Artikelilmiahs
Menampilkan 42.061-42.080 dari 48.851 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 42061 | 45418 | I1E020048 | Pengaruh Latihan Small Sided Games Terhadap Ketepatan Passing Atlet Super Elja Futsal Club Purwokerto | Latar Belakang: Futsal merupakan olahraga bola yang dimainkan oleh dua tim yang masing- masing tim beranggotakan 5 orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan dengan memanipulasi bola dengan kaki. Futsal memiliki beberapa teknik dasar, namun passing merupakan komponen terpenting dalam futsal, maka dari itu tingkat passing harus di latih, salah satu latihan yang bisa melatih passing ajar menjadi lebih baik adalah small sided games. Metodologi: penelitian ini menggunakan metodologi eksperimen dengan pengambilan sampling adalah atlet super elja futsal club, penelitian ini dilakukan selama 16 pertemuan, diantaranya 1x pretest, 14x perlakuan dan, 1x posttest Hasil Penelitian: Berdasarkan uji paired sample t-test mengahasilakan sig(2-tailed) sebesar 0,000. Karena nilai 0,000 < 0,05 maka di nyatakan latihan small sided games berpengaruh terhadap ketepatan passing. Setelah itu dilakukan uji indepentent sample t-test dan mempeloleh hasil sig(2- tailed) 0,043. Karena 0,043 < 0,05 maka dinyatakan terapat perubahan yang signifikan. Kesimpulan: (1)Latihan small sided games berpengaruh terhadap ketepatan passing. (2)latihan yang dilakukan kelompok kontrol berpengaruh terhadap ketepatan passing. (3)memiliki perbedaan peningkatan passing antara kelompok small sided games dan kelompok kontrol. | Background: Futsal is a ball sport played by two teams of 5 members each. The goal is to put the ball into the opponent's goal by manipulating the ball with the feet. Futsal has several basic techniques, but passing is the most important component in futsal, therefore the level of passing must be trained, one of the exercises that can train teaching passing to be better is small sided games. Method: This research uses experimental methodology by sampling from Super Elja Futsal Club athletes. This research was conducted for 16 meetings, including 1x pretest, 14x treatment and, 1x posttest. Results: Based on the paired sample t-test, the results are sig (2-tailed) of 0.000. Because the value 0.00 < 0.05, it is stated that small sided games practice has an effect on passing accuracy. After that, an independent sample t-test was carried out and obtained a sig(2-tailed) result of 0.043. Because 0.043 < 0.05, it is stated that there is a significant change. Conclusion: (1) Small sided games practice influences passing accuracy. (2) the training carried out by the control group had an effect on passing accuracy. (3) there is a difference in increasing passing between the small sided games group and the control group. | |
| 42062 | 45421 | C1C020077 | Pengaruh Merchant Discount Rate (MDR), Kualitas Layanan, Promosi, Keamanan, dan Kemudahan Penggunaan QRIS terhadap Pendapatan Usaha pada Usaha Mikro di Kabupaten Batang | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Merchant Discount Rate (MDR), kualitas pelayanan, promosi, keamanan, dan kemudahan penggunaan QRIS terhadap pendapatan usaha pada usaha mikro di Kabupaten Batang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh usaha mikro yang berada di Kabupaten Batang. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah usaha mikro yang menggunakan QRIS yang ada di Kabupaten Batang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 responden yang dihitung dengan menggunakan rumus slovin. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik nonprobability sampling. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengambil data dengan menggunakan kuesioner yang disebar secara langsung maupun melalui Google Form. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan, promosi, keamanan, dan kemudahan penggunaan QRIS berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan usaha pada usaha mikro di Kabupaten Batang. Namun Merchant Discount Rate (MDR) berpengaruh negatif terhadap pendapatan usaha pada usaha mikro di Kabupaten Batang. | This research aims to analyze the influence of the Merchant Discount Rate (MDR), service quality, promotion, security and ease of use of QRIS on business income in micro businesses in Batang Regency. The research method used is a quantitative approach. The population in this research is all MSMEs in Batang Regency. The samples used in the research were micro businesses that use QRIS in Batang Regency. The sample in this study consisted of 100 respondents who were calculated using the Slovin formula. Sampling in this research used nonprobability sampling techniques. The technique used is purposive sampling. This research was carried out by collecting data using questionnaires distributed directly or via Google Form. The data analysis used in this research is multiple linear regression analysis. The conclusion of this research is that it shows that service quality, promotion, security and ease of use of QRIS have a positive and significant effect on business income in micro businesses in Batang Regency. However, the Merchant Discount Rate (MDR) has a negative and insignificant effect on business income in micro businesses in Batang Regency. Researchers suggest that further research can add other variables that influence business income such as capital, business location, working hours, and so on. Apart from that, it is hoped that further research will be able to conduct research with a wide scope of research locations such as at the provincial level. | |
| 42063 | 45424 | D1A020111 | KARAKTERISTIK REPRODUKSI SEBAGAI DASAR SELEKSI KAMBING KEJOBONG DAN JAWARANDU PADA KELOMPOK TANI TERNAK KAMBING DI KABUPATEN PURBALINGGA | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan karakteristik reproduksi kambing Kejobong dan Jawarandu betina dewasa sebagai dasar seleksi ternak. Penelitian dilaksanakan di Kelompok Tani Ternak Ngundi Dadi Kecamatan Kejobong, Kelompok Tani Tresno Maju, dan Kelompok Tani Tunas Kencana Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah pada bulan Februari - Maret 2024. Penelitian menggunakan 30 ekor kambing Kejobong dan 30 ekor kambing Jawarandu. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan kriteria kambing betina yang telah beranak minimal dua kali dan mempunyai cempe prasapih berumur maksimal 60 hari. Variabel yang diteliti yaitu litter size, kidding interval, paritas, mortalitas, dan bobot prasapih. Kambing Kejobong yang telah beranak minimal dua kali mempunyai litter size tunggal 40%, kembar dua 53,33%, dan kembar tiga 6,67%, rataan kidding interval 276 ± 30,92 hari, mortalitas 8%, serta rataan bobot prasapih 5,43 ± 0,90 kg. Kambing Jawarandu yang telah beranak minimal dua kali mempunyai litter size tunggal 20%, kembar dua 70%, dan kembar tiga 10%, rataan kidding interval 258 ± 21,72 hari, mortalitas 5,36%, serta rataan bobot prasapih 6,41 ± 1,26 kg. Hasil penelitian menggunakan uji t pada variabel kidding interval dan bobot prasapih menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kambing Kejobong dan Jawarandu. Hasil penelitian menggunakan uji Chi Square pada variabel mortalitas tidak menunjukkan perbedaan antara kambing Kejobong dan Jawarandu, sedangkan pada variabel litter size dan paritas menunjukkan perbedaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa karakteristik litter size, kidding interval, paritas, dan bobot prasapih pada kambing Jawarandu relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kambing Kejobong, sedangkan karakteristik dan mortalitas kambing Kejobong dan Jawarandu relatif sama. | The aim of this research was to determine the differences in reproductive characteristics of adult female Kejobong and Jawarandu goats as a basis for livestock selection. The research was carried out at the Ngundi Dadi Livestock Farming Group, Kejobong District, the Tresno Maju Farming Group, and the Tunas Kencana Farming Group, Pengadegan District, Purbalingga Regency, Central Java in February - March 2024. The research used 30 Kejobong goats and 30 Jawarandu goats. Sampling was carried out by purposive sampling with the criteria of female goats that had given birth at least twice and had a pre-weaning crest of a maximum age of 60 days. The variables studied were litter size, kidding interval, parity, mortality and pre-weaning weight. Kejobong goats that have given birth at least twice have a single litter size of 40%, twins 53.33%, and triplets 6.67%, an average kidding interval of 276 ± 30.92 days, mortality of 8%, and an average pre-weaning weight of 5. 43 ± 0.90 kg. Jawarandu goats that have given birth at least twice have a single litter size of 20%, twins 70%, and triplets 10%, an average kidding interval of 258 ± 21.72 days, mortality of 5.36%, and an average pre-weaning weight of 6.41 ± 1.26 kg. The results of the study using the t test on the variables kidding interval and pre-weaning weight showed that there were significant differences between Kejobong and Jawarandu goats. The results of research using the Chi Square test on the mortality variable showed no difference between Kejobong and Jawarandu goats, while the litter size and parity variables showed differences. Based on the research results, it can be concluded that the characteristics of litter size, kidding interval, parity and pre-weaning weight of Jawarandu goats are relatively higher compared to Kejobong goats, while the characteristics and mortality of Kejobong and Jawarandu goats are relatively the same. | |
