002Analisis Teknoekonomi Usaha Yoghurt Powder Susu Sapi dengan Penambahan Ekstrak Bunga Kecombrang Ditinjau dari Aspek Pasar, Teknis, dan KeuanganYoghurt dalam bentuk cair cenderung memiliki masa simpan yang relatif pendek sehingga untuk
memperpanjang umur simpan dapat dilakukan proses pengeringan. Saat ini inovasi pembuatan
yoghurt dengan tambahan rempah telah banyak dilakukan, salah satunya pembuatan yoghurt
dengan penambahan ekstrak bunga kecombrang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan
menganalisis kelayakan usaha yoghurt powder susu sapi dengan penambahan ekstrak bunga
kecombrang yang ditinjau dari aspek pasar, teknis, dan keuangan. Metode pengumpulan data yang
dilakukan yaitu observasi, wawancara, dan studi pustaka. Pengukuran variabel yang diamati
meliputi analisis aspek pasar, aspek teknis, dan aspek keuangan dari usaha yoghurt powder. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga aspek yang dianalisis menyatakan bahwa usaha
yoghurt powder layak untuk dijalankan karena memiliki peluang dan potensi pasar yang baik,
produk yang dihasilkan berkualitas, harga mampu bersaing dengan kompetitor lain, menggunakan
teknologi yang modern, serta kebutuhan bahan baku mudah didapat dan dekat dengan tempat
produksi. Pada aspek keuangan diperoleh nilai NPV sebesar Rp 301.480.689; IRR 25,41%; Net
B/C 1,82; PBP 2,92 tahun; BEP sebesar Rp313.549.684 atau 6.671 unit; serta analisis sensitivitas
pada semua kondisi usaha yoghurt powder dinyatakan memiliki nilai investasi yang layak kecuali
pada kondisi pendapatan turun 10%.
Yogurt in liquid form tends to have a relatively short shelf life so to extend the shelf life a drying
process can be carried out. Currently, many innovations in making yogurt with added spices have
been made, one of which is making yogurt with the addition of kecombrang flower extract. This
research aims to determine and analyze the feasibility of a cow's milk yogurt powder business
with the addition of kecombrang flower extract in terms of market, technical and financial
aspects. The data collection methods used were observation, interviews and literature study.
Measurement of the observed variables includes analysis of market aspects, technical aspects and
financial aspects of the yogurt powder business. The results of the research show that the three
aspects analyzed state that the yogurt powder business is worth running because it has good
market opportunities and potential, the product produced is of high quality, the price is able to
compete with other competitors, uses modern technology, and raw materials are easy to obtain
and close to the production site. In the financial aspect, the NPV value was obtained at IDR
301,480,689; IRR 25.41%; Net B/C 1.82; PBP 2.92 years; BEP of IDR 313,549,684 or 6,671
units; as well as sensitivity analysis in all conditions of the yogurt powder business which is stated
to have a worthy investment value except in conditions where income falls by 10%.
4230845671A1D020152Respon Hasil Nira Tanaman Aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) Pada Berbagai Ketinggian Tempat dan Pemberian BiocharPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor ketinggian dan pemberian biochar terhadap hasil nira tanaman aren. Penelitian dilaksanakan di areal tempat tumbuhnya tanaman aren yang meliputi daerah aliran sungai dan perbukitan di Dusun Semaya, Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Teknologi Pangan, Universitas Jenderal Soedirman dengan rancangan percobaan petak terbagi (split-plot) dengan 2 faktor masing-masing 3 taraf. Faktor pertama, ketinggian tempat, yaitu 250 < x ≤ 450 mdpl (K0), 450 < x ≤ 650 (K1), dan > 650 m dpl (K2). Faktor kedua yaitu pemberian berbagai dosis biochar terdiri dari 0 g biochar (B0), 750 g biochar (B1), dan 1.500 g biochar (B2).Variabel yang diamati yaitu volume nira per hari, kadar gula dalam derajat brix, ph nira, gula sukrosa, gula reduksi, dan kekentalan nira. Data hasil percobaan yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test). Hasil penelitian yang didapatkan yaitu faktor ketinggian tempat berpengaruh nyata terhadap volume nira per hari, kadar gula dalam derajat brix, dan kekentalan nira. Sementara itu, pemberian berbagai dosis biochar berpengaruh terhadap variabel volume nira per hari. Tidak terdapat interaksi antara faktor ketinggian tempat dan pemberian biochar terhadap seluruh variabel pengamatan.This research aims to determine the influence of height factors and the provision of biochar on the yield of sugar palm sap. The research was carried out in areas where sugar palm plants grow which include river basins and hills in Semaya Hamlet, Sunyalangu Village, Karanglewas District, Banyumas Regency and the Food Technology Laboratory, Jenderal Soedirman University with a split plot experimental design with 2 factors each. 3 levels each. The first factor, altitude, is 250 < x ≤ 450 m above sea level (K0), 450 < x ≤ 650 (K1), and > 650 m above sea level (K2). The second factor is the administration of various doses of biochar consisting of 0 g biochar (B0), 750 g biochar (B1), and 1,500 g biochar (B2). The variables observed are the volume of sap per day, sugar content in Brix degrees, pH of the sap, sugar sucrose, reducing sugar, and sap viscosity. The experimental data obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at the 5% level and continued with the DMRT test (Duncan Multiple Range Test). The research results obtained were that the altitude factor had a significant effect on the volume of sap per day, sugar content in degrees Brix, and viscosity of the sap. Meanwhile, administering various doses of biochar affected the variable volume of sap per day. There was no interaction between the altitude factor and the provision of biochar on all observation variables.
