Artikelilmiahs
Menampilkan 41.441-41.460 dari 48.878 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 41441 | 45042 | I1C019069 | STUDI ETNOFARMAKOLOGI RAMUAN OBAT TRADISIONAL BERDASARKAN PENGETAHUAN LOKAL MASYARAKAT DI LERENG GUNUNG SLAMET KABUPATEN PURBALINGGA | Pengobatan tradisional menjadi salah satu alternatif pengobatan di berbgai wilayah di Indonesia. Salah satunya di wilayah Purbalingga jawa tengah, masyarakat setempat memanfaatkan tanaman obat untuk dijadikan ramuan obat tradisional. Namun , seiring berkembangnya zaman pengobatan tradisional ini mulai hilang dimasyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di empat kecamatan di Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah selama enam bulan. Hasil wawancara menunjukan Terdapat 25 jenis ramuan obat yang terdiri dari 48 jenis tanaman dan 24 family dan digunakan sebagai obat. Hasil perhitungan nilai FUV terbesar adalah Poaceae, Rubiceae dan Rutaceae sebesar 4. SUV terbesar adalah Imperata cylindrica (L.), Morinda citrifolia L. dan Citrus aurantifolia. Spesies yang paling banyak disebut oleh masyarakat yaitu kencur, kunyit, dan jahe dengan nilai RFC 0,88, 0,94 dan 0,83. Penggunaan tumbuhan dalam ramuan obat tradisional menurut pengetahuan lokal masyarakat Purbalingga telah didukung oleh informasi dan bukti ilmiah | The use of medicinal plants as ingredients in making traditional medicines is spread in various regions in Indonesia. Central Java has a diversity of medicinal plant species that are widely used by the local community. Purbalingga Regency is one of the districts that is still overgrown with medicinal plants. This study aims to trace and document traditional medicinal herbs according to the knowledge of the local people of Purbalingga and examine the truth of their efficacy based on scientific evidence. This research uses qualitative and quantitative methods. This research was carried out in several stages, namely conducting interviews, field observations (documentation), and literature studies. This research was conducted in four sub-districts in Purbalingga Regency, Central Java for six months. There are 25 types of medicinal herbs consisting of 48 types of plants and 25 families and used as medicine. The results showed the largest FUVs were Poaceae, Rubiceae and Rutaceae by 4. The results showed the largest SUVs were Imperata cylindrica (L.), Morinda citrifolia L. and Citrus aurantifolia. The calculation results show the species most mentioned by the community are kencur, turmeric, and ginger with RFC values of 0.88, 0.94 and 0.83. The method used by the people of Purbalingga regency in consuming herbs is by pounding and then brewing. The use of plants in traditional medicinal herbs according to local knowledge of the Purbalingga people has been supported by scientific information and evidence. | |
| 41442 | 43540 | J1B019058 | Strategi Kekuasaan Tokoh Ndoro Sinder dalam Novel Setan Van Oyot Karya Djokolelono | Penelitian ini bertujuan untuk membahas keberadaan praktik strategi kekuasaan oleh tokoh Ndoro Sinder. Strategi kekuasaan menjadi salah satu hal yang dilakukan oleh seseorang demi memperoleh kekuasaan untuk tujuan tertentu. Novel Setan Van Oyot karya Djokolelono menceritakan tentang tokoh Ndoro Sinder yang memengaruhi bawahan, atasan, dan warga Desa Beru agar mencapai tujuannya. Pengaruh tersebut dapat diterima dengan sadar oleh tokoh-tokoh yang dipengaruhi meskipun tujuan yang diraih untuk kepentingan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi kekuasaan yang digunakan oleh tokoh Ndoro Sinder dalam mempertahankan kekuasaan dan meraih tujuannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat dua tujuan yang ingin diraih oleh Ndoro Sinder dengan strategi kekuasaan yang digunakannya, yaitu memperoleh kekuasaan yang lebih tinggi dan memperoleh keuntungan pribadi. | This research aims to discuss the existence of power practices by the character called Ndoro Sinder. A power strategy is one of the things a person or community does to gain power for a certain purpose. The novel Setan Van Oyot by Djokolelono tells the story of the character Ndoro Sinder who influences his subordinates, subordinates and residents of Beru Village to achieve their goals. This influence can be consciously accepted by the figures being influenced even though the goals achieved are for personal gain. This research aims to find the power strategies used by the character Ndoro Sinder in maintaining power and achieving goals. The method used in this research is a descriptive-qualitative method. The results of this research are that there are two goals that Ndoro Sinder wants to achieve with the power strategy he uses, namely gaining higher power and gaining personal benefits. | |
| 41443 | 43538 | J1B019040 | MAKNA MITOS MBAH SEMEDO DAN MBAH DJINTEN DI KABUPATEN TEGAL | Penelitian ini berawal dari tetap adanya aktivitas di wilayah makam Mbah Semedo dan Mbah Djinten pada zaman sekarang, zaman yang sudah modern. Kedua makam juga memiliki cerita yang tetap berkembang di pemukiman sekitar makam. Atas dasar permasalahan tersebut, peneliti melakukan penelitian dengan tujuan mencari makna mitos Mbah Semedo dan Mbah Djinten di Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan strukturalisme Levi-Strauss. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesamaan pada tema kedua mitos yang berhubungan dengan penyebaran agama. Mitos Mbah Semedo dan Mbah Djinten merupakan simbolisasi dari kehidupan orang jawa yang sederhana dan simbol tidak mendalamnya ilmu agama atau bahkan tidak beragamanya masyarakat di sekitar Desa Balamoa dan Desa Semedo di masa lalu. | This research originated from the persistence of activities in the area of the graves of Mbah Semedo and Mbah Djinten in modern times. Both tombs also have stories that continue to develop in the settlements around the tombs. On the basis of these problems, researchers conducted research with the aim of finding the meaning of the myth of Mbah Semedo and Mbah Djinten in Tegal Regency. This research used descriptive qualitative research method with Levi-Strauss structuralism approach. The results showed that there were similarities in the themes of the two myths related to the spread of religion. The myth of Mbah Semedo and Mbah Djinten is a symbol of the simple life of Javanese people and a symbol of the lack of religious knowledge or even the lack of religion of the people around Balamoa Village and Semedo Village in the past. | |
| 41444 | 45043 | I1C019041 | STUDI ETNOFARMAKOGNOSI MASYARAKAT LERENG GUNUNG SLAMET DI KABUPATEN PURBALINGGA | Masih banyak masyarakat Purbalingga yangmenggunakan tanaman obat diubah menjadi jamu siapminum. Namun kurangnya dokumentasi, pengetahuandan informasi yang memadai tentang penggunaantanaman obat menyebabkan sulitnya pelestariantanaman obat. Penelitian ini bertujuan untuk menggalipengetahuan lokal masyarakat mengenai tanaman obattradisional dengan melakukan studi etnofarmakognosi.Penelitian ini dilakukan secara kualitatif deskriptif dankuantitatif. Tenik pengumpulan data meliputiobservasi, wawancara, dokumentasi, determinasi, danstudi literatur. Penelitian ini dilakukan di tigakecamatan di Kabupaten Purbalingga Jawa Tengahselama enam bulan. Terdapat 43 spesies tanaman obatsaat penelitian dengan 21 famili dan 43 spesies,sebanyak 26 jenis tanaman obat diantaranya banyakdimanfaatkan masyarakat kabupaten Purbalingga.FUV (Famili Use Value) dan UV (Use Value) terbesaradalah Moringaaceae sebesar 2,5. Daun kelor banyakdigunakan oleh masyarakat untuk menghambatpertumbuhan tumor dan kanker, anti kolesterol, sakitjantung, dan asam lambung. Famili terbanyak yangdigunakan untuk pengobatan masyarakat Purbalinggamerupakan famili Zingiberaceae. Spesies terbanyakyang disebut oleh masyarakat yaitu kencur, kunyit, danjahe dengan nilai RFC (Relative Frequency ofCitation) 0,94, 0,83 dan 0,72. Spesies-spesies tersebutdigunakan masyarakat untuk gangguan haid, masalahperut (mual, nafsu makan, diare), batuk, masuk angin,melancarkan ASI, gangguan lambung, tidak enakbadan, masuk angin, peradangan, kolesterol, demam,sembelit, meredakan sakit tenggorokan, sakit kepala,gangguan pencernaan, menghentikan pendarahan, dangangguan prostat. Penggunaan tanaman obatberdasarkan pengetahuan lokal masyarakat diKabupaten Purbalingga dibandingkan dengan literaturdan memiliki hasil yang mirip.. | There are still many Purbalingga people who usemedicinal plants to be converted into ready-to-drinkherbs. However, the lack of adequate documentation,knowledge and information about the use ofmedicinal plants leads to the difficulty of preservingmedicinal plants. This research aims to explore thelocal knowledge of the community about traditionalmedicinal plants by conducting ethnopharmacognosystudies. This research uses qualitative methods usingan exploratory approach. Data collection techniquesinclude observation, interviews, documentation, determination, andliterature study. Thisresearch was conducted inthree sub-districts inPurbalingga Regency,Central Java for six months.There were 43 types ofmedicinal plants during thestudy with 21 families and43 species, as many as 26types of medicinal plantsincluding many used by thepeople of Purbalinggadistrict. The largest FUV(Family Use Value) and UV(Use Value) ismoringaaceae at 2.5.Moringa leaves are widelyused by the community toinhibit the growth of tumorsand cancer, anti-cholesterol, heart disease,and stomach acid. The mostwidely used family for thetreatment of thePurbalingga community isthe Zingiberaceae family.The species most mentionedby the public are Galangal,Turmeric and Ginger withRFC (Realtive Frequency ofCitation) values of 0.94,0.83 and 0.72. Thesecommunity species are used for 5. menstruation, stomach problems (nausea,appetite, diarrhea), coughs, colds, increasing breastmilk, bloating, feeling unwell, colds, stomach andinflammation, reducing heat in babies, stomach ,cholesterol, constipation, fever,, relieves throat,headaches, and digestion, headaches, stops bleedingand prostate. The use of medicinal plants based onlocal knowledge of the community in PurbalinggaRegency was compared with the literature and hadsimilar results.Starch is a polysaccharide consisting of amylose andamylopectin. The presence of amylopectin makesamylum can be used as a binder in tablet preparations.Sago plants are amylum producers with higheconomic potential, including in the pharmaceuticalsector. Initial testing to identify and characterize(physical, chemical, and functional) of sago starch.Followed by the preparation of diclofenac sodiumtablets with 3 variations of binders (sago starch,cassava starch, and HPMC). The identification resultsshow the presence of amylum content in sago. Theresults of physical, chemical, and functionalcharacterization show that sago starch has the samecharacteristics as the literature. The results of thecharacterization of granules and tablets with the useof sago starch binder, had good flow properties; goodcompressibility index; moisture content between2.14-2.43%; particle size distribution at >1000 μm;hardness at 6.91 kg; friability at 0.31%; uniform sizebetween formulas; uniformity of content at 104%;disintegration time in 46.49 minutes; dissolved(>99%) at minute 45. | |
| 41445 | 44298 | K1B019067 | Penerapan Regresi Logistik Ordinal untuk Mengidentifikasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Indeks Ketahanan Pangan di Provinsi Jawa Barat Tahun 2021 | Pangan merupakan kebutuhan dasar yang permintaannya terus meningkat seiring dengan perkembangan jumlah penduduk dan peningkatan kualitas hidup. Ketahanan pangan diukur berdasarkan aspek ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan. Gabungan dari 3 aspek tersebut menghasilkan nilai komposit ketahanan pangan yang selanjutnya disebut dengan Indeks Ketahanan Pangan (IKP). Pada tahun 2021 Provinsi Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia yaitu sebesar 48,78 juta jiwa. Salah satu hal penting yang terkait dengan jumlah penduduk adalah ketersediaan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi IKP di Jawa Barat tahun 2021 dengan menggunakan regresi logistik ordinal. Data yang digunakan adalah data IKP Provinsi Jawa Barat tahun 2021 yang terdiri dari tiga kategori status ketahanan pangannya, yaitu rentan rawan pangan, tahan pangan, dan sangat tahan pangan. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berpengaruh terhadap variabel respons adalah persentase jumlah penduduk, angka harapan hidup, persentase rumah tangga dengan akses air bersih, dan indeks pembangunan manusia. Sementara itu, variabel yang tidak berpengaruh terhadap variabel respons adalah persentase penduduk miskin, persentase pengeluaran perkapita makanan, dan persentase balita stunting. Berdasarkan nilai odds ratio untuk masing-masing variabel, dapat disimpulkan bahwa setiap kenaikan satu persen nilai persentase jumlah penduduk, angka harapan hidup, persentase rumah tangga dengan akses air bersih akan menurunkan odds kategori IKP suatu kabupaten/kota. Sebaliknya, variabel indeks pembangunan manusia dapat meningkatkan odds kategori IKP suatu kabupaten/kota. | Food is a basic need whose demand continues to increase with population growth and improvements in quality of life. Food security is measured on the basis of food availability, access and utilization. The combination of the 3 aspects results in a composite score of food security, which is then referred to as the Food Security Index (IKP). In 2021, West Java Province became the province with the largest population in Indonesia, which amounted to 48.78 million people. One of the important things related to population is food availability. This study aims to identify the factors that affect IKP in West Java in 2021 using ordinal logistic regression. The data used is the IKP data for West Java Province in 2021 which consists of three categories of food security status, namely food insecure, food secure, and very food secure. The results showed that the variables that affect the responsse variable are the percentage of population, life expectancy, percentage of households with access to clean water, and human development index. Meanwhile, the variables that have no effect on the responsse variable are the percentage of poor people, the percentage of per capita food expenditure, and the percentage of stunted toddlers. Based on the odds ratio value for each variable, it can be concluded that every one percent increase in the percentage of population, life expectancy, and percentage of households with access to clean water will decrease the odds of IKP category in a district/city. Conversely, the human development index variable can increase the odds of the IKP category of a district/city. | |
