Artikelilmiahs
Menampilkan 41.521-41.540 dari 48.871 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 41521 | 45053 | C1H017048 | PREDICTING THE PURCHASE DECISION NVIDIA GRAPHICS CARD | Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana citra merek, kesadaran merek, kecintaan merek, dan ekuitas merek mempengaruhi keputusan pembelian. Penelitian ini mengambil judul “Memprediksi Keputusan Pembelian Kartu Grafis NVIDIA”. Penelitian ini mensurvei pengguna kartu grafis NVIDIA di Indonesia menggunakan kuesioner yang disebar melalui media sosial. Analisis tersebut mengungkapkan beberapa temuan utama yaitu citra merek berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan kesadaran merek tidak. Kecintaan merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, dan ekuitas merek juga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian kartu grafis NVIDIA. Penelitian menunjukkan bahwa mempertahankan citra merek yang positif sangat penting untuk meningkatkan keputusan pembelian. Meningkatkan kesadaran merek melalui iklan media sosial juga penting. Sangat disarankan untuk membangun kecintaan terhadap merek melalui keterlibatan komunitas dan menciptakan hubungan positif antara NVIDIA dan konsumen. Selain itu, peningkatan ekuitas merek dapat mendongkrak penjualan dan mengukuhkan NVIDIA sebagai pilihan utama konsumen yang membutuhkan kartu grafis. Penelitian ini menemukan bahwa citra merek, kecintaan merek, dan ekuitas merek berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian pengguna NVIDIA di Indonesia. Sedangkan kesadaran merek tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pengguna NVIDIA di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian, kartu grafis NVIDIA perlu menjaga citra merek yang positif di mata pelanggannya. Untuk meningkatkan kesadaran merek, NVIDIA harus terus mempromosikan kartu grafisnya di media sosial untuk memastikan masyarakat mendapat informasi tentang merek tersebut dan mempertimbangkan NVIDIA saat melakukan pembelian kartu grafis. Untuk memupuk kecintaan terhadap merek, NVIDIA harus fokus pada kemajuan dalam teknologi kartu grafis, sehingga pengguna merasa bangga menggunakan kartu grafis NVIDIA seiring dengan kemajuan teknologi mereka. Untuk membangun ekuitas merek, NVIDIA perlu meningkatkan komunikasi media sosialnya dengan menyoroti keunggulan unik kartu grafisnya dan menunjukkan mengapa kartu tersebut lebih unggul dari pesaing. Pendekatan ini akan membantu NVIDIA menarik khalayak yang lebih luas dan menarik lebih banyak pelanggan ke produk mereka | This study explores how brand image, brand awareness, brand love, and brand equity influence purchasing decisions. This study take a title “Predicting the Purchase Decision NVIDIA Graphic Card”. The study surveyed NVIDIA graphics card users in Indonesia using a questionnaire distributed through social media. The analysis revealed several key findings: brand image significantly influences purchasing decisions, while brand awareness does not. Brand love has a positive and significant impact on purchasing decisions, and brand equity also significantly influences purchasing decisions for NVIDIA graphics cards. The research suggests that maintaining a positive brand image is crucial for improving purchasing decisions. Increasing brand awareness through social media advertising is also important. Building brand love through community engagement and creating a positive relationship between NVIDIA and consumers is recommended. Additionally, increasing brand equity can boost sales and solidify NVIDIA as the top choice for consumers in need of a graphics card. This study has found that brand image, brand love, and brand equity positively impact the purchasing decisions of NVIDIA users in Indonesia. Meanwhile, brand awareness has no significant effect on the purchasing decisions of NVIDIA users in Indonesia. According to the research results, NVIDIA graphics cards need to maintain a positive brand image in the eyes of their customers. To increase brand awareness, NVIDIA should continue promoting its graphics cards on social media to ensure the public is informed about the brand and considers NVIDIA when making graphics card purchases. To cultivate brand love, NVIDIA should focus on making advancements in graphics card technology, so that users take pride in using NVIDIA graphics cards as they improve. In order to build brand equity, NVIDIA needs to improve its social media communication by highlighting the unique benefits of its graphics cards and demonstrating why they are superior to competitors. This approach will help NVIDIA appeal to a broader audience and attract more customers to their products. | |
| 41522 | 45054 | A1A020024 | Analisis Komparatif Permintaan Rumah Tangga Terhadap Beras dan Tepung Terigu di Provinsi Jawa Tengah | Beras adalah makanan pokok mayoritas penduduk Indonesia, namun gandum sebagai tanaman serealia dan sumber kalori juga semakin banyak dikonsumsi. Peningkatan konsumsi gandum disebabkan oleh pertumbuhan penduduk dan perubahan pola makan berbasis tepung terigu yang menggantikan beras. Kajian bertujuan untuk menggambarkan konsumsi beras dan terigu, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan, mengukur elastisitas permintaan, dan menganalisis komparasi konsumsi beras dan terigu di tingkat rumah tangga di Provinsi Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan Analisis Data Sekunder (ADS) dari SUSENAS 2019-2023. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda, elastisitas, dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan beras di Provinsi Jawa Tengah tahun 2019-2023 adalah harga beras, singkong, telur ayam, pendapatan, jumlah penduduk, dan lokasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan tepung terigu adalah harga beras, singkong, telur ayam, mie instan, dan jumlah penduduk. Elastisitas harga permintaan beras inelastis (Ep = -0,350435), dengan tepung terigu, singkong, dan telur ayam sebagai substitusi, dan kangkung sebagai komplementer, dan nilai elastisitas pendapatan inelastis (<1). Elastisitas harga permintaan tepung terigu juga inelastis (Ep = -0,008548), dengan beras dan mie instan sebagai substitusi, serta singkong, telur ayam, minyak, dan gula pasir sebagai komplementer, dan nilai elastisitas pendapatan inelastis (<1). Uji-t independen menunjukkan konsumsi beras dan terigu di Indonesia berbeda signifikan. | Rice is the staple food of the majority of Indonesia's population, but wheat as a cereal crop and source of calories is also increasingly consumed. The increase in wheat consumption is due to population growth and changes in wheat flour-based diets that replace rice. The study aims to describe rice and wheat consumption, identify factors that influence demand, measure demand elasticity, and analyze the comparative consumption of rice and wheat at the household level in Central Java Province. The method used in this study is descriptive quantitative with Secondary Data Analysis (ADS) from SUSENAS 2019-2023. Data were analyzed using multiple linear regression, elasticity, and comparative analysis. The results showed that the factors affecting the demand for rice in Central Java Province in 2019-2023 were the price of rice, cassava, chicken eggs, income, population, and location. Factors affecting the demand for wheat flour are the price of rice, cassava, chicken eggs, instant noodles, and population. The price elasticity of demand for rice is inelastic (Ep = -0.350435), with wheat flour, cassava, and chicken eggs as substitutes, and kale as a complement, and the income elasticity value is inelastic (<1). The price elasticity of demand for wheat flour is also inelastic (Ep = -0.008548), with rice and instant noodles as substitutes, and cassava, chicken eggs, oil, and sugar as complements, and inelastic income elasticity values (<1). Independent t-tests show that rice and wheat consumption in Indonesia are significantly different. | |
