Artikelilmiahs
Menampilkan 40.261-40.280 dari 48.905 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 40261 | 42560 | I1A019073 | Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kelengkapan Antenatal Care (ANC) pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Cilongok I Kabupaten Banyumas | Latar Belakang: Antenatal Care (ANC) merupakan pengawasan dalam kehamilan untuk mencegah terjadinya komplikasi dan risiko lainnya serta sebagai salah satu upaya untuk menurunkan angka kematian ibu. Adanya kebijakan ANC terbaru mewajibkan ibu hamil melakukan pemeriksaan dengan lengkap sesuai standar K6. Puskesmas Cilongok I merupakan salah satu puskesmas dengan cakupan K6 yang belum optimal yaitu sebesar 69,79% pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kelengkapan ANC pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Cilongok I Kabupaten Banyumas. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional yang dilakukan dari bulan Februari 2023-September 2023 di wilayah kerja Puskesmas Cilongok I Kabupaten Banyumas. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 379 ibu hamil yang berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Cilongok I. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 85 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Analisis data meliputi univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Hasil Penelitian: Terdapat hubungan antara umur, pengetahuan, keterjangkauan pelayanan kesehatan, dukungan bidan, dan dukungan keluarga dengan kelengkapan ANC. Tidak terdapat hubungan antara riwayat komplikasi dan penyakit dengan kelengkapan ANC. Variabel yang paling berpengaruh terhadap kelengkapan ANC yaitu dukungan keluarga (p=0,000; OR=13,831; 95% CI 3,734 – 51,235), artinya ibu hamil yang mendapatkan dukungan dari keluarga berpeluang 13,831 kali untuk melakukan pemeriksaan ANC dengan lengkap daripada ibu hamil yang tidak mendapatkan dukungan dari keluarga. Kesimpulan: Ibu hamil yang mendapatkan dukungan dari keluarga akan melakukan pemeriksaan ANC dengan lengkap daripada ibu hamil yang tidak mendapatkan dukungan dari keluarga. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Ibu Hamil, Kelengkapan ANC. | Background: Antenatal Care (ANC) is a monitoring in pregnancy to prevent complications and other risks as one of strategies to reducing maternal mortality rate. The latest ANC policy requires pregnant women to have a complete examination according to the K6 standard. Cilongok I Public Health Center is one of the Public Health Center with K6 coverage that is not optimal at 69.79% in 2022. This study aims to determine the factors influence the completeness of ANC in pregnant women in the working area of Cilongok I Public Health Center Banyumas Regency. Methods: This study used a cross-sectional approach conducted from February 2023-September 2023 in the working area of Cilongok I Public Health Center Banyumas Regency. The population was 379 pregnant women who live in the working area of Cilongok I Public Health Center. Respondents in this study was 85 pregnant women selected by cluster random sampling. The data analyzed in univariate, bivariate, and multivariate. Results: There is a relationship between age, knowledge, affordability of health services, midwife support, and family support with the completeness of the ANC. There is no relationship between the history of complications and disease with the of the ANC examination. The variable that most influenced the completeness of the ANC is family support (p=0.000; OR=13.831; 95% CI 3,734-51,235), its means that pregnant women who receive support from their families have a 13,831 times greater chance of complete ANC than pregnant women who do not receive support from their families. Conclusion: Pregnant women who receive support from their families will do a complete ANC more likely than pregnant women who receive less support from their families. Keywords: Family Support, Pregnant Women, Completeness of ANC | |
| 40262 | 42535 | A1D019209 | Kajian Pemberian Pupuk NPK-SR, Takaran Jerami, dan Genangan Air terhadap Sifat Kimia Tanah, Air dan Pertumbuhan Varietas Padi IR-64 | Pupuk NPK merupakan jenis pupuk majemuk yang umum digunakan dalam proses budidaya tanaman padi sawah. Aplikasi pupuk NPK dengan dosis berlebih dapat menimbulkan dampak negatif berupa pencemaran air tanah dan sungai oleh nitrat serta terganggunya keseimbangan hara dalam tanah. Alternatif yang dapat diimplementasikan dalam mengatasi dampak negatif tersebut yaitu dengan melalukan modifikasi pupuk NPK menjadi pupuk NPK-Slow Release (SR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK-SR berbagai grade P, takaran jerami dan genangan air terhadap sifat kimia tanah, air dan pertumbuhan varietas padi IR-64. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri atas 3 faktor, yaitu pupuk majemuk NPK-SR pada perbedaan grade P (5 aras), takaran jerami (2 aras) dan ketinggian genangan air (2 aras). Jumlah perlakuan adalah 5 x 2 x 2 atau 20 kombinasi perlakuan, diulang 3 kali sehingga diperoleh 60 unit percobaan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) pada taraf 5% untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Apabila hasil sidik ragam berbeda nyata maka untuk membandingkan rata-rata perlakuan dilakukan uji lanjutan dengan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan pemberian pupuk NPK-SR, takaran jerami dan genangan air berpengaruh nyata terhadap nilai pH potensial, K tersedia tanah dan pH air. Pemberian pupuk NPK-SR berbagai grade P secara signifikan memberikan pengaruh terhadap variabel pertumbuhan tanaman yaitu meningkatkan tinggi tanaman sebesar 9,46-12,92 cm, meningkatkan jumlah daun sebanyak 29-40 helai/rumpun serta meningkatkan jumlah anakan sebanyak 7-9 anakan/rumpun. Berdasarkan penelitian, pupuk NPK-SR dapat dijadikan sebagai pupuk alternatif pengganti pupuk NPK konvensional yang beredar di pasaran. Pupuk NPK-SR memiliki sifat ramah lingkungan, sehingga mampu meminimalisir pencemaran lingkungan. | NPK fertilizer is a type of compound fertilizer that commonly used in the process of cultivating lowland rice plants. Application of excessive doses of NPK fertilizer can cause negative impacts in the form of pollution of groundwater and rivers by nitrates and disruption of the nutrient balance in the soil. An alternative that can implemented to overcome these negative impacts is by modifying NPK fertilizer to become NPK-Slow Release (SR) fertilizer. This research aims to determine the effect of applying NPK-SR fertilizer of various grades of P, straw dosage, and standing water on the chemical properties of soil, water, and growth of the IR-64 rice variety. The research was structured using a Completely Randomized Block Design (RCBD) which is consisted of 3 factors, namely NPK-SR compound fertilizer at different grades of P (5 levels), amount of straw (2 levels), and height of water pools (2 levels). The number of treatments is 5 x 2 x 2 or 20 treatment combinations, repeated 3 times to obtain 60 experimental units. Observation data were analyzed using variance analysis (ANOVA) at the 5% level to determine the effect of treatment. If the variance results are significantly different then to compare the treatments average a follow-up test is carried out with DMRT (Duncan's Multiple Range Test) at the 5% level. The results showed that the combination of treatments of NPK-SR fertilizer, straw dosage, and waterlogging had a significant effect on potential pH values, soil available K, and water pH. The application of NPK-SR fertilizer of various grades of P increases plant height by 9.46-12.92 cm, the number of leaves by 29-40/clump, and the number of tillers by 7-9 tillers/clump. Therefore, NPK-SR fertilizer is considered to be used as an alternative fertilizer to replace conventional NPK fertilizer on the market. NPK-SR fertilizer is environmentally friendly, so it can reduce environmental pollution. | |
