Artikelilmiahs

Menampilkan 42.161-42.180 dari 48.852 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4216145524I1D020066PERBEDAAN PENGETAHUAN TENTANG HIDRASI, ASUPAN CAIRAN, STATUS HIDRASI ANTARA MAHASISWI KESEHATAN DAN NON KESEHATANLatar belakang: Mahasiswa perempuan merupakan salah satu kelompok yang rentan dehidrasi sehingga dapat berdampak pada penurunan konsentrasi dan performa kognitif. Mahasiswa pada kategori fakultas kesehatan dan non kesehatan menerima paparan informasi yang berbeda terkait kesehatan, termasuk hidrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan tentang hidrasi, asupan cairan, dan status hidrasi antara mahasiswi kesehatan dan non kesehatan di Universitas Jenderal Soedirman.

Metodologi: Desain penelitian ini adalah potong lintang dengan sampel 36 mahasiswi kesehatan dan 84 mahasiswi non kesehatan yang berusia 19–25 tahun. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner karakteristik, kuesioner pengetahuan tentang hidrasi, aplikasi My Fluid Diary, dan berat jenis urin. Analisis bivariat menggunakan uji Mann Whitney, t independent, dan Chi Square dengan nilai signifikansi p<0,05.

Hasil penelitian: Median skor pengetahuan tentang hidrasi pada mahasiswi kesehatan secara signifikan lebih tinggi dibandingkan mahasiswi non kesehatan (73,3 dan 70,0; p=0,009). Rata-rata asupan cairan mahasiswi kesehatan secara signifikan lebih tinggi dibandingkan mahasiswi non kesehatan (1.751,5±545,6 dan 1.541,2±475,3 mL; p=0,036), tetapi sebagian besar masih kurang dari angka kecukupan air yang dianjurkan (2.350 mL/hari). Mahasiswi non kesehatan berisiko 2,9 kali lebih besar mengalami dehidrasi dibandingkan mahasiswi kesehatan (p=0,02).

Kesimpulan: Terdapat perbedaan pengetahuan tentang hidrasi, asupan cairan, dan status hidrasi antara mahasiswi kesehatan dan non kesehatan.
Background: Female students are vulnerable to dehydration, which can lead to decreased concentration and cognitive performance. Students in the health and non-health faculty categories receive different information exposure related to health, including hydration. This study aims to compare hydration knowledge, fluid intake, and hydration status between health and non-health female students at Jenderal Soedirman University.

Methods: This study design was cross-sectional with samples of 36 health female students and 84 non-health female students aged 19-25 years. Data were collected using a characteristic questionnaire, hydration knowledge questionnaire, My Fluid Diary application, and urine-specific gravity. Bivariate analysis used Mann-Whitney, independent-t, and Chi-Square tests with a significance value of p<0.05.

Results: The median hydration knowledge score of health female students was significantly higher than non-health female students (73.3 and 70.0; p=0.009). The mean fluid intake of health female students was significantly higher than non-health female students (1,751.5±545.6 and 1,541.2±475.3 mL; p=0.036; mean difference 210.3 mL), but most of them were still less than the recommended water intake (2,350 mL/day). Non-health female students were at 2.9 times greater risk of dehydration than health female students (p=0.02).

Conclusion: There were differences in hydration knowledge, fluid intake, and hydration status between health and non-health female students.
4216245527I1D020056HUBUNGAN ASUPAN CAIRAN, STATUS HIDRASI, DAN PERSEN LEMAK DENGAN PERUBAHAN TEKANAN DARAH Latar Belakang: Daya tahan jantung atlet cardiovascular endurance berpengaruh terhadap pemulihan pasca olahraga serta dipengaruhi komposisi lemak dan keseimbangan cairan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara asupan cairan harian, asupan cairan periode latihan, status hidrasi, dan persen lemak tubuh terhadap perubahan tekanan darah pada atlet olahraga cardiovascular endurance.
Metodologi: Penelitian observasional desain ¬cross-sectional melibatkan 41 atlet cardiovascular endurance cabang olahraga sepak bola, futsal, dan handball di Banyumas. Cabang olahraga ditentukan dengan purposive sampling. Sampel ditentukan dengan snowball sampling. Pengambilan data dilakukan selama empat hari. Persen lemak diukur pada hari ke-1. Asupan cairan harian diukur pada hari ke-1, ke-3, dan ke-4. Asupan cairan periode latihan dan tekanan darah diukur pada hari ke-3. Status hidrasi diukur pada hari ke-2 dan ke-3. Uji normalitas menggunakan Saphiro-Wilk dan uji korelasi menggunakan Rank Spearman.
Hasil Penelitian: Asupan cairan harian dan periode latihan seluruh responden tergolong kurang. Sebagian besar responden (46,3%) mengalami dehidrasi sedang. Rata-rata persen lemak 18,773±5,8263%. Rata-rata perubahan tekanan darah sistolik 1,66±12,371 mmHg dan diastolik -4,88±7,026 mmHg. Terdapat hubungan signifikan antara asupan cairan harian, asupan cairan periode latihan, dan status hidrasi dengan perubahan tekanan darah (p<0,05). Tidak terdapat hubungan antara persen lemak dengan perubahan tekanan darah (p>0,05).
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan cairan harian dan periode latihan serta status hidrasi dengan perubahan tekanan darah. Tidak terdapat hubungan antara persen lemak dengan perubahan tekanan darah.
Background: Heart performance of cardiovascular endurance athletes affects post-exercise recovery. Heart capacity is influenced by fat composition and fluid balance. This study aims to determine the relationship between daily fluid intake, training period fluid intake, hydration status, and percent body fat on changes to blood pressure in cardiovascular endurance athletes.
Methods: Observational study of cross-sectional design involving 41 cardiovascular endurance athletes in soccer, futsal, and handball in Banyumas. Sports are determined by purposive sampling. Sample was determined by snowball sampling. Data collection was carried out for four days. Percent fat was measured on day 1. Daily fluid intake was measured on days 1, 3, and 4. Fluid intake for the training period and blood pressure were measured on day 3. Hydration status was measured on days 2 and 3. Normality test used Saphiro-Wilk and correlation test used Rank Spearman.
Results: All respondents had deficient daily fluid intake and training period. Most respondents (46.3%) were moderately dehydrated. The average percent body fat of the respondents was 18.773±5.8263%. The average change in systolic blood pressure was 1.66±12.371 mmHg and diastolic -4.88±7.026 mmHg. There was a significant relationship between daily fluid intake, training period fluid intake and hydration status with changes in blood pressure (p<0.05). There was no relationship between body fat percentage and blood pressure changes (p>0.05).
Conclusion: There was a significant relationship between daily fluid intake, training period fluid intake, and hydration status with changes in blood pressure. There was no relationship between percent fat and changes in blood pressure.
