Artikelilmiahs

Menampilkan 40.361-40.380 dari 48.905 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4036142645J1D018035Literatur Kesehatan Mental: Analisis Behaviorisme Tokoh Utama dalam Novel Ulid Karya Mahfud Ikhwan Kesehatan mental merupakan kondisi kesejahteraan psikis seseorang
sehingga dapat menjaga keseimbangan emosional dan mampu berpikir
secara sehat. Salah satu upaya preventif untuk menjaga kondisi mental yang
sehat adalah dengan memberikan wawasan mengenai kesehatan mental
melalui analisis novel. Novel dilengkapi dengan alur dan konflik yang
kompleks, mengandung aspek psikologis yang dapat menjadi sumber
refleksi. Analisis psikologis tokoh dalam novel dapat memberikan
pemahaman mendalam tentang berbagai aspek kesehatan mental. Peneltian
ini merupakan penelitian kualitatif dengan sumber data novel Ulid karya
Mahfud Ikhwan. Data penelitian berupa kata-kata yang menunjukkan aspek stimulus, respons, serta aspek kondisi kesehatan mental. Penelitian ini
menggunakan pendekatan psikologi sastra dengan teori behaviorisme B.F
Skinner. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi
kepustakaan dan catat. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis
data kualitatif. Sementara, uji validitas data dilakukan dengan triangulasi
teori. Hasil penelitian menunjukkan tokoh utama memiliki kondisi mental
yang sehat dan kuat. Tokoh utama seringkali melakukan tindakan melawan
lingkungan, tidak rasional, apatis dan frustasi sehingga banyak
mendapatkan stimulus hukuman. Terhadap stimulus hukuman, tokoh dapat
memberikan respons tepat yang mencerminkan kemampuan dalam
melakukan pengontrolan diri dan emosi yang baik. Dengan demikian,
kondisi mental tokoh utama termasuk dalam kondisi mental sehat.
Mental health is a condition of a person's psychological well-being so that
they can maintain emotional balance and be able to think healthily. One preventive effort to maintain a healthy mental condition is to provide
insight into mental health through novel analysis. The novel is equipped
with a complex plot and conflict, containing psychological aspects that can
be a source of reflection. Psychological analysis of characters in novels can
provide an in-depth understanding of various aspects of mental health. This
research is qualitative research with the data source being the novel Ulid by
Mahfud Ikhwan. The research data is in the form of words that indicate
aspects of stimulus, response, and aspects of mental health conditions. This
research uses a literary psychology approach with B.F Skinner's behaviorist
theory. Data collection techniques were carried out using library study and
note-taking techniques. The data analysis technique uses qualitative data
analysis techniques. Meanwhile, testing the validity of the data was carried
out using theoretical triangulation. The research results show that the main
character has a healthy and strong mental condition. The main character
often takes actions against the environment, is irrational, apathetic and
frustrated, so he gets a lot of punishment stimulus. To the stimulus of
punishment, the character can provide an appropriate response that reflects
the ability to exercise good self-control and emotions. Thus, the mental
condition of the main character is included in a healthy mental condition.
4036242648J0A020024Translating New Small World's Leaflet and Booklet from Indonesian to EnglishLaporan ini berjudul "Penerjemahan Leaflet dan Buklet New Small World" dan didasarkan pada kegiatan pelatihan kerja yang telah dilakukan di New Small World. Tujuan utama dari pelatihan kerja ini adalah untuk menawarkan materi terjemahan dari leaflet dan booklet mereka.

Ada tiga metode yang digunakan untuk memperoleh data, yaitu observasi, wawancara, dan studi literatur. Observasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara mengamati suatu objek, kondisi atau situasi, proses dalam hal ini objek yang diamati adalah wahana, atraksi dan fasilitas yang ada di New Small World. Wawancara adalah teknik dimana penulis mencari informasi dengan melakukan kegiatan tanya jawab dengan beberapa orang, yaitu Bapak Kuat selaku pemilik New Small World, Bapak Mulyo selaku manajer, Bapak Demi dan Bapak Nova selaku staff.

Pelatihan kerja yang penulis lakukan selama 1 bulan ini menghasilkan dua materi terjemahan berupa leaflet dan booklet. Job Training yang dilakukan selama 1 bulan ini, berhasil menghasilkan 2 materi terjemahan. Dua produk tersebut adalah leaflet dan booklet yang diterjemahkan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris.

Selama menjalani pelatihan kerja ini, ada beberapa kendala dan masalah yang harus dihadapi. Penulis harus mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah seperti menganalisis konten dengan baik untuk menemukan padanan kata yang tepat dan memasukkan hasil terjemahan ke dalam format dan desain yang telah disediakan oleh manajemen sambil berusaha untuk menyesuaikan semua hasil terjemahan dan mempertahankan format, desain, dan elemen-elemennya yang sudah ada. Semua masalah dan rintangan yang ada dapat dilalui dengan membaca reerensi tentang Bahasa target yang dapat ditemukan secara online, membandingkan deskripsi objek lain yang ada di media promosi lain dan mencari kata padanan yang paling tepat.


The report entitled "Translating New Small World’s Leaflet and Booklet" and based on the job training activities that had been done in New Small World. The main purpose of the job training is to offer translated materials of their lealet and booklet.

There are three methods to obtained the data, observation, interview, and literature study. Observation is a technique to collect data by observing an object, condition or situation, process in this case the objects are the rides, attractions and facilities of New Small World. Interview is a technique where the writer seeks information by performing a question and answer activity with some people, they are Mr. Kuat as the owner New Small World, Mr.Mulyo as the manager, Mr. Demi and Mr. Nova as the staff.

This Job Training that the writer had carried out during 1 month period resulted two translated materials of their leaflet and booklet. The one-month job training, succeeded in producing 2 translated materials. These 2 products are the translated leaflet and booklet from Indonesian to English.

During this job training, there are several obstacles and problems that must be faced. The writer must find the best solution to solve the problems such as analyzing the contents properly to find the best equivalent words and inserting the result of the translation to the format and designs that have been provided by the management while trying to fit all the result and maintaining the format, design and elements. These obstacles and problems were also overcome by reading references about the target language that can be found online, comparing other object description in another promotion media and searching the most suitable equivalent word.

4036344583A1F019034ANALISIS TINGKAT KEPENTINGAN DAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK DODOL BELIMBING WULUH MENGGUNAKAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (IPA) DAN CUSTOMER SATISFACTION INDEX (CSI)Belimbing wuluh merupakan buah yang mudah rusak dan daya simpannya relatif singkat. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya simpan, daya jual, dan nilai ekonomis belimbing wuluh adalah diolah menjadi dodol. Cahaya Bulan merupakan UMKM yang memanfaatkan belimbing wuluh sebagai bahan dasar pembuatan dodol. Berdasarkan opini beberapa konsumen dodol belimbing wuluh, dodol belimbing wuluh dapat diterima dari segi rasa oleh konsumen, namun teksturnya masih kurang diminati. Oleh karena itu, produk ini perlu dilakukan evaluasi agar dapat bersaing dengan produk serupa. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui profil konsumen dodol belimbing wuluh Arulla di UMKM Cahaya Bulan; 2) Mengetahui tingkat kepentingan dan kepuasan konsumen terhadap dodol belimbing wuluh Arulla di UMKM Cahaya Bulan berdasarkan metode Importance Performance Analysis (IPA); 3) Mengetahui tingkat kesesuaian produk dodol belimbing wuluh Arulla di UMKM Cahaya Bulan berdasarkan kepentingan dan kepuasan konsumen; 4) Mengetahui indeks kepuasan konsumen terhadap produk dodol belimbing wuluh Arulla di UMKM Cahaya Bulan menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI); 5) Mengetahui atribut unggulan dan atribut prioritas perbaikan dodol belimbing wuluh Arulla di UMKM Cahaya Bulan.
Penelitian dilaksanakan di UMKM Cahaya Bulan serta wilayah pulau Jawa dan Bali. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan November 2023-Februari 2024. Pengambilan sampel diperoleh dari 100 responden kuesioner yang disebar secara online melalui platform google form dengan kriteria responden yang dipilih yaitu berusia 17-50 tahun dan pernah mengonsumsi dodol belimbing wuluh minimal lebih dari 1 kali dalam 1 bulan terakhir. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini antara lain dodol belimbing wuluh, kemasan, serta harga dan promosi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap parameter memiliki atribut dengan tingkat kepentingan, kepuasan, dan kesesuaian tertinggi. Tingkat kepentingan tertinggi yaitu rasa manis, kelengkapan informasi pada label kemasan sekunder, dan promosi melalui media sosial. Tingkat kepuasan tertinggi yaitu rasa manis, kekuatan kemasan sekunder, dan kesesuaian harga dengan kualitas produk. Tingkat kesesuaian tertinggi yaitu tekstur tidak lengket material/bahan kemasan primer, dan kemudahan mendapatkan produk di toko online. Matriks IPA menujukkan terdapat 6 atribut unggulan yaitu rasa manis, material/bahan kemasan sekunder, kekuatan kemasan sekunder, kelengkapan informasi pada label kemasan sekunder, kesesuaian harga dengan kualitas produk, dan promosi produk melalui media sosial serta 5 atribut perbaikan yaitu tekstur tidak lengket, kemudahan mendapatkan produk di toko online, aroma buah belimbing wuluh, material/bahan kemasan primer, dan tekstur kekenyalan. Berdasarkan metode CSI, diperoleh nilai indeks kepuasan konsumen sebesar sebesar 84,03% dengan kategori sangat puas.
