Artikelilmiahs

Menampilkan 42.141-42.160 dari 48.848 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4214145502K1A020060FORMULASI DAN UJI ANTIOKSIDAN NANO FACIAL WASH
EKSTRAK DAUN SALAM BERBAHAN AKTIF SURFAKTAN
METIL ESTER SULFONAT DARI MINYAK BIJI KETAPANG
Ekstrak daun salam merupakan salah satu bahan alam yang memiliki aktivitas
antioksidan yang berfungsi untuk menangkal radikal bebas. Radikal bebas di
lingkungan bebas dapat menyebabkan komedo, wajah berminyak, dan kulit kusam
pada wajah, sehingga dibutuhkan facial wash untuk membersihkan kulit wajah
dari permasalahan kulit tersebut. Kemampuan facial wash dalam membersihkan
wajah dari kotoran yaitu karena adanya kandungan surfaktan paad formulasinya.
Surfaktan memiliki gugus hidrofobik dan hidrofilik dalam strukturnya sehingga
dapat efektif mengikat kotoran pada wajah. Penelitian terdahulu menyatakan
bahwa biji ketapang memiliki kandungan minyak sekitar 60% sehingga berpotensi
digunakan sebagai bahan baku pembuatan surfaktan. Penelitian ini bertujuan
untuk membuat membut facial wash ekstrak daun salam dengan surfaktan yang
bersumber dari minyak biji ketapang berupa Metil Ester Sulfonat. Variasi
konsentrasi ekstrak daun salam yang digunakan pada pembuatan facial wash yaitu
2%, 4%, dan 6% serta variasi Metil Ester Sulfonat 3%, 5%, dan 7%. Karakterisasi
produk meliputi uji homogenitas, pH, organoleptis, iritasi, dan stabilitas busa.
Produk yang memiliki formulasi terbaik slanjutnya dibuat dalam partikel nano dan
dikarakterisasi kembali, kemudian diuji ukuran partikel produk menggunakan alat
particle size analyzer dan aktivitas antioksidannya diuji dengan metode 2,2-
diphenyl-1-picrylhidrazil. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Formulasi F3
merupakan formula terbaik dengan ukuran partikel 53,5 nm sebanyak 20,8%.
Aktivitas antioksidan dari facial wash dengan karakteristik terbaik nano dan
nonnano yaitu 35,75 ppm dan 4,14 ppm yang tergolong aktivitas antioksidan kuat.
Bay leaf extract is a natural ingredient that has antioxidant activity which
functions to ward off free radicals. Free radicals in free environments can cause
blackheads, oily skin and dull skin on the face, so facial wash is needed to clean
facial skin from these skin problems. The ability of facial wash to clean the face
of dirt is due to the surfactant content in the formulation. Surfactants have
hydrophobic and hydrophilic groups in their structure so they can effectively bind
dirt on the face. Previous research stated that ketapang seeds have an oil content
of around 60% so they have the potential to be used as raw material for making
surfactants. This research aims to make a facial wash from bay leaf extract with
surfactant sourced from ketapang seed oil in the form of Methyl Ester Sulfonate.
Variations in the concentration of bay leaf extract used in making facial wash are
2%, 4% and 6% and variations in Methyl Ester Sulfonate 3%, 5% and 7%.
Product characterization includes homogeneity, pH, organoleptic, irritation and
foam stability tests. The product that has the best formulation is then made in
nanoparticles and re-characterized, then the product particle size is tested using a
particle size analyzer and its antioxidant activity is tested using the 2,2-diphenyl-
1-picrylhidrazil method. The test results show that Formulation F3 is the best
formula with a particle size of 53.5 nm as much as 20.8%. The antioxidant
activity of the facial wash with the best nano and non-nano characteristics is 35,75
ppm dan 4,14 ppm which is classified as strong antioxidant activity.
4214245503K1C020006IDENTIFIKASI POTENSI PANAS BUMI MENGGUNAKAN METODE GRAVITASI CITRA SATELIT DI DAERAH GUNUNG SALAK, JAWA BARAT.Data gravitasi citra satelit dimanfaatkan untuk memetakan anomali gravitasi di permukaan Bumi, pada penelitian ini digunakan untuk mengidentifikasi potensi panas bumi di Gunung Salak, Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model tiga dimensi yang digunakan sebagai salah satu acuan untuk menginterpretasikan lapisan batuan bawah permukaan di daerah penelitian. Proses pengolahan data dimulai dengan digitasi peta Anomali Bouguer Lengkap (ABL), dilanjutkan dengan reduksi data ke bidang datar, serta pemisahan data anomali gravitasi regional dan residual menggunakan metode upward continuation. Pemodelan inversi dilakukan dengan menggunakan software Grablox 1.7 untuk menghasilkan model geologi dari data anomali residual, yang kemudian dianalisis
dan disajikan dalam software Bloxer 1.6e dan Voxler 4. Analisis menunjukkan variasi densitas batuan yang signifikan di Gunung Salak, dengan batuan magma (1.40 - 1.67 g/cm³), clay (1.67 - 1.95 g/cm³), tuf lapili dan batupasir tufan (1.95 - 2.22 g/cm³), breksi laharik (2.22 - 2.50 g/cm³), andesit basaltik dengan piroksen (2.50 - 3.05 g/cm³), dan diorit (3.05 - 3.27 g/cm³) memiliki densitas berbeda-beda. Hal ini mengindikasikan adanya potensi panas bumi yang besar, terutama pada kedalaman 500-1.400 meter di bawah permukaan.
Satellite image gravity data is used to map gravity anomalies on the Earth's surface, in this research it is used to identify geothermal potential on Mount Salak, West Java. This research aims to create a three-dimensional model that can be used as a reference for interpreting subsurface rock layers in the research area. The data processing process begins with digitizing the Complete Bouguer Anomaly (ABL) map, followed by reducing the data to a flat plane, as well as separating regional and residual gravity anomaly data using the upward continuation method. Inversion modeling was carried out using Grablox 1.7 software to produce a geological model from residual anomaly data, which was then analyzed and presented in Bloxer 1.6e and Voxler 4 software. The analysis showed significant variations in rock density on Mount Salak, with magma rocks (1.40 - 1.67 g /cm³), clay (1.67 - 1.95 g/cm³), lapilli tuff and tuffaceous sandstone (1.95 - 2.22 g/cm³), laharic breccia (2.22 - 2.50 g/cm³), basaltic andesite with pyroxene (2.50 - 3.05 g/cm³ ), and diorite (3.05 - 3.27 g/cm³) have different densities. This indicates that there is large geothermal potential, especially at a depth of 500-1,400 meters below the surface.
4214345504C1A017099Analisis Permintaan Tenaga kerja Industri Mebel di PurwokertoAbstrak. Industri meubel menjadi komoditi ekspor Indonesia yang penting sehingga membutuhkan penyerapan tenaga kerja yang tinggi. Untuk memenuhi permintaan tenaga kerja di industry mebel, beberapa faktor menjadi penting untuk diteliti. Budiarti (2006) menjelaskan bahwa upah, tenaga kerja, modal usaha, lama usaha, dan kualitas tenaga kerja menjadi u faktor utama yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis data sekunder. Sampel penelitian ini 20 industri mebel di Purwokerto. Metode pengumpulan data yang dipakai yakni dengan kuesioner. Data dalam penelitian ini dianalisis memakai SPSS dengan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa yidak terdapat pengaruh signifikan antara upah tenaga kerja terhadap permintaan tenaga kerja industri mebel di Purwokerto. Tidak terdapat pengaruh signifikan antara modal usaha terhadap permintaan tenaga kerja industri mebel di Purwokerto. Terdapat pengaruh signifikan antara lama usaha terhadap permintaan tenaga kerja industri mebel di Purwokerto. Tidak terdapat pengaruh signifikan antara kualitas tenaga kerja terhadap permintaan kenaga kerja industri mebel di Purwokerto.