4216345528H1E020030PRODUCT QUALITY IMPROVEMENT OF LANTING KEBUMEN USING QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT AND TAGUCHI METHODLanting adalah makanan ringan tradisional khas Kebumen yang terbuat dari singkong. Berdasarkan wawancara dengan pemilik usaha, beberapa produk lanting kerap dikembalikan oleh konsumen. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kualitas lanting untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Pemenuhan kebutuhan konsumen dapat dilakukan dengan menggunakan House of Quality (HOQ) yang akan dikembangkan dengan desain eksperimen Taguchi untuk mendapatkan kombinasi parameter yang terbaik dalam memenuhi kebutuhan konsumen dan membuat produk menjadi tangguh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atribut-atribut yang menjadi prioritas konsumen terhadap produk lanting, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan konsumen, dan mengetahui kombinasi parameter yang paling optimal yang dapat memenuhi prioritas kebutuhan konsumen. Hasil penyebaran kuesioner menunjukkan bahwa prioritas kebutuhan konsumen terhadap produk lanting adalah kerenyahan lanting. Hasil HOQ menunjukkan bahwa respon teknis yang memiliki hubungan yang kuat dengan kebutuhan konsumen adalah jumlah penggorengan (A), waktu penggorengan (B), dan suhu penggorengan (C). Respon teknis ini akan digunakan sebagai faktor dalam eksperimen dengan menggunakan metode Taguchi untuk menentukan kombinasi parameter terbaik yang dapat meningkatkan kerenyahan lanting. Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh kuat adalah faktor A dan C. Pada analisis SNR, faktor A memberikan kontribusi sebesar 96,1%, B 1,2%, dan C 2,7%. Kombinasi parameter yang paling optimal untuk menghasilkan lanting yang renyah adalah jumlah penggorengan sebanyak dua kali, waktu penggorengan 3 menit, dan suhu penggorengan 170C.Lanting is a traditional snack from Kebumen, which is made from cassava. Based on interviews with business owners, some lanting products are often returned by consumers. Therefore, improving the quality of Lanting is necessary to satisfy consumer needs. Meet consumer needs, it can be done with the House of Quality (HOQ), which will be developed with Taguchi's experimental design to get the best combination of parameters to meet consumer needs and make the product robust. This study aims to determine the priority attributes of consumers for lanting products, to know the factors that affect consumer needs, and to determine the most optimal combination of parameters that can meet the priorities of consumer needs. The results of distributing questionnaires show that the priority of consumer needs for lanting products is the crispness of lanting. The HOQ shows that the technical responses that have a strong relationship with consumer needs are the amount of frying (A), frying time (B), and frying temperature (C). These technical responses will be used as factors in experiments using the Taguchi method to determine the best combination of parameters that can improve the crispness of lanting. The results of the ANOVA analysis found that the factors that had a strong effect were factors A and C. In the SNR analysis, factor A contributes 96.1%, B 1.2%, and C 2.7%. The most optimal combination of parameters that can provide crispy lanting is the number of frying as much as twice, a frying time of 3 minutes, and a frying temperature of 170C.
4216445529I1D020069HUBUNGAN ASUPAN SENG, VITAMIN C, DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI
Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu penyakit yang rawan diderita remaja putri. Anemia pada remaja menimbulkan letih, lesu, penurunan konsentrasi, serta penurunan produktivitas kerja. Oleh karena itu, penting untuk menganalisis beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kejadian anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan seng, vitamin C, dan personal hygiene dengan kejadian anemia.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain pendekatan cross sectional dan dilaksanakan di SMPN 6 Purwokerto. Total responden adalah 70 remaja putri berumur 13-15 tahun dipilih menggunakan teknik cluster random sampling dan berdasarkan kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan adalah formulir SQ-FFQ untuk mengukur asupan seng dan vitamin C, kuesioner personal hygiene dari Riskesdas tahun 2018, dan alat strip Hb untuk melihat kejadian anemia dengan mengukur hemoglobin. Analisis data menggunakan Uji Chi-Square dan Fisher Exact Test
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan sebesar 70% responden mengalami anemia. Tidak ada hubungan antara asupan seng dengan kejadian anemia (p = 0,355), tidak ada hubungan antara asupan vitamin C dengan kejadian anemia (p = 0,875), serta tidak ada hubungan personal hygiene dengan kejadian anemia (p = 0,114).
Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara asupan seng, vitamin C, dan personal hygiene dengan kejadian anemia.
Background: Anemia is one of the most common problems in adolescent. Anemia causes fatigue, decreased concentration and work productivity. Therefore, it is important to analyze several factors that can influence the incidence of anemia. The purpose of this study is to determine the relationship between intake of zinc, vitamin C and personal hygiene with anemia
Methods: This study used a cross-sectional design and was conducted at SMPN 6 Purwokerto on 17 and 30 May 2024. The total respondents were 70 adolescent girls aged 13-15 years selected using a cluster random sampling technique and based on inclusion criteria. The instruments used are the SQ-FFQ form to measure zinc and vitamin C intake, the personal hygiene questionnaire from Riskesdas in 2018, and the strip Hemoglobin tool to see anemia by measuring hemoglobin. Data analysis using chi-square and fisher exact test.
Result: The research results showed that 70% of respondents are anemia and there was no relationship between zinc intake with anemia (p = 0.355), there was no relationship between vitamin C intake with anemia (p = 0.875), and there was no relationship between personal hygiene with anemia (p = 0.114).
Conclusion: There was no correlation between adequate intake of zinc, vitamin C, and personal hygiene with anemia.
4216545530I1D020048HUBUNGAN TINGKAT KECUKUPAN MAGNESIUM, KUALITAS TIDUR, DAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN DISMENORE PRIMERLatar Belakang: Mahasiswa termasuk dalam kelompok remaja akhir yang rentan mengalami
dismenore primer. Dismenore primer dapat disebabkan oleh kurangnya asupan magnesium, stres, dan
kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecukupan
magnesium, kualitas tidur, dan tingkat stres dengan kejadian dismenore primer pada Mahasiswi
Universitas Jenderal Soedirman.
Metodologi: Desain penelitian ini adalah cross sectional berjumlah 100 responden berusia 18 – 25
tahun dengan teknik cluster sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner SQ-FFQ (Semi
Quantitative-Food Frequency Questionnare), PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index), PSS-10
(Percieved Stress Scale), dan kuesioner NRS (Numeric Rating Scale). Komponen variabel dianalisis
menggunakan uji chi square dengan melihat nilai likelihood ratio.
Hasil Penelitian: Mayoritas mahasiswi memiliki tingkat kecukupan magnesium kurang (83%),
kualitas tidur buruk (86%), stres sedang (76%), dismenore primer nyeri sedang (76%). Hubungan
tingkat kecukupan magnesium dengan kejadian dismenore primer (p=0,644), hubungan kualitas tidur
dengan kejadian dismenore primer (p=0,001), hubungan tingkat stres dengan kejadian dismenore
primer (p=0,001).
Kesimpulan: Tingkat kecukupan magnesium tidak berhubungan dengan dismenore primer, namun
kualitas tidur dan tingkat stres berhubungan dengan dismenore primer
Background: College students, specifically within the late adolescent demographic, are particularly
susceptible to primary dysmenorrhea. Factors contributing to primary dysmenorrhea include
inadequate magnesium intake, stress, and poor sleep quality. This study aims to explore the
associations between magnesium adequacy, sleep quality, and stress levels with the prevalence of
primary dysmenorrhea among female college students at Jenderal Soedirman University.
Methods: This research design is cross sectional, involving 100 respondents aged 18-25 years,
selected through cluster sampling. Instruments included the SQ-FFQ (Semi Quantitative-Food
Frequency Questionnaire), PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index), PSS-10 (Perceived Stress Scale),
and NRS (Numeric Rating Scale). Data were analyzed using the chi-square test with likelihood ratio
values.
