Artikelilmiahs
Menampilkan 41.421-41.440 dari 48.871 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 41421 | 43521 | F1A020022 | HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DAN SOSIALISASI DENGAN TEMAN SEBAYA DENGAN KONSEP DIRI SISWA | Artikel ini bertujuan menjelaskan hubungan status sosial ekonomi dan sosialisasi teman sebaya dengan konsep diri siswa. Penelitian ini menggunakan metode survei. Penelitian ini dilakukan di SMA N 1 Wangon, Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang positif antara status sosial ekonomi orang tua dengan konsep diri siswa. Nilai korelasi sebesar 0.158 dan nilai signifikansi sebesar 0.058. Dengan demikian, status sosial ekonomi tidak memiliki peran dalam pembentukan konsep diri. Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menghasilkan temuan bahwa status sosial ekonomi memiliki hubungan dengan konsep diri. Hal ini disebabkan meskipun responden berasal dari kelas bawah namun mereka dapat menerima kondisi sosial ekonominya sehingga hal ini tidak berdampak pada konsep dirinya. Sementara terdapat hubungan positif antara teman sebaya dengan pembentukan konsep diri. Nilai korelasi sebesar 0.298 dan nilai signifikansi 0.000. Teman sebaya memiliki peran dalam pembentukan konsep diri. Konsep diri positif yang dimiliki responden terbentuk karena penerimaan yang baik dari teman sebaya. Hasil penelitian ditemukan bahwa sosialisasi yang dilakukan responden dengan teman sebayanya baik sehingga memengaruhi konsep diri positif yang terbentuk. Peran teman sebaya diperlukan, karena di masa ini individu membutuhkan kelompok sebagai percontohan dan tempat pengaplikasian norma kehidupan yang berlaku. Hal ini cukup berpengaruh besar terhadap konsep diri yang dimiliki responden. Kata Kunci: status sosial ekonomi, teman sebaya, konsep diri | This article describes the relationship between socioeconomic status and peer socialization with students' self-concept. This research employs a survey method and was conducted at SMA N 1 Wangon, Banyumas. The results showed that there was no significant positive correlation between parents' socioeconomic status and students' self-concept. The correlation value is 0.158 with a significance value is 0.058. Consequently, socioeconomic status does not play a role in shaping self-concept. These results differ from previous research, which found a relationship between socio-economic status and self-concept. This divergence might be due to the fact that although respondents come from a low sosioeconomic background, they are able to accept their socioeconomic conditions, which do not significantly impact their self-concept. Meanwhile, there was a positive correlation between peer relationships and students self-concept. The correlation value is 0.298 with a significance value is 0.000. Peer groups play a role in shaping self-concept. The positive self-concept held by respondents is formed due to the positive acceptance from peer groups. The research discovered that the socialization carried out by respondents with their peers was positive, thereby influencing the formation of a positive self-concept. The role of peer groups is essential because during this phase, individuals require a group as a role model and a place to apply the norms of life. This significantly impacts the self-concept held by the respondents. Keywords: socioeconomic status, peer relationships, self-concept | |
| 41422 | 43523 | E1A020130 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP MEREK TERKENAL “JOYKO” BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS (Studi Putusan Nomor 41/Pdt.Sus-Merek/2023/PN.Niaga.Jkt.Pst) | Pendaftaran merek di Indonesia menganut prinsip first to file yaitu pendaftar pertama yang mengajukan permohonan pendaftaran merek berhak mendapatkan perlindungan hak atas mereknya. Persaingan usaha yang semakin meningkat menyebabkan terjadinya kecurangan dengan meniru merek orang lain, terurtama merek terkenal atas dasar iktikad tidak baik mendaftarkan mereknya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum terhadap merek terkenal “JOYKO” serta akibat hukum terhadap merek yang memiliki persamaan pada pokoknya atau keseluruhan dalam putusan nomor 41/Pdt.Sus-Merek/2023/PN.Niaga.Jkt.Pst ditinjau dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan merupakan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder yang kemudian dikumpulkan melalui studi kepustakaan, dan diolah serta dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif disajikan dalam bentuk teks naratif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dikabulkannya gugatan pembatalan merek “JOYCO” dan “JOYKO” milik Tergugat sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Pasal 21 ayat (1) huruf a, b dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis sebagai bentuk perlindungan hukum terhadap merek terkenal “JOYKO” milik penggugat. Akibat hukum terhadap merek yang memiliki persamaan pada pokoknya atau keseluruhan dengan merek “JOYKO” milik Penggugat adalah merek tersebut dicoret dari Daftar Umum Merek yang diumumkan dalam Berita Resmi oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. | The registration of trademarks in Indonesia adheres to the first-to-file principle, meaning the first applicant to submit a trademark registration application is entitled to protection for their trademark. The increasing business competition has led to fraudulent practices of imitating others' trademarks, especially well-known brands, with the malicious intent of registering those trademarks. The purpose of this research is to determine how legal protection is applied to the famous "JOYKO" brand and the legal consequences for trademarks that are similar in substance or overall in the decision number 41/Pdt.Sus-Merek/2023/PN.Niaga.Jkt.Pst, reviewed by Law Number 20 of 2016 concerning Trademarks and Geographical Indications. This research utilizes a normative juridical approach with a descriptive research specification. The data sources used are secondary data consisting of primary legal materials and secondary legal materials, which are then collected through literature studies, processed, and analyzed using a qualitative normative method presented in the form of narrative text. Based on the research results and discussions, it can be concluded that the approval of the cancellation lawsuit for the "JOYCO" and "JOYKO" trademarks owned by the Defendant is by the provisions stipulated in Article 21 paragraph (1) letters a, b, and paragraph (3) of Law Number 20 of 2016 concerning Trademarks and Geographical Indications as a form of legal protection for the famous "JOYKO" trademark owned by the Plaintiff. The legal consequence for trademarks that are similar in substance or overall to the "JOYKO" trademark owned by the Plaintiff is that the said trademarks are removed from the General Trademark Register announced in the Official Gazette by the Directorate General of Intellectual Property. | |