| 41523 | 43605 | J1D018009 | Analisis Wacana Kritis Pada Pemberitaan Pro dan Kontra RUU Kesejahteraan Ibu Dan Anak (KIA) dan Relevansinya sebagai Pengayaan Debat Bahasa Indonesia di SMA | Beberapa bulan terakhir ini muncul pemberitaan tentang Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak. Terdapat pro dan kontra dari berbagai kalangan sehingga diangkat menjadi berita. Teori nalisis waacana kritis Fairclough pada dimensi tekstual menelaah tiga unsur yaitu unsur representasi, relasi, dan identitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur representasi, relasi dan identitas dalam berita pro dan kontra RUU KIA pada laman Parapuan.co. Penelitian ini merupakan penelitian content analysys atau analisis konten (analisis isi) dari berita pro dan kontra dalam laman Parapuan.co meliputi gagasan, ide, kata, dan kalimat dengan pendekatan teoretis analisis wacana kritis dari Norman Fairclough. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada unsur representasi Parapuan.co menghasilkan berita yang didominasi pekerja perempuan sebagai kelompok yang dirugikan apabila RUU KIA disahkan. Unsur relasi menghasilkan pihak Parapuan.co membangun pola hubungan antara pekerja wanita dengan perusahaan pada posisi ini kedua belah pihak belum menemukan jalan tengah yang tidak merugikan satu sama lain. Pola hubungan antara perusahaan dengan pemerintah pada pola hubungan ini pihak perusahaan dirugikan secara materi. Terakhir pola hubungan antara pekerja perempuan dan pemerintah pada pola hubungan ini keduanya memiliki keuntungan masing-masing. Unsur terakhir dari aspek teks yaitu identitas berdasarkan hasil penelitian terungkap bahwa Parapuan.co menempatkan sebagai media yang kurang setuju dengan perpanjangn 6 bulan cuti melahirkan. | In recent months, there has been news about the proposed Maternal and Child Welfare Bill. It has received both support and opposition from various groups, which has made it newsworthy. Fairclough's critical discourse analysis theory focuses on three elements: representation, relation, and identity. This study aims to describe the representation, relation, and identity elements in the pro and contra news of the Maternal and Child Welfare Bill on the Parapuan.co website. This is a content analysis study that includes ideas, concepts, words, and sentences using a theoretical approach to critical discourse analysis by Norman Fairclough. The results of this study show that the representation element on Parapuan.co produces news dominated by female workers as a group that will be disadvantaged if the Maternal and Child Welfare Bill is passed. The relation element produces a pattern of relationship between female workers and companies where both parties have not found a middle ground that does not harm each other. The relationship pattern between companies and the government shows that the company is disadvantaged materially. Finally, the relationship pattern between female workers and the government shows that both parties have their respective benefits. The last element of the text, identity, based on the research findings, reveals that Parapuan.co positions itself as a media that disagrees with the extension of 6 months of maternity leave. | |
| 41524 | 43606 | I1A020072 | ANALISIS PERAN STAKEHOLDER TERHADAP PROGRAM PENANGGULANGAN KASUS TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOKERTO BARAT | Latar Belakang : Upaya yang telah dilakukan oleh Puskesmas Purwokerto Barat berbagai pihak telah disasar dalam upaya kerjasama lintas sektor mulai dari instansi pemerintah, LSM, hingga instansi kesehatan swasta. Namun dalam pengaplikasiannya masih ditemukan beberapa kendala dalam indikator keberhasilan program TB di Purwokerto Barat. Sehingga perlu dilakukan analisis terkait peran stakeholder yang terlibat dalam program TB di wilayah Purwokerto Barat Metode : Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Barat pada bulan oktober hingga desember 2023. Dengan penentuan subyek penelitian menggunakan purposive samplimg. Analisis data yang digunakan adalah tematik analisis dengan Microsoft Excel. Hasil Penelitian : terdapat setidaknya sebelas pemangku kepentingan yang terlibat, pihak tersebut memiliki peran yang berbeda-beda mulai dari melaksanakan program TB hingga melakukan pendampingan dan membantu di luar kegiatan TB, pengaruh yang ditimbulkan juga selaras dengan peran yang dilakukan sehingga masing-masing stakeholder memiliki perngaruh yang berbeda, selain itu, keterbatasan mobilitas dan adanya pemanfaatan program kesehatan lainnya menjadi faktor yang mempegaruhi stakeholder sehingga menimbulkan perbedaan penerimaan peran stakeholder oleh masyarakat seperti ada yang menerima peran stakeholder dan ada yang menolak peran stakeholder tersebut.. Kesimpulan : keterlibatan berbagai pihak menyebabkan adanya perbedaan peran dan pengaruh yang ditimbulkan oleh keberagaman pihak yang terlibat dalam program TB di wilayah Purwokerto Barat, serta adanya faktor yang mempengaruhi stakeholder dalam implementasi program membuat penerimaan masyarakat juga memiliki perbedaan respon terhadap stakeholder dan program. | Background : The efforts that have been made by the West Purwokerto Public Health Center have been targeted at various parties in cross-sector collaboration efforts ranging from government agencies, NGOs, to private health agencies. However, in its application, several obstacles were still found in the success indicators of the TB program in West Purwokerto. So it is necessary to carry out an analysis regarding the role of stakeholders involved in the TB program in the West Purwokerto area. Method : The research was carried out in the work area of the West Purwokerto Community Health Center from October to December 2023. The research subjects were determined using purposive sampling. The data analysis used is thematic analysis using Microsoft Excel. Result : There are at least eleven stakeholders involved, these parties have different roles ranging from implementing the TBC program to providing assistance and assistance outside of TBC activities, the influence they have is also in line with the role they play so that each stakeholder has a different influence, Apart from that, limited mobility and the use of other health programs are factors that influence stakeholders, giving rise to differences in the acceptance of the role of stakeholders by the community, such as some who accept the role of stakeholders and some who reject the role of stakeholders.. Conclusion : The involvement of various parties causes differences in roles and influences resulting from the diversity of parties involved in the TB program in the West Purwokerto area, as well as the factors that influence stakeholders in implementing the program, making community acceptance also have different responses to stakeholders and the program. | |
| 41525 | 43607 | E1A020224 | TINDAK PIDANA PENCABULAN TERHADAP ANAK (Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Nomor 12/Pid.Sus/2020/PN Kmn) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan tindak pidana dan pertimbangan hukum bagi hakim dalam menjatuhkan pidana dalam memutus perkara dalam Putusan Nomor 12/Pid.Sus/2020/PN Kmn. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian hukum secara yuridis normatif, dengan metode pendekatan kasus (case approach). Spesifikasi penelitian ini adalah preskriptif, dengan jenis dan sumber data sekunder, dan analisis data dilakukan secara deskriptif deduktif. Hasil dari penelitian ini disimpulkan bahwa penerapan tindak pidana pencabulan terhadap anak dalam putusan Nomor 12/Pid.Sus/2020/PN Kmn bisa ditinjau dari pemenuhan asas legalitas dan asas kesalahan. Asas legalitas terpenuhi karena karena Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak sesuai yang dirumuskan pada Pasal 82 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang RI Jo Pasal 76E Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan tidak ada alasan pembenar. Hakim telah menimbang dengan saksama ancaman pidana yang diatur dalam Pasal 82 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016, yakni pidana penjara minimal 5 (lima) tahun dan maksimal 15 (lima belas) tahun serta denda hingga Rp5.000.000.000,00 (lima miliyar rupiah) Putusan yang dijatuhkan adalah pidana penjara selama 5 (lima) tahun dan denda Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dengan ketentuan pengganti pidana penjara selama 3 (tiga) bulan jika denda tidak dibayar. | This study aims to determine the application of criminal offenses and legal considerations for judges in imposing penalties in deciding cases in Decision Number 12/Pid.Sus/2020/PN Kmn. This research uses a normative juridical type of legal research, with a case approach method. The specification of this research is prescriptive, with secondary data types and sources, and data analysis is carried out descriptively deductively. The results of this study concluded that the application of the crime of child abuse in Decision Number 12/Pid.Sus/2020/PN Kmn can be reviewed from the fulfillment of the principle of legality and the principle of guilt. The principle of legality is fulfilled because the defendant has been legally and convincingly proven to have committed the crime of child abuse as formulated in Article 82 Paragraph (1) of Indonesian Law Number 17 of 2016 concerning the Stipulation of Government Regulation in Lieu of Law Number 1 of 2016 concerning the Second Amendment to Indonesian Law No. 23 of 2002 concerning Child Protection into Indonesian Law Jo Article 76E of Indonesian Law No. 35 of 2014 concerning Amendments to Indonesian Law Number 23 of 2002 concerning Child Protection and there are no justification reasons. The judge has carefully considered the criminal penalties stipulated in Article 82 Paragraph (1) of Law of the Republic of Indonesia Number 17 of 2016, namely a minimum imprisonment of 5 (five) years and a maximum of 15 (fifteen) years and a fine of up to Rp5,000,000,000.00 (five billion rupees). | |
