Artikelilmiahs

Menampilkan 42.241-42.260 dari 48.844 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4224145607F1A019096Perilaku Menyimpang Anak Perantauan (Studi Tentang Konsumsi Minuman Keras Pada Mahasiswa FISIP Universitas Jenderal Soedirman)Konsumsi alkohol di kalangan mahasiswa telah menjadi perhatian utama dalam konteks kesehatan dan perilaku sosial. Namun, pemahaman yang mendalam tentang pola konsumsi alkohol di antara populasi mahasiswa masih terbatas, terutama dalam konteks norma sosial di lingkungan perguruan tinggi. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dengan mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai latar belakang. Sampel dipilih secara Snowball Sampling untuk mencakup variasi dalam pola konsumsi alkohol, jenis kelamin, dan lain sebagainya. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif dalam konsumsi alkohol pada mahasiswa dan mahasiswi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa teman perkuliahan memiliki pengaruh besar terhadap perilaku konsumsi alkohol mahasiswa. Tekanan dari teman untuk ikut serta dalam kegiatan minum atau untuk menyesuaikan diri dengan norma sosial kelompok dapat mendorong mahasiswa untuk mengonsumsi alkohol. Tradisi keluarga yang melibatkan konsumsi alkohol dalam acara-acara keluarga dan perayaan dapat membentuk sikap dan perilaku mahasiswa terhadap alkohol. Pengenalan awal terhadap alkohol oleh anggota keluarga sering kali dianggap normal dan diterima. Tekanan akademik yang tinggi dapat menyebabkan stres yang mendorong beberapa mahasiswa untuk mencari pelarian melalui konsumsi alkohol. Alkohol digunakan sebagai cara untuk merelaksasikan diri dan mengatasi beban pikiran. Faktor psikologis seperti kecemasan, depresi, dan rendahnya diri juga dapat berkontribusi pada konsumsi alkohol.Alcohol consumption among students has been a major concern in the context of health and social behavior. However, deep understanding of the patterns of drinking among the student population is still limited, especially in the contexts of social norms in the college environment. This research method uses qualitative descriptive through in-depth interviews with students and students from a variety of backgrounds. Samples were selected by Snowball Sampling to cover variations in alcohol consumption patterns, gender, and so on. The data was collected through interviews and analyzed using descriptive approaches in alcohol consumption in students and students. Studies show that classmates have a major influence on student alcohol consumption behavior. Pressures from friends to engage in drinking activities or to adjust to group social norms can encourage students to consume alcohol. Family traditions involving alcohol consumption in family events and celebrations can shape student attitudes and behaviour towards alcohol. Early introduction to alcohol by family members is often considered normal and acceptable. High academic stress can lead to stress that encourages some students to seek escape through alcohol consumption. Alcohol is used as a way to relax and overcome the burden of mind. Psychological factors such as anxiety, depression, and low self-esteem can also contribute to alcohol consumption.
4224245609E1A020269IMPLEMENTASI HUKUM PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL NON FISIK SEBAGAI UPAYA MELINDUNGI MASYARAKAT DARI KEKERASAN SEKSUAL
(Studi di Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Purbalingga)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi hukum dan faktor-faktor yang cenderung berpengaruh terhadap implementasi hukum pencegahan kekerasan seksual non fisik sebagai upaya melindungi masyarakat dari kekerasan seksual di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pendekatan yuridis empiris dan spesifikasi penelitian deskriptif. Lokasi penelitian di DINSOSDALDUKKBP3A Kabupaten Purbalingga dengan informan sebanyak 2 (dua) orang. Metode penentuan informan menggunakan purposive sampling. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dan data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan. Metode pengumpulan data dengan wawancara, studi dokumenter, dan studi kepustakaan. Metode pengolahan data menggunakan reduksi data, display data, dan kategorisasi data. Penyajian data dalam bentuk teks naratif dan matriks kualitatif. Analisis data menggunakan model analisis isi (content analysis) dan analisis perbandingan (comparative analysis). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa, implementasi hukum pencegahan kekerasan seksual non fisik sebagai upaya melindungi masyarakat dari kekerasan seksual di Kabupaten Purbalingga telah terlaksana dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari 5 (lima) parameter yang menjadi tolok ukur meliputi aturan atau pedoman pencegahan kekerasan seksual non fisik telah terlaksana dengan baik; pencegahan kekerasan seksual non fisik tepat sasaran; kegiatan pencegahan kekerasan seksual non fisik di bidang pendidikan telah terlaksana dengan baik; kegiatan pencegahan kekerasan seksual non fisik di bidang sarana dan prasarana publik telah terlaksana dengan baik; kegiatan pencegahan kekerasan seksual non fisik di bidang keluarga telah terlaksana dengan baik. Faktor-faktor yang cenderung berpengaruh terhadap implementasi hukum pencegahan kekerasan seksual non fisik sebagai upaya melindungi masyarakat dari kekerasan seksual di Kabupaten Purbalingga terdiri dari faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung meliputi tersedianya aturan hukum; tersedianya fasilitas kendaraan dinas; tersedianya pegawai yang ahli di bidangnya; keaktifan masyarakat mengikuti sosialisasi sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan pegawai; kendala penyesuaian waktu; keterbatasan anggaran; dan masyarakat tidak ikut andil dalam menyebarkan materi edukasi pencegahan kekerasan seksual.This research aims to find out the implementation of the law and the factors that are likely to influence the application of laws to prevent non-physical sexual violence as an attempt to protect people from sexual violence in Purbalingga district. This research is qualitative research using methods of empirical juridic approaches and descriptive research specifications. The location of the research in DINSOSDALDUKKBP3A Purbalingga district with an informant of 2 (two) people. Method of determining informants using purposive sampling. The type of data used is primary data obtained from the results of interviews and secondary data from the study of libraries. Methods of data collection with interviews, documentary studies, and library studies. Data processing methods use data reduction, data display, and data categorization. Presentation of data in the form of narrative text and qualitative matrix. Data analysis using a content analysis model and comparative analysis (comparative analysis). Based on the results of research shows that, the implementation of the law prevention of non-physical sexual violence as an attempt to protect people from sexual violence in Purbalingga District has been well implemented. This can be seen from the five (five) parameters that are the countermeasures, including the rules or guidelines for the prevention of non-physical sexual violence have been well implemented, the preventive measures for non-Physical Sexual Violence have been targeted, prevention measures have been implemented well in the field of education, the measures to prevent nonphysic sexual violence in the area of means and public interests have been properly implemented. Factors that tend to influence the implementation of the law on the prevention of non-physical sexual violence as an attempt to protect people from sexual violence in Purbalingga district consist of supportive and inhibitory factors.
4224345610A1G021008Faktor-Faktor yang Memengaruhi Motivasi Petani dalam Berusahatani Kapulaga di Desa Sunyalangu Kecamatan Karanglewas Kabupaten BanyumasKapulaga (Amomum cardamomun) memiliki banyak manfaat yang membuat komoditas ini dikenal secara meluas di dalam negeri hingga ke manca negara. Sunyalangu merupakan desa penghasil kapulaga terbanyak di Kecamatan Karanglewas. Produksi kapulaga didasari dengan dorongan dari petani untuk mengusahakannya. Motivasi atau dorongan petani menjadi dasar bagi petani untuk melakukan tindakan, sehingga pengembangan usahatani kapulaga di Desa Sunyalangu tidak lepas dari motivasi petani sebagai pengelola usahataninya sendiri. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui tingkat motivasi petani kapulaga Desa Sunyalangu Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi petani kapulaga Desa Sunyalangu Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif dan deskriptif. Pengambilan data dilaksanakan pada 1 November sampai 23 Februari 2024. Populasi sebanyak 262 petani kapulaga yang tergabung dalam lima kelompok tani. Sampel diambil menggunakan metode simple random sampling dengan jumlah sampel 72. Variabel yang digunakan adalah usia, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, pengalaman usahatani, luas lahan, penerimaan, intensitas penyuluhan, aktivitas kelompok tani, dan akses informasi. Analisis data menggunakan metode likert summated rating dan analisis regresi linear berganda. Tingkat motivasi petani dalam berusahatani kapulaga termasuk dalam kategori tinggi. Faktor-faktor yang mempengauhi motivasi petani dalam berusahatani kapulaga yaitu tingkat pendidikan, luas lahan, dan aktivitas kelompok tani. Informasi hasil penelitian ini diharapkan menjadi salah satu aspek yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi kapulaga dengan memaksimalkan potensi diri petani agar kesejahteraan petani meningkat.Cardamom (Amomum cardamomun) has many benefits that make this commodity widely known domestically and internationally. Sunyalangu is the most cardamom-producing village in Karanglewas Subdistrict. Cardamom production is based on the encouragement of farmers to cultivate it. Motivation or encouragement of farmers is the basis for farmers to take action, so that the development of cardamom farming in Sunyalangu Village cannot be separated from the motivation of farmers as managers of their own farms. The purpose of this study is to determine the level of motivation of cardamom farmers in Sunyalangu Village, Karanglewas District, Banyumas Regency, analyze the factors that influence the motivation of cardamom farmers in Sunyalangu Village, Karanglewas District, Banyumas Regency. This research uses a survey method with a quantitative and descriptive approach. Data were collected from November 1 to February 23, 2024. The population was 262 cardamom farmers who were members of five farmer groups. The variables used were age, education level, number of family dependents, farming experience, land area, acceptance, extension intensity, farmer group activity, and access to information. Data analysis used Likert summated rating method and multiple linear regression analysis. The level of motivation of farmers in cardamom farming is included in the high category. Factors that influence farmers' motivation in cultivating cardamom are the level of education, land area, and farmer group activities. The information from this study is expected to be one of the aspects that can be used to increase cardamom production by maximizing the potential of farmers so that farmers' welfare increases.