| 40263 | 42569 | J1B017063 | VARIASI FONOLOGIS DAN LEKSIKAL PADA PEDAGANG DAN PEMBELI DI PASAR KLIWON KALIBENING KABUPATEN BANJARNEGARA (KAJIAN SOSIODIALEK) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk variasi dan leksikal serta faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan bahasa oleh pedagang dan pembeli di Pasar Kliwon Kalibening Banjarnegara yang terletak berdekatan dengan perbatasan Banjarnegara-Pekalongan. Penelitian menggunakan pendekatan sosiodialek dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menemukan varisi fonologis dan leksikal serta faktor yang mempengaruhi penggunaan bahasa di Pasar Kliwon Kalibening. Dari 16 data yang ditemukan terdapat 5 variasi vokal pada tataran variasi fonologis dan 3 variasi leksikal. Selain itu terdapat faktor sosial yang mempengaruhi penggunaan bahasa seperti penggunaan bahasa dengan konteks jual beli karena data yang ditemukan berupa percakapan di Pasar Kliwon Kalibening. Terdapat juga faktor jenis kelamin, usia dan hubungan kekerabatan yang mempengaruhi penggunaan Bahasa Jawa krama atau ngoko. Penggunaan Bahasa Jawa pada peristiwa tutur yang ditemukan disebabkan karena pasar tersebut terletak di Jawa Tengah. | This study aims to find out the form of variation and lexical as well as the factors that influence the use of language by traders and buyers in Pasar Kliwon Kalibening Banjarnegara which is located close to the Banjarnegara-Pekalongan border. The research uses a sociodialect approach with a qualitative descriptive method. The results found phonological and lexical variations as well as factors affecting language use in Pasar Kliwon Kalibening. There are 5 local variations at the level of phonological variation and 3 lexical variations from 16 data obtained. In addition, there are social factors that influence language use such as language use with the context of buying and selling because the data found are conversations at Kliwon Kalibening Market. There are also other factors such as gender, age and kinship relationships that influence the use of Javanese language krama or ngoko. The use of Javanese language in the speech events found is due to the fact that the market is located in Central Java. | |
| 40264 | 42559 | A1D116035 | TAMPILAN TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annum L.) YANG DITANAM PADA MEDIA TANAH ASAL TANAH ANDISOL BERLERENG DESA PANDANSARI BREBES | Kandungan unsur hara di daerah berlereng memiliki potensi erosi yang menyebabkan kandungan hara menjadi rendah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai Februari 2022 di Laboratorium Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dan Laboratorium Tanah Fakultas Pertanian. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 7 perlakuan dan diulang 6 kali sehingga terdapat 42 unit percobaan. Data hasil pengamatan dianalisis dengan sidik ragam pada taraf 5%, dilanjut uji jarak berganda Duncan’s pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan kandungan hara pada tanah andisol tergolong rendah. | Nutrient content in sloping areas has erosion potential which results in low nutrient content. Research conducted from December 2021 to February 2022 in the screen house of the faculty of Agriculture and Soil Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The experimental design was a Randomized Block Design (RBD) consisted of 7 treatmens and repeated 6 times, so there are 42 experimental units. Observed data were analyzed with variance at 5% level, Further tests were carried out with Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at the 5% level of significance. The results showed that the nutrient content of andisol soil was low. | |
| 40265 | 42571 | A1D018096 | PARAMETER GENETIK POPULASI F3 PADI (Oryza sativa L.) KETURUNAN PERSILANGAN BASMATI DELTA 9 x BASMATI PAKISTAN | Upaya peningkatan produksi padi salah satunya melalui program pemuliaan tanaman dengan varietas unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari koefisien keragaman genetik, heritabilitas dalam arti luas, kemajuan genetik, hubungan antar sifat-sifat terhadap komponen hasil padi populasi F3 keturunan persilangan Basmati Delta x Basmati Pakistan. Penelitian dilakukan di lahan sawah Desa Pasir Kulon, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, dari bulan Juli-Desember 2021. Materi genetik yang digunakan adalah tanaman padi populasi F3 dari persilangan Basmati Delta 9 x Basmati Pakistan, Basmati Delta 9 dan Basmati Pakistan sebagai dua genotipe tetua. Perkiraan ragam lingkungan, ragam fenotipe, ragam genotype, koefisien keragaman genetik, koefisien keragaman fenotipe, heritabilitas, dan kemajuan genetik, dihitung untuk sifat komponen hasil melalui analisis pendugaan parameter genetik. Keragaman genetik yang luas, heritabilitas yang tinggi, dan kemajuan genetik yang tinggi diperolah pada tinggi, jumlah anakan produktif, jumlah anakan total, jumlah gabah per malai, persentase gabah isi per malai, bobot 1000 butir gabah, dan bobot gabah per rumpun. Korelasi nyata positif dan pengaruh langsung terhadap hasil diperoleh pada tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah per malai, dan bobot 1000 butir gabah. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa karakter tersebut dapat digunakan sebagai kriteria seleksi. | One of the efforts to increase rice production is through plant breeding programs with superior varieties. This study aims to study the coefficient of genetic diversity, heritability in a broad sense, genetic progress, the relationship between traits to the rice yield component of the F3 population descended from the Basmati Delta x Basmati Pakistan cross. The research was conducted in the rice fields of Pasir Kulon Village, Karanglewas District, Banyumas Regency, from July-December 2021. The genetic material used was F3 population rice plants from crosses of Basmati Delta 9 x Basmati Pakistan, Basmati Delta 9 and Basmati Pakistan as the two parental genotypes. Estimates of environmental diversity, phenotype variety, genotype variety, genetic diversity coefficient, phenotype diversity coefficient, heritability, and genetic advance, are calculated for the nature of the result components through genetic parameter estimation analysis. wide genetic diversity, high heritability, and high genetic progress obtained in plant height, number of productive tillers, total tiller number, number of grains per panicle, percentage of filled grain per panicle, weight of 1000 grains of grain, and weight of grain per grove. A real positive correlation and direct influence on yield was obtained for plant height, number of productive tillers, panicle length, number of grains per panicle and weight of 1000 grains. Therefore, it can be concluded that these characters can be used as selection criteria. | |
