Artikelilmiahs

Menampilkan 40.341-40.360 dari 48.904 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4034142298F1F016078PERAN POKEMON DALAM IMPLEMENTASI "COOL JAPAN" POLICY PERIODE 2016 - 2022Pokémon merupakan salah satu budaya populer yang dimiliki oleh jepang, kesuksesan Pokémon telah memainkan peran dalam implementasi kebijakan Cool Japan. Pokémon telah berkontribusi pada citra positif Jepang dengan memperkenalkan budaya populer Jepang, mempromosikan pariwisata, merchandise, warisan budaya, dan keahlian kreatif. Pokémon telah membantu menciptakan persepsi Jepang sebagai negara yang keren dan inovatif. pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Pokémon dalam implementasi “Cool Japan” policy periode 2016 - 2023 dengan menggunakan teori Soft Power dan Nation Branding. fokus penelitian ini mengarah kepada Pokémon sebagai budaya populer jepang dan peran Pokémon dalam implementasi Cool Japan policy di tahun 2016 - 2023Pokémon is one of Japan's popular cultures, and its success has played a role in the implementation of the Cool Japan policy. Pokémon has contributed to Japan's positive image by introducing Japanese popular culture, promoting tourism, merchandise, cultural heritage, and creative expertise. Pokémon has helped create the perception of Japan as a cool and innovative country. This research aims to understand the role of Pokémon in the implementation of the "Cool Japan" policy during the period from 2016 to 2023, using the theories of Soft Power and Nation Branding. The focus of this research is on Pokémon as a popular culture of Japan and its role in the implementation of the Cool Japan policy from 2016 to 2023.
4034242422H1C019041Analisis Geologi Teknik Pada lapisan Sedimen Berpotensi Likuefaksi Menggunakan Data Cone Penetration Test (CPTu) Kota Pekalongan Bagian Utara dan Sekitarnya, Provinsi Jawa Tengah.
Likuefaksi merupakan suatu keadaan tanah jenuh air yang mengalami kehilangan kekuatan akibat adanya gempa bumi. Proses ini menyebabkan terjadinya perubahan sifat tanah dengan keadaan solid perlahan akan berubah sifat menjadi liquid. Berdasarkan pernyataan tersebut, dapat disesuaikan dengan kondisi litologi Kota Pekalongan Bagian Utara dan Sekitarnya yang tersusun atas formasi alluvium (Qa) terdiri dari endapan sedimen lepas berumur kuarter. Selain kondisi litologi, perlu juga diperhatikan aktifitas kegempaan yang akan berpengaruh terhadap resiko gerakan tanah di Kota Pekalongan Bagian Utara dan Sekitarnya. Beberapa waktu belakangan, Kota Pekalongan mengalami gempa bumi berskala sedang yang diakibatkan oleh pergerakan sesar aktif Baribis – Kendheng segmen Pekalongan yang terus bergerak hingga saat ini dengan kecepatan (0,1 mm/tahun) serta memiliki kekuatan gempa sebesar 6,5 mw (PusGen, 2017). Dari faktor pendukung likuefaksi diatas, kajian mengenai potensi likuefaksi pada daerah Kota Pekalongan Bagian Utara dan Sekitarnya sangat diperlukan untuk meminimalisir besarnya kerugian akibat bencana alam likuefaksi. Hasil analisis klasifikasi endapan sedimen dan potensi likuefaksi menggunakan data Cone Penetration Test (CPTu). Proses analisis ini dilakukan untuk mengetahui jenis lapisan sedimen, serta perhitungan potensi likuiefaksi berdasarkan pengaruh gempa bumi yang pernah terjadi di area Kota Pekalongan dengan kekuatan (3,4 mw). Selain itu, perhitungan potensi likuefaksi juga dilakukan menggunakan skema gempa bumi yang mungkin terjadi dengan kekuatan (6,5 mw) bersumber dari zona sesar aktif Baribis – Kendheng segmen Pekalongan. Hasil dari proses analisis tersebut diketahui bahwa potensi likuefaksi di Kota Pekalongan Bagian Utara dan Sekitarnya dapat terjadi pada kedalaman bervariasi serta lapisan sedimen berjenis sand & silty sand, silty sand, dan clay & silty clay dengan kondisi kekuatan gempa bumi di atas (3,4 mw) atau kekuatan gempa bumi bisa mencapai (6,5 mw).Liquefaction is a state of water-saturated soil that loses strength due to an earthquake. This process causes a change in the nature of the soil with a solid state will slowly change its nature to liquid. Based on this statement, it can be adjusted to the lithological conditions of Pekalongan City which is composed of alluvium formation (Qa) consisting of loose sedimentary deposits of Quaternary age. In addition to lithological conditions, it is also necessary to consider seismic activity that will affect the risk of ground motion in Pekalongan City and its surroundings. Recently, Pekalongan City has experienced moderate earthquakes caused by the movement of the Kali Logeni – KaliBaribis – Kendheng segment PekalonganRambut Active Fault with a velocity of (04.15 mm/year) and an earthquake magnitude of (6.5 mw). From the supporting factors of liquefaction above, a study of the potential for liquefaction in the Pekalongan City area is needed to minimise the magnitude of losses due to liquefaction natural disasters. The analysis of sediment clasificationharacteristics and liquefaction potential using Cone Penetration Test (CPTu) data. This analysis process is carried out to determine the type of sediment layer, as well as the calculation of liquefaction potential based on the influence of earthquakes that have occurred in the Pekalongan City area with a magnitude of (3.4 mw). In addition, the calculation of liquefaction potential was also carried out using a possible earthquake scheme with a magnitude of (6.5 mw) originating from the Kali LogeniBaribis – Kendheng segment Pekalonganali Rambut Active Fault zone. As a result of the analysis process, it is known that liquefaction potential in Pekalongan City can occur at varying depths and sedimentary layers of sand & silty sand, silty sand, and clay & silty clay types under conditions of earthquake strengths above (3.4 mw) or earthquake strengths that can reach (6.5 mw).
4034342628H1A019012ANALISIS QUALITY OF SERVICES PANEL CCTV PADA DASHBOARD DIGITAL ASET PROTEKSI (DAP) PADA JARINGAN LAN PT. X MENGGUNAKAN STANDAR TIPHONClosed Circuit Television (CCTV) merupakan sebuah perangkat yang menggunakan kamera video untuk mentransmisikan video ke suatu tempat yang spesifik pada layar monitor yang terbatas. CCTV memiliki istilah lain yakni pengawasan video atau video surveillance. PT. X, melalui anak perusahaannya melakukan inovasi dalam pengawasan aset yakni dengan membuat suatu proyek bernama “Digital Aset Proteksi” atau yang disingkat menjadi DAP. Penelitian ini akan menguji kualitas layanan dari panel CCTV dari situs Digital Aset Proteksi pada jaringan LAN PT. X. Untuk menilai perfomansi dari sebuah situs yang akan di uji melalui Quality of Service digunakan standar yang di keluarkan oleh badan standar European Telecommunication Standards Institute (ETSI) yakni TIPHON yang akan menjadi acuan nilai dari parameter QoS yakni jitter, delay, throughput, packet loss, dan frame rate. Hasil penelitian menunjukan bahwa jam yang ideal untuk mengakses layanan video streaming menggunakan jaringan LAN PT. X dengan nilai delay terbaik yaitu pada jam 12.00 WIB s/d 14.00 WIB yakni 0,00883 ms, jam yang terbaik untuk mendapatkan nilai jitter yang baik yaitu pada jam 12.00 WIB s/d 14.00 WIB yakni sebesar 0,00887 ms, Nilai throughput tertinggi yang dicapai oleh jaringan LAN PT. X saat mengakses layanan video streaming Panel CCTV situs Digital Aset Proteksi yaitu pada saat pengaksesan di jam 12.00 WIB s/d 14.00 WIB dengan nilai yang diperoleh sebesar 100%, jam yang ideal untuk penggunaan jaringan dengan nilai packet loss terendah yaitu pada jam 12.00 WIB s/d 14.00 WIB sebesar 0,175%, dan Nilai frame rate tertinggi yang didapat jaringan LAN PT. X saat mengakses layanan video streaming Panel CCTV situs Digital Aset Proteksi yaitu sebesar 119,06 fps pada jam 12.00 WIB s/d 14.00 WIB.Closed Circuit Television (CCTV) is a device that utilizes video cameras to transmit video to a specific location on a limited monitor screen. CCTV is also referred to as video surveillance. PT. X, through its subsidiary, has innovated in asset surveillance by initiating a project named "Digital Asset Protection," abbreviated as DAP. This research aims to assess the quality of services provided by the CCTV panel at the Digital Asset Protection site on PT. X's LAN network. To evaluate the performance of the site, Quality of Service is measured using the standards issued by the European Telecommunication Standards Institute (ETSI), specifically the TIPHON standard. This standard serves as a reference for QoS parameters such as jitter, delay, throughput, packet loss, and frame rate. The research results indicate that the ideal time to access video streaming services using PT. X's LAN network is between 12:00 PM to 2:00 PM with the best delay value being 0.00883 ms. The optimal time for achieving a good jitter value is also between 12:00 PM to 2:00 PM, with a value of 0.00887 ms. The highest throughput value attained by PT. X's LAN network when accessing video streaming services for the CCTV panel at the Digital Asset Protection site is during the period from 12:00 PM to 2:00 PM, with a value of 100%. The ideal time for network usage with the lowest packet loss value is between 12:00 PM to 2:00 PM, with a rate of 0.175%. The highest frame rate value obtained by PT. X's LAN network when accessing video streaming services for the CCTV panel at the Digital Asset Protection site is 119.06 fps, occurring between 12:00 PM to 2:00 PM.