4224445611E1A020281PENERAPAN PRINSIP PERSAMAAN AKSES DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI UNTUK MEWUJUDKAN KEADILAN GENDER (Studi di PT. Herba Emas Wahidatama, Purbalingga)Kesetaraan dan keadilan gender ditandai dengan memiliki kesamaan hak disetiap bidang termasuk pada dunia kerja. Salah satu hak yang wajib diberikan suatu perusahaan kepada pegawainya adalah memberikan persamaan akses pengembangan kompetensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hak perempuan dalam pengembangan kompetensi yang berkerja disuatu perusahaan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pendekatan yuridis empiris. Spesifikasi penelitian adalah deskriptif dengan informan pegawai PT. Herba Emas Wahidatama, metode penentuan informan dengan teknik purposive sampling. Jenis dan sumber data menggunakan data primer dan data sekunder. Disajikan dalam bentuk teks naratif dengan metode analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan prinsip persamaan akses dalam pengembangan kompetensi untuk mewujudkan keadilan gender di PT. Herba Emas Wahidatama sudah diterapkan dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan empat parameter pengukuran persamaan akses pengembangan kompetensi terhadap karyawan. Pertama, terdapat bentuk-bentuk pengembangan kompetensi yang beragam. Kedua, terdapat kriteria pengembangan kompetensi bagi tenaga kerja yang jelas. Ketiga, terdapat relevansi pengembangan kompetensi terhadap kualitas kinerja tenaga kerja yang baik. Keempat, terdapat respon positif harapan informan terkait pengembangan kompetensi. Penerapan pengembangan kompetensi sudah sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara PT. Herba Emas Wahidatama dengan Serikat Pekerja Herba Emas Wahidatama yang berlaku dan sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi Mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan sebagai pedoman yang mengatur penghapusan diskriminasi terhadap perempuan di lapangan pekerjaan. Faktor yang mempengaruhi adalah faktor pendukung berupa komitmen perusahaan dalam program pengembangan kompetensi; motivasi karyawan mengikuti pengembangan kompetensi; share pengetahuan pengembangan kompetensi dari pegawai ke pegawai; kesepakatan karyawan bahwa pengembangan kompetensi dapat memajukan perusahaan; kesedian pegawai mendapat pengembangan kompetensi. Faktor penghambat berupa faktor tidak ada biaya pendidikan lanjutan pegawai.Gender equality and justice are marked by having equal rights in all fields, including the workplace. One of the rights that a company must provide to its employees is equal access to competency development. This research aims to analyze women's rights in competency development within a company. This study is qualitative with a juridical-empirical approach. The research specification is descriptive with informants from PT. Herba Emas Wahidatama, using purposive sampling for selecting informants. The type and source of data include both primary and secondary data. The data is presented in narrative text form with qualitative analysis methods. Based on the research findings, the application of the principle of equal access to competency development for achieving gender justice at PT. Herba Emas Wahidatama has been implemented well. This is evidenced by four parameters measuring equal access to competency development for employees. First, there are various forms of competency development. Second, there are clear criteria for competency development for the workforce. Third, there is relevance between competency development and the quality of employee performance. Fourth, there is a positive response from informants regarding competency development. The implementation of competency development is in accordance with the Collective Labor Agreement (PKB) between PT. Herba Emas Wahidatama and the Herba Emas Wahidatama Workers Union and complies with Law No. 7 of 1984 concerning the Ratification of the Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women, which serves as a guideline for eliminating discrimination against women in the workplace. Supporting factors include the company's commitment to competency development programs; employee motivation to participate in competency development; knowledge sharing about competency development among employees; employee agreement that competency development can advance the company; and employee willingness to receive competency development. Hindering factors include constraints related to the cost of continued employee education.
4224545612H1E020014Redesain Kemasan Produk Keripik Manggleng Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD) dan Value Engineering untuk Meningkatkan Nilai Produk pada UMKM Poetra RotiPoetra Roti merupakan UMKM yang terus berkembang pesat yang menciptakan inovasi produk dengan memanfaatkan bahan baku lokal. Saat ini Poetra Roti telah memproduksi 26 jenis makanan. Menurut pemilik UMKM, produk keripik manggleng merupakan produk yang kurang laku karena sepi peminat dan terdapat kompetitor yang menjual produk sejenis. mengindikasikan perlu adanya perbaikan untuk meningkatkan penjualan keripik manggleng, Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Quality Function Deployment dan Value Engineering. Metode QFD dapat mengetahui atribut kebutuhan konsumen (Whats) untuk merancang respon teknis (Hows). Selain itu, metode QFD dapat menghubungkan spesifikasi produk dengan kebutuhan pasar. Hasil dari Metode QFD yaitu didapatkan 17 atribut kebutuhan konsumen dan 12 respon teknis. Kemudian pada metode Value Engineering menggunakan analisis fungsi dari nilai yang dapat mengendalikan biaya tanpa mengurangi kualitas, estetika dan reliabilitas yang diharapkan konsumen. Hasil dari metode VE yaitu dibuat 2 rancangan alternatif dan dipilih dengan alternatif dengan nilai value tertinggi yaitu alternatif A1 (A3B2C1D2E2F1) dengan value sebesar 1,082, nilai performansi 25,844 dan biaya sebesar Rp. 2600. Kepuasan konsumen dinilai meningkat secara signifikan dengan persentase tertinggi sebesar 110,5%.Poetra Roti is a rapidly growing MSME that creates product innovations by utilizing local raw materials. Currently, Poetra Roti produces 26 types of food products. According to the MSME owner, the manggleng chips product is less popular due to low consumer interest and competition from similar products, indicating the need for improvements to boost sales. This study employs the Quality Function Deployment (QFD) and Value Engineering (VE) methods. The QFD method identifies consumer needs attributes (Whats) to design technical responses (Hows) and links product specifications to market needs. The QFD method identifies 17 characteristics of consumer needs and 12 technical responses. The VE method uses function analysis to control costs without compromising the quality, aesthetics, and reliability expected by consumers. The VE method results in the creation of two alternative designs, with the highest value alternative being A1 (A3B2C1D2E2F1), having a value of 1,082, a performance score of 25.844, and a cost of Rp. 2600. Consumer satisfaction is significantly increased, with the highest percentage improvement being 110.5%.
4224645613C1A017123
STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS EKONOMI KREATIF DI DESA DERMAJI KEBUPATEN BANYUMAS

ABSTRAK
Masyarakat Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Merupakan salah satu desa di Kabupaten Banyumas yang memprogramkan pemberdayaan masyarakat dengan karya-karya ekonomi kreatif, di berbagai bidang seperti budaya kewirausahaan, pertanian, peternakan, dan lain sebagainya. Pengembangan potensi lokal dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan untuk menghasilkan produk kreatif yang berkualitas dan sesuai dengan karakteristik daerah. Penguatan kapasitas pelaku usaha dilakukan melalui pelatihan manajemen usaha, pemasaran, dan finansial. Pengembangan pasar dilakukan dengan menggali potensi pasar baru dan memperkuat jaringan bisnis dengan pelaku usaha lainnya. Akan tetapi, terdapat beberapa faktor yang menjadi kendala dalam implementasi strategi pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi kreatif di Desa Dirmaji, antara lain: kurangnya akses terhadap modal dan pasar yang luas, minimnya dukungan dari pemerintah, serta minimnya keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait pengembangan ekonomi kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi kreatif di Desa Dermaji, Kabupaten Bayumas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Responden dalam penelitian ini adalah 10 orang yang terdiri dari pengelola usaha kreatif, pelaku usaha kreatif, dan tokoh masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi kreatif di Desa Dirmaji dilakukan melalui tiga strategi utama, yaitu: (1) Bagaimana profil Desa Dirmaji Kabupaten Banyumas sebagai wilayah potensial untuk pengembangan ekonomi kreatif, (2) Apa saja sektor-sektor ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan di Desa Dirmaji, (3) Bagaimana cara meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat Desa Dirmaji dalam mengelola ekonomi kreatif, (4) Apa saja faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan ekonomi kreatif di Desa Dirmaj ,dan (5) Bagaimana strategi pemberdayaan masyarakat yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pengembangan ekonomi kreatif di Desa Dirmaji. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa strategi pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi kreatif di Desa Dirmaji dapat diimplementasikan dengan baik jika didukung oleh adanya akses terhadap modal dan pasar yang luas, dukungan pemerintah yang memadai, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait pengembangan ekonomi kreatif.