Results: The majority of female college students had insufficient levels of magnesium (83%), poor
sleep quality (86%), moderate stress (76%), and moderate pain primary dysmenorrhea (76%). The
relationship between magnesium sufficiency levels and the incidence of primary dysmenorrhea
(p=0.644), the relationship between sleep quality and the incidence of primary dysmenorrhea
(p=0.001), the relationship between stress levels and the incidence of primary dysmenorrhea
(p=0.001).
Conclusion: Magnesium sufficiency level was not associated with primary dysmenorrhea, but sleep
quality and stress level were associated with primary dysmenorrhea
4216645531I1D020082Efek Yogurt Kecambah Kacang Tanah Plus Alang-Alang Terhadap Kolesterol dan Persen Lemak Penderita DislipidemiaLatar Belakang: Dislipidemia ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, trigliserida, LDL, dan penurunan HDL. Dislipidemia diikuti obesitas mengakibatkan tingginya ROS yang memicu stress oksidatif. Produk yogurt kecambah kacang tanah dengan penambahan sari akar alang-alang (Yocamtala) diketahui mengandung antioksidan fenolik, serat, protein terlarut, dan vitamin C yang diharapkan mampu menghambat perkembangan dislipidemia dengan menurunkan kadar kolesterol total dan persen lemak tubuh.
Metodologi: Penelitian true experimental dengan rancangan pre-post test with control group design yang dilakukan pada 20 wanita penderita dislipidemia disertai obesitas usia 35-70 tahun di Desa Purwosari. Dibagi secara acak menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan (Yocamtala) dan kelompok kontrol (plasebo). Responden diberi 200 mL Yocamtala selama 2 bulan. Pengukuran kadar kolesterol total dan persen lemak tubuh dilakukan sebelum dan sesudah penelitian. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test.
Hasil Penelitian: Kadar kolesterol total menurun dari 226,9 menjadi 196,9 mg/dL (p=0,024) setelah pemberian Yocamtala 200 mL/hari selama 2 bulan, sedangkan pada kelompok plasebo tidak terdapat perubahan (p=0,772). Persen lemak tubuh tidak berubah (p=0,051).
Kesimpulan: Yocamtala menurunkan kadar kolesterol total mencapai kadar normal, namun belum mampu menurunkan persen lemak tubuh wanita dislipidemia.
Background: Dyslipidemia is characterized by increased levels of total cholesterol,
triglycerides, LDL, and decreased HDL. Dyslipidemia followed by obesity results
in high ROS which triggers oxidative stress. Peanut sprout yogurt products with the
addition of cogongrass root juice (Yocamtala) are known to contain phenolic
antioxidants, fiber, soluble protein, and vitamin C which are expected to inhibit the
development of dyslipidemia by reducing total cholesterol levels and body fat
percentage.
Methods: True experimental study with a pre-post test with control group design
was conducted on 20 women with dyslipidemia and obesity aged 35-70 years in
Purwosari Village. Randomly divided into 2 groups, namely the treatment group
(Yocamtala) and the control group (placebo). Respondents were given 200 mL of
Yocamtala for 2 months. Measurement of total cholesterol levels and body fat
percentage was carried out before and after the study. Data were analyzed using
paired t-test.
Results: Total cholesterol levels decreased from 226.9 to 196.9 mg/dL (p=0.024)
after administration of Yocamtala 200 mL/day for 2 months, while in the placebo
group there was no change (p=0.772). Percentage of body fat did not change
(p=0.051).
Conclusion: Yocamtala reduces total cholesterol levels to normal levels, but has
not been able to reduce body fat percentage in women with dyslipidemia.
4216745486I1D020021HUBUNGAN STATUS GIZI DAN ASUPAN LEMAK DENGAN PREDIKSI USIA PEAK HEIGHT VELOCITY ANAK PEREMPUANLatar Belakang: Pengingkatan kejadian obesitas pada anak diikuti oleh peningkatan angka pubertas yang lebih awal. Kondisi ini dianggap sebagai faktor perantara terhadap sejumlah penyakit di masa dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dan asupan lemak dengan prediksi usia Peak Height Velocity (PHV) pada anak perempuan.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel berjumlah 41 siswi di SDIT Harapan Bunda 1 Purwokerto berusia 8 tahun dan ditentukan dengan total sampling. Pengukuran antropometeri dilakukan untuk menilai status gizi dan memprediksi usia PHV. Status gizi dihitung dengan WHO AnthroPlus dan usia PHV diprediksi dengan rumus yang dikembangkan sebelumnya. Asupan lemak diperoleh dengan Food Recall 2×24 jam. Hubungan antar variabel dianalisis menggunakan uji Rank Spearman.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan prediksi usia PHV (p-value = <0,001, r = -0,818) dan tidak terdapat hubungan antara asupan lemak dengan prediksi usia PHV (p-value = 0,084)
Kesimpulan: Usia PHV dipengaruhi oleh status gizi dan tidak dipengaruhi oleh asupan lemak.
Background: Epidemiologically, the increase in obesity in children is followed by an increase in early puberty. This condition is considered an intermediate factor in several diseases in adulthood. This study aims to determine the relationship between nutritional status, fat intake, and age prediction in Peak Height Velocity (PHV) in girls.
Methods: This study used a cross sectional design. The sample was 41 girls at SDIT Harapan Bunda 1 Purwokerto aged 8 years and was determined by total sampling. Nutritional status was calculated using WHO AnthroPlus and PHV age was predicted using a previously developed formula. Fat intake is obtained by 2x24 hour Food Recall. Relationships between variables were analyzed using the Spearman Rank test.
Result: The results showed that there was a significant relationship between nutritional status and prediction of PHV (p-value = <0.001, r = -0.818) and there was no relationship between fat intake and PHV age prediction (p-value = 0.084).
Conclusion: Age in PHV is associated with nutritional status and is not associated with fat intake.
