Artikelilmiahs

Menampilkan 42.121-42.140 dari 48.848 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4212145481D1A017143PENGARUH TRANSPORTASI TERNAK SELAMA TIGA HARI TERHADAP PENYUSUTAN
BOBOT BADAN DAN FREKUENSI RESPIRASI PADA SAPI BALI DI CV LEMBU SARI
Latar Belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari penyusutan bobot badan
dan frekuensi respirasi pada sapi Bali yang dipengaruhi oleh transportasi ternak.
Materi dan metode. Materi yang digunakan adalah sapi Bali sebanyak 44 ekor untuk
diukur penyusutan bobot badannya dan 5 ekor untuk diukur frekuensi respirasinya.
Metode penelitian ini menggunakan metode survey. Analisis data menggunakan
analisis deskriptif. Hasil. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa rataan
penyusutan bobot badan sapi Bali pada pengiriman pertama dan kedua adalah 11,95
± 3.77 % dan 12,53 ± 2.74 %. Penyusutan bobot badan sapi Bali disebabkan karena
selama transportasi sapi mengalami stress dan kehilangan banyak cairan tubuh.
Kemudian untuk rataan frekuensi respirasi sapi Bali sebesar 39,8 ± 4.02 kali/menit.
Frekuensi respirasi dipengaruhi oleh aktifitas fisik berupa transportasi ternak yang
menyebabkan ternak stress dan gelisah yang menyebabkan peningkatan frekuensi
respirasi pada ternak. Simpulan. Transportasi ternak selama tiga hari dapat
menyebabkan penyusutan bobot badan 11,95 ± 3.77 % sampai 12,53 ± 2.74 % dan
meningkatkan frekuensi respirasi.
Background. This research aims to study the reduction in body weight and respiration
frequency in Bali cattle which is influenced by livestock transportation. Materials and
Methods. The material used was 44 Bali cattle to measure body weight loss and 5
cows to measure respiration frequency. This research method uses a survey method.
Data analysis uses descriptive analysis. Results. Based on the research results, it
shows that the average weight loss for Bali cattle in the first and second deliveries
was 11.95% and 12.53%. The reduction in body weight of Bali cattle is caused by the
fact that during transportation the cattle experience stress and lose a lot of body
fluids. Then the average respiration frequency for Bali cattle is 39.8 times/minute. Respiration frequency is influenced by physical activity in the form of livestock
transportation which causes livestock stress and anxiety which causes an increase in
respiration frequency in livestock. Conclusion. Transporting livestock for three days
can cause a reduction in body weight of 11.95% to 12.53% and increase the frequency
of respiration.
4212245482D1A020148KINERJA PRODUKSI USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH SAAT DAN PASCA OUTBREAKING PENYAKIT MULUT DAN KUKU (PMK) DI KECAMATAN SUMBANG DAN BATURRADENARI SOFAN AZIZI. KINERJA PRODUKSI USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH SAAT DAN PASCA OUTBREAKING PENYAKIT MULUT DAN KUKU (PMK) DI KECAMATAN SUMBANG DAN BATURRADEN bertujuan untuk mengetahui kondisi usaha peternakan sapi perah di Kabupaten Banyumas. Bertujuan untuk mengetahui days open, service per conception, calving interval, produksi susu, jumlah ternak di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode survei. Teknik pengambilan sampel wilayah menggunakan cluster random sampling maka terpilih dua Kecamatan yaitu Kecamatan Baturraden dan Kecamatan Sumbang dari delapan kecamatan di Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian menunjukan rataan saat outbreak PMK variabel Days open (113,84 hari), calving interval (393,34 hari), service per conception (2,73), produksi susu (1132,05 liter/bulan), dan jumlah ternak (6.30 ST). Sedangkan pasca outbreak PMK variabel days open (114,61 hari), calving interval (394,30 hari), service per conception (2,7), produksi susu (897.90 liter/bulan), dan jumlah ternak (6.16 ST). Hasil analisis menunjukan bahwa variabel days open, calving interval, days open, service per conception, produksi susu, dan jumlah ternak tidak ada perbedaan nyata.ARI SOFAN AZIZI. Production Performance of Dairy Cattle Farming During and After the Foot-and-Mouth Disease (FMD) Outbreak in Sumbang and Baturraden Subdistricts this study aims to assess the condition of dairy cattle farming in Banyumas Regency. The objectives are to determine the days open, service per conception, calving interval, milk production, and the number of livestock in Banyumas Regency. The research employs a survey method, using cluster random sampling to select two subdistricts Baturraden and Sumbang, from a total of eight subdistricts in Banyumas Regency. The results indicate that during the FMD outbreak, the average values for the variables were days open (113.84 days), calving interval (393.34 days), service per conception (2.73), milk production (132.05 liters/month), and livestock number (6.30 ST). After the FMD outbreak, the average values were days open (114.61 days), calving interval (394.30 days), service per conception (2.7), milk production (897.90 liters/month), and livestock number (6.16 ST) The analysis shows

that there are no significant differences in the variables of days open, calving interval, service per conception, milk production, and livestock number.
4212345484C1B020003Pengaruh Pengalaman Magang dan Lingkungan Keluarga terhadap Kesiapan Kerja dengan Motivasi Kerja sebagai Variabel Moderasi pada Mahasiswa MBKM Semester Ganjil Tahun Akademik 2023/2024 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UnsoedIndonesia masih menghadapi tantangan tingkat kesiapan kerja yang masih rendah (Setjen Kemnaker, 2023). Hal ini terjadi karena adanya skill mismatch atau kesenjangan antara keterampilan tenaga kerja dengan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan. Dalam upaya meningkatkan kesiapan kerja, Kementerian Pendidikan Indonesia menciptakan kebijakan program magang MBKM pada tahun 2020. Namun, masih terdapat ketidaksiapan kerja pada mahasiswa magang MBKM. Selain itu terdapat research gap pada penelitian terdahulu. Oleh karena itu, diperlukan penelitian mengenai pengaruh pengalaman magang dan lingkungan keluarga terhadap kesiapan kerja dengan motivasi kerja sebagai variabel moderasi. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi S1 yang mengikuti MBKM semester ganjil tahun akademik 2023/2024 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 141 responden. Teknik Proportionate Stratified Random Sampling digunakan dalam penentuan responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan SPSS yang menunjukkan bahwa: (1) Pengalaman magang berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja, (2) Lingkungan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja, (3) Peran motivasi kerja tidak memoderasi hubungan antara lingkungan keluarga terhadap kesiapan kerja.Indonesia is still facing challenges with a low level of work readiness (Secretariat General of the Ministry of Manpower, 2023). This issue arises due to skill mismatch, or the gap between the skills of the workforce and the skills required by companies. In an effort to improve work readiness, the Indonesian Ministry of Education introduced the MBKM internship program in 2020. However, there remains a lack of work readiness among MBKM interns. Additionally, there is a research gap in previous studies. Therefore, research is needed on the influence of internship experience and family environment on work readiness, with work motivation as a moderating variable. The population for this study includes undergraduate students participating in the MBKM program during the odd semester of the 2023/2024 academic year at the Faculty of Economics and Business, Unsoed. A total of 141 respondents were selected for this study. Proportionate Stratified Random Sampling was used in determining the respondents. Based on the research findings and data analysis using SPSS, it was found that: (1) Internship experience has a positive and significant impact on work readiness, (2) The family environment has a positive and significant impact on work readiness, (3) Work motivation does not moderate the relationship between the family environment and work readiness.
