Artikelilmiahs

Menampilkan 40.241-40.260 dari 48.905 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4024144573C1I017013THE INFLUENCE OF RELIGIOSITY IN THE RELATIONSHIP OF WAGES
AND MENTAL ACCOUNTING
Mengingat meningkatnya tren agnostisisme dan ateisme di kalangan generasi milenial dan generasi Z, yang sejalan dengan perilaku keuangan yang boros dan impulsif, penelitian kuantitatif ini berusaha untuk memahami bagaimana upah berdampak pada mental accounting dan peran religiusitas sebagai moderasi. Populasi penelitian ini adalah seluruh pekerja generasi MZ di Karangtalun, dengan jumlah sampel 97 responden yang dipilih melalui purposive sampling, memastikan sampel yang representatif dengan perhitungan dari rumus Slovin. Analisis data dilakukan dilakukan dengan menggunakan Uji Regresi Linier Sederhana dan Moderated Regression Analysis. Hasil Temuan ini mengungkapkan dua hasil: (1) upah secara signifikan mempengaruhi akuntansi mental, dan (2) tingkat religiusitas yang tinggi memperlemah hubungan antara upah dan mental accounting, perilaku keuangan yang disengajaIn light of the increasing trends of agnosticism and atheism among millennial and Z
generations, which align with lavish and impulsive financial behaviors, this quantitative
research seeks to understand how wages impact mental accounting and the moderating
role of religiosity. The population includes all MZ generation workers in Karangtalun,
with a sample size of 97 respondents selected through purposive sampling, ensuring a
representative sample by calculation from the Slovin formula. Data analysis was
performed using Simple Linear Regression Test and Moderated Regression Analysis. The
findings reveal two key insights: (1) wages significantly affect mental accounting, and (2)
high levels of religiosity weaken the relationship between wages and mental accounting,
deliberate financial behaviors
4024242536F2C021017KOMUNIKASI KELOMPOK PURWOKERTO CREATOR ACADEMY DALAM INDUSTRI CONTENT CREATORGeliat perkembangan teknologi 4.0 mendorong tumbuh kembangnya industri content creator. Purwokerto Creator Academy merupakan komunitas yang dibentuk untuk mewadahi insan kreatif di Kota Purwokerto. Penelitian ini bertujaun untuk memahami interaksi yang terbangun dalam komunitas Purwokerto Creator Academy. Subjek penelitian ini adalah 13 insan kreatif terpilih dan 5 orang inisiator. Proses penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi dan wawancara mendalam menggunakan purposive sampling pada founder dan anggota Purwokerto Creator Academy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rangkaian academy membuat anggotanya saling berkomunikasi guna menciptakan komunitas yang bergerak di bidang content creator. Komunikasi kelompok yang digunakan Purwokerto Creator Academy berbentuk mentoring, coaching dan practicing dalam proses academy. Perluasan kegiatan komunikasi yang terbangun membuat komunitas ini berkembang dalam bentuk lain yaitu agency. Perkembangan yang ada membuat perubahan peran dan status anggota. Komunitas ini cenderung menggunakan bahasa nonverbal dan menggunakan istilah-istilah unik untuk menyingkat komunikasi maupun instruksi dalam proses produksi konten kreatif.The development of technology 4.0 is encouraging the growth and development of the content creator industry. Purwokerto Creator Academy is a community formed to accommodate creative people in the city of Purwokerto. This research aims to understand the interactions that exist within the Purwokerto Creator Academy community. The subjects of this research were 13 selected creative people and 5 initiators. Qualitative research process with a case study approach. Data collection was carried out through observation, documentation and in-depth interviews using purposive sampling with the founders and members of the Purwokerto Creator Academy. The research results show that the academy series allows its members to communicate with each other in order to create a community engaged in the field of content creation. The group communication used by the Purwokerto Creator Academy takes the form of mentoring, coaching and practicing in the academy process. The expansion of communication activities that were built made this community develop in another form, namely agency. Existing developments have changed the role and status of members. This community tends to use nonverbal language and uses unique terms to abbreviate communication and instructions in the creative content production process.
4024342537H1C019024Analisis Palinofasies dan Kematangan Batuan Induk Berdasarkan Palinomorf pada Sumur Pr1 dan Pr3 Cekungan Tarakan, Kalimantan UtaraKelimpahan sumber daya energi yang ada di Indonesia terutama pada sumber daya minyak dan gas bumi menarik untuk terus dikembangkan. Palinologi merupakan ilmu yang mempelajari palinomorf. Palinomorf sendiri dapat digunakan dalam analisis kematangan batuan induk yang merupakan cikal bakal dari minyak dan gas bumi. Analisis kematangan batuan induk menggunakan palinomorf dapat dilihat dari indeks warna palinomorf. Penelitian ini menggunakan metode pengamatan langsung melalui mikroskop palinologi, kemudian dilakukan pengamatan lanjutan berupa pengamatan warna untuk mengetahui kematangan batuan induk menggunakan analisis thermal alteration index, spore color index dan palynomorph darkness index. Sumur Pr1 memiliki umur relatif Miosen Bawah hingga Miosen Tengah dan untuk sumur Pr3 memiliki umur relatif Miosen Tengah. Lingkungan pengendapan daerah penelitian mangrove dan back mangrove. Sumur Pr1 dan Pr3 memiliki dua tingkat kematangan batuan induk yaitu keadaan belum matang dan matang. Dari hasil tersebut, terdapat batuan induk yang matang sehingga daerah tersebut masih memiliki potensi minyak dan gas bumi yang dapat dilakukan eksplorasi lebih lanjut.The abundance of energy resources in Indonesia, especially oil and gas resources, is attractive for continued development. Palynology is the science that studies palynomorphs. Palynomorphs themselves can be used in analysing the maturity of source rocks which are the forerunners of oil and natural gas. Analysis of the maturity of the source rock using palynomorphs can be seen from the colour index of the palynomorphs. This research uses a direct observation method using a palynological microscope, then further observations are carried out in the form of colour observations to determine the maturity of the parent rock using thermal analysis of the change index and spore colour index. Well Pr1 has a relative age of Early Miocene to Middle Miocene and well Pr3 has a relative age of Middle Miocene. Deposition environment of mangrove and back mangrove research areas. Wells Pr1 and Pr3 have two levels of source rock maturity, namely immature and mature states. From these results, there are mature rocks so that the area still has oil and gas potential that can be explored further.
