Artikelilmiahs

Menampilkan 40.281-40.300 dari 48.903 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4028142577J0A020001Translating National Geographic Magazine Article 'A Teenage Brains The Impulsive, Moody, Maddening, Behaviour of Teens Makes Evolutionary Sense'This final report is based on the independent job training that was conducted on 5 February – 5 June 2023. The purposes are to translate National Geographic Magazine Article, to explain the process of translation that has been learned, moreover to find the obstacles and solutions in the translation process.
National Geographic Magazine, a popular American monthly magazine publishedby the National Geographic Society. This magazine was founded in 1888 as a scholarly journal, but is now a popular magazine. Topics of features generally concern science, geography, history, and world culture.
Eight translation techniques were used in the translating process of these magazine article. These techniques were adaptation, amplification, borrowing, description, established equivalent, literal translation, particularization, and transposition. The obstacles in the translation process were limited knowledge about the source language and target language, grammatical rules, and understanding the psychology context. The problems were solved by the guidance of supervisors and a proofreader.
Laporan Tugas
dilaksanakan pada 5 Februari 2023 – 5 Juni 2023. Tujuannya adalah untuk menerjemahkan sebuah artikel yang ada di Majalah National Geographic menjelaskan proses penerjemahan yang telah dipelajari sebelumnya, selain itu juga untuk menemukan masalah- masalah dan solusi pada proses penerjemahan.
Majalah National Geographic, merupakan majalah bulanan Amerika yang diterbitkan oleh National Geographic Society. Majalah ini didirikan pada tahun 1888, tetapi kini sekarang menjadi majalah yang populer. Topik fitur umumnya menyangkut sains, geografi, sejarah, dan budaya dunia.
Delapan teknik penerjemahan digunakan dalam proses penerjemahan artikel yang ada di majalah national geographic. Teknik tersebut yaitu adaptasi aplifikasi, peminjaman, deskripsi, estabilis equivalen, penerjemahan harfiah, partikularisasi, transposisi. Kendala dalam proses penerjemahan yaitu keterbatasan pengetahuan mengenai bahasa sumber dan Bahasa sasaran, struktur bahasa dan pemahaman terkait psikologi. Masalah yang dialami dapat diatasi dengan bimbingan dari dosen- dosen pembimbing dan proofreader.
4028242578F1A019074PENGARUH TINGKAT KEPOPULERAN NCT TERHADAP MINAT PEMBELIAN MERCHANDISE DI KALANGAN NCTZEN PURWOKERTO Korean pop atau biasa disebut dengan K-pop telah menjadi budaya populer. Peningkatan popularitas dari boyband NCT yang cukup pesat pada tahun 2020 membuat merchandise menjadi produk populer. Hal tersebut yang membuat Korea Selatan memperoleh keuntungan dari menjual kebudayaan dan memunculkan budaya konsumerisme di kalangan remaja Indonesia. Menyebarnya musik K-Pop di Indonesia, menyebabkan Purwokerto juga ikut merasakan dampak dari kepopuleran K-pop di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kepopuleran NCT terhadap minat pembelian merchandise di kalangan NCTzen Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksplanatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 310 NCTzen Purwokerto yang tergabung dalam komunitas NCTzen Purwokerto dengan menggunakan teknik simple random sampling. Metode analisis data menggunakan dengan metode uji persyaratan analisis dan menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelian yang dilakukan oleh NCTzen Purwokerto berada pada kisaran Rp. 1.000.000. Padahal, jumlah uang yang mereka keluarkan hampir setengah dari penghasilan mereka dalam sebulan. Selain itu, Keahlian-keahlian dari member NCT salah satunya adalah keahlian vocal memengaruhi ketertarikan mereka terhadap NCT sebesar 91%. Minat beli seseorang juga memengaruhi pembelian merchandise di kalangan NCTzen Purwokerto, 52% NCTzen Purwokerto setuju bahwa mereka memiliki minat untuk membeli ulang merchandise NCT.Korean pop or commonly called K-pop has become popular culture. The rapid increase in popularity of the boy band NCT in 2020 has made merchandise a popular product. This is what makes South Korea profit from selling culture and giving rise to a culture of consumerism among Indonesian teenagers. The spread of K-Pop music in Indonesia has caused Purwokerto to also feel the impact of K-pop's popularity in society. This research aims to determine the influence of NCT's level of popularity on interest in purchasing merchandise among Purwokerto NCTzens. This research uses explanatory quantitative methods. The sample used in this research was 310 Purwokerto NCTzens who were members of the Purwokerto NCTzen community using a simple random sampling technique. The data analysis method uses the analysis requirements test method and uses simple linear regression. The results of this research show that purchases made by Purwokerto NCTzens were in the range of Rp. 1,000,000. In fact, the amount of money they spend is almost half of their income in a month. Apart from that, the skills of NCT members, one of which is vocal skills, influences their interest in NCT by 91%. A person's purchasing interest also influences purchasing merchandise among Purwokerto NCTzens, 52% of Purwokerto NCTzens agree that they have an interest in repurchasing NCT merchandise.
4028342579A1C019026ANALISIS CLUSTER BERDASARKAN KARAKTERISTIK KONSUMEN MUSLIM DALAM MEMILIH RUMAH MAKAN BELUM BERSERTIFIKASI HALAL DI KABUPATEN BANYUMASProduk dalam industri halal di dunia saat ini menjadi hal yang diutamakan untuk kemajuan perekonomian karena seiring dengan berjalannya waktu, penduduk muslim di dunia semakin meningkat sehingga permintaan produk halal juga semakin besar. Perilaku tuntunan agama adalah pola konsumsi yang mewajibkan pemeluknya untuk mengkonsumsi makanan dan minuman bersertifikasi halal. Perkembangan gaya hidup dan pola makan masyarakat seperti makan di rumah makan dan kafe sudah menjadi hal yang umum terutama pada masyarakat kota-kota besar salah satunya adalah Kabupaten Banyumas. Peningkatan konsumsi dan gaya hidup penduduk Banyumas dapat dilihat dari meningkatnya jumlah rumah makan di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui karakteristik konsumen, jumlah cluster, dan perbedaan antar cluster yang terbentuk berdasarkan konsumen muslim yang memilih rumah makan belum bersertifikat halal di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Banyumas dengan melakukan penyebaran kuesioner kepada 99 orang responden di beberapa rumah makan belum bersertifikasi halal di Kabupaten Banyumas dengan kriteria konsumen yang berada di wilayah Kabupaten Banyumas dan sedang atau sudah pernah mengkonsumsi makanan rumah makan belum bersertifikasi halal minimal lebih dari 2 kali. Data kuesioner diolah menggunakan analisis cluster dengan metode hierarki dan complete linkage. Hasil analisis data menggunakan analisis cluster dengan metode complete linkage menghasilkan kelompok sebanyak 3 cluster dengan presentase cluster 1 sebesar 53,54%, cluster 2 sebesar 38,38%, dan cluster 3 sebesar 8,08% yang memiliki karakteristik yang berbeda pada setiap clusternya. Products in the halal industry in the world today are prioritized for economic progress because over time, the Muslim population in the world is increasing so that the demand for halal products is also getting bigger. Religious guidance behavior is a consumption pattern that requires adherents to consume halal-certified food and beverages. The development of people's lifestyles and eating patterns such as eating in restaurants and cafes has become common, especially in big cities, one of which is Banyumas Regency. The increase in consumption and lifestyle of Banyumas residents can be seen from the increasing number of restaurants in Banyumas Regency. This study aims to determine consumer characteristics, the number of clusters, and differences between clusters formed based on Muslim consumers who choose restaurants that are not halal certified in Banyumas Regency. This research was conducted in Banyumas Regency by distributing questionnaires to 99 respondents in several halal-certified restaurants in Banyumas Regency with the criteria that consumers who are in the Banyumas Regency area and are or have consumed halal-certified restaurant food at least more than 2 times.The questionnaire data was processed using cluster analysis with hierarchical and complete linkage methods.The results of data analysis using cluster analysis with the complete linkage method resulted in 3 clusters with a percentage of cluster 1 of 53.54%, cluster 2 of 38.38%, and cluster 3 of 8.08% which have different characteristics in each cluster.
