Artikelilmiahs

Menampilkan 41.541-41.560 dari 48.877 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4154143502G1A020031PENGARUH SLOW DEEP BREATHING EXERCISE (SDBE) TERHADAP
DENYUT NADI ISTIRAHAT DAN FREKUENSI PERNAPASAN PENDERITA HIPERTENSI DI KELURAHAN ARCAWINANGUN
PENGARUH SLOW DEEP BREATHING EXERCISE (SDBE) TERHADAP
DENYUT NADI ISTIRAHAT DAN FREKUENSI PERNAPASAN PENDERITA HIPERTENSI DI KELURAHAN ARCAWINANGUN

Husnul Afifah Rizky Oktaviana, Susiana Candrawati, Viva Ratih Bening Ati
Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Indonesia
Email : husnul.oktaviana@mhs.unsoed.ac.id

ABSTRAK

Latar Belakang: Prevalensi penderita hipertensi di Indonesia meningkat seiring dengan peningkatan usia. Pemeriksaan tanda-tanda vital seperti denyut nadi istirahat dan Frekuensi pernapasan merupakan parameter morbiditas hipertensi. Salah satu terapi alternatif bagi hipertensi adalah latihan relaksasi pernapasan slow deep breathing exercise.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh slow deep breathing exercise terhadap denyut nadi istirahat dan frekuensi pernapasan penderita hipertensi di Kelurahan Arcawinangun.
Metode: penelitian ini menggunakan metode pre eksperimental dengan one group pretest posttest pada 26 penderita hipertensi di Posyandu Lansia Waras Winangun. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Partisipan diberi perlakuan latihan pernapasan slow deep breathing exercise tiga kali seminggu selama enam minggu. Pengukuran denyut nadi istirahat menggunakan metode palpasi arteri radialis dan frekuensi pernapasan menggunakan metode inspeksi pengembangan dinding dada yang dilaksanakan sebelum dan setelah pemberian intervensi. Analisis data hasil penelitian menggunakan uji non parametrik wilcoxon.
Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa pemberian intervensi slow deep breathing exercise memberikan penurunan yang bermakna pada denyut nadi istirahat (p=0,001) dengan rerata 89,9231 ± 16,47525 kali per menit menjadi 79,1538 ± 8,23987 kali per menit. Sedangkan pada frekuensi pernapasan tidak didapatkan penurunan yang bermakna (p=0,209) dengan rerata dari 22,9615 ± 4,06429 kali per menit menjadi 22,00 ± 4,30813 kali per menit.
Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa pemberian intervensi slow deep breathing exercise memengaruhi denyut nadi istirahat dan tidak memengaruhi frekuensi pernapasan penderita hipertensi.
Kata Kunci: denyut nadi istirahat, frekuensi pernapasan, penderita hipertensi, slow deep breathing exercise.
EFFECT OF SLOW DEEP BREATHING EXERCISE (SDBE) TO RESTING HEART RATE AND RESPIRATION RATE OF HYPERTENSION PATIENT IN ARCAWINANGUN

Husnul Afifah Rizky Oktaviana, Susiana Candrawati, Viva Ratih Bening Ati
Faculty of Medicine Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Indonesia
Email : husnul.oktaviana@mhs.unsoed.ac.id

ABSTRACT

Backgrounds: The prevalence of hypertension in Indonesia increases with age. Examination of vital signs such as resting pulse and respiratory rate are parameters of hypertension morbidity. One alternative therapy for hypertension is slow deep breathing exercise.
Aim: The purpose of this study was to determine the effect of slow deep breathing exercise on resting heart rate and respiratory rate of hypertensive patients in Arcawinangun.
Method: The research design used is pre-experimental with one group pretest posttest on 26 hypertensive patients at Posyandu Lansia Waras Winangun. The sampling method used is total sampling technique. Participants were treated with slow deep breathing exercise three times a week for six weeks. Examination of resting heart rate used the radial artery palpation method and respiratory rate examined by observing the expantion of chest wall before and after the intervention of slow deep breathing exercise. Data analysis of the results in this study used the wilcoxon non-parametric test.
Result: The results showed that the intervention of slow deep breathing exercise gave a significant decrease in resting heart rate (p=0.001) with a mean of 89.9231 ± 16,47525 beats per minute to 79.1538 ± 8,23987 beats per minute. While the respiratory rate was not found to decrease significantly (p=0.209) with a mean of 22,9615 ± 4,06429 breaths per minutes to 22,00 ± 4,30813 breaths per minutes.
Conclusion: It can be concluded that the administration of slow deep breathing exercise affected the resting heart rate but did not affect the respiration rate.
Key Words: Hypertension patient, respiration rate, resting heart rate, slow deep breathing exercise.
4154244936I1C020073IDENTIFIKASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) RESEP ANTIBIOTIK PADA PASIEN COMMUNITY ACQUIRED PNEUMONIA (CAP) RAWAT INAP ANAK USIA 2-59 BULAN DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTOCommunity Acquired Pneumonia terjadi karena infeksi patogen di lingkungan komunitas <48 jam setelah masuk rumah sakit. Terapi utama terdiri dari antibiotik, peresepan antibiotik yang tidak tepat, dapat menimbulkan Drug Related Problems (DRPs). Penelitian ini guna mengetahui DRPs yang terjadi dalam peresepan antibiotik sehingga dapat di hubungkan dengan outcome klinis pasien. Data diambil dari rekam medis pasien rawat inap anak usia 2-59 bulan yang terkonfirmasi pneumonia <48 jam setelah masuk rumah sakit pada periode Januari-Desember tahun 2022 di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Terdapat 19 sampel sesuai kriteria inklusi. Ditemukan 8 (42%) pasien yang tidak mengalami DRPs sedangkan 11 (58%) pasien yang mengalami DRPs. Pola penggunaan antibiotik yang sering digunakan berupa kombinasi terapi 58% dan monoterapi 42%. Dari 11 pasien yang mengalami DRPs ditemukan penggunaan dosis terlalu rendah 11,8%, dosis terlalu tinggi 11,8% dan frekuensi pemberian kurang 76,5%. Outcome klinis yang diamati berupa suhu, laju pernapasan dan retraksi dada pada pasien yang mengalami DRPs. Nilai signifikansi DRPs terhadap outcome klinis pasien pada perbaikan suhu memiliki signifikansi 0,065, pada perbaikan laju pernapasan (RR) memiliki signifikansi 0,109 dan pada retraksi dada pasien 0,125. DRPs yang terjadi dalam pemberian dosis dan frekuensi. Ketepatan peresepan antibiotik terhadap perbaikan outcome klinis tidak terdapat hubungan yang signifikan.Community Acquired Pneumonia occurs due to pathogenic infection in the community environment <48 hours after hospital admission. The primary therapy of CAP treatment consists of antibiotics, inappropriate antibiotic prescribing could be causing Drug Related Problems (DRPs). This study aims at finding out DRPs that occur in antibiotic prescribing that can be connected to the patient's clinical outcome. Data were taken from the medical records of inpatients of children aged 2-59 months with confirmed pneumonia <48 hours after admission in the period January-December 2022 at Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Hospital. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis. In total, there were 19 samples according to the inclusion criteria. There were 8 (42%) patients without DRPs and 11 (58%) patients with DRPs. The most commonly used antibiotic use pattern was combination therapy 58% and monotherapy 42%. Among 11 patients who experienced DRPs, too low doses 11.8%, too high doses 11.8% and less frequency of delivery 76.5%. Clinical outcomes observed were temperature, respiratory rate and chest retraction in patients with DRPs. The significance value of DRPs on the clinical outcome of patients on temperature improvement had a significance of 0.065, on the improvement of respiratory rate (RR) had a significance of 0.109 and on the patient's chest retraction 0,125
4154343623J1C019036Dekonstruksi Sistem Ie dalam Anime Fruits Basket karya Sutradara Yoshihide IbataPenelitian berjudul “Dekonstruksi Sistem Ie dalam Anime Fruits Basket Karya Sutradara Yoshihide Ibata” ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Dekonstruksi Jacques Derrida serta sistem ie Jepang sebagai landasan untuk menemukan bentuk dekonstruksi. Data yang digunakan berupa dialog dan tangkapan layar dari sumber data yaitu anime Fruits Basket. Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan gambaran dekonstruksi sistem ie pada anime Fruits Basket sehingga dapat mengetahui bagaimana sistem ie dapat berubah dalam karya sastra. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa sistem ie dalam anime Fruits Basket mengalami dekonstruksi, yaitu: Akito Soma mnejadi kepala keluarga sejak kecil, kepala keluarga merupakan seorang perempuan, serta adanya penghapusan anggota keluarga yang merupakan seorang anak laki-laki pertama di ie cabang.This research entitled "Deconstruction of the Ie System in Anime Fruits Basket by Director Yoshihide Ibata" uses a qualitative descriptive method with Jacques Derrida's Deconstruction approach and the Japanese Ie system as a foundation for finding forms of deconstruction. The data used is in the form of dialog and screenshots from the data source, namely the anime Fruits Basket. This research aims to describe the deconstruction of the ie system in the anime Fruits Basket so that it can find out how the ie system can change in literary works. The results of the research conducted show that the ie system in the anime Fruits Basket is deconstructed, namely: Akito Soma has been the head of the family since childhood, the head of the family is a woman, and there is an elimination of family members who are the first son in the ie branch.