4024444574H1C019004Studi Karakteristik Sistem Panas Bumi Berdasarkan Data Geologi dan Geokimia Fluida Daerah Ulubelu dan Sekitarnya, Kabupaten Tanggamus, LampungMenurut UU No. 21 Tahun 2014 tentang Panas Bumi, memutuskan sumber daya panas bumi adalah sumber energi panas yang terkandung di dalam air panas, uap air, dan batuan bersama mineral ikutan dan gas lainnya yang secara genetik semuanya tidak dapat dipisahkan dalam suatu sistem panas bumi. Sedangkan menurut Kementrian ESDM (2021), Indonesia menyimpan 40% cadangan panas bumi di dunia, hal tersebut didukung pula dengan letak Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire. Beberapa daerah di Indonesia terdapat banyak manifestasi panas bumi di permukaan dan menjadi area prospek untuk digali potensi panas bumi. Karena energi yang dihasilkan dari panas bumi merupakan energi baru terbarukan (EBT), maka fluida panas bumi berpotensi dalam pemanfaatannya di masa yang akan datang. Adanya potensi panas bumi yang ada Indonesia, dapat menjadi kesempatan yang menarik dalam penentuan eksplorasi sistem panas bumi, yaitu dengan adanya kemunculan manifestasi di permukaan. Mengetahui model sistem panas bumi dapat dihasilkan dari gabungan data penelitian geologi dan geokimia. Sehingga interpretasi dari penelitian akan menghasilkan informasi kondisi geologi di permukaan, karakteristik geokimia manifestasi panas bumi, serta model panas bumi untuk dapat mengetahui keterkaitannya. Penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi dari aspek geologi dan geokimia manifestasi panas bumi yang muncul di permukaan daerah penelitian, model sistem panas bumi daerah penelitian, serta memberikan pengetahuan tentang parameter penting yang diperhitungkan pada keberlanjutan penyelidikan eksplorasi panas bumi menggunakan metode geoindikator dan geothermometer fluida berupa air dan gas panas bumi.According to UU no. 21 of 2014 concerning Geothermal Energy, determines that geothermal resources are sources of heat energy contained in hot water, water vapor and rocks along with associated minerals and other gases which are genetically all inseparable in a geothermal system. Meanwhile, according to the Ministry of Energy and Mineral Resources (2021), Indonesia holds 40% of the world's geothermal reserves, this is also supported by Indonesia's location in the Ring of Fire area. Several areas in Indonesia have many geothermal manifestations on the surface and are prospect areas for exploring geothermal potential. Because the energy produced from geothermal energy is new renewable energy (NRE), geothermal fluid has the potential to be utilized in the future. The existence of geothermal potential in Indonesia can be an interesting opportunity in determining the exploration of geothermal systems, namely by the emergence of manifestations on the surface. Knowing the geothermal system model can be generated from a combination of geological and geochemical research data. So that the interpretation of the research will produce information on geological conditions on the surface, geochemical characteristics of geothermal manifestations, as well as geothermal models to be able to determine their relationships. This research is expected to add information from the geological and geochemical aspects of geothermal manifestations that appear on the surface of the research area, the geothermal system model of the research area, as well as provide knowledge about important parameters that are taken into account in the sustainability of geothermal exploration investigations using geoindicator methods and fluid geothermometers in the form of water. and geothermal gas.
4024542542A1A018044Volatilitas Harga dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Cabai Rawit Merah di Kabupaten KebumenNaik turunnya harga cabai rawit merah salah satunya disebabkan ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran. Harga yang berfluktuasi pada cabai rawit merah sangat menentukan volatilitas, baik volatilitas harga di tingkat konsumen maupun produsen, dimana harga komoditas tersebut sangat dipengaruhi kondisi pasokan produksi petani. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan : (1) Mengetahui volatilitas harga produsen cabai rawit merah di Kabupaten Kebumen, (2) Mengetahui volatilitas harga konsumen cabai rawit merah di Kabupaten Kebumen, (3) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi volatilitas harga cabai rawit merah di Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa harga konsumen dan produsen cabai rawit merah bulanan periode Januari 2017 sampai dengan Desember 2021 di Kabupaten Kebumen. Metode analisis yang digunakan adalah ARCH (Autoregressive Conditional Heterocedasticity) dan GARCH (Generalized Autoregressive Conditional Heterocedasticity). Hasil penelitian : (1) Volatilitas harga produsen cabai rawit merah di Kabupaten Kebumen menunjukkan volatilitas rendah dengan nilai koefisien sebesar 0,171429 (2) konsumen cabai rawit merah di Kabupaten Kebumen menunjukkan volatilitas rendah dengan nilai koefisien yang sama yaitu 0,171429, (3) Faktor produksi cabai rawit merah, harga cabai merah besar, harga bawang merah, harga 2 bulan sebelumnya, curah hujan, dummy puasa, dummy hari raya, dummy natal, dan dummy tahun baru secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap harga cabai rawit merah di Kabupaten Kebumen
Kata Kunci: Volatilitas Harga, Cabai Rawit Merah , ARCH/GARCH.
One of the reasons for the rise and fall in the price of red cayenne pepper is the imbalance between supply and demand.The fluctuating price of red cayenne pepper greatly determines volatility, both price volatility at the consumer and producer level, where the price of this commodity is greatly influenced by the supply conditions of farmers' production. This research was conducted with the aim of: (1) Knowing the price volatility of red cayenne pepper producers in Kebumen Regency (2) Knowing the volatility of consumer prices for red cayenne pepper in Kebumen Regency (3) Knowing the factors that influence the price volatility of red cayenne pepper in Kebumen Regency.This research uses secondary data in the form of monthly consumer and producer prices for red cayenne pepper for the period January 2017 to December 2021 in Kebumen Regency. The analysis method used is ARCH (Autoregressive Conditional Heterocedasticity) and GARCH (Generalized Autoregressive Conditional Heterocedasticity).Research results: (1) The volatility of producer price for red cayenne pepper in Kebumen regency shows low volatility with the coefficient value, namely 0.171429. (2) The volatility of consumer prices for red cayenne pepper in Kebumen Regency shows low volatility with the same coefficient value, namely 0.171429. (3). The production factors of red cayenne pepper, the price of large red chilies, the price of red onions, the price of the previous 2 months, rainfall, fasting dummy, holiday dummy, Christmas dummy and New Year dummy together have a significant effect on the volatility of the price of red cayenne pepper in Kebumen Regency.
Keywords: Price Volatility, Red Cayenne Pepper, ARCH/GARCH.
4024644575C1C020024PENGARUH KINERJA KEUANGAN DAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP PENGUNGKAPAN SUSTAINABILITY REPORT DIMODERASI OLEH UKURAN PERUSAHAANPenelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan data sekunder dengan populasi penelitian Perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2021-2022. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan analisis data yang digunakan adalah Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap pengungkapan sustainability report. (2) Leverage tidak berpengaruh terhadap pengungkapan sustainability report. (3) Dewan komisaris independen berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report. (4) Komite audit tidak berpengaruh terhadap pengungkapan sustainability report. (5) Ukuran perusahaan memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap pengungkapan sustainability report. (6) Ukuran perusahaan tidak memoderasi pengaruh leverage terhadap pengungkapan sustainability report. (7) Ukuran Perusahaan tidak memoderasi pengaruh dewan komisaris independen terhadap pengungkapan sustainability report. (8) Ukuran perusahaan tidak memoderasi pengaruh komite audit terhadap pengungkapan sustainability report. Implikasi dari kesimpulan penelitian ini adalah diharapkan dapat membantu perusahaan dalam mengungkapkan sustainability report yang merupakan aspek penting untuk keberlanjutan perusahaan. Bagi pihak eksternal diharapkan dapat mempertimbangkan sustainability report dalam mengambil keputusan untuk berinvestasi. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi untuk penelitian selanjutnya di bidang sustainability report.This research is a study that uses secondary data with the research population of infrastructure sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2021-2022. The sampling techniques used exist; The purposive sampling and data analysis used is Moderated Regression Analysis (MRA). The results of this study show that: (1) Profitability does not affect the disclosure of sustainability reports. (2) Leverage has no effect on the disclosure of sustainability reports. (3) The independent board of commissioners has a positive effect on the disclosure of sustainability reports. (4) The audit committee has no effect on the disclosure of the sustainability report. (5) Company size moderates the effect of profitability on sustainability report disclosure. (6) Company size does not moderate the effect of leverage on sustainability report disclosure. (7) The size of the Company does not moderate the influence of the independent board of commissioners on the disclosure of sustainability reports. (8) The size of the company does not moderate the influence of the audit committee on the disclosure of sustainability reports. The implication of the conclusion of this study is that it is expected to help companies in revealing sustainability reports which are important aspects for corporate sustainability. For external parties, it is expected to consider sustainability reports in making decisions to invest. This research is expected to be used as a reference for future research in the field of sustainability report.