Abstract. The furniture industry is an important Indonesian export commodity that requires high labor absorption. To meet the demand for labor in the furniture industry, several factors are important to study. Budiarti (2006) explains that wages, labor, business capital, length of business, and quality of labor are the main factors that influence labor absorption. The research method used is quantitative with secondary data analysis. The sample of this study was 20 furniture industries in Purwokerto. The data collection method used was a questionnaire. The data in this study were analyzed using SPSS with multiple linear regression analysis. Based on the results of the study, it shows that there is no significant influence between labor wages on the demand for labor in the furniture industry in Purwokerto. There is no significant influence between business capital on the demand for labor in the furniture industry in Purwokerto. There is a significant influence between the length of business on the demand for labor in the furniture industry in Purwokerto. There is no significant influence between the quality of labor on the demand for labor in the furniture industry in Purwokerto.

4214445505J1B018034Kepribadian Tokoh Midun dalam Novel Sengsara Membawa Nikmat Karya Tulis Sutan SatiPenelitian ini berjudul “Kepribadian Tokoh Midun dalam Novel Sengsara Membawa Nikmat Karya Tulis Sutan Sati”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepribadian tokoh Midun. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teori psikologi sastra. Teknik analisis data ada tiga tahap, yaitu mendeskripsikan tokoh dan penokohan, menganalisis kepribadian tokoh Midun, dan menyimpulkan hasil penelitian. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah struktur kepribadian Sigmund Freud. Penelitian ini mengungkap bahwa struktur kepribadian Id, Ego, dan Super Ego. Hasil penelitian ini adalah tokoh Midun menunjukkan keseimbangan yang cukup signifikan. Karakterisasi Midun sebagai pria baik dan alim, sesuai dengan harapan pembaca, Id, Ego, dan Super Ego Midun sangat berimbang sehingga Midun di dalam penceritaan pengarang sangat tergambar menjadi tokoh yang memiliki karakter kompleks namun masih dalam kategori baik dan sesuai nilai-nilai yang diyakini pembaca.This research is entitled “Kepribadian Tokoh Midun dalam Novel Sengsara Membawa Nikmat Karya Tulis Sutan Sati”. This research aims to describe Midun’s personality. This research uses a qualitative descriptive approach with literary psychological theory. There are three stages of data analysis techniques, namely describing the characters and characterization, analyzing Midun’s personality, and concluding the research results. The theory used in this research is Sigmund Freud's personality structure. This research reveals that the personality structures are Id, Ego, and Super Ego. The results of this research are that Midun's character shows significant balance. Midun's characterization as a good and pious man is in line with the reader's expectations, the structure of Midun's Id, Ego, and Super Ego is very balanced so that Midun in the author's story depicted as a character who has complex character but still in the good category and in accordance with the values ​​that the reader believes in.
4214545508C1L018042PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VAK (VISUALISATION, AUDITORY, KINESTETIC) TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR EKONOMI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 KEDUNGREJAPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan bentuk nonequivalent control group design menggunakan metode quasi experimental design terhadap siswa kelas X di SMA Negeri 1 Kedungreja. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penerapan model pembelajaran Visualisation, Auditory, Kinestetic (VAK) terhadap motivasi dan hasil belajar ekonomi pada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Kedungreja. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2023/2024. Data yang digunakan dalam penelitian berupa nilai pretest dan posttest serta angket kuesioner. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 138 siswa kelas X di SMA Negeri 1 Kedungreja.
Sampel yang digunakan sebanyak 71 responden yang terbagi dalam dua kelas yaitu kelas X6 dan X8 menggunakan teknik purposive sampling yaitu menggunakan kriteria tertentu dalam menentukan sampel. Kedua kelas akan diuji menggunakan instrumen dalam bentuk angket kuesioner motivasi belajar sebanyak 22 pernyataan dan pilihan ganda sebanyak 20 butir pertanyaan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji daya pembeda, uji tingkat kesukaran, uji normalitas, uji homogenitas, uji independent sample t-test dan uji regresi linear sederhana.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, menunjukkan bahwa, pertama terdapat perbedaan motivasi belajar siswa yang menerapkan model pembelajaran Visualisation, Auditory, Kinestetic dengan siswa yang menerapkan model pembelajaran konvensional. Kedua terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menerapkan model pembelajaran Visualisation, Auditory, Kinestetic dengan siswa yang menerapkan model pembelajaran konvensional. Ketiga model pembelajaran Visualisation, Auditory, Kinestetic berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa. Keempat model pembelajaran Visualisation, Auditory, Kinestetic berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa
Implikasi dari penelitian ini adalah siswa diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar sehingga dapat tercipta pembelajaran yang menyenangkan sehingga mudah dipahami serta bisa meningkatkan hasil belajar. Guru dan sekolah dapat mempertimbangkan penerapan model pembelajaran Visualisation, Auditory, Kinestetic sebagai salah satu bagian dalam upaya meningkatkan hasil belajar dan motivasi belajar siswa.
This research is a quantitative research in the form of a nonequivalent control group design using a quasi experimental design method for class X students at SMA Negeri 1 Kedungreja. The aim of this research is to analyze the application of the Visualisation, Auditory, Kinesthetic (VAK) learning model to the motivation and economic learning outcomes of class X students at SMA Negeri 1 Kedungreja. This research was carried out in the odd semester of the 2023/2024 academic year. The data used in the research are pretest and posttest scores as well as questionnaires. The population in this study was 138 class X students at SMA Negeri 1 Kedungreja.
The sample used was 71 respondents who were divided into two classes, namely classes X6 and X8 using a purposive sampling technique, namely using certain criteria in determining the sample. Both classes will be tested using instruments in the form of a learning motivation questionnaire with 22 statements and multiple choice questions with 20 questions. The data analysis techniques used in the research are validity test, reliability test, distinguishing power test, level of difficulty test, normality test, homogeneity test, independent sample t-test and simple linear regression test.
Based on the results of research and data analysis, it shows that, firstly, there are differences in the learning motivation of students who apply the Visualization, Auditory, Kinesthetic learning model and students who apply the conventional learning model. Second, there are differences in the learning outcomes of students who apply the Visualization, Auditory, Kinesthetic learning model and students who apply the conventional learning model. The three learning models Visualization, Auditory, Kinesthetic have a positive effect on student learning motivation. The four learning models Visualization, Auditory, Kinesthetic have a positive effect on student learning outcomes.
The implication of this research is that students are expected to increase learning motivation so that fun learning can be created that is easy to understand and can improve learning outcomes. Teachers and schools can consider implementing the Visualisation, Auditory, Kinesthetic learning model as one part of efforts to improve learning outcomes and student motivation.
4214645509J0B021032PEMBUATAN VIDEO PROMOSI KIARA ARTHA PARK BANDUNG
BERBAHASA MANDARIN DENGAN TEKNIK VOICE OVER SEBAGAI
UPAYA MENINGKATKAN MINAT KUNJUNGAN WISATAWAN CHINA
Laporan praktik kerja ini berjudul “Pembuatan Video Promosi Kiara Artha Park Bandung Berbahasa Mandarin Dengan Teknik Voice Over Sebagai Upaya Meningkatkan Minat Kunjungan Wisatawan China.” Kegiatan praktik kerja dilaksanakan di Kiara Artha Park Bandung, pada tanggal 6 November 2023 hingga 6 April 2024. Tujuan dilaksanakan praktik kerja ini adalah pembuatan video promosi berbahasa Mandarin dengan teknik voice over yang diunggah melalui media sosial Tiktok milik Kiara Artha Park Bandung. Latar belakang praktik kerja ini adalah tidak adanya video promosi yang menggunakan bahasa Mandarin membuat kurangnya promosi Kiara Artha Park Bandung kepada pengunjung mancanegara terkhusus bagi wisatawan China. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi, wawancara, jelajah internet, dan dokumentasi. Metode yang digunakan untuk menerjemahkan narasi video adalah metode penerjemahan komunikatif. Hasil dari kegiatan praktik kerja ini adalah video promosi berbahasa Mandarin dengan teknik voice over di Kiara Artha Park Bandung yang diunggah melalui media Tiktok Kiara Artha Park Bandung.This internship report is entitled "Making a Mandarin Promotional Video for Kiara Artha Park Bandung Using Voice Over Techniques as an Effort to Increase Interest in Visiting Chinese Tourists." The internship activity was carried out at Kiara Artha Park Bandung, from November 6, 2023 to April 6, 2024. The purpose of this internship was to make a Mandarin promotional video using voice over techniques that were uploaded via Kiara Artha Park Bandung's Tiktok social media. The background to this internship was the absence of promotional videos using Mandarin, resulting in a lack of promotion of Kiara Artha Park Bandung to foreign visitors, especially Chinese tourists. The data collection methods used were observation, interviews, internet browsing, and documentation. The method used to translate the video narrative was the communicative translation method. The result of this internship activity was a Mandarin promotional video using voice over techniques at Kiara Artha Park Bandung which was uploaded via Kiara Artha Park Bandung's Tiktok media.
