Artikelilmiahs

Menampilkan 40.301-40.320 dari 48.903 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4030142593H1C019051ANALISIS KINEMATIK SESAR KALIBENING - WANAYASA DAN SEKITARNYA KABUPATEN BANJARNEGARA, PROVINSI JAWA TENGAHStruktur geologi merupakan objek yang cukup menarik untuk dikaji, karena berperan sebagai indikasi yang berkaitan erat dengan gaya dominan sehingga mengakibatkan suatu daerah terdeformasi. Daerah Kalibening dan sekitarnya yang terlingkup dalam Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah merupakan daerah yang memiliki kontrol struktur geologi yang cukup kompleks. Hal ini menjadi landasan penulis untuk meneliti lebih lanjut tentang struktur geologi daerah penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinematik sesar dan karakteristik deformasi serta kaitannya dengan geologi regional, dan mengetahui model sesar yang terbentuk pada daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis struktur geologi serta pendekatan model struktur geologi. Hasil kinematik pergerakan sesar menggunakan stereonet didapatkan sesar normal dan sesar mendatar menganan. Didapatkan juga analisis menggunakan tensor pada daerah penelitian merekonstruksi perkembangan tegasan yang ada pada daerah penelitian, daerah penelitian terdiri dari 4 fase tegasan utama serta rezimnya kemudian dilakukan rotasi tegasan untuk mengetahui selisisih besar sudut antara fase pada kinematiknya. Dimulai dari Fase I dengan pergerakan pure ekstensive arah tegasan UTL-SBD ke Fase II pure strike slip arah tegasan STG – UBL memiliki sudut rotasi 25° , Fase II pure strike slip arah tegasan STG – UBL ke Fase III stike slip ekstensive arah tegasan TTG-BBL memiliki sudut rotasi 38°. Perkembangan struktur pada daerah penelitian berdasarkan hasil analisis berotasi berlawanan dengan arah jarum jam dan mengalami pemanjangan. Model struktur pada daerah penelitian juga dapat dianalisis dengan menggunakan menggunakan struktur geologi menurut Bronto (2013) struktur yang terjadi akibat aktivitas vulkanisme dan model strike-slip faults modifikasi Biddle and Christie-Blick (1985) struktur sesar mendatar yang merupakan pengontrol disertai dengan mekanisme transtension.Geological structure is quite an interesting object to study, because it acts as an indication that is closely related to the dominant forces that cause an area to be deformed. The Kalibening area and its surroundings which are included in Banjarnegara Regency, Central Java are areas that have quite complex geological structure control. This became the author's basis for further research on the geological structure of the research area. The aim of this research is to determine fault kinematics and deformation characteristics and their relationship to regional geology, and to determine the fault model formed in the research area. The method used in this research is geological structure analysis and a geological structure modeling approach. Kinematic results of fault movement using stereonet showed normal faults and right slip faults. It was also found that analysis using tensors in the research area reconstructed the stress development in the research area. The research area consisted of 4 main stress phases and their regimes, then stress rotation was carried out to determine the difference in angle between the phases in their kinematics. Starting from Phase I with movement pure extensive UTL-SBD stress direction to Phase II pure strike slip STG – UBL stress direction has a rotation angle of 25°, Phase II pure strike slip STG – UBL stress direction to Phase III contact slip extensive The TTG-BBL stress direction has a rotation angle of 38°. The development of the structure in the research area based on the analysis results rotates counter clockwise and experiences elongation. The structural model in the research area can also be analyzed using geological structures according to Bronto (2013), structures that occur due to volcanic activity and strike-slip fault models modified by Biddle and Christie-Blick (1985), horizontal fault structures which are controllers accompanied by mechanisms transtension.
4030244912J1E017024AN ANALYSIS OF SENTENCES MADE BY STUDENTS ON ESSAY WRITINGPenelitian ini meneliti bagaimana mahasiswa semester 4 pendidikan bahasa Inggris di Universitas Jenderal Soedirman, pada tahun akademik 2023/2024, menggunakan struktur kalimat dalam penulisan esai mereka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan menganalisis dokumentasi esai mahasiswa dan kuesioner. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis kalimat yang digunakan mahasiswa dan persepsi mereka tentang variasi kalimat. Penelitian ini mengidentifikasi kekuatan dalam konstruksi kalimat dasar di antara para siswa, tetapi mencatat beberapa area yang perlu ditingkatkan, termasuk penggabungan kalimat yang lebih kompleks, akurasi tata bahasa yang lebih baik, dan penggunaan kosakata yang lebih luas. Siswa mengakui pentingnya struktur kalimat yang bervariasi untuk keterbacaan dan keterlibatan, sambil mengakui tantangan dalam menjaga koherensi dan kejelasan. Data survei menekankan pandangan siswa tentang variasi kalimat, menganjurkan revisi menyeluruh, eksperimen, dan peningkatan keterampilan yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti proses yang sedang berlangsung dalam menyeimbangkan kesederhanaan dan kompleksitas untuk mencapai esai yang jelas dan menarik.This study examines how 4th-semester English education students at Jenderal Soedirman University, in the academic year 2023/2024, use sentence structures in their essay writing. It employs qualitative research methods, analyzing students' essay documentation and a questionnaire. The research aims to identify the types of sentences students use and their perceptions of sentence variety. The study identifies strengths in basic sentence construction among students but notes areas for improvement, including the incorporation of more complex sentences, better grammatical accuracy, and broader vocabulary use. Students recognize the importance of varied sentence structures for readability and engagement, while acknowledging challenges in maintaining coherence and clarity. Survey data emphasize students' views on sentence variety, advocating for thorough revision, experimentation, and continuous skill enhancement. Overall, the study highlights the ongoing process of balancing simplicity and complexity to achieve clear and compelling essays.
4030342591A1C019041Pengaruh Variasi Dosis Pupuk Organik Dan Jadwal Irigasi Tetes Otomatis Terhadap Produktivitas Tanaman Serai Wangi Pada Lahan MarginalTanaman serai wangi yang merupakan tanaman yang biasa dimanfaatkan untuk menghasilkan minyak atsiri. Potensi dari tanaman serai wangi ini cukup besar, melihat semakin berkembangnya industri kosmetik dan industri pangan. Perkembangan terakhir menunjukkan peningkatan permintaan akan produk tanaman serai wangi. Tanaman serai wangi dapat menjadi salah satu prospek ekonomi yang cukup potensial. Petani pada umumnya menanam serai wangi di lahan-lahan marginal dengan topografi yang beragam, mulai dari yang datar sampai berlereng secara monokultur, dimana produksi pada panen 1 sampai ke 3 meningkat, akan tetapi panen berikutnya sampai panen ke 7 produksi turun hampir 50%. Hal tersebut dapat terjadi karena meningkatnya umur rumpun tumbuhnya makin keatas, sehingga akar yang baru tumbuh tidak dapat mencapai tanah yang menyediakan hara.
Penelitian ini dilaksanakan di lahan laboratorium Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Kedungrandu, Patikraja, Banyumas pada bulan September 2022 – April 2023. Hasil penelitian menunjukan pengaruh perlakuan variasi dosis pupuk organik (PO) secara statistik menunjukkan bahwa tidak berpengaruh nyata. Pengaruh perlakuan variasi jadwal irigasi tetes otomatis (SI) secara statistik menunjukkan bahwa berpengaruh nyata tinggi tanaman. Sementara variabel produktivitas tanaman serai wangi yang lainnya secara grafik menunjukkan perbedaan antara perlakuan. Kombinasi perlakuan jadwal irigasi tetes otomatis (SI) dan dosis pupuk organik (PO) yang berpotensi optimal dalam menghasilkan produktivitas tanaman yaitu perlakuan jadwal irigasi tetes otomatis 5 harian (SI5) dan dosis pupuk organik 500 gr/m2 (PO1) atau SI5-PO1.