4212445485C1A020053Dampak Program Pembinaan Usaha Rumah BUMN Terhadap UMKM (Studi Kasus Pada Rumah BUMN Purwokerto)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keuntungan usaha UMKM sebelum dan setelah mendapatkan pembinaan usaha dari Rumah BUMN Purwokerto dan efektivitas pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari kuesioner dan wawancara. Sampel penelitian ini adalah UMKM binaan Rumah BUMN Purwokerto sebanyak 86 UMKM. Teknik sampling yang digunakan, yakni non-probability sampling dengan purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah uji wilcoxon dan analisis efektivitas dengan bantuan software SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dan kenaikan rata-rata pendapatan kotor dan keuntungan bersih per bulan UMKM antara sebelum dan setelah bergabung di Rumah BUMN Purwokerto. Kemudian, skor efektivitas program pembinaan usaha sebesar 87,12%. Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa keuntungan usaha UMKM binaan mengalami peningkatan setelah mengikuti pembinaan usaha Rumah BUMN Purwokerto dan pelaksanaan program pembinaan usaha termasuk kategori sangat efektif.This study aims to analyze the business profits of MSMEs before and after getting business coaching from Rumah BUMN Purwokerto and the effectiveness of its implementation. This research uses primary data obtained from questionnaires and interviews. The sample of this study were 86 MSMEs. The sampling technique used, namely non-probability sampling with purposive sampling. The analysis technique used was the Wilcoxon test and effectiveness analysis with the help of SPSS 26 software. The results showed that there was a difference and increase in the average gross revenue and net profit per month of MSMEs between before and after joining Rumah BUMN Purwokerto. Then, the effectiveness score of the business coaching program was 87.12%. This study concludes that the business profits of the assisted MSMEs have increased after participating in the Purwokerto BUMN House business coaching and the implementation of the business coaching program is in the highly effective category.
4212545487D1A017184INCOME OVER FEED COST (IOFC) DAN HARGA TELUR AYAM NIAGA PETELUR
PADA MUSIM PEMASARAN YANG BERBEDA
(STUDI KASUS DI CV INTI MAS FARM KABUPATEN BANYUMAS)
Penelitian dengan judul “Income Over Feed Cost (IOFC) dan Harga Telur Ayam Niaga Petelur pada Musim Pemasaran yang Berbeda (Studi Kasus di CV Inti Mas Farm Banyumas)” dilaksanakan pada 17 Juli 2024 di CV Inti Mas Farm Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis IOFC dan harga telur pada musim pemasaran yang berbeda serta pengaruh musim pemasaran terhadap harga telur dan IOFC. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling terpilih dengan pertimbangan perusahaan memiliki data recording yang lengkap. Data yang dianalisis yaitu data pada Mei 2023 hingga Mei 2024.
Metode analisis yang digunakkan yaitu analisis deskriptif dan Uji T Independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IOFC tertinggi pada bulan Maret 2024 (Ramadhan) yaitu sebesar Rp35.510.250, sedangkan IOFC terendah pada bulan Juli 2023 (Zulhijjah-Muharram) yaitu sebesar Rp4.613.950. Harga telur tertinggi pada Mei 2024 (Dzulqaidah) yaitu sebesar Rp28.000/kg, sedangkan harga telur terendah pada April 2024 (pasca Idul Fitri) yaitu sebesar Rp23.500/kg. Hasil analisis Uji T Independen menunjukkan bahwa musim pemasaran yang berbeda mempengaruhi harga telur dan IOFC. Hal ini disebabkan karena permintaan konsumen yang berbeda-beda.
The study entitled "Income Over Feed Cost (IOFC) and Egg Price for Commercial Layer Chicken in Different Marketing Seasons (Case Study at CV Inti Mas Farm Banyumas)" was conducted on July 17, 2024 at CV Inti Mas Farm, Banyumas Regency. This study aims to analyze IOFC and egg prices in different marketing seasons and the effect of marketing seasons on egg prices and IOFC. The method used in this study is the survey method, using the selected purposive sampling method with the consideration that the company has complete data recording. The data analyzed were data from May 2023 to May 2024.
The analysis method used is descriptive analysis and Independent T-test. The study results showed that the highest IOFC was in March 2024 (Ramadhan) IDR35,510,250, the lowest was in July 2023 (Zulhijjah-Muharram) IDR4,613,950. The highest egg price was in May 2024 (Dzulqaidah) IDR28,000/kg, the lowest was in April 2024 (post Eid al-Fitr) IDR23,500/kg. The results of the Independent T-test analysis showed that different marketing seasons affect egg prices and IOFC, this is due to different consumer demands.
4212645488E1A020101Pola Penentuan Pidana dan Tindakan Bagi Anak Yang Berkonflik Dengan Hukum Dalam Perkara Tindak Kekerasan (Studi Putusan Nomor 7 Pid.Sus-Anak/2019/PN.Pbg)Anak secara hukum, dianggap belum cakap dan memerlukan perlindungan
serta perhatian khusus terhadap hak-haknya sebagai anak. Hal ini juga berlaku
terhadap anak sebagai pelaku tindak kejahatan, di mana dalam penentuan pola
hukuman bagi pelaku pidana anak akan berbeda dengan pelaku pidana dewasa.
Penelitian ini hendak mengungkap pola penentuan pidana dan tindakan bagi Anak
yang Berkonflik dengan Hukum (ABH) dan pertimbangan hakim dalam penjatuhan
pidana penjara pendek dan tindakan pengembalian kepada orangtua dengan objek
berupa Putusan Nomor 7 Pid.Sus-Anak/2019/PN.Pbg tentang perkara kekerasan
terhadap anak yang dilakukan oleh 4 anak.
Artikel ini merupakan socio-legal research dengan data primer berupa
wawancara terhadap Hakim Anak di Pengadilan Negeri Purbalingga dan dilengkapi
data sekunder berupa telaah dokumen dan telaah referensi. Data yang disajikan
dalam penelitian ini berupa deskriptif analitis yang dianalisis secara kualitatif.
Hasil penelitian menujukan bahwa dalam penentuan pidana dan tindakan bagi
anak dilakukan berdasarkan latar belakang, fakta hukum serta aspek sosial yang
diperoleh dari Litmas. Selain itu, pola penentuan ini juga didasarkan pada UU
SPPA. Pertimbangan yang dilakukan dalam penjatuhan pidana penjara pendek dan
pengembalian kepada orang tua didasarkan pada latar belakang anak, berat
ringannya perbuatan si anak serta melihat pada aspek sosial yang diperoleh dari
Litmas. Dasar hukum yang digunakan berupa UU SPPA dan juga Beijing Rules.
Berdasarkan pada penelitian ini, diperoleh kesimpulan bahwa penentuan sanksi
pidana penjara pendek dan sanksi tindakan pengembalian kepada orang tua
terhadap ABH didasarkan pada kebijaksanaan hakim dengan melihat pada
pertimbangan yuridis dan nonyuridis serta aspek sosial yang diperoleh dari Litmas.
Dengan demikian perlu pertimbangan yang matang baik hakim maupun Bapas
dalam menyusun Litmas dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak.
Legally, children are considered incompetent and require special protection
and attention to their rights as children. This also applies to children as
perpetrators of crimes, where the determination of the pattern of punishment for
juvenile offenders will be different from adult offenders. This research aims to
reveal the pattern of determining punishment and actions for Children in Conflict
with the Law (ABH) and the judge's consideration in imposing short imprisonment
and returning to parents. The two objectives are focused on Case Number 7
Pid.Sus-Anak/2019/PN.Pbg concerning cases of violence against children
committed by 4 children.
This article is a socio-legal research with primary data in the form of
interviews with Juvenile Judges at the Purbalingga District Court and secondary
data in the form of document review and reference review. The data presented in
this research is descriptive analytical analyzed qualitatively.
This study found that the pattern of determining punishment and action for
ABH is based on the child's background, legal facts and social aspects obtained
from Litmas. In addition, this determination pattern is also based on the SPPA Law.
Considerations made in the imposition of short imprisonment and return to parents
are based on the background of the child, the severity of the child's actions and look
at the social aspects obtained from Litmas. The legal basis used is SPPA Law and
Beijing Rules. Based on this research, it is concluded that the determination of short
imprisonment sanctions and return to parents sanctions against ABH is based on
the discretion of the judge by looking at juridical and non-juridical considerations
and social aspects obtained from Litmas. Thus, it needs careful consideration from
both judges and Bapas in preparing Litmas by prioritizing the best interests of the
child.