4154443619F1A018025BEAUTY VLOGGER PRIA SEBAGAI BENTUK NORMALISASI PENGGUNAAN SKINCARE DAN MAKEUP UNTUK PRIA (ANALISIS SEMIOTIKA PADA YOUTUBE CHANNEL JOVI ADHIGUNA)Kemajuan teknologi telah memicu peningkatan permintaan dalam hal belanja online, terutama dalam produk-produk makeup dan skincare yang sangat diminati terutama oleh perempuan. Permintaan yang meningkat ini telah membuka jalan bagi fenomena beauty vlogger, pembuat konten yang berfokus pada produk kecantikan. Beauty vlogger adalah seseorang yang aktif memberikan informasi mengenai produk kecantikan. Awalnya, kehadiran beauty vlogger diramaikan oleh kaum perempuan. Namun, seiring berjalannya waktu, munculnya beauty vlogger pria telah mengubah paradigma tersebut. Keberadaan pria sebagai beauty vlogger pada awalnya dianggap sebagai sesuatu yang asing dan menarik perhatian publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis normalisasi penggunaan skincare serta makeup pada beauty vlogger pria, dimana Jovi Adhiguna, seorang beauty vlogger pria menjadi sebuah objek yang dikaji dalam penelitian ini. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Jovi Adhiguna mengekspresikan normalisasi penggunaan produk kecantikan melalui gestur tubuh, bahasa, dan teknik pengaplikasian makeup serta skincare. Tindakan ini berkaitan dengan stereotip feminin, menunjukkan bahwa beauty vlogger pria seperti Jovi memiliki hubungan erat dengan unsur-unsur budaya feminin dalam penggunaan skincare dan makeup. Normalisasi yang dilakukan oleh Jovi Adhiguna menggunakan cara dengan memberikan arahan atau disiplin perilaku yang dihubungkan dengan gaya feminin sehingga Jovi Adhiguna, sebagai seorang beauty vlogger pria, dapat melakukan normalisasi tanpa adanya pandangan asing. Technological advancements have fuelled an increased demand in online shopping, especially in makeup and skincare products that are in high demand especially by women. This increased demand has paved the way for the phenomenon of beauty vloggers, content creators who focus on beauty products. A beauty vlogger is someone who actively provides information about beauty products. Initially, the presence of beauty vloggers was enlivened by women. However, over time, the emergence of male beauty vloggers has changed the paradigm. The existence of men as beauty vloggers was initially considered something foreign and attracted public attention. This study aims to analyse the normalisation of the use of skincare and makeup in male beauty vloggers, where Jovi Adhiguna, a male beauty vlogger, becomes an object studied in this research.The results concluded that Jovi Adhiguna expresses the normalisation of the use of beauty products through body gestures, language, and makeup and skincare application techniques. This action is related to feminine stereotypes, showing that male beauty vloggers like Jovi have a close relationship with elements of feminine culture in the use of skincare and makeup. Normalisation is done by Jovi Adhiguna by providing direction or behavioural discipline associated with feminine styles so that Jovi Adhiguna, as a male beauty vlogger, can normalise without any stranges views.
4154543620I1A020038STIGMA MASYARAKAT TERHADAP PENDERITA TUBERKULOSIS DI KELURAHAN KOBER
PURWOKERTO BARAT
Latar Belakang : Stigma sering diarahkan kepada penyakit menular tidak terkecuali penyakit TBC. Stigma publik sering kali menurunkan motivasi kesembuhan bagi penderita dan mempengaruhi kondisi baik fisik maupun psikis. Untuk itu, penelitian ini bertujuan mengetahui realita stigma yang ada dimasyarakat mengenai penderita TBC serta mendeskripsikan pengetahuan, sikap, pengalaman dan ekspektasi masyarakat mengenai penyakit TBC dan penderitanya.
Metodologi : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Analisis yang digunakan ialah analisis naratif yang berfokus untuk menarasikan pandangan subyek penelitian terhadap tema yang diambil, Subyek penelitian terdiri dari lima informan utama dipilih dengan purposive sampling yang merupakan masyarakat di Kelurahan Kober serta empat informan pendukung yang terdiri dari tokoh masyarakat dan penderita. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dengan analisis data yang diawali dengan mereduksi data, menyajikan data hingga tahap verifikasi.
Hasil penelitian : Berdasarkan hasil penelitian, semua informan masih memiliki stigma terhadap penderita. Informan menyatakan bahwa perlu adanya pembatasan hak karena mereka merupakan penderita penyakit menular. Selain itu, menyatakan melihat penderita sebagai suatu ancaman karena penyakit yang telah menginfeksi penderita kelak akan tertular ke masyarakat apabila berinteraksi dengan penderita Keberadaan penderita disekitar mereka menimbulkan kecemasan akan penularan penyakit menular lewat udara ini. Melalui penelitian ini didapatkan lima tema yaitu pengetahuan, sikap, pengalaman dan harapan masyarakat terhdap penderita.
Kesimpulan : Masyarakat di Kelurahan Kober memiliki stigma dengan domain exclusionary sentiments dan perception of dangerousness. Pengetahuan, sikap, pengalaman dan ekspektasi berpengaruh terhadap pembentukan stigma masyarakat.
Background: Stigma is often directed to individuals with infectious diseases, including tuberculosis. Public stigma often decreasing motivation to surverre and affects condition both physically and psychologically of tuberculosis infected individuals. For this reason, this research aims to find out the reality of the stigma that exists in society regarding TB- infected individuals and to describe the knowledge, attitudes, experiences and expectations of society regarding TB-infected individuals.
Methods : This research is a qualitative descriptive research with a phenomenological approach. The analysis used is narrative analysis which focuses on narrating the research subjects' views on the themes taken. The research subjects consisted of five main informants selected using purposive sampling who were people in Kober Village as well as four supporting informants consisting of community leaders and tb-infected individuals. The data collection technique uses in-depth interviews with data analysis which begins with reducing the data, presenting the data until the verification stage.