| 41423 | 43522 | I1A020013 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA PEKERJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATURRADEN II | Latar Belakang: Seseorang yang bekerja lebih berisiko terkena penyakit tuberkulosis. Orang yang bekerja cenderung lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah dan berpeluang lebih besar untuk berinteraksi dengan berbagai orang sehingga berisiko terkena tuberkulosis. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap kejadian tuberkulosis pada pekerja di wilayah kerja Puskesmas Baturraden II. Metodologi: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Baturraden II dari bulan Oktober-Desember 2023. Populasi penelitian yaitu pekerja di wilayah kerja Puskesmas Baturraden II. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling berjumlah 100 pekerja. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan menggunakan analisis univariat, bivariat (Chi-Square & Rank Spearman), multivariat (Regresi Logistik). Hasil Penelitian: Variabel yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis pada pekerja yaitu akses informasi kesehatan (p-value=0,005), perilaku hygiene (p-value=0,003), pendapatan (p-value=0,043), akses pelayanan kesehatan (p-value=0,021), dan tingkat pendidikan (p-value=0,044). Variabel yang tidak hubungan yaitu usia (p-value=0,123), jenis kelamin (p-value=0,710), pekerjaan (p-value=0,198), dan perilaku merokok (p-value=0,149). Akses informasi kesehatan paling berpengaruh terhadap kejadian tuberkulosis pada pekerja dengan OR=3,207. Kesimpulan: Ada pengaruh akses informasi kesehatan terhadap kejadian tuberkulosis pada pekerja di wilayah kerja Puskesmas Baturraden II tahun 2023. Pekerja diharapkan menerapkan perilaku hygiene dan mampu manajemen keuangan dengan baik, serta mencari informasi tuberkulosis dari berbagai sumber. | Background: A person who works is more at risk of developing tuberculosis. People who work tend to spend more time outside the home and have a greater chance of interacting with various people so that they are at risk of developing tuberculosis. The aim of the study was to determine the factors that influence the incidence of tuberculosis in workers in the working area of the Baturraden II Health Center. Methodology: Quantitative research with a cross sectional approach, conducted in the work area of the Baturraden II Health Center from October-December 2023. The study population was workers in the work area of the Baturraden II Health Center. Sampling using cluster random sampling technique amounted to 100 workers. Data collection using questionnaires and using univariate, bivariate (chi-square & rank spearman), multivariate (logistic regression) analysis. Resulst: Variables associated with the incidence of tuberculosis in workers were access to health information (p-value=0.005), hygiene behavior (p-value=0.003), income (p-value=0.043), access to health services (p-value=0.021), and education level (p-value=0.044). Unrelated variables were age (p-value=0.123), gender (p-value=0.710), occupation (p-value=0.198), and smoking behavior (p-value=0.149). Access to health information has the most influence on the incidence of tuberculosis in workers with OR=3.207. Conclusion: There is an effect of access to health information on the incidence of tuberculosis among workers in the working area of Baturraden II Health Center in 2023. Workers are expected to apply hygiene behavior and be able to manage finances well, as well as seek tuberculosis information from various sources. | |
| 41424 | 43524 | E1A020024 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG MEREK TERDAFTAR BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS (Studi Putusan Nomor 87/Pdt.Sus-Merek/2022/PN. Niaga. Jkt. Pst.). | Merek merupakan salah satu bagian dari Hak Kekayaan Intelektual yang diatur di dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis. Pendaftaran Merek dilakukan sebagai bentuk perlindungan hukum terhadap pemilik Merek terdaftar, akan tetapi perlindungan hukum terhadap Merek terdaftar tidak menjadi jaminan karena masih banyak Perusahaan yang beriktikad tidak baik mendaftarkan Mereknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap pemegang Merek terdaftar TIK-TOK dalam putusan Nomor 87/Pdt.Sus-HKI/Merek/2022 dan untuk mengetahui akibat hukum Merek yang memiliki persamaan pada pokoknya atau keseluruhan dengan Merek terdaftar ditinjau dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis. Metode pendekatan yang digunakan pada penelitian yaitu yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analisis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dan metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, kemudian data yang diperoleh diolah dalam bentuk teks naratif dengan metode analisis data yang digunakan yaitu normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa ditolaknya gugatan pembatalan Merek TIK-TOK milik Tergugat sebagai bentuk perlindungan hukum terhadap Merek terdaftar. Merek milik Tergugat tidak bertentangan dengan Pasal 21 ayat (1) dan Pasal 21 ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis. Akibat hukum terhadap Merek Tik Tok milik Penggugat adalah ditolak tetap oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Inteletual karena permohonan pendaftaran merek tersebut mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan Merek Tergugat. | Trademark is a part of Intellectual Property regulated by Law Number 20 of 2016 concerning Trademarks and Geographical Indications. Mark registration is carried out as a form of legal protection for registered mark owners, legal protection for registered trademarks is not guarantee seeing that many companies with bad intentions register their trademarks. This study aims to find out the legal protection for registered Mark holders of TIK-TOK in decision Number 87/Pdt.Sus-HKI/Merek/2022 and also to find out the legal consequences of Marks which are substantially or completely similar to registered Marks in terms of Law Number 20 of 2016 concerning Brands and Geographical Indications. This study uses a normative juridical approach with analytical descriptive research specifications. The data source used is secondary data and the data collection method is carried out using library research, then the data obtained is processed in the form of narrative text with the data analysis method used, namely normative qualitative. Based on the research and discussion, it can be concluded that the rejection of the lawsuit for canceling the Defendant's TIK-TOK Mark is a form of legal protection for the registered Mark. The Defendant's trademark does not conflict with Article 21 paragraph (1) and Article 21 paragraph (3) of Law Number 20 of 2016 concerning Trademarks and Geographical Indications because the Defendant's TIK-TOK Brand was previously registered with the Directorate General of Intellectual Property and is not proven there is similarity in essence or in its entirety, and there is no element of bad faith. So the legal consequence for the Plaintiff's Tik Tok Mark is that it is permanently rejected by the Directorate General of Intellectual Property because the application for registration of the mark has similarities in essence or in its entirety to the Defendant's Mark. | |
