Artikelilmiahs
Menampilkan 3.101-3.120 dari 48.733 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 3101 | 12872 | H1A010009 | PENURUNAN KADAR SENG(II) DALAM LIMBAH BATIK DENGAN FOTOKATALIS LAPIS TIPIS TiO2-Ni MENGGUNAKAN LAMPU TUNGSTEN | Limbah cair batik merupakan salah satu sumber limbah yang berpotensi mengandung logam berat yang merupakan limbah berbahaya dan beracun sehingga dapat merusak lingkungan. Salah satu logam yang terkandung dalam limbah cair batik adalah logam seng (II). Penelitian ini menggunakan fotokatalis lapis tipis TiO2 yang didoping nikel (Ni) untuk mereduksi logam seng (II). Pendopingan dilakukan dengan metode fotodeposisi dengan perbandingan rasio mol TiO2 dan Ni sebesar (99:1), (98:2), (97:3), (96:4) dan (95:5). Dopan Ni pada TiO2 digunakan untuk meningkatkan efektivitas TiO2 dalam menurunkan kadar logam seng (II) yang terkandung dalam limbah cair batik. TiO2-Ni yang memberikan aktivitas terbesar dalam menurunkan kadar logam seng (II) dengan menggunakan lampu tungsten sebagai sumber foton adalah TiO2-Ni (97:3). Persen penurunan kadar logam seng (II) selama waktu kontak optimum 5 jam dan pada pH medium 7 adalah sebesar 96,331% | Batik liquid waste is one sources of waste that could potentially contain a heavy metal which is a hazardous and toxic waste, so it can damage the environment. One of the metals that contained in batik liquid waste is zinc (II). This research use a thin layer TiO2 photocatalyst which in dopant by nickel (Ni) to reduce Zinc (II).TiO2 that doped by Ni have been prepared by photodeposition method, with the ratio of TiO2 and Ni are (99:1), (98:2), (97:3), (96:4) dan (95:5). Dopant by Ni is used to increase the effectiveness of TiO2 in lowering levels of zinc (II) that contained in batik liquid waste. TiO2-Ni that gives largest of activity in lowering content of zinc(II) by the use of tungsten bulbs as a source of photons is the TiO2-Ni (97:3). Percentage decline of zinc (II) for optimum contact time of 5 hours and pH 7 is 96,331%. | |
| 3102 | 12878 | F1B010112 | EVALUASI KEBIJAKAN UANG KULIAH TUNGGAL (UKT) (Studi Kasus Kebijakan UKT Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto) | Penelitian ini bertujuan melakukan evaluasi kebijakan uang kuliah tunggal di Universitas Jenderal Soedirman. Dalam melakukan evaluasi kebijakan UKT Unsoed, peneliti menempatan variabel pembayaran tunggal sebagai variabel bebas (X) dan aksesibilitas pelayanan pendidikan sebagai variabel terikat (Y). Penelitian ini menggunkan metode kuantitatif dengan bukti-bukti kualitatif. Bukti-bukti kualitatif digunakan untuk meyakinkan analisa yang dikembangkan melalui metode survei kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan, aksesibilitas pelayanan pendidikan di Unsoed belum terbuka bagi semua mahasiswa. Pembayaran tarif tunggal dalam kebijakan UKT masih tidak terlaksana secara baik, dikarenakan masih ada pembayaran lain diluar UKT. Konsep kebijakan UKT yang belum terlaksana membuat tidak adanya pengaruh pelaksanaan kebijakan UKT sebagai sistem pembayaran tunggal terhadap aksesbilitas pelayanan pendidikan di Unsoed | This study aimed to evaluate the policies of tuition single UnSoed. In evaluating policies Unsoed UKT, the researchers placed the single payment variable as the independent variable (X) and accessibility of educational services as the dependent variable (Y). This study using the quantitative methods with qualitative evidence. Qualitative evidence used to convince the analysis developed through a quantitative survey methods. The results showed, accessibility of educational services in Unsoed not open to all students. Paying a single rate policy UKT still not performing as well, because there are still other payments beyond UKT. UKT policy concept that has not been done to make no influence policy implementation UKT as a single payments system against the accessibility of educational services in Unsoed | |
| 3103 | 12879 | H1A011011 | OPTIMASI VARIASI KADAR PARFUM PADA FORMULASI DETERJEN ENZIMATIK BERBAHAN AKTIF METIL ESTER SULFONAT (MES) MINYAK BIJI NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L.) | Penelitian ini diawali dengan memproduksi metil ester sulfonat (MES) sebagai bahan aktif deterjen yang disintesis dari minyak biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L). Metil ester sulfonat yang telah disintesis dicampurkan dengan bahan-bahan komposisi deterjen lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah penambahan (gram) parfum sintetik ke dalam formulasi yang menghasilkan deterjen enzimatik dengan karakteristik terbaik dan mengetahui karakteristik deterjen enzimatik terbaik hasil formulasi. Penentuan formulasi deterjen enzimatik terbaik dilakukan berdasarkan metode indeks efektivitas. Deterjen enzimatik dengan formulasi terbaik akan dilanjutkan dengan uji