Community of Dermaji Village, Lumbir District, Banyumas Regency, Central Java Province. It is one of the villages in Banyumas Regency which programs community empowerment with creative economic works, in various fields such as entrepreneurial culture, agriculture, animal husbandry, and so on. Local potential development is carried out through training and mentoring to produce creative products that are of high quality and in accordance with regional characteristics. Strengthening the capacity of business actors is carried out through training in business management, marketing and finance. Market development is carried out by exploring new market potentials and strengthening business networks with other business actors. However, there are several factors that become obstacles in the implementation of a creative economy-based community empowerment strategy in Dirmaji Village, including: lack of access to capital and a broad market, lack of support from the government, and lack of community involvement in decision-making related to the development of a creative economy. This study aims to analyze creative economy-based community empowerment strategies in Dermaji Village, Bayumas Regency. The research method used is qualitative with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. Respondents in this study were 10 people consisting of creative business managers, creative business actors, and local community leaders. The results of the study show that community empowerment based on the creative economy in Dirmaji Village is carried out through three main strategies, namely: (1) What is the profile of Dirmaji Village, Banyumas Regency as a potential area for creative economy development, (2) What creative economic sectors can be developed in Dirmaji Village, (3) How to improve the skills and knowledge of the Dirmaji Village community in managing the creative economy, (4) What are the supporting and inhibiting factors in the development of the creative economy in Dirmaj Village, and (5) What are effective community empowerment strategies to improve welfare through the development of the creative economy in Dirmaji Village. The conclusion from this research is that the community empowerment strategy based on the creative economy in Dirmaji Village can be implemented properly if it is supported by access to capital and a broad market, adequate government support, and active involvement of the community in making decisions related to the development of the creative economy.
4224745615J1E020006The Effectiveness of Using TikTok as Authentic Materials to Improve Students' Speaking Skills (A Quasi Experimental Research in the Implementation of TikTok as Authentic Materials Teaching Speaking of Procedure Text to the Tenth Grade Students)Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui penggunaan media TikTok dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa; (2) untuk mengetahui seberapa signifikan penggunaan TikTok dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa. TikTok merupakan salah satu materi otentik yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa. TikTok adalah aplikasi yang menyediakan media berbasis video. Penelitian ini menggunakan eksperimental semu yang melibatkan 60 sampel siswa kelas X di salah satu sekolah menengah atas negeri di Purwokerto. Alat penelitian ini berupa tes, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berbicara siswa setelah menggunakan TikTok sebagai materi otentik, meningkat hingga 35.41% dari skor rata-rata tes awal 58.53 menjadi skor rata-rata tes akhir 79.26. Selanjutnya berdasarkan data test ditemukan bahwa penggunaan TikTok memiliki efek sebesar 1.504 yakni kategori efek yang kuat. Kemudian untuk hasil nilai signifikansi pada uji t sampel independen adalah 0.000 < 0.05, artinya hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Sementara itu, hasil yang ditemukan dalam observasi dan dokumentasi yakni bagaimana pengimplementasian TikTok sebagai materi otentik yakni: melakukan kegiatan diskusi dengan menginterpretasikan informasi dari materi autentik seperti video, melakukan kegiatan menguping audio, melakukan kegiatan interaktif seperti percakapan dengan bermain peran, dan memastikan materi otentik TikTok yang digunakan sebagai media pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran dan berhubungan dengan kehidupan nyata. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan TikTok sebagai materi otentik efektif meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Peneliti menyarankan guru dan siswa agar dapat menggunakan TikTok sebagai media pembelajaran berbicara. Peneliti lain juga dapat menggunakan penelitian ini sebagai pedoman untuk peneltian selanjutnya.The aim of this study are (1) to find out the implementation of TikTok media in improving students' speaking skills; (2) to determine the effectiveness of using TikTok as authentic material. TikTok is one of the effective authentic materials to improve students' speaking skills. TikTok is an application that provides video-based media. This research used a quasi experimental design involving 60 tenth grade student as samples from state senior high school in Purwokerto. The research instruments were test, observation and documentation. The results of this study showed that students' speaking skills after using TikTok, increased by 35.41% from the pre-test mean score of 58.53 to the post-test mean score of 79.26. Furthermore, it was found that the use of TikTok has an effect size of 1.504, which is a strong effect category, and the significance value in the independent sample t test was 0.000 <0.05. It means that the null hypothesis is rejected and the alternative hypothesis is accepted. Therefore, in observation and documentation, it was found that there are various activities that can be implemented in the use of TikTok as authentic material in learning speaking, such as: conducting discussion activities by interpreting information from authentic materials, eavesdropping activities, interactive activities such as role play conversations, and ensuring that TikTok authentic materials used as learning media are in line with learning objectives and relate to real life. It can be concluded that the use of TikTok as authentic material was effective in improving students' speaking skills. The researcher suggests teachers and students to use TikTok as a learning media for speaking. Other researchers can also use this research as a guideline for further research.
4224845616J1A020017THE DIFFERENCES OF TRANSLATION TECHNIQUES ON TWO MODELS OF SIMULTANEOUS AND CONSECUTIVE INTERPRETING IN THE ASIALEX CONFERENCE 2021Penerjemahan lisan sangat penting untuk pertukaran budaya dan komunikasi di era globalisasi. Berdasarkan kepentingan tersebut, penelitian ini menganalisis perbedaan teknik penerjemahan dalam penerjemahan lisan simultan dan berurutan menggunakan data dari sesi Prof. Rufus Gouws di konferensi Asialex 2021. Menggunakan metode deskriptif-kualitatif, penelitian ini mentranskrip, mengategorikan, membandingkan, dan menganalisis 184 data dari masing-masing dua model interpreting dalam bahasa sumber dan bahasa target, dengan memanfaatkan teori Molina dan Albir untuk mengidentifikasi teknik terjemahan. Temuan penelitian mengungkapkan 12 teknik dalam penerjemahan simultan dan 11 teknik dalam penerjemahan berurutan. Dalam penerjemahan simultan, teknik seperti kompresi linguistik, terjemahan literal, dan reduksi menyederhanakan dan meringkas informasi, memastikan akurasi waktu nyata. Teknik seperti amplifikasi, padanan yang ditetapkan, modulasi, dan adaptasi menambah kejelasan dan relevansi budaya, sementara peminjaman menjaga konsistensi istilah. Dalam penerjemahan berurutan, amplifikasi linguistik dan terjemahan literal meningkatkan kejelasan dan efektivitas dengan menambah konteks dan meringkas informasi. Teknik seperti kompresi linguistik, transposisi, calque, dan modulasi menyesuaikan struktur dan terminologi, memastikan kesesuaian dengan bahasa target, sementara deskripsi dan padanan yang ditetapkan menjembatani kesenjangan dan menjaga konsistensi. Teknik seperti partikularisasi, kompensasi, substitusi, dan variasi tidak digunakan dalam kedua model.Interpreting is vital for cultural exchange and communication in the era of globalization. Based on that concern, this research analyzes translation technique differences in simultaneous and consecutive interpreting using data from Prof. Rufus Gouws' session at Asialex 2021. Employing descriptive-qualitative methods, the research transcribes, categorizes, compares, and analyzes 184 data from each of the two interpreting models in source and target languages, utilizing Molina and Albir's theory to identify. Findings revealed 12 techniques in simultaneous interpreting and 11 techniques in consecutive interpreting. In simultaneous interpreting, techniques such as linguistic compression, literal translation, and reduction streamline the process by simplifying and condensing information, ensuring real-time accuracy. Amplification, established equivalents, modulation, and adaptation add clarity and cultural relevance while borrowing maintains term consistency. In consecutive interpreting, linguistic amplification and literal translation enhance clarity and effectiveness by adding context and condensing information. Techniques like linguistic compression, transposition, calque, and modulation adjust structures and terminology, ensuring alignment with the target language, while description and established equivalents bridge gaps and maintain consistency. Techniques such as particularization, compensation, substitution, and variation are not used in either model.
