Artikelilmiahs

Menampilkan 3.201-3.220 dari 48.736 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
320112984D1E010069HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN GIZI DENGAN POLA KONSUMI PRODUK PANGAN HEWANI ISTRI PETERNAK ITIK DI KECAMATAN SUMPIUH KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan gizi yang meliputi protein, karbohidrat, vitamin, lemak, mineral, dan air serta pola konsumsinya di kalangan istri peternak itik di Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas. Pengambilan sampel wilayah dilakukan secara sengaja atau purposive sampling. Kecamatan Sumpiuh merupakan kecamatan yang ada di Kabupaten Banyumas yang merupakan salah satu sentra budidaya ternak itik. Pengambilan responden di wilayah terpilih dilakukan secara acak sebanyak 30 persen dari 219 istri peternak itik yang ada di Kecamatan Sumpiuh, sehingga diperoleh jumlah responden sebanyak 64 orang. Hasil analisis menunjukan bahwa, sebanyak 96,87 persen istri peternak itik memiliki pengetahuan gizi dalam kategori sedang, sedangkan pola konsumsi responden yaitu daging (ayam, itik, daging), susu sapi, dan telur, dengan jumlah total konsumsi sebesar 17,11 gram/hari. Responden lebih banyak mengkonsumsi telur dibandingkan dengan produk hewani lainya.The purpose of the research is to determine the level of awareness of nutrition including that of protein, carbohydrates, vitamins, fats, minerals, and water as well as consumption patterns among the housewives of duck poultrymen in Sumpiuh District, one of the duck farming centers in Banyumas Regency. Using the purposive sampling method, as many as 64 respondents, or 30 percent of the 219 wives of duck breeders in the area, were randomly selected as the research sample. The results of the analysis showed that 96,87 percent of the housewives have the nutrition knowledge in the medium category, while the consumption patterns of the respondents are meat (chicken, duck, beef), milk, and eggs, with a total consumption of 17.11 grams/ day, and they consume more eggs than other animal products.
320212985F1A010055FACEBOOK DAN KONSTRUKSI IDENTITAS
(Studi terhadap Penayangan Gambar dan Status di Jejaring Sosial Facebook)
Facebook hadir sebagai jejaring sosial yang menawarkan media yang mempermudah masyarakat dalam berkomunikasi melalui fitur-fiturnya yang mudah digunakan dan juga menarik. Facebook tidak hanya dimanfaatkan sebagai media untuk berkomunikasi, mendapatkan informasi belaka namun juga memberikan wadah bagi penggunanya mengekspresikan diri serta bersosialisasi didalamnya. Bahkan pengguna facebook dapat menggunakannya untuk mengonstruksi identitas diri dengan pengguna lainnya yang seolah-olah sedang beriteraksi di dunia nyata. Aktifitas maupun tanggapan pengguna lain dalam facebook menunjukan eksistensi pengguna yang mana menunjukan bagaimana pandangan orang lain terhadap apa yang diposting oleh si pengguna facebook.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konstruksi identitas pengguna facebook di kalangan mahasiswa Universitas Jendral Soedirman saat menayangkan gambar dan status di jejaring sosial facebook. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif yang dianggap paling tepat dalam penelitian ini karena yang menjadi subyek penelitian adalah para pengguna facebook. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai bagaimana konstruksi identitas pengguna facebook pada saat menayangkan gambar dan status di dinding facebook. Konstruksi identitas yang digambarkan menangkap apa fungsi dan pengaruh dari jejaring sosial facebook bagi seseorang atau masyarakat. Dalam penelitian ini, peneliti mengamati langsung bagaimana fenomena jejaring sosial facebook.
Hasil dari penelitian ini yaitu kontruksi identitas pada jejaring sosial facebook di tampilkan melalui gambar dan status, dan juga fitur-fitur lain seperti catatan (note), like, dan lain sebagainya. Postingan dalam gambar biasanya menggambar sosok seperti apa mereka melalui pakaian, aksesoris, barang yang di bawa, kendaraan hingga lokasi dimana foto itu diambil. Postingan dalam status menggambarkan maksud pengguna mengunggkapkan suatu hal yang biasanya ditunjukan untuk seseorang. Kemudian identitas merupakan sesuatu yang dibentuk terus menerus, karena selama pengguna masih menggunakan jejaring sosial facebook maka identitas harus terus dilanjutkan sampai pengguna memutuskan untuk berhenti menggunakan jejaring sosial tersebut. Begitu pun dalam hidup bermasyarakat, selama masih hidup bermasyarakat seseorang perlu melanjutkan identitasnya secara terus menerus, kecuali seseorang tersebut memilih untuk memisahkan diri dari kehidupan bermasyarakat.
Facebook present as social network that offers media which facilitate the public to communicate through convenient and attractive features. Facebook not only used as media to communicate, obtain information but also provides a place for users to express themselves and socialize in it. In fact, the users can use Facebook to construct identity by interact with other users as if they were in the real world. Activities and responses from other users in Facebook show the existence of users which indicate how outlook of others on what is posted by the users.
This study aims to determine how the identity construction of Facebook users amongs students at Jenderal Sudirman University when posting picture and status in the social network. The method used is descriptive qualitative research method deemed most appropriate in this study because the study subjects were users of facebook. This study seeks to provide an overview of how the construction facebook user identity at the time of posting picture and status in facebook wall. Construction identities described intends to capture what the function and influence of social networks facebook for a person or society. In this study, researchers observed directly the phenomenon of social network facebook.
Results from this research is construction of identity on social network facebook which showed through picture and status, and other features such as note, like, etc. Postings usually draw the figure in the picture as to what they are through clothing, accessories, the vehicle until location where the photo was taken. Postings in the status intent to describe something that is usually indicated for someone. Then identity is something that is formed continuously, as long as the user is still using the Facebook so the identities should be continued until the user decides to stop using social network. Even in social life, as long as they live in a society people need to maintain their identity, unless that person has chosen to separate themselves from society.
320312986A1L008135KAJIAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN PERTANIAN SAWAH
TAHUN 2003 – 2012 DI KECAMATAN SIDAREJA
KABUPATEN CILACAP
Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1) Luas perubahan penggunaan lahan sawah di Kecamatan Sidareja ; 2) Sebaran perubahan lahan sawah di Kecamatan Sidareja, dan 3) Perubahan produksi padi di Kecamatan Sidareja. Penelitian dilaksanakan di wilayah Kecamatan Sidareja Kabupaten Cilacap, Laboratorium SIG Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, mulai Agustus hingga Oktober 2014. Penelitian dilakukan dengan metode survei menggunakan interpretasi data penginderaan jauh. Analisis spasial untuk data citra diproses dengan teknik tumpangsusun, metode klasifikasi pengolahan citra menggunakan interpretasi terbimbing , dan pengolahan data vektor menggunakan sistem informasi geografis. Proses pengolahan data citra menggunakan perangkat lunak Er Mapper 7.0 dan data vektor menggunakan sofware Arc GIS 9.3.Hasil penelitian ini menunjukkan selama kurunwaktu 2003-2012 terjadi perubahan penggunaan lahan.Perubahan luas sawah di Kecamatan Sidareja sebesar 497 ha ; perubahan penggunaan lahan pertanian sawah ke penggunaan non sawah di Desa Penyarang, Gunungreja, Margasari, dan Kunci ; perubahan produksi padi dalam kurun waktu 2003 – 2012 naik sebesar 3.715,7 ton The research aims to determine: 1) changes in the use of wetland area in Sidareja District; 2) Distribution of wetland changes in Sidareja District, and 3) changes in rice production in Sidareja District. Research conducted in the Sidareja District Cilacap Regency, GIS Laboratory Faculty of Agriculture University of General Soedirman. startAgustus to October 2014. The study was conducted by survey using remote sensing data interpretation. Spatial analysis for image data processed by overlay engineering, classification image processing metode using supervised interpetation, and processing of vector data using geographic information systems. The processing of image data using Er Mapper 7.0 software and vector data using Arc GIS 9.3 software.These results indicate a change in land use during the period 2003-2012. Changes rice area in the Sidareja District of 497 ha;change of use of agricultural landtonon-use rice paddy broad distribution of paddy fields in the village of Penyarang, Gunungreja, Margasari, and Kunci; changes amounted increasedto 3715.7 tonnes of rice in the period 2003-2012.


