Artikelilmiahs
Menampilkan 41.501-41.520 dari 48.876 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 41501 | 43585 | G1A020074 | Hubungan Kadar Pb, As, dan Hg dengan Status Gizi Anak Cerebral Palsy di Kabupaten Banyumas | Latar Belakang: Cerebral palsy adalah gangguan perkembangan psikomotik akibat lesi otak yang menyebabkan saraf motorik terganggu dan terjadi pada anak sebelum, selama, dan setelah kelahiran. Salah satu faktor risiko penyebab cerebral palsy adalah paparan logam berat. Timbal (Pb), arsen (As), dan air raksa (Hg) merupakan logam berat yang mengandung neurotoksik. Pb, Hg, dan As juga dapat mempengaruhi status gizi anak normal maupun anak cerebral palsy. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar Pb, As, dan Hg dengan status gizi anak cerebral palsy di Kabupaten Banyumas. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan studi cross sectional. Sampel ditetapkan dengan total sampling dan didapat sampel sebanyak 24 anak cerebral palsy usia 1-12 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan mengisi kuesioner data diri, mengukur tinggi dan berat badan, serta memotong rambut anak untuk dilakukan pemeriksaan dengan spektrofotometer serapan atom (SSA). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Spearman. Hasil: Karakteristik data yang diperoleh berdasarkan jenis kelamin didapatkan mayoritas laki-laki (54,2%) dan berdasarkan usia paling banyak berusia 6-12 tahun (70,8%). Uji statistik menunjukan kadar timbal (p = 0,716) tidak berhubungan dengan status gizi anak cerebral palsy di Kabupaten Banyumas. Hasil uji statistik kadar arsen (p = 0,681) tidak berhubungan dengan status gizi anak cerebral palsy di Kabupaten Banyumas. Uji statistik kadar air raksa (p = 0,453) menunjukan tidak ada hubungan dengan status gizi anak cerebral palsy di Kabupaten Banyumas. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar Pb, As, dan Hg dengan status gizi anak cerebral palsy. | Background: Cerebral palsy is a psychomotic developmental disorder due to brain lesions that cause impaired motor nerves and occurs in children before, during, and after birth. One of the risk factors for cerebral palsy is exposure to heavy metals. Lead (Pb), arsenic (As), and mercury (Hg) are heavy metals that contain neurotoxic. Pb, Hg, and As can also affect the nutritional status of normal children and cerebral palsy children. Objective: This study aims to analyze the association between Pb, As, and Hg levels with the nutritional status of cerebral palsy children in Banyumas Regency. Method: This study was an observational analytic study with cross-sectional study approach. The sample was determined by total sampling and obtained samples as many as 24 cerebral palsy children aged 1-12 years. Data collection was carried out by filling out personal data questionnaires, measuring height and weight, and cutting children's hair for examination with an atomic absorption spectrophotometer (SSA). The result were analyzed with Spearman test. Result: The characteristics of the data based on gender, majority were male (54.2%) and based on age, majority were 6-12 years old (70.8%). Statistical tests showed that lead levels (p = 0.716) were not related to the nutritional status of cerebral palsy children in Banyumas Regency. The results of statistical tests of arsenic levels (p = 0.681) were not related to the nutritional status of cerebral palsy children in Banyumas Regency. Statistical test of mercury levels (p = 0.453) showed no relation with the nutritional status of cerebral palsy children in Banyumas Regency. Conclusion: There was no significant association between Pb, As, and Hg levels with nutritional status of cerebral palsy children. | |
| 41502 | 43586 | A1C020043 | AUDIT ENERGI PADA PROSES PRODUKSI TRUNNION PADA MUFFLER/EXHAUST SILENCER (Studi Kasus pada PT. Intan Prima Kalorindo, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi) | Audit energi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi efisiensi energi yang digunakan oleh peralatan atau sistem untuk memastikan bahwa energi dalam sistem digunakan secara efisien. Audit energi juga dikenal sebagai pemeriksaan penggunaan energi oleh peralatan atau sistem untuk memastikan bahwa energi yang digunakan oleh sistem digunakan secara efisien. Dengan melakukan audit pada proses produksi trunnion pada muffler, dapat diidentifikasi pola konsumsi energi, titik-titik kerugian energi, dan opsi pengoptimalan untuk mengurangi konsumsi energi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa energi bahan bakar merupakan energi dengan tingkat efisiensi paling tinggi yaitu sebesar 95,1%, diikuti dengan efisiensi energi listrik sebesar 74,3%. Adapun efisiensi paling rendah pada proses produksi trunnion untuk muffler terdapat pada energi manusia yaitu sebesar 30,0%. Efiensi energi pada proses produksi berdasarkan tahapan efisiensi energi manusia paling rendah terdapat pada proses roll yaitu sebesar 21,72% sedangkan efisiensi paling tinggi terdapat pada proses pembuatan desain produk yaitu sebesar 43,03%. Untuk efisiensi pada energi listrik paling rendah terdapat pada tahapan welding yaitu sebesar 58,10%, sedangkan efisiensi paling tinggi terdapat pada tahapan facing yaitu sebesar 78,85%. | An energy audit is an activity carried out with the aim of evaluating the efficiency of energy used by equipment or systems to ensure that the energy in the system is used efficiently. An energy audit is also known as an examination of energy use by equipment or systems to ensure that the energy used by the system is used efficiently. By conducting an audit on the trunnion production process of mufflers, energy consumption patterns, energy loss points, and optimization options to reduce energy consumption can be identified. The results show that fuel energy is the most efficient energy at 95.1%, followed by electrical energy efficiency at 74.3%. The lowest efficiency in the trunnion production process for mufflers is found in human energy, which is 30.0%. Energy efficiency in the production process based on the lowest human energy efficiency stage is found in the roll process, which is 21.72%, while the highest efficiency is in the process of making product designs, which is 43.03%. For efficiency in electrical energy, the lowest is at the welding stage, which is 58.10%, while the highest efficiency is at the facing stage, which is 78.85%. | |
| 41503 | 43589 | J1E018030 | Banyumasese Students’ Phonological Interference in Pronouncing English Consonant Sounds | Azzahra, Amartya Diba. 2024. Banyumasese Students Phonological Interference in Pronouncing English Consonant Sounds (A Descriptive-Qualitative Research at English Education Study Program of Jenderal Soedirman University). Skripsi. Pembimbing 1: Erna Wardani, S.Pd., M.Hum., Pembimbing 2: Novita Pri Andini, S.Pd., M.Pd., Ketua Penguji: Mustasyfa Thabib Kariadi, S.Pd., M.Pd., Penguji: Laxmi Mustika Cakrawati, S.Pd., M.Pd.. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Universitas Jenderal Soedirman. Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Pendidikan Bahasa, Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris, Purwokerto. Gangguan fonologi terjadi ketika siswa memproduksi Bahasa. Gangguan Bahasa terjadi ketika soerang siswa mentransfer fitur dari Bahasa pertama mereka ke Bahasa kedua, ini dapat mencakup fitur fonologis, seperti pengucapan, intonasi, pola stress serta karakteristik leksikal, gramatikal, dan ortografis. Peneliti bermaksud mengetahu (1) apa gangguan fonologis yang terjadi dalam mengucapkan suara konsonan Bahasa Inggris. Peneliti juga bermaksud untuk mencari tahu (2) faktor apa yang mempengaruhi gangguan fonologis dalam mengucapkan suara konsonan Bahasa Inggris. Ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Data penilitian yang dikumpulkan menggunakan daftar bacaan kata, wawancara, dan kuesioner. Populasi penelitian ini adalah 6 siswa pada siswa semester keenam yang terdaftar dalam Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Jenderal Soedirman. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) dari daftar bacaan kata, hampir semua siswa mengalami kesalahan mengucapkan kata-kata dan sebagian besar dalam suara konsonan. Dari 6 siswa, peneliti menemukan gangguan yang terjadi, 41 jenis gangguan sustitusi suara, 27 jenis gangguan tambahan suara, 18 jenis gangguan penghapusan suara, dan 6 jenis gangguan modifikasi suara dalam mengucapkan suara Bahasa Inggris yang terdiri dari 24 suara konsonan.; (2) berdasarkan wawancara dan kuesioner dari siswa menunjukan bahwa faktor utama yang menyebabkan gangguan adalah keterampilan Bahasa. Gangguan terjadi bukan karena itu disengaja oleh siswa, melainkan karena kebiasaan mereka menggunakan Bahasa Banyumasan dalam kehidupan sehari-hari yang dimana itu dapat mempengaruhi ketika mereka berbicara Bahasa Inggris yang bukan Bahasa sehari-hari mereka. Hal ini juga terbukti bahwa masalah siswa dalam mengucapkan Bahasa Inggris disebabkan oleh kurangnya pengetahuan siswa tentang fonologi, kurangnya praktek mengucapkan kata Bahasa Inggris, tidak terbiasa dengan kata-kata Inggris, transfer Bahasa Banyumasan, kesulitan mengenali simbol-simbol fonetik dan kosa kata yang terbatas dari Bahasa target yang dikuasai oleh siswa. | Azzahra, Amartya Diba. 2024. Banyumasese Students Phonological Interference in Pronouncing English Consonant Sounds (a Descriptive-Qualitative Research at English Education Study Program of Jenderal Soedirman University). Thesis. Supervisor 1: Erna Wardani, S.Pd., M.Hum., Supervisor 2: Novita Pri Andini, S.Pd., M.Pd., Chief External Examiner: Mustasyfa Thabib Kariadi, S.Pd., M.Pd., External Examiner: Laxmi Mustika Cakrawati, S.Pd., M.Pd.. Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, Department of Language Education, English Education Study Program, Purwokerto. Phonological interference occurs when learners produce language. Language interference occurs when a learner transfer features of their first language into the second language, this can include phonological features, such as pronunciation, intonation, stress patterns as well as grammatical lexical, and orthographic features. The researcher purpose to find out (1) what phonological interference occurs in pronouncing English consonant sounds. The researcher also purpose to find out (2) factors affect the phonological interference in pronouncing English consonant sounds. This is qualitative research with a descriptive study approach. The research data collected using the word reading list, interview, and questionnaire. The research participants were 6 students at sixth semester students enrolled at the English Education Study Program of Jenderal Soedirman University. The research results showed that (1) from the word reading list, almost all of the students have miss pronounce the words and mostly in the consonant sounds. From 6 students, researcher found interference that occurs, 41 types interference of sound substitution, 27 types interferences of sound addition, 18 types of interference of sound deletion, and 6 types of interference of sound modification in reciting English sounds consisting of 24 consonant sounds.; (2) based on the interview and questionnaire from students showed that students the main factors that causes interference is language proficiency. The interference occurred not because it was intentional by students, but their habit of using Banyumasan language in their daily environment that affect when they speak English which is not their daily language. It was also proof that the problem of students in pronouncing English is caused by a lack of students’ knowledge of phonology, less practice in pronouncing English words, not familiar with English words, transfer of Banyumasan language, the difficulty in recognizing phonetic symbols and limited vocabulary of the target language mastered by students. | |
| 41504 | 43590 | J1A018038 | ASSOCIATIVE MEANING USED IN SUNSCREEN PRODUCTS ON SOCIOLLA: THE CASE OF DICTION MEN AND WOMEN REPRESENTATION | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe beserta diksi perempuan dan laki-laki pada produk tabir surya terpilih. Pada proses analisis, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan menerapkan purposive sampling di situs web Sociolla. Teori dari Leech (1985) digunakan untuk mengklasifikasikan makna asosiatif. Hasil dari peneliatian ini terdapat 7 makna konotatif, 6 makna refleksi, 9 makna kolokasi, 1 makna social dan 2 makna afeksi. Pada temuan penelitian ini, makna kolokatif merupakan tipe yang paling banyak ditemukan, yang terdiri dari 4 data dikategorikan sebagai diksi pada perempuan, 2 data diidentifikasi untuk laki-laki, dan 3 data untuk keduanya. Sedangkan tipe paling sedikit muncul adalah makna social dan makna afeksi dengan jumlah satu dan dua data secara berurutan. Diksi yang umum digunakan pada produk tabir surya adalah diksi untuk kecantikan perempuan seperti bright, flawless, white dan glow. | This research aims to analyze the types and communicative functions of associative meaning as well as its diction men and women in the selected sunscreen products. The research is conducted using a descriptive qualitative method. The data are selected purposively on Sociolla website store. It uses the theory of Leech (1985) to classify the types of associative meaning. The result of this study contains of 7 connotative meaning, 6 reflected meaning, 9 collocative meaning, 1 social meaning and 2 affective meaning. From these findings, the collocative meaning is found as the most frequent type in the data which consist of 4 data categorized as diction for women, 2 identified of men and 3 data for both men and women. Whereas the least type of associative meaning is found in social meaning and affective meaning with 1 and 2 data respectively. The diction is commonly describing and representing the image of women beauties, such as bright, flawless, white and glow. | |
| 41505 | 43591 | I1D019013 | HUBUNGAN PERILAKU MAKAN EMOTIONAL EATING DAN INTUITIVE EATING DENGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN UNSOED | Latar Belakang: Status gizi didefinisikan sebagai keseimbangan asupan zat gizi dan kebutuhan zat gizi tubuh. Mahasiswa termasuk kelompok umur yang rentan mengalami stres. Salah satu cara yang biasa dilakukan sebagai pengalihan stres adalah makan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku makan emotional eating dan intuitive eating dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan UNSOED. Metodologi: Penelitian ini berupa jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan data dilaksanakan bulan Oktober 2023, dengan jumlah sampel 107 responden menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data berat badan dan tinggi badan dilakukan secara langsung, sedangkan pengambilan data karakteristik dan kuesioner emotional eating dan intuitive eating dilakukan secara online dengan media Google Form. Analisis data menggunakan analisis univariat, dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil Penelitian: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku makan emotional eating (p=0,366) terhadap Indeks Massa Tubuh (IMT). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara intuitive eating (p=0,837) terhadap Indeks Massa Tubuh (IMT). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara emotional eating dan intuitive eating dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan UNSOED. | Background: Nutritional status is defined as the balance of nutrient intake and nutrient requirements of the body. College students are an age group that is prone to stress. One of the ways that is usually done as a diversion of stress is eating. The purpose of this study was to determine the relationship between emotional eating and intuitive eating behaviour with Body Mass Index (BMI) in students of the Faculty of Health Sciences UNSOED. Methodology: This research is a type of quantitative research with a cross sectional design. Data collection was carried out in October 2023, with a total sample of 107 respondents used purposive sampling technique. Data collection of body weight and height is done directly, while data collection of characteristics and emotional eating and intuitive eating questionnaires is online with Google Form media. Data analysis using univariate analysis, and bivariate with chi-square test. Research Results: There is no significant relationship between emotional eating behavior (p=0.366) and Body Mass Index (BMI). There is no significant relationship between intuitive eating (p=0.837) on Body Mass Index (BMI). Conclusion: There is no relationship between emotional eating and intuitive eating with Body Mass Index (BMI) in college students of the Faculty of Health Sciences UNSOED. | |
| 41506 | 43595 | J1A019023 | Echoes of The Past: Portrayals of The Dutch Colonial Tea Plantation in Hella Haasse’s The Tea Lords (1992) | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana perkebunan teh kolonial Belanda di Jawa digambarkan dalam novel The Tea Lords (1992) Karya Hella Haasse. Novel ini berlatar belakang pada zaman kolonial Belanda di abad ke-19 di Hindia Belanda. Penelitian ini menggunakan kerangka teoritis New Historicism yang dicetuskan oleh Stephen Greenblatt untuk menganalisis berbagai penggambaran novel tentang perkebunan teh kolonial Belanda di Jawa dan dampaknya terhadap masyarakat, budaya, dan ekonomi Hindia Belanda, dengan merujuk pada kedua sumber, baik dari novel maupun buku-buku sejarah. Dengan menggunakan metode kualitatif, peneliti menjelajahi konteks sejarah yang disajikan dalam novel dan buku-buku sejarah untuk mengungkap hubungan antara teks sastra dan teks non-sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggambaran perkebunan teh kolonial Belanda di Jawa secara signifikan mempengaruhi masyarakat, budaya, dan ekonomi di Hindia Belanda melalui latar belakang dan karakterisasi dalam novel. Penelitian ini juga mengungkap disparitas ekonomi dalam sistem kolonial, menyoroti eksploitasi dan hierarki dalam struktur ekonomi dan dinamika tenaga kerja. Pencitraan keluarga Kerkhoven sebagai tokoh kolonial menggambarkan tantangan yang dihadapi dan dilema moral dalam mencapai kemakmuran dan kekuasaan. Analisa identitas dalam novel mengungkap kompleksitas adaptasi budaya dan proses rumit dalam menyelaraskan identitas diri di tengah kondisi kolonialisme. Latar belakang penulis Belanda juga memengaruhi narasi novel ini, yang berfungsi sebagai medium untuk menyampaikan pandangan dan aspirasi terkait suatu peristiwa sejarah. | This research aims to examine how the Dutch colonial tea plantation in Java is depicted in the novel The Tea Lords (1992) by Hella Haasse. The novel is set during Dutch colonization in the 19th century in the East Indies. The study employs the New Historicism theoretical framework coined by Stephen Greenblatt to analyze the novel’s various portrayals of the Dutch colonial tea plantation in Java and their impact on East Indies society, culture, and economics, drawing from both the novel and historical books. Using qualitative methods, the researcher explores the historical context presented in novel and history books to uncover the link between literary and non-literary texts. The findings reveal that the Dutch colonial tea plantation in Java significantly influenced society, culture, and economics in the East Indies through the novel's setting and characterization. This research also exposes economic disparities in colonial systems, highlighting exploitation and hierarchy in social economic structures and labor dynamics. The depiction of the Kerkhoven family as colonial benefactors sheds light on the challenges and moral dilemmas they faced in their pursuit of prosperity and control. The analysis of identity within the novel reveals the complexities of cultural adaptation and the intricate process of adjusting cultural identity amid colonialism. The author's Dutch background is also noted as influencing the novel's narration, serving as a medium for conveying views and aspirations regarding a historical event. | |
| 41507 | 43594 | J1C019005 | Hubungan Oyabun dan Kobun dalam Film Yakuza and The Family | Penelitian ini membahas relasi oyabun dan kobun dalam film Yakuza and The Family karya Michihito Fujii. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan relasi dan peran dalam relasi oyabun dan kobun yang muncul pada film tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan konseptual teori oyabun-kobun dan mise en scene. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan teknik catat serta data berupa dialog dan potongan gambar film. Hasil penelitian menunjukkan hubungan oyabun-kobun memiliki sifat mutualisme. Posisi hubungan secara hierarkis yaitu oyabun berperan sebagai orang tua yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga, melindungi, dan memberikan nasihat kepada kobun. Sementara kobun berperan sebagai anak yang meiliki kewajiban untuk melayani, menunjukkan kesetiaan, dan memberikan kepercayaan penuh kepada oyabun. Kesimpulan penelitian ini adalah model relasi oyabun dan kobun bernilai positif dan efektif untuk ditetapkan pada ragam organisasi yang bersifat hierarki. | This research discusses the relationship between oyabun and kobun in the movie Yakuza and The Family by Michihito Fujii. The purpose of this research is to describe the relationship and role in the relationship between oyabun and kobun that appear in the movie. The research method used is descriptive qualitative with conceptual approach of oyabun-kobun theory and mise en scene. The data collection technique uses listening and note-taking techniques and the data is in the form of dialog and pieces of film images. The results showed that the oyabun-kobun relationship has mutualism. The hierarchical position of the relationship is that oyabun acts as a parent who has the responsibility to look after, protect, and give advice to kobun. While kobun acts as a child who has an obligation to serve, show loyalty, and give full trust to oyabun. The conclusion of this research is that the relationship model between oyabun and kobun is positive and effective to be established in a hierarchical type of organization. | |