4230945673E1B020027Perlindungan Hukum Korban Penelantaran Rumah Tangga Dalam Putusan PengadilanPenelantaran rumah tangga merupakan bentuk kekerasan dalam rumah tangga yang berdampak negatif pada kesejahteraan fisik dan psikologis korban. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan perlindungan hukum terhadap korban penelantaran dalam rumah tangga. Pada penelitian ini digunakan pendekatan yuridis normatif dan penelitian preskriptif, data yang diperoleh berasal dari studi kepustakaan dan dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif dan interpretasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa putusan pengadilan yang dijatuhkan oleh hakim telah memenuhi aspek perlindungan hukum terhadap korban penelantaran dalam rumah tangga dan putusan hakim telah mempertimbangkan landasan yuridis, filosofis, serta sosiologi, walaupun dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU No 23 Tahun 2004) belum mengatur secara eksplisit terkait dengan perlindungan hukum terhadap korban penelantaran rumah tangga, seperti restitusi kepada korban.Domestic neglect is a form of domestic violence that negatively affects the physical and psychological well-being of victims. The purpose of this study is to determine the application of legal protection to victims of domestic neglect. This research used normative juridical approach and prescriptive research, data obtained from literature study and analyzed using qualitative normative method and interpretation. The results of this study indicate that the court decisions handed down by judges have fulfilled aspects of legal protection for victims of domestic neglect and the judges' decisions have considered juridical, philosophical, and sociological foundations, although Law Number 23 of 2004 concerning the Elimination of Domestic Violence (Law No. 23 of 2004) has not explicitly regulated legal protection for victims of domestic neglect, such as restitution to victims.
4231045674I1D020041PENGARUH KARTU KUARTET DAN NUMBERED HEADS TOGETHER TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PENCEGAHAN ANEMIA DEFISIENSI BESILatar Belakang : Anemia banyak dialami remaja dan berdampak buruk pada pertumbuhan dan perkembangan. Upaya pencegahannya dapat dilakukan melalui pendekatan teman sebaya sebagai tutor. Contoh media dan metode pembelajaran interaktif sesuai karakteristik remaja yaitu permainan kartu kuartet dan numbered heads together (NHT). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pelatihan dengan permainan kartu kuartet dan metode NHT terhadap pengetahuan dan sikap pencegahan anemia defisiensi besi pada anggota PMR SMA Negeri 1 Purwokerto.
Metodologi : Penelitian ini menerapkan desain kuasi-eksperimental one group pre-test post-test dan diikuti oleh 41 anggota PMR. Pelatihan berlangsung selama 2 minggu (4 kali pertemuan). Variabel diukur menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap. Analisis data variabel pengetahuan menggunakan uji Wilcoxon, sedangkan variabel sikap menggunakan uji Paired T-test.
Hasil Penelitian : Karakteristik umum responden berjenis kelamin perempuan (68,3%) dan berusia 16 tahun (53,7%). Sebanyak 73,2% sudah terpapar informasi gizi dan anemia, terakhir kali pada waktu ≥ 6 bulan (56,6%). Latar belakang orang tua berpendidikan tinggi (ayah 82,9% dan ibu 65,9%) dan berpenghasilan ≥UMK Banyumas (78%). Permainan kartu kuartet dan metode NHT memiliki pengaruh terhadap pengetahuan dan sikap responden (p<0,05).
Kesimpulan : Terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap anggota PMR SMA Negeri 1 Purwokerto mengenai pencegahan anemia defisiensi besi sebelum dan setelah pelatihan dengan permainan kartu kuartet dan metode NHT.
Background : Anemia is often experienced by adolescents and has a negative impact on their growth and development. Prevention efforts can be done through peer approach as a tutor. Examples of interactive learning media and methods according to adolescent characteristics are quartet card games and numbered heads together (NHT). The purpose of this study was to determine the effect of training with quartet card games and the NHT method on knowledge and attitudes about preventing iron deficiency anemia in PMR members of SMA Negeri 1 Purwokerto.
Methodology : This research implemented a quasi-experimental one group pre-test post-test design and was attended by 41 PMR members. The trained lasted for 2 weeks with 4 meetings. Variables measured used knowledge and attitude questionnaires. Data analysis for the knowledge variable used the Wilcoxon Test, while the attitude variable used the Paired T-test.
Results : General characteristics of respondents was female (68.3%) and 16 years old (53.7%). As many as 73.2% had been exposed to nutritional and anemia information, the lasted timed was ≥ 6 months (56.6%). The background of parents was highly educated (father 82.9% and mother 65.9%) and had income ≥ Minimum Wage of Banyumas (78%). Quartet card games and NHT methods had an influenced on respondents' knowledge and attitudes (p <0.05).
Conclusion : There was differences in the knowledge and attitudes members of PMR SMA Negeri 1 Purwokerto regarding the prevention of iron deficiency anemia before and after trained with the quartet card game and the NHT method.
4231145675A1A020007PERAN PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN (PPL) DALAM MEMENGARUHI KEBERHASILAN PROGRAM PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) DI KECAMATAN AJIBARANG KABUPATEN BANYUMASKecamatan Ajibarang telah melaksanakan kegiatan Program Pekarangan
Pangan Lestari (P2L) dengan memberdayakan kelompok wanita tani (KWT) yang
ada di desa. Namun, para wanita tani memiliki keterbatasan pengetahuan dan
ketrampilan, sehingga dibutuhkan peran penyuluh pertanian lapangan (PPL).
Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa satu penyuluh memegang wilayah binaan
sebanyak 3 (tiga) desa. Oleh karena itu, pendampingan berlangsung kurang efektif.