Bilimbi is a fruit that is easily damaged and has a relatively short shelf life. Efforts that can be made to increase the shelf life, selling power and economic value of bilimbi are processing it into dodol. Cahaya Bulan is one of the MSMEs that uses bilimbi as a basic ingredient for making dodol. Based on the opinions of several consumers of bilimbi dodol, bilimbi dodol is acceptable in terms of taste by consumers, but the texture is still less desirable. Therefore, this product needs to be evaluated so that it can compete with similar products. One of the methods that can be used is the Importance Performance Analysis (IPA) and Customer Satisfaction Index (CSI) methods. This research aims to: 1) Find out the consumer profile of Arulla starfruit dodol in Cahaya Bulan MSMEs; 2) Knowing the level of consumer interest and satisfaction with Arulla's starfruit dodol in Cahaya Bulan MSMEs based on the Importance Performance Analysis (IPA) method; 3) Knowing the level of suitability of Arulla starfruit dodol products in Cahaya Bulan MSMEs based on consumer interests and satisfaction; 4) Knowing the superior attributes and priority attributes for improving Arulla starfruit dodol in Cahaya Bulan MSME; 5) Knowing the consumer satisfaction index for Arulla's dodol starfruit products at Cahaya Bulan MSMEs using the Customer Satisfaction Index (CSI) method.
The research was carried out at Cahaya Bulan MSMEs and the islands of Java and Bali. The time of the research was carried out in November 2023-February 2024. Samples were taken from 100 questionnaire respondents distributed online via the Google Form platform with the criteria for selected respondents being aged 17-50 years and having consumed dodol starfruit at least more than once in 1 last month. The parameters used in this research include bilimbi dodol, packaging, as well as price and promotion.
The research results showed that each parameter has attributes with the highest levels of importance, satisfaction and suitability. The highest level of importance is sweet taste, completeness of information on secondary packaging labels, and promotion via social media. The highest level of satisfaction is sweet taste, strength of secondary packaging, and suitability of price to product quality. The highest level of suitability is the non-sticky texture of the primary packaging material/material, and the ease of getting the product in online stores. The IPA matrix shows that there are 6 superior attributes, namely sweet taste, secondary packaging materials/materials, strength of secondary packaging, completeness of information on secondary packaging labels, suitability of price to product quality, and product promotion via social media as well as 5 improvement attributes, namely non-sticky texture, ease of getting the product in online stores, aroma of bilimbi, primary packaging material, and supple texture. Based on the CSI method, a consumer satisfaction index value of 84.03% was obtained in the very satisfied.
4036442647J1A019059TRANSLATION TECHNIQUES AND READABILITY ANALYSIS OF AUTOMOTIVE TERMS IN CHEVROLET ORLANDO USER MANUALPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik penerjemahan dan tingkat keterbacaan dari hasil penerjemahan istilah otomotif pada panduan pengguna Chevrolet Orlando. Analisis ini digunakan menggunakan teori teknik penerjemahan Molina dan Albir (2002) dan teori Translation Quality Assessment (TQA) oleh Nababan (2012). Data dalam penelitian ini berjumlah 206 terminologi otomotif baik dalam versi bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dari dua versi panduan pengguna yang dirilis dalam bentuk cetakan dan digital. Dalam proses melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif dan total sampling. Hasil dari kuesioner yang diberi kepada sepuluh responden juga menjadi bahan pertimbangan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan ada 9 teknik penerjemahan yang ditemukan, diantaranya 74 data (35.92%) menggunakan established equivalence, 54 data (26.21%) menggunakan borrowing, 29 data (14.08%) menggunakan literal translation, 21 data (10.19%) menggunakan particularization, 16 data (7.76%) menggunakan generalization, 7 data (3.40%) menggunakan amplification, 3 data (1.46%) menggunakan calque, 1 datum (0.49%) menggunakan reduction, dan 1 datum (0.49%) menggunakan transposition. Selain itu, data tingkat keterbacaan yang dominan menghasilkan keterbacaan tinggi yang berjumlah 184, keterbacaan sedang berjumlah 21 dan keterbacaan rendah hanya berjumlah 1 datum. Teknik established equivalence cenderung menghasilkan banyak hasil keterbacaan tinggi, lalu hasil yang menyebabkan terjadinya keterbacaan sedang disebabkan berdasarkan penggunaan teknik penerjemahan yang kurang tepat berdasarkan konteks dari teks, dan keterbacaan rendah disebabkan oleh kurang populernya penggunaan kata pada hasil terjemahan. Kesimpulan yang diperoleh adalah terjemahan yang berdasarkan pada kesepadanan menghasilkan hasil terjemahan yang mudah dipahami.This research aims to analyse the translation technique and readability level of the translated Automotive terms in Chevrolet Orlando user manual. The analysis is conducted by applying Molina and Albir's theory of translation techniques (2002) and Nababan's theory of Translation Quality Assessment (TQA) (2012). The data in this research amounts to 206 Automotive terms both in English and Indonesian version. In the process of conducting this research, The researcher used qualitative method and total sampling. The results of the questionnaire distributed to ten respondents were also taken into consideration in conducting this research. The results of this research show that there are 9 translation techniques found, there were 74 data (35.92%) using established equivalence, 54 data (26.21%) using borrowing, 29 data (14.08%) using literal translation, 21 data (10.19%) using particularization, 16 data (7.76%) using generalization, 7 data (3.40%) using amplification, 3 data (1.46%) using calque, 1 datum (0.49%) using reduction, and 1 datum (0.49%) using transposition. The dominant technique used is established equivalence. The technique is applied based on the frequency of the translation results that are equivalent to the dictionary and daily use in Indonesian users. Moreover, the readability level of the dominant data resulted in high readable totaling 184, Medium readable totaling 21 and low readable totaling only 1 datum. Established equivalence technique tends to produce many high readable translations, Then, the results leading to medium readable are caused by the use of translation techniques that are less accurate based on the context of the text, and low readable is caused by the less popularity of word usage in the translation results. The conclusion obtained is that translations based on equivalence produce translations that are easy to understand.
4036542649I1C018073Pengaruh Edukasi Apoteker Terhadap Tingkat Pengetahuan Orang Tua Tentang Swamedikasi Obat Pada Anak Di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas Swamedikasi merupakan upaya yang dilakukan
masyarakat untuk mengatasi keluhan dan
penyakit ringan, seperti demam, nyeri, pusing,
batuk, influenza, sakit maag, cacingan, diare,
penyakit kulit dan lain-lain. Apabila tidak
didasari dengan pengetahuan, dapat terjadi
kesalahan pengobatan dalam melakukan
swamedikasi. Pemberian edukasi apoteker pada
penelitian ini adalah untuk meningkatkan
pengetahuan orang tua tentang swamedikasi obat
pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk
menganalisis pengaruh edukasi apoteker terhadap
tingkat pengetahuan orang tua tentang
swamedikasi pada anak. Penelitian ini
menggunakan desain one group pre-test post-test.
Pengambilan sampel dengan teknik purposive
sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 33
responden. Skor pengetahuan responden pte-test
dan post-test dianalisis menggunakan uji
wilcoxon. Penelitian ini menunjukan bahwa saat
pre-test 52% responden mempunyai pengetahuan
yang baik, 45% responden mempunyai
pengetahuan yang cukup dan 3% responden yang
berpengetahuan kurang. Setelah diberikan
edukasi oleh apoteker seluruh responden (100%)
mengalami peningkatan pengetahuan menjadi
baik. Berdasarkan hasil penelitian ini,
menunjukan adanya perbedaan nilai sebelum dan
sesudah diberikan edukasi dengan nilai p=0,0001
(<0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa
pemberian edukasi oleh apoteker berpengaruh
siginifikan terhadap tingkat pengetahuan orang
tua tentang swamedikasi pada anak di Desa
Sudimara Kecamatan Cilongok Kabupaten
Banyumas.
Self-medication is an effort undertaken by the
community to address mild complaints and
illnesses, such as fever, pain, dizziness, cough,
influenza, stomach pain, worm infestation,
diarrhea, skin diseases, and others. If not based
on knowledge, errors in treatment can occur in
self-medication. The provision of pharmacist
education in this research is to improve parents'
knowledge about self-medication for children.
The aim of this study is to analyze the effect of
pharmacist education on the level of parents'
knowledge about self-medication in children.