| 41508 | 45051 | H1D020089 | CLUSTERING SUKUK KORPORASI BERDASARKAN PROFIL RISIKO INVESTOR BERBASIS WEBSITE | Dalam beberapa tahun terakhir, tren investasi di pasar modal telah meningkat secara signifikan, tercermin dari peningkatan jumlah investor dan volume penerbitan sukuk. Sukuk, sebagai instrumen keuangan berbasis syariah, menarik minat banyak investor karena stabilitas dan kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip Islam. Namun, variasi sukuk yang tersedia menantang investor dalam memilih produk yang sesuai dengan profil risiko mereka. Penelitian ini menggunakan teknik data mining dengan metode K-Means Clustering, untuk mengelompokkan sukuk korporasi berdasarkan profil risiko investor. Data sukuk korporasi dianalisis menggunakan bahasa pemrograman Python dan disajikan melalui antarmuka web yang dikembangkan dengan framework Streamlit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah cluster optimal yang terbentuk adalah tiga, yaitu kelompok aggresive, defensive, dan moderate. Nilai silhouette coefficient sebesar 0,4054 menunjukkan bahwa cluster yang terbentuk tergolong lemah. Meskipun demikian, penelitian ini memberikan wawasan yang berguna bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi sukuk korporasi. | In recent years, investment trends in the capital market have increased significantly, reflected in the rising number of investors and the volume of sukuk issuance. Sukuk, as a Shariah-compliant financial instrument, attracts many investors due to its stability and adherence to Islamic principles. However, the variety of available sukuk poses a challenge for investors in selecting products that match their risk profiles. This study employs data mining techniques with a clustering method, specifically K-Means Clustering, to categorize corporate sukuk based on investor risk profiles. Corporate sukuk data were analyzed using Python programming language and presented through a web interface developed with the Streamlit framework. The study results indicate that the optimal number of clusters formed is three, with distinct characteristics: aggressive, defensive, and moderate groups. The silhouette coefficient value of 0.4045 indicates weak clustering. Nonetheless, this research provides valuable insights for investors in making corporate sukuk investment decisions. | |
| 41509 | 43592 | I1A020017 | Analisis Tren Kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kembaran II Tahun 2019-2023 | Latar Belakang : Kasus tuberkulosis paru di Puskesmas Kembaran II ditemukan setiap tahunnya. Data sekunder variabel orang, tempat, dan waktu belum pernah dikaji secara epidemiologi oleh puskesmas maupun peneliti terdahulu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tren kejadian TB paru berdasarkan variabel orang, tempat, dan waktu di wilayah kerja Puskesmas Kembaran II pada tahun 2019-2023. Metodologi : Jenis penelitian merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Kembaran II pada bulan November-Desember tahun 2023. Pengambilan sampel menggunakan metode teknik total sampling sebanyak 126 kasus dengan variabel yang diteliti meliputi jumlah kasus, usia, jenis kelamin, pekerjaan, wilayah desa, kategori OAT, tipe diagnosis, klasifikasi riwayat pengobatan sebelumnya, status diabetes melitus, status HIV, dan lama pengobatan. Instrumen yang digunakan adalah formulir pengambilan data serta perangkat lunak seperti ArcGIS, SPSS, Microsoft Word, dan Microsoft Excel. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis spasial. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan tren kasus TB paru di wilayah kerja Puskesmas Kembaran II dari tahun 2019-2023 cenderung mengalami kenaikan dengan jumlah total kasus sebanyak 126 orang. Penderita TB paru mayoritas berusia produktif (15-64 tahun) sebesar 68,2%, berjenis kelamin laki-laki sebesar 54,0%, bekerja sebagai buruh dan IRT masing-masing sebesar 17,6%, berada di Desa Pliken sebesar 26,2%, kategori OAT adalah kategori 1 sebesar 74.6%, terkonfirmasi bakteriologis sebesar 68,25%, riwayat pengobatan sebelumnya baru sebesar 95,24%, status DM tidak diperiksa 70,63%, status HIV tidak diperiksa sebesar 70,63% dan lama pengobatan selama >2 bulan – 6 bulan sebesar 91,3%. Kesimpulan : Mayoritas berusia produktif (15-64 tahun), berjenis kelamin laki-laki, bekerja sebagai buruh dan IRT, berada di Desa Pliken, kategori OAT adalah kategori 1, terkonfirmasi bakteriologis, riwayat pengobatan sebelumnya baru, status DM tidak diperiksa, status HIV tidak diperiksa, lama pengobatan selama >2 bulan – 6 bulan. | Background: Cases of pulmonary tuberculosis at Kembaran II Community Health Center are found every year. Secondary data on person, place and time variables have never been studied epidemiologically by the Community Health Center or previous researchers. The aim of this research is to determine trends in the incidence of pulmonary TB based on person, place and time variables in the Kembaran II Community Health Center work area in 2019-2023. Methodology: This type of research is descriptive observational research with a cross-sectional design. The research was carried out at the Kembaran II Community Health Center in November-December 2023. Data were analyzed using univariate analysis and spatial analysis. The variables studied included the number of cases, age, gender, occupation, village area, OAT category, type of diagnosis, classification of previous treatment history, diabetes mellitus status, HIV status, and duration of treatment. The data source comes from secondary data from the Kembaran II Community Health Center. The sample used a total sampling technique of 126 cases. The instruments used were data collection forms and ArcGIS, SPSS, Microsoft Word and Microsoft Excel software. Results: The research results show that the trend of pulmonary TB cases in the Kembaran II Community Health Center work area from 2019-2023 tends to increase with a total number of cases of 126 people. The majority of pulmonary TB sufferers are of productive age (15-64 years) at 68.2%, male at 54.0%, working as laborers and domestic workers at 17.6% respectively, residing in Pliken Village at 26, 2%, the OAT category was category 1 at 74.6%, bacteriologically confirmed at 68.25%, new previous treatment history at 95.24%, DM status not checked at 70.63%, HIV status not checked at 70.63, and old treatment for >2 months – 6 months was 91.3%. Conclusion: The majority are of productive age (15-64 years), male, work as laborers and domestic workers, are in Pliken Village, OAT category is category 1, confirmed bacteriologically, history of previous treatment is recent, DM status not checked, HIV status not checked , duration of treatment is >2 months – 6 months. | |
| 41510 | 43593 | J1A018010 | SEMIOTICS ANALYSIS OF THE COVID-19 NON-BELIEVER CARICATURES PUBLISHED IN WISCONSIN STATE JOURNAL BY PHIL HANDS | Fauzan. 2024. Analisa Semiotika pada Karikatur Orang yang Tidak Percaya COVID-19 yang di Terbitkan di Wisconsin State Journal oleh Phil Hands. Skripsi. Program Studi Satsra Inggris. Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Jendral Soedirman. Purwokerto. Pembimbing 1: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum. Pembimbing 2: Tri Wahyu Setiawan Prasetyoningsih, S.S., M.Hum. Penguji Eksternal: Ika Maratus Solikhah, S.S., M.A. Penelitian ini mengkaji proses semiotika dalam 11 karikatur orang tidak percaya COVID-19 yang diterbitkan oleh Phill Hands di Wisconsin State Journal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis data yang meliputi 53 ikon, 44 indeks, dan 37 simbol. Ikon tersebut meliputi orang-orang yang tidak percaya pada COVID-19, para Presiden Donald Trump & Joe Biden, dan menyoroti aspek sosial dan politik. Indeks mencakup teks keterangan, frasa, dan ekspresi wajah, yang menyoroti penyebab dan konsekuensi. Simbol-simbol tersebut memiliki makna tertentu bila dikaitkan secara kontekstual dengan tokoh yang digambarkan. Penelitian ini menunjukkan bagaimana semiotika Peirce dapat menjelaskan makna setiap tanda, menunjukkan bagaimana ia menghubungkan representamen, interpretan, dan objek dalam karikatur Phil Hands. | Fauzan. 2024. Semiotics Analysis of The Covid-19 Non-Believer Caricatures Published in Wisconsin State Journal by Phil Hands. Thesis. English Literature Study Program. English Department. Faculty of Humanities. Jendral Soedirman University. Purwokerto. Supervisor 1: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M. Hum. Supervisor 2: Tri Wahyu Setiawan Prasetyoningsih, S.S., M. Hum. External Supervisor: Ika Maratus Solikhah, S.S., M.A. This research examines the semiotics process in 11 COVID-19 nonbeliever caricatures published by Phill Hands in the Wisconsin State Journal. The study uses a qualitative descriptive method to analyze the data, which includes 53 icons, 44 indexes, and 37 symbols. The icons depict COVID-19 nonbelievers, President Donald Trump & Joe Biden, and highlight social and political aspects. Indexes include caption text, phrases, and facial expressions, highlighting causes and consequences. The symbols hold specific meanings when contextually related to the depicted character. The research demonstrates how Peirce's semiotics can explain each sign's meaning, demonstrating how it connects representamen, interpretant, and object in Phil Hands caricatures. | |