320413002H1D008009ANALISIS DATA LAPANGAN GERUSAN DI BAHU JALAN (STUDI KASUS JALAN NASIONAL PURWOKERTO-BUMIAYU PROVINSI JAWA TENGAH) Bahu jalan merupakan bagian penting dari struktur jalan yang terletak di kanan dan kiri badan jalan. Permasalahan yang sering dijumpai pada bahu jalan adalah terjadinya gerusan akibat hujan dan limpasan air permukaan dari badan jalan. Gerusan ini menyebabkan cekungan yang cukup dalam sehingga membahayakan pengendara yang melintas, walaupun demikian fenomena gerusan di bahu jalan ini kurang mendapat perhatian serius. Oleh karena itu, dibutuhkan pengambilan sampel atau survey lapangan untuk mengetahui karakteristik gerusan yang terjadi. Jalan Nasional Purwokerto-Bumiayu merupakan jalur penting karena menghubungkan jalur utara dengan jalur selatan di Provinsi Jawa Tengah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui panjang, lebar, dan kedalaman gerusan pada bahu jalan di ruas jalan raya Purwokerto-Bumiayu. Penelitian ini juga berfungsi untuk mengetahui hubungan gerusan dengan data kemiringan melintang jalan, data kemiringan memanjang jalan, data butiran D50, serta jenis material bahu jalan di ruas jalan raya Purwokerto-Bumiayu. Pengolahan data berat jenis butiran digunakan untuk mengklasifikasikan jenis tanah dilapangan, sedangkan pengolahan data gradasi dan hidrometer digunakan untuk mencari nilai D50, yang akan di gunakan sebagai data variabel bebas, bersama dengan data kemiringan memanjang dan data kemiringan melintang jalan. Analisis regresi multivariabel yang dilakukan pada microsoft excel digunakan untuk memprediksi pengaruh hubungan kemiringan memanjang, kemiringan melintang dan butiran D50 terhadap fenomena gerusan yang terjadi di bahu jalan Purwokerto-Bumiayu.
Berdasarkan hasil pengujian, berat jenis tanah rata-rata sebesar 2,68 yang merupakan jenis tanah berpasir dan berkerikil. Dari hasil analisis regresi, variabel butiran D50 paling berpengaruh terhadap kedalaman gerusan dengan nilai koefisien regresi 115,8 dan Multiple R=0,545, R square (R2)=0,297. Variabel kemiringan memanjang paling berpengaruh terhadap lebar gerusan dengan nilai koefisien regresi 7,86 dan Multiple R=0,161, R square (R2)=0,026. Variabel butiran D50 paling berpengaruh terhadap panjang gerusan dengan nilai koefisien regresi 19382,5 dan Multiple R=0,609, R square (R2)=0,370.
The road shoulders are an important part of the structure located on the right and left of the road. Problems often encountered on the road shoulder is the scouring due to rain and surface water runoff from the road. This causes the scouring basin deep enough to endanger motorists passing, nevertheless the phenomenon of scouring at the shoulder of the road is less serious attention. Therefore, the required sampling or field surveys to determine the characteristics of scouring that occurs. Purwokerto-Bumiayu National Road is an important route for linking the north with the south line track in Central Java province.
This study is to determine the length, width, and depth of scouring at the road shoulder on the roadway Purwokerto-Bumiayu. Knowing the relationship scour the transverse slope of the road, and the road longitudinal slope of grain D50. Knowing the type of material on the road shoulder roadway Purwokerto-Bumiayu. Specific gravity data processing is to classify the type of soil in the field, while processing gradation and hydrometer used to find the value of D50, which will be used as an independent variable data, together with data slope lengthwise and crosswise slope. Multivariable regression analysis was done on Microsoft Excel is used to predict the effect of the slope of the relationship longitudinal, transverse slope and grain D50 to scouring phenomenon that occurs in the shoulder of the road Purwokerto-Bumiayu.
Based on the test results, specific gravity by an average of 2.68 which is a kind of sandy and gravelly soil. From the results of regression analysis, the D50 grain is the most influence variables on scouring with a value of 115.8 and Multiple regression coefficient R = 0.545, R square (R2) = 0.297. The most influential variable slope extends to the wide scouring the regression coefficient value of 7.86 and Multiple R = 0.161, R square (R2) = 0.026. D50 grain variables most influence on the length of scouring the value 19382.5 and Multiple regression coefficient R = 0.609, R square (R2) = 0.370.
320512989H1E011018SINTESIS DAN KARAKTERISASI PIGMEN WARNA EMAS YANG DIBUAT MENGGUNAKAN BAHAN DASAR PASIR BESI

Indonesia memiliki bahan tambang pasir besi yang sangat besar yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan pada industri baja maupun untuk pembuatan pigmen warna. Pada penelitian ini akan mensintesis pigmen warna emas melalui metode kopresipitasi yaitu mencampurkan pasir besi dengan HCl dan NaHCO3 selanjutnya dilakukan kalsinasi pada temperatur 250 oC. Hasilnya berupa serbuk pigmen warna emas dengan ukuran nanometer. Analisis EDX pada pigmen warna emas menunjukkan bahwa pigmen mengandung unsur utama besi (Fe), oksigen (O), dan hidrogen (H). Hasil uji warna menunjukkan bahwa pigmen yang dibuat mendekati warna pigmen yang ada di pasaran.

Kata Kunci : Pasir besi, kopresipitasi dan kalsinasi, pigmen emas.
Indonesia has iron sand mining material very large which can be used for various purposes in the steel industry and for the manufacture of color pigments. In this study will synthesize gold color pigments through coprecipitation method is mixing iron sand with HCl and NaHCO3 then performed calcination at a temperature of 250 oC. The result is a golden color pigment powders with nanometer size. EDX analysis of the gold color pigment showed that the pigment contains the main elements iron (Fe), oxygen (O), and hydrogen (H). The test results show that the color pigments are made close to the color pigments on the market.

Keywords : Iron sand, coprecipitation and calcination, gold pigments.