4034442629H1A019069ANALISIS DAN PENENTUAN POSISI TAG PASSIVE UHF RFID (RADIO FREQUENCY IDENTIFICATION) BERDASARKAN RSSI DAN ALGORITMA K-NEAREST NEIGHBOR (KNN)Radio Frequency Identification (RFID) adalah sebuah teknologi nirkabel untuk identifikasi yang memanfaatkan gelombang radio melalui medan elektromagnetik untuk melakukan pelacakan aset. RFID merupakan teknologi yang fleksibel karena data dari tag RFID dapat dibaca tanpa harus disejajarkan dengan RFID reader. Saat ini fungsi RFID banyak diterapkan pada proses identifikasi baik pada lingkungan industri maupun pada kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu untuk memaksimalkan penggunaan dari RFID perlu dibuat sebuah sistem penentuan posisi yang dapat memudahkan manusia dalam melakukan pelacakan RFID tag. Dengan menggunakan algoritma yaitu K-Nearest Neighbor yang digunakan untuk menghasilkan posisi perkiraan dari RFID tag. Dengan demikian pada penelitian ini bermaksud untuk menggunakan algoritma K-Nearest Neighbor untuk digunakan dalam pelacakan di dalam dan di luar ruangan. Sehingga dapat dibandingkan hasil nilai dari Received Signal Strength Indicator (RSSI) yang di dapat dan hasil kinerja dari algoritma K-Nearest Neighbor. Pengujian dilakukan dengan melakukan uji presisi, cakupan sinyal antena, dan perhitungan K-Nearest Neighbor. Berdasarkan pengujian yang sudah dilakukan, didapatkkan hasil untuk uji presisi di luar ruangan memiliki presisi data yang lebih baik daripada data yang ada di dalam ruangan. Selanjutnya, untuk uji cakupan sinyal didapatkan hasil cakupan sinyal di luar ruangan lebih baik dengan rata-rata RSSI yang terukur berkisar antara 70-90 dBm sedangkan untuk di dalam ruangan memiliki nilai RSSI berkisar antara 50-70 dBm. Terakhir, untuk perhitungan K-Nearest Neighbor menghasilkan nilai kesalahan dengan hasil untuk di luar ruangan memiliki nilai kesalahan yang lebih kecil daripada di dalam ruangan.Radio Frequency Identification (RFID) is a wireless identification technology that utilizes radio waves through electromagnetic fields to track assets. RFID is a flexible technology because data from RFID tags can be read without having to be aligned with an RFID reader. Currently, the RFID function is widely applied to the identification process both in the industrial environment and in everyday life. Therefore, to maximize the use of RFID, it is necessary to create a positioning system that can facilitate humans in tracking RFID tags. By using the K-Nearest Neighbor algorithm which is used to generate an approximate position of the RFID tag. Thus in this study intends to use the K-Nearest Neighbor algorithm to be used in indoor and outdoor tracking. So that the results of the value of the Received Signal Strength Indicator (RSSI) can be compared and the performance results of the K-Nearest Neighbor algorithm. Testing is done by testing precision, antenna signal coverage, and K-Nearest Neighbor calculations. Based on the tests that have been carried out, the results for the outdoor precision test have better data precision than the data in the room. Furthermore, for the signal coverage test, the results obtained for outdoor signal coverage are better with the average measured RSSI ranging from 70-90 dBm while for indoors has RSSI values ranging from 50-70 dBm. Finally, the K-Nearest Neighbor calculation produces error values with the results for outdoors having a smaller error value than indoors.
4034542630L1C017048Aktivitas Antibakteri Isolat Protein Ikan Gelodok (Boleophthalmus boddarti) Terhadap Bakteri Staphylococcus gallinarumIkan gelodok Boleophthalmus boddarti merupakan ikan dengan nilai ekonomis rendah yang kurang
popular dikalangan masyarakat, sehingga ikan gelodok sangat jarang dimanfaatkan oleh
masyarakat pada umumnya. Ikan gelodok memiliki kandungan protein yang cukup tinggi.
Pemanfaatan protein ikan gelodok dapat diubah kedalam bentuk murni yang dinamakan isolat
protein. Isolat protein ikan gelodok berpotensi sebagai salah satu bahan alternatif agen antibakteri.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antibakteri isolat protein ikan gelodok
dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen Staphylococcus gallinarum. Metode yang
digunakan untuk mengetahui aktivitas antibakteri isolat protein ikan gelodok dengan perendaman
natrium bikarbonat 0,8% dan tanpa perendaman yaitu menggunakan metode spread plate sumuran
dengan diameter lubang sumuran 6 mm. Aktivitas antibakteri diukur berdasarkan zona bening yang
terbentuk dengan konsentrasi isolat protein yang berbeda. Terdapat 4 konsentrasi dari isolat protein
yang diuji, yaitu dengan konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100%. Semakin tinggi tingkat konsentrasi
isolat protein yang digunakan maka zona hambat yang dihasilkan akan semakin besar. Zona hambat
yang dihasilkan dari isolat protein ikan gelodok dengan perendaman natrium bikarbonat 0,8% yang
terendah yaitu 8,21±0,36 mm kategori sedang dan yang tertinggi yaitu 43,28±1,75 mm kategori
sangat kuat. Zona hambat pada kelompok tanpa perendaman yang terendah yaitu 9,83±0,59 mm
kategori sedang dan yang tertinggi yaitu 44,16±1,34 mm kategori sangat kuat. Hasil penelitian
membuktikan bahwa isolat protein ikan gelodok memiliki potensi sebagai agen antibakteri
terhadap bakteri Staphylococcus gallinarum.
Mudskipper’s (Boleophthalmus boddarti) is a fish with low economic value that is less popular
among the public, so it is rarely used by the general public. Mudskippers contains high protein.
Utilization of mudskippers protein can be converted into a pure form called protein isolate.
Mudskippers protein isolate has the potential as an alternative ingredient for antibacterial agents.
The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of the protein isolate of
mudskippers in inhibiting the growth of the pathogenic bacteria Staphylococcus gallinarum. The
method used to determine the antibacterial activity of protein isolate mudskipper with 0.8% sodium
bicarbonate immersion and without immersion was the well spread plate method with 6 mm
diameter holes. Antibacterial activity was measured based on the clear zone formed with different
concentrations of protein isolate. There were 4 concentrations of protein isolates tested, namely
25%, 50%, 75% and 100%. The higher level of isolate proteins concentration used, the greater the
inhibition zone produced. The inhibitory zone produced by the immersion of mudskipper’s protein
isolate with 0.8% sodium bicarbonate was the lowest at 8.21±0.36 mm, categorized moderate, and
the highest at 43.28±1.75 mm, categorized very strong. The inhibitory zone in the group without
immersion was the lowest at 9.83±0.59 mm, categorized moderate, and the highest at 44.16±1.34
mm, categorized very strong. The research results proved that mudskipper’s protein isolate had the
potential as an antibacterial agent against Staphylococcus gallinarum bacteria.