This study uses a one-group pre-test post-test
design. Sampling is done using purposive
sampling technique. The sample used is 33
respondents. The pre-test and post-test
respondent knowledge scores are analyzed using
the Wilcoxon test. This research shows that in the
pre-test, 52% of respondents had good
knowledge, 45% had sufficient knowledge, and
3% had less knowledge. After being given
education by the pharmacist, all respondents
(100%) experienced an increase in knowledge to
a good level. Based on the results of this
research, there is a difference in values before
and after being given education with a value of
p=0.0001 (<0.05). Therefore, it can be concluded
that pharmacist education has a significant effect
on the level of parents' knowledge about self-
medication for children in the Sudimara Village,
Cilongok District, Banyumas Regency.
4036642650I1B018060Gambaran Gangguan Sensori Integrasi pada Anak Autism Spectrum Disorder (ASD) di Pusat Terapi Tumbuh Kembang Anak di PurwokertoAbstrak
GAMBARAN GANGGUAN SENSORI INTEGRASI PADA ANAK AUTISM
SPECTRUM DISORDER (ASD) DI PUSAT TERAPI TUMBUH KEMBANG
ANAK DI PURWOKERTO
Meliana Loly Saputri¹, Desiyani Nani², Reza Fajar Amalia³

Latar Belakang: Perilaku anak ASD yang tidak biasa digambarkan dengan
perilaku sensorik adanya hambatan dari sisi sensori, menimbulkan berbagai
masalah fungsional dan perkembangan yang dikenal disfungsi sensori integrasi.
Penelitian ini membahas tentang gambaran sensori integrasi pada anak ASD di
pusat terapi tumbuh kembang anak di Purwokerto.
Metodologi: Penelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan pendekatan cross
sectional. Total sampel 12 responden dengan teknik total sampling dan
pengambilan data menggunakan kuesioner Children and Young People’s
Occupational Therapy Service: Sensory Checklist. Hasil analisis disajikan dalam
bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase dari karakteristik responden.
Hasil: Hasil penelitian ini mayoritas anak ASD adalah laki-laki berusia 6 tahun.
Kesimpulan: Mayoritas anak ASD dalam penelitian ini mengalami gangguan
sensori integrasi dengan perilaku kesulitan menyusun puzzle, membuat suara,
senandung, atau teriakan tidak terduga, menyentuh orang atau benda yang terlihat,
memiliki toleransi terhadap rasa sakit yang tinggi, mengunyah atau menjilati
benda-benda yang bukan makanan, penggunaan tenaga yang berlebih, dan sering
melakukan gerakan yang mengganggu aktivitas harian.
Kata kunci: Autism Spectrum Disorder, sensori integrasi, tumbuh kembang
Abstract
DESCRIPTION OF SENSORY INTEGRATION DISORDERS IN
CHILDREN WITH AUTISM SPECTRUM DISORDER (ASD) AT THE
CHILD DEVELOPMENT THERAPY CENTER IN PURWOKERTO
Meliana Loly Saputri¹, Desiyani Nani², Reza Fajar Amalia³
Background: The unusual behavior of children with Autism Spectrum Disorder
(ASD) is described as sensory behavior, which has sensory barriers, giving rise to
various functional and development problems known as sensory integration
dysfunction. This research discusses the description of sensory integration in
children with ASD at the child growth and development therapy center in
Purwokerto.
Method: This quantitative descriptive research uses a cross sectional approach.
The total sample was 12 respondents with a total sampling technique and data
collection using the children and young people‘s occupational therapy service:
sensory checklist questionnaire. The results of the analysis are presented in the
form of frequency distribution tables and percentages of respondent
characteristics.
Result: The results of this study are that the majority of ASD children are 6 year
old boys.
Conclusion: The majority of ASD children in this study experienced sensory
integration disorders with behavioral difficulties in putting together puzzles,
making unexpected sounds, humming or screaming, touching visible people or
objects, having a high tolerance for pain, chewing or licking objects that were not
food, excessive use of energy, and frequent movements that interfere with daily
activities.
Keywords: Autism Spectrum Disorder, Sensory Integration, growth and
development
4036742651E1A018269MEKANISME PENEGAKAN HUKUM HUMANITER PADA KASUS PERUSAKAN TEMPAT IBADAH DAN BANGUNAN BERSEJARAH MELALUI INTERNATIONAL CRIMINAL COURT
(Studi tentang Kasus Al Mahdi di Timbuktu, Mali, 2012)
Pada konflik bersenjata, tempat ibadah dan bangunan bersejarah mendapat perlindungan dari Hukum Humaniter Internasional karena perusakan atas benda tersebut sama halnya dengan perusakan atas warisan umat manusia. Salah satu kasus yang terjadi dan telah diadili oleh International Criminal Cport adalah kasus Al-Mahdi di Tumbuktu. Pada Januari 2012, konflik bersenjata telah terjadi di wilayah Mali dan menyebabkan berbagai kelompok bersenjata mengambil kendali atas bagian utara negara tersebut. Sepuluh situs paling penting dan terkenal di Timbuktu diserang dan dihancurkan oleh Ahmad Al Faqi Al Mahdi dan individu-individu lainnya yang mengikuti rencana bersama (common plan) yang sama pada 30 Juni 2012 sampai 11 Juli 2012.
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaturan mengenai perlindungan tempat ibadah dan bangunan bersejarah menurut hukum internasional dan mekanisme penegakan hukum humaniter oleh International Criminal Court (ICC) dalam kasus perusakan tempat ibadah dan bangunan bersejarah oleh Al Mahdi di Timbuktu pada 2012. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian yuridis normatif, spesifikasi penelitian deskriptif, dengan sumber data sekunder, dan analisis data dilakukan secara deskrtiptif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diketahui bahwa Pengaturan perlindungan benda budaya diatur dalam Pasal 6, Pasal 8, Pasal 13, dan Pasal 25 Statuta Roma 1998, Pasal 19 dan 28 Konvensi Den Haag 1954, Pasal 52 Protokol Tambahan I Konvensi Jenewa 1977, serta Pasal 4 dan 5 Konvensi UNESCO 1973. Upaya pertanggungjawaban yang dapat dilakukan dalam menindak kejahatan perusakan benda budaya dapat dilakukan melalui ICC. Mekanisme peradilan di ICC dalam kasus-kasus perusakan tempat ibadah dan bangunan bersejarah oleh Al Mahdi dimulai dari adanya laporan mengenai terjadinya kejahatan perang yang diatur dalam Pasal 13 Statuta Roma. Setelah ada laporan maka dilakukan penyelidikan oleh jaksa yang akan menyelidiki apakah kejahatan tersebut masuk dalam yurisdiksinya atau tidak, apabila kejahatan tersebut masuk dalam yurisdiksinya maka jaksa dapat menuntut terdakwa ke depan pengadilan International Criminal Court. Al-Mahdi kemudian didakwa dengan Pasal 25 ayat (3) (a), Pasal 25 ayat (3) (b), Pasal 25 ayat (3) (d) Statuta Roma 1998 oleh Majelis dan dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara serta bertanggung jawab atas biaya reparasi individu dan kolektif sebesar 2,7 juta Euro bagi komunitas Timbuktu.
In time of armed conflicts, places of worship and historical buildings are afforded protection under International Humanitarian Law because their destruction is tantamount to the destruction of human heritage. One of the cases that has occurred and been tried by the International Criminal Court (ICC) is the Al-Mahdi case in Timbuktu. In January 2012, an armed conflict took place in the Mali region, leading to various armed groups taking control of the northern part of the country. Ten of the most important and renowned sites in Timbuktu were attacked and destroyed by Ahmad Al Faqi Al Mahdi and other individuals who were part of a common plan from June 30, 2012, to July 11, 2012.
This research aims to explore the regulations regarding the protection of places of worship and historical buildings under international law and the mechanisms for enforcing humanitarian law by the International Criminal Court (ICC) in cases of the destruction of places of worship and historical buildings by Al Mahdi in Timbuktu in 2012. The research employs a normative juridical approach, with a descriptive research specification, utilizing secondary data sources, and conducting qualitative descriptive data analysis.
Based on the research findings and discussion, it is understood that the regulation of cultural property protection is governed by Article 6, Article 8, Article 13, and Article 25 of the Rome Statute of 1998, Article 19 and 28 of the 1954 Hague Convention, Article 52 of Additional Protocol I to the 1977 Geneva Convention, as well as Article 4 and 5 of the 1973 UNESCO Convention. Accountability efforts for crimes against cultural property can be pursued through the ICC. The ICC's judicial mechanism in cases of destruction of places of worship and historical buildings by Al Mahdi begins with the report of the commission of war crimes, as stipulated in Article 13 of the Rome Statute. After receiving the report, an investigation is conducted by the prosecutor to determine whether the crime falls within the court's jurisdiction. If it does, the prosecutor can bring the accused before the International Criminal Court. Al-Mahdi was subsequently charged under Article 25 (3) (a), Article 25 (3) (b), and Article 25 (3) (d) of the Rome Statute of 1998 by the Chamber and was sentenced to nine years in prison. He was also held responsible for individual and collective reparation costs amounting to 2.7 million euros for the Timbuktu community.