4224945617K1C020074RESPONS CONVECTIVE OUTFLOW DI BENUA MARITIM
BAGIAN BARAT TERHADAP AKTIVITAS MADDEN JULIAN
OSCILLATION (MJO) SELAMA 2011-2012
Benua Maritim merupakan wilayah yang rentan terhadap perubahan proses
dinamika atmosfer. Aktivitas konvektif di daerah tropis sangat mempengaruhi
struktur lapisan troposfer hingga stratosfer. Salah satu sistem konvektif tropis
yang menonjol adalah osilasi 30-90 harian Madden Julian Oscillation (MJO).
Penelitian menyelidiki pengaruh MJO terhadap variabel atmosfer berupa
temperatur, kelembapan spesifik, komponen angin zonal, angin meridional, dan
turbulensi dengan memanfaatkan data observasi radiosonde dan Radar Atmosfer
Ekuator selama periode 1 Oktober 2011 sampai 31 Maret 2012 (CINDYDYNAMO). Fokus penelitian ini untuk mengidentifikasi respon convective
outflow yang terhadap lapisan tropopause tropis (Tropical Tropopause
Layer;TTL) pada saat fasa konvektif MJO menguat (aktif) dan melemah (tidak
aktif) di sekitar wilayah Padang dan Singapura. Hasil penelitian menunjukkan
terdapat empat periode aktif dan tidak aktif MJO selama periode CINDYDYNAMO. Letak ketinggian convective outflow (CO-H) pada saat MJO aktif
relatif lebih tinggi dibandingkan pada saat MJO tidak aktif. Ketika fasa konvektif
MJO menguat temperatur minimum tropopause (CPT-T) terlihat lebih rendah dan
ketinggian tropopause minimum (CPT-H) lebih menurun dibandingkan saat tidak
ada konvektif. Dampak proses konvektif pada fasa MJO aktif menyebabkan
ketebalan TTL (TTL-D) tampak lebih tipis sekitar 3,15 km dibandingkan pada
fasa MJO tidak aktif dengan nilai TTL-D mencapai 4,5 km.
The Maritime Continent is a region with vulnerable changes related to the
atmospheric dynamic processes. Convective activity in the tropics greatly affects
the structure of the tropospheric layer going up to the stratosphere. One of the
most prominent tropical convective system is the 30-90 days Madden Julian
Oscillation (MJO). This study investigated the effect of MJO on atmospheric
variables such as temperature, specific humidity, zonal wind component,
meridional wind, and turbulence by utilizing radiosonde and Equatorial
Atmosphere Radar observations during 1 October 2011 to 31 March 2012 (the
CINDY-DYNAMO). We focused to identify response of the convective outflow on
the Tropocal Tropopause Layer (TTL) during the strengthen of convective active
MJO phase (MJO active) and weak MJO phase (MJO inactive) over around
Padang and Singapore. The results show four MJO active and MJO inactive
periods throughout the CINDY-DYNAMO. The location of convective outflow
height (CO-H) within the MJO active phases is higher compared to the MJO
inactive. During the MJO convective phase, the tropopause cold point
temperature (CPT-T) is observed decreasing and the tropopause height (CPT-H)
is lower than no convective. The MJO active phase affect on the TTL depth (TTLD) as thin as 3,15 km than the MJO inactive that show TTL-D as thick as 4,5 km.
Keywords : Maritim Continent, Convective Outflow, CO-H, CPT-H, MJO, TTL-D
4225045618F1B020084MANAJEMEN PELAYANAN UNIT ANGKUTAN PENUMPANG PT. KAIManajemen pelayanan pada unit angkutan penumpang DAOP 5
Purwokerto dapat dilihat melalui teori fungsi manajemen Henry Fayol, yaitu
: Planning, Organizing, Commanding, Controlling, dan Coordinating.
Berdasarkan Undang-Undang yang sudah ditetapkan, negara memiliki
kewajiban dalam melayani masyarakatnya untuk memenuhi hak dan
kebutuhan dasar masyarakat. Latar belakang penelitian ini berdasarkan pada
observasi awal peneliti, yang melihat laporan atau kritikan dari penumpang
kereta yang masih ada sedikit permasalahan tentang kualitas pelayanan.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat Manajemen Pelayanan dalam
meningkatkan kualitas pelayanan serta melihat bagaimana cara pihak
perusahaan dalam menyelesaikan masalah terutama di DAOP 5 Purwokerto
melalui 5 teori manajemen pelayanan. Metode yang digunakan pada
penelitian ini adalah metode kualitatif dekskriptif.
Manajemen pelayanan publik di PT. Kereta Api Indonesia (KAI)
mencakup berbagai aspek yang dirancang untuk memastikan kualitas,
efisiensi, dan kenyamanan layanan transportasi kereta api bagi penumpang.
PT. KAI, sebagai operator utama layanan kereta api di Indonesia, terus
berupaya meningkatkan pelayanannya melalui berbagai inisiatif dan strategi.
Kualitas Layanan, inovasi teknologi, pengelolaan SDM, Fokus pada
Kepuasan Pelanggan, Keamanan dan keselamatan, dan Pengelolaan
Hubungan dengan Masyarakat dan Pemerintah
Fokus penelitian adalah batasan penelitian, karena di lapangan
terdapat banyak hal yang menyangkut tempat, pelaku dan kegiatan, sehingga
peneliti berupaya menyederhanakan penelitian terlalu luas dan rumit. Fokus
penelitiannya adalah menentukan konsentrasi sebagai arah penelitian. Di
dalam Penelitian ini berfokus pada manajemen pelayanan publik untuk
meningkatkan kualitas pelayanan dalam permasalahan pelayanan publik pada
kegiatan sebelum dan sesudah naik kereta.
Peniliti menyimpulkan bahwa secara umum fungsi manajemen di Unit
Angkutan Penumpang DAOP 5 Purwokerto sudah dilakukan oleh perusahaan.
Hal ini dapat dilihat dari perencanaan yang dibuat oleh Unit Angkutan
Penumpang DAOP 5 Purwokerto sudah cukup jelas dan juga sudah ada bukti
contoh dari hasil perencananaan, dengan perencanaan yang sudah dibuat juga
terdapat inovasi baru yaitu kelas kereta compartment dan ruang tunggu luxury
lounge, dalam hal ini juga perlu membuat kebijakan untuk mengarahkan agar
berjalannya inovasi ini sesuai dengan yang diharapkan oleh pihak PT. KAI
dalam pelaksanaanya. Dengan seperti itu maka akan tercipta
pengorganisasian serta pengarahan dan didukung oleh pengawasan dari pihak
perusahaan maupun penumpang itu sendiri melalui pelaporan yang bisa
dilakukan oleh penumpang secara langsung maupun melalui media sosial.
Service management at the DAOP 5 Purwokerto passenger transport
unit can be seen through Henry Fayol's theory of management functions,
namely: Planning, Organizing, Commanding, Controlling, and
Coordinating. Based on the law that has been established, the state has an
obligation to serve its people to fulfill people's basic rights and needs. The
background to this research is based on the researcher's initial observations,
which saw reports or criticism from train passengers that there were still a
few problems regarding service quality. This research aims to look at
Service Management in improving service quality and see how the company
solves problems, especially at DAOP 5 Purwokerto through 5 service
management theories. The method used in this research is a descriptive
qualitative method.
Public service management at PT. Kereta Api Indonesia (KAI)
covers various aspects designed to ensure the quality, efficiency and
comfort of rail transportation services for passengers. PT. KAI, as the main
operator of train services in Indonesia, continues to strive to improve its
services through various initiatives and strategies. Service Quality,
technological innovation, HR management, Focus on Customer
Satisfaction, Security and Safety, and Management of Relations with the
Community and Government
The focus of research is the limitations of research, because in the
field there are many things involving places, actors and activities, so
researchers try to simplify research that is too broad and complicated. The
focus of the research is determining concentration as a research direction.
This research focuses on public service management to improve service
quality in public service problems in activities before and after boarding the
train.
