Artikelilmiahs

Menampilkan 41.461-41.480 dari 48.871 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4146143551I1F022001Pengaruh Media Cakram Rawat Tali Pusat (RISA) Terhadap Pengetahuan dan Sikap Perawatan Tali Pusat Bayi Baru Lahir pada Ibu Hamil Trimester IIILatar Belakang: Pengetahuan dan sikap merupakan faktor yang dapat mempengaruhi ibu dalam melakukan perawatan tali pusat bayi baru lahir. Namun, tidak semua ibu memiliki pengetahuan dan sikap yang baik terkait perawatan tali pusat. Pengetahuan dan sikap perawatan tali pusat dapat ditingkatkan melalui media cakram RISA.
Tujuan: Mengetahui pengaruh media cakram rawat tali pusat (RISA) terhadap pengetahuan dan sikap perawatan tali pusat bayi baru lahir pada ibu hamil trimester III.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan Quasi experimental design with pretest-postest control group. Teknik sampling menggunakan simple random sampling, Sampel yang dibutuhkan adalah 62 sampel yang terdiri dari 31 sampel masing-masing kelompok. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan dan sikap ibu tentang perawatan tali pusat. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney.
Hasil Penelitian: Rata-rata umur responden 29,1 tahun. Mayoritas responden berpendidikan SMA/SMK (56%). Mayoritas responden tidak bekerja (59,7%). Mayoritas responden multipara (56,5%). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap pada kelompok intervensi dan kontrol dengan p value pengetahuan=0,000 (p<0,05) dan p value sikap=0,000 (p<0,05).
Kesimpulan: Media cakram “RISA” berpengaruh untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap perawatan tali pusat pada ibu hamil trimester III
Kata kunci: Edukasi, pengetahuan, sikap, tali pusat.
Background: Knowledge and attitude are factors that can influence mothers in performing umbilical cord care. However, not all mothers have good knowledge and attitudes about cord care. Health education on umbilical cord care with RISA disks for pregnant women is needed.
Objective: To determine the effect of umbilical cord care disc (RISA) media on knowledge and attitude of newborn cord care in third trimester pregnant women.
Methodology: This study used quasi experimental design with pretest-posttest control group. The sampling technique used simple random sampling, the sample required was 62 samples consisting of 31 samples of each group. The questionnaire used was a questionnaire of maternal knowledge and attitudes about umbilical cord care. Data analysis was done using Wilcoxon and Mann-Whitney tests.
Research Results: The mean age of the respondents was 29.1 years. The majority of respondents had a high school/vocational school education (56%). The majority of respondents were not employed (59.7%). The majority of respondents were multiparous (56.5%). The results showed that there were differences in knowledge and attitudes in the intervention and control groups with a p value of knowledge=0.000 (p<0.05) and a p value of attitude=0.000 (p<0.05).
Conclusion: "RISA" disk media has an effect on improving knowledge and attitudes of umbilical cord care in third trimester pregnant women.
Keywords: Education, knowledge, attitude, umbilical cord.
4146243552I1A020096Hubungan Pengetahuan Dan Dukungan Keluarga Dengan Penderita Tuberkulosis Di Wilayah Kerja Puskesmas Baturaden ILatar Belakang: Salah satu permasalahan dalam pengobatan penyakit tuberkulosis
yaitu masih rendahnya pengetahuan mengenai pengobatan tuberkulosis dan kurang
adanya dukungan keluarga dari penderita. Hal tersebut berpengaruh terhadap risiko
penularan penyakit tuberkulosis dan menyebabkan resisten apabila tidak
menyelesaikan pengobatan dengan baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui
hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga dengan perilaku pengobatan
tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Baturaden I.
Metode: Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan Cross
sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total sampling. Sampel
penelitian berjumlah 48 responden. Variabel penelitian menggunakan variabel
bebas pengetahuan dan dukungan keluarga serta variabel terikatnya adalah perilaku
pengobatan melalui teknik wawancara dengan kusioner. Analisis dilakukan secara
bertahap yaitu analisa univariat kemudian analisis bivariat untuk mengetahui
hubungan dua variabel, uji statistik yang digunakan adalah Uji Chi Square
Hasil Penelitian: Hasil analisis univariat menunjukkan sebanyak 21 (38,1%)
penderita TB di wilayah kerja Puskesmas Baturaden I memiliki pengetahuan
dengan kategori baik, sebanyak 25 (52,1%) penderita TB memiliki dukungan
keluarga yang baik, dan sebanyak 25 (52,1%) penderita TB memiliki perilaku yang
baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara
pengetahuan dengan perilaku pengobatan penderita tuberkulosis didapatkan nilai p
value (0,363) > α (0,05) dan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan
perilaku penderita pengobatan tuberkulosis didapatkan nilai p value (0,000) > α
(0,05).
Kesimpulan: Dukungan keluarga yang baik akan meningkatkan motivasi penderita
TB untuk patuh minum obat dan meingkatkan angka kesembuhan.
Kata Kunci : Tuberkulosis paru, pengetahuan, dukungan keluarga, perilaku pengobatan
Background: One of the problems in treating tuberculosis is the lack of knowledge
regarding tuberculosis treatment and the lack of family support from sufferers. This
affects the risk of transmitting tuberculosis and causing resistance if treatment is not
completed properly. This study aims to determine the relationship between
knowledge and family support and tuberculosis treatment behavior in the Baturaden
I Community Health Center Work Area.
Method: The research design is observational analytic with a cross sectional
approach. The sampling technique uses total sampling. The research sample
consisted of 48 respondents. The research variables used the independent variables
knowledge and family support and the dependent variable was treatment behavior
through interview techniques using questionnaires. The analysis was carried out in
stages, namely univariate analysis and then bivariate analysis to determine the
relationship between two variables. The statistical test used was the Chi Square
Test.
Research Results: The results of univariate analysis showed that 21 (38.1%) TB
sufferers in the Baturaden I Community Health Center working area had good
knowledge, 25 (52.1%) TB sufferers had good family support, and 25 (52%) TB
sufferers had good family support. .1%) TB sufferers have good behavior. The
results of the bivariate analysis showed that there was no relationship between
knowledge and treatment behavior of Pulmonary Tuberculosis sufferers, with a
value of p (0.363) > α (0.05) and there was a relationship between family support
and treatment behavior of Pulmonary Tuberculosis sufferers, a value of p (0.000) >
α ( 0.05).
Conclusion: Good family support will increase the motivation of TB sufferers to
adhere to taking medication and increase the cure rate.