4212745489L1C020079Analisa Molekuler dan Metabolomik Gracilaria sp. dari Pantai Karapyak dan Sayang Heulang, Jawa Barat serta Potensinya sebagai AntibakteriPenggunaan antibiotik kimia dalam dosis yang berlebihan menyebabkan terjadinya resistensi bakteri, sehingga eksplorasi agen antibakteri baru dari sumber-sumber alami sangat dibutuhkan. Agen antibakteri alami dapat dengan mudah ditemukan pada organisme laut, seperti rumput laut, khususnya Gracilaria sp. Pantai Karapyak dan Sayang Heulang merupakan salah satu habitat rumput laut Gracilaria sp. Penelitian mengenai identifikasi molekuler dan senyawa bioaktif Gracilaria sp. di Pantai Karapyak dan Sayang Heulang masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi secara molekuler, mengetahui potensi antibakteri dan senyawa bioaktif dari Gracilaria sp. Identifikasi molekuler dilakukan melalui tahapan isolasi DNA, amplifikasi, elektroforesis, sekuensing, analisis BLAST, dan filogenetik. Metode maserasi bertingkat dan MAE (Microwave Assisted Extraction) diterapkan untuk ekstraksi senyawa bioaktif. Analisis metabolomik dilakukan dengan LC-HRMS (Liquid Chromatography High Resolution Mass Spectrometry), GNPS, dan divisualisasikan dengan cytoscape. Gracilaria sp. dari dua lokasi pantai berbeda teridentifikasi memiliki kemiripan masing-masing 99,68% dan 100% dengan spesies Gracilaria edulis. G. edulis memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri patogen Bacillus megaterium DSM32, Micrococcus luteus ATCC4698, Escherichia coli K12 dengan kategori lemah dan bersifat bakterisidal. Senyawa bioaktif G. edulis yang terdereplikasi dengan potensi antibakteri, yaitu cholesta-4,6-dien-3-ol, neomycin sulfate, sarmentoside B, avobenzone, dan sulfoquinovosyl-diacylglycerol (SQDG).The use of chemical antibiotics in excessive doses causes bacterial resistance, so the exploration of new antibacterial agents from natural sources is urgently needed. Natural antibacterial agents can be easily found in marine organisms, such as seaweed, especially Gracilaria sp. Karapyak and Sayang Heulang Beach are one of the habitats of Gracilaria sp. Research on molecular identification and bioactive compounds of Gracilaria sp. in Karapyak and Sayang Heulang Beach is still very limited. This study aims to identify molecularly, determine the antibacterial potential and bioactive compounds of Gracilaria sp. Molecular identification was carried out through the stages of DNA isolation, amplification, electrophoresis, sequencing, BLAST analysis, and phylogenetics. Multistage maceration and MAE (Microwave Assisted Extraction) methods were applied for extraction of bioactive compounds. Metabolomic analysis utilized by LC-HRMS (Liquid Chromatography High Resolution Mass Spectrometry), GNPS, and visualized by cytoscape. Gracilaria sp. from two different coastal locations were identified as having 99.68% and 100% similarity with Gracilaria edulis species, respectively. G. edulis had antibacterial activity against pathogenic bacteria Bacillus megaterium DSM32, Micrococcus luteus ATCC4698, Escherichia coli K12 with a weak category and tends to be bactericidal. The replicated bioactive compounds of G. edulis with antibacterial potential were cholesta-4,6-dien-3-ol, neomycin sulfate, sarmentoside B, avobenzone, and sulfoquinovosyl-diacylglycerol (SQDG).
4212845490D1A020174PENGARUH PENGGUNAAN BOVINE SERUM ALBUMIN SEBAGAI MEDIUM GRADIEN SEPARASI SEKS DAN LAMA INKUBASI TERHADAP VIABILITAS DAN TUDUNG AKROSOM UTUH (TAU) SPERMATOZOA KAMBING PERANAKAN ETAWAH

Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui Pengaruh Penggunaan Bovine Serum Albumin Sebagai Medium Gradien Separasi Seks dan Lama Inkubasi Terhadap Viabilitas dan Tudung Akrosom Utuh (TAU) Spermatozoa Kambing Peranakan Etawah. Materi penelitian yang akan digunakan spermatozoa kambing Peranakan Etawah yang berasal dari Experimental Farm, Bahan yang digunakan yaitu NaCl fisiologis, eosin-nigrosin,gradien Bovine Serum Albumin (BSA). Alat yang digunakan yaitu, sentrifuge, tabung sentrifuge, mikroskop, cover glass, object glass, waterbath, termos, vagina tiruan, mikropipet, pipet, glass beaker, spuit, microtube, stopwatch, kertas label, Erlenmeyer, thermometer, pemanas bunsen, kompor, dan panci. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan Ternak dan Experimental Farm Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman. Metode penelitian yang akan digunakan adalah metode experimental dengan menggunakan uji RAK Faktorial 2x2x3 dengan blok frekuensi penyadapan sebanyak 3 kali dan terdiri dari tiga faktor, yaitu fraksi(F) terdiri dari dua level (atas dan bawah), gradien (G) terdiri dari dua level (g1 = 5:15 dan g2 = 10:20) dan faktor lama inkubasi (T) terdiri dari tiga level (30, 45, dan 60 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada interaksi berpengaruh sangat nyata antara fraksi, medium gradien BSA dan perbedaan lama waktu inkubasi terhadap viabilitas dan tudung akrosom utuh (P<0,01). Berdasarkan hasil penelitian bahwa dapat disimpulkan viabilitas spermatozoa kambing Peranakan Etawah hasil separasi seks yang terbaik secara keseluruhan terdapat pada perlakuan fraksi atas gradien 5:15 lama inkubasi 60 menit dan juga perlakuan fraksi atas gradien 10:20 lama inkubasi 60 menit. Tudung akrosom utuh spermatozoa kambing Peranakan Etawah hasil separasi seks yang terbaik secara keseluruhan pada perlakuan fraksi atas gradien 10:20 lama inkubasi 30 menit, perlakuan fraksi atas gradien 10:20 lama inkubasi 60 menit dan perlakuan fraksi bawah gradien 10:20 lama inkubasi 45 menit.The purpose of this study was to determine the effect of the use of Bovine Serum Albumin as a sex separation gradient medium and the length of incubation on the viability and intact acrosome cap (IAC) of Peranakan Etawah goat spermatozoa. The research material that will be used is Peranakan Etawah goat spermatozoa from the Experimental Farm, the materials used are physiological NaCl, eosin-nigrosin, and Bovine Serum Albumin (BSA) gradient. The tools used are a centrifuge, centrifuge tube, microscope, cover glass, object glass, water bath, thermos, artificial vagina, micropipette, pipette, glass beaker, syringe, microtube, stopwatch, label paper, Erlenmeyer, thermometer, bunsen heater, stove, and pan. The research was conducted at the Animal Health Laboratory and Experimental Farm, Faculty of Animal Husbandry, Universitas Jenderal Soedirman. The research method that will be used is an experimental method using a 2x2x3 factorial RAK test with 3 times tapping frequency block and consists of three factors, namely fraction (F) consists of two levels (top and bottom), gradient (G) consists of two levels (g1 = 5:15 and g2 = 10:20) and incubation time factor (T) consists of three levels (30, 45, and 60 minutes). The results showed a very significant interaction effect between fractions, BSA gradient medium, and different lengths of incubation time on viability and intact acrosome cap (P < 0.01). Based on the results of the study, it can be concluded that the viability of Peranakan Etawah goat spermatozoa from the best sex separation overall is in the treatment of fractions on a 5:15 gradient for 60 minutes incubation and also the treatment of fractions on a 10:20 gradient for 60 minutes incubation. The best overall intact acrosome cap of sex-separated Peranakan Etawah goat spermatozoa in the treatment of the upper fraction of the gradient 10:20 incubation duration of 30 minutes, the treatment of the upper fraction of the gradient 10:20 incubation duration of 60 minutes and the treatment of the lower fraction of the gradient 10:20 incubation duration of 45 minutes.
4212945492I1D020008Perbedaan Tingkat Asupan Zat Gizi Makro, Kualitas Tidur, dan Status Gizi pada Petugas Keamanan Shift Pagi dan Malam di Universitas Jenderal SoedirmanLatar Belakang: Sistem kerja shift pada petugas keamanan berdampak pada kualitas tidur. Kualitas tidur yang rendah berpengaruh pada peningkatan asupan zat gizi makro dan akan bermanifestasi kepada status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat asupan zat gizi makro, kualitas tidur, dan status gizi pada petugas keamanan shift pagi dan malam di Universitas Jenderal Soedirman.