Hedonik. Rancangan percobaan yang digunakan dalam tahap penentuan deterjen enzimatik dengan karakteristik terbaik adalah rancangan acak lengkap non faktorial. Hasil analisis yang menunjukkan adanya perbedaan nyata maka dilanjutkan dengan uji DMRT dengan tingkat kepercayaan 95%. Karakterisasi deterjen enzimatik meliputi pH, stabilitas emulsi, stabilitas busa, berat jenis, kadar air, bahan tidak larut air, dan daya deterjensi. Parfum yang digunakan adalah aroma mawar dan lemon dengan variasi kadar sebesar 1, 3, 5, 7, dan 9 gram. Hasil uji DMRT menunjukkan bahwa deterjen enzimatik dengan karakteristik terbaik untuk aroma mawar dan lemon berturut-turut adalah penambahan parfum 1 dan 3 gram. Deterjen enzimatik aroma mawar memiliki karakteristik antara lain pH 10,681, daya deterjensi 85,81%, stabilitas emulsi 80%, stabilitas busa 70,615%, kadar air 6,06%, bahan tidak larut air 21,09%, dan densitas 0,678 g/mL, sedangkan aroma lemon memiliki karakteristik antara lain pH 10,729, daya deterjensi 84,725%, stabilitas emulsi 81,295%, stabilitas busa 66,355%, kadar air 4,065%, bahan tidak larut air 18,99%, dan densitas 0,727 g/mL. | This research begins by producing methyl ester sulphonate (MES) as an active detergent materials which is synthesized from nyamplung seed oils (Calophyllum inophyllum L.). Methyl Ester Sulphonate that have been synthesized is mixed with the other detergent material compositions. This research aimed to know the addition (gram) of synthetic parfumes into the formulation which resulted in the best characteristization of enzymatic detergent and to know the best of enzymatic detergent characteristics of formulation results. Determination of the best enzymatic detergent formulation was based on efectivity index method. The enzymatic detergent which have the best formulation then followed by Hedonic test. The design research used for determination of enzymatic detergent which have the best charactersistics by the complete non factorial design. The analysis results of the complete non factorial design with a 95% confidence level. Characterization of enzymatic detergent include pH, emulsion stability, foam stability, density, water content, water-insoluble materials, and detergency test. Perfume was used is the scent of roses and lemon with mass variations of 1, 3, 5, 7, and 9 grams. The result of DMRT that the best characteristic of enzymatic detergent for scent of roses and lemon are 1 and 3 grams addition of perfume, respectively. The enzymatic detergent of scent of roses has characteristic include pH of 10.681, detergency test 85.81%, emulsion stability 80%, foam stability 70.615%, water content 6.06%, water-insoluble material 21.09, and the density 0.678 g/mL, whereas the scent of lemon has characteristic include pH of 10.729, detergency test 84.725%, emulsion stability 81.295%, foam stability 66.355%, water content 4.065%, water-insoluble ingredients 18.99%, and the density 0.727g/mL. | |
| 3104 | 12922 | H1D008012 | ANALISIS ANGKUTAN SEDIMEN SUSPENDED LOAD MENGGUNAKAN METODE UNITED STATE BUREAU OF RECLAMATION (USBR) PADA SUNGAI CITANDUY (KABUPATEN CIAMIS) | Sungai Citanduy yang berhulu di Gunung Cakrabuana dan mengalir ke daerah hilir di Segara Anakan Cilacap. Masalah yang timbul adalah banyaknya sedimen yang terbawa aliran Sungai Citanduy, yang mengkibatkan pendangkalan dan berkurangnya kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju sedimentasi melayang (suspended sediment trasnport) di Sungai Citanduy. Pendekatan yang digunakan padSa penelitian ini adalah persamaan USBR dan persamaan Eungeleund-Hansen. Dalam penelitian ini digunakan parameter data lapangan dan parameter data laboratorium. Pengambilan sampel data lapangan dilakukan pada 2 titik tampang, pengambilan sampel sedimen dilakukan 3 kali pengambilan pada setiap tampang dengan kondisi berbeda menggunakan alat suspended sediment sampler. Dari analisis sedimen melayang di Sungai Citanduy diperoleh hasil debit muatan melayang persamaan USBR pada tampang I untuk pegambilan pertama sebesar 2,351 ton/hari, kedua 2,529 ton/hari, ketiga 2,764 ton/hari serta pada tampang II untuk pegambilan pertama sebesar 2,742 ton/hari, kedua 3,082 ton/hari dan ketiga 3,406 ton/hari. Sedangkan hasil total sediment load persamaan Eungeleund-Hansen pada tampang I untuk pegambilan pertama sebesar 29,768 ton/hari, kedua 40,334 ton/hari, ketiga 41,814 ton/hari serta pada tampang II untuk pegambilan pertama sebesar 31,433 ton/hari, kedua 41,286 ton/hari dan ketiga 43,750 ton/hari. Berdasarkan hasil sedimem melayang dari persamaan tersebut, terjadi proses degradasi dari tampang I ke tampang II. | Citanduy River tipped in Mount Cakrabuana and flow to the downstream areas in Segara Anakan Cilacap. The problem that arises is the amount of sediment carried by the river flow Citanduy, which resulted