Keywords: Pulmonary tuberculosis, knowledge, family support, treatment
behavior
4146343554J1C019001Konsep Omotenashi dalam Film Masquerade Hotel Karya Masayuki SuzukiPenelitian ini berjudul Konsep Omotenashi dalam Film Masquerade Hotel Karya Masayuki Suzuki, bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penampilan, perilaku, dan tutur kata dalam film tersebut. Teori yang digunakan untuk menganalisis data berupa tangkapan layar dan penggalan dialog tokoh, adalah teori omotenashi (Ichijou dan Muraki 2015). Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data simak catat. Hasil penyimakan terhadap sumber data terkumpul 29 data yang diklasifikasikan menjadi 3 kelompok, yaitu penampilan, perilaku, dan tutur kata. Data penampilan (berjumlah 8 data) dibagi menjadi 2 kelompok terdiri atas: a) penampilan hotel (5 data) dan b) penampilan pekerja (3 data). Data perilaku (berjumlah 12 data) dibagi menjadi 5 kelompok terdiri atas: a) ojigi (3 data); b) tindakan profesional (2 data); c) senyum (3 data); d) sikap tubuh (3 data); e) menerima telepon (1 data). Data tutur kata (berjumlah 9 data) dibagi menjadi 2 kelompok, terdiri atas: a) aisatsu (3 data) dan b) bahasa sopan (6 data). Berdasarkan hasil analisis terhadap seluruh data, konsep omotenashi yang terdapat dalam film Masquerade Hotel karya Masayuki Suzuki mencakup 1. Penampilan (penampilan hotel); 2. Perilaku (ojigi, senyum, dan sikap tubuh); serta 3. Tutur kata (penggunaan bahasa sopan). Sebagai kesimpulan, konsep omotenashi yang paling penting dalam dunia perhotelan, berturut-turut: perilaku/sikap yang didukung dengan penggunaan bahasa sopan serta kualitas hotel yang baik.This research entitled The Concept of Omotenashi in Masayuki Suzuki's Masquerade Hotel, aims to describe the form of appearance, behavior, and speech in the film. The theory used to analyze the data in the form of screenshots and fragments of character dialogue is the omotenashi theory (Ichijou and Muraki 2015). The type of research is descriptive qualitative with the data collection technique simak catat. The results of listening to data sources collected 29 data which were classified into 3 groups, namely appearance, behavior, and speech. Appearance data (totaling 8 data) is divided into 2 groups consisting of: a) hotel appearance (5 data) and b) worker appearance (3 data). Behavioral data (totaling 12 data) is divided into 5 groups consisting of: a) ojigi (3 data); b) professional action (2 data); c) smile (3 data); d) posture (3 data); e) receiving phone calls (1 data). The speech data (totaling 9 data) is divided into 2 groups, consisting of: a) aisatsu (3 data) and b) polite language (6 data). Based on the results of the analysis of all data, the concept of omotenashi contained in Masayuki Suzuki's Masquerade Hotel includes 1. Appearance (hotel appearance); 2. Behavior (ojigi, smile, and posture); and 3. Speech (use of polite language). In conclusion, the most important omotenashi concepts in the world of hospitality are, respectively: behavior/attitude supported by the use of polite language and good hotel quality.
4146443553J0B020014Pembuatan Video Promosi Objek Wisata Situ Rawa Gede Berbahasa Mandarin di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota BekasiLaporan praktik kerja ini berjudul“Pembuatan Video Promosi Situ Rawa Gede Berbahasa Mandarin di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi”. Kegiatan praktik kerja ini dilaksanakan di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi, pada tanggal 28 November 2022 hingga 28 April 2023. Tujuan dilaksanakannya praktik kerja ini adalah untuk membuat video promosi objek wisata Situ Rawa Gede berbahasa Mandarin yang dapat memudahkan pencarian dan dipahami oleh wisatawan penutur bahasa Mandarin. Latar belakang dari pelaksanaan praktik kerja lapangan ini adalah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi belum memiliki media promosi yang memuat informasi terkait Situ Rawa Gede Kota Bekasi dalam bahasa Mandarin. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu metode observasi, studi pustaka, dokumentasi dan metode jelajah internet. Dalam rangkaian praktik kerja ini, penulis menggunakan metode penerjemahan komunikatif karena metode ini merujuk kepada keefektifan penggunaan tatanan bahasa pada bahasa sasaran (bahasa Mandarin). Penggunaan metode penerjemahan ini memudahkan wisatawan penutur bahasa Mandarin untuk dapat memahami informasi dari video promosi. Setelah melakukan penerjemahan isi naskah video dengan metode penerjemahan komunikatif, penulis kemudian menggunakan teknik voice over untuk menyampaikan informasi terkait objek wisata secara lisan dalam video promosi. Hasil dari praktik kerja ini adalah video promosi objek wisata Situ Rawa Gede Kota Bekasi yang diunggah pada platform digital berupa Weibo yang dibuat untuk Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi dan Youtube milik penulis untuk memberikan kemudahan akses bagi wisatawan penutur bahasa Mandarin agar mendapatkan informasi berbahasa Mandarin terkait dengan pariwisata Kota Bekasi, khususnya Situ Rawa Gede这份实习报告的标题为 «Pembuatan Video Promosi Objek Wisata Situ Rawa Gede Berbahasa Mandarin di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi»。 该实习于2022年11月28日至2023年4月28日在勿加泗市 旅游 和文化局进行的。 本实习的目的是为Situ Rawa Gede 旅游景点制作中文宣传视频,以便中文游客能够易于搜索也理解该景点的信息。这就是勿加泗市旅游和文化局面临问题的背景,即没有 提供勿加泗市,Situ Rawa Gede 景点中文信息的宣传媒体。 收集资料中使用的方法包括观察法,文献研究方法,记录方法,和 浏览互联网方法。在本系列实习中,作者 使用 交际 翻译 方法 作为 翻译的 基础。这种方法是指从源语言(印度尼西亚语)到目标语言(汉语)的流利度和有效性。使用这种翻译方法,使讲中文的游客更容易理解要传达的意图,并从视频中检索信息。作者 在用 交际 翻译 方法 翻译 视频 脚本 内容后,再 使用画外音方法在宣传视频中口头传 旅游景点相关的信息。这项实习的成果是勿加泗市Situ Rawa Gede 旅游景点以及作者拥有的Youtube和微博的社交媒体上传 视频,为讲中文的游客提供边界的途径。以获取与勿加泗市 旅游 相关的中文信息,尤其是Situ Rawa Gede旅游景点。
4146543555F1B020042INOVASI PELAYANAN KEPEGAWAIAN MELALUI SISTEM ELEKTRONIK MANAJEMEN ASN TER-REKONSILIASI (SEMAR) DI KANTOR REGIONAL I BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA YOGYAKARTAKantor Regional I BKN Yogyakarta turut serta berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan membuat inovasi pelayanan kepegawaian melalui Sistem Elektronik Manajemen ASN ter-Rekonsiliasi (SEMAR). Namun, dalam pelaksanaannya aplikasi tersebut masih terdapat keluhan seperti jaringan yang terkadang aplikasi tersebut error atau down dan permasalahan lainnya yaitu terkait kesalahan data (ralat) pada KARIS/KARSU. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan mengenai inovasi pelayanan kepegawaian melalui SEMAR di Kantor Regional I BKN Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan teori atribut inovasi menurut Everett M. Rogers (2003) yang terdiri dari lima aspek, yaitu keuntungan relatif (relative advantage), kesesuaian (compatibility), kerumitan (complexity), kemungkinan dicoba (triability), dan kemudahan diamati (observability). Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling sedangkan metode analisis data menggunakan model analisis interaktif. Sumber data yang digunakan berupa sumber data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pelayanan melalui SEMAR memberikan keuntungan atau nilai lebih, kemudahan penggunaan, sesuai dengan norma yang ada dan juga sudah melewati tahap uji coba dan sosialisasi. Namun, inovasi SEMAR masih terdapat beberapa kendala dalam penggunaannya dikarenakan kurangnya kemampuan sumber daya manusia dalam menyesuaikan perubahan sistem yang semula manual menjadi digital sehingga tujuan dari dibuatnya SEMAR belum berjalan maksimal.Regional Office I BKN Yogyakarta participates in improving the quality of public services by making innovations in civil services through the Reconciled ASN Management Electronic System (SEMAR). However, in the implementation of the application, there are still complaints such as networks that sometimes the application is down and other problems related to data errors on KARIS/KARSU. The purpose of this study is to describe the innovation of civil service through SEMAR at the Regional Office I BKN Yogyakarta. This research uses the theory of innovation attributes according to Everett M. Rogers (2003) which consists of five aspects, namely relative advantage, compatibility, complexity, triability, and observability. The research method used is descriptive qualitative with informant selection techniques using purposive sampling while the data analysis method uses an interactive analysis model. The data sources used are primary data sources and secondary data. The results showed that service innovation through SEMAR provides benefits or added value, ease of use, in accordance with existing norms and has also passed the trial and socialization stage. However, SEMAR innovation still has some obstacles in its use due to the lack of human resource capabilities in adjusting the changes from manual to digital systems so that the purpose of making SEMAR has not run optimally.
