Home
Login.
Artikelilmiahs
44891
Update
ADITIA PERMANA
NIM
Judul Artikel
Penentuan Kadar Etanol Hasil Degradasi Limbah Batik Indigosol Blue Oleh Jamur Aspergillus sp. 3 Menggunakan Kromatografi Gas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Zat warna indigosol blue (IB), merupakan salah satu zat warna sintetis yang cukup banyak digunakan pada industri batik karena ketahanannya yang baik. Limbah batik yang mengandung zat warna IB dapat mencemari lingkungan jika tidak diolah dengan baik. Metode biologi dianggap sebagai metode alternatif dengan menggunakan jamur ascomycota sebagai agen dekolorisasi karena diketahui mampu mendegradasi zat warna lebih efisien dan ramah lingkungan dengan mekanisme adsorpsi dan enzimatik. Salah satu jamur ascomycota yang memiliki kemampuan dekolorisasi limbah IB adalah Aspergillus sp. 3. Hasil degradasi limbah IB oleh jamur Aspergillus sp. 3 mengandung senyawa etanol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar etanol dari hasil degradasi limbah batik indigosol blue oleh jamur Aspergillus sp. 3 dengan variasi waktu inkubasi 8, 16, 24, 32 dan 48 jam dan waktu inkubasi optimumnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Isolat yang digunakan dalam pengujian yaitu Asprgillus sp. 3. Variabel bebas yang yang digunakan yaitu waktu inkubasi. Variabel terikat yang diamati yaitu Aspergillus sp. 3. Parameter utama yang diamati adalah kadar etanol. Tahapan yang dilakukan meliputi preparasi inokulum jamur, degradasi limbah batik Indigosol blue, destilasi dan analisis kuantitatif etanol dengan kromatografi gas. Hasil penelitian menunjukkan kadar etanol rata-rata pada limbah batik yang mengandung indigosol blue pada waktu inkubasi 8 jam sebesar 0,49%, waktu inkubasi 16 jam sebesar 1,18%, waktu inkubasi 24 jam sebesar 1,94%, waktu inkubasi 32 jam sebesar 3,38% dan waktu inkubasi 40 jam sebesar dan 2,88%. Waktu inkubasi optimum pada etanol dari hasil degradasi limbah batik indigosol blue oleh jamur Aspergillus sp. 3 adalah 32 jam dengan rata-rata kadar etanol sebesar 3,38%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Indigosol blue (IB) dye, is one of the synthetic dyes that is quite widely used in the batik industry because of its good durability. Batik waste containing IB dye can pollute the environment if not treated properly. Biological methods are considered as an alternative method by using Ascomycota fungi as decolorization agents because they are known to be able to degrade dyes more efficiently and environmentally friendly with adsorption and enzymatic mechanisms. One of the Ascomycota fungi that has the ability to decolorize IB waste is Aspergillus sp. 3. The results of IB waste degradation by Aspergillus sp. 3 fungi contain ethanol compounds. The purpose of this study was to determine the ethanol content of the degradation results of Indigosol blue batik waste by Aspergillus sp. 3 fungi with variations in incubation time of 8, 16, 24, 32 and 48 hours and the optimum incubation time. The research method used was quantitative. The isolate used in the test is Asprgillus sp. 3. The independent variable used is incubation time. The dependent variable observed was Aspergillus sp. 3. The main parameter observed was ethanol content. The stages carried out include preparation of fungal inoculum, degradation of Indigosol blue batik waste, distillation and quantitative analysis of ethanol by gas chromatography. The results showed that the average ethanol content in batik waste containing indigosol blue at an incubation time of 8 hours was 0.49%, incubation time of 16 hours of 1.18%, incubation time 24 hours by 1.94%, 32 hours incubation time of 3.38%and incubation time and incubation time 40 hours of and 2.88%. Optimal incubation time in ethanol from the results of indigosol blue batik waste degradation by Aspergillus sp. 3 is 32 hours with an average ethanol content of 3.38%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save