The citronella plant is a plant that is usually used to produce essential oil. The potential of the citronella plant is quite large, considering the growing development of the cosmetics industry and food industry. Recent developments show an increase in demand for citronella plant products. The citronella plant can be a potential economic prospect. Farmers generally plant citronella on marginal land with varying topography, from flat to sloping in monoculture, where production in the 1st to 3rd harvest increases, but in the next harvest until the 7th harvest, production drops by almost 50%. This can happen because the growing age of the clump increases, so that the newly growing roots cannot reach the soil that provides nutrients.
This research was carried out in the Agronomy laboratory area, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Kedungrandu, Patikraja, Banyumas in September 2022 – April 2023. The results of the research show that the effect of varying doses of organic fertilizer (PO) treatment statistically shows that it has no real effect. The effect of treatment variations in the automatic drip irrigation (SI) schedule statistically shows that it has a significant effect on plant height. Meanwhile, other citronella plant productivity variables graphically show the differences between treatments. The combination of automatic drip irrigation schedule treatment (SI) and organic fertilizer dosage (PO) that has the potential to be optimal in producing plant productivity is the 5 daily automatic drip irrigation schedule treatment (SI5) and organic fertilizer dosage of 500 gr/m2 (PO1) or SI5-PO1.
4030442594F1B017122Implementasi Perbup No.41 Tahun 2020 Tentang Manajemen dan Rekayasa Lalu. Lintas di Kawasan Pusat Kegiatan Perkotaan PurwokertoPada Tahun 2020 Dishub membuat aturan rekayasa lalu lintass untuk pencegahan penyebaran Covid, beberapa bulan setelah diimplementasikan sistem satu arah tersebut ditetapkan menjadi aturan permanen dan disahkan menjadi Perbup No.41 Tahun 2020, saat diimplementasikan Perbup tersebut masih terjadi banyak pelanggaran yang dilakukan kelompok sasaran, yaitu berupa lawan arus dan pengguna kendaraan motor dan mobil yang masuk jalanan komplek.
Rumusan Masalah dari penelitian ini yaitu, Bagaimana Implmenetasi Perbup No.41 Tahun 2020 Tentang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Pusat Perkotaan Pursokerto, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana implementassi Perbup No.41 Tahun 2020, Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif. Sasaran dari penelitian ini dibagi menjadi 2 yaitu Dishub sebagai implementor yang diambil dengan purposive sampling dan Masyarakat sebagai kelompok sasaran yang diambil dengan teknik incidental sampling. Fokusan penelitian ini mengacu pada 2 aspek yaitu Compliance dan What’s Happening.
Kesimpulannya Dari segi Compliance Perbup sudah cukup dipatuhi oleh impleentor secara prosedur, namun kurangnya yaitu implementor masih mewajarkan pelanggaran yang dianggap kecil, lalu kelompok sasaran masih belum patuh, karena masih banyak melakukan pelanggaran yang secara sengaja. Dari aspek, What’s Happening, tujuan dari Perbup ini untuk mencegah kemacetan yang dipercaya secara data oleh aktor, aktor yang terlibat dalam implementasi Perbup No.41 Tahun 2020 ini yaitu Dishub Kabupaten Banyumas dan Satlantas.
In 2020, the Department of Transportation made traffic engineering regulations to prevent the spread of Covid, several months after the implementation of the one-way system, it was made a permanent rule and ratified as Perbup No. 41 of 2020, when this Perbup was implemented there were still many violations committed by the target group, namely in the form of opposing traffic and motorbike and car users entering the complex streets.
The problem formulation of this research is, How is the implementation of Regional Regulation No.41 of 2020 concerning Traffic Management and Engineering in the Pursokerto Urban Center Area, the aim of this research is to find out how the implementation of Regional Regulation No.41 of 2020 is carried out, the research method used is a qualitative research method descriptive. The targets of this research were divided into 2, namely the Transportation Agency as the implementer, taken using purposive sampling, and the community as the target group, taken using the incidental sampling technique. The focus of this research refers to 2 aspects, namely Compliance and What's Happening.
In conclusion, in terms of Compliance, the Perbup has been sufficiently complied with by the implementers procedurally, but the downside is that the implementers still accept violations that are considered minor, then the target group is still not compliant, because many violations are still done intentionally. From the aspect of What's Happening, the aim of this Perbup is to prevent traffic jams, which is believed to be based on data from the actors involved in implementing Perbup No. 41 of 2020, namely the Banyumas Regency Transportation Agency and Traffic Police.
4030542595E1A019182Cerai Gugat Karena Perselisihan Akibat Tidak Terpenuhinya Nafkah Lahir Batin (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Jakarta Timur Nomor 495/Pdt.G/2022/PAJT) Perkawinan adalah institusi sosial dan hukum yang signifikan dalam kehidupan manusia, diakui oleh masyarakat dan diatur oleh peraturan perundang-undangan di Indonesia. Namun, dalam realitasnya, pemahaman akan nilai sakral pernikahan sering kali kurang dipahami, dan akibatnya, terjadi banyak kasus perceraian. Alasan perceraian diatur dalam perundang-undangan, seperti penjelasan Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Perkawinan dan Pasal 19 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975, yang mencakup berbagai alasan, salah satunya adalah perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah-tangga. Ada banyak faktor yang menyebabkan timbulnya perselisihan dalam rumah tangga yang tidak dapat diselesaikan, dan aspek yang cukup berpengaruh dalam hal ini adalah pemenuhan nafkah, baik dalam bentuk materiil (nafkah lahir) maupun emosional (nafkah batin).
Penelitian ini mendalami pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara dan akibat hukum dari kasus cerai gugat yang terjadi dalam Putusan Pengadilan Agama Jakarta Timur Nomor : 495/Pdt.G/2022/PAJT. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis, sumber data berasal dari data sekunder, metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, metode penyajian data dilakukan dengan analisis kualitatif, dan data dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa hakim dalam pertimbanganya mengabulkan gugatan Penggugat dengan dasar hukum Pasal 19 huruf f Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan jo. Pasal 116 huruf f Kompilasi Hukum Islam Hakim dalam pertimbangannya dapat menambahkan Pasal 33 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo. Pasal 77 ayat (2) Kompilasi Hukum Islam, Pasal 34 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo. Pasal 80 ayat (2) Kompilasi Hukum Islam dan Penjelasan Undang Undang Perkawinan Pasal 39 ayat (2) huruf (e) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974. Akibat hukum dari perceraian ini terhadap hubungan suami istri yaitu Talak Satu Ba’in Sughraa terhadap Tergugat kepada Penggugat. Terhadap harta bersama dibagi secara adil, berupa masing-masing pihak berhak mendapatkan seperdua dari harta bersama.
Marriage is a significant social and legal institution in human life, recognised by society and regulated by legislation in Indonesia. However, in reality, the understanding of the sacred value of marriage is often poorly understood, and as a result, there are many cases of divorce. The reasons for divorce are regulated in legislation, such as the explanation of Article 39 paragraph (2) of the Marriage Law and Article 19 of Government Regulation Number 9 of 1975, which includes various reasons, one of which is disputes and quarrels and there is no hope that they will live in harmony again in the household. There are many factors that cause domestic disputes that cannot be resolved, and the aspect that is quite influential in this case is the fulfilment of maintenance, both in the form of material (physical maintenance) and emotional (mental maintenance).
This research explores the legal considerations of judges in deciding cases and the legal consequences of cases of contested divorce that occur in the East Jakarta Religious Court Decision Number: 495/Pdt.G/2022/PAJT. This research uses normative juridical research methods with descriptive analytical research specifications, data sources come from secondary data, data collection methods are carried out by literature study, data presentation methods are carried out by qualitative analysis, and data is analysed using qualitative normative methods.