| 41446 | 43542 | F1B020074 | EFEKTIVITAS PENASIHATAN PERKAWINAN BP4 PADA PASANGAN BERMASALA H DALAM UPAYA PENCEGAHAN PERCERAIAN | Membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah dianggap sebagai strategi efektif untuk mengurangi tingkat perceraian di Indonesia. Badan Penasihat Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) dapat menjadi tempat di mana pasangan yang berencana untuk bercerai dapat memperoleh penasihatan perkawinan untuk memahami penyebab mendasar dari keinginan mereka untuk bercerai. Namun demikian, BP4 Kementerian Agama Kabupaten Banyumas sering menghadapi kendala dalam mendamaikan pasangan yang sedang menghadapi masalah perkawinan dan menuju proses perceraian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana efektivitas penasihatan perkawinan BP4 pada pasangan bermasalah dalam upaya pencegahan perceraian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik penentuan informan dengan metode purposive sampling dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan dari S. B. Hari Lubis dan Martani Huseini, yaitu pendekatan sasaran, pendekatan sumber, dan pendekatan proses dalam menganalisis efektivitas penasihatan perkawinan BP4 pada pasangan bermasalah. Disimpulkan bahwa penasihatan perkawinan BP4 pada pasangan bermasalah dalam upaya pencegahan perceraian kurang efektif. Adapun hambatan yang dihadapi yaitu BP4 Kementerian Agama Kabupaten Banyumas tidak dapat mendamaikan pasangan yang sedang bermasalah, kurangnya sumber daya manusia yang berkualifikasi, dan tidak berjalanya standar operasional prosedur secara optimal. | Forming a sakinah, mawaddah and warahmah family is considered an effective strategy for reducing the divorce rate in Indonesia. The Marriage Development and Preservation Advisory Board (BP4) can be a place where couples who are planning to divorce can get marriage counseling to understand the underlying causes of their desire to divorce. However, BP4 Ministry of Religion of Banyumas Regency often faces obstacles in reconciling couples who are facing marital problems and are heading towards the divorce process. The aim of this research is to find out how effective BP4 marriage counseling is for problematic couples in efforts to prevent divorce. This research uses descriptive qualitative methods. The technique for determining informants is using the purposive sampling method with data collection techniques of observation, interviews and documentation. Data analysis is carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification. This research uses the approach of S. B. Hari Lubis and Martani Huseini, namely the target approach, source approach, and process approach in analyzing the effectiveness of BP4 marriage counseling for problematic couples. It was concluded that BP4 marriage counseling for problematic couples in efforts to prevent divorce was less effective. The obstacles faced are that BP4 Ministry of Religion, Banyumas Regency cannot reconcile couples who are having problems, lack of qualified human resources, and standard operational procedures are not running optimally. | |
| 41447 | 43543 | F1B019015 | IMPLEMENTASI MANAJEMEN RISIKO PADA SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) KABUPATEN BANYUMAS | Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, kepada Intansi Pemerintah wajib melakukan pengendalian atas penyelenggaraan kegiatan pemerintahan dengan berpedoman pada Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). Hal ini dapat dibuktikan. pada tahun 2021 target capaian IKU Pemerintah Banyumas 70% dan di tahun 2022 capaian IKU Pemerintah Kabupaten Banyumas 80% terjadinya peningkatan dari tahun 2021 sampai 2022. Namun dalam Realisasinya pada tahun 2021 58,33% dan tahun 2022 66,67%, sehingga artinya masih belum tercapainya target yang sudah ditetapkan dalam capaian IKU Pemerintah Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan teori dari Ripley dan Franklin yang melihat implementasi kebijakan di lingkungan birokrasi yang mana didalamnya terdapat kepatuhan dan lancarnya rutinitas fungsi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pengelolaan risiko Kabupaten Banyumas belum dapat maksimal. Pada aspek kepatuhan, Kabupaten Banyumas sudah cukup patuh dengan peraturan dan regulasi pengelolaan risiko tertera dalam Peraturan Bupati Kabupaten Banyumas yaitu Peraturan Bupati Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pedoman Pengelolaan Risiko di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas. Pada aspek lancarnya rutinitas fungsi menunjukkan hasil yang belum optimal khususnya pada perencanaan, pembagian tugas dan pelaksanaan. yang masih perlu adanya perbaikan dan peningkatan agar lebih optimal. Di sisi lain, evaluasi menjadi acuan Kabupaten Banyumas untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan dalam mengimplementasikan kebijakan pengelolaan risiko. | Based on Government Regulation No. 60 of 2008 concerning the Government Internal Control System, Government Agencies are obliged to exercise control over the implementation of government activities based on the Government Internal Control System (SPIP). This can be proven. in 2021 the KPI achievement target of the Banyumas Government is 70% and in 2022 the KPI achievement of the Banyumas Regency Government is 80%, there is an increase from 2021 to 2022. However, the realization in 2021 is 58.33% and in 2022 66.67%, so that means it is still the targets set in the IKU achievements of the Banyumas Regency Government have not been achieved. This research uses the theory of Ripley and Franklin which looks at policy implementation in a bureaucratic environment where there is compliance and smooth functioning routines. The method used is descriptive qualitative. The research results show that the implementation of risk management policies in Banyumas Regency has not been optimal. In the compliance aspect, Banyumas Regency is quite compliant with the risk management rules and regulations stated in the Banyumas Regency Regent Regulation, namely Regent Regulation Number 12 of 2021 concerning Guidelines for Risk Management in the Banyumas Regency Government Environment. In the aspect of smooth functioning of routines, results are not yet optimal, especially in planning, division of tasks and implementation. which still needs improvement and improvement to be more optimal. On the other hand, the evaluation becomes a reference for Banyumas Regency to continue making improvements in implementing risk management policies. | |
| 41448 | 43544 | I1A020059 | Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pengeluaran Biaya Pengobatan Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbang 1 Kabupaten Banyumas | Latar belakang: Salah satu permasalahan utama kesehatan yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan adalah tuberkulosis. Kabupaten Banyumas menempati peringkat ke-6 kasus tuberkulosis yang ternotifikasi di Jawa Tengah. Sementara itu, di kawasan wilayah kerja Puskesmas Sumbang 1 yang meliputi 11 desa ditemukan sebanyak 105 kasus per bulan Agustus tahun 2023. Faktor ekonomi dalam mengakses kebutuhan penunjang pengobatan dan kesehatan terkait tuberkulosis menjadi sangat esensial karena berpengaruh terhadap kepatuhan pada pengobatan tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat yang terkait dengan faktor-faktor yang berhubungan dengan pengeluaran biaya pengobatan tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Sumbang 1. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian crosssectional yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sumbang 1 dengan 11 desa selama tiga bulan dimulai dari Oktober 2023 sampai Desember 2023. Variabel dependen dari penelitian ini adalah pengeluaran biaya pengobatan tuberkulosis dengan variabel bebas terdiri dari usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendapatan, kepemilikan tempat tinggal, dan riwayat penyakit. Metode pengambilan data akan dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dengan analisis yang digunakan meliputi uji normalitas, analisis univariat, dan analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antar variabel dengan pengeluaran pengobatan tuberkulosis. Hasil Penelitian: Uji normalitas variabel independen berupa pembiayaan pengobatan tuberkulosis tidak berdistribusi normal. sementara itu analisis bivariat pada seluruh variabel menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara variabel yang diamati dengan pengeluaran untuk pengobatan tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Sumbang 1. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara usia, jenis kelamin, pekerjaan, status kepemilikan rumah, status pernikahan, pendapatan, jumlah anggota keluarga, dan riwayat penyakit dengan pengeluaran untuk pengobatan tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Sumbang 1 Kata Kunci: Tuberkulosis, pengeluaran tuberkulosis | Background: One of the main health issues covered by the BPJS Kesehatan is tuberculosis. In the working area of Puskesmas Sumbang 1, which encompasses 11 villages, a total of 105 cases were identified in August 2023. The economic factor in accessing the necessary support for tuberculosis treatment and health becomes highly essential as it influences compliance with tuberculosis treatment. This research aims to identify the economic challenges faced by the community related to factors associated with the expenses of tuberculosis treatment in the working area of Puskesmas Sumbang 1. Methodology: This research is a quantitative study with a cross-sectional research design conducted in the working area of Puskesmas Sumbang 1, covering 11 villages, over a three-month period from October 2023 to December 2023. The dependent variable of this study is the expenditure on tuberculosis treatment, with independent variables including age, gender, occupation, income, homeownership, and medical history. Data collection will be performed through interviews using a questionnaire, and the analysis will involve tests for normality, univariate analysis, and bivariate analysis to understand the relationships between variables and tuberculosis treatment expenditures. Result: The normality test of the independent variable, which is tuberculosis treatment financing, indicates a non-normal distribution. Meanwhile, bivariate analysis across all variables shows that there is no relationship between the observed variables and expenditures for tuberculosis treatment in the working area of Puskesmas Sumbang 1. Conclusion: There is no association between age, gender, occupation, homeownership status, marital status, income, number of family members, and medical history with expenditures for tuberculosis treatment in the working area of Puskemas Sumbang 1. Keyword: Tuberculosis, health expenditure | |
| 41449 | 45044 | H1D020064 | ANALISIS PERFORMA APLIKASI PENYEDIA LAYANAN TOUR AND TRAVEL DENGAN BAHASA PEMROGRAMAN KOTLIN DAN DART | Perkembangan pada industri IT khususnya pada aplikasi android semakin meningkat. Oleh karena itu, dibutuhkan aplikasi yang dapat berjalan dengan baik di berbagai spesifikasi perangkat pengguna. Penelitian ini akan membandingkan dua bahasa pemrograman yang sedang marak digunakan oleh para pengembang dalam mengembangkan aplikasi mereka yaitu Kotlin dan Dart. Perbandingan akan dilakukan dengan cara menganalisis performa dari kedua bahasa pemrograman menggunakan tools Snapdragon Profiler. Eksperimen akan dilakukan dengan mengukur performa pada saat aplikasi dijalankan dengan mengoperasikan fitur yang tersedia di aplikasi dari aspek CPU usage dan RAM usage sebanyak dua kali. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa aplikasi yang menggunakan bahasa pemrograman Kotlin lebih baik dari segi penggunaan CPU dan RAM dengan perbedaan yang cukup terlihat. Hasil perbandingan menunjukkan rata-rata penggunaan CPU dari kedua bahasa tersebut berbeda sekitar 7.09%. Kotlin juga masih menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan dengan Dart pada rata-rata penggunaan RAM dengan perbedaan sebesar 76,23 MB. Berdasarkan hasil keseluruhan dapat disimpulkan bahwa bahasa pemrograman Kotlin memiliki performa yang lebih baik dibandingkan dengan bahasa pemrograman Dart dari segi penggunaan CPU dan penggunaan RAM untuk aplikasi android. | The development in the IT industry, particularly in Android applications, is increasing. Therefore, there is a need for applications that can run well on various user device specifications. This research will compare two programming languages that are widely used by developers in developing their applications, namely Kotlin and Dart. The comparison will be made by analyzing the performance of the two programming languages using the Snapdragon Profiler tool. The experiment will be conducted by measuring performance when the application is run by operating the features available in the application in terms of CPU usage and RAM usage twice. The results of this study show that applications using the Kotlin programming language are better in terms of CPU and RAM usage with a noticeable difference. The comparison results show that the average CPU usage of the two languages differs by about 7.09%. Kotlin also shows better performance compared to Dart in terms of average RAM usage with a difference of 76.23 MB. Based on the overall results, it can be concluded that the Kotlin programming language has better performance compared to the Dart programming language in terms of CPU and RAM usage for Android applications. | |
| 41450 | 45121 | C1I018017 | ANALYSIS OF THE ACCURACY OF FINANCIAL DISTRESS PREDICTION MODELS IN PREDICTING FINANCIAL DISTRESS IN PUBLIC COMPANIES | Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan pada 34 perusahaan go public yang bergerak dalam bidang properti dan real estate yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia pada periode 2019-2022. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan judul “Analysis of The Accuracy of Financial Distress Prediction Models in Predicting Financial Distress in Public Companies”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui tingkat keakuratan Altman Model, Springate Model, Grover Model dan Zmijewski Model dalam memprediksi financial distress pada perusahaan yang bergerak dalam bidang properti dan real estate yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia. Selain itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui perbedaan akurasi antara empat model tersebut dalam memprediksi financial distress dan untuk menganalisis dan mengetahui model manakah yang paling akurat dalam memprediksi financial distress. Variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) dalam penelitian ini adalah Altman Model (X1), Springate Model (X2), Grover Model (X3), Zmijewski Model (X4) dan Financial Distress (Y). Penelitian ini menggunakan The Accuracy of Prediction ModelTest dan Chi-Square Test untuk menguji hipotesis dengan menggunakan SPSS Versi 22 untuk melakukan analisa data. Berdasarkan penelitian ini, Springate Model dapat digunakan oleh perusahaan sektor properti dan real estate untuk mengukur dan menentukan kondisi keuangannya secara akurat. Bagi Investor, informasi hasil prediksi financial distress dengan menggunakan Springate Model dapat menjadi bahan pertimbangan dalam berinvestasi. Informasi hasil prediksi financial distress bagi pemerintah dapat digunakan sebagai dasar untuk mengambil kebijakandi bidang ekonomi. | This research uses secondary data in the form of financial statements on 34 go public companies which operates in the property and real estate sector listed on the Indonesian Stock Exchange in the 2019-2022 period. This research is quantitative research entitled “Analysis of the Accuracy of Financial Distress Prediction Models in Predicting Financial Distress in Public Companies”. The purpose of this research is to analyse and determine the accuracy level of Altman Model, Springate Model, Grover Model, and Zmijewski Model in predicting financial distress in the companies operating in the property and real estate sector listed on the Indonesian Stock Exchange. Apart from that, the purpose of this research is to analyse and determine whether there is a difference of the accuracy level between the four models in predicting financial distress and to analyse and determine which model that is the most accurate in predicting financial distress. The independent variables (X) in this research are the Altman Model (X1), the Springate Model (X2), the Grover Model (X3) and the Zmijewski Model (X4) and the dependent variable (Y) is Financial Distress. This research uses The Accuracy of Prediction Model Test and Chi-Square Test to test the hypothesis with SPP ver. 22 to analyse the data. Based on this research, the Springate Model can be used by property and real estate sector companies to measure and determine their financial condition accurately. For investors, information on financial distress prediction results using the Springate Model can be used as material for investors to consider when investing. Information on financial distress predictions for the government can be used as a basis to make policies in the economic field. | |
