Artikelilmiahs
Menampilkan 42.201-42.220 dari 48.848 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 42201 | 45567 | K1C020004 | INTERPRETASI DATA RESISTIVITAS – 1D UNTUK MENGGAMBARKAN MODEL PENAMPANG HIDROSTRATIGRAFI DI WILAYAH KECAMATAN PADAMARA KABUPATEN PURBALINGGA | Survei geolistrik resistivitas menggunakan konfigurasi Schlumberger telah dilakukan di wilayah Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga, yang merupakan bagian dari CAT Purwokerto – Purbalingga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model log litologi dan penampang hidrostratigrafi di daerah penelitian berdasarkan interpretasi data resistivitas batuan bawah permukaan. Hasil yang diperoleh adalah log resistivitas batuan bawah permukaan yang terdistribusi di lima titik sounding dengan lintasan sepanjang 300 – 400 m. Titik – titik sounding tersebut terletak pada posisi geografis 7°22′45.930″S dan 109°17′54.034″E (Sch–1) hingga 7°22′41.770″S dan 109°20′35.473″E (Sch–5). Berdasarkan hasil interpretasi tersebut, diperoleh bahwa struktur lapisan bawah permukaan di daerah penelitian tersusun atas enam jenis lapisan batuan, yaitu: lapisan lempung sebagai tanah penutup (0,69 – 61,23 Ωm); perselingan lempung, lanau, dan pasir (13,05 – 49,14 Ωm); endapan lahar Gunungapi Slamet (114,69 – 260,41 Ωm); lapisan batuan lava andesit (64,31 – 94,55 Ωm); lapisan batupasir tufan dari Formasi Undak (25,59 – 39,14 Ωm); serta lapisan pasir dan tuf dari Formasi Undak (8,37 – 20,32 Ωm). Endapan lahar dapat ditemukan di bagian barat Kecamatan Padamara, dengan perkiraan kedalaman 2,06 – 11,71 m. Sementara itu, batuan lava andesit diperkirakan berada pada kedalaman 3,31 – 69,88 m. | Geoelectrical resistivity surveys using the Schlumberger configuration have been carried out in the Padamara District, Purbalingga Regency, which is part of the Purwokerto – Purbalingga CAT. This research aims to determine the lithological log model and hydrostratigraphic cross section in the research area based on interpretation of subsurface rock resistivity data. The results obtained are subsurface rock resistivity logs distributed at five sounding points with a path of 300 – 400 m. The sounding points are located at the geographic position 7°22′45.930″S and 109°17′54.034″E (Sch–1) to 7°22′41.770″S and 109°20′35.473″E (Sch–5) . Based on the results of this interpretation, it was found that the structure of the subsurface layer in the research area is composed of six types of rock layers, namely: clay layer as covering soil (0.69 – 61.23 Ωm); interbedded clay, silt and sand (13.05 – 49.14 Ωm); Slamet Volcano lava deposits (114.69 – 260.41 Ωm); Slamet Volcano lava rock layer (64.31 – 94.55 Ωm); tuff sandstone layer from the Undak Formation (25.59 – 39.14 Ωm); as well as layers of sand and tuff from the Undak Formation (8.37 – 20.32 Ωm). Lava deposits can be found in the western part of Padamara District, with an estimated depth of 2.06 – 11.71 m. Meanwhile, the Slamet Volcano lava rock is estimated to be at a depth of 3.31 – 69.88 m. | |
| 42202 | 45570 | F1B017103 | Profesionalisme Pegawai Dalam Layanan Kegawatdaruratan Medis Pada Pusat Panggilan “Public Safety Center 119 Satria” Di Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas | Public Safety Center (PSC) 119 Satria merupakan unit kerja yang memberikan layanan kegawatdaruratan medis kepada masyarakat Kabupaten Banyumas. Namun, data yang ada menunjukkan turunnya jumlah pengguna PSC 119 Satria di saat kebutuhan layanan kegawatdaruratan di Kabupaten Banyumas meningkat. Maka, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profesionalisme pegawai dalam layanan kegawatdaruratan medis pada pusat panggilan “Public Safety Center 119 Satria” di Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. Penelitian ini berfokus pada aspek-aspek profesionalisme yang terdiri dari moral pegawai, tindakan relasional, pengelolaan diri, dan identitas profesional. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif yang dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan moral pegawai yang belum optimal karena beban kerja yang berat dan kesejahteraan petugas yang belum cukup. Tindakan relasional juga belum optimal karena standar operasional prosedur (SOP) kolaborasi antar instansi yang belum jelas dan minimnya sosialisasi kepada masyarakat. Pengelolaan diri sudah cukup baik berdasarkan persiapan petugas saat merespon panggilan dan tanggung jawab petugas dalam memberikan layanan. Serta, identitas profesional sudah menunjukkan petugas yang memiliki empati dan kompetensi yang baik. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa pegawai PSC 119 Satria masih belum profesional. | Public Safety Center (PSC) 119 Satria is a workforce that provides emergency medical service to the people of Banyumas Regency. However, available data suggest that there is a decreasing usage of PSC 119 Satria’s service despite the increasing need of emergency service in Banyumas Regency. Thus, this research intends to describe employee professionalism of emergency medical service on “Public Safety Center 119 Satria” call center in Banyumas Regency Public Health Office. This research is focusing on professionalism aspects such as employee morale, relational conduct, self-regulation, and professional identity. The method used by this research is descriptive qualitative that is being done by interview, observation, and documentation. Research result shows that employee morale is not optimal because of heavy workload and inadequate well-being of its employee. Relational conduct is still not optimal because of unclear standard operating procedure on inter-agency collaboration and minimal socialization to the public. Self-regulation is good enough based on the preparedness of employee when responding to a call and responsibility of its employee when providing service. Also, professional identity shows that its employee has a good empathy and competence. Therefore, it can be concluded that the employee of PSC 119 Satria is still not professional | |
| 42203 | 45568 | D1A017248 | PERBANDINGAN FCR (Feed Conversion Ratio) DAN BOBOT PANEN AYAM BROILER PADA KANDANG SEMI CLOSED HOUSE DAN CLOSED HOUSE | Artikel ilmiah ini berjudul “Perbandingan FCR (feed convversion ratio) dan Bobot Panen Ayam Broiler Pada Kandang Semi Closed House Dan Closed House”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung tata laksana pemeliharaan ayam broiler dan turut serta dalam memecahkan masalah yang terjadidi kemitraan PT. Cemerlang Unggas Lestari Kabupaten Kebumen. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara melakukan survei dan observasi langsung selama kegiatan. Metode pengambilan sampel menggunakan metode survei dan observasi (pengamatan). Teknik pengambilan data diperoleh dari data primer dan sekunder dengan analisis uji T. Variabel yang diamati adalah FCR (feed conversion ratio) dan bobot panen. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan secara nyata pada penggunaan sistem kandang terhadap hasil FCR (feed conversion ratio) dengan nilai T hitung (34,36) > T tabel(2,44) dan bobot panen dengan nilai T hitung (13,15) >T tabel (2,44). FCR (feed conversion ratio) pada kandang semi closed house lebih baik dibandingkan closed house (P > 0,01), bobot panen pada kandang semi closed house lebih tinggi dibandingkan closed house (P > 0,01) | This scientific article is entitled "Comparison of FCR (feed conversion ratio) and Broiler Chicken Harvest Weight in Semi-Closed House and Closed House Cages". This study aims to directly determine the management of broiler chicken maintenance and participate in solving problems that occur in the partnership of PT. Cemerlang Unggas Lestari, Kebumen Regency. The data collection method is carried out by conducting surveys and direct observations during the activity. The sampling method uses survey and observation methods. Data collection techniques are obtained from primary and secondary data with T-test analysis. The variables observed are FCR (feed conversion ratio) and harvest weight. The results of the study showed that there was a significant difference in the use of the cage system on the results of FCR (feed conversion ratio) with a calculated T value (34.36)> T table (2.44) and harvest weight with a calculated T value (13.15)> T table (2.44). FCR (feed conversion ratio) in semi-closed house cages is better than in closed houses (P > 0.01), harvest weight in semi-closed house cages is higher than in closed houses (P > 0.01) | |