4034642631I1C019040Pemantauan Efektivitas dan Efek Samping Penggunaan Analgesik pada Pasien KankerPasien kanker yang mengalami nyeri dapat diterapi dengan menggunakan analgesik tetapi terdapat keterbatasan dalam pemberian terapi seperti tidak efektifnya analgesik yang digunakan dan terjadinya efek samping obat (ESO). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas analgesik berdasarkan perubahan intensitas nyeri dan kejadian ESO dari analgesik pada pasien kanker. Penelitian dilakukan secara observasional deskriptif analitik dengan pengambilan data secara konkuren menggunakan metode purposive sampling dari hasil wawancara dan data rekam medis pasien terdiagnosis kanker yang sedang menjalani one day chemotherapy di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto periode Mei-Juli 2023 dengan total sampel sebanyak 80. Analisis data terkait efektivitas analgesik dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dengan melihat perubahan intensitas nyeri. Analisis kejadian ESO dilakukan secara deskriptif menggunakan algoritma Naranjo. Analgesik yang paling banyak digunakan pada pasien kanker ialah parasetamol (25,00%), tramadol (23,75%), dan kombinasi parasetamol-tramadol (2,50%). Dari hasil uji Wilcoxon diketahui bahwa terdapat penurunan yang signifikan antara intensitas nyeri sebelum dan setelah penggunaan analgesik (p-value < 0,05). Efek samping terbanyak yang dikeluhkan adalah perut terasa perih dan bagian ulu hati terasa nyeri, serta sembelit. Hasil penggolongan ESO menggunakan algoritma Naranjo menunjukkan bahwa ESO yang terjadi masuk ke dalam kategori Probable (76,47%) dan Possible (23,53%). Penggunaan analgesik pada pasien kanker cukup efektif untuk menurunkan intensitas nyeri yang dirasakan. Kejadian ESO terbanyak yang dikeluhkan adalah perut terasa perih dan bagian ulu hati terasa nyeri. Cancer patients who experience pain can be treated using analgesics, but there are still limitations in providing therapy, such as the ineffectiveness of analgesics and adverse drug reactions (ADR). This study aims to determine the effectiveness of analgesics based on changes in pain intensity and the incidence of ADR from analgesics in cancer patients. This was an observational concurrent study using the purposive sampling method from interviews and medical record data of patients diagnosed with cancer who were undergoing chemotherapy daycare at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto in May–July 2023 with 80 samples. Data analysis related to analgesic effectiveness was analyzed using the Wilcoxon test by looking at changes in pain intensity. The analysis of the incidence of ADRs was done descriptively using Naranjo algorithm. The most commonly used analgesics in cancer patients were paracetamol (25.00%), tramadol (23.75%), and the paracetamol-tramadol combination (2.50%). From the results of the Wilcoxon test, it is known that there is a significant decrease in pain intensity before and after using analgesics (p-value < 0.05). The most common ADRs were abdominal pain and heartburn, and constipation. The results of ADR classification using the Naranjo algorithm showed that ADRs that occurred were categorized as probable (76.47%) and possible (23.53%). The use of analgesics in cancer patients is effective enough in reducing pain intensity. The most common ADR was abdominal pain and heartburn.
4034742633I1C019071Skrining Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etil Asetat Bakteri Algoriphagus sp. PAP.12 dengan Metode OSMAC dan Analisis Molecular Networking – nyaLatar Belakang: Algoriphagus sp.PAP.12 merupakan salah satu spesies bakteri dari filum Bacteroidetes yang belum banyak dieksplorasi kandungan dan manfaatnya. Salah satunya adalah potensi sebagai antibakteri. OSMAC merupakan salah satu metode untuk mengekspresikan klaster gen biosintesis yang “diam” dengan melakukan perubahan perlakukan selama masa kultivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari senyawa yang berpotensi sebagai antibakteri melalui analisis molecular networking dan dilanjutkan dengan uji antibakteri secara in vitro.

Metodologi: Kultur murni bakteri Algoriphagus sp.PAP.12 dilakukan pre-culture pada media MB dan diinkubasi selama 48 jam. Kemudian bakteri dikultur dalam 5 variasi media cair yaitu NB, LB, RL1, A1BFe + C dan Air laut. Kultur bakteri diinkubasikan pada 3 variasi waktu berbeda yaitu 4, 5 dan 7 hari. Ekstraksi cair – cair dilakukan menggunakan etil asetat dengan cara pengocokkan selama 20 menit. Ekstrak kasar kemudian dianalisis menggunakan LC-HRMS dan diuji aktivitas antibakterinya menggunakan metode difusi cakram terhadap Micrococcus luteus dan Eschericia coli.

Hasil Penelitian: Hasil dari molecular networking terdapat 53 senyawa terdereplikasi dari ekstrak etil asetat bakteri Algoriphagus sp.PAP.12. diantara senyawa tersebut yang memiliki aktivitas antibakteri berdasarkan studi literatur adalah linoleic acid, licoflavonone, surfactin C14, surfactin C dan NCGC00380690-01_C22H22O11_beta-D-Glucopyranose, 6-O-[(2E)-1-oxo-3-phenyl-2-propen-1-yl]-, 1-(3,4,5-trihydroxybenzoate). Hasil uji antibakteri menunjukan adanya aktivitas penghambatan terhadap bakteri M.luteus pada media LB waktu inkubasi hari ke-5 pengulangan ketiga dan hari ke-7 pengulangan pertama dan kedua, media RL1 inkubasi hari ke 4 dan 5 pengulangan pertama dan media NB inkubasi hari ke-5 dan 7 pengulangan ketiga. Semua ekstrak yang menghasilkan zona hambat termasuk kategori aktivitas lemah. Namun tidak menghasilkan aktivitas antibakteri terhadap E.coli.

Kesimpulan: Penerapan metode OSMAC dengan variasi media dan waktu inkubasi pada Algoriphagus sp.PAP.12 menunjukan adanya aktivitas penghambatan pada media LB, NB dan RL1 dengan kategori lemah terhadap bakteri M.luteus namun tidak memberikan aktivitas penghambatan terhadap bakteri E.coli.
Background: Algoriphagus sp.PAP.12 is one of bacterial species from the Bacteroidetes phylum that has not been widely explored for its content and benefits. One of them is the potential as an antibacterial agent. OSMAC method is a method to express "silent" BGC’s by changing the cultivation parameters. This study aims to find compounds that have potential antibacterial activity by molecular networking and continued with antibacterial tests.

Methodology: Pure culture of Algoriphagus sp.PAP.12 was pre-cultured on MB media and incubated for 48 hours. The bacteria were cultured on 5 variations of media i.e NB, LB, RL1, A1BFe + C and seawater. Bacterial cultures were incubated at 3 different time variations i.e 4, 5 and 7 days. Liquid - liquid extraction was performed using ethyl acetate and shaked for 20 minute. The crude extract then analyzed using LC-HRMS and tested for antibacterial activity using disc diffusion method against M.luteus and E.coli.

Results: The results of molecular networking replicated compounds from ethyl acetate extract of Algoriphagus sp.PAP.12 bacteria that have antibacterial activity based on literature studies were linoleic acid, licoflavonone, surfactin C14, surfactin C and NCGC00380690-01_C22H22O11_beta-D-Glucopyranose, 6-O-[(2E)-1-oxo-3-phenyl-2-propen-1-yl]-, 1-(3,4,5-trihydroxybenzoate). Antibacterial test results showed inhibitory activity against M. luteus bacteria on LB media incubation time day 5 third replication and day 7 first and second replication, RL1 media incubation day 4 and 5 first replication and NB media incubation day 5 and 7 third replication. All extracts that produced inhibition zones categorized into weak activity. However, there was no antibacterial activity against E.coli.

Conclusion: The application of the OSMAC method with media and incubation times variation on Algoriphagus sp.PAP.12 bacteria exhibited inhibitory activity on LB, NB and RL1 media with a weak inhibitory category against M.luteus bacteria but there was no inhibitory activity against E.coli bacteria.
4034842632I1E018013Pengaruh Latihan Circuit Training Terhadap Tingkat VO2Max Peserta Ekstrakurikuler Sepakbola SMP Negeri 1 BaturradenPENGARUH LATIHAN CIRCUIT TRAINING TERHADAP TINGKAT VO2MAX PESERTA EKSTRAKURIKULER SEPAKBOLA SMP NEGERI 1 BATURRADEN
Amar Ma’ruf1,, Didik Rilastiyo Budi2, Rifqi Festiawan3

Latar Belakang: Sepakbola adalah salah satu olahraga yang sangat populer. Sepakbola merupakan permainan beregu dimana masing-masing regu beranggotakan sebelas pemain dengan tujuan untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya ke gawang lawan. Waktu normal permainan sepakbola adalah 2x45 menit bahkan bisa lebih apabila dilakukan babak extra time selama 2x15 menit jika skor masing imbang. Untuk itu maka pemain sepakbola harus mempunyai daya tahan VO2Max yang baik. Salah satu metode latihan untuk dapat melatih VO2Max yaitu dengan circuit training. Penelitian ini menggunakan metode latihan circuit training yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan circuit training terhadap tingkat VO2Max peserta ekstrakurikuler sepakbola SMP Negeri 1 Baturraden.
Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain penelitian two group pretest and posttest design. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh 48 responden yang dibagi menjadi dua kelompok menggunakan teknik ordinal pairing. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon.
Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon, nilai asymp. sig. (2-tailed) kelompok treatment sebesar 0,000 dan kelompok kontrol memperoleh nilai asymp. sig. (2-tailed) sebesar 0,347.
Kesimpulan: Terdapat pengaruh dari latihan circuit training terhadap tingkat VO2Max peserta ekstrakurikuler sepakbola SMP Negeri 1 Baturraden. Selain itu, berdasarkan hasil rerata pretest dan posttest kelompok kontrol mengalami peningkatan namun tidak signifikan yaitu sebesar 0,041.
Kata Kunci: VO2Max, Circuit Training, Sepakbola.

THE EFFECT OF CIRCUIT TRAINING EXERCISES ON VO2MAX LEVELS OF EXTRACURRICULAR FOOTBALL PARTICIPANTS SMP NEGERI 1 BATURRADEN
Amar Ma'ruf1, Didik Rilastiyo Budi2, Rifqi Festiawan3

Background: Football is one of the very popular sports. Football is a team game where each team consists of eleven players with the aim to score as many goals as possible into the opponent's goal. The normal time of a football game is 2x45 minutes and can even be more if the extra time round is carried out for 2x15 minutes if each score is draw. For that reason, football players must have good VO2Max endurance. One method of training to be able to train VO2Max is with circuit training. This study uses circuit training exercise method which aims to determine the effect of circuit training exercise on the VO2Max level of extracurricular participants of SMP Negeri 1 Baturraden football.
Methodology: This study is a quasi-experimental research with two group pretest and posttest design. This study uses purposive sampling technique and obtained 48 respondents who were divided into two groups using ordinal pairing technique. Data analysis was performed using the Wilcoxon test.
Results: Based on the results of data analysis using the Wilcoxon test, the value of asymmp. sig. (2-tailed) treatment group of 0.000 and the control group obtained the value of asymmp. sig. (2-tailed) amounted to 0.347.
Conclusion: There is an influence of circuit training exercies on the VO2Max level of extracurricular football participants of SMP Negeri 1 Baturraden. In addition, based on the results of the pretest and posttest average of the control group increased but not significantly by 0,041.
Keywords: VO2Max, Circuit Training, Football.

4034942635L1C017026Analisis Pola Sebaran Suhu Permukaan Laut dan Klorofil-a di Selat Bali Tahun 2018-2020Suhu permukaan laut (SPL) merupakan salah satu parameter oseanografi yang mencirikan massa air di lautan dan berhubungan dengan keadaan lapisan air laut yang terdapat di bawahnya. Klorofil-a merupakan suatu pigmen aktif sel tumbuhan yang memiliki peran penting dalam berlangsungnya proses fotosintesis di perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pola sebaran spasial dan hubungannya suhu permukaan laut, klorofil-a di perairan Selat Bali dari satelit Sentinel-3 dan mengetahui pola arah dan kecepatan angin di perairan Selat Bali tahun 2018-2020. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode observasi yang merupakan cara pengumpulan data berdasarkan observasi yang bertujuan untuk mendapatkan data yang valid dengan memberikan batas jelas atas data kepada suatu objek tertentu. Hasil menunjukkan bahwa SPL tinggi di bagian selatan (26°C-28°C) dan rendah di bagian utara (20°C-22°C), klorofil-a tinggi di bagian selatan (12 mg m-3-18 mg m-3) dan rendah di bagian utara (0,2 mg m-3-4,9 mg m-3) dan pola angin dominan bergerak dari arah barat laut dengan kecepatan 5,7 m s-1-8,8 m s-1. Hubungan angin dan SPL tertinggi pada tahun 2018 dengan nilai R2 0,83, hubungan angin dan klorofil-a tertinggi pada tahun 2019 dengan nilai R2 0,93. Fenomena upwelling diduga terjadi di selatan Selat Bali yaitu di Semenanjung Blambangan.Sea surface temperature (SST) is an oceanographic parameter that characterizes the water mass in the ocean and is related to the condition of the sea water layer beneath it. Chlorophyll-a is an active pigment in plant cells which has an important role in the process of photosynthesis in waters. The aim of this research is to determine the spatial distribution pattern and relationship between sea surface temperature and chlorophyll-a in the waters of the Bali Strait from the Sentinel-3 satellite and to determine the pattern of wind direction and speed in the waters of the Bali Strait in 2018-2020. The research method used is the observation method, which is a method of collecting data based on observation which aims to obtain valid data by providing clear boundaries for the data for a particular object. The results show that SST is high in the south (26°C-28°C) and low in the north (20°C -22°C), chlorophyll-a is high in the south (12 mg m-3-18 mg m-3) and low in the north (0,2 mg m-3-4,9 mg m-3) and the dominant wind pattern moves from the northwest at a speed of m s-1 – 8,8 m s-1. The relationship between wind and SST was highest in 2018 with an R2 value of 0,83, the relationship between wind and chlorophyll-a was highest in 2019 with an R2 value of 0,93. The upwelling phenomenon is thought to occur south of the Bali Strait, namely on the Blambangan Peninsula.
4035042636I1E019041MODEL LATIHAN LADDER DRILL TERHADAP KECEPATAN TENDANGAN SABIT PADA SISWA EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT SMP NEGERI 1 SUMBANGLatar Belakang: Pencak silat merupakan hasil budaya masyarakat Indonesia. Tendangan sabit merupakan tendangan yang dominan digunakan untuk melakukan serangan dalam pencak silat. Penelitian ini menggunakan metode latihan ladder drill dengan tujuan untuk mengetahui adakah pengaruh setelah di berikan latihan ladder drill pada siswa ekstrakurikuler pencak silat SMP Negeri 1 Sumbang.
Metodelogi: Penelitian ini merupakan penelitian true experimental design dengan menggunakan model pretest-posttest control group design. Sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling dan diperoleh 30 responden yang dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik ordinal pairing. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi <0,05 yang dibantu dengan SPSS26.
Hasil penelitian: Hasil dari penelitian ini menunjukan rerata pre-test post-test kelompok treatment sebesar 17,67 dan 20,60 sedangkan rerata pre-test post-test kelompok kontrol sebesar 15,00 dan 14’39. Hasil uji paired t-test kelompok treatment memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,00 dan kelompok kontrol memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,670.
Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan pada latihan ladder drill terhadap kecepatan tendangan pada kelompok treatment dan terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kedua kelompok treatment dan kontrol.
Kata kunci: Pencak Silat, Tendangan Sabit, Ladder Drill, Two Feet Run, High Knee Run, Icky Shuffle, Foot Exchange.
Background: Pencak silat is a cultural product of the Indonesian people. The sickle kick is the dominant kick used to attack in pencak silat. This study uses the ladder drill training method with the aim of knowing whether there is an effect after giving ladder drill training to extracurricular students of pencak silat SMP Negeri 1 Sumbang.
Results: The results of this study showed the mean pre-test post-test of the treatment group was 17.67 and 20.60 while the mean pre-test post-test of the control group was 15.00 and 14'39. The paired t-test results of the treatment group obtained a significance value of 0.00 and the control group obtained a significance value of 0.670.
Conclusion: There is a significant effect on ladder drill training on kick speed in the treatment group and there is a significant difference in effect between the two treatment and control groups.
Keywords: Pencak Silat, Scythe Kick, Ladder Drill, Two Feet Run, High Knee Run, Icky Shuffle, Foot Exchange.