| 41425 | 43536 | J0A020046 | Creaating Tourism Digital Booklet of Kemutug Lor Village | Laporan tugas akhir ini disusun berdasarkan pengalaman praktik kerja yangdilakukan di Desa Wisata Kemutug Lor pada tanggal 15 Mei - 15 Juni 2023.Desa Wisata Kemutug Lor menawarkan banyak destinasi wisata yang menarik. Namun, dalam upaya promosinya, saat ini desa tersebut hanya menggunakan video promosi, brosur berbahasa Indonesia, dan unggahan foto di media sosial. Untuk meningkatkan efektivitas promosi, membuat booklet digital Desa Wisata Kemutug Lor dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, dianggap sebagai langkah yang lebih baik. Hal ini dilakukan agar informasi dapat lebih mudah dipahami oleh berbagai kalangan dan menarik perhatian calon pengunjung. Dengan menyajikan informasi dalam dua bahasa, diharapkan pihak desa dapat memperluas dampak positif dari upaya promosi tersebut. Dalam pelaksanaan praktik kerja, penulis menggunakan dua metode, yaituobservasi dan dokumentasi. Metode observasi digunakan untuk melihat wisata mana saja yang akan dipromosikan dalam video berbahasa Inggris. Dokumentasi digunakan untuk mengambil gambar untuk buklet digital. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan informasi dan akses untuk melakukan perjalanan mengenai beberapa tempat wisata, namun hal tersebut dapat teratasi. Dengan adanya booklet digital ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan, tidak hanya wisatawan lokal tetapi wisatawan mancanegara untuk mendapatkan informasi mengenai tempat wisata yang ada di Desa Wisata Kemutug Lor. | This job training report is prepared based on the work practice experience carried out at Kemutug Lor Tourism Village from May 15 to June 15, 2023. Kemutug Lor Tourism Village offers many interesting tourist destinations. However, in its promotional efforts, the village currently only uses promotional videos, brochures in Bahasa Indonesia, and photo uploads on website kemutug lor. To increase the effectiveness of promotion, creating a digital booklet of Kemutug Lor Tourism Village in two languages, English and Bahasa Indonesia, is considered a better step. This is done so that information can be more easily understood by various groups and attract the attention of potential visitors. By presenting information in two languages, it is hoped that the village can expand the positive impact of these promotional efforts. In implementing the work practice, the author used two methods, namely observation and documentation. The observation method was used to see which tours would be promoted in the English video. Documentation was used to take pictures for the digital booklet. Although there are obstacles such as limited information and access to travel about several tourist attractions, itcan be resolved. With this digital booklet, it is expected to attract more tourists, not only local tourists but also foreign tourists to get information about tourist attractions in Kemutug Lor Tourism Village. | |
| 41426 | 43525 | K1B017073 | PEWARNAAN PETA KABUPATEN BANYUMAS MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA | Pewarnaan graf adalah pemberian warna yang biasanya direpresentasikan sebagai bilangan terurut mulai dari 1 atau dapat juga direpresentasikan langsung dengan menggunakan warna merah, biru, hijau dan lain-lain pada objek tertentu pada suatu graf. Bilangan kromatik χ(G) merupakan bilangan asli terkecil k sedemikian sehingga jika simpul-simpul di graf G diwarnai dengan k warna maka tidak ada simpul yang bertetangga mempunyai warna yang sama. Algoritma Genetika merupakan suatu algoritma pencarian yang berbasis pada mekanisme seleksi alam dan genetika. Penelitian ini membahas pewarnaan peta wilayah Kabupaten Banyumas menggunakan algoritma Genetika, dengan simpul merepresentasikan Kecamatan dan batas antar Kecamatan sebagai sisi. Perhitungan banyaknya kemungkinan warna, jumlah kesalahan pewarnaan, fitness eval, dan probabilitasnya dilakukan dengan bantuan aplikasi Matlab R2015a dan Microsoft Excel 2021. Berdasarkan hasil analisis penelitian ini, diperoleh kesimpulan bahwa peta wilayah Kabupaten Banyumas dapat diwarnai dengan minimum empat warna tanpa ada wilayah bertetangga memiliki warna sama, dengan fitness eval 0,25 dan probabilitasnya sebesar 0,015878. | Coloring a graph involves assigning colors, usually represented as consecutive numbers starting from 1 or directly using colors such as red, blue, green, and so on, to specific objects in a graph. The chromatic number χ(G) is the smallest natural number k such that if the nodes in graph G are colored with k colors, no adjacent nodes have the same color. A Genetic algorithm is a search algorithm based on the mechanisms of natural selection and genetics. This research discusses the map coloring of the Banyumas Regency using the Genetic algorithm, where Districts are represented as nodes, and the boundaries between Districts are represented as edges. The calculations for the number of possible colors, the number of coloring errors, fitness evaluation, and probabilities are done with the help of Matlab R2015a and Microsoft Excel 2021. Based on the analysis of this research, it is concluded that the map of Banyumas Regency can be colored with a minimum of four colors without any neighboring areas having the same color, with a fitness evaluation of 0.25, and a probability of 0.015878. | |
| 41427 | 43526 | E1A019271 | TINJAUAN YURIDIS PENJATUHAN PIDANA BERSYARAT PADA TINDAK PIDANA PENCABULAN TERHADAP ANAK (Studi Putusan Nomor X/Pid.Sus-Anak/2021/PN Pwt | Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) telah mengatur tentang alternatif dari sanksi pidana penjara dalam praktek peradilan pidana yaitu pemidanaan bersyarat sebagaimana diatur dalam Pasal 14a sampai dengan Pasal 14f KUHP. Salah satu putusan yang berkaitan dengan penjatuhan pidana bersyarat adalah Putusan Nomor X/Pid.Sus-Anak/2021/PN Pwt. Penelitian ini bertujuan mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana bersyarat terhadap terdakwa dalam putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor X/Pid.Sus-Anak/2021/PN Pwt dan mengetahui mekanisme pelaksanaan pidana bersyarat terhadap terdakwa dalam putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor X/Pid.Sus- Anak/2021/PN Pwt. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dengan pengumpulan dan menggunakan studi kepustakaan yang disajikan dengan teks naratif, dan metode analisis data yang digunakan adalah normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, menunjukkan bahwa Hakim dalam memutus Perkara Nomor X/Pid.Sus-Anak/2021/PN.Pwt telah mempertimbangkan aspek perbuatan dan orangnya, pemenuhan alat bukti dan hal-hal yang memberatkan serta meringankan Terdakwa. Namun demikian, dengan dijatuhkan pidana bersyarat selama 6 (enam) bulan menunjukkan bahwa Hakim tidak mempertimbangkan pada teori pembalasan dan rehabilitasi, karena Terdakwa sudah melakukan tindak pidana pada 2 (dua) korban lainnya. Kata Kunci : Pidana Bersyarat, Tindak Pidana, Pencabulan | The Criminal Code (KUHP) has regulated alternative sanctions for imprisonment in criminal criminal practices, namely conditional sentences as regulated in Articles 14a to Article 14f of the Criminal Code. One of the sentences related to conditional criminal sentences is Decision Number X/Pid.Sus-Anak/2021/PN.Pwt. This research aims to find out the legal considerations of judges in imposing conditional criminal sanctions on defendants in the Purwokerto District Court Decision Number X/Pid.Sus-Anak/2021/PN Pwt. The approach method used in this research is normative juridical with prescriptive research specifications. The data source used is secondary data by collecting and using literature studies presented in narrative text, and the data analysis method used is normative qualitative. The results of research and discussion show that the judge in deciding Case Number X/Pid.Sus-Anak/2021/PN.Pwt did not consider the theory of retaliation. However, the conditional criminal sentence of 6 (six) months shows that the Judge did not consider the fiscal theory, because the Defendant has committed criminal acts against 2 (two) other victims. Keywords : Conditional Criminal, Criminal Act, Abuse | |