| 42204 | 45569 | A1D020020 | PERBAIKAN HASIL PAKCOY (BRASSICA RAPA L.) PADA BUDIDAYA HIDROPONIK SISTEM WICK MENGGUNAKAN IAA YANG DIHASILKAN OLEH ISOLAT BAKTERI B11 | Pakcoy (Brassica rapa L.) merupakan sayuran yang mengandung gizi, bernilai ekonomi tinggi, memiliki pasar yang luas, dan prospektif untuk dikembangkan. Pakcoy termasuk sayuran yang populer dan banyak diminati oleh masyarakat, namun produktivitas pakcoy di Indonesia mengalami penurunan, yakni pada tahun 2018 sebanyak 6,59 ton/ha dan pada tahun 2019 sebanyak 5,72 ton/ha. Salah satu upaya mencukupi kebutuhan permintaan pakcoy adalah dengan budidaya secara hidroponik dan pemberian IAA yang dihasilkan bakteri. Budidaya hidroponik dengan sistem wick membutuhkan biaya yang cukup terjangkau dan pemberian IAA yang dihasilkan bakteri dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sehingga diharapkan mampu meningkatkan hasil tanaman dan menekan biaya produksi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri atas empat perlakuan, yakni tanpa pemberian IAA, konsentrasi IAA 15 ppm, konsentrasi IAA 30 ppm, konsentrasi IAA 45 ppm, dan konsentrasi IAA 60 ppm. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) pada taraf 5% untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Jika hasil ANOVA tidak berbeda nyata (F hitung < F tabel 5 %), maka tidak dilakukan uji lanjutan, sedangkan jika hasil analisis menunjukan keragaman atau nyata (F hitung > F tabel 5 %), maka untuk membandingkan rata-rata perlakuan dilakukan uji lanjutan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian IAA 60 ppm memperbaiki hasil pakcoy dari 69,80 g menjadi 88,08 g atau sebesar 26,18 %. Konsentrasi IAA 60 ppm merupakan konsentrasi terbaik yang dihasilkan oleh bakteri yang berpengaruh terhadap hasil tanaman pakcoy pada hidroponik sistem wick. | Pakcoy (Brassica rapa L.) is a vegetable that contains nutrition, has high economic value, has a broad market, and is prospective for development. Pakcoy is a popular vegetable and is in great demand by the public, but pakcoy productivity in Indonesia has decreased, namely in 2018 as much as 6.59 tons / ha and in 2019 as much as 5.72 tons / ha. One of the efforts to meet the demand for pakcoy is hydroponic cultivation and the application of AIA produced by bacteria. Hydroponic cultivation with a wick system requires an affordable cost, and the application of AIA produced by bacteria can increase plant growth and development, which is expected to increase plant yield and reduce production costs. This study used a non-factorial Randomized Group Design (RAK) consisting of four treatments, namely without the application of AIA, AIA concentration of 15 ppm, AIA concentration of 30 ppm, AIA concentration of 45 ppm, and AIA concentration of 60 ppm. Observation data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at the 5% level to determine the treatment effect. If the ANOVA results were not significantly different (F count < F table 5%), then no further test was conducted, whereas if the analysis results showed diversity or significance (F count > F table 5%), then to compare the treatment means, further test was conducted with DMRT (Duncan Multiple Range Test) test at 5% level. The results showed that applying AIA 60 ppm improved pakcoy yield from 69.80 g to 88.08 g or 26.18%. AIA concentration of 60 ppm is the best concentration produced by bacteria that affect the yield of pakcoy plants in a hydroponic wick system. | |
| 42205 | 45571 | B1A020080 | Eksplorasi Jamur Entomopatogen pada Cadaver Serangga dan Rizosfer Berbagai Tanaman Sayuran serta Uji Patogenisitasnya terhadap Kecoak Jerman, Blattella germanica L. | Kecoak jerman (Blattella germanica) merupakan salah satu serangga hama pemukiman yang keberadaannya menimbulkan gangguan dan kerugian. Pengendalian kecoak jerman di Indonesia banyak mengandalkan insektisida kimia yang dalam jangka panjang penggunaannya mengakibatkan banyak dampak negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi jamur entomopatogen dari cadaver serangga dan rizosfer tanaman sayuran serta menguji patogenisitas isolat jamur entomopatogen terhadap kecoak jerman (B. germanica) Eksplorasi jamur entomopatogen dilakukan dengan metode survei dengan teknik purposive sampling pada cadaver serangga dan rizosfer tanaman sayuran, sedangkan uji patogenisitas isolat jamur entomopatogen yang diperoleh dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan berupa jenis jamur entomopatogen dan konsentrasi konidia sebanyak tiga kali ulangan. Data hasil isolasi dianalisis secara deskriptif. Data hasil uji patogenisitas dianalisis dengan ANOVA dan analisis probit menggunakan software Polo Plus untuk memperoleh nilai Lethal Time 50 (LT50). Hasil penelitian didapatkan 14 isolat yang terdiri dari genera Aspergillus, Penicillium, Fusarium, Trichoderma, Talaromyces, dan Paecilomyces. Hasil uji ANOVA yang diperoleh menunjukkan adanya pengaruh yang nyata dari perlakuan isolat jamur terhadap mortalitas kecoak jerman dan kontrol positif Beauveria bassiana. Keenam genera memiliki potensi entomopatogenik yang mampu mematikan kecoak jerman dengan persentase mortalitas yang berbeda. Isolat RTrMC (Paecilomyces sp.) mampu mematikan kecoak jerman dewasa tertinggi sebanyak 60% sedangkan terendah oleh isolat RCbKC (Aspergillus sp. 2) yang tidak menyebabkan kematian kecoak uji. Isolat RTrMC (Paecilomyces sp.) menunjukkan nilai LT50 tercepat yaitu selama 5.5 hari dan terlama oleh isolat RCbKD yaitu selama 627 hari (Aspergillus sp. 3). | German cockroaches (Blattella germanica) are one of the residential pest insects whose presence causes disturbance and loss. Control of German cockroaches in Indonesia relies heavily on chemical insecticides, the long-term use of which causes many negative impacts. This study aims to explore entomopathogenic fungi from insect cadavers and the rhizosphere of vegetable plants and test the pathogenicity of entomopathogenic fungal isolates against German cockroaches (B. germanica) Exploration of entomopathogenic fungi was carried out using a survey method using a purposive sampling technique on insect corpses and the rhizosphere of vegetable plants, while the pathogenicity test of the entomopathogenic fungal isolates obtained was carried out using the Randomized Block Design (RAK) method with treatment in the form of entomopathogenic fungal types and conidia concentrations in three replications. . Data from isolation results were explained descriptively. Pathogenicity test data were analyzed using ANOVA and probit analysis using Polo Plus software to obtain Lethal Time 50 (LT50) values. The research results obtained 14 isolates consisting of the genera Aspergillus, Penicillium, Fusarium, Trichoderma, Talaromyces, and Paecilomyces. The ANOVA test results obtained showed that there was a real effect of fungal isolate treatment on the mortality of German cockroaches and the positive control Beauveria bassiana. The six genera have entomopathogenic potential which can kill German cockroaches with different mortality percentages. The RTrMC isolate (Paecilomyces sp.) was able to kill adult German cockroaches at the highest rate of 60%, while the lowest was the RCbKC isolate (Aspergillus sp.2) which did not cause death in the test cockroach. The RTrMC isolate (Paecilomyces sp.) showed the fastest LT50 value within 5.5 days and the longest by the RCbKD isolate within 627 days (Aspergillus sp. 3). | |