The researcher concluded that in general the management functions
at the DAOP 5 Purwokerto Passenger Transport Unit had been carried out
by the company. This can be seen from the planning made by the DAOP 5
Purwokerto Passenger Transport Unit which is quite clear and there is also
evidence of examples of planning results, with the plans that have been
made there are also new innovations, namely compartment train classes and
luxury lounge waiting rooms, in this case It is also necessary to create
policies to direct this innovation to run as expected by the PT. KAI in its
implementation. In this way, organization and direction will be created and
supported by supervision from the company and passengers themselves
through reporting that can be done by passengers directly or via social
media.
4225145619A1D020175Penampilan Karakter Agronomik Padi F3 Persilangan Inpago Unsoed 1 X Inpari 31Produksi padi unggul menjadi harapan bagi petani dan konsumen sehingga mendorong para pemulia tanaman untuk mengembangkan varietas padi baru yang berdaya hasil tinggi dan berkualitas melalui persilangan Inpago Unsoed 1 X Inpari 31. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan karakter agronomik padi F3 hasil persilangan Inpago Unsoed 1 x Inpari 31, mengetahui keeratan hubungan antara karakter secara langsung dan tak langsung dengan hasil genotip padi populasi F3 agar dapat diketahui karakter yang paling berpengaruh dan dapat digunakan sebagai indikator seleksi, dan mendapatkan genotip-genotip F3 hasil persilangan Inpago Unsoed 1 x Inpari 31 yang memiliki karakter agronomik lebih baik dari tetuanya. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah Desa Karanggambas, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilaksanakan dari bulan November 2023. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Augmented Design. Perlakuan yang diuji adalah genotip F3 hasil persilangan Inpago Unsoed 1 x Inpari 31 (P1, P2, P3, P4, P5, P6) dan 2 varietas pembanding (Inpago Unsoed 1 dan Inpari 31). Data pengamatan dianalisis menggunakan uji ragam/analysis of variance (ANOVA) diikuti oleh uji lanjut Least Significant Difference (LSD), dan keeratan hubungan dianalisis menggunakan korelasi dengan sidik lintas (Path Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada padi populasi F3 terdapat keragaman penampilan agronomik dengan perbedaan yang nyata antar genotip pada semua karakter kecuali pada karakter jumlah anakan total dan persentase gabah isi. Karakter yang berhubungan erat dengan hasil tanaman padi populasi F3 persilangan Inpago Unsoed 1 dan Inpari 31 dan memiliki nilai pengaruh langsung tertinggi adalah jumlah anakan produktif dan bobot gabah per malai, sehingga dapat digunakan sebagai pertimbangan indikator seleksi untuk padi berdaya hasil tinggi. Diperoleh sebanyak 13 dari 300 individu tanaman populasi F3 yang memiliki karakteristik agronomik lebih baik dibanding kedua tetua Inpago Unsoed dan Inpari 31 serta potensi daya hasil tinggi berdasarkan jumlah anakan produktif dan bobot gabah per malai.The production of high-yielding rice is a hope for farmers and consumers, thereby encouraging plant breeders to develop new varieties of rice with high yields and quality through the Inpago Unsoed 1 X Inpari 31 crossing. This research aims to determine the performance of the agronomic characteristics of F3 rice from the Inpago Unsoed 1 X Inpari 31 crossing, determine the closeness relationship between characters directly and indirectly with the rice yield of the F3 population so that the most influential characters can be identified and can be used as selection indicators, and obtain F3 genotypes from the Inpago Unsoed 1 X Inpari 31 crossing which has better agronomic characteristics than its parents. The experiment was carried out in the rice fields of Karangambas Village, Padamara District, Purbalingga Regency. This research was conducted from November 2023 until March 2024. The experimental design used was the Augmented Design. The treatments were the F3 genotype from the Inpago Unsoed 1 X Inpari 31 crossing (P1, P2, P3, P4, P5, P6) and 2 check varieties (Inpago Unsoed 1 and Inpari 31). The data were analyzed using the analysis of variance (ANOVA) test followed by Least Significant Difference (LSD) further test, and correlation analysis using path analysis. The results showed that in the F3 rice population there was diversity in agronomic performance with significant differences between genotypes including all of the characters except the total number of tillers and percentage of filled grain. Characters that were closely related to the yield of rice plants in the F3 population of the Inpago Unsoed 1 and Inpari 31 crossing and had the highest direct effect value were the number of productive tillers and grain weight per panicle which can be used as selection indicators for high yielding rice. Fourteen of the 300 individual F3 population plants had better agronomic characteristics than the two parental and had high yield potential based on the number of productive tillers and grain weight per panicle.
4225245776A1D020037Pengaruh Aplikasi Biochar Dan Asam Humat Diperkaya Mikroba Pada Tanah Tercekam Kadmium Terhadap Aktivitas Remediasi Dan Tanaman PakcoyPenelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis biochar dan asam humat terhadap penurunan kadmium dalam tanah serta pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian dilaksanakan di Screenhouse Desa Kebanggan bulan Agustus 2023 - Januari 2024. Analisis dilakukan di Wahana Laboratorium Semarang, Laboratorium Agroekologi, Laboratorium Tanah dan Sumberdaya Lahan Faperta Unsoed. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial yang terdiri dari 9 perlakuan dan setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali dengan dosis biochar dan asam humat, yaitu AB1 = Biochar 5 ton/ha dan asam humat 10 kg/ha, AB2 = Biochar 10 ton/ha dan asam humat 10 kg/ha, AB3 = Biochar 15 ton/ha dan asam humat 10 kg/ha, AB4 = Biochar 5 ton/ha dan asam humat 20 kg/ha, AB5 = Biochar 10 ton/ha dan asam humat 20 kg/ha, AB6 = Biochar 15 ton/ha dan asam humat 20 kg/ha, AB7 = Biochar 5 ton/ha dan asam humat 30 kg/ha, AB8 = Biochar 10 ton/ha dan asam humat 30 kg/ha, AB9 = Biochar 15 ton/ha dan asam humat 30 kg/ha. Variabel yang diamati yaitu kandungan kadmium dalam tanah dan tanaman jumlah bakteri total, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot basah tanaman dan kandungan klorofil daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi biochar dan asam humat dosis 15 ton/ha dan 30 kg/ha merupakan perlakuan terbaik karena mampu menurunkan kadmium dalam tanah sebesar 39,53%. Pada tanaman pakcoy terdapat kandungan logam berat sebesar 0,08 ppm yang terakumulasi pada jaringan tanaman. Aplikasi biochar 15 ton/ha dan asam humat 30 kg/ha mampu meningkatkan tinggi tanaman sebesar 10,14%, jumlah daun sebesar 30%, luas daun sebesar 37,36%, bobot basah sebesar 20,75% dan kadar klorofil total sebesar 132,1%. The purpose of this research was to the dose of biochar and humic acid to reduce cadmium content in soil as well as the growth and yield of pakcoy plants. The research was conducted at the Screenhouse of Kebanggan Village, Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency from August 2023 - January 2024. Analyses were conducted at Wahana Laboratorium Semarang, Agroecology Laboratory, Soil and Land Resources Laboratory, Faculty of Agriculture, Unsoed. This study used a Non-Factorial Randomized Group Design consisting of 9 treatments and each treatment was repeated 3 times with the treatment given was the dose of biochar and humic acid, namely AB1 = Biochar 5 tons/ha and humic acid 10 kg/ha, AB2 = Biochar 10 tons/ha and humic acid 10 kg/ha, AB3 = Biochar 15 tons/ha and humic acid 10 kg/ha, AB4 = Biochar 5 tons/ha and humic acid 20 kg/ha, AB5 = Biochar 10 tons/ha and humic acid 20 kg/ha, AB6 = Biochar 15 tons/ha and humic acid 20 kg/ha, AB7 = Biochar 5 tons/ha and humic acid 30 kg/ha, AB8 = Biochar 10 tons/ha and humic acid 30 kg/ha, AB3 = Biochar 15 tons/ha and humic acid 30 kg/ha. The observed variables were cadmium content in soil and total bacterial count, plant height, number of leaves, leaf area, plant wet weight and leaf chlorophyll content. The results showed that the application of biochar and humic acid doses of 15 tons/ha and 30 kg/ha was able to reduce the cadmium content in the soil with a percentage of 39.53%. In pakcoy plants there is a heavy metal content of 0.08 ppm which accumulates in plant tissues. The application of biochar 15 tons/ha and humic acid 30 kg/ha was able to increase the percentage of growth and yield of pakcoy plants, namely plant height by 10.14%, number of leaves by 30%, leaf area by 37.36%, wet weight by 20.75% and total chlorophyll content by 132.1%.