4146643556J0B021020Pembuatan Video Jelajah Taman Budaya Tionghoa Berbahasa Mandarin Guna Meningkatkan Promosi di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI JakartaJudul laporan praktik kerja ini adalah “Pembuatan Video Jelajah Taman Budaya Tionghoa Berbahasa Mandarin Guna Meningkatkan Promosi di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta”. Kegiatan praktik kerja dilaksanakan di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta pada bulan September 2023 sampai dengan Februari 2024. Tujuan dilaksanakannya praktik kerja ini adalah untuk menghasilkan video jelajah Taman Budaya Tionghoa TMII Jakarta dengan teknik voice over berbahasa Mandarin guna meningkatkan promosi di Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta yang mudah dipahami khususnya untuk wisatawan penutur bahasa Mandarin. Latar belakang dilakukannya kegiatan praktik kerja ini adalah kurangnya media promosi berbahasa Mandarin, khususnya di lokasi wisata pihak Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, salah satunya Taman Budaya Tionghoa TMII Jakarta. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode wawancara, metode studi pustaka, metode jelajah internet, dan metode dokumentasi. Pada laporan praktik kerja ini ada lima tahap dalam pembuatan video yaitu tahap analisis, tahap transfer pendanaan, tahap restrukturisasi, tahap pengambilan video, tahap voice over, tahap pemilihan latar music, dan tahap editing. Metode yang digunakan untuk menerjemahkan narasi video adalah metode penerjemahan komunikatif. Hasil dari praktik kerja ini adalah video jelajah Taman Budaya Tionghoa TMII Jakarta dengan teknik voice over berbahasa Mandarin yang disebarluaskan melalui akun TikTok resmi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta. Video jelajah Taman Budaya Tionghoa berbahasa Mandarin telah ditonton sebanyak 55.500 kali sehingga dapat membantu mempromosikan Taman Budaya Tionghoa TMII Jakarta.The title of this internship report is "Creating a Video Tour of the Chinese Cultural Park in Mandarin to Enhance Promotion at the Tourism and Creative Economy Agency of DKI Jakarta." The internship activities were carried out at the Tourism and Creative Economy Agency of DKI Jakarta from September 2023 to February 2024. The purpose of this internship is to produce a video tour of the Chinese Cultural Park in TMII Jakarta with Mandarin voice-over technique to enhance promotion at the Tourism and Creative Economy Agency of DKI Jakarta, particularly for Mandarin-speaking tourists. The background of this internship is the lack of Mandarin-language promotional media, especially at tourist locations under the Tourism and Creative Economy Agency of DKI Jakarta, including the Chinese Cultural Park in TMII Jakarta.The data collection methods used include interviews, literature review, internet exploration, and documentation methods. In this internship report, there are five stages in the video production process: analysis stage, funding transfer stage, restructuring stage, video shooting stage, voice-over stage, music selection stage, and editing stage. The method used for translating the video narration is the communicative translation method. The result of this internship is a video tour of the Chinese Cultural Park in TMII Jakarta with Mandarin voice-over technique, which is distributed through the official TikTok account of the Tourism and Creative Economy Agency of DKI Jakarta. The Mandarin-language video tour of the Chinese Cultural Park has been viewed 55,500 times, contributing to the promotion of the Chinese Cultural Park in TMII Jakarta.
4146743557J1D020050Deiksis Pada Film "Kembang Api" Karya Herwin NoviantoPanggalih, Nabila Elsa Widya. 2024. Deiksis pada Film “Kembang Api” Karya Herwin Novianto. Skripsi: Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman.

Deiksis merupakan kata penunjukkan yang dituturkan secara langsung dengan memperhatikan konteks. Tanpa disadari dalam kehidupan sehari-hari deiksis sering ditemukan baik secara tulis maupun lisan. Deiksis dapat ditemui dalam karya sastra berupa film. Penelitian ini meneliti penggunaan deiksis pada film “Kembang Api” karya Herwin Novianto. Peneliti merumuskan masalah untuk mencari bentuk-bentuk dan fungsi deiksis yang ada pada film “Kembang Api” karya Herwin Novianto. Atas dasar rumusan masalah tersebut, penelitian ini memiliki tujuan untuk mendkripsikan bentuk-bentuk dan fungsi deiksis pada film “Kembang Api” karya Herwin Novianto. Diharapkan dalam penelitian ini mengandung manfaat bagi peneliti dan orang lain untuk mengembangkan ilmu linguistik, khususnya pada bidang pragmatik yang membahas mengenai deiksis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah dialog film “Kembang Api” karya Herwin Novianto, yang peneliti ambil dari situs netflix. Untuk memperoleh data, penelitian ini menggunakan teknik dasar sadap. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode padan referensial.
Hasil dalam penelitian ini banyak ditemukan bentuk deiksis yang digunakan dalam tuturan tokoh pada film “Kembang Api”. Bentuk deiksis yang paling dominan pada penelitian ini adalah deiksis persona karena tokoh lebih cenderung menggunakannya sebagai pronomina persona yang santun dengan memperhatikan faktor sosial dalam penggunaannya. Bentuk deiksis persona yang muncul dalam penelitian ini ditandai dengan leksem saya, aku, gue, kami, kita, kamu, anda, loe, mbak, mas, papah, bapak, dik, bang, kalian, dia, -nya, bapak ini, yang lain, dan mereka. Kemudian bentuk deiksis waktu yang muncul pada penelitian ini ditandai dengan leksem sore, hari ini, sekarang, lalu, dahulu, waktu itu, kemarin, tadi, sebentar, habis ini, besok, dan nanti. Terakhir bentuk deiksis tempat pada penelitian ini terdapat leksem sini, di sini, ke sini, di atas sana, ke sana, di luaran sana, di situ, dari mana, ke mana, dan di mana.
Panggalih, Nabila Elsa Widya. 2024. Deixis in the movie "Fireworks" by Herwin Novianto. Thesis: Indonesian Language Education Program, Faculty of Humanities, Universitas Jenderal Soedirman.

Deixis is an indicative word that is spoken directly by paying attention to the context. Without realizing it in everyday life, deixis is often found in both written and spoken language. Deixis can be found in literary works such as movies. This research examines the use of deixis in the movie "Kembang Api" by Herwin Novianto. The researcher formulates the problem to find the forms and functions of deixis in the movie "Kembang Api" by Herwin Novianto. Based on the formulation of the problem, this study aims to describe the forms and functions of deixis in the movie "Kembang Api" by Herwin Novianto. It is hoped that this research will benefit researchers and other people to develop linguistics, especially in the field of pragmatics which discusses deixis. This research uses descriptive method with qualitative approach. The data source in this research is the dialog of the movie "Kembang Api" by Herwin Novianto. The researchers took the dialog from the netflix website. To obtain the data, this research uses the basic tapping technique. Data analysis in this research uses the referential padan method.
The results in this study found many forms of deixis used in the speech of the characters in the movie " Kembang Api". The most dominant form of deixis in this research is persona deixis because the characters are more likely to use it as a polite persona pronomina by paying attention to social factors in its use. The form of personal deixis that appears in this study is characterized by the lexemes ‘saya’, ‘aku’, ‘gue’, ‘kami’, ‘kita’, ‘kamu’, ‘anda’, ‘loe’, ‘mbak’, ‘mas’, ‘papah’, ‘bapak’, ‘dik’, ‘bang’, ‘kalian’, ‘dia’, ‘-nya’, ‘bapak ini’, ‘yang lain’, and ‘mereka’. Then, the form of time deixis that appears in this study is characterized by the lexemes ‘sore’, ‘hari ini’, ‘sekarang’, ‘lalu’, ‘dahulu’, ‘waktu itu’, ‘kemarin’, ‘tadi’, ‘sebentar’, ‘habis ini’, ‘besok’, and ‘nanti’. Finally, the form of place lexemes ‘sini’, ‘di sini’, ‘ke sini’, ‘di atas sana’, ‘ke sana’, ‘di luaran sana’, ‘di situ’, ‘dari mana’, ‘ke mana’, and ‘di mana’.