| 41511 | 43608 | I1A020083 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA PEKERJA INFORMAL DI KELURAHAN SUMAMPIR PURWOKERTO UTARA | Latar Belakang: Pekerja informal memiliki urgensi terhadap perilaku pencegahan kejadian tuberkulosis karena kondisi kerja yang seringkali tidak teratur dan lingkungan kerja yang padat, pekerja informal cenderung berada dalam risiko penularan tuberkulosis yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku pencegahan kejadian tuberkulosis pada pekerja informal di Kelurahan Sumampir Purwokerto Utara. Metodologi: Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pekerja informal di Kelurahan Sumampir Purwokerto Utara sebanyak 1.899 orang. Teknik sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Perhitungan sampel dihitung menggunakan rumus lemeshow yaitu sebanyak 82 orang. Hasil Penelitian: Hasil penelitian uji regresi logistik menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap perilaku pencegahan kejadian tuberkulosis adalah jenis kelamin (p=0,043) dan pendidikan (p=0,049), sedangkan variabel usia, pengetahuan, sikap, aksesibilitas informasi, fasilitas kesehatan dan dukungan petugas kesehatan tidak ada pengaruh terhadap perilaku pencegahan kejadian tuberkulosis (p>0,05). Adapun faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku pencegahan kejadian tuberkulosis yaitu pendidikan. Kesimpulan: Terdapat pengaruh jenis kelamin dan pendidikan terhadap perilaku pencegahan kejadian tuberkulosis. Adapun faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku pencegahan kejadian tuberkulosis yaitu pendidikan. | Background: Informal workers have an urgency towards preventing tuberculosis incidents because working conditions are often irregular and the work environment is crowded, informal workers tend to be at a higher risk of contracting tuberculosis. This research aims to determine the factors that influence the behavior of preventing tuberculosis incidents among informal workers in Sumampir Subdistrict, North Purwokerto. Methods: This research uses quantitative descriptive with a cross sectional approach. The population in this study was all informal workers in Sumampir Subdistrict, North Purwokerto, totaling 1,899 people. The sampling technique used in this research was the Simple Random Sampling technique. The sample calculation was calculated using the Lemeshow formula, namely 82 people. Results: The results of the logistic regression test research show that the factors that influence behavior to prevent tuberculosis incidents are gender (p=0.043) and education (p=0.049), while the variables of age, knowledge, attitudes, accessibility of information, health facilities and support from health workers do not exist. influence on behavior to prevent the incidence of tuberculosis (p>0.05). The factor that has the most influence on behavior to prevent the incidence of tuberculosis is education. Conclusion: There is an influence between gender and education on behavior to prevent the incidence of tuberculosis. The factor that has the most influence on behavior to prevent the incidence of tuberculosis is education. | |
| 41512 | 45052 | H1C017022 | ANALISIS PERBANDINGAN METODE INTERPOLASI DEM : INVERSE DISTANCE WEIGHTING, KRIGING DAN NATURAL NEIGHBOR STUDI KASUS : DAERAH KRAMAT DAN SEKITARNYA, KARANGMONCOL, PURBALINGGA, JAWA TENGAH | Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya penggunaan GIS dan DEM SRTM dalam analisis topografi. GIS membantu dalam analisis dan visualisasi data spasial, sedangkan DEM SRTM menyediakan informasi topografi global dengan resolusi tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi metode interpolasi data DEM SRTM di daerah Kramat dan sekitarnya, Purbalingga, Jawa Tengah, dengan membandingkan tiga metode interpolasi: Inverse Distance Weighting (IDW), Kriging, dan Natural Neighbor. Data DEM SRTM diekstraksi dan diubah menjadi format titik untuk digunakan dalam proses interpolasi. Penelitian ini membandingkan ketiga metode interpolasi untuk menentukan metode mana yang memberikan akurasi terbaik dalam menangani variasi topografi. Root Mean Square Error (RMSE) digunakan sebagai ukuran akurasi, dengan nilai RMSE yang lebih rendah menunjukkan interpolasi yang lebih akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode IDW memiliki nilai RMSE terendah yaitu 0.03, menunjukkan akurasi tertinggi. Metode Natural Neighbor memiliki nilai RMSE sebesar 0.54, menunjukkan akurasi yang baik namun tidak seakurat IDW. Sementara itu, metode Kriging memiliki nilai RMSE tertinggi yaitu 0.88, menunjukkan akurasi terendah. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa metode Inverse Distance Weighting (IDW) adalah metode interpolasi yang paling efektif untuk mendapatkan nilai elevasi yang akurat di daerah Kramat dan sekitarnya, Purbalingga, Jawa Tengah. | This study underscores the importance of using GIS and DEM SRTM in topographic analysis. GIS facilitates the analysis and visualization of spatial data, while DEM SRTM provides high-resolution global topographic information. The objective of this study is to evaluate the interpolation methods of DEM SRTM data in the Kramat area and its surroundings, Purbalingga, Central Java, by comparing three interpolation methods: Inverse Distance Weighting (IDW), Kriging, and Natural Neighbor. DEM SRTM data were extracted and converted into point format for use in the interpolation process. This study compares the three interpolation methods to determine which method provides the best accuracy in addressing topographic variations. Root Mean Square Error (RMSE) was used as a measure of accuracy, with lower RMSE values indicating more accurate interpolation. The results show that the IDW method has the lowest RMSE value of 0.03, indicating the highest accuracy. The Natural Neighbor method has an RMSE value of 0.54, showing good accuracy but not as precise as IDW. Meanwhile, the Kriging method has the highest RMSE value of 0.88, indicating the lowest accuracy. From this study, it can be concluded that the Inverse Distance Weighting (IDW) method is the most effective interpolation method for obtaining accurate elevation values in the Kramat area and its surroundings, Purbalingga, Central Java. | |