| 40266 | 42562 | A1D019184 | Formulasi Biofertilizer Cair Berbasis Bakteri Pelarut Fosfat dan Pengaruh Aplikasinya Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Padi | Fosfor (P) adalah salah satu unsur hara esensial bagi tanaman. tanaman membutuhkan fosfor untuk pertumbuhannya, namun ketersediaan fosfat yang diserap oleh tanaman di dalam tanah sangar rendah. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan P di dalam tanah dengan pemupukan melalui biofertilizer. Salah satu bakteri yang dapat digunakan sebagai biofertilizer adalah bakteri pelarut fosfat (BPF). Isolat bakteri KR1, SR2 dan TG4 memiliki kemampuan sebagai pelarut fosfat. Isolat bakteri yang digunakan dari rizosfer tanaman singkong di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompatibilitas konsorsium isolat bakteri pelarut fosfat (KR1, SR2, dan TG4), mengetahui formulasi biofertilizer cair bakteri pelarut fosfat terbaik ditinjau dari daya simpan (jumlah populasi bakteri, pH, aroma dan warna), dan mengetahui formulasi biofertilizer cair bakteri pelarut fosfat yang terbaik ditinjau dari bioassay pada pertumbuhan bibit tanaman padi. Variabel kualitas biofertilizer cair meliputi uji kompatibilitas, jumlah populasi bakteri, pH, aroma dan warna. Variabel pengamatan bioassay, yaitu daya kecambah benih, tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot segar dan kering tanaman, warna daun, warna batang dan volume akar. Bedasarkan hasil penelitian tentang formulasi biofertilizer cair berbasis bakteri pelarut fosfat dan pengaruh aplikasinya terhadap pertumbuhan bibit tanaman padi, dapat disimpulkan bahwa: 1) Isolat bakteri KR1, SR2 dan TG4 bersifat kompatibel. 2) Media pembawa dengan bakteri baik ekstrak kacang hijau maupun limbah cair tahu tidak menunjukkan pembeda terhadap pertumbuhan bakteri dan daya simpan. 3) Konsorsium BPF yang diuji dengan media pembawa ekstrak kacang hijau, molase dan air kelapa hanya menaikkan bobot kering pada bibit tanaman padi. | Phosphorus (P) is one of the essential nutrients for plants. Plants need phosphorus for their growth, but the availability of phosphate absorbed by plants in the soil is very low. Efforts can be made to increase the availability of P in the soil by fertilisation through biofertilisers. One of the bacteria that can be used as a biofertiliser is phosphate solubilising bacteria (BPF). Bacterial isolates KR1, SR2 and TG4 have the ability as phosphate solvents. Bacterial isolates used from the rhizosphere of cassava plants in Banyumas Regency, Central Java. This study aims to determine the compatibility of a consortium of phosphate-solubilising bacterial isolates (KR1, SR2, and TG4), To determine the best phosphate solubilising bacteria liquid biofertilizer formulation in terms of shelf life (total bacterial population, pH, aroma and colour), and determine the best phosphate solubilising bacteria liquid biofertiliser formulation in terms of bioassay on rice seedling growth. Liquid biofertiliser quality variables include compatibility test, bacterial population count, pH, odour and colour. The bioassay observation variables were seed germination, plant height, leaf number, root length, plant fresh and dry weights, leaf colour, stem colour and root volume. Based on the results of research on the formulation of liquid biofertiliser based on phosphate solubilising bacteria and the effect of its application on the growth of rice seedlings, it can be concluded that: 1) Bacterial isolates KR1, SR2 and TG4 are compatible. 2) Carrier media with bacteria from both mung bean extract and tofu liquid waste showed no difference in bacterial growth and shelf life. 3) The BPF consortium tested with carrier media of mung bean extract, molasses and coconut water only increased the dry weight of rice seedlings. | |
| 40267 | 44577 | F1F020076 | Perjuangan Hak-Hak Perempuan Adat di Filipina: Studi Kasus Aktivisme LILAK (Purple Action for Indigenous Women’s Rights) melalui Perspektif Ekofeminisme tahun 2020-2022 | Masyarakat adat di Filipina termasuk kelompok yang paling rentan dan terpinggirkan. Perempuan adat pun muncul sebagai subkelompok yang sangat rentan. Mereka mengalami interseksionalitas antara penindasan dan kerentanan yang disebabkan oleh gender, etnis, kelas, dan lokasi geografis. Organisasi seperti LILAK (Purple Action for Indigenous Women's Rights) telah memainkan peran penting dalam memajukan hak-hak perempuan adat dan memperjuangkan partisipasi mereka dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan perspektif ekofeminis yang menjadi kerangka dasar untuk memahami aktivisme LILAK pada tahun 2020-2022 dalam memperjuangkan hak-hak perempuan adat di Filipina. Selama tahun 2020-2022, LILAK terlibat dalam aktivisme berdampak tinggi di Filipina, melewati krisis pandemi COVID-19 dan serangkaian badai topan, serta secara aktif terlibat dalam advokasi menentang operasi pertambangan OceanaGold Philippines Inc. Upaya LILAK sejalan dengan prinsip ekofeminis, tetapi terdapat tantangan dalam penerapan kerangka tersebut. LILAK perlu memastikan bahwa aktivisme mereka bersifat interseksional dan inklusif terhadap seluruh pengalaman perempuan adat. LILAK juga perlu mengatasi kelemahan dan memitigasi ancaman, terutama yang terkait dengan keterbatasan sumber daya dan tantangan politik, untuk mencapai dampak yang berkelanjutan. | Indigenous people in the Philippines are among the most vulnerable and marginalised groups. Indigenous women have also emerged as a particularly vulnerable subgroup. They experience intersections of oppression and vulnerability caused by gender, ethnicity, class, and geographic location. Organisations such as LILAK (Purple Action for Indigenous Women's Rights) have played an important role in advancing the rights of indigenous women and fighting for their participation in decision-making. This research uses an ecofeminist perspective, which is the basic framework for understanding LILAK's activism in 2020-2022, fighting for the rights of indigenous women in the Philippines. During 2020-2022 LILAK engaged in high-impact activism in the Philippines, weathering the COVID-19 pandemic crisis and a series of typhoons, as well as actively engaging in advocacy against OceanaGold Philippines Inc.'s mining operations. LILAK's efforts are in line with ecofeminist principles, but there are challenges in implementing the framework. LILAK needs to ensure that their activism is intersectional and inclusive of all indigenous women's experiences. LILAK also needs to address weaknesses and mitigate threats, especially those related to limited resources and political challenges, to achieve sustainable impact. | |
| 40268 | 44806 | A1D020049 | Pengaruh Formula Kasgot yang Diperkaya Biochar dan Zeolit terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. Saccharata Sturt) di Tanah Ultisol | Jagung manis memiliki peluang pasar yang besar dan permintaan yang terus meningkat. Oleh karena itu, dibutuhkan perluasan lahan seperti ultisol untuk mengatasi masalah ini. Tanah ultisol merupakan tanah yang miskin unsur hara terutama kandungan bahan organik. Bahan organik yang dimanfaatkan yaitu kasgot. Kasgot yaitu sisa biokonversi larva Hermetia illucens. Tetapi, kasgot memiliki kekurangan, tingginya konsentrasi Fe Total yang melebihi standar yaitu 30748,79 ppm yang berpotensi meracuni tanaman. Kasgot memiliki kandungan N 1,90% dan C/N ratio 10,57 yang hasilnya di bawah standar Kepmentan RI No. 261/KPTS/SR.310/M/4/2019. Terkait kekurangan kasgot, dapat diatasi dengan penambahan biochar yang berpengaruh terhadap perbaikan kualitas kesuburan tanah (C-organik dan KTK). Legum kacang tanah dapat ditambahkan untuk meningkatkan kandungan hara N. Hal itu didukung zeolit untuk mengikat hara yang tersedia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui formula kasgot yang diperkaya biochar dan zeolit yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial. Perlakuannya adalah K0 : kontrol negatif (air), K1: kontrol positif (pupuk NPK), K2 : kasgot 100%, K3 : kasgot 88% + biochar 5% + legum 2% + zeolit 5%, K4 : kasgot 76% + biochar 10% + legum 4% + zeolit 10%, K5 : kasgot 64% + biochar 15% + legum 6% + zeolit 15%, dan K6 : kasgot 52% + biochar 20% + legum 8% + zeolit 20%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F pada taraf kesalahan 5% dan apabila berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan K2 (kasgot 100%) memberikan pengaruh terbaik pada pertumbuhan tanaman jagung manis jika ditinjau dari tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun dan luas daun. | Sweet corn has a large market opportunity and demand continues to increase. Therefore, land expansion such as ultisol is needed to overcome this problem. Ultisol soil is soil that is poor in nutrients, especially organic matter. The organic material used is kasgot. Kasgot