4035142634H1A019081RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING DAN MANAJEMEN PENGISIAN BATERAI MOBIL LISTRIK MENGGUNAKAN SUMBER DAYA PLN DAN PHOTOVOLTAIC BERBASIS INTERNET OF THINGSPertumbuhan kesadaran tentang pengaruh kendaraan berbahan bakar fosil terhadap lingkungan termasuk polusi udara dan perubahan iklim, telah mendorong permintaan akan energi alternatif yang lebih ramah lingkungan salah satunya dengan mewujudkan mobil listrik yang dianggap sebagai solusi yang lebih bersih karena tidak menghasilkan emisi langsung pada saat beroperasi. Pemerintah telah menyatakan kesiapannya untuk memasuki era kendaraan listrik. Baterai merupakan salah satu komponen utama menyimpan tenaga untuk menggerakan mobil listrik. Seiring dengan perkembangan zaman menyebabkan teknologi semakin maju sehingga sistem digitalisasi memiliki peran penting terhadap kehidupan manusia. Pemerintah Indonesia telah mendorong perkembangan teknologi berbagai inisiatif. Salah satunya ialah program "Making Indonesia 4.0" yang bertujuan untuk memperkuat sektor industri dengan menerapkan teknologi seperti Internet of Things (IoT), big data, dan kecerdasan buatan (AI).
Pada penelitian ini, dilakukan perancangan sistem monitoring dan manajemen pengisian daya baterai mobil listrik menggunakan aplikasi Blynk dengan bantuan Relay, sensor Arus, Tegangan, dan Suhu. Pengujian keseluruhan sistem dilakukan saat kondisi rangkaian paralel terhubung baterai saat kapasitas baterai 25% pembacaan tegangan AC mendapatkan nilai 1.7% kesalahan dan nilai 98.3% ketelitian, pembacaan arus AC 3.8% kesalahan dan 96.2% ketelitian, pembacaan tegangan DC rangkaian Penyearah PLN mendapatkan nilai kesalahan 20.7% dan nilai 79.3% ketelitian, pembacaan arus DC kesalahan 11.3% dan ketelitian 88.7%, pembacaan tegangan DC rangkaian Buck-Boost Chopper sebesar 20% kesalahan dam 80% ketelitian, arus DC 11.5% kesalahan dan 88.5% ketelitian. Ketika baterai mencapai 80% pembacaan tegangan AC mendapatkan nilai kesalahan 1.32% dan ketelitian 98.68%, arus AC mendapatkan nilai kesalahan 5.55% dan ketelitian 94.45%, pembacaan tegangan DC rangkaian Penyearah PLN mendapatkan nilai kesalahan 11.3% dan ketelitian 88.7%, pembacaan arus DC kesalahan 14% dan ketelitian 86%, pembacaan tegangan DC rangkaian Buck-Boost Choper kesalahan 11% dan ketelitian 89%, arus DC 13% kesalahan dan 87% ketelitian.
Awareness of the impact of fossil fuel-powered vehicles on the environment including air pollution and climate change has driven demand for alternative environmentally friendly energy sources. One of these solutions is the development of electric vehicles, seen as a cleaner option due to their lack of direct emissions during operation. Governments have expressed readiness to transition into the era of electric vehicles. Batteries constitute a key component for storing energy to power electric cars. As time progresses and technology advances, digitalization systems play a crucial role in human life. The Indonesian government has been promoting technological advancements through various initiatives, such as the "Making Indonesia 4.0" program, aiming to strengthen the industrial sector by implementing technologies like the Internet of Things, big data, and artificial intelligence. With these reasons in mind, the author has designed a monitoring and management system for charging electric vehicle batteries using resources from PLN and Photovoltaic based on the Internet of Things.
In this study, an electric car battery charging and charging system was designed using the Blynk application, Relays, Current, Voltage, and Temperature sensors. The whole system test was carried out when the parallel circuit condition was connected to the battery when the battery capacity reached 25% AC voltage reading got a value of 1.7% error and a value of 98.3% accuracy, AC current reading of 3.8% error and 96.2% accuracy, DC voltage reading of the PLN rectifier circuit got an error value of 20.7% and a value of 79.6% accuracy, DC current reading of 11.3% error and 88.7% accuracy, DC voltage reading of the Buck-Boost Chopper circuit of 20% error and 80% accuracy, DC current 11.5% error and 88.5% accuracy. When the battery reaches 80% AC voltage reading gets an error value of 1.32% and accuracy of 98.68%. AC current gets an error value of 5.5% and accuracy of 94.5%, DC voltage reading of the PLN Rectifier circuit gets an error value of 11.3% and accuracy of 88.7%, DC current reading of 14% error and accuracy of 86%, DC voltage reading of the Buck-Boost Chopper circuit of 11% error and accuracy of 89%, DC current 13% error and 87% accuracy.
4035242638I1E019039PROFIL KONDISI FISIK PARA-ATLETIK NATIONAL PARALYMPIC COMMITTEE INDONESIA (NPCI) KABUPATEN BANYUMASLatar Belakang: Pembinaan atlet penyandang disabilitas dibentuk dengan tujuan menumbuhkan rasa percaya diri, harga diri, kondisi fisik dan untuk meningkatkan prestasi atlet. Kondisi fisik merupakan komponen sangat penting dalam olahraga untuk mencapai prestasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengukur kondisi fisik yang dimiliki oleh para-atletik di NPCI Kabupaten Banyumas

Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, penelitian ini mengguakan teknik purposive sampling. Dengan menggunakan instrumen tes vertical jump, sit up, push up, lempar tangkap bola, dan sprint 40 meter. Penelitian ini dilaksanakan di Gor Satria Purwokerto.

Hasil penelitian: 8 atlet yang mengikuti penelitian terdapat 1 atlet yang mendapatkan kategori “Sangat Baik”, 1 atlet yang mendapatkat kategori “Baik”, 3 atlet yang mendapatkan kategori “Cukup”, 3 atlet yang mendapatkan kategori “Kurang”, dan tidak ada atlet yang menfapatkan kategori “Sangat Kurang”

Kesimpulan: Dari 8 atlet para-atletik National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Banyumas yang menjadi sampel memiliki nilai rata-rata “Cukup”.
Background: Development of athletes with disabilities is formed with the aim of growing self-confidence, self-esteem, physical condition and to improve athlete performance. Physical condition is a very important component in sports to achieve achievements. This research aims to determine and measure the physical conditions of para-athletics at NPCI Banyumas Regency.
Methodology: This research uses a quantitative descriptive method, this research uses a purposive sampling technique. By using test instruments vertical jump, sit up, push up, throwing and catching the ball, and sprint 40 meters. This research was carried out at Gor Satria Purwokerto.
Research results: Of the 8 athletes who took part in the research, 1 athlete received the "Very Good" category, 1 athlete received the "Good" category, 3 athletes received the "Fair" category, 3 athletes received the "Poor" category, and there were no athletes which received the "Very Poor" category
Conclusion: based on the results of 5 test instruments that have been carried out by athletes from the Indonesian National Paralympic Committee (NPCI) Banyumas Regency, the average score is "Fair".
4035342639H1B018079PENGARUH RASIO AGREGAT-BINDER PADA BETON GEOPOLIMER YANG MENGGUNAKAN AGREGAT KASAR DARI SAMPAH PLASTIK POLY PROPYLENE DAN AGREGAT HALUS DARI SAMPAH PLASTIK POLYETHYLENE TEREPHTHALATE TERHADAP KUAT TEKAN Beton geopolimer merupakan beton yang menggunakan bahan fly ash yang banyak mengandung unsur alumina (Al) dan silika (Si) dengan aktivator NaOH dan Na2SiO3. Unsur-unsur tersebut sangat memegang peranan penting dalam mempengaruhi karakteristik beton geopolimer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio agregat-binder terhadap sifat fisik dan mekanik pada beton geopolimer yang menggunakan agregat kasar dari sampah plastik PP (poly propylene) dan agregat halus dari sampah botol plastik PET (polyethylene terephthalate). Rasio Ag/Bi (70/30 ; 65/35 ; 60/40), rasio alkali 0,5 dan sodium silikat (SS)/sodium hidroksida (SH) 2,5. Kemudian untuk menghasilkan nilai yang optimum penelitian ini menggunakan benda uji silinder dengan dimensi 10x20 cm. Hasil penelitian menunjukan bahwa kuat tekan tertinggi terjadi pada beton geopolimer Ag/Bi (60/40) umur 28 hari dengan nilai rata-rata 17,325 MPa, pada beton geopolimer Ag/Bi (70/30 ; 65/35) umur 28 hari nilai rata-rata 8,025 MPa dan 9,045 MPa.Geopolymer concrete is concrete that uses fly ash material which contains a lot of alumina (Al) and silica (Si) elements with NaOH and Na2SiO3 activators. These elements play an important role in influencing the characteristics of geopolymer concrete. This study aims to determine the effect of aggregate-binder ratio on physical and mechanical properties in geopolymer concrete using coarse aggregate from PP (poly propylene) plastic waste and fine aggregate from PET (polyethylene terephthalate) plastic bottle waste). Ag/Bi ratio (70/30; 65/35; 60/40), alkali ratio 0.5 and sodium silicate (SS)/sodium hydroxide (SH) 2.5. Then, to produce optimum values, this research used cylindrical test objects with dimensions of 10x20 cm. The results showed that the highest compressive strength occurred in Ag / Bi geopolymer concrete (60/40) aged 28 days with an average value of 17,325 MPa, in Ag / Bi geopolymer concrete (70/30; 65/35) aged 28 days with an average value of 8.025 MPa and 9.045 MPa.