Results: Based on the research results, all informants still have a stigma towards TB-infected individuals. Informants stated that there was a need to limit their rights because of infectious diseases. Apart from that,informants stated that they saw TB-infected individuals as a threat because the disease that had infected the TB-infected individuals would later be transmitted to the community. The presence of TB-infected individuals around them raised concerns about the transmission of this airborne infectious disease. Through this research, five themes were obtained, namely knowledge, attitudes, experiences and community expectations for TB-infected individuals..
Conclusion: The community in Kober Village has a stigma with the domains of exclusionary sentiments and perception of dangerousness. Knowledge, attitudes, experiences and expectations influence the formation of public stigma.
4154643621F1C017015Pengaruh Intensitas Mengakses Korean Fashion pada Aplikasi Instagram Terhadap Perilaku Imitasi Followers Akun Instagram Kpop Family PurwokertoKorean Wave atau Hallyu mengacu pada fenomena budaya populer korea yang mulai populer di Asia Tenggara dan daratan Cina pada akhir 1990-an. Korean Wave mencangkup beberapa aspek yakni musik, drama televisi, flim, makanan, literatur, kosmetik, Bahasa dan gaya berpakaian (Korean Fashion). penelitian ini menggunakan Teori S-O-R (Stimulus Organism Respon) yang dikemukakan oleh Houland, et. al pada tahun 1953. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang akan menjadi dasar untuk mengambil data, menentukan variable, dengan Analisa sesuai prosedur statistic yang berlaku. Pada analisis ditemukan, bahwa intensitas mengakses Korean fashion di Instagram terutama pada akun @dispatch_style terhadap perilaku imitasi yang dilakukan oleh followers @popmipwt, memiliki hasil hipotesis diterima dan terbukti setelah diuji menggunakan Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 22.0. Hasil dari pengujian tersebut menunjukan adanya hubungan positif yang sangat kuat antara intensitas mengakses Korean fashion di Instagram terhadap perilaku imitasi followers @popmipwt. Penelitian ini menunjukan bahwa Teori S-O-R berdasarkan hasil dari analisis data dan hipotesis penelitian, dimana teori ini menjelaskan Ketika terjadi proses penerimaan pesan yang dilakukan oleh individu maka akan timbul suatu respon dari perilaku tersebut.Korean Wave atau Hallyu mengacu pada fenomena budaya populer korea yang mulai populer di Asia Tenggara dan daratan Cina pada akhir 1990-an. Korean Wave mencangkup beberapa aspek yakni musik, drama televisi, flim, makanan, literatur, kosmetik, Bahasa dan gaya berpakaian (Korean Fashion). penelitian ini menggunakan Teori S-O-R (Stimulus Organism Respon) yang dikemukakan oleh Houland, et. al pada tahun 1953. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang akan menjadi dasar untuk mengambil data, menentukan variable, dengan Analisa sesuai prosedur statistic yang berlaku. Pada analisis ditemukan, bahwa intensitas mengakses Korean fashion di Instagram terutama pada akun @dispatch_style terhadap perilaku imitasi yang dilakukan oleh followers @popmipwt, memiliki hasil hipotesis diterima dan terbukti setelah diuji menggunakan Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 22.0. Hasil dari pengujian tersebut menunjukan adanya hubungan positif yang sangat kuat antara intensitas mengakses Korean fashion di Instagram terhadap perilaku imitasi followers @popmipwt. Penelitian ini menunjukan bahwa Teori S-O-R berdasarkan hasil dari analisis data dan hipotesis penelitian, dimana teori ini menjelaskan Ketika terjadi proses penerimaan pesan yang dilakukan oleh individu maka akan timbul suatu respon dari perilaku tersebut.


Abstrak
Korean Wave or Hallyu refers to the Korean popular culture phenomenon that became popular in Southeast Asia and mainland China in the late 1990s. The Korean Wave covers several aspects, namely music, television dramas, films, food, literature, cosmetics, language and clothing styles (Korean Fashion). This research uses the S-O-R (Stimulus Organism Response) Theory proposed by Houland, et. al in 1953. This research uses quantitative research methods which will be the basis for collecting data, determining variables, with analysis according to applicable statistical procedures. In the analysis, it was found that the intensity of accessing Korean fashion on Instagram, especially on the @dispatch_style account, regarding the imitation behavior carried out by @popmipwt followers, had the hypothesis results accepted and proven after being tested using Pearson Product Moment with the help of SPSS version 22.0. The results of this test show that there is a very strong positive relationship between the intensity of accessing Korean fashion on Instagram and the imitation behavior of @popmipwt followers. This research shows that the S-O-R Theory is based on the results of data analysis and research hypotheses, where this theory explains that when an individual receives a message, a response will arise from that behavior.
4154743622F1A020014Diskriminasi Perempuan Penyandang Difabel Dalam Drama Korea Extraordinary Attorney Woo (2022)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi diskriminasi pada perempuan penyandang difabel (autis) melalui beberapa potongan adegan dalam film drama Korea Extraordinary Attorney Woo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika dari Roland Barthes. Kemudian teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi dan dokumentasi. Menggunakan teori Stigma milik Erving Goffman. Dari hasil penelitian, film ini merepresentasikan diskriminasi pada perempuan penyandang difabel dengan spektrum autis yang dimiliki oleh Pengacara Woo Young Woo. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu makna denotasi yang muncul dalam 3 adegan film yang merepresentasikan diskriminasi pada perempuan penyandang difabel (autis) yaitu terdapat diskriminasi yang dialami oleh Woo Young Woo dalam pekerjaannya sebagai pengacara dan kehidupan bermasyarakatnya. Lalu makna konotasi dalam film ini adalah bagaimana film drama Korea ini menyampaikan pesan bahwa menjadi perempuan penyandang difabel dengan spektrum autis tidaklah mudah. Terdapat mitos yang muncul dalam film ini seperti stigma negatif perempuan difabel (autis) yang serba kekurangan, berpikiran lemah dan tak berdaya serta beban bagi pasangannya dan aib bagi orang lain. Selain itu, hasil dari analisa teori Stigma Erving Goofman memberikan kesimpulan bahwa stigma yang sudah diberikan kepada perempuan penyandang difabel (autis) termasuk kedalam stigma blemishes of individual character.The purpose of this research is to understand the representation of discrimination against women with disabilities (autism) through several scenes in the Korean drama film "Extraordinary Attorney Woo." This study employs a qualitative descriptive method with semiotic analysis by Roland Barthes. The data collection techniques used are observation and documentation, guided by Erving Goffman's Stigma theory. From the research findings, the film represents discrimination against women with autism spectrum disabilities as portrayed by Attorney Woo Young Woo. The conclusion of this study is that the denotative meaning evident in three film scenes representing discrimination against women with autism spectrum disabilities is the discrimination experienced by Woo Young Woo in her role as a lawyer and her social life. The connotative meaning in this film conveys the message that being a woman with a disability on the autism spectrum is not easy. Myths depicted in the film include negative stereotypes of disabled women (autism) as being deficient, mentally weak, powerless, burdensome to their partners, and a disgrace to others. Furthermore, the analysis of Erving Goffman's Stigma theory concludes that the stigma attached to women with disabilities (autism) falls under the category of "blemishes of individual character."