4214745507K1A020020EFISIENSI SISTEM MULTI SOIL LAYERING TERHADAP PENURUNAN NILAI BOD, COD DAN TSS LIMBAH CAIR PSA PALIMANANLimbah Cair Pabrik Spirtus dan Alkohol (PSA) Palimanan (Vinasse) merupakan limbah cair sisa hasil dari proses penyulingan etanol yang memiliki nilai BOD, COD, dan TSS yang tinggi sehingga akan menyebabkan pencemaran lingkungan apabila tidak dilakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah menggunakan Multi Soil Layering (MSL). Metode MSL adalah suatu metode pengolahan limbah cair yang meningkatkan fungsi tanah untuk pemurnian limbah cair. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan nilai BOD, COD, dan TSS limbah cair PSA Palimanan setelah diolah dengan metode MSL dan menentukan efisiensi dari sistem MSL dalam menurunkan nilai BOD, COD, dan TSS limbah cair PSA Palimanan. Air limbah dialirkan ke dalam sistem MSL dengan variasi kecepatan 160, 320, 480, 640, dan 800 L m-2hari-1 dan variasi aerasi 0, 2, 4, dan 6 L/menit. Efisiensi sistem MSL dalam menurunkan nilai BOD, COD, dan TSS limbah cair PSA Palimanan ditentukan pada kecepatan pengisian dan aerasi optimum. Hasil pengujian metode MSL dapat menurunkan nilai BOD, COD, dan TSS pada kecepatan optimum 320 L m-2hari-1 dan aerasi optimum 6 L/menit. Efisiensi sistem MSL dalam menurunkan nilai BOD, COD, dan TSS limbah cair PSA Palimanan berturut-turut sebesar 86,74%; 72,43%; dan 89,01%.Spirtus and Alcohol Factory (PSA) Palimanan Liquid Waste (Vinasse) is liquid waste produced from the ethanol distillation process residue which has high BOD, COD, and TSS values so that it will cause environmental pollution if it is not processed before being discharged into the environment. One alternative that can be used is Multi Soil Layering (MSL). The MSL is a liquid waste processing method that improves soil function for purifying liquid waste. The research aims to determine the BOD, COD, and TSS values of Palimanan PSA liquid waste after processing using the MSL method and determine the efficiency of the MSL system in reducing the BOD, COD, and TSS values of Palimanan PSA liquid waste. Wastewater flows into the MSL system with varying speeds of 160, 320, 480, 640, and 800 L m-2day-1 and aeration variations of 0, 2, 4, and 6 L/minute. The efficiency of the MSL system in reducing the BOD, COD, and TSS values of Palimanan PSA liquid waste was determined at the optimum filling and aeration speeds. The test results of the MSL method can reduce BOD, COD, and TSS values at an optimum speed of 320 L m-2 days-1 and optimum aeration of 6 L/minute. The efficiency of the MSL system in reducing the BOD, COD, and TSS values of Palimanan PSA liquid waste were 86.74%; 72.43%; and 89.01%; respectively.
4214845510J1A020011Translation Strategies and Singability in The Translated Song "Guess The Animal Song" and "The Tortoise and The Hare"Penelitian ini mengkaji strategi penerjemahan lagu dan kelayakan bernyanyi (singability) dari lagu anak-anak dengan menganalisis dua lagu terjemahan: “Guess the Animal Song – Tebak Nama Hewan” dan “The Tortoise and the Hare – Kura-kura dan Kelinci” dari saluran YouTube Cocomelon dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi penerjemahan yang digunakan serta mengevaluasi singability dari lagulagu tersebut. Dengan menggunakan purposive sampling dan pendekatan penelitian kualitatif, studi ini menerapkan teori strategi penerjemahan lagu dari Åkerström (2009) dan teori singability dari Franzon (2008) pada 31 baris dari “Guess the Animal Song” dan 37 baris dari “The Tortoise and the Hare”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam “Guess the Animal Song”, terdapat enam strategi penerjemahan yang digunakan, yaitu: omission of words (57%), use of rhymes (11%), use of paraphrases (11%), word-for-word translation (11%), reorganization of words and lines of text (5%), dan use of English words (5%). Sedangkan dalam lagu “The Tortoise and The Hare”, terdapat lima strategi yang ditemukan: omission of words (47.5%), use of rhymes (29.5%),use of paraphrases (18%), reorganization of words and lines of text (3%), dan addition of words (2%). Omission adalah strategi yang paling banyak digunakan dalam kedua lagu tersebut. Kedua terjemahan lagu memiliki skor singability yang tinggi, dengan “Guess the Animal Song” sebesar 86% dan “The Tortoise and the Hare” 82,9%, menunjukkan bahwa keduanya mudah dan alami dinyanyikan. Strategi penerjemahan yang digunakan secara signifikan memengaruhi singability lagu-lagu tersebut.This research investigates song translation strategies and their singability of children songs by analyzing two translated songs: “Guess the Animal Song – Tebak Nama Hewan” and “The Tortoise and the Hare – Kura-kura dan Kelinci” from Cocomelon’s YouTube channel in English and Indonesian. The study seeks to identify the translation strategies used and evaluate their singability. Employing purposive sampling and a qualitative research approach, the study applies Åkerström’s (2009) theory of song translation strategies and Franzon’s (2008) singability theory to 31 lines from “Guess the Animal Song” and 37 lines from “The Tortoise and the Hare”. The findings show that in “Guess the Animal Song,” six translation strategies were used: omission of words (57%), use of rhymes (11%), use of paraphrases (11%), word-for-word translation (11%), reorganization of words and lines of text (5%), and use of English words (5%). For “The Tortoise and the Hare,” five strategies were identified: omission of words (47.5%), use of rhymes (29.5%), use of paraphrases (18%), reorganization of words and lines of text (3%), and addition of words (2%). Omission was the most frequently used strategy in both songs. Both translations scored high in singability, with “Guess the Animal Song” at 86% and “The Tortoise and the Hare” at 82.9%, indicating that they are both easy and natural to sing. Furthermore, the choice of translation strategies significantly impacts the songs’ singability.
4214945511I1E018063Pengembangan Media Pembelajaran Pendidikan Jasmani Berbasis Flip BuilderLatar Belakang: Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya ketertarikan siswa terhadap buku konvensional sehingga perlu adanya pengembangan media pembelajaran yang menarik untuk meningkatkan belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan penggunaan media pembelajaran yang masih tekstual di sekolahan. Pelaksanaan pembelajaran dengan penggunaan media tekstual kurang efektif ketika proses pembelajaran sehingga terjadi kurangnya minat siswa dalam belajar pendidikan jasmani.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode penelitian Research and Development (R & D). Lokasi penelitian dilaksanakan di kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas, yaitu di SMP Muhammadiyah 1 Karanglewas, SMP Muhammadiyah 2 Karanglewas, dan SMP Negeri 2 Karanglewas. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2024. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen before-after untuk mengetahui tingkat efektivitas penerapan media Flip Builder pada siswa. instrumen pengumpulan data menggunakan angket validasi ahli, angket penilaian guru dan siswa, serta soal pretest dan posttest.