4028442580A1C019058ANALISIS CLUSTER BERDASARKAN KARAKTERISTIK KONSUMEN MUSLIM DALAM MEMILIH RUMAH MAKAN BERSERTIFIKAT HALAL DI KABUPATEN BANYUMASIndonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Keberadaan masyarakat yang mayoritas berkeyakinan muslim menjadikan permintaan produk halal di Indonesia menjadi semakin meningkat. Salah satu wadah ketersediaan produk halal yaitu melalui wisata kuliner halal yang dibuktikan dengan adanya rumah makan bersertifikat halal. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan suatu penelitian untuk menentukan kelompok konsumen muslim berdasarkan karakteristik yang didapatkan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sosiodemografi konsumen muslim, mengetahui jumlah cluster serta cluster yang paling dominan dan perbedaan antar cluster berdasarkan konsumen muslim yang memilih makan di rumah makan bersertifikat halal di Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan dengan cara membagikan kuesioner kepada 100 responden secara offline di rumah makan bersertifikat halal yang ada di Kabupaten Banyumas dan online melalui platform google form dengan kriteria konsumen sedang dan atau sudah pernah makan di rumah makan bersertifikat halal minimal 2 kali. Kemudian dilakukan analisis cluster dengan metode hierarki dan aglomerasi complete linkage. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah cluster yang terbentuk sebanyak 2 cluster, dengan cluster 1 merupakan kelompok yang sangat peduli terhadap konsep halal (56%) dan cluster 2 merupakan kelompok yang netral terhadap konsep halal (44%). Pembagian cluster tersebut didasarkan pada enam variabel yaitu kesadaran halal, sertifikasi halal, kesehatan, bahan makanan, persepsi nilai, dan minat membeli. Sementara karakteristik konsumen berdasarkan sosiodemografi yaitu konsumen laki-laki sebanyak 42 orang dan perempuan sebanyak 58 orang. Konsumen domisili Banyumas 88 orang dan non Banyumas 12 orang. Mayoritas konsumen berada pada usia 26-35 tahun dengan tingkat pendidikan terakhir S1 dan bekerja sebagai Karyawan Swasta. Rata-rata pendapatan per bulan mencapai Rp. 3.000.000,00 – Rp. 4.999.000,00 sementara rata-rata pengeluaran per bulan Rp. 1.000.000,00 – Rp. 2.999.000,00. Biaya yang dikeluarkan tiap kali makan di rumah makan sebesar Rp. 50.000,00 – Rp. 99.000,00 dengan frekuensi mengunjungi rumah makan 1-2x seminggu.Indonesia is known as one of the countries with the largest Muslim population in the world. The existence of a society that is predominantly Muslim means the demand for halal products in Indonesia is increasing. One way to provide halal products is through halal culinary tourism as proven by the existence of halal certified restaurants. Based on this, it is necessary to carry out research to determine the Muslim consumer group based on the characteristics obtained. The aim of this research is to determine the sociodemographics of Muslim consumers and determine the number of clusters formed as well as the most dominant clusters and the differences between clusters formed based on Muslim consumers who choose to eat at halal certified restaurants in Banyumas Regency. The research was carried out by distributing questionnaires to 100 respondents offline at halal-certified restaurants in Banyumas Regency and online via the Google Form platform with the criteria that consumers were moderate and/or had eaten at halal-certified restaurants at least twice. Then cluster analysis was carried out using the complete linkage hierarchy and agglomeration method. The research results show that the number of clusters formed is 2 clusters, with cluster 1 being a group that really cares about the halal concept with a percentage of 56% and cluster 2 is a group that is less concerned about the halal concept with a percentage of 44%. The cluster division is based on six variables, namely halal awareness, halal certification, health, food ingredients, perceived value, and purchase intention. Meanwhile, consumer characteristics based on sociodemographics are 42 male consumers and 58 female consumers. There were 88 consumers domiciled in Banyumas and 12 non-Banyumas consumers. The majority of consumers are in the age range of 26-35 years with a bachelor's degree and most work as private employees. The average income per month is IDR. 3,000,000.00 – Rp. 4,999,000.00 while the average monthly expenditure is Rp. 1,000,000.00 – Rp. 2,999,000.00. The costs incurred by consumers every time they eat at a restaurant are IDR. 50,000.00 – Rp. 99,000.00 with the frequency of visiting restaurants rarely, namely 1-2x a week.
4028542581H1C017039Geologi daerah Jingkang dan Sekitarnya, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa TengahPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi secara lebih spesisik yang meliputi geomorfologi, stratigrafi, petrologi, maupun struktur geologi yang berkembang. Daerah penelitian berada di Desa Jingkang dan sekitarnya, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah pemetaan geologi pada luasan area 24 km2. Mengacu pada klasifikasi bentang alam menurut Budi Brahmantyo (2006), satuan geomorfologi pada daerah penelitian terdiri dari Satuan Perbukitan Homoklin Pulasari, Satuan Perbukitan Homoklin Banjarsari, Satuan Perbukitan Antiklin Kalibenda, Satuan Lembah Antiklin Kalibenda, Satuan Lembah Sinklin Sawangan, Satuan Perbukitan Zona Sesar Jingkang, Satuan Lembah Antiklin Kalisari, Satuan Bukit Intrusi Pancasan, Satuan Dataran Aluvial Pancasan, Satuan Dataran Aliran Lava Ajibarang, dan Satuan Perbukitan Karst Sawangan. Satuan geologi yang terdapat pada daerah penelitian dari tua ke muda yaitu Satuan Batupasir, Satuan Intrusi Diorit, Satuan Perselingan Batupasir-Batulempung, Satuan Batugamping, Satuan Lava Basalt, dan Satuan Aluvial yang dikontrol oleh struktur geologi diantaranya Sesar Turun Mengiri Tajum, Sesar Geser Kiri Menurun Jingkang, Sesar Geser Kiri Menurun Manuksiung, Antiklin Kalibenda, Sinklin Sawangan, dan Antiklin Kalisari. Sejarah geologi bermula ketika Satuan Batupasir terbentuk pada Miosen akhir, kemudian terbentuk Satuan Perselingan Batupasir-Batulempung pada Pliosen awal yang kemudian terendapkan di atasnya yaitu Satuan Batugamping. Setelah itu, adanya aktivitas tektonik akhirnya terbentuk Antiklin Kalibenda, Sinklin Sawangan, dan Antiklin Kalisari, sebelum akhirnya tersesarkan oleh Sesar Geser Kiri Menurun Jingkang, Sesar Geser Geser Kiri Menurun Manuksiung, dan Sesar Turun Mengiri Tajum, hingga terendapkan oleh satuan terakhir yaitu Satuan Lava Basalt yang membawa material dari Gunung Slamet, dan Satuan Aluvial yang mengendap di sepanjang aliran Sungai Tajum. Kondisi morfologi dan geologi yang sedemikian rupa menyimpan potensi geologi yang dapat dimanfaatkan diantaranya potensi tambang batugamping, mata air, tambang emas, maupun pemanfaatan lahan untuk berbagai penggunaan, namun juga terdapat potensi negatif diantaranya ancaman gerakan tanah yang memicu tanah longsor.This research is aims to find out more specific geological aspects that include Geomorphology, Stratigraphy, Petrology, and Structural Geology. The research area is located in Jingkang Village and surroundings, Ajibarang District, Banyumas Regency, Province of Central Java. Based on geomorphology classification by Budi Brahmantyo (2006), geomorphological units in the research area are divided by “Perbukitan Homoklin Pulasari” unit, “Perbukitan Homoklin Banjarsari” unit, “Perbukitan Antiklin Kalibenda” unit, “Lembah Antiklin Kalibenda” unit, “Lembah Sinklin Sawangan” unit, “Perbukitan Zona Sesar Jingkang” unit, “Lembah Antiklin Kalisari” unit, “Bukit Intrusi Pancasan” unit, “Dataran Aluvial Pancasan” unit, “Dataran Aliran Lava Ajibarang” unit, and “Satuan Perbukitan Karst Sawangan” unit. The geological units formed in the research area from the oldest to youngest are Sandstone, Diorite Intrusion, Intercalary of Sandstone-Mudstone, Limestone, Basalt Lava, and Alluvial. The morphology in the research area is formed inseparably from the geological structures, the Left Normal Slip Fault Tajum, Normal Left Slip Fault Jingkang, Normal Left Slip Fault Manuksiung, Anticline Kalibenda, Syncline Sawangan, and Anticline Kalisari. The geological history began when the Sandstone Unit was formed in the late Miocene, then the formation of the Intercalary of Sandstone-Mudstone and Limestone Unit at the age of late pliocene. After that, the tectonic activity which began to become massive finally formed the Kalibenda Anticline, Sawangan Syncline, and Kalisari Anticline, before finally being faulted by the Normal Left Slip Fault Jingkang, Normal Left Slip Fault Maniksiung, and the Left Normal Slip Fault Tajum, until the final units were formed, namely the Basalt Lava Unit that contains Slamet Volcano materials, and the last is Alluvial deposits along the Tajum River. That’s Morphology and geology conditions has large potential such as limestone mining, gold mining, water spring, and also can be used to various land-use. However, the research area also has negative potential like mass-movement which trigger the landslides in the future.