320612990H1K011042HUBUNGAN KANDUNGAN PIGMEN FOTOSINTESIS DAN KARBOHIDRAT PADA RUMPUT LAUT Gracilaria verrucosa DI PANTAI SANTOLO, KABUPATEN GARUT
Pantai Santolo memiliki potensi rumput laut salah satunya adalah Gracilaria verrucosa. G.verrucosa memiliki kandungan pigmen yang bervariasi dalam mendukung proses fotosintesis antara lain klorofil a, b, fikoeritrin dan karotenoid. Adanya variasi pigmen fotosintesis akan mempengaruhi pembentukan kandungan karbohidrat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan pigmen (klorofil a, b, fikoeritrin dan karotenoid), untuk mengetahui kandungan karbohidrat, dan untuk mengetahui hubungan pigmen (klorofil a, b, fikoeritrin, karotenoid) dengan kuantitas kandungan karbohidrat pada G. verrucosa di 3 lokasi yang berbeda di Perairan Pantai Santolo, Kabupaten Garut. Pengambilan sampel penelitian menggunakan metode purposive random sampling. Analisis pigmen klorofil a, b, dan karotenoid menggunakan larutan aseton, sedangkan pigmen fikoeritrin menggunakan larutan buffer dan karbohidrat menggunakan analisis by difference. Pigmen fotosintesis tertinggi pada G.verrucosa yaitu klorofil a sebesar 122,35 ± 26,05 mg/, kemudian klorofil b sebesar 77,88 ± 5,58 mg/L, pigmen fikoeritrin sebesar 12,08 ± 2,14 dan pigmen terendah yaitu karotenoid sebesar 6,09 ± 1,19 mg/L. Kandungan karbohidrat yang terdapat pada G.verrucosa yaitu berkisar antara 36,07±0,64 % - 37,19±1,5 %. Hubungan pigmen dengan pembentukan kandungan karbohidrat adalah berkorelasi negatif. Santolo beach has many potential seaweed resources, one of them is Gracilaria verrucosa. G.verrucosa contains various pigments (chlorophyll a, b, carotenoids, and phycoerythrin) which are used in the rate of photosynthesis. The variation of photosynthetic pigments will influence the formation of carbohydrate content. The purpose of this study was to determine the content of pigment (chlorophyll a, b, phycoerythrin and carotenoids), to determine the carbohydrate content, and to determine the correlation of pigments (chlorophyll a, b, phycoerythrin, carotenoids) with a quantity of carbohydrate content on G. verrucosa in 3 a different location in the Santolo Beach, Garut. The sampling research used purposive random sampling method. Analysis of the pigment chlorophyll a, b, and carotenoids used acetone solvent, while the phycoerythrin pigment analysis used buffer solvent and carbohydrate analysis used by difference method. The highest pigment of chlorophyll a in G.verrucosa was 122.35 ± 26.05 mg /L, then chlorophyll b was 77.88 ± 5.58 mg / L, pigments phycoerythrin was 12.08 ± 2.14 and its low pigment carotenoids at 6.09 ± 1.19 mg / L. Carbohydrate contained in G.verrucosa ranged between 36.07 ± 0.64% - 37.19 ± 1.5%. Correlation between pigments with the formation of carbohydrate content was negatively correlated.
320712991A1M011042KAJIAN FORMULA TERIGU, TEPUNG AMPAS KELAPA, DAN TEPUNG JAGUNG SERTA KONSENTRASI STARTER SOURDOUGH TERHADAP KUALITAS ROTI TAWARRoti tawar merupakan produk makanan yang dibuat dengan menggunakan tepung terigu protein tinggi, shortening, gula, dan garam, melalui proses fermentasi oleh ragi kemudian dipanggang. Roti tawar merupakan salah satu jenis roti yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Bahan baku roti adalah terigu dari gandum yang belum dibudidayakan di Indonesia. Pemanfaatan bahan lokal sebagai bahan pensubstusi roti tawar perlu dilakukan guna mengurangi penggunaan terigu. Bahan lokal yang dapat digunakan antara lain tepung jagung dan tepung ampas kelapa yang mampu menambah nilai fungsional da gizi roti tawar. Pensubstitusian bahan lokal dapat mempengaruhi kualitas roti tawar, sehingga perlu digunakan starter lain untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satunya adalah starter sourdough. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh proporsi terigu, tepung ampas kelapa dan tepung jagung serta konsentrasi starter sourdough terhadap sifat fisikokimia dan sensori roti tawar; serta menentukan kombinasi perlakuan untuk mendapatkan roti tawar dengan kualitas terbaik. Hasil pengunjian menunjukkan penambahan tepung ampas kelapa dan tepung jagung sampai 26% meningkatkan kadar protein terlarut dan menurunkan derajat pengembangan roti tawar. Penambahan starter sourdough sampai 9% meningkatkan rasa asam dan menurunkan derajat pengembangan roti tawar. Kombinasi yang menghasilkan roti tawar dengan karakteristik fisikokimia dan sensori terbaik diperoleh dari perlakuan menggunakan proporsi terigu:tepung ampas kelapa:tepung jagung sebanyak 80%: 8%: 12% serta penambahan starter sourdough sebanyak 7%. Roti tawar tersebut memiliki kadar air 28,10% (bb), kadar abu 0,65% (bb), kadar protein terlarut 0,72%, kadar serat kasar 1,54%, tekstur 0,07 kg/cm2, derajat pengembangan 398,56%, warna kuning keputihan (skor 3,07), tekstur empuk (skor 3,77), flavor jagung agak terasa (skor 3,33), flavor kelapa agak terasa (skor 2,87), rasa agak asam (skor 3,07) dan disukai (skor 3,82).White bread is a yeast fermented food product made from high protein wheat flour, shortening, sugar, and salt; then baked. White bread is one type of bread that is widely consumed in Indonesia. Wheat flour as a major ingredient of wheat bread is still imported. In order to reduce the use of wheat, local materials can be used as subtitute materials, such as corn flour and coconut flour. The use of corn flour and coconut flour can improve nutrition and functional values of white bread produced. Substitution of corn flour and coconut flour can affect the quality of bread, therefore it is necessary to use another starter to resolve the issue; one of them is sourdough starter. This research aimed to study the effect of the proportion of wheat flour, coconut flour and corn flour, and concentration of sourdough starter on physicochemical and sensory properties of white bread produced; and to determine the combination treatments to get the best white bread quality. Results of the reasearch showed that addition of coconut flour and corn flour up to 26% increased soluble-protein and decrease the degree of white bread development. The addition of sourdough starter up to 9% improve the sour taste and decrease the degree of white bread development. A combination that produces the best physicochemical characteristics and sensory obtained from the combined treatment ratio of wheat flour: coconut flour: corn flour 80%: 8%: 12% and the addition of sourdough starter as much as 7%. The white bread has moisture-content of 28.10% (wb), ash-content of 0.65% (wb), soluble-protein content of 0.72%, crude-fiber content of 1.54%, texture of 0.07 kg/cm2, degree of development of 398.56%, whitish yellow in color (score of 3.07), soft texture (score of 3.77), slightly of corn flavor (score of 3.33), slightly of coconut flavor (score of 2.87), slightly sour in taste (score of 3.07) and the preference level was liked (score of 3.82).