| 41526 | 45055 | H1A020050 | RANCANG BANGUN SISTEM AUTOMATIC TRANSFER SWITCH(ATS) ANTARA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) DAN PLN MENGGUNAKAN OUTSEAL PLC DAN HMI BERBASIS ANDROID | Permintaan energi listrik di Indonesia meningkat seiring pertumbuhan ekonomi sehingga keandalan energi listrik menjadi faktor penting. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi listrik yang saat ini banyak digunakan memiliki keterbatasan dalam konsistensi pasokan energi listrik sehingga dibutuhkan Automatic Transfer Switch (ATS) yang dapat mengalihkan energi secara otomatis. Saat ini, modul ATS yang dijual dipasaran memiliki harga yang relatif mahal. Sebagai alternatif, penulis merancang sebuah sistem ATS dengan Outseal PLC sebagai controller-nya. Sistem yang dirancang dapat dikendalikan dan di-monitoring penggunaan dayanya melalui HMI berbasis Android yang terhubung dengan jaringan Wi-Fi lokal. Berdasarkan perancangan dan pengujian yang telah dilakukan, sistem ini mampu melakukan peralihan sesuai fungsi ATS ketika tegangan baterai PLTS sebagai sumber energi utama turun dibawah nilai 11.5 VDC dan daya beban yang disuplai oleh PLTS melebihi batas yang ditentukan, yaitu 30 Watt. Sistem ini dapat dimonitoring dan dikendalikan melalui HMI berbasis Android melalui jaringan Wi-Fi lokal yang disediakan oleh DT-06 TTL Wi-Fi Module dengan jarak maksimum konektivitas adalah 20 meter dan waktu koneksi rata-rata antara HMI dengan Outseal PLC adalah 2.47 detik. | The demand for electrical energy in Indonesia is increasing along with economic growth, so the reliability of electrical energy becomes an important factor. Solar Power plants, as a source of electrical energy that is currently widely used, have limitations in the consistency of their electrical energy supply, so an Automatic Transfer Switch (ATS) is needed that can switch energy automatically. The crucial role of ATS causes the high cost of ATS modules on the market. As a solution, the author designed an ATS system with Outseal PLC as the controller. The designed system can be controlled and monitored for power usage through an Android-based human-machine interface connected to a local Wi-Fi network. Based on the design and test conducted, this system is able to switch according to the ATS function when the battery voltage of the solar power plant as the main energy source drops below the value of 11.5 VDC and the load power supplied by the solar power plant exceeds the specified limit, which is 30 Watts. The system can be monitored and controlled through an Android-based HMI via a local Wi-Fi network provided by the DT-06 TTL Wi-Fi Module with a maximum distance of 20 metres, and the average connection time between the HMI and the Outseal PLC is 2.47 seconds. | |
| 41527 | 45056 | A1A020030 | Kinerja dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ekspor - Impor Bawang Merah Indonesia di Pasar ASEAN | Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura sayuran yang diekspor ke beberapa negara. Tahun 2008 hingga 2015 Indonesia adalah negara net importir bawang merah, tetapi pada tahun 2017 hingga sekarang Indonesia mampu mengubah keadaan sehingga menjadi negara net eksportir bawang merah. Volume ekspornya masih tergolong rendah jika dilihat dari produksinya yang melimpah sehingga perlu dianalisis kinerja dan faktor yang mempengaruhinya agar dapat mengetahui kinerja dan faktor yang yang mempengaruhi volume. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis kinerja ekspor bawang merah di pasar ASEAN, (2) menganalisis kinerja impor bawang merah di pasar ASEAN, (3) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi volume ekspor dan impor bawang merah Indonesia di pasar ASEAN. Data yang digunakan adalah data sekuder dari tahun 2008 hingga 2022. Bersumber dari instansi pemerintah maupun badan internasional terkait, seperti BPS, Trade Map, Kemendag, World Bank, dan sebagainya. Metode analisis yang digunakan adalah revealed comparative advantage (RCA), export product dynamic (EPD), indeks spesialisasi perdagangan (ISP), import dependency ratio (IDR), self sufficiency ratio (SSR), dan analisis regresi linier berganda. Kinerja ekspor berdasarkan hasil analisis RCA menunjukkan bahwa bawang merah Indonesia memiliki keunggulan komparatif dan memiliki daya saing di negara Thailand dan Malaysia, sedangkan di negara Singapura tidak memiliki keunggulan komparatif dan tidak memiliki daya saing, berdasarkan hasil analisis EPD menunjukkan bahwa bawang merah Indonesia di negara Thailand, Singapura, dan Malaysia berada posisi pasar lost opportunity, dan berdasarkan hasil analisis ISP menunjukkan bahwa bawang merah Indonesia cenderung sebagai negara pengekspor yang berada pada tahap pertumbuhan. Kinerja impor berdasarkan hasil analisis IDR menujukkan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang merah sangat kecil dan berdasarkan hasil analisis SSR menunjukkan sebagian besar kebutuhan bawang merah dalam negeri telah mampu dipenuhi oleh produksi nasional sehingga tingkat ketergantungan terhadap impor juga kecil. Faktor yang mempengaruhi volume ekspor bawang merah Indonesia ke negara tujuan utama ekspor secara signifikan adalah nilai RCA ke negara tujuan ekspor, sedangkan faktor yang mempengaruhi impor bawang merah Indonesia secara signifikan adalah nilai tukar rupiah. | Shallots are one of the vegetable horticultural commodities that are exported to several countries. From 2008 to 2015 Indonesia was a net importer of shallots, but from 2016 until now Indonesia was able to change the situation so that it became a net exporter of shallots. The volume of imports is decreasing and exports are still relatively low if seen from the abundant production of shallots, so it is necessary to know the performance in terms of exports and imports. This research aims to analyze export and import performance as well as factors that influence the volume of exports and imports of Indonesian shallots in the ASEAN market. The data used is secondary data from 2008 to 2022. Sourced from government agencies and related international bodies, such as BPS, Trade Map, Kemendag, World Bank, etc. The analytical methods used are revealed comparative advantage (RCA), export product dynamic (EPD), trade specialization index (ISP), import dependency ratio (IDR), self-sufficiency ratio (SSR), and multiple linear regression analysis. Export performance based on the results of the RCA analysis shows that Indonesian shallots have a comparative advantage and are strongly competitive in Thailand and Malaysia, whereas in Singapore they do not have a comparative advantage and are weakly competitive. Based on the results of the EPD analysis, it shows that Indonesian shallots in Thailand, Singapore and Malaysia are in lost opportunity market positions, and based on the results of ISP analysis, it shows that Indonesian shallots tend to be exporting countries that are at the growth stage. Import performance based on the results of the IDR analysis shows that Indonesia's dependence on shallot imports is very small and based on the results of the SSR analysis it shows that most of the domestic shallot needs have been able to be met by national production. The factor that significantly influences the volume of Indonesian shallot exports to the main export destination countries is the RCA value to the export destination countries, while the factor that significantly influences Indonesian shallot imports is the rupiah exchange rate | |