| 41513 | 43596 | J1E018020 | STUDENTS’ PERCEPTION TOWARDS THE USE OF GOOGLE TRANSLATE AS MACHINE TRANSLATION IN TRANSLATING PROCEDURE TEXT FOR 9TH GRADE STUDENTS AT SMP NEGERI 1 KEDUNGBANTENG | Google Translate adalah sebuah program komputer yang dapat membantu manusia dalam menerjemahkan teks dari satu bahasa ke bahasa lain. Google Translate juga dapat digunakan sebagai alat bantu dalam pembelajaran Bahasa Inggris dikelas. Google Translate dapat digunakan siswa untuk menerjemahkan kata, kalimat atau bahkan keseluruhan teks. Alat ini juga memiliki fitur pengucapan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi siswa terhadap penggunaan Google Translate dalam pembelajaran teks prosedur dan implementasinya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan partisipannya adalah siswa kelas 9 SMP Negeri 1 Kedungbanteng. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, analisi dokumen dan kuesioner. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, siswa memiliki persepsi yang positif terhadap penggunaan Google Translate sebagai alat bantu terjemah dalam pembelajaran teks prosedur. Persepsi positif ini terbangun dalam diri siswa karena mereka mendapatkan beberapa keuntungan dari penggunaan Google Translate. Dengan bantuan Google Translate, siswa dapat dengan mudah memahami isi teks dengan menerjemahkan setiap kata dan kalimat. Dengan menggunakan fitur kata alternatif, siswa dapat belajar bahwa satu kata dalam bahasa Inggris dapat memiliki banyak arti dalam Bahasa Indonesia. Fitur ini juga membantu siswa meningkatkan kosa kata mereka Selain itu, siswa dapat lebih memahami pentingnya penggunaan kata-kata yang sesuai dengan konteks yang dikerjakan. Meskipun siswa percaya bahwa Google Translate mungkin tidak sepenuhnya dapat diandalkan dalam menerjemahkan teks Bahasa Inggris, namun mereka tetap menganggapnya sebagai alat yang berguna dalam proses penerjemahan. Kata kunci : Google Translate, Mesin Penerjemah, Persepsi Siswa, Teks Prosedur. | Google Translate is a computer program that can assist humans in translating text from one language to another. Google Translate also can be a useful tool for learning English in the classroom. Google Translate can help the students to translate words, sentences or even entire texts. This tool also has a pronunciation feature that can be utilized for learning purposes. The purpose of this study is to determine students’ perceptions towards the use of Google Translate in learning procedure text and its implementation. This study is a descriptive qualitative research study and the participants were grade 9 students at SMP Negeri 1 Kedungbanteng. The data were collected through observation, document analysis and questionnaire. Based on the findings of this research, the students have positive perception towards the use of Google Translate as a machine translation tool in learning procedure text. This positive perception was constructed in the students as they got several advantages from the use of Google Translate. With the help of Google Translate, students can easily understand the content of the text by translating each word and sentence. Using the alternative words feature, the students can learn that a single word in English can have multiple meanings in Bahasa Indonesia. This feature also helps students improve their vocabulary. Additionally, students can better understand the importance of using words that are suitable for the context they are working on. Although students believe that Google Translate may not be completely reliable in translating English text, they still find it to be a useful tool in the translation process. Keywords: Google Translate, Machine Translation, Procedure Text, Students’ Perception. | |
| 41514 | 43597 | F1C017072 | Pengaruh Terpaan Social Media Marketing Terhadap Brand Awareness Noonbit Academy | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh terpaan social media marketing terhadap brand awareness Noonbit Academy. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori stimulus-respon (S-R) yang menyatakan bahwa stimulus yang diberikan akan merangsang orang lain untuk memberikan respon tertentu. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif yang pengumpulan datanya menggunakan metode kuesioner. Kuesioner dibagikan secara online kepada 100 responden yang merupakan pengikut akun Instagram @noonbitacademy. Data yang diperoleh dari kuesioner kemudian dianalisis menggunakan analisis korelasional dan regresi linier sederhana dengan bantuan IBM SPSS 23.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terpaan social media marketing berkorelasi kuat dengan brand awareness dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,658 > 0,05. Kemudian nilai koefisien determinasi (R Square) adalah sebesar 0,433, maka dapat disimpulkan bahwa terpaan social media marketing berpengaruh secara positif dan signifikan terhadapan brand awareness Noonbit Academy dengan nilai pengaruh sebesar 43,3%. | This research aims to determine the extent to which social media marketing exposure affects the brand awareness of Noonbit Academy. The theory underpinning this study is the stimulus-response theory (S-R), which posits that a given stimulus will elicit responses from others. This research adopts a quantitative approach, collecting data through questionnaire methods. The questionnaire was distributed online to 100 respondents who were followers of the Instagram account @noonbitacademy. The collected data were analyzed using correlational analysis and simple linear regression with the assistance of IBM SPSS 23.0. The results of the study reveal a strong correlation between social media marketing exposure and brand awareness, with a correlation coefficient value (R) of 0,658, where 0,658 > 0,05. Furthermore, the determination coefficient value (R Square) is 0,433. Consequently, it can be concluded that social media marketing exposure has a positive and significant impact on the brand awareness of Noonbit Academy, with an influential value of 43.3%. | |
| 41515 | 45125 | D1A020188 | PENGARUH LAMA OZONISASI TERHADAP TOTAL PADATAN DAN VISKSOSITAS SUSU KAMBING PERANAKAN ETAWA (PE) | Taufk Nur Hidayat. Penelitian berjudul "Pengaruh Lama Ozonisasi Terhadap Total Padatan Dan Viskositas Susu Kambing Peranakan Etawa (PE)". Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama ozonisasi susu kambing peranakan etawa terhadap total padatan dan viskositas. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdapat 5 perlakuan dan 4 ulangan sehingga terdapat 20 unit percobaan. Materi yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan susu kambing peranakan etawa dan alat berupa ozon generator, dengan konsentrasi ozon yang digunakan yaitu 1000 mg/jam, ice box sebagai tempat penyimpanan sampel susu, toples kaca ukuran 1000 ml, bakerglass 50 ml, botol jar 300 ml, pengaduk kaca, label, tisu, lactoscan, dan viskometer. Perlakuan yang digunakan yaitu lama waktu ozonisasi sebanyak 0, 20, 40, dan 60 detik. Variabel penting yang diamati pada penelitian kali ini yaitu total padatan dan viskositas. Hasil data yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan kemudian dianalisis menggunakan anova. Hasil penelitian pada total padatan dan viskositas susu tidak berpengaruh nyata. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian yaitu lama ozonisasi tidak berpengaruh terhadap total padatan dan viskositas susu kambing Peranakan Etawa (PE). | Taufk Nur Hidayat. The research is entitled "The Effect of Ozonization Time on Total Solids and Viscosity of Etawa Crossbreed Goat Milk (PE)". This research aims to determine the effect of time ozonization of Etawa crossbreed goat milk on total solids and viscosity. This research was carried out experimentally using a Completely Randomized Design (CRD) which contained 5 treatments and 4 replications so that there were 20 experimental units. The materials used in this research were using Etawa crossbreed goat milk and equipment in the form of an ozone generator, with an ozone concentration used of 1000 mg/hour, an ice box as a place to store milk samples, a 1000 ml glass jar, 50 ml bakerglass, 300 ml jar bottle. ml, glass stirrer, label, tissue, lactoscan, and viscometer. The treatments used were ozonation periods of 0, 20, 40 and 60 seconds. The important variables observed in this research are total solids and viscosity. The results of the data obtained from the research that has been carried out are then analyzed using ANOVA. The results of the research on total solids and milk viscosity did not have a significant effect. The conclusion obtained from the research is that the length of ozonation has no effect on the total solids and viscosity of Etawa Peranakan goat milk (PE). | |