4024742541F1B019087EFEKTIVITAS PELAKSANAAN DAMRI APPS PADA PERUM DAMRI PURWOKERTO
(Studi Kasus Penumpang Bus DAMRI Purwokerto Tujuan Jakarta)
Layanan digital pada bidang jasa transportasi publik semakin berkembang di Indonesia tiap tahunnya. Upaya ini menjadi masif dilakukan untuk menciptakan kemudahan dan kenyamanan pada pelanggan. Perum DAMRI sebagai salah satu BUMN penyedia jasa transportasi, mengembangkan aplikasi pemesanan tiket jarak jauh atau e-ticketing yaitu DAMRI Apps. Penggunaan aplikasi ini diterapkan di tiap cabang perwakilan termasuk wilayah Purwokerto. Pelaksanaan aplikasi ini menjadi potensi namun menemui problematika ketika diterapkan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan DAMRI Apps di Perum DAMRI Purwokerto menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi dengan uji kebasahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukan belum efektifnya pelaksanaan DAMRI Apps berdasarkan aspek ketepatan pelaksanaan, sosialisasi dan pemantauan program yang dilakukan oleh DAMRI Purwokerto. Perlu dilakukan evaluasi terhadap kesiapan dan rancangan pelaksanaan pada cabang untuk pelaksanaan aplikasi ini.Digital services in the field of public transportation services are increasingly developing in Indonesia every year. This effort is massive to create convenience and comfort for customers. Perum DAMRI, as one of the state-owned transportation service providers, has developed a long-distance ticket booking or e-ticketing application, namely DAMRI Apps. The use of this application is implemented in every representative branch including the Purwokerto area. The implementation of this application has potential but encounters problems when implemented. This article aims to analyze the effectiveness of implementing DAMRI Apps at Perum DAMRI Purwokerto using descriptive qualitative research methods. Determining informants used purposive sampling technique. Data collection used interviews, documentation and observation with data wetness testing using source triangulation. The results of this research show that the implementation of DAMRI Apps has not been effective based on the aspects of accuracy of implementation, socialization and monitoring of the program carried out by DAMRI Purwokerto. It is necessary to evaluate the readiness and implementation plan at the branch for implementing this application.
4024842543A1A018051Strategi Pengembangan Komoditas Unggulan Subsektor Tanaman Pangan di Kabupaten PekalonganKabupaten Pekalongan merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki potensi tanaman pangan cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahui komoditas unggulan yang dihasilkan pada subsektor tanaman pangan di Kabupaten Pekalongan, (2) Mengetahui wilayah kecamatan mana saja yang menjadi wilayah basis penghasil komoditas unggulan pada subsektor tanaman pangan di Kabupaten Pekalongan, (3) Mengetahui strategi apa yang dapat digunakan untuk mengembangkan komoditas unggulan pada subsektor tanaman pangan di Kabupaten Pekalongan. Metode penelitian menggunakan survey yang kemudian di analisis menggunakna analisis LQ dan analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komoditas (1) Unggulan subsektor tanaman pangan di Kabupaten adalah padi sawah (2) Wilayah basis penghasil padi sawah antara lain Kecamatan Talun, Doro, Karanganyar, Kajen, Kesesi, Sragi, Siwalan, Bojong, Karangdadap, Buaran, Wiradesa, dan Wonokerto, (3) Terdapat tiga strategi yang dapat diterapkan dalam strategi S-O, tiga strategi yang dapat diterapkan dalam strategi W-O, tiga strategi yang dapat diterapkan dalam strategi S-T, dan tiga strategi yang dapat diterapkan dalam strategi W-T.Pekalongan Regency was one of the regencies in Central Java Province which had quite large potential for food crops. This research aims to: (1) To find out the superior commodities produced in the food crops sub-sector in Pekalongan Regency, (2) To find out which sub-districts are the main commodity-producing base areas in the food crops sub-sector in Pekalongan Regency, (3) To know what strategies can be used to developing superior commodities in the food crops sub-sector in Pekalongan Regency. The research method used survey that analysis with Location Quotient (LQ) analysis and SWOT analysis. The results of this research is 1 ) the leading commodity for the food crop sub-sector in the Regency is paddy rice 2) Lowland rice producing base areas include Talun, Doro, Karanganyar, Kajen, Kesesi, Sragi, Siwalan, Bojong, Karangdadap, Buaran, Wiradesa Districts , and Wonokerto, 3) There are three strategies that can be applied in the S-O strategy, three strategies that can be applied in the W-O strategy, three strategies that can be applied in the S-T strategy, and three strategies that can be applied in the W-T strategy.
4024942544A1C019013Modifikasi Sistem Pembakaran pada Pengering Biji Jagung Tipe Rak Berputar Berenergi Briket Tempurung Kelapa Penelitian ini dilatarbelakangi adanya penggunaan energi fosil dalam alat pengering. apabila energi fosil digunakan secara terus menerus, maka berakibat menipisnya cadangan energi fosil dunia. untuk mengatasi masalah tersebut bisa menggunakan energi terbarukan. Salah satu contohnya yaitu penggunaan briket biomassa sebagai mesin pengering pertanian. Salah satu bahan biomassa yang dapat digunakan yaitu tempurung kelapa. Penggunaan briket tempurung kelapa karena mudah di dapat dan proses pembuatannya yang mudah. Selain itu, briket tempurung kelapa memiliki keunggulan diantaranya tidak berasap, mengurangi resiko kebakaran, dan suhu panas yang tinggi. alat pengering pertanian memiliki banyak sekali jenis, salah satunya yaitu rotary dryer. Mesin rotary dryer merupakan alat pengering yang berbentuk drum yang berputar secara kontinyu. Kelebihan mesin rotary dryer dibandingkan mesin pengering yang lainnya yaitu bisa mengeringkan produk atau bahan lapisan luar dan dalam padatan, proses pencampurannya baik, dan menjamin bahan yang merata. Bahan pertanian yang dilakukan pengeringan yaitu biji jagung.
Penelitian ini dilakukan pengujian performa mesin pengering tipe rak berputar dan performa rak pembakaran briket. Pengujian performa mesin pengering meliputi kecepatan putaran komponen mesin pengering, perubahan kadar air, dan waktu pengeringan. Komponen mesin pengering yang dilakukan pengujian kecepatan putaran diantaranya motor listrik, input shaft gearbox, pulley output shaft gearbox, pulley penghubung, dan pulley penggerak rak. Sedangkan pengujian performa rak pembakaran mengenai perlakuan penggunaan briket untuk mendapatkan performa yang terbaik.
Hasil pengujian performa mesin pengering tipe rak berputar pada biji jagung yaitu pada kecepataran semua komponennya berputar normal dan tidak mengalami penurunan yang signifikan, pada hasil perubahan kadar air bisa menurunkan sesuai yang sudah ditentukan, dan pada hasil waktu pengeringannya masih relatif singkat. sedangkan, hasil pengujian performa rak pembakaran briket mampu mengeringkan biji jagung dengan baik dan rak pembakarannya tidak terdapat kendala dan tahan terhadap panas.
   This research is motivated by the use of fossil energy in the dryer. If fossil energy is used continuously, it will result in depletion of world fossil energy reserves. To overcome this problem can use renewable energy. One example is the use of biomass briquettes as an agricultural drying machine. One of the biomass materials that can be used is coconut shell. The use of coconut shell briquettes is because they are easy to obtain and the manufacturing process is easy. In addition, coconut shell briquettes have advantages including non-smoking, reducing the risk of fire, and high heat temperatures. Agricultural drying equipment has many types, one of which is a rotary dryer. A rotary dryer is a drum-shaped dryer that rotates continuously. The advantages of rotary dryer machines compared to other drying machines are that they can dry products or materials in the outer and inner layers of solids, the mixing process is good, and they guarantee evenly distributed materials. The agricultural material that is dried is corn kernels.