Timbul juga permasalahan dari segi pengurus KWT dalam keberlangsungan
program. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (a) mengetahui peran PPL dalam program
P2L, (b) mengetahui keberhasilan program P2L, (c) mengetahui faktor-faktor yang
memengaruhi keberhasilan program P2L, serta (d) mengetahui pengaruh peran PPL
dalam keberhasilan program P2L.
Penelitian dilaksanakan di Desa Tiparkidul, Darmakradenan, dan
Banjarsari, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. Teknik pengumpulan
data menggunakan sampling total atau sensus dengan jumlah responden sebanyak
69 wanita tani yang telah menerima manfaat program P2L. Analisis data yang
digunakan pada penelitian ini adalah uji validitas, uji reliabilitas, analisis skoring,
serta pengujian teknik analisis regresi linear berganda.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran PPL dalam program P2L
di Kecamatan Ajibarang termasuk dalam kategori baik, lalu keberhasilan program
P2L di Kecamatan Ajibarang termasuk dalam kategori cukup berhasil atau sedang.
Faktor internal wanita tani yang memengaruhi keberhasilan program P2L yaitu
tingkat pendidikan, luas lahan pekarangan, dan lama bertani. Umur tidak
berpengaruh nyata dalam keberhasilan program P2L. Peran PPL menjadi faktor
eksternal yang berpengaruh secara signifikan terhadap keberhasilan program P2L
di Kecamatan Ajibarang.
Ajibarang District has implemented the Sustainable Food Yard Program
(P2L) activities by empowering women farmer groups (KWT) in the village.
However, women farmers have limited knowledge and skills, so the role of field
agricultural instructors (PPL) is needed. Conditions in the field show that one
extension agent holds the target area of 3 (three) villages. Therefore, mentoring is
less effective. Problems also arose from the KWT management's perspective
regarding the continuity of the program. The objectives of this research are: (a)
knowing the role of PPL in the P2L program, (b) knowing the success of the P2L
program, (c) knowing the factors that influence the success of the P2L program,
and (d) knowing the influence of the role of PPL in the success of the P2L program.
The research was carried out in Tiparkidul, Darmakradenan, and
Banjarsari Villages, Ajibarang District, Banyumas Regency. The data collection
technique used total sampling or census with a total of 69 female farmers who had
received the benefits of the P2L program as respondents. The data analysis used in
this research is validity testing, reliability testing, scoring analysis, and testing
linear multiple regression analysis techniques.
The results of this research show that the role of PPL in the P2L program
in Ajibarang District is in the good category, then the success of the P2L program
in Ajibarang District is in the moderately successful or moderate category. Internal
factors of female farmers that influence the success of the P2L program are
education level, size of yard land, and length of time farming. Age has no real
influence on the success of the P2L program. The role of PPL is an external factor
that has a significant influence on the success of the P2L program in Ajibarang
District
4231245677I1D020011HUBUNGAN NIGHT EATING SYNDROME, PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU KONSUMSI MINUMAN MANIS DENGAN ASUPAN SUGAR-SWEETENED BEVERAGES Latar Belakang: Prevalensi diabetes melitus (DM) pada perempuan dalam 5 tahun terakhir mengalami peningkatan. Salah satu faktor penyebab DM adalah konsumsi sugar-sweetened beverages (SSBs) berlebih. Pengetahuan, sikap, dan perilaku (PSP) yang baik diperlukan untuk menunjang gaya hidup sehat. Salah satu gaya hidup yang tidak sehat adalah night eating syndrome (NES). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan NES dan PSP terkait konsumsi minuman manis terhadap asupan SSBs pada mahasiswi.
Metodologi: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan teknik sampling purposive sampling dan diperoleh sampel sejumlah 120 mahasiswi. Data karakteristik responden dan PSP diperoleh melalui kuesioner karakteristik responden dan KAP SSBs. Data NES diperoleh dari pengisian kuesioner NES melalui Google Form dan asupan SSBs berdasarkan 7-days fluid record di aplikasi My Fluid Diary. Analisis statistik menggunakan uji Rank Spearman.
Hasil Penelitian: Sebanyak 45% responden mengalami NES, mayoritas responden memiliki skor pengetahuan yang tinggi (75,2%), sikap positif (80,7%), perilaku baik terkait minuman manis (56,9%), dan asupan gula dalam SSBs mayoritas responden (56%) tergolong tinggi. Hasil uji Rank Spearman menunjukkan ada hubungan antara NES dan perilaku terhadap konsumsi SSBs (p<0,05), sementara itu tidak ada hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap asupan SSBs (p>0,05).
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara NES dan perilaku konsumsi minuman manis dengan asupan SSBs
Background: The prevalence of diabetic mellitus (DM) over the past 5 years has increased. Sugar-sweetened beverages(SSBs) consumption is the one of many factors which causing DM. Good knowledge, attitude, and practice (KAP) are necessary to support a healthy lifestyle. Night eating syndrome(NES) is an example of unhealthy lifestyle. This research aims to assess the relationship between NES and KAP towards sweet beverages with consumption in female college students.
Method: A cross-sectional design was used and sample was selected using a purposive sampling technique (n = 120 female college students). Participant characteristics and KAP were obtained by characteristics questionnaire and KAP SSBs. NES was obtained by Night Eating Questionnaire (NEQ) through Google Form and 7-days fluid records in My Fluid Diary. Statistical analysis using Rank Spearman correlation test.