The results showed that the judge in his consideration granted the plaintiff's claim with the legal basis of Article 19 letter f of Government Regulation No. 9 of 1975 concerning the Implementation of Law No. 1 of 1974 concerning Marriage jo. Article 116 letter f of the Compilation of Islamic Law The judge in his consideration can add Article 33 of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage jo. Article 77 paragraph (2) of the Compilation of Islamic Law, Article 34 of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage jo. Article 80 paragraph (2) of the Compilation of Islamic Law and the Explanation of Marriage Law Article 39 paragraph (2) letter (e) of Law Number 1 Year 1974. The legal consequences of this divorce on the relationship between husband and wife are Talak One Ba'in Sughraa against the Defendant to the Plaintiff. The joint property is divided fairly, in the form of each party is entitled to one-half of the joint property.
4030642596E1A018145TINJAUAN YURIDIS PERBUATAN MELAWAN HUKUM KARENA OKUPASI TANAH (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor. 980 K/Pdt/2021)Penelitian ini dilakukan terhadap Putusan Mahkamah Nomor. 980 K/Pdt/2021 terkait penggugat sebagai pemilik tanah merasa terganggu karena perbuatan melawan hukum yang dilakukan tergugat yang mengokupasi lahan penggugat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim dalam mengkualifikasikan kriteria perbuatan melawan hukum dalam okupasi tanah dan menganalisis pertimbangan hakim dalam mengabulkan ganti kerugian terhadap perbuatan melawan hukum yang dilakukan tergugat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif (metode penelitian hukum normatif) dengan spesifikasi penelitian deskriptif-analitis. Sumber data yang digunakan ialah data sekunder yang dilakukan dengan studi kepustakaan. Data disajikan dalam bentuk uraian-uraian yang tersusun secara sistematis kemudian dianalisis secara normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa hakim mengabulkan gugatan Para Penggugat bahwa tindakan Tergugat yang melakukan okupasi lahan Para Penggugat sebagai Perbuatan Melawan Hukum. Akan tetapi, Hakim dalam pertimbangannya tidak mengkualifisir secara jelas kriteria Perbuatan Melawan Hukum tindakan Tergugat. Menurut Penulis, perbuatan tergugat termasuk kedalam kriteria/unsur Perbuatan Melawan Hukum bertentangan dengan hak orang lain karena tergugat melanggar hak subyektif dari penggugat dan bertentangan dengan kewajiban hukumnya sendiri, bahwa Tindakan tergugat yang melakukan okupasi lahan terhadap lahan para penggugat telah melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria Pasal 20 dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 51 Tahun 1960 tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin Yang Berhak Atau Kuasanya Pasal 2 yang berbunyi “Dilarang memakai tanah tanpa izin yang berhak atau kuasanya yang berhak.” Hakim mengabulkan tuntutan ganti rugi Penggugat berupa biaya dan telah memenuhi salah satu syarat penuntutan dalam pasal 1365 KUH Perdata. Ganti rugi yang dikabulkan adalah ganti rugi materiil berbentuk natura, yang mengharuskan Tergugat untuk melakukan pengembalian tanah dalam keadaan semula dengan mencabut dan membongkar tanaman jeruk yang ditanam oleh Tergugat di lahan milik Penggugat I dengan biaya yang ditanggung Tergugat.
This research was conducted on Court Decision Number. 980 K/Pdt/2021 regarding the plaintiff as the land owner who felt disturbed because of the unlawful actions carried out by the defendant who occupied the plaintiff's land. This research aims to analyze the judge's considerations in qualifying the criteria for unlawful acts in land occupation and analyze the judge's considerations in granting compensation for unlawful acts committed by the defendant. This research uses normative juridical research methods (normative legal research methods) with descriptive-analytical research specifications. The data source used is secondary data carried out by literature study. Data is presented in the form of descriptions that are arranged systematically and then analyzed normatively qualitatively.
The results of the research show that the judge accepted the Plaintiff's claim that the Defendant's action in occupying the Plaintiff's land was an Unlawful Act. However, the Judge in his considerations did not clearly qualify the criteria for the Defendant's Unlawful Actions. According to the author, the defendant's actions fall within the criteria/elements of Unlawful Acts which conflict with the rights of other people because the defendant violated the plaintiff's subjective rights and conflicted with his own legal obligations, that the defendant's actions in occupying the land of the plaintiffs violated Law Number 5 1960 concerning Basic Regulations on Agrarian Principles Article 20 and Government Regulation in Lieu of Law Number 51 of 1960 concerning Prohibition of Using Land Without the Permission of the Entitled Person or His Proxy Article 2 which reads "It is prohibited to use land without the rightful permission or authorized agent." The judge granted the Plaintiff's claim for compensation in the form of costs and had fulfilled one of the prosecution requirements in Article 1365 of the Civil Code. The compensation granted was material compensation in kind, which required the Defendant to return the land to its original condition by uprooting and dismantling the orange plants planted by the Defendant on land belonging to Plaintiff I at the expense of the Defendant.
4030742597E1A018109PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS PEMBATALAN PUTUSAN BADAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN (BPSK) BERDASARKAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN
Nomor 19/Pdt.Sus-BPSK/2022/PN Llg
Penelitian ini dilatar belakangi kasus sengketa dalam putusan Nomor 19/Pdt.Sus-BPSK/2022/PN Llg antara PT. BCA Finance pelaku usaha dengan Marini selaku konsumen mengenai keberatan atas putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen. Konsumen berpikir bahwa mendapatkan hak atas asuransi sehingga konsumen melaporkan hal tersebut ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Lubuklinggau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap konsumen atas pembatalan putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen Nomor 19/Pdt.Sus-BPSK/2022/PN Llg serta untuk mengetahui pertimbangan hukum Majelis Hakim yang memenangkan pelaku usaha pada kasus sengketa konsumen dalam putusan Nomor 19/Pdt.Sus-BPSK/2022/PN Llg.
Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analis. Sumber data yang digunakan merupakan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Data tersebut kemudian diolah serta dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif dan disajikan dalam bentuk teks naratif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa Ibu Marina sebagai ahli waris dari konsumen pengguna layanan pembiayaan dari PT. BCA Finance belum mendapatkan perlindungan hukum sebagaimana telah diatur dalam Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.
This research is motivated by a dispute case in decision Number 19/Pdt.Sus-BPSK/2022/PN Llg between PT. BCA Finance business actors with Marini as a consumer regarding objections to the decision of the Consumer Dispute Settlement Agency. Consumers think that they have the right to insurance so consumers report this to the Consumer Dispute Settlement Agency (BPSK) of Lubuklinggau City. The purpose of this study was to determine the legal protection of consumers for the cancellation of the Consumer Dispute Settlement Agency (BPSK) decision based on the Law of the Republic of Indonesia Number 8 of 1999 concerning consumer protection Number 19/Pdt.Sus-BPSK/2022/PN Llg and to find out the legal considerations of the Panel of Judges in favor of business actors in cases of consumer disputes in decision Number 19/Pdt.Sus-BPSK/2022/PN Llg.
This study uses a normative juridical approach with analytical descriptive research specifications. The data source used is secondary data consisting of primary, secondary, and tertiary legal materials collected through library research. The data is then processed and analyzed using qualitative normative methods and presented in the form of narrative text.
Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that Ms. Marina as the heir of consumers who use financing services from PT. BCA Finance has not received legal protection as stipulated in Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection.