4035442640I1C019068Pemantauan Efek Samping Obat Kemoterapi Berdasarkan Algoritma Naranjo Pada Pasien Kanker PayudaraLatar Belakang: Carcinoma mammae (ca mammae) merupakan masalah kesehatan global. Di Indonesia, ca mammae merupakan jenis kanker terbanyak (16,6% dari 396.914 kasus). Kemoterapi digunakan untuk mengobati ca mammae, tetapi dapat menyebabkan efek samping yang menghambat terapi bahkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran efek samping dan perbedaan terhadap Hb, MCV, MCHC, MCH sebelum dan sesudah kemoterapi pada pasien ca mammae.
Metodelogi: Penelitian observasional deskriptif analitik menggunakan data rekam medis dan wawancara pasien ca mammae yang menjalani kemoterapi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Gambaran efek samping dievaluasi dengan penilaian kausalitas Naranjo. Nilai hematologi dianalisis dengan uji Wilcoxon dan uji paired T Test.
Hasil Penelitian: Diperoleh 97 pasien memenuhi syarat inklusi. Regimen kombinasi kemoterapi lebih banyak digunakan yaitu cyclophosphamide-doxorubicin (42,27%). Efek samping yang paling banyak muncul adalah alopecia (86,60%), mual (83,51%) dan muntah (44,33%). Berdasarkan kausalitas Naranjo didapatkan kategori probable (87,62%) dan possible (12,37%). Terdapat perbedaan signifikan pemberian obat kemoterapi terhadap parameter Hb, MCHC dan MCH p value < 0,05.
Kesimpulan: Kemoterapi dapat menyebabkan efek samping sehingga diperlukan pemantauan. Kemoterapi juga memiliki pengaruuh pada nilai Hb, MCHC, dan MCH pada pasien ca mamae dibuktikan dengan adanya perbedaan yang signifikan.
Background: Carcinoma mammae (breast cancer) is a global health issue. In Indonesia, carcinoma mammae is the most common type of cancer, accounting for 16.6% of 396,914 cases. Chemotherapy is used to treat carcinoma mammae, but it can cause side effects that hinder therapy and even lead to death. The aim of this research is to determine the overview of side effects and differences in Hb, MCV, MCHC, and MCH before and after chemotherapy in patients with carcinoma mammae.
Methodology: This is an observational descriptive analytical study using medical record data and interviews with carcinoma mammae patients undergoing chemotherapy at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. The overview of side effects was evaluated with the Naranjo causality assessment. Hematological values were analyzed using the Wilcoxon test and paired T Test.
Research Results: A total of 97 eligible patients were included in the study. The most commonly used chemotherapy regimen was cyclophosphamide-doxorubicin (42.27%). The most prevalent side effects were alopecia (86.60%), nausea (83.51%), and vomiting (44.33%). Based on the Naranjo causality assessment, probable (87.62%) and possible (12.37%) categories were determined. There was a significant difference in the administration of chemotherapy drugs on the parameters of Hb, MCHC, and MCH with a p-value < 0.05.
Conclusion: Chemotherapy can cause side effects, necessitating monitoring. Chemotherapy also has an impact on Hb, MCHC, and MCH values in carcinoma mammae patients, as evidenced by significant differences.
4035544581A1F019012PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG TERIGU, TEPUNG TAPIOKA DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP MUTU DODOL TAPE SINGKONGTape merupakan makanan tradisional hasil fermentasi yang memiliki berbagai macam bakteri baik yang aman dikonsumsi, tape dapat digolongkan sebagai sumber probiotik bagi tubuh. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan produk diversifikasi tape singkong berupa dodol. Dodol tape singkong adalah makanan semi basah yang terbuat dari tape singkong yang ditambahkan gula dan jenis tepung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jenis tepung terhadap karakteristik kimia dan organoleptik tape singkong, mengetahui pengaruh variasi konsentrasi tepung terhadap karakteristik kimia dan organoleptik dodol tape singkong.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang dilakukan secara faktorial yang terdiri atas 6 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Faktor pertama yaitu jenis tepung(A) yang terdiri dari tapioka dan tapung terigu. Faktor kedua yaitu konsentrasi tepung(B) 15%; 25% dan 35%. Variabel yang diamati pada penelitian ini terdiri dari variabel kimia dan variabel organoleptik. Variabel kimia mencakup kadar air, kadar abu dan total padatan terlarut, sedangkan variabel organoleptik mencakup warna, tekstur, aroma, rasa dan kesukaan. Data hasil pengamatan variabel kimia dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) dan uji lanjut DMRT pada taraf α = 5%. Data hasil pengamatan variabel organoleptik dianalisis dengan uji Friedman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jenis tepung tapioka menghasilkan nilai total padatan terlarut yang lebih tinggi dibandingkan jenis tepung terigu. Adanya peningkatan konsentrasi tepung berpengaruh terhadap nilai kadar air dan total padatan terlarut. Semakin tinggi konsentrasi tepung yang ditambahkan menyebabkan kadar air menurun dengan nilai rata-rata kadar air 18,75-16,88% pada dodol tape singkong. Sedangkan nilai total padatan terlarut dodol tape singkong meningkat seiring penambahan konsentrasi tepung. Nilai rata-rata total padatan terlarut berkisat 60,33-63obrix. Penggunaan tapioka juga berpengaruh terhadap karakteristik organoleptik parameter warna, tekstur, aroma, rasa dan kesukaaan. Karakteristik organoleptik pada parameter warna dihasilkan rata-rata skor warna sebesar 4,90 dari kombinasi perlakuan jenis tepung terigu dengan konsentrasi 35% (A2B3). Sedangkan kombinasi perlakuan tapioka dengan konsentrasi 35% (A1B3) menghasilkan nilai tertinggi terhadap parameter tekstur, aroma, rasa dan kesukaan. Berdasarkan dari nilai berturut-turut didapatkan rata-rata skor tekstur 3,93, skor aroma sebesar 3,70, skor rasa sebesar 4,12 dan skor kesukaan sebesar 3,98.
Tape is a traditional fermented food that has various kinds of good bacteria that are safe to consume. Tape can be classified as a source of probiotics for the body. In this research, a diversified cassava tape product were made as dodol. Cassava tape dodol is a semi-wet food made from cassava tape with added sugar and other types of fillers. This research aims to determine the effect of variations in the type of filler on the physicochemical and organoleptic characteristics of cassava tape, to determine the effect of variations in the concentration of filler on the physicochemical and organoleptic characteristics of cassava dodol tape.
This research used an experimental method with a Randomized Block Design (RDB, which was carried out in a factorial manner consisting of 6 treatment combinations and 3 repetitions to obtain 18 experimental units. The first factor is the type of filler (A) which consists of tapioca and wheat flour. The second factor is the concentration of filler (B) 15%; 25% and 35%. The variables observed in this study consisted of physicochemical variables and organoleptic variables. Physicochemical variables include water content, ash content and total dissolved solids, while organoleptic variables include color, texture, aroma, taste and preferences. Data from observations of physicochemical variables were analyzed using ANOVA (Analysis of Variance) and the DMRT (Duncan Multiple Range) further test at the α = 5% level. Data from observations of organoleptic variables were analyzed using the Friedman test.
