Artikel Ilmiah : J1D020050 a.n. NABILA ELSA WIDYA PANGGALIH

Kembali Update Delete

NIMJ1D020050
NamamhsNABILA ELSA WIDYA PANGGALIH
Judul ArtikelDeiksis Pada Film "Kembang Api" Karya Herwin Novianto
Abstrak (Bhs. Indonesia)Panggalih, Nabila Elsa Widya. 2024. Deiksis pada Film “Kembang Api” Karya Herwin Novianto. Skripsi: Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman.

Deiksis merupakan kata penunjukkan yang dituturkan secara langsung dengan memperhatikan konteks. Tanpa disadari dalam kehidupan sehari-hari deiksis sering ditemukan baik secara tulis maupun lisan. Deiksis dapat ditemui dalam karya sastra berupa film. Penelitian ini meneliti penggunaan deiksis pada film “Kembang Api” karya Herwin Novianto. Peneliti merumuskan masalah untuk mencari bentuk-bentuk dan fungsi deiksis yang ada pada film “Kembang Api” karya Herwin Novianto. Atas dasar rumusan masalah tersebut, penelitian ini memiliki tujuan untuk mendkripsikan bentuk-bentuk dan fungsi deiksis pada film “Kembang Api” karya Herwin Novianto. Diharapkan dalam penelitian ini mengandung manfaat bagi peneliti dan orang lain untuk mengembangkan ilmu linguistik, khususnya pada bidang pragmatik yang membahas mengenai deiksis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah dialog film “Kembang Api” karya Herwin Novianto, yang peneliti ambil dari situs netflix. Untuk memperoleh data, penelitian ini menggunakan teknik dasar sadap. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode padan referensial.
Hasil dalam penelitian ini banyak ditemukan bentuk deiksis yang digunakan dalam tuturan tokoh pada film “Kembang Api”. Bentuk deiksis yang paling dominan pada penelitian ini adalah deiksis persona karena tokoh lebih cenderung menggunakannya sebagai pronomina persona yang santun dengan memperhatikan faktor sosial dalam penggunaannya. Bentuk deiksis persona yang muncul dalam penelitian ini ditandai dengan leksem saya, aku, gue, kami, kita, kamu, anda, loe, mbak, mas, papah, bapak, dik, bang, kalian, dia, -nya, bapak ini, yang lain, dan mereka. Kemudian bentuk deiksis waktu yang muncul pada penelitian ini ditandai dengan leksem sore, hari ini, sekarang, lalu, dahulu, waktu itu, kemarin, tadi, sebentar, habis ini, besok, dan nanti. Terakhir bentuk deiksis tempat pada penelitian ini terdapat leksem sini, di sini, ke sini, di atas sana, ke sana, di luaran sana, di situ, dari mana, ke mana, dan di mana.
Abtrak (Bhs. Inggris)Panggalih, Nabila Elsa Widya. 2024. Deixis in the movie "Fireworks" by Herwin Novianto. Thesis: Indonesian Language Education Program, Faculty of Humanities, Universitas Jenderal Soedirman.

Deixis is an indicative word that is spoken directly by paying attention to the context. Without realizing it in everyday life, deixis is often found in both written and spoken language. Deixis can be found in literary works such as movies. This research examines the use of deixis in the movie "Kembang Api" by Herwin Novianto. The researcher formulates the problem to find the forms and functions of deixis in the movie "Kembang Api" by Herwin Novianto. Based on the formulation of the problem, this study aims to describe the forms and functions of deixis in the movie "Kembang Api" by Herwin Novianto. It is hoped that this research will benefit researchers and other people to develop linguistics, especially in the field of pragmatics which discusses deixis. This research uses descriptive method with qualitative approach. The data source in this research is the dialog of the movie "Kembang Api" by Herwin Novianto. The researchers took the dialog from the netflix website. To obtain the data, this research uses the basic tapping technique. Data analysis in this research uses the referential padan method.
The results in this study found many forms of deixis used in the speech of the characters in the movie " Kembang Api". The most dominant form of deixis in this research is persona deixis because the characters are more likely to use it as a polite persona pronomina by paying attention to social factors in its use. The form of personal deixis that appears in this study is characterized by the lexemes ‘saya’, ‘aku’, ‘gue’, ‘kami’, ‘kita’, ‘kamu’, ‘anda’, ‘loe’, ‘mbak’, ‘mas’, ‘papah’, ‘bapak’, ‘dik’, ‘bang’, ‘kalian’, ‘dia’, ‘-nya’, ‘bapak ini’, ‘yang lain’, and ‘mereka’. Then, the form of time deixis that appears in this study is characterized by the lexemes ‘sore’, ‘hari ini’, ‘sekarang’, ‘lalu’, ‘dahulu’, ‘waktu itu’, ‘kemarin’, ‘tadi’, ‘sebentar’, ‘habis ini’, ‘besok’, and ‘nanti’. Finally, the form of place lexemes ‘sini’, ‘di sini’, ‘ke sini’, ‘di atas sana’, ‘ke sana’, ‘di luaran sana’, ‘di situ’, ‘dari mana’, ‘ke mana’, and ‘di mana’.
Kata kuncideiksis, deiksis persona, deiksis waktu, deiksis tempat, pragmatik.
Pembimbing 1Dra. Dyah Wijayawati, M.Pd.
Pembimbing 2Vera Krisnawati, M.Pd.
Pembimbing 3-
Tahun2024
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2024-02-07 23:18:52.151443
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.