4030842598F1F019007Peran ASEAN dalam Penanganan Perdagangan Seksual Anak di Filipina Tahun 2016-2020Perdagangan seks anak masih menjadi masalah yang meresap dan mengkhawatirkan di Filipina, yang merupakan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia dan merupakan tantangan signifikan bagi upaya keadilan sosial. Abstrak ini berusaha untuk memberikan gambaran ringkas mengenai peran yang dilakukan oleh ASEAN terhadap dimensi-dimensi utama perdagangan seks anak di negara ini, memeriksa akar penyebabnya, dan dampaknya yang variatif terhadap para korban. Filipina, dengan lanskap sosial-ekonomi yang kompleks, menjadi wilayah subur untuk eksploitasi anak, didorong oleh faktor-faktor seperti kemiskinan, kurangnya pendidikan, dan kelemahan kelembagaan. Populasi yang rentan, termasuk anak-anak yatim piatu, mereka yang tinggal di daerah yang dilanda kemiskinan, dan mereka yang tidak memiliki dukungan keluarga yang memadai, sangat rentan terhadap perekrutan oleh pelaku perdagangan orang. Abstrak ini juga menyoroti berbagai bentuk perdagangan seks anak, mulai dari eksploitasi seksual komersial hingga eksploitasi seksual anak secara online (ESKA). Kemunculan teknologi telah memfasilitasi perluasan OSEC, sehingga menimbulkan tantangan baru bagi penegak hukum dan kelompok-kelompok advokasi. Selain itu, abstrak ini mengeksplorasi konsekuensi fisik, psikologis, dan emosional yang dialami oleh para korban perdagangan seks anak. Hal ini menekankan kebutuhan mendesak akan sistem dukungan yang komprehensif, termasuk program rehabilitasi, layanan kesehatan mental, dan bantuan hukum, untuk membantu para penyintas mendapatkan kembali kehidupan mereka. Upaya untuk memerangi perdagangan seks anak di Filipina membutuhkan pendekatan kolaboratif yang melibatkan lembaga pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan mitra internasional. Memperkuat kerangka hukum, meningkatkan kemampuan penegakan hukum, dan meningkatkan kesadaran dalam masyarakat merupakan komponen penting dari strategi holistik untuk mencegah dan memberantas pelanggaran berat terhadap hak-hak anak ini. Sebagai kesimpulan, abstrak ini berfungsi sebagai gambaran singkat tentang upaya ASEAN terhwadap masalah perdagangan seks anak di Filipina yang memiliki banyak aspek, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, mendorong penelitian lebih lanjut, dan mendorong tindakan kolektif untuk memberantas kejahatan keji ini.
Kata Kunci: Child sex trafficking, ASEAN, Filipina

Child sex trafficking remains a pervasive and alarming problem in the Philippines, constituting a gross violation of human rights and a significant challenge to social justice efforts. This abstract seeks to provide a concise overview of the role played by ASEAN on key dimensions of child sex trafficking in the country, examining its root causes, and its varied impacts on victims. The Philippines, with its complex socio-economic landscape, is fertile territory for child exploitation, driven by factors such as poverty, lack of education, and institutional weaknesses. Vulnerable populations, including orphaned children, those living in poverty-stricken areas, and those without adequate family support, are particularly vulnerable to recruitment by traffickers. This abstract also highlights the various forms of child sex trafficking, ranging from commercial sexual exploitation to online sexual exploitation of children (ESKA). The advent of technology has facilitated the expansion of OSEC, posing new challenges for law enforcement and advocacy groups. In addition, this abstract explores the physical, psychological, and emotional consequences experienced by victims of child sex trafficking. This emphasizes the urgent need for a comprehensive support system, including rehabilitation programs, mental health services, and legal aid, to help survivors reclaim their lives. Efforts to combat child sex trafficking in the Philippines require a collaborative approach involving government agencies, non-governmental organizations, and international partners. Strengthening the legal framework, enhancing law enforcement capabilities, and raising awareness within communities are essential components of a holistic strategy to prevent and eradicate this grave violation of children's rights. In conclusion, this abstract serves as a brief overview of ASEAN's efforts towards the multi-faceted issue of child sex trafficking in the Philippines, aiming to raise awareness, encourage further research, and foster collective action to eradicate this heinous crime.
4030942434C1A019069Pengaruh Ketimpangan Gender Terhadap Pertumbuhan Ekonomi IndonesiaPenelitian ini disusun dengan latar belakang adanya permasalahan mengenai ketimpangan gender dalam berbagai bidang seperti pendidikan, ketenagakerjaan, dan aktivitas ekonomi. Adanya ketimpangan gender di Indonesia menandakan adanya akumulasi modal manusia yang tidak sesuai sehingga dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh ketimpangan gender terhadap pertumbuhan ekonomi, baik secara parsial maupun bersama-sama. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik. Objek penelitian ini yaitu 34 provinsi di Indonesia dengan tahun penelitian yaitu tahun 2017-2022. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Variabel rasio rata-rata lama sekolah (RLS), rasio tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK), rasio pengeluaran per kapita, rasio upah perempuan terhadap laki-laki secara bersama-sama berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia; 2) secara parsial variabel rasio rata-rata lama sekolah (RLS) perempuan terhadap laki-laki berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, variabel rasio tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) perempuan terhadap laki-laki berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, variabel rasio pengeluaran per kapita perempuan terhadap laki-laki berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, variabel rasio upah perempuan terhadap laki-laki berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Implikasi penelitian ini adalah pemerintah provinsi diharapkan dapat meningkatkan upaya untuk mengurangi ketimpangan gender agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi
This research is conducted against the backdrop of the issue of gender inequality in various fields such as education, employment, and economic activities. The existence of gender inequality in Indonesia signifies the accumulation of human capital that is not aligned, which can affect economic growth.
The purpose of this research is to analyze the influence of gender inequality on economic growth, both partially and collectively. This study is a quantitative research using secondary data obtained from the Central Statistics Agency. The research object is the 34 provinces in Indonesia with the study period from 2017 to 2022. The analysis used is panel data regression analysis with the Fixed Effect Model approach.
The results of this research indicate that: 1) Variables such as years of schooling ratio (RLS), the ratio of labor force participation rate (TPAK), the ratio of per capita expenditure, and the ratio of female-to-male wages together affect Indonesia's economic growth; 2) Partially, the variable of years of schooling ratio (RLS) of females to males has a positive and not significant effect on Indonesia's economic growth, the variable of labor force participation rate (TPAK) of females to males has a negative and significant effect on Indonesia's economic growth, the variable of per capita expenditure ratio of females to males has a positive and not significant effect on Indonesia's economic growth, the variable of female-to-male wage ratio has a negative and significant effect on Indonesia's economic growth. The implication of this research is that provincial governments are expected to enhance efforts to reduce gender inequality to promote economic growth.
4031042216L1B019012Pertumbuhan Benih Ikan Zebra Pink (Danio rerio) Yang Diberi Jenis Pakan Berbeda Pada Sistem Resirkulasi Semi TertutupSalah satu ikan yang populer dikalangan penggemar ikan hias adalah ikan Zebra
pink (Danio rerio). Faktor penentu keberhasilan dalam budidaya ikan Zebra pink
menggunakan sistem RAS yaitu ketepatan pemilihan jenis pakan. Tujuan
penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian jenis pakan yang berbeda
terhadap pertumbuhan benih ikan Zebra pink pada sistem resirkulasi semi
tertutup dan mengetahui jenis pakan yang memberikan pengaruh paling baik
pada pertumbuhan benih ikan Zebra pink pada sistem resirkulasi semi tertutup.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental
dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan pakan yaitu A
(pelet spirulina), B (Chironomus sp.) dan C (Moina sp.) masing-masing diulang
sebanyak 4 kali. Pengambilan dan perhitungan data dilakukan pada hari ke-0,
14, 28, 42 dan 60. Pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana atau
Simple Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jenis
pakan yang berbeda berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan benih ikan
Zebra pink pada sistem resirkulasi semi tertutup. Jenis pakan yang memberikan
pengaruh paling baik pada pertumbuhan benih ikan Zebra pink pada sistem
resirkulasi semi tertutup adalah pelet spirulina dengan kelulushidupan
98.5±7.089%, pertumbuhan panjang mutlak 0.985±0.116 cm, pertumbuhan berat
mutlak 0.232±0.058 gram, laju pertumbuhan spesifik 0.011±0.004% dan rasio
konversi pakan 4.08±0.7.