| 41428 | 43529 | F1A019109 | PENGETAHUAN DAN SIKAP ANAK SEKOLAH DASAR MENGENAI TINDAK PERUNDUNGAN (STUDI KASUS PADA SISWA KELAS 5 DAN 6 SD NEGERI SELOMANIK) | Perundungan merupakan sebuah tindakan agresif yang dimaksudkan untuk menyakiti korban, baik secara fisik seperti memukul, menendang, dan secara psikologis seperti mengancam serta memberi julukan yang buruk. Perundungan terjadi di berbagai ranah seperti di lingkungan masyarakat, sekolah, keluarga, dan pekerjaan. Perundungan sering terjadi di lingkungan sekolah sebagai ranah pendidikan. Meskipun anak sekolah dasar melakukan tindak perundungan di lingkungan sekolah, mereka seharusnya diberikan bimbingan atau sikap preventif, koersif, dan represif mengenai tindak perundungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk perundungan yang terjadi serta pengetahuan dan sikap siswa mengenai perundungan di SD Negeri Selomanik, Desa Selomanik, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan utama dalam penelitian ini adalah siswa kelas 5 dan 6 SD Negeri Selomanik. Teknik penentuan informan dalam penelitianini menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis kualitatif interaktif model Miles dan Huberman. | Bullying is an aggressive act intended to hurt the victim, both physically such as hitting, kicking, and psychologically such as threatening and giving bad names. Bullying occurs in various domains such as in society, school, family and work. Bullying often occurs in the school environment as an educational area. Even though elementary school children commit acts of bullying in the school environment, they should be given guidance or a preventive, coercive and repressive attitude regarding bullying. The aim of this research is to determine the forms of bullying that occur as well as students' knowledge and attitudes regarding bullying at Selomanik State Elementary School, Selomanik Village, Kaliwiro District, Wonosobo Regency. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. The main informants in this research were students in grades 5 and 6 of Selomanik State Elementary School. The technique for determining informants in this research uses a purposive sampling technique. The data collection methods used were observation, in-depth interviews, and documentation. The data analysis method used is interactive qualitative analysis using the Miles and Huberman model. | |
| 41429 | 43527 | E1A020093 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK SEBAGAI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL INCEST (STUDI DI WILAYAH BANYUMAS) | Maraknya kasus kekerasan seksual di lingkungan keluarga terhadap anak sebagai korban masih sering terjadi di Indonesia. Kekerasan seksual dalam keluarga atau terhadap hubungan sedarah dapat dikenal dengan istilah incest. Incest adalah hubungan seksual atau aktivitas seksual antara individu yang bersaudara dekat, yang melanggar hukum, adat, dan agama. Kekerasan seksual terhadap anak khususnya incest hingga saat ini terjadi dan terus dilaporkan oleh korban, keluarga, ataupun masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban kekerasan seksual incest di wilayah Banyumas serta hambatan terhadap anak sebagai korban kekerasan seksual incest di wilayah Banyumas. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Lokasi penelitian yaitu di Polresta Banyumas dan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Banyumas. Metode penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan Teknik Purposive Sampling. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban kekerasan seksual incest di wilayah Banyumas meliputi pendampingan pada setiap tingkat pemeriksaan mulai dari penyidikan, penuntutan, sampai dengan pemeriksaan psikologi, rujukan layanan kesehatan dan penampungan rumah sementara bagi korban. Hambatan-hambatan yang ada dipengaruhi oleh 2 aspek, yaitu aspek struktur hukum dimana kuantitas pegawai dan rumah aman yang dimiliki oleh UPTD PPA Banyumas masih terbatas, serta kultur hukum yaitu adanya stigma negatif di masyarakat, perbuatan incest dalam lingkup keluarga dianggap sebagai aib yang memalukan. | Cases of sexual violence in the family environment against children as victims still occur frequently in Indonesia. Sexual violence within the family or against blood relations can be known as incest. Incest is sexual intercourse or sexual activity between individuals who are close relatives, which violates the law, customs, and religion. Sexual violence against children, especially incest, continues to be reported by victims, families, or communities. This study aims to determine the legal protection of children as victims of incest sexual violence in the Banyumas area and the obstacles experienced in protecting children as victims of incest sexual violence based on in the Banyumas area. The approach method used in this research is empirical juridical with descriptive analytical research specifications. The research locations were Banyumas Polresta and Banyumas Family Planning Population Control Office for Women's Empowerment and Child Protection (DPPKBP3A). The method of determining informants in this study used a purposive sampling technique. The data sources used are primary data and secondary data. The results showed that legal protection for children as victims of incest sexual violence in the Banyumas area includes assistance at every level of examination starting from investigation and prosecution to psychological examination, referral to health services, and temporary housing for victims. The existing obstacles are affected by two aspects, namely tthe legal structure aspect where the quantity of human resources and shelter owned by UPTD PPA Banyumas is still limited, and the legal culture, namely the negative stigma in the community. Incest in the family sphere is considered a shameful disgrace, so the family of the victim or perpetrator is reluctant to report it to the authorities. | |
| 41430 | 43528 | J1E018036 | The Readability Level Of Reading Text In Bahasa Inggris Kurikulum 2013 Textbook For Grade Twelve Senior High School | Niyandewi, Ananda Intikhan. 2024. The Readability Level Of Reading Text In “Bahasa Inggris Kurikulum 2013” Textbook For Grade Twelve Senior High School. Skipsi. Pembimbing 1: Slamet Riyadi S.S., M.Pd., Pembimbing 2: Dian Adiarti S.Pd., M.Hum., Penguji: Erna Wardani S.Pd., M.Hum., Moderator: Mustasyifa Thabib Kariadi S.Pd., M.Pd., Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Universitas Jenderal Soedirman. Fakultas Ilmu Budaya. Jurusan Bahasa Inggris. Purwokerto. | Niyandewi, Ananda Intikhan. 2024. The Readability Level Of Reading Text In “Bahasa Inggris Kurikulum 2013” Textbook For Grade Twelve Senior High School. Thesis. Supervisor 1: Slamet Riyadi S.S., M.Pd., Supervisor 2: Dian Adiarti S.Pd., M.Hum., Chief External Examinior: Erna Wardani S.Pd., M.Hum., External Examiner: Mustasyifa Thabib Kariadi S.Pd., M.Pd., Ministry Of Education, Culture, Research, And Technology. Jenderal Soedirman University. Faculty of Humanity. English Education Departement. Purwokerto. | |