silting and reduced water quality. The purpose of this study is to analyze the rate of Suspended Sediment Load (suspended sediment trasnport) in Citanduy River. The approach used in this study is the USBR equation and the equation Eungeleund – Hansen. This study using field data parameter and laboratory data parameters. Sampling was conducted at two field data point looks, sediment sampling was done 3 times a decision on every face with different conditions using a suspended sediment sampler. From the analysis of suspended sediment load in river Citanduy results obtained debit Suspended Sediment Load equation USBR to appearance I for first interpretation of 2,351 tons/day, the second 2,529 ton/day, third 2,764 ton/day as well as the appearance II to first interpretation of 2,742 tons/day, the second 3,082 ton/day and the third 3,406 ton/day. While the results of the total sediment load equation Eungeleund - Hansen to appearance I for first interpretation of 29,768 tons/day, the second 40,334 tons/day, the third 41,814 tons/day, and the appearance II to first interpretation amounted to 31,433 tons/day, the second 41,286 tons/day and thirdly 43,750 tons/day. Based on the results Suspended Sedimen Load of the equation, a process of degradation of the appearance I to appearance II. | |
| 3105 | 12882 | F1B011063 | IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR 16 TAHUN 2012 TENTANG PAJAK SARANG BURUNG WALET DI KABUPATEN KEBUMEN | Pajak Sarang Burung Walet, selama ini di Kabupaten Kebumen diatur dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pajak Sarang Burung Walet. Pajak sarang burung walet merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang penting guna membiayai pelaksanaan pemerintah daerah dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat serta mewujudkan kemandirian daerah. Bentuk pengoptimalan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak di Kabupaten Kebumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses implementasi peraturan daerah Kabupaten Kebumen Nomor 16 Tahun 2012 tentang pajak sarang burung walet. Dalam model implementasi ini menggunakan teroi Ripley menggunakan pendekatan compliance (kepatuhan) dengan metode kualitatif deskriptif. Perspektif compliance (kepatuhan) adalah mengkaji implementasi kebijakan dalam ranah kepatuhan para aktor implementasi kebijakan terhadap hal-hal yang telah ditetapkan dalam Guidelines kebijakan. Pendekatan kepatuhan yang sering disebut juga pendekatan top down ini memberikan pesan pentingnya kepatuhan implememtor terhadap sektor administrasi kebijakan Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling, dan untuk analisis data digunakan model analisis interaktif dari Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kesadaran atau kepatuhan masyarakat (wajib pajak) dalam membayar pajak sarang burung walet masih kurang dan ketidak ketegasan implementor dari pihak DPPKAD Kabupaten Kebumen khususnya pada bidang pajak daerah yang bertanggung jawab pada pelaksanaan pajak sarang burung walet di Kabupaten Kebumen menyebabkan banyak wajib pajak tidak membayar pajak. Penjaringan kelompok sasaran termasuk dalam kategori kurang baik, dilihat dari jumlah sasaran yang terdata masih sedikit jumlahnya, masih banyak sasaran yang tidak terdata. | Tax swallow nest , so far in the kebumen be regulated by local regulation district kebumen number 16 years 2012 on taxes swallow nest. Swallow nest be a sourceof local revenue crucial to finance the local governments in implementing public services and to realize regional independency. Form optimize generated income local from tax sector kebumen district. This research aims to find out how is the process of regional regulation implementation in the Regency of Kebumen Number 16 in 2012 about the tax of swallow nest. In this implementation model uses the theory of Ripley that uses the approach of compliance by using the method of descriptive qualitative. Compliance perspective ( compliance ) is assessing the implementation of policy in the domain of compliance by the actor the implementation of a policy of opposition to things that have been set in policy guidelines. Approach compliance often called also top down this approach instructed the importance of compliance implememtor of the sector administration policy. The selection of informant uses the technique of purposive sampling, and to analyze data uses the model of interactive analysis from Miles, Huberman, and Saldana. The result of research shows that the awareness or the obedience of society (tax payer) in paying the tax of swallow nest still lacking and there is no any firmness from the implementer from the s ide of DPPKAD in the Regency of Kebumen especially in the field of regional tax that is responsible for the tax implementation of swallow nest in the Regency of Kebumen. It cases many of the tax payer who does not pay the tax. The search of the target group that are categorized not too good, if it is seen from the number of the target that listed still less of their totals, there are many of the target that has not being listed. | |