Hasil Penelitian: Penelitian pengembangan media Flip Builder menggunakan model R&D. Di kelas 8 SMP Muhammadiyah 1 Karanglewas, siswa memberikan penilaian sebesar 91,45% (sangat baik), di kelas 8A SMP Muhammadiyah 2 Karanglewas sebesar 89,53% (sangat baik), dan di kelas 8A SMP Negeri 2 Karanglewas sebesar 72,77% (baik). Penilaian guru di SMP Muhammadiyah 1 Karanglewas sebesar 91,50% (sangat baik), di SMP Muhammadiyah 2 Karanglewas sebesar 85,00% (sangat baik), dan di SMP Negeri 2 Karanglewas sebesar 94,00% (sangat baik).
Kesimpulan: Media Flip Builder yang dikembangkan layak digunakan dan dapat digunakan dalam pembelajaran pendidikan jasmani materi bola voli.
Kata Kunci: Pengembangan Media, Flip Builder, Bola Voli, SMP.
Background: This research is motivated by students' lack of interest in conventional books, so there is a need to develop interesting learning media to improve student learning. This is demonstrated by the use of textual learning media in schools. The implementation of learning
using textual media is less effective during the learning process, resulting in a lack of student interest in learning physical education.
Methods: This research uses the Research and Development (R & D) research method. The location of the research was carried out in Karanglewas sub-district, Banyumas Regency, namely at Muhammadiyah 1 Middle School Karanglewas, Muhammadiyah 2 Middle School Karanglewas, and Karanglewas 2 Public Middle School. The research was carried out in May 2024. This research used a before-after experimental design to determine the level of effectiveness of applying Flip Builder media to students. Data collection instruments used expert validation
questionnaires, teacher and student assessment questionnaires, as well as pretest and posttest questions.
Result: Flip Builder media development research uses the R&D model. In class 8 of SMP Muhammadiyah 1 Karanglewas, students gave an assessment of 91.45% (very good), in class 8A of SMP Muhammadiyah 2 Karanglewas it was 89.53% (very good), and in class 8A of SMP
Negeri 2 Karanglewas it was 72.77 % (good). The teacher assessment at SMP Muhammadiyah 1 Karanglewas was 91.50% (very good), at SMP Muhammadiyah 2 Karanglewas it was 85.00% (very good), and at SMP Negeri 2 Karanglewas it was 94.00% (very good).
Conclusion: The developed Flip Builder media is feasible to use.
Keywords: Media Development, Flip Builder, Volleyball, Primary High School.
4215045513E1A018339TINDAK PIDANA TANPA HAK MENJADI PERANTARA DALAM JUAL BELI NARKOTIKA GOLONGAN I
(Studi Kasus Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto
Nomor 274/Pid. Sus/2018/PN Pwt)
Peredaran Narkotika merupakan perbuatan yang dilarang oleh hukum, sehingga bagi pelaku peredaran Narkotika dapat dijatuhi pidana. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penerapan unsur-unsur tindak pidana tanpa hak menjadi perantara dalam jual beli Narkotika Golongan I dan dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap terdakwa. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan yuridis normatif, bersifat prespektif analisis. Sumber data sekunder Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 274/Pid.Sus/2018/PN Pwt. Pengumpulan data dengan studi kepustakaan, data disajikan dalam bentuk uraian, data di analisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan unsur-unsur tindak pidana tanpa hak menjadi perantara dalam jual beli Narkotika Golongan I dalam Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 274/Pid.Sus/2018/PN Pwt, telah sesuai dengan doktrin tentang syarat-syarat pemidanaan memenuhi unsur perbuatan dan orang. Seluruh unsur dalam rumusan Pasal 114 Ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, telah terpenuhi. Dasar dalam menjatuhkan pidana pada perkara Nomor 274/Pid.Sus/2018/PN Pwt, Hakim telah mempertimbangkan dasar mengadili sebagaimana diatur dalam Pasal 50 UU No. 49 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. Adapun dasar memutus berpedoman pada Pasal 84 KUHAP, dasar memutus juga telah berpijak pada syarat-syarat pemidanaan baik berkaitan dengan perbuatannya maupun orangnya, serta terpenuhinya alat bukti yang sah sebagaimana diatur dalam Pasal 183 KUHAP. Pertimbangan hukum Hakim juga telah berpijak pada keadaan yang memberatkan dan meringankan terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 197 Ayat (1) KUHAP huruf f. Narcotics distribution is an act that is prohibited by law, so that perpetrators of narcotics distribution can be punished with criminal penalties. The aim of this research is to analyze the application of the elements of criminal acts without the right to be an intermediary in the buying and selling of Class I narcotics and the basis of the judge's legal considerations in imposing a crime on the defendant. The research method was carried out using a normative juridical approach, with an analytical perspective. Secondary data source Purwokerto District Court Decision Number 274/Pid.Sus/2018/PN Pwt. Data collection using literature study, data presented in the form of descriptions, data analyzed qualitatively. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the application of the elements of a criminal act without the right to be an intermediary in the buying and selling of Class I Narcotics in the Purwokerto District Court Decision Number 274/Pid.Sus/2018/PN Pwt, is in accordance with the doctrine regarding conditions The conditions for punishment meet the elements of act and person. All elements in the formulation of Article 114 Paragraph (1) of Law no. 35 of 2009 concerning Narcotics, has been fulfilled. The basis for imposing a crime in case Number 274/Pid.Sus/2018/PN Pwt, the judge has considered the basis for the trial as regulated in Article 50 of Law No. 49 of 2009 concerning Judicial Power. The basis for the decision is guided by Article 84 of the Criminal Procedure Code. The basis for the decision is also based on the terms of the sentence, both in relation to the act and the person, as well as the fulfillment of valid evidence as regulated in Article 183 of the KUHAP. The judge's legal considerations were also based on the aggravating and mitigating circumstances of the defendant as regulated in Article 197 Paragraph (1) of the Criminal Procedure Code letter f.
4215145514C1L017027PENGARUH PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS PRAKTIK, KEPERCAYAAN DIRI DAN EKSPEKTASI PENDAPATAN TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 3 PURWOKERTOPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran berbasis praktik, kepercayaan diri, dan ekspektasi pendapatan terhadap minat berwirausaha siswa kelas XI SMA N 3 Purwokerto. Jumlah populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sebanyak 397 siswa dan sampel sebanyak 200 siswa. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh menggunakan kesioner tertutup dengan teknik pengambilan sampel yaitu Simple Random Sampling serta teknik analisis data yaitu analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menggunakan program SPSS menunjukkan bahwa: (1) Pembelajaran berbasis praktik berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha siswa kelas XI SMA N 3 Purwokerto. (2) Kepercayaan diri berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha siswa kelas XI SMA N 3 Purwokerto. (3) Ekspektasi pendapatan berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha siswa kelas XI SMA N 3 Purwokerto. Implikasi dari penelitian ini yaitu pihak sekolah dan guru sebaiknya dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang seimbang antara teori dan praktik serta melakukan sosialisasi terkait kewirausahaan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada siswa. Selain itu, siswa disarankan untuk lebih meningkatkan kedisiplinan dan rasa percaya diri, harapannya agar dapat menumbuhkan minat berwirausaha pada siswa.This study is a quantitative research aimed at analyzing the effects of practice-based learning, self-confidence, and income expectations on the entrepreneurial interest of 11th-grade students at SMA N 3 Purwokerto. The population used in this study consisted of 397 students, and the sample size was 200 students. The data used in this study were obtained through closed-ended questionnaires with a Simple Random Sampling technique and data analysis using multiple linear regression. The results of this study, using SPSS software, show that: (1) Practice-based learning has a positive effect on the entrepreneurial interest of 11th-grade students at SMA N 3 Purwokerto. (2) Self-confidence has a positive effect on the entrepreneurial interest of 11th-grade students at SMA N 3 Purwokerto. (3) Income expectations have a positive effect on the entrepreneurial interest of 11th-grade students at SMA N 3 Purwokerto. The implications of this study are that schools and teachers should maintain and improve the quality of learning that balances theory and practice and conduct socialization related to entrepreneurship to foster an entrepreneurial spirit in students. Additionally, students are advised to enhance their discipline and self-confidence to stimulate their entrepreneurial interest.