| 42206 | 44989 | A1F020019 | Optimasi Suhu Pengeringan dan Natrium Metabisulfit dalam Menekan Reaksi Pencoklatan pada Kelapa Parut Kering Rendah Lemak Menggunakan Metode Respon Permukaan | Kelapa merupakan salah satu tanaman tropis yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Kelapa dikenal sebagai "Tree of Life" karena manfaatnya yang luas, salah satunya adalah dengan olahan santan. Proses pembuatan santan melibatkan proses pemarutan dan pengepresan sehingga terdapat hasil samping berupa ampas parutan kelapa. Ampas kelapa dapat memiliki nilai ekonomis yang tinggi jika diolah menjadi kelapa parut kering. Namun, proses pengeringan dalam pembuatan kelapa parut kering seringkali menyebabkan reaksi pencokelatan sehingga diperlukan perlakuan pendahuluan seperti penggunaan anti browning agent. Salah satu anti browning agent yang umum digunakan pada industri makanan adalah natrium metabisulfit, karena agen sulfit memiliki inhibitor yang efektif dalam menghambat pencokelatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan suhu pengeringan dan konsentrasi natrium metabisulfit dalam menekan reaksi pencokelatan pada kelapa parut kering rendah lemak. Proses optimasi digunakan untuk mengoptimalkan kinerja sistem yang tidak diketahui, variabel yang tidak diketahui, dan sistem yang dapat dikontrol atau tidak dapat dikontrol Optimasi dilakukan dengan Response Surface Methodology (RSM) menggunakan Central Composite Experimental Design (CCD) dengan dua faktor perlakuan: suhu pengeringan dan konsentrasi natrium metabisulfit. Diperoleh 13 unit percobaan. Faktor yang diamati yaitu suhu pengeringan terdiri atas tiga taraf yaitu 60°C, 70°C, dan 80°C, dan konsentrasi natrium metabisulfit yang digunakan terdiri dari tiga taraf yaitu 0 ppm, 600 ppm, dan 1200 ppm. Respon yang diamati meliputi browning index, whiteness index, kadar air, rendemen, asam lemak bebas, abu, lemak, protein, kadar total fenolik, dan serat kasar. Analisis data akan dilakukan menggunakan analisis ragam (ANOVA), kemudian pada tahap optimasi dan verifikasi data dianalisis menggunakan metode uji T satu sampel pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimal untuk suhu pengeringan adalah 63,09°C dan konsentrasi natrium metabisulfit adalah 1200 ppm. Pada kondisi tersebut, diperoleh nilai whiteness index sebesar 89,3; browning index sebesar 4,3; rendemen sebesar 47,02%; kadar air sebesar 3,04%; dan kadar asam lemak bebas sebesar 2,45%. Verifikasi hasil dengan uji T satu sampel menunjukkan perbedaan yang nyata, meskipun demikian nilai whiteness index dan browning index menunjukkan perbaikan kualitas produk yang signifikan. Optimasi suhu pengeringan dan konsentrasi natrium metabisulfit dapat secara efektif menekan reaksi pencokelatan pada kelapa parut kering rendah lemak. | Coconut is one of the tropical plants widely distributed across Indonesia. It is known as the "Tree of Life" due to its numerous benefits, one of which is the production of coconut milk. The process of making coconut milk involves grating and pressing the coconut, resulting in by-products such as coconut pulp. Coconut pulp can have high economic value if processed into desiccated coconut. However, the drying process in making desiccated coconut often causes browning reactions, necessitating pre-treatment with anti-browning agents. One commonly used anti-browning agent in the food industry is sodium metabisulfite, as sulfite agents effectively inhibit browning. Therefore, this study aims to optimize the drying temperature and sodium metabisulfite concentration to suppress browning reactions in low-fat desiccated coconut. The optimization process is used to enhance the performance of a system with unknown variables, both controllable and uncontrollable. Optimization was conducted using Response Surface Methodology (RSM) with Central Composite Experimental Design (CCD) involving two treatment factors: drying temperature and sodium metabisulfite concentration. Thirteen experimental units were obtained. The factors observed were drying temperature with three levels (60°C, 70°C, and 80°C) and sodium metabisulfite concentration with three levels (0 ppm, 600 ppm, and 1200 ppm). The responses observed included browning index, whiteness index, moisture content, yield, free fatty acids, ash, fat, protein, total phenolic content, and crude fiber. Data analysis was performed using Analysis of Variance (ANOVA), followed by optimization and verification using one-sample T-tests at a 95% confidence level. The results showed that the optimal conditions for drying temperature and sodium metabisulfite concentration were 63.09°C and 1200 ppm, respectively. Under these conditions, the whiteness index was 89.3; the browning index was 4.3; the yield was 47.02%; the moisture content was 3.04%; and free fatty acid content was 2.45%. Verification results with one-sample T-tests showed significant differences, although the whiteness index and browning index indicated a significant improvement in product quality. Optimizing the drying temperature and sodium metabisulfite concentration effectively suppresses browning reactions in low-fat desiccated coconut. | |
| 42207 | 45573 | C1B017063 | PENGARUH DUTA MEREK DAN KONTEN SOSIAL MEDIA TERHADAP MINAT PEMBELIAN DENGAN CITRA MEREK SEBAGAI VARIABEL MEDIASI | Penjualan sepatu Muffin mengalami peningkatan signifikan. Toko Sepatu muffin menggunakan duta merek untuk meningkatkan penjualan sepatu bahkan sederet artis menjadi langganan merek sepatu ini, serta memaksimalkan konten pada media sosial untuk meningkatkan citra merek sepatu Movinwithmuffin melalui akun instagaram @ Movinwithmuffin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh duta merek dan konten sosial media terhadap minat pembelian dengan citra merek sebagai variabel mediasi pada Konsumen Sepatu Movinwithmuffin Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif pendekatan survey. Subjek yang diteliti penelitian ini adalah konsumen Toko Sepatu Movinwithmuffin dengan jumlah sampel yang diambil pada penelitian ini sebanyak 170 responden. Metode pengumpulan data yang dipakai yakni dengan kuesioner. Data dalam penelitian ini dianalisis memakai pendekatan Structural Equation Modeling-Partial Least Square. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan memakai bantuan SEM menunjukkan beberapa poin kesimpulan. Pertama, duta merek berpengaruh positif terhadap minat pembelian konsumen sepatu Movinwithmuffin. Konten sosial media berpengaruh positif terhadap minat pembelian konsumen sepatu Movinwithmuffin. Citra merek memediasi pengaruh dari duta merek terhadap minat pembelian konsumen sepatu Movinwithmuffin. Konten sosial media memediasi pengaruh duta merek terhadap minat pembelian konsumen sepatu Movinwithmuffin. Citra merek berpengaruh positif terhadap minat pembelian merek Movinwithmuffin. | Muffin shoe sales have increased significantly. Muffin Shoe Shop uses brand ambassadors to increase shoe sales and even a number of artists have become customers of this shoe brand, as well as maximizing content on social media to improve the image of the Movinwithmuffin shoe brand through the Instagram account @ Movinwithmuffin. The purpose of this research is to determine the influence of brand ambassadors and social media content on purchase intention with brand image as a mediating variable for Movinwithmuffin Shoe Consumers The research method used is a quantitative survey approach. The subjects studied in this research were consumers of the Movinwithmuffin Shoe Store with a total of 170 samples taken in this research. The data collection method used was a questionnaire. The data in this study were analyzed using the Structural Equation Modeling-Partial Least Square approach. Based on the results of research conducted using SEM, several conclusion points are drawn. First, brand ambassadors have a positive influence on consumer purchasing interest in Movinwithmuffin shoes. Social media content has a positive influence on consumer purchasing interest in Movinwithmuffin shoes. Brand image mediates the influence of brand ambassadors on consumer purchasing interest in Movinwithmuffin shoes. Social media content mediates the influence of brand ambassadors on consumer purchasing interest in Movinwithmuffi shoes. Brand image has a positive effect on purchase intention of the Movinwithmuffin brand. | |
| 42208 | 45575 | A1D020126 | PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN (Brassica oleracea) DENGAN APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR DAN PENGURANGAN DOSIS PUPUK NPK | Tanaman kailan merupakan tanaman yang berasal dari daratan Tiongkok dan terkenal sebagai kale cina. Peningkatan budidaya tanaman kailan dapat dilakukan dengan teknik pemupukan yang baik, yaitu dengan menggunakan pupuk organik cair. Kotoran kelinci dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan POC untuk membantu peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman kailan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2023 hingga April 2024 di Desa Banjarsari Wetan, Laboratorium Agronomi & Hortikultura Fakultas Pertanian, Wahana Laboratorium Semarang, dan Lab Pasca Panen IAB Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri atas 2 faktor dengan 3 kali ulangan. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, bobot segar akar, dan bobot kering akar. Data hasil percobaan dianalisis menggunakan analisis ragam ANOVA kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf kesalahan 5% jika data menunjukkan adanya pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi POC kotoran kelinci berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman kailan pada usia 5 MST dan 6 MST, bobot segar tanaman, dan bobot kering tanaman, sedangkan pada variabel luas daun berbeda sangat nyata. | Kailan plants are plants that originate from mainland China and are known as Chinese kale. The cultivation of kailan plants can be improved by using good fertilization techniques, namely by using liquid organic fertilizer. Rabbit manure can be used as a base material for making liquid organic fertilizer (POC) to help increase the growth and yield of kailan plants. This research was conducted from September 2023 to April 2024 in the village of Banjarsari Wetan, Agronomy & Horticulture Laboratory of the Faculty of Agriculture, Semarang Laboratory Arena, and Post-Harvest Lab IAB Universitas Jenderal Soedirman. This research used a factorial Randomized Block Design (RAK) consisting of 2 factors with 3 repetitions. The variables observed included plant height, number of leaves, leaf area, root length, fresh plant weight, dry plant weight, fresh root weight, and dry root weight. The experimental data were analyzed using ANOVA variance analysis and then followed by the Duncan Multiple Range Test (DMRT) with a 5% error rate if the data showed a significant effect. The research results showed that the application of rabbit manure POC significantly affected the height of kailan plants at 5 weeks after planting (WAP) and 6 WAP, fresh plant weight, and dry plant weight, while the leaf area variable was significantly different. | |
| 42209 | 45576 | D1A018109 | PENGARUH TINGKAT KANDANG BATERAI TERHADAP MORTALITAS DAN PRODUKTIVITAS AYAM NIAGA PETELUR UMUR 70 DI KR FARM | Tujuan penelitian ini adalah: 1). Mengetahui pengaruh tingkat kandang terhadap mortalitas ayam niaga petelur umur 70 minggu dan; 2). Mengetahui pengaruh tingkat kandang terhadap produktivitas ayam niaga petelur umur 70 minggu. Materi yang digunakan kandang baterai 3 tingkat dari 2 flok sebanyak 600 kotak dan ternak 1.200 ekor ayam niaga petelur umur 70 minggu. Mortalitas adalah rasio antara ayam yang mati dan ayam yang masih hidup. Tingginya tingkat mortalitas dapat menyebabkan kerugian besar bagi peternak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan berbeda (Tingkat Kandang 1, Tingkat Kandang 2, dan Tingkat Kandang 3) serta enam ulangan. Penggunaan masing - masing kandang baterai berisi 2 ekor. Kandang baterai terbuat dari besi dengan panjang 31 cm, lebar 37 cm dan tinggi 34,5 cm. Analisis yang digunakan yaitu analisis variansi. Hasil Analisis Variansi bahwa tingkat kandang berpengaruh tidak nyata (P>0,05), sedangkan untuk produktivitas berpengaruh nyata (P<0,05). Tingkat kandang 1 sampai dengan 3 menghasilkan mortalitas yang relatif sama dan produktivitas ayam niaga petelur kandang B tingkat 2 lebih besar daripada yang lain. | The objectives of this study are: 1) to determine the effect of cage level on the mortality of 70-week-old commercial layer hens; and 2) to assess the impact of cage level on the productivity of 70-week-old commercial layer hens. The materials used include three-tier battery cages from two flocks, totaling 600 units, and 1,200 70-week-old commercial layer hens. Mortality is defined as the ratio of deceased to living hens. High mortality rates can result in significant losses for farmers. This study employs a Completely Randomized Design (CRD) with three different treatments (Cage Level 1, Cage Level 2, and Cage Level 3) and six replications. Each battery cage, made of metal, measures 31 cm in length, 37 cm in width, and 34.5 cm in height, housing 2 hens per cage. Analysis of variance (ANOVA) was used for data analysis. The ANOVA results indicate that cage level does not have a significant effect on mortality (P>0.05), but it does significantly affect productivity (P<0.05). Cage Levels 1 through 3 show relatively similar mortality rates, with Cage Level B (Level 2) demonstrating higher productivity compared to the others. | |