| 42064 | 45425 | B1A020004 | Deteksi Molekular Human Bocavirus pada Anak-anak Penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut di Wilayah Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara | Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi salah satu penyakit menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan global. ISPA dapat menyebabkan kematian pada berbagai kelompok umur, khususnya pada anak-anak. Kasus ISPA disebabkan oleh mikroorganisme, dimana 90-95% menunjukkan virus sebagai agen penginfeksi tertinggi. Kejadian kasus ISPA pada anak-anak di Puskesmas Kecamatan Batur sejak Januari hingga Agustus 2023 sebesar 24,9% dari total kasus sebanyak 5.105 kunjungan sakit. Guna mencegah peningkatan kasus ISPA dan komplikasi yang membahayakan, diperlukan mendeteksi virus ISPA sejak dini. Human Bocavirus (HBoV) merupakan salah satu diantara jenis virus yang menjadi penyebab kasus ISPA pada anak-anak. Human Bocavirus merupakan virus DNA untai tunggal yang tergolong dalam kelompok parvoviridae. Virus ini memiliki 4 jenis serotipe yang berbeda yaitu HBoV 1-4, dengan HBoV 1 dan 2 terdapat dalam sampel pernapasan, dan keempat serotipe teridentifikasi pada anak-anak dengan gejala gastroenteritis akut. Deteksi HBoV dengan metode PCR dapat digunakan untuk menegakkan diagnosis ISPA, sehingga metode ini dapat meningkatkan efisiensi pemeriksaan ISPA. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeteksi HBoV menggunakan teknik PCR konvensional dan mengetahui prevalensi HBoV di Kecamatan Batur, Kabupataen Banjarnegara.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan studi potong lintang (cross sectional). Metode pengambilan sampel NP swab menggunakan metode survei dengan purposive sampling anak penderita ISPA. Sebanyak 23 sampel DNA diisolasi dari NP swab penderita ISPA dari Puskesmas Kecamatan Batur 1 dan 2 serta memenuhi kriteria inklusi. Asam nukleat virus diekstraksi menggunakan Zymo Direct-Zol RNA Miniprep dan GoScript RT system Promega untuk mendapatkan cDNA HBoV. Deteksi HBoV dilakukan dengan metode RT-PCR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HBoV tidak ditemukannya pada anak penderita ISPA dengan metode RT-PCR, sehingga prevalensi HBoV rendah di wilayah Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. | Acute Respiratory Infections (ARI) remain a significant global health issue. ARI can cause death across various age groups, particularly in children. ARI cases are caused by microorganisms, with viruses being the primary infectious agents in 90-95% of cases. In Puskesmas Kecamatan Batur, Banjarnegara, from January to August 2023, the incidence of ARI in children was 24.9% of the total 5105 illness visits. To prevent an increase in ARI cases and potentially dangerous complications, early detection of ARI viruses is necessary.Human Bocavirus (HBoV) is one of the viruses that cause ARI in children. HBoV is a single-stranded DNA virus classified within the parvoviridae family. This virus has four serotypes: HBoV 1-4, with HBoV 1 and 2 found in respiratory samples, and all serotypes identified in children with acute gastroenteritis symptoms. Detecting HBoV using PCR methods can be used to confirm an ARI diagnosis, thus improving the efficiency of ARI testing. The aims of this study are to detect HBoV using conventional PCR techniques and to determine the prevalence of HBov in Batur, Banjarnegara.This study is a descriptive research with a cross-sectional design. Sampling was done using a survey method with purposive sampling of ARI patients. A total of 23 DNA samples were isolated from NP swabs of ARI patients from Batur Health Center 1 and 2 who met the inclusion criteria. Viral nucleic acids were extracted using the Zymo DirectZol RNA Miniprep and GoScript RT system from Promega to obtain HBoV cDNA. HBoV detection was performed using RT-PCR. The results showed that HBoV was not detected in ARI patients using RT-PCR, indicating a low prevalence of HBoV in Batur, Banjarnegara. | |
| 42065 | 45427 | D1A019165 | HUBUNGAN JUMLAH ERITROSIT DAN KADAR HEMOGLOBIN TERHADAP TINGKAT PROLIFIKASI DAN UMUR PADA KAMBING KEJOBONG BETINA DI KTT NGUDI DADI KEJOBONG, PURBALINGGA | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, tingkat prolifikasi, dan umur pada kambing betina Kejobong di Kabupaten Purbalingga. Sampel darah dari 26 ekor kambing betina Kejobong dewasa diambil dengan metode survei dan pemeriksaan darah menggunakan automatic hematology analyzer. Variabel yang diamati adalah jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, tingkat prolifikasi, dan umur kambing. Analisis dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eritrosit dan hemoglobin berpengaruh (P>0,05) pada tingkat prolifikasi dan umur kambing Kejobong betina. Kambing dengan tingkat prolifikasi tinggi dan nilai normal eritrosit serta hemoglobin cenderung lebih sehat. Kambing berumur 1,40-1,80 tahun memiliki eritrosit 2,96 x 10⁶/µL, sedangkan kambing berumur 2,22-2,62 tahun memiliki eritrosit 2,50 x 10⁶/µL. Tingkat prolifikasi dan umur terhadap jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin dipengaruhi oleh faktor genetik. | This study aimed to assess the relationship between erythrocyte count, hemoglobin level, prolificacy rate, and age in Kejobong female goats in Purbalingga Regency. Blood samples from 26 adult Kejobong female goats were taken by survey method and blood examination using automatic hematology analyzer. The variables observed were erythrocyte count, hemoglobin level, prolificacy rate, and age of the goats. Analysis was conducted using qualitative descriptive method and multiple linear regression. The results showed that erythrocytes and hemoglobin influenced (P>0.05) the prolification rate and age of female Kejobong goats. Goats with high prolificacy and normal erythrocyte and hemoglobin values tended to be healthier. Goats aged 1.40-1.80 years had erythrocytes of 2.96 x 10⁶/µL, while goats aged 2.22-2.62 years had erythrocytes of 2.50 x 10⁶/µL. The level of proliferation and age on the number of erythrocytes and hemoglobin levels are influenced by genetic. | |