This study tested the performance of a rotating rack-type drying machine and the performance of a briquette-burning rack. Drying machine performance testing includes the rotation speed of the drying machine components, changes in moisture content, and drying time. The drying machine components that are tested for rotation speed include electric motors, input shaft gearboxes, output shaft gearbox pulleys, connecting pulleys, and rack drive pulleys. While testing the performance of the combustion rack regarding the treatment of using briquettes to get the best performance.
The results of testing the performance of a rotating rack-type drying machine on corn kernels are that the speed of all components rotates normally and does not experience a significant decrease, the results of changes in moisture content can reduce according to what has been determined, and the results of drying time are still relatively short. Meanwhile, the results of testing the performance of the briquette combustion rack are able to dry corn kernels well, and the combustion rack has no problems and is resistant to heat.
4025042539H1C019037Analisis Probabilitas Bahaya Tephra Menggunakan Tephraprob Pada Gunung Api RaungIndonesia merupakan negara yang terletak di kawasan Cincin Api Pasifik, sebuah daerah dengan aktivitas gunung api yang sangat tinggi. Dampak dari bencana gunung api tidak hanya terjadi di lokasi erupsi, tetapi juga dapat dirasakan hingga jarak yang cukup jauh dari lokasi erupsi. Maka dari itu, analisis persebaran tephra di Gunung Raung sangat penting dilakukan untuk mengurangi dampak bencana letusan gunung api. Pada penelitian ini, akan dilakukan analisis kebencanaan yang bersifat probabilistik melalui pemodelan numerik memakai Matrix Laboratory (MATLAB) dan TephraProb untuk memprakirakan dampak kebencanaan yang terjadi akibat tephra pada lingkungan sekitar Gunung Raung. Data yang digunakan dalam melakukan pemodelan seperti data erupsi dan data keadaan atmosfer. Data erupsi diambil dari Golbal Vulcanism Program (GVP), PVMBG, dan beberapa informasi dari berita. Data angin yang digunakan didapat dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) National Centers for Environmental Prediction NCEP/NCAR Reanalysis dengan resolusi grid 2,5◦ dan pada 17 tingkat tekanan. Maksimum 4 profil angin tersedia setiap hari yang diambil pada pukul 00, 06, 12, dan 18 waktu UTC. Pemodelan dilakukan secara deterministic pada VEI 3 dan Probabilistik pada VEI 5 dan 2. Adapun output yang dihasilkan yaitu probability map, isomass map, dan hazard curve. Analisis bahaya merujuk pada klasifikasi Blong tahun 2003. Pada letusan VEI 5 tahun 1586, dampak paling parah terjadi di Kabupaten Jember. Kejadian ini mengakibatkan kerusakan serius pada tanaman, kontaminasi suplai air, serta gangguan pada infrastruktur penting. Bahkan, sebuah bangunan dapat hancur dan mungkin juga menyebabkan keruntuhan bangunan. Pada pemodelan VEI 3 tahun 2015, kerusakan signifikan juga terjadi, termasuk kerusakan tanaman tembakau dan tanaman holtikultura lainnya. Bandara Internasional Banyuwangi juga harus ditutup akibat dampaknya pada suplai udara. Pemodelan VEI 2 menunjukkan persebaran tephra yang lebih terbatas, dengan dampak yang lebih terkendali. Ada kemungkinan terbesar dengan massa sekitar 0,1 dan probabilitas 10%, terutama di bagian timur Jember, yang dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman, kontaminasi suplai air, dan gangguan pada infrastruktur.Indonesia is a country located in the Pacific Ring of Fire, an area with very high volcanic activity. The impact of volcanic disasters does not only occur at the eruption site, but can also be felt up to a considerable distance from the eruption site. Therefore, analyzing the distribution of tephra on Mount Raung is very important to reduce the impact of volcanic eruptions. In this research, a probabilistic disaster analysis will be carried out through numerical modeling using Matrix Laboratory (MATLAB) and TephraProb to predict the impact of disasters that occur due to tephra on the environment around Mount Raung. Data used in modeling such as eruption data and atmospheric state data. Eruption data is taken from the Golbal Vulcanism Program (GVP), PVMBG, and some information from the news. The wind data used was obtained from the National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) National Centers for Environmental Prediction NCEP/NCAR Reanalysis with a grid resolution of 2.5◦ and at 17 pressure levels. A maximum of 4 wind profiles are available each day taken at 00, 06, 12, and 18 UTC time. Modeling was carried out deterministically at VEI 3 and Probabilistically at VEI 5 and 2. The outputs produced are probability map, isomass map, and hazard curve. Hazard analysis refers to the Blong classification in 2003. In the eruption of VEI 5 in 1586, the most severe impact occurred in Jember Regency. This event resulted in serious damage to crops, contamination of water supplies, and disruption of critical infrastructure. In fact, a building can be destroyed and may also cause building collapse. In the 2015 VEI 3 modeling, significant damage also occurred, including damage to tobacco and other horticultural crops. Banyuwangi International Airport also had to be closed due to the impact on air supply. VEI 2 modeling shows a more limited spread of tephra, with more controlled impacts. There is the greatest likelihood with a mass of about 0.1 and a probability of 10%, especially in the eastern part of Jember, which can cause damage to crops, contamination of water supplies, and disruption to infrastructure.
4025144576F1A020028BIAS GENDER DALAM LAGU (ANALISIS HERMENEUTIKA PADA LIRIK LAGU "WANITAKU" KARYA NOAH BANDPenelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dan mengevaluasi potensi adanya bias gender dalam lirik lagu “Wanitaku” karya Noah Band 2019. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dan analisis hermeneutika Gadamer, peneliti menganalisis interpretasi terhadap fenomena bias gender dalam lirik lagu ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu tersebut mencerminkan dinamika peran gender dan pembatasan hak perempuan dalam budaya patriarki. Hal ini tercermin dari penggunaan kata dengan bias gender, penekanan terhadap peran tradisional perempuan sebagai pendamping yang tunduk pada kontrol laki-laki, dan harapan untuk mengorbankan kebebasan serta aspirasi pribadi perempuan guna memenuhi ekspektasi laki-laki. Kesimpulannya, penelitian ini mengungkap adanya kecenderungan bias gender yang mencerminkan dinamika peran gender dan pembatasan hak perempuan dalam budaya patriarki.This research aims to investigate and evaluate the potential for gender bias in the lyrics of the song "Wanitaku" by Noah Band 2019. By using descriptive qualitative research methods and Gadamer hermeneutic analysis, researchers analyze the interpretation of the phenomenon of gender bias in the lyrics of this song. The research results show that the song's lyrics reflect the dynamics of gender roles and restrictions on women's rights in patriarchal culture. This is reflected in the use of words with gender bias, the emphasis on women's traditional role as companions subject to male control, and the expectation to sacrifice women's freedom and personal aspirations in order to meet men's expectations. In conclusion, this research reveals a tendency for gender bias that reflects the dynamics of gender roles and restrictions on women's rights in a patriarchal culture.