Metodologi: Desain penelitian ini menggunakan cross-sectional. Total responden sebesar 66 petugas keamanan (31 shift pagi dan 35 shift malam) dengan penentuan sampel menggunakan teknik random sampling. Variabel penelitian tingkat asupan zat gizi makro, kualitas tidur, dan status gizi. Instrumen menggunakan stadiometer, BIA (Bioelectrical Impedance Analysis), food recall 2x24jam, dan kuesioner PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index). Analisis data menggunakan uji Independent Samples T dan Mann Whitney U dengan nilai signifikansi p<0,05.
Hasil Penelitian: Petugas keamanan seluruhnya laki-laki dengan didominasi kelompok usia 30-49 tahun (78,8%) dan tingkat pendidikan maksimal SMA/sederajat (83,3%). Status kepegawaian petugas keamanan shift pagi memiliki proporsi seimbang kontrak dan non-kontrak, sedangkan shift malam didominasi pegawai kontrak (82,9%). Tingkat asupan zat gizi makro tidak berbeda signifikan antara petugas keamanan shift pagi dan malam; energi (82,6(35,4-198,2)% dan 80,2(37,9-159,3)%, nilai p 0,445); protein (95,6(50,3-170,3)% dan 92,6(41,4-198,1)%, nilai p 0,852); lemak (125,7±49,4% dan 117,9±43,7%, nilai p 0,498); karbohidrat (70(30,4-194,8)% dan 68,4(31,9-118,3)%, nilai p 0,415). Kualitas tidur tidak berbeda signifikan antara petugas keamanan shift pagi dan malam, total skor PSQI (9(4-12) dan 9(5-13), nilai p 0,876). Status gizi tidak berbeda signifikan antara petugas keamanan shift pagi dan malam, IMT (24,4±3,9kg/m2 dan 24,2±4,7kg/m2, nilai p 0,874)
Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan tingkat asupan zat gizi makro, kualitas tidur, dan status gizi pada petugas keamanan shift pagi dan malam di Universitas Jenderal Soedirman.
Kata kunci: indeks massa tubuh, kualitas tidur, pekerja shift, tingkat asupan zat gizi makro
Background: The shift work system in security officers has an impact on sleep quality. Low sleep quality affects the increase in macronutrient intake and will manifest in nutritional status. This study aims to determine the differences in macronutrient intake levels, sleep quality, and nutritional status of morning and night shift security officers at Jenderal Soedirman University.
Methods: This study design used cross-sectional. The total respondents were 66 security officers (31 morning shifts and 35 night shifts) with sample determination using random sampling techniques. The research variables were the level of macronutrient intake, sleep quality, and nutritional status. The instruments used were stadiometer, BIA (Bioelectrical Impedance Analysis), 2x24hour food recall, and PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) questionnaire. Data analysis used the Independent Samples T and Mann Whitney U tests with a significance value of p <0.05.
Results: All security officers were male, dominated by the 30-49 year age group (78.8%), and maximum education level of senior high school/equivalent (83.3%). The employment status of morning shift security officers had a balanced proportion of contract and non-contract, while the night shift was dominated by contract employees (82.9%). The level of macronutrient intake did not differ significantly between morning and night shift security officers; energy (82.6(35.4-198.2)% and 80.2(37.9-159.3)%, p value 0.445); protein (95.6(50.3-170.3)% and 92.6(41.4-198.1)%, p value 0.852); fat (125.7±49.4% and 117.9±43.7%, p value 0.498); carbohydrates (70(30.4-194.8)% and 68.4(31.9-118.3)%, p value 0.415). Sleep quality did not differ significantly between morning and night shift security officers, total PSQI score (9(4-12) and 9(5-13), p value 0.876). Nutritional status did not differ significantly between morning and night shift security officers, BMI (24.4±3.9kg/m2 and 24.2±4.7kg/m2, p value 0.874)
Conslusion: There were no differences in the levels of macronutrient intake, sleep quality, and nutritional status among morning and night shift security officers at Jenderal Soedirman University.
Keywords: body mass index, macronutrient intake, shift worker, sleep quality
4213045493H1C020024KARAKTERISASI RESERVOIR BERDASARKAN ANALISIS PETROFISIKA DALAM PENENTUAN ZONA POTENSI HIDROKARBON PADA LAPANGAN “RC” CEKUNGAN KUTAI, KALIMANTAN TIMURCekungan Kutai adalah cekungan terbesar di Pulau Kalimantan dengan potensi hidrokarbon yang cukup besar. Penelitian ini dilakukan untuk memetakan persebaran hidrokarbon di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur, khususnya pada lapangan “RC”. Lapangan ini merupakan bagian dari Formasi Kampung Baru dengan umur Miosen Akhir-Pliosen yang diendapkan pada lingkungan pro-delta hingga delta front. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi litologi dan karakteristik reservoir di daerah tersebut. Persebaran zona hidrokarbon ditentukan melalui analisis petrofisika menggunakan data sumur dengan menentukan parameter petrofisika berupa volume shale, porositas efektif, dan saturasi air. Parameter tersebut kemudian dievaluasi menggunakan nilai cut-off untuk membedakan reservoir yang berpotensi mengandung hidrokarbon. Untuk menentukan ketebalan reservoir hidrokarbon produktif, dilakukan pay summary untuk mengetahui nilai net pay (ketebalan reservoir bersih) pada masing-masing reservoir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, daerah penelitian terdiri dari litologi batupasir, batugamping, serta serpih. Berdasarkan hasil pay summary, diketahui ketebalan reservoir hidrokarbon produktif terbesar terdapat pada sumur RC-5 yaitu 83.46 ft, sedangkan ketebalan terkecil berada pada sumur RC-3 yaitu 61 ft.Kutai Basin is the largest Kalimantan Island basin with considerable hydrocarbon potential. This study was conducted to map the distribution of hydrocarbons in the Kutai Basin, East Kalimantan, especially in the "RC" field. This field is part of the Late Miocene-Pliocene age Kampung Baru Formation, deposited in a pro-delta to delta front environment. In addition, this study also aims to identify the lithology and reservoir characteristics in the area. The distribution of hydrocarbon zones is determined through petrophysical analysis using well data by determining petrophysical parameters such as shale volume, effective porosity, and water saturation. These parameters are then evaluated using cut-off values to distinguish reservoirs potentially containing hydrocarbons. To determine the thickness of productive hydrocarbon reservoirs, a pay summary was conducted to determine each reservoir's net pay value (net reservoir thickness). The results showed that the study area consists of sandstone, limestone, and shale lithologies. Based on the pay summary results, it is known that the largest productive hydrocarbon reservoir thickness is found in the RC-5 well, which is 83.46 ft, while the smallest thickness is in the RC-3 well, which is 61 ft.
4213145496A1A018001Analisis Kontribusi Pendapatan Usahatani Mangga Gedong Gincu Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Petani Di Kecamatan Panyingkiran
Kabupaten Majalengka
Kecamatan Panyingkiran merupakan sentra produksi mangga gedong gincu di Kabupaten Majalengka. Usahatani mangga gedong gincu menjadi mata pencaharian utama rumah tangga petani di Kecamatan Panyingkiran. Pendapatan usahatani yang tidak tetap membuat rumah tangga petani mencari sumber pendapatan lain untuk memenuhi kebutuhan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui besarnya pendapatan usahatani mangga gedong gincu di Kecamatan Panyingkiran, 2) Menghitung kontribusi pendapatan usahatani mangga gedong gincu terhadap pendapatan rumah tangga petani di Kecamatan Panyingkiran.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei dengan melakukan wawancara kepada petani mangga gedong gincu sebagai responden. Responden penelitian didapat dengan metode proportionate stratified random sampling dimana strata dibentuk berdasarkan jumlah tanaman menghasilkan yang dikelola, sehingga diperoleh 52 responden dengan rincian, strata I yaitu petani dengan pohon X ≤ 200 sebanyak 48 responden, strata II yaitu petani dengan pohon 200 < X ≤ 400 sebanyak 2 responden, dan strata III yaitu petani dengan pohon X ≥ 400 pohon sebanyak 2 responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis biaya dan pendapatan usahatani mangga gedong gincu, analisis pendapatan rumah tangga, dan analisis kontribusi pendapatan usahatani mangga gedong gincu.
