Artikel Ilmiah : K1B020013 a.n. ADELLA ANGGUN PRAMESTI

Kembali Update Delete

NIMK1B020013
NamamhsADELLA ANGGUN PRAMESTI
Judul ArtikelPengelompokkan Kota Inflasi di Indonesia Menggunakan Algoritma Agglomerative Hierarchical Clustering
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pandemi COVID-19 yang terjadi beberapa tahun lalu memberikan dampak terhadap
perekonomian Indonesia berupa penurunan perekonomian dan ketidakstabilan inflasi. Inflasi
merupakan kondisi perekonomian yang ditandai dengan meningkatnya laju kenaikan harga
yang mengakibatkan turunnya minat beli masyarakat, sehingga kestabilan inflasi perlu
diperhatikan. Penelitian ini bertujuan mengelompokkan 88 kota berdasarkan 11 kelompok
pengeluaran dengan algoritma Agglomerative Hierarchical Clustering menggunakan metode
Ward dan Mahalanobis distance karena adanya multikolinieritas. Dari 88 variasi cluster yang
terbentuk, metode silhouette coefficient digunakan untuk menentukan jumlah cluster terbaik,
yang akhirnya menghasilkan 4 cluster dengan nilai silhouette sebesar 0,0898. Cluster 1,
dengan 24 anggota, menunjukkan tingkat inflasi relatif sangat tinggi, terutama pada
pengeluaran kesehatan (3,884%) dan perawatan pribadi (3,316%). Cluster 4, yang terdiri dari
10 anggota, memiliki inflasi relatif tinggi pada pengeluaran pakaian (1,738%) dan pendidikan
(3,637%). Cluster 2, yang berisi 50 anggota, memiliki inflasi relatif sedang, namun tinggi pada
pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau (5,726%). Cluster 3, dengan 4 anggota,
memiliki inflasi relatif rendah, meskipun terdapat lonjakan inflasi pada pengeluaran
transportasi sebesar 8,078%.
Abtrak (Bhs. Inggris)The COVID-19 pandemic significantly impacted Indonesia's economy, leading to an
economic downturn and inflation instability. Inflation, marked by rising prices and reduced
purchasing power, requires careful management. This study focused on clustering 88 cities in
Indonesia based on 11 expense categories using Agglomerative Hierarchical Clustering with
Ward's method, addressing data multicollinearity with Mahalanobis distance. After forming 88
cluster variations, the silhouette coefficient was used to identify four optimal clusters with a
value of 0.0898. Cluster 1, with 24 cities, shows a relatively very high inflation rate, especially
in health (3.884%), information and financial services (0.079%), and personal care (3.316%).
Cluster 4, consisting of 9 cities, has a relatively high inflation rate in clothing (1.738%),
recreation (2.440%), and education (3.637%). Cluster 2, including 50 cities, displays a
relatively moderate inflation rate of 0-1%, with higher inflation in food and beverages
(5.726%). Cluster 3, containing 5 cities, has a relatively low overall inflation rate, except for
a spike in transportation (8.078%). This analysis offers valuable insights into inflation patterns
across different regions and expense categories in Indonesia.
Kata kunciInflasi, Pengelompokan, Agglomerative Hierarchical Clustering, Ward, Silhouette Coefficient
Pembimbing 1Dra. Mutia Nur Estri, M.Kom.
Pembimbing 2Dra. Ari Wardayani, M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2024-08-14 14:57:01.099836
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.