4036842660H1A019058Rancang Bangun dan Analisis Inverter Sumber Arus Dua Tingkat Konfigurasi Induktor Gandeng Salah satu solusi dari permasalahan energi konvensional adalah pembangkit listrik dari energi terbarukan. Namun, pada umumnya pembangkit listrik energi terbarukan menghasilkan keluaran berupa arus DC. Hal ini tidak sesuai dengan spesifikasi peralatan listrik rumah tangga yang menggunakan arus AC. Untuk mengubah arus DC menjadi arus AC diperlukan sebuah perangkat inverter. Penelitian tugas akhir ini akan melakukan sebuah perancangan dari inverter sumber arus dua tingkat konfigurasi induktor gandeng. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan simulasi terlebih dahulu dengan software PSIM sebelum melakukan uji coba terhadap prototype dari inverter. Hasil simulasi dan uji coba akan dianalisis dari sisi tegangan dan arus keluaran, arus induktor, dan spektrum harmonisanya. Hasil dari simulasi inverter ini didapatkan arus keluaran berbentuk sinus yang nilainya diatur dengan arus referensi pada kontrol. Pada pengujian prototype inverter juga sudah mampu menghasilkan arus AC dilihat dari keluaran inverter yang berbentuk sinus. Pada prototype, keluaran arus juga dikontrol dengan arus referensi pada rangkaian kontrol. Namun terdapat perbedaan nilai pada hasil simulasi dengan hasil pengujian prototype pada arus referensi yang sama. Hal ini dapat disebabkan oleh kualitas realisasi prototype, kualitas alat ukur dan human error. Selain itu sangat memungkinkan terjadinya rugi-rugi daya, drop voltage, dan gelombang yang bocor.One solution to conventional energy problems is power generation from renewable energy. However, in general, renewable energy power plants produce output in the form of DC current. This is not in accordance with the specifications of household electrical equipment that uses AC current. To convert DC current into AC current, an inverter is needed. This final project research will carry out a design of a two-level current source inverter coupled inductor configuration. This research was conducted by first simulating with PSIM software before conducting trials on the prototype of the inverter. The simulation and trial results will be analyzed in terms of output voltage and current, inductor current, and its harmonic spectrum. The results of this inverter simulation show that the output current is in the form of a sine whose value is adjusted to the reference current in the control. In testing the inverter prototype, it was also able to produce AC current seen from the sine-shaped inverter output. In the prototype, the output current is also controlled by a reference current in the control circuit. However, there are differences in the values of the simulation results with the prototype test results at the same reference current. This can be caused by the quality of prototype realization, the quality of measuring tools and human error. Apart from that, it is very possible for power losses, voltage drops and leaking waves to occur.
4036942662H1A019070ANALISIS PERANCANGAN PEMBANGKIT LISTRIK
TENAGA SURYA (PLTS) TERPUSAT HYBRID OFF-GRID
Permintaan energi listrik yang terus bertambah meningkatkan kekhawatiran tentang dampak pemanasan global dan semakin menipisnya cadangan bahan bakar fosil. Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Potensi energi surya di Indonesia yakni sekitar 4.8 KWh/m2 atau setara dengan 112.000 GWp. Mengingat hampir seluruh daerah yang belum dialiri listrik adalah daerah pedesaan yang jauh dari pusat pembangkit listrik dan Desa Gekeng Deran sendiri sudah puluhan tahun tidak terjamah oleh aliran listrik, maka PLTS merupakan alternatif yang sangat tepat untuk dikembangkan.
Metode penelitian ini dilakukan dengan cara simulasi dan analisis beberapa konfigurasi yaitu pv murni, genset murni, dan hibrida serta menggunakan dua jenis baterai menggunakan aplikasi HOMER dan PVSyst. Parameter yang digunakan pada penelitian ini yaitu nilai NPC dan LCOE pada aspek ekonomis dan nilai E_User sama besar dengan E_Load pada aspek teknis.
Hasil dari penelitian ini menunjukan konfigurasi PLTS Hibrida dengan baterai lithium adalah sistem yang paling optimal berdasarkan analisa teknis maupun ekonomis dengan nilai NPC sebesar Rp.195.280.500 dan nilai LCOE Rp.2.881/kWh serta nilai E_User dan E_Load sama besar yaitu 3854,9 kWh.
Increasing demand for electrical energy raises concerns about the effects of global warming and the depletion of fossil fuel reserves. Based on data from the Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM) the potential for solar energy in Indonesia is around 4.8 KWh/m2 or the equivalent of 112,000 GWp. Considering almost all areas that have not yet been electrified are rural areas far from power generation centers and Gekeng Deran Village itself has not been touched by electricity for decades, PLTS is a very appropriate alternative to develop.
This research method was carried out by simulating and analyzing several configurations, pure PV, pure generator and hybrid and using two types of batteries using the HOMER and PVSyst applications. The parameters used in this research are the NPC and LCOE values in the economic aspect and the E_User value is the same as E_Load in the technical aspect.
The results of this research show that the Hybrid PLTS configuration with lithium batteries is the most optimal system based on technical and economic analysis with an NPC value of IDR 195,280,500 and an LCOE value of IDR 2,881/kWh and the E_User and E_Load values are the same, 3854.9 kWh.
4037042652I1A019081Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Picky Eater pada Anak Usia Prasekolah (3-5 Tahun) di Desa Langgongsari Kecamatan Cilongok Kabupaten BanyumasLatar Belakang: Perilaku picky eater sering dialami anak usia prasekolah. Perilaku picky eater digambarkan bahwa anak cenderung menolak makanan baru, konsumsi makanan yang kurang, dan membatasi asupan beberapa kelompok makanan tertentu. Picky eater dapat mengakibatkan ganguan pertumbuhan dan mempengeruhi status gizi anak. Beberapa faktor yang melatarbelakangi picky eater yaitu pola asuh orang tua, praktik pemberian makan, penegtahuan ibu, kondisi fisik anak, status gizi, dan riwayat ASI ekslusif.
Tujuan : Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perilaku picky eater pada anak usia prasekolah di Desa Langgongsari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Responden pada penelitian ini berjumlah 98 responden dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner dengan analisis univariat bivariat, dan multivariat.
Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukan hubungan antara praktik pemberian makan (p = 0,012), pola asuh orang tua (p= 0,007), pengetahuan ibu (p= 0,000), dan status gizi (p=0,007) dengan perilaku picky eater pada anak prasekolah. Variabel yang yang paling berpengaruh yaitu variabel pengetahuan ibu dengan p value = 0,003 ; OR =9.265 ; 95%; CI 2.117- 40.545.
Kesimpulan: Ibu yang mempunyai pengetahuan buruk akan beresiko memiliki anak yang mengalami picky eater 9.2 kali dibandingkan ibu yang mempunyai pengetahuan baik. Salah satu upaya pencegahan yang dapat diakukan yaitu meningkatkan edukasi dan intervensi pada orang tua balita demi menjangkau tumbuh kembang balita yang optimal dan mencegah terjadinya perilaku pilih-pilih makan.
Background: Picky eater behavior is common in preschool-aged children. Picky eater behavior is described by children who tend to reject new foods, consume less food, and limit the intake of certain food groups. Picky eater can lead to growth disorders and affect the nutritional status of children. Some of the factors behind picky eaters are parenting, feeding practices, mother’s knowledge, child's physical condition, nutritional status, and history of exclusive breastfeeding.
Objective: To determine the factors that influence picky eater behavior in preschool-age children in Langgongsari Village, Cilongok District, Banyumas Regency.
Method: This study is a quantitative study with a cross-sectional approach. Respondents in this study totaled 98 respondents using cluster random sampling technique. Primary data collection using questionnaire with univariate,bivariate, and multivariat analysis.
Results: The results of bivariate analysis showed the relationship between feeding practices (p = 0.012), parenting patterns (p = 0.007), maternal knowledge (p = 0.000), and nutritional status (p = 0.007) with picky eater behavior in preschool children. The most influential variable is maternal knowledge variable with p value = 0.003; OR =9.265; 95%; CI 2.117- 40.545.
Conclusion: Mothers who have poor knowledge will be at risk of having children who experience picky eaters 9.2 times compared to mothers who have good knowledge. One of the prevention efforts that can be done is to increase education and intervention in parents of toddlers in order to reach optimal toddler growth and development and prevent picky eating behavior.