is the remaining bioconversion of Hermetia illucens larvae. However, kasgot has a drawback, the high concentration of Total Fe which exceeds the standard, namely 30748.79 ppm, which has the potential to poison plants. Kasgot has an N content of 1.90% and a C/N ratio of 10.57, the results of which are below the standards of the Republic of Indonesia Minister of Agriculture Decree No. 261/KPTS/SR.310/M/4/2019. Regarding the lack of kasgot, it can be overcome by adding biochar which has an effect on improving the quality of soil fertility (C-organic and KTK). Peanut legumes can be added to increase the N nutrient content. This is supported by zeolite to bind the available nutrients so that the nutrients are still there. The aim of this research is to determine the kasgot formula enriched with biochar and zeolite which can increase the growth and yield of sweet corn plants. The design used is a non-factorial randomized block design (RAK). The treatments were K0: negative control (water), K1: positive control (NPK fertilizer), K2: 100% kasgot, K3: 88% kasgot + 5% biochar + 2% legumes + 5% zeolite, K4: 76% kasgot + biochar 10% + legumes 4% + zeolite 10%, K5 : kasgot 64% + biochar 15% + legumes 6% + zeolite 15%, and K6 : kasgot 52% + biochar 20% + legumes 8% + zeolite 20%. The data obtained were analyzed using the F test at an error level of 5% and if they were significantly different then continued with Duncan's multiple range test at an error level of 5%. The results of the research showed that K2 treatment (100% cashgot) had the best effect on the growth of sweet corn plants when viewed from plant height, stem diameter, number of leaves and leaf area. | |
| 40269 | 44889 | K1C020048 | Rancang Bangun Smart Door Double Lock Menggunakan Sensor RFID dan Piezoelektrik dengan Home Security Detector Berbasis IoT | Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, kunci konvensional dinilai semakin tidak efisien. Selain rentan terhadap pembobolan, kunci konvensional juga lebih mudah diduplikat dan kurang praktis. Kekurangan-kekurangan pada sistem kunci konvensional tersebut dapat diatasi dengan beralih ke sistem kunci digital. Peneliti merancang dan membangun sistem smart door double lock yang dapat diakses menggunakan irama ketukan dan NUID pada RFID tag. Kunci pintu ada sistem ini juga diakses menggunakan ponsel android berbasis teknologi IoT. Selain itu, smart door double lock ini juga dapat mendeteksi adanya tindakan pembobolan dan langsung mengirimkan notifikasi kondisi anomali ke ponsel pengguna. Penelitian dilakukan dalam empat tahapan, yaitu persiapan, perancangan sistem, pembangunan sistem, dan pengujian sistem untuk mendapatkan karakterisasi dari sistem yang dibuat. Untuk dapat menghasilkan sistem yang sesuai, tahap perancangan sistem dibagi menjadi beberapa jenis diagram dan desain sistem, meliputi diagram blok, diagram pengkabelan, diagram skematik, desain prototipe 3D, dan desain antarmuka teknologi IoT. Dalam penelitian ini, sistem telah berhasil dibangun dan dapat berjalan dengan karakteristik statik berupa error sebesar 0% dan akurasi serta presisi sebesar 100% sehingga dapat dikatakan bahwa sistem telah berjalan dengan baik. Kebutuhan daya listrik dalam kondisi aktif stand by sebesar 1,788 W – 2,652 W, dan kebutuhan daya listrik ketika sistem aktif bekerja selama ±6 detik sebesar 6,960 W – 8,016 W. | As science and technology advance, traditional locks are increasingly considered inefficient. Traditional keys are not only vulnerable to break-ins, but also easy to copy and impractical. The shortcomings of traditional locking systems can be overcome by switching to digital locking systems. Researchers have designed and built a smart double locking system for doors that can be accessed via the rhythm of knocking and the NUID of the RFID tag. The door locking system can also be accessed through an Android smartphone based on IoT technology. In addition, this smart double door lock can also detect intrusion and instantly send notifications of abnormal situations to the user's mobile phone. The research was conducted in four stages: preparation, system design, system development, and system testing to characterize the system. To create a suitable system, the system design phase is divided into several types of diagrams and system designs, including block diagrams, circuit diagrams, schematics, 3D prototype design, and IoT technology interface design. In this research, the system was successfully built and can run with static characteristics of 0% error and 100% accuracy, so it can be said that the system is working well. The power requirement in the active standby state was 1,788W to 2,652W, and the electrical power demand when the system is actively working for ±6 seconds is 6.960 W - 8.016 W. | |
| 40270 | 44910 | H1E020023 | PEMILIHAN SUPPLIER KAYU LOG TERBAIK MENGGUNAKAN METODE SWARA DAN MEASUREMENT ALTERNATIVES AND RANKING ACCORDING TO COMPROMISE SOLUTION DI UD. MULIA PERKASA INDAH | Supplier merupakan bagian penting dalam suatu perusahaan yang menyediakan bahan baku untuk keberlangsungan proses produksi. Pemilihan supplier perlu dilakukan dengan penilaian terhadap setiap kriteria yang melibatkan setiap keunggulan dan kelemahan supplier sehingga sesuai dengan kualifikasi perusahaan. UD. Mulia Perkasa Indah merupakan perusahaan pembelah kayu log untuk produksi kayu balok dengan sistem produksi make to order. UD. Mulia Perkasa Indah mengalami kendala proses produksi yang bersumber dari supplier kayu log dengan kualitas material yang tidak konsisten dan keterlambatan pengiriman material. Tujuan penelitian ini adalah memilih kriteria yang sesuai perusahaan dan mengetahui hasil pemilihan supplier menggunakan metode SWARA dan MARCOS serta memberikan rekomendasi supplier terbaik. Penelitian ini menggunakan metode SWARA untuk pembobotan kriteria dan metode MARCOS untuk penilaian supplier terhadap setiap sub kriteria. Hasil penelitian ini diperoleh 8 kriteria dan 20 sub kriteria yang tervalidasi. Bobot sub kriteria tertinggi bernilai 0,2478524 didapatkan kriteria kualitas (C11). Nilai supplier tertinggi dengan nilai 1,8204888 diperoleh supplier 7. Sehingga rekomendasi supplier terbaik untuk UD. Mulia Perkasa Indah adalah supplier 7. | Suppliers are an important part of a company that provides raw materials for the continuity of the production process. Supplier selection needs to be done by assessing each criterion involving each supplier's strengths and weaknesses so that it matches the company's qualifications. UD. Mulia Perkasa Indah is a log splitting company for the production of logs using a make to order production system. UD. Mulia Perkasa Indah experienced production process problems sourced from log suppliers with inconsistent material quality and delays in material delivery. The purpose of this research is to choose criteria that suit the company and find out the results of supplier selection using the SWARA and MARCOS methods and provide recommendations for the best suppliers. This research uses the SWARA method for weighting criteria and the MARCOS method for assessing suppliers for each sub-criterion. The results of this research obtained 8 validated criteria and 20 sub-criteria. The highest sub-criterion weight is 0,2478524, which is the quality criterion (C11). The highest supplier score with a value of 1,8204888 was obtained by supplier 7. So the best supplier recommendation for UD. Mulia Perkasa Indah is supplier 7. | |