| 41528 | 43609 | I1A020019 | Pengaruh Pemberian Pelatihan terhadap Pengetahuan dan Keterampilan PMO di Wilayah Puskesmas Kedungbanteng | Latar Belakang: Tuberkulosis masih menjadi penyakit dengan angka kasus yang tinggi di Indonesia, begitupun angka kegagalan pengobatan TB yang masih tinggi karena ketidakpatuhan pasien dalam pengobatan. Keberadaan Pengawas Minum Obat (PMO) memiliki peran penting dalam mendukung dan mengawasi penderita TB agar tidak terjadi putus obat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pelatihan terhadap pengetahuan dan keterampilan PMO dalam menjalankan tugas dan perannya sebagai PMO. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan rancangan desain one group pretest posttest yang dikombinasikan one shot case study. Instrumen penelitian berupa angket pretest posttest pengetahuan, dan checklist keterampilan. Subjek penelitian sebanyak 31 PMO Desa Karangnangka dan Beji yang dipilih menggunakan metode total sampling. Intervensi pelatihan yang diberikan berupa penyuluhan dan permainan peran dengan tahapan kegiatan meliputi pretest, penyuluhan materi, posttest, dan role play untuk observasi keterampilan PMO. Untuk mengetahui perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan dilakukan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian: Rata-rata usia PMO 40 tahun, jenis kelamin mayoritas perempuan (90,3%), mayoritas tingkat pendidikan SMP dan SMA (32,3%), dan mayoritas ibu rumah tangga (71%). Hasil uji Wilcoxon p=0,000 artinya terdapat perbedaan antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pelatihan. Terdapat 23 PMO yang pengetahuannya meningkat dengan kategori 19 orang berpengetahuan baik. Sebagian besar PMO memiliki keterampilan baik (74,2%). Kesimpulan: Pelatihan Pengawas Minum Obat berpengaruh terhadap pengetahuan dan keterampilan PMO sehingga sebagian besar responden mengalami peningkatan pengetahuan dan memiliki keterampilan baik dalam berkomunikasi dengan pasien TB setelah diberikan pelatihan. | Background: Tuberculosis is a disease with a high incidence rate in Indonesia, similar to the high rate of Tuberculosis treatment failure due to patient non-compliance with the treatment. The presence of PMO plays an important role in supporting and overseeing TB patients to prevent treatment interruptions. The aim of this research is to determine the impact of training on the knowledge and skills of PMO in carrying out their duties and roles as PMO. Method: This research employs a quasi experimental method with a design of one group pretest-posttest combined with a one-shot case study. The research instruments consist of pretest-posttest knowledge questionnaires and a skills checklist. The research subjects are 31 PMO from Karangnangka and Beji villages selected through total sampling method. The training intervention provided is in the form of counseling and role-playing, with the stages of activity including pretest, material counseling, posttest, and role play for observing PMO skills. The Wilcoxon test is conducted to determine the difference in knowledge before and after the training. Results: The average age of PMO is 40 years old, with the majority being female (90.3%), mostly have completed Junior High School and Senior High School (32,3%), and are housewives (71%). The Wilcoxon test result with p=0.000 indicates a difference between knowledge scores before and after training. There were 23 PMO whose knowledge increased, with 19 of them categorized as having good knowledge. The majority of PMO have good skills (74.2%). Conclusion: Supervisors Medication of Tuberculosis Training has an impact on the knowledge and skills of PMO, resulting a significant improvement in knowledge and effective communication skills with TB patients among the majority of respondents after receiving the training. | |
| 41529 | 45057 | C1H017019 | ANALYSIS OF PRODUCT QUALITY OF RUBBER PRODUCTION USING SIX SIGMA METHOD AT PT SURYA TEKNOLOGI INDUSTRI | Dalam lingkungan bisnis yang kompetitif saat ini, mempertahankan produk dan layanan berkualitas tinggi sangat penting untuk pertumbuhan dan kesuksesan yang berkelanjutan. Metode kontrol kualitas seperti Six Sigma telah menjadi terkenal, yang bertujuan untuk meminimalkan cacat dan meningkatkan proses manufaktur. Integrasi prinsip-prinsip manajemen mutu di seluruh organisasi, terlepas dari ukurannya, mencerminkan semakin pentingnya efisiensi dan efektivitas. Menerapkan sistem kontrol kualitas dan proses perbaikan berkelanjutan dapat menghasilkan produksi yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih hemat biaya. Metodologi Six Sigma, dengan fokusnya pada pengurangan variabilitas proses dan produk, sangat berdampak di sektor manufaktur, menghasilkan tingkat penolakan yang lebih rendah, penurunan biaya, dan peningkatan kepuasan pelanggan. Penelitian menunjukkan manfaat yang signifikan, termasuk pengurangan tingkat skrap, peningkatan produktivitas, dan penghematan biaya yang substansial, menyoroti efektivitas Six Sigma dalam meningkatkan efisiensi operasional dan mendorong pertumbuhan bisnis. | In today's competitive business environment, maintaining high-quality products and services is crucial for sustained growth and success. Quality control methods such as Six Sigma have gained prominence, aiming to minimize defects and enhance manufacturing processes. The integration of quality management principles across organizations, regardless of size, reflects the growing importance of efficiency and effectiveness. Implementing quality control systems and continuous improvement processes can lead to better, faster, and more cost-effective production. The Six Sigma methodology, with its focus on reducing process and product variability, has been particularly impactful in the manufacturing sector, resulting in lower rejection rates, decreased costs, and improved customer satisfaction. Research demonstrates significant benefits, including reduced scrap rates, enhanced productivity, and substantial cost savings, highlighting the effectiveness of Six Sigma in improving operational efficiency and driving business growth. | |
| 41530 | 45058 | A1A020077 | Efisiensi Pemasaran Kentang di Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang | Kentang merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang memiliki banyak kandungan vitamin dan mineral serta memiliki peluang besar untuk dikembangkan dalam skala agribisnis. Desa Pranten merupakan daerah sentra produksi kentang yang ada di Kecamatan Bawang. Beragamnya saluran pemasaran serta tempat penjualan kentang menyebabkan perbedaan harga yang diterima petani, ketergantungan petani kepada pedagang perantara langganan yang menyebabkan petani tidak dapat mengontrol harga pasar, dan menyebabkan rendahnya keuntungan yang diterima petani. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pola saluran pemasaran kentang di Desa Pranten, (2) menghitung besarnya margin pemasaran pada masing-masing lembaga pemasaran kentang di Desa Pranten, (3) menghitung farmer’s share, biaya pemasaran dan persentase keuntungan pada setiap saluran pemasaran kentang di Desa Pranten, (4) menganalisis saluran yang paling efisien untuk pemasaran kentang di Desa Pranten. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Maret sampai April tahun 2024. Metode pengambilan sampel petani menggunakan Simple Random Sampling, sedangkan penentuan lembaga pemasaran menggunakan teknik Snowball Sampling. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis desktiptif untuk mengetahui saluran pemasaran dan fungsi pemasaran, analisis margin pemasaran, farmer’s share, perhitungan persentase keuntungan dan biaya pemasaran, serta perhitungan indeks efisiensi teknis dan indeks efisiensi ekonomis. Hasil penelitian menunjukkan: (1) saluran I melalui tiga lembaga pemasaran (petani – pedagang pengumpul - pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen) memiliki nilai margin pemasaran sebesar Rp8.837/kg dengan proporsi 28,53% biaya dan 71,47% keuntungan, saluran II melalui satu lembaga pemasaran (petani – pedagang pengecer – konsumen) memiliki margin pemasaran sebesar Rp2.600/kg dengan proporsi 45,65% biaya dan 54,35% keuntungan, saluran III melalui dua lembaga pemasaran (petani – pedagang pengumpul – pedagang pengecer – konsumen) memiliki nilai margin pemasaran Rp3.160/kg dengan proporsi 40,50% biaya dan 59,50% keuntungan, saluran IV melalui dua lembaga pemasaran (petani – pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen) memiliki margin pemasaran Rp4.000/kg dengan proporsi 36,20% biaya dan 63,80% keuntungan. (2) Nilai farmer’s share saluran II tertinggi dengan nilai 78,33%, dilanjut saluran III dengan nilai 73,67%, kemudian saluran IV dengan nilai 69%, dan saluran I sebesar 50,91%. (3) Berdasarkan nilai indeks efisiensi teknis dan indeks efisiensi ekonomis saluran I merupakan saluran pemasaran paling efisien, dengan nilai indeks efisiensi teknis terkecil yaitu Rp8,21/kg/km dan memiliki indeks efisiensi ekonomis terbesar yaitu Rp2,50/kg. Sekaligus serapan pasar terbesar di antara saluran pemasaran yang lain, dengan total serapan pasar mencapai 150 ton kentang per bulan. | Potatoes are one type of horticultural crop that has a lot of vitamin and mineral content and has a great opportunity to be developed on an agribusiness scale. Pranten village is the center of potato production in Bawang sub-district. The variety of marketing channels and places of sale of potatoes leads to differences in prices received by farmers, the dependence of farmers on subscription intermediary traders which causes farmers to not be able to control market prices, and causes low profits received by farmers. This study aims to: (1) determine the pattern of potato marketing channels in Pranten Village, (2) calculate the amount of marketing margin in each potato marketing institution in Pranten Village, (3) calculate farmer's share, marketing cost and profit percentage in each potato marketing channel in Pranten Village, (4) analyze the most efficient channel for potato marketing in Pranten Village. The research was conducted from March to April 2024. The farmer sampling method used Simple Random Sampling, while the determination of marketing institutions used Snowball Sampling technique. The types of data used in this study are primary data and secondary data. Data analysis used in this research is descriptive analysis to determine marketing channels and marketing functions, analysis of marketing margins, farmer's share, calculation of the percentage of profit and marketing costs, and calculation of technical efficiency index and economic efficiency index. The results showed: (1) channel I through three marketing institutions (farmers - intermediary traders - wholesalers - retailers - consumers) has a marketing margin value of Rp8,837/kg with a proportion of 28.53% of costs and 71.47% of profits, channel II through one marketing institution (farmers - retailers - consumers) has a marketing margin of Rp2. 600/kg with a proportion of 45.65% cost and 54.35% profit, channel III through two marketing institutions (farmers - intermediary traders - retail traders - consumers) has a marketing margin value of Rp3,160/kg with a proportion of 40.50% cost and 59.50% profit, channel IV through two marketing institutions (farmers - wholesalers - retail traders - consumers) has a marketing margin of Rp4,000/kg with a proportion of 36.20% cost and 63.80% profit. (2) The value of farmer's share of channel II is the highest with a value of 78.33%, followed by channel III with a value of 73.67%, then channel IV with a value of 69%, and channel I am 50.91%. (3) Based on the value of technical efficiency index and economic efficiency index, channel I is the most efficient marketing channel, with the smallest technical efficiency index value of Rp8.21/kg/km and has the largest economic efficiency index of Rp2.50/kg. It is also the largest market uptake among other marketing channels, with a total market uptake of 150 tons of potatoes per month. | |
| 41531 | 45126 | F1C020014 | Studi Semiotika Jean Baudrillard Terhadap Iklan Sampo Lifebuoy: Akar Kuat Di Bulan Suci. | Hiperrealitas merujuk pada representasi yang menciptakan realitas baru dalam dirinya sendiri. Hal ini mengarah pada kondisi realitas disimulasikan dengan begitu meledak-ledak, mengaburkan perbedaan antara realitas asli dan representasinya. Adapun bentuk ledakan simulasi tersebut terdapat pada tayangan iklan Sampo Lifebuoy: “Akar Kuat di Bulan Suci” yang kerap kali mengadopsi tanda semiotika. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis bagaimana tanda dan simbol yang digunakan dalam budaya kontemporer, khususnya postmodern yang mampu melahirkan persepsi mengenai realitas. Simbol dan tanda yang diadopsi dalam sebuah iklan, menciptakan representasi yang semakin kompleks dan melampaui realitas yang melampauinya dengan terpaan media. Model penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif-kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Semiotika perspektif Jean Baudrillard. Teknik pengumpulan data dengan cara dokumentasi serta buku, literatur, internet, media, dokumen dan lain sebagainya yang terkait topik penelitian. Dengan model analisis semiotika Jean Baudrillard yang terdiri atas pengumpulan data, Identifikasi Tanda-Tanda (sign), Pemetaan Simulasi dan Hiperrealitas, Analisis Proses Simulasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian pada skripsi ini menunjukan adanya hiperrealitas dan simulakra yang ditunjukkan pada simbol dan tanda semiotika. Terdapat ledakan-ledakan semiotika yang terkonstruksi sedemikian rupa menyebabkan pengaburan makna asli sesungguhnya dari sebuah iklan, hingga menggeser makna asli dengan sebuah “simbol” yang melahirkan budaya simulasi. | Hyperreality refers to representations that create a new reality, leading to a condition where reality is simulated so explosively that blurs the distinction between reality and its representation. This simulation explosion is evident in the Lifebuoy Shampoo advertisement: "Strong Roots in the Holy Month," which frequently adopts semiotic signs. The purpose of this study is to analyze how signs and symbols used in contemporary culture, especially postmodernism, give conception to perceptions of reality. The symbols and signs adopted by advertisements create increasingly complex representations that surpass the original reality through media exposure. The research model used is descriptive-qualitative research. The theory used in this study is Jean Baudrillard's Semiotics Theory. Data collection techniques include documentation, books, literature, the internet, media, documents, and other relevant sources related to the research topic. The analysis model follows Jean Baudrillard's semiotic analysis, consisting of data collection, identification of signs, mapping simulation and hyperreality, analysis of the simulation process, and conclusion. The results of this thesis indicate the presence of hyperreality and simulacra through semiotic symbols and signs. Semiotic explosions are constructed punctuation that blur the original meaning of an advertisement, shifting the original meaning with "symbol" that gives conception to a culture of simulation. | |
| 41532 | 45144 | D1A020094 | FORTIFIKASI EKSTRAK SEREH (Cymbopogon citratus) TERHADAP TEKSTUR, pH, DAN TOTAL PADATAN KEJU | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh fortifikasi keju susu sapi dengan ekstrak sereh (Cymbopogon citratus) terhadap tekstur, pH dan total padatan. Materi penelitian yang digunakan yaitu 20.000 g susu sapi, 500 g sereh, 20 g rennet, 0,4 g bakteri mesofilik (Lactococcus lactis), dan 10 g CaCl2. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan ekstrak sereh 0% (P0), 0,5% (P1) 1% (P2), 1,5% (P3), dan 2% (P4). Data dianalisis menggunakan analisis variansi dengan uji lanjut orthogonal polynomial. Hasil analisis menunjukkan penambahan ekstrak sereh berpengaruh nyata terhadap tekstur kekerasan dan total padatan, serta tidak berpengaruh nyata terhadap pH. Keju pada penelitian ini memiliki rataan tekstur, pH, dan total padatan berturut-turut sebesar 125,22 g/mm2, 6,26, dan 53,20%. Kesimpulan, penambahan ekstrak sereh yang semakin tinggi terbukti meningkatkan kekerasan pada tekstur dan total padatan keju. Namun, penambahan ekstrak sereh yang semakin tinggi tidak memengaruhi nilai pH pada keju. | This study aims to examine the effect of fortification of cow's milk cheese with lemongrass (Cymbopogon citratus) extract on texture, pH and total solids. The research materials used were 20,000 g cow's milk, 500 g lemongrass, 20 g rennet, 0.4 g mesophilic bacteria (Lactococcus lactis), and 10 g CaCl2. The research method was carried out experimentally with a Completely Randomized Design (CRD) using 5 treatments and 4 replications. The treatment given was the addition of 0% (P0), 0.5% (P1) 1% (P2), 1.5% (P3) and 2% (P4) lemongrass extract. Data were analyzed using variance analysis with further orthogonal polynomial tests. The analysis results showed that the addition of lemongrass extract had a significant effect on texture, hardness and total solids, and had no significant effect on pH. The cheese in this study had an average texture, pH and total solids of 125.22 g/mm2, 6.26 and 53.20% respectively. In conclusion, the addition of higher levels of lemongrass extract was proven to increase the hardness of the texture and total cheese solids. However, the addition of higher levels of lemongrass extract did not affect the pH value of the cheese. | |