4216845535A1A020051Struktur Pasar, Daya Saing, dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ekspor Kacang Mete Kupas Indonesia Di Pasar InternasionalKacang mete kupas merupakan komoditas yang memiliki permintaan tinggi di pasar dunia. Indonesia sebagai salah satu produsen jambu mete dan pengolah kacang mete dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk ekspor kacang mete kupas di pasar internasional. Vietnam dan India merupakan negara dengan ekspor kacang mete kupas terbesar di pasar dunia. Indonesia berada di posisi ke tujuh dalam ekspor kacang mete kupas di pasar dunia periode 2000-2021. Posisi Indonesia cukup tersaingi dengan negara pengekspor kacang mete kupas lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur pasar kacang mete kupas di pasar internasional, daya saing, dan faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor kacang mete kupas Indonesia di pasar internasional. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari tahun 2000-2021. Analisis yang digunakan adalah Concentration Ratio (CR8), Herfindahl Index (HI), Revealead Symetric Comperative Advantage (RSCA), Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP), Export Product Dynamic (EPD), Constant Market Share (CMS), dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pasar kacang mete kupas di pasar internasional berbentuk oligopoli konsetrasi tinggi dengan nilai CR8 sebesar 93,81 persen dan HI sebesar 3.490,3. Daya saing kacang mete kupas Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia memiliki daya saing di pasar internasional periode 2000-2021 dengan rata-tata RSCA sebesar 0,02. Indeks spesialisasi perdagangan kacang mete kupas Indonesia di pasar internasional menunjukkan bahwa Indonesia kecenderungan sebagai eksportir dan berada dalam tahap kematangan dan pertumbuhan. Posisi pasar kacang mete kupas Indonesia berada pada posisi rising star di pasar dunia, lost opportunity di Amerika Serikat, dan falling star di Belanda dan Jerman. Laju pertumbuhan ekspor kacang mete kupas Indonesia periode 2000-2021 dipengaruhi oleh efek dari pertumbuhan impor dari importir. Faktor-faktor yang mempengaruhi volume ekspor kacang mete kupas Indonesia secara signifikan adalah harga ekspor kacang mete kupas Indonesia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dan PDB per kapita duniaCashew shelled nut is commodity that has a high demand in the world market. Indonesia as one of the cashew producers and cashew nut processors can take advantage of this opportunity to export cashew shelled nuts in the international market. Vietnam and India are the countries with the largest exports of cashew shelled nuts in the world market. Indonesia is ranked seventh in the export of cashew shelled nuts in the world market for the period 2000-2021. Indonesia's position is quite competitive with other cashew shelled nuts exporting countries. This study aims to determine the market structure of cashew shelled nuts in the international market, competitiveness, and factors affecting Indonesia cashew shelled nut exports in the international market. The data used is secondary data from 2000-2021. The analysis used is Concentration Ratio (CR8), Herfindahl Index (HI), Revealead Symetric Comperative Advantage (RSCA), Index of Trade Specialization (ISP), Export Product Dynamic (EPD), Constant Market Share (CMS), and multiple regression analysis. The results showed that the market structure of peeled cashew nuts in the international market is a high-concentration oligopoly with a CR8 value of 93.81 percent and HI of 3,490.3. The competitiveness of Indonesian cashew shelled nuts shows that Indonesia has competitiveness in the international market for the period 2000-2021 with an average RSCA of 0.02. The trade specialization index of Indonesian cashew shelled nuts in the international market shows that Indonesia tends to be an exporter and is in the stage of maturity and growth. The market position of Indonesian cashew shelled nuts is in the position of rising star in the world market, lost opportunity in the United States, and falling star in the Netherlands and Germany. The growth rate of Indonesia’s shelled cashew nut export for the period 2000-2021 is influenced by the effect of import growth from importers. Factors that significantly affect the export volume of Indonesian shelled cashew are the export price of Indonesian shelled cashew nut, the exchange rate of the rupiah against the US dollar, and world GDP per capita.
4216945536C1L020008PENGARUH ILOC, LINGKUNGAN KELUARGA, MAPEL PKK TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA SISWA SMK NEGERI 1 BANYUMASPenelitian ini membahas mengenai pengaruh internal locus of control, lingkungan keluarga, produk kreatif kewirausahaan terhadap minat berwirausaha siswa SMK N 1 Banyumas. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh internal locus of control, lingkungan keluarga, dan mata pelajaran produk kreatif kewirausahaan terhadap minat berwirausaha.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII SMK N 1 Banyumas tahun ajaran 2023/2024 sejumlah 531 siswa. Sampel yang digunakan berjumlah 90 siswa siswa dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan menentukan jumlah responden menggunakan rumus proporsional. Teknik analisis yang digunakan adalah uji validitas, dan uji reliabilitas, uji normalitas, uji linearitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas, uji F, uji koefisien determinasi R2, uji t, dan analisis regresi linear berganda. Data kuesioner yang telah diperoleh ditransformasikan menjadi data interval menggunakan Method of Successive Intevals (MSI).
Hasil penelitian ini menunjukan: (1) internal locus of control berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha, (2) lingkungan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha, (3) mata pelajaran produk kreatif kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha.
This research discusses the influence of internal locus of control, family environment, and creative product entrepreneurship on the entrepreneurial interest of students at SMK N 1 Banyumas. The aim of this research is to analyze the influence of internal locus of control, family environment, and creative entrepreneurial product subjects on interest in entrepreneurship.
This research is a quantitative study with data collection techniques in this research used closed questionnaires, observation, interviews and documentation. The population in this study was 531 students in class XII of SMK N 1 Banyumas for the 2023/2024 academic year. The sample used was 90 students using a simple random sampling technique by determining the number of respondents using a proportional formula. The analysis techniques used are validity and reliability tests, normality tests, linearity tests, multicollinearity tests, and heteroscedasticity tests, F tests, R2 coefficient of determination tests, t tests, and multiple linear regression analysis. The questionnaire data that has been obtained is transformed into interval data using the Method of Successive Intervals (MSI).
The results of this research show: (1) internal locus of control has a positive and significant effect on interest in entrepreneurship, (2) the family environment has a positive and significant effect on interest in entrepreneurship, (3) creative product entrepreneurship have a positive and significant effect on interest in entrepreneurship.
4217045542K1A020046DESAIN MATERIAL Ag/Ag3PO4 MENGGUNAKAN EKSTRAK BIJI
BUNGA MATAHARI UNTUK DEGRADASI RHODAMIN B DAN
ANTIBAKTERI
Fotokatalis Ag3PO4 memiliki aktivitas fotokatalitik yang tinggi di bawah iradiasi
cahaya tampak, namun material ini bersifat kurang stabil. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh penambahan nanopartikel Ag pada Ag3PO4 yang akan
digunakan untuk degradasi Rhodamin B dan antibakteri E. coli dan S. aureus. Material Ag/Ag3PO4 disintesis dengan metode kopresipitasi. Nanopartikel Ag
disintesis menggunakan ekstrak biji bunga matahari sebagai agen pereduksi dengan
perbandingan 10:1. Karakterisasi material diamati melalui UV-DRS, XRD, dan
SEM. Material yang terbentuk memiliki ukuran kristal 62,722 nm, energi celah pita
sebesar 2,40 eV dengan morfologi rhombic dodecahedral. Material Ag/Ag3PO4
menunjukkan aktivitas fotodegradasi RhB yang mencapai 99,75% dalam waktu 44
menit dengan spesi ●O2
yang paling berperan. Aktivitas fotokatalitik masih di atas
50% setelah 4 siklus. Peningkatan aktivitas fotokatalitik ini dikarenakan adanya
fenomena LSPR dari nanopartikel Ag yang dapat mengurangi laju rekombinasi
pasangan elektron-hole dari Ag3PO4. Aktivitas antibakteri dinilai melalui daya zona
hambat material yaitu 9,87 mm untuk S. aureus dan 7,3 mm untuk E. coli.
Ag3PO4 photocatalyst has high photocatalytic activity under visible light irradiation, but this material is less stable. This study aims to determine the effect
of Ag nanoparticles addition to Ag3PO4, which will be used for Rhodamine B degradation and as an antibacterial agent for E. coli and S. aureus. Ag/Ag3PO4 material was synthesized by the coprecipitation method. Ag nanoparticles were
synthesized using sunflower seed extract as a reducing agent in the ratio of 10:1. Material characterization was observed through UV-DRS, XRD, and SEM. The material formed has a crystal size of 62.722 nm and a band gap energy of 2.40 eV
with rhombic dodecahedral morphology. The Ag/ Ag3PO4 material showed RhB photodegradation activity, reaching 99.75% within 44 minutes, with ●O2
species playing the most role. The photocatalytic activity was still above 50% after four cycles. The increase in photocatalytic activity is due to the LSPR phenomenon of Ag nanoparticles, which can reduce the recombination rate of Ag3PO4 electron-hole pairs. The antibacterial activity was assessed through the inhibition zone of the material, which was 9.87 mm for S. aureus and 7.3 mm for E. coli.