| 40271 | 42563 | F1B019098 | Perbedaan dan Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Peserta BPJS dan Non BPJS Pada Layanan Kesehatan Dasar (Studi kasus di Puskesmas Purwokerto Utara II Kecamatan Purwokerto Utara) | Kualitas pelayanan merupakan suatu bentuk penilaian pasien terhadap tingkat pelayanan yang diterima dengan tingkat layanan yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien peserta BPJS dan Non-BPJS pada layanan kesehatan dasar di Puskesmas Purwokerto Utara II. Kepuasan adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kualitas pelayanan yang diperoleh setelah pasien membandingkan dengan apa yang diharapkan. Untuk memperoleh data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan 200 responden yang ditentukan dengan teknik Cluster Random Sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya pengaruh yang signifikan dengan arah positif antara kualitas pelayanan dengan kepuasan pasien dimana hasil analisis Korelasi Kendall’s Tau-c sebesar 0,268. Hasil analisis Regresi Ordinal dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,159 (15,9%) menunjukan pengaruh yang signifikan. Dan hasil analisis Chi Square nilai p-value sebesar 0,102 dan 0,115 menunjukan tidak ada perbedaan yang signifikan antara kualitas pelayanan dan kepuasan pasien peserta BPJS dan Non-BPJS. Puskesmas Purwokerto Utara II perlu meningkatkan kualitas pelayanan untuk mempertahankan kepuasan pasien sesuai dengan yang diharapkan. | Service quality is a form of patient assessment of the level of service received and the expected level of service. This study aims to determine differences and effect of quality service on patient satisfaction of patient participant BPJS and Non-BPJS at basic health service in puskesmas purwokerto utara II. Satisfaction is a level of patient feeling that arises as a result of the quality of service obtained after the patient compares it with what was expected. To obtain data, this was done using a questionnaire with 200 respondents determined using the Cluster Random Sampling technique. The research results show that there is a significant influence in a positive direction between service quality and patient satisfaction, where the results of the Kendall's Tau-c correlation analysis are 0.268. The results of the Ordinal Regression analysis with a regression coefficient value of 0.159 (15.9%) show a significant influence. And the results of the Chi Square analysis of p-values of 0.102 and 0.115 show that there is no significant difference between service quality and patient satisfaction for BPJS and non-BPJS participants. Puskesmas Purwokerto Utara II need to improve the quality of service to maintain patient satisfaction as expected. | |
| 40272 | 42564 | A1A019109 | KAJIAN FINANSIAL AGROINDUSTRI GULA KRISTAL PUTIH (STUDI KASUS: PT MADUBARU PG MADUKISMO) | Gula merupakan komoditas agroindustri yang memegang peranan penting dan strategis sejak zaman penjajahan Belanda. Salah satu pabrik gula di Indonesia yang masih beroperasi hingga saat ini adalah PT Madubaru PG Madukismo. Kegiatan operasional produksinya berfokus pada produksi gula guna mensukseskan program pengadaan pangan nasional melalui pengolahan bahan baku tebu dan raw sugar. Perusahaan kerap mengalami fluktuasi dalam kurun waktu lima tahun terakhir, baik dari sisi produksi maupun pejualannya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis kelayakan usaha agroindustri gula kristal putih di PT Madubaru PG Madukismo berdasarkan aspek finansialnya., menganalisis Break Even Point (BEP), harga, produksi, dan penerimaan sebagai perencanaan laba jangka pendek perusahaan, menganalisis rasio profitabilitas yang diperoleh oleh PT Madubaru PG Madukismo selama periode produksi tahun 2018-2022, serta, menganalisis tingkat perbandingan rata-rata pendapatan agroindustri GKP menggunakan bahan baku lokal dengan bahan baku impor. Penelitian ini menggunakan analisis kelayakan finansial, analisis perencanaan laba jangka pendek, analisis rasio profitabilitas, independent sample t-test, dan analisis sensitivitas untuk menjawab tujuan-tujuan tersebut Hasil penelitian menunjukkan bahwa agroindustri gula kristal putih yang dijalankan PT Madubaru PG Madukismo layak untuk terus dijalankan berdasarkan kriteria-kriteria dalam aspek finansial dan perencanaan laba jangka pendek perusahaan. Selain itu, rasio profitabilitas yang diperoleh selama periode produksi tahun 2018 sampai 2022 menunjukkan bahwa perusahaan selalu mendapatkan keuntungan atas modal yang ditanamkan. Perhitungan tingkat perbandingan rata-rata pendapatan agroindustri GKP mengunakan bahan baku lokal dengan bahan baku raw sugar impor menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan. | Sugar is an agro-industrial commodity that has played an important and strategic role since the colonial era. One of the sugar factories in Indonesia that is still operating is PT Madubaru PG Madukismo. Production operational activities focus on sugar production in order to make the national food procurement program a success through processing sugar cane and raw sugar as the raw materials. The company has often experienced fluctuations in the last five years, both in terms of production and sales. This research was conducted with the aim of analyzing the feasibility of the white crystal sugar agro-industry business at PT Madubaru PG Madukismo based on its financial aspects, analyzing the Break Even Point (BEP), price, production and revenue as the company's profit planning, analyzing the profitability ratios during the 2018-2022 production period, as well as, analyzing the comparison level of the average agro-industry income using local raw materials and imported raw materials. This research uses financial feasibility analysis, short-term profit planning analysis, profitability ratio analysis, independent sample t-test, and sensitivity analysis to answer these objectives. The results of the research show that the white crystal sugar agroindustry run by PT Madubaru PG Madukismo is feasible to continue running. based on criteria in the financial aspects and short-term profit planning of the company. Apart from that, the profitability ratio obtained during the production period from 2018 to 2022 shows that the company always makes a profit on the capital invested. The comparison level of average white crystal sugar agro-industry income using local raw materials and imported raw sugar raw materials shows that there is no significant difference. | |
| 40273 | 42565 | F1A020021 | Analisis Isi Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan Pada Laman Kompas Online | Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik dan bentuk kekerasan seksual di lembaga pendidikan yang diberitakan pada laman Kompas Onlineperiode 2018-2022. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kuantitatif deskriptif. Objek yang diteliti adalah berita kekerasan seksual di lembaga pendidikan periode 2018-2022. Sampel diambil menggunakan total samplingberjumlah 100 kasus pemberitaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pelaku kekerasan seksual di lembaga pendidikan yang diberitakan adalah laki-laki (100%), dan sebagian besar korban kekerasan seksual adalah perempuan (81%). Selanjutnya, pelaku kekerasan seksual banyak didominasi guru (43%). Hal tersebut berkaitan dengan relasi kuasa yang timpang antara pelaku dengan korban. Kemudian, sebagian besar kekerasan seksual terjadidi Sekolah Dasar (SD) (29%) karena beberapa faktor, seperti korban cenderung masih lugu, memiliki pengetahuan yang rendah mengenai pendidikan seks, tingkat keberanian yang rendah sebab adanya tekanan ataupun ancaman. Berkaitan dengan hubungan jenjang pendidikan denganbentuk kekerasan seksual menunjukkan bahwa sentuhan/colekan, dan rabaan di area sensitif (payudara, kemaluan, dan lainnya) banyak terjadi di jenjang pendidikan SD(69,0%)dan https://jayapanguspress.penerbit.org/index.php/ganaya1003perguruan tinggi (45,5%). Selain itu, pemaksaan persetubuhan/ hubungan seksual di luar ikatan pernikahan yang sah banyak terjadi pada jenjang pendidikan SMA (54,5%), SMP (52,2%), dan pondok Pesantren (46,7%). Kemudian, pada kategori hubungan pelaku dengan korban yang di dominasi guru sebagai pelaku ternyata banyak