320813009A1M011074Pengaruh Penambahan Bubuk Kecombrang terhadap Karakteristik Kimia, Mikrobiologi, dan Sensori Nugget Lele
Nugget lele merupakan produk pangan yang mudah mengalami kerusakan oleh mikroba karena tingginya zat gizi yang terkandung di dalamnya. Salah satu upaya untuk memperlambat kerusakan pangan oleh mikroba yaitu dengan menambahkan bahan pengawet. Kecombrang merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai pengawet alami pangan karena memiliki komponen bioaktif yang mampu menghambat pertumbuhan mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh bagian tanaman kecombrang dan konsentrasi bubuk kecombrang terhadap karakteristik kimia nugget lele selama penyimpanan; 2) menetapkan kombinasi perlakuan antara bagian tanaman kecombrang dan konsentrasi bubuk kecombrang yang paling efektif menghambat pertumbuhan mikroba, bakteri, dan kapang/khamir nugget lele selama penyimpanan; 3) menetapkan kombinasi perlakuan antara bagian tanaman dan konsentrasi bubuk kecombrang yang tepat untuk menghasilkan nugget lele dengan karakteristik kimia, mikrobiologi, dan sensori yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bubuk bagian batang kecombrang dengan konsentrasi 3% (B1K3) memiliki kemampuan menghambat kerusakan nugget lele yang paling baik dilihat dari karakteristik mikrobiologi. Produk tersebut memiliki kadar air 52,67%, kadar total asam tertitrasi 0,0006% bk, total mikroba 4x105 CFU/g, total bakteri 6,75x105 CFU/g, total kapang/khamir 3,87x105 CFU/g, warna abu-abu (2,65), tekstur agak kenyal (2,44), aroma kecombrang yang tidak terasa (3,65), flavor khas kecombrang yang tidak terasa (3,54), dan nilai kesukaan panelis terhadap produk “suka” (2,64).Catfish nugget is a food product that can easily damaged by microbe because of the high nutrients contained. An effort to slow the damage of food by the microbe by adding preservatives substance. Kecombrang is a plant that potentially as natural preservative of food because of its bioactive component that could inhibit the growth of microbe. This research was aimed to determine: 1) the effect of parts of kecombrang plant and its powder concentration against catfish nugget chemical characteristic during storage time; 2) the most effective treatment combination between the plant and the concentration of kecombrang powder at inhibiting the growth of microbe, bacteria, and mold/yeast in catfish nugget during storage time; 3) the appropriate treatment combination between the plant and the concentration of kecombrang powder to produce catfish nugget with good chemical, microbiological, and sensory characteristic. The results showed that the stem kecombrang powder with a concentration of 3% (B1K3) has the best ability to inhibit damage catfish nugget that seen from the microbiological characteristic. The product has a moisture content 52.67%, total titrated acid 0.0006% db, total microbe 4x105 CFU/g, total bacteria 6.75x105 CFU/g, total mold/yeast 3.87x105 CFU/g, a gray color (2,65), slightly chewy texture (2.44), kecombrang aroma is not felt (3.65), kecombrang flavor is not felt (3.54), and the preference level was liked (2,64).
320912992A1M011067PENGARUH PROPORSI TEPUNG KOMPOSIT DAN TEPUNG KACANG
HIJAU DENGAN PENAMBAHAN BUBUK KAYU MANIS TERHADAP
KARAKTERISTIK KIMIA DAN SENSORI FOOD BARS
Food bars merupakan pangan darurat yang memiliki kalori yang rendah, tinggi protein,
rendah lemak dan tinggi serat. Penggunaan tepung komposit berbasis tepung sorgum, maizena dan tepung kacang hijau dalam pembuatan food bars dapat melengkapi komponen gizi yang diperlukan tubuh. Bubuk kayu manis ditambahkan untuk meningkatkan penerimaan produk. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Menentukan proporsi tepung komposit dan tepung kacang hijau yang tepat untuk menghasilkan food bars dengan karakteristik sensori terbaik; 2) Menentukan persentase bubuk kayu manis yang tepat untuk menghasilkan food bars dengan karakteristik sensori terbaik; 3) Menentukan kombinasi perlakuan antara proporsi tepung komposit dan tepung
kacang hijau serta penambahan bubuk kayu manis yang menghasilkan food bars dengan
karakteristik sensori dan kimia terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan terbaik yaitu T2K1 (proporsi tepung komposit-tepung kacang hijau 70:30 dan konsentrasi bubuk kayu manis 1%). Produk food bars perlakuan terbaik mempunyai kadar air 13,39%bb, kadar abu 1,6% bb, kadar lemak 13,48% bb, kadar protein total 10,89% bb, kadar serat kasar 0,25%, warna kuning kecokelatan , aroma khas kayu manis kurang kuat, tekstur agak padat, flavor enak dan tingkat kesukaan disukai.
Food bars is an emergency food which have low calorie, high protein, low fat and high
fiber. The use of sorghum-based composite flour, cornstarch and mung beans flour in the
manufacture of food bars can complete nutritional components which required by the body. Sorghum-based food bars on this study was added cinnamon powder as flavourant to improve the acceptance of product among consumer. This study aims to: 1) Determine the appropriate proportion of composite flour and mung beans flour to produce food bars with the best sensory characteristics; 2) Determine the percentage of cinnamon powder to produce food bars with the best sensory characteristics; 3) Determine the combination of treatment between the proportion of composite flour, mung beans flour and the addition of cinnamon powder that produces food bars with best sensory and chemical characteristics. The appropriate proportion of composite and
mung beans flour to produce food bars with the best sensory characteristic was 70:30. The addition of 1% cinnamon powder of the total amount of flour produces food bars with the best sensory characteristics. The best treatment was a combination of T2K1 (proportion of composite flour 70:30 mung bean flour and 1% cinnamon powder concentration) that produce the chemical characteristic with 13,39% wb of water content, 1,6% wb of ash content, 13,48% wb of fat content, 10,89% wb of total protein content and 0,25% of fiber content and sensory properties with yellow-brown color, distinctive aroma of cinnamon is less strong, somewhat dense texture, has delicious flavour and the level of preference of food bars was “liked”.
321012994A1M011046PEMBUATAN SIRUP PALA DENGAN VARIASI PROPORSI GULA KELAPA, GULA TEBU, DAN EKSTRAK PALASirup pala adalah salah satu produk pangan berbentuk larutan gula kental dengan penambahan ekstrak pala untuk menghasilkan cita rasa pala. Penggunaan gula kelapa cetak diharapkan dapat memberikan pengaruh terhadap sifat fisik, kimia, dan sensoris dari sirup pala karena memiliki kandungan organik yang dapat memberikan cita rasa yang khas serta baik untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menentukan proporsi ekstrak pala dan gula yang menghasilkan sirup pala dengan karakteristik fisiko-kimia terbaik; 2) Menentukan proporsi gula kelapa dan gula tebu yang menghasilkan sirup pala dengan karakteristik fisiko-kimia terbaik; 3) Menentukan kombinasi perlakuan yang menghasilkan sirup pala dengan karakteristik sensoris terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan proporsi ekstrak pala dan gula sebesar 1 : 1 (b/b) serta proporsi gula kelapa dan gula tebu sebesar 25% : 75% (b/b) adalah kombinasi perlakuan terbaik yang menghasilkan sirup pala dengan karakteristik sensoris; warna sirup cokelat tua (2,3), aroma pala agak kuat (2,6), penampakan yang agak jernih (2,9), kekentalan yang kental (3,7), warna seduhan cokelat muda (3,7), rasa pala yang agak kuat (3,05), rasa yang manis (3,9), serta kesukaan secara keseluruhan (overall) adalah suka (3,8).Nutmeg syrup is a food product consists of sweet liquid with the addition of nutmeg extract to obtain the flavor of nutmeg. The usage of coconut sugar is expected to give effects on physical, chemical, and sensory characteristics of nutmeg syrup because it has organic substances which are can give a distinctive flavor and also good for health. This research aimed to: 1) Determine the nutmeg extract and total sugar proportion that can produce the best physico-chemical characteristics of nutmeg syrup. 2) Determine the coconut sugar and cane sugar proportion that can produce the best physic-chemical characteristics of nutmeg syrup. 3) Determine the combination treatments that can produce the best sensory characteristics of nutmeg syrup. The results showed that the combination treatment which consists of the proportion of nutmeg extract and total sugar of 1 : 1 (w/w) with the proportion of coconut sugar and palm sugar of 25% : 75% (w/w) is the best combination which produced the nutmeg syrup with sensory characteristics; dark brown in syrup color (score of 2.3), rather strong of nutmeg aroma (score of 2.6), rather pure (score of 2.9), thick viscosity (score of 3.7), light brown in steeping color (score of 3.7), rather strong of nutmeg flavor (score of 3.9), sweet (score of 3.9), and overall preference is preferred (score of 3.8).