4025242551A1D018181APLIKASI POC BERBASIS LIMBAH RUMAH TANGGA DAN UREA UNTUK MENINGKATKAN HASIL TANAMAN KALE CURLY (Brassica oleracea var. Acephala) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh POC limbah rumah tangga terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kale, mengetahui pengaruh pemberian pupuk urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kale, serta mengetahui interaksi POC tempe limbah rumah tangga dan pupuk urea terhadap pertumbuhan. dan hasil tanaman kale. Penelitian dilaksanakan di screen house, Pasir Kulon, Karanglewas, Banyumas, dan Laboratorium Agroekologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – Mei 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari 2 faktor dengan 9 perlakuan dengan 3 ulangan. Faktor pertama: T0 = Poc limbah tempe 0 t/ha (kontrol), T1 = Poc limbah tempe 60ml/l air, T2 = Poc limbah tempe 70ml/l air. Faktor kedua: U0 = Pupuk Urea 0 kg/ha (kontrol), U1 = Pupuk Urea 100 kg/ha (0,625 g/tanaman), U2 = Pupuk Urea 200 kg/ha (1,25 g/tanaman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC limbah rumah tangga belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kale karena kandungan unsur hara belum mencukupi untuk mendukung pertumbuhan. Peningkatan dosis pupuk urea tidak mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kale. Tidak terdapat interaksi antara konsentrasi POC tempe dan pupuk urea terhadap variabel pertumbuhan dan hasil tanamn kale. Hal ini dikarenakan tidak ada interaksi dari kedua perlakuan.This research aims to determine the effect of household waste POC on the growth and yield of kale plants, determine the effect of giving urea fertilizer on the growth and yield of kale plants, and determine the interaction of household waste tempeh POC and urea fertilizer on growth. and kale crops. The research was carried out at the screen house, Pasir Kulon, Karanglewas, Banyumas, and the Agroecology Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The research was carried out in March – May 2023. The research used a Complete Randomized Block Design (RAKL) consisting of 2 factors with 9 treatments with 3 replications. First factor: T0 = Poc tempeh waste 0 t/ha (control), T1 = Poc tempeh waste 60ml/l water, T2 = Poc tempeh waste 70ml/l water. Second factor: U0 = Urea fertilizer 0 kg/ha (control), U1 = Urea fertilizer 100 kg/ha (0.625 g/plant), U2 = Urea fertilizer 200 kg/ha (1.25 g/plant). The research results show that household waste POC has not been able to increase the growth and yield of kale plants because the nutrient content is not sufficient to support growth. Increasing the dose of urea fertilizer was not able to increase the growth and yield of kale plants. There was no interaction between the concentration of tempeh POC and urea fertilizer on the growth and yield variables of kale plants. This is because there is no interaction between the two treatments.
4025342538F1C019072ANALISIS KOMUNIKASI ANTARPRIBADI PELATIH DALAM MENJAGA MOTIVASI ATLET BULUTANGKIS ATLET BULUTANGKIS DI PB. MUTIARA CARDINAL BANDUNG SAAT PELATIHAN JARAK JAUHKemunculan Covid-19 memberikan dampak yang cukup signifikan pada kegiatan sehari-hari, salah satunya pada kegiatan pelatihan maupun pertandingan pada olahraga bulutangkis. Larangan untuk berkerumun seperti latihan bersama dan ditiadakannya pertandingan menjadi salah satu dampak yang paling dirasakan oleh para atlet di PB. Mutiara Cardinal Bandung, dimana para atlet diharuskan untuk berlatih dari jarak jauh atau melakukan latihan dari rumah masing-masing , sehingga dikhawatirkan akan terjadi penurunan motivasi pada atlet yang akan berdampak pada penurunan performa permainan . maka pada kondisi tersebut sangat dibutuhkan adanya komunikasi antarpribadi yang baik antara pelatih dan juga atlet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi antarpribadi pelatih dengan atlet PB. Mutiara Cardinal Bandung dalam menjaga motivasi selama menjalani latihan jarak jauh dan untuk mengetahui hambatan yang terjadi didalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sasaran pada penelitian ini adalah atlet dan pelatih PB. Mutiara Cardinal Bandung yang aktif sejak 2019 sampai saat ini. Informan dipilih menggunakan metode purposive sampling dan pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi, lalu data diolah secara deskriptif kualitatif dengan model interaksi tiga tahap milik Miles & Huberman, kemudian menggunakan triangulasi metode untuk uji keabsahan datanya. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pada kegiatan komunikasi antarpribadi yang terjadi antara pelatih dan atlet selama menjalani latihan jarak jauh telah menunjukan adanya lima ciri komunikasi antarpribadi yang efektif berdasarkan dengan teori humanistik, yang mana pada kegiatan komunikasi antarpribadi yang terjadi didalamnya telah meliputi adanya keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan juga kesetaraan , dan telah dilakukan dengan semaksimal mungkin guna mengurangi resiko penurunan motivasi pada atlet PB. Mutiara Cardinal Bandung.The emergence of Covid-19 has had a significant impact on daily activities, one of which is training activities and badminton matches. Prohibitions on gatherings such as group training and the elimination of competitions are one of the impacts most felt by athletes at PB. Mutiara Cardinal Bandung, where athletes are required to train remotely or do training from their respective homes, so it is feared that there will be a decrease in motivation in athletes which will have an impact on decreasing performance . So in these conditions there is a great need for good interpersonal communication between coaches and athletes. This research aims to analyze interpersonal communication between coaches and athletes. PB Mutiara Cardinal Bandung in maintaining motivation during long distance training and to find out the obstacles that occur in it. The research method used is descriptive qualitative. The targets of this research were PB athletes and coaches. Mutiara Cardinal Bandung has been active since 2019 until now. Informants were selected using the method purposive sampling and data collection was carried out by conducting interviews, observation and documentation, then the data was processed descriptively qualitatively with Miles & Huberman three-stage interaction model, then using the triangulation method to test the validity of the data. The results of this research show that the interpersonal communication activities that occur between coaches and athletes during long-distance training have shown that there are five characteristics of interpersonal communication that effective based on humanistic theory, in which the interpersonal communication activities that occur include openness, empathy, supportive attitudes,positive, and also equality, and has been done as much as possible to reduce the risk of decreased motivation athlete in PB Pearl Cardinal Bandung.
4025442552A1C019018Analisis Frekuensi Penyiraman dan Jenis Irigasi Terhadap Iklim Mikro dan Pertumbuhan Tanaman Pada Budidaya Mentimun (Cucumis sativus)Produksi mentimun (cucumis sativus) yang tidak stabil menyebabkan fluktuasi mentimun
di pasar yang diakibatkan oleh pertumbuhan mentimun yang kurang optimal. Faktor yang
memengaruhi pertumbuhan seperti iklim/cuaca, kesuburan tanah, ketersediaan air, dan
cara budidaya. Salah satu cara untuk menghemat air dalam pertanian adalah dengan
menggunakan sistem irigasi tetes maupun irigasi sprinkle. Tujuan dari penelitian ini
adalah mengetahui kondisi iklim mikro di sekitar lahan budidaya tanaman mentimun dan
mengetahui pengaruh frekuensi penyiraman serta jenis irigasi yang tepat guna terhadap
pertumbuhan dan hasil budidaya tanaman mentimun. Lokasi penelitian di lahan
percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan
acak kelompok (RAK) didapatkan dua faktor yaitu jenis irigasi dan frekuensi penyiraman
dengan total enam taraf yaitu I1 (irigasi tetes), I2(irigasi sprinkler), I3 (irigasi
konvensional), F1 (frekuensi penyiraman satu kali sehari), F2 (frekuensi penyiraman dua
kali sehari), dan F3 (frekuensi penyiraman tiga kali sehari). Hasil penelitian menunjukan
perlakuan jenis irigasi dan pertumbuhan berpengaruh nyata terhadap iklim mikro dan
pertumbuhan hasil tanaman. Kondisi iklim mikro di sekitar lahan budidaya tanaman
mentimun kelembapan tanah di lokasi penelitian adalah pada kisaran 4–10 (dalam skala
1-10), suhu tanah kisaran 20- 36 °C, pH tanah kisaran 4 – 6,9. Kelembapan udara kisaran
36-98 %, suhu udara berkisar 21,5-38 °C, dan intensitas cahaya matahari pada kisaran
403 - 9651 lux. Penggunaan frekuensi penyiraman dan jenis irigasi yang tepat guna
terhadap pertumbuhan dan hasil budidaya tanaman mentimun, yaitu pada frekuensi dua
kali sehari serta penggunaan jenis irigasi sprinkler.