Results: About (45%) of respondents had NES, the majority of respondents had a high total score in knowledge (75,2%), positive attitude (80,7%), dan good practice (56,9%) towards sweet beverages, sugar consumptions in SSBs was high in majority of respondents (56). There was a significant correlation between NES and practice with SSBs consumption (p<0,05), meanwhile there was no significant correlation between knowledge and attitude with SSBs consumption (p>0,05).
Conclusion: There was a significant relationship between NES and practice towards sweet beverages with SSBs consumption.
4231345679E1A019313KEPATUHAN HUKUM MAHASISWA DALAM BERLALU LINTAS
DENGAN PENGAWASAN CCTV
(Studi di Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto)
Ketertiban lalu lintas akan tercipta apabila seluruh masyarakat mematuhi peraturan
berlalu lintas. Salah satu upaya meningkatkan pengawasan dalam berlalu lintas
digunakan pengawasan dengan Closed Circuit Television (CCTV). Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan hukum mahasiswa Fakultas Hukum
Universitas Jenderal Soedirman dalam berlalu lintas dengan pengawasan CCTV
dan pengaruh faktor kedisiplinan, sarana dan prasarana, dan motivasi terhadap
kepatuhan hukum dalam berlalu lintas dengan pengawasan CCTV. Penelitian ini
menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis, dengan spesifikasi penelitian
deskriptif. Pengambilan sampel melalui metode simple random sampling. Jenis data
yang digunakan data primer dan sekunder yang diperoleh melalui metode angket,
studi kepustakaan, dan dokumenter. Metode pengolahan data dengan editing,
coding, dan tabulasi. Analisis data menggunakan analisis isi dan analisis
perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan hukum
mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman adalah tinggi. Hal ini
dibuktikan dengan 5 (lima) indikator, yaitu: tingginya tingkat kepatuhan hukum
mahasiswa terhadap ketentuan kelengkapan berkendara, sedangnya tingkat
kepatuhan hukum mahasiswa terhadap ketentuan tata cara berkendara, tingginya
tingkat kepatuhan hukum mahasiswa terhadap ketentuan rambu lalu lintas,
tingginya tingkat kepatuhan hukum mahasiswa terhadap ketentuan marka jalan,
tingginya tingkat kepatuhan mahasiswa terhadap ketentuan registrasi kendaraan.
Faktor kedisiplinan, sarana dan prasarana, dan motivasi cenderung berpengaruh
secara positif terhadap kepatuhan hukum mahasiswa Fakultas Hukum Unsoed
dalam berlalu lintas dengan pengawasan CCTV, artinya semakin tinggi faktor
kedisiplinan, semakin baik sarana dan prasarana, serta semakin tinggi motivasi
maka semakin tinggi kepatuhan hukum mahasiswa Fakultas Hukum Unsoed dalam
berlalu lintas dengan pengawasan CCTV.
Kata Kunci : Kepatuhan Hukum; Ketentuan Berlalu Lintas; Kedisiplinan; Sarana
dan Prasarana; Motivasi.
Traffic order will be achieved if the entire community complies with traffic
regulations. An approach to strengthening traffic monitoring is through the use of
Closed Circuit Television (CCTV).. This study aims to determine the level of legal
compliance among students of the Faculty of Law at Jenderal Soedirman University
in traffic regulation adherence under CCTV surveillance and to analyze the
influence of discipline, infrastructure, and motivation factors on legal compliance
in traffic under CCTV surveillance. This research employs a sociological juridical
approach, with a descriptive research specification. The sampling was conducted
using the simple random sampling method. The data used includes primary and
secondary data obtained through questionnaires, literature studies, and
documentary methods. The data processing methods include editing, coding, and
tabulation. Data analysis was carried out using content analysis and comparative
analysis. The results of the study indicate that the level of legal compliance among
law students at Jenderal Soedirman University is high. This is evidenced by five
indicators: high compliance with vehicle equipment regulations, moderate
compliance with driving procedure regulations, high compliance with traffic sign
regulations, high compliance with road marking regulations, and high compliance
with vehicle registration regulations. The factors of discipline, infrastructure, and
motivation tend to positively influence the legal compliance of law students at
Jenderal Soedirman University in traffic regulation adherence under CCTV
surveillance, meaning that the higher the discipline, the better the infrastructure,
and the higher the motivation, the higher the legal compliance of law students in
traffic regulation adherence under CCTV surveillance.
Keywords: Legal Compliance; Traffic Regulations; Discipline; Infrastructure;
Motivation.
4231445680B1A019036VARIASI INTRA POPULASI BANGAU TONGTONG (Leptoptilos javanicus Horsfield, 1821) DI KAWASAN SEGARA ANAKAN, NUSA KAMBANGAN, CILACAP, JAWA TENGAHBangau tongtong (Leptoptilos javanicus) merupakan salah satu burung air yang mengalami kecenderungan penurunan populasi. Di Indonesia Bangau tongtong masuk ke dalam daftar satwa yang dilindungi. Burung ini hidup di tipe habitat lahan basah seperti hutan mangrove dan ditemukan di kawasan estuari Laguna Segara Anakan (LSA). Studi mengenai populasi Bangau tongtong di kawasan ini belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji variasi intra populasi Bangau tongtong di kawasan Laguna Segara Anakan (LSA) yang meliputi variasi kelompok jenis kelamin dan variasi kelompok umur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 hingga Juli 2024. Metode survei purposive sampling berdasarkan line transect diterapkan dalam pengambilan data dalam penelitian ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya variasi intra populasi pada Bangau tongtong yang berhabitat di LSA. Variasi karakter kelompok jenis kelamin dapt dilihat pada karakter morfometrik tebal paruh dan diagonal kepala dari pangkal paruh bawah. Variasi kelompok umur hanya ditemukan individu subadult dan adult yang memiliki perbedaan pada ukuran morfometrik tebal paruh dan diagonal kepala dari titik komisural, tebal pangkal paruh dan tinggi kepala. Struktur populasi Bangau tongtong di LSA memiliki komposisi rasio jantan:betina (3:6), dan subadult:adult (4:5).