| 42066 | 45428 | K1A020037 | PENGARUH AERASI PADA SISTEM MULTI SOIL LAYERING TERHADAP PENURUNAN NILAI BOD, COD, DAN TSS LIMBAH CAIR RUMAH POTONG AYAM | Kegiatan pemotongan ayam yang semakin meningkat akan berdampak pada peningkatan terhadap limbah cair yang dihasilkan. Limbah cair RPA yang dihasilkan dapat merusak lingkungan apabila tidak dilakukan pengolahan, oleh karena itu perlu dilakukan pengolahan untuk mengurangi kadar pencemar agar layak dibuang ke lingkungan. Upaya yang digunakan dalam proses pengolahan limbah RPA ini adalah menggunakan metode Multi Soil Layering (MSL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aerasi dan kecepatan pengisian air limbah pada sistem MSL dalam menurunkan nilai BOD, COD, dan TSS limbah cair RPA, menentukan persentase penurunan nilai BOD, COD, dan TSS limbah cair RPA setelah dilakukan pengolahan dengan MSL, dan menentukan efisiensi sistem MSL dalam menurunkan nilai BOD, COD, dan TSS limbah cair RPA. Air limbah dialirkan ke dalam sistem MSL dengan variasi kecepatan pengisian 160, 320, 480, 640, dan 800 L.m-2hari-1 dan variasi aerasi 0, 2, 4, dan 6 L/menit. Efisiensi sistem MSL dalam menurunkan nilai BOD, COD, dan TSS limbah cair RPA ditentukan pada kecepatan pengisian dan aerasi optimum. Hasil penelitian menentukan bahwa metode MSL dapat menurunkan nilai BOD, COD, dan TSS pada kecepatan pengisian optimum 320 L.m-2hari-1 dan aerasi optimum 6 L/menit. Efisiensi sistem MSL dalam menurunkan nilai BOD, COD, dan TSS limbah cair RPA berturut-turut sebesar 69,48%; 91,89%; dan 87,02% | Increased chicken slaughtering activities will have an impact on the increase in liquid waste generated. RPA liquid waste generated can damage the environment if not treated, therefore it is necessary to treat it to reduce pollutant levels so that it is suitable for disposal into the environment. The effort used in this RPA waste treatment process is using the Multi Soil Layering (MSL) method. This study aims to determine the effect of aeration and wastewater filling speed on the MSL system in reducing the BOD, COD, and TSS values of RPA wastewater, determining the percentage decrease in BOD, COD, and TSS values of RPA wastewater after treatment with MSL, and determining the efficiency of the MSL system in reducing BOD, COD, and TSS values of RPA wastewater. Wastewater was flowed into the MSL system with variations in filling speed of 160, 320, 480, 640, and 800 L.m-2day-1 and aeration variations of 0, 2, 4, and 6 L/min. The efficiency of the MSL system in reducing the BOD, COD, and TSS values of RPA wastewater was determined at the optimum filling speed and aeration. The results determined that the MSL method can reduce BOD, COD, and TSS values at an optimum filling speed of 320 L.m-2day-1 and optimum aeration of 6 L/min. The efficiency of the MSL system in reducing the BOD, COD, and TSS values of RPA wastewater was 69.48%; 91.89%; and 87.02%, respectively | |
| 42067 | 45419 | K1C020045 | KARAKTERISTIK VORTEKS BORNEO YANG PERSISTEN DAN PENGARUHNYA TERHADAP SIKLUS DIURNAL HUJAN DI PULAU JAWA | Vorteks Borneo (VB) adalah gangguan cuaca siklonik jangka pendek (1–3 hari) di atas Laut Tiongkok Selatan (LTS), dengan radius jangkauan hingga 1000 km mencakup wilayah Borneo (Kalimantan, Malaysia, Brunei Darussalam). Penelitian sebelumnya menunjukkan variasi siklus hidup VB mempengaruhi aktivitas konvektif di LTS, namun dampak VB dengan siklus hidup panjang terhadap cuaca di Pulau Jawa belum diteliti. Studi kasus VB pada 2–10 Maret 2023 dilakukan menggunakan data angin, vortisitas relatif, kelembaban spesifik, temperatur, Outgoing Longwave Radiation (OLR), Sea Surface Temperature (SST), dan data awan dari European-Reanalysis (ERA5), serta data hujan dari Global Satellite Mapping (GSMaP). Berdasarkan evolusinya, VB dikategorikan menjadi tiga fase: pra-VB (25 Februari–1 Maret 2023), saat VB (2–10 Maret 2023), dan pasca-VB (11–15 Maret 2023). Analisis menggunakan metode spasial, komposit, diurnal, dan korelasi menunjukkan bahwa pada fase pra-VB, terjadi peningkatan aktivitas konvektif dan hujan di Kalimantan Barat dan Jawa Barat, didukung oleh konvergensi di LTS dan modulasi gelombang Kelvin dan Rossby. Selama fase VB, aktivitas konvektif terpusat di LTS. Pada fase pasca-VB, sisa-sisa aktivitas konvektif masih ada di darat, dengan korelasi yang signifikan (-0.8513). Hal ini menunjukkan peningkatan kecepatan angin berhubungan erat dengan penurunan OLR, yang juga terlihat dari perpotongan grafik OLR dan kecepatan angin pada 7 Maret 2023. | The Borneo Vortex (VB) is a short-term (1-3 days) cyclonic weather disturbance over the South China Sea (SST), with a radius of up to 1000 km covering the Borneo region (Kalimantan, Malaysia, Brunei Darussalam). Previous studies have shown that variations in the VB life cycle affect convective activity in the LTS, but the impact of VB with a long life cycle on weather on Java Island has not been studied. The VB case study on March 2–10, 2023, was conducted using wind data, relative vorticity, specific humidity, temperature, Outgoing Longwave Radiation (OLR), Sea Surface Temperature (SST), and cloud data from European-Reanalysis (ERA5), as well as rain data from Global Satellite Mapping (GSMaP). Based on its evolution, VB is categorized into three phases: pre-VB (25 February–1 March 2023), during VB (2–10 March 2023), and post-VB (11–15 March 2023). Analysis using spatial, composite, diurnal, and correlation methods showed that in the pre-VB phase, there was an increase in convective activity and rain over West Kalimantan and West Java, supported by convergence in the LTS and modulation of Kelvin and Rossby waves. During the VB phase, convective activity was centered in the LTS. In the post-VB phase, remnants of convective activity were still present over land, with a significant correlation (-0.8513). This shows that the increase in wind speed is closely related to the decrease in OLR, which is also evident from the intersection of the OLR and wind speed graphs on March 7, 2023. | |
| 42068 | 45403 | H1D020083 | PENGEMBANGAN SISTEM CERDAS DETEKSI PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT (PPE) PADA PEKERJA LAPANGAN DAN LABORATORIUM MENGGUNAKAN METODE DEEP LEARNING YOLO-NAS BERBASIS WEB | Sistem cerdas ini dikembangkan untuk membantu meminimalisir kecelakaan kerja dalam bidang kerja yang memerlukan Personal Protective Equipment (PPE) dan dalam beberapa bidang pendidikan memerlukan perlengkapan keselamatan dalam pelaksanaannya. Penerapan sistem cerdas deteksi PPE bertujuan untuk memonitor penggunaan PPE dan mendisiplinkan penggunaan PPE dalam lingkungan kerja. Sistem cerdas ini dibuat menggunakan model dengan bahasa python menggunakan metode YOLO-NAS yang dilatih menggunakan dataset dari internet dan laboratorium yang memerlukan penggunaan PPE. Model diimplementasikan dalam basis web menggunakan framework Flask yang umum digunakan dalam pengembangan website berbasis python. Hasil pengujian model mendapatkan skor loss intersection over union sebesar 0.73, distribution focal Loss sebesar 0.4, general loss sebesar 1.55, precision sebesar 0.07, recall sebesar 0.96, mean average-precision sebesar 0.88, F1-Score sebesar 0.13 dan best score threshold sebesar 0.59. Pengujian sistem deteksi berbasis web, pengujian metode blackbox pada 4 fitur dan 26 kasus uji menunjukkan hasil valid. Disimpulkan bahwa aplikasi telah memenuhi kebutuhan dan berfungsi sesuai harapan, dimana sistem dapat menampilkan luaran dari masukan yang diberikan pengguna. Sedangkan pada pengujian User Acceptence Test (UAT) yang diikuti oleh 33 responden, sistem memperoleh skor sebesar 87.6 dimana memperoleh predikat baik. | This intelligent system was developed to help minimize work accidents in the field of work that requires Personal Protective Equipment (PPE) and in some fields of education requires safety equipment in its implementation. The application of the intelligent PPE detection system aims to monitor the use of PPE and discipline the use of PPE in the work environment. This intelligent system is created using a model with the python language using the YOLO-NAS method which is trained using datasets from the internet and laboratories that require the use of PPE. The model is implemented in a web-based basis using the Flask framework which is commonly used in python-based website development. The results of the model test obtained a loss intersection over union score of 0.73, distribution focal Loss of 0.4, general loss of 1.55, precision of 0.07, recall of 0.96, mean average-precision of 0.88, F1-Score of 0.13 and best score threshold of 0.59. Testing of the web-based detection system, testing of the blackbox method on 4 features and 26 test cases showed valid results. It is concluded that the application has met the needs and functions as expected, where the system can display the output of the input provided by the user. While in the User Acceptance Test (UAT) which was followed by 33 respondents, the system obtained a score of 87.6 which obtained a good predicate. | |