4028642582A1D019210Karakteristik Pertumbuhan dan Hasil Empat Varietas Tanaman Brokoli (Brassica oleraceae var. italica) Introduksi pada Musim Hujan di Dataran Tinggi Gombong Kabupaten PemalangPeningkatan minat masyarakat Indonesia terhadap sayuran brokoli belum didukung dengan upaya produksi yang baik karena hasil budidaya tanaman brokoli cukup rendah dengan konsistensi mutu yang kurang baik. Pengujian daya hasil terhadap beberapa varietas brokoli introduksi yang berpotensi memiliki daya hasil tinggi perlu dilakukan. Salah satu upaya untuk memperoleh varietas yang lebih baik, ditempuh pula melalui introduksi calon varietas/varietas yang diuji. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik pertumbuhan dan hasil beberapa varietas tanaman brokoli introduksi yang ditanam di dataran tinggi Gombong Kabupaten Pemalang dan mengetahui pertumbuhan dan hasil daya beberapa varietas tanaman brokoli introduksi yang lebih unggul dan berkualitas. Penelitian dilaksanakan pada lahan terbuka di dataran tinggi Desa Gombong, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mulai bulan Maret-Juli 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan terdiri atas empat galur introduksi yakni Chevalier, Legacy, Tie Mountain, dan Eiffel, dan dua varietas pembanding yakni Hybrida Lucky dan Valencia. Data hasil percobaan yang diamati dari data kuantitatif dianalisis dengan menggunalkan analisis ragam pada taraf kesalahan 5%. Apabila hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan, maka dilakukan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf kesalahan 5%. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, umur muncul bunga, umur panen 60% tanaman, panjang bunga, diameter bunga, berat bunga, warna bunga dan daya simpan bunga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman brokoli introduksi yaitu Chevalier, Legacy, Tie Mountain, dan Eiffel yang ditanam pada musim hujan dapat tumbuh dengan baik di dataran tinggi. Varietas introduksi terbaik yaitu varietas introduksi Chevalier dengan bobot bunga 458,53 gram, diameter bunganya 14,1 cm, dan panjang bunganya 14,38 cm.The increasing interest of the Indonesian people in broccoli vegetables has not been supported by good production efforts because the yield of broccoli cultivation is quite low with poor quality consistency. Testing the yield power of several introduced broccoli varieties that have the potential to have high yields needs to be carried out. One of the efforts to obtain better varieties is also taken through the introduction of candidate varieties/varieties that are tested. This research aims to examine the growth and yield characteristics of several introduced broccoli plant varieties planted in the Gombong highlands, Pemalang Regency and determine the growth and yield of several introduced broccoli plant varieties that are superior and of better quality. The research was carried out on open land in the highlands of Gombong Village, Belik District, Pemalang Regency, Central Java from March-July 2023. The research used a Randomized Block Design (RAK). The treatment consisted of four introduced lines, namely Chevalier, Legacy, Tie Mountain, and Eiffel, and two comparison varieties, namely Hybrida Lucky and Valencia. Experimental data observed from quantitative data were analyzed using analysis of variance at an error level of 5%. If the analysis results show a significant influence, then the DMRT (Duncan's Multiple Range Test) test is carried out at an error level of 5%. The variables observed included plant height, number of leaves, leaf area, age at flower emergence, 60% harvest age of the plant, flower length, flower diameter, flower weight, flower color and flower storage capacity. The research results show that the introduced broccoli plants, namely Chevalier, Legacy, Tie Mountain, and Eiffel, which are planted in the rainy season, can grow well in the highlands. The best introduced variety is the introduced variety Chevalier with flower weight of 458.53 grams, flower diameter of 14.1 cm, and flower length of 14.38 cm.
4028744578C1I019012READINESS, KNOWLEDGE AND OBSTACLE OF SMES IN IMPLEMENTING
DIGITALIZATION FINANCIAL REPORTS IN BANYUMAS REGENCY
Penelitian ini menyelidiki dampak kesiapan, pengetahuan, dan hambatan organisasi terhadap
digitalisasi pelaporan keuangan di kalangan UKM di Kabupaten Banyumas. Menggunakan data primer
dari 96 responden dan analisis dengan IBM SPSS, hasilnya menunjukkan bahwa kesiapan dan
pengetahuan keduanya secara signifikan dan positif mempengaruhi adopsi pelaporan keuangan digital,
sementara hambatan organisasi berdampak negatif. Penelitian ini menekankan pentingnya faktor-faktor
ini dalam mendorong UKM untuk mengadopsi pelaporan keuangan digital. Untuk meningkatkan minat
pemilik UKM dalam pelaporan keuangan digital, disarankan strategi seperti sosialisasi, pelatihan, dan
penyediaan sumber daya. Langkah-langkah ini bertujuan untuk mengenalkan pemilik usaha dengan
pelaporan digital dan menunjukkan bahwa pelaporan tersebut dapat dilakukan dengan mudah, sehingga
meningkatkan manajemen keuangan dan memperkuat praktik bisnis di Kabupaten Banyumas.
This study investigates the impact of readiness, knowledge, and organizational obstacles on the
digitalization of financial reporting among SMEs in Banyumas Regency. Using primary data from 96
respondents and analysis via IBM SPSS, the findings reveal that readiness and knowledge both
significantly and positively influence the adoption of digital financial reporting, while organizational
obstacles have a negative impact. The study underscores the importance of these factors in encouraging
SMEs to adopt digital financial reporting. To boost SME owners' interest in digital financial reporting,
strategies such as socialization, training, and resource provision are recommended. These measures aim
to familiarize business owners with digital reporting and demonstrate its manageability, thereby
enhancing financial management and strengthening business practices in Banyumas Regency.