One fish that popular among ornamental fish fans is Zebra Fish (Danio rerio). The
determining factor for success in cultivating zebrafish using the RAS system is
the accuracy of selecting type of feed. Purpose of this study was to determine the
effect of different types of feed on the growth of Zebra Fish in semi-closed
recirculation system and to determine type of feed that had best effect on the
growth of zebrafish in semi-closed recirculation system. Method used in this
study was an experimental method with completely randomized design with 3
treatments namely A (spirulina pellets), B (Chironomus sp.) and C (Moina sp.) each
of which was repeated 4 times. Data collection and calculation was carried out
on days 0, 14, 28, 42 and 60. Sampling was carried out by simple random
sampling. Results showed that the provision of different types of feed
significantly affect the growth of zebrafish in semi-closed recirculation. Type of
feed that had the best effect on the growth of Zebra Fish in semi-closed
recirculation system was spirulina pellets with a survival rate of 98.5±7.089%,
absolute length growth of 0.985±0.116 cm, absolute weight growth of 0.232±0.058
gram, specific growth rate of 0.011 ± 0.004% and ratio food convertion 4.08±0.7.
4031142621H1A019022ANALISIS QUALITY OF SERVICE (QOS) PADA PERANGKAT ACCESS POINT TP LINK TL WR840N PADA PROYEK SAJADI DI PERUSAHAAN X MENGGUNAKAN STANDAR TIPHONKomunikasi tanpa kabel (wireless) saat ini menjadi cara berkomunikasi yang baru dalam masyarakat. Jaringan area lokal nirkabel juga dimanfaatkan oleh Perusahaan X dalam pembuatan proyek – proyeknya, salah satunya adalah Sajadi. Sajadi (Sajadah Digital). Inovasi ini ditujukan untuk mendukung masjid dalam menjaga dan melacak sajadah. Dalam proyek Sajadi tersebut Perusahaan X menggunakan access point TLWR840N untuk menghubungkan proyek tersebut dengan server IoT. Pada penelitian kali ini metode yang digunakan adalah pengamatan parameter Quality of Service dari access point yang digunakan pada proyek Sajadi. Parameter Quality of Service yang diamati adalah delay, jitter, throughput, dan packet loss dengan menggunakan software Wireshark. Hasil dari pengujian yang diperoleh kemudian dinilai berdasarkan standar TIPHON. Hasil dari penelitian yang dilakukan dari segi parameter yaitu delay, jitter, throughput, dan packet loss mempunyai rata – rata hasil yang cukup bagus. Untuk rata – rata delay yang diperoleh sebesar 3,76106 ms dan termasuk dalam kategori “Sangat Bagus” . Untuk rata – rata jitter yang diperoleh sebesar 3,76126 ms dan termasuk dalam kategori “Bagus”.Untuk rata – rata throughput yang diperoleh sebesar 2.687,85 Kbps dan termasuk dalam kategori “Sangat Bagus”. Kemudian untuk rata – rata packet loss yang diperoleh sebesar 0,00335 % dan termasuk dalam kategori “Sangat Bagus”. Dengan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa access point yang digunakan pada proyek Sajadi mempunyai kualitas layanan jaringan yang baik.Wireless communication is currently a new way of communicating in society. Wireless local area networks or better known as Wi-Fi networks are an alternative technology and are relatively easier to implement in work environments such as offices, computer rooms, etc. This network is also used by Company X in making its projects, one of which is Sajadi. Sajadi (Digital Sajadah). This innovation is aimed at supporting mosques in maintaining and tracking prayer mats. In the Sajadi project, Company X uses the TLWR840N access point to connect the project to the IoT server.In this research, the method used is observing the Quality of Service parameters of the access points used in the Sajadi project. The Quality of Service parameters observed were delay, jitter, throughput and packet loss using Wireshark software. The test results obtained are then assessed based on TIPHON standards.The results of the research carried out in terms of parameters, namely delay, jitter, throughput and packet loss, have quite good average results. The average delay obtained was 3.76106 ms and was included in the "Very Good" category. The average jitter obtained was 3.76126 ms and was included in the "Good" category. The average throughput obtained was 2.687.85 Kbps and included in the "Very Good" category. Then the average packet loss obtained was 0.00335% and was included in the "Very Good" category. With these results it can be concluded that the access point used in the Sajadi project has good network service quality.
4031244891K1A017006Penentuan Kadar Etanol Hasil Degradasi Limbah Batik Indigosol Blue Oleh Jamur Aspergillus sp. 3 Menggunakan Kromatografi GasZat warna indigosol blue (IB), merupakan salah satu zat warna sintetis yang cukup banyak digunakan pada industri batik karena ketahanannya yang baik. Limbah batik yang mengandung zat warna IB dapat mencemari lingkungan jika tidak diolah dengan baik. Metode biologi dianggap sebagai metode alternatif dengan menggunakan jamur ascomycota sebagai agen dekolorisasi karena diketahui mampu mendegradasi zat warna lebih efisien dan ramah lingkungan dengan mekanisme adsorpsi dan enzimatik. Salah satu jamur ascomycota yang memiliki kemampuan dekolorisasi limbah IB adalah Aspergillus sp. 3. Hasil degradasi limbah IB oleh jamur Aspergillus sp. 3 mengandung senyawa etanol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar etanol dari hasil degradasi limbah batik indigosol blue oleh jamur Aspergillus sp. 3 dengan variasi waktu inkubasi 8, 16, 24, 32 dan 48 jam dan waktu inkubasi optimumnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Isolat yang digunakan dalam pengujian yaitu Asprgillus sp. 3. Variabel bebas yang yang digunakan yaitu waktu inkubasi. Variabel terikat yang diamati yaitu Aspergillus sp. 3. Parameter utama yang diamati adalah kadar etanol. Tahapan yang dilakukan meliputi preparasi inokulum jamur, degradasi limbah batik Indigosol blue, destilasi dan analisis kuantitatif etanol dengan kromatografi gas. Hasil penelitian menunjukkan kadar etanol rata-rata pada limbah batik yang mengandung indigosol blue pada waktu inkubasi 8 jam sebesar 0,49%, waktu inkubasi 16 jam sebesar 1,18%, waktu inkubasi 24 jam sebesar 1,94%, waktu inkubasi 32 jam sebesar 3,38% dan waktu inkubasi 40 jam sebesar dan 2,88%. Waktu inkubasi optimum pada etanol dari hasil degradasi limbah batik indigosol blue oleh jamur Aspergillus sp. 3 adalah 32 jam dengan rata-rata kadar etanol sebesar 3,38%.Indigosol blue (IB) dye, is one of the synthetic dyes that is quite widely used in the batik industry because of its good durability. Batik waste containing IB dye can pollute the environment if not treated properly. Biological methods are considered as an alternative method by using Ascomycota fungi as decolorization agents because they are known to be able to degrade dyes more efficiently and environmentally friendly with adsorption and enzymatic mechanisms. One of the Ascomycota fungi that has the ability to decolorize IB waste is Aspergillus sp. 3. The results of IB waste degradation by Aspergillus sp. 3 fungi contain ethanol compounds. The purpose of this study was to determine the ethanol content of the degradation results of Indigosol blue batik waste by Aspergillus sp. 3 fungi with variations in incubation time of 8, 16, 24, 32 and 48 hours and the optimum incubation time. The research method used was quantitative. The isolate used in the test is Asprgillus sp. 3. The independent variable used is incubation time. The dependent variable observed was Aspergillus sp. 3. The main parameter observed was ethanol content. The stages carried out include preparation of fungal inoculum, degradation of Indigosol blue batik waste, distillation and quantitative analysis of ethanol by gas chromatography. The results showed that the average ethanol content in batik waste containing indigosol blue at an incubation time of 8 hours was 0.49%, incubation time of 16 hours of 1.18%, incubation time 24 hours by 1.94%, 32 hours incubation time of 3.38%and incubation time and incubation time 40 hours of and 2.88%. Optimal incubation time in ethanol from the results of indigosol blue batik waste degradation by Aspergillus sp. 3 is 32 hours with an average ethanol content of 3.38%.