4215245516B1A020065Distribusi Longitudinal, Sebaran Ukuran, dan Sex Ratio dari Macrobrachium pilimanus di Sungai Klawing Kabupaten PurbalinggaSungai Klawing merupakan salah satu anak sungai dari Sungai Serayu dengan panjang mencapai 55,5 km yang terletak di Kabupaten Purbalingga. Sepanjang sungai telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk penambangan pasir dan batu. Kegiatan manusia di sepanjang badan sungai ini tentu mempengaruhi karakteristik dan kualitas habitat udang di sungai. Macrobrachium pilimanus merupakan salah satu jenis udang air tawar yang tersebar mulai dari Yunnan (China) dan Vietnam hingga Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Habitat M. pilimanus yaitu pada sungai yang memiliki arus deras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi longitudinal, sebaran ukuran, dan sex ratio dari M. pilimanus di Sungai Klawing Kabupaten Purbalingga. Distribusi longitudinal memberikan gambaran karakteristik tertentu dalam proses adaptasi M. pilimanus terhadap perubahan faktor lingkungan yang terjadi di sepanjang badan sungai. Sebaran ukuran memberikan informasi ukuran terbanyak dalam populasi. Sex ratio dapat dijadikan sebagai gambaran karakterisasi populasi, potensi reproduksi, dan perkiraan jumlah spesies.
Penelitian ini dilakukan di Sungai Klawing menggunakan metode survei untuk memperoleh sampel. Pengambilan sampel udang dan pengamatan karakteristik habitat dilakukan pada musim kemarau antara bulan Agustus-September dengan teknik purposive sampling pada tujuh stasiun. Distribusi longitudinal dan sebaran ukuran udang ditampilkan dalam histogram dan dianalisis secara deskriptif. Perhitungan sex ratio berdasarkan perbandingan total individu jantan dan betina yang diperoleh. Hasil perhitungan dianalisis secara deskriptif.
Rerata M. pilimanus yang diperoleh mulai dari Stasiun I sampai Stasiun VII berturut-turut sebanyak 2; 1,75; 8,5; 2,25; 3,25; 4,5; dan 8,5 individu. M. pilimanus terdistribusi pada seluruh stasiun di Sungai Klawing. Stasiun III dan Stasiun VII memiliki distribusi tertinggi dari stasiun lainnya, stasiun tersebut berpotensi sebagai feeding ground. Sebaran ukuran dari M. pilimanus dimulai dari ukuran terkecil 2,2 cm sampai ukuran terbesar 5,5 cm. Udang berukuran besar paling banyak ditemukan dibanding ukuran kecil, sedang, maupun sangat besar di Sungai Klawing. Stasiun III merupakan stasiun dengan perolehan udang muda yang paling tinggi, sehingga berpotensi sebagai nursery ground. Perbandingan rasio dari M. pilimanus jantan dan betina yaitu 1,16:1 dengan didominasi udang jantan. Stasiun V ditemukan udang betina bertelur terbanyak dari stasiun lainnya, sehingga berpotensi sebagai spawning ground.
Klawing River is one of the tributaries of the Serayu River with a length of 55.5 km located in Purbalingga Regency. Along the river has been widely utilized by the community for sand and stone mining. Human activities along the river body certainly affect the characteristics and quality of shrimp habitat in the river. Macrobrachium pilimanus is one type of freshwater shrimp that is distributed from Yunnan (China) and Vietnam to Java, Sumatra and Kalimantan. The habitat of M. pilimanus is in rivers that have swift currents. This study aims to determine the longitudinal distribution, size distribution, and sex ratio of M. pilimanus in Klawing River, Purbalingga Regency. Longitudinal distribution provides an overview of certain characteristics in the adaptation process of M. pilimanus to changes in environmental factors that occur along the river body. Size distribution provides information on the largest size in the population. Sex ratio can be used as an illustration of population characterization, reproductive potential, and estimation of the number of species.
This research was conducted in Klawing River using survey method to obtain samples. Sampling of shrimp and observations of habitat characteristics were carried out in the dry season in August-September with purposive sampling technique at seven stations. Longitudinal distribution and size distribution of shrimp were displayed in histograms and analyzed descriptively. Calculation of sex ratio based on the ratio of total male and female individuals obtained. The calculation results were analyzed descriptively.
The average M. pilimanus obtained from Station I to Station VII was 2; 1.75; 8.5; 2.25; 3.25; 4.5; and 8.5 individuals, respectively. M. pilimanus is distributed at all stations in the Klawing River. Station III and Station VII have the highest distribution of the other stations, the station has the potential as a feeding ground. The size distribution of M. pilimanus starts from the smallest size of 2.2 cm to the largest size of 5.5 cm. Large shrimps were found more than small, medium, and very large shrimps in Klawing River. Station III is the station with the highest acquisition of young shrimp, so it has the potential as a nursery ground. The ratio of male and female M. pilimanus was 1.16:1 with male shrimp dominating. Station V found the most female shrimp laying eggs from other stations, so it has the potential as a spawning ground.
4215345517H1B020043ANALISIS DAN PEMETAAN BAHAYA PENURUNAN MUKA TANAH (LAND SUBSIDENCE) DAN BANJIR ROB DI KOTA TEGAL MENGGUNAKAN DINSAR DAN HEC-RAS 2DPenurunan muka tanah dan banjir rob sering terjadi di pesisir utara Jawa, termasuk Kota Tegal. Penyebab penurunan muka tanah di Kota Tegal adalah struktur geologi yang berupa tanah aluvial dan endapan, serta pemompaan air tanah yang berlebihan. Jika elevasi muka tanah terus menurun setiap tahun, hal ini akan meningkatkan risiko banjir saat hujan deras atau pasang air laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penurunan muka tanah dan banjir rob yang terjadi, serta dampak dan upaya yang dapat dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah Kota Tegal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan dan menganalisis data statistik dari dua fenomena. Untuk analisis tersebut, digunakan teknik DinSAR menggunakan perangkat lunak SNAP untuk memantau penurunan tanah dan pemodelan 2D banjir menggunakan HEC-RAS. Penelitian dua fenomena ini di Kota Tegal menunjukkan bahwa kecamatan yang paling terdampak adalah Tegal Timur, Margadana, dan Tegal Barat. Rata-rata penurunan muka tanah di Kota Tegal setiap tahunnya sekitar -24 cm, dengan Kecamatan Tegal Barat mengalami penurunan terparah dan Kecamatan Tegal Selatan mengalami penurunan terkecil. Pada tahun 2022, banjir maksimal mencapai rata-rata ketinggian 26,5 cm dan menggenangi sekitar 25,6% wilayah Kota Tegal. Diperkirakan pada tahun 2031, elevasi tanah akan turun hingga -192 cm, sehingga ketinggian banjir akan mencapai 242,9 cm dan menggenangi sekitar 31,49% wilayah Kota Tegal.