| 42069 | 44885 | J1B020004 | Analisis Fungsi Implikatur Wacana Pojok Mang Usil sebagai Sarana Sindiran dan Kritik Menjelang Pemilu | Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis fungsi implikatur pada wacana pojok Mang Usil sebagai sarana sindiran dan kritik terhadap situasi menjelang Pemilu 2024. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif kualitatif. Data diperoleh menggunakan metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap dan sadap, serta menggunakan teknik lanjutan berupa catat. Data dianalisis dengan cara 1) mengkaji teks berita pada wacana pojok Mang Usil sebagai konteks situasi dari wacana pojok yang akan dianalisis, 2) menganalisis fungsi implikatur sindiran dan kritik pada bagian sentilan dari wacana pojok Mang Usil dengan mempertimbangkan konteks situasi, dan 3) melakukan penarikan simpulan dari hasil yang telah diperoleh. Hasilnya yaitu 1) tuturan yang mengandung fungsi implikatur sindiran, 2) tuturan yang mengandung fungsi implikatur kritik, dan 3) tuturan yang mengandung fungsi implikatur sindiran dan kritik. | This paper aims to describe the analysis of implicature functions in Mang Usil's corner discourse as a means of satire and criticism towards the situation leading up to the 2024 General Election. This research uses a qualitative descriptive approach. Data were obtained using the observation method with uninvolved conversation observation and tapping techniques, along with a follow-up technique of note-taking. The data were analyzed by 1) examining the news text in Mang Usil's corner discourse as the situational context of the corner discourse to be analyzed, 2) analyzing the functions of implicature in satire and criticism in the satirical segments of Mang Usil's corner discourse considering the situational context, and 3) drawing conclusions from the obtained results. The results of this study are 1) utterances containing the function of satirical implicature, 2) utterances containing the function of critical implicature, and 3) utterances containing the functions of both satirical and critical implicature. | |
| 42070 | 45430 | C1A020102 | Pengaruh Ekonomi Makro, Harga Komoditas Batu Bara Dunia, dan Indeks Sri-Kehati Terhadap Harga Saham Sektor Energi (Studi Kasus Pada Perusahaan Industri Batu Bara di Bursa Efek Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari inflasi, suku bunga, nilai tukar rupiah (Rp/USD), harga batu bara dunia, dan indeks Sri-Kehati terhadap harga saham perusahaan batu bara di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dari Bank Indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dan Yahoo Finance. Teknik analisis yang digunakan adalah Analisis panel Autoregressive Distributed Lag (ARDL). Hasil penelitian menunjukkan variabel inflasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham perusahaan batu bara dalam jangka panjang, sedangkan dalam jangka pendek tidak berpengaruh. Suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan dalam jangka panjang dan jangka pendek, tetapi suku bunga satu bulan sebelumnya berpengaruh positif dan tidak signifikan dalam jangka pendek. Nilai tukar rupiah berpengaruh negatif dan signifikan dalam jangka panjang, tetapi tidak berpengaruh dalam jangka pendek. Harga batu bara dunia berpengaruh positif dan signifikan dalam jangka panjang, tetapi tidak berpengaruh dalam jangka pendek. Indeks Sri-Kehati berpengaruh positif dan tidak signifikan dalam jangka panjang, tetapi berpengaruh positif dan signifikan dalam jangka pendek. Implikasi penelitian ini adalah sebagai berikut. Pemerintah dan otoritas moneter harus menjaga stabilitas suku bunga dan nilai tukar rupiah. Pemerintah juga harus mempromosikan kebijakan yang mendukung isu-isu keberlanjutan serta perlu mendukung ekspor batu bara. Perusahaan batu bara perlu mengelola keuangan dengan bijak, termasuk diversifikasi sumber pendapatan dan pengelolaan utang yang efektif, serta mengelola risiko nilai tukar dengan menggunakan instrumen lindung nilai. Selain itu, perusahaan harus meningkatkan efisiensi operasional, kualitas produk, dan terus meningkatkan praktik keberlanjutan serta tanggung jawab sosial untuk menjaga sentimen positif investor. Investor harus mempertimbangkan dampak suku bunga dan kondisi nilai tukar dalam keputusan investasi mereka, serta memantau perubahan harga batu bara dunia untuk memaksimalkan keuntungan investasi. | This study investigates the impact of inflation, interest rates, rupiah exchange rates, world coal prices, and the Sri-Kehati index on coal company share prices on the Indonesia Stock Exchange from 2014-2023. This research is a quantitative study using secondary data from Bank Indonesia, Ministry of Energy and Mineral Resources, and Yahoo Finance. The research method used is Autoregressive Distributed Lag (ARDL). The results showed that the inflation variable has a negative and insignificant effect on the stock price of coal companies in the long term, while in the short term it has no effect. Interest rates have a negative and significant effect in the long term and short term, but interest rates one month earlier have a positive and insignificant effect in the short term. The rupiah exchange rate has a negative and significant effect in the long term, but has no effect in the short term. World coal prices have a positive and significant effect in the long term, but have no effect in the short term. Sri-Kehati Index has a positive and insignificant effect in the long term, but has a positive and significant effect in the short term. The following are the research's implications. Interest rate and rupiah exchange rate stability is the responsibility of the government and monetary authorities. In addition, the government needs to encourage measures that support coal exports and sustainability-related concerns. Coal firms must practice prudent financial management, which includes employing hedging instruments to reduce currency rate risk, diversifying their sources of income, and effectively managing debt. To keep investors pleased businesses must also enhance their operational effectiveness, product quality, sustainability, and social responsibility initiatives. To optimize investment returns, investors should take interest rate and currency rate implications into account when making decisions. They should also keep an eye on changes in global coal prices. | |
| 42071 | 45431 | C1A020073 | Analisis Daya Saing dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Ekspor Kopi Indonesia ke Eropa Tahun 2013-2022 | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif terkait ekspor kopi Indonesia ke Eropa. Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Daya Saing dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Ekspor Kopi Indonesia ke Eropa Tahun 2013-2022. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis daya saing kopi Indonesia di lima negara tujuan ekspor utama kopi Indonesia di Eropa dan (2) menganalisis pengaruh Produk Domestik Bruto negara tujuan, volume ekspor kopi Indonesia, jumlah penduduk negara tujuan, dan harga kopi internasional terhadap nilai ekspor kopi Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan Revealed Comparative Advantage (RCA) dan analisis regresi data panel menunjukkan bahwa: (1) komoditas kopi Indonesia memiliki daya saing di Jerman, Italia, Inggris, Rusia, dan Belgia, (2) PDB negara tujuan, volume ekspor, jumlah penduduk negara tujuan, dan harga kopi internasional secara bersama-sama memiliki pengaruh dan signifikan terhadap nilai ekspor kopi Indonesia. Secara parsial, PDB negara tujuan dan volume ekspor memiliki pengaruh positif serta signifikan terhadap nilai ekspor kopi Indonesia. Jumlah penduduk negara tujuan memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai ekspor kopi Indonesia. Harga kopi internasional tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai ekspor kopi Indonesia. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu dalam upaya meningkatan keunggulan komparatif komoditas kopi Indonesia di pasar internasional dapat dilakukan dengan cara melakukan promosi pada negara importir yang dinilai potensial, diversifikasi pasar untuk mencari negara tujuan ekspor lain yang pasarnya memiliki potensi untuk dikuasai, dan melakukan perbaikan dari sisi produk supaya memenuhi syarat standarisasi produk yang diterima di pasar internasional. Selanjutnya Pemerintah harus memperhatikan bagaimana keadaan PDB negara importir kopi Indonesia dan meningkatkan kerja sama perdagangan kopi dengan negara yang memiliki PDB tinggi. Selanjutnya, guna memenuhi permintaan internasional diperlukan adanya peningkatan produksi kopi oleh petani Indonesia dan juga peningkatan dari segi kualitas biji kopi yang dapat dilakukan mulai dari tingkat petani dengan memperhatikan aspek budidaya dan aspek panen. Kemudian melakukan penjagaan kualitas pada saat pasca panen seperti dalam hal pengolahan dan proses distribusi. Selain itu, diperlukan peran pemerintah guna membentuk strategi peningkatan produksi kopi untuk menambah cadangan volume ekspor. Hal yang dapat dilakukan antara lain peningkatan infrastruktur seperti pembuatan irigasi guna meningkatkan produktivitas perkebunan kopi Indonesia, memberikan penyululuhan dan pendampingan kepada petani, melakukan penelitian mengenai komoditas kopi, dan memberikan dukungan modal seperti peluncuran pembiayaan kredit yang mudah diakses oleh petani. | This research is quantitative research related to Indonesian coffee exports to Europe. This research is entitled: "Analysis of Competitiveness and Factors Affecting the Value of Indonesian Coffee Exports to Europe 2013-2022." The aims of this research are: (1) to analyze the competitiveness of Indonesian coffee in the five main export destination countries for Indonesian coffee in Europe and (2) to analyze the influence of the Gross Domestic Product of the destination country, the volume of coffee exports, the population of the destination country, and international coffee prices on value of Indonesian coffee exports. Based on the results of research and data analysis using Revealed Comparative Advantage (RCA) and panel data regression analysis, it shows that: (1) Indonesian coffee commodities have competitiveness in Germany, Italy, England, Russia and Belgium, (2) GDP of destination countries, Export volume, population of the destination country, and international coffee prices together have a significant influence on the value of Indonesian coffee exports. Partially, the destination country's GDP and export volume have a positive and significant influence on the value of Indonesian coffee exports. The population of the destination country has a negative and significant influence on the value of Indonesian coffee exports. International coffee prices do not significantly influence the value of Indonesian coffee exports. The implication of the conclusion above is that efforts to increase the comparative advantage of Indonesian coffee commodities in the international market can be done by carrying out promotions in importing countries that are considered potential, diversifying the market to look for other export destination countries whose markets have the potential to be dominated, and making improvements in terms of products. in order to meet product standardization requirements accepted in the international market. Furthermore, the Government must pay attention to the GDP situation of Indonesian coffee importing countries and increase coffee trade cooperation with countries that have high GDP. Furthermore, in order to meet international demand, it is necessary to increase coffee production by Indonesian farmers and also increase the quality of coffee beans which can be done starting from the farmer level by paying attention to cultivation and harvest aspects. Then maintain quality during post-harvest, such as in terms of processing and distribution processes. Apart from that, the government needs to play a role in forming a strategy to increase coffee production to increase export volume reserves. Things that can be done include improving infrastructure such as creating irrigation to increase the productivity of Indonesian coffee plantations, providing counseling and assistance to farmers, conducting research on coffee commodities, and providing capital support such as launching credit financing that is easily accessible to farmers. | |
| 42072 | 45432 | C1A020106 | Pengaruh Jumlah Angkatan Kerja, UMK, PDRB, dan Investasi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018-2022 | Penyerapan tenaga kerja menjadi hal yang penting mengingat masih tingginya angka pengangguran yang terjadi. Tenaga kerja memiliki peranan yang sangat penting bagi keberhasilan pembangunan ekonomi suatu negara, namun akan menjadi masalah jika jumlahnya tidak sebanding dengan lapangan kerja yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah angkatan kerja, Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), PDRB, dan investasi terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Jawa Tengah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder secara tahunan dari 2018-2022 dan pada 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi data panel. Teknik pengolahan data panel dalam penelitian ini menggunakan bantuan software Eviews 10. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dengan menggunakan data panel, hasil menunjukkan bahwa: (1) Jumlah angkatan kerja, Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), PDRB, dan investasi secara bersama-sama berpengaruh siginifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. (2) Jumlah angkatan kerja dan PDRB secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. (3) Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. (4) Investasi secara parsial tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan jumlah angkatan kerja yang terus bertambah setiap tahun pemerintah diharapkan dapat terus berupaya untuk membuka lapangan kerja baru agar dapat menampung angkatan kerja. Dalam penetapan upah minimum, pemerintah perlu memperhatikan peraturan yang berlaku. Kemudian, pemerintah harus terus berupaya untuk meningkatkan PDRB pada setiap sektor ekonomi di setiap daerah dan meningkatkan iklim investasi, dimana peningkatan PDRB dan investasi akan dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja. | Labor absorption is important considering the still high unemployment rate. Labor plays a very important role in the success of a country's economic development, but it will be a problem if the number is not commensurate with the available jobs. This research aims to analyze the influence of the number of labor force, Regency/City Minimum Wage (UMK), GRDP, and investment on labor absorption in Central Java Province. This type of research is quantitative research using secondary data annually from 2018-2022 and in 35 districts/cities in Central Java. The research method used is panel data regression analysis. The panel data processing technique in this research uses the help of Eviews 10 software. Based on the results of the analysis carried out using panel data, the results show that: (1) The number of labor force, Regency/City Minimum Wage (UMK), GRDP, and investment together have a significant effect on labor absorption. (2) The number of labor force and GRDP partially have a positive and significant effect on labor absorption. (3) The Regency/City Minimum Wage (UMK) partially has a negative and significant effect on labor absorption. (4) Partial investment has no effect on labor absorption. The implication of the results of this research is that there is an increase in the number of workers who continue to grow every year. The government is expected to continue making efforts to open new job opportunities to accommodate the workforce. In determining the minimum wage, the government needs to pay attention to applicable regulations. Then, the government must continue to strive to increase GRDP in every economic sector in every region and improve the investment climate, where increasing GRDP and investment will increase labor absorption. | |