| 41431 | 45036 | H1C020077 | STUDI LITHOGEOCHEMISTRY SEBAGAI DASAR PROPEKSI POTENSI ENDAPAN MINERAL BIJIH DAERAH HALMAHERA UTARA, PROVINSI MALUKU UTARA | Halmahera Utara menjadi salah satu daerah yang memiliki potensi endapan mineral ekonomis. Namun eksplorasi atau penelitian terhadap mineralisasi di daerah Galela, Halmahera Utara, Maluku Utara belum banyak dilakukan. Sehingga, penelitian ini dilakukan untuk menggali potensi yang ada melalui studi lithogeochemistry sebagai tahap awal dalam eksplorasi sehingga menghasilkan sebuah area prospek yang menarik. Metoda penelitian yang diterapkan antara lain, petrografi, mikroskopi bijih, analisis geokimia Fire Assay - Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) dan X-Ray Fluorescence Spectroscopy (XRF) yang kemudian dikorelasikan dengan data sekunder surface mapping penelitian sebelumnya. Data geokimia diolah secara geostatistik untuk menetukan anomali unsur ekonomis yang ada pada daerah tersebut. Dilakukan juga petrogenesa batuan induk (host rock) untuk menjelaskan terkait proses pembentukan host rock sebagai pembawa fluida hidrotermal pada daerah penelitian. Diakhiri dengan rekomendasi dan penentuan daerah prospek untuk eksplorasi lanjutan. Pada dareah penelitian didapatkan dua area prospek yaitu Prospek HMR 1 (prospek indikasi sistem porfiri) dan Prospek HMR 2 (prospek indikasi sistem epitermal). Pada area prospek fluida hidrotermal terkontrol oleh kondisi geologi daerah penelitian yang kompleks. Sebuah breksi diatreme serta multiple diorite intrusion hadir sebagai feeder dan host rock fluida hidrotermal pembentuk alterasi dan mineralisasi. Keberadaan mineralisasi mineral sulfida yang intens seperti Bornite, Covelite, Chalcosite dan Chalcopyrite berkaitan dengan anomali unsur Cu (tembaga) yang terdispersi pada batuan samping (wallrock) dengan kadar maksimum unsur Cu 228 ppm diatas nilai threshold. Kemudian kompleksitas geologi daerah penelitian menghadirkan sistem epitermal yang ditemukan di selatan sistem porfiri. Sistem tersebut menunjukkan kehadiran mineralisasi sulfida ekonomis sehingga membentuk anomali Au (emas) yang hadir pada vuggy quartz vein dengan kadar Au tertinggi yaitu 21,6 ppm di atas nilai threshold. Karena kehadiran sistem endapan mineral yang menarik pada daerah penelitian sehingga direkomendasikan untuk dilakukan eksplorasi lanjut (follow-up exploration). | North Halmahera is one of the regions that has the potential for economic mineral deposits. However, exploration or research on mineralization in Galela, Halmahera Utara, Maluku Utara still very limited. Therefore, this research aims to explore the existing potential through lithogeochemistry studies as an early stage in exploration so as to produce interesting prospect areas. The research methods applied include petrography, ore microscopy, geochemical analysis using Fire Assay - Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) and X-Ray Fluorescence Spectroscopy (XRF), after laboratory analysis all data will be corelated with secondary data form surface mapping previous research. Geochemical data were processed with geostatistical methode to determine the economic elemental anomalies present in the area. Host rock paragenesis was also carried out to explain the process of host rock formation as a carrier of hydrothermal fluid in the study area. It ends with recommendations and prospecting area for further exploration. In the research area, two prospect areas were obtained, namely HMR 1 Prospect (porphyry prospect) and HMR 2 Prospect (epithermal prospect). In the prospect area, hydrothermal fluids are controlled by the complex geology of the study area. A diatreme breccia and multiple diorite intrusions are present as feeder and host rock of hydrothermal fluids forming alteration and mineralization. The presence of intense sulfide mineralization like Bornite, Covelite, Chalcosite and Chalcopyrite is related to anomalous Cu (copper) dispersed in the wallrock with a maximum Cu content of 228 ppm above the threshold value. Then the geological complexity of the study area presents an epithermal system found south of the porphyry system. The system shows the presence of economic sulfide mineralization that forms an Au (gold) anomaly which is present in the vuggy quartz vein with the maximum Au content of 21.6 ppm above the threshold value. Due to the presence of an interesting mineral deposit system in the study area, follow-up exploration is recommended. | |
| 41432 | 45038 | H1C020008 | ESTIMASI SUMBERDAYA BATUBARA MENGGUNAKAN METODE CIRCULAR USGS PADA TAMBANG BATUBARA PT BUKIT ASAM TBK, SUMATERA SELATAN | Batubara di Indonesia mempunyai sumber daya yang cukup besar. Untuk menentukan jumlah sumber daya setiap lapisan batubara, eksplorasi yang akurat dan sistematis sangat penting. Salah satu kegiatan eksplorasi yaitu kegiatan perhitunggan estimasi sumberdaya, hasil penghitungan sumber daya dan cadangan kemudian akan digunakan untuk mengukur dan menilai apakah operasi penambangan yang direncanakan layak dilakukan. Latar belakang dari penulisan ini adalah untuk menghitung estimasi sumberdaya batubara menggunkan metode Circular USGS berdasarkan tingkat kepercayaan geologi diantaranya kategori terukur, terunjuk, dan tereka dari 13 titik data pengeboran yang bersumber dari data lapangan. Data hasil pengeboran yang sudah dianalisis kemudian dilakukan korelasi antara seam batubara untuk melihat daerah persebaran dan mengetahui tonase batubara. Hasil akhir dari penulisan ini menunjukkan perhitungan estimasi sumberdaya batubara menggunakan metode circular USGS pada hanging seam Benuang, hanging seam Burung 1, hanging seam Burung 2, seam A1, seam A2, Seam B, seam C1, dan seam C2 dengan radius terukur (300 m), terunjuk (600 m), dan tereka (1200 m). Diperoleh estimasi sumberdaya terukur pada Hanging Seam Benuang diperoleh tonase sebesar 721,499 Ribu ton, Hanging Seam Burung 1 diperoleh tonase sebesar 909,997 Ribu ton, Hanging Seam Burung 2 diperoleh tonase sebesar 331,639 Ribu ton, Seam A1 diperoleh tonase sebesar 8,695,461 Juta ton, Seam A2 diperoleh tonase sebesar 13,087,929 Juta ton, Seam B diperoleh tonase sebesar 27,327,219 Juta ton, Seam C1 diperoleh tonase sebesar 16,159,165 Juta ton, dan Seam C2 diperoleh tonase sebesar 848,891 Ribu ton. Sedangkan sumberdaya terunjuk pada Hanging Seam Benuang diperoleh tonase sebesar 283,308 Ribu ton, Hanging Seam Burung 1 diperoleh tonase sebesar 729,645 Ribu ton, Hanging Seam Burung 2 diperoleh tonase sebesar 205,346 Ribu ton, Seam A1 diperoleh tonase sebesar 2,137,218 Juta ton, Seam A2 diperoleh tonase sebesar 2,963,445 Juta ton, Seam B diperoleh tonase sebesar 7,827,385 Juta ton, Seam C1 diperoleh tonase sebesar 4,535,303 Juta ton, dan Seam C2 diperoleh tonase sebesar 1,160 Ribu ton. | Coal in Indonesia has quite large resources. To determine the resource size of each coal seam, accurate and systematic exploration is essential. One of the exploration activities is the activity of calculating resource estimates, the results of calculating resources and reserves will then be used to measure and assess whether the planned mining operation is feasible. The background of this writing is to calculate coal resource estimates using the USGS Circular method based on geological confidence levels including measured, indicated and inferred categories from 13 drilling data points sourced from field data. The drilling data that has been analyzed is then correlated between the coal seams to see the distribution area and determine the coal tonnage. The final results of this paper show the calculation of coal resource estimates using the USGS circular method on the Benuang hanging seam, Burung 1 hanging seam, Burung 2 hanging seam, A1 seam, A2 seam, B seam, C1 seam, and C2 seam with a measured radius (300 m ), indicated (600 m), and inferred (1200 m). The estimated measured resources obtained from the Hanging Seam Benuang obtained a tonnage of 721,499 thousand tons, Hanging Seam Burung 1 obtained a tonnage of 909,997 thousand tons, Hanging Seam Burung 2 obtained a tonnage of 331,639 thousand tons, Seam A1 obtained a tonnage of 8,695,461 million tons, Seam A2 obtained a tonnage amounting to 13,087,929 million tons, Seam B obtained a tonnage of 27,327,219 million tons, Seam C1 obtained a tonnage of 16,159,165 million tons, and Seam C2 obtained a tonnage of 848,891 thousand tons. Meanwhile, the indicated resources in the Benuang Hanging Seam obtained a tonnage of 283,308 thousand tons, Hanging Seam Burung 1 obtained a tonnage of 729,645 Thousand tons, Hanging Seam Burung 2 obtained a tonnage of 205,346 Thousand tons, Seam A1 obtained a tonnage of 2,137,218 Million tons, Seam A2 obtained a tonnage of 2,963,445 million tons, Seam B obtained a tonnage of 7,827,385 million tons, Seam C1 obtained a tonnage of 4,535,303 million tons, and Seam C2 obtained a tonnage of 1,160 thousand tons. | |