4217145543K1B020067Aplikasi Logika Fuzzy dan Teori Permainan untuk Menentukan Strategi Pemasaran pada MarketplaceBanyaknya marketplace di Indonesia mengakibatkan persaingan yang ketat dan meningkat. Oleh karena itu, setiap marketplace harus menerapkan strategi pemasaran terbaik untuk menarik minat pembeli dalam menggunakan platform tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi pemasaran terbaik pada marketplace yang sering digunakan oleh responden. Responden konsumen dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Jenderal Soedirman. Responden mengisi kuesioner berdasarkan penilaian dan perspektif masing-masing pada tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan dari 10 atribut/strategi pemasaran yang telah ditentukan terkait marketplace. Penentuan strategi pemasaran terbaik yang digunakan oleh marketplace dapat diperoleh dengan cara menerapkan teori permainan berbasis logika fuzzy. Strategi terbaik dapat diidentifikasi berdasarkan nilai pay off yang optimal sehingga dapat memberikan keuntungan maksimal atau kerugian minimal setelah permainan berakhir. Nilai pay off didapatkan dengan menggunakan logika fuzzy. Hasil perhitungan nilai pay off dari penelitian ini mendapatkan saddle point antara Shopee dengan Tokopedia sebesar 0,123. Kemudian, saddle point antara Shopee dengan Lazada sebesar 0,565 dan saddle point antara Tokopedia dengan Lazada sebesar 0,442. Berdasarkan ketiga permainan dan hasil saddle point tersebut didapatkan bahwa strategi pemasaran optimal yang digunakan oleh Shopee dan Tokopedia adalah atribut metode pembayaran, sedangkan strategi pemasaran optimal yang digunakan oleh Lazada adalah atribut potongan harga.The large number of marketplaces in Indonesia has resulted in tight and increasing competition. Therefore, every marketplace must implement the best marketing strategy to attract buyers' interest in using the platform. This research aims to determine the best marketing strategy in the marketplace that is often used by respondents. Consumer respondents in this research were students at the Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Jenderal Soedirman University. Respondents filled out a questionnaire based on their respective assessments and perspectives on the level of importance and level of satisfaction of 10 predetermined marketing attributes/strategies related to the marketplace. Determining the best marketing strategy used by the marketplace can be obtained by applying game theory based on fuzzy logic. The best strategy can be identified based on the optimal payoff value so that it can provide maximum profits or minimum losses after the game ends. The pay off value is obtained using fuzzy logic. The results of calculating the pay off value from this research show that the saddle point between Shopee and Tokopedia is 0,123. Then, the saddle point between Shopee and Lazada is 0,565 and the saddle point between Tokopedia and Lazada is 0,442. Based on the three games and saddle point results, it was found that the optimal marketing strategy used by Shopee and Tokopedia was the payment method attribute, while the optimal marketing strategy used by Lazada was the discount attribute.
4217245544H1E020064PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN RUMAH SAKIT DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SERVICE QUALITY (SERVQUAL), POTENTIAL GAIN CUSTOMER VALUE (PGCV) DAN ZONE OF TOLERANCE (ZOT)Dalam era persaingan bisnis global saat ini, perusahaan harus bisa memberikan layanan yang memenuhi kebutuhan dan dapat memuaskan pelanggan. Salah satu instansi yang perlu memperhatikan kepuasan pelanggan yaitu rumah sakit. Penelitian ini didasari oleh rendahnya ulasan pada platform google maps dan menurunnya tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan salah satu Rumah Sakit di Kabupaten Cilacap. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Rumah Sakit di Kabupaten Cilacap dengan menggunakan metode Service Quality (SERVQUAL), Potential Gain Customer Value (PGCV), dan Zone of Tolerance (ZOT). Metodologi yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed methods), yang menggabungkan pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif. Metode SERVQUAL digunakan untuk mengukur kesenjangan kualitas. Metode PGCV digunakan untuk menentukan prioritas perbaikan, sedangkan metode ZOT digunakan untuk menilai atribut yang berada dalam atau di luar zona toleransi. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan signifikan dalam beberapa atribut layanan, terutama dalam dimensi daya tanggap dan empati. Terdapat dua aspek yang dilakukan perbaikan, yaitu registrasi dan pelayanan dokter. Kuisioner yang diisi sebelum dan setelah perbaikan menunjukkan adanya peningkatan, dengan peningkatan sebesar 0,11 pada aspek pendaftaran dan 0,20 pada aspek pelayanan dokter. Sehingga, hasil dari perbaikan dua aspek tersebut dalam jangka waktu satu bulan dapat dikatakan mengalami peningkatanIn the current era of global business competition, companies must be able to provide services that meet the needs and satisfy their customers. One of the institutions that must pay attention to customer satisfaction is hospitals. This study is motivated by the low reviews on the Google Maps platform and the declining level of patient satisfaction with the services of a hospital in Cilacap Regency. The aim of this research is to improve the quality of service at a hospital in Cilacap Regency using the Service Quality (SERVQUAL), Potential Gain Customer Value (PGCV), and Zone of Tolerance (ZOT) methods. The methodology used is a mixed methods approach, combining qualitative and quantitative data collection. The SERVQUAL method is used to measure quality gaps. The PGCV method is employed to determine improvement priorities, while the ZOT method is utilized to assess attributes that are within or outside the zone of tolerance. The results of the study show significant gaps in several service attributes, particularly in the responsiveness and empathy dimensions. Two aspects were improved: registration and doctor services. Questionnaires filled out before and after the improvements indicated an increase, with a 0.11 improvement in the registration aspect and a 0.20 improvement in the doctor service aspect. Therefore, the results of these two aspects of improvement over one month can be said to have shown progress.
4217345537L1B020061Identifikasi Molekuler Bakteri Patogen Berdasarkan Gen 16S rDNA pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dari Kabupaten BanyumasPenyakit bakterial menjadi faktor penghambat budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) yang merupakan salah satu komoditas akuakultur unggulan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bakteri patogen yang menyerang ikan nila (Oreochromis niloticus) dari Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling berdasarkan kriteria gejala klinis ikan di tiga lokasi yaitu, Desa Beji, Tambak Sogra, dan Singasari di Kabupaten Banyumas. Pengamatan gejala klinis dan isolasi bakteri pada ikan sampel dilakukan di laboratorium. Isolat bakteri yang didapatkan dari ikan sampel diekstraksi untuk diamplifikasi gen 16S rDNA. Hasil sekuensing dari amplifikasi DNA digunakan untuk identifikasi bakteri menggunakan analisis BLAST dan filogenetik. Ikan sampel yang digunakan memiliki gejala klinis bakterial berupa geripis pada sirip, bercak merah, sisik terkelupas, mata berselaput, hemoragik rongga perut, dan rongga perut berisi cairan. Hasil identifikasi molekuler menunjukkan 6 dari 7 isolat adalah bakteri patogen yaitu, Aeromonas veronii(1), Aeromonas sp (2), Aromonas hydrophila (1), dan Acinetobacter baumannii (2) serta 1 bakteri non patogen yaitu Exiguobacterium acetylicum. Bacterial diseases are an inhibiting factor in the cultivation of tilapia (Oreochromis niloticus) which is one of the leading aquaculture commodities in Indonesia, including in Banyumas Regency. This study aimed to identify pathogenic bacteria that attack tilapia (Oreochromis niloticus) from Banyumas Regency. This study used an observation method with a purposive sampling technique based on the criteria for clinical symptoms of fish in three locations, namely Beji, Tmabak Sogra, and Singasari Village in Banyumas Regency. Observation of clinical symptoms and isolation of bacteria in sample fish were carried out in laboratory. Bacteria isolates obtained from sample fish were extracted for amplify the 16S rDNA gene. The sequenceing results of DNA amplification were used for bacterial identification using BLAST and phylogenetic analysis. The sample fish used had clinical symptoms of bacteria such as fins rot, red spots, peeling scales, cloudy eyes, hemorrhagic abdominal cavity, and abdominal cavity filled with fluid. The results of molecular identification show 6 of 7 bacteria isolate were pathogenic bacteria, namely, Aeromonas veronii (1), Aeromonas sp (2), Aromonas hydrophila (1), and Acinetobacter baumannii (2) and 1 non-pathogenic bacteria, namely Exiguobacterium acetylicum.