4031342637I1A018067GAMBARAN PRAKTEK HYGIENE DAN SANITASI PENJAMAH MAKANAN DI INSTALASI GIZI RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGALatar Belakang : Purbalingga adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki KLB kasus keracunan pangan pada tahun 2021 yaitu 2 kecamatan yang terdapat kasus keracunan. Tujuan penelitian ini adalah Menggambarkan pemilihan bahan makanan, penyimpanan bahan makanan, pengangkutan makanan, penyajian makanan, dan pengawasan makanan di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga.
Metodologi : Desain penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian : Informan kunci : Kepala instalasi gizi, koordinator gizi. Informan utama : tiga penjamah makanan. Informan pendukung : tiga keluarga pasien dan pemasok bahan makanan. Pengambilan data dengan wawancara mendalam dan observasi. Keabsahan data dengan triangulasi sumber dan metode.
Hasil Penelitian : Pemilihan bahan makanan yaitu bahan makanan di tempat resmi, memiliki label dan merek. Penyimpanan bahan makanan dilakukan pemeriksaan fungsi lemari pendingin, suhu ruang. Pengangkutan tidak ada jalur khusus untuk pengangkutan makanan bersih dan kotor. Penyajian makanan, penyaji menggunakan APD lengkap, menggunakan wadah yang aman. Pengawasan makanan dilakukan secara internal oleh RS dan eksternal oleh Dinkes.
Kesimpulan : Pemilihan bahan makanan, penyimpanan bahan makanan, penyajian makanan, pengawasan makanan sesuai dengan Permenkes RI Nomor 7 Tahun 2019 tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, sedangkan pengangkutan makanan tidak sesuai dengan Permenkes RI Nomor 7 Tahun 2019 tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.
Background : Purbalingga is one of the districts in Central Java that has KLB cases of food poisoning in 2021, namely 2 sub districts that have cases of poisoning. The of this research is to describe the selection of food ingredients, storage of food ingredients, transportation of food, serving food, and supervision of food at RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga.

Methodology : The research design is descriptive qualitative with research subjects: Key informants: Head of nutrition installation, nutrition coordinator. Main informants: three food handlers. Supporting informants: three patient families and food suppliers. Data collection using in-depth interviews and observation. Data validity by triangulating sources and methods.

Research Results : Selection of food ingredients, namely food ingredients in official places, having labels and brands. Food storage is carried out by checking the function of the refrigerator, room temperature. There are no special routes for transporting clean and dirty food. Serving food, the presenter uses complete PPE, using a safe container. Food control is carried out internally by the hospital and externally by the Health Department.

Conclusion : The selection of food ingredients, storage of food ingredients, food serving, food supervision is in accordance with the Republic of Indonesia Minister of Health Regulation Number 7 of 2019 concerning Hospital Environmental Health, while the transportation of food is not in accordance with the Republic of Indonesia Minister of Health Regulation Number 7 of 2019 concerning Hospital Environmental Health.
4031442599F1D020043Pembanguanan Kawasan Perumahan Syariah dengan Arsitektur Arabian Style di BanyumasBisnis properti (perumahan) di Indonesia menjadi salah satu bisnis yang paling menjanjikan. Kebutuhan akan rumah masyarakat sebagai tempat hunian semakin meningkat, khususnya di Kabupaten Banyumas. Beberapa tahun ini meningkat pembangunan kawasan perumahan syariah di Banyumas dengan menonjolkan arstiktektur Arabian style. Pembangunan perumahan syariah bukan semata-mata merupakan proyek bisnis biasa, melainkan juga didorong dan dipengaruhi keinginan developer dan tim marketing untuk menggaet pembeli, terutama pembeli muslim yang ingin hunian syariah. Artikel ini dibuat untuk menganalisis produksi ruang yang berlangsung dalam pembangunan kawasan perumahan syariah dan mengidentifikasi penggunaan arsitektur Arabian style dalam menggaet pembeli. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini sendiri yaitu data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan, pertama, pembangunan perumahan dalam kemasan perumahan syariah berkembang pesat di Banyumas. Kedua, pembangunan perumahan syariah menggunakan arsitektur, simbol dan budaya yang mencerminkan Arabian style.The property (housing) business in Indonesia is one of the most promising businesses. The need for houses as a place to live is increasing, especially in Banyumas Regency. In recent years, there has been an increase in the development of sharia housing areas in Banyumas that feature Arabian style architecture. The development of sharia housing is not merely an ordinary business project, but is also driven and influenced by the desire of developers and marketing teams to attract buyers, especially Muslim buyers who want sharia housing. This article was created to analyze the production of space that takes place in the development of sharia housing areas and identify the use of Arabian style architecture in attracting buyers. This study uses a qualitative method with a case study approach. The data sources in this research are primary data and secondary data. The results show, first, housing development in sharia housing packaging is growing rapidly in Banyumas. Second, sharia housing development uses architecture, symbols and culture that reflect the Arabian style.
4031542600F1D019057POLITIK UANG DAN PERILAKU PEMILIH
Studi terhadap Perilaku Memilih dalam Pemilihan Umum Legislatif 2019
di Daerah Pilihan II Kabupaten Bekasi
Indonesia telah lama mendeklarasikan diri sebagai negara demokrasi dan menerapkan perwujudan demokrasi dalam sistem pemerintahannya. Pemilihan langsung akan membuat para calon pemimpin dalam kontestasi pemilu melakukan berbagai cara untuk menarik simpati masyarakat untuk dapat memilihnya. Bahkan cara-cara yang melanggar konstitusi juga dilakukan. Politik uang adalah pemberian janji, uang, dan barang dari kandidat kepada pemilih untuk melakukan sesuatu baik untuk memilih mereka atau untuk mendukung mereka selama pemilihan pendahuluan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui politik uang pada pemilu legislatif 2019. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian yang diperoleh adalah Politik Uang pada Pileg 2019 di Daerah Pilihan 02 (Cikarang Barat-Cibitung), Kabupaten Bekasi. Proses politik dan kekuasaan serta tindakan membagi-bagikan uang, baik milik pribadi atau partai untuk mempengaruhi suara pemilih. Politik uang dapat diartikan sebagai upaya mempengaruhi perilaku orang lain dengan menggunakan imbalan tertentu. Bentuk-bentuk politik uang diantaranya yaitu berupa uang, sembako dan fasilitas umum yang dibangun oleh calon legislatif.Indonesia has long declared itself a democracy and implemented the realization of democracy in its government system. Direct elections will make prospective leaders in the election contestation do various ways to attract public sympathy to be able to vote for them. Even ways that violate the constitution are also carried out. Money politics is the giving of promises, money, and goods from candidates to voters to do something either to vote for them or to support them during the primaries. This research aims to find out money politics in the 2019 legislative elections. This research uses a qualitative descriptive method. The data used are primary data and secondary data. The results obtained are Money Politics in the 2019 legislative elections in Election District 02 (Cikarang Barat-Cibitung), Bekasi Regency. The process of politics and power and the act of distributing money, either personal or party property to influence voters' votes. Money politics can be defined as an effort to influence the behavior of others by using certain rewards. Forms of money politics include money, basic necessities and public facilities built by legislative candidates.