| 3106 | 12884 | H1E011028 | PENERAPAN METODE DEKONVOLUSI PADA DATA SEISMIK 2D MULTICHANNEL DI PERAIRAN LAUT SERAM PAPUA BARAT | Laut Seram merupakan wilayah Indonesia bagian timur yang memiliki struktur geologi yang kompleks dikarenakan pertemuan antara 3 lempeng, yaitu Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik-Filipina. Informasi struktur geologi dari wilayah Laut Seram dapat diperoleh dari penampang seismik yang memiliki rasio S/N yang tinggi. Salah satu metode pengolahan data yang digunakan untuk menghasilkan penampang seismik dengan rasio S/N yang tinggi adalah dengan menerapkan metode dekonvolusi. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan dua metode dekonvolusi yaitu dekonvolusi prediktif dan dekonvolusi spiking. Kedua metode ini digunakan untuk menghilangkan noise berupa short periode multiple. Pengolahan data dilakukan dengan memasukkan nilai operator length 200 ms pada masing-masing metode. Kedua metode tersebut kemudian dibandingkan dan didapatkan hasil bahwa dekonvolusi prediktif lebih baik dari pada dekonvolusi spiking. Dapat disimpulkan bahwa metode dekonvolusi prediktif mampu meningkatkan rasio S/N dari penampang seismik yang dihasilkan. | Seram sea is an eastern part of Indonesia which has complex geological structure due to the meeting of 3 plates, they are Eurasia, Indo-Australia, and Pasific-Philipine. Information about geological structure of Seram sea region can be obtained from seismic section which has high S/N ratio. Seismic section with high S/N ratio can be obtained by applying two deconvolution methods, they are predictive deconvolution and spiking deconvolution. Both methods used for remove short period multiple. Data processing has been done by entering the value of operator length 200 ms in each method. The methods are compared and the result shows that predictive deconvolution is better than spiking deconvolution. Predictive deconvolution removes short periode multiple, therefore it can increase S/N ratio from seismic section that is produced. | |
| 3107 | 12883 | F1B010004 | Pengaruh Kualitas Pelayanan Jasa Tiket Kereta Api Online Terhadap Kepuasan Pelanggan Pengguna Jasa di Stasiun Kereta Api Purwokerto | Pelayanan publik merupakan masalah yang terus menerus selalu ada bagi instansi pemerintah atau badan usaha milik Negara yang menyelenggarakan. Badan usaha milik Negara dalam hal ini PT. KeretaApi Indonesia terus berupaya memberikan pelayanan prima yang memanfaatkan teknologi informasi salah satunya melalui pelayanan tiket kereta api online. Permasalahan yang ada adalah antrean yang panajang, jarak untuk membeli tiket yang jauh dan banyaknya calo penjualan tiket. Melalui progra tiket kereta api online ini diharapkan dapat mempermudah seluruh pelanggan pengguna jasa dalam mengakses dan mendapatkan tiket kereta api. Metode yang digunakan dalam peneletian ini adalah menggunakan pendekatan kuntitatif, untuk mengetahui adakah pengaruh dari setiap variabel tiket online terhadap kepuasan pelanggan. Dalam mencari hubungan setiap variabel digunakan kendal tau-b dan untuk mencari pengaruh digunakan analisis regresi ordinal. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik accidental sampling. Sebagai focus utama dari penelitian ini adalah tentang pelayanan tiket kereta api online. Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan pengguna jasa tiket online di Stasiun Purwokerto. Simpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh yang positif dan signifikan variabel X1, variabel X2 dan variabel X3 terhadap Kepuasan Pelangan, tidak ada pengaruh variabel X4 terhadap kepuasan Pelanggan dan ada pengaruh secara bersama-sama variabel X terhadapa kepuasan Pelanggan (Y). Saran penelitian ini adalah supaya pelanggan pengguna jasa selalu menggunakan tiket kereta api online. | Public service is an ongoing problem always there for government agencies or state-owned enterprises were organized. State-owned enterprises in this case PT. Kereta Api Indonesia continues to provide excellent service that utilizes one through the information technology services train tickets online. The problem is that panajang line, the distance to buy a ticket that many brokers jauhdan ticket sales. Through progra train tickets online is expected to simplify the entire customer service users in accessing and get a train ticket. The method used in this peneletian is using a quantitative approach, to know is there any influence of each variable ticket online to customer satisfaction. In looking for the relationship of each variable used Kendal tau-b and to seek influence ordinal regression analysis was used. The sampling technique used was accidental sampling technique. As the main focus of this study is on the service train tickets online. Population in this research is the customer's online ticketing service users in Purwokerto Station. Conclusions from this research is that there is a positive and significant influence of variables X1, X2 and X3 to the satisfaction Pelangan, no effect of variable X4 to customer satisfaction and no influence jointly variable X terhadapa Customer satisfaction (Y). Suggestions of this study is that the customer service users always use the train tickets online. | |
