Home
Login.
Artikelilmiahs
42591
Update
YANUAR RAHMAN MULYAWAN
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Variasi Dosis Pupuk Organik Dan Jadwal Irigasi Tetes Otomatis Terhadap Produktivitas Tanaman Serai Wangi Pada Lahan Marginal
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tanaman serai wangi yang merupakan tanaman yang biasa dimanfaatkan untuk menghasilkan minyak atsiri. Potensi dari tanaman serai wangi ini cukup besar, melihat semakin berkembangnya industri kosmetik dan industri pangan. Perkembangan terakhir menunjukkan peningkatan permintaan akan produk tanaman serai wangi. Tanaman serai wangi dapat menjadi salah satu prospek ekonomi yang cukup potensial. Petani pada umumnya menanam serai wangi di lahan-lahan marginal dengan topografi yang beragam, mulai dari yang datar sampai berlereng secara monokultur, dimana produksi pada panen 1 sampai ke 3 meningkat, akan tetapi panen berikutnya sampai panen ke 7 produksi turun hampir 50%. Hal tersebut dapat terjadi karena meningkatnya umur rumpun tumbuhnya makin keatas, sehingga akar yang baru tumbuh tidak dapat mencapai tanah yang menyediakan hara. Penelitian ini dilaksanakan di lahan laboratorium Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Kedungrandu, Patikraja, Banyumas pada bulan September 2022 – April 2023. Hasil penelitian menunjukan pengaruh perlakuan variasi dosis pupuk organik (PO) secara statistik menunjukkan bahwa tidak berpengaruh nyata. Pengaruh perlakuan variasi jadwal irigasi tetes otomatis (SI) secara statistik menunjukkan bahwa berpengaruh nyata tinggi tanaman. Sementara variabel produktivitas tanaman serai wangi yang lainnya secara grafik menunjukkan perbedaan antara perlakuan. Kombinasi perlakuan jadwal irigasi tetes otomatis (SI) dan dosis pupuk organik (PO) yang berpotensi optimal dalam menghasilkan produktivitas tanaman yaitu perlakuan jadwal irigasi tetes otomatis 5 harian (SI5) dan dosis pupuk organik 500 gr/m2 (PO1) atau SI5-PO1.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The citronella plant is a plant that is usually used to produce essential oil. The potential of the citronella plant is quite large, considering the growing development of the cosmetics industry and food industry. Recent developments show an increase in demand for citronella plant products. The citronella plant can be a potential economic prospect. Farmers generally plant citronella on marginal land with varying topography, from flat to sloping in monoculture, where production in the 1st to 3rd harvest increases, but in the next harvest until the 7th harvest, production drops by almost 50%. This can happen because the growing age of the clump increases, so that the newly growing roots cannot reach the soil that provides nutrients. This research was carried out in the Agronomy laboratory area, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Kedungrandu, Patikraja, Banyumas in September 2022 – April 2023. The results of the research show that the effect of varying doses of organic fertilizer (PO) treatment statistically shows that it has no real effect. The effect of treatment variations in the automatic drip irrigation (SI) schedule statistically shows that it has a significant effect on plant height. Meanwhile, other citronella plant productivity variables graphically show the differences between treatments. The combination of automatic drip irrigation schedule treatment (SI) and organic fertilizer dosage (PO) that has the potential to be optimal in producing plant productivity is the 5 daily automatic drip irrigation schedule treatment (SI5) and organic fertilizer dosage of 500 gr/m2 (PO1) or SI5-PO1.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save