| 42210 | 46481 | L1A020025 | Pemetaan Sebaran Total Suspended Solid (TSS) di Segara Anakan Bagian Barat, Cilacap | Sedimen tersuspensi atau suspended solid merupakan material sedimen layang yang dapat mengakibatkan kekeruhan, serta dapat mengganggu ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran ukuran konsentrasi sedimen tersuspensi atau Total Suspended Solid (TSS) di Segara Anakan bagian Barat, Cilacap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Analisis sebaran TSS menggunakan metode interpolasi Kriging. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive random sampling. Lokasi penelitian terdiri dari 15 stasiun dengan sampel yang diambil adalah pada permukaan perairan. Hasil pengukuran konsentrasi TSS menunjukkan nilai antara 159-379 mg/L. Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap sebaran TSS adalah pasang surut, salinitas, curah hujan, dan debit sungai. Berdasarkan Interpolasi Kriging, sebaran TSS saat surut lebih besar pada area laguna, dan pada saat surut menuju pasang sebaran TSS menebal pada area muara sungai. Saat surut, sedimen layang atau sedimen tersuspensi terperangkap pada wilayah laguna dan dekat pulau akibat pasang surut di LSA yang bersifat asimetri serta debit sungai Citanduy yang tinggi, sedangkan debit sungai dari arah timur cenderung rendah. Saat pasang, air laut masuk ke laguna mendorong TSS ke muara sungai. Hal ini yang terjadi pada Stasiun 14 (muara Sungai Citanduy) memiliki konsentrasi tinggi. | Suspended solid is a sediment material that can cause turbidity, and can disrupt the aquatic ecosystem. This study aims to determine the distribution of Total Suspended Solid (TSS) in Segara Anakan Barat, Cilacap. The research method used was the survey method. The distribution analysis of TSS uses the Kriging interpolation method. The sampling technique used was purposive random sampling. The research location consists of 15 stations with samples taken on the surface of the water. The results of TSS concentration measurements showed values between 159-379 mg/L. Environmental factors that affect the distribution of TSS are tides, salinity, rainfall, and river discharge. Based on the Kriging Interpolation, the distribution of TSS at low tide was greater in the lagoon area, and at low tide the distribution of TSS thickens in the estuary area. At low tide, glide sediment or suspended sediment was trapped in the lagoon area and near the island due to the asymmetrical tides in the LSA and the high discharge of the Citanduy river, while the river discharge from the east tends to be low. At high tide, seawater enters the lagoon pushing the TSS to the mouth of the river. This is what happened at Station 14 (the mouth of the Citanduy River) has a high concentration. | |
| 42211 | 46438 | J1B019041 | ANALISIS TINDAK TUTUR PADA CAPTION AKUN INSTAGRAM @ANIESBASWEDAN DALAM MASA KAMPANYE (KAJIAN: PRAGMATIK) | Media sosial menjadi bagian penting dari strategi komunikasi politik. Platform instagram berfungsi sebagai sarana dalam kampanye politik untuk membangun citra positif dan menyebarkan pesan politik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur pada caption akun instagram Anies Baswedan dalam masa kampanye. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan metode simak dengan teknik sadap dan teknik catat. Analisis data menggunakan metode padan dengan teknik pilah unsur tertentu dan teknik lanjutan daya pilah pragmatis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam caption akun instagram Anies Baswedan dalam masa kampanye, ditemukan 82 data jenis tindak tutur ilokusi, 1 data jenis tindak perlokusi, dan 12 fungsi tindak tutur. Terdapat 82 data tindak tutur ilokusi yang ditemukan dengan rincian: (a) 5 data tindak tutur asertif, (b) 2 data tindak tutur direktif, (c) 53 data tindak tutur komisif, (d) 21 data tindak tutur ekspresif, (e) 1 data tindak tutur deklaratif. Tindak tutur ilokusi komisif menjadi tindak tutur yang paling banyak ditemukan. Tindak tutur perlokusi yang ditemukan terdapat 1 data. Dari tindak tutur ilokusi dan perlokusi yang telah dianalisis, terdapat 2 jenis fungsi tindak tutur yang ditemukan, yaitu fungsi kompetitif dan fungsi konvival. Terdapat 12 data fungsi tindak tutur ilokusi yang ditemukan dengan rincian: (a) 1 data fungsi kompetitif, (b) 11 data fungsi konvival. Fungsi konvival menjadi fungsi tindak tutur ilokusi terbanyak yang ditemukan. | Social media becomes an important part of political communication strategy. Instagram becomes a platform of which functions are to build positive image and convey political message. The purpose of this research is to describe the kinds and the function in the speech act written in the caption of Anies Baswedan’s instagram acount during the campaign. The method employed in this research is the descriptive qualitative method. Data are gathered using listening method with eaves-dropping and recording technique. Data analysis is done with comparative method, with sorting technique, and pragmatical selective follow-up technique. The result of this research shows that in the caption written on Anies Baswedan’s instagram account during the campaign, 82 data kinds of illocutionary speech acts, 1 data kinds of perlocutionary acts, and 12 speech act functions are found. 82 illocutionary speech acts are found with the details: (a) 5 data of assertive speech act, (b) 2 data of directive speech act, (c) 53 data of commissive speech act, (d) 21 data of expressive speech act, (e) 1 data of declarative speech act. Illocutionary commissive speech becomes the one found the most. There is 1 data of perlocution speech act found. From illocutionary and perlocution speech act which has been analyzed, there are 2 functions of speech act found, competitive and convivial function. 12 data of illocutionary speech act’s function are found with the details being: (a) 1 data of competitive function, (b) 11 data of convivial fuction. Convivial function becomes the function of illocutionary speech act found the most. | |
| 42212 | 45577 | H1E020039 | PENGUKURAN PRODUKTIVITAS DAN ANALISIS BEBAN KERJA MENGGUNAKAN METODE WORK SAMPLING DAN DEFENCE RESEARCH AGENCY WORKLOAD SCALE (DRAWS) | Hasil produksi dari kegiatan perusahaan industri bergantung pada orang-orang yang melakukan kegiatan tersebut. PT. ABC mengalami masalah fluktuasi jumlah output produk yang dihasilkan oleh pekerja/hari pada line yang menggunakan tenaga manual manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pencapaian nilai produktivitas pekerja dan kondisi beban kerja yang diterima oleh pekerja. Dalam penelitian ini, akan dilakukan analisis beban kerja pekerja dengan menggunakan dua pendekatan untuk saling melengkapi. Pertama, metode Work Sampling digunakan untuk mengetahui produktivitas dan beban kerja objektif. Kedua, Defense Research Agency Workload Scale (DRAWS) digunakan untuk menganalisis beban kerja subyektif secara mental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja memiliki skor produktivitas yang mendekati batas. Sementara itu, terdapat perbedaan hasil pengukuran beban kerja obyektif yang disebabkan oleh perbedaan nilai produktivitas, performance rate dan allowance pada masing-masing pekerja. Kemudian perbedaan hasil pengukuran beban kerja subyektif disebabkan oleh tingkat kesulitan pekerja dan persepsi pribadi. | The production results of the activities of industrial companies depend on the people who carry out these activities. PT ABC is experiencing the problem of fluctuations in the amount of product output produced by workers/day on line that use manual human labour. This study aims to determine the achievement of worker productivity values and workload conditions received by workers. In this study, a worker workload analysis will be carried out using two approaches to complement each other. First, the Work Sampling method is used to determine productivity and objective workload. Second, the Defense Research Agency Workload Scale (DRAWS) is used to analyse subjective mental workload. The results showed that workers had reached the limit. Meanwhile, there are differences in the results of objective workload measurements caused by differences in productivity scores, performance levels and allowance for each worker. Then the difference in the results of the subjective workload measurement is caused by the level of difficulty of the workers and personal perceptions. | |