| 3108 | 12885 | E1A110033 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN PENGAKUAN HUTANG AKIBAT WANPRESTASI (ANALISIS PUTUSAN PENGADILAN NEGERI NOMOR: 906/Pdt.G./2011/PN.Sby) | Perjanjian jual beli, sewa menyewa, dan tukar menukar sudah biasa dilakukan pada masyarakat pada umumnya maka saya memilih perjanjian yang belum begitu biasa dilakukan pada umumnya sehari-hari yaitu perjanjian pengakuan hutang agar kita semua dapat mengetahui hak dan kewajiban para pihaknya serta aturan-aturan apa saja yang mengikatnya apa bila terjadi hal-hal tertentu yang salah satunya yaitu wanprestasi agar masyarakat tidak tertipu oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Dalam rangka menjawab permasalahan diatas, metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan tipe penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan metode pendekatan kasus. Metode analisis yang digunakan adalah Yuridis kualitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa para tergugat dapat di putus melakukan wanprestasi memenuhi unsur kesengajaan atau kelalaian debitur itu sendiri karena para tergugat tidak memiliki itikat baik untuk tidak membayar pinjamannya sesuai dengan pasal 1238 KUHPerdata. memiliki pertimbangan yuridis yaitu para tergugat terpenuhinya dalam keadaan wanprestasi yaitu debitur tidak memenuhi prestasi sama sekali. Lalu dapat dilihat akibat hukum kreditur dan debitur salah satunya yaitu Kreditur berhak meminta pelunasan hutangnya, bunga, dan dwangsom kepada para debitur, apabila para debitur tetap tidak mau melunasi hutangnya, bunga dan dwangsom maka kreditur berhak menyita rumah yang menjadi jaminan para debitur. | Purchase agreement, lease, and exchange already common practice in society in general, then I choose the agreement has not so common in general day-to-day recognition agreements of debt so that we all can know the rights and obligations of the company and what rules are tied what happens when certain things which one of them is in default so that the public is not fooled by the parties are not responsible. In order to answer the above problems, the research method used in this research is to use the type of juridical normative approach to legislation and case method approach. The analytical method used is qualitative juridical. The study states that the defendant can be broken off in default meet the element of intent or negligence of the debtor itself because the defendant did not have the goodwill to not pay the loan in accordance with Article 1238 of the Civil Code. have juridical considerations that the first defendant and second defendant in a state of default ie the fulfillment of the debtor does not meet the feat at all. Then it can be seen as a result of the law of the creditor and debtor one of which creditors are entitled to request repayment of the debt, interest, and dwangsom to the debtor, if the debtor still do not want to pay the debt, interest and dwangsom the creditors entitled to foreclose on the home as collateral of the debtor. | |
| 3109 | 12886 | A1C111051 | Efisiensi Pemasaran Tanaman Cincau Hitam Di Desa Tunjungmuli Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalingga | Desa Tunjungmuli merupakan salah satu daerah sentra penghasil tanaman cincau hitam di Kabupaten Purbalingga. Tanaman cincau hitam desa ini dipasarkan melalui beberapa tingkatan lembaga dengan tujuan akhir pemasarannya yaitu eksportir dan produsen cincau. Penentuan harga tanaman cincau hitam di Desa Tunjungmuli pada umumnya ditentukan berdasarkan harga dari pedagang pengumpul atau pedagang besar. Tujuan penelitian ini meliputi (1) mengidentifikasi saluran pemasaran tanaman cincau hitam di Desa Tunjungmuli, (2) menghitung besar marjin pemasaran pada masing-masing saluran pemasaran dan harga yang diterima petani (farmer’s share), (3) mengetahui saluran pemasaran yang paling efisien berdasarkan efisiensi teknis dan efisiensi ekonomis. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei di Desa Tunjungmuli, pada bulan Juni 2015. Sampel pada penelitian ini terdiri atas petani dan pedagang perantara tanaman cincau hitam. Sampel petani diambil menggunakan metode Simple Random Sampling dengan jumlah 46 responden. Sampel pedagang diambil menggunakan metode Snowball Sampling dengan jumlah 10 responden. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, analisis marjin, farmer’s share, dan analisis efisiensi teknis-ekonomis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat 3 saluran pemasaran tanaman cincau hitam di Desa Tunjungmuli, (2) marjin pemasaran tanaman cincau hitam di Desa Tunjungmuli pada setiap saluran pemasaran yaitu: saluran pemasaran I memiliki marjin pemasaran sebesar Rp6.907/kg, saluran pemasaran II sebesar Rp6.094/kg, dan saluran pemasaran III sebesar Rp5.570/kg, (3) farmer’s share terbesar terdapat pada saluran pemasaran III dengan persentase 38,11 persen. Persentase biaya terkecil terdapat pada saluran I sebesar 53,85 persen. Persentase keuntungan terbesar terdapat pada saluran pemasaran I sebesar 46,14 persen, (4) berdasarkan nilai indeks efisiensi teknis dan efisiensi ekonomis, belum terdapat saluran pemasaran tanaman cincau hitam yang paling efisien secara teknis dan ekonomis. | Tunjungmuli village is one of the black grass jelly plant central producer area in Purbalingga. Black grass jelly marketing in this village through several levels of the institution with the final destination are the exporter and manufacturer of grass jelly. Generally, the price determination of black grass jelly plant is based on the price from collectors or whole saler. This study aimed to (1) identify the marketing channels of black grass jelly plant in Tunjungmuli village, (2) analyze the marketing margins and farmer’s share in each channels, (3) determine the most efficient marketing channel based on technical and economic efficiency. This research method was survei design in Tunjungmuli village on June 2015. The samples consisted of black grass jelly plant is farmers and sellers. Sampling method that used for farmers was simple random sampling and took 46 respondents, while for sellers used snowball sampling and took 10 respondents. Data were analyzed by descriptive analysis, marketing margin, farmer’s share, and technical-economic efficiency analysis. The results showed that: (1) there are 3 black grass jelly plant marketing channels in Tunjungmuli village, (2) marketing margins of black grass jelly plant at Tunjungmuli village in each channels are: Rp 6.907/kg at channel I, Rp 6.094/kg at channel II, and Rp 5.570/kg at channel III, (3) the 3rd marketing channel has 38,11 percent of farmer’s share as the greatest one. The smallest price in channel I is 53,85 percent. The greatest marketing profit was channel I is 46,16 percent, (4) Based on technical efficiency index and economic efficiency index, it hasn't yet a efficiency channel marketing for black grass jelly plant. | |
| 3110 | 12890 | H1L010056 | Rancang Bangun Aplikasi Rapat Online Berbasis Teks Menggunakan Play Framework | Teknologi telah berkembang sehingga pada jaman sekarang kita bisa berbagi dan menyebarkan informasi secara cepat dan dapat diakes kapanpun dan dimanapun. Tetapi ada sebuah batasan terhadap perkembangan internet di Indonesia, yaitu kecepatan. Indonesia tidak mempunyai kecepatan internet yang tinggi yang berakibat pada kesulitan untuk mentransmisikan data dalam ukuran besar secara real time. Salah satu layanan yang terganggu dengan kenyataan ini adalah rapat onlne. Rapat online adalah suatu layanan yang memungkinkan penggunanya melakukan rapat tanpa harus bertemu dan berkumpul secara fisik menggunakan internet. hasil pencarian yang telah dilakukan menunjukkan layanan rapat online menggunakan video call untuk salin berbagi informasi. Video call merupakan layanan dimana penggunanya merekam sekaligus mengirim gambar bergerak secara real time menggunakan koneksi internet. Menggunakan layanan video call di Indonesia untuk melakukan rapat online masih sulit karena terdapat batasan seperti yang dikemukakan diatas. Menggunakan bahasa pemrograman Java dan Play! Framework, penelitian ini dilakukan untuk mecoba memberikan solusi terhadap masalah rapat online tersebut. hasil dari penetiian ini adalah sebuah aplikasi rapat online yang menggunakan teks sebagai media untuk bertukar informasi karena mengirimkan informasi dalam bentuk teks membutuhkan bandwidth yang lebih kecil daripada menggunakan video. | Technology have become advanced that today we can share and spread information fast and can be accessed from anywhere anytime. But there is a limitation to the advance of internet in Indonesia, the speed. Indonesia does not have a fast internet speed which in turns it is hard to transmit and receive big amount of data in real time using internet in Indonesia. A service which is affected by this fact is online meeting. Online meeting is a service that is using internet to facilitate the meting where the participants are scattered in many places. Most (if not all) of online meeting is using video call as medium to exchange information. With Indonesia’s internet speed, it is hard to exchange big amount of data like video in real time using internet. Using Java programming lanugage and Play! Framework, this research conducted to make an alternative solution to that problem.The result is an application to do online meeting but using text as medium instead of videos because transmiting text is cheaper than videos in terms of the amount of data transmitted and received during meeting | |