4154843624F1C017071KOMUNIKASI ANTARPRIBADI KAUM LESBIAN DALAM KOMUNITAS PERTOKOSILesbian merupakan suatu fenomena sosial yang kian banyak
dijumpai dan diperbincangkan. Keberadaannya disadari sebagai
sebuah realita di dalam masyarakat dan menimbulkan berbagai
macam reaksi oleh lingkungan sekitarnya. Kaum lesbian dalam hal
ini mempunyai keputusan untuk mengungkapkan identitasnya
sebagai lesbian ataupun tidak. Ketika dirinya memutuskan untuk
mengungkapkan identitasnya sebagai lesbian, maka respon akan
didapatkan. Begitu pula ketika kaum lesbian memutuskan untuk
melakukan komunikasi dan interaksi tanpa mengungkapkan
identitasnya.Dalam penelitian ini menggunakan paradigma
konstruktivisme dengan menggunakan perspektif deskriptif kualitatif.
Lokasi penelitian di Kota Bekasi tepatnya di Jatiasih. Teknik
pemilihan informan dalam penelitian ini akan menggunakan teknik
purposive sampling. Cara seorang Lesbian dalam melakukan
perkenalan dibagi menjadi 5 tahapan. Keinginan untuk
mengungkapkan identitas sebagai seorang lesbian masih belum
ada, dikarenakan beban moral dan takut akan pandangan
masyarakat mengenai anggota lesbian.
Lesbian is a social phenomenon that is increasingly encountered and
discussed. Its existence is realized as a reality in society and causes
various reactions by the surrounding environment. Lesbian people in
this case have a decision to disclose their identity as a lesbian or not.
When she decides to reveal her identity as a lesbian, a response will
be obtained. Likewise when lesbians decide to engage in
communication and interaction without revealing their identity, this
study uses a constructivist paradigm using a qualitative descriptive
perspective. The research site in Bekasi City is precisely in Jatiasih.
The informant selection technique in this study will use purposive
sampling techniques. The way a lesbian introduces herself is divided into five stages. The desire to express identity as a lesbian still does not exist, due to the moral burden and fear of the public's view of lesbian members.
4154943549I1A019099FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) PADA PEKERJA PENGRAJIN GENTENG DI DESA SRUWENG KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2023Latar Belakang: CTS merupakan gangguan pada pergelangan tangan yang mempengaruhi saraf dan suplai darah pada terowongan karpal. Hasil observasi awal menunjukkan 13 pekerja (86,7%) dari 15 pekerja pengrajin genteng di Desa Sruweng Kebumen mengeluhkan rasa nyeri dan kesemutan pada tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi CTS pada pekerja pengrajin genteng di Desa Sruweng Kebupaten Kebumen.
Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Responden berjumlah 84 orang menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian berupa kuisioner dan Phalen’s Test.
Hasil Penelitian: Hasil analisis multivariat terdapat 3 variabel yang mempengaruhi CTS pada pekerja pengrajin genteng, yaitu variabel Usia (p-value=0,015), Durasi Kerja (p-value=0,006), dan Gerakan repetitif (p-value=0,002). Variabel yang paling mempengaruhi yaitu variabel Usia dengan nilai OR 8,395.
Kesimpulan: Ada pengaruh antara usia, durasi kerja, dan gerakan repetitif dengan CTS pada pengrajin genteng di Desa Sruweng Kabupaten Kebumen. Pekerja lanjut usia disarankan bekerja dengan durasi kerja yang sesuai dengan keterbatasan produktivitasnya.
Kata Kunci : CTS, pengrajin genteng, faktor
Background: CTS is a wrist disorder that affects the nerves and blood supply to the carpal tunnel. Initial observation results showed that 13 workers (86.7%) out of 15 roof tile crafts workers in Sruweng Village, Kebumen complained of pain and tingling in their hands. This study aims to determine the factors that influence CTS in roof tile crafts workers in Sruweng Village, Kebumen.
Methodology: This research is a quantitative study with a cross-sectional study design. Respondents totaling 84 people used random sampling techniques. The research instruments were questionnaires and Phalen's Test.
Research Results: The results of the multivariate analysis show that 3 variables influence CTS in roof tile workers, namely the variable Age (p-value = 0.015), Work Duration (p-value = 0.006), and repetitive movements (p-value = 0.002). The most influencing variable is the age variable with an OR value of 8.395.
Conclusion: There is an influence between age, work duration, and repetitive movements with CTS on roof tile craftsmen in Sruweng Village, Kebumen Regency. Elderly workers are advised to work with a working duration appropriate to their productivity limitations.
Keywords: CTS, roof tile craftsmen, factor
4155043625I1A020009GAMBARAN PENGETAHUAN DAN KEBUTUHAN MEDIA PROMOSI KESEHATAN TUBERKULOSIS PARU PADA PENYANDANG TUNARUNGU DI WILAYAH PUSKESMAS KEMBARAN ILatar Belakang: Memperoleh akses informasi merupakan hak setiap orang, termasuk disabilitas tunarungu. Tingginya angka disabilitas tunarungu dan terbatasnya ketersediaan media promosi kesehatan sehingga perlu adanya penyediaan media promosi kesehatan sesuai kebutuhan sasaran. Tujuan penelitian ini untuk mendeksripsikan gambaran pengetahuan dan kebutuhan media promosi kesehatan tuberkulosis paru pada penyandang disabilitas tunarungu di wilayah Puskesmas Kembaran I.
Metodologi: Penelitian ini melibatkan 6 informan utama penyandang disabilitas tunarungu. Informan pendukung yaitu 3 orang tua informan utama, 1 petugas promosi kesehatan puskesmas, dan 1 guru. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deksriptif dengan teknik pengambilan data wawancara mendalam. Analisis data yang digunakan yaitu analisis data tematik.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan hanya sebagian kecil informan yang memiliki pengetahuan yang cukup mengenai tuberkulosis paru. Keterbatasan yang dimiliki membuat mereka hanya bisa mengakses media visual saja. Informan menyatakan bahwa mereka membutuhkan media promosi kesehatan berbentuk video pendek animasi dengan subtitle dan JBI, media komik dengan banyak gambar sedikit kata, dan buku tipis sederhana dengan muatan materi pengetauan dasar tuberkulosis paru.
Kesimpulan: Perlu adanya media promosi kesehatan berbentuk video pendek, komik dan buku tipis dengan muatan materi dasar tuberkulosis paru untuk disabilitas tunarungu.
Background: Gaining access to information is everyone's right, including deaf people. The high number of deaf people with disabilities and the limited availability of health promotion media means that it is necessary to provide health promotion media according to target needs. The aim of this research is to describe the description of knowledge and media needs for pulmonary tuberculosis health promotion among deaf people in the Kembaran I Community Health Center area.
Methodology: This research involved 6 main informants who were deaf. Supporting informants were 3 main elderly informants, 1 community health center health promotion officer, and 1 teacher. The research method used is a descriptive qualitative method with in-depth interview data collection techniques. The data analysis used is thematic data analysis.
Research Results: The research results showed that only a small number of informants had sufficient knowledge about pulmonary tuberculosis. Their limitations mean they can only access visual media. Informants stated that they needed health promotion media in the form of short animated videos with subtitles and JBI, comic media with lots of pictures and few words, and simple thin books containing basic knowledge of pulmonary tuberculosis.
Conclusion: There is a need for health promotion media in the form of short videos, comics and thin books with basic material on pulmonary tuberculosis for the deaf.
4155143626J1D019007Pelanggaran Prinsip Kerja Sama Dan Prinsip Kesantunan Pada Podcast Deddy Corbuzier Yang Berjudul 30 Juta Kursi Sekolah Negeri Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelanggaran prinsip kerja sama dan prinsip kesantunan pada podcast Deddy Corbuzier salah satu youtuber ternama dengan jumlah pengikut banyak. Permasalahan pada penelitian ini adalah peneliti akan meneliti pelanggaran prinsip kerja sama yang terjadi karena pada saat proses komunikasi antara penutur dan lawan tutur tidak memperhatikan adanya prinsip kesantunan dan prinsip kerja sama sehingga banyak hal yang terjadi. Landasan teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori Grice dan Leech.
Bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data penelitian ini adalah pelanggaran prinsip kerja sama dan prinsip kesantunan yang terdapat dalam podcast. Sumber data penelitian ini adalah tuturan yang terdapat pada podcast Deddy Corbuzier yang berjudul 30 Juta Kursi Sekolah Negeri. Metode pengumpulan data yang digunakan peneliti pada penelitian ini adalah metode simak dan metoe catat. Metode simak adalah peneliti menyimak vidio podcast secara berulang ulang kemudian mencatat setiap tuturan antara penutur dan lawan tutur. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode padan pragmatis.
Hasil penelitian menjelaskan bahwa pada Podcast terdapat pelanggaran prinsip kerja sama namun pelanggaran yang sering ditemui adalah pada maksim kuantitas yaitu lawan tutur menjawab secara berlebihan tidak sesuai dengan kebutuhan lawan tutur. Pada pelanggaran ini ditemukan 5 data pelanggaran, selain itu pada prinsip kesantunan terdiri dari enam maksim dan pada penelitian ini ditemukan pelanggaran prinsip kesantunan tetapi pada maksim simpati tidak ditemukan pelanggaran karena antara penutur dan lawan tutur tidak saling bersaing untuk menjatuhkan namun saling menghargai satu sama lain sehingga proses komunikasi berjalan dengan baik walaupun tidak maksimal karena masih terdapat pelanggaran.
This research aims to describe forms of violation of the principle of cooperation and the principle of politeness in the podcast of Deddy Corbuzier, a well-known YouTuber with a large number of followers. The problem in this research is that the researcher will examine violations of the principle of cooperation that occur because during the communication process between the speaker and the interlocutor they do not pay attention to the principles of politeness and the principle of cooperation so that many things happen. The theoretical basis used in this research is the theory of Grice and Leech .

The form of this research is qualitative research. This research data is a violation of the principles of cooperation and politeness principles contained in podcasts. The data source for this research is the speech contained in Deddy Corbuzier's podcast entitled 30 Million Public School Seats. The data collection method used by researchers in this research is the listening and note-taking method. The listening method is that the researcher watches the video podcast repeatedly and then notes every utterance between the speaker and the interlocutor. Data analysis in this study used a pragmatic matching method
This research aims to describe forms of violation of the principle of cooperation and the principle of politeness in the podcast of Deddy Corbuzier, a well-known YouTuber with a large number of followers. The problem in this research is that the researcher will examine violations of the principle of cooperation that occur because during the communication process between the speaker and the interlocutor they do not pay attention to the principles of politeness and the principle of cooperation so that many things happen. The theoretical basis used in this research is the theory of Grice and Leech .
The data collection method used by researchers in this research is the listening and note-taking method. The listening method is that the researcher watches the video podcast repeatedly and then notes every utterance between the speaker and the interlocutor. Data analysis in this study used a pragmatic matching method.

Keyword : Communication Process, Principles of Cooperation, Principles of Politeness
4155245127E1B020008TINDAK PIDANA MENGEDARKAN UANG RUPIAH YANG
DIKETAHUINYA MERUPAKAN UANG RUPIAH PALSU
(Studi Kasus Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto
Nomor 137/Pid.B/2023/PN Pwt)
Kejahatan terhadap mata uang seperti mengedarkan uang rupiah palsu banyak
dilakukan oleh masyarakat dengan berbagai macam modus operandi.
Membelanjakannya merupakan suatu tindakan atau modus yang biasa dilakukan
pelaku pengedar uang rupiah palsu. Penelitian ini menganalisis pertimbangan hukum
Hakim dalam putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 137/Pid.B/2023/PN
Pwt mengenai tindak pidana pengedaran uang rupiah palsu, serta dasar pertimbangan
hukum dalam penjatuhan sanksi pidana terhadap terdakwa. Metode penelitian
menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi deskriptif analisis, dan
data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dari putusan tersebut sebagai sumber
data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian, pertimbangan hukum Hakim dalam
penerapan unsur-unsur tindak pidana mengedarkan uang rupiah yang diketahuinya
merupakan uang rupiah palsu dalam putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor
137/Pid.B/2023/PN Pwt. Majelis Hakim menyatakan bahwa terdakwa memenuhi
unsur tindak pidana mengedarkan uang rupiah palsu menurut Pasal 36 Ayat (3) UU
No. 7 Tahun 2011. Perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan
memenuhi unsur-unsur pasal tersebut, yaitu: Unsur Setiap orang; Unsur yang
mengedarkan dan atau membelanjakan uang rupiah yang diketahuinya merupakan
uang rupiah palsu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 Ayat (3). Dasar
pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana terhadap terdakwa
yang mengedarkan uang rupiah palsu dalam Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto
Nomor 137/Pid.B/2023/PN Pwt. Pertama, Hakim menggunakan teori sistem
pembuktian hukum pada Pasal 36 Ayat (3) UU No. 7 Tahun 2011, perbuatan
terdakwa telah memenuhi unsur-unsur dalam pasal tersebut. Kedua, Hakim
menggunakan kelengkapan alat bukti berupa keterangan para saksi, keterangan Ahli
dan keterangan terdakwa. Ketiga, pertimbangan terhadap hal-hal yang meringankan
dan yang memberatkan terdakwa.
Crimes involving currency, such as circulating counterfeit Indonesian rupiah, are
commonly perpetrated by individuals using various methods. Spending counterfeit
money is a typical tactic employed by those involved in such crimes. This study
analyzes the legal reasoning of judges in the case of counterfeit rupiah circulation in
the decision of the Purwokerto District Court Case No. 137/Pid.B/2023/PN Pwt, and
examines the legal basis for sentencing the defendant. The research uses a normative
juridical approach with a descriptive-analytical specification, and data are collected
through library research from the court decision as secondary data. Based on the
research findings, the judges' legal reasoning in applying the elements of the crime
of circulating counterfeit rupiah in the Purwokerto District Court Decision No.
137/Pid.B/2023/PN Pwt states that the defendant met the elements of the crime as
outlined in Article 36 Paragraph (3) of Law No. 7 of 2011. The defendant's actions
were legally and convincingly proven to meet the elements of the article, which
include: the element of "any person" and the element of "circulating or spending
money known to be counterfeit" as referred to in Article 26 Paragraph (3). The basis
for the judges' legal considerations in imposing criminal sanctions includes: first, the
application of the evidentiary theory under Article 36 Paragraph (3) of Law No. 7 of
2011, indicating that the defendant's actions fulfilled the elements of the article;
second, the use of comprehensive evidence, including witness testimony, expert
opinions, and the defendant's statements; third, consideration of mitigating and
aggravating factors regarding the defendant
4155343628C1A020041Analisis Keuntungan Industri Rumah Tangga Kerajinan Rotan Di Kampung Wisata Rotan Galmantro Desa TegalwangiKabupaten Cirebon merupakan penghasil kerajinan rotan terbesar di Indonesia. Industri kerajinan rotan yang berkembang di Kabupaten Cirebon masih dalam skala kecil dan industri rumah tangga. Salah satu wilayah yang menjadi sentra industri rumah tangga kerajinan rotan Kabupaten Cirebon adalah Desa Tegalwangi yang dikenal sebagai Kampung Wisata Rotan Galmantro. Sesuai dengan karakteristiknya, produktivitas industri rumah tangga kerajinan rotan di Desa Tegalwangi ini relatif lebih rendah.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keuntungan yang diterima oleh industri rumah tangga kerajinan rotan di Kampung Wisata Rotan Galmantro Desa Tegalwangi serta faktor – faktor yang mempengaruhi keuntungannya seperti modal, tenaga kerja, jenis produk, digital marketing dan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini ditujukan kepada industri rumah tangga kerajinan rotan di Kampung Wisata Rotan Galmantro Desa Tegalwangi dengan populasi sebanyak 217 industri rumah tangga dan sampel sebanyak 70 responden yang didapatkan dari perhitungan rumus slovin. Penentuan sample dilakukan melalui metode simple random sampling. Penelitian ini menggunakan analisis pendapatan dan analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata keuntungan yang didapatkan industri rumah tangga kerajinan rotan di Kampung Wisata Rotan Galmantro Desa Tegalwangi adalah sebesar Rp2.744.285,71 perbulan. Modal, tenaga kerja dan teknologi berpengaruh positif signifikan terhadap keuntungan industri rumah tangga kerajinan rotan di Kampung Wisata Rotan Galmantro Desa Tegalwangi, sedangkan jenis produk dan digital marketing tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keuntungan industri rumah tangga kerajinan rotan di Kampung Wisata Rotan Galmantro Desa Tegalwangi.
Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa pelaku usaha industri rumah tangga kerajinan rotan meningkatkan jumlah modal, tenaga kerja yang disertai dengan peningkatan kualitas dan teknologi. Pelaku usaha industri rumah tangga kerajinan rotan perlu memperhatikan kualitas tenaga kerja agar dapat meningkatkan produktivitasnya. Sehingga, diperlukan adanya berbagai pelatihan untuk mengembangkan kualitas tenaga kerja pengrajin rotan di Kampung Wisata Rotan Galmantro Desa Tegalwangi.
Cirebon Regency is the largest rattan handicraft producer in Indonesia. The rattan handicraft industry that is developing in Cirebon Regency is still on a small scale and household industry. One of the areas that is the center of rattan handicraft household industry in Cirebon Regency is Tegalwangi Village which is known as Galmantro Rattan Tourism Village. In accordance with its characteristics, the productivity of the rattan craft household industry in Tegalwangi Village is relatively lower.
This study aims to analyze the net income received by the rattan handicraft household industry in Galmantro Rattan Tourism Village, Tegalwangi Village as well as factors that affect its income such as capital, labor, product type, digital marketing and technology. This study used a quantitative approach. This research is aimed at rattan handicraft household industries in Galmantro Rattan Tourism Village, Tegalwangi Village with a population of 217 household industries and a sample of 70 respondents obtained from the calculation of the slovin formula. Sample determination is done through a simple random sampling method. This study used income analysis and multiple linear regression analysis.
The results showed that the average profit obtained by the rattan handicraft household industry in Galmantro Rattan Tourism Village, Tegalwangi Village was Rp2,744,285.71 per month. Capital, labor and technology have a significant positive effect on the income of rattan handicraft household industries in Galmantro Rattan Tourism Village, Tegalwangi Village, while product types and digital marketing do not significantly affect the income of rattan handicraft household industries in Galmantro Rattan Tourism Village, Tegalwangi Village.
The implication of this study is that rattan handicraft household industry business actors increase the amount of capital, labor accompanied by quality and technology improvements. Rattan handicraft household industry business actors need to pay attention to the quality of labor in order to increase their productivity. So, various training is needed to develop the quality of the rattan crafts workforce in the Galmantro Rattan Tourism Village, Tegalwangi Village.
4155443629K1C019076HUBUNGAN PARAMETER CUACA DENGAN SEBARAN TITIK API (HOT SPOT) TERHADAP FENOMENA KEBAKARAN HUTAN
(STUDI KASUS KABUPATEN SUMBA TIMUR)
Kebakaran hutan dan lahan merupakan fenomena tahunan yang terjadi di wilayah Sumba Timur. Keberadaannya dapat dideteksi dari citra titik api menggunakan satelit penginderaan jauh. Faktor cuaca dan dominasi vegetasi sabana pada musim kering diperkirakan menjadi penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur hubungan antara jumlah titik api dan empat parameter cuaca, yaitu: suhu udara, curah hujan, kelembaban, dan tekanan udara. Data titik api diperoleh dari hasil penginderaan jauh menggunakan satelit Terra-Modis, sedangkan parameter cuaca didapatkan dari hasil pengukuran oleh Badan Meteorologi dan Geofisika Sumba Timur selama tahun 2018-2022. Korelasi antar besaran dilihat dari pola statistikanya, baik untuk korelasi masing-masing besaran terhadap jumlah titik api, maupun korelasi keempat parameter dan jumlah titik api secara simultan. Hasil menunjukkan bahwa parameter yang memiliki hubungan tinggi dengan titik api adalah curah hujan, kelembaban, dan tekanan udara. Suhu udara memiliki hubungan yang rendah dengan titik api. Korelasi secara simultan menghasilkan hubungan parameter cuaca dengan titik api menghasilkan nilai hubungan yang tinggi.Forest and land fires are an annual phenomenon that occurs in the East Sumba region. Its presence can be detected from fire spot images using remote sensing satellites. Weather factors and the dominance of savanna vegetation in the dry season are thought to be the cause. This research aims to measure the relationship between the number of hotspots and four weather parameters, namely: air temperature, rainfall, humidity and air pressure. Fire spot data was obtained from remote sensing results using the Terra-Modis satellite, while weather parameters were obtained from measurements by the East Sumba Meteorology and Geophysics Agency during 2018-2022. The correlation between quantities can be seen from the statistical pattern, both for the correlation of each quantity with the number of hotspots, as well as the correlation of the four parameters and the number of hotspots simultaneously. The results show that the parameters that have a high relationship with hotspots are rainfall, humidity and air pressure. Air temperature has a low relationship with hotspots. Simultaneous correlation produces a relationship between weather parameters and hotspots producing a high relationship value.
4155545154E1A020124PENERAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) BERDASARKAN PASAL 74 UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DI PT. SEMBILAN TIGA PERDANA JAKARTA SELATANPT Sembilan Tiga Perdana merupakan badan usaha yang berbentuk perseroan terbatas yang bergerak di bidang pertambangan. Setiap perusahaan pertambangan memiliki kewajiban untuk menjaga atau menyeimbangkan antara kegiatan operasional dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan mereka. Pelaksanaan Corporate Social Responsibility di PT Sembilan Tiga Perdana menggunakan istilah Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang memfokuskan pada 8 aspek, yaitu Pendidikan, Kesehatan, Tingkat Pendapatan Riil, Kemandirian Ekonomi, Sosial dan Budaya, Kesempatan Masyarakat Untuk Berpartisipasi Dalam Pengelolaan Lingkungan, Pembentukan Kelembagaan Untuk Menunjang PPM Mandiri, Pembangunan Infrastruktur Penunjang PPM. Pengaturan tentang Corporate Social Responsibility (CSR) diatur dalam Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, penelitian normatif merupakan penelitian hukum yang meneliti bahan pustaka sehingga disebut juga penelitian hukum kepustakaan disertai data primer sebagai pendukung. Metode analisis yang digunakan yakni normatif kualitatif yaitu metode yaitu pembahasan dan penjabaran yang disusun secara logis terhadap hasil penelitian terhadap norma kaidah maupun teori hukum yang relevan dengan pokok permasalahan. Berdasarkan hasil penelitian, PT Sembilan Tiga Perdana sebagai perusahaan yang menjalankan kegiatannya di bidang sumber daya alam telah melaksanakan Corporate Social Responsibility (CSR) sesuai dengan ketentuan Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas. Maka dari itu, PT Sembilan Tiga Perdana tidak dapat dikenai sanksi sebagaimana ketentuan dari Pasal 74 ayat (3) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas. PT Sembilan Tiga Perdana is a business entity in the form of a limited liability company which operates in the mining sector. Every mining company has an obligation to maintain or balance operational activities with their social and environmental responsibilities. The implementation of Corporate Social Responsibility at PT Sembilan Tiga Perdana uses the term Community Development and Empowerment Program (PPM) which focuses on 8 aspects, namely Education, Health, Real Income Level, Economic, Social and Cultural Independence, Community Opportunities to Participate in Environmental Management, Formation Institutions to Support Mandiri PPM, Development of PPM Supporting Infrastructure. Regulations regarding Corporate Social Responsibility (CSR) are regulated in Article 74 of Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies. This research uses a normative juridical approach. Normative research is legal research that examines library materials so it is also called library legal research accompanied by primary data as support. The analytical method used is normative qualitative, namely a method that is a logically arranged discussion and explanation of the results of research on norms, rules and legal theories that are relevant to the main problem. Based on the research results, PT Sembilan Tiga Perdana as a company that carries out activities in the field of natural resources has implemented Corporate Social Responsibility (CSR) in accordance with the provisions of Article 74 of Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies. Therefore, PT Sembilan Tiga Perdana cannot be subject to sanctions as stipulated in Article 74 paragraph (3) of Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies.