melakukan kekerasan seksual berupa sentuhan/ colekan dan rabaan di area sensitiif (payudara, kemaluan, dan lainnya) (55,8%). Hal tersebut dilakukan pelaku untuk memenuhi kepuasan seksualnya dengan cara bujuk rayu, iming-iming hadiah, hingga ancaman agar korbannya yang merupakan siswinya dapat terpengaruh dan terperdaya. | This study aims to describe the characteristics and forms of sexual violence in educational institutions reported on the Kompas Online page for the 2018-2022 period. This research uses descriptive quantitative content analysis method. The object studied was news of sexual violence in educational institutions for the period 2018-2022. Samples were taken using total sampling totaling 100 news cases. The results showed that all perpetrators of sexual violence in educational institutions reported were male (100%), and most victims of sexual violence were female (81%). Furthermore, the perpetrators of sexual violence are mostly dominated by teachers (43%). This is related to the unequal power relations between perpetrators and victims. Then, most sexual violence occurs in elementary schools (29%) due to several factors, such as victims tend to be innocent, have low knowledge about sex education, low levels of courage due to pressure or threats. Regarding the relationshipbetween education level and forms of sexual violence, it shows that touching/poking, and touching in sensitive areas (breasts, genitals, etc.) occurred mostly in elementary schools (69.0%) and universities (45.5%).In addition, coercion of sexual intercourse outside of legal marriage occurred mostly at the high school (54.5%), junior high school (52.2%), and Islamic boarding school (46.7%) education levels. Then, in the category of the relationship between the perpetrator and the victim, which is dominatedby teachers as perpetrators, it turns out that many commit sexual violence in the form of touching / poking and touching in sensitive areas (breasts, genitals, and others) (55.8%).This was done by the perpetrators to fulfill their sexual satisfaction by means of persuasion, the lure of gifts, and threats so that their victims, who were students, could be influenced and tricked. | |
| 40274 | 42566 | F1F019001 | KEPATUHAN INDONESIA TERHADAP KONVENSI ILO TENTANG PERSAMAAN PENGUPAHAN BERBASIS GENDER TAHUN 2020-2022 | Upah merupakan salah satu unsur terpenting dalam suatu hubungan kerja. Upah merupakan hak pekerja atau buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja yang ditetapkan dan dibayarkan berdasarkan suatu perjanjian kerja, kesepakatan maupun peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam situasi perburuhan yang sifat dan dinamikanya semakin kompleks, upah menjadi persoalan utama di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Penelitian yang berjudul “Kepatuhan Indonesia Terhadap Konvensi ILO Tentang Persamaan Pengupahan Berbasis Gender Tahun 2020-2022” akan membahas tentang salah satu persoalan upah yang terjadi di Indonesia, yakni kesenjangan upah antara pekerja laki-laki dan perempuan serta kaitannya dengan bagaimana upaya pemerintah Indonesia mematuhi salah satu konvensi internasional untuk menangani permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Dianalisis menggunakan Teori Compliance dari Ronald B. Mitchell untuk menguraikan indikator-indikator kepatuhan Indonesia terhadap Konvensi ILO No 100 Tahun 1951. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa Indonesia relatif patuh dalam mengadopsi konensi tersebut ke dalam peraturan nasionalnya, akan tetapi cenderung kurang tegas dalam pengimplementasiannya. Kata kunci: Compliance, Gender Wage Gap, ILO Upah merupakan salah satu unsur terpenting dalam suatu hubungan kerja. Upah merupakan hak pekerja atau buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja yang ditetapkan dan dibayarkan berdasarkan suatu perjanjian kerja, kesepakatan maupun peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam situasi perburuhan yang sifat dan dinamikanya semakin kompleks, upah menjadi persoalan utama di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Penelitian yang berjudul “Kepatuhan Indonesia Terhadap Konvensi ILO Tentang Persamaan Pengupahan Berbasis Gender Tahun 2020-2022” akan membahas tentang salah satu persoalan upah yang terjadi di Indonesia, yakni kesenjangan upah antara pekerja laki-laki dan perempuan serta kaitannya dengan bagaimana upaya pemerintah Indonesia mematuhi salah satu konvensi internasional untuk menangani permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Dianalisis menggunakan Teori Compliance dari Ronald B. Mitchell untuk menguraikan indikator-indikator kepatuhan Indonesia terhadap Konvensi ILO No 100 Tahun 1951. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa Indonesia relatif patuh dalam mengadopsi konensi tersebut ke dalam peraturan nasionalnya, akan tetapi cenderung kurang tegas dalam pengimplementasiannya. Kata kunci: Compliance, Gender Wage Gap, ILO | Wages are one of the most important elements in an employment relationship. Wages is the right of a worker or laborer that is received and expressed in the form of money as compensation from the entrepreneur or employer which is determined and paid based on a work agreement, agreement or statutory regulations applicable. In a labor situation whose nature and dynamics are increasingly complex, Wages are a major problem in developing countries, including Indonesia. The research entitled "Kepatuhan Indonesia Terhadap Konvensi ILO Tentang Persamaan Pengupahan Berbasis Gender Tahun 2020-2022” will discuss one of the wage problems that occurs in Indonesia is the wage gap between male and female workers and their relationship to government efforts Indonesia complies with one of the international conventions to deal with problems the. This research uses a qualitative research method with an approach study of literature. Analyzed using Ronald B. Mitchell's Compliance Theory to outline indicators of Indonesia's compliance with ILO Convention No 100 of 1951. The results of this research show that Indonesia is relatively compliant in adopting these conventions into its national regulations, however tends to be less firm in its implementation. Keywords: Compliance, Gender Wage Gap, ILO | |
| 40275 | 42567 | F1B017121 | Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SMA IT Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto | Penelitian ini mengkaji seberapa besar pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMA IT Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sensus, yaitu mengambil seluruh populasi sebagai sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, observasi dan dokumentasi. Uji validitas instrumen pada penelitian ini menggunakan Product Moment dari Karl Pearson, sedangkan dasar pengambilan keputusan dalam uji reliabilitas pada penelitian ini adalah nilai koefisien Cronbach. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kepemimpinan transformasional kepala sekolah memberi pengaruh bagi kinerja guru. melalui hasil analisis korelasi Kendall’s Tau-b menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,416 dengan menunjukkan korelasi yang signifikan serta arah hubungan yang positif. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah memiliki dampak yang positif dan signifikan terhadap kinerja guru di SMA IT Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto. | This research examines how much influence the principal's transformational leadership has in improving teacher performance at Al Irsyad Al Islamiyyah IT High School, Purwokerto. This research uses quantitative research methods using a descriptive approach. In this research, the sampling technique used was the census technique, namely taking the entire population as a sample. The data collection techniques used in this research are questionnaires, observation and documentation. Testing the validity of the instrument in this study used Product Moment from Karl Pearson, while the basis for decision making in the reliability test in this study was the Cronbac coefficient value. Based on research that has been conducted, the transformational leadership of school principals has an influence on teacher performance. through the results of Kendall's Tau-b correlation analysis, it shows a coefficient value of 0.416, showing a significant correlation and a positive direction of relationship. Thus it can be concluded that the principal's transformational leadership has a positive and significant impact on teacher performance at SMA IT Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto. | |