| 41533 | 43610 | F2C021004 | FENOMENA KATARSIS MENGENAI KESEHATAN MENTAL PADA MEDIA SOSIAL TIKTOK (STUDI KASUS PADA AKUN TIKTOK @Userpenmat0y) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengedukasi masyarakat dalam menggunakan media sosial dengan bijaksana serta memahami isu-isu mengenai kesehatan mental yang terjadi dalam media sosial terutama di Tiktok, sehingga masyarakat paham akan fenomena katarsis mengenai kesehatan mental pada media sosial Tiktok. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus, dimana peneliti melakukan penelitian dengan cara observasi dan wawancara dengan pemilik akun Tiktok @userpenmat0y serta mengamati beberapa contoh konten video unggaan Tiktok katarsis mengenai kesehatan mental pada akun tersebut dengan mengambil tiga (3) konten yang memiliki jumlah penayangan, like, dan kometar tertinggi dibandingkan konten unggahan lainnya. Hasil dari penelitian ini adalah dengan melihat contoh dari unggahan konten mengenai kesehatan mental dapat menjelaskan sedikit mengenai fenomena katarsis serta dampaknya baik negatif dan positif dari segi pemilik akun atau pembuat konteng maupun dari segi pengguna Tiktok lain yang turut berkomentar pada unggahan tersebut. | The aim of this research is to educate the public in using social media wisely and understand issues regarding mental health that occur on social media, especially on Tiktok, so that people understand the cathartic phenomenon regarding mental health on Tiktok social media. The type of research used is qualitative research with a case study method, where the researcher conducted research by observing and interviewing the owner of the Tiktok account @userpenmat0y and observing several examples of cathartic Tiktok video content about mental health on the account by taking three (3) pieces of content. has the highest number of views, likes and comments compared to other uploaded content. The result of this research is that by looking at examples of uploaded content about mental health, it can explain a little about the phenomenon of catharsis and its impacts, both negative and positive, in terms of the account owner or content creator as well as in terms of other TikTok users who also commented on the upload. | |
| 41534 | 43611 | J1C019029 | Penerapan Budaya Horenso pada Himpunan Sastra Jepang Soedirman (HIJASU) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan budaya horenso pada Himpunan Sastra Jepang Soedirman (HIJASU) selama masa kepengurusan periode 2022. Horenso sendiri terbagi dalam 3 jenis, yaitu houkoku (pelaporan), renraku (komunikasi), dan soudan (konsultasi). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode wawancara mendalam kepada sembilan narasumber yang merupakan pengurus inti pada periode 2022. Hasil wawancara yang telah dilakukan diubah menjadi transkrip wawancara dan dianalisis datanya. Penerapan horenso pada HIJASU dilatarbelakangi atas visi misi yang dibuat oleh Ketua HIJASU pada masa kepemimpinannya di periode 2022. Houkoku atau pelaporan yang dilakukan dibagi ke dalam 3 (tiga) kategori, yaitu houkoku rapat bulan dan houkoku laporan pertanggungjawaban tahunan. Renraku atau komunikasi dilakukan para pengurus dengan menggunakan personal chat atau group chat karena mempermudah dalam membagikan informasi penting dan berkomunikasi apabila sedang tidak bertatap muka. Soudan atau konsultasi dilakukan dengan bertanya atau diskusi kepada sesama pengurus yang menjabat dalam periode tersebut. Para pengurus HIJASU periode 2022 merasa penerapan budaya horenso membuat komunikasi antar sesama pengurus dapat terbangun dengan baik, terutama pada saat melakukan sesi diskusi. Penerapan horenso pada saat situasi daring pun dapat tetap terlaksana dengan baik selama komunikasi yang dijalankan dapat terlaksana secara dua arah. Hasil dari penerapan horenso oleh pengurus menjadikan komunikasi dua arah antar pengurus menjadi lebih meningkat terutama pada masa pandemi. | This study aims to determine the application of horenso culture in the Soedirman Japanese Literature Association (HIJASU) during the 2022 management period. Horenso itself is divided into 3 types, namely houkoku (reporting), renraku (communication), and soudan (consultation). This research is a descriptive qualitative research using in-depth interviews with nine resource persons who are the core administrators in the 2022 period. The results of the interviews that have been conducted are converted into interview transcripts and analyzed for data. The application of horenso in HIJASU is motivated by the vision and mission made by the Chairperson of HIJASU during his leadership period in 2022. Houkoku or reporting is divided into 3 (three) categories, namely houkoku monthly meetings and houkoku annual accountability reports. Renraku or communication is carried out by the administrators using personal chat or group chat because it makes it easier to share important information and communicate when they are not face to face. Soudan or consultation is done by asking or discussing with fellow administrators who served in that period. The HIJASU administrators of the 2022 period felt that the application of horenso culture made communication between fellow administrators well established, especially when conducting discussion sessions. The application of horenso during online situations can still be carried out well as long as the communication carried out can be carried out in two directions. The result of the application of | |
| 41535 | 43612 | G1A020072 | Hubungan Kekuatan Otot dengan Fungsi Paru pada Pengemudi Ojek Online di Purwokerto | Latar belakang: Peningkatan kebutuhan jasa pengemudi ojek online, ditambah tidak adanya regulasi yang jelas terkait jam kerja menyebabkan kurangnya kesadaran akan praktik gaya hidup sehat. Sekitar 61% pengemudi ojek online bekerja selama lebih dari 8 jam. Dengan demikian pengemudi ojek online lebih berisiko terpapar polusi udara di jalan sehingga meningkatkan risiko penurunan fungsi paru. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kekuatan otot dengan fungsi paru pada pengemudi ojek online di Purwokerto. Metodologi: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan metode kuantitatif dan desain studi cross-sectional. Sampel data diambil dari 37 responden penelitian menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah spirometer MIR Spirolab untuk menilai fungsi paru dan Camry Digital Handgrip Dynamometer untuk mengukur kekuatan otot genggaman tangan. Analisis data hasil penelitian menggunakan uji Pearson. Hasil: Rata-rata kekuatan otot genggaman tangan pada subjek penelitian adalah 39,04 kg, nilai prediksi FEV1 104,7% dan nilai prediksi FVC 103,75%. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan ada hubungan antara kekuatan otot dengan nilai prediksi FEV1 (p=0,004 ; r = 0,461) dan nilai prediksi FVC (p=0 ; r = 0,582) dimana kekuatan korelasinya dinilai lemah (r = 0,4-0,59). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kekuatan otot dengan fungsi paru pada pengemudi ojek online di Purwokerto. | Background: The increasing demands in motorcycle taxi driver’s service and the absence of proper regulation pertaining to work hours leads to a lack of awareness in keeping a healthy lifestyle. Around 61% of online motorcycle taxi drivers work for more than eight hours. Thus, online motorcycle taxi drivers have a higher risk of exposure to air pollution, increasing the risk of reduced lung function. Objective: This research aims to identify the relationship between muscle strength and lung function on online motorcycle taxi driver in Purwokerto. Method: This research was an analytical observational research and cross-sectional study. The samples were taken from 37 respondents who were selected using consecutive sampling technique. The instruments used inthis research were MIR Spirolab Spirometer to measure the lung function and Camry Digital Handgrip Dynamometer to measure handgrip strength. The data was analyzed using Pearson correlation test. Results: The mean of handgrip strength is 39,04 kg, the mean of FEV1 predicted value is 104,7& and the mean of FVC predicted value is 102,75%. Pearson correlation test's results shows significant correlation between muscle strength and forced expiratory volume in 1 second (FEV1) (p=0,004 ; r = 0,461) and forced vital capacity (FVC) (p=0 ; r = 0,582) in which the correlation is considered weak (r = 0,4-0,59). Conclusion: There is a correlation between muscle strength and lung function on online motorcycle taxi drivers in Purwokerto. | |