Hasil penelitian menunjukkan: 1) rata-rata pendapatan usahatani mangga gedong gincu sebesar Rp62.354.038/tahun dengan rata-rata pendapatan usahatani per pohon sebesar Rp569.543/tahun. Sedangkan rata-rata pendapatan rumah tangga petani sebesar Rp91.245.537/tahun, 2) besarnya kontribusi pendapatan usahatani dengan jumlah pohon X ≤ 200 sebesar 58,61% termasuk dalam kategori sedang. Kontribusi pendapatan usahatani dengan jumlah pohon 200 < X ≤ 400 sebesar 92,18% termasuk dalam kategori sangat tinggi. Kontribusi pendapatan usahatani dengan jumlah pohon X > 400 sebesar 90,64% termasuk kategori sangat tinggi. Kontribusi pendapatan usahatani mangga gedong gincu terhadap pendapatan rumah tangga petani di Kecamatan Panyingkiran sebesar 68,34% yang termasuk dalam kategori tinggi.
Panyingkiran District is the center of gedong gincu mango production in Majalengka Regency. Gedong Gincu mango farming is the primary occupation for farming households in Panyingkiran District. The often unstable farming income drives farmer households to seek other sources of income to meet their living needs. This research aims to: 1) Determine the income of Gedong gincu mango farming in Panyingkiran District, 2) Determine the contribution of Gedong gincu mango farming income to household income in Panyingkiran District.
The research was conducted using a survey method involving interviews with gedong gincu mango farmers as respondents. Respondents were selected using the proportionate stratified random sampling method, where stratum were formed based on the number of producing plants managed. This resulted in 52 respondents categorized as follows: stratum I, farmers with ≤ 200 trees, totaling 48 respondents; stratum II, farmers with 200 < X ≤ 400 trees, totaling 2 respondents, and stratum III, farmers with ≥ 400 trees, totaling 2 respondents. The analysis used in this research includes cost and income analysis of gedong gincu mango farming, household income analysis, and the contribution analysis of gedong gincu mango farming income.
The results showed that: 1) The average income of Gedong gincu mango farming is Rp62,354,038/year, with an average income per tree of Rp569,543/year. Meanwhile, the average household income is Rp91,245,537/year. 2) The contribution of farming income with X ≤ 200 trees is 58.61%, which is included in the medium category. The contribution of farming income with 200 < X ≤ 400 trees is 92.18%, which is included in the very high category. The contribution of farming income with X > 400 trees is 90.64%, which is included in the very high category. The contribution of gedong gincu mango farming income to household income in Panyingkiran District is 68,34%, which is included in the high category.
4213245491I1D020067Pengaruh Yogurt Kecambah Kacang Tanah Plus
Alang-Alang Terhadap LDL Dan Lingkar Perut
Penderita Dislipidemia
Latar Belakang: Dislipidemia adalah abnormalitas metabolisme lipid dengan tingginya kadar LDL, kolesterol total, trigliserida, dan rendahnya HDL. Risiko dislipidemia meningkat pada obesitas sentral dengan lingkar perut perempuan ≥80 cm karena gangguan sistem metabolisme asam lemak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian yogurt kecambah kacang tanah dengan penambahan sari akar alang-alang (Yocamtala) terhadap kadar LDL dan lingkar perut wanita penderita dislipidemia.

Metode: Penelitian true experimental menggunakan pre post test with control group design. Responden penelitian yaitu wanita berusia 35-70 tahun, IMT ≥25 kg/m2, LDL ≥130 mg/dL di Desa Purwosari. Responden berjumlah 20 orang, masing-masing 10 orang pada kedua kelompok intervensi. Yogurt 200 mL/hari diantarkan ke rumah responden setiap pagi selama 2 bulan. Food recall 24 jam responden dilakukan 4 kali. Kadar LDL dan lingkar perut diukur sebelum dan setelah intervensi, serta dianalisis menggunakan independent sample t-test dan paired t-test.

Hasil Penelitian: Responden bersifat homogen (p>0,05), Yocamtala signifikan menurunkan LDL sebelum dan setelah intervensi dari 153,6 mg/dL menjadi 117,5 mg/dL (p=0,00), tetapi tidak dapat mengubah lingkar perut yang dapat dipengaruhi oleh asupan makan, usia, dan aktivitas fisik responden.

Kesimpulan: Konsumsi Yocamtala bermanfaat untuk menurunkan LDL wanita penderita dislipidemia.
Background: Dyslipidemia is an abnormality of lipid metabolism with high levels of LDL, total cholesterol, triglycerides, and low HDL. The risk of dyslipidemia increases in central obesity with a waist circumference of women ≥80 cm due to disorders of the fatty acid metabolism system. This research was conducted to determine the effect of giving peanut sprout yogurt with the addition of cogongrass root juice (Yocamtala) on LDL levels and waist circumference of women with dyslipidemia.

Method: True experimental used pre-post test with control group design. The respondents were women aged 35-70 years, BMI ≥25 kg/m2, LDL ≥130 mg/dL in Purwosari Village. There were 20 respondents, 10 each in the two intervention groups. Yogurt 200 mL/day was delivered to the respondents' homes every morning for 2 months. Respondents' 24-hour food recalls were conducted 4 times. LDL levels and waist circumference were measured before and after the intervention, and analyzed using independent sample t-test and paired t-test.

Results: Respondents were homogeneous (p>0.05), Yocamtala significantly reduced LDL before and after the intervention from 153.6 mg/dL to 117.5 mg/dL (p=0.00), but could not change waist circumference which could be influenced by food intake, age, and physical activity of respondents.

Conclusion: Consumption of Yocamtala is beneficial for reducing LDL in women with dyslipidemia.
4213345495H1C020048Geologi Bawah Permukaan Dan Perhitungan Sumber Daya Hidrokarbon Pada Lapisan TAF-5 Cekungan Jawa Barat Utara Dengan Metode VolumetrikIndustri minyak dan gas mempunyai peranan strategis dalam memenuhi kebutuhan energi, untuk itu diperlukan kegiatan eksplorasi dan produksi hidrokarbon. Kegiatan eksplorasi hidrokarbon dilakukan dengan mempertimbangkan aspek geologi dan geofisika guna mengetahui kondisi bawah permukaan. Cekungan Jawa Barat Utara merupakan salah satu cekungan yang memiliki prospek hidrokarbon tinggi di Indonesia dan Formasi Talang Akar menjadi formasi penting dalam petroleum system yang ada. Zona TA 3 (TAF-5) pada Formasi Talang Akar yang menjadi fokus penelitian ini termasuk kedalam lapangan “P”. Penelitian ini bertujuan untuk memahami geologi bawah permukaan seperti fasies pengendapan dan struktur yang berkembang, nilai properti batuan dari reservoir, dan besar sumber daya hidrokarbon pada TA 3 (TAF-5). Data yang digunakan terdiri dari data sumur berupa data well log, data cutting, data mudlog, data drill stem test (DST), data marker, dan depth structure map. Metode yang digunakan adalah analisis wireline log, analisis petrofisika, dan perhitungan sumber daya dengan metode volumetrik. Reservoir TA 3 (TAF-5) Formasi Talang Akar pada lapangan “P” diendapkan pada delta plain yang termasuk kedalam lingkungan pengendapan delta dan struktur yang berkembang pada lapangan “P” interval kedalaman Formasi Talang Akar adalah sesar normal dengan arah orientasi bidang sesar Barat Daya – Timur Laut. Zona TA 3 (TAF-5) Lapangan P memiliki nilai rata-rata volume serpih 21.6%, porositas efektif 13%, saturasi air 36%. Estimasi besar sumber daya hidrokarbon pada reservoir TA 3 (TAF-5) lapangan “P” sebesar 3.162 x 106 STB (stock tank barrel) atau 3.162 MMSTB (million stock tank barrels). Besar sumber daya yang didapatkan pada penelitian ini dapat berguna sebagai pembanding dari data besar sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan, dikarenakan perhitungan ini lebih mendetail pada satu closure dari sebuah lapisan.The oil and gas industry plays a strategic role in meeting energy needs, therefore exploration and production of hydrocarbons are necessary. Hydrocarbon exploration activities are carried out by considering geological and geophysical aspects to understand subsurface conditions. The North West Java Basin is one of Indonesia's basins with high hydrocarbon prospects, and the Talang Akar Formation is important in the existing petroleum system. The TA 3 (TAF-5) zone in the Talang Akar Formation, which is the focus of this research, is located within the P9 Field. This study aims to understand subsurface geology, such as depositional facies and developed structures, rock property values of the reservoir, and the magnitude of hydrocarbon resources in TA 3 (TAF-5). The data used includes well log data, cutting data, mud log data, drill stem test (DST) data, marker data, and depth structure maps. The methods used are wireline log analysis, petrophysical analysis, and resource estimation using the volumetric method. The TA 3 (TAF-5) reservoir of the Talang Akar Formation in the P Field was deposited in a delta plain, which is part of a deltaic depositional environment, and the structures developed in the P Field at the Talang Akar Formation depth interval are normal faults with a Southwest – Northeast fault plane orientation. The TA 3 (TAF-5) zone of the P Field has an average shale volume of 21.6%, effective porosity of 13%, and water saturation of 36%. The estimated hydrocarbon resources in the TA 3 (TAF-5) reservoir of the P Field are 3.162 x 10^6 STB (stock tank barrels) or 3.162 MMSTB (million stock tank barrels). The amount of resources obtained in this study can be useful as a comparison with the data on the amount of resources owned by the company, because this calculation is more detailed for one closure of a layer.