4037142653H1A019041RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING DAN MANAJEMEN PENGISIAN BATERAI MOBIL LISTRIK MENGGUNAKAN PHOTOVOLTAIC BERBASIS INTERNET OF THINGSMobil listrik adalah sebuah kendaraan yang digerakan oleh satu atau lebih motor listrik, menggunakan energi listrik yang disimpan dalam baterai yang dapat diisi ulang atau perangkat penyimpanan energi lainnya. Untuk mengisi bahan bakar dari mobil listrik, dibutuhkan sebuah pengisi daya baterai. Dalam pengisian baterai dibutuhkan juga sebuah sistem monitoring untuk memantau kinerja dari pengisi daya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem monitoring serta manajemen baterai dari pengisi daya yang menggunakan photovoltaic. Selain itu juga menganalisis unjuk kerja dari sistem monitoring dan manajemen daya yang telah dibuat. Alat yang dibuat berfungsi untuk memantau arus, tegangan serta suhu saat pengisian daya dilakukan. Selain itu alat ini juga berfungsi untuk memutus daya ketika baterai sudah penuh. Dalam pemantauannya menggunakan IoT dengan melalui aplikasi MQTT Dash yang dapat diakses menggunakan Smartphone. Pada saat pengujian, pembacaan sensor tegangan, hanya satu dari dua sensor tegangan yang dapat diaktifkan ketika pengisian berlangsung. Kemudian sensor ACS712 berfungsi dengan baik dan memiliki nilai error yang kecil sehingga dapat diartikan bahwa sensor tersebut sudah cukup akurat. Dari hasil penelitian juga dapat diketahui bahwa ketika baterai sedang disi dayanya, terdapat kenaikan nilai suhu. Untuk pemantauan hasil dari pembacaan sensor terdapat dua cara, yaitu dengan melihat pada LCD 4x16 dan pada ponsel melalui fungsi IoT menggunakan aplikasi MQTT Dash.An electric car is a vehicle driven by one or more electric motors. To refuel from an electric car, a battery charger is needed. In charging the battery, a monitoring system is also needed to monitor the performance of the charger. This study aims to design a monitoring system and battery management of chargers that use photovoltaic. In addition, it also analyzes the performance of the monitoring and power management system that has been created. The tool made serves to monitor the current, voltage and temperature when charging is carried out. In addition, this tool also serves to cut off power when the battery is full. In monitoring using IoT through the MQTT Dash application which can be accessed using a Smartphone. At the time of testing, voltage sensor readings, only one of the two voltage sensors can be activated when charging takes place. Then the ACS712 sensor functions properly and has a small error value so that it can be interpreted that the sensor is quite accurate. From the results of the study it can also be seen that when the battery is charging, there is an increase in temperature value. For monitoring the results of sensor readings, there are two ways, namely by looking at the 4x16 LCD and on the phone through the IoT function using the MQTT Dash application.
4037242654H1A019075ANALISIS KEANDALAN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA HIBRIDA (PLTH) ANGIN DAN SURYA MENGGUNAKAN PERHITUNGAN LOLP DAN EENSPerkembangan teknologi yang begitu pesat dan pertumbuhan manusia yang begitu masif kebutuhan energi listrik menjadi salah satu tombak kebutuhan primer untuk menunjang kehidupan umat manusia memanfaatkan energi terbarukan menjadi salah satu solusi saat kebutuhan energi fosil yang memiliki ketersedian yang terbatas dan terus menipis namun karena sifat energi terbarukan yang tidak konsan dan berubah hal ini berdampak langsung dengan sistem keandalan.
Keandalan adalah hal yang penting dalam penyaluran tenaga listrik, Sistem distribusi yang handalan akan menjamin tingkat kontinuitas pelayanan pada suatu sistem pembangkit, metode untuk mengukur dan mengevaluasi kinerja keandalan dari suatu sistem pembangkit listrik atau jaringan distribusi. dengan mengunakan metode LOLP (Loss of Load Probability) atau Probabilitas Kehilangan Beban dan EENS (Expected Energy Not Supplied) atau perhitungan energi yang tidak dapat disuplai oleh pembangkit.
Pada penelitian ini dilakukan analisis lapangan dengan pempertimbangkan potensi radiasi matahari dan kecepatan angin yang ada di PLTH Pantai Baru Pandansimo berdasarkan data pada tahun 2022 didapati nilai Loss Of Load Probability sebesar 0,102891455 hari / tahun dan untuk nilai Expected Energy Not Supplied sebesar 0,051226868 kwh atau dalam persen sebesar 0,000413121 % dari kedua hasil diatas dikatakan andal apabila mengacu rekomendasi RUPTL-PLTN-2019-2027 untuk nilai LOLP dan National Electricity Market sebesar <0,002% Untuk nilai EENS.
With the rapid development of technology and massive human growth, the need for electrical energy has become one of the primary needs to support human life. Utilizing renewable energy is one solution when the need for fossil energy is limited and continues to run low, but because of the nature of renewable energy, inconsistent and changing, this has a direct impact on the acoustic system.
Reliability is important in the distribution of electrical energy. A reliable distribution system will guarantee the level of continuity of service in a generating system, a method for measuring and transmitting the performance of an electrical generating system or distribution network. using the LOLP (Loss of Load Probability) method and EENS (Expected Energy Not Supplied) or calculation of energy that cannot be supplied by the generator.
In this research, a field analysis was carried out taking into account the potential for solar radiation and wind speed at the Pantai Baru Pandansimo PLTH based on data in 2022, it was found that the Loss Of Load Probability value was 0.102891455 days/year and the Expected Energy Not Supplied value was 0.051226868 kwh or in percent of 0.000413121% of the two results above are said to be reliable when referring to the RUPTL-PLTN-2019-2027 recommendations for LOLP and National Electricity Market values of <0.002% for EENS values
4037342469E1A019225Perlindungan Hukum Terhadap Pemenang Lelang Eksekusi Hak Tanggungan (Studi Putusan Nomor 80/Pdt.Bth/2021/PN Pwt)Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan PT Bank Negara Indonesia dalam menetapkan harga limit Lelang Eksekusi Hak Tanggungan melalui yang diselenggarakan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang selaku badan yang berwenang yang dimenangkan oleh Surjantyo sehingga menimbulkan perlawanan yang diajukan oleh Hary. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah penentuan harga limit dalam pelaksanaan lelang eksekusi Hak Tanggungan dalam perkara Nomor 80/Pdt.Bth/2021/PN Pwt bertentangan dengan keadilan serta menganalisis pertimbangan hukum dan putusan Hakim dalam memberikan upaya perlindungan hukum terhadap pemenang lelang eksekusi Hak Tanggungan yang diajukan oleh Hary sebagai Pelawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif analitis. Data bersumber dari data sekunder yang bersumber dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, dan metode analisis menggunakan metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa pertama, penentuan harga limit dalam pelaksanaan lelang eksekusi Hak Tanggungan dalam perkara Nomor 80/Pdt.Bth/2021/PN Pwt oleh PT Bank Negara Indonesia (BNI) selaku Penjual sebesar Rp. 650.000.000,- (enam ratus lima puluh juta rupiah). Penentuan harga limit tersebut berdasarkan Laporan Penilaian dari KJPP Agus, Firdaus & Partner dengan nilai pasar sebesar Rp. 898.000.000,- (delapan ratus Sembilan puluh delapan juta rupiah) dan nilai likuidasi sebesar Rp. 628.000.000,- (enam ratus dua puluh delapan juta rupiah). Dengan demikian penentuan harga limit masih berada diantara nilai pasar dan nilai likuidasi sehingga tidak bertentangan dengan keadilan dalam hal ini Peraturan menteri Keuangan Nomor 213/PMK.06/2020 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang sebagai aturan hukum yang berlaku. Kedua, pemenang lelang mendapatkan perlindungan hukum preventif dan represif. Perlindungan hukum preventif berdasarkan pasal 42 Vendu Reglement dan PMK Lelang adalah dengan diterbitkannya Risalah Lelang No. 2/44/2021 dan perlindungan represif terhadap pemenang lelang dengan ditolaknya perlawanan Pelawan karena lelang telah selesai dilaksanakan sehingga tidak membatalkan lelang, namun hal tersebut tidak secara tegas menunjukan perlindungan hukum terhadap pembeli lelang yang beritikad baik karena Hakim tidak memberikan dasar hukum sebagaimana diatur dalam Yurisprudensi Mahkamah Agung RI Nomor 821/K/Sip/1974 dan Yurisprudensi Mahkamah Agung Nomor 323/K/Sip/1968.
This research is motivated by the problem of PT Bank Negara Indonesia in determining the limit price of the Rights of Privileges Execution Auction through the one organized by the State Wealth and Auction Service Office as the authorized body won by Surjantyo, causing resistance filed by Hary. The purpose of this study is to analyze whether the determination of the limit price in the implementation of the Rights of Privileges execution auction in case Number 80/Pdt.Bth/2021/PN Pwt is contrary to justice and to analyze the legal considerations and the Judge's decision in providing legal protection efforts against the winner of the Rights of Privileges execution auction submitted by Hary as the Opponent. The method used in this research is normative juridical with prescriptive analytical research specifications. Data sourced from secondary data sourced from primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials. The data collection method is done by literature study, and the analysis method uses qualitative normative method.