| 42073 | 45433 | J1A017029 | THE DEPICTION OF INTERGENERATIONAL TRAUMA IN HOWARD'S ENCANTO (2021) | Penelitian yang berjudul “The Depiction of Intergenerational Trauma in Howard’s Encanto (2021)” ini bertujuan untuk mengetahui penggambaran trauma antargenerasi dan pengaruhnya dalam sebuah keluarga multigenerasi. Ini menjelaskan bagaimana trauma antargenerasi dapat sangat mempengaruhi keadaan atau kondisi fisik serta psikologi dari tiap generasi dalam sebuah keluarga. Penelitian ini menggunakan psychological approach untuk menemukan bentuk pengaruh trauma antargenerasi terhadap perkembangan psiko-sosial tiap generasi, trauma theory digunakan untuk menganalisis penyebab dari trauma antargenerasi dan dampaknya pada tiap individu, dan concept of intergenerational trauma digunakan untuk mendukung hasil analisis yang memperlihatkan mekanisme trauma antargenerasi dan pengaruhnya dalam film ini. Peneliti menggunakan metode kualitatif yang berfokus pada studi text/dokumen dalam menganalisis data. Data utamanya diambil dari naskah film dan sinematografi dari film Encanto. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya bentuk mekanisme trauma antargenerasi melalui pola parenting otoriter pada tokoh Abuela, seperti pengontrol, kurang memvalidasi perasaan anak, serta adanya komunikasi satu arah. Dan juga, penelitian memperlihatkan dampak dari trauma antargenerasi pada tiap generasi seperti adanya isolasi diri, identitas foreclosure, takut akan kegagalan, dan krisis identitas. | This research entitled “The Depiction of Intergenerational Trauma in Howard's Encanto (2021)” aims to find out the depiction of the intergenerational trauma and its effects in a multigenerational family. It explains how intergenerational trauma can greatly affect the physical and psychological state of each generation in a family. This research uses psychological approach to find the form of influence of intergenerational trauma on the psycho-social development of each generation, trauma theory is used to analyze the causes of intergenerational trauma and its impact on each individual, and the concept of intergenerational trauma is used to support the analysis results that show the mechanism of intergenerational trauma and its influence in this film. The researcher used a qualitative method which is focus on narrative/document study in analyzing the data. The main data is taken from the film script and cinematography of Encanto movie. The results of this study show that there is a form of intergenerational trauma mechanism through authoritarian parenting patterns in Alma Madrigal's character, such as controlling, not validating children's feelings, and one-way communication. Also, the research shows the impact of intergenerational trauma on each generation such as social withdrawal, identity foreclosure, fear of failure, and identity crisis. | |
| 42074 | 45435 | C1B019060 | KONDISI KEPUASAN KERJA DAN KESELARASAN NILAI KERJA PERSONEL SATUAN KERJA SPERSAL MABES TNI AL: STUDI KUALITATIF | Kinerja personel TNI-AL khususnya pada Satuan kerja Spersal sudah cukup baik namun peningkatan kinerja belum maksimal. Hal ini berarti ada beberapa faktor terkait kinerja karyawan atau personel yang perlu diteliti, seperti kepuasan kerja dan nilai kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi kepuasan kerja, faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan, upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepuasan kerja, serta mengetahui kondisi keselarasan nilai kerja personel TNI sebagai instansi. Informan dalam penelitian ini merupakan 12 personel yang bekerja di Satker Spersal yang bertugas membantu urusan administratif seluruh personel TNI-AL. Data diambil dengan melakukan observasi dan wawancara mendalam dengan para informan. Data diolah dengan metode kualitatif dengan menggunakan alat bantu Nvivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kepuasan kerja personel TNI-AL sudah cukup baik. Namun aspek gaji, promosi, dan rekan kerja tetap perlu diperhatikan untuk lebih meningkatkan kepuasan kerja personel. Aspek gaji dinilai paling penting diantara aspek-aspek yang lain. Untuk nilai kerja, kondisi keselarasan nilai kerja antara instansi dengan personel juga sudah cukup baik. Meski demikian, nilai kedisiplinan para personel perlu diberiperhatian kembali agar bisa terus ditingkatkan. | The performance of TNI-AL personnel, especially in the Spersal work unit, is quite good, but performance improvement has not been maximized. This means that there are several factors related to employee or personnel performance that need to be studied, such as employee job satisfaction and work values. This study aims to identify the condition of job satisfaction, factors that influence employee job satisfaction, efforts that can be made to improve job satisfaction, and to determine the condition of the alignment of work values of TNI personnel as an agency. The informants in this study were 12 personnel working in the Spersal Work Unit who were tasked with assisting with administrative matters of all TNI-AL personnel. Data were taken by conducting observations and in-depth interviews with informants. Data were processed using qualitative methods using the Nvivo tool. The results of the study showed that the condition of TNI-AL personnel job satisfaction was quite good. However, aspects of salary, promotion, and coworkers still need to be considered to further improve personnel job satisfaction. The salary aspect is considered the most important among other aspects. For work values, the condition of work value alignment between the agency and personnel is also quite good. However, the discipline value of the personnel needs to be given more attention so that it can continue to be improved. | |
| 42075 | 45436 | F1C020026 | Strategi Komunikasi Pemasaran Sosial Komunitas Dieng Bersih dalam Membangun Kepedulian Masyarakat pada Permasalahan Sampah | Permasalahan sampah terus menjadi isu yang cukup memprihatinkan di wilayah Kabupaten Wonosobo. Status Kabupaten Wonosobo saat ini telah dinyatakan rentan darurat sampah, dimana perlu kesadaran individu dan kelompok masyarakat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Komunitas Dieng Bersih hadir sebagai salah satu komunitas yang fokus menangani permasalahan sampah di kawasan Dieng, salah satunya yakni Kabupaten Wonosobo. Dalam aktivitasnya, komunitas ini berupaya untuk membangun kepedulian masyarakat pada permasalahan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanganan permasalahan sampah di Kabupaten Wonosobo dan menganalisis strategi komunikasi pemasaran sosial yang dilakukan oleh komunitas Dieng Bersih dalam membangun kepedulian masyarakat pada permasalahan sampah. Analisis strategi tersebut dilakukan dengan menggunakan Teori Pemasaran Sosial. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus. Data yang dikumpulkan berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi, dan analisis data dilakukan dengan bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penanganan permasalahan sampah di Kabupaten Wonosobo telah dilakukan perbaikan pada aspek teknis dan aspek non teknis yang bersangkutan. Sedangkan pada strategi komunikasi pemasaran sosial yang digunakan oleh Komunitas Dieng Bersih berupa strategi kolaborasi dan strategi experiential marketing. Strategi kolaborasi dalam hal ini melibatkan beberapa stakeholder yang berperan sebagai fasilitator, regulator, eksekutor, hingga akselerator. Dalam strategi experiential marketing, komunitas ini melakukan pendekatan berupa edukasi melalui pengalaman langsung yang dekat dengan target adopter melalui empat program, yakni Aksi Clean Up Dieng, Bank Sampah, Program Edukasi, dan event management. | The issue of waste management continues to be a significant concern in Wonosobo. Wonosobo has been declared vulnerable to a waste emergency, highlighting the need for individual and community awareness to address this problem. Dieng Bersih Community (Komunitas Dieng Bersih) is a community focused on tackling waste issues in the Dieng area, including Wonosobo. In its activities, this community strives to raise public awareness about waste issues. This research aims to describe waste management in Wonosobo and analyze the social marketing communication strategies employed by the Dieng Bersih Community to build public awareness about waste problems. The analysis of these strategies is conducted using Social Marketing Theory. This study employs a qualitative case study research method. Data is collected through interviews, observations, and documentation, and data analysis is presented in narrative form. The results show that improvements have been made in both technical and non-technical aspects related to waste management in Wonosobo. The social marketing communication strategies used by the Dieng Clean Community include collaboration strategies and experiential marketing strategies. The collaboration strategy involves several stakeholders acting as facilitators, regulators, executors, and accelerators. In the experiential marketing strategy, the community uses a hands-on educational approach, engaging the target adopters through four programs: the Dieng Clean Up Action, Waste Banks, Education Programs, and Event Management. | |