4225345686I1E018064HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT LENGAN,
KOORDINASI MATA TANGAN, POWER OTOT TUNGKAI
DAN FLEKSIBILITAS DENGAN KETEPATAN
SMASH BULUTANGKIS
Permainan bulutangkis menggunakan unsur fisik dan gerakan yang cepat dalam beberapa detik untuk mendapatkan poin. Salah satu teknik permainan bulutangkis yaitu smash. Pukulan smash dikatakan baik apabila memenuhi tiga kritera, yaitu: cepat, tepat dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kekuatan otot lengan, koordinasi mata tangan, power otot tungkai terhadap ketepatan smash atlet Club Merpati Cilacap. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 25 atlet. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah uji korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Hubungan kekuatan otot lengan terhadap ketepatan smash diperoleh nilai r 0,892, dengan signifikansi 0,000 < 0,05. 2) Hubungan koordinasi mata tangan terhadap ketepatan smash diperoleh nilai r 0,622, dengan signifikansi 0,001 < 0,05. 3) Hubungan power otot tungkai terhadap ketepatan smash diperoleh nilai r 0,874, dengan signifikansi 0,000 < 0,05. 4) Hubungan fleksibilitas terhadap ketepatan smash diperoleh nilai r 0,927, dengan signifikansi 0,000 < 0,05. 5) Hubungan antara kekuatan otot lengan, koordinasi mata tangan, power otot tungkai, dan fleksibilitas terhadap ketepatan smash melalui perhitungan korelasi berganda variabel keseluruhan, diperoleh hasil (sig. F Change) 0,000 < 0,05. Terdapat hubungan antara kekuatan otot lengan, koordinasi mata tangan, power otot tungkai dan fleksibilitas terhadap ketepatan smash dengan tingkat hubungan yang signifikan.The game of badminton uses physical elements and fast movements within a few seconds to get points. One of the badminton playing techniques is the smash. Blow smash is said to be good when it meets three criteria, namely: fast, precise and accurate. This research aims to find out the relationship between arm muscle strength, hand-eye coordination, power leg muscles for accuracy smash athlete Club Cilacap Pigeon. This type of research is quantitative with a correlational approach using test and measurement instruments. The number of samples in this study was 25 athletes. The sampling technique used in this research is engineering purposive sampling. The data analysis used to determine correlation is the correlation test product moment. The results of the research show that: 1) The relationship between arm muscle strength and accuracy smash obtained a significance value of 0.000 <0.05. 2) The relationship between hand eye coordination and accuracy smash obtained a significance value of 0.001 <0.05. 3) Relationships power leg muscles for accuracy smash obtained a significance value of 0.000 <0.05. 4) The relationship between flexibility and accuracy smash obtained a significance value of 0.000 <0.05. 5) The relationship between arm muscle strength, hand eye coordination, power leg muscles, and flexibility to accuracy smash through calculating the multiple correlation of the overall variables, results are obtained (sig. F Change) 0,000 < 0,05. There is a relationship between arm muscle strength, hand-eye coordination, power leg muscles and flexibility on smash accuracy with a significant level of relationship.
4225445704E1A018314PEMBERATAN PIDANA AKIBAT KEHAMILAN DALAM TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN TERHADAP ANAK
Anak adalah amanah sekaligus karunia Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa harus dijaga karena dalam dirinya melekat harkat dan martabat dan hak-hak sebagai manusia yang harus dijunjung tinggi. Penelitian ini mengkaji pengaturan tindak pidana persetubuhan terhadap anak dalam hukum positif di Indonesia dan pemberatan pidana akibat kehamilan dalam tindak pidana persetubuhan terhadap anak tanpa paksaan. Penelitian ini merupakan penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian mengenai pengaturan tindak pidana persetubuhan terhadap anak dalam hukum positif di Indonesia menunjukkan bahwa hukum positif di Indonesia mengatur tindak pidana persetubuhan terhadap anak telah diatur dalam KUHP, Undang-Undang Perlindungan Anak, dan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Saksual, namun regulasi tersebut tidak mengatur kehamilan sebagai akibat yang dapat memperberat sanksi pidana. Pemberatan pidana akibat kehamilan dalam tindak pidana persetubuhan terhadap anak tanpa paksaan bahwa perbuatan yang dilarang memiliki sifat ketercelaan yang tinggi karena ancaman pidana relatif tinggi yaitu berada pada rentang 10-20 (sepuluh sampai dua puluh) tahun penjara. Rentang bobot ini jika dikaitkan dengan konsep maksimal umum dalam KUHP selama 20 (dua puluh) tahun penjara, maka kedua undang-undang merumuskan ½ (setengah) dari maksimal umum, hal ini menunjukkan agar pelaku tidak mengulangi perbuatan yang sama. Saran perlu dilakukan revisi terhadap Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, yang mengakomodir akibat kehamilan sebagai keadaan tertentu yang dapat memperberat ancaman pidana dalam tindak pidana persetubuhan terhadap anak.Children are a trust and a gift from God Almighty who must always be looked after because they have inherent honor and dignity and rights as human beings which must be upheld. This research examines the regulation of criminal acts of sexual intercourse with children in positive law in Indonesia and the criminal aggravation due to pregnancy in criminal acts of sexual intercourse with children without coercion. This research is normative research with a statutory and conceptual approach, the legal materials used focus on regulations and court decisions. The results of the research show that positive law in Indonesia regulates criminal acts of sexual intercourse with children regulated in the Criminal Code, the Child Protection Law, and the Crime Law. Criminal Sexual Violence, but this regulation does not regulate pregnancy as a consequence that can increase criminal sanctions. Prohibited acts are highly reprehensible because the criminal threat is relatively high, namely in the range of 10-20 (ten to twenty) years in prison. If this weight range is related to the general maximum concept in the Criminal Code of 20 (twenty) years in prison, then both laws formulate ½ (half) or 50% (fifty percent) of the general maximum. Suggestions necessary to revise the Child Protection Law and the Sexual Violence Crime Law, the revision takes the form of accommodating the consequences of pregnancy as certain circumstances that can increase the criminal threat in the crime of sexual intercourse with a child.
4225545620A1D020097Pengaruh Biochar dan Pupuk N, P, K terhadap Morfologi TBM Kopi Robusta (Coffea canephora)Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh pemberian biochar dan pupuk N, P, K erhadap respon morfologi tanaman kopi robusta serta dosis kombinasi biochar dan pupuk N, P, K yang terbaik pada pertumbuhan tanaman kopi robusta. Pada penelitian ini, diharapkan dapat berpengaruh nyata terhadap morfologi tanaman kopi robusta di Desa Sikapat. Faktor pertama adalah perlakuan biochar yang terdiri atas tanpa biochar (B0), 50 g (B1), 100 g (B2), dan 150 g (B3). Faktor kedua adalah perlakuan pupuk N, P, K yang terdiri atas tanpa pupuk (P0), 65 g (P1), dan 130 g (P2). Faktor-faktor tersebut dikombinasikan dan diperoleh 12 kombinasi perlakuan dengan 2 tanaman per unit percobaan dan 3 kali ulangan sehingga didapatkan 72 unit percobaan. Variabel yang diamati meliputi pertambahan tinggi tanaman (cm), diameter batang (cm), luas daun (cm2
), dan jumlah cabang (cabang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pemberian
biochar hanya berpengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi tanaman dan faktor
pemberian pupuk N, P, K berpengaruh nyata terhadap pertambahan tinggi tanaman dan jumlah cabang. Terdapat interaksi antara pemberian biochar dan pupuk N, P, K terhadap jumlah cabang.
This study aims to explain the effect of biochar and N, P, K fertilizers on the morphological response of robusta coffee plants as well as the best combination dose of biochar and N, P, K fertilizers on robusta coffee plant growth. In this study, it is expected to significantly affect the morphology of robusta coffee plants in Sikapat Village. The first factor is biochar treatment consisting of no biochar (B0), 50 g (B1), 100 g (B2), and 150 g (B3). The second factor is N, P, K fertilizer treatment consisting of no fertilizer (P0), 65 g (P1), and 130 g (P2). These factors were combined and obtained 12 treatment combinations with 2 plants per experimental unit and 3 replications so that 72 experimental units were obtained. Variables observed included plant height increase (cm), stem diameter (cm), leaf area (cm2), and number of branches (branches). The results showed that the factor of biochar application only significantly affected the increase in plant height and the factor of N, P, K fertilizer significantly affected the increase in plant height and number of branches. There is an interaction between biochar application and N, P, K fertilizer on the number of branches.