4217445538K1A020062Perancangan Spektrofotometer Sederhana untuk Penentuan Kadar Protein dengan Metode LowryPeralatan laboratorium yang terjangkau sangat penting untuk
pengembangan dan pemanfaatan ilmu secara berkelanjutan. Penelitian ini
menyajikan pengembangan spektrofotometer sederhana yang terjangkau untuk
mengukur kadar protein dengan metode Lowry. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan validasi spektrofotometer sederhana menggunakan LED,
sensor cahaya dan mikrokontroler untuk penentuan kadar protein dengan metode
Lowry. Perancangan spektrofotometer ini menggunakan komponen
mikrokontroler Arduino, sensor cahaya TSL2591, LED 750 nm sebagai sumber
cahaya, rumah komponen dan tempat kuvet dirancang dengan software 3D dan
dicetak dengan printer cetak 3D menggunakan filament PLA (Polylactic Acid).
Spektrofotometer selanjutnya diuji dan divalidasi meliputi kinerja alat, uji validasi (linearitas, LOD dan LOQ, rentang metode, presisi, presisi antara, akurasi), dan
penentuan kadar protein dalam sampel susu kambing. Hasil pengujian dengan spektrofotometer sederhana menunjukkan rentang linear 100 – 700 ppm, dengan
nilai koefisien korelasi (r) 0,9995; batas deteksi (LOD) 56,751 ppm; nilai batas kuantifikasi 189,170 ppm; nilai batas bawah (LOQ) 189,170 ppm dan nilai batas
atas 734,100 ppm; presisi dengan nilai HORRAT 0,831; presisi antara dengan
nilai HORRAT 0,820; akurasi dengan nilai rata-rata persen perolehan kembali
(%Recovery) 102%; kadar protein dalam sampel susu kambing 415,100 ppm.
Affordable laboratory equipment is essential for the sustainable
development and utilization of science. This research presents the development of
a simple, affordable spectrophotometer to measure protein levels using the Lowry
method. The research aims to determine the potential and validate a simple spectrophotometer using LEDs, light sensors, and microcontrollers for
determining protein levels by the Lowry method. The design of this
spectrophotometer incorporates Arduino microcontroller components, a TSL2591
light sensor, a 750 nm LED as a light source, component housing, and a cuvette
holder designed with 3D software and printed with a 3D printer using PLA
(Polylactic Acid) filament. The spectrophotometer was then tested and validated,
including tool performance and validation tests (linearity, LOD, and LOQ, method
range, precision, intermediate precision, accuracy), as well as the determination of
protein levels in goat milk samples. The test results with the simple
spectrophotometer showed a linear range of 100 - 700 ppm, with a correlation
coefficient (r) value of 0.9995; a limit of detection (LOD) of 56.751 ppm; a limit
of quantification (LOQ) of 189.170 ppm; a lower limit value of 189.170 ppm and
an upper limit value of 734.100 ppm; precision with a HORRAT value of 0.831;
intermediate precision with a HORRAT value of 0.820; and accuracy with an
average percent recovery value of 102%. The protein content in goat milk samples
was determined to be 415.100 ppm.
4217545539L1B020011IDENTIFIKASI MOLEKULER BAKTERI PATOGEN PADA IKAN NILEM (Osteochilus vittatus) DARI KABUPATEN BANYUMAS BERDASARKAN GEN 16S rDNABakteri patogen banyak ditemukan menyerang komoditas perikanan budidaya, termasuk ikan nilem (Osteochillus vittatus). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis bakteri patogen penyebab penyakit yang menyerang ikan nilem (Osteochillus vittatus) dari Kabupaten Banyumas berdasarkan gen 16S rDNA. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling di tiga lokasi yaitu Desa Kedung Banteng, Beji, dan Singasari Kabupaten Banyumas. Sampel ikan dibawa ke laboratorium untuk pengamatan gejala dan isolasi bakteri. Ekstraksi sampel DNA diambil dari isolat bakteri yang selanjutnya digunakan untuk amplifikasi gen 16S rDNA. Identifikasi bakteri menggunakan Analisis BLAST dan Filogenetik berdasarkan hasil sekuensing dari amplifikasi DNA. Gejala dari bakteri patogen yang ditemukan yaitu luka pada permukaan kulit, sisik mengelupas, nekrosis pada ekor, ekor geripis, dan adanya cairan pada rongga perut. Enam isolat yang berasal dari tiga lokasi yang teridentifikasi secara molekuler sebagai bakteri patogen diantaranya Aeromonas veronii (2), Acinetobacter baumannii, Acinetobacter pitti, dan bakteri non patogen yaitu Bacillus sp., dan Cytobachillus kochii.Pathogenic bacteria are found to attack many aquaculture commodities, including Bonylip barp (Osteochillus vittatus). The purpose of this study was to determine the types of pathogenic bacteria that cause disease that attack Bonylip barp (Osteochillus vittatus) from Banyumas Regency based on the 16S rDNA gene. The research method used was observation with purposive sampling technique in three locations, namely Kedung Banteng, Beji, and Singasari villages in Banyumas Regency. Fish samples were brought to the laboratory for symptom observation and bacterial isolation. DNA sample extraction was taken from bacterial isolates which were then used for 16S rDNA gene amplification. Identification of bacteria using BLAST and phylogenetic analysis based on sequencing results from DNA amplification. Symptoms of pathogenic bacteria found were wounds on the skin ulcers, peeling scales, white tail edge, fin rot, and ascites in the abdomen. Six isolates from three locations were molecularly identified as pathogenic bacteria including Aeromonas veronii (2), Acinetobacter baumannii, Acinetobacter pitti, and non-pathogenic bacteria, Bacillus sp. and Cytobachillus kochii.