4213445497E1A020206EKSEKUSI TERHADAP PUTUSAN YANG MENCANTUMKAN RESTITUSI DALAM TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN TERHADAP ANAK KORBAN (Studi Kasus Putusan Perkara Nomor 297/Pid.B/PN JKT.SEL.)Eksekusi pada hakikatnya merupakan realisasi dari kewajiban terpidana untuk memenuhi kewajiban yang tercantum didalam amar putusan. Dalam perjalanannya, eksekusi terhadap putusan pidana yang mencantumkan restitusi masih mendapati beberapa kendala sehingga memerlukan dukungan dan kepastian hukum. Penelitian ini membahas eksekusi terhadap putusan yang mencantumkan restitusi dalam tindak pidana penganiayaan terhadap anak korban, dengan fokus pada Putusan Nomor 297/Pid.B/PN JKT.SEL. dan apakah PERMA No. 1 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penyelesaian Permohonan dan Pemberian Restitusi dan Kompensasi Kepada Korban Tindak Pidana telah diterapkan oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dan yang menjadi informan penelitian adalah dua orang Jaksa Bagian Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Jenis sumber data meliputi data primer dan sekunder yang diperoleh menggunakan metode wawancara dan studi kepustakaan, data yang terkumpul kemudian diolah menggunakan teknik reduksi data. Hasil dari penelitian adalah eksekusi restitusi terhadap putusan yang mencantumkan restitusi dalam tindak pidana penganiayaan terhadap anak korban dalam Putusan Nomor 297/Pid.B/PN JKT.SEL. belum berjalan efektif dikarenakan belum adanya regulasi yang memaksa dan mewajibkan terpidana untuk membayar sisa biaya restitusi. Biaya sisa restitusi tersebut sebesar Rp. 24.433.289.800,00 (dua puluh empat miliar empat ratus tiga puluh tiga juta dua ratus delapan puluh sembilan ribu delapan ratus rupiah) setelah dikurangi hasil lelang mobil Rubicon milik terpidana dan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan belum menerapkan PERMA No. 1 Tahun 2022 terhadap tindak pidana penganiayaan dengan anak sebagai korban dikarenakan belum adanya perkara mengenai kasus penganiayaan yang diterima.

Execution is essentially the realization of the convict's obligation to fulfill the obligations stated in the verdict. Along the way, the execution of criminal decisions that include restitution still encounters several obstacles and requires legal support and certainty. This research discusses the execution of decisions that include
restitution in criminal acts of persecution of child victims, with a focus on Decision Number 297/Pid.B/PN JKT.SEL. and whether PERMA No. 1 of 2022 concerning Procedures for Completing Applications and Providing Restitution and Compensation to Victims of Crime has been implemented by the South Jakarta
District Prosecutor's Office. The method used is qualitative research with a sociological juridical approach and descriptive research specifications. The location of the research was carried out at the South Jakarta District Prosecutor's Office and the informants for the research were two Prosecutors from the General Crimes Section of the South Jakarta District Prosecutor's Office. Types of data sources include primary and secondary data obtained using interview and literature study methods. The collected data is then processed using data reduction techniques. The results of the research are the execution of restitution for decisions
that include restitution for criminal acts of abuse of child victims in Decision Number 297/Pid.B/PN JKT.SEL. It has not been effective because there are no regulations that compel and oblige convicts to pay the remaining restitution costs. The remaining cost of the restitution is IDR. 24,433,289,800.00 (twenty four billion four hundred thirty three million two hundred eighty nine thousand eight hundred rupiah) after deducting the proceeds from the auction of the convict's Rubicon car and the South Jakarta District Prosecutor's Office has not implemented PERMA No. 1 of 2022 regarding criminal acts of abuse with children as victims because
there have been no cases regarding abuse cases received.
4213545498L1B020066PENGARUH PROBIOTIK KOMERSIL TERHADAP ZONA HAMBAT BAKTERI Aeromonas hydrophila SECARA IN VITROBakteri probiotik telah diketahui memiliki kemampuan untuk melawan bakteri patogen tanpa terjadinya resistensi. Selain melawan bakteri patogen secara langsung, bakteri probiotik pun mampu meningkatkan kekebalan tubuh inang, menghindari inang dari serangan penyakit. Salah satu probiotik yang bisa digunakan adalah probiotik komersial Ariake KURO dengan kandungan bakteri Bacillus amyloliquefaciens D2018 dan Bacillus subtilis D2558. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah bakteri probiotik Bacillus amyloliquefaciens D2018 dan Bacillus subtilis D2558 pada probiotik komersial ini memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri patogen Aeromonas hydrophila secara in vitro. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu K (tanpa probiotik); A (konsentrasi 1x106 CFU/g); B (konsentrasi 1x107 CFU/g); C (konsentrasi 1x108 CFU/g); D (konsentrasi 1x109 CFU/g). Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa probiotik komersial Ariake KURO mampu menghambat pertumbuhan bakteri pathogen Aeromonas hydrophila. Dosis dengan pengaruh tertinggi terdapat pada perlakuan D dengan nilai diameter ZOI sebesar 4,48 ± 0,33 mm. Hasil ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan (<0,05) antar perlakuan.Probiotic bacterias are known to have the ability to fight pathogenic bacteria without developing resistance. Apart from fighting pathogenic bacteria directly, probiotic bacteria are also able to increase the host's immunity, preventing the host from disease attacks. An example of probiotic that can be used is the commercial probiotic Ariake KURO, containing the bacteria B. amyloliquefaciens D2018 and B. subtilis D2558. This study aims to determine whether the probiotic bacteria B. amyloliquefaciens D2018 and B. subtilis D2558 in commercial probiotics have the ability to inhibit the growth of the pathogenic bacteria Aeromonas hydrophila in vitro. The method used in this research was an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) includes 5 treatments and 3 replications. The treatments used were K (without probiotics); A (concentration of 1x106 CFU/g); B (concentration of 1x107 CFU/g); C (concentration of 1x108 CFU/g); D (concentration of 1x109 CFU/g). Based on the research results, it is known that the commercial probiotic Ariake KURO is able to inhibit the growth of the pathogenic bacteria Aeromonas hydrophila. The dose with the highest score was in treatment D with a ZOI diameter value of 4.48 ± 0.33 mm. These results indicate a significant difference (<0.05) between treatments
4213645600A1D020193EKSPLORASI BAKTERI ENDOFIT TANAMAN PISANG SEBAGAI ANTAGONIS Ralstonia syzygii SECARA IN-VITRO, DAN PERANNYA DALAM PERTUMBUHAN TANAMANPisang merupakan tanaman buah-buahan dengan produksi tertinggi dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Budidaya pisang memiliki beberapa tantangan, salah satunya adalah penyakit layu bakteri darah yang dapat menyebabkan kerugian mulai dari 35 hingga 100%. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menemukan bakteri endofit asal tanaman pisang yang berpotensi menghambat pertumbuhan patogen layu bakteri darah dan menjadi PGPB (Plant Growth-Promoting Bacteria). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium dan Screenhouse Fakultas Pertanian Unsoed. Penelitian dimulai dengan mengisolasi bakteri endofit dari tanaman pisang, uji hipersensitivitas, karakterisasi, uji antagonis dengan bakteri Ralstonia syzygii, dan pengujian bakteri sebagai PGPB secara in-vitro dan in-planta. Hasil penelitian ini diperoleh 11 isolat bakteri endofit. Identifikasi isolat bakteri menunjukkan beberapa isolat yang diduga termasuk dalam genus Bacillus sp., Pseudomonas sp., Azoctobacter sp, Amphibacillus sp., dan Saccharococcus sp. Pengujian antagonis menunjukkan isolat AT2 dan BA1 menghasilkan zona bening dengan aktivitas antibiotik, yaitu bakteriostatik. Berdasarkan pengujian bakteri sebagai PGPB secara in-vitro dan in-planta, isolat BT3 dan BK1 berpotensi sebagai PGPB tanaman.Bananas are the fruit plants with the highest production and are widely consumed by the community. Banana cultivation has several challenges, one of them is blood bacterial wilt disease which can cause losses from 35 to 100%. Therefore, this study aims to find endophytic bacteria from banana plants that have potential ability to inhibit the growth of pathogens that causes wilt blood disease and become PGPB for plants. The research was done in the Laboratory and Screenhouse of the Faculty of Agriculture Unsoed. The research began by isolating endophytic bacteria from banana plants, hypersensitivity tests, characterization, antagonist tests with Ralstonia syzygii bacteria, and testing the bacteria as PGPB by in-vitro and in-planta. The results of this study, 11 isolates of endophytic bacteria were discovered. Identification of bacterial isolates shows several isolates suspected belong to the genus Bacillus sp., Pseudomonas sp., Azoctobacter sp, Amphibacillus sp., dan Saccharococcus sp.. Antagonist testing showed that AT2 and BA1 isolates produced clear zones with bacteriostatic antibiotic activity. Based on testing of bacteria as PGPB by in vitro and in-planta, BT3 and BK1 isolates have the potential to be PGPB.