Land subsidence and tidal flooding often occur on the north coast of Java, including Tegal City. The causes of land subsidence in Tegal City are geological structures in the form of alluvial soil and sedimentation, as well as excessive groundwater pumping. If the land elevation continues to decrease every year, this will increase the risk of flooding during heavy rain or high tide. This study aims to determine the relationship between land subsidence and tidal flooding that occurs, as well as the impacts and efforts that can be made by the community and the Tegal City government. This study uses a quantitative approach by collecting and analyzing statistical data from two phenomena. For the analysis, the DinSAR technique is used using SNAP software to monitor land subsidence and 2D flood modeling using HEC-RAS. Research on these two phenomena in Tegal City shows that the most affected sub-districts are East Tegal, Margadana, and West Tegal. The average land subsidence in Tegal City each year is around -24 cm, with West Tegal District experiencing the worst subsidence and South Tegal District experiencing the smallest subsidence. In 2022, the maximum flood reached an average height of 26.5 cm and inundated around 25.6% of Tegal City. It is estimated that in 2031, the land elevation will drop to -192 cm, so that the flood height will reach 242.9 cm and inundate around 31.49% of Tegal City.
4215445519H1E020073PROPOSED QUALITY SERVICE DEVELOPMENT PRIORITIES FOR SOLO TECHNO PARK USING THE CARTER MODEL BASED ON PERFORMANCE LEVELSAntusiasme warga Surakarta terhadap Solo Techno Park yang baru diresmikan tahun lalu terlihat dari tingginya kehadiran masyarakat yang memanfaatkan fasilitasnya. Namun, tingginya jumlah pengunjung ini tidak diimbangi dengan kinerja setiap fasilitas yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kualitas Solo Techno Park menggunakan model CARTER dengan metode Customer Satisfaction Index dan Importance Performance Analysis untuk menilai kepuasan pengunjung, mengidentifikasi kriteria perbaikan prioritas, serta memberikan rekomendasi pengembangan strategis. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepuasan pengunjung terkait pentingnya dan kepuasan terhadap fasilitas dan layanan Solo Techno Park. Hasil penelitian menunjukkan skor 82% dalam kategori "Baik," yang mengindikasikan bahwa secara keseluruhan pengunjung cukup puas dengan fasilitas di Solo Techno Park, namun mengharapkan adanya peningkatan kualitas. Perbaikan prioritas diidentifikasi dalam Kuadran I Diagram Kartesius, yang terdiri dari lima atribut yang menjadi dasar strategi pengembangan kualitas.The enthusiasm of Surakarta residents towards the newly inaugurated Solo Techno Park last year is evident
from the high attendance of people utilizing its facilities. However, the high attendance is not balanced with
the performance of each facility. This study aims to measure the quality level of Solo Techno Park using the
CARTER model with the Customer Satisfaction Index and Importance Performance Analysis methods to assess
visitor satisfaction, identify priority improvement criteria, and provide strategic development
recommendations. Data were collected through visitor satisfaction questionnaires regarding the importance
and satisfaction with Solo Techno Park facilities and services. The research findings indicate a score of 82%
in the "Good" category, suggesting that overall visitors are quite satisfied with the facilities at Solo Techno
Park but expect improvements in quality. Priority improvements are identified in Quadrant I of the Cartesian
Diagram, comprising five attributes that form the basis of quality development strategies.
4215545520C1B017040PENGARUH KUALITAS LAYANAN, GAYA HIDUP HEDONIS, BIAYA BERPINDAH, PERSEPSI
RESIKO, DAN CITRA MEREK TERHADAP LOYALITAS PENGGUNA APPLE MUSIC DENGAN
KEPUASAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI
Penelitian ini mengangkat permasalahan tentang loyalitas pengguna aplikasi
streaming music online berupa Apple Music dengan pengaruh dari kualitas
layanan, gaya hidup hedonis, biaya berpindah, persepsi resiko, citra merek,
dan kepuasan pengguna. Selain itu kepuasan pengguna juga berperan sebagai
variabel mediator dalam penelitian ini. Populasi pada penelitian ini adalah
seluruh pengguna aplikasi streaming music online Apple Music di Indonesia.
Berdasarkan pada hasil analisis yang telah dilakukan pada penelitian ini maka
ditemukan. Kualitas layanan, gaya hidup hedonis, biaya berpindah, persepsi
resiko tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pengguna. Citra merek,
kepuasaan pengguna, memiliki pengaruh signifikan terhadap loyalitas
pengguna. Kualitas layanan tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan
pengguna. Kepuasan pengguna tidak memediasi pengaruh kualitas layanan
terhadap loyalitas pengguna. Gaya hidup hedonis memiliki pengaruh
signifikan terhadap kepuasan pengguna. Kepuasan pengguna tidak memediasi
pengaruh gaya hidup hedonis terhadap loyalitas pengguna. Biaya berpindah
tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna. Kepuasan
pengguna tidak memediasi pengaruh biaya berpindah terhadap loyalitas
pengguna. Persepsi resiko memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan
pengguna. Kepuasan pengguna tidak memediasi pengaruh persepsi resiko
terhadap loyalitas pengguna. Citra merek memiliki pengaruh signifikan
terhadap kepuasan pengguna. Kepuasan pengguna memediasi pengaruh citra
merek terhadap loyalitas pengguna. Implikasi dan Kesimpulan penelitian ini
adalah guna meningkatkan kualitas layanan dari produk Apple Music itu
sendiri, Apple Music dapat dengan memberikan update musik dari musisi
lokal yang baru untuk membantu mengenalkan musik mereka . Pemenuhan
gaya hidup hedonis yang lebih massif seperti music wrap yang dapat
dibagikan di sosial media untuk aktualisasi diri pengguna Apple Music.
Penekanan biaya berpindah pada segmentasi tertentu seperti paket bundling
untuk pelajar agar tidak mudah beralih kepada kompetitor. Meminimalisir
resiko yang dikhawatirkan oleh pengguna seperti bug, error, lagging, agar
pengguna Apple Music lebih tenang dalam pemilihan aplikasi streaming music
online mereka. Guna meningkatkan loyalitas pengguna Apple Music hal yang
paling utama perlu dipertahankan adalah citra merek Apple itu sendiri. Orang
yang membeli produk Apple sudah berekspektasi bahwa mereka akan
mendapatkan barang dengan kualitas terbaik karena merogoh kocek yang
tidak sedikit.
This study raises the issue of user loyalty of online music streaming applications
in the form of Apple Music with the influence of service quality, hedonic lifestyle,
switching costs, risk perception, brand image, and user satisfaction. In addition,
user satisfaction also acts as a mediator variable in this study. The population in
this study were all users of the Apple Music online music streaming application in
Indonesia. Based on the results of the analysis that has been carried out in this
study, it was found. Service quality, hedonic lifestyle, switching costs, risk
perception do not have a significant effect on user loyalty. Brand image, user
satisfaction, have a significant effect on user loyalty. Service quality does not have
2
a significant effect on user satisfaction. User satisfaction does not mediate the
effect of service quality on user loyalty. Hedonic lifestyle has a significant effect on
user satisfaction. User satisfaction does not mediate the effect of hedonic lifestyle
on user loyalty. Switching costs do not have a significant effect on user
satisfaction. User satisfaction does not mediate the effect of switching costs on
user loyalty. Risk perception has a significant effect on user satisfaction. User
satisfaction does not mediate the effect of risk perception on user loyalty. Brand
image has a significant effect on user satisfaction. User satisfaction mediates the
influence of brand image on user loyalty. The implications and conclusions of this
study are that in order to improve the quality of service from the Apple Music
product itself, Apple Music can provide music updates from new local musicians
to help introduce their music. Fulfillment of a more massive hedonistic lifestyle
such as music wrap that can be shared on social media for self-actualization of
Apple Music users. Emphasis on switching costs on certain segments such as
bundling packages for students so that they do not easily switch to competitors.
Minimizing the risks that users worry about such as bugs, errors, lagging, so that
Apple Music users are calmer in choosing their online music streaming
applications. In order to increase the loyalty of Apple Music users, the most
important thing that needs to be maintained is the image of the Apple brand itself.