| 42213 | 45578 | I1D020051 | Hubungan Kualitas Tidur dan Konsumsi Minuman Berpemanis terhadap Indeks Massa Tubuh Mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman | Latar Belakang: Mahasiswa memiliki aktivitas akademik yang padat dan berada pada masa peralihan dalam hidup sehingga mengubah kebiasaan tidur dan kebiasaan makan sehari-hari. Hal tersebut dapat menyebabkan perubahan IMT yang berpotensi mengarah pada kejadian obesitas. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dan konsumsi minuman berpemanis terhadap IMT mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. Metodologi: Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 101 mahasiswa dari lima jurusan di Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman yang ditentukan dengan menggunakan cluster non-random sampling. Perhitungan IMT dari responden menggunakan timbangan Luna Life Smart Digital Body Fat Scale untuk mengukur berat badan dan ONEMED Wireless Body Height Meter untuk mengukur tinggi badan. Kualitas tidur diukur dengan menggunakan instrumen Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan konsumsi minuman berpemanis diukur dengan menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil Penelitian: Sebagian besar mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman memiliki kualitas tidur buruk dan sering mengonsumsi minuman berpemanis. Terdapat hubungan antara kualitas tidur terhadap IMT dengan p-value 0,037 dan terdapat hubungan antara konsumsi minuman berpemanis terhadap IMT dengan p-value 0,001. Kesimpulan: Baik kualitas tidur maupun konsumsi minuman berpemanis, keduanya berhubungan terhadap IMT. | Background: University students often experience a demanding academic schedule and a transitional phase in their lives, which can lead to changes in their sleep patterns and daily eating habits. These changes may result in alterations to Body Mass Index (BMI), potentially increasing the risk of obesity. Therefore, the objective of this study is to investigate the relationship between sleep quality and the consumption of sugar-sweetened beverages on the BMI of students at the Faculty of Health Sciences Universitas Jenderal Soedirman. Methods: The research design is cross-sectional. The sample consists of 101 students from five departments in the Faculty of Health Sciences at Universitas Jenderal Soedirman, determined using cluster non-random sampling. The Body Mass Index (BMI) of respondents was calculated using the Luna Life Smart Digital Body Fat Scale to measure weight and the ONEMED Wireless Body Height Meter to measure height. Sleep quality was measured using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), and sweetened beverage consumption was assessed using the Food Frequency Questionnaire (FFQ). Data analysis was performed using the Spearman Rank Correlation test. Results: The majority of students in the Faculty of Health Sciences at Universitas Jenderal Soedirman have poor sleep quality and frequently consume sweetened beverages. There is a relationship between sleep quality and BMI with a p-value of 0.037, and there is a relationship between sweetened beverage consumption and BMI with a p-value of 0.001. Conclusion: Both sleep quality and sweetened beverage consumption are associated with BMI. | |
| 42214 | 45533 | A1F020029 | Pengaruh Jenis Kemasan dan Lama Penyimpanan Terhadap Perubahan Kimia dan Sensori Amplang Ikan Nila di Poklahsar Bunda Madani Panembangan | Amplang ikan nila Poklahsar Bunda Madani merupakan produk pangan yang terbuat dari daging ikan nila dengan campuran tepung tapioka, telur, penyedap rasa, dan pengembang. Amplang ikan memiliki kadar air rendah dan bersifat higroskopis sehingga mudah mengalami perubahan tekstur menjadi tidak renyah. Selama proses penggorengan amplang akan terjadi penyerapan minyak ke dalam produk yang menyebabkan amplang rentan teroksidasi apabila terpapar oksigen sehingga dapat memicu timbulnya aroma tengik. Kemasan dapat memberikan efek perlindungan untuk mengendalikan perubahan mutu produk pangan selama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis kemasan yang efektif memperlambat laju penurunan mutu amplang ikan nila. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor uji yaitu jenis kemasan (standing pouch plastik metalized, PP, kertas kraft) dan lama penyimpanan (0, 25, 50, 75 hari). Variabel yang diamati antara lain mutu kimia amplang ikan nila (bilangan TBA, kadar air) dan mutu sensori (rasa, kenampakan, tekstur, aroma). Analisis data mutu kimia dilakukan dengan analisis sidik ragam (ANOVA), apabila hasil menunjukkan berbeda nyata dilanjutkan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test). Data hasil pengujian mutu sensori dianalisis menggunakan uji Friedman. Hasil penelitian menunjukkan jenis kemasan dan lama penyimpanan berpengaruh terhadap kadar air dan bilangan TBA serta kualitas sensori (tekstur, rasa, aroma, dan kenampakan) amplang ikan nila. Kemasan standing pouch plastik metalized lebih efektif dalam mengendalikan penurunan mutu amplang ikan nila selama 75 hari penyimpanan dibandingkan kemasan plastik PP dan kertas kraft dengan laju peningkatan kadar air sebesar 0,0585% per hari, laju peningkatan TBA 0,0006 mg malonaldehid/kg per hari, dominasi tekstur kurang renyah, aroma cukup kuat spesifik ikan, rasa kurang kuat spesifik ikan, dan warna mulai kusam, kurang bersih pada hari penyimpanan ke-75. | Nile tilapia amplang is a food product made from nile tilapia meat mixed with tapioca flour, eggs, flavorings, and baking soda. Amplang ikan has a low moisture content, making it prone to texture changes and becoming less crispy. During the frying process, amplang absorbs oil, which makes it susceptible to oxidation when exposed to oxygen, potentially leading to rancid odors. Packaging can provide protection to control changes in the product's quality during storage. This study aims to identify which packaging is effective in slowing down the quality degradation of amplang. The research was conducted at the Agricultural Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The study used a Completely Randomized Design (CRD) with two test factors: packaging types (standing pouch metalized plastic, PP, and paper kraft) and storage duration (0, 25, 50, 75 days). Variables observed included the chemical quality (TBA number, moisture content) and sensory quality (taste, appearance, texture, aroma). Chemical quality data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA); if results showed significant differences, Duncan's Multiple Range Test (DMRT) was performed. Sensory quality data were analyzed using the Friedman test. The results indicate that both the type of packaging and storage duration affect the moisture content, TBA number, and sensory quality (texture, taste, aroma, and appearance) of nile tilapia amplang. The metalized plastic packaging was more effective in controlling the decline in the quality of amplang during 75 days of storage compared to plastic PP and paper kraft packaging. The rate of increase in moisture content was 0.0585% per day, and the rate of increase in TBA was 0.0006 mg malonaldehyde/kg per day, with a dominance of less crispy texture, moderately strong fish-specific aroma, less strong fish-specific taste, and a color that became dull and less clean by the last day of storage (75 days). | |