4225645621A1A019117PERSEPSI PETANI TERHADAP UPJA (USAHA PELAYANAN JASA ALSINTAN) DI DESA KARANGDUREN KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMASUsaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) adalah lembaga ekonomi perdesaan yang bergerak di bidang pelayanan jasa dalam rangka optimalisasi penggunaan alsintan untuk memperoleh keuntungan usaha. Salah satu desa di Kabupaten Banyumas yang memiliki usaha pelayanan jasa alsintan yaitu, Desa Karangduren, Kecamatan Sokaraja dengan nama UPJA Tani Maju. Permasalahan yang terjadi yaitu, tersedianya UPJA Tani Maju di Desa Karangduren belum dimanfaatkan dengan baik oleh petani sekitar. Petani banyak yang lebih memilih untuk menggunakan alsintan di luar UPJA dan lebih banyak petani dari luar Desa Karangduren yang menggunakannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor pembentuk persepsi petani terhadap usaha pelayanan jasa alsintan, mengetahui tingkat persepsi petani terhadap usaha pelayanan jasa alsintan, mengetahui hubungan antara faktor pembentuk persepsi dengan persepsi petani terhadap usaha pelayanan jasa alsintan, mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi persepsi petani terhadap usaha pelayanan jasa alsintan di Desa Karangduren, Kecamatan Sokaraja.
Penelitian dilaksanakan di Desa Karangduren pada bulan November – Januari 2023 dengan metode penelitian survei. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 40 petani dengan teknik sampling yaitu snowball sampling dengan kriteria yaitu petani di Desa Karangduren yang sudah pernah menggunakan UPJA. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, skala likert, analisis korelasi Rank Spearman, Method of Successive Interval (MSI), analisis Regresi Linier Berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani responden berada pada rentang usia 51-65 tahun, tingkat pendidikan tamat SD, pendidikan nonformal petani mayoritas mengikuti 2 kali per musim tanam kegiatan penyuluhan, luas lahan 0,5 – 1,0 hektar, pendapatan lebih dari Rp 5.000.000 per musim tanam, keadaan lingkungan ekonomi petani secara umum tidak terlalu memberikan dorongan bagi petani untuk memanfaatkan UPJA, interaksi sosial petani sering berinteraksi dengan sesama petani dan kelompok tani. Tingkat persepsi petani secara keseluruhan masuk dalam kategori baik dan berdasarkan masing-masing indikator yaitu keuntungan relatif, kesesuaian, kerumitan dan mudah diamati masuk dalam kategori baik. Faktor pembentuk persepsi yang berhubungan dengan persepsi petani terhadap UPJA yaitu pendidikan nonformal, luas lahan, pendapatan dan interaksi sosial petani. Faktor - faktor yang memengaruhi persepsi petani terhadap usaha pelayanan jasa alsintan adalah variabel interaksi sosial petani dan dummy pemanfaatan alsintan UPJA.
Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) is a rural economic institution that operates in the field of services in order to optimize the use of Alsintan to obtain business profits. One of the villages in Banyumas Regency that has an UPJA is Karangduren Village, Sokaraja District, with the name UPJA Tani Maju. The problem that occurs is that the availability of UPJA Tani Maju in Karangduren Village has not been utilized properly by surrounding farmers. Many farmers prefer to use alsintan outside the UPJA, and more farmers from outside the village of Karangduren use it. The purpose of this research was to identify the factors forming farmers' perceptions of UPJA, determine the level of farmers' perceptions of UPJA, determine the relationship between factors forming perceptions with farmers' perceptions of UPJA, and determine the factors that influence farmers' perceptions of UPJA in Karangduren Village, Sokaraja District.
The research was conducted in November–January 2023 in the village of Karangduren with survey research methods. The number of samples used in the research were 40 farmers with snowball sampling techniques with sample criteria for farmers in Karangduren Village who have used UPJA. The data analysis used is descriptive analysis, Likert scale, Spearman Rank correlation analysis, Method of Successive Interval (MSI) and Multiple Linear Regression analysis.
The results of the research show that the majority of farmers respondent were in the age range of 15 - 64 years (productive age), the level of education graduated from elementary school, non-formal education farmers majority follow 2 times per plantation season cultivation activities, land area 0.5 - 1.0 hectare, income more than Rp 5.000.000 per growing season, the farmers' economic environment in general does not really provide encouragement for farmers to utilize UPJA. The social interaction of farmers often involves interactions with fellow farmers and farmer groups. The level of perception of farmers in general falls into the category of good, and based on each indicator is relative advantage, compatibility, complexity, and observability fall into the category of good. Perception-forming factors associated with farmers' perceptions of UPJA are non-formal education, land area, income, and social interaction of farmers. The factors that affect farmers' perceptions of UPJA are the variable of farmers' social interaction and the dummy variable for the utilization of agricultural machinery by UPJA.
4225745623I1I022001HUBUNGAN PERSEN LEMAK, PERSEN OTOT, ASUPAN PROTEIN, DAN DURASI LATIHAN DENGAN VO2MAX ATLET ENDURANCE HUBUNGAN PERSEN LEMAK, PERSEN MASSA OTOT, ASUPAN PROTEIN, DAN DURASI LATIHAN DENGAN VO2MAX ATLET ENDURANCE PERMAINAN

Latar Belakang: Atlet endurance permainan membutuhkan kesegaran jasmani yang baik, sehingga mempengaruhi performa atlet dan menunjang prestasi atlet. Performa atlet dapat dipengaruhi oleh komposisi tubuh, asupan zat gizi harian, serta latihan yang rutin dilakukan oleh atlet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persen lemak, persen massa otot, asupan protein, dan durasi latihan dengan VO2Max pada atlet endurance permainan.

Metodologi: Penelitian cross-sectional dengan sampel penelitian 52 atlet menggunakan teknik purposive dan snowball sampling. Persentase lemak dan persentase massa otot diukur menggunakan Bioelectrical impedance analysis, asupan protein diukur menggunakan food recall 3x24 jam, durasi latihan diukur menggunakan kuesioner, serta VO2Max diukur dengan metode cooper test. Data tersebut diuji hubungan dan korelasinya menggunakan Pearson Product Moment dan Rank Spearman.

Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara persen lemak tubuh dengan VO2Max (p = 0,000 dan r = -0,646), dan persen massa otot dengan VO2Max (p = 0,000 dan r = 0,615). Tidak terdapat hubungan antara asupan protein dengan VO2Max (p = 0,874), dan durasi latihan dengan VO2Max (p = 0,302).

Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara persen lemak tubuh dengan VO2Max dan persen massa otot dengan VO2Max, namun tidak terdapat hubungan antara asupan protein dengan VO2Max serta durasi latihan dengan VO2Max.

RELATIONSHIP BETWEEN BODY FAT PERCENTAGE, MUSCLE MASS PERCENTAGE, PROTEIN INTAKE, AND TRAINING DURATION WITH VO2MAX OF ENDURANCE GAME ATHLETES

Background: Achieving optimal physical fitness is crucial for endurance athletes, as it directly impacts their performance and overall success. Athlete performance is impacted by body composition, daily nutrient intake, and regular training routines. This study seeks to examine the relationship between body fat percentage, muscle mass percentage, protein intake, training duration, and VO2Max in endurance game athletes.

Methodology: This cross-sectional study included a sample of 52 athletes selected through purposive and snowball sampling techniques. Body fat and muscle mass percentages were assessed using Bioelectrical Impedance Analysis, while protein intake was measured using 3x24-hour food recalls. Training duration was determined using a questionnaire, and VO2Max was evaluated using the Cooper test method. Pearson Product Moment and Rank Spearman correlation analysis was employed to assess relationships between variables.

Results: Analysis revealed significant correlations between body fat percentage and VO2Max (p = 0,000, r = -0,646), as well as between muscle mass percentage and VO2Max (p = 0,000, r = 0,615). However, no significant correlations were found between protein intake and VO2Max (p = 0,874) or between training duration and VO2Max (p = 0,302).

Conclusion: The findings indicate that higher body fat percentage is associated with lower VO2Max , while greater muscle mass percentage correlates positively with VO2Max in endurance athletes. Interestingly, protein intake and training duration did not demonstrate significant associations with VO2Max.