| 40276 | 42572 | F1D020042 | Abraham Lincoln dan Inkonsistensi Nilai-Nilai tentang Rasisme dan Perbudakan di Amerika Serikat | Abraham Lincoln, seorang tokoh berpengaruh dalam sejarah Amerika Serikat (AS), terkenal karena perannya dalam mengakhiri perbudakan melalui Proklamasi Emansipasi pada tahun 1863. Namun demikian, apa yang terjadi dalam kenyataannya tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dimilikinya mengenai rasisme dan perbudakan di AS. Hal tersebut menimbulkan inkonsistensi nilai yang ada pada dirinya dari masa ketika Lincoln belum menjadi presiden hingga ia menjabat sebagai presiden dari segi sudut pandang, tekanan politik, dan kepentingan politiknya. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan hermeneutik, artikel hasil penelitian ini menganalisis inkonsistensi nilai yang terjadi pada perspektif Abraham Lincoln terhadap rasisme dan perbudakan dari awal sebelum masa kepemimpinannya hingga akhir dari Perang Saudara di AS. Kesimpulannya, inkonsistensi nilai yang dimiliki oleh Abraham Lincoln terlihat dari awal hingga akhir karier politiknya. Lincoln mempunyai pandangan rasis yang menunjukkan dirinya untuk tidak menyetarakan hak orang kulit hitam. Di waktu yang bersamaan, Lincoln tidak menyukai tindakan rasis yang memperlakukan kaum kulit hitam dengan buruk. | Abraham Lincoln, a prominent figure in American history, is renowned for his role in ending slavery through the Emancipation Proclamation in 1863. However, the reality of what transpired does not align with his values regarding racism and slavery in the United States. This creates a inconsistency in his values, from the time before he became president to his presidency, considering perspectives, political pressures, and his political interests. Using qualitative methods and a hermeneutic approach, this research article analyzes the inconsistency in Abraham Lincoln's perspective on racism and slavery from the early pre-presidential period to the end of the Civil War in the United States. In conclusion, the inconsistency in values held by Abraham Lincoln is evident throughout his political career. Lincoln held racist views, indicating his reluctance to equalize the rights of black individuals. Simultaneously, he disapproved of racist actions that mistreated black communities. | |
| 40277 | 42573 | H1D017037 | Klasifikasi Desa Mandiri Mocaf Kabupaten Banjarnegara Menggunakan Metode Naive Bayes | Desa Mandiri Mocaf merupakan salah satu program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui produksi tepung Mocaf (Modified Cassava Flour). Namun, saat ini masih belum ada klasifikasi yang dapat menentukan tingkat kemandirian mocaf suatu desa. Maka dibuatlah suatu model klasifikasi untuk melakukan prediksi keberhasilan program Desa Mandiri Mocaf untuk membantu instansi atau pemerintah Kabupaten Banjarnegara dalam pengambilan keputusan. Model klasifikasi dibangun menggunakan Metode Naive Bayes, karena metode ini mampu melakukan prediksi dengan pembelajaran dari data training dengan metode probabilitas dan memiliki tingkat keakuratan yang baik. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 116 data, menjadi 112 data setelah melalui tahap pre-processing. Klasifikasi dilakukan sebanyak 9 kali berdasarkan pembagian data latih dan data uji dengan perbandingan 90% dan 10%, 80% dan 20%, 70% dan 30% dengan nilai random_state 0, 1, dan 2 pada setiap rasio pembagian. Atribut yang mempengaruhi keberhasilan program desa mandiri mocaf diantaranya adalah produksi, jumlah penduduk, luas panen, stok singkong, produksi mocaf, konsumsi mocaf, dan ketersediaan alat produksi. Hasil evaluasi dengan rasio pembagian data 70 : 30 dan random_state 1, memiliki nilai paling besar dibandingkan variasi yang lainnya dengan nilai akurasi sebesar 100%, rata-rata nilai presisi dari semua kelas sebesar 100%, dan rata-rata nilai recall sebesar 100%. Hasil penelitian dapat dijadikan landasan bagi instansi atau pemerintah Kabupaten Banjarnegara dalam menentukan tingkat keberhasilan program desa mandiri mocaf. | Desa Mandiri Mocaf is a development program that aims to increase the economic independence of village communities through the production of Mocaf (Modified Cassava Flour). However, currently there is still no classification that can determine the level of mocaf independence of a village. So a classification model was created to predict the success of these program to assist or help the Banjarnegara Regency government in making decisions. The classification model was built using the Naive Bayes method, because this method is able to make predictions by learning from training data using probability and has a good level of accuracy. The research was conducted using 116 data, which became 112 data after going through the pre-processing stage. Classification is done 9 times based on dividing the training data and test data with a ratio of 90% and 10%, 80% and 20%, 70% and 30% with random_state values 0, 1, and 2 for each division ratio. Attributes that influence the success of the desa mandiri mocaf program include production, population, harvest area, cassava stock, mocaf production, mocaf consumption, and availability of production equipment. The evaluation results with rasio of 70:30 and random_state 1, has the greatest value compared to the other variations with an accuracy value of 100%, an average precision value for all classes of 100%, and an average recall value of 100%. The results of the research can be used as a basis for Banjarnegara Regency government in determining the level of success of the Desa Mandiri Mocaf program. | |
| 40278 | 42574 | J0A020047 | Producing English Promotion Videos For Pemdes Kemutug Lor TikTok at Kemutug Lor Tourism Village | Laporan tugas akhir ini ditulis berdasarkan praktik kerja yang dilakukan di Desa Wisata Kemutug Lor pada tanggal 15 Mei — 15 Juni 2023. Terdapat banyak destinasi wisata yang berada di Desa Wisata Kemutug Lor. Namun pada setiap promosi yang desa wisata ini buat hanya berupa brosur dalam Bahasa Indonesia dan unggahan foto pada media sosial. Oleh karena itu, mempromosikan Desa Wisata Kemutug Lor menggunakan video dengan Bahasa Inggris akan lebih menarik. Dalam pelaksanaan praktik kerja, penulis menggunakan tiga metode, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode observasi digunakan untuk melihat wisata mana saja yang akan dipromosikan dalam video berbahasa Inggris. Wawancara dilakukan untuk mengetahui informasi tidak tertulis. Dokumentasi dilakukan untuk penerapan pembuatan video promosi berbahasa Inggris. Adapun hasil yang didapatkan dari praktik kerja ini berupa lima 5 video promosi berdurasi pendek dalam Bahasa Inggris. Walaupun terdapat kendala teknis seperti keterbatasan informasi dan akses perjalanan mengenai beberapa tempat wisata, hal tersebut dapat diselesaikan dengan mencari informasi dan solusi. Video promosi berbahasa Inggris ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan, terutama wisatawan asing untuk mendapatkan informasi secara singkat mengenai tempat wisata yang berada di Desa Wisata Kemutug Lor. | This final report was based on job training conducted at the Kemutug Lor Tourism Village from May 15, 2023 — June 15, 2023. Kemutug Lor Tourism Village has many tourist attractions. However, every promotion made by this tourist village only provides Indonesian brochures and uploads photos to social media. Therefore, promoting Kemutug Lor Tourism Village through English videos will be more attractive. The writer employs three methods for job training: observation, interviews, and documentation. The observation method is used to see which tourist spot will be promoted by English promotion videos. Interviews were conducted to find out unwritten information. Documentation is completed in preparation for the production of English promotion videos. This job training produced five short English promotion videos. Despite technical barriers such as limited information and travel access to various tourist attractions, they can be overcome by seeking knowledge and solutions. This English promotion video is aimed at attracting more visitors, particularly foreign tourists, who will be able to obtain information and a brief overview of the tourist attractions in the Kemutug Lor Tourism Village. | |