4217645526C1L020049Faktor yang Memengaruhi Minat Melanjutkan Pendidikan Tinggi dengan Prestasi Belajar
Ekonomi sebagai Variabel Intervening
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei pada siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kejobong, Purbalingga. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menguji pengaruh status sosial ekonomi orang tua, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat melalui prestasi belajar ekonomi terhadap minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Populasi dalam penelitian ini 212 orang yang merupakan siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kejobong dengan mata pelajaran pilihan ekonomi. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling menggunakan rumus slovin (5%) diperoleh sampel sebanyak 139 responden. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner tertutup, dokumentasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan meliputi regresi linear berganda dan analisis jalur. Berdasarkan analisis data dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics 27 diperoleh hasil penelitian bahwa status sosial ekonomi orang tua melalui prestasi belajar ekonomi berpengaruh terhadap minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, lingkungan sekolah melalui prestasi belajar ekonomi berpengaruh terhadap minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan lingkungan masyarakat melalui prestasi belajar ekonomi tidak berpengaruh terhadap minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Implikasi dari penelitian ini diantaranya: pertama, siswa yang memiliki orang tua dengan keadaan ekonomi rendah, sebaiknya mencari informasi beasiswa ke perguruan tinggi. Kedua, sekolah memberikan dukungan kepada siswa yang kurang mampu, agar terus belajar. Ketiga, guru membangun komunikasi dengan orang tua terkait rencana karir siswa. This research is a quantitative with methods survey of class XII students of SMA Negeri 1 Kejobong, Purbalingga. The purpose of this research is to examine the influence of parents' socio-economic status, school environment and community environment through economic learning achievement on the interest in continuing their education to higher education. The population in this study was 212 people who were class XII students at SMA Negeri 1 Kejobong with economics as an elective subject. The sampling technique used proportionate stratified random sampling using the Slovin formula (5%) to obtain a sample of 139 respondents. Data collection techniques use closed questionnaires, documentation and interviews. Data analysis includes multiple linear regression and path analysis. Based on data analysis using the IBM SPSS Statistics 27 program research results showed that the socio-economic status through economic learning achievement has a effect on interest in continuing their education to college, the school environment through economic learning achievement has a effect on interest in continuing their education to college and the community environment through economic learning achievement had no effect on interest in continuing their education to college. The implications of this research include: first, students who have parents with low economic conditions should seek information on scholarships to college. Second, Schools provide support to underprivileged students, so that they continue to study. Third, teachers build communication with parents regarding students career plans.
4217745540L1C020080Pengaruh Kontaminasi Crude Oil terhadap Kondisi Morfoanatomi dan Kadar Glukosa Darah Ikan Giru (Amphiprion polymnus) pada Skala LaboratoriumCrude oil merupakan salah satu bahan pencemar yang memberikan ancaman bagi biota ekosistem terumbu karang, salah satunya ikan giru (Amphiprion polymnus). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi morfoanatomi dan kadar glukosa darah ikan giru (A. polymnus) yang terkontaminasi crude oil dengan konsentrasi yang berbeda, serta mengetahui hubungan antara kontaminasi crude oil dengan kadar glukosa darah ikan giru (A. polymnus). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental dengan rangkaian acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yang kemudian dianalisis dengan analisis deskriptif, serta analisis one-way ANOVA dan regresi eksponensial sederhana. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kondisi morfoanatomi ikan giru (A. polymnus) mengalami perubahan warna pada perlakuan 30 dan 70 ppm, mengalami kerusakan berupa geripis dan robek pada sirip pada perlakuan 70 ppm, dan perubahan warna insang menjadi pucat pada perlakuan 30 dan 70 ppm. Selain itu, berdasarkan analisis one-way ANOVA diketahui crude oil dengan konsentrasi berbeda memberikan pengaruh terhadap kadar glukosa darah ikan giru (A. polymnus), sementara berdasarkan hasil analisis regresi eksponensial sederhana, hubungan konsentrasi pencemar crude oil dan kadar glukosa darah ikan giru (A. polymnus) menunjukkan korelasi positif dengan nilai koefisien determinasi (R2) yang didapatkan adalah 96,92%.Crude oil is one of the pollutants that threaten saddleback clownfish (Amphiprion polymnus), a marine organism in the coral reef ecosystem. The aims of this study were to observe the morphoanatomical condition and blood glucose levels of saddleback clownfish (A. polymnus) contaminated with crude oil with different concentrations, and to determine the correlation between crude oil contamination and blood glucose levels of saddleback clownfish (A. polymnus). The method used in this study was experimental method with completely randomized design (CRD) with 4 treatments with 3 replications, then analyzed by descriptive analysis for morphoanatomical changes. One-way ANOVA analysis and simple exponential regression were used for analyze blood glucose levels of saddleback clownfish (A. polymnus). The results exhibited that the morphoanatomical condition of saddleback clownfish (A. polymnus) changed in color at 30 and 70 ppm, damaged fins at 70 ppm, and pale-colored gills at 30 and 70 ppm of crude oil. Moreover, based on one-way ANOVA analysis, crude oil with different concentrations effected blood glucose levels, and the results of simple exponential regression analysis showed a positive correlation with the coefficient of determination value (R2) obtained at 96,92%.
4217845541L1B020055IDENTIFIKASI MOLEKULER BAKTERI PATOGEN PADA IKAN LELE (Clarias sp.) DARI KABUPATEN BANYUMAS BERDASARKAN GEN 16S rDNAPenyakit bakterial merupakan salah satu ancaman dalam kegiatan budidaya ikan lele (Clarias sp.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bakteri patogen penyebab penyakit yang menyerang ikan lele (Clarias sp.) dari Kabupaten Banyumas berdasarkan sekuen gen 16S rDNA. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi di tiga lokasi yaitu Desa Pekuncen, Tambak Sogra, dan Beji di Kabupaten Banyumas dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Ikan sampel didistribusikan ke laboratorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan untuk pengamatan gejala dan isolasi bakteri. Sampel DNA diekstraksi dari isolat bakteri dan digunakan untuk amplifikasi gen 16S rDNA. Hasil amplifikasi DNA disekuensing dan hasilnya digunakan untuk identifikasi bakteri menggunakan analisis BLAST dan filogenetik. Karakteristik sampel ikan dilihat berdasarkan gejala klinis bakterial berupa sirip geripis, luka pada permukaan tubuh, dan bintik putih pada ginjal serta hati memucat. Bakteri yang berhasil teridentifikasi secara molekuler sebagai 5 bakteri patogen yaitu Aeromonas caviae, Aeromonas hydrophila, Aeromonas dhakensis, Acinetobacter sp., Acinetobacter nosocomialis, dan 1 bakteri non patogen yaitu Cytobacillus kochii.Bacterial disease is one of the threats in catfish (Clarias sp.) farming activities. This study aimed to identify pathogenic bacteria that infected catfish (Clarias sp.) from Banyumas Regency based on sequence of the 16S rDNA gene. The study used observational method from three locations namely Pekuncen Village, Tambak Sogra, and Beji in Banyumas Regency and the fish sample was collected purposively. Fish samples were transported to the laboratory for symptom observation and bacterial isolation. DNA samples were extracted from bacterial isolates and used for 16S rDNA gene amplification. DNA amplification results were sequenced and the results were used for bacterial identification using BLAST and phylogenetic analysis. The characteristics of fish samples seen based on bacterial symptoms included fin necropsies, lession on the body surface, white spots on the kidneys, and blanching of the liver. Pathogenic bacteria were successfully identified molecularly as 5 pathogenic bacteria, namely Aeromonas caviae, Aeromonas hydrophila, Aeromonas dhakensis, Acinetobacter sp., Acinetobacter nosocomialis, and 1 non-pathogenic bacteria, Cytobacillus kochii.