People who buy Apple products already expect that they will get the best quality
goods because they spend a lot of money
4215645521I1D020063HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DAN KONSUMSI SUPLEMEN WHEY PROTEIN DENGAN MASSA OTOT PADA ANGGOTA FITNESSLatar Belakang: Protein berperan sebagai zat pembangun jaringan tubuh mengganti komponen dan struktur jaringan tubuh yang rusak seperti otot. Salah satu upaya untuk meningkatkan asupan protein adalah dengan konsumsi suplemen whey protein. Asupan protein yang cukup, terutama jika dikombinasikan dengan latihan fisik seperti angkat beban dapat membantu meningkatkan kekuatan dan massa otot.
Metodologi: Penelitian cross sectional dengan total sampel 81 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan menggunakan SQ-FFQ, Kuesioner konsumsi suplemen whey protein, dan timbangan Bioimpedance Analysis (BIA). Analisis data menggunakan uji Pearson dan Chi Square.
Hasil Penelitian: Rata-rata asupan protein subjek sebesar 154,20g/hari. Sebagian besar subjek penelitian tidak mengonsumsi suplemen whey protein sebanyak 50 orang (61,7%) dan memiliki massa otot dalam kategori normal 25 orang (45,5%) laki-laki dan 11 orang (42,3%) perempuan. Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein dengan massa otot (p 0,001 < 0,05). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi suplemen whey protein dengan massa otot (p 0,909 > 0,05).
Background: Protein acts as a building block for body tissues, replacing damaged components and structures of body tissues such as muscles. One way to increase protein intake is by taking whey protein supplements. Adequate protein intake, especially when combined with physical exercise such as weight training, can help increase muscle strength and mass.
Methodology: Cross sectional study with a total sample of 81 people taken using purposive sampling technique. The research was conducted using SQ-FFQ, whey protein supplement consumption questionnaire, and Bioimpedance Analysis (BIA) scales. Data analysis using Pearson and Chi Square tests.
Results: The average protein intake of the subjects was 154.20g/day. Most of the study subjects did not consume whey protein supplements as many as 50 people (61.7%) and had muscle mass in the normal category 25 people (45.5%) male and 11 people (42.3%) female. There is a significant relationship between protein intake and muscle mass (p 0.001 < 0.05). There is no significant relationship between whey protein supplement consumption and muscle mass (p 0.909 > 0.05).
Conclusion: There is a significant relationship between protein intake and muscle mass. There was no significant relationship between whey protein supplement consumption and muscle mass.
4215745525F1A020094Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan Desa Wisata di Desa Pekunden, BanyumasABSTRAK
Saat ini pariwisata berkembang pesat. Desa wisata merupakan suatu model pengembangan wisata dengan memanfaatkan potensi dalam bentuk pengembangan pariwisata yang membutuhkan suatu pemberdayaan masyarakat agar masyarakat bisa berdaya. Sebagaimana peneliti melakukan penelitian di Desa Pekunden. Penelitian ini mengungkap bagaimana strategi pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan desa wisata di Desa Pekunden, Banyumas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan strategi pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan desa wisata di Desa Pekunden, Banyumas. Sasaran utama dalam penelitian ini yakni ketua pokdarwis wisanggeni dan sasaran pendukung yakni kepala desa, perangkat desa Pekunden, dan masyarakat yang terlibat. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan desa wisata di Desa Pekunden, Banyumas dilakukan melalui tiga strategi, yaitu: penyadaran, pengkapasitasan, dan pendayaan. Penyadaran dilakukan melalui sosialisasi pengetahuan terkait pengembangan desa wisata, sadar wisata, dan sapta pesona. Pengkapasitasan masyarakat dilakukan melalui pelatihan terkait pengelolaan desa wisata. Pendayaan dilakukan dengan pendampingan terkait manajemen desa wisata. Serta strategi pemberdayaan masyarakat menurut teori sistem sosial berdasarkan persepsi dari Talcot Parsons terdapat pada skema AGIL.
Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Desa Wisata, Pekunden
ABSTRACT
Currently, tourism is growing rapidly. Tourism villages are a model of tourism development by utilizing potential in the form of tourism development that requires community empowerment so that people can be empowered. As the researcher conducted research in Pekunden Village. This research reveals how the community empowerment strategy in the development of tourist villages in Pekunden Village, Banyumas. The purpose of this study is to describe and explain the community empowerment strategy in the development of tourist villages in Pekunden Village, Banyumas. The main target in this study is the chairman of the Wisanggeni pokdarwis and the supporting targets are the village head, Pekunden village officials, and the community involved. This type of research
1

uses a qualitative approach. The technique for determining informants in this study is the purposive sampling technique. Data collection was carried out by observation, interviews, documentation, and triangulation. Data analysis techniques are in the form of data reduction, data presentation and conclusion drawn. The results of the study show that community empowerment in the development of tourist villages in Pekunden Village, Banyumas is carried out through three strategies, namely: awareness, capacitation, and empowerment. Awareness is carried out through the socialization of knowledge related to the development of tourist villages, tourism awareness, and sapta pesona. Community capacity building is carried out through training related to tourism village management. The empowerment is carried out with assistance related to tourism village management. As well as community empowerment strategies according to social system theory based on the perception of Talcot Parsons in the AGIL scheme.
Keywords: Community Empowerment, Tourism Village, Pekunden
4215845522K1B020013Pengelompokkan Kota Inflasi di Indonesia Menggunakan Algoritma Agglomerative Hierarchical ClusteringPandemi COVID-19 yang terjadi beberapa tahun lalu memberikan dampak terhadap
perekonomian Indonesia berupa penurunan perekonomian dan ketidakstabilan inflasi. Inflasi
merupakan kondisi perekonomian yang ditandai dengan meningkatnya laju kenaikan harga
yang mengakibatkan turunnya minat beli masyarakat, sehingga kestabilan inflasi perlu
diperhatikan. Penelitian ini bertujuan mengelompokkan 88 kota berdasarkan 11 kelompok
pengeluaran dengan algoritma Agglomerative Hierarchical Clustering menggunakan metode
Ward dan Mahalanobis distance karena adanya multikolinieritas. Dari 88 variasi cluster yang
terbentuk, metode silhouette coefficient digunakan untuk menentukan jumlah cluster terbaik,
yang akhirnya menghasilkan 4 cluster dengan nilai silhouette sebesar 0,0898. Cluster 1,
dengan 24 anggota, menunjukkan tingkat inflasi relatif sangat tinggi, terutama pada
pengeluaran kesehatan (3,884%) dan perawatan pribadi (3,316%). Cluster 4, yang terdiri dari
10 anggota, memiliki inflasi relatif tinggi pada pengeluaran pakaian (1,738%) dan pendidikan
(3,637%). Cluster 2, yang berisi 50 anggota, memiliki inflasi relatif sedang, namun tinggi pada
pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau (5,726%). Cluster 3, dengan 4 anggota,
memiliki inflasi relatif rendah, meskipun terdapat lonjakan inflasi pada pengeluaran
transportasi sebesar 8,078%.
The COVID-19 pandemic significantly impacted Indonesia's economy, leading to an
economic downturn and inflation instability. Inflation, marked by rising prices and reduced
purchasing power, requires careful management. This study focused on clustering 88 cities in
Indonesia based on 11 expense categories using Agglomerative Hierarchical Clustering with
Ward's method, addressing data multicollinearity with Mahalanobis distance. After forming 88
cluster variations, the silhouette coefficient was used to identify four optimal clusters with a
value of 0.0898. Cluster 1, with 24 cities, shows a relatively very high inflation rate, especially
in health (3.884%), information and financial services (0.079%), and personal care (3.316%).
Cluster 4, consisting of 9 cities, has a relatively high inflation rate in clothing (1.738%),
recreation (2.440%), and education (3.637%). Cluster 2, including 50 cities, displays a
relatively moderate inflation rate of 0-1%, with higher inflation in food and beverages
(5.726%). Cluster 3, containing 5 cities, has a relatively low overall inflation rate, except for
a spike in transportation (8.078%). This analysis offers valuable insights into inflation patterns
across different regions and expense categories in Indonesia.