| 42076 | 45437 | E1B020015 | Penerapan Asas Praduga Tak Bersalah Terhadap Tersangka Tindak Pidana di Kepolisian Polresta Sidoarjo | Asas praduga tak bersalah telah diatur dalam undang-undang, namun dalam prakteknya di lapangan masih dijumpai oknum polisi yang kurang menghormati pelaksanaan asas praduga tak bersalah, dimana dalam penyidikan polisi menggunakan kekerasan fisik ataupun memaksa tersangka untuk mengakui tindakannya secara terpaksa karena takut akibat tekanan dari pihak penyidik. Pendekatan masalah yang digunakan untuk penelitian ini adalah Pendekatan secara yuridis empiris yaitu pendekatan yang dilakukan dengan mempelajari kejadian apa yang sebenarnya terjadi di lapangan yang bertujuan mendapatkan informasi maupun data yang bisa dipercaya kevalidannya. Adapun hasil penelitian ini adalah penerapan asas praduga tak bersalah dalam proses penyidikan di Polresta Sidoarjo belum sepenuhnya optimal karena masih dijumpai praktik dari penyidik yang tidak menerapkan asas praduga tak bersalah dan cenderung menggunakan kekerasan terhadap tersangka serta Faktor-faktor penghambat pelaksanaan asas praduga tak bersalah di lingkungan Kepolisian Polersta Sidoarjo antara lain adalah kurangnya profesionalitas dan keahlian polisi dapat menghambat penerapan asas praduga tak bersalah. Selain itu, kurangnya pengetahuan masyarakat dan kurangnya system pengawasan dalam proses penyidikan. | The principle of presumption of innocence has been regulated in law, but in practice in the field there are still police officers who do not respect the implementation of the principle of presumption of innocence, where in the police investigation they use physical violence or force the suspect to confess his actions by force because he is afraid due to pressure from the investigator. The problem approach used for this research is an empirical juridical approach, namely an approach that is carried out by studying what actually happens in the field which aims to obtain information and data that can be trusted for validity. The results of this study are the application of the presumption of innocence in the investigation process at Sidoarjo Police Station is not fully optimal because there are still practices from investigators who do not apply the presumption of innocence and tend to use violence against suspects and factors inhibiting the implementation of the presumption of innocence in the Sidoarjo Police Department, among others, the lack of professionalism and police expertise can hinder the application of the presumption of innocence. In addition, the lack of public knowledge and the lack of a supervisory system in the investigation process. | |
| 42077 | 45439 | B1A020017 | KOMPOSISI DINOFLAGELLATA BENTIK YANG BERPOTENSI BERBAHAYA DI BEBERAPA PANTAI PULAU KARIMUNJAWA BERDASARKAN PENGAMATAN MORFOLOGI | Dinoflagellata merupakan kelompok mikroorganisme eukariot yang dicirikan memiliki dua buah flagella. Beberapa spesies dari dinoflagellata bentik, dikenal sebagai penyebab blooming dan penghasil racun yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies dinoflagellata bentik, mengetahui spesies yang berpotensi berbahaya, dan mengetahui karakter morfologinya Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi dengan teknik purposive sampling. Sampel diambil dari empat pantai di Pulau Karimunjawa, yaitu Pantai Alang-Alang, Pantai Legon Lele, Pantai Nirwana, dan Pantai Tanjung Gelam. Pengamatan mikroskopis dan identifikasi dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pasca Panen Peternakan, Gedung Integrated Academic Building (IAB), sedangkan validasi spesies dinoflagellata dilaksanakan di Laboratorium Fikologi, Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi, Badan Riset dan Inovasi Nasional. Komposisi spesies dinoflagellata bentik yang berpotensi berbahaya sebagai variabel. Parameter yang diamati yaitu spesies dinoflagellata bentik dan karakter morfologi tiap spesies, yaitu bentuk, warna, dan ukuran sel. Kemudian, karakter morfologi dan spesies yang berpotensi berbahaya dicocokkan dengan beberapa literatur dan dianalisis secara deskriptif naratif. Hasil identifikasi morfologi, didapatkan 10 spesies dinoflagellata bentik di Karimunjawa yaitu Blixaea quinquecornis, Heterocapsa psammophilla, Bysmatrum caponii, Prorocentrum arenarium, P. hoffmannianum, P. lima, P. rhathymum, Sinophysis canaliculata, S. microcephalus, dan Vulcanodinium rugosum. Komposisi paling banyak genus Prorocentrum (40%), diikuti genus Sinophysis (20%), dan genus Blixaea, Bysmatrum, Heterocapsa, Vulcanodinium masing-masing 10%. Dinoflagellata bentik yang berpotensi berbahaya sebanyak 7 spesies yaitu Blixaea quinquecornis dan Bysmatrum caponii sebagai spesies penyebab blooming pada perairan, sedangkan Prorocentrum arenarium, P. hoffmannianum, P. lima, P. rhathymum, dan Vulcanodinium rugosum sebagai spesies penghasil racun. Karakter morfologi diamati berdasarkan bentuk sel, warna, ukuran, dan kehadiran asesori. | Dinoflagellates are a group of eukaryotic microorganisms characterized by having two flagella. Some species of benthic dinoflagellates are known to cause blooms and produce toxins that can negatively impact health. This study aims to identify benthic dinoflagellate species, determine which species are potentially harmful, and understand their morphological characteristics. The research employs an exploratory method with purposive sampling techniques. Samples were collected from four beaches on Karimunjawa Island: Alang-Alang Beach, Legon Lele Beach, Nirwana Beach, and Tanjung Gelam Beach. Microscopic observations and identifications were carried out at the Post-Harvest Technology Laboratory of Livestock, Integrated Academic Building (IAB), while species validation of dinoflagellates was conducted at the Phycology Laboratory, Center for Biosystematics and Evolution Research, National Research and Innovation Agency. The composition of potentially harmful benthic dinoflagellate species was used as a variable. The observed parameters included benthic dinoflagellate species and their morphological characteristics, such as shape, color, and cell size. Subsequently, the morphological characteristics and potentially harmful species were cross-checked with various literatures and analyzed descriptively. Morphological identification revealed 10 species of benthic dinoflagellates in Karimunjawa: Blixaea quinquecornis, Heterocapsa psammophilla, Bysmatrum caponii, Prorocentrum arenarium, P. hoffmannianum, P. lima, P. rhathymum, Sinophysis canaliculata, S. microcephalus, and Vulcanodinium rugosum. The most abundant genus was Prorocentrum (40%), followed by Sinophysis (20%), and Blixaea, Bysmatrum, Heterocapsa, and Vulcanodinium each at 10%. There are 7 species of potentially harmful benthic dinoflagellates: Blixaea quinquecornis and Bysmatrum caponii as bloom-causing species, and Prorocentrum arenarium, P. hoffmannianum, P. lima, P. rhathymum, and Vulcanodinium rugosum as toxin-producing species. Morphological characteristics were observed based on cell shape, color, size, and the presence of accessories. | |
| 42078 | 45429 | K1C020035 | KORELASI INDEKS LABILITAS ATMOSFER TERHADAP VERTICAL WIND SHEAR PADA FASE TAKE-OFF DAN LANDING PESAWAT KOMERSIL DI BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO-HATTA | Wind shear adalah aliran udara yang kecepatannya berbeda-beda dalam waktu singkat, baik secara horizontal maupun vertikal. Vertical wind shear dapat merugikan pesawat terutama saat fase take-off dan landing karena dipengaruhi cuaca buruk dan kondisi atmosfer yang tidak stabil, sehingga penelitian mengenai korelasi indeks labilitas atmosfer terhadap vertical wind shear sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan pesawat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan korelasi indeks labilitas atmosfer terhadap vertical wind shear yang terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Indeks labilitas atmosfer adalah indeks untuk menentukan kestabilan atmosfer dalam memprakirakan cuaca buruk yang mungkin terjadi. Indeks labilitas atmosfer SI, LI, KI, TT, SWEAT, dan CAPE diamati oleh perangkat radiosonde dan dihitung menggunakan software RAOB. Vertical wind shear diamati oleh perangkat wind profiler radar pada ketinggian 100-3000 m dan dihitung berdasarkan selisih arah angin ≥90° dan selisih kecepatan angin ≥15 knot. Seluruh data kedua variabel dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil menunjukkan bahwa selama tahun 2023 vertical wind shear lebih sering terjadi di bulan Juli dan September pada ketinggian 2000-3000 m. Indeks LI dan