4217945548L1B020013Identifikasi Molekuler Berdasarkan Gen 16S rDNA Bakteri Patogen pada Ikan Gurame (Osphronemus Gouramy) dari Kabupaten BanyumasSerangan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri patogen merupakan salah satu kendala dalam kegiatan budidaya ikan gurame (Osphronemus gouramy) di wilayah Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bakteri patogen yang menyerang ikan gurame (Osphronemus gouramy) di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan teknik pengambilan sampel purposive sampling di tiga lokasi yaitu, Desa Singasari, Desa Beji, dan Desa Karangsalam Kidul di Kabupaten Banyumas. Sampel ikan dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pengamatan gejala, isolasi bakteri pada media TSA, dan ekstraksi DNA bakteri. Gen 16S rDNA diamplifikasi dari sampel DNA dan disekuensing. Sekuens tersebut digunakan untuk identifikasi bakteri menggunakan analisis BLAST dan filogenetik. Gejala klinis bakterial yang terdapat pada ikan sampel berupa geripis pada sirip, nekrosis pada insang, bercak merah, sisik terkelupas, hemoragik rongga perut, dan penumpukan cairan pada lambung. Identifikasi molekuler berdasarkan sekuens 16S rDNA mendapatkan 6 isolat yang memiliki kemiripan tinggi dengan Aeromonas veronii (3 isolat, >99%), Aeromonas hydrophila (1 isolat, 100%), dan Acinetobacter baumannii (2 isolat, > 99%).Disease attacks caused by pathogenic bacterial infections are one of the obstacles in gourami (Osphronemus gouramy) farming activities in the Banyumas Regency area. This study aimed to determine the species of pathogenic bacteria that attack gourami (Osphronemus gouramy) in Banyumas Regency. This study used observation method and purposive sampling technique in three locations, namely Singasari Village, Beji Village, and Karangsalam Kidul Village of Banyumas Regency. Fish samples were brought to the laboratory for symptom observation, bacterial isolation on TSA, and bacterial DNA extraction. The 16S rDNA gene was amplified from the DNA samples and sequenced. The sequence were used for bacterial identification using BLAST and phylogenetic analysis. The clinical bacterial symptoms found in the sample fish were fin rot, necrosis of the gills, red spots, peeling scales, hemorrhagic abdominal cavity, and accumulation of fluid in the stomach. Molecular identification based on 16S rDNA sequences found 6 isolates that were highly similar to Aeromonas veronii (3 isolates, >99%), Aeromonas hydrophila (1 isolate, 100%), and Acinetobacter baumannii (2 isolates, >99%).
4218045546A1F020022POTENSI ANTIOKSIDATIF KOMBUCHA CASCARA KOPI (COFFEA LIBERICA) DENGAN VARIASI KONSENTRASI PENAMBAHAN CASCARA DAN LAMA FERMENTASIKopi merupakan salah satu hasil pertanian yang banyak dibudidayakan masyarakat. Limbah kulit kopi memiliki potensi untuk menjadi minuman yang menyegarkan yaitu cascara. Cascara adalah teh yang dibuat menggunakan kulit ceri kopi yang dikeringkan (Ochi, 2018). Cascara memiliki kandungan antioksidan tinggi dan bisa dimaksimalkan potensinya dengan difermentasi (Trihaditia & Priambodo, 2021). Salah satu produk minuman hasil fermentasi yang dapat memaksimalkan potensi dari minuman cascara merupakan minuman kombucha. Kombucha merupakan minuman yang dihasilkan melalui proses fermentasi pada biofilm selulosa yang mengandung Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast (SCOBY). Pemanfaatan cascara dalam produksi kombucha didasarkan pada nilai gizi cascara yang dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme dalam jamur kombucha pada saat fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh masing-masing faktor (konsentrasi penambahan cascara dan lama fermentasi) terhadap aktivitas antioksidan, karakteristik kimia dan sensori kombucha cascara kopi liberika, (2) mengetahui pengaruh interaksi antara konsentrasi penambahan cascara dan lama fermentasi terhadap aktivitas antioksidan, karakteristik kimia dan sensori kombucha cascara kopi liberika. Data di analisis menggunakan ANOVA (analysis of Variance) dengan software SPSS. Faktor yang diteliti yaitu konsentrasi penambahan cascara dan lama fermentasi. Konsentrasi penambahan cascara yang digunakan 1% dan 2% dengan lama fermentasi 7 hari, 11 hari serta 14 hari. Analisis yang dilakukan meliputi analisis kuantitaitf (aktivitas antioksidan, pH, gula total dan total asam tertitrasi), analisis kualitatif (uji saponin, uji fenol, uji tanin dan uji flavonoid) dan sensori (uji skoring)
Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antioksidan kombucha cascara berkisar antara 75,03-87,69%. Total asam tertitrasi kombucha cascara berkisar antara 1,24-1,39%. Gula total kombucha cascara berkisar antara 6,57-7,2oBrix. pH kombucha cascara berkisar antara 3,1-3,46. Hasil uji kualitatif menunjukkan seluruh sampel mengandung tanin dan fenol tetapi tidak mengandung saponin serta flavonoid. Hasil pengujian sensori menunjukkan warna kombucha cascara kuning hingga coklat, aroma agak masam hingga masam, kekeruhan sedikit keruh hingga keruh, rasa sedikit pahit hingga agak pahit, rasa masam sedikit masam hingga masam, dan kesukaan sedikit suka hingga agak suka.
Coffee is one of the agricultural products that many people cultivate. Coffee skin has the potential to become a refreshing drink, namely cascara. Cascara is a
tea made using dried coffee cherry skins (Ochi, 2018). Cascara has a high antioxidant content and its potential can be maximized by fermenting (Trihaditia & Priambodo, 2021). One of the fermented products that can maximize the potential of cascara is kombucha drinks. Kombucha is a drink that produced through a fermentation process in cellulose biofilm containing Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast (SCOBY). Using cascara in kombucha production is based on the nutritional value of cascara which can support the growth of microorganisms in
the kombucha during fermentation. This research aims to: 1) determine the effect of each factor (concentration of cascara addition and fermentation time) on antioxidant activity, chemical and sensory characteristics of Liberica coffee cascara kombucha, (2) determine the effect of the interaction between concentration of cascara addition and fermentation time on antioxidant activity, chemical and sensory characteristics of Liberica coffee cascara kombucha. Data were analyzed using ANOVA (Analysis of Variance) with SPSS software. The
factors analyzed were the concentration of added cascara and the fermentation time. The concentration of cascara addition used was 1% and 2% with a fermentation time of 7 days, 11 days and 14 days. The analyzes carried out include quantitative analysis (antioxidant activity, pH, total sugar and total titrated acid), qualitative analysis (saponin test, phenol test, tannin test and flavonoid test) and sensory (scoring test).
The results showed that the antioxidant activity of kombucha cascara ranged from 75.03-87.69%. The total titratable acid of kombucha cascara ranged from 1.24-1.39%. The total sugar of cascara kombucha ranged from 6.57-7.2oBrix. The pH of cascara kombucha ranged from 3.1-3.46. Qualitative test results showed that all samples contained tannins and phenols but did not contain saponins and flavonoids. The results of the sensory test showed that the color of the cascara kombucha was yellow to brown, the aroma was somewhat sour to sour, the turbidity was slightly cloudy to cloudy, the taste was slightly bitter to somewhat bitter, the sour taste was slightly sour to sour, and the level of liking was slightly to somewhat favorable.