| 41536 | 43613 | J1C019025 | Penerapan Budaya 5S pada Housekeeping Department Miyakojima Tokyu Hotel and Resort | Penelitian ini memiliki topik utama berupa budaya kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperjelas budaya kerja Jepang yaitu budaya 5S (seiri, seiton, seiso, seiketsu, dan shitsuke) yang diterapkan oleh housekeeping department Miyakojima Tokyu Hotel & Resort. Penelitian ini menggunakan housekeeping department Miyakojima Tokyu Hotel & Resort sebagai sumber data, dan menggunakan data berupa hasil observasi dan wawancara dengan informan. Penelitian ini dikaji dengan pendekatan fenomenologi dan metode penelitian berupa observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan seiri lebih banyak diterapkan di sini. Selain itu, adanya gegar budaya yang dialami oleh pemagang asing menjadi sebuah kendala sehingga belum maksimal menerapkan budaya 5S. Namun secara keseluruhan, dengan adanya penerapan budaya kerja 5S sebagai budaya kerja pada housekeeping department menjadi lebih terorganisir dan efisien, serta pelayanan yang diberikan kepada tamu juga akan lebih baik. | This research has a main topic in the form of work culture. The aim of this research is to clarify Japanese work culture, namely the 5S culture (seiri, seiton, seiso, seiketsu, and shitsuke) implemented by the housekeeping department of Miyakojima Tokyu Hotel & Resort. This research uses the housekeeping department of the Miyakojima Tokyu Hotel & Resort as a data source, and uses data in the form of observations and interviews with informants. This research was studied using a phenomenological approach and research methods in the form of observation and interviews. The results of this research indicate that the application of seiri is more widely applied here. Apart from that, the culture shock experienced by foreign interns is an obstacle so that they have not implemented the 5S culture optimally. However, overall, with the implementation of 5S work culture as a work culture the housekeeping department becomes more organized and efficient, and the service provided to guests will also be better. | |
| 41537 | 43614 | J1A019056 | A MULTIMODAL DISCOURSE ANALYSIS OF ELDEN RING VIDEO GAMES TRAILER | Trailer sebagai salah satu moda komunikasi adalah salah satu contoh bagaimana alat multimodal dapat digunakan secara strategis untuk mengkonstruksi makna dan menyampaikan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana alat multimodal dalam trailer video "Elden Ring" dapat merumuskan dan menyampaikan beberapa lapisan makna dan menyampaikan informasi kepada penonton. Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode kualitatif deskriptif dan purposive sampling digunakan sebagai metode pengambilan sampel. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari YouTube (https://www.youtube.com/watch?v=qqiC88f9ogU). Data yang digunakan adalah komponen verbal, visual, dan aural dalam trailer resmi Elden Ring. Teori yang digunakan dalam tesis ini adalah tahap generik trailer video Maier (2011). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat konteks eksplisit dan implisit dalam trailer "Elden Ring" sesuai dengan kerangka kerja Maier. Masing-masing secara konsisten berkontribusi pada pencapaian tujuan promosi. Analisis tahapan generik video trailer oleh Maier (2011) dalam trailer "Elden Ring" telah mempresentasikan bagaimana informasi dan makna dalam trailer tersebut diungkap dan distrukturkan, jenis dan fungsi dari informasi itu sendiri. Telah ditunjukkan bahwa hubungan fungsional antara semua tahapan generik trailer "Elden Ring" adalah untuk mencapai tujuan utama trailer yaitu untuk mempromosikan game. | Trailer as a mode of communication is one example of how multimodal tools can be strategically used to construct meanings and deliver information. This research aims to investigate how multimodal tools in “Elden Ring” video trailer can formulate and convey several layers of meanings and deliver information to the audience. The method used in this thesis is a descriptive qualitative method and purposive sampling is used as the sampling method. The data source used in this research is from YouTube (https://www.youtube.com/watch?v=qqiC88f9ogU). The data are the verbal, visual, and aural components in the official trailer of Elden Ring. The theory used in this thesis is Maier’s generic stage of video trailers (2011). The analysis shows that there are explicit and implicit context in the trailer of "Elden Ring" according to Maier's framework. Each of them consistently contributed to the achievement of the promotional purposes. The analysis of generic stages of video trailer by Maier (2011) in the trailer of "Elden Ring" has presented how information and meaning in the trailer is revealed and structured, what types and function of the information itself. It has been demonstrated that the functional relationship between all the generic stages of trailer of "Elden Ring" is to achieve the trailer’s main objective that is to promote the game | |
| 41538 | 43615 | I1A020035 | KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TUBERCULOSIS (TB) ANAK USIA 0-5 TAHUN DI KELURAHAN SUMAMPIR, KECAMATAN PURWOKERTO UTARA | Latar Belakang : Kelurahan Sumampir memiliki kasus TB anak tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Utara II, namun kepatuhan minum obat yang baik. Kepatuhan minum obat pada pasien TB disebabkan oleh faktor pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, motivasi, efek samping obat anti tuberculosis (OAT), peran petugas kesehatan, dan stigma. Kepatuhan pengobatan TB menandakan bahwa dunia berada dalam trek mencapai tujuan Millenium Development Goals (MDGs). Tujuan penelitian adalah mengetahui secara mendalam kepatuhan minum obat pada penderita tuberkulosis anak di Kelurahan Sumampir. Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan case studies. Penelitian menggunakan 4 informan utama yaitu orang tua penderita tuberkulosis anak dan 2 informan pendukung, yaitu bidan kelurahan dan programmer TB Puskesmas Purwokerto Utara II. Data didapatkan dengan wawancara mendalam dan analisis dokumen. Data dianalisis dengan melakukan reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian : Tidak semua informan memiliki pengetahuan yang baik, namun memiliki sikap yang baik terhadap pengobatan tuberkulosis. Ketersediaan fasilitas kesehatan dan kepuasan terhadap pelayanan kesehatan mendasari kepatuhan pengobatan dan mengkonsumsi obat. Dukungan yang makasimal juga diberikan orang tua dan anggota keluarga. Kesimpulan : Ketersediaan fasilitas kesehatan, tingginya dukungan keluarga penting dalam kepatuhan minum obat pada penderita tuberkulosis anak. Pengetahuan harus ditingkatkan agar kepatuham minum obat dibarengi dengan perlakuan yang sesuai. Kata Kunci : Kepatuhan minum obat, tuberkulosis anak, pengetahuan, dukungan keluarga | Background : Sumampir sub-district has the highest number of pediatric TB cases in the work area of North Purwokerto II Health Center, but the compliance with taking medication is good. Compliance with taking medication in TB patients is caused by knowledge, attitudes, family support, motivation, side effects of anti-tuberculosis drugs (ATD), the role of health workers, and