Unstable production of cucumbers (cucumis sativus) causes fluctuations in cucumbers on
the market resulting from less than optimal cucumber growth. Factors that influence
growth include climate/weather, soil fertility, water availability, and cultivation methods.
One way to save water in agriculture is to use a drip irrigation system or sprinkler
irrigation. The aim of this research is to determine the microclimate conditions around
cucumber cultivation areas and determine the effect of watering frequency and
appropriate irrigation types on the growth and yield of cucumber cultivation. The
research location is in the experimental field of the Faculty of Agriculture, Jenderal
Soedirman University. A randomized block experimental design (RAK) obtained two factors, namely the type of irrigation and watering frequency with a total of six levels,
namely I1 (drip irrigation), I2 (sprinkler irrigation), I3 (conventional irrigation), F1
(watering frequency once a day), F2 ( watering frequency twice a day), and F3 (watering
frequency three times a day). The results of the research show that the type of irrigation
and growth treatment has a significant effect on the microclimate and plant yield growth.
Microclimatic conditions around the cucumber cultivation area, soil moisture at the
research location is in the range of 4–10 (on a scale of 1-10), soil temperature is in the
range of 20-36 °C, soil pH is in the range of 4 – 6.9. Air humidity ranges from 36-98%,
air temperature ranges from 21.5-38 °C, and sunlight intensity ranges from 403 - 9651
lux. The use of watering frequency and type of irrigation that is appropriate for the
growth and yield of cucumber cultivation, namely at a frequency of twice a day and the
use of sprinkler irrigation.
4025542553A1A019105Efisiensi Teknis Usaha Tani Padi Semi Organik di Kecamatan Petarukan Kabupaten PemalangKecamatan Petarukan merupakan salah satu daerah yang menerapkan pertanian padi semi organik. Sebagian besar petani padi semi organik di Kecamatan Petarukan baru beralih dari pertanian konvensional ke pertanian semi organik. Peralihan pola budidaya dapat menyebabkan ketidakefisienan dalam menggunakan faktor produksi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pendapatan petani, menganalisis faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi padi semi organik, menganalisis tingkat efisiensi teknis usaha tani, dan menganalisis faktor yang mempengaruhi inefisiensi produksi padi semi organik di Kecamatan Petarukan. Penelitian dilakukan di Kecamatan Petarukan pada bulan Juni sampai Juli 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode sensus terhadap 39 petani padi semi organik. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan untuk menetahui pendapatan petani padi semi organik. Selain itu, stochastics frontier analysis dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan faktor produksi terhadap produksi, tingkat efisiensi teknis petani padi semi organik dan faktor yang mempengaruhi efek inefisiensi usaha tani padi semi organik di Kecamatan Petarukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata – rata pendapatan yang diperoleh petani padi semi organik yang menjual gabah dan beras adalah sebesar Rp 13.600.392,64 per hektar dan Rp 26.908.071,7 per hektar. Faktor produksi yang berpengaruh secara signifikan terhadap produksi adalah luas lahan, benih, pupuk anorganik, pupuk organik, pupuk organik cair, dan tenaga kerja. Rata – rata tingkat efisiensi teknis usaha tani padi semi organik di Kecamatan Petarukan adalah sebesar 0,898. Faktor yang mempengaruhi secara signifikan inefisiensi teknis padi semi organik adalah umur dan status kepemilikan lahan.Petarukan Subdistrict is one of the regions implementing semi-organic rice farming. Most semi-organic rice farmers in Petarukan have recently shifted from conventional farming. This transition in cultivation practices might lead to inefficiencies in the use of production factors. The study aimed to determine farmers' income, analyze the influencing factors on semi-organic rice production, assess the technical efficiency level of farming practices, and identify factors affecting inefficiencies in semi-organic rice production in Petarukan Subdistrict. The research was conducted in Petarukan Subdistrict from June to July 2023 using a survey method. A census sampling method was employed, involving 39 semi-organic rice farmers. The analysis methods utilized included cost and income analysis to ascertain the farmers' earnings. Additionally, stochastics frontier analysis was performed to understand the impact of production factors on output, the level of technical efficiency among semi-organic rice farmers, and the determinants of inefficiency in semi-organic rice farming in Petarukan Subdistrict. The findings revealed that the average income for farmers selling unhulled rice and rice grain stood at Rp 13,600,392.64 per hectare and Rp 26,908,071.7 per hectare, respectively. Significant production factors influencing output included land area, seeds, inorganic fertilizers, organic fertilizers, liquid organic fertilizers, and labor. The average level of technical efficiency in semi-organic rice farming in Pemalang was 0.898. Significant factors affecting technical inefficiency in semi-organic rice were the farmers' age and land ownership status.
4025642540I1A019029Hubungan Penggunaan Smartphone, Pola Asuh Orang Tua, dan Penerimaan Teman Sebaya dengan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Prasekolah di Kotayasa BanyumasLatar Belakang: Data Nasional Perkembangan Anak Usia Dini tahun 2018 menunjukkan capaian kemampuan sosial emosional anak usia dini masih lebih rendah yaitu 69,90% dibanding kemampuan fisik dan kemampuan belajar. Beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial emosional anak adalah interaksi anak dengan orang tua dan teman sebayanya. Adanya smartphone yang telah banyak diakses oleh anak usia dini menjadi faktor berubahnya pola interaksi anak dengan lingkungan sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan smartphone, pola asuh orang tua, dan penerimaan teman sebaya dengan perkembangan sosial emosional anak usia pra sekolah.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Desa Kotayasa Kabupaten Banyumas pada September 2023 dengan populasi adalah 624 orang tua yang memiliki anak berusia 3-6 tahun. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 86 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Analisis data univariat menggunakan presentase dan analisis bivariat dengan uji chi square.
Hasil: Hasil univariat menunjukkan 53,5% anak berada pada kategori berkembang, 82,6% anak menggunakan smartphone, 94,2% orang tua menerapkan pola asuh otoriter, dan 50% anak memiliki penerimaan teman sebaya baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan variabel penggunaan smartphone (p=0,002), pola asuh orang tua (p=0,011), dan penerimaan teman sebaya (p=0,17) seluruhnya berhubungan siginifikan dengan perkembangan sosial emosional anak usia pra sekolah.
Kesimpulan: Ada hubungan antara penggunaan smartphone, pola asuh orang tua, dan penerimaan teman sebaya dengan perkembangan sosial emosional anak usia pra sekolah di Desa Kotayasa Kabupaten Banyumas.
Background: National Early Childhood Development Data in 2018 shows that the achievement of early childhood social-emotional skills is still lower at 69.90% compared to physical abilities and learning abilities. Some factors that influence children's social emotional development are children's interactions with parents and peers. The existence of smartphones that have been widely accessed by early childhood becomes a factor in changing children's interaction patterns with their social environment. This study aims to determine the relationship between smartphone use, parenting style, and peer acceptance with the social emotional development of pre-school children.
Method: This study used a quantitative method with a cross sectional design. The research was conducted in Kotayasa Village, Banyumas Regency in September 2023 with a population of 624 parents who have children aged 3-6 years. The sample in this study was 86 respondents selected using proportional random sampling technique. Univariate data analysis used percentage and bivariate analysis used chi square test.
Result: Univariate results showed 53.5% of children were in the developed category, 82.6% of children used smartphones, 94.2% of parents applied authoritarian parenting, and 50% of children had good peer acceptance. The results of bivariate analysis showed that the variables of smartphone use (p=0.002), parenting style (p=0.011), and peer acceptance (p=0.17) were all significantly related to the social emotional development of pre-school children.