4213745608I1D020040Pengaruh Telekonseling Gizi dan Aktivitas Fisik terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Gizi serta Indeks Massa Tubuh (IMT) pada Dewasa ObesitasLatar Belakang : Penduduk Indonesia berusia >18 tahun memiliki angka presentase kejadian obesitas yang meningkat dari 14,8% pada tahun 2013 menjadi 21,8% pada tahun 2018. Telekonseling gizi yaitu pelayanan gizi jarak jauh sebagai upaya penanganan obesitas. Aktivitas fisik merupakan proses pembakaran kalori yang dapat menyebabkan penurunan berat badan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh telekonseling gizi dan aktivitas fisik terhadap pengetahuan, sikap, praktik gizi (PSP) & IMT pada dewasa obesitas.
Metode : Desain penelitian menggunakan Quasy experimental dengan pre-post-test control group design dengan mengikutsertakan 56 responden dewasa obesitas yang terbagi dalam kelompok kontrol (intervensi aktivitas fisik) dan kelompok eksperimen (intervensi aktivitas fisik & telekonseling gizi). Skor PSP diambil menggunakan kuesioner yang valid dan reliabel serta dilakukan pengukuran antropometri untuk mengetahui IMT. Intervensi dilakukan online. Analisis data menggunakan Wilcoxon, Independent T-Test, Paired T-Test dan Mann Whitney.
Hasil : Terdapat pengaruh intervensi pada pengetahuan (p=0,009), sikap (p=0,021), praktik gizi (p=0,000) & IMT (p=0,000) kelompok eksperimen. Tidak ada pengaruh pada pengetahuan (p=0,477), sikap (p=0,935) & IMT (p=0,2), namun ada pengaruh pada praktik gizi (p=0,003) kelompok kontrol. Terdapat perbedaan pengaruh terhadap pengetahuan (p=0,023) & IMT (p=0,033), namun tidak ada perbedaan pengaruh terhadap sikap (p=0,116) dan praktik gizi (p=0,213) antara kedua kelompok
Kesimpulan : Terdapat pengaruh intervensi terhadap praktik gizi pada kedua kelompok. Terdapat pengaruh intervensi pada pengetahuan, sikap gizi & IMT kelompok eksperimen tetapi tidak pada kelompok kontrol. Terdapat perbedaan pengaruh intervensi pada pengetahuan dan IMT namun tidak terdapat perbedaan pengaruh pada sikap dan praktik gizi antara kedua kelompok.
Background: Obesity is a condition of excessive body weight. Nutrition telecounselling is a remote nutrition service as an effort to treat obesity. Physical activity can overcome obesity conditions due to the process of burning calories which causes weight loss. The purpose of this study was to determine the effect of nutrition telecounseling and physical activity on knowledge, attitudes, nutrition practices (PSP) & BMI in obese adults.
Methods: Quasy experimental with pre-post-test control group design. There was 56 obese adult respondents were divided into 2 groups that were given physical activity intervention, but the experimental group was also given telecounselling intervention. PSP scores were taken using a valid and reliable questionnaire and anthropometric measurements were taken to determine BMI. The intervention was conducted online. Data analysis used Wilcoxon, Independent T-Test, Paired T-Test and Mann Whitney.
Results: There was an effect of the intervention on knowledge (p=0.009), attitude (p=0.021), nutrition practices (p=0.000) & BMI (p=0.000) of the experimental group. There was no effect on knowledge (p=0.477), attitude (p=0.935) & BMI (p=0.2), but there was an effect on nutrition practices (p=0.003) in the control group. There was a difference in knowledge (p=0.023) and BMI (p=0.033), but no difference in attitude (p=0.116) and nutrition practices (p=0.213) between the two groups.
Conclusion: There was an effect of the intervention on nutrition practices in both groups. There was an effect of the intervention on knowledge, nutritional attitudes & BMI in the experimental group but not in the control group. There is a difference in the effect of the intervention on knowledge and BMI but there is no difference in the effect on attitudes and nutrition practices between the two groups.
4213845499K1A020044FORMULASI NANOEMULSI FRAKSI HASIL DESTILASI
MINYAK ATSIRI BIJI PALA (Myristica fragrans Houtt) SERTA UJI
TOKSISITAS DENGAN METODE
BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT)
Minyak atsiri biji pala (Myristica fragrans Houtt.) memiliki banyak manfaat salah
satunya potensinya sebagai sediaan obat. Nanoemulsi merupakan sistem emulsi
hasil dispersi minyak air yang distabilkan oleh surfaktan, yang memiliki ukuran
droplet berkisar <100 nm. Tujuan penelitian yaitu melakukan formulasi nanoemulsi
fraksi hasil destilasi minyak atsiri biji pala, karakterisasi nanoemulsi fraksi minyak
atsiri biji pala, dan menguji toksisitas nanoemulsi fraksi minyak atsiri biji pala
dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Minyak atsiri biji pala
didestilasi fraksinasi pada tekanan 10 cmHg dan menghasilkan fraksi 1 (FR1) pada
suhu 32-38 oC, fraksi 2 (FR2) pada suhu 52-94 oC, dan fraksi 3 (FR3) pada suhu
104-122 oC. Seluruh fraksi kemudian diuji toksisitasnya. FR3 merupakan fraksi
paling toksik dengan nilai LC50 pada konsentrasi 1, 3, 5, dan 7 % sebesar 117,963;
80,909; 51,618; dan 41,311 ppm. Pembuatan nanoemulsi dilakukan menggunakan
metode energi rendah (low energy emulsification) dengan variasi konsentrasi FR3
minyak atsiri biji pala F0 (0 %), F1 (1 %), F2 (3 %), F3 (5 %), dan F4 (7 %).
Surfaktan dan kosurfaktan yang digunakan yaitu tween 80 sebanyak 25 % dan
propilen glikol sebanyak 15 %. Karakterisasi sediaan nanoemulsi meliputi
organoleptis, pH, tipe nanoelmusi, viskositas, persen transmitan, distribusi ukuran
partikel, stabilitas kinetik, dan uji freeze-thaw cycle. Karakteristik uji organoleptis
nanoemulsi fraksi minyak atsiri biji pala menunjukkan visual yang jernih dan
memiliki aroma yang khas serta semua sediaan nanoemulsi yang dibuat memiliki
tipe o/w. Nilai pH F0, F1, F2, F3, dan F4 berturut-turut yaitu 5,73; 5,62; 5,53; 5,39;
dan 5,25 dengan viskositas 19,0537; 28,7002; 39,6517; 62,692; dan 75,1663 mPas.