Based on the results of the analysis, it can be concluded that first, the determination of the limit price in the implementation of the Rights of Privileges execution auction in case Number 80/Pdt.Bth/2021/PN Pwt by PT Bank Negara Indonesia (BNI) as the Seller is Rp. 650.000.000,- (six hundred and fifty million rupiah). The determination of the limit price is based on the Valuation Report from KJPP Agus, Firdaus & Partner with a market value of Rp. 898,000,000, - (eight hundred ninety-eight million rupiah) and a liquidation value of Rp. 628,000,000, - (six hundred twenty-eight million rupiah). Thus the determination of the limit price is still between market value and liquidation value so that it does not conflict with justice in this case the Minister of Finance Regulation Number 213 / PMK.06 / 2020 concerning Guidelines for the Implementation of Auctions as the applicable rule of law. Second, the auction winner gets preventive and repressive legal protection. Preventive legal protection based on Article 42 of the Vendu Reglement and PMK Auction is the issuance of Minutes of Auction No. 2/44/2021 and repressive protection of the auction winner with the rejection of the Opponent's resistance because the auction has been completed so that it does not cancel the auction, but this does not explicitly show legal protection for good faith auction buyers because the judge does not provide a legal basis as stipulated in the Jurisprudence of the Supreme Court of the Republic of Indonesia Number 821 / K / Sip / 1974 and the Jurisprudence of the Supreme Court Number 323 / K / Sip / 1968.
4037442646I1C017010AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ISOLAT FUNGI ENDOFITIK DARI NUDIBRANCHIA TERHADAP Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA)Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) merupakan salah satu bakteri MDR high priority untuk dilakukan pengembangan anti-biotik baru. Senyawa bioaktif yang dihasilkan oleh fungi yang berasosiasi dengan invertebrata laut telah menunjukkan potensi aktivitas farmakologis dan memiliki metabolit serupa yang dihasilkan oleh inangnya. Salah satu invertebrata laut yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri ialah nudibranchia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi morfologi fungi endofitik dari nudibranchia dan mengevaluasi aktivitas anti-bakteri terhadap MRSA. Fungi endofitik diino-kulasi pada media PDA hingga diperoleh jamur tunggal dan murni, selanjutnya dilakukan iden-tifikasi morfologi secara makroskopik dan mikroskopik. Fermentasi fungi endofitik dilakukan pada media beras, kemudian fungi dimaserasi menggunakan etil asetat dengan shaker selama 24 jam. Ekstrak fungi endofitik lalu diuji aktivitas antibakteri terhadap MRSA dengan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Selain itu dilakukan skrining fitokimia untuk mengetahui ada tidaknya senyawa golongan alkaloid, polifenol, flavonoid, saponin dan steroid/-terpenoid dengan uji pereaksi warna. Fungi endofitik yang diisolasi dari Nudibranchia teridentifikasi secara morfologi sebagai Aspergillus sp. Ekstrak etil asetat fungi endofitik Aspergillus sp. tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap MRSA. Sedangkan hasil skrining fitokimia ekstrak tersebut positif pada uji polifenol dan flavonoid, namun negatif pada uji alkaloid, saponin, dan steroid/terpenoid. Ekstrak etil asetat fungi endofitik Aspergillus sp. mengandung polifenol dan flavonoid, meskipun tidak dapat menghambat pertumbuhan bakteri MRSA.Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) is one of the high priority MDR bacteria for developing new antibiotics. Bioactive compounds produced by fungi associated with marine invertebrates have demonstrated potential pharmacological activity and possess similar metabolites produced by their hosts. One of the marine invertebrates known to have antibacterial activity is nudibranchia. This study aims to identify the morphology of endophytic fungus from nudibranchia and evaluate antibacterial activity against MRSA. Endophytic fungus was inoculated on PDA media until single and pure fungus was obtained, then morphological identification was carried out. Endophytic fungus was cultivated on rice media and then fungus was macerated using ethyl acetate with a shakershaking for 24 hours. The ethyl acetate fungal extract was then tested for antibacterial activity against MRSA using the Kirby-Bauer disk diffusion method. Additionally, phytochemical screening was conducted to determine the presence or absence of alkaloids, phenols, flavonoids, saponins and steroids/terpenoids compounds using a color reagent test. Endophytic fungi isolated from Nudibranchia were identified morphologically as Aspergillus sp. Ethyl acetate extract of this fungal endophyte did not show a clear zone around the disc, wich means that the extract has no antibacterial activity against MRSA. Meanwhile, the phytochemical screening indicated that the extract was positive in the phenols and flavonoid tests, but negative results for alkaloids, saponins and steroids/terpenoids. Ethyl acetate extracts of an endophytic fungus Aspergillus sp. contained phenols and flavonoids, however they did not inhibit the growth of MRSA.
4037542681J1E017005YOUNG LEARNERS’ ATTITUDES TOWARD VOCABULARY LEARNING USING FLASHCARDS (A Descriptive Qualitative Study to the Level One Students of (E-Learning) English Learning for Kids Course Unit Puri Cikarang Hijau in the Academic Year of 2022/2023)Ekaningrum, Athifah. 2023. Young Learners’ Attitudes toward Vocabulary Learning Using Flashcards (A Descriptive Qualitative Study to the Level One Students of E-Learning (English Learning) for Kids Course Unit Puri Cikarang Hijau in the Academic Year 2022/2023). Skripsi. Pembimbing 1: Slamet Riyadi, S.S., M.Pd., Pembimbing 2: Erna Wardani, S.Pd., M.Hum., Ketua Penguji: Drs. Ashari, M.Pd. Penguji: Laxmi Mustika Cakrawati, S.Pd., M.Pd. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Pendidikan Bahasa, Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris, Purwokerto.
Topik umum dari penelitian ini adalah pembelajaran kosakata, sedangkan topik utama dari penelitian ini adalah sikap pelajar muda terhadap pembelajaran kosakata menggunakan kartu flash. Dalam penelitian ini, data yang diperoleh berupa daftar observasi sikap siswa di kelas, hasil wawancara dengan guru, dan RPP guru. Observasi dilakukan dalam enam pertemuan, sedangkan wawancara dilakukan dalam satu pertemuan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, yang dikhususkan pada penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah unit Kursus E-Learning for Kids Puri Cikarang Hijau, yaitu kursus berbasis multimedia untuk siswa PAUD, SD, dan SMP. Penelitian mengenai sikap pembelajar muda pada siswa tingkat satu (kelas Sart Star) terhadap pembelajaran kosakata menggunakan flashcards pada tahun ajaran 2022/2023 menemukan bahwa pembelajaran kosakata dengan flashcards secara signifikan merangsang sikap positif di kalangan pelajar muda seperti mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan guru, berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran, dan antusias mengikuti kegiatan kelas. Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap peserta didik antara lain daya tarik visual dari flashcards, permainan interaktif, pengulangan kosakata, dan pujian dari guru seperti guru memberikan semangat kepada peserta didik muda yang berani dan pandai menjawab pertanyaan dengan benar. Flashcards dapat menciptakan proses belajar mengajar yang efektif dan interaktif. Kesimpulannya, pembelajaran kosakata bahasa Inggris menggunakan flashcards merangsang sebagian besar pembelajar muda di E-Learning for Kids Course seperti kepercayaan diri, keberanian menjawab pertanyaan guru, dan partisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggarisbawahi saran kepada siswa agar mengatasi rasa ragu dan malu untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan partisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Untuk guru, temuan ini memberikan wawasan dalam memilih media pembelajaran yang efektif, menyoroti pengaruh signifikan dari dorongan positif terhadap sikap siswa di kelas. Selain itu, penelitian ini menyarankan peneliti masa depan untuk mengeksplor tingkat siswa yang berbeda dengan media lain.
Kata Kunci: Pelajar muda, Sikap, Kosakata, Flashcards
Ekaningrum, Athifah. 2023. Young Learners’ Attitudes toward Vocabulary Learning Using Flashcards (A Descriptive Qualitative Study to the Level One Students of E-Learning (English Learning) for Kids Course Unit Puri Cikarang Hijau in the Academic Year 2022/2023). Thesis. Supervisor 1: Slamet Riyadi, S.S., M.Pd., Supervisor 2: Erna Wardani, S.Pd., M.Hum., Chief External Examiner: Drs. Ashari, M.Pd. External Examiner: Laxmi Mustika Cakrawati, S.Pd., M.Pd. Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, Department of Language Education, English Education Study Program, Purwokerto.