4146843558J1C019057Representasi Fesyen Era Taisho dalam Anime Kimetsu No YaibaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi fesyen pada era Taisho dalam anime “Kimetsu No Yaiba”. Fokus penelitian ini tertuju pada fungsi dan makna konotasi pada elemen gaya berpakaian era Taisho yang direpresentasikan melalui desain karakter dan kostum dalam anime tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan teori semiotika Roland Barthes. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa terdapat 13 tokoh dan 22 data yang terbagi dalam fungsi fesyen sebagai sarana komunikasi sebanyak 9 data, fungsi fesyen sebagai penanda kelas sosial sebanyak 11 data, dan fungsi fesyen sebagai identitas diri sebanyak 15 data. Kesimpulan dari analisis ini menegaskan bahwa fungsi fesyen dalam animasi ini tidak hanya bersifat dekoratif semata, tetapi juga memiliki peran signifikan dalam membentuk karakter dan mencerminkan konteks sosial serta sejarah yang kompleks. Representasi fesyen era Taisho dalam anime ini menjadi subjek yang menarik untuk dianalisis secara mendalam, karena dapat memberikan pemahaman tentang bagaimana seni visual anime mampu menjadi medium yang mempertahankan dan menginterpretasikan nilai-nilai budaya dari masa lalu. Anime Kimetsu No Yaiba merepresentasikan fesyen era Taisho, dimana pada era itu terdapat fesyen atau pakaian tradisional Jepang dan fesyen atau pakaian ala Barat yang mengakibatkan terjadinya akulturasi kebudayaan.This research is intended to analyze the representation of Taisho era fashion in the anime "Kimetsu No Yaiba". The focus of the research is on the function and connotation meaning of the elements of dress style in the Taisho period (1912-1926) in Japan represented through character and costume designs in the anime series. The method used in the research is descriptive qualitative with Roland Barthes semiotic theory approach. As a result of this research, the author found 13 figures and there were 22 data which were divided into the function of fashion as a means of communication with 9 data, the function of fashion as a marker of social class with 11 data, and the function of fashion as self-identity with 15 data. The conclusion of this analysis confirms that the function of fashion in this animation is not merely decorative, but also has a significant role in shaping characters and reflecting complex social and historical contexts. The representation of Taisho-era fashion in this anime is an interesting subject to analyze in depth, as it can provide an understanding of how anime visual art is able to be a medium that maintains and interprets cultural values from the past. The anime Kimetsu No Yaiba represents Taisho era fashion, where in that era there was traditional Japanese fashion or clothing and Western fashion or clothing which resulted in cultural acculturation.
4146943559J1D020014Penulisan Perempuan dan Budaya Perempuan pada Novel Jepun Negerinya Hiroko Karya Nh. Dini : Kajian GinokritikPenelitian ini berawal dari adanya doktrin yang bersifat patriarki bahwa secara budaya perempuan memiliki kedudukan lebih rendah dalam sistem konstruksi di masyarakat. Penelitian ini menggunakan kajian ginokritik sastra yang bertujuan (1) mendeskripsikan sumber kekuatan dan perpaduan perempuan; (2) mendeskripsikan ekspresi pengalaman perempuan; dan (3) mendeskripsikan pemaparan simbol-simbol perempuan yang terdapat pada novel Jepun Negerinya Hiroko karya Nh. Dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan aspek penulisan perempuan dan budaya perempuan dalam novel dengan metode analisis isi. Teknik baca dan catat digunakan untuk mengumpulkan data. Data dianalisis menggunakan teknik analisis Miles and Huberman. Kemudian, teknik keabsahan data dengan cara meningkatkan ketekunan dan menggunakan triangulasi teori. Hasil penelitian ditemukan 25 data yang terdiri atas 13 data sumber kekuatan dan perpaduan perempuan dalam hubungan persaudaraan antarperempuan (sisterhood and womanhood) dan hubungan kasih sayang ibu dan anak (motherhood), 5 data ekspresi pengalaman perempuan, serta 7 data pemaparan simbol-simbol perempuan. This research begins with the existence of a patriarchal doctrine that culturally women have a lower position in the construction system in society. This research uses a literary gynocritical study which aims to (1) describe the sources of women's strength and integration; (2) describe the expression of women's experiences; and (3) describe the presentation of female symbols found in the Novel Jepun Negerinya Hiroko by Nh. Dini. This qualitative descriptive research describes aspects of women's writing and women's culture in novels using content analysis methods. Reading and note-taking techniques were used to collect data. Data were analyzed using the Miles and Huberman analysis technique. Then, data validity techniques by increasing persistence and using theoretical triangulation. The results of the research found 25 data consisting of 13 data on sources of strength and the combination of women in sisterhood and womanhood and the relationship between mothers and children (motherhood), 5 data on expressions of women's experiences, and 7 data on exposure to women's symbols.
4147043560F1B020083PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PT PEGADAIAN CABANG CILACAPSebagai badan usaha milik negara, PT Pegadaian memiliki peran krusial dalam mendukung perekonomian masyarakat, terutama di tengah revolusi industri keempat dan kompleksitas tantangan masa depan Indonesia. Persaingan antar sektor semakin ketat, membutuhkan pelayanan yang efektif dan handal dari PT Pegadaian, yang terus melakukan terobosan dan inovasi. Oleh karena itu, evaluasi terhadap pelayanan pelanggan menjadi penting. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan Pegadaian Cabang Cilacap menggunakan teknik regresi ordinal tau. Dengan teknik pemilihan responden menggunakan probability sampling. Sebanyak seratus kuesioner disebar dan dianggap layak untuk analisis. Metode pengumpulan data melibatkan angket, dokumentasi, dan observasi, dengan validitas dan reliabilitas diuji menggunakan SPSS dan Cronbach’s Alpha.. dan analisis data dilakukan dengan IBM SPSS Statistics versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan Pegadaian Cabang Cilacap dinilai baik dengan hasil Kendal Tau c sebesar 0,931 menunjukan pengaruh antara kualitas pelayanan dengan kepuasan pelanggan memiliki hubungan positif yang sangat kuat. Hasil R Square menyatakan bahwa variabel kualitas layanan dapat menjelaskan 61% variabel kepuasan pelanggan, sementara sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kualitas layanan dengan kepuasan pelanggan, di mana semakin tinggi kualitas pelayanan, semakin meningkatkan kepuasan pelanggan berdasarkan hasil parameter estimate sebesar -40.519. As a state-owned enterprise, PT Pegadaian plays a crucial role in supporting the community's economy, especially amidst the fourth industrial revolution and the complexity of future challenges in Indonesia. The competition among sectors is intensifying, demanding effective and reliable services from PT Pegadaian, which continuously engages in breakthroughs and innovations. Therefore, the evaluation of customer services becomes imperative. This research aims to examine the impact of service quality on customer satisfaction at Pegadaian Branch Cilacap using the tau ordinal regression technique, with respondent selection employing probability sampling. One hundred questionnaires were distributed and deemed suitable for analysis. Data collection methods included surveys, documentation, and observation, with validity and reliability tested using SPSS and Cronbach's Alpha. Data analysis was performed using IBM SPSS Statistics version 23. The research findings indicate that the service quality of Pegadaian Branch Cilacap is rated as good, with a Kendall Tau c result of 0.931, demonstrating a very strong positive relationship between service quality and customer satisfaction. The R Square results state that the service quality variable can explain 61% of the customer satisfaction variable, while the remaining percentage is influenced by other variables. There is a positive and significant influence between service quality and customer satisfaction, where higher service quality leads to increased customer satisfaction based on the parameter estimate result of -40.519.