321112995H1D010047ANALISIS ANGKUTAN SEDIMEN SUSPENDED LOAD PADA
SALURAN PRIMER BENDUNG GERAK SERAYU
KABUPATEN BANYUMAS
Bendung Gerak Serayu adalah bendung yang terletak di Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Salah satu manfaat utama dari Bendung Gerak Serayu adalah untuk irigasi pertanian. Debit air di Bendung Gerak Serayu cukup stabil sehingga potensi air dapat dimanfaatkan sepanjang tahun untuk irigasi. Pada penelitian ini meneliti tentang angkutan sedimen suspended load yang masuk ke saluran primer. Dari hasil penelitian ini, akan diketahui kelayakan saluran dari banyaknya sedimentasi yang terjadi. Apabila pada saluran primer mengalami pendangkalan, maka irigasi pada saluran ini kurang maksimal.
Untuk mencari besar angkutan sedimen suspensi yang masuk ke saluran primer Bendung Gerak Serayu pada penelitian ini menggunakan rumus seksi hidrometri dan rumus Lane-Kalinske. Pada analisis menggunakan rumus seksi hidrometri hanya memperhitungkan konsentrasi sedimen suspended load dan debit aliran, sementara pada analisis menggunakan Lane and Kalinske selain konsentrasi sedimen dan debit aliran, juga memperhitungkan parameter kecepatan jatuh, kedalaman aliran, kecepatan geser dan koefisien manning, serta ketebalan muatan dasar.
Berdasarkan analisis menggunakan rumus seksi hidrometri, diperoleh besar angkutan sedimen suspensi pada tampang A, bagian hulu sebesar 384,494 ton/hari. Pada tampang B, bagian tengah didapatkan angkutan sedimen sebesar 406,101 ton/hari. Sedangkan pada tampang C, bagian hilir sebesar 306,326 ton/hari. Sedangkan hasil analisis menggunakan rumus Lane-Kalinske, diperoleh besar angkutan sedimen suspensi pada tampang A, bagian hulu sebesar 265,255 ton/hari. Pada tampang B, bagian tengah didapatkan angkutan sedimen sebesar 263,992 ton/hari. Sedangkan pada tampang C, bagian hilir sebesar 149,525 ton/hari. Pada analisis menggunakan seksi hidrometri dan Lane-Kalinske memiliki kesamaan pola, yaitu pengendapan sedimen suspensi terjadi pada bagian hulu dan tengah saluran primer Bendung gerak Serayu.
Serayu barrage is a dam located in Rawalo subdistrict, Banyumas regency, Central Java. One of the main benefits of Serayu barrage is used for agricultural irrigation. The water discharge of Serayu barrage is stable enough so the potential water of Serayu barrage can be used throughout the year for irrigation. In this study examines the sediment transport of suspended load into the primary canal. From these results, it will be known to the feasibility of the primary canal of the number of sedimentation. If the primary canal of Serayu barrage experienced silting, the irrigation in this channel not maximum.
To find the suspended load sediment which occurred in the primary canal of Serayu barrage this study using hydromteric section and Lane-Kalinske formula. In the analysis using hydrometri section formula only calculate the concentration of suspended load and flow, while the analysis using the Lane and Kalinske besides sediment concentration and flow rate, also calculate the parameters of the falling speed, flow depth, shear velocity and Manning coefficient, and the thickness of bed-load transport.
Based on the analysis using hydrometric section, earned the amount of suspended load sediment transport on cross section A, the upstream obtained 384,494 ton/day. In the cross section B, the middle part, obtained 406,101 ton/day of sediment transport. While at cross section C, the downstream, obtained 306,326 ton/day. While the results of suspended load sediment transport analysis using the Lane-Kalinske formula, obtained large suspended load sediment transport on cross section A, the upstream, obtained 265,255 ton/day. In the cross section B, the middle part, obtained sediment transport of 263,992 ton/day. While on the cross section C, the downstream, obtained 149,525 ton/day. Both of the analysis using the formula of hydrometric section and Lane-Kalinske have the same pattern, which sedimentary suspended load occurs on the primary canal in the upstream and middle part of Serayu barrage.
321212993A1M011051Pengaruh Proporsi Ekstrak Pala, Gula Pasir, dan Gula Kelapa Cetak Terhadap Karakteristik Kimia dan Sensoris Minuman Serbuk Pala InstanDaging buah pala merupakan bagian terbesar dari buah pala segar yaitu 80%, namun pemanfaatannya sebagai produk pangan masih kurang maksimal. Minuman serbuk pala instan merupakan alternatif pemanfaatan daging buah pala. Substitusi gula kelapa cetak bertujuan untuk menurunkan penggunaan gula pasir karena gula pasir memiliki nilai indeks glikemik kategori tinggi yang kurang baik bagi kesehatan. Penggunaan gula pasir tetap dibutuhkan dalam penelitian ini dikarenakan gula pasir berperan dalam membantu proses kristalisasi dan meningkatkan rasa manis produk. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh proporsi ekstrak pala dan gula dengan proporsi gula pasir dan gula kelapa cetak terhadap karakteristik kimia dan sensoris minuman serbuk pala instan; serta menentukan kombinasi perlakuan yang tepat untuk menghasilkan minuman serbuk pala instan dengan karakteristik kimia dan sensoris terbaik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan 9 kombinasi perlakuan dan diulang 3 kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Faktor yang dicoba meliputi proporsi ekstrak pala dan gula (E) (b/b) terdiri dari; 3 : 1 (E1); 4 : 1 (E2); dan 5 : 1 (E3); serta proporsi gula pasir dan gula kelapa cetak (G) (b/b) terdiri dari; 100 : 0 (G1); 70 : 30 (G2); dan 50 : 50 (G3). Hasil penelitian menunjukkan proporsi ekstrak pala dan gula berpengaruh nyata terhadap total asam tertitrasi, kadar air, dan kadar sukrosa minuman serbuk pala instan; sedangkan proporsi gula pasir dan gula kelapa cetak berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, dan kadar gula reduksi produk; namun interaksi keduanya tidak berpengaruh nyata terhadap karaktersitik kimia minuman serbuk pala instan. Kombinasi perlakuan yang menghasilkan minuman serbuk pala instan dengan karakteristik kimia dan sensoris terbaik diperoleh dari proporsi ekstrak pala dan gula 5 : 1 (b/b) dengan proporsi gula pasir dan gula kelapa cetak 50 : 50 (b/b).Nutmeg meat is the biggest part of fresh nutmeg fruit, i.e. 80%, however its utilization for food products has not been maximum. Nutmeg instant powder drink is an alternative on the use of nutmeg meat. Coconut sugar substitution aimed to reduce the use of cane sugar because cane sugar has a high glycemic index value category which is not good for health. However, the use of cane sugar is still needed in this research because its required in helping crystallization process and increases the sweetness of the product. This research aimed to determine effect of nutmeg extract and total sugar proportion with cane sugar and coconut sugar proportion on chemical and sensory characteristics of nutmeg instant powder drink; and determine the right combination treatments to produce the best chemical and sensory characteristics of nutmeg instant powder drink. This research is an experimental with a randomized block design (RAK) arranged in factorial with nine treatment combinations and conducted in triplicates to obtain 27 experimental units. Factors tested included; nutmeg extract and total sugar proportion (E) (w/w) consists of; 3 : 1 (E1); 4 : 1 (E2); and 5 : 1 (E3); and cane sugar and coconut sugar proportion (G) (w/w) consists of; 100 : 0 (G1); 70 : 30 (G2); and 50 : 50 (G3). The results showed that nutmeg extract and total sugar proportion significantly affect total titrated acids, moisture content, and sucrose content of nutmeg instant powder drink, while cane sugar and coconut sugar proportion significantly affect moisture content, ash content, and reduction sugar content of the products, however their interaction not significantly affect chemical characteristics of nutmeg instant powder drink. The combination treatment which has the best chemical and sensory characteristics of nutmeg instant powder drink obtained from nutmeg extract and total sugar proportion of 5 : 1 (w/w) with cane sugar and coconut sugar proportion of 50 : 50 (w/w).