4031642601F1D020044Makna Politik "Raharja" dalam Toponim Fasilitas Publik di Kabupaten MajalengkaPenelitian ini menjelaskan bahwa penyampaian makna politik oleh penguasa kepada publik dapat dilakukan melalui penamaan tempat atau bisa disebut toponim. Toponim melalui slogan “Raharja” pada fasilitas kota di Majalengka juga diarahkan untuk menyampaikan makna politik kepada publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengungkap makna politik yang tersirat di dalam toponim kata “Raharja” pada fasilitas kota oleh kepala daerah di Majalengka. Analisis artikel ini menggunakan teori dari Abidin Kusno tentang pemaknaan terhadap ruang publik. Artikel ini didasarkan pada metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan dari tulisan ini: pertama, Karna ingin masyarakat mengingat masa kepemimpinannya dengan adanya pembangunan-pembangunan infrastruktur di lokasi-lokasi yang strategis. Dalam hal ini, dilakukan penanaman memori kolektif kepada masyarakat dengan terlebih dahulu melakukan proses pelupaan kolektif dengan mengganti nama taman; kedua, Karna ingin ingin menunjukkan atau mem-branding karakter kepemimpinannya sebagai bupati. Karakter inilah yang diinginkan oleh Karna untuk diingat oleh masyarakat lalu menjadi memori kolektif di masa depan; ketiga, Karna ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa pembangunan dan renovasi infrastruktur telah berhasil dilakukan pada masa pemerintahannya. Prestasi ini juga ingin ditunjukkan kepada masyarakat agar menjadi memori kolektif; keempat, Karna ingin menunjukkan eksistensinya sekaligus meningkatkan popularitasnya sebagai Bupati Majalengka.This research explains that the conveyance of political meaning by the authorities to the public can be done through naming places or what can be called toponyms. The toponym through the slogan "Raharja" on city facilities in Majalengka is also directed at conveying political meaning to the public. This research aims to find out and reveal the political meaning implicit in the toponym of the word "Raharja" on city facilities by regent of Majalengka. The analysis of this article uses Abidin Kusno's theory regarding the meaning of public space. This article is based on qualitative methods with a phenomenological approach. Data collection techniques through interviews, observation and documentation. The findings from this article: first, Karna wants the public to remember his leadership period with infrastructure developments in strategic locations. In this case, collective memory is instilled in the community by first carrying out a collective forgetting process by changing the name of the park; secondly, Karna wanted to show or brand his leadership character as regent. It is this character that Karna wants the public to remember and become a collective memory in the future; third, Karna wanted to prove to the public that infrastructure development and renovation had been successfully carried out during his reign. We also want to show this achievement to the public so that it becomes a collective memory; fourth, Karna wants to show his existence and at the same time increase his popularity as Regent of Majalengka.
4031742602F1C019032Pengelolaan Kesan Aktor Monolog: Studi DramaturgiDalam sebuah pementasan aktor adalah seseorang yang menjadi ujung tombak dalam pertunjukan tersebut. Ia akan memerankan tokoh dalam sebuah naskah dan menunjukannya kepada penonton untuk dapat dimaknai. Salah satu bentuk pementasan teater adalah monolog, dimana aktor yang berperan hanya sendiri di atas panggung tanpa dibantu secara langsung oleh orang lain. Ketika ingin berperan di atas panggung, seorang aktor monolog harus melalui proses latihan dan pendalaman karakter untuk dapat berperan sesuai dengan tokoh yang ada di dalam naskah. Proses tersebut termasuk dalam pengelolaan kesan seorang aktor monolog. Proses pengelolaan kesan pada seorang aktor monolog akan coba diteliti dengan landasan teori dramaturgi dari Erving Goffman. Teori tersebut berbicara mengenai perbedaan seorang aktor di panggung depan (front stage) dan di panggung belakang (back stage). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengaji proses pengelolaan kesan dari seorang aktor monolog dalam studi dramaturgi. Adapun subjek pada penelitian ini terdiri dari tiga informan yang merupakan seorang aktor monolog dengan latar belakang pementasan yang berbeda. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif yang dilakukan dengan cara wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa proses pengelolaan kesan seorang aktor melewati fase latihan dan pendalaman karakter yang merupakan
bagian dari kegiatan di panggung belakang (back stage). Hal tersebut dilakukan untuk dapat berperan dengan maksimal di atas panggung (front stage).
In a performance, an actor is the spearhead of the show. They embody a character from a script and present it to the audience for interpretation. One form of theatrical performance is a monologue, where an actor performs alone on stage without direct assistance from others. When preparing to perform on stage, a monologue actor must undergo training and character immersion to portray the role according to the character in the script. This process is part of managing the impression as a monologue actor. The impression management process in a monologue actor will be explored based on Erving Goffman's dramaturgical theory. This theory discusses the difference between an actor on the front stage and the back stage. The aim of this research is to examine the impression management process of a monologue actor in a dramaturgical study. The subjects in this study consist of three informants who are monologue actors with different performance backgrounds. The method used in this research is qualitative, conducted through in-depth interviews. The results of this study indicate that the impression management process of an actor involves phases of training and character immersion, which are part of backstage activities. This is done to perform optimally on the front stage.
4031842482H1C019043Karakteristik dan Genesis Pengayaan Unsur-Unsur Tanah Jarang pada Batuan Granitoid Daerah Manokwari, Provinsi Papua BaratDaerah Papua terdapat adanya dua kompleks wilayah batuan granodiorit, yaitu kompleks Kepala Burung dan Papuan Fold, serta tersusun atas batuan beku yang memungkinkan dengan adanya kandungan unsur tanah jarang yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi geologi daerah, karakteristik geokimia pembawa unsur tanah jarang, mengetahui unsur tanah jarang, dan genesis pengayaan unsur tanah jarang. Metode
yang digunakan berupa analisis petrografi, analisis X-ray Fluoronscence (XRF) dan
Inductively Couple Plasma Mass Spectrometry (ICP-MS) dari total 8 sampel batuan granitoid di daerah Manokwari, Papua Barat.
Hasil analisis petrografi didapatkan jenis batuan antara lain granit kuarsa, syenogranite, monzogranit, granodiorit, dan anorthosit. Studi khusus yang dilakukan berupa geokimia batuan berdasarkan hasil data XRF yang menghasilkan unsur utama atau unsur oksida mayor berupa SiO2, TiO2, Al2O3, Fe2O3, FeO, MnO, MgO, CaO,
Na2O, K2O, and P2O5. Berdasarkan diagram afinitas magma (Peccerillo and Taylor,
1976) menghasilkan jenis magma tholeiite series, calc – alkaline, dan high – k calc –
alkaline series. Tingkat saturasi alumina (Shand, 1943) tergolong kedalam
metaluminous dan peraluminous dengan tipe granitoid termasuk ke dalam tipe I
untuk kelompok metaluminous dan tipe S untuk kelompok peraluminous.
Data berdasarkan hasil ICP-MS analisis untuk mengetahui pengayaan unsur jejak
dan unsur tanah jarang yang disajikan dalam diagram normalisasi terhadap kondrit
yang menunjukkan pola fraksinasi unsur tanah jarang yang semakin menurun dari
unsut tanah jarang ringan (LREE) hingga unsur tanah jarang berat (HREE).
Pengkayaan unsur tanah jarang berdasarkan diagram spider yang telah dinormalisai
terhadap kondrit (Sun and McDonough 2985) terlihat adanya positif terlihat pada
unsur Sm (Samarium) dan Lu (Lutetium), namun terjadi pola negatif yang
ditunjukkan oleh unsur Zr (Zirconium).
The Papua region contains two complexes of granodiorite rock formations, namely
the Head Complex and Papuan Fold complexe. These complexes consist of
granodiorite igneous rocks that may contain high levels of rare earth elements. The
purpose of this research is to understand the geological conditions of the study area,
the geochemical characteristics of rare earth element-bearing rocks, to determine
the enrichment of rare earth elements, and to investigate the genesis of rare earth
element enrichment. The methods employed include petrographic analysis, X-ray
Fluorescence (XRF) analysis, and Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry
(ICP-MS) analysis on a total of 8 granite rock samples from the Manokwari area in
West Papua.