4147143561J1D020045PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA PADA MATERI AJAR MENCIPTAKAN PUISI KELAS VIII SMP/MTs Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah produk berupa perangkat pembelajaran berbasis multimedia. Perangkat pembelajaran ini dikemas dengan menyesuaikan jenjang dan materi ajar yaitu menciptakan puisi kelas VIII SMP/MTs. Masalah yang menjadi latar belakang dalam penelitian ini adalah perkembangan teknologi yang pesat dan berpengaruh pada beberapa bidang salah satunya pendidikan. Hal tersebut harus diimbangi dengan penggunaan perangkat pembelajaran yang lebih modern dan praktis salah satunya perangkat pembelajaran berbasis multimedia ini. Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian design and development (D&D) dengan model analysis, design, development, implementation, and evaluation (ADDIE). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil analisis kebutuhan siswa dan guru, kerangka konseptual produk, hasil validasi, hasil implementasi, dan respons siswa. Teknik pengumpulan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, observasi, angket, dan dokumen. Penelitian ini menggunakan analisis data campuran (mix methode). Berikut merupakan hasil penelitian pengembangan: (1) hasil analisis kebutuhan guru, dan siswa, (2) proses pengembangan produk dengan menggunakan aplikasi Canva, Powerpoint, Ispring Suite 11, dan Website 2 APK Builder, (3) hasil resposs siswa terhadap perangkat pembelajaran. Penggunaan perangkat pembelajaran berbasis multimedia mendapat respons yang sangat baik dari para ahli maupun siswa hal tersebut dibuktikan dari perolehan hasil validasi dan respons siswa terhadap perangkat yang sudah dikembangkan. Berdasarkan uraian tersebut perangkat pembelajaran berbasis multimedia dengan mengemas materi ajar menciptakan puisi layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran baik di kelas maupun di luar kelas.This research aims to develop a product in the form of multimedia-based learning tools. This learning tool is packaged by adjusting the level and teaching materials, namely for creating poetry in grade VIII SMP/MTs. The problem that is the background in this research is the rapid development of technology and affects several fields, one of which is education. This must be balanced with the use of more modern and practical learning devices, one of which is this multimedia-based learning device. This research uses a form of design and development (D&D) research with an analysis, design, development, implementation, and evaluation (ADDIE) model. The data used in this study are the results of analysis of student and teacher needs, product conceptual framework, validation results, implementation results, and student responses. The collection techniques in this study are interview, observation, questionnaire, and document techniques. This study used mixed data analysis (mix methode). The following are the results of development research: (1) the results of teacher and student needs analysis, (2) the product development process using Canva, Powerpoint, Ispring Suite 11 and Website 2 APK Builder applications, (3) the results of student responses to learning tools. The use of multimedia-based learning devices received a very good responses from experts and students, as evidenced by the acquisition of validation results and student responses to the devices that have been developed. Based on this description, multimedia-based learning tools by packaging teaching materials create poems suitable for use in learning activities both in class and outside the classroom.

4147245049L1A020071Distribusi, Komposisi, dan Kelimpahan Zooplankton di Perairan Muara Sungai Ijo, Kabupaten Kebumen, Jawa TengahMuara merupakan wilayah penting yang mempertemukan air tawar dan air laut. Muara Sungai Ijo di Kabupaten Kebumen adalah salah satu contoh muara yang rentan akan aktivitas manusia dan dapat mempengaruhi ekosistem akuatik, terutama distribusi, komposisi, dan kelimpahan zooplankton. Penelitian ini fokus pada distribusi, komposisi, dan kelimpahan zooplankton di muara ini serta hubungannya dengan faktor fisika-kimia perairan. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus dan Oktober 2022 dengan metode purposive sampling di enam stasiun berdasarkan faktor yang memengaruhi kelimpahan zooplankton. Hasil identifikasi menunjukan keberadaan 11 kelas zooplankton yang berbeda, dengan kelas Copepoda mendominasi sebanyak 9 spesies, diikuti Eurotatoria dan Oligotrichea masing-masing 3 spesies. Kelimpahan tertinggi H. subulata mencapai 54.41% pada Agustus, sedangkan P. diaptomus sebanyak 42.86% pada Oktober. Distribusi temporal dan spasial zooplankton menunjukkan puncak kelimpahan pada Agustus (185.611 ind/L) dan penurunan pada Oktober (38.214 ind/L), dengan stasiun 4 memiliki kelimpahan tertinggi (49.132 ind/L) dari keenam stasiun lainnya. Canonical Correlation Analysis (CCA) menunjukkan korelasi yang signifidikan antara kelimpahan zooplankton dan parameter fisika-kimia perairan, terutama pada bulan Agustus dan Oktober, di mana variabel seperti fosfat, BOD, DO, suhu, salinitas, dan nitrat mempengaruhi distribusi zooplankton secara berbeda.
An estuary is a crucial area where freshwater and seawater meet. The Ijo River Estuary in Kebumen Regency is an example of an estuary vulnerable to human activities that can impact the aquatic ecosystem, particularly the distribution, composition, and abundance of zooplankton. This study focuses on the distribution, composition, and abundance of zooplankton in this estuary and its relationship with the physicochemical factors of the water. Conducted in August and October 2022 using purposive sampling at six stations based on factors affecting zooplankton abundance. The results identified the presence of 11 different zooplankton classes, with Copepoda dominating with 9 species, followed by Eurotatoria and Oligotrichea with 3 species each. The highest abundance of H. subulata reached 54.41% in August, while P. diaptomus was 42.86% in October. The temporal and spatial distribution of zooplankton showed a peak in abundance in August (185,611 ind/L) and a decline in October (38,214 ind/L), with station 4 having the highest abundance (49,132 ind/L) among the six stations. Canonical Correlation Analysis (CCA) indicated a significant correlation between zooplankton abundance and the physicochemical parameters of the water, particularly in August and October, where variables such as phosphate, BOD, DO, temperature, salinity, and nitrate differently influenced the distribution of zooplankton.
4147343562E1A020027PERMOHONAN DISPENSASI KAWIN DI BAWAH UMUR (Tinjauan Yuridis Penetapan Pengadilan Agama Purwokerto Nomor 223/Pdt.P/2023/PA.Pwt)Permohonan dispensasi kawin dibawah umur menjadi paradigma yang hidup dimasyarakat. Fenomena ini terjadi akibat adanya pengecualian batas usia kawin dalam Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Atas Perubahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan yang memperbaharui aturan sebelumnya yang menyatakan bahwa batas usia perkawinan dapat dilangsungkan apabila Pria berusia 19 tahun dan Wanita berusia 16 tahun. Perubahan batas minimal usia perkawinan ini diuji melalui permohonan uji materiil Pasal 7 ayat (1) di Mahkamah Konstitusi melalui putusan Nomor 22/PUU/XV/2017 sebagai Upaya pencegahan perkawinan usia dini di Indonesia.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan permohonan dispensasi kawin dibawah umur serta akibat hukum perkawinan di bawah umur yakni anak yang sudah menikah maka sudah dianggap dewasa dan cakap melakukan perbuatan hukum. Tipe penelitian adalah yuridis normatif. Spesifikasi penelitian preskriptif analitis. Data yang digunakan adalah data sekunder. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif.
Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa Hakim dalam pertimbangannya mendasarkan pada Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, Pendekatan Maslahah Mursalah serta berpedoman dengan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 5 Tahun 2019 Tentang Pedoman Mengadili Permohonan Dispensasi Nikah. Menurut penulis Hakim dalam penetapanya mengabulkan permohonan dispensasi kawin karena memperhatikan kemaslahatan yang hendak dicapai serta hakim dapat mempertimbangkan secara komprehensif pada Pasal 10 ayat (4), Pasal 12 dan Pasal 16 PERMA Nomor 5 Tahun 2019.
Kata Kunci: Perkawinan, Dispensasi kawin, Dibawah Umur.
Application for dispensation for underage marriage is a paradigm that lives in the community. This phenomenon occurs due to the exception of the marriage age limit in Article 7 paragraph (2) of Law Number 16 of 2019 on Amendments to Law Number 1 of 1974 concerning Marriage which updates the previous regulation which states that the age limit for marriage can be held if the man is 19 years old and the woman is 16 years old. This change in the minimum age of marriage was tested through an application for a judicial review of Article 7 paragraph (1) in the Constitutional Court through decision Number 22/PUU/XV/2017 as an effort to prevent early marriage in Indonesia.
The problem in this study is how the legal considerations of judges in granting applications for dispensation of underage marriage and the legal consequences of underage marriage, namely children who have married, are considered adults and capable of carrying out legal acts. The type of research is normative juridical. Analytical prescriptive research specifications. The data used is secondary data. The data obtained is then processed and analyzed using qualitative normative methods.
The results of the research and discussion show that the Judge in his consideration is based on Article 7 paragraph (2) of Law Number 16 of 2019 concerning Amendments to Law Number 1 of 1974 concerning Marriage, the Maslahah Mursalah Approach and is guided by Supreme Court Regulation Number 5 of 2019 concerning Guidelines for Adjudicating Marriage Dispensation Applications. According to the author, the judge in his decision granted the application for dispensation of marriage because he took into account the benefits to be achieved and the judge could comprehensively consider Article 10 paragraph (4), Article 12 and Article 16 of PERMA Number 5 of 2019.

4147443564F1C017004ANALISIS FRAMING KONTEN VIDEO MR. KECE OPINI ID TERKAIT PELANGGARAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 OLEH TOKOH PUBLIKMelalui video berjudul “RAFFI AHMAD, ANYA GERALDINE, ONCE, AHOK (Biar SEO-nya Bagus)” Mr. KeCe dan redaksi Opini.Id berusaha menonjolkan dua kasus pelanggaran protokol kesehatan COVID-19. Kasus pertama yaitu membludaknya pengunjung Waterboom Lippo Cikarang. Kasus kedua yaitu adanya pesta ulang tahun yang melanggar protokol kesehatan dan dihadiri oleh Raffi Ahmad seusai mendapatkan vaksin pertama bersama Presiden Indonesia. Penelitian ini disusun dengan tujuan untuk melihat dan menganalisis konstruksi bingkai yang dibangun dalam video Mr. KeCe terkait kasus pelanggaran protokol kesehatan COVID-19 yang dilakukan oleh tokoh publik melalui perspektif analisis framing Robert N Entman. Berdasarkan analisis framing yang dilakukan pada video tersebut, diketahui bahwa Mr. KeCe melakukan pembingkaian isu bahwa Raffi Ahmad selaku tokoh publik melanggar protokol kesehatan. Penyebab permasalahan pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi terdiri dari masyarakat yang tidak menahan hasrat berlibur, artis sebagai contoh perilaku masyarakat justru melanggar protokol kesehatan, pengelola tempat wisata yang kurang tegas melaksanakan protokol kesehatan, serta Pemerintah Indonesia yang kurang serius dalam menangani pandemi Covid-19. Redaksi Opini.Id memberikan rekomendasi artis selaku tokoh publik bersamaan dengan masyarakat umum kembali memperkuat pelaksanaan protokol kesehatan bersama-sama memerangi COVID-19. Selain itu masyarakat dimohon untuk menahan keinginan untuk berlibur hingga pandemi dinyatakan selesai. Pemerintah Indonesia disarankan untuk meningkatkan keseriusan melalui pembentukan regulasi dan pelaksanaannya untuk menjamin keselamatan masyarakat Indonesia. Through a video entitled "RAFFI AHMAD, ANYA GERALDINE, ONCE, AHOK (Biar SEO-nya Bagus)" Mr KeCe and the editors of Opini.Id tried to highlight two cases of violations of the COVID-19 health protocol. The first case was the viral surge in visitors to Waterboom Lippo Cikarang. The second case was a birthday party that violated health protocols and was attended by Raffi Ahmad after receiving the first vaccine with the President of Indonesia. This research was prepared with the aim of viewing and analyzing the frame construction built in Mr KeCe's video regarding cases of violations of the COVID-19 health protocol committed by public figures through the perspective of Robert N Entman's framing analysis. Based on the framing analysis carried out on the video, it is known that Mr KeCe framed the issue that Raffi Ahmad as a public figure violated health protocols. The causes of health protocol violations that occur consist of people not holding back their desire to go on holiday, artists as an example of people's behavior who actually violate health protocols, tourist attraction managers who are less strict in implementing health protocols, and the Indonesian government which is not serious enough in handling the Covid-19 pandemic. The editors of Opini.Id provide recommendations for artists as public figures together with the general public to strengthen the implementation of health protocols together to fight COVID-19. Apart from that, people are asked to hold back the desire to go on holiday until the pandemic is declared over. The Indonesian government is advised to increase seriousness through the formation of regulations and their implementation to ensure the safety of the Indonesian people.
4147543565J0B020018Video Virtual Tour Wisata Edukasi ‘Discover YIA’ Berbahasa Mandarin dengan Teknik Voice Over Sebagai Upaya Meningkatkan Pelayanan Bandara Internasional Yogyakarta.Laporan praktik kerja ini berjudul “Video Virtual Tour Wisata Edukasi ‘Discover YIA’ Berbahasa Mandarin dengan Teknik Voice Over Sebagai Upaya Meningkatkan Pelayanan Bandara Internasional Yogyakarta.”. Kegiatan praktik kerja lapangan ini dilakukan di PT Angkasa Pura I (persero) cabang Bandara Internasional Yogyakarta. Kegiatan praktik kerja ini berlangsung pada 1 Oktober 2022 sampai dengan 31 Maret 2023. Latar belakang penulis mengikuti kegiatan praktik kerja ini adalah belum tersedianya peranan tenaga customer service yang belum memiliki dasar pendidikan berbahasa Mandarin dalam memberikan pelayanan informasi penerbangan. Tujuan lain penulis dalam mengikuti praktik kerja ini adalah menyediakan media promosi berupa video tentang pengenalan program ‘Airport Educational Tour Discover YIA’ yaitu wisata edukasi menjelajahi Bandara Internasional Yogyakarta. Metode yang digunakan penulis dalam menghasilkan video adalah metode penerjemahan komunikatif untuk menekankan isi pesan/informasi dan makna kontekstual secara tepat dengan memperhatikan prinsip-prinsip komunikasi. Pada metode pengumpulan data, penulis menggunakan metode observasi partisipasi, wawancara, dokumentasi dan jelajah internet. Hasil dari praktik kerja ini adalah berupa video virtual tour berbahasa Mandarin yang akan diposting ke media sosial Tiongkok yaitu Weibo. Penulis berharap laporan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi perusahaan dan seluruh pihak yang membutuhkan.

