Home
Login.
Artikelilmiahs
41853
Update
ARYA DAFI OCTOVA
NIM
Judul Artikel
TUPAC SHAKUR’S USE OF THUG LIFE AS A COUNTER AGAINST CULTURAL HEGEMONY
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul “Tupac Shakur’s Use of Thug Life a Counter Against Cultural Hegemony”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti bagaimana musisi Tupac Shakur menggunakan konsep thug life untuk menantang dominasi budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah menggunakan teori hegemoni Antonio Gramsci, untuk mengeksplorasi bagaimana Tupac menggunakan konsep thug life sebagai narasi oposisi untuk meruntuhkan sistem hegemonik yang sudah melekat. Popularitas thug life sebagai hiburan menjadikan topik ini menarik untuk melihat makna yang lebih dalam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan data didapatkan dari menganalisis lirik, wawancara, dan pidato Tupac untuk mengevaluasi berbagai aspek thug life sebagai strategi perlawanan budaya. Penelitian ini menjelaskan cara-cara di mana perlawanan budaya dapat meruntuhkan narasi dominan dan mempromosikan bentuk-bentuk identitas dan agensi alternatif dengan menempatkan penggunaan thug life oleh Tupac. Temuan menunjukkan bahwa Tupac menggunakan thug life untuk merebut kembali kendali dan mendefinisikan ulang mitologi di sekitar lingkungan urban. Dia berupaya menghancurkan kesalahpahaman dan membawa perhatian pada ketidakadilan struktural yang dialami oleh kelompok-kelompok yang kurang terwakili melalui aktivisme dan liriknya. Dengan seruannya untuk keadilan sosial dan pesan kegigihan dalam menghadapi kesulitan, thug life menjadi seruan. Berdasarkan data yang ditemukan, penulis ini menyoroti bagaimana Tupac menafsirkan kembali thug life untuk melampaui konotasi merendahkan dan menjadi metafora untuk kekuatan individu dan kerja sama kelompok. Hal ini didapat dengan menggali secara mendalam konteks sosiopolitik dan historis pada masa Tupac dan thug life.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research in entitled “Tupac Shakur’s Use of Thug Life a Counter Against Cultural Hegemony” The purpose of this research is to examine how rapper Tupac Shakur used the concept of thug life to challenge cultural hegemony. Drawing on Antonio Gramsci's theory of hegemony, this study explores how Tupac employed thug life as a narrative of opposition to dismantle the entrenched hegemonic system. The popularity of thug life as entertainment makes it intriguing to uncover deeper meanings. Qualitative methods were employed, analyzing Tupac's lyrics, interviews, and speeches to evaluate various aspects of thug life as a cultural resistance strategy. The research explains how cultural resistance can dismantle dominant narratives and promote alternative forms of identity and agency by examining Tupac's use of thug life. Findings indicate that Tupac utilized thug life to reclaim control and redefine the mythology surrounding urban environments. He aimed to debunk misconceptions and draw attention to the structural injustices experienced by marginalized groups through activism and his lyrics. With his call for social justice and messages of resilience in the face of adversity, thug life became a rallying cry. Based on the data, the author highlights how Tupac reinterpreted thug life beyond its derogatory connotations, transforming it into a metaphor for individual strength and group cooperation. This understanding was achieved by delving into the socio-political and historical contexts of Tupac and thug life.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save