Conclusion: There is a relationship between smartphone use, parenting style, and peer acceptance with the social emotional development of pre-school children in Kotayasa Village, Banyumas Regency.
4025742556A1C019038KARAKTERISTIK PENGERINGAN BIJI JAGUNG (Zea mays L.) MENGGUNAKAN PENGERING TIPE RAK BERPUTAR BERENERGI BIOMASSAProses pengeringan merupakan salah satu tahapan penting dalam penanganan pasca panen. Hal tersebut disebabkan karena proses pengeringan dapat memperpanjang umur simpan produk pangan sehingga dapat dikonsumsi lebih lama. Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang penting dan menduduki urutan ketiga setelah gandum dan padi. Untuk memperpanjang umur simpan jagung maka perlu melalui proses pengeringan. Masih banyak petani yang menggunakan pengeringan secara alami, namun permasalahnnya adalah pengeringan alami memiliki beberapa kelemahan, oleh karena itu perlu adanya alternatif lain untuk proses pengeringan buatan. Salah satu peralatan pengeringan yang dapat digunakan adalah mesin pengeringan tipe rak berputar dengan sumber panas pengering berasal dari biomassa briket batok kelapa untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) sebagai sumber panas pembakaran. Untuk itu dilakukan penelitian karakteristik biji jagung menggunakan mesin pengering rak berputar dengan sumber panas yang berasal dari biomassa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengeringan biji jagung dan mengetahui efisiensinsi alat pengering tipe rak berputar. Parameter pengukuran adalah suhu, kelembaban udara, kadar air, lama pengeringan, laju pengeringan, dan efisiensi pengeringan. Tahap pengujian yang dilakukan 5 kali berdasarkan jumlah bahan bakar 10 briket, 15 briket, 20 briket, 25 briket, dan 30 briket. Hasil penelitian menunjukkan waktu yang digunakan untuk mengeringkan jagung hingga mencapai kadar 12-14% pada setiap uji hampir sama yaitu pada uji 10, 20, 25, dan 30 briket membutuhkan waktu 5 jam dan pada uji 15 briket membutuhkan waktu lebih dari 5 jam, hal ini dikarenakan kadar air awal setiap pengujian berbeda. Kemudian laju pengeringan untuk setiap uji hampir memiliki nilai yang sama yaitu rentang 0,6-1%bb/jam. Namun, efisiensi pengeringan yang dihasilkan masih tergolong rendah yaitu berkisar antara 0,3-0,7%.The drying process is one of the important stages in post-harvest handling. This is because the drying process can extend the shelf life of food products so that they can be consumed for longer. Corn (Zea mays L.) is one of the world's important food crops and ranks third after wheat and rice. To extend the shelf life of corn, it needs to go through a drying process. There are still many farmers who use natural drying, but the problem is that natural drying has several disadvantages, therefore there is a need for other alternatives to the artificial drying process. One of the drying equipment that can be used is a rotating rack type drying machine with a drying heat source derived from coconut shell briquette biomass to reduce the use of fuel oil (BBM) as a combustion heat source. For this reason, research was carried out on the characteristics of corn seeds using a rotating rack drying machine with a heat source originating from biomass. This research aims to determine the drying characteristics of corn kernels and determine the efficiency of a rotating rack type dryer. The measurement parameters are temperature, air humidity, water content, drying time, drying rate, and drying efficiency. The testing stage was carried out 5 times based on the amount of fuel: 10 briquettes, 15 briquettes, 20 briquettes, 25 briquettes and 30 briquettes. The results of the research show that the time used to dry corn until it reaches 12-14% content in each test is almost the same, namely in the test of 10, 20, 25 and 30 briquettes it takes 5 hours and in the test of 15 briquettes took more than 5 hours. because the initial water content of each test is different. Then the drying rate for each test almost has the same value, namely the range of 0.6-1%bb/hour. However, the resulting drying efficiency is still relatively low, ranging between 0.3-0.7%.
4025842557A1C018009ANALISIS KINERJA DAN KARAKTERISTIK PENGERINGAN GULA
KELAPA KRISTAL MENGGUNAKAN PENGERING TIPE RAK
BERPUTAR
Gula kelapa kristal merupakan gula yang berbentuk butiran atau kristal yang bahan bakunya dapat berasal dari nira kelapa. Gula kelapa kristal merupakan komoditi perdagangan yang mempunyai peluang untuk dikembangkan guna meningkatkan penghasilan petani maupun pengusaha mikro serta devisa negara. Pada tingkat pengrajin metode pengeringan yang digunakan yaitu melalui penjemuran dibawah sinar matahari atau metode oven. Salah satu alat pengering mekanis yang cukup efektif dan efisien yaitu pengering tipe rak berputar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja atau kemampuan alat pengering tipe rak berputar dan menganalisis karakteristik pengeringan gula kelapa kristal menggunakan pengering tipe rak berputar. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan 2 perlakuan dan dilakukan 3 kali ulangan pada setiap perlakuannya. Dua perlakuan yang digunakan yaitu menggunakan kompor semawar ukuran 202 dengan bukaan api kecil (P1) dan bukaan api besar (P2). Variabel yang diamati dan diukur dalam penelitian meliputi: pengujian kadar air, suhu ruang pengering dan sebarannya, kelembaban udara, waktu pengeringan, analisis laju pengeringan, dan efisiensi pengeringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan alat pengering tipe rak berputar memiliki hasil efisiensi pengeringan terbesar sebesar 4,46% pada P1U2 dan 3,18% pada P2U2. Pengeringan gula kelapa kristal pada P1 selama 75 menit dari kadar air awal 6,37%bb sampai kadar air akhir 3,01%bb pada P1U2 memiliki rata-rata suhu ruang pengering sebesar 53,7 °C dan rata-rata suhu bahan 46,8 °C. Sedangkan untuk P2 dengan waktu pengeringan selama 60 menit dari kadar air awal 6,12%bb sampai kadar air akhir 2,23%bb pada P2U2 memiliki rata-rata suhu ruang pengering sebesar 58,4 °C dan rata-rata suhu bahan 51,2 °C.Crystal coconut sugar is sugar in the form of granules or crystals whose raw material can come from coconut sap. Crystal coconut sugar is a trade commodity that has the opportunity to be developed to increase the income of farmers and micro-entrepreneurs as well as the country's foreign exchange. At the craftsman level, the drying method used is through drying under the sun or the oven method. One of the mechanical drying devices that is quite effective and efficient is the rotating rack type dryer. This research aims to analyze the performance or capabilities of a rotating rack type dryer and analyze the drying characteristics of crystal coconut sugar using a rotating rack type dryer. The research used an experimental method with 2 treatments and 3 repetitions were carried out for each treatment. The two treatments used were using a Semawar stove size 202 with a small fire opening (P1) and a large fire opening (P2). The variables observed and measured in the research included: water content testing, drying room temperature and distribution, air humidity, drying time, drying rate analysis, and drying efficiency. The research results showed that the ability of the rotating rack type dryer had the greatest drying efficiency of 4.46% at P1U2 and 3.18% at P2U2. Drying crystalline coconut sugar in P1 for 75 minutes from an initial moisture content of 6.37%wb to a final moisture content of 3.01%wb in P1U2 has an average drying room temperature of 53.7 °C and an average material temperature of 46.8 °C. Meanwhile, for P2 with a drying time of 60 minutes from an initial moisture content of 6.12%wb to a final moisture content of 2.23%wb, P2U2 has an average drying room temperature of 58.4 °C and an average material temperature of 51. 2 °C.