摘要

这份实习报告报告的标题是“视频虚拟旅游教育之旅 'Discover YIA’ 汉语与语音技术作为改善日惹国际机场服务的努力”。 本次实习在Angkasa Pura I (Persero) 日惹国际机场分公司进行。 本次实习时间为2022年10月1日到2023年3月31日。笔者参加本次工作实习的背景是,没有基础普通话教育的客服人员无法胜任提供航班信息服务的工作。 作者遵循这项工作实践的另一个目的是,以视频的形式提供宣传媒体,介绍 “ Airport Educational Tour Discover YIA",即探索日惹国际机场的教育之旅。 作者在制作视频时使用的方法是交际翻译方法,注重交际原则,适当强调消息/信息的内容和上下文含义。 在资料收集方法上,作者采用了参与观察、访谈、文献记录和网络浏览等方法。 这项工作实践的成果是一个汉语虚拟旅游视频,该视频将发布在中国社交媒体微博上。 笔者希望这份活动报告能够对公司及各有需要的各方有所帮助。
关键词:客户服务、旅游、微博社交媒体、视频虚拟旅游、教育旅游。

4147643566J0B020031Video Promosi Kebun Raya Baturraden Berbahasa Mandarin Dalam Media Sosial TikTok Dengan Teknik Voice OverPenelitian ini melalui observasi yang dilakukan di Kebun Raya Baturraden pada bulan Oktober 2022 hingga bulan April 2023. Penelitian ini memiliki dua tujuan, yang pertama yaitu menganalisis pengaruh ketersediaan media promosi berbahasa asing dengan kualitas pelayanan suatu destinasi wisata dan kedua adalah metode apa yang sesuai untuk membuat sebuah media promosi berba-hasa asing. Minimnya informasi mengenai objek wisata Kebun Raya Baturraden menggunakan bahasa Mandarin menyebabkan tidak maksimalnya pelayanan terhadap wisatawan asing khu-susnya wisatawan asing berbahasa Mandarin. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi, metode studi pustaka, dan metode dokumentasi. Dalam proses penerjemahan, penulis menggunakan metode penerjemahan komunikatif Penulis juga menggunakan teknik voice over dalam penyampaian hasil terjemahan dan diunggah pada media sosial TikTok milik Kebun Raya Baturraden. Hasil dari penelitian ini adalah video promosi berbahasa Mandarin dengan teknik voice over yang dapat memberikan informasi tentang Kebun Raya Baturraden bagi para wisatawan asing berbahasa Mandarin, agar dapat memperoleh informasi tentang objek wisata Kebun Raya Baturraden.This research is based on observations carried out at the Baturraden Botanical Gardens from Oc-tober 2022 to April 2023. This research has two objectives, the first is to analyze the influence of the availability of foreign language promotional media on the service quality of a tourist destination and the second is what methods are suitable for creating a foreign language promotional media. The lack of information regarding the tourist attraction of the Baturraden Botanical Gardens using Mandarin means that service to foreign tourists, especially foreign tourists who speak Mandarin, is not op-timal. The data collection methods used are observation methods, literature study methods, and documentation methods. In the translation process, the author uses the communicative translation method. The author also uses the voice over technique in delivering the translation results and uploading them to the Baturraden Botanical Garden's TikTok social media. The result of this re-search is a promotional video in Mandarin with a voice over technique that can provide infor-mation about the Baturraden Botanical Gardens for foreign tourists who speak Mandarin, so they can obtain information about the tourist attraction of the Baturraden Botanical Gardens.
4147743567J0A020049Translating an Ecotourism Booklet ‘Pesona Banyumas of Dinas, Pemuda, Olahraga, Budaya, and Pariwisata Banyumas from Indonesian into EnglishLaporan praktik kerja ini berjudul " Translating an Ecotourism Booklet ‘Pesona Banyumas’ of Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, and Pariwisata Banyumas from Indonesian into English” Kegiatan praktik kerja ini dilaksanakan pada tanggal 5 Juni sampai dengan 5 Juli 2023 dengan tujuan untuk menerjemahkan booklet “Pesona Banyumas” dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris, menjelaskan proses dan teknik dalam penerjemahan.
Metode yang digunakan dalam praktik kerja adalah observation dan literature study. Pada metode observation yang dilakukan adalah penulis melakukan observasi langsung ke Dinas Pemuda, Olah Raga, dan Pariwisata Kabupaten Banyumas. Selanjutnya, yang dilakukan dalam metode literature study adalah mencari sumber literatur dapat diperoleh dari buku, jurnal, dan hasil penelitian.
Kendala yang ditemukan dalam kegiatan praktik kerja antara lain kesulitan dalam menemukan pilihan kata dalam bahasa sasaran. Kendala berikutnya adalah kurangnya penguasaan materi terjemahan oleh penulis bahasa sasaran dan kurangnya pemahaman kosakata bahasa sumber. Namun kendala tersebut dapat diatasi dengan beberapa solusi yaitu, Solusinya adalah dengan menggunakan kamus elektronik seperti serta Internet untuk menemukan istilah-istilah yang familiar. Solusi lainnya adalah dengan menggunakan kamus manual untuk mencari padanan kata yang kurang familiar. Solusi selanjutnya adalah bertanya kepada supervisor atau korektor ketika penulis masih kesulitan menemukan padanan yang tepat. Solusi terakhir adalah memahami isi dan maksud informasi yang terkandung dalam teks bahasa sumber.
This job training report is entitled "Translating the Ecotourism Book 'Pesona Banyumas' of the Banyumas Youth, Sports, Culture and Tourism Service from Indonesian to English." This job training activity was carried out from 5 June to 5 July 2023 with the aim of translating the booklet " Pesona Banyumas” from Indonesian to English, explaining the process and techniques in translation.
The methods used in job training are observation and literature study. The observation method used was that the author made direct observations at the Banyumas Regency Youth, Sports and Tourism Department. Next, what is done in the literature study method is to look for literature sources that can be obtained from books, journals, and research results.
Obstacles found in job training activities include other difficulties in finding word choices in the target language. The next obstacle is the writer's lack of mastery of the translated material in the target language and a lack of understanding of the source language. However, this obstacle can be overcomed with several solutions, namely, the solution is to use an electronic dictionary such as the internet to find familiar terms. Another solution is to use a manual dictionary to look for equivalent words that are less familiar. The next solution is to ask the supervisor or proofreader when the writer still has difficulty finding the right match. The final solution is to understand the content and purpose of the information contained in the source language text.