Nilai transmitan yang dihasilkan yaitu 100; 99,7; 99,6; 99,4; dan 99,1 %. Ukuran
partikel F1, F2, F3, dan F4 sebesar 23,7; 26,64; 30,5; dan 33,7 nm. Hasil uji
stabilitas kinetik dan freeze-thaw cycle menunjukkan sediaan nanoemulsi memiliki
kesabilan fisik yang baik. Nilai LC50 yang didapatkan nanoemulsi F1, F2, F3, dan
F4 yaitu 85,886; 74,890; 46,450; dan 33,632 ppm.
Nutmeg seed essential oil (Myristica fragrans Houtt.) has many benefits, including
its potential as a medicinal preparation. Nanoemulsion is an emulsion system
resulting from an oil-water dispersion stabilized by surfactants, with a droplet size
of <100 nm. This research aims to formulate a nanoemulsion from the distilled
fraction of nutmeg essential oil, characterize the nanoemulsion of nutmeg seed
essential oil fraction, and test the toxicity of the nanoemulsion of nutmeg seed
essential oil fraction using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method.
Nutmeg essential oil was fractionally distilled at a pressure of 10 cmHg and
produced fraction 1 (FR1) at temperature 32-38 oC, fraction 2 (FR2) at temperature
52-94 oC, and fraction 3 (FR3) at temperature 104-122 oC. All fractions were then
tested for toxicity. FR3 is the most toxic fraction with an LC50 value at
concentrations of 1, 3, 5, and 7% of 117,963; 80,909; 51,618; and 41,311ppm.
Making nanoemulsion was carried out using a low energy emulsification method
with varying concentrations of FR3 of nutmeg essential oil, F0 (0%), F1 (1%), F2
(3%), F3 (5%), and F4 (7%). The surfactants and cosurfactants used were 25%
Tween 80 and 15% propylene glycol. Characterization of nanoemulsion
preparations includes organoleptics, pH, type of nanoemulsion, viscosity, percent
transmittance, particle size distribution, kinetic stability, and freeze-thaw cycle test.
The organoleptic test characteristics of nutmeg essential oil fraction nanoemulsion
show clear visuals and have a distinctive aroma and all nanoemulsion preparations
made are of the o/w type. The pH values of F0, F1, F2, F3, and F4 respectively are
5,73; 5,62; 5,53; 5,39; and 5,25 with a viscosity of 19,0537; 28,7002; 39,6517;
62,692; and 75,1663 mPas. The resulting transmittance value is 100; 99,7; 99,6;
99,4; and 99,1%. The particle size of F1, F2, F3, and F4 is 23,7; 26,64; 30,5; and
33,7 nm. The results of kinetic stability and freeze-thaw cycle tests show that the
nanoemulsion preparation has good physical stability. The LC50 value obtained by
nanoemulsion F1, F2, F3, and F4 was 85,886; 74,890; 46,450; and 33,632 ppm.
4213945500K1C018067RANCANG BANGUN PROTOTYPE MONITORING pH AIR UNTUK BUDIDAYA LELE
Sistem monitoring pH air untuk budidaya lele berbasis sensor pH telah dibuat. Sistem ini akan dimanfaatkan untuk memonitoring kadar pH air pada kolam lele. Sitem tersebut diatur oleh mikrokontroler Arduino yang diprogram untuk menghasilkan nilai pH air dan nilai pH tersebut akan ditampilkan melalui LCD Display. Hasil Pengujian menunjukkan bahwa sensor pH yang dikembangkan berfungsi dengan baik dengan karakteristik akurasi rata – rata 94%, presisi rata – rata 97% dan error rata – rata 6 %. Prototype ini juga dilengkapi dengan sistem peringatan apabila nilai pH lebih dari sama dengan 5,5 sampai dengan kurang dari 6 dan apabila nilai pH lebih dari 7,5 sampai kurang dari sama dengan 8 maka buzzer berbunyi bip bip. Sedangkan apabila nilai pH kurang dari 5,5 dan nilai pH lebih dari 8 maka buzzer akan bunyi terus menerus. Buzzer tidak berbunyi dalam rentang nilai aman apabila nilai pH lebih dari sama dengan 6 sampai dengan kurang dari sama dengan 7,5. Prototype sensor pH ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pemantauan kualitas air kolam lele dan memberikan manfaat langsung bagi petani budidaya lele.A pH monitoring system for catfish farming based on a pH sensor has been created. This system will be used to monitor the pH level of water in catfish ponds. The system is controlled by an Arduino microcontroller programmed to produce the pH value of the water and the pH value will be displayed via the LCD Display. Test results show that the developed pH sensor functions well with an average accuracy characteristic of 94%, an average precision of 97% and an average error of 6%. This is also equipped with a warning system if the pH value is more than or equal to 5.5 to less than 6 and if the pH value is more than 7.5 to less than or equal to 8 then the buzzer beeps. Meanwhile, if the pH value is less than 5.5 and the pH value is more than 8 then the buzzer will sound continuously. The buzzer does not sound in the safe range if the pH value is more than or equal to 6 to less than or equal to 7.5. This pH sensor prototype is expected to increase efficiency and effectiveness in monitoring the quality of catfish pond water and providing direct benefits for catfish farmers.
4214045501K1A020058FRAKSINASI DAN KARAKTERISASI MINYAK ATSIRI BIJI PALA (Myristica fragrans Houtt) SERTA UJI TOKSISITAS TERHADAP LARVA UDANG Artemia salina Leach.
Minyak atsiri biji pala diketahui memiliki kandungan komponen senyawa golongan monoterpen dan aromatik eter seperti alfa pinen, sabinen, terpineol, safrol, miristisin dan elemisin. Adanya kandungan komponen senyawa yang berada di dalam minyak atsiri biji pala diduga menyebabkan adanya sifat toksik. Komponen-komponen senyawa minyak atsiri biji pala dapat ditingkatkan konsentrasinya menggunakan metode destilasi fraksinasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menguji aktivitas toksik dari minyak atsiri biji pala dan fraksi-fraksinya. Pemisahan dilakukan menggunakan metode destilasi fraksinasi pengurangan tekanan. Identifikasi komponen-komponen Fr 1, Fr 2, dan Fr 3 dengan GC-MS memberikan hasil komponen utama setiap fraksi secara berurutan, yaitu senyawa sabinen (19%), safrol (24,53%), dan miristisin (82,72%). Karakteristik minyak atsiri biji pala dan fraksi-fraksinya meliputi bobot jenis, indeks bias, putaran optis, dan kelarutan dalam alkohol menunjukkan hasil yang sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan oleh SNI 2388:2019. Aktivitas toksik minyak atsiri biji pala dan ketiga fraksinya diuji dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) terhadap Artemia salina Leach. dengan formula 0%, 1%, 3%, 5% dan 7%. Hasil uji toksisitas diperoleh nilai LC50 yang menunjukkan bahwa minyak atsiri biji pala dan ketiga fraksinya memiliki sifat yang toksik seiring dengan meningkatnya konsentrasi yang digunakan. Aktivitas toksik tertinggi terdapat pada fraksi 3 dengan perolehan nilai LC50 sebesar 27,799 ppm.Nutmeg essential oil is known to contain monoterpenes and aromatic ether compounds such as alpha pinene, sabinene, terpineol, safrole, myristicin and elemicin. The content of compound components in nutmeg essential oil is thought to cause nutmeg essential oil to have toxic properties. The concentration components of nutmeg seed essential oil can be increased using fractionated distillation. Therefore, this study aims to determine and test the toxic activity of nutmeg seed essential oil and its fractions. Separation was carried out using the reduced pressure fractionated distillation method. Identification of the components of Fr 1, Fr 2, and Fr 3 by GC-MS gave the results of the main components of each fraction in order, namely sabinene compounds (19%), safrole (24.53%), and myristicin (82.72%). The characteristics of nutmeg essential oil and its fractions such as density, refractive index, optical rotation, and solubility in alcohol have shown results that are in accordance with the regulated quality standards. The toxic activity of nutmeg essential oil and its three fractions were tested by Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method against Artemia salina Leach. with 0%, 1%, 3%, 5% and 7% formula. The results of the toxicity test obtained LC50 values showed that nutmeg essential oil and its three fractions have toxic properties as the concentration used increases. The highest toxic activity was found in fraction 3 with the acquisition of LC50 values amounted to 27,799 ppm.