The general concern of this study is vocabulary learning, whereas the main concern of the study is young learners’ attitudes towards vocabulary learning using flashcards. In this study, the data obtained were a list of observations of young learners’ attitudes in class, the results of interviews with the teacher, and the teacher’s lesson plans. The observations were conducted in six meetings, while the interview was conducted in one meeting. This research uses qualitative study, specified to a descriptive qualitative study. The setting of this study was E-Learning for Kids Course unit Puri Cikarang Hijau, a multimedia-based course for preschool, elementary, and middle school students. Research on the attitude of young learners in the level one students (Start Star class) towards learning vocabulary using flashcards in the academic year of 2022/2023 found that learning vocabulary with flashcards significantly stimulated positive attitudes among young learners such as being able to answer the teacher’s questions, actively participating in the learning process, and enthusiastically following class activities. Factors that affect young learners’ attitudes include the visual appeal of flashcards, interactive games, repetition of vocabulary, and praise from the teacher such as teachers praising the young learners who were brave and good at answering questions correctly. Flashcards can create an effective and interactive teaching and learning process. In conclusion, learning English vocabulary using flashcards stimulates most young learners at the E-Learning for Kids Course such as confidence, brave to answer the teacher’s questions, and active participation in the learning process. This research underscores the suggestion for students that they should overcome doubts and shyness to foster confidence and active participation in the learning process. For teachers, the findings provide insights into selecting effective learning media, highlighting the significant influence of positive encouragement on student attitudes in the classroom. Furthermore, the study suggests future researchers to explore different students’ levels with other media.
Keywords: Young Learners, Attitudes, Vocabulary, Flashcards
4037642655H1A019078RANCANG BANGUN BUCK-BOOST UNTUK PENGISIAN BATERAI MOBIL LISTRIK DENGAN PHOTOVOLTAICEnergi terbarukan adalah energi yang di produksi dari sumber daya yang dapat diperbaharui seperti, angin, cahaya matahari, panas bumi, air. Dengan adanya pemanfaatan energi alternatif yang ada maka produsen kendaraan saat ini sudah banyak memproduksi mobil listrik dengan sumber energi utamanya adalah baterai. Proses pengisian baterai mobil listrik merupakan bagian penting agar laju pengisian baterai dapat dilakukan secara optimal. Sistem pengisian harus mampu melakukan pengisian baterai mobil listrik sesuai dengan tegangan dan arus listrik yang dibutuhkan oleh baterai mobil listrik. Bila tegangan dan arus pengisian terlalu besar atau sering disebut dengan istilah overcharging menyebabkan beberapa masalah pada baterai mobil listrik. Adapun akibat yang ditimbulkan karena overcharging baterai menjadi cepat rusak, sehingga dibutuhkan sebuah sistem pengisian yang dapat berfungsi sebagai kontrol. Energi listrik yang diproduksi atau dihasilkan oleh teknologi photovoltaic sangat tergantung intensitas sinar matahari. Perlu ada sebuah treatment agar tegangan yang dihasilkan tetap stabil, walaupun intensitas matahari setiap saat berubah-ubah tergantung kondisi alam. Oleh karena itu, untuk menyelesaikan masalah tersebut maka dilakukan Rancang Bangun Buck-Boost untuk Pengisian Baterai Mobil Listrik dengan Photovoltaic. Buck-Boost Converter merupakan converter dc dc tipe switching yang dapat bekerja sebagai penaik maupun penurun tegangan yang dapat disesuaikan dengan aplikasi lainnya yang membutuhkan tegangan keluaran bervariasi dan dapat berfungsi juga untuk meningkatkan kualitas daya dan efisiensi. Hasil simulasi rangkaian buck-boost converter pada aplikasi PSIM mampu menghasilkan tegangan sesuai dengan setpoint yang telah ditentukan yaitu 24 Volt. Rangkaian mampu menurunkan (Buck) serta menaikkan (Boost) tegangan ketika diberikan masukan tegangan yang berbeda-beda sesuai dengan setpoint yang ditetapkan. Hasil rangkaian buck-boost converter mampu menstabilkan tegangan sesuai dengan tegangan yang telah ditetapkan yaitu 24 Volt. Kemudian mampu melakukan pengisian terhadap baterai dengan kapasitas 2400mAh tegangan 24V. Terdapat pembacaan kapasitas baterai, arus, dan suhu dimana ketiganya saling berkaitan. BMS (Battery management system) pada rangkaian baterai bekerja secara baik memproteksi baterai ketika baterai telah terisi penuh. Dengan demikian dapat disimpulkan rangkaian buckboost converter untuk pengecasan baterai mobil listrik berjalan sesuai dengan yang ditetapkan. Renewable energy is energy produced from renewable resources such as wind, sunlight, geothermal, and water. With the utilization of existing alternative energy, vehicle manufacturers are currently producing many electric cars with the main energy source being batteries. The electric car battery charging process is an important part of that the battery charging rate can be optimized. The charging system must be able to charge the electric car battery according to the voltage and electric current required by the electric car battery. When the charging voltage and current are too large or often referred to as overcharging, it causes several problems with the electric car battery. As for the consequences caused by overcharging, the battery becomes quickly damaged, so a charging system is needed that can function as a control. The electrical energy produced or generated by photovoltaic technology is highly dependent on the intensity of sunlight. There needs to be a treatment so that the voltage produced remains stable, even though the intensity of the sun changes every time depending on natural conditions. Therefore, to solve this problem, a Buck-Boost Converter for Electric Car Battery Charging with Photovoltaic has been designed. Buck-Boost Converter is a switching type dc dc converter that can work as a voltage booster or lowering that can be adapted to other applications that require variable output voltage and can also function to improve power quality and efficiency. The simulation results of the buck-boost converter circuit in the PSIM application are able to produce a voltage according to the predetermined setpoint, namely 24 Volts. The circuit is capable of lowering (Buck) and increasing (Boost) the voltage when given different voltage inputs according to the specified setpoint. The resulting buck-boost converter circuit is able to stabilize the voltage according to the predetermined voltage, namely 24 Volts. Then it is able to charge a battery with a capacity of 2400mAh with a voltage of 24V. There are readings for battery capacity, current and temperature, all three of which are interrelated. The BMS (Battery management system) on the battery circuit works well to protect the battery when the battery is fully charged. Thus, it can be concluded that the buck-boost converter circuit for charging electric car batteries is running as specified.
4037742656I1B018075GAMBARAN MOTIVASI MAHASISWA PROGRAM STUDI KEPERAWATAN UNTUK MELANJUTKAN PENDIDIKAN PROFESI NERSLatar Belakang : Program profesi Ners merupakan program lanjutan setelah lulus dari sarjana keperawatan. Salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi mahasiswa melanjutkan pendidikan profesi Ners adalah minat. Minat merupakan salah satu faktor motivasi mahasiswa yang berasal dari dalam diri individu.
Tujuan : Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran motivasi mahasiswa Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman dalam melanjutkan pendidikan profesi Ners
Metodologi : Jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Pemilihan sampel dengan teknik total sampling, jumlah responden 99 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariate.
Hasil Penelitian : Motivasi melanjutkan pendidikan profesi Ners didapatkan hasil dari kriteria internal dimana kebutuhan dan dorongan dalam kategori baik dengan nilai 89,33%, harapan dan cita-cita 81%, hasrat dan minat 80%. Hasil dari kriteria eksternal untuk kategori penghargaan 92%, lingkungan yang kondusif 94,67%, serta kegiatan yang menarik 88%.
Kesimpulan : Program profesi Ners merupakan rangkaian dari proses pembelajaran oleh karena itu perlu adanya motivasi untuk mencapainya
Background :; The Nurse profession program is an advanced program after graduating from a bachelor of Nursing degree. One of the factors that influence student motivation to continue Nursing professional education in interest. Interest is one of the motivational factors for students that comes from within the individual.
Objective : The aim of this research is to determine the motivation of students in the Nursing Department, Faculty of Health Science, Jenderal Soedirman University in continuing their professional education as a Nursing
Methodology : I research used quantitative research. Selection of samples with total sampling technique, the number of respondents 99 people. Data collection using a questionnaire. Data were analyzed univariately.
Research Results : The motivation to continue Nursing professional education was obtained from internal criteria where needs and encouragement were in the good category with a score of 89,33%, hopes and aspirations of 81%, desires and interests of 80%. Results from external criteria for the award category 92%, conducive environment 94,67%, and interesting activities 88%.
Conclusion : The Nursing professional program is a series of learning processes, the refore it is necessary to have motivation to achieve it
4037842657H1A019083Optimasi Performa Klasifikasi Data Sel Blast Tak Seimbang menggunakan Metode Graph Clustering berbasis DPClusSBODewasa ini sering dijumpai pemanfaatan teknologi machine learning dalam bidang medis. Salah satunya adalah penggunaan metode klasifikasi untuk mengenali suatu sampel atau membantu dalam diagnosa penyakit pada sel darah. Metode klasifikasi machine learning dapat mengenali kelainan dan perbedaan pada citra objek atau gambar sel darah putih (leukosit). Penyakit leukemia biasa dibedakan menjadi dua jenis yakni acute myeloid leukemia (AML) dan acute lymphoblastic leukemia (ALL). Sebagai suatu penyakit akut tentunya dalam ketersediaan dataset yang berlabel akan cukup sulit untuk diperoleh. Bila ada, seringkali dataset yang diperoleh adalah data yang tidak seimbang (imbalance). Hal ini akan memengaruhi performa klasifikasi dalam beberapa aspek sehingga kurang optimal dalam penggunaannya.