321312996C1B009117PENGARUH BAURAN PEMASARAN DAN GAYA HIDUP TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN
(Studi Kasus Pada Konsumen Restoran Taman Waroeng Djoglo Di Kabupaten
Banyumas)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh produk, harga , tempat , promosi dan gaya hidup terhadap keputusan pembelian . Sampel dalam penelitian ini adalah pelanggan restoran " Waroeng Djoglo " oleh 100 orang. Untuk membuktikan hipotesis penelitian ini , regresi linier berganda dan asumsi klasik diterapkan . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produk, harga, tempat , promosi dan gaya hidup pengaruh positif terhadap keputusan pembelian .The purpose of this study was to analyze the effect of product, price, place,
promotion and lifestyles on purchasing decisions. The sample in this study is the
customer restaurant "waroeng Djoglo" by 100 people. To prove the hypothesis of this study, multiple linear regression and classical assumption is applied. The results of this study indicate that the product, price, place, promotion and lifestyle
positive influence on purchase decisions.
321412997A1M011066PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK KUNYIT ASAM DAN JENIS REMPAH TERHADAP KUALITAS ES KRIMIndonesia memiliki komoditas rimpangan-rimpangan yang berlimpah misalnya kunyit dan asam. Tanaman obat-obatan dan rempah dapat diolah dalam bentuk minuman, akan tetapi, seiring dengan perkembangan era modernisasi, sebagian besar masyarakat cenderung melupakan olahan minuman tradisional. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi dalam mengolah tanaman tradisional yaitu berupa es krim. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak kunyit asam terhadap kualitas es krim; 2) Mengetahui pengaruh jenis penambahan rempah pada ekstrak kunyit asam terhadap kualitas es krim dan 3) Mengetahui kombinasi perlakuan yang terbaik antara konsentrasi ekstrak kunyit asam dan jenis penambahan rempah terhadap kualitas es krim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan terbaik adalah kombinasi perlakuan K1A1 (konsentrasi ekstrak kunyit asam 5%, es krim kunyit asam) yang memiliki nilai overrun sebesar 83,71%; laju mencair 58,43 menit; total mikroba 8,37x105 cfu/g yang memiliki warna putih kecokelatan (3,33); flavor enak (4,24); aroma rempah tidak kuat (4,65); tekstur lembut (4,00) serta tingkat kesukaan suka (4,16).Indonesia has variety of spices commodities such as turmeric and tamarind. Herbs and spices can be processed to the drink form product, but along with the modernization era, most people tend to ignoring the traditional beverage products. Therefore, the innovation in processing traditional beverage in the form of turmeric-tamarind ice cream is needed. This reserach aimed to 1) Determine the effect of tamerind tumaric extract concentration on the quality of ice cream; 2) Determine the effect of spices addition to the tamerind tumaric extracts on the quality of the ice cream and 3) Determine the best combination treatment of the concentration of tamerind tumaric extract addition and the types of spices addition on the quality of the ice cream. The results showed that the best treatment combination is K1A1 (tamerind tumaric extract with 5% of concentration and tamerind tumaric) that has overrun of 83.71%; melting rate of 58.43 minutes; total microbes 8,37x105 cfu/g, brownish white color (3.33); delicious flavor (4.24); aroma of spices is not strong (4.65); smooth texture (4.00) and the preferences level is favoured (4.16).
321512998H1D011052PERILAKU DINDING PASANGAN BATA RANGKA KAYU KELAPA (GLUGU) LAMINASI AKIBAT BEBAN SIKLIKPenggabungan unsur kayu dalam rumah modern sebagai struktur sekarang ini merupakan hal yang sangat diminati. Masyarakat mulai menggabungkan nuansa tradisional dari kayu dengan konsep minimalis. Namun keterbatasan kayu mengharuskan digunakannya bahan pengganti atau solusi lain yang dapat menggantikan fungsi dari kayu itu sendiri. Pemanfaatan kayu kelapa atau glugu dapat menjadi solusi masalah tersebut karena berlimpahnya potensi glugu di Indonesia. Penggunaan sistem laminasi juga dapat menjadi solusi yang baik sehingga masalah tersebut dapat teratasi. Penggabungan dua solusi di atas menjadi kayu glugu laminasi atau glulam bukan saja dapat menjadi solusi yang sangat baik karena dapat mengatasi masalah keterbatasan bahan baku kayu tersebut namun juga bisa digunakan dalam kebutuhan struktur dengan ukuran besar namun tetap ramah lingkungan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas, potential energy, hysteretic energy, kekakuan siklus, Equivalent viscous damping rasio (EVDR), daktilitas yang terjadi dan pola keruntuhan dari dinding pasangan bata kerangka beton dan dinding kerangka glugu laminasi menggunakan metode pembebanan siklik. Dinding pasangan bata yang dibuat tidak menggunakan plesteran, berdimensi 2,3 x 2,3 meter dan pengujian siklik yang dilakukan menggunakan pembebanan berdasarkan FEMA 461. Kenaikan pada awal simpangan sebesar 0,5 mm sampai siklus ke-10 dan siklus selanjutnya kenaikan 5,0 mm dengan tiga kali siklus perulangan. Untuk keakuratan pembacaan simpangan dipasang 4 buah LVDT pada dinding pasangan bata. Hasil yang didapatkan adalah dinding bata kerangka glulam mengalami penurunan kapasitas sebesar 4, potential energy sebesar 66,195 kN.mm. hysteretic energy sebesar 32,261 kN.mm, EVDR sebesar 0,44 % dari dinding bata kerangka beton. Kedua dinding tersebut mengalami penurunan dan memiliki pola keruntuhan geser.
The incorporation of elements of timber in modern home nowadays is in great demand. The community began to combine traditional nuance on the wood with a minimalist concept. But the limitations of timber requires the use of substitute materials or other solution that can replace the function of the timber itself. Utilization of coconut timber can be a solution to these problems because of the abundance of potential timber in Indonesia. The use of lamination systems can also be a good solution so that the problem can be resolved. The merger of the two solutions above into the timber laminate can be an excellent solution because it's not just resolve the problem of limited raw material timber but can also be used in the construction that requires a large extra dimensions yet still friendly environment. This study aims to determine the capacity, potential energy, hysteric energy, cycle stiffness, Equivalent viscous damping ratios (EVDR), ductility occurs and pattern collapse of a brick masonry concrete frame and coconut timber laminated using cyclic loading. In this study a brick masonry not use plaster, has measure 2,3 x 2,3 meter and under cyclic loading based on FEMA 461. The displacement increasing 0,5 mm for first cycles until 10 th cycles and the next cycles increasing 5 mm with three repetitive. To that more accurate , we assembled 4 LVDT on the wall. The result is a brick masonry coconut timber laminated frame capacity decreased by 4, potential energy of 66.195 kN.mm. hysteretic energy amounted to 32.261 kN.mm, EVDR of 0.44% of the brick masonry of concrete frame. Both walls are impaired and have a pattern of shear failure.