| 41451 | 43267 | F1B020038 | EFEKTIVITAS MODEL BLENDED LEARNING DALAM PELAKSANAAN PELATIHAN DASAR CALON APARATUR SIPIL NEGARA DI LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA | Pelatihan dasar CASN merupakan hal yang penting dilakukan dalam rangka mengembangkan kompetensi dan profesionalitas pegawai. Namun, adanya covid-19 dan kemajuan teknologi yang semakin pesat menjadi tantangan dalam penyelenggaraan pelatihan dasar CASN di LAN RI, sehingga terjadi perubahan model pembelajaran menjadi model Blended Learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana efektivitas model blended learning dalam pelaksanaan pelatihan dasar CASN di LAN RI dengan menggunakan indikator efektivitas menurut Budiani yang terdiri dari ketepatan sasaran, sosialisasi program, tujuan program dan pemantauan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang bersumber dari wawancara kepada narasumber/ informan. Sedangkan untuk data sekunder diperoleh melalui literatur yang berkaitan dengan masalah penelitian antara lain, dokumen berisi data yang relevan, peraturan, laporan-laporan dan arsip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model blended laerning dalam pelatihan dasar CASN di LAN RI didasarkan pada aspek ketepatan sasaran, model blended learning ini sudah tepat sasaran. Kemudian dari aspek sosialisasi program, secara umum sosialisasi telah berjalan dengan lancar dan dilaksanakan secara masif. Selanjutnya adalah aspek tujuan program, dari aspek ini penggunaan model blended learning sudah sesuai dengan tujuan meskipun masih terdapat kendala seperti stabilitas jaringan yang terkadang buruk. Pada aspek pemantauan telah dilakukan pemantauan pada saat pelaksanaan pelatihan dan juga terdapat pemantauan pasca pelatihan dengan adanya evaluasi pasca pelatihan. Kesimpulan mengenai efektivitas model blended learning dalam pelaksanaan pelatihan dasar CASN di LAN RI secara keseluruhan dinilai sudah efektif namun masih belum optimal. | CASN basic training is important in order to develop employee competence and professionalism. However, the existence of covid-19 and increasingly rapid technological advances have become challenges in the implementation of CASN basic training at LAN RI, resulting in a change in the learning model to a Blended Learning model. The purpose of this study is to determine how the effectiveness of the blended learning model in the implementation of basic CASN training in LAN RI using effectiveness indicators according to Budiani consisting of target accuracy, program socialization, program objectives and monitoring. The type of research used is qualitative research.The data used in this study are primary data sourced from interviews with sources / informants. As for secondary data obtained through literature related to research problems, among others, documents containing relevant data, regulations, reports and archives. The results showed that the application of the blended laerning model in CASN basic training at LAN RI was based on aspects of target accuracy, this blended learning model was right on target. Then from the aspect of program socialization, in general, socialization has run smoothly and is implemented massively. Next is the aspect of program objectives, from this aspect the use of blended learning models is in accordance with the objectives even though there are still obstacles such as network stability sometimes. In the monitoring aspect, monitoring has been carried out during the implementation of training and there is also post-training monitoring with post-training evaluation. Conclusions regarding the effectiveness of the blended learning model in the implementation of basic CASN training in LAN RI as a whole are considered effective but still not optimal. | |
| 41452 | 43545 | F1B019114 | PENGELOLAAN BUMDES SARI MAKMUR DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DESA BANJARSARI WETAN, KECAMATAN SUMBANG, KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya pemasalahan pada pengelolaan BUMDes Sari Makmur. Permasalahan tersebut seperti kurangnya fokus pengurus dalam mengelola BUMDes Sari Makmur, adanya kerugian pada unit usaha, dan BUMDes yang masih fluktuatif dalam menyumbangkan penghasilannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengelolaan BUMDes Sari Makmur dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan BUMDes Sari Makmur dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa Banjarsari Wetan belum optimal. Dalam aspek pengorganisasian sudah cukup baik namun terdapat hal yang perlu diperbaiki terkait pembagian pekerjaan. Kemudian pada aspek pengarahan belum baik karena pemberian bimbingan dan komunikasi antara pengurus dengan pengawas belum baik. Dari aspek pengawasan belum optimal dikarenakan pengawasan hanya fokus terhadap keuangan BUMDes sedangkan pengawasan terhadap kegiatan dan kinerja pengurus BUMDes belum terlaksana. Kemudian dari aspek penganggaran sudah berjalan dengan baik dari segi perencanaan anggaran dan pengalokasian anggaran. | This research is motivated by the existence of problems in the management of BUMDes Sari Makmur. These problems include a lack of focus by the management in managing BUMDes Sari Makmur, losses in business units, and BUMDes which is still fluctuating in contributing its income. This research aims to describe and analyze the management of BUMDes Sari Makmur in increasing the original income of Banjarsari Wetan Village, Sumbang District, Banyumas Regency. This study used qualitative research methods. The research results show that the management of BUMDes Sari Makmur in increasing the Original Income of Banjarsari Wetan Village is not optimal. In terms of organization, it is quite good, but there are things that need to be improved regarding the division of work. Then the direction aspect is not good because the provision of guidance and communication between administrators and supervisors is not good. From the aspect of supervision, it is not yet optimal because supervision only focuses on BUMDes finances, while supervision of the activities and performance of BUMDes administrators has not been implemented. Then from the budgeting aspect it has gone well in terms of budget planning and budget allocation. | |