| 41433 | 43534 | A1A016063 | NILAI TAMBAH SINGKONG MENJADI KARAG PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA DI DESA TAMBAKNEGARA KECAMATAN RAWALO KABUPATEN BANYUMAS | Agroindustri atau perusahaan pertanian dapat didefinisikan sebagai usaha, bisnis atau perusahaan yang input dan outputnya berhubungan dengan pertanian. Salah satu industri yang menggunakan produk pertaian sebagai bahan baku yaitu karag atau cantir. Tujuan penelitian ini adalah: 1.) Mengetahui kelayakan finansial usaha karag di Desa Tambaknegara Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas; 2.) Mengetahui besarnya nilai tambah usaha karag di Desa Tambaknegara Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive sampling) dengan total industri sebanyak 20 pelaku usaha. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis biaya, analisis penerimaan, analisis pendapatan, analisis R/C Ratio, analisis BEP dan analisis nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1.) rata-rata biaya yang dikeluarkan pada bulan Desember 2023 sebesar Rp7.727.525,00 dengan rata-rata biaya tetap sebesar Rp 184.678,40, sedangkan untuk rata-rata biaya variabel yaitu sebesar Rp7.795.525,00. Rata-rata penerimaan produsen karag pada bulan Desember 2023 yaitu sebesar Rp9.367.500,00 dan rata-rata pendapatan produsen karag yaitu sebesar Rp1.639.975,00. Berdasarkan analisis R/C ratio yang dilakukan yaitu sebesar 1,21. BEP rupiah untuk produk karag yaitu sebesar Rp1.058.686,44, sedangkan besarnya BEP produk yaitu sebesar 121,56 kg, 2.) nilai tambah singkong menjadi karag yaitu sebesar Rp431,89 per kg, yang artinya usaha karag memberikan nilai tambah dari pengolahan singkong menjadi karag. | Agro-industry or agricultural companies can be defined as businesses, businesses or companies whose inputs and outputs are related to agriculture. One industry that uses agricultural products as raw materials is karag or cantir. The objectives of this research are: 1.) To determine the financial feasibility of the karag business in Tambaknegara Village, Rawalo District, Banyumas Regency; 2.) Knowing the amount of added value of the karag business in Tambaknegara Village, Rawalo District, Banyumas Regency. The research location was chosen deliberately (purposive sampling) with a total industry of 20 business actors. The analysis used in this research is cost analysis, revenue analysis, income analysis, R/C Ratio analysis, BEP analysis and added value analysis. The research results show that: 1.) the average costs incurred in December 2023 are IDR 7,727,525.00 with an average fixed cost of IDR 184,678.40, while the average variable cost is IDR 7,795,525.00 . The average income of karag producers in December 2023 is IDR 9,367,500.00 and the average income of karag producers is IDR 1,639,975.00. Based on the R/C ratio analysis carried out, it is 1.21. The rupiah BEP for karag products is IDR 1,058,686.44, while the BEP for the product is 121.56 kg, 2.) the added value of cassava into karag is IDR 431.89 per kg, which means that the karag business provides added value from cassava processing become karag. | |
| 41434 | 45039 | J1A017040 | Post-traumatic Stress Disorder Depicted in Clint Eastwood’s American Sniper (2014) | Penelitian ini menganalisis tentang gambaran gangguan stres pasca trauma (PTSD) dalam film American Sniper (2014) karya Clint Eastwood. Fokus penelitian ini adalah pada penyebab, gejala, dan akibat dari kejadian traumatis yang dialami Chris Kyle. Gangguan stres pascatrauma merupakan suatu kondisi kesehatan mental yang terjadi pada individu yang pernah mengalami atau menyaksikan peristiwa traumatis dalam hidupnya. Hal ini banyak terjadi di kalangan personel militer karena paparan mereka terhadap pertempuran dan pemicu stres terkait perang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran gangguan stres pasca trauma dalam film American Sniper. Penelitian ini menggunakan teori psikologi sastra, gangguan stres pasca trauma, dan sinematografi untuk menganalisis bagaimana peristiwa traumatis digambarkan secara sinematik dalam film dan dampak peristiwa traumatis terhadap kesehatan mental karakter. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mengidentifikasi PTSD dalam film. Temuan mengungkapkan bahwa PTSD yang dialami Chris Kyle disebabkan oleh menyaksikan peristiwa tragis dalam perang dan kematian rekan-rekannya. Gejala-gejala yang digambarkan dalam film ini termasuk mengalami kembali peristiwa traumatis, perubahan mood, dan peningkatan reaktiv. Hal ini mempengaruhi proses transisinya dari tentara aktif menjadi penduduk sipil. Studi ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang gangguan stres pasca-trauma dalam konteks veteran militer dan penggambarannya di media. | This study analyzes the depiction of post-traumatic stress disorder (PTSD) in Clint Eastwood’s American Sniper (2014). It focuses on the causes, symptoms, and effects as experienced by Chris Kyle. Post-traumatic stress disorder is a severe mental health condition that occurs in individuals who have experienced or witnessed traumatic events in their lives. It is prevalent among military personnel due to their exposure to combat and other war-related stressors. The aim of this study is to find out the depiction of post-traumatic stress disorder in American Sniper movie. The research uses psychology in literature, post-traumatic stress disorder, and cinematography theory to analyze how traumatic events are portrayed cinematically in the movie and the impact of traumatic events on the character’s mental health. This study uses the qualitative method to identify PTSD in the movie. The findings reveal that Chris Kyle’s PTSD is caused by witnessing the tragic events in war and the death of his comrades. The symptoms depicted in the movie include intrusive re-experiencing traumatic events, negative alterations, and increased arousal and reactivity. This affects his ability to transition back to his civilian life. The study gives a better understanding of post-traumatic stress disorder in the context of military veterans and its portrayals in media. | |