4155643632F1C020023Peran Protokoler dalam Menjaga Reputasi Pimpinan Daerah Kabupaten BanyumasPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran protokol dalam menjaga reputasi pimpinan daerah di Kabupaten Banyumas. Dengan menggunakan teori Manajemen Impresi Erving Goffman sebagai kerangka teoritis utama, penelitian ini mengidentifikasi dan menganalisis taktik-taktik manajemen impresi yang diterapkan oleh pimpinan daerah dalam hubungannya dengan protokol. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen, lalu dianalisis dengan triangulasi data Miles dan Huberman. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa protokol memainkan peran penting dalam membentuk dan menjaga reputasi pimpinan daerah, dengan taktik-taktik manajemen impresi Jones dan Pittman menjadi bagian integral dari strategi komunikasi mereka. Implikasi dari temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang pentingnya protokol dalam konteks pemerintahan daerah, serta kontribusi terhadap pengembangan teori dan praktik manajemen impresi.This study aims to explore the role of protocol in maintaining the reputation of regional leaders in Banyumas Regency. Using Erving Goffman's Impression Management theory as the main theoretical framework, this study identifies and analyses the impression management tactics applied by local leaders in relation to protocol. A qualitative approach was used with a descriptive method. Data were collected through observation, interviews, and document analysis, then analysed with Miles and Huberman's data triangulation. The results revealed that protocol plays an important role in shaping and maintaining the reputation of local leaders, with Jones and Pittman's impression management tactics being an integral part of their communication strategy. The implications of the findings are expected to provide deeper insights into the importance of protocol in the context of local government, as well as contribute to the development of impression management theory and practice.
4155743633C1B019076PENGARUH CITRA MINIMARKET DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DENGAN KEPUASAN KONSUMEN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA MINIMARKET BUMDES UJUB DESA SROWOTMinimarket BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) UJUB (Usaha Jadi Untung Bersama) Desa Srowot merupakan salah satu minimarket yang berkembang pesat di Desa Srowot, Kabupaten Banyumas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak dari citra dan kualitas pelayanan minimarket terhadap loyalitas pelanggan dengan menggunakan kepuasan pelanggan sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian adalah pelanggan Minimarket BUMDes UJUB dalam jangka waktu tahun 2023. Sampel penelitian berjumlah 197 orang yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan menggunakan kuesioner. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modeling atau SEM dengan menggunakan software AMOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra minimarket dan kualitas pelayanan tidaklah berpengaruh langsung terhadap loyalitas pelanggan. Citra minimarket berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen. Kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen. Kepuasan konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Berdasarkan hasil penelitian didapat kesimpulan bahwa kepuasan konsumen mampu memediasi secara positif citra minimarket terhadap loyalitas pelanggan. Oleh karena itu, Minimarket Bumdes Ujub perlu meningkatkan citra minimarket dan kualitas pelayanannya dengan cara pendekatan empati terhadap konsumen lokal dengan tujuan menambahkan tingkat kepuasan konsumen agar dapat mendapatkan loyalitas pelanggan.BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) UJUB (Usaha Jadi Untung Bersama) Srowot Village is one of the fast-growing minimarkets in Srowot Village, Banyumas district. The aim of this study is to analyze the impact of the image and quality of minimarket services on customer loyalty by using customer satisfaction as a mediation variable. This research uses quantitative methods with a survey approach. The research population is a customer of Minimarket BUMDes UJUB in the period of the year 2023. A sample of 197 people was selected using purposive sampling. Research data collected using questionnaires. The analysis technique used in this study is Structural Equation Modeling or SEM using AMOS software. The results of the research show that the image of the mini market and the quality of service have no direct influence on customer loyalty. The image of the minimarket has a positive impact on consumer satisfaction. Quality of service has a negative impact on the satisfaction of the consumer. Consumer satisfaction is a positive and significant impact on customer loyalty. Based on the results of the research, it was concluded that consumer satisfaction is able to positively mediate the image of the minimarket against customer loyalty. Therefore, Minimarket BUMDes Ujub needs to improve the image of the minimarket and the quality of its services through an empathic approach to local consumers with the aim of increasing the level of consumer satisfaction in order to gain customer loyalty.
4155843634J0A020050Creating a Bilingual e-Booklet of Owabong PurbalinggaLaporan tugas akhir ini disusun berdasarkan praktik kerja di Owabong
Waterpark Purbalingga yang dilaksanakan pada 13 Mei 2023 – 13 Juni 2023.
Tujuannya adalah untuk membuat e-booklet untuk Owabong Waterpark sebagai
alat promosi dengan menjelaskan metode dan proses pembuatan e-Booklet yang
telah dipelajari, serta menyelesaikan masalah dan solusi pada proses pembuatan.
Metode yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini yaitu, observasi,
interview dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mendapatkan informasi
yang akan penulis buat untuk projeknya, membuat bilingual e-booklet untuk wisata
Owabong akhirnya terpilih untuk dijadikan kegiatan praktik kerja. Interview
dilakukan untuk medapatkan informasi lebih dalam terkait wisata Owabong sebagai
data dalam pembuatan e-Booklet. Dokumentasi dilakukan untuk data utama dalam
membuat e-Booklet berbentuk gambar sehingga e-Booklet kali ini akan lebih
terlihat menarik untuk di baca setiap pengunjung wisata.
Selama praktik kerja terdapat beberapa kendala, diantaranya kesulitan
penulis dalam mendesain e-booklet dikarenakan ketidakahlian penulis dalam
menggunakan aplikasi desain serta beberapa kosa kata yang sulit dibuat dengan dua
bahasa, Inggris dan Indonesia serta kecenderungan menggunakan tata bahasa
Bahasa Indonesia, hal ini memengaruhi hasil terjemahan menjadi kurang padan.
Beberapa solusi untuk mengatasi masalah yang ditemukan adalah dengan mencari
dialog serupa dalam bahasa target serta menggunakan kamus daring maupun luring,
dan dengan bantuan pembimbing dengan merekomendasikan kata atau kalimat
terjemahan yang sesuai padanannya.
This final assignment report is based on the job training at Owabong
Waterpark Purbalingga, conducted from May 13, 2023, to June 13, 2023. Its aim is
to create an e-Booklet for Owabong Waterpark as a promotional tool, explaining
the method and processes learned in e-booklet creation, and addressing issues and
solutions encountered during the process.
The methods employed in this final assignment include observation,
interviews, and documentation. Observation was carried out to gather information
for the project, leading to the selection of creating a bilingual e-Booklet for
Owabong as the practical work activity. Interviews were conducted to acquire more
in-depth information regarding Owabong as data for the e-Booklet creation.