4215945518I1E019017Hubungan Komponen Biomotor dan Profil Antropometri Dengan Kecepatan Lari Sprint Pada Mahasiswa Pendidikan Jasmani Angkatan 2023Latar Belakang: Cabang olahraga atletik memiliki beberapa nomor, salah satunya nomor lari sprint yang membutuhkan beberapa komponen fisik dan antropometri sebagai penunjang gerak dalam sprint. Mahasiswa Pendidikan Jasmani angkatan 2023 khususnya pada mata kuliah atletik hasil pembelajaran lari jarak pendek (sprint) belum optimal dan hasilnya belum begitu bagus, hampir setengahnya belum masuk dalam kriteria lulus berdasarkan data hasil uji kompetensi tes lari sprint pada mata kuliah tersebut. Kemampuan penguasaan teknik yang baik dan benar sangat dibutuhkan dalam lari sprint. Selain itu, harus ditunjang juga dengan kualitas kondisi fisik yang menjadi faktor utama dalam mempengaruhi hasil tes lari sprint. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara power otot tungkai, kekuatan otot perut, kekuatan otot punggung, kekuatan otot lengan, dan panjang tungkai dengan kecepatan lari sprint.

Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional untuk mengetahui hubungan variabel bebas dengan variabel terikat. Teknik sampling pada penelitian ini yaitu purposive sampling dengan jumlah 37 mahasiswa putra jurusan Pendidikan Jasmani Universitas Jenderal Soedirman angkatan 2023 yang dilaksanakan pada bulan Febuari 2024. Analisis data menggunakan uji korelasi product moment, korelasi ganda, sumbangan efektif dan relatif.

Hasil Penelitian: Pengambilan keputusan uji korelasi adalah jika diperoleh nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (sig. < 0,05) menunjukan terdapat hubungan. Berdasarkan hasil analisis product moment, diperoleh nilai signifikansi hubungan (X1) dengan (Y) sebesar 0,000, (X2) dengan (Y) sebesar 0,001, (X3) dengan (Y) sebesar 0,035, (X4) dengan (Y) sebesar 0,005, dan (X5) dengan (Y) sebesar 0,002. Korelasi ganda diperoleh nilai sebesar 0,000. Sumbangan Efektif (X1) 29.07%, (X2) 7.50%, (X3) -8.22%, (X4) 17.36% dan (X5) 5.82%. Sumbangan Relatif (X1) 56.41%, (X2) 14.55%, (X3) -15.95%, (X4) 33.68%, dan (X5) 11.29%.

Kesimpulan: Hasil analisis data menunjukkan bahwa power otot tungkai, kekuatan otot perut, kekuatan otot punggung, kekuatan otot lengan, dan panjang tungkai memiliki hubungan yang signifikan dengan kecepatan lari sprint.
Background: Athletics has several numbers, one of which is the sprint running number which requires several physical and anthropometric components to support motion in the sprint. Physical Education students of class 2023, especially in athletics courses, the results of learning short distance running (sprint) are not optimal and the results are not so good, almost half of them have not entered the passing criteria based on data from the competency test results of the sprint running test in the course. The ability to master good and correct techniques is needed in sprint running. In addition, it must also be supported by the quality of physical condition which is the main factor in influencing the results of the sprint running test. This study aims to determine the relationship between leg muscle power, abdominal muscle strength, back muscle strength, arm muscle strength, and leg length with sprint running speed.

Methodology: This research is a quantitative study with a correlational approach to determine the relationship between the independent variable and the dependent variable. The sampling technique in this study was purposive sampling with a total of 37 male students majoring in Physical Education at Jenderal Soedirman University class of 2023 which was held in February 2024. Data analysis using product moment correlation test, multiple correlation, effective and relative contribution.

Research Results: Correlation test decision making is if a significance value is obtained smaller than 0.05 (sig. <0.05) indicating that there is a relationship. Based on the results of product moment analysis, the significance value of the relationship (X1) with (Y) is 0.000, (X2) with (Y) is 0.001, (X3) with (Y) is 0.035, (X4) with (Y) is 0.005, and (X5) with (Y) is 0.002. Multiple correlation obtained a value of 0.000. Effective Contribution (X1) 29.07%, (X2) 7.50%, (X3) -8.22%, (X4) 17.36% and (X5) 5.82%. Relative Contribution (X1) 56.41%, (X2) 14.55%, (X3) -15.95%, (X4) 33.68%, and (X5) 11.29%.

Conclusion: The results of data analysis show that leg muscle power, abdominal muscle strength, back muscle strength, arm muscle strength, and leg length have a significant relationship with sprint running speed.
4216045523I1D020020Pengaruh Telekonseling dan Aktivitas Fisik terhadap Kualitas Diet dan Persen Lemak Tubuh Dewasa ObesitasLatar Belakang : Obesitas disebabkan oleh asupan energi berlebih. Telekonseling merupakan pelayanan gizi jarak jauh menggunakan teknologi telekomunikasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh telekonseling gizi dan aktivitas fisik terhadap perubahan kualitas diet dan persen lemak tubuh pada dewasa obesitas.
Metode : Quasy experimental dengan pre-test post-test control group design. 56 responden dewasa diambil dengan purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok kontrol (intervensi aktivitas fisik) serta kelompok intervensi (intervensi telekonseling gizi dan aktivitas fisik). Data kualitas diet diambil melalui food recall 2x24 jam dan persen lemak tubuh dengan BIA. Intervensi dilakukan secara online melalui WhatsApp dan Zoom. Analisis data menggunakan Paired T-Test, Wilcoxon, Independent T-Test, dan Mann Whitney.
Hasil : Terdapat pengaruh intervensi pada kualitas diet (p = 0,038) dan persen lemak tubuh (p = 0,03) pada kelompok intervensi. Tidak terdapat pengaruh pada kualitas diet (p = 0,556) dan persen lemak tubuh (p = 0,448) pada kelompok kontrol. Terdapat perbedaan pengaruh terhadap kualitas diet (p = 0,038) dan tidak terdapat perbedaan pengaruh terhadap persen lemak tubuh (p = 0,091) pada kedua kelompok.
Kesimpulan : Terdapat pengaruh intervensi pada kualitas diet dan persen lemak tubuh pada kelompok intervensi tetapi tidak terdapat pengaruh pada kelompok kontrol. Terdapat perbedaan pengaruh intervensi terhadap kualitas diet dan tidak terdapat perbedaan pengaruh terhadap persen lemak tubuh pada kedua kelompok.
Kata Kunci : kualitas diet, persen lemak, telekonseling gizi.
Background: Obesity is caused by excessive energy intake. Telecounseling is a remote nutrition service using telecommunication technology. The purpose of the study was to determine the effect of nutrition telecounseling on changes in diet quality and body fat percent in obese adults.
Methods: Quasy experimental with pre-test post-test control group design. 56 adult respondents were taken by purposive sampling and divided into control group (physical activity intervention) and intervention group (nutrition telecounseling and physical activity intervention). Diet quality data was collected through 2x24 hour recall and body fat percent by BIA. The intervention was conducted online. Data analysis used Paired T-Test, Wilcoxon, Independent T-Test, and Mann Whitney.
Results: There is an effect of intervention on diet quality (p = 0.038) and body fat percent (p = 0.03) in the intervention group. There is no effect on diet quality (p = 0.556) and percent body fat (p = 0.448) in the control group. There is a difference in effect on diet quality (p = 0.038) and no difference in effect on body fat percent (p = 0.091) in both groups.
Conclusion: There is an effect of the intervention on diet quality and body fat percent in the intervention group but no effect in the control group. There is a difference in the effect of the intervention on diet quality and there is no difference in the effect on body fat percent in both groups.
Keywords: diet quality, percent fat, nutrition telecounseling.