Artikel Ilmiah : J1A019020 a.n. ARYA DAFI OCTOVA

Kembali Update Delete

NIMJ1A019020
NamamhsARYA DAFI OCTOVA
Judul ArtikelTUPAC SHAKUR’S USE OF THUG LIFE AS A COUNTER
AGAINST CULTURAL HEGEMONY
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini berjudul “Tupac Shakur’s Use of Thug Life a Counter Against
Cultural Hegemony”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti bagaimana
musisi Tupac Shakur menggunakan konsep thug life untuk menantang dominasi
budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah menggunakan teori hegemoni Antonio
Gramsci, untuk mengeksplorasi bagaimana Tupac menggunakan konsep thug life
sebagai narasi oposisi untuk meruntuhkan sistem hegemonik yang sudah melekat.
Popularitas thug life sebagai hiburan menjadikan topik ini menarik untuk melihat
makna yang lebih dalam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan data
didapatkan dari menganalisis lirik, wawancara, dan pidato Tupac untuk
mengevaluasi berbagai aspek thug life sebagai strategi perlawanan budaya.
Penelitian ini menjelaskan cara-cara di mana perlawanan budaya dapat
meruntuhkan narasi dominan dan mempromosikan bentuk-bentuk identitas dan
agensi alternatif dengan menempatkan penggunaan thug life oleh Tupac. Temuan
menunjukkan bahwa Tupac menggunakan thug life untuk merebut kembali kendali
dan mendefinisikan ulang mitologi di sekitar lingkungan urban. Dia berupaya
menghancurkan kesalahpahaman dan membawa perhatian pada ketidakadilan
struktural yang dialami oleh kelompok-kelompok yang kurang terwakili melalui
aktivisme dan liriknya. Dengan seruannya untuk keadilan sosial dan pesan
kegigihan dalam menghadapi kesulitan, thug life menjadi seruan. Berdasarkan data
yang ditemukan, penulis ini menyoroti bagaimana Tupac menafsirkan kembali thug
life untuk melampaui konotasi merendahkan dan menjadi metafora untuk kekuatan
individu dan kerja sama kelompok. Hal ini didapat dengan menggali secara
mendalam konteks sosiopolitik dan historis pada masa Tupac dan thug life.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research in entitled “Tupac Shakur’s Use of Thug Life a Counter Against
Cultural Hegemony” The purpose of this research is to examine how rapper Tupac
Shakur used the concept of thug life to challenge cultural hegemony. Drawing on
Antonio Gramsci's theory of hegemony, this study explores how Tupac employed
thug life as a narrative of opposition to dismantle the entrenched hegemonic
system. The popularity of thug life as entertainment makes it intriguing to uncover
deeper meanings. Qualitative methods were employed, analyzing Tupac's lyrics,
interviews, and speeches to evaluate various aspects of thug life as a cultural
resistance strategy. The research explains how cultural resistance can dismantle
dominant narratives and promote alternative forms of identity and agency by
examining Tupac's use of thug life. Findings indicate that Tupac utilized thug life
to reclaim control and redefine the mythology surrounding urban environments.
He aimed to debunk misconceptions and draw attention to the structural injustices
experienced by marginalized groups through activism and his lyrics. With his call
for social justice and messages of resilience in the face of adversity, thug life
became a rallying cry. Based on the data, the author highlights how Tupac
reinterpreted thug life beyond its derogatory connotations, transforming it into a
metaphor for individual strength and group cooperation. This understanding was
achieved by delving into the socio-political and historical contexts of Tupac and thug life.
Kata kunci Tupac, hegemony, rap
Pembimbing 1Tri Murniati, S.S., M.Hum., Ph.D.,
Pembimbing 2Ririn Kurnia Trisnawati, S.S., M.A.,
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman98
Tgl. Entri2023-08-30 10:50:48.89452
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.