Artikel Ilmiah : A1A016031 a.n. RANGGA WISNU SAPUTRA

Kembali Update Delete

NIMA1A016031
NamamhsRANGGA WISNU SAPUTRA
Judul ArtikelAnalisis Biaya dan Pendapatan Petani Jagung di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)Sumbang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Banyumas dan menjadi sentra jagung di Kabupaten Banyumas dengan produktivitas mencapai 6,7 ton/Ha pada tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui biaya usahatani jagung di Kecamatan Sumbang per satu musim tanam, (2) Mengetahui penerimaan dan pendapatan usahatani jagung di Kecamatan Sumbang per satu musim tanam, (3) Mengetahui kendala-kendala usahatani jagung di Kecamatan Sumbang per satu musim tanam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2023 di Desa Kebanggan, Desa Kedungmalang, dan Desa Karanggingtung. Penentuan responden dilakukan dengan menggunakan metode two stage cluster sampling dengan jumlah sampel yang diperoleh sebesar 50 petani. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis biaya, analisis penerimaan, analisis pendapatan, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan: (1) rata-rata biaya usahatani jagung di Kecamatan Sumbang sebesar Rp12.918.896,00/Ha/Musim tanam, (2) rata-rata total penerimaan sebesar Rp20.069.550,00/Ha/Musim Tanam, dan rata-rata pendapatan petani jagung sebesar Rp7.482.004,00/Ha/Musim tanam, (3) Kendala yang dihadapi petani dalam melakukan usahatani jagung di Kecamatan Sumbang yaitu perubahan cuaca yang tidak menentu, serangan hama dan penyakit, harga sarana produksi yang meningkat tiap tahun menyebabkan biaya modal bertambah dan harga jagung yang tidak menentu sehingga mempengaruhi pendapatan petani.
Abtrak (Bhs. Inggris)Sumbang is one of the sub-districts in Banyumas Regency and is a center for corn in Banyumas Regency with productivity reaching 6.7 tonnes/ha in 2021. This research aims to (1) Know the cost of corn farming in Sumbang District per one growing season, (2) Know the revenue and income of corn farming in Sumbang District per one growing season, (3) Know the constraints of corn farming in Sumbang District per one growing season. This research was conducted in May 2023 at Kebanggan Village, Kedungmalang Village, and Karanggingtung Village. Respondents were determined using the two-stage cluster sampling method with a total sample of 50 farmers. The data analysis method used is Cost Analysis, Revenue Analysis, Income Analysis, Descriptive Analysis. The results showed tha: (1) the average cost of corn farming in Sumbang District was IDR 12.918.896,00/Ha/Growing season, (2) the average total revenue was IDR 20,069,550/Ha/Growing season, and the average corn farmer income was IDR 7.482.004,00/Ha/Growing season. (3) The constraints faced by farmers in conducting corn farming in Sumbang Sub-district, namely unpredictable weather, attacked pest and disease, the price of production facilities that increases every years caused the production costs to increase, and the price of corn was erratic so that it affected the farmers’ income.
Kata kunciusahatani jagung, biaya, penerimaan, pendapatan
Pembimbing 1Dr. Ir. Suyono, M.S.
Pembimbing 2Ir. Endang Sriningsih, M.P.
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2023-08-22 12:02:13.178782
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.