4028844816K1A020001Sintesis Hidrotalsit Ni/Al-Kitosan dan Aplikasinya sebagai Adsorben Zat Warna Methyl OrangeZat warna methyl orange merupakan zat warna yang dapat menyebabkan
pencemaran lingkungan apabila dibuang ke badan air tanpa dilakukan pengolahan
terlebih dahulu. Pengolahan zat warna methyl orange dapat dilakukan dengan
metode adsorpsi. Hidrotalsit adalah senyawa dengan lapisan positif yang terdiri dari
logam divalen, trivalen dan anion pada antar lapis. Hidrotalsit digunakan sebagai
adsorben karena kemampuan kapasitas adsorpsinya besar. Penelitian ini bertujuan
mensintesis hidrotalsit Ni/Al-Kitosan dan mengetahui kondisi optimum adsorpsi
methyl orange yang meliputi parameter pH, waktu kontak, berat adsorben dan
konsentrasi serta model kinetika dan isoterm adsorpsi dari zat warna methyl orange
dengan hidrotalsit Ni/Al-Kitosan. Hidrotalsit Ni/Al-Kitosan berhasil disintesis
dengan metode kopresipitasi secara hidrotermal selama 20 jam pada suhu 120 ⁰C.
Hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan Fourier Transform Infra Red (FTIR)
dan X-Ray Diffraction (XRD). Berdasarkan penelitian ini diperoleh kondisi
optimum adsorpsi methyl orange oleh hidrotalsit Ni/Al-Kitosan pada pH 6, waktu
kontak 60 menit, berat adsorben 30 mg, dan konsentrasi methyl orange 10 mg/L.
Persamaan kinetika adsorpsi mengikuti model kinetika pseudo orde dua dengan
nilai R2
sebesar 0,9992, konstanta laju adsorpsi sebesar 0,0635 mg/g.menit dan nilai
qe sebesar 18,53 mg/g. Isoterm adsorpsi mengikuti model isoterm Freundlich
dengan nilai R2
sebesar 0,9902; n sebesar 1,70; KF sebesar 3,56 mg/g dan E sebesar
3,11 kJ/mol.
Methyl orange dye is a dye that can cause environmental pollution if it is
discharged into water bodies without prior processing. Processing of methyl orange
dye can be done using the adsorption method. Hydrotalcite is a compound with a
positive layer consisting of divalent, trivalent metals and anions in the interlayer.
Hydrotalcite is used as an adsorbent because of its large adsorption capacity. This
research aims synthesize Ni/Al-Chitosan hydrotalcite and knowing the optimum
condition of methyl orange including parameters pH, contact time, adsorbent
weight and concentration as well as kinetic models and adsorption isotherms of
methyl orange dye with Ni/Al-Chitosan hydrotalcite. Ni/Al-Chitosan hydrotalcite
was successfully synthesized using the hydrothermal coprecipitation method for 20
hours at a temperature of 120 ⁰C. The synthesis results were characterized using
Fourier Transform Infra Red (FTIR) and X-Ray Diffraction (XRD). Based on this
research, the optimum conditions for adsorption of methyl orange by Ni/Al-
Chitosan hydrotalcite were obtained at pH 6, contact time 60 minutes, adsorbent
weight 30 mg, and methyl orange concentration 10 mg/L. The adsorption kinetic
equation follows a pseudo second order kinetic model with an R2
value of 0.9992,
an adsorption rate constant of 0.0635 mg/g.minute and a qe value of 18.53 mg/g.
The adsorption isotherm follows the Freundlich isotherm model with an R2 value of
0.9902, n of 1.70, KF of 3.56 mg/g and E of 3.11 kJ/mol.
4028944890I1C020060STUDI MOLECULAR DOCKING SENYAWA AKTIF RIMPANG BANGLE HANTU (Zingiber ottensii) TERHADAP TOLL LIKE RECEPTOR (TLR) Timbulnya perbedaan respon imun pada individu menyebabkan dibutuhkannya modifikasi respon imun terhadap patogen melalui modulasi sistem imun. Salah satu bahan yang kaya akan senyawa dengan aktivitas terhadap sistem imun adalah Z. ottensii. Penelitian ini bertujuan untuk menguji senyawa aktif Z. ottensii secara molecular docking untuk melihat potensi aktivitasnya terhadap TLR. Molecular docking dilakukan antara senyawa zerumbone, sabinene, terpinen-4-ol dan α humulene terhadap TLR (1, 2, 3, 4, 7 dan 8) menggunakan Molegro Virtual Docker untuk mengetahui interaksinya berdasarkan nilai rerank score dan jenis ikatan dengan membandingkan hasil docking terhadap kontrol positif Diprovocim, Cu-CPT17e, MPLA, Imiquimod, Motolimod dan Cu-CPT9b. Hasil molecular docking terhadap TLR3 menunjukkan bahwa senyawa uji yang memiliki afinitas terbaik jika ditinjau dari nilai rerank score, yaitu sabinene (-45.4522 kcal/mol), zerumbone (-41.0356 kcal/mol), α-humulene (-35.8302 kcal/mol), dan terpinen-4-ol (-33.6856 kcal/mol) dengan sabinene senyawa yang dinilai potensial karena memiliki afinitas lebih baik dari ligan natifnya. Hasil molecular docking terhadap TLR8 menunjukkan bahwa senyawa uji yang memiliki rerank score dari yang terendah, yaitu terpinen-4-ol ( 45,603 kcal/mol), sabinene (-41,7491 kcal/mol), zerumbone (-38,7404 kcal/mol), dan α-humulene (-36,0631 kcal/mol). Namun, senyawa uji tidak menempati sisi aktif baik pada TLR3 maupun TLR8. Untuk itu, sabinene berpotensi memiliki aktivitas terhadap TLR3.The differences in individual immune responses have led to the need to modify the immune response to pathogens through modulation of the immune system. One of the materials rich in compounds with activity against the immune system is Z. ottensii. This study aims to test the active compounds of Z. ottensii by molecular docking to see their potential activity against TLR. Molecular docking was conducted between zerumbone, sabinene, terpinen-4-ol and α-humulene compounds against TLRs (1, 2, 3, 4, 7 and 8) using Molegro Virtual Docker to determine their interaction based on the rerank score value and bond type by comparing the docking results with positive controls Diprovocim, Cu CPT17e, MPLA, Imiquimod, Motolimod and Cu-CPT9b. The results of molecular docking against TLR3 showed that the test compounds that have the best affinity when viewed from the rerank score value, namely sabinene (-45.4522 kcal/mol), zerumbone (-41.0356 kcal/mol), α humulene (-35.8302 kcal/mol), and terpinen-4-ol (-33.6856 kcal/mol) with sabinene compound that is considered potential because it has better affinity than its native ligand. The results of molecular docking against TLR8 showed that the test compounds that had the lowest rerank score were terpinen-4-ol (-45.603 kcal/mol), sabinene (-41.7491 kcal/mol), zerumbone (-38.7404 kcal/mol), and α-humulene (-36.0631 kcal/mol). However, the test compounds did not occupy the active side on either TLR3 or TLR8. Therefore, sabinene has potential activity against TLR3.
