Artikel Ilmiah : K1A020060 a.n. VITA NURAISYAH DWI NUGROHO

Kembali Update Delete

NIMK1A020060
NamamhsVITA NURAISYAH DWI NUGROHO
Judul ArtikelFORMULASI DAN UJI ANTIOKSIDAN NANO FACIAL WASH
EKSTRAK DAUN SALAM BERBAHAN AKTIF SURFAKTAN
METIL ESTER SULFONAT DARI MINYAK BIJI KETAPANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)Ekstrak daun salam merupakan salah satu bahan alam yang memiliki aktivitas
antioksidan yang berfungsi untuk menangkal radikal bebas. Radikal bebas di
lingkungan bebas dapat menyebabkan komedo, wajah berminyak, dan kulit kusam
pada wajah, sehingga dibutuhkan facial wash untuk membersihkan kulit wajah
dari permasalahan kulit tersebut. Kemampuan facial wash dalam membersihkan
wajah dari kotoran yaitu karena adanya kandungan surfaktan paad formulasinya.
Surfaktan memiliki gugus hidrofobik dan hidrofilik dalam strukturnya sehingga
dapat efektif mengikat kotoran pada wajah. Penelitian terdahulu menyatakan
bahwa biji ketapang memiliki kandungan minyak sekitar 60% sehingga berpotensi
digunakan sebagai bahan baku pembuatan surfaktan. Penelitian ini bertujuan
untuk membuat membut facial wash ekstrak daun salam dengan surfaktan yang
bersumber dari minyak biji ketapang berupa Metil Ester Sulfonat. Variasi
konsentrasi ekstrak daun salam yang digunakan pada pembuatan facial wash yaitu
2%, 4%, dan 6% serta variasi Metil Ester Sulfonat 3%, 5%, dan 7%. Karakterisasi
produk meliputi uji homogenitas, pH, organoleptis, iritasi, dan stabilitas busa.
Produk yang memiliki formulasi terbaik slanjutnya dibuat dalam partikel nano dan
dikarakterisasi kembali, kemudian diuji ukuran partikel produk menggunakan alat
particle size analyzer dan aktivitas antioksidannya diuji dengan metode 2,2-
diphenyl-1-picrylhidrazil. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Formulasi F3
merupakan formula terbaik dengan ukuran partikel 53,5 nm sebanyak 20,8%.
Aktivitas antioksidan dari facial wash dengan karakteristik terbaik nano dan
nonnano yaitu 35,75 ppm dan 4,14 ppm yang tergolong aktivitas antioksidan kuat.
Abtrak (Bhs. Inggris)Bay leaf extract is a natural ingredient that has antioxidant activity which
functions to ward off free radicals. Free radicals in free environments can cause
blackheads, oily skin and dull skin on the face, so facial wash is needed to clean
facial skin from these skin problems. The ability of facial wash to clean the face
of dirt is due to the surfactant content in the formulation. Surfactants have
hydrophobic and hydrophilic groups in their structure so they can effectively bind
dirt on the face. Previous research stated that ketapang seeds have an oil content
of around 60% so they have the potential to be used as raw material for making
surfactants. This research aims to make a facial wash from bay leaf extract with
surfactant sourced from ketapang seed oil in the form of Methyl Ester Sulfonate.
Variations in the concentration of bay leaf extract used in making facial wash are
2%, 4% and 6% and variations in Methyl Ester Sulfonate 3%, 5% and 7%.
Product characterization includes homogeneity, pH, organoleptic, irritation and
foam stability tests. The product that has the best formulation is then made in
nanoparticles and re-characterized, then the product particle size is tested using a
particle size analyzer and its antioxidant activity is tested using the 2,2-diphenyl-
1-picrylhidrazil method. The test results show that Formulation F3 is the best
formula with a particle size of 53.5 nm as much as 20.8%. The antioxidant
activity of the facial wash with the best nano and non-nano characteristics is 35,75
ppm dan 4,14 ppm which is classified as strong antioxidant activity.
Kata kunciAntioksidan, Metil ester sulfonat, Nano facial wash, Surfaktan
Pembimbing 1Moch. Chasani, M.Si
Pembimbing 2Senny Widyaningsih, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman82
Tgl. Entri2024-08-14 13:05:44.955494
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.