321612999A1M011030PERUBAHAN KIMIA YANG TERJADI PADA PEMBUATAN TEPUNG KORO PEDANG DARI BEBERAPA PRAPERLAKUANKacang koro pedang (Canavalia ensiformis) berpotensi tinggi untuk dikembangkan sebagai bahan pangan sumber protein karena keseimbangan asam amino yang baik dan bioavailabilitas yang tinggi. Akan tetapi, kacang koro pedang mengandung zat anti gizi glukosida sianogenik yang dapat menimbulkan efek toksisitas yang berbahaya. Oleh karena itu, diperlukan beberapa perlakuan untuk mengurangi kandungan sianida dalam kacang koro pedang sehingga menjadi bahan pangan yang aman untuk dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Pengaruh pragerminasi kacang koro pedang terhadap kandungan HCN dan sifat-sifat kimia tepung koro pedang; 2. Pengaruh metode pengupasan kacang koro pedang terhadap kandungan HCN dan sifat-sifat kimia tepung koro pedang; 3. Pengaruh interaksi dari pragerminasi dan metode pengupasan kacang koro pedang terhadap kandungan HCN dan sifat-sifat kimia tepung koro pedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung koro pedang perlakuan terbaik yaitu perlakuan G1P2 (kacang koro pedang dengan pragerminasi yang dikupas dengan metode lye peeling). Tepung koro pedang yang dihasilkan memiliki kadar air sebesar 3,53 %bb; kadar abu 1,46 %bk (1,41 %bb); nilai Formol 0,0213 ml NaoH 0,1 N/g bk (0,0205 ml NaOH 0,1 N/g bb); total asam tertitrasi 0,013 %bk (1,285 %bb) dan kadar HCN terendah yaitu 4,01 ppm bk (3,87 ppm bb).Jack bean (Canavalia ensiformis) has a high potency to be developed as a proteins-source foodstuff due to the balance of amino acids and their high bioavailability. However, jack bean contains sianogenic glucoside which can cause dangerous toxicity effect. Therefore, it needs some treatments to reduce cyanide content in jack bean, so it can be a food that is safe for consumption. This research aims to determine: 1. The effect of jack bean pregermination on the content of HCN and chemical properties of jack bean flour; 2. The effect of jack bean peeling methods on the content of HCN and chemical properties of jack bean flour; 3. The effect of interaction between pregermination and peeling methods of jack bean on the content of HCN and chemical properties of jack bean flour. The result showed that the best combination unit of jack bean flour was G1P2 (jack bean flour resulted from pregermination and peeled by lye peeling method). The jack bean flour had a water content of 3.53 %wb, ash content of 1.46 %db (1.41 %wb), Formol value of 0.0213 ml NaoH 0.1 N/g db (0.0205 ml NaOH 0.1 N/g wb), total acid content of 0.013 %db (1.285 %wb) and had the lowest HCN content of 4.01 ppm db (3.87 ppm wb).
321713000A1M011065PENGARUH PENAMBAHAN BUBUK KECOMBRANG TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA, MIKROBIOLOGI, DAN SENSORI NUGGET JAMUR KANCINGNugget tidak hanya dibuat menggunakan daging akan tetapi nugget dapat dimodifikasi menggunakan bahan baku jamur kancing.. Nugget mudah mengalami kerusakan terutama jika disimpan pada suhu ruang, oleh karena itu perlu adanya upaya untuk memperpanjang umur simpan nugget dengan menggunakan bahan nabati yang memiliki efek antimikroba seperti bubuk kecombrang. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui pengaruh bagian tanaman kecombrang dan konsentrasi bubuk kecombrang serta interaksinya terhadap karakteristik kimia nugget jamur kancing; (2) Menentukan kombinasi perlakuan antara bagian tanaman kecombrang dan konsentrasi bubuk kecombrang yang paling efektif untuk menghambat kenaikan total bakteri, total kapang dan khamir, serta total mikroba nugget jamur kancing; 3) Menentukan kombinasi perlakuan antara bagian tanaman dan konsentrasi bubuk kecombrang yang tepat untuk menghasilkan nugget jamur kancing yang memiliki karakteristik kimia, mikrobiologi, dan sensori yang paling baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bubuk bunga kecombrang dengan konsentrasi 3% (B1K3) merupakan perlakuan terbaik ditinjau dari karakteristik kimia, mikrobiologi, dan sensori. Produk memiliki kadar air 58,33%; kadar total asam tertitrasi 0,000382% bk (0,000159% bb); total bakteri 9,07 x 105 CFU/g; total kapang dan khamir 8,67 x 105 CFU/g; dan total mikroba 2,32 x 106 CFU/g yang memiliki karakteristik sensori produk berwarna cokelat kehitaman, tekstur kenyal, aroma khas kecombrang yang agak kuat, flavour khas kecombrang yang terasa, dan agak disukai panelis. Nugget is not only made use of meat but nugget can be modified using the champignon mushroom as raw material. Nugget is easily damaged, especially if stored at room temperature, therefore it is need to extend the shelf life nugget using plant based ingredient that have antimicrobial effect such as kecombrang powder. This research purpose to: (1) Determine the influence part of kecombrang plant and concentration of kecombrang powder and their interactions on the chemical characteristic champignon mushroom nugget; (2) Determine the most effective combined treatment between part of kecombrang plant and the concentration of kecombrang powder to inhibit the increase of total bacteria, total mold and yeast, total microbial in champignon mushroom nugget; (3) Determine the best combined treatment between part of kecombrang plant and the concentration of kecombrang powder to produce champignon mushroom nugget which have best chemical, microbiological, and sensory characteristics. The results showed that the addition of kecombrang powder with a concentration of 3% (B1K3) is the best treatment in terms of chemical and microbiological characteristic. Product has a water content of 58.33%; titration acid levels 0.000382% db (0.000159% wb); total bacteria 9.07 x 105CFU/g; total molds and yeast 8,67 x 105 CFU / g; and total microbial 2.32 x 106 CFU / g which has the sensory characteristic of the product blackish brown, chewy texture, strong kecombrang odor, strong flavor kecombrang, and rather liked panelis
321813001H1D011066PERILAKU DINDING PASANGAN BATA DENGAN RANGKA KAYU KELAPA (GLUGU) LAMINASI BERPENGAKU AKIBAT BEBAN SIKLIKPemanfaatan kayu sebagai bahan struktural bangunan merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap pelaksanaan green construction di dunia, namun karena ketersediaannya yang semakin menipis, maka harus ada alternatif alamiah sebagai pengganti kayu yang juga bersifat renewable, sustainable, dan workable pada pemasangannya. Salah satu solusi yang ditawarkan pada penelitian ini sebagai pengganti alamiah kayu adalah penggunaan kayu kelapa (glugu) laminasi. Kajian ini terkait pemanfaatan glugu laminasi sebagai struktur tahan gempa pada dinding yang bertujuan untuk mengetahui perilaku dinding pasangan bata dengan rangka glugu laminasi berpengaku akibat beban siklik memperoleh nilai kapasitas beban dinding, daktilitas lendutan dinding, mengetahui energi serapan (Hysteretic Energy dan Potential Energy), dan pola keruntuhan yang terjadi. Benda uji yang dibuat berupa dinding pasangan bata tanpa plesteran, dengan campuran mortar 1:6 dan untuk campuran beton 1:2:3. Pengujian siklik yang dilakukan menggunakan pembebanan berdasarkan FEMA 461 yang menstimulasikan beban gempa, dengan kenaikan awal 0,5 mm sampai siklus ke-10 dan siklus selanjutnya kenaikan 5 mm dengan tiga kali siklus perulangan. Untuk keakuratan pembacaan simpangan, dipasangi 4 buah LVDT pada titik-titik tertentu. Hasil pengujian didapatkan, bahwa kinerja kehandalan dinding pasangan bata rangka glulam berpengaku melebihi dinding pasangan bata rangka beton bertulang dari segi Hysteretic Energy, Potential Energy dan EVDR. Sedangkan kapasitas beban dan daktilitas dinding pasangan bata rangka glulam berpengaku berada dibawah dinding pasangan bata rangka beton bertulang, dengan perbedaan sebesar 0,12 kN pada beban maksimumnya dan 4,893 untuk daktilitas.Utilization of timber as a structural building material is one form of support for implementation green construction in the world, but due to its availability that is decreasing, then there should be a natural alternative as a replacement of timber are also renewable, sustainable, and workable on the installation. One solution offered in this study as a substitute for natural timber is the use of coconut timber (glugu) laminated. This study related the utilization glugu laminated as earthquake resistant structure wall that aims to determine the behavior of brick masonry wall with glugu laminated braced frame under cyclic load, obtaining a value of load capacity of walls, wall displacement ductility, determine the energy absorption (Hysteretic Energy and Potential Energy), and pattern of collapse happened. Test specimen was made in the form of masonry wall without plastering, with a mixture of mortar 1:6 and for a concrete mix of 1:2:3. Tests was performed under cyclic loading based on FEMA 461 which stimulate seismic load, with displacement increasing 0.5 mm for first cycles until 10th cycles and the next cycles increasing 5 mm with three repetitive. To more accurate, we fitted with 4 pieces LVDT at certain points. The test results obtained, found that the performance reliability of brick masonry wall glulam braced frame exceeds the masonry walls reinforcement concrete frame in terms of Hysteretic Energy, Potential Energy, and EVDR. While load capacity and ductility of brick masonry walls glulam braced frame under masonry walls reinforcement concrete frame with the difference of 0.12 kN at maximum load and 4.893 for ductility.