| 41453 | 43541 | I1E017065 | Potensi Jalur Wisata Baturraden Sebagai Prasarana Olahraga Rekreasi Bersepeda Bagi Bobosan Bike Community (BBC) | ABSTRAK POTENSI JALUR WISATA BATURRADEN SEBAGAI PRASARANA OLAHRAGA REKREASI BERSEPEDA BAGI BOBOSAN BIKE COMMUNITY (BBC) Latar Belakang: Jalur Wisata Baturraden merupakan sebuah jalur yang terdapat di Desa Karangmangu, Kec. Baturraden merupakan objek wisata dengan berbagai macam wahana permainan alam maupun buatan yang berada di Lereng Gunung Slamet. Jalur Wisata Baturraden bisa dijadikan untuk kegiatan prasarana olahraga rekreasi bersepeda bagi komunitas sepeda yang ada di Purwokerto. Penelitian ini akan menganalisis potensi jalur Wisata Baturraden sebagai prasarana olahraga rekreasi bersepeda bagi bobosan bike community (BBC). Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, sedangkan untuk pengambilan data dilakukan jalur wisata Baturraden. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi data. Analisis data menggunakan model analisis Miles dan Huberman. Hasil Penelitian: Jalur Wisata Baturraden digunakan oleh anggota bobosan bike community untuk kegiatan olahraga rekreasi bersepeda. Karena jalur wisata Baturraden tersebut memiliki keindahan alam yang menarik perhatian bagi pegiat sepeda, pemandangan yang indah, dan infrastruktur yang menarik serta terdapat fasilitas yang mendukung yaitu camping ground, outbound, dan Spot foto. Kesimpulan: Jalur wisata Baturraden berpotensi digunakan sebagai kegiatan olahraga rekreasi bersepeda. Selain memiliki potensi jalur wisata Baturraden juga jalur yang sangat baik, obyek wisata Baturraden juga memiliki berbagai macam wahana permainan, mulai dari kolam renang, curug, pemandian air panas, spot foto. Disisi lain memakan banyak waktu lebih lama juga menguras kondisi fisik dan masih banyak jalur yang rusak serta dekat dengan jurang Kata Kunci: jalur wisata, prasarana, olahraga rekreasi | ABSTRACT Evaluating the Recreational Cycling Potential of Baturraden Tourist Route for the Bobosan Bike Community (BBC) Background: The Baturraden Tourist Route, situated in Karangmangu Village, Baturraden District, serves as a prominent locale for recreational activities amid the scenic landscapes of Mount Slamet. This route holds promise as a significant venue for cycling enthusiasts in Purwokerto. The objective of this study is to conduct a comprehensive analysis of the Baturraden Tourist Route's potential as a dedicated infrastructure for recreational cycling, specifically targeting the Bobosan Bike Community (BBC). Methodology: Employing a qualitative research approach, data for this study is gathered directly from the Baturraden Tourist Route. Methodologies encompass observational techniques, structured interviews, and thorough documentation. Participants are purposively selected to ensure diverse perspectives. Data authenticity is safeguarded through triangulation, and data analysis adheres to the Miles and Huberman analytical framework. Research Findings: The Baturraden Tourist Route stands out as a favored destination for members of the Bobosan Bike Community, owing to its captivating natural scenery, panoramic vistas, and well-developed infrastructure. The presence of supplementary amenities, such as camping grounds, outbound facilities, and designated photo spots, further amplifies the allure of this route. Conclusion: The Baturraden Tourist Route exhibits considerable potential as a hub for recreational cycling activities. In addition to its aesthetic appeal, the route offers a diverse range of recreational amenities, including swimming facilities, water features, hot springs, and scenic locations suitable for photography. However, it is imperative to acknowledge that the route's utilization may entail time constraints, physical exertion, and necessitates attention to sections requiring maintenance, with proximity to cliffs warranting caution. Keywords: tourism route, infrastructure, Recreational Sports 1Physical education student, Faculty of Health Sciences, General Soedirman University 2Lecturer in physical education, Faculty of Health Sciences, General Soedirman University | |
| 41454 | 43547 | I1A020023 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN TUBERKULOSIS PADA KELUARGA PENDERITA DI KELURAHAN KOBER DAN KELURAHAN REJASARI | Latar Belakang: Perilaku pencegahan tuberkulosis pada keluarga penderita perlu dilakukan untuk menurunkan angka penularan penyakit tuberkulosis terhadap orang-orang di lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor–faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan penularan Tuberkulosis pada keluarga penderita di Kelurahan Kober dan Kelurahan Rejasari. Metode: Desain penelitian ini adalah kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah keluarga penderita tuberkulosis di Kelurahan Kober dan Kelurahan Rejasari sebanyak 36 responden yang didapat dengan teknik total sampling. Variabel independen pada penelitian ini adalah umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pengetahuan, sikap, persepsi manfaat, akses media sosial, dan paparan informasi. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah perilaku pencegahan penularan tuberkulosis pada keluarga penderita. Hasil Penelitian: Hasil analisis univariat menunjukkan sebanyak 56,8% responden berpengetahuan baik, 80,6% responden memiliki sikap baik, 55,6% responden memiliki persepsi manfaat tidak baik, 58,3% responden mengakses media sosial, dan 58,3% responden terpapar informasi. Hasil analisis bivariat diketahui bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pengetahuan, sikap, persepsi manfaat, akses media sosial, dan paparan informasi dengan perilaku pencegahan penularan tuberkulosis. Kesimpulan: Tidak ada satu pun variabel yang berhubungan dengan perilaku pencegahan penularan tuberkulosis, walaupun tidak ada variabel yang signifikan berhubungan tetapi masih ada perilaku pencegahan yang kurang baik, terutama pada variabel persepsi manfaat, akses media sosial, dan paparan informasi. | Background: Tuberculosis prevention behavior in families of sufferers needs to be carried out to reduce the rate of transmission of tuberculosis to people in the surrounding environment. This study aims to determine the factors related to behavior to prevent the transmission of Tuberculosis in families of sufferers in Kober Village and Rejasari Village. Methods: The design of this research is quantitative analytical observational with a cross sectional approach. The sample in this study was families of tuberculosis sufferers in Kober Village and Rejasari Village, totaling 36 respondents obtained using a total sampling technique. The independent variables in this research are age, gender, education, employment, income, knowledge, attitudes, perceived benefits, social media access, and exposure to information. The dependent variable in this study is behavior to prevent transmission of tuberculosis in the sufferer's family. Results: The results of univariate analysis showed that 56.8% of respondents had good knowledge, 80.6% of respondents had good attitudes, 55.6% of respondents had poor perception of benefits, 58.3% of respondents accessed social media, and 58.3% respondents are exposed to information. The results of the bivariate analysis showed that there was no significant relationship between age, gender, education, employment, income, knowledge, attitudes, perceived benefits, access to social media, and exposure to information and behavior to prevent tuberculosis transmission. Conclusion: There is not a single variable that is related to behavior to prevent the transmission of tuberculosis, although there are no variables that are significantly related, there is still poor prevention behavior, especially in the variables of perceived benefits, access to social media, and exposure to information. | |
| 41455 | 45045 | K1B020022 | PERAMALAN KURS RUPIAH TERHADAP DOLAR AMERIKA SERIKAT MENGGUNAKAN METODE ARIMA | Salah satu mata uang yang umum digunakan oleh bank sentral di seluruh dunia adalah dolar Amerika Serikat. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat digunakan oleh Negara Indonesia dalam menilai keadaan ekonomi negara. Namun, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami perubahaan setiap waktu. Oleh karena itu, perlu dilakukan prediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat untuk membantu pihak terkait dalam menentukan strategi yang efektif dan efisien. Salah satu metode matematika yang dapat digunakan dalam peramalan adalah metode ARIMA(Autoregressive Integrated Moving Average). Pada penelitian ini, model terbaik ARIMA(2,1,1) digunakan dalam peramalan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada tahun 2024 dengan memperoleh nilai MAPE sebesar 2,850832%. | One of the currencies commonly used by central banks throughout the world is the United States dollar. The rupiah exchange rate against the United States dollar is used by the Indonesian state in assessing the country's economic condition. However, the rupiah exchange rate against the United States dollar experiences changes all the time. Therefore, it is necessary to predict the exchange rate of the rupiah against the United States dollar to assist related parties in determining effective and efficient strategies. One mathematical method that can be used in forecasting is the ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average) method. In this research, the best model ARIMA(2,1,1) was used in forecasting the rupiah exchange rate against the United States dollar in 2024 by obtaining a MAPE value of 2.850832%. | |