Lesser Adjutant (Leptoptilos javanicus) is an Indonesian protected water birds that is experiencing a population decline. This bird lives in wetland habitats such as mangroves and is found in the estuary area of the Segara Anakan Lagoon (LSA). The intra-species variation of Lesser Adjutants in the LSA area has not been widely studied. This study aimed to examine the intra-population variation of Lesser Adjutants inhabiting LSA, including variations in sex and age groups. This study was conducted from October 2023 to July 2024. The purposive sampling survey method based on line transect was applied in data collection in this study.
The study results showed that there was intra-population variation in Lesser Adjutant that lived in the LSA. Variations in sex group characters can be seen in the morphometric characters of beak thickness and head diagonal from the base of the lower beak. Age group variations were only found in subadult and adult individuals, with differences in the morphometric size of beak thickness and head diagonal from the commissural point, beak base thickness, and head height. The population structure of the Lesser Adjutant in LSA has a male:female ratio (3:6), and subadult:adult (4:5).
4231545681F1F020047Strategi Cyberwarfare China terhadap Taiwan dan Amerika Serikat Tahun 2019-2023Cyberwarfare, sebagai bagian dari konflik siber modern dalam kajian keamananan nontradisional, melibatkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengganggu, merusak, atau menghancurkan infrastruktur dan sistem yang penting bagi negara target. Teori neorealisme, yang menekankan pentingnya kekuatan negara dan struktur sistem internasional dalam menentukan perilaku negara, menjadi kerangka teoritis utama untuk memahami dinamika kekuatan dan konflik di ruang siber antara China, Taiwan, dan Amerika Serikat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi berbagai insiden serangan siber, strategi, kebijakan, dan langkah-langkah pertahanan yang diambil oleh China, Taiwan, dan Amerika Serikat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi cyberwarfare China terhadap Taiwan
bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan posisi hegemoniknya di kawasan AsiaPasifik serta menantang dominasi Amerika Serikat dalam struktur internasional. Tindakan China meliputi serangan siber, infiltrasi sistem jaringan kritis, dan spionase yang bertujuan mengganggu stabilitas politik dan keamanan negara target terjadi setelah adanya aktifitas kerja sama siber Taiwan dan Amerika dalam rentang 2019 sampai 2020. Analisis dengan menggunakan teori neorealisme menunjukkan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari strategi ofensif yang lebih luas untuk memperkuat posisi negosiasi China di sistem internasional dan melindungi kepentingan nasionalnya. Penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya memahami konteks struktural internasional dan kepentingan nasional dalam menganalisis konflik siber antarnegara melalui realisme struktural ofensif. Rekomendasi dari penelitian ini termasuk perlunya peningkatan kerja sama internasional dalam bidang keamanan siber dan pengembangan kebijakan yang responsif terhadap dinamika yang terus berkembang di ruang siber.
Cyberwarfare, as part of modern cyber conflict in non-traditional security studies,
involves the use of information and communication technologies to disrupt, damage, or destroy infrastructure and systems critical to a target state. Neorealist theory, which emphasizes the importance of state power and the structure of the international system in determining state behavior, is the main theoretical framework for understanding the power dynamics and conflict in cyberspace between China, Taiwan, and the United States. This study uses a qualitative
method with a case study approach to explore various cyber attack incidents, strategies, policies, and defense measures taken by China, Taiwan, and the United States.
The results show that China's cyberwarfare strategy against Taiwan aims to maintain and enhance its hegemonic position in the Asia-Pacific region and challenge the dominance of the United States in the international structure. China's actions include cyber attacks, infiltration of critical network systems, and espionage aimed at disrupting the political stability and security of the target country after Taiwan and the United States' cyber cooperation activities in the period 2019 to 2020. Analysis using neorealism theory shows that these actions
are part of a broader offensive strategy to strengthen China's negotiating position in the international system and protect its national interests. This study also underlines the importance of understanding the international structural context and national interests in analyzing interstate cyber conflict through offensive structural realism. Recommendations from this study include the need to increase international cooperation in the field of cybersecurity and develop policies that are responsive to the ever-evolving dynamics in cyberspace.
4231645678A1A020066Persepsi Anggota Kelompok Wanita Tani Terhadap Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kecamatan Kalimanah Kabupaten PurbalinggaPemenuhan ketersediaan pangan bagi setiap individu merupakan hal penting dalam keberlangsungan suatu negara sehingga pemerintah membentuk program P2L sebagai upaya penganekaragaman konsumsi pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan lahan dengan sasaran KWT. Salah satu kecamatan di Kabupaten Purbalingga yang mendapatkan program P2L, yaitu Kecamatan Kalimanah. Luas lahan sawah di Kecamatan Kalimanah cenderung menurun setiap tahunnya sehingga mengancam produktivitas hasil pertanian di daerah tersebut. Selama pelaksanaan program P2L terdapat perbedaan dari masing-masing KWT seperti prestasi yang pernah diperoleh, jumlah anggota, dan keaktifan dari masing-masing anggota KWT. Hal ini dapat terjadi karena adanya perbedaan cara pandang atau persepsi dari masing-masing anggota KWT terhadap program P2L. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui persepsi adopter sebagai penerima terkait kebermanfaatan program dari aspek ekonomi, aspek sosial, dan aspek teknis yang diukur dari keuntungan relatif, tingkat kesesuaian, tingkat kerumitan, dapat dicoba, dan dapat diamati. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui karakteristik anggota KWT penerima program P2L, (2) mengetahui tingkat persepsi anggota KWT terhadap program P2L, (3) mengetahui hubungan karakteristik anggota dengan persepsi anggota KWT terhadap program P2L.