| 41435 | 45040 | H1C020051 | ANALISIS FASIES DAN PETROFISIKA UNTUK KARAKTERISASI RESERVOIR KARBONAT: STUDI KASUS FORMASI BATURAJA LAPANGAN “KIRAI”, CEKUNGAN SUMATERA SELATAN | Lapangan “Kirai” yang menjadi daerah penelitian berada di Cekungan Sumatera Selatan yang merupakan salah satu cekungan penghasil hidrokarbon dalam jumlah besar di Indonesia. Reservoir karbonat Formasi Baturaja pada Lapangan “Kirai” menjadi target di dalam penelitian ini. Ketepatan dalam karakterisasi reservoir menjadi kunci dalam pengembangan lapangan migas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik reservoir karbonat Formasi Baturaja pada Lapangan “Kirai” melalui analisis fasies dan petrofisika yang cocok untuk diaplikasikan pada lapangan penelitian. Penelitian ini menggunakan lima data sumur yaitu Kirai-1, Kirai-3A, Kirai-4, Kirai-6, dan Kirai-7. Terdapat setidaknya 4 fasies yang menyusun Formasi Baturaja daerah penelitian berdasarkan litofasies dan elektrofasies berupa fasies grainstone/packstone, fasies floatstone, perselingan batulanau dan batugamping, dan perlapisan tebal batugamping. Untuk metode perhitungan nilai petrofisika volume serpih, metode yang paling sesuai dengan kondisi Lapangan “Kirai” yaitu metode gamma ray Clavier, metode yang paling sesuai untuk porositas yaitu metode sonic, dan untuk saturasi air yang paling sesuai yaitu menggunakan rumus Simandoux. Fasies floatstone menjadi fasies dengan ketebalan reservoir yang paling tinggi dengan rata-rata 46 feet serta kualitas yang terbukti cukup untuk mengalirkan hidrokarbon meskipun dengan nilai volume serpih 7% dan porositas 9.6% yang umumnya dianggap buruk. | The "Kirai" field which is a research area is located in the South Sumatra Basin which is one of the basins producing large amounts of hydrocarbons in Indonesia. The carbonate reservoir of the Baturaja Formation in the "Kirai" Field was targeted in this study. Accuracy in reservoir characterization is key in oil and gas field development. This research was conducted to determine the characteristics of the carbonate reservoir of the Baturaja Formation in the "Kirai" Field through facies and petrophysical analysis that are suitable for application in the research field. This study used five well data, namely Kirai-1, Kirai-3A, Kirai-4, Kirai-6, and Kirai-7. There are at least 4 facies that structuring the Baturaja Formation of the research area based on lithofasies and electrofacies as grainstone/packstone facies, floatstone facies, interbedded siltstone and limestone, and thick bed limestone. For the method of calculating the petrophysical value of shale volume, the method that best suits the conditions of the "Kirai" Field is the gamma ray Clavier method, the most suitable method for porosity is the sonic method, and for water saturation the most suitable is using the Simandoux formula. The floatstone facies became the facies with the highest reservoir thickness with an average of 46 feet and proven quality sufficient to flowing hydrocarbons even with shale volume values of 7% and porosity of 9.6% which are generally considered poor. | |
| 41436 | 52122 | K1B022029 | KAJIAN REGRESI ROBUST DENGAN ESTIMASI-M DAN LTS | Tingkat pengangguran terbuka (TPT) merupakan indikator utama yang digunakan untuk mengukur pengangguran. Faktor-faktor yang dapat memengaruhi TPT diantaranya yaitu PDRB, investasi, jumlah penduduk, dan IPM. Namun, karakteristik data antara kabupaten/kota yang heterogen sering kali memicu munculnya pencilan, sehingga penggunaan regresi linier klasik menjadi tidak andal. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kendala tersebut dengan memodelkan TPT menggunakan pendekatan regresi robust yang lebih stabil terhadap data ekstrem, metode yang digunakan adalah regresi robust dengan estimasi-M fungsi pembobot Huber dan estimasi least trimmed squares (LTS). Performa kedua metode dibandingkan menggunakan kriteria evaluasi statistik yang meliputi RMSE, MAE, AIC, dan BIC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estimasi LTS memberikan performa yang lebih baik dibandingkan estimasi-M, dengan nilai RMSE sebesar 0,4730086, MAE sebesar 0,407857, AIC sebesar 85,73264, dan BIC sebesar 97,77664. | The open unemployent rate (OUR) is a primary indicator used to measure unemployment. Factors influencing OUR include gross regional domestic product (GRDP), investment, population size, and the human development index (HDI). However, heterogeneous data characteristics across regencies and municipalities often lead to the presence of outliers, making classical linear regression unreliable. This study aims to model the OUR using robust regression approaches, specifically M-estimation with the Huber weighting function and least trimmed squares (LTS) estimation. The performance of both methods are compared using statistical evaluation criteria, including RMSE, MAE, AIC, and BIC. The results indicate that LTS estimastion better than M-estimation, with an RMSE of 0,4730086, MAE of 0,407857, AIC of 85,73264, and BIC of 97,77664. | |
| 41437 | 43533 | I1E019043 | POTENSI WAHANA KOLAM RENANG MARGASARI INDAH SEBAGAI SARANA DAN PRASARANA PEMBELAJARAN LUAR KELAS BAGI SISWA SEKOLAH DASAR/SEDERAJAT | Upaya mendukung tercapainya pembelajaran luar kelas maka diperlukan sarana dan prasarana yang memadahi, salah satunya yaitu wahana kolam renang Margasari indah. Pentingnya penelitian ini untuk mengetahui bagaimana potensi wahana kolam renang Margasari indah sebagai sarana dan prasarana dapat dijadikan pembelajaran luar kelas khususnya bagi siswa sekolah dasar/Sederajat di Kecamatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan metode survei. dengan menggunakan instrumen kusioner. Penelitian ini mengguanakan teknik purposive sampling dengan responden berjumlah 30 orang. Wahana renang Margasari Indah memiliki potensi yang baik untuk digunakan sebagai sarana dan prasarana pembelajaran aktivitas luar sebagai sarana dan prasarana pembelajaran aktivitas luar kelas dengan hasil persentase 74,16% masuk kategori baik dengan rincian sebagai berikut, memiliki aturan yang standar 73,43% masuk kategori baik, memiliki aksesibilitas 74,35% masuk kategori baik , memenuhi aturan keamanan 76,18% masuk kategori baik, memiliki keanekaragaman 72,70 masuk kategori baik. Hasil penelitian menunjukan bahwa wahana kolam reanang Margasari indah berpotensi baik untuk digunakan sebagai sarana dan prasarana pembelajaran aktivitas luar kelas di kecamatan Margasari. Wahana kolam renang Margasari indah memiliki ukuran standar, memiliki aspek aturan keamanan, memiliki keanekaragaman, memiliki aksesibilitas,baik digunakan sebagai sarana dan prasarana pembelajaran aktivitas luar kelas. | Efforts to support the achievement of learning outside the classroom is needed adequate facilities and infrastructure, one of which is the Margasari indah swimming pool. The importance of this study to determine how the potential of Margasari indah swimming pool as a means and infrastructure can be used as learning outside the classroom, especially for elementary school students/equivalent in the District. This study uses quantitative descriptive method with survey method. using a cushioning instrument. This study uses purposive sampling technique with 30 respondents. Margasari Indah swimming pool has a good potential to be used as a means and infrastructure of learning activities outside the classroom as a means and infrastructure of learning activities outside the classroom with a percentage of 74.16% in the good category with the following details, has a standard rule 73.43% in the good category, has accessibility 74.35% in the good category, meets safety rules 76.18% in the good category, has diversity 72.70 in the good category, 72.70 in the good category, 72.70 in the good category, 72.70 in the good category, 72.70 in the good category, 72.70 in the good category. The results showed that reanang Margasari indah pool has good potential to be used as a means and infrastructure of learning activities outside the classroom in Margasari district. Margasari indah swimming pool has a standard size, has aspects of security rules, has diversity,has accessibility, both used as a means and infrastructure of learning activities outside the classroom. | |