| 41456 | 43546 | L1B019037 | Perbedaan Lama Waktu Perendaman Menggunakan Testis Sapi Terfermentasi Terhadap Maskulinisasi Ikan Nila (Oreochromis sp.) | Sex reversal (maskulinisasi) adalah suatu teknik untuk merubah jenis kelamin secara buatan dari ikan nila betina menjadi ikan nila jantan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh lama waktu perendaman larva ikan nila dalam testis sapi terfermentasi yang tepat terhadap maskulinisasi dan kelangsungan hidup. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan meliputi 0 jam, 2 jam, 4 jam, dan 8 jam dan 3 ulangan. Parameter yang diamati yaitu jenis kelamin dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu perendaman tidak berbeda nyata terhadap persentase ikan nila jantan, namun berbeda nyata terhadap kelangsungan hidup (akuarium dan keramba). Hasil penelitian menunjukkan persentase ikan nila jantan pada perlakuan 0 jam : 85,80%±1,75; perlakuan 2 jam : 87,30%±2,56; perlakuan 4 jam : 88,63%±2,42; perlakuan 8 jam : 89,50%±1,63. Tingkat kelangsungan hidup di akuarium pada perlakuan 0 jam : 79,67%±1,53; perlakuan 2 jam : 81,33%±1,53; perlakuan 4 jam : 84,33%±1,53; perlakuan 8 jam : 86,67%±1,53. Tingkat kelangsungan hidup di keramba pada perlakuan 0 jam : 79,87%±1,15; perlakuan 2 jam : 80,70%±1,04; perlakuan 4 jam : 83,73%±0,93; perlakuan 8 jam : 84,93%±1,95. Hasil pengukuran kualitas air masih dalam kisaran optimal dalam pemeliharaan ikan nila, yaitu suhu 25,7-28,6°C; pH 6,5-8,3; dan DO 5,8-10 mg/L. | Sex reversal (masculinization) is a technique to artificially change the sex of female tilapia to male tilapia. The purpose of the study was to determine the effect of immersion time of tilapia larvae in fermented cow testis on masculinization and survival. The study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments including 0 hours, 2 hours, 4 hours, and 8 hours and 3 replicates. The parameters observed were sex and survival. The results showed that the length of immersion time was not significantly different on the percentage of male tilapia, but significantly different on survival (aquarium and cage). The results showed the percentage of male tilapia in the 0 hour treatment: 85,80% ± 1,75; 2 hours treatment: 87,30%±2,56; 4 hours treatment: 88,63%±2,42; 8 hours treatment: 89,50%±1,63. Survival rate in the aquarium at 0 hours treatment: 79,67%±1,53; 2 hours treatment: 81,33%±1,53; 4 hours treatment: 84,33%±1,53; 8 hours treatment: 86,67%±1,53. The survival rate in cages in the 0 hour treatment: 79,87%±1,15; 2 hours treatment: 80,70%±1,04; 4 hours treatment: 83,73%±0,93; 8 hours treatment: 84,93%±1,95. The results of water quality measurements are still within the optimal range in tilapia rearing, namely temperature 25,7-28,6°C; pH 6,5-8,3; and DO 5,8-10 mg/L. | |
| 41457 | 45046 | H1A020026 | PERANCANGAN DAN ANALISIS DOUBLE BANK POWER BACKUP SYSTEM SERVER BIZNET JAWA BALI | Penelitian ini menganalisis penyebab utama pemadaman total (blackout) pada server Biznet Jawa Bali dan merancang sistem cadangan daya yang lebih andal untuk meningkatkan durasi waktu cadangan UPS. Permasalahan ini disebabkan oleh pemadaman listrik mendadak oleh PLN dan korsleting pada MCB PLN yang memengaruhi kinerja ATS. Metode penelitian meliputi analisis penyebab pemadaman total, perancangan double bank pada UPS, serta pengujian dan pengumpulan data di Big Pop Server Margahayu Bandung, dengan menggunakan studi literatur, observasi langsung, dan simulasi ETAP 12.6. Data yang dikumpulkan mencakup kinerja UPS dan kejadian pada panel ATS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakmampuan UPS untuk menyediakan daya cadangan yang cukup lama dan masalah pada panel ATS merupakan penyebab utama pemadaman total. Perancangan double bank pada UPS terbukti meningkatkan durasi waktu cadangan secara signifikan, sehingga meningkatkan keandalan jaringan Biznet dan mencegah pemadaman total di masa mendatang. | This study analyzes the main causes of blackout on Biznet servers in Java and Bali and designs a more reliable power backup system to increase UPS backup time duration. The issue is caused by sudden power outages by PLN and short circuits in the PLN MCB, which affect ATS performance. The research methods include analyzing the causes of the blackout, designing a double bank on the UPS, and testing and collecting data at the Big Pop Server in Margahayu, Bandung, using literature studies, direct observation, and ETAP 12.6 simulations. The collected data includes UPS performance and incidents on the ATS panel. The results show that the inability of the UPS to provide adequate backup power and issues with the ATS panel are the main causes of the blackout. Designing a double bank on the UPS significantly increases the backup time duration, thereby enhancing the reliability of the Biznet network and preventing future blackouts. | |
| 41458 | 45047 | D1B022007 | PENGARUH JENIS AKTIVATOR YANG BERBEDA TERHADAP KADAR UNSUR HARA MAKRO (NITROGEN, PHOSPHOR, DAN KALIUM) KOMPOS BERBAHAN BAKU FESES SAPI POTONG | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aktivator yang berbeda terhadap kadar unsur hara makro nitrogen (N), phosphor (P), dan kalium (K) yang dapat dihasilkan dalam proses pengomposan. Materi penelitian yang digunakan untuk kompos sebanyak 18 unit percobaan yaitu, feses sapi potong ± 5.400 kg, aktivator 0,3%, abu 10%, serbuk gergaji 10%, dan kapur dolomit 2% dari berat feses. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dibedakan menjadi 3 perlakuan yaitu, A1 dengan penambahan 0,3% aktivator media bekas jamur merang, A2 dengan penambahan 0,3% aktivator media batuan, A3 dengan penambahan 0,3% aktivator media cair yang masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 6 kali. Hasil penelitian meunujukkan kadar unsur hara makro Nitrogen (N) (A1 0,71 ± 0,10%, A2 0,64 ± 0,09%, A3 0,81 ± 0,08%), Phosphor (P) (A1 0,14 ± 0,03%, A2 0,11 ± 0,03%, A3 0,14 ± 0,07%) dan Kalium (K) (A1 0,21 ± 0,01%, A2 0,20 ± 0,02%, A3 0,18 ± 0,03%). Penggunaan aktivator yang berbeda menunjukkan berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap kadar unsur hara makro nitrogen, tetapi tidak nyata (P>0,05) terhadap unsur hara makro phosphor dan kalium. Aktivator dengan media bekas jamur merang, media batuan, dan media cair menghasilkan kadar unsur hara makro sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam SNI, kecuali kadar kalium yang dihasilkan aktivator media cair. Aktivator media cair memiliki kadar nitrogen paling tinggi. | The research aims to determine the effect of providing different activators on the levels of the macro nutrients nitrogen (N), phosphorus (P), and potassium (K) which can be produced in the composting process. The research materials used for compost were 18 experimental units, namely, beef cattle feces ± 5,400 kg, 0.3% activator, 10% ash, 10% sawdust, and dolomite lime 2% of the feces weight. The research used an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) research design which was divided into 3 treatments, namely, A1 with the addition of 0.3% used straw mushroom media activator, A2 with the addition of 0.3% rock media activator, A3 with the addition of 0.3 % liquid media activator, each treatment was repeated 6 times. The research results showed levels of macro nutrients Nitrogen (N) (A1 0.71 ± 0.10%, A2 0.64 ± 0.09%, A3 0.81 ± 0.08%), Phosphorus (P) (A1 0.14 ± 0.03%, A2 0.11 ± 0.03%, A3 0.14 ± 0.07%) and Potassium (K) (A1 0.21 ± 0.01%, A2 0.20 ± 0.02%, A3 0.18 ± 0.03%). The use of different activators showed a significant effect (P < 0.05) on the levels of the macro nutrient element nitrogen, but not significantly (P> 0.05) on the macro nutrient elements phosphorus and potassium. Activators using straw mushroom media, rock media, and liquid media produce macro nutrient levels in accordance with the standards set in SNI, except for potassium levels produced by liquid media activators. Liquid media activators have the highest nitrogen content. | |