Salah satu upaya menangani kasus ketidakseimbangan data ini adalah dengan melakukan penuruan sampel (undersampling) pada salah satu kelas data mayoritas. Teknik ini bertujuan menyeimbangkan distribusi data keseluruhan antara data mayoritas dengan data minoritas. Teknik undersampling yang dipilih adalah metode analisis metrik jarak pada graph clustering yang dijalankan pada perangkat lunak DPClusSBO.
Penelitian ini menghasilkan metode penanganan untuk meningkatkan performa proses klasifikasi pada data sel blast yang tak seimbang (imbalance). Performa yang dinilai bukan hanya dari akurasi namun juga parameter seperti AUC, ROC, F-measure, dan G-means. Berikutnya metode ini dapat diterapkan pada klasifikasi sel blast yang menggunakan metode support vector machine (SVM), k-nearest neighbor (k-NN), naïve bayes, dan random forest classifier. Selain itu, harapannya metode pada penelitian ini juga dapat diterapkan pada kasus-kasus data tak seimbang lainnya.
Seeing machine learning technology in the medical field is an everyday thing. One of them is classification methods to identify a sample or to assist in diagnosing diseases of blood cells. The machine learning classification method can recognize abnormalities and differences in white blood cell (leukocytes) images. There are two types of leukemia, acute lymphoblastic leukemia, and acute myeloid leukemia. The cost of clinical health-labeled datasets tends to be high and less affordable.
On the other hand, the dataset obtained often is imbalanced data. Thus, it will affect classification performance in several aspects. To address this imbalanced data problem, we will perform undersampling in the majority data class. This technique balances the overall data distribution between majority data and minority data. We use distance metric analysis in graph clustering-based undersampling. This method will be executed in DPClusSBO software. This research produces a handling method to improve the performance of the classification process on imbalanced blast cell data. Performance is assessed not only from accuracy. There are also parameters such as AUC, ROC, F-measure, and G-means. Furthermore, this method can be applied to blast cell classification using support vector machine (SVM), k-nearest neighbor (k-NN), naïve Bayes, and random forest classifier methods.
4037942658I1A018018POTRET PENGASUHAN REMAJA PADA KELUARGA PEKERJA MIGRAN DI DESA PAMIJEN KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMASLatar Belakang: Pengasuhan left behind children (LBC) mengalami pergeseran akibat perginya PMI selaku orang tua ke luar negeri untuk bekerja. Pengasuhan dilakukan pihak lain dalam keluarga. Remaja sebagai masa “storm and stress” mengalami tekanan penyesuaian pendewasaan. Pengasuhan yang tepat bertujuan membantu remaja menghadapi peralihan sehingga tumbuh kembangnya berlangsung optimal. Penelitian bertujuan mengkaji secara mendalam potret pengasuhan remaja pada keluarga PMI di Desa Pamijen Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas.
Metodologi: Penelitian dilakukan secara kualitatif deskriptif. Penentuan informan dengan teknik purposive sampling. Penelitian melibatkan 12 informan (utama dan pendukung), yaitu pengasuh, LBC remaja, dan tetangga/kerabat/tokoh masyarakat. Peneliti sebagai instrumen utama dan menggunakan pedoman wawancara mendalam terkait asah, asih dan asuh. Data dianalisis secara kualitatif menurut Miles dan Huberman.
Hasil Penelitian: 1) Asuh yaitu kebutuhan fisik-biomedis terpenuhi, meliputi sandang, pangan, papan, uang saku, penanganan dan akses kesehatan; 2) Asih diwujudkan dengan komunikasi rutin antara remaja, pengasuh dan PMI dan penerapan aturan bermain; 3) Asah berupa upaya pendisiplinan, pembentukan kemandirian, pemberian nasihat, dukungan belajar dan pendampingan pubertas. Informan LBC remaja laki-laki belum mendapatkan pendampingan berupa edukasi terkait pubertas.
Kesimpulan: Asah, asih dan asuh sebagai kebutuhan utama pengasuhan remaja pada keluarga PMI telah terpenuhi, terkecuali pendampingan tahap pubertas dalam aspek asuh pada remaja laki-laki.
Kata kunci: Pengasuhan remaja, left behind children, pekerja migran
Background: The parenting of left-behind children (LBC) is shifting due to the working parent as migrant workers abroad. Care giving is carried out by other family members. Adolescence is known as the time of “storm and stress”, with pressures of adjustment to adulthood. Appropriate parenting aims to help adolescents maintain their transition period so that their growth and development can take place optimally. This research aims to examine in depth the portrait of parenting adolescents in migrant worker families in Pamijen Village, Sokaraja District, Banyumas Regency.
Methodology: This research uses descriptive qualitative research methods. The purposive sampling technique is used to determine informants. The research involved 12 informants (main and supporting informants), namely caregivers, adolescent, and neighbors/relatives/community figures. The researcher is the main instrument and uses in-depth interview guidelines related to teaching, loving and caring. Data were analyzed qualitatively according to Miles and Huberman.
Research Results: 1) Caring, namely the fulfillment of physical-biomedical needs, including clothing, food, shelter, pocket money, treatment, and access to health services; 2) Loving is realized through regular communication between teenagers, caregivers, and migrant workers and determining the rules; 3) Teaching is by implementing a reward and punishment system, establishing independence, providing advice, learning support and assistance when adolescents face puberty. An informant, a male adolescent LBC, had not received assistance in the form of education related to puberty.
Conclusion: The aspects of teaching, loving, and caring as the main needs in parenting for teenagers in migrant worker families have been fulfilled, except for assistance at the puberty stage in the aspect of caring for male adolescent LBC.
Keywords: Parenting teenagers, adolescent, left behind children, migrant workers
4038042659H1A019044Rancang Bangun Penyearah Satu Fasa Pada Sistem Hybrid PV dan Listrik PLN Untuk Pengisian Baterai Mobil ListrikPada penelitian ini dilakukan perancangan rangkaian penyearah satu fasa yang nantinya akan diparalelkan dengan rangkaian Buck-Boost Chopper. Tegangan keluaran yang dihasilkan rangkaian penyearah satu fasa dan Buck-Boost Chopper yaitu sebesar 26,45V dan 24V dengan arus 0,5 A yang kemudian disetarakan menjadi 26V mengikuti tegangan rangkaian yang memiliki nilai tegangan keluaran tertinggi. Pada penelitian ini dilakukan beberapa pengujian dan analisis seperti, pengujian sinyal IGBT dan pengujian pengisian baterai lalu akan dibandingkan hasil pengujian dan analisis rangkaian ketika diparalelkan. Pada pengujian sinyal IGBT didapatkan beberapa kesimpulan yaitu nilai resitor berpengaruh pada nilai Duty Cycle dan Frekuensi, pada pengujian pengisian baterai didapatkan bahwa kondisi baterai memiliki nilai arus yang stabil 0,5 A ketika pengisian dari kondisi 0% hingga 75% setelah itu nilai arus akan mengalami penurunan dari 0,5 ke 0,42 hingga mencapai 0 A ketika kondisi baterai telah terisi penuh, sedangkan nilai suhu akan mengalami kenaikan seiring dengan proses pengisian baterai dan nilainya akan mengalami penurunan apabila kondisi baterai mencapai angka 75%. Untuk hasil pengujian dan analisis rangkaian paralel didapatkan bahwa arus dan suhu memiliki nilai yang tinggi ketika rangkaian diparalelkan, nilai arus dan suhu ketika rangkaian penyearah satu fasa dioperasikan yaitu 0,5 A dan 33,24ºC pada kapasitas baterai 25% sedangkan ketika rangkaian diparalelkan memiliki nilai arus 0,52 A dan suhu 34,73 ºC.In this research, a single phase rectifier circuit was designed which will later be paralleled with a Buck-Boost Chopper circuit. The output voltage produced by the single-phase rectifier circuit and Buck-Boost Chopper is 26.45V and 24V with a current of 0.5 A which is then equalized to 26V following the circuit voltage which has the highest output voltage value. In this research, several tests and analyzes were carried out, such as IGBT signal testing and battery charging testing, then the results of the test and circuit analysis when paralleled were compared. In testing the IGBT signal, several conclusions were obtained, namely that the resistor value influences the Duty Cycle and Frequency values. In the battery charging test, it was found that the battery condition had a stable current value of 0.5 A when charging from 0% to 75% after which the current value would experience decreases from 0.5 to 0.42 to reach 0 A when the battery is fully charged, while the temperature value will increase along with the battery charging process and the increase will decrease if the battery condition reaches 75%. For the test results and analysis of parallel circuits, it was found that the current and temperature had high values when the circuit was paralleled, the current and temperature values when the single phase rectifier circuit was operated were 0.5 A and 33.24ºC at 25% battery capacity, whereas when the circuit was paralleled the values current 0.52 A and temperature 34.73 ºC.