| 3111 | 12891 | A1L011032 | PATOGENISITAS NEMATODA ENTOMOPATOGEN Heterorhabditis sp. ISOLAT CIKIDANG TERHADAP HAMA ULAT GRAYAK (Spodoptera litura F.) PADA TANAMAN KUBIS (Brassica oleracea L.) DI RUMAH KACA | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui kemempanan nematoda entomopatogen isolat Cikidang terhadap mortalitas hama ulat grayak Spodoptera litura skala rumah kaca, 2) Mengetahui kemempanan nematoda entomopatogen isolat Cikidang terhadap perkembangan hama ulat grayak S. litura skala rumah kaca, 3) Mengetahui hasil krop kubis setelah aplikasi nematoda entomopatogen isolat Cikidang dalam mematikan ulat grayak S. litura skala rumah kaca. Penelitian ini dilaksanakan Januari sampai Juni 2015 di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang dilakukan adalah tanpa perlakuan (kontrol), insektisida sipermetrin konsentrasi 4 ml/L air, konsentrasi NEP 300 JI/ml, 600 JI/ml, 900 JI/ml, 1200 JI/ml. Variabel yang diamati yaitu mortalitas larva, imago terbentuk, intensitas serangan dan bobot krop kubis. Data dianalisis menggunakan uji F, dilanjutkan dengan uji DMRT taraf kesalahan 5%. Hasil analisis menunjukkan pengaruh konsentrasi NEP 1200 JI/ml terhadap perkembangan S. litura yaitu mampu menyebabkan mortalitas sebesar 87,5%, mampu menekan pembentukan imago hanya menjadi 12,5%, mampu menurunkan intensitas serangan hanya menjadi 5% dan menghasilkan bobot krop kubis menjadi 168,54 g. | This research was aims to know 1) the efficacy of entomopathogenic nematode Cikidang isolate against mortality of clustercaterpillar(S. litura) larvae in greenhouse, 2) the efficacy of entomopathogenic nematode Cikidang isolate against development of S. litura in greenhouse, 3) yield of cabbage crop after entomopathogenic nematode Cikidang isolate application against mortality of S. litura larvae in greenhouse. This research was carried out in January until June 2015 at Plant Protection Laboratory and Greenhouse, Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The experiment used was randomized completed block design with 6 treatments and 4 repetitions. The treatments were control (without treatment), Sipermetrin insecticide 4 ml/L of water, entomopathogenic nematode (NEP) with concentrations of 300 JI/ml, 600 JI/ml, 900 JI/ml, and 1200 JI/ml. Observed variables were larvae mortality, imago forming, attack intensity, and weight of cabbage crop. The data were analyzed using F test followed by DMRT test at 5% level of error. The analysis result showed that entomopathogenic nematode concentration of 1200 JI/ml against S. litura development was able to cause S. litura mortality up to 87,5 %, suppress imago forming up to 12,5%, reduce attack intensity up to 5 %, and increase cabbage crop weight up to 168,54 g. | |
| 3112 | 12892 | A1L011021 | UJI PATOGENISITAS NEMATODA ENTOMOPATOGEN Heterorhabditis sp. ISOLAT BANTERAN TERHADAP HAMA ULAT GRAYAK (Spodoptera litura F.) PADA TANAMAN KUBIS (Brassica oleracea L.) DI RUMAH KACA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) kemempanan beberapa konsentrasi nematoda entomopatogen isolat Banteran terhadap mortalitas dan imago terbentuk hama ulat grayak (S. litura) di rumah kaca, 2) kemempanan beberapa konsentrasi nematoda entomopatogen isolat Banteran terhadap intensitas serangan hama ulat grayak (S. litura) di rumah kaca, 3) konsentrasi nematoda entomopatogen yang efektif untuk mengendalikan hama ulat grayak (S. litura) di rumah kaca. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, mulai Januari 2015 sampai dengan Juni 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok, dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. terdiri atas Kontrol, Insektisida sipermetrin konsentrasi 4ml/l air, Konsentrasi nematoda 300 JI/ml, 600 JI/ml, 900 JI/ml dan 1.200 JI/ml. Variabel yang diamati yaitu jumlah imago terbentuk, mortalitas larva S.litura, intensitas serangan dan hasil tanaman kubis. Data dianalisis dengan uji F. Apabila terdapat perbedaan nyata, dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan nematoda entomopatogen isolat Banteran mampu mematikan larva S.litura menjadi 85% dan imago terbentuk menjadi 15%. Nematoda entomopatogen isolat Banteran mampu menurunkan intensitas serangan menjadi 69,25%. Perlakuan konsentrasi 1.200 JI/ml merupakan perlakuan