4029044911H1E020056PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN MEDIS HABIS
PAKAI MENGGUNAKAN METODE MIN-MAX STOCK
DENGAN KLASIFIKASI MUSIC-3D PADA PUSKESMAS
KECAMATAN LIGUNG
Pengelolaan persediaan di puskesmas atau layanan kesehatan memegang peranan penting dalam kelancaran operasional. Persediaan yang tidak stabil dapat mengakibatkan masalah seperti kekosongan barang saat dibutuhkan atau penumpukan persediaan berlebihan, mengganggu efisiensi operasional, pelayanan pasien, dan keuangan organisasi terlebih pada Puskesmas Ligung sebagai fasilitas kesehatan tingkat 1 yang terletak cukup jauh dari rumah sakit atau fasilitas kesehatan tingkat berikutnya. Tujuan penelitian ini adalah memberikan rekomendasi terbaik yang dapat dipertimbangkan dalam pengelolaan persediaan yang ada pada puskesmas Ligung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Min-Max Stock yang dikombinasikan denga klasifikasi MUSIC-3D. Dimensi pendekatan yang diambil adalah HML (High-Medium-Low), FSN (Fast, Slow, Non Moving) dan SDE (Scarce-Difficult-Easy) dimana metode tersebut menghasilkan penyesuaian kebijakan terbaik berdasarkan produk yang dikategorikan. Hasil dari penelitian ini berupa aplikasi yang dapat membantu operator dalam menentukan kebijakan pengendalian persediaan dengan pertimbangan persediaan maksimum, minimum, persediaan pengaman dan titik pemesanan kembali. Hasil klasifikasi yang didapatkan menunjukkan bahwa terdapat 4 produk dengan skor 7, 13 produk dengan skor 6, 15 produk dengan skor 5, 11 produk dengan skor 4 dan 9 produk dengan skor 3 dari keseluruhan 52 produk yang dikelola oleh Puskesmas Kecamatan Ligung.The management of inventory stocks in a community health center (Puskesmas) or healthcare service plays a crucial role in ensuring smooth operational processes. Unstable stock levels can lead to issues such as unavailability of essential produks when needed or excess inventory accumulation, disrupting operational efficiency, patient services, and the organization's finances. This is particularly significant for Puskesmas Ligung, a primary healthcare facility located quite a distance from hospitals or higher-level healthcare facilities. The objective of this research is to provide the best recommendations that can be considered in managing the existing inventory at Puskesmas Ligung. The method employed in this study combines the Min-Max Stock approach with the MUSIC-3D classification. The dimensions considered in the approach are HML (High-Medium-Low), FSN (Fast, Slow, Non-Moving), and SDE (Scarce-Difficult-Easy). These methods result in the best policy adjustments based on product categorization. The outcomes of this research include an application that can assist operators in determining inventory control policies, considering maximum and minimum stock levels, safety stock, and reorder points. The classification results indicate that out of a total of 52 produks managed by Puskesmas Kecamatan Ligung, there are 4 produks with a score of 7, 13 produks with a score of 6, 15 produks with a score of 5, 11 produks with a score of 4, and 9 produks with a score of 3. These scores help in prioritizing and adjusting inventory management policies for optimal efficiency in the healthcare facility.
4029142584A1C019012ANALISIS EKONOMI DAN TEKNIS PENYEWAAN TRAKTOR RODA EMPAT PADA USAHA PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA) DI KABUPATEN BANYUMASUPJA merupakan suatu lembaga ekonomi perdesaan yang bergerak di bidang pelayanan jasa dalam rangka optimalisasi penggunaan alsintan baik di dalam maupun di luar kelompok tani untuk mendapatkan keuntungan usaha. Permasalahan yang terjadi adalah masih ada UPJA yang tidak mengoperasikan taktor roda empatnya dikarenakan berbagai macam kendala seperti ketidaksesuaian lahan dan manajemen serta pendataan keuangan UPJA yang belum baik, selain itu kajian tentang UPJA di Kabupaten Banyumas masih jarang. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan finansial dan efisiensi penggunaan traktor roda empat di Kabupaten Banyumas, dengan menganalisis menggunakan perhitungan B/C Ratio, NPV, IRR, dan BEP, selain itu efisiensi penggunaan traktor dianalisis menggunakan perhitungan KLE, KLT, dan EL.
Hasil penelitian seluruh metode penentuan kelayakan usaha menunjukkan penyewaan traktor roda empat di Kabupaten Banyumas layak untuk dijalankan karena memenuhi kriteria kelayakan B/C Ratio > 1, Net Present Value (NPV) > 0, dan Internal Rate of Return (IRR) > 5,57%. Dari perhitungan Kapasitas Lapang Efektif (KLE) dan Kapasitas Lapang Teoritis (KLT), menghasilkan nilai Efisiensi Lapang (EL) rata-rata sebesar 65,55%, yang artinya sudah dapat dikatakan layak karena Efisiensi Lapang (EL) > 50%. Hasil perbandingan menunjukkan perbedaan nilai rata-rata B/C Ratio pada Kabupaten Banyumas, Banjarnegara, dan Purbalingga sebesar 1,24 , 1,14, dan 1,37. Nilai rata-rata nilai Net Present Value (NPV) Rp. 10.666.254,00, Rp. 5.507.638,00, dan Rp. 16.972.629,00. Nilai rata-rata Internal Rate of Return (IRR) sebesar 39,38%, 55,00%, dan 66,50%. Nilai rata-rata Break Event Point (BEP) sebesar 2,17 ha/tahun, 1,19 ha/tahun, dan 2,96 ha/tahun. Nilai rata-rata Efisiensi Lapang (EL) 65,55%, 77,43%, dan 67,88%.
UPJA is a rural economic institution engaged in service services in order to optimize the use of alsintan both inside and outside the farmer group to get business benefits. The problem that occurs is that there are still UPJAs that do not operate their four-wheeled actors due to various kinds of obstacles such as land discrepancies and poor management and financial data collection of UPJA, besides that studies on UPJA in Banyumas Regency are still rare. Therefore, this study was conducted to determine the financial feasibility and efficiency of using four-wheeled tractors in Banyumas Regency, by analyzing using B/C Ratio, NPV, IRR, and BEP calculations, in addition to the efficiency of using tractors using KLE, KLT, and EL calculations.
The results of the study of all business feasibility determination methods show that four-wheeled tractor rental in Banyumas Regency is feasible to run because it meets the eligibility criteria of B/C Ratio > 1, Net Present Value (NPV) > 0, and Internal Rate of Return (IRR) > 5.57%. From the calculation of Effective Field Capacity (KLE) and Theoretical Field Capacity (KLT), resulting in an average Field Efficiency (EL) value of 65.55%, which means that it can be said to be feasible because the Field Efficiency (EL) > 50%. The comparison results showed the difference in the average B/C Ratio values in Banyumas, Banjarnegara, and Purbalingga Districts of 1.24, 1.14, and 1.37. The average Net Present Value (NPV) was Rp.10.666.254,00, Rp. 5.507.638,00, and Rp. 16.972.629,00. The average Internal Rate of Return (IRR) was 39,38%, 55,00%, and 66,50%. The average value of Break Event Point (BEP) is 2.17 ha/year, 1,19 ha/year, and 2,96 ha/year. The average value of Field Efficiency (EL) is 65.55%, 77.43%, and 67.88%.
4029242585F1D020060Peran Aktor Negara dalam Memberikan Perlindungan terhadap Anak-Anak dari Pekerja Migran Indonesia Tidak Berdokumen di MalaysiaPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menyoroti isu mengenai nasib anak para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di negara tujuan yang masih menjadi subjek yang terlupakan, terutama dalam proses pembuatan kebijakan. Penelitian ini akan melihat bagaimana peran aktor negara dalam melakukan perlindungan terhadap anak para Pekerja Migran tidak berdokumen/tidak terdokumentasi di negara Malaysia. Penelitian menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan studi kasus yang mengandalkan ‘kekayaan’ data untuk membangun gambaran yang mendalam dari suatu kasus. Teori Implementasi Kebijakan Publik digunakan untuk melihat peran dari aktor negara dalam memberikan perlindungan terhadap anak-anak PMI. Hasil serta temuan penelitian adalah peran aktor negara dalam memberikan perlindungan terhadap anak-anak PMI dilakukan dengan memfasilitas pengurusan hak kewarganegaraan serta mendekatkan jangkauan akses pendidikan. Peran pemerintah yang maksimal perlu juga didukung dengan kesadaran dari para PMI untuk menjalankan migrasi sesuai prosedur. Pemerintah perlu juga mengubah pandangan dalam melihat PMI sebagai manusia yang memiliki hasrat berkeluarga, bukan individu yang hanya menjadi alat pencari uang. Kerja sama antara lembaga-lembaga di Indonesia juga dibutuhkan untuk memaksimalkan perlindungan terhadap anak-anak dari PMI tidak berdokumen.This research was conducted with the purpose of highlighting the issue regarding the fate of the children of Indonesian Migrant Workers (PMI) in destination countries which is still a forgotten subject, especially in the policy-making process. This research will examine the role of state actors in protecting the children of undocumented migrant workers in Malaysia. The research uses qualitative methods, with a case study approach that relies on the 'richness' of data to build an in-depth picture of a case. Public Policy Implementation Theory is used to navigate the role of state actors in providing protection for the children of PMIs.