CAPE dapat dijadikan acuan untuk memprediksi vertical wind shear pada ketinggian 2000-3000 m karena memiliki korelasi kuat. Namun, indeks LI dan CAPE tidak dapat dijadikan acuan untuk memprediksi kejadian vertical wind shear pada fase take-off dan landing karena memiliki korelasi lemah. | Wind shear is the flow of air that varies in speed over a short period of time, both horizontally and vertically. Vertical wind shear can be detrimental to aircraft, especially during the take-off and landing phases due to bad weather and unstable atmospheric conditions, so research on the correlation of atmospheric lability index to vertical wind shear is very important to prevent aircraft accidents. This study aims to determine the correlation of atmospheric lability index to vertical wind shear that occurs at Soekarno-Hatta International Airport. Atmospheric lability index is an index to determine the stability of the atmosphere in predicting bad weather that may occur. Atmospheric lability indices SI, LI, KI, TT, SWEAT, and CAPE were observed by radiosonde devices and calculated using RAOB software. Vertical wind shear was observed by a radar wind profiler device at 100-3000 m altitude and calculated based on a wind direction difference of ≥90° and a wind speed difference of ≥15 knots. All data of both variables were analyzed using Pearson Product Moment correlation. The results show that during 2023 vertical wind shear is more common in July and September at 2000-3000 m altitude. The LI and CAPE indices can be used as a reference to predict vertical wind shear at 2000-3000 m altitude because they have a strong correlation. However, the LI and CAPE indices cannot be used as a reference for predicting vertical wind shear events in the take-off and landing phases because they have a weak correlation. | |
| 42079 | 45442 | B1A020013 | Karakteristik Komunitas Nematoda pada Lahan Pasca Tambang Galian C di Desa Gandatapa Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas | Kegiatan penambangan merupakan rangkaian dari tahap pencarian, tinjauan kelayakan, hingga pengolahan mineral untuk kepentingan perusahaan, masyarakat maupun pemerintah yang dilakukan oleh perorangan, badan usaha atau badan hukum. Proses pertambangan merupakan kegiatan yang memiliki dampak yang besar terhadap pencemaran dan kerusakan lingkungan. Proses yang terjadi pada lahan tambang tentunya berdampak pada fauna tanah salah satunya adalah nematoda. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk : (1) Mengetahui komunitas nematoda pada lahan tambang aktif dan lahan pasca tambang (2 & 3 tahun) (2) Mengetahui korelasi antara komunitas nematoda dengan karakter fisik kimia tanah pada lahan aktif dan lahan pasca tambang (2 & 3 tahun). Penelitian ini dilakukan pada lahan pasca tambang galian C di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Pada lahan tambang tersebut terdapat 2 kategori lahan yaitu lahan aktif dengan titik koordinat 7°18'44.02"LS 109°15'38.03"BT, lahan pasca tambang 2 tahun dengan titik koordinat 7°18'47.05"LS 109°15'35.54"BT dan lahan pasca tambang 3 tahun dengan titik koordinat 7°18'45.16"LS 109°15'35.77"BT. Variabel bebas yaitu faktor lingkungan dengan parameter yang terdiri dari tekstur tanah, pH tanah, kadar air, berat isi, kadar karbon dan nitrogen tanah, sedangkan variabel terikat yaitu komunitas nematoda dengan parameter yang terdiri dari jumlah individu nematoda dan jumlah famili nematoda. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis food web untuk mengetahui karakteristik komunitas nematoda. Hubungan antara faktor fisik kimia tanah dengan komunitas nematoda dianalisis dengan Redundancy Analysis. Hasil dari penelitian ini didapatkan 17 famili nematoda. Kepadatan nematoda tertinggi yaitu lokasi a3 dengan jumlah nematoda 1015 individu/1000g yang terdiri dari 15 famili dan 5 kelompok fungsional. Komunitas nematoda menunjukkan adanya kecenderungan kempleksitas jejaring yang meningkat selama 3 tahun. Sifat fisik-kimia tanah berkontribusi terhadap komposisi komunitas nematoda dengan korelasi antar keduanya sebesar 0,67. Berat isi merupakan sifat fisik utama yang menentukan komposisi nematoda pada lahan tambang aktif, sedangkan pada lahan pasca tambang 2 tahun adalah C-organik, kadar air dan N-total tinggi. Pada lahan pasca tambang 3 tahun faktor yang berperan terhadap komposisi nematoda adalah pH tinggi. | Mining activities are a series of stages from searching, feasibility review, to mineral processing for the benefit of companies, communities and governments carried out by individuals, business entities or legal entities. Mining land has a major impact on environmental pollution and damage. The process impacts soil fauna, one of which is nematodes. The objectives of this study are to: (1) Knowing the nematode community on active mining land and post-mining land of two and three years (2) To Correlate between the nematode community and the physical and chemical characteristics of soil on active land and post-mining land of two and three years. This research was conducted on post-mining land in Gandatapa Village, Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency. There are 2 categories of land, namely active land (7°18'44.02 “S 109°15'38.03 ‘E), two years post-mining land (7°18'47.05 ’S 109°15'35.54 ‘E) and three years post-mining land (7°18'45.16 ’S 109°15'35.77 ”E). The independent variables were environmental factors with parameters of soil texture, soil pH, moisture content, content weight, soil carbon and nitrogen content, while the dependent variable was the nematode community with parameters consisting of the number of individual nematodes and the number of nematode families. The data obtained were analyzed with food web analysis to determine the characteristics of the nematode profile. The relationship between soil environmental factors and nematode communities was analyzed by Redundancy Analysis. This study obtained 17 nematode families. The highest nematode density was in a3 with 1015 individuals/1000g consisting of 15 families and 5 functional groups. Soil physico-chemical properties contributed to the composition of the nematode community with a correlation reached of 0.67 (Axis-1). Bulk Density appeared as the physical property determined nematode composition in active mine land, while in two-year post-mining land, C-organic, moisture content and high N-total were the main factors. In the three-year post-mining land, the factor that plays a role in nematode composition was high pH. | |
| 42080 | 45443 | C1C020062 | Pengaruh Intensitas RnD Serta Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan dengan Sustainability Disclosure Sebagai Faktor Pemoderasi | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas penelitian dan pengembangan serta kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan sustainability disclosure sebagai faktor pemoderasi pada perusahaan sektor keuangan dan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode 2021-2022. Hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan metode Moderated Regression Analysis dan analisis regresi berganda menunjukkan bahwa: (1) Intensitas penelitian dan pengembangan berpengaruh terhadap nilai perusahaan, (2) Kinerja keuangan berpengaruh terhadap nilai perusahaan, (3) Sustainability disclosure tidak memperkuat pengaruh intensitas penelitian dan pengembangan terhadap nilai perusahaan, (4) Sustainability disclosure tidak memperkuat pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan, dan (5) Sustainability disclosure berpengaruh terhadap nilai perusahaan. | This study aims to analyze the effect of research and development intensity and financial performance on company value with sustainability disclosure as a moderating factor in financial and non-financial sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2021-2022 period. The results of the research and data analysis using the Moderated Regression Analysis method and multiple regression analysis show that: (1) Research and development intensity affects company value, (2) Financial performance affects company value, (3) Sustainability disclosure does not strengthen the effect of research and development intensity on company value, (4) Sustainability disclosure does not strengthen the effect of financial performance on company value, and (5) Sustainability disclosure affects company value. |