| 41438 | 43539 | A1D018100 | APLIKASI BUDIDAYA SOP (Standar Operasional Prosedur) UNSOED TERHADAP TANGGAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN JAGUNG | Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan sifat fisika, kimia, dan jumlah mikroba tanah, serta pertumbuhan vegetatif tanaman jagung pada dua SOP budidaya yang berbeda. Budidaya SOP Unsoed menggunakan dosis POH 20 ton/ha, urea 100 kg/ha, SP-36 150 kg/ha, KCl 75 kg/ha, dan dolomit 200 kg/ha disertai dengan aplikasi MF dan Bio P60. Budidaya SOP Petani menggunakan dosis kotoran ayam 20 ton/ha, phonska 1 ton/ha dan ZA 250 kg/ha. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2022 sampai dengan Juni 2023 di Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun, bobot segar tanaman (g), bobot kering tanaman (g), panjang akar (cm), pH tanah, konduktivitas tanah (µmhos/cm), bobot isi tanah (g/ml), dan jumlah koloni mikroba pada tanah (cfu/mL). Penelitian menunjukkan hasil terbaik pada budidaya SOP UNSOED yaitu dengan tinggi tanaman 159 cm, jumlah daun 13 helai, panjang akar 24 cm, bobot segar 163 g, bobot kering 69 g, jumlah mikroba tanah 49,9 x 107 cfu/mL, tingkat pH tanah 5,98, konduktivitas tanah 0,44 µmhos/cm, bobot isi tanah basah 1,26 g/ml dan bobot isi tanah kering 0,54%. | The research aims to determine differences in physical, chemical properties and the number of soil microbes, as well as vegetative growth of corn plants in two different cultivation SOPs. Unsoed SOP cultivation uses a dose of POH 20 tons/ha, urea 100 kg/ha, SP-36 150 kg/ha, KCl 75 kg/ha, and dolomite 200 kg/ha accompanied by the application of MF and Bio P60. Cultivation of SOP Farmers use a dose of chicken manure of 20 tons/ha, phonska 1 ton/ha and ZA 250 kg/ha. The research was carried out from December 1 2022 to June 2023 at the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The variables observed were plant height (cm), number of leaves, plant fresh weight (g), plant dry weight (g), root length (cm), soil pH, soil conductivity (µmhos/cm), soil unit weight (g/ ml), and the number of microbial colonies in the soil (cfu/mL). Research shows the best results in SOP UNSOED cultivation, namely with a plant height of 159 cm, number of leaves 13, root length 24 cm, fresh weight 163 g, dry weight 69 g, number of soil microbes 49.9 x 107 cfu/mL, soil pH level 5.98, soil conductivity 0.44 µmhos/cm, wet soil bulk density 1.26 g/ml and dry soil bulk density 0.54%. | |
| 41439 | 43535 | F1B020002 | EVALUASI PENYELENGGARAAN PELATIHAN TRAINING OFFICER COURSE (TOC) BERBASIS SELF LEARNING DI LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA (LAN RI) | Tujuan penelitian ini mengevaluasi pelatihan Training Officer Course (TOC) berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia. karena itu Lembaga Administrasi Negara selalu memberikan inovasi baru. Penelitian ini mengadaptasi model empat level evaluasi yaitu Learning, Behavior, Result, Reaction oleh Kirkpatrick. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Metode analisis adalah analisis interaktif oleh Miles Huberman. Hasil penelitian menunjukan reaksi,pembelajaran,sikap,hasil peserta dalam mengikuti pelatihan. Kesimpulan mengenai evaluasi pelatihan Evaluasi Penyelenggaraan Pelatihan TOC Berbasis Self Learning Di Lembaga Administrasi Negara dalam pelaksanaannya sudah baik dan para peserta sudah paham dan menerapkan di lembaga pendidik masing-masing. | The purpose of this study is to evaluate the Training Officer Course (TOC) training impact on the quality of human resources. therefore the State Administration Institute always provides new innovations. This research adapts the four-level evaluation model, namely Learning, Behavior, Result, Reaction by Kirkpatrick. This research uses qualitative research. The analysis method is interactive analysis by Miles Huberman. The results showed the reaction, learning, attitude, results of participants in participating in the training. The conclusion regarding the evaluation of the training Evaluation of the Implementation of Self Learning Based TOC Training at the State Administration Institute in its implementation is good and the participants have understood and applied in their respective Educator institutions. | |
| 41440 | 45041 | C1A020090 | PENGARUH REALISASI INVESTASI PMDN, PMA, DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA TERHADAP KEMISKINAN DI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2019-2022 | Provinsi Jawa Barat dipilih sebagai lokasi penelitian dikarenakan memiliki nilai realisasi investasi dan tenaga kerja terbesar di Indonesia dan mengalami peningkatan setiap tahunnya. Di sisi lain permasalahan kemiskinan di Jawa Barat beriringan meningkat dari tahun ke tahun dan menduduki peringkat 2 sebagai provinsi dengan jumlah penduduk miskin terbanyak pada tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Metode penelitian yang digunakan adalah Analisis Regresi Data Panel dengan variabel penelitian yakni Realisasi Investasi PMDN, PMA, dan Penyerapan Tenaga Kerja sebagai variabel independen, dan Kemiskinan sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel realisasi investasi PMDN, PMA, dan penyerapan tenaga kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan, baik secara parsial maupun secara bersama-sama. Hal ini menunjukkan bahwa setiap peningkatan realisasi investasi PMDN dan PMA, serta penyerapan tenaga kerja akan menurunkan kemiskinan di Provinsi Jawa Barat. Hasil yang signifikan juga memberikan arti bahwa penelitian ini dapat digunakan sebagai alat prediksi guna menentukan kebijakan yang tepat. Implikasi dari penelitian ini yaitu pemerintah setempat harus dapat merancang kebijakan pengelolaan investasi yang ada agar dapat dimanfaatkan secara maksimal. Pemerintah setempat juga perlu menciptakan kestabilan ekonomi dan melakukan promosi guna menarik investor dari dalam dan luar negeri. Kemudian dari sisi tenaga kerja, pemerintah dapat mengadakan pelatihan kerja dan meningkatkan kualitas pendidikan sehingga tenaga kerja yang ada berkualitas, serta memperhatikan ketersediaan lapangan kerja, jaminan sosial, dan kebijakan yang berpihak bagi para tenaga kerja. | West Java Province was chosen as the research location because it has the largest investment realization and labor absorption in Indonesia, with continuous annual increases. On the other hand, the issue of poverty in West Java is also increasing every year, ranking second as the province with the most impoverished population in 2022. This research is quantitative, using secondary data. The research method used is Panel Data Regression Analysis with the research variables being Domestic Investment Realization, Foreign Investment Realization, and Labor Absorption as independent variables, and Poverty as the dependent variable. The results show that the variables of domestic investment realization, foreign investment realization, and labor absorption have a negative and significant effect on poverty, both partially and simultaneously. This indicates that every increase in domestic and foreign investment realization, as well as labor absorption, will reduce poverty in West Java Province. The significant results also imply that this research can be used as a predictive tool to determine appropriate policies. The implications of this research are that the local government must be able to design investment management policies to be maximally utilized. The local government also needs to create economic stability and promote to attract domestic and foreign investors. In terms of labor, the government can conduct job training and improve the quality of education so that high quality labor can exist. Additionally, attention should be given to the availability of jobs, social security, and policies that favor the labor. |