Petrographic analysis revealed various types of rocks, including quartz-rich granite,
syenogranite, monzogranite, granodiorite, and anorthosite. A specific study focused
on the geochemistry of the rocks based on XRF data, which produced major elements
or oxides such as SiO2, TiO2, Al2O3, Fe2O3, FeO, MnO, MgO, CaO, Na2O, K2O, and
P2O5. According to the magma affinity diagram (Peccerillo and Taylor, 1976), the
rocks fall into the tholeiite series, calc-alkaline, and high-K calc-alkaline series. The
aluminum saturation level (Shand, 1943) classifies them as both metaluminous and
peraluminous, with the granitoid types are type I for the metaluminous group and
type S for the peraluminous group.
Data based on the results of ICP-MS analysis to determine the enrichment of trace
elements and rare earth elements presented in a normalization diagram against
chondrites, indicating a decreasing pattern of rare earth elements from light rare
earth elements (LREE) to heavy rare earth elements (HREE). Enrichment of rare
earth elements based on a normalized spider diagram against chondrites (Sun and
McDonough 1985) shows positive trends in elements such as Sm (Samarium) and Lu
(Lutetium), but a negative pattern is observed in the element Zr (Zirconium).
4031942604A1F019055KARAKTERISTIK DAN POTENSI ANTIMIKROBA BIODEGRADABLE FILM BERBAHAN DASAR TAPIOKA TERFERMENTASI DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK SERAI WANGI (Cymbopogon winterianus Jowitt)Pengemas adalah bahan yang diproduksi untuk melindungi suatu produk. Pengemas memiliki berbagai jenis, salah satunya adalah plastik. Plastik menjadi pilihan utama karena memiliki keunggulan seperti harga yang terjangkau, ringan, tahan terhadap perubahan cuaca, dan transparan. Selain itu, plastik juga memiliki kekurangan yaitu membutuhkan waktu yang lama untuk terurai yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan, sehingga diperlukan bahan alternatif pengemas yang bersifat lebih ramah terhadap lingkungan dan dapat terurai dalam waktu singkat. Salah satunya adalah biodegradable film. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui pengaruh penambahan jenis ekstrak serai wangi terhadap karakteristik dan potensi antimikroba biodegradable film berbahan dasar tapioka terfermentasi, 2) Mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi ekstrak serai wangi terhadap karakteristik dan potensi antimikroba biodegradable film berbahan dasar tapioka terfermentasi, 3) Mengetahui interaksi antara jenis ekstrak dengan konsentrasi serai wangi terhadap karakteristik dan potensi antimikroba biodegradable film berbahan dasar tapioka terfermentasi.
Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor yaitu jenis ekstrak (J1 = Ekstrak cair; J2 = Ekstrak serbuk) dan konsentrasi ekstrak (K1 = 5%; K2 = 10%; K3 = 15%; K4 = 20%). Variabel yang diamati dalam penelitian ini ada delapan pengujian yaitu uji antimikroba terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus, laju transmisi uap air, uji biodegradabilitas, transparansi, ketebalan, kecerahan, kadar air, dan kadar abu. Data hasil pengamatan yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada tingkat kepercayaan 95%, apabila terdapat pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada faktor jenis, ekstrak cair serai wangi mampu menghasilkan kualitas lebih baik daripada ekstrak serbuk serai wangi terhadap biodegradable film. Pada faktor konsentrasi, konsentrasi ekstrak serai wangi 20% mampu menghasilkan kualitas lebih baik daripada konsentrasi 5%, 10%, dan 15% terhadap biodegradable film. Pada interaksi, perlakuan ekstrak cair dengan konsentrasi 20% menghasilkan produk biodegradable film dengan kualitas yang terbaik.
Packaging is a material produced to protect a product. Packaging has various types, one of which is plastic. Plastic is the main choice because it has advantages such as affordable price, lightweight, resistant to weather changes, and transparent. Besides that, plastic also has the disadvantage that it takes a long time to decompose which can cause environmental pollution, so alternative packaging materials are needed that are more environmentally friendly and can be decomposed in a short time. One of them is biodegradable film. The objectives of this research are: 1) To determine the effect of the addition of citronella extract type on the characteristics and antimicrobial potential of biodegradable film made from fermented tapioca, 2) To determine the effect of the addition of citronella extract concentration on the characteristics and antimicrobial potential of biodegradable film made from fermented tapioca, 3) To determine the interaction between the type of extract and citronella concentration on the characteristics and antimicrobial potential of biodegradable film made from fermented tapioca.
The design used in this study is a Randomized Group Design (RAK) consisting of two factors, namely the type of extract (J1 = Liquid extract; J2 = Powder extract) and extract concentration (K1 = 5%; K2 = 10%; K3 = 15%; K4 = 20%). The variables observed in this study were eight tests, namely antimicrobial test against Escherichia coli and Staphylococcus aureus, water vapor transmission rate, biodegradability test, transparency, thickness, brightness, water content, and ash content. The observation data obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at the 95% confidence level, if there was a significant effect then continued with the DMRT (Duncan's Multiple Range Test) test.
The results showed that on the type factor, citronella liquid extract was able to produce better quality than citronella powder extract on biodegradable film. In the concentration factor, citronella extract concentration of 20% is able to produce better quality than 5%, 10%, and 15% concentrations of biodegradable films. In the interaction, the treatment of liquid extract with 20% concentration produced the best quality biodegradable film.
4032042608E1A019278PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMEGANG HAK CIPTA
ATAS SISTEM TABUNGAN EMAS (GOLDGRAM) BERDASARKAN
UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA
(Studi Putusan Nomor 25/Pdt.Sus-Hak.Cipta/2022/PN.Niaga.Jkt.Pst)
Seiring dengan perkembangan zaman, sebuah karya atau temuan banyak
dihasilkan oleh manusia, sehingga diperlukan perlindungan terhadap pencipta karya
atas keaslian dari ciptaan karyanya. Perlindungan terhadap Hak Cipta di Indonesia
telah diatur dalam UU Nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta. Permasalahan
tentang hak kekayaan intelektual banyak terjadi, salah satunya mengenai
perlindungan hukum terhadap pemegang Hak Cipta atas sistem tabungan emas
(GOLDGRAM).
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan
spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data
sekunder ysng terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan
hukum tersier. Data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif sistematis dan
metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, Putusan Pengadilan Niaga Nomor 25/Pdt.SusHak.Cipta/2022 tidak memberikan perlindungan hukum bagi Pencipta atas karya
tulis ciptaan yang berjudul Goldgram. Gugatan Penggugat tidak dapat diterima
karena Objek yang disengketakan tidak sesuai dan tidak dilindungi berdasarkan UU
Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, sehingga tidak ada akibat hukum bagi
PT Antam sebagai pihak yang melakukan penggandaan sistem investasi emas
tanpa izin Pencipta.
Along with the times, a lot of works or findings are produced by humans, so
it is necessary to protect the creator of the work for the authenticity of his work.
Protection of Copyright in Indonesia has been regulated in Law Number 28 of 2014
concerning Copyright. There are many problems regarding intellectual property
rights, one of which is the legal protection of copyright holders of the gold savings
system (GOLDGRAM).
This research uses a normative juridical approach method with analytical
descriptive research specifications The data sources used are secondary data with
primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials.
The data obtained are presented with systematic narrative texts and the data
analysis method used is a qualitative normative method.
Based on the results of the research, the Commercial Court Decision Number
25/Pdt.Sus-Hak.Cipta/2022 does not provide legal protection for the creator of the
work entitled Goldgram. The plaintiff's lawsuit cannot be accepted because the
disputed object is not suitable and is not protected under Law Number 28 of 2014
about Copyright, so that there are no legal consequences for PT Antam as a party
who duplicates the gold investment system without the author's permission.