Penelitian ini dilaksanakan di empat desa yang terletak di Kecamatan Kalimanah, meliputi Desa Rabak, Desa Klapasawit, Desa Manduraga, dan Desa Karangmanyar pada bulan Februari - April 2024. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode survei dengan jumlah sampel sebanyak 75 orang. Tujuan penelitian pertama untuk mengetahui karakteristik anggota KWT dianalisis menggunakan analisis deskriptif, tujuan penelitian kedua untuk mengetahui tingkat persepsi anggota terhadap program P2L dianalisis menggunakan analisis deskriptif, tujuan penelitian ketiga untuk mengetahui hubungan karakteristik anggota dengan persepsi menggunakan analisis korelasi Rank Spearman.
Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar umur anggota KWT termasuk usia produktif, 96% umur anggota KWT termasuk pada kategori umur produktif (15-64 tahun), pendidikan formal paling banyak tamat SMP dan tamat SMA sehingga tergolong tinggi, sebagian besar anggota mengikuti ≥ 4 kali pendidikan nonformal per tahun karena KWT sudah cukup lama mendapatkan program P2L sejak tahun 2020, jumlah tanggungan keluarga terbesar sebanyak 4 orang sehingga termasuk pada kategori jumlah tanggungan keluarga sedang, dan pendapatan anggota KWT rata-rata Rp20.000-Rp40.000 per bulan sehingga belum mampu untuk memenuhi seluruh kebutuhan rumah tangga anggota karena hasil yang tidak seberapa. Tingkat persepsi anggota KWT secara kesuluruhan dari aspek ekonomi, aspek sosial, dan aspek teknis termasuk kategori baik. Karakteristik anggota KWT yang berhubungan dengan persepsi, yaitu umur dan pendidikan nonformal. Karakteristik anggota KWT yang tidak berhubungan dengan persepsi meliputi tingkat pendidikan formal, jumlah tanggungan keluarga, dan pendapatan anggota KWT dari hasil usaha P2L.
Fulfilling food availability for each individual is important in the sustainability of a country, so the government established the P2L program as an effort to diversify food consumption to meet the nutritional needs of the community through optimizing land use with the KWT target. One of the sub-districts in Purbalingga Regency that has received the P2L program is Kalimanah Sub-district. The area of rice fields in Kalimanah Sub-district tends to decrease every year, threatening the productivity of agricultural products in the area. During the implementation of the P2L program there are differences between each KWT such as the achievements they have obtained, the number of members, and the activeness of each KWT member. This can happen because there are differences in the views of each KWT member towards the P2L program. Therefore, this research was carried out to determine the perceptions of adopters as recipients regarding the usefulness of the program from economic aspects, social aspects, and technical aspects as measured by relative advantages, level of suitability, level of complexity, tryability, and observability. This research aims to (1) determine the characteristics of KWT members who receive the P2L program, (2) determine the level of perception of KWT members towards the P2L program, (3) determine the relationship between member characteristics and KWT members' perceptions of the P2L program.
This research was carried out in four villages located in Kalimanah District, including Rabak Village, Klapasawit Village, Manduraga Village, and Karangmanyar Village in February - April 2024. This research was carried out using a survey method with a sample size of 75 people. The first research objective was to determine the characteristics of KWT members, analyzed using descriptive analysis, the research objective was to determine the level of members' perceptions of the P2L program, analyzed using descriptive analysis, the third research objective was to determine the relationship between member characteristics and perceptions using Rank Spearman correlation analysis.
The research results show that the majority of KWT members are of productive age, 96% of KWT members are in the productive age category (15-64 years), most formal education has been completed from junior high school and high school so it is classified as high, most members have attended ≥ 4 times non-formal education per year because KWT has had the P2L program for a long time since 2020, the largest number of family dependents is 4 people so it is included in the category of medium number of family dependents, and the average income of KWT members is IDR 20,000-IDR 40,000 per month so it has not been able to meet all the needs of the members' households because the results are not much. The overall perception level of KWT members from economic aspects, social aspects and technical aspects is in the good category. Characteristics of KWT members related to perception, namely age and non-formal education. Characteristics of KWT members that are not related to perception include formal education level, number of family dependents, and income of KWT members from P2L business results.