yang efektif untuk mengendalikan hama S.litura di rumah kaca terutama dalam hal mematikan larva, menekan imago terbentuk dan menurunkan intensitas serangan. Nematoda entomopatogen isolat Banteran tidak berpengaruh terhadap bobot kubis. | This research aimed to 1) determine the effectivity of several concentration of Banteran isolate entomopathogenic nematodes on mortality and imago forming of clustercaterpillar (S. litura) at the greenhouse, 2) determine the effectivity of several concentration of Banteran isolate entomopathogenic nematodes on the intensity of clustercaterpillar attack (S. litura) at the greenhouse, 3) determine the concentration of effective entomopathogenic nematodes for controlling clustercaterpillar (S. litura) at the greenhouse. This research was conducted at Laboratory of Plant Protection and Greenhouse of Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University from January, 2015 to June, 2015. This research used a randomized block design with 6 treatments and 4 replications, consisting of Control, Insecticide of cypermethrin 4ml/l of water, 300 JI/ml, 600 JI/ml, 900 JI/ml and 1.200 JI/ml nematodes concentration. The observed variables were the number of formed imago, mortality of S. litura larvae, the intensity of the pest attack and cabbage production. Data were analyzed by F test. If there is significant difference, then is followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) with 5% error level. The result indicated that Banteran isolate entomopathogenic nematodes were able to kill S. litura larvae up to 85% and formed imago up to 15%. Entomopathogenic nematodes Banteran isolates were able to reduce the intensity of attack up to 69,25%. The treatment of 1.200 JL/ml concentration was an effective treatment to control S. litura pest at the greenhouse, especially in the case of killing larvae by reducing formed imago and attack intensity. The treatment of Banteran isolate entomopathogenic nematodes did not have influence on the weight of cabbage. | |
| 3113 | 12893 | A1C011023 | ANALISIS POTENSI WILAYAH KECAMATAN BERBASIS KOMODITAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN KEBUMEN | Keberhasilan pelaksanaan otonomi daerah sangat bergantung pada kemampuan daerah untuk mengembangkan segenap potensi yang ada di daerahnya. Pengoptimalan potensi sektor pertanian, khususnya tanaman pangan dan hortikultura dapat dilakukan dengan penentuan prioritas pengembangan komoditas pertanian yang menjadi basis di masing-masing kecamatan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis komoditas tanaman pangan dan hortikultura basis di masing-masing kecamatan di Kabupaten Kebumen, menganalisis komoditas tanaman pangan dan hortikultura basis yang mempunyai pertumbuhan cepat di masing-masing kecamatan di Kabupaten Kebumen, menganalisis komoditas tanaman pangan dan hortikultura basis yang mempunyai daya saing yang baik di masing-masing kecamatan di Kabupaten Kebumen, menganalisis komoditas tanaman pangan dan hortikultura basis yang diprioritaskan untuk dikembangkan di masing-masing kecamatan di Kabupaten Kebumen, serta mengetahui pergeseran komoditas pangan dan hortikultura basis pada tahun periode pertama 2004-2008 dan tahun periode kedua 2009-2013 di masing-masing kecamatan di Kabupaten Kebumen. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Metode pengambilan daerah penelitian dilakukan secara purposive. Data yang digunakan adalah data sekunder yang meliputi data produksi 20 komoditas tanaman pangan dan hortikulturan yang terdiri atas 6 komoditas pangan, 7 komoditas sayur dan 7 komoditas buah, serta Kabupaten Kebumen dalam Angka tahun 2004, 2008, 2009 dan 2013. Metode analisis data yang digunakan yaitu LQ, analisis Shift share, dan gabungan LQ dan Shift share. Hasil penelitian menunjukkan komoditas tanaman pangan dan hortikultura yang menjadi basis di sebagian besar kecamatan di Kabupaten Kebumen adalah, a) komoditas pangan: ketela pohon, kacang kedelai dan kacang hijau; b) komoditas sayur: cabai, kacang panjang, kangkung, petai dan melinjo; c) komoditas buah: pisang, pepaya, mangga, nangka dan rambutan. Berdasarkan hasil analisis komponen pertumbuhan proporsional komoditas tanaman pangan dan hortikultura basis masing-masing kecamatan di Kabupaten Kebumen, komoditas tanaman pangan dan hortikultura basis yang mempunyai pertumbuhan cepat di sebagian besar kecamatan adalah, a) komoditas pangan: ketela pohon, ketela rambat dan kacang hijau; b) komoditas sayur: cabai, kacang panjang, ketimun, terong, kangkung dan petai; c) komoditas buah: pepaya, mangga, nangka dan rambutan. Berdasarkan hasil analisis komponen pertumbuhan pangsa wilayah komoditas tanaman pangan dan hortikultura basis masing-masing kecamatan di Kabupaten Kebumen, komoditas tanaman pangan dan hortikultura basis yang mempunyai daya saing baik di