| 41516 | 43599 | F1C017051 | Representasi Kekuasaan Pelaku Kekerasan Seksual Anak Tunarungu (Analisis Wacana Kritis Dalam Film Silenced) | Penelitian ini dilatarbelakangi dengan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh pihak-pihak sekolah kepada para siswa tunarungu di sekolah khusus disabilitas di Korea Selatan. Silenced merupakan film yang diangkat dari novel The Crucible karya Gong Ji-young yang berdasarkan kisah nyata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui wacana kekuasaan pada teks, serta praktik wacana dan praktik sosial budaya dalam film Silenced. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam teks film Silenced, sutradara dan tim produksi menggambarkan wacana kekuasaan yang direpresentasikan melalui dialog antarpemeran. Teks tersebut memperlihatkan kekuasaan melalui dialog-dialog yang menggambarkan pihak sekolah, kepolisian, dan pengadilan yang memiliki kuasa untuk menutupi kasus pelecehan seksual dengan segala penyuapan, pembungkaman, serta penyalahgunaan kekuasaan. Tujuan dibuatnya film Silenced oleh sutradara dan tim produksi tersampaikan dengan baik jika dilihat dari konsumsi teks atau respon para penonton, beberapa diantaranya adalah mengedukasi dan mengungkapkan kasus asli yang menginspirasi film ini. Selain itu, dalam lingkup praktik sosial budaya, Korea Selatan masih menganut budaya konfusianisme sehingga orang-orang dengan status hierarki yang lebih tinggi mendominasi orang-orang yang memiliki status lebih rendah. | This research based on sexual violence cases committed by school officials against deaf students at schools for the disabled in South Korea. Silenced is a film based on Gong Ji-young’s novel, The Crucible, which is based on a true story. The purpose of this research is to know about the power discourse on the text, as well as discourse practice and sociocultural practice in Silenced movie. The methodology used in this research is a qualitative with Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis approach. The result of this research showed that the director and production team describe the power discourse which is represented through dialogue between the actors in this movie. The text shows power through dialogues that portray the school, police and courts as having the power to cover up cases of sexual violence through bribery, silence and power abuse. The purpose of making the Silenced movie by the director and production team was conveyed well if seen from the consumption of the text or the audience's response, some of which was to educate and reveal the original case that inspired this movie. Moreover, in sociocultural practice, South Korea still adheres to a Confucian culture so that people with higher hierarchical status dominate those with lower status. | |
| 41517 | 43601 | F1C017055 | STRATEGI KOMUNIKASI DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA PERANGKAT POS DAN INFORMATIKA DALAM MENANGANI PENGADUAN SPEKTRUM FREKUENSI RADIO | Pengaduan tersebut didapat dari pengguna yang memiliki izin dan masyarakat umum. Dari monitoring dan evaluasi mengenai pengaduan masyarakat selama bulan Oktober 2021, diperoleh hasil pencatatan oleh petugas penerima pengaduan di sarana yang ada bahwa terdapat tiga pengaduan tentang gangguan penggunaan spectrum frekuensi radio. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana Strategi komunikasi Direktorat Jenderal Sumber Daya Pos dan Informatika dalam menangani pengaduan spektrum frekuensi radio. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan paradigma konstruktivisme. Sasaran penelitian yang akan peneliti lakukan dalam penelitian ini ialah Pegawai anggota Direktorat SDPPI dalam penanganan pengaduan spektrum frekuensi radio melalui email, website dan kotak suara kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika. Hasil dari penelitian ini Strategi yang dilakukan oleh SDPPI sudah baik, dilihat dari banyaknya akses untuk melakukan pengaduan baik offline maupun online. | The complaint was received from users with permission and the general public. From the monitoring and evaluation of public complaints during October 2021, the results were obtained by the complaints receiving officer at the existing facility that there were three complaints about radio frequency spectrum interference. This study aims to see how the communication strategy of the Directorate General of Postal Resources and Informatics in dealing with complaints of radio frequency spectrum. This study used qualitative research with a constructivist paradigm. The research targets that researchers will conduct in this study are Employees of the SDPPI Directorate in handling radio frequency spectrum complaints via email, website, and voice mail to the Directorate General of Resources and Post and Informatics Devices. The results of this study The strategy carried out by the SDPPI has been good, judging by the many access to complaints both offline and online. | |
| 41518 | 43602 | J1E018027 | THE IMPLEMENTATION OF ZONING SYSTEM POLICY ON JUNIOR HIGH SCHOOL LEVEL IN BANJARNEGARA | Fokus penelitian ini adalah implementasi kebijakan pendidikan berbasis zonasi terhadap penerimaan siswa baru di sekolah tingkat menengah di kabupaten Banjarnegara. Sistem zonasi mulai diterapkan pada tahun 2017 dan diterapkan sepenuhnya pada tahun 2019, kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap layanan pendidikan dengan tujuan objektivitas, akuntabilitas, transparansi, dan kesetaraan dalam bidang pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan wawancara, angket, dan dokumentasi sebagai alat penelitian dan analisis data berdasarkan model interaktif. Hasil temuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Baik Sekolah A maupun Sekolah B mendukung kebijakan sistem zonasi, menekankan perannya dalam mendorong kesetaraan dalam sektor pendidikan. Sekolah A merasakan perubahan yang minim dalam lingkungan belajar dan perubahan prestasi akademik, sementara Sekolah B melaporkan peningkatan prestasi akademik dan non- akademik, serta penyesuaian metode pengajaran baru. (2) Pengalaman sekolah menunjukkan beragam hasil yang terkait dengan penerapan kebijakan sistem zonasi. Hasil dokumentasi menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kinerja akademik di semua mata pelajaran di kedua sekolah, yang menunjukkan peningkatan upaya dan strategi belajar. (3) Penelitian ini memfokuskan perspektif bersama kedua sekolah mengenai tujuan inti kebijakan sistem zonasi: menghilangkan konsep sekolah favorit dan paling tidak favorit untuk memastikan kesempatan yang sama bagi semua siswa. Kesimpulannya adalah meskipun kedua sekolah mendukung tujuan kebijakan yang menyeluruh yaitu kesetaraan pendidikan, Sekolah A lebih berhati- hati terhadap dampak langsung dan perubahan terhadap lingkungan sekolah, sementara Sekolah B menyoroti hasil yang lebih positif. Kebijakan sistem zonasi nampaknya berkontribusi dalam mengurangi kesenjangan pendidikan antar institusi. | This research investigates the zoning-based educational policy's implications for new student admissions in formal schools. Initiated in 2017 and fully implemented in 2019, the policy aims to enhance access to educational services with objectives of objectivity, accountability, transparency, equity, and fairness. Employing a qualitative research method, the study utilizes interviews, questionnaires, and documentation as instruments, with data analysis based on an interactive model. The findings of this research are as follows: (1) Both school A and school B