4231745683F1A020057POLA INTERAKSI SOSIAL SISWA-SISWI MISKIN DI SEKOLAH
(Studi Kasus Pola Interaksi Sosial Pada Siswa-siswi Miskin Di SD Negeri Kudaile 01 Kecamatan Slawi Pasca Regrouping)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola interaksi sosial siswa-siswi miskin di SD Negeri Kudaile 01 pasca regrouping dan upaya yang dilakukan sekolah dalam menghadapi pola interaksi sosial siswa-siswi miskin di SD Negeri Kudaile 01 pasca regrouping. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dengan melakukan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah; Pola interaksi sosial siswa-siswi miskin di SD Negeri Kudaile 01 pasca regrouping terbagi menjadi dua yaitu pola interaksi asosiatif dan pola interaksi disosiatif. Pola asosiatif dapat dilihat dari terbentuknya kerjasama dan asimilasi pada siswa-siswi miskin pasca regrouping. Pola disosiatif dapat dilihat dari adanya kompetisi, kontravensi, dan konflik pada siswa-siswi miskin. Upaya yang dilakukan sekolah dalam menghadapi pola interaksi sosial siswa-siswi miskin pasca regrouping yaitu dengan melakukan sosialisasi dan penerapan program integratif kurikulum merdeka di sekolah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa bentuk interaksi sosial siswa-siswi miskin di SD Negeri Kudaile 01 pasca regrouping berlangsung dengan harmonis, saling bekerjasama, dan saling beradaptasi. Meskipun sempat ada beberapa permasalahan pola interaksi pada awal regrouping dengan upaya sekolah melalui sosialisasi dan program integratif kurikulum merdeka di sekolah dapat mengatasi permasalahan tersebut.This research aims to describe the social interaction patterns of poor students at SD Negeri Kudaile 01 after regrouping and the efforts made by the school in dealing with the social interaction patterns of poor students at SD Negeri Kudaile 01 after regrouping. This research uses a descriptive qualitative method with a case study approach. Data collection through observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis by collecting data, condensing data, presenting data, and drawing conclusions. The results of this research are; The social interaction patterns of poor students at SD Negeri Kudaile 01 after regrouping are divided into two, namely associative interaction patterns and dissociative interaction patterns. The associative pattern can be seen from the formation of cooperation and assimilation among poor students after regrouping. Dissociative patterns can be seen from the existence of competition, contradiction and conflict among poor students. Efforts made by schools to deal with the social interaction patterns of poor students after regrouping are by conducting socialization and implementing an integrative independent curriculum program in schools. The conclusion of this research is that the form of social interaction of poor students at SD Negeri Kudaile 01 after regrouping took place in harmony, mutual cooperation and mutual adaptation. Even though there were several problems with interaction patterns at the beginning of the regrouping, the school's efforts through socialization and integrative independent curriculum programs in schools were able to overcome these problems.
4231845685E1A020071TANGGUNG JAWAB PIHAK DEALER TERHADAP KERUGIAN KONSUMEN DALAM JUAL BELI MOTOR DENGAN
SISTEM INDENT BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG
PERLINDUNGAN KONSUMEN

(STUDI PUTUSAN NOMOR 556/PDT/2023/PT SBY)
CV Eka Karunia merupakan pelaku usaha yang memperjualbelikan sepeda motor, maka sudah menjadi kewajibannya sebagai pelaku usaha untuk mengirimkan unit-unit sepeda motor yang telah dipesan, terlebih telah dibayarkan oleh konsumen. Namun, dalam penelitian ini, CV Eka Karunia melanggar kewajibannya dengan tidak mengirimkan unit-unit sepeda motor yang telah dibayar dan dipesan secara indent oleh Para Penggugat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tanggung jawab CV Eka Karunia sebagai pelaku usaha dalam putusan Nomor 556/PDT/2023/PT SBY berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (selanjutnya disebut sebagai UUPK).
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data studi kepustakaan dan disajikan dengan uraian secara sistematis dan logis dalam bentuk teks naratif serta menggunakan metode analisis data normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa dalam Putusan Nomor 556/PDT/2023/PT SBY, CV Eka Karunia tidak bertanggung jawab atas tidak dikirmkannya unit-unit sepeda motor yang telah dibayar dan dipesan secara indent oleh Para Penggugat, maka pelaku usaha telah melanggar Pasal 7 huruf g UUPK dan melanggar larangan pelaku usaha Pasal 16 UUPK. Disisi lain, Para Penggugat selaku konsumen sudah sepatutnya berhak untuk mendapatkan kompensasi akibat kerugian yang dialami sesuai dengan Pasal 4 huruf h UUPK.
CV Eka Karunia is a business entity that sells motorcycles, and it is their obligation as a business entity to deliver the motorcycles that have been ordered and paid for by consumers. However, in this study, CV Eka Karunia violated this obligation by failing to deliver the motorcycles that were paid for and ordered on an indent basis by the Plaintiffs. Therefore, this study aims to determine the responsibility of CV Eka Karunia as a business entity in Decision Number 556/PDT/2023/PT SBY based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection (hereinafter referred to as UUPK).
The method used in this research is normative juridical with a descriptive- analytical research specification. The sources of data used in this research are secondary data, which consist of primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. This research employs literature study data collection methods and presents the data systematically and logically in the form of narrative text, using normative qualitative data analysis methods.
Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that in Decision Number 556/PDT/2023/PT SBY, CV Eka Karunia is not responsible for the non-delivery of the motorcycles that were paid for and ordered on an indent basis by the Plaintiffs. Therefore, the business entity has violated Article 7 letter g of the Consumer Protection Act (UUPK) and the prohibition for business actors under Article 16 of UUPK. On the other hand, the Plaintiffs, as consumers, are rightfully entitled to compensation for the losses incurred in accordance with Article 4 letter h of UUPK.