Documentation was essential for the primary data used in constructing image-based
content for the e-Booklet, aiming to make it more visually appealing to every
visitor.
Throughout the job training, several challenges emerged, such as the
author's difficulty in designing the e-booklet due to unfamiliarity with design
applications and complexities in rendering certain terms bilingually in English and
Indonesian. Moreover, a tendency to use Indonesian syntax affected the translation
output, resulting in a less equivalent translation. Solutions were proposed, including
seeking similar dialogues in the target language, utilizing online and offline
dictionaries, and receiving guidance from supervisors to recommend appropriate
translations for words or phrases.
4155943635J1E019013The Effect of Using English Movie Subtitles to Improve English as a Foreign Language (EFL) Students' Listening Skill
(A Quasi-Experimental Study at Grade X PPLG 1 of SMK Negeri 1 Purwokerto in the Academic Year of 2023/2024)
Mendengarkan adalah salah satu keterampilan dasar yang perlu ditingkatkan oleh siswa. Subtitle adalah salah satu dari banyak alat pengajaran modern yang dapat diakses. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penerapan subtitle, mengetahui pengaruh signifikan penggunaan subtitle, mengetahui persepsi siswa terhadap penggunaan subtitle, dan mengamati permasalahan yang ditemui ketika menggunakan subtitle. Kelompok eksperimen penelitian ini menampilkan 36 siswa kelas X PPLG 1. Peneliti menyajikan bahan ajar di kelas eksperimen berupa video singkat film berbahasa Inggris yang disertai subtitle bahasa Inggris. Penelitian ini meliputi instrumen tes, daftar observasi, dan angket. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: 1) pemanfaatan subtitle dapat meningkatkan keterampilan mendengarkan siswa; 2) subtitle berpengaruh signifikan terhadap peningkatan keterampilan mendengarkan mereka; 3) siswa menunjukkan opini positif terhadap penggunaan subtitle sebagai alat untuk meningkatkan keterampilan mendengarkannya; dan 4) permasalahan yang dihadapi siswa antara lain kecemasan melakukan kesalahan dan kurangnya penerapan media film. Temuan penelitian ini menunjukkan kesimpulan sebagai berikut: 1) Subtitle dapat dimanfaatkan secara efektif sebagai alat pembelajaran baru; 2) Penggunaan subtitle berpengaruh signifikan terhadap peningkatan keterampilan mendengarkan siswa; 3) Siswa merasa bahwa subtitle film berbahasa Inggris membantu meningkatkan keterampilan mendengarkan mereka; dan 4) Agar aktivitas menjadi menyenangkan, penting untuk mengatasi tantangan yang dihadapi siswa saat menggunakan subtitle bahasa Inggris, seperti memilih film dengan durasi yang sesuai.Listening is one of the fundamental skills students need to improve. Subtitles are one of the many modern teaching tools accessible. The objective of this study is, 1) to evaluate the implementation of subtitles; 2) to determine the significant effects of using subtitles; 3) to determine students' perception of using subtitles, and 4) to observe the problems encountered when using subtitles. The study's experimental group featured 36 students from class X PPLG 1. The researcher presented instructional material in the experimental class in the form of a brief video of an English film accompanied by English subtitles. The study included test instruments, an observation checklist, and a questionnaire. The study's findings indicate that: 1) the utilization of subtitles can enhance students' listening skill; 2) subtitles have a significant effect on improving their listening skills; 3) students show a positive opinion towards using subtitles as a tool to improve their listening skills; and 4) the problems that students encounter include anxiety about making errors and insufficient implementation of movies as a medium. The findings of this study indicate the following conclusions: 1) Subtitles can be effectively utilized as a new learning tool; 2) The use of subtitles has a significant effect on improving students' listening skills; 3) Students feel that English movie subtitles help in enhancing their listening skills; and 4) In order to make enjoyable activities, it is important to address the challenges students encounter when using English subtitles, such as selecting movies of appropriate duration.
4156043636I1A020078PERSEPSI PASIEN TERHADAP BIAYA YANG
DIKELUARKAN SECARA OUT OF POCKET
SELAMA MASA PENGOBATAN TUBERKULOSIS
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMBARAN I
Latar Belakang : Pasien tuberkulosis membutuhkan perawatan jangka panjang berkisar 6-8 bulan dalam proses penyembuhan dengan rutin meminum obat dan memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan. Meskipun pengobatan tuberkulosis secara garis besar telah di cover oleh program JKN, namun masih terdapat biaya langsung dan biaya tidak langsung baik untuk kebutuhan pangan maupun non pangan yang harus dikeluarkan secara out of pocket oleh pasien selama masa pengobatan. Berdasarkan uraian tersebut penelitian ini bermaksud untuk menganalisis pembiayaan kesehatan berdasarkan perspektif pasien serta mendeskripsikan persepsi pasien terhadap biaya langsung dan biaya tidak langsung yang harus dikeluarkan secara out of pocket selama masa pengobatan tuberkulosis di Desa Dukuhwaluh dan Desa Kembaran.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologis untuk menggali pengalaman subjektif terkait pembiayaan kesehatan yang dikeluarkan secara out of pocket. Dengan penentuan subyek mengguanakn purposive sampling yang dibagi menjadi tiga kategori informan yaitu informan kunci (pasien TB), informan utama (programmer TB), dan informan pendukung (keluarga pasien TB).
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua variasi persepsi pada biaya langsung yang dikeluarkan oleh informan berupa persepsi positif terhadap biaya langsung berupa premi JKN, dan persepsi negative berupa pengobatan ke fasyankes yang dilakukan dengan tidak menggunakan BPJS Kesehatan. Pada biaya tidak langsung terdapat persepsi positif terhadap biaya pemenuhan kebutuhan gizi, dua variasi persepsi terhadap pemenuhan suplemen tambahan, persepsi negative pada kebutuhan transportasi, persepsi negative terhadap dampak yang dirasakan setiap kali harus menjangkau pengobatan, dan persepsi positif terhadap biaya kebutuhan sanitasi diri.
Kesimpulan : Terdapat variasi pada persepsi informan terkait biaya langsung dan biaya tidak langsung yang harus dikeluarkan secara OOP selama masa pengobatan tuberkulosis.
Background : Tuberculosis patients require long-term treatment ranging from 6-8 months in the healing process by regularly taking medication and checking with health services. Even though tuberculosis treatment is generally covered by the JKN program, there are still direct costs and indirect costs for both food and non-food needs that must be paid out of pocket by the patient during the treatment period. Based on this description, this research aims to analyze health financing based on the patient's perspective and describe the patient's perception of direct costs and indirect costs that must be paid out of pocket during the tuberculosis treatment period in Dukuhwaluh and Kembaran villages.
Method : This research uses a descriptive qualitative research design with a phenomenological approach to explore subjective experiences related to out of pocket health financing. By determining the subjects using purposive sampling, they were divided into three categories of informants, key informants (TB patients), main informants (TB programmers), and supporting informants (TB patient families).
Result : The results of the research show that there are two variations in the perception of direct costs incurred by informants in the form of positive perceptions of direct costs in the form of JKN premiums, and negative perceptions in the form of treatment at health facilities which is carried out without using BPJS Health. In indirect costs, there are positive perceptions regarding the costs of fulfilling nutritional needs, two variations of perceptions regarding fulfilling additional supplements, negative perceptions regarding transportation needs, negative perception of the impacts of loss productivity every time the informant has to seek treatment, and positive perceptions regarding the costs of personal sanitation needs.
Conclusion : There are variations in informants' perceptions regarding direct costs and indirect costs that must be incurred OOP during the tuberculosis treatment period.