The results and findings of the research are that the role of state actors in providing protection for PMI children is carried out by facilitating the management of citizenship rights and bringing access to education closer. The government's maximum role also needs to be supported by awareness among PMIs to carry out migration according to procedures. The government also needs to change its perspective in seeing PMI as humans who have the desire to have a family, not individuals who are just tools for making money. Cooperation between institutions in Indonesia is also needed to maximize protection for children from undocumented PMI.
4029342586A1A019104FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN PETANI DALAM BERUSAHATANI PADI ORGANIK
DI DESA DAWUHAN, KALISUBE, DAN WATUAGUNG KABUPATEN BANYUMAS
Perilaku petani dalam pengambilan keputusan untuk melakukan usahatani padi organik dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik secara faktor internal maupun faktor eksternal. Salah satu permasalahan yang dihadapi petani padi organik di Kabupaten Banyumas adalah kurang mendukungnya kondisi eksternal bagi petani, seperti tidak tersedianya fasilitas pemasaran dan kurangnya pembinaan terhadap petani. Upaya dalam menangani masalah tersebut adalah perlunya pengoptimalan peran kelompok tani dengan memperkuat sistem pemasaran seperti kelompok tani dapat bergabung dengan forum pengusaha pertanian organik di berbagai media sosial. Hal ini bertujuan untuk memasarkan padi organik dan memperluas jaringan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Mengidentifikasi karakteristik petani padi organik di Desa Dawuhan, Kalisube, dan Watuagung Kabupaten Banyumas. 2) Menganalisis proses pengambilan keputusan dalam melakukan usahatani padi organik di Desa Dawuhan, Kalisube, dan Watuagung Kabupaten Banyumas. 3) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan petani dalam berusahatani padi organik di Desa Dawuhan, Kalisube, dan Watuagung Kabupaten Banyumas.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive). Penentuan sampel dalam penelitian dilakukan secara sensus atau sampling jenuh dimana terdapat anggota populasi sebanyak 43 petani semuanya dijadikan sampel. Terdapat dua jenis data yaitu data primer yang diperoleh dari wawancara dan data sekunder yang diperoleh dari studi pustaka. Skor jawaban yang berupa data ordinal diubah ke dalam bentuk data interval menggunakan metode Successive Interval. Metode analisis data yaitu dengan analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukan 1) proses pengambilan keputusan petani dalam berusahatani padi organik terdiri dari tahap pengenalan berada pada kategori tinggi, tahap persuasi berada pada kategori tinggi, tahap keputusan berada pada kategori tinggi, dan tahap konfirmasi berada pada kategori tinggi, 2) Variabel minat, hasil produksi dan harga secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap keputusan petani, sedangkan variabel hubungan sesama petani, kemudahan sarana produksi dan kemudahan pemasaran berpengaruh tidak nyata terhadap keputusan petani dalam melakukan usahatani padi organik di Desa Dawuhan, Kalisube, dan Watuagung.
Farmers' behavior in making decisions to conduct organic rice farming is
influenced by several factors, both internal and external factors. One of the problems faced by organic rice farmers in Banyumas Regency is the lack of support for external conditions for farmers, such as the unavailability of marketing facilities and the lack of guidance for farmers. Efforts in dealing with these problems are the need to optimize the role of farmer groups by strengthening the marketing system such as farmer groups can join organic farming entrepreneur forums in various social media. This aims to market organic rice and expand the market network. This research aims to find out 1) Identify the
characteristics of organic rice farmers in Dawuhan, Kalisube, and Watuagung Villages, Banyumas Regency. 2) Analyzing the decision-making process in conducting organic rice farming in Dawuhan, Kalisube, and Watuagung Villages of Banyumas Regency. 3) Analyze the factors that influence farmers' decision- making in organic rice farming in Dawuhan, Kalisube, and Watuagung Villages
of Banyumas Regency.
The research method used was the survey method. Location selection was done intentionally (purposive). Determination of the sample in the study was done by census or saturated sampling where there were 43 farmers all sampled. There are two types of data, namely primary data obtained from interviews and secondary data obtained from literature studies. Answer scores in the form of ordinal data were converted into interval data using the Successive Interval method. Data analysis methods are descriptive analysis and multiple linear regression analysis..
Result of the research showed 1) the decision-making process of farmers in
organic rice farming consists of the introduction stage is in the high category, the persuasion stage is in the high category, the decision stage is in the high category, and the confirmation stage is in the high category, 2). Variable interest, production and price together have a real effect on farmers' decisions because it has a positive relationship, while the variable relationship among farmers, ease of production facilities and ease of marketing has no real effect on farmers' decisions in conducting organic rice farming in Dawuhan Village, Kalisube and Watuagung.
4029442587F1A017061PRAKTIK DAN MOTIF PEKERJA SEKS KOMERSIAL DI USIA REMAJA DI
PURWOKERTO
Prostitusi merupakan fenomena yang ada sejak lama di dunia, tidak terkecuali di Indonesia.
Prostitusi di Indonesia bermula sejak zaman kerajaan-kerajaan jawa yang menggunakan wanita sebagai
bagian dari komoditas sistem feodal. Fenomena prostitusi hingga saat ini masih menjadi masalah yang
belum terselesaikan. Prostitusi merupakan salah satu masalah sosial yang kompleks, mengingat
prostitusi merupakan peradaban yang termasuk tertua di dunia. Metodologi penelitian ini menggunakan
penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, Hasil penelitian manyatakan bahwa pergaulan dan
faktor keluarga yang lemah adalah dua faktor krusial yang melatar belakangi penyimpangan pada
perilaku remaja yang berujung pada menjadi pekerja seks komersial di bawah umur di kalangan remaja
perempuan. Dengan memudarnya peran orang tua dalam memberi pengertian dan kedekatan terhadap
anak ternyata ikut berkontribusi terhadap munculnya fenomena pekerja seks komersial di bawah umur
di Purwokerto. Pemerintah Kabupaten Banyumas harus bertindak tegas mengenai maraknya pekerja
seks komersial di Banyumas untuk ditertibkan. Hal ini karena pada dasarnya pekerja seks komersial di
bawah umur adalah profesi yang sama namun berbeda usia. Para pekerja seks komersial di bawah umur
seharusnya diberikan pendekatan edukatif dan pemberdayaan sehingga ketika mereka berbaur dengan
masyarakat dapat diterima dengan baik dan berguna.
Prostitution is a phenomenon that has existed for a long time in the world, including in Indonesia.
Prostitution in Indonesia began during the Javanese kingdoms which used women as part of the feudal
system's commodities. The phenomenon of prostitution is still an unresolved problem. Prostitution is a
complex social problem, considering that prostitution is one of the oldest civilizations in the world. This
research methodology uses qualitative research with a descriptive approach. The results of the research
state that weak relationships and family factors are two crucial factors behind deviations in adolescent
behavior which leads to becoming underage commercial sex workers among young girls. The waning role
of parents in providing understanding and closeness to children has apparently contributed to the
emergence of the phenomenon of underage commercial sex workers in Purwokerto. The Banyumas
Regency Government must act decisively regarding the proliferation of commercial sex workers in
Banyumas to control them. This is because basically underage commercial sex workers are in the same
profession but at different ages. Underage commercial sex workers should be given an educational and
empowering approach so that when they mingle with society they can be well received and useful.