4231945689A1D020089Pengaruh Ekstrak Kencur (Kaempferia galanga L.) dengan Dua Jenis Pelarut Berbeda untuk Pengendalian Penyakit Hawar Daun Bakteri PadiPenyakit pada tanaman padi dapat berpengaruh terhadap kuantitas dan
kualitas hasil produsi padi. Salah satu penyakit pada tanaman padi adalah hawar
daun bakteri (HBD) yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae. Bahan
alami yang berpotensi sebagai pengganti pestisida kimia yaitu kencur (Kaempferia
galanga) karena mengandung senyawa antibakteri. Penelitian ini bertujan untuk
menguji kemampuan ekstrak kencur dalam menghambat perkembangan penyakit
HDB dan pertumbuhan tanaman padi. Pengujian antibakteri secara in vitro
dilakukan dengan metode difusi cakram pada berbagai konsentrasi yaitu 2,4,6,8, dan 10%. Hasil uji antibakteri dengan konsentrasi masing-masing pelarut terbaik
diaplikasikan pada uji in planta. Variabel pengamatan terdiri atas kandungan
fitokimia, diameter zona hambat, masa inkubasi, intensitas penyakit, laju infeksi, AUDPC (Area Under The Disease Progress Curve), tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah biji per malai, bobot 100 butir, bobot kering tanaman, dan
bobot kering akar. Data dianalisis dengan ANOVA pada taraf 95%, hasil yang
menunjukkan pengaruh nyata, dilanjutkan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test)
pada taraf kesalahan 5%. Hasil uji antibakteri menunjukkan daya hambat terbaik
dari pelarut etanol yaitu konsentrasi 4% dan daya hambat terbaik dari pelarut air
steril yaitu konsentrasi 10%. Hasil tersebut diterapkan pada uji in planta dan
diperoleh hasil ekstrak kencur pelarut air steril berbeda nyata dari segi intensitas
penyakit. Namun, tidak memberikan pengaruh apapun terhadap pertumbuhan
tanaman padi.
Diseases in rice plants can af ect the quantity and quality of rice production. One
of the diseases in rice plants is bacterial leaf blight (BLB) caused by
Xanthomonas oryzae bacteria. Natural ingredients that have the potential to
replace chemical pesticides are Kaempferia galanga because they contain
antibacterial compounds. This study aims to test the ability of K.galanga extract
in inhibiting the development of BLB disease and rice plant growth. In vitro
antibacterial testing was carried out using the disc dif usion method at various
concentrations of 2, 4, 6, 8, and 10%. The antibacterial test results with the best
concentration of each solvent were applied to the in planta test. The observation
variables consisted of phytochemical content, inhibition zone diameter, incubation
period, disease intensity, infection rate, AUDPC (Area Under The Disease
Progress Curve), plant height, number of leaves, number of tillers, number of
seeds per panicle, 100-grain weight, plant dry weight, and root dry weight. Data
were analyzed by ANOVA at the 95% level, results that showed a significant ef ect, followed by DMRT (Duncan's Multiple Range Test) at the 5% error level. The
results of the antibacterial test showed the best inhibition of ethanol solvent at 4%
concentration and the best inhibition of sterile water solvent at 10%
concentration. These results were applied to the in planta test and obtained the
results of K. galanga extract sterile water solvent significantly dif erent in terms
of disease intensity. However, it does not have any ef ect on the growth of rice
plants.
4232045690A1A017027ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI BAWANG MERAH
DI DESA PEKUNCEN KECAMATAN PEKUNCEN KABUPATAN BANYUMAS
Rata-rata produktivitas bawang merah di Kecamatan Pekuncen tahun 2018-2022 yaitu 3,35 ton per hektar lebih rendah dari rata-rata produktivitas bawang merah di Provinsi Jawa Tengah tahun 2018-2022 sebesar 9,89 ton per hektar. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui kelayakan usahatani bawang merah di Desa Pekuncen Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas ditinjau dari pendapatan usahatani dan titik impas, 2) Mengetahui kelayakan usahatani bawang merah di Desa Pekuncen Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas ditinjau dari perbandingan revenue dan cost. Metode penelitian menggunakan metode sensus. Analisis yang digunakan yaitu analisis biaya usahatani, penerimaan usahatani, pendapatan usahatani, R/C ratio, dan break even point (BEP). Hasil penelitian ini yaitu pendapatan usahatani bawang merah sebesar Rp1.001.349 per luas lahan garapan atau Rp12.847.309 per hektar. BEP dalam unit sebesar 41,74 kilogram dengan luas lahan rata-rata 0,08 hektar. BEP dalam rupiah sebesar Rp553.839,87 dengan luas rata-rata 0,08 hektar. Berdasarkan analisis R/C ratio, nilai R/C ratio usahatani bawang merah di Desa Pekuncen adalah 1,17. Nilai R/C ratio tersebut lebih dari 1. Berdasarkan kriteria, maka nilai R/C ratio usahatani bawang merah di Desa Pekuncen menguntungkan dan dapat dilanjutkan.
Kata kunci: Usahatani; bawang merah; kelayakan.



The average shallot productivity in Pekuncen District in 2018-2022 is 3.35 tonnes per hectare, lower than the average shallot productivity in Central Java Province in 2018-2022 which is 9.89 tonnes per hectare. The objectives of this research are: 1) To determine the feasibility of shallot farming in Pekuncen Village, Pekuncen District, Banyumas Regency in terms of farming income and break-even point, 2) To determine the feasibility of shallot farming in Pekuncen Village, Pekuncen District, Banyumas Regency in terms of revenue and cost comparisons. The research method uses the census method. The analysis used is analysis of farming costs, farming revenues, farming income, R/C ratio, and break even point (BEP). The results of this research are that the income from shallot farming is IDR 1.001.349 per area of cultivated land or IDR 12.847.309 per hectare. The BEP in units is 41,74 kilograms with an average land area of 0.08 hectares. The BEP in rupiah is IDR 553.839,87 with an average area of 0.08 hectares. Based on the R/C ratio analysis, the R/C ratio value for shallot farming in Pekuncen Village is 1,17. The R/C ratio value is more than 1. Based on the criteria, the R/C ratio value of shallot farming in Pekuncen Village is profitable and can be continued.
Keywords: Farming; shallot; feasibility