| 42215 | 45579 | J1A017050 | IMPLICATURE ANALYSIS IN SOUNDTRACK OF “THE GREATEST SHOWMAN” MOVIE | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis implikatur dan fungsi konteks dalam sebuah lagu. Studi ini didasarkan pada teori implikatur H.P. Grice, yang membedakan antara implikatur konvensional dan percakapan, yang selanjutnya dibagi menjadi jenis umum dan khusus. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Untuk menjawab pertanyaan penelitian, peneliti menonton film tersebut berulang kali dan mendengarkan setiap soundtrack di dalamnya untuk menganalisis jenis implikatur dan konteks lagu. Temuan menunjukkan bahwa implikatur percakapan khusus lebih dominan, dengan total 21 kasus, sementara implikatur percakapan umum kurang sering, dengan total 4 kasus. Konteks dalam lagu sangat penting karena terkait dengan latar belakang di mana lagu-lagu tersebut dinyanyikan. Memahami konteks membantu dalam memahami makna yang dimaksudkan di balik lirik, karena konteks memberikan wawasan tentang keadaan dan nuansa budaya yang mempengaruhi pilihan kata dan frasa penulis lagu. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih luas tentang bagaimana implikatur berfungsi dalam komposisi musik, menawarkan wawasan tentang cara-cara halus di mana penulis lagu menyampaikan makna yang lebih dalam di luar interpretasi harfiah dari lirik mereka. Dengan menyoroti pentingnya konteks, studi ini menekankan kompleksitas dalam menafsirkan lagu dan kebutuhan akan pendekatan yang lebih mendalam dalam menganalisis teks musik. | This research aims to analyze types of implicature and the function of context in a song. The study is grounded in H.P. Grice's theory of implicature, which distinguishes between conventional and conversational implicature, further divided into generalized and particularized types. This research employs a qualitative descriptive method. To address the research questions, the researcher repeatedly watched the film and listened to each soundtrack therein to analyze their implicature types and song contexts. The findings indicate that particularized conversational implicature was more prevalent, totaling 21 instances, while generalized conversational implicature was less frequent, totaling 4 instances. Context in the songs is crucial as it relates to the background in which the songs are sung. Understanding the context helps in comprehending the intended meaning behind the lyrics, as the context provides insight into the circumstances and cultural nuances that influence the songwriter's choice of words and phrases. This research contributes to the broader understanding of how implicature functions in musical compositions, offering insights into the subtle ways in which songwriters convey deeper meanings beyond the literal interpretation of their lyrics. By highlighting the importance of context, the study underscores the complexity of interpreting songs and the need for a nuanced approach to analyzing musical texts. | |
| 42216 | 45580 | B1A017085 | AKTIVITAS AMILASE Osteochilus vittatus YANG DIBERI SUPLEMENTASI PAKAN Chlorella vulgaris DAN Spirulina platensis SERTA DIPELIHARA PADA SISTEM BERBEDA | Pertumbuhan dan aktivitas enzim digesti dapat ditingkatkan dengan suplementasi Chlorella vulgaris dan Spirulina platensis yang merupakan mikroalga bernutrisi tinggi. Sistem bioflok dapat mengubah sisa pakan dan feses menjadi pakan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pakan terbaik meningkatkan aktivitas amilase saluran digesti ikan nilem (Osteochilus vitatus) yang diberi pakan suplementasi Spirulina platensis dan Chlorella Vulgaris, mendapatkan sistem pemeliharaan terbaik meningkatkan aktivitas amilase saluran digesti ikan nilem yang dipelihara dalam sistem pemeliharaan berbeda dan mengetahui aktivitas amilase saluran digesti ikan nilem yang diberi pakan suplementasi Spirulina platensis dan Chlorella vulgaris dan dipelihara dalam sistem berbeda. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan dua faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeliharaan dalam sistem bioflok memberikan pengaruh signifikan pada aktivitas amilase usus depan ikan nilem dengan nilai sebesar 4,1873 U/mg, lebih tinggi dari organ lain dan lebih tinggi dari pemeliharaan nonbioflok. Perlakuan suplementasi dan interaksi antara suplementasi dengan sistem pemeliharaan menunjukkan tidak adanya pengaruh terhadap aktivitas amilase ikan nilem. Budidaya ikan nilem dapat dilakukan lebih baik pada sistem bioflok. | Growth and enzyme activiy can be increased with highly nutritious microalgae supplementation such as Chlorella vulgaris and Spirulina platensis. Biofloc system able to provide edible floc transformed from food waste and feaces. This study aims to find the amylase activity in the digestive tract of Nilem fish given Spirulina platensis and Chlorella vulgaris feed supplementation, to find the best cultivation system to increase the amylase activity in the digestive tract of Nilem fish and to determine the interaction between amylase activity in the digestive tract of Nilem fish given Spirulina platensis and Chlorella vulgaris feed supplementation and cultivated in different systems. The results of the study shows that cultivation with biofloc has a significant influence on the amylase activity in the foregut intestine of Nilem fish withamylase activity value of 4.1873 U/mg higher compared to the other parts of intestine and hepatopancreas and higher compared to the foregut of nonibiofloc system. Supplementation treatments and the interaction between supplementation and the cultivation system show no significant difference indicating no effect on the amylase activity in the digestive system of Nilem fish | |
| 42217 | 45581 | A1F020049 | Karakteristik Mutu Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) dengan Aplikasi Ekstrak Bunga Kecombrang (Etlingera elatior) pada Es Curah | Ikan cakalang memiliki sifat yang mudah rusak, sehingga dilakukan penyimpanan menggunakan es untuk menjaga kesegaran ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak bunga kecombrang pada es curah terhadap mutu ikan cakalang segar dan untuk mengetahui konsentrasi penambahan ekstrak bunga kecombrang yang efektif pada es curah yang menghasilkan mutu terbaik pada ikan cakalang segar. Metode yang digunakan adalah menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yang terdiri atas konsentrasi ekstrak bunga kecombrang, yaitu 0, 2, 3, 4% dan lama waktu penyimpanan, yaitu 0, 4, dan 8 hari. Mutu yang diteliti meliputi nilai pH, warna, dan organoleptik. Hasil dari penelitian ini adalah penambahan ekstrak bunga kecombrang tidak berpengaruh terhadap mutu ikan cakalang selama penyimpanan. Akan tetapi, mutu ikan cakalang dipengaruhi oleh lama waktu penyimpanan yang menunjukkan bahwa semakin lama waktu penyimpanannya, maka semakin menurun nilai mutunya. Meskipun penambahan ekstrak bunga kecombrang tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap mutu ikan cakalang, namun berdasarkan hasil analisis regresi diperoleh bahwa konsentrasi 2% menunjukkan mutu yang lebih baik dibandingkan sampel lainnya, sehingga konsentrasi tersebut masih layak dipertimbangkan untuk penggunaan lebih lanjut. | Skipjack tuna is highly perishable, thus it is stored with ice to maintain its freshness. This study aimed to determine the effect of adding kecombrang flower extract to crushed ice on the quality of fresh skipjack tuna, as well as to identify the most effective concentration of kecombrang flower extract that produces the best quality in fresh skipjack tuna. The study utilized a Randomized Block Design (RBD) with two factors: the concentration of kecombrang flower extract with concentration factors of 0%, 2%, 3%, and 4% and storage duration of 0, 4, and 8 days. The parameters included pH value, color, and organoleptic properties. The findings indicated that the addition of kecombrang flower extract did not significantly affect the quality of skipjack tuna during storage. However, the quality of skipjack tuna was noticeably impacted by storage duration, resulting in a decrease in quality with longer storage periods. Although the addition of kecombrang flower extract does not significantly affect the quality of skipjack tuna, regression analysis results show that a concentration of 2% yields better quality compared to other samples, making this concentration worth considering for further use. | |