4029542588F1D020020HAK POLITIK WARGA NEGARA DAN NETRALITAS: Studi Deskriptif Terhadap Aparatur Sipil NegaraSkripsi ini bertujuan untuk membahas hubungan antara hak politik warga negara dan prinsip netralitas yang harus dipegang teguh oleh Aparatur Sipil Negara (ASN). ASN adalah pegawai Negara yang mempunyai aturan dan ketentuan dalam penggunaan hak politiknya, namun di sisi lain ASN juga sebagai warga Negara yang mempunyai hak politik yang melekat. Metodologi dalam riset ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan Studi Pustaka dalam bingkai perspektif citizenship theory. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat keseimbangan yang perlu di jaga antara hak politik warga negara dan netralitas ASN. Dalam citizenship theory, terdapat penekanan pada hak-hak dan kewajiban warga negara serta bagaimana partisipasi politik dapat membentuk identitas dan integrasi sosial. Namun, ASN juga diharapkan menjaga netralitas dalam pelaksanaan tugas pemerintahan untuk memastikan pelayanan yang adil dan tidak diskriminatif. Pemerintah perlu mengembangkan pedoman yang jelas untuk mengatur aktivitas politik ASN, memastikan bahwa hak politik warga negara dihormati sambil tetap menjaga netralitas dan integritas ASN. Kesadaran akan pentingnya netralitas ASN dan edukasi kepada ASN tentang batasan-batasan yang perlu diikuti dalam aktivitas politik juga menjadi faktor penting dalam menjaga harmoni antara kedua prinsip ini.This Research aims to discuss the relationship between citizens' political rights and the principle of neutrality which must be adhered to by the Aparatur Sipil Negara (ASN). ASN are State employees who have rules and regulations for exercising their political rights, but on the other hand ASN are also citizens who have inherent political rights. The methodology in this research uses qualitative methods and a literature study approach within the framework of a citizenship theory perspective. The research results reveal that there is a balance that needs to be maintained between the political rights of citizens and the neutrality of ASN. In citizenship theory, there is an emphasis on the rights and obligations of citizens and how political participation can shape identity and social integration. However, ASN is also expected to maintain neutrality in carrying out government duties to ensure fair and non-discriminatory services. The government needs to develop clear guidelines to regulate ASN political activities, ensuring that citizens' political rights are respected while maintaining the neutrality and integrity of ASN. Awareness of the importance of ASN neutrality and educating ASN about the boundaries that need to be followed in political activities are also important factors in maintaining harmony between these two principles.
4029642609H1A019074PERBANDINGAN KINERJA WEB SERVER DENGAN BEBERAPA KONFIGURASI UNTUK PROJECT DIGITAL INVENTORY MANAGEMENTBanyak project-project dibuat guna mempermudah pekerjaan manusia dengan memanfaatkan digitalisasi. Salah satu project yang menerapkan sistem digitalisasi adalah Digital Inventory Management yang sudah ada pada perusahaan yang membutuhkan sistem manajemen warehousing atau penyimpanan inventaris. Digital Inventory Management dalam penerapannya membutuhkan server yang di dalamnya terdapat web server untuk mengambil dan menampilkan informasi yang dibutuhkan secara real-time. Web server akan mengirim data yang diminta oleh pengguna melalui browser. Banyak berkembang bentuk server dan juga web server saat ini yang dapat diterapkan untuk project-project berbasis digital. Dalam penelitian ini, dilakukan uji kinerja dengan membandingkan kinerja web server Apache dan Nginx pada server jenis bare-metal dan virtual server untuk mengetahui web server yang paling baik diterapkan dalam Digital Inventory Management. Uji kinerja dilakukan dengan skenario pengujian yang telah ditentukan, dengan menggunakan software Apache JMeter dan dengan parameter-parameter pengujian response time, latency, dan throughput. Berdasarkan pengujian yang sudah dilakukan, didapatkan hasil Apache memiliki kinerja yang lebih unggul daripada Nginx, dengan selisih nilai tiap parameter yang kecil. Tetapi, untuk keduanya masih dapat diterapkan untuk project-project berbasis digital karena masuk dalam kategori baik berdasarkan nilai-nilai parameter yang telah diuji, pada bare-metal maupun virtual server.Many projects are created to facilitate human by utilizing digitalization. One of the projects that implement a digitization system is Digital Inventory Management which already exists in companies that need a warehousing management system or inventory storage. Digital Inventory Management in its application requires a server in which there is a web server to retrieve and display the information needed in real-time. The web server will send the data requested by the user through the browser. There are many developing forms of servers and web servers today that can be applied to digital-based projects. In this research, a performance test was conducted by comparing the performance of Apache and Nginx web servers on bare-metal servers and virtual servers to find out which web server is best applied in Digital Inventory Management. The performance test is carried out with a predetermined test scenario, using Apache JMeter software and with the testing parameters of response time, latency, and throughput. Based on the test, the results obtained Apache has better performance than Nginx, with a small difference in the value of each parameter. However, both can still be applied to digital-based projects because they fall into the good category based on the parameter values that have been tested, on bare-metal and virtual servers.
4029742589E1A018221IMPLEMENTASI HUKUM PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN DALAM PENINGKATAN KESEHATAN DAN PENCEGAHAN PENYAKIT
(Studi di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah)
ABSTRAK
Masih banyaknya penyakit menular dan penyakit tidak menular yang diderita masyarakat menjadikan pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan sebagai hal yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji terhadap implementasi hukum dan pengaruh faktor komunikasi, sarana dan prasarana, dan intensitas sosialisasi terhadap implementasi hukum program pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan dalam peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pendekatan yuridis sosiologis. Jenis dan sumber data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui angket, studi kepustakaan, dan studi dokumenter. Metode pengolahan data dengan koding, editing, dan tabulasi. Penyajian data dalam bentuk tabel data dan teks naratif. Analisis data dengan metode distribusi frekuensi analisis, tabel silang analisis, content analysis, dan comparative analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hukum program pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan dalam peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas telah terlaksana secara efektif. Hal ini dapat dilihat dari parameter yang meliputi: efektifnya tahap pengenalan kondisi desa; efektifnya tahap survei mawas diri; efektifnya tahap musyawarah di desa; efektifnya tahap perencanaan partisipatif; kurang efektifnya tahap pelaksanaan kegiatan; kurang efektifnya tahap pembinaan kelestarian. Faktor komunikasi cenderung berpengaruh positif, Faktor sarana dan prasarana cenderung tidak berpengaruh, dan faktor intensitas sosialisasi cenderung kurang berpengaruh secara signifikan terhadap implementasi hukum program pemberdayaan bidang kesehatan dalam peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas.
The large number of infectious and non-communicable diseases suffered by the community makes community empowerment in the health sector very important. This study aims to determine and examine the implementation of the law and the influence of communication factors, facilities and infrastructure, and the intensity of socialization on the implementation of the law of community empowerment programs in the health sector in improving health and preventing diseases in Kedungbanteng Village, Kedungbanteng District, Banyumas Regency. This research is a quantitative research with a sociological juridical approach method. The types and sources of data used include primary data and secondary data obtained through questionnaires, literature studies, and documentary studies. Data processing methods with coding, editing, and tabulation. Data presentation in the form of data tables and narrative text. Data analysis using frequency distribution analysis, cross table analysis, content analysis, and comparative analysis. The results showed that the legal implementation of the community empowerment program in the health sector in improving health and preventing disease in Kedungbanteng Village, Kedungbanteng Sub-district, Banyumas Regency has been carried out effectively. This can be seen from the parameters that include: The effectiveness of the introduction stage of village conditions; the effectiveness of the introspective survey stage; the effectiveness of the village deliberation stage; the effectiveness of the participatory planning stage; the lack of effectiveness of the activity implementation stage; the lack of effectiveness of the sustainability coaching stage. The communication factor tends to have a positive effect, the facilities and infrastructure factor tends to have no effect, and the socialization intensity factor tends to have a less significant effect on the legal implementation of health sector empowerment programs in improving health and preventing diseases in Kedungbanteng Village, Kedungbanteng Sub-district, Banyumas Regency.