stigma. Compliance with TB treatment indicates that the world is on track to achieve the Millennium Development Goals (MDGs). The aim of the research is to find out deeply about the adherence of taking medication in children suffering from tuberculosis in Sumampir Village. Methodology : This research is a qualitative research with a case studies approach. The research used 4 main informants, namely parents of children who suffering from tuberculosis and 2 supporting informants, namely the sub-district midwife and TB programmer at North Purwokerto II Health Center. Data was obtained by in-Depth interviews and document analysis. Data were analyzed by carrying out data reduction, presentation and drawing conclusions. Results : Not all informants have good knowledge, but have a good attitude towards tuberculosis treatment. Availability of health facilities and satisfaction with health services underlie treatment compliance and medication consumption. Maximum support is also provided by parents and family members. Conclusion : Availability of health facilities and high level of family support are important in compliance with taking medication in children suffering from tuberculosis. Knowledge must be increased so that compliance with taking medication is accompanied by appropriate treatment. Keywords : Compliance of taking medication, childhood tuberculosis, knowledge, family support | |
| 41539 | 43616 | A1D019051 | PENGARUH PUPUK MIKROBA FOSFAT (MF) PADA HASIL DAN PERTUMBUHAN GENOTIP PADI PROTEIN TINGGI | Penelitian ini bertujuan menentukan perlakuan optimal dosis MF dan genotip padi protein tinggi untuk hasil, pertumbuhan, dan kandungan protein yang lebih baik. Penelitian dilaksanakan pada bulan oktober 2022-juli 2023. penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) nested design yang terdiri dari 2 faktor yaitu dosis pemupukan MF dan genotip padi protein tinggi. Faktor pertama dosis pemupukan merupakan dosis rekomendasi pupuk Mikroba Fosfat (MF) dengan 4 taraf yaitu: 0 L/ha 4,5 L/ha 5 L/ha dan 5,5 L/ha. Faktor kedua genotip padi protein tinggi yaitu berupa: TAD-P-CH//MR-GN95A, TAD-P-CH//MR-GN95B, Inpago Unsoed Protani, Inpari Unsoed P20 Tangguh. hasil penelitian menunjukkan Perlakuan genotip + Pupuk MF terbaik berdasarkan hasil dan pertumbuhan yaitu: genotip TAD-MR//CH-GN95A dan Pupuk MF 5 L/ha, genotip TAD-MR//CH-GN95B dan Pupuk MF 4,5 L/ha, genotip Inpago Unsoed Protani dan Pupuk MF 5 L/ha, dan genotip Inpari P20 tangguh dengan Pupuk MF 4,5 L/ha, terutama pada bobot gabah kering panen dan bobot gabah kering giling. Perlakuan genotip + Pupuk MF terbaik berdasarkan kandungan protein yaitu: genotip TAD-MR//CH-GN95A dan Pupuk MF 5 L/ha, genotip TAD-MR//CH-GN95B dan Pupuk MF 5,5 L/ha, genotip Inpago Unsoed Protani dan Pupuk MF 4,5 L/ha, dan genotip Inpari P20 tangguh dengan Pupuk MF 5,5 L/ha. Dosis Pupuk Mikroba Fosfat (MF) yang menunjukkan hasil produksi terbaik yaitu pada dosis 4,5 L/ha, berdasarkan bobot gabah kering panen dan bobot gabah kering giling per petak (1,562 m^2). | This research aims to determine the optimal treatment of MF doses and high-protein rice genotypes for better yield, growth, and protein content. The study was conducted from October 2022 to July 2023, utilizing a randomized block nested design with two factors: MF fertilization doses and high-protein rice genotypes. The first factor, fertilization doses, includes four levels of recommended MF phosphate fertilizer: 0 L/ha, 4.5 L/ha, 5 L/ha, and 5.5 L/ha. The second factor, high-protein rice genotypes, consists of TAD-P-CH//MR-GN95A, TAD-P-CH//MR-GN95B, Inpago Unsoed Protani, and Inpari Unsoed P20 Tangguh. The research results indicate that the best treatment of genotype + MF fertilizer, based on yield and growth, is TAD-MR//CH-GN95A genotype with 5 L/ha MF fertilizer, TAD-MR//CH-GN95B genotype with 4.5 L/ha MF fertilizer, Inpago Unsoed Protani genotype with 5 L/ha MF fertilizer, and Inpari P20 Tangguh genotype with 4.5 L/ha MF fertilizer, especially in terms of harvested grain weight and milled grain weight. The best treatment of genotype + MF fertilizer, based on protein content, is TAD-MR//CH-GN95A genotype with 5 L/ha MF fertilizer, TAD-MR//CH-GN95B genotype with 5.5 L/ha MF fertilizer, Inpago Unsoed Protani genotype with 4.5 L/ha MF fertilizer, and Inpari P20 Tangguh genotype with 5.5 L/ha MF fertilizer. The MF Phosphate Fertilizer (MF) dose showing the best production results is at a dose of 4.5 L/ha, based on harvested grain weight and milled grain weight per plot (1,562 m^2) | |
| 41540 | 43617 | J1E019025 | The Effectiveness of Using Microsoft OneNote to Improve Students' Grammar Ability through Self-Directed Learning (A Quasi-Experimental Research at the Second Semester Students of Animal Husbandry Study Program in the Academic Year 2022/2023) | Penelitian ini menjelaskan tentang efektivitas penggunaan Microsoft OneNote untuk kegiatan belajar dan mengajar grammar Bahasa Inggris pada tingkat mahasiswa. Penelitian ini sengaja dibuat dengan tujuan untuk mengungkap efektivitas, keuntungan, dan kesulitan yang dialami oleh mahasiswa ketika menggunakan Microsoft OneNote untuk belajar grammar Bahasa Inggris. Dikarenakan alasan kepraktisan, peneliti menjalankan desain semi-eksperimen untuk menyelesaikan penelitian ini. Sebanyak 30 mahasiswa semester dua program studi Budidaya Ternak dari Universitas Jenderal Soedirman pada tahun ajaran 2022/2023 dipilih menjadi sampel pada penelitian ini berdasarkan kriteria tertentu. Tiga jenis instrumen berupa tes, kuesioner, dan observasi dipilih sebagai teknik untuk mengumpulkan data dari para sampel penelitian. Setelah terkumpul, data tersebut kemudian dianalisis menggunakan independent sample t-test dan descriptive statistics test melalui SPSS 25. Temuan dari penelitian ini menujukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada nilai ujian grammar mahasiswa dari 58.47 poin ke 83.67 poin setelah menggunakan Microsoft OneNote untuk belajar. Selain itu, dalam penelitian ini juga terbukti bahwa Microsoft OneNote menyediakan beberapa keunggulan seperti memfasilitasi kegiatan pembelajaran yang menyenangkan, fleksibel, interaktif, dan terstruktur. Temuan dari penelitian ini juga menunjukkan bahwa sedikit permasalahan teknis dan adaptif masih muncul beberapa kali selama proses belajar dan mengajar. Oleh karena itu, baik guru maupun siswa seharusnya bijak dalam menggunakan aplikasi ini untuk belajar dan mengajar. Setelah dipertimbangkan, maka dapat disimpulkan bahwa Microsoft OneNote dapat menjadi suatu sarana pendukung yang efektif digunakan untuk mengajar dan belajar grammar Bahasa Inggris. | This research sheds light on the effectiveness of using Microsoft OneNote for English grammar teaching and learning practice projected on the level of undergraduate students. This research was intentionally designed to disclose on the efficacy, advantages, and difficulties experienced by the students while using Microsoft OneNote to improve their English grammar ability through self-directed learning. Because of practicality reasons, the researcher completed this research by actuating a quasi-experimental design. As many as 30 second semester students of Animal Husbandry Study Program of Jenderal Soedirman University in academic year 2022/2023 were taken purposively to be included in the sample of this research. Three instruments which were test, questionnaire, and observation were chosen as the data collection techniques for obtaining data from the sample. After being collected, the data were analyzed by using independent sample t-test and descriptive statistics through SPSS 25. The findings of this research reveal that there was a significant improvement on the students’ grammar test scores from 58.47 points to 83.67 points after using Microsoft OneNote for learning. In addition, it was also proven that Microsoft OneNote provides several advantages such as facilitating a fun, flexible, interactive, and structured learning practice. The findings also denote that a small number of difficulties in the form of technical and adaptive problems still emerged several times during the process of teaching and learning. Therefore, both teachers and students need to be wise in using it for teaching and learning. All in all, it can be deduced that Microsoft OneNote can be an effective supplementary tool for teaching and learning English grammar. |