Home
Login.
Artikelilmiahs
42598
Update
NADHIFA HEMAPUTRI IHZAR ASSHAFA
NIM
Judul Artikel
Peran ASEAN dalam Penanganan Perdagangan Seksual Anak di Filipina Tahun 2016-2020
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Perdagangan seks anak masih menjadi masalah yang meresap dan mengkhawatirkan di Filipina, yang merupakan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia dan merupakan tantangan signifikan bagi upaya keadilan sosial. Abstrak ini berusaha untuk memberikan gambaran ringkas mengenai peran yang dilakukan oleh ASEAN terhadap dimensi-dimensi utama perdagangan seks anak di negara ini, memeriksa akar penyebabnya, dan dampaknya yang variatif terhadap para korban. Filipina, dengan lanskap sosial-ekonomi yang kompleks, menjadi wilayah subur untuk eksploitasi anak, didorong oleh faktor-faktor seperti kemiskinan, kurangnya pendidikan, dan kelemahan kelembagaan. Populasi yang rentan, termasuk anak-anak yatim piatu, mereka yang tinggal di daerah yang dilanda kemiskinan, dan mereka yang tidak memiliki dukungan keluarga yang memadai, sangat rentan terhadap perekrutan oleh pelaku perdagangan orang. Abstrak ini juga menyoroti berbagai bentuk perdagangan seks anak, mulai dari eksploitasi seksual komersial hingga eksploitasi seksual anak secara online (ESKA). Kemunculan teknologi telah memfasilitasi perluasan OSEC, sehingga menimbulkan tantangan baru bagi penegak hukum dan kelompok-kelompok advokasi. Selain itu, abstrak ini mengeksplorasi konsekuensi fisik, psikologis, dan emosional yang dialami oleh para korban perdagangan seks anak. Hal ini menekankan kebutuhan mendesak akan sistem dukungan yang komprehensif, termasuk program rehabilitasi, layanan kesehatan mental, dan bantuan hukum, untuk membantu para penyintas mendapatkan kembali kehidupan mereka. Upaya untuk memerangi perdagangan seks anak di Filipina membutuhkan pendekatan kolaboratif yang melibatkan lembaga pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan mitra internasional. Memperkuat kerangka hukum, meningkatkan kemampuan penegakan hukum, dan meningkatkan kesadaran dalam masyarakat merupakan komponen penting dari strategi holistik untuk mencegah dan memberantas pelanggaran berat terhadap hak-hak anak ini. Sebagai kesimpulan, abstrak ini berfungsi sebagai gambaran singkat tentang upaya ASEAN terhwadap masalah perdagangan seks anak di Filipina yang memiliki banyak aspek, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, mendorong penelitian lebih lanjut, dan mendorong tindakan kolektif untuk memberantas kejahatan keji ini. Kata Kunci: Child sex trafficking, ASEAN, Filipina
Abtrak (Bhs. Inggris)
Child sex trafficking remains a pervasive and alarming problem in the Philippines, constituting a gross violation of human rights and a significant challenge to social justice efforts. This abstract seeks to provide a concise overview of the role played by ASEAN on key dimensions of child sex trafficking in the country, examining its root causes, and its varied impacts on victims. The Philippines, with its complex socio-economic landscape, is fertile territory for child exploitation, driven by factors such as poverty, lack of education, and institutional weaknesses. Vulnerable populations, including orphaned children, those living in poverty-stricken areas, and those without adequate family support, are particularly vulnerable to recruitment by traffickers. This abstract also highlights the various forms of child sex trafficking, ranging from commercial sexual exploitation to online sexual exploitation of children (ESKA). The advent of technology has facilitated the expansion of OSEC, posing new challenges for law enforcement and advocacy groups. In addition, this abstract explores the physical, psychological, and emotional consequences experienced by victims of child sex trafficking. This emphasizes the urgent need for a comprehensive support system, including rehabilitation programs, mental health services, and legal aid, to help survivors reclaim their lives. Efforts to combat child sex trafficking in the Philippines require a collaborative approach involving government agencies, non-governmental organizations, and international partners. Strengthening the legal framework, enhancing law enforcement capabilities, and raising awareness within communities are essential components of a holistic strategy to prevent and eradicate this grave violation of children's rights. In conclusion, this abstract serves as a brief overview of ASEAN's efforts towards the multi-faceted issue of child sex trafficking in the Philippines, aiming to raise awareness, encourage further research, and foster collective action to eradicate this heinous crime.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save