| 40279 | 44100 | H1D019029 | SISTEM INFORMASI PEMETAAN JALUR PENDAKIAN DAN PERKIRAAN KEBUTUHAN LOGISTIK PENDAKIAN GUNUNG BERBASIS GEOLOCATION | Pendakian gunung semakin populer di Indonesia, namun kegiatan ini tidak lepas dari risiko yang serius bagi para pendaki dalam perencanaan dan persiapan pendakian. Oleh karena itu, sistem informasi pemetaan jalur pendakian gunung dan perkiraan kebutuhan logistik menjadi penting untuk memfasilitasi persiapan perjalanan yang aman bagi para pendaki. Rumusan masalah utama dalam penelitian ini adalah bagaimana mengintegrasikan teknologi geolocation dalam pembuatan sistem informasi ini, dengan menggunakan framework CodeIgniter 4 dan open source library LeafletJs untuk membangun Sistem Informasi Geografis (SIG) yang efektif. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Rational Unified Process (RUP). Tujuan penelitian ini adalah menciptakan sistem informasi yang mampu menyediakan informasi tentang gunung, jalur pendakian, pos-pos pendukung, dan perkiraan kebutuhan logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi yang dibangun berhasil menyediakan informasi yang relevan bagi para pendaki, memberikan pengalaman pengguna yang baik dan sesuai dengan kebutuhan, serta telah melewati uji blackbox testing yang menunjukkan kesesuaian dengan perencanaan dan kebutuhan pengguna. Dengan demikian, sistem informasi ini dapat menjadi solusi yang efektif dan efisien bagi para pendaki gunung dalam persiapan dan perjalanan mereka. | Mountain climbing is increasingly popular in Indonesia, but this activity is not free from serious risks for climbers in planning and preparing for the climb. Therefore, an information system for mapping mountain climbing routes and estimating logistical needs is important to facilitate safe travel preparations for climbers. The main problem formulation in this research is how to integrate geolocation technology in creating this information system, using the CodeIgniter 4 framework and the open source library LeafletJs to build an effective Geographic Information System (GIS). The system development method used is the Rational Unified Process (RUP). The aim of this research is to create an information system that is able to provide information about mountains, climbing routes, support posts, and estimates of logistical needs. The research results show that the information system that was built was successful in providing relevant information for climbers, provided a good user experience that met their needs, and had passed black box testing which showed suitability to the user's planning and needs. Thus, this information system can be an effective and efficient solution for mountain climbers in their preparation and journey. | |
| 40280 | 42576 | F1D020057 | Gender dan Politik Perburuhan: Ketidakadilan Gender terhadap Buruh Perempuan Pengrajin Bulu Mata Palsu di Desa Kasih Kabupaten Purbalingga | Pembagian peran berbasis gender di dalam keluarga tidak hanya sekadar norma sosial, tetapi menjadi bagian yang tak terpisahkan dari dinamika masyarakat. Gender, sebagai suatu identitas yang melekat pada ciri-ciri fisik laki-laki dan perempuan, terbentuk melalui konstruksi sosial yang dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya setempat. Dalam konteks ini, terjadi anggapan masyarakat yang terfokus pada perempuan untuk bekerja di ranah domestik. Meskipun demikian, perbedaan peran antara laki-laki dan perempuan menjadi lebih nyata ketika melibatkan sektor publik, terutama dalam pekerjaan buruh yang tak terlepas dari hubungan industri sosial. Di Indonesia, khususnya di Kabupaten Purbalingga, dinamika ini menjadi lebih kompleks. Kabupaten Purbalingga, sebagai salah satu pusat industri rambut dan bulu mata palsu terbesar kedua setelah Guangzhou, Tiongkok, menjadi latar belakang dominasi perempuan dalam industri ini. Ironisnya, dominasi ini menciptakan persaingan ketat antara buruh perempuan dan laki-laki dalam pasar kerja di Kabupaten Purbalingga yang mengakibatkan tingginya tingkat pengangguran di kalangan laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk ketidakadilan gender terhadap buruh perempuan putting out system di Desa Kasih Kabupaten Purbalingga dalam memproduksi bulu mata palsu serta implikasinya terhadap pemenuhan hak buruh dari para juragannya dan Pemerintah. Studi ini menarik karena kesejahteraan buruh Putting Out System masih belum diperhatikan oleh pemerintah. Hasil penelitian ini menunjukkan banyak ketidakadilan gender yang dialami oleh buruh perempuan adalah beban ganda, stereotipe, subordinasi, dan kekerasan, selama bekerja sebagai pengrajin bulu mata palsu. Adanya bentuk ketidakadilan tersebut memberikan dampak upah yang minim, tidak ada jaminan kesehatan, serta tidak ada perjanjian kerja yang jelas. Oleh karena itu, kondisi ini penting untuk menjadi perhatian pemerintah daerah maupun pemerintah desa. | The division of gender-based roles in the family is not just a social norm, but is an inseparable part of the dynamics of society. Gender, as an identity attached to the physical characteristics of men and women, is formed through social construction which is influenced by local cultural values. In this context, there is a perception that society focuses on women working in the domestic sphere. However, the differences in roles between men and women become more apparent when involving the public sector, especially in labor work which cannot be separated from social industrial relations. In Indonesia, especially in Purbalingga Regency, this dynamic becomes more complex. Purbalingga Regency, as one of the centers of the second largest false hair and eyelash industry after Guangzhou, China, is the background to the dominance of women in this industry. Ironically, this dominance creates tight competition between female and male workers in the job market in Purbalingga Regency, which results in high unemployment rates among men. This research aims to determine the forms of gender injustice towards female workers in the Putting Out System in Kasih Village, Purbalingga Regency in producing false eyelashes and the implications for fulfilling the labor rights of their employers and the Government. This study is interesting because the welfare of Putting Out System workers is still not considered by the government. The results of this research show that many gender injustices experienced by female workers are double burdens, stereotypes, subordination and violence, while working as false eyelash craftsmen. This form of injustice has the impact of minimal wages, no health insurance, and no clear work agreement. Therefore, it is important to attention to this condition for regional and village governments. |