4225845624E1B020044A STUDY OF THE ACT OF UNLAWFUL CONTROL OF AIRPLANE IN CIVIL AVIATION BASED ON INTERNATIONAL AIR LAW (Case Study on Ethiopian Airlines FLights 702 in 2014)Pembajakan pesawat udara di era modern menjadi ancaman bagi keamanan dan keselamatan penerbangan udara sipil, konvensi internasional mengenai tindakan melawan hukum dalam pesawat udara memberikan suatu wewenang kepada awak penerbang pesawat untuk mengambil langkah tertentu jika terjadi pembajakan pesawat udara. Masalah timbul ketika awak pesawat itu sendiri yang menjadi pelaku pembajakan tersebut, seperti dalam kasus Ethiopian Airlines Flights 702 pada tahun 2014 yang membajak pesawat udara yang dikemudikannya karena pelaku merasa terancam hidup di negaranya sendiri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaturan hukum mengenai tindakan penguasaan secara melawan hukum terhadap pesawat udara sipil dan implementasinya terhadap kasus Ethiopian Airlines Flight 702. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan statuta dan pendekatan kasus. Pendekatan tersebut dilakukan dengan cara meneliti data sekunder sebagai bahan dasar untuk diteliti dengan cara studi pustaka terhadap bahan-bahan hukum, baik bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, maupun bahan hukum tersier. Data yang diperoleh kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dan dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, pengaturan mengenai perbuatan melawan hukum pesawat udara sipil diatur dalam Konvensi Tokyo 1963, Konvensi Den Haag 1970, Konvensi Montreal 1971, Konvensi Beijing 2010, dan Protokol Montreal 2014. Dalam kasus Ethiopian Airlines Flights 702, implementasi ketentuan pengaturan mengenai tindakan melawan hukum terhadap pesawat udara sipil dapat diterapkan Konvensi Tokyo 1963 dan Konvensi Den Haag 1970 karena memenuhi unsur-unsur yang terkandung dalam konvensi. Ekstradisi diatur dalam Pasal 8 Konvensi Den Haag yang mengisyaratkan bahwa Konvensi Den Haag 1970 dapat dijadikan dasar ekstradisi, namun dalam kasus ini pelaku tidak diekstradisi melainkan divonis oleh Pengadilan Federal Swiss untuk menjalani perawatan kesehatan mental serta membayar denda sebesar CHF 3.000 dan pencabutan lisensi pilot.
Aircraft hijacking in the modern era is a threat to the security and safety of civil aviation, the international convention on unlawful acts in aircraft authorizes flight crews to take certain steps in the event of aircraft hijacking. The problem arises when the crew itself is the perpetrator of the hijacking, as in the case of Ethiopian Airlines Flights 702 in 2014 who hijacked the airplane he was driving because the perpetrator felt threatened with life in his own country.
This research aims to find out how the legal arrangements regarding unlawful control against civil aircraft and their implementation of the Ethiopian Airlines Flight 702 case. This research uses a statute approach and case approach. The approach is carried out by examining secondary data as basic material to be researched by means of literature study of legal materials, both primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data obtained is then presented in the form of narrative text and analyzed using qualitative normative methods.
Based on the results of research and discussion, the regulation of unlawful acts against civil aircraft is regulated in the 1963 Tokyo Convention, 1970 Hague Convention, 1971 Montreal Convention, 2010 Beijing Convention, and 2014 Montreal Protocol. In the case of Ethiopian Airlines Flights 702, the implementation of regulatory provisions regarding unlawful acts against civil aircraft can be applied to the Tokyo Convention 1963 and the Hague Convention 1970 because it fulfills the elements contained in the convention. Extradition is regulated in Article 8 of the Hague Convention which implies that the 1970 Hague Convention can be used as a basis for extradition, but in this case the perpetrator was not extradited but was sentenced by the Swiss Federal Court to undergo mental health treatment and pay a fine of CHF 3,000 and revocation of the pilot's license.
4225945626E1A020137PENEGAKAN HUKUM PERBUATAN MAIN HAKIM SENDIRI (EIGENRICHTING) YANG MENGAKIBATKAN LUKA (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 172/Pid.B/2023/PN Bgl)Fenomena tindakan main hakim sendiri saat ini sedang marak dilakukan oleh masyarakat. Tindakan tersebut dapat berupa kekerasan yang dilakukan secara bersama atau dapat disebut pengeroyokan terhadap orang lain. Hal tersebut termasuk dalam tindakan yang melawan hukum dikarenakan mengadili orang lain tanpa membawanya ke hadapan penegak hukum. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti penegakan hukum terhadap pelaku perbuatan main hakim sendiri (eigenrichting) yang mengakibatkan luka dan pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana pada putusan Nomor 172/Pid.B/2023/PN Bgl. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, analitis, dan kasus. Spesifikasi penelitian preskriptif dengan sumber data bahan hukum sekunder. Hasil penelitian ini bahwa terdakwa memenuhi unsur-unsur tindak pidana dalam Pasal 170 ayat (1) KUHP dan hakim dalam menjatuhkan pidana telah menggunakan teori pemidanaan yaitu teori gabungan. Namun, dalam memutus perkara tersebut hakim sebaiknya memperhatikan Pasal 56 ayat (1) KUHP untuk mengetahui kedudukan terdakwa dalam perkara tersebut.The phenomenon of vigilantism is currently being practiced by many people. These actions can be in the form of violence committed together or can be called beating others. It is included in unlawful acts because it judges other people without bringing them before law enforcement. The purpose of this study is to examine law enforcement against perpetrators of vigilante acts (eigenrichting) that result in injuries and legal considerations of judges in imposing punishment in Decision Number 172/Pid.B/2023/PN Bgl. This research uses normative juridical research methods with statue, analytical and case approaches. Prescriptive research specifications with data sources of secondary legal materials. The result of this study is that the defendant fulfills the elements of the criminal offense in Article 170 paragraph (1) of the Criminal Code and the judge in imposing punishment has used the theory of punishment, namely the combined theory. However, in deciding the case the judge should pay attention to article 56 paragraph (1) of the Criminal Code to determine the position of the defendant in the case.
4226045627C1B017004Analisis Pengaruh Profitabilitas dan Kepemilikan Manajerial Terhadap Nilai Perusahaan dengan Corporate Social Responsibility (CSR) Sebagai Variabel InterveningPenelitian ini bermaksud untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempunyai pengaruh terhadap nilai perusahaan. Nilai perusahaan dipergunakan sebagai variabel dependen, sementara variabel independennya adalah profitabilitas dan kepemilikan manajerial. Lain dari itu, penelitian ini juga melibatkan corporate social responsibility (CSR) sebagai variabel intervening. Sistem pengumpulan data yang diterapkan dalam penelitian mencakup studi literatur dan dokumentasi.
Populasi yang dijadikan objek dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama durasi tahun 2017-2021. Penelitian ini menerapkan teknik purposive sampling untuk menentukan sampel, sehingga diperoleh 15 perusahaan dengan total 75 pengamatan. Analisis data dilakukan dengan menerapkan SEM (Structural Equation Modelling) berbasis PLS (Partial Least Square). Hasil penelitian menjelaskan bahwa: (1) Profitabilitas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, (2) CSR tidak memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan, (3) Profitabilitas tidak mempengaruhi CSR, (4) CSR tidak mampu memediasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan, (5) Kepemilikan manajerial tidak memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan.
Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa perusahaan diharapkan dapat terus meningkatkan jumlah kepemilikan manajerial mereka, yang akan meningkatkan efektivitas manajemen dan profitabilitas. Selain itu, perusahaan diharapkan dapat terus meningkatkan tanggung jawab sosial perusahaan secara luas, yang akan memberikan sinyal positif kepada semua pemangku kepentingan. Bagi para investor, penelitian ini mengisyaratkan pentingnya memperhatikan profitabilitas perusahaan dalam pengambilan keputusan investasi.
This study aims to explore the factors that have an influence on firm value. Firm value is used as the dependent variable, while the independent variables are profitability and managerial ownership. Other than that, the research also involves corporate social responsibility (CSR) as an intervening variable. The data collection system applied in the research includes literature study and documentation.
The population used as the object in this study are food and beverage sub-sector manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange duration of 2017-2021. The study applied purposive sampling technique to determine the sample, resulting in 15 companies with a total of 75 observations. Data analysis is conducted using Structural Equation Modelling (SEM) based on Partial Least Squares (PLS). The findings of the research indicate that: (1) Profitability has a positive and significant effect on firm value, (2) CSR does not affect firm value, (3) Profitability does not affect CSR, (4) CSR cannot mediate the effect of profitability on firm value, and (5) Managerial ownership does not influence firm value.
The implications of this research suggest that companies should continuously increase their managerial ownership to enhance management effectiveness and profitability. Furthermore, companies are encouraged to broaden their corporate social responsibility initiatives, as this will send positive signals to all stakeholders. For investors, this study highlights the importance of considering a company's profitability when making investment decisions.