The research results showed that tapioca flour produced a higher total soluble solids value than wheat flour. An increase in flour concentration affects the value of water content and total dissolved solids. The higher concentration of flour added causes the water content to decrease with an average value of 18.75-16.88% water content in cassava dodol tape. Meanwhile, the total soluble solids value of cassava dodol tape increased with increasing flour concentration. The average value of total dissolved solids ranges from 60.33-63obrix. The use of tapioca also influences the organoleptic characteristics of color, texture, aroma, taste and liking parameters. Organoleptic characteristics of color parameters resulted in an average color score of 4.90 from the combination of wheat flour treatments with a concentration of 35% (A2B3). Meanwhile, the combination of tapioca treatment with a concentration of 35% (A1B3) produced the highest values for the parameters of texture, aroma, taste and preference. Based on the consecutive values, an average texture score of 3.93, aroma score of 3.70, taste score of 4.12 and liking score of 3.98 were obtained.
4035642642J1E018004The Effectiveness of Short Movies as Media in Teaching Cause and Effect Paragraphs Writing to 11th Grade Students of SMA Negeri 1 Patikraja in the Academic Year of 2022/2023 (A Quasi-Experimental Research)Penelitian yang berjudul "Efektifitas Film Pendek Sebagai Media dalam Menulis Paragraf Sebab Akibat untuk Siswa Kelas 11: Studi Eksperimen Semu di SMA Negeri 1 Patikraja" mengeksplorasi pemanfaatan film pendek sebagai alat pengajaran untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa. paragraf sebab dan akibat. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan penelitian utama. Pertanyaan penelitian pertama adalah mencari penentuan efektivitas penggunaan film pendek sebagai alat dalam pengajaran menulis paragraf sebab dan akibat. Pertanyaan penelitian kedua bertujuan untuk mengukur tanggapan siswa terhadap pemanfaatan film pendek sebagai media pengajaran di ruang kelas. Desain yang digunakan adalah eksperimen semu, dengan XI IPS 2 sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 34 siswa dan XI IPS 3 sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 36 siswa SMA Negeri 1 Patikraja dari populasi 346 siswa. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 21 Maret – 11 Mei 2023. Temuan penelitian diperoleh dari analisis data dengan menggunakan dua metode pengumpulan data yaitu tes dan angket. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan film pendek efektif dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,024 kurang dari ambang batas sebesar 0,5. Selanjutnya, tanggapan siswa, dievaluasi menggunakan kuesioner skala likert dengan empat pilihan (sangat setuju, setuju, tidak setuju, sangat tidak setuju), mengungkapkan bahwa mayoritas siswa (66%) memilih “setuju”, yang mencerminkan penerimaan yang baik terhadap media. penerapannya di kelas. Dilakukan pada siswa sekolah menengah tahun kedua (Kelas 11) di SMA Negeri 1 Patikraja, penelitian ini menunjukkan keberhasilan integrasi film pendek sebagai alat yang efektif untuk mengajarkan penulisan paragraf sebab dan akibat. Wawasan sejarah yang diperoleh dari penelitian ini berkontribusi pada praktik pendidikan dengan menyoroti potensi pendekatan multimedia dalam meningkatkan keterampilan menulis di kalangan siswa sekolah menengah.This research entitled "The Effectiveness of Short Movies as Media in Writing Cause and Effect Paragraph for 11th Grade Students: A Quasi-experimental Study at SMA Negeri 1 Patikraja" explored the utilization of short movies as a teaching tool for enhancing students' ability to write cause and effect paragraphs. The research aimed at addressing two main research questions. The first research question is to sought for determining the effectiveness of employing short movies as a tool in teaching writing cause and effect paragraph writing. The second research question aimed to gauge students’ responses towards the utilization of short movies as a teaching medium within the classroom setting. A quasi-experimental design was employed, with XI IPS 2 serving as the control group, comprising 34 students, and XI IPS 3 as the experimental group, with 36 students of SMA Negeri 1 Patikraja from the population of 346 students. The research was done from 21st March – 11 May 2023. The research findings obtained from data analysis using two data collection methods, test and questionnaire. The result indicated that the use of short movies was effective, as proven by a significance value of 0.024, less than the threshold of 0.5. Furthermore, students’ responses, evaluated using a likert-scale questionnaire with four options (strongly agree, agree, disagree, strongly disagree), revealed that the majority of students (66%) selected "agree," reflecting a favorable reception of the media application in the classroom. Conducted among second-year high school students (Grade 11) at SMA Negeri 1 Patikraja, this research demonstrates the successful integration of short movies as an effective tool for teaching cause and effect paragraph writing. The historical insights gained from this study contribute to educational practices by highlighting the potential of multimedia approaches in enhancing writing skills among high school students.
4035742641I1C019100SKRINING AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANALISIS MOLECULAR NETWORKING BAKTERI Algoriphagus sp. PAP.12 DARI SEDIMEN LAUT DENGAN METODE OSMACResistensi antimikroba termasuk dalam 10 besar ancaman kesehatan global yang dapat diatasi salah satunya dengan eksplorasi senyawa bioaktif dari bakteri laut. Namun, masih dijumpai kendala dalam eksplorasi metabolit sekunder pada bakteri yaitu terdapat BGC yang “silent”. Dalam hal itu, pendekatan OSMAC diperlukan untuk mengaktifkannya dengan melakukan variasi parameter pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi senyawa antibakteri pada Algoriphagus sp. PAP 12 dengan variasi media dan pelarut menggunakan LC-HRMS melalui analisis molecular networking dan dilanjutkan dengan uji antibakteri secara in vitro. Bakteri Algoriphagus sp. PAP 12 dilakukan pre-culture menggunakan media MB. Kemudian dikultur pada variasi 5 media yaitu A1BFe+C, LB, NB, RL1, dan air laut. Ekstraksi bertingkat dengan metode maserasi menggunakan EtOAc dan MeOH. Selanjutnya ekstrak diuji menggunakan LC-HRMS untuk mendeteksi senyawa yang terdereplikasi. Kemudian dilakukan analisis molecular networking melalui GNPS dan diuji aktivitas antibakteri terhadap M. luteus dan E. coli dengan metode difusi cakram. Kultur bakteri Algoriphagus sp. PAP.12 yang berpotensi menghasilkan senyawa aktif berdasarkan analisis molecular networking dan menunjukkan aktivitas antibakteri berdasarkan uji antibakteri secara in vitro adalah A1BFe+C, LB, dan RL1 yang diekstraksi pada MeOH serta LB, NB, SW yang diekstraksi pada EtOAc dengan senyawa methyl carnosate, linoleic acid, surfactin C, surfactin_C14, dan humulone yang masing-masing menunjukkan kekuatan daya hambat lemah terhadap M. luteus. Namun demikian, tidak ada ekstrak yang menunjukkan adanya aktivitas antibakteri terhadap E. coli. Penerapan metode OSMAC dengan variasi media dan pelarut pada Algoriphagus sp. PAP 12 menghasilkan 7 senyawa terdereplikasi yang menunjukkan aktivitas antibakteri menurut analisis molecular networking kemudian 5 dari 7 senyawa tersebut aktif ketika diuji antibakteri secara in vitro. Antimicrobial resistance is one of the top 10 global health threats that can be overcome by exploring bioactive compounds from marine bacteria. However, there are still obstacles in the exploration of secondary metabolites in bacteria, namely there are "silent" BGCs. In that case, the OSMAC approach is needed to activate it by varying growth parameters. This study aims to explore antibacterial compounds in Algoriphagus sp. PAP 12 with media and solvent variations using LC-HRMS through molecular networking analysis and continued with in vitro antibacterial tests. Algoriphagus sp. PAP 12 bacteria were pre-cultured using MB media. Then cultured in 5 media variation, i.e. A1BFe + C, LB, NB, RL1, and seawater. Multistage extraction by maceration method using EtOAc and MeOH. Furthermore, the extracts were tested using LC-HRMS to detect dereplicated compounds. Then analysis using molecular networking on GNPS and tested for antibacterial activity against M. luteus and E. coli using disc diffusion method. Algoriphagus sp. PAP.12 bacterial cultures that have the potential to produce active compounds based on molecular networking analysis and show antibacterial activity based on in vitro antibacterial assay are A1BFe+C, LB, and RL1 extracted in MeOH and LB, NB, SW extracted in EtOAc with compounds methyl carnosate, linoleic acid, surfactin C, surfactin_C14, and humulone which each show weak inhibitory strength against M. luteus. However, none of the extracts showed any antibacterial activity against E. coli. The application of the OSMAC method with variations in media and solvent on Algoriphagus sp. PAP 12 produced 7 replicated compounds that showed antibacterial activity according to molecular networking analysis then 5 of the 7 compounds were active when tested for in vitro antibacterial assay.