321913004H1A011036PENENTUAN SIFAT FISIK DAN UJI BIODEGRADASI BIOPLASTIK DARI BONGGOL PISANG DENGAN SORBITOL SEBAGAI PLASTICIZER Penelitian tentang pemanfaatan bonggol pisang untuk pembuatan bioplastik dengan menggunakan sorbitol sebagai plasticizer telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan plasticizer sorbitol terhadap sifat fisik bioplastik dari pati bonggol pisang yang dihasilkan dan mengetahui persentase penurunan berat bioplastik dari bonggol pisang pada uji biodegradasi. Bioplastik dari pati bonggol pisang dibuat dengan penambahan sorbitol sebagai plasticizer dengan 3 variasi konsentrasi yaitu 15%, 30%, dan 45% dari berat pati untuk memperbaiki sifat fisiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film bioplastik yang dihasilkan memiliki nilai densitas antara 11,047-18,1677 g/cm3, nilai higroskopisitas antara 19,95-27,22%, laju transmisi uap air (WVTR) antara 1,11-2 g/m2jam, kelarutan dalam air antara 20,13-33,56% dan kelarutan dalam asam antara 36,35-53,7%. Uji biodegradasi dilakukan dengan mengubur film dalam wadah berisi tanah dengan waktu penguburan 10 hari. Persentase penurunan berat film setelah proses biodegradasi antara 25,07–30,61%.The research about the utilization of Banana Corm (Bonggol Pisang) for bioplastics using Sorbitol as the plasticizer had been done. This research’s purpose was to know the effect of sorbitol plasticizer addition toward the physical properties of bioplastics and to know the percentage of bioplastics weight loss from the banana corm using degradation test. Bioplastics was made from Banana Corm starch with addition sorbitol as plasticizer with 3 different concentrations 15%, 30%, and 45% from the weight starch to repair bioplastics’ physical properties. The result showed that bioplastics films which were produced had density value 11.047-18.1677 g/cm3, higroscopicity value 19.95-27.22%, Water Vapor Transmission Rate (WVTR) 1.11-2 g/m2hour, Water Solubility 20.13-33.56%, and Acid Solubility 36.35-53.7%. Biodegradation test was done by burying the film in a soil-filled container during 10 days burial time. The percentage of film’s weight loss after degradation process between 25.07–30.61%.
322013005A1M011086METODE PENGGORENGAN DAN APLIKASI EDIBLE COATING TERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK KERIPIK KENTANG DARI
VARIETAS GRANOLA
Kentang varietas Granola banyak ditanam di Indonesia. Pemanfaatan kentang varietas Granola masih sedikit. Kentang jenis ini tidak sesuai untuk pembuatan keripik kentang karena kadar air yang tinggi dan akan menghasilkan keripik kentang dengan kualitas rendah. Peningkatan kualitas keripik kentang dari varietas Granola dapat dilakukan dengan mengaplikasikan berbagai metode penggorengan dan pengaplikasian edible coating. Penelitian ini bertujuan untuk 1). Mengetahui pengaruh metode penggorengan terhadap karakteristik kimia dan organoleptik keripik kentang; 2). Mengetahui pengaruh aplikasi edible coating yang digunakan terhadap karakteristik kimia dan organoleptik keripik kentang; 3). Mengetahui pengaruh interaksi perlakuan antara metode penggorengan dengan aplikasi edible coating yang digunakan terhadap karakteristik kimia dan organoleptik keripik kentang. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Faktor yang diteliti adalah metode penggorengan (M) terdiri atas: electric deep frying (M1) dan air frying (M2) serta jenis edible coating (E) yang terdiri atas: alginat (E1), CMC (E2), gum arab (E3), dan sagu (E4). Hasil penentuan interaksi terbaik yaitu M1E3 (metode electric deep frying dan jenis edible coating gum arab 15%) memiliki nilai kadar air 6,94% bb, kadar abu 0,66% bk, kadar lemak 3,21% bk, warna sedikit cokelat, tekstur sangat renyah, rasa kentang terasa, dan tingkat kesukaan sangat suka. M2E4 (metode air frying dan jenis edible coating jenis sagu) menghasilkan keripik kentang dengan kadar air 3,22% bb, kadar abu 4,41% bk, kadar lemak 0,12% bk, dengan warna kuning agak cokelat, tekstur renyah, rasa kentang yang terasa, dan tingkat kesukaan suka.Granola potato varieties grown a lot in Indonesia. The utilization of potato Granola is still low. These potatoes are not suitable for the manufacture of potato chips because of its high water content and will produce chips with low quality . The improving of Granola potato chips quality can be done by applying various methods of frying and application of edible coatings. This research aimed to; 1) Know the effect of various frying method on chemical and organoleptic characteristics of potato chips; 2) Know the effect of the application edible coating on chemical and organoleptic characteristics of potato chips; 3) Know the effect the best combination of kind frying method and edible coating material types on of the interaction of treatment on chemical and organoleptic characteristics of potato chips. This research used a randomized complete block design (RBD). With 2 factors;1) variouskind of frying methods (M) consists of: electric deep frying (M1)and air frying (M2)and 2) The various type of edible coating (E) consists of: alginate (E1), CMC (E2), arabic gum (E3), sago starch (E4). Based on the factors, gained 8 combination of treatments with 3 times repetitions in order to obtain 24 units of experimen. The result showed that the best interaction of treatment which has is M1E3 ( electric deep frying method and type of edible coating gum arabic 15 % ) based on electric deep frying has a moisture content of 6,94 % wb; ash content 0,66 % db, and fat content 37.21 % db, slightly brown in color, very crispy texture, noticeably in potato flavor, overall preference is preffered. Based on air frying is the best interaction of treatment which has M2E4 (air frying method and type of edible coating sago starch 4%) has a moisture content of 3,22 % wb; ash content 4,41 % db, and fat content 0,13 % db, in yellow little brown color, crispy texture, noticeably in potato flavor, and overall preference is preffered.