4029842590F1A019058PEMAHAMAN SISWA SEKOLAH DASAR TERHADAP P ERILAKU BULLYING DI LINGKUNGAN SEKOLAHBullying atau perundungan merupakan fenomena sosial yang sering terjadi di masyarakat, khususnya pada anak-anak di dunia pendidikan. Perilaku bullying ini dapat dikatakan sebagai perilaku mengancam, mengintimidasi, dan menyakiti orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman siswa sekolah dasar tentang perilaku bullying di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik penentuan informan berupa purposive sampling. Penelitian dilakukan di SD Negeri 03 Ujungbarang, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. Data diambil dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif yang komponennya terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan (1) siswa mendefinisikan bullying sebagai perilaku mengejek, berkelahi, dan bercanda; (2) bentuk bullying menurut siswa meliputi menyebut nama orang tua, mengejek, dan memalak; (3) faktor terjadinya bullying menurut siswa meliputi pengaruh teman sebaya, terpaan media, dan kurangnya kontrol orang tua; (4) upaya sekolah dalam mengatasi bullying yaitu memberikan teguran kepada siswa, memasang poster dan spanduk, dan menyampaikan pesan pada saat jam pelajaran agama.

Bullying or bullying is a social phenomenon that often occurs in society, especially among children in the world of education. Behavior bullying this can be said to be behavior that threatens, intimidates and hurts other people.This research aims to describe elementary school students' understanding of behavior bullying in the school environment. The method used in this research is descriptive qualitative with the technique of determining informants in the form of purposive sampling. The research was conducted at elementary school 03 Ujungbarang, Majenang District, Cilacap Regency. Data was taken by observation, interviews and documentation. The data analysis technique used is interactive analysis whose components consist of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show (1) students define bullying as teasing, fighting, and joking behavior; (2) shape bullying according to students includes calling parents names, making fun of them, and scolding them; (3) factors of occurrence bullying according to students include peer influence, media exposure, and lack of parental control; (4) the school's efforts to overcome bullying namely giving warnings to students, putting up posters and banners, and conveying messages during religious class hours.
4029944579H1A020062IMPLEMENTASI MIKROTIK ROUTERBOARD UNTUK OPTIMASI BANDWIDTH DAN KEAMANAN JARINGAN DI PT. PLN ICON PLUS PURWOKERTOImplementasi Mikrotik Routerboard digunakan untuk mengatasi permasalahan yang terdapat di PT. PLN Icon Plus Purwokerto, yaitu bandwidth dan keamanan jaringan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengimplementasikan solusi yang dapat mengoptimalkan penggunaan bandwidth sekaligus meningkatkan tingkat keamanan jaringan di PT. PLN Icon Plus Purwokerto. Dalam mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode Simple Queue untuk manajemen bandwidth dan metode Firewall yang menggunakan fitur Filter Rules, Address List, dan Layer 7 Protocols untuk keamanan jaringan. Metode Simple Queue digunakan untuk mengelola bandwidth yang nantinya diatur batasan bandwidth sesuai dengan kebutuhan pada tiap ruangan. Sedangkan metode Firewall digunakan untuk mengamankan port dan jaringan mana saja yang bisa masuk dan keluar melewati mikrotik guna melindungi jaringan. Dengan implementasi Mikrotik Routerboard, penulis berhasil meningkatkan efisiensi penggunaan bandwidth secara signifikan dan mengatasi kendala-kendala yang sebelumnya menghambat kinerja jaringan. Selain itu, tingkat keamanan jaringan juga mengalami peningkatan yang nyata melalui penerapan aturan firewall yang ketat dan langkah-langkah keamanan yang relevan. Dengan demikian, PT PLN Icon Plus Purwokerto dapat menjalankan operasinya dengan lebih efisien dan merasa lebih aman dalam mengakses suatu jaringan. Kesimpulannya, implementasi Mikrotik Routerboard ini berhasil mengatasi permasalahan bandwidth dan meningkatkan keamanan jaringan yang memberikan manfaat nyata bagi perusahaan.Implementation of Mikrotik Routerboard is used to overcome problems at PT. PLN Icon Plus Purwokerto, namely bandwidth and network security. Therefore, the aim of this research is to implement a solution that can optimize bandwidth usage while increasing the level of mikrotik and network security at PT. PLN Icon Plus Purwokerto. To achieving this goal, this research uses the Simple Queue method for bandwidth management and the Firewall method which uses the Filter Rules, Address List and Layer 7 Protocols features for network security. The simple queue method is used to manage bandwidth, which will then set bandwidth limits according to the needs of each room. Meanwhile, the Firewall method is used to secure any ports and network that can enter and exit through the mikrotik to protect the network. With the implementation of Mikrotik Routerboard, the author successfully improved the efficiency of bandwidth utilization significantly and addressed the challenges that previously hindered network performance. Additionally, the network security level also experienced a notable enhancement through the enforcement of strict firewall rules and relevant security measures. Consequently, PT PLN Icon Plus Purwokerto can operate more efficiently and feel safer accessing a network. In conclusion, this Mikrotik Routerboard implementation successfully addressed bandwidth issues and enhanced network security, providing tangible benefits for the company.
4030042592F1D018050Pengaruh Terpaan Media Pamflet Terhadap Tingkat Partisipasi Politik Masyarakat di Desa Mipiran, Kecamatan Padamara, Dalam Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Purbalingga Tahun 2020Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh terpaan pemberitaan politik di media pamflet terhadap tingkat partisipasi politik Masyarakat di Desa Mipiran. Teori yang digunakan untuk menjelaskan pengaruh terpaan media pamflet terhadap tingkat partisipasi politik adalah, Teori Jarum Suntik. Sasaran penelitian ini adalah Masyarakat Desa Mipiran yang telah memiliki hak pilih dalam Pilkada Purbalingga tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan untuk menentukan sampel dalam penelitian ini menggunakan margin of error 10% yang kemudian telah ditentukan terdapat 96 responden dari 2.439 populasi yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Purbalingga tahun 2020. Dari 96 responden yang tersebar di 7 wilayah TPS, maka untuk memperoleh sampel yang representatif digunakan Teknik proportional random sampling, dengan mengambil subjek dari setiap wilayah TPS ditentukan seimbang dengan banyaknya subjek di masing-masing wilayah TPS. Kemudian dilakukan Teknik simple random sampling yaitu pengambilan sampel secara acak sederhana yaitu warga yang sudah memiliki hak pilih. Analisis penelitian ini menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil temuan penelitian ini menunjukan bahwa terpaan media pamflet terhadap tingkat partisipasi Masyarakat di Desa Mipiran berpengaruh positif. Lalu besarnya pengaruh terpaan media pamflet terhadap tingkat partisipasi politik adalah sebesar 41,7%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu telah terbukti bahwa hipotesis kerja atau H1 diterima. Lebih lanjut, hal tersebut membuktikan kesesuaian dengan teori Jarum Suntik bahwa terpaan media mempengaruhi tingkat partisipasi politik.This research was conducted to determine the influence of exposure to political reporting in pamphlet media on the level of political participation of the community in Mipiran Village. The theory used to explain the influence of exposure to pamphlet media on the level of political participation is the Syringe Theory. The target of this research is the Mipiran Village Community who have the right to vote in the 2020 Purbalingga Regional Election. This research is quantitative research and to determine the sample in this research using a margin of error of 10% which was then determined to be 96 respondents from the 2,439 population registered in the List. Permanent Voters (DPT) based on data from the Purbalingga Regency General Election Commission in 2020. Of the 96 respondents spread across 7 TPS areas, to obtain a representative sample a proportional random sampling technique was used, by taking subjects from each TPS area determined to be balanced by the number of subjects in each TPS area. Then a simple random sampling technique was carried out, namely simple random sampling of citizens who already had the right to vote. This research analysis uses simple linear regression analysis. The findings of this research show that exposure to pamphlet media has a positive effect on the level of community participation in Mipiran Village. Then the magnitude of the influence of exposure to pamphlet media on the level of political participation was 41.7%. The conclusion of this research is that it has been proven that the working hypothesis or H1 is accepted. Furthermore, this proves conformity with the Syringe theory that media exposure influences the level of political participation.