support the zoning system policy, emphasizing its role in promoting equality within the educational sector. School A suggests minimal changes in the learning environment and academic achievements, while school B reports changes on academic and non-academic success, alongside adjustments to teaching methods. (2) The schools' experiences highlight the varied outcomes associated with the implementation of zoning system policies. Documentation indicates a significant improvement in academic performance across all subjects in both schools, suggesting enhanced efforts and focused study strategies. (3) The research underscores both schools' shared perspective on the zoning system policy's core objective: eliminating the concept of favourite and least favourite schools to ensure equal opportunities for all students. In summary, while both schools support the policy's overarching goal of educational equality, school A expresses caution about immediate impacts and changes to the school environment, while school B highlights more positive outcomes. The zoning system policy appears to contribute to reducing educational discrepancies among institutions. | |
| 41519 | 43603 | F1C017002 | Analisis Resepsi Penonton Terhadap Pemaknaan Comfort Women Dalam Film I Can Speak | Film I Can Speak merupakan film yang diangkat berdasarkan kisah nyata “Comfort Women” atau dalam bahasa Jepang disebut “Jugun ianfu”, istilah yang dipakai untuk merujuk pada para perempuan yang dipaksa menjadi budak seksual tentara Jepang pada masa Perang Dunia II. Khalayak yang telah menonton film I Can Speak memiliki pemaknaan dan penerimaan yang berbeda-beda terhadap comfort women dalam film I Can Speak dan di kehidupan nyata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengetahui pemaknaan yang berbeda-beda dari comfort women yang dihasilkan oleh para penonton ketika menyaksikan film I Can Speak dengan melihat latar belakang sosio kultural yang beragam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan analisis resepsi oleh Stuart Hall untuk mengetahui resepsi khalayak mengenai comfort women dalam film I Can Speak. Khalayak dalam penelitian ini merupakan audience yang aktif dalam memaknai pesan yang disampaikan oleh media berdasarkan pengalaman pribadi mereka. Pemaknaan dan penerimaan tersebut kemudian terbagi menjadi tiga kemungkinan kategori posisi yaitu Dominant Hegemonic Position, Negotiated Position, dan Oppostional Position. Peneliti melakukan Focus Group Discussion yang dilakukan secara daring, kemudian dilanjutkan dengan wawancara mendalam. Hasil penelitian menujukkan bahwa khalayak membenarkan dan meneriman comfort women pada film I Can Speak. Namun, khalayak menempatkan diri dalam posisi yang berbeda-beda dalam memaknai comfort women itu sendiri. | I Can Speak movie is a film based on the true story of "Comfort Women" in Japanese called "Jugun ianfu", a term used to refer to women who were forced to become sexual slaves for Japanese soldiers during World War II. Audiences have different interpretations and meanings of comfort women in I Can Speak movie and in real life. The purpose of this study was to find out the different interpretations of comfort women produced by the audience when watching I Can Speak movie based on their personal experiences. This study used qualitative research methods with Stuart Hall's Reception Analysis approach to determine the audience's reception of comfort women in I Can Speak movie. The audience in this research actively interprets messages the media conveys based on their personal experiences. The meaning and acceptance are then divided into three position categories, namely Dominant Hegemonic Position, Negotiated Position, and Oppositional Position. Researchers conducted an online Focus Group Discussion (FGD), informants were selected using a purposive sampling technique which was then followed by in-depth interviews. The results show that audiences confirmed and accepted the existence of comfort women in I Can Speak movie. However, audiences place themselves in different positions in interpreting comfort women themselves. | |
| 41520 | 43604 | I1D019060 | Hubungan Antara Pengetahuan, Sikap dan Konsumsi Ultra Processed Food dengan Status Gizi pada Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman | Latar Belakang: Ultra processed food merupakan makanan industri yang tinggi akan energi, lemak dan rendah serat. Produk ultra processed food berpengaruh terhadap kejadian gizi lebih. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan konsumsi ultra processed food dengan status gizi pada mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman. Metodologi: Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional dengan desain cross-sectional. Sejumlah 59 mahasiswa dipilih sebagai sampel menggunakan metode purposive sampling. Populasi pada penelitian ini mahasiswa aktif S1 Universitas Jenderal Soedirman. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap, pengukuran tingkat konsumsi menggunakan FFQ dan pengukuran berat badan serta tinggi badan. Uji Chi-Square dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel independent dengan variabel dependen. Hasil Penelitian: Tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang ultra processed food dengan status gizi (p=0,343). Terdapat hubungan antara sikap tentang ultra processed food dengan status gizi (p=0,036). Tidak terdapat hubungan antara konsumsi ultra processed food dengan status gizi (p=0,260). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara sikap tentang ultra processed food dengan status gizi. | Background: Ultra processed food is an industrial food that is high in energy, fat and low in fiber. Ultra-processed food products affect the incidence of more nutrition. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge, attitudes, and consumption of ultra-processed food with nutritional status in Jenderal Soedirman University students. Background: Ultra processed food is an industrial food that is high in energy, fat and low in fiber. Ultra-processed food products affect the incidence of more nutrition. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge, attitudes, and consumption of ultra-processed food with nutritional status in Jenderal Soedirman University students. Methodology: This study was conducted by observational method with cross-sectional design. A total of 59 students were selected as samples using the purposive sampling method. The population in this study was active S1 students of Jenderal Soedirman University. Data collection using knowledge and attitude questionnaires, consumption level measurements using FFQ and weight and height measurements. The Chi-Square test is performed to determine the relationship between the independent variable and the dependent variable. Research Results: There was no relationship between the level of knowledge about ultra-processed food and nutritional status (p = 0.343). There was a relationship between attitudes about ultra-processed food and nutritional status (p = 0.036). There was no relationship between ultra-processed food consumption and nutritional status (p = 0.260). Conclusion: There is a significant relationship between attitudes about ultra-processed foods and nutritional status. Research Results: There was no relationship between the level of knowledge about ultra-processed food and nutritional status (p = 0.343). There was a relationship between attitudes about ultra-processed food and nutritional status (p = 0.036). There was no relationship between ultra-processed food consumption and nutritional status (p = 0.260). Conclusion: There is a significant relationship between attitudes about ultra-processed foods and nutritional status. |