Home
Login.
Artikelilmiahs
45049
Update
ATHIF IZZUDDIN
NIM
Judul Artikel
Distribusi, Komposisi, dan Kelimpahan Zooplankton di Perairan Muara Sungai Ijo, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Muara merupakan wilayah penting yang mempertemukan air tawar dan air laut. Muara Sungai Ijo di Kabupaten Kebumen adalah salah satu contoh muara yang rentan akan aktivitas manusia dan dapat mempengaruhi ekosistem akuatik, terutama distribusi, komposisi, dan kelimpahan zooplankton. Penelitian ini fokus pada distribusi, komposisi, dan kelimpahan zooplankton di muara ini serta hubungannya dengan faktor fisika-kimia perairan. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus dan Oktober 2022 dengan metode purposive sampling di enam stasiun berdasarkan faktor yang memengaruhi kelimpahan zooplankton. Hasil identifikasi menunjukan keberadaan 11 kelas zooplankton yang berbeda, dengan kelas Copepoda mendominasi sebanyak 9 spesies, diikuti Eurotatoria dan Oligotrichea masing-masing 3 spesies. Kelimpahan tertinggi H. subulata mencapai 54.41% pada Agustus, sedangkan P. diaptomus sebanyak 42.86% pada Oktober. Distribusi temporal dan spasial zooplankton menunjukkan puncak kelimpahan pada Agustus (185.611 ind/L) dan penurunan pada Oktober (38.214 ind/L), dengan stasiun 4 memiliki kelimpahan tertinggi (49.132 ind/L) dari keenam stasiun lainnya. Canonical Correlation Analysis (CCA) menunjukkan korelasi yang signifidikan antara kelimpahan zooplankton dan parameter fisika-kimia perairan, terutama pada bulan Agustus dan Oktober, di mana variabel seperti fosfat, BOD, DO, suhu, salinitas, dan nitrat mempengaruhi distribusi zooplankton secara berbeda.
Abtrak (Bhs. Inggris)
An estuary is a crucial area where freshwater and seawater meet. The Ijo River Estuary in Kebumen Regency is an example of an estuary vulnerable to human activities that can impact the aquatic ecosystem, particularly the distribution, composition, and abundance of zooplankton. This study focuses on the distribution, composition, and abundance of zooplankton in this estuary and its relationship with the physicochemical factors of the water. Conducted in August and October 2022 using purposive sampling at six stations based on factors affecting zooplankton abundance. The results identified the presence of 11 different zooplankton classes, with Copepoda dominating with 9 species, followed by Eurotatoria and Oligotrichea with 3 species each. The highest abundance of H. subulata reached 54.41% in August, while P. diaptomus was 42.86% in October. The temporal and spatial distribution of zooplankton showed a peak in abundance in August (185,611 ind/L) and a decline in October (38,214 ind/L), with station 4 having the highest abundance (49,132 ind/L) among the six stations. Canonical Correlation Analysis (CCA) indicated a significant correlation between zooplankton abundance and the physicochemical parameters of the water, particularly in August and October, where variables such as phosphate, BOD, DO, temperature, salinity, and nitrate differently influenced the distribution of zooplankton.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save