4025942501A1D019192PENGARUH KONSENTRASI KALSIUM NITRAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADA BEBERAPA TANAMAN BAYAM (Amaranthus tricolor L.) SECARA HIDROPONIK SISTEM WICK.Bayam adalah tanaman sayur kaya akan protein, sumber pro vitamin A, B, C. Bayam
dapat dibudidayakan secara hidroponik sistem wick. Pemilihan jenis varietas dan konsentrasi
kalsium yang tepat dapat menentukan pertumbuhan dan hasil tanaman bayam. Penelitian ini
bertujuan mendapatkan konsentrasi kalsium nitrat dalam larutan nutrisi AB Mix terhadap
pertumbuhan dan hasil tanaman bayam, mendapatkan varietas yang paling responsif terhadap
pertumbuhan dan hasil tanaman bayam, mendapatkan kombinasi varietas dan konsentrasi
kalsium nitrat dalam larutan nutrisi AB Mix yang paling optimum terhadap pertumbuhan dan
hasil tanaman bayam. Rancangan penelitian menggunakan rancangan petak terpisah dengan
2 faktor: kalsium nitrat sebagai petak utama terdiri dari: tanpa Ca(NO3)2, Ca(NO3)2 300 mg/l,
Ca(NO3)2 600 mg/l, Ca(NO3)2 900 mg/l, dan Ca(NO3)2 1200 mg/l. Varietas sebagai anak
petak terdiri dari: varietas Maestro, Mira, dan Belang. Variabel yang diamati: tinggi tanaman,
jumlah daun, luas daun, volume akar, panjang akar, bobot tajuk segar, bobot tajuk kering,
susut bobot, kandungan klorofil, laju pertumbuhan relatif, dan laju asimilasi bersih. Analisis
data menggunakan ANOVA dan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan varietas Maestro
mempunyai respon yang baik pada tinggi tanaman 2 MST, bobot tajuk segar, bobot tajuk
kering, dan laju pertumbuhan relatif. Konsentrasi kalsium nitrat 900 mg/l memberikan tinggi
tanaman 2 MST dan 4 MST, jumlah daun 4 MST, luas daun, volume akar, bobot tajuk segar,
bobot tajuk kering, dan laju asimilasi bersih yang baik. Terdapat pengaruh interaksi antara
varietas bayam dengan konsentrasi kalsium nitrat terhadap bobot tajuk segar dan bobot tajuk
kering dengan kombinasi terbaik pada varietas Maestro dengan konsentrasi kalsium nitrat
900 mg/l.
Spinach is a vegetable crop rich in protein, a pro source of vitamins A, B, C. Spinach
can be cultivated in a hydroponic wick system. Spinach can be cultivated in wick
hydroponics. Selection of the right variety and calcium concentration can determine the
growth and yield of spinach plants. This study aims to obtain the concentration of calcium
nitrate in AB Mix nutrient solution on the growth and yield of spinach plants, to obtain the
most responsive varieties to the growth and yield of spinach plants, to obtain the most
optimum combination of varieties and calcium nitrate concentration in AB Mix nutrient
solution on the growth and yield of spinach plants. The research design used a separate plot
design with 2 factors: calcium nitrate as the main plot consisting of: no Ca(NO3)2, Ca(NO3)2
300 mg/l, Ca(NO3)2 600 mg/l, Ca(NO3)2 900 mg/l, and Ca(NO3)2 1200 mg/l. Varieties as
subplots consisted of: Maestro, Mira, and Belang. Variables observed: plant height, number
of leaves, leaf area, root volume, root length, root crown weight, dry crown weight, weight
loss, chlorophyll content, relative growth rate, and net assimilation rate. Data were analyzed
using ANOVA and DMRT test. The results showed that the Maestro variety had a good
response in plant height 2 weeks after planting, fresh crown weight, dry crown weight, and
relative growth rate. Calcium nitrate concentration of 900 mg/l gave good plant height 2
weeks and 4 weeks, number of leaves 4 weeks, leaf area, root volume, fresh crown weight,
dry crown weight, and net assimilation rate. There is an interaction effect between spinach
varieties and calcium nitrate concentration on fresh crown weight and dry crown weight with
the best combination in Maestro variety with calcium nitrate concentration of 900 mg/l.
4026042558E1A019143TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PEMUTUSAN PERJANJIAN SECARA SEPIHAK DALAM PERJANJIAN KERJA SAMA PENGELOLAAN FASILITAS EKOWISATA HUTAN MANGROVE (Studi Putusan Nomor 12/Pdt.G/2020/PN Lgs)Pemutusan perjanjian secara sepihak merupakan suatu hal yang tidak patut untuk dilakukan, karena setiap pemutusan perjanjian harus dilakukan dengan kesepakatan para pihak. Salah satu contoh kasus yang berkaitan dengan pemutusan perjanjian secara sepihak adalah Putusan Pengadilan Negeri Langsa Nomor 12/Pdt.G/2020/PN Lgs. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pemutusan secara sepihak perjanjian kerja sama Pengelolaan Fasilitas Ekowisata Hutan Manggrove Kuala Langsa yang dilakukan oleh PT. PEKOLA (Tergugat) terhadap PT. PKLE (Penggugat) masuk dalam kategori Perbuatan Melawan Hukum dan untuk menganalisis bagaimana dasar pertimbangan dan putusan hakim dalam mengabulkan gugatan Perbuatan Melawan Hukum pada Putusan Perkara Nomor 12/Pdt.G/2020/PN Lgs.
Metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis dengan sumber data berupa data sekunder yang diolah menggunakan metode kepustakaan dan disajikan dalam bentuk teks naratif.
Pemutusan perjanjian secara sepihak berdasarkan hasil analisis merupakan perbuatan melawan hukum karena telah bertentangan dengan kewajiban hukumnya sendiri yaitu bertentangan dengan Pasal 1338 Ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan hak subjektif orang lain. Pemutusan perjanjian secara sepihak sebagai perbuatan melawan hukum juga sudah menjadi ketetapan di Mahkamah Agung melalui Yurisprudensi Mahkamah Agung Nomor 4/Yur/Pdt/2018. Pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 12/Pdt.G/2020/PN.Lgs bahwa perbuatan Tergugat telah memenuhi syarat dalam Pasal 1365 KUHPerdata sudah tepat, namun hakim dalam pertimbangannya tidak mendasarkan pada Yurisprudensi Mahkamah Agung No. 4/Yur/Pdt/2018.
Unilateral termination of an agreement is something that should not be done, because every termination of an agreement must be done with the agreement of the parties. One example of a case relating to the unilateral termination of an agreement is the Langsa District Court Decision Number 12/Pdt.G/2020/PN Lgs. The purpose of this study is to analyze the unilateral termination of the Kuala Langsa Mangrove Forest Ecotourism Facility Management cooperation agreement carried out by PT PEKOLA (Defendant) against PT PKLE (Plaintiff) in the category of Unlawful Acts and to analyze how the basis of consideration and the judge's decision in granting the claim for Unlawful Acts in Case No. 12/Pdt.G/2020/PN Lgs.
The approach method used is normative juridical. The research specification used is descriptive analytical with data sources in the form of secondary data processed using the literature method and presented in the form of narrative text.
Unilateral termination of the agreement based on the results of the analysis is a tort because it has contradicted its own legal obligations, namely contrary to Article 1338 Paragraph (2) of the Civil Code and the subjective rights of others. Unilateral termination of an agreement as a tort has also been determined by the Supreme Court through Supreme Court Jurisprudence Number 4/Yur/Pdt/2018. The judge's consideration in Decision Number 12/Pdt.G/2020/PN.Lgs that the Defendant's actions have met the requirements in Article 1365 of the Civil Code is correct, but the judge in his consideration did not base it on the Supreme Court Jurisprudence No. 4/Yur/Pdt/2018.