| 41459 | 43548 | I1A020021 | Faktor Perilaku dan Lingkungan yang Berpengaruh terhadap Kejadian Tuberkulosis di Kelurahan Kober Kecamatan Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas | Latar Belakang: Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis di paru. Banyak faktor yang mempengaruhi penyebaran penyakit tuberkulosis antara lain faktor perilaku dan faktor lingkungan. Dalam penyakit tuberkulosis perilaku mencuci tangan dan perilaku batuk berhubungan dengan risiko terjadinya penyakit tuberkulosis atau dapat menjadi sumber penularan bakteri tuberkulosis. Komponen lingkungan meliputi kelembaban, suhu, pencahayaan, kepadatan hunian, ventilasi, jenis lantai rumah dan jenis dinding rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh terhadap kejadian tuberkulosis di Kelurahan Kober Kecamatan Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh warga yang tercatat dan tinggal di Kelurahan Kober sebanyak 9.740 jiwa. Jumlah sampel sebanyak 100 dengan menggunakan rumus slovin dengan teknik cluster random sampling. Data dianalisis menggunakan uji regresi logistik. Hasil: Variabel yang berpengaruh dalam penelitian ini adalah perilaku mencuci tangan (p-value=0,040) dan perilaku batuk (p-value=0,015). Variabel yang tidak berpengaruh adalah kepadatan hunian (p-value=0,064), kelembaban (p-value=0,199), suhu (p-value=0,365), pencahayaan (p-value=0,309) dan luas ventilasi (p-value=286). Kesimpulan: Variabel yang paling berpengaruh adalah perilaku mencuci tangan. Sebaiknya masyarakat lebih meningkatkan perilaku mencuci tangan dan perilaku batuk sebagai upaya pencegahan terjadinya penyakit tuberkulosis. | Background : Tuberculosis is still a public health problem in Indonesia. Tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis bacterial infection in the lungs. Many factors influence the spread of tuberculosis, one of which is behavioral factors. In tuberculosis, hand washing behavior and coughing behavior are related to the risk of developing tuberculosis or can be a source of transmission of tuberculosis bacteria. The spread of tuberculosis is also closely related to the environmental conditions in which people live. Environmental components include humidity, temperature, lighting, residential density, ventilation, type of house floor and type of house walls. The aim of this research is to find out what factors influence the incidence of tuberculosis in Kober Village, West Purwokerto District, Banyumas Regency. Methodology : This research is a quantitative research with a cross-sectional approach. The population in this study was all registered residents living in Kober Village, totaling 9,740 people, the sample size was 100 using the Slovin formula with cluster random sampling technique. Data were analyzed using the logistic regression test. Result : The variables that have an effect in this study were hand washing behavior (p-value=0,040) and coughing behavior (p-value=0.015). Variables that have no effect are residential density (p-value=0.064), humidity (p-value=0.199), temperature (p-value=0.365), lighting (p-value=0.309) and ventilation area (p-value=286 ). Conclusion : The most influential variable is hand washing behavior. People should increase their hand washing behavior and coughing behavior as an effort to prevent the occurrence of tuberculosis. | |
| 41460 | 43550 | E1B020033 | The Protection Of Climate Refugees According To International Law | Percepatan kenaikan permukaan air laut tahunan secara global yang disebabkan oleh berbagai faktor lingkungan, memunculkan konsekuensi terhadap negara yang berbatasan langsung dengan garis pantai yang berakibat timbulnya pengungsi dalam negeri maupun lintas negara. Kurangnya kerangka konseptual dan konsensus mengenai istilah pengungsi iklim menyebabkan tidak adanya perlindungan hukum internasional untuk memenuhi hak dasar dari pengungsi yang menjadi tanggung jawab negara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kerangka hukum dalam rangka melindungi pengungsi iklim melalui kerja sama internasional serta menganalisis tanggung jawab negara dalam melindungi pengungsi iklim. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan perundang-undangan normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif dan analisis konseptual. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif, dan metode analisis yang digunakan adalah normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, kekosongan ketentuan dalam Hukum Internasional yang dapat merujuk pada Konvensi Pengungsi 1951 dan Protokol 1967 tentang Status Pengungsi membuat perlindungan pengungsi iklim mengacu pada Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (UDHR) 1948 serta aturan khusus tentang perlindungan dan pemenuhan aspek HAM seperti Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik (ICCPR) 1966 serta Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sosial, Ekonomi, dan Budaya (ICESCR) 1966. Sementara itu, rujukan perlindungan lainnya dapat mengacu pada panduan praktis UNHCR 2021 serta aturan regional seperti Konvensi Kampala 2009 di wilayah Afrika dan prinsip kerja sama pembagian beban antarnegara. | The acceleration of global annual sea level rise caused by various environmental factors has consequences for countries directly adjacent to the coastline which results in the emergence of domestic and cross-border refugees. The lack of conceptual framework and consensus on the term climate refugees causes the absence of international legal protection to fulfill the basic rights of refugees who are the responsibility of the state. The purpose of this study is to discover the legal framework in order to protect climate refugees through international cooperation and analyze the responsibilities of the state in protecting climate refugees. This research uses a normative legislative approach method with descriptive research specifications and conceptual analysis. The data source used is secondary data. The data collection method is done by literature study, the data obtained is presented with narrative text, and the analysis method used is normative qualitative. Based on the research results, the absence of provisions on International Law which can refer to the 1951 Refugee Convention and the 1967 Protocol Relating to the Status of Refugees makes the protection of climate refugees refer to the Universal Declaration of Human Rights (UDHR) 1948 as well as specific rules on the protection and fulfillment of human rights aspects such as the International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) 1966 and the 1966 International Covenant on Social, Economic and Cultural Rights (ICESCR). Meanwhile, reference to concrete protection can refer to the UNHCR 2021 practical guidance as well as regional rules such as the Kampala Convention 2009 in the African region and the principle of cooperation in burden-sharing between countries. |