Home
Login.
Artikelilmiahs
43558
Update
NAZTA QUEENSYAFIQAH
NIM
Judul Artikel
Representasi Fesyen Era Taisho dalam Anime Kimetsu No Yaiba
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi fesyen pada era Taisho dalam anime “Kimetsu No Yaiba”. Fokus penelitian ini tertuju pada fungsi dan makna konotasi pada elemen gaya berpakaian era Taisho yang direpresentasikan melalui desain karakter dan kostum dalam anime tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan teori semiotika Roland Barthes. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa terdapat 13 tokoh dan 22 data yang terbagi dalam fungsi fesyen sebagai sarana komunikasi sebanyak 9 data, fungsi fesyen sebagai penanda kelas sosial sebanyak 11 data, dan fungsi fesyen sebagai identitas diri sebanyak 15 data. Kesimpulan dari analisis ini menegaskan bahwa fungsi fesyen dalam animasi ini tidak hanya bersifat dekoratif semata, tetapi juga memiliki peran signifikan dalam membentuk karakter dan mencerminkan konteks sosial serta sejarah yang kompleks. Representasi fesyen era Taisho dalam anime ini menjadi subjek yang menarik untuk dianalisis secara mendalam, karena dapat memberikan pemahaman tentang bagaimana seni visual anime mampu menjadi medium yang mempertahankan dan menginterpretasikan nilai-nilai budaya dari masa lalu. Anime Kimetsu No Yaiba merepresentasikan fesyen era Taisho, dimana pada era itu terdapat fesyen atau pakaian tradisional Jepang dan fesyen atau pakaian ala Barat yang mengakibatkan terjadinya akulturasi kebudayaan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research is intended to analyze the representation of Taisho era fashion in the anime "Kimetsu No Yaiba". The focus of the research is on the function and connotation meaning of the elements of dress style in the Taisho period (1912-1926) in Japan represented through character and costume designs in the anime series. The method used in the research is descriptive qualitative with Roland Barthes semiotic theory approach. As a result of this research, the author found 13 figures and there were 22 data which were divided into the function of fashion as a means of communication with 9 data, the function of fashion as a marker of social class with 11 data, and the function of fashion as self-identity with 15 data. The conclusion of this analysis confirms that the function of fashion in this animation is not merely decorative, but also has a significant role in shaping characters and reflecting complex social and historical contexts. The representation of Taisho-era fashion in this anime is an interesting subject to analyze in depth, as it can provide an understanding of how anime visual art is able to be a medium that maintains and interprets cultural values from the past. The anime Kimetsu No Yaiba represents Taisho era fashion, where in that era there was traditional Japanese fashion or clothing and Western fashion or clothing which resulted in cultural acculturation.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save