4147843568A1C019096Aplikasi Pengendali Greenhouse dengan Cooling pad untuk Produksi Bawang Daun Sistem NFTPenelitian dilaksanakan pada bulan September 2023 hingga November 2023 di Greenhouse Experimental Farm (Greenhouse Otomatisasi tipe piggy back) ukuran 8x6x3 m dengan ketinggian lokasi ±102,48 mdpl dan Laboratorium Teknik Pengelolaan dan Pengendalian Bio-Lingkungan (TPPBL) Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Bibit tanaman menggunakan bibit bawang daun varietas Fragnant. Parameter yang diukur meliputi data iklim mikro (suhu, kelembaban, intensitas cahaya) dan data pertumbuhan tanaman bawang daun (tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah, bobot kering). Pengambilan data iklim mikro dilakukan di dalam dan luar greenhouse serta di sekitar tanaman pada pukul 07.00, 13.00, dan 16.00 sedangkan data pertumbuhan tanaman diamati setiap 1 minggu sekali. Data iklim mikro dianalisis menggunakan software Surfer untuk diproyeksikan sebarannya dengan metode krigging dan data pertumbuhan tanaman diolah menggunakan Microsoft Excel untuk analisis grafik. Aplikasi pengendalian greenhouse dengan cooling pad menciptakan respon suhu udara pada greenhouse dan sekitar tanaman terdistribusi dengan baik. Suhu udara di dalam greenhouse mencapai 30-34ºC sedangkan suhu udara di sekitar tanaman mencapai 29-32ºC. Kelembaban ruang berkisar 60-80% dan intensitas cahaya berkisar 3500-5500 lux. Pertumbuhan bawang daun yang ditanam selama 35 hst dengan sistem NFT dan aplikasi cooling pad menghasilkan pertumbuhan yang baik dengan tinggi tanaman mencapai rata-rata 42,40 cm, jumlah daun 9,8 helai/tanaman, rata-rata bobot basah 23,10 g/tanaman, dan rata-rata bobot kering 3,98 g/tanaman. The research was carried out from September 2023 to November 2023 in the Greenhouse Experimental Farm (piggy back type automated greenhouse) measuring 8x6x3 m with a location height of ±102.48 meters above sea level and the Agricultural Technology Bio-Environmental Management and Control Engineering Laboratory (TPPBL), Faculty of Agriculture, University General Sudirman. Plant seeds using Fragnant variety leek seeds. The parameters measured include microclimate data (temperature, humidity, light intensity) and leek plant growth data (plant height, number of leaves, wet weight, dry weight). Microclimate data was collected inside and outside the greenhouse and around the plants at 07.00, 13.00 and 16.00, while plant growth data was observed once a week. Microclimate data was analyzed using Surfer software to project its distribution using the krigging method and plant growth data was processed using Microsoft Excel for graphic analysis. The application of greenhouse control with a cooling pad creates a well-distributed air temperature response in the greenhouse and around the plants. The air temperature in the greenhouse reaches 30-34ºC while the air temperature around the plants reaches 29-32ºC. Room humidity ranges from 60-80% and light intensity ranges from 3500-5500 lux. The growth of spring onions planted for 35 days after planting using the NFT system and cooling pad application resulted in good growth with an average plant height of 42.40 cm, number of leaves 9.8/plant, average wet weight 23.10 g/ plants, and the average dry weight was 3.98 g/plant.
4147943569I1A020018FAKTOR PRESDIPOSISI YANG BERPENGARUH TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN TUBERKULOSIS PADA PEKERJA PEMBUAT RAMBUT PALSU CV. BINTANG REMA UTAMALatar Belakang : Pekerja pembuat rambut palsu di CV Bintang Rema Utama
terletak di Desa Karangnangka dengan angka tuberkulosis tertinggi di Kecamatan
Kedungbanteng. Pekerja dapat berisiko tertular tuberkulosis di wilayah kerja
karena berdampingan dengan masyarakat di Desa Karangnangka. Tujuan
penelitian mengetahui faktor presdiposisi yang mempengaruhi perilaku
pencegahan penularan tuberkulosis pada pekerja pembuat rambut palsu CV.
Bintang Rema Utama.
Metode Penelitian : Penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain penelitiaan
cross-sectional. Populasi penelitian pekerja pembuat rambut palsu bagian
produksi dengan sampel penelitian berjumlah 110 pekerja menggunakan
purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara dengan
kuisioner dan observasi dengan lembar checklist. Analisis data univariat, bivariat,
dan multivariat menggunakan uji chi-square dan regresi logistik.
Hasil Penelitian : Adanya pengaruh perilaku pencegahan penularan tuberkulosis
yang signifikan yaitu persepsi (p-value=0,005), pengetahuan (p-value=0,020),
motivasi (p-value=0,003), dan usia (p-value=0,046). Variabel paling berpengaruh
adalah persepsi dengan nilai OR = 3,800.
Kesimpulan : Variabel yang berpengaruh terhadap perilaku pencegahan
penularan tuberkulosis adalah persepsi dengan nilai OR = 3,800, artinya pekerja
dengan persepsi buruk cenderung 3,8 kali lebih tinggi melakukan pencegahan
penularan tuberkulosis buruk dibandingkan pekerja dengan persepsi baik. Pekerja
mencari dan memahami informasi pencegahan tuberkulosis, saling memotivasi
dan menjaga produktivitas kerja dengan pencegahan tertular tuberkulosis.
Background : Wig-making workers at CV Bintang Rema Utama located in
Karangnangka Village with the highest tuberculosis rate in Kedungbanteng Sub-
district. Workers can be at risk of contracting tuberculosis in the work area
because they are side by side with the community in Karangnangka Village. The
purpose of this study was to determine the precipitating factors that influence the
prevention of tuberculosis transmission behavior among workers making wigs at
CV Bintang Rema Utama.
Methods : Quantitative descriptive research with cross-sectional research design.
The study population was fake hair production workers with a research sample of
110 workers using purposive sampling. Data collection used interviews with
questionnaires and observations with checklist sheets. Univariate, bivariate, and
multivariate data analysis using the chi-square test and logistic regression.
Results : There is a significant influence of tuberculosis transmission prevention
behavior, namely perception (p-value=0.005), knowledge (p-value=0.020),
motivation (p-value=0.003), and age (p-value=0.046). The most influential
variable was perception with OR = 3.800
Conclusion : The variable that influences the prevention of tuberculosis
transmission behavior is perception with an OR value = 3.800, which means that
workers with poor perceptions tend to prevent tuberculosis transmission 3.8 times
worse than workers with good perceptions.
Workers seek and understand tuberculosis prevention information, motivate each
other and maintain work productivity by preventing contracting tuberculosis.
4148043571I1A020069FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA KADER YAYASAN MENTARI SEHAT INDONESIA DALAM PENEMUAN KASUS TUBERKULOSIS (TB)
DI KABUPATEN BANYUMAS
Latar Belakang : Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penemuan pasien TB merupakan langkah pertama dalam kegiatan tatalaksana pasien TB. Dengan penemuan kasus TB Peningkatan cakupan pelayanan dan pengobatan TB dapat dioptimalkan. Kinerja kader yang efektif dan maksimal dalam upaya penemuan kasus TB dapat meningkatkan angka rata-rata penyembuhan penyakit TB hingga 80%. kinerja dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu faktor individu, psikologi dan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja kader Yayasan MSI dalam penemuan kasus TB di Kabupaten Banyumas.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini 70 kader Yayasan MSI di Kabupaten Banyumas. Sampel penelitian ini yaitu seluruh kader Yayasan MSI di Kabupaten Banyumas yang berjumlah 70 orang. Analisis data menggunakan Uji Chi Square.
Hasil Penelitian : Variabel yang berhubungan dengan kinerja kader Yayasan MSI dalam penemuan kasus TB di Kabupaten Banyumas yaitu sikap dengan p-value 0,017.
Kesimpulan dan saran : Variabel yang berhubungan dengan kinerja kader yaitu sikap dengan p-value 0,017. Kader disarankan lebih proaktif dalam mengikuti pelatihan dan sosialisasi yang diberikan oleh Yayasan MSI.
Kata Kunci : Kader, Tuberkulosis, Kinerja, Penemuan kasus
Background: Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by infection of Mycobacterium Tuberculosis. TB patient discovery is the first step in TB patient management activities. By finding TB cases, the coverage of TB services and treatment can be optimized. The effective and maximum cadre performance in TB case finding efforts can increase the average rate of TB disease cure up to 80%. Performance is influenced by three factors, namely individual, psychological, and organizational factors. This study aims to determine the factors related to performance of MSI cadres in TB case finding in Banyumas Regency.
Method: This study is a quantitative study with cross sectional approach. The population in this study involved 70 cadres of MSI in Banyumas Regency. The sample in this study is all cadres of the MSI in Banyumas Regency. Data analysis used the Chi Square Test.
Result and Discussion: Variable related to the performance of MSI Foundation cadres in TB case finding is work behavior with p-value 0,017.
Conclusion and suggestion : Variable related to the cadre performance is the work behavior with p-value 0,017. Cadres are suggested to more proactive in participating on training and socialization bye the MSI Foundation.
Keywords: Cadre, Tuberculosis, Performance, Case Finding