4035842643H1B019053Kajian Perbandingan Persepsi Owner dan Kontraktor terhadap Kebutuhan Teknologi Digital untuk Pengendalian Waktu Proyek KonstruksiPengendalian waktu proyek merupakan salah satu komponen dalam mencapai keberhasilan proyek. Pengendalian waktu proyek yang tidak tepat akan mengakibatkan keterlambatan proyek. Penerapan teknologi digital dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah keterlambatan proyek. Industri konstruksi di Indonesia sudah mulai mengadopsi teknologi digital namun masih terbatas pada fase desain dan teknik untuk proyek-proyek besar. Tidak semua stakeholder memiliki persepsi yang sama tentang kebutuhan teknologi digital untuk pengendalian waktu proyek konstruksi termasuk owner dan kontraktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi owner dan kontraktor terhadap kebutuhan teknologi digital untuk pengendalian waktu proyek konstruksi serta mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara keduanya. Studi literatur dilakukan untuk menyusun instrumen penelitian berupa kuesioner. Teknik pengambilan sampel owner dan kontraktor adalah simple random sampling. Penyebaran kuesioner dilakukan dengan media google form. Kuesioner yang memenuhi syarat yaitu 23 orang owner dan 32 orang kontraktor kemudian dianalisis menggunakan SmartPLS dan Microsoft Excel. Didapat 6 variabel eksogen yaitu pengetahuan digital, manfaat, sumber daya manusia, lingkungan kerja, risiko, dan fungsi serta satu variabel endogen yaitu kebutuhan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pengetahuan digital, manfaat, lingkungan kerja, risiko, dan fungsi berpengaruh terhadap kebutuhan teknologi digital. Sementara itu, sumber daya manusia dipengaruhi oleh kebutuhan teknologi digital. Secara keseluruhan, tidak ada perbedaan yang signifikan antara persepsi owner dan kontraktor. Hanya variabel lingkungan kerja yang memiliki perbedaan yang signifikan dengan pengaruh lingkungan kerja terhadap kebutuhan pada kelompok owner lebih besar dibandingkan kontraktor.Project time control is one of the components in achieving project success. Improper control of project time will result in project delays. The application of digital technology can be a solution to overcome the problem of project delays. The construction industry in Indonesia has started to adopt digital technology but is still limited to the design and engineering phase for large projects. Not all stakeholders have the same perception of the need for digital technology for construction project time control including owners and contractors. This study aims to determine the perceptions of owners and contractors on the need for digital technology for construction project time control and to determine whether there are significant differences between the two. Literature studies were conducted to develop research instruments in the form of questionnaires. The sampling technique for owners and contractors is simple random sampling. The questionnaire distribution was carried out using google form media. The eligible questionnaires, namely 23 owners and 32 contractors, were then analyzed using SmartPLS and Microsoft Excel. There are 6 exogenous variables namely digital knowledge, benefits, human resources, work environment, risk, and function and one endogenous variable namely needs. The results of this study found that digital knowledge, benefits, work environment, risks, and functions affect the need for digital technology. Meanwhile, human resources are influenced by digital technology needs. Overall, there is no significant difference between the perceptions of owners and contractors. Only the work environment variable has a significant difference with the influence of the work environment on the needs of the owner group greater than the contractor.
4035942644J1D019033Psikologi Tokoh Utama Film Noktah Merah Perkawinan (Kajian Teori Humanistik Abraham Maslow)ABSTRAK
Bahan penelitian ini menggunakan film dengan judul Noktah Merah Perkawinan yang
dilatarbelakangi oleh kebutuhan psikologi dasar manusia sesuai dengan kajian teori humanistik
Abraham Maslow. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek psikologi dan gambaran
dampak dari tidak terpenuhinya kebutuhan psikologi yang dialami oleh tokoh utama. Bentuk
penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data disajikan dari kutipan dialog dan potongan gambar
yang berkaitan dengan aspek psikologis tokoh utama. Teknik pengumpulan data yang digunakan
dalam penelitian ini yaitu simak catat dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan
menggunakan metode analisis deskriptif.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat 19 data dengan ketentuan terbagi
menjadi 4 bagian yaitu 1 data yang berkaitan dengan kebutuhan akan rasa aman, 10 data
kebutuhan akan rasa cinta dan memiliki, 5 data kebutuhan akan harga diri, dan 3 data mengenai
kebutuhan akan aktualisasi diri. Hasil analisis data juga menyajikan uraian dampak dari tidak
terpenuhinya kebutuhan psikologi berdasarkan kajian humanistik Abraham Maslow yang dialami
oleh tokoh utama.
Kata kunci: Aspek psikologis, tokoh utama, teori humanistik Abraham Maslow
ABSTRACT
This research material uses a film entitled The Red Spot of Marriage which is motivated by
basic human psychological needs in accordance with the study of Abraham Maslow's humanistic
theory. This research aims to describe psychological aspects and describe the impact of not fulfilling
psychological needs experienced by the main character. The form of this research is qualitative
research. Data is presented from dialogue excerpts and stills relating to the psychological aspects of
the main character. The data collection techniques used in this research are note-taking and
documentation study. Data analysis was carried out using descriptive analysis methods.
The results of data analysis show that there are 19 data which are divided into 4 parts,
namely 1 data related to the need for security, 10 data regarding the need for love and belonging, 5
data regarding the need for self-esteem, and 3 data regarding the need for self-actualization. The
results of the data analysis also provide a description of the impact of not fulfilling psychological
needs based on Abraham Maslow's humanistic studies experienced by the main character.
Key words: Psychological aspects, main characters, Abraham Maslow's humanistic theory.
4036042623F1D019069PROSES PEMUTAKHIRAN DAFTAR PEMILIH SEMENTARA (DPS) UNTUK
PEMILU 2024 OLEH PPS DESA BANJARKULON, KECAMATAN
BANJARMANGU, KABUPATEN BANJARNEGARA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisa
proses pemutakhiran daftar pemilih dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk
Pemilu 2024 oleh PPS Desa Banjarkulon. Penelitian ini dilatarbelakangi ketertarikan
penulis terhadap proses pemutakhiran data pemilih karena hal tersebut cukup penting
karena menyangkut masalah kependudukan yang cukup rawan terjadi kekeliruan.
Dalam realitanya, terdapat beberapa warga yang kehilangan hak pilihnya dalam
pemilu Selain itu dengan pemutakhiran daftar pemilih menjadi dasar partisipasi politik
warga negara dalam pemilihan umum (Pemilu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa
tahapan pemutakhiran data pemilih yang terjadi pada Pemilu 2024 memang
merupakan tahapan yang cukup panjang. Proses pelaksanaan pemutakhiran data
pemilih sementara (DPS) yang dilakukan oleh PPS Desa Banjarkulon untuk Pemilu
Tahun 2024 belum sepenuhnya berjalan dengan lancar. masih ada hambatan yang
ditemukan dalam proses penyusunan daftar pemilih. Walaupun proses pemutakhiran
data tersusun dan berjalan dengan baik sesuai dengan tahapan yang ada. Namun
dalam hal keterlibatan masyarakat di dalam pemutakhiran daftar pemilih sementara
masih cukup minim. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu
penelitian deskriptif yang cenderung menggunakan analisis. Proses dan makna
(perspektif subjek) lebih menonjol dalam penelitian kualitatif. Untuk meningkatkan
kualitas daftar pemilih, diperlukan sistem yang lebih memadai dan sumber daya
manusia yang kompeten dalam pengolahan daftar pemilih sementara (DPS)
The aim of this research is to describe and analyze the process of updating the voter list in the Temporary Voter List (DPS) for 2024 Election by Banjarkulon Village PPS. This research is motivated by interest the author regarding the process of updating voter data because this is quite important because it involves population issues which are quite prone to errors. In reality, there are several citizens who have lost their right to vote Apart from that, updating the voter list is the basis for political participation citizens in general elections (Pemilu). The research results show that the stages of updating voter data that will occur in the 2024 elections indeed This is quite a long stage. The process of implementing data updates temporary voters (DPS) carried out by the Banjarkulon Village PPS for the General Election 2024 will not go completely smoothly. there are still obstacles discovered in the process of compiling the voter list. Even though the update process The data is organized and running well according to the existing stages. However in terms of community involvement in updating the temporary voter list still quite minimal. This research uses qualitative research methods, namely descriptive research that tends to use analysis. Process and meaning (subject perspective) is more prominent in qualitative research. To increase quality of voter lists, more adequate systems and resources are needed competent human beings in processing temporary voter lists (DPS)