| 42218 | 45582 | H1D020066 | PENERAPAN CONTINUOUS INTEGRATION, CONTINUOUS DELIVERY DAN CONTINUOUS DEPLOYMENT (CI/CD) DALAM PENGEMBANGAN WEBSITE BLOG STATIS PADA GOOGLE CLOUD PLATFORM | Pada era serba digital seperti saat ini, penggunaan website dan aplikasi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, proses penyebaran aplikasi masih banyak dilakukan secara manual sehingga memakan waktu yang cukup lama. Kemudian, pada banyak website blog juga menjadi target serangan penyusupan iklan dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal tersebut dapat diatasi dengan pengembangan website blog statis menggunakan Jekyll sebagai static site generator dan penggunaan Flask sebagai framework pengembangan website admin. Kemudian, agar proses pengembangan dan penyebarannya menjadi lebih cepat dan efisien, digunakan metode Continuous Integration, Continuous Delivery, dan Continuous Deployment (CI/CD) menggunakan GitHub dan Google Cloud Platform. | In today’s digital era, the use of websites and applocations has become a part of everyday lofe. However, the process of distributing applications mostly still be done manually, which takes a considerable amount of time. Additionally, many websites, particularly blogs, become targets for ad injection attacks by irresponsible parties. This can be addressed by developing a static blog websote using Jekyll as a static site generator and Flask as the framework for developing the admin website. Furthermore, to make the development and distribution process faster and more efficient, Continuous Integration, Continuous Delivery, and Continuous Deployment (CI/CD) methods are used with GitHub and Google Cloud Platform. | |
| 42219 | 45583 | L1C020005 | Kandungan Organoklorin dan Karbon Organik pada Sedimen di Perairan Muara Kali Ijo, Kebumen | Pestisida golongan organoklorin merupakan kelompok senyawa organik yang mengandung unsur klor dan berikatan secara kovalen dengan karbon. Sebagaimana senyawa organik lainnya, keberadaan organoklorin dipengruhi oleh adanya bahan organik dalam hal ini karbon organik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan organoklorin dan karbon organik serta mengetahui karakteristik organoklorin berdasarkan kandungan karbon organik. Data yang dianalisis berupa jenis sedimen, nilai organoklorin, dan nilai karbon organik yang terkandung dalam sedimen. Kandungan organoklorin diperoleh menggunakan GC-MS (Gas Chromatography – Mass Spectrometry), nilai karbon organik diperoleh melalui metode LOI (Loss On Ignition), dan data jenis sedimen diperoleh melalui metode pemipetan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 jenis pestisida golongan organoklorin yang ditemukan pada sedimen di Perairan Muara Kali Ijo yaitu, endrin, endosulfan, dan endosulfan sulfat dengan nilai total organoklorin tertinggi berada di stasiun 7 sebesar 10,101 µg kg-1. Nilai karbon organik berada pada kategori sedang-sangat tinggi dengan nilai tertinggi berada di stasiun 3 sebesar 5,51% dan jenis sedimen yang mendominasi adalah liat kasar (coarse clay). | Organochlorine pesticides are a group of organic matter that contain chlorine and covalently bonded to carbon. Like other organic matter, the abundance of organochlorines is influenced by the organic matter, in this case is organic carbon. This study aims to analysed the content of organochlorine, organic carbon and determine the characteristics of organochlorine based on organic carbon levels. The data analysed were sediment type, organochlorine value, and organic carbon value. Organochlorine was analysed using GC-MS (Gas Chromatography - Mass Spectrometry), organic carbon value was analysed through LOI (Loss On Ignition) method, and sediment type data was obtained through pipetting method. The results showed that there were 3 types of organochlorine pesticides found in sediments in the Kali Ijo Estuary Waters, that is endrin, endosulfan, and endosulfan sulfate with the highest total organochlorine value at station 7 of 10,101 µg kg-1. The value of organic carbon is in the medium-very high category with the highest value at station 3 of 5.51% and the dominating sediment type is coarse clay. | |
| 42220 | 45584 | A1C020049 | Rancang Bangun Sistem Pengolahan Limbah Electroplating Metode Koagulasi Flokulasi Untuk Menurunkan Kadar Logam Zn di PT X | Limbah dari industri electroplating mengandung logam berat yang termasuk dalam golongan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Limbah ini dapat menyebabkan kerusakan ekosistem lokal dan berpotensi membahayakan kesehatan manusia jika langsung dibuang ke lingkungan. PT X merupakan industri bidang electroplating yang belum lama berdiri, sehingga pengolahan limbah yang ada masi sederhana dengan cara sedimentasi alami saja. Rancang bangun sistem pengolahan limbah untuk mengolah limbah cair electroplating di PT X menjadi sangat penting untuk memaksimalkan sistem pengolahan limbah yang sudah ada. Penelitian dimulai dengan mengidentifikasi masalah yang ada di PT X, menentukan skema sistem pengolahan limbah yang akan dirancang bangun, menganalisis rancangan secara fungsional dan struktural, dan selanjutnya melakukan uji coba sistem. Variabel yang diamati meliputi pH, TDS (Total Dissolved Solid), turbidity, dan kadar logam berat Zn. Hasil penelitian menunjukan bahwa rancang bangun sistem pengolahan air limbah electroplating dengan metode koagulasi flokulasi telah berjalan dengan optimal, dan mampu menurunkan kandungan Zn secara signifikan. Performansi rancang bangun sistem pengolahan air limbah electroplating dengan metode koagulasi flokulasi menunjukan hasil penurunan pH dari limbah awal 9,17 menjadi 7,77 setelah melewati sistem pengolahan. Efisiensi penurunan TDS sebesar 59%, turbiditas 95%, dan efisiensi penurunan kadar Zn sebesar 97%. | Waste from the electroplating industry contains heavy metals which are included in the B3 waste group (Hazardous and Toxic Materials). This waste can cause damage to local ecosystems and has the potential to endanger human health if it is dumped directly into the environment. PT X is an electroplating industry that has recently been established, so that there is a simple waste treatment by natural sedimentation. The design of a waste processing system to process electroplating liquid waste at PT X is very important to maximize the existing waste processing system. The research begins by identifying the problems that exist at PT X, determining the waste processing system scheme that will be designed, analyze the design functionally and structurally, and then carry out system testing. The variables observed included pH, TDS (Total Dissolved Solid), turbidity, and levels of the heavy metal Zn. The research results show that the design of the electroplating wastewater treatment system using the coagulation flocculation method has run optimally and is able to reduce the Zn content significantly. The design performance of the electroplating wastewater treatment system using the coagulation flocculation method shows the results of a decrease in pH from the initial wastewater from 9.17 to 7.77 after passing through the treatment system. The efficiency of reducing TDS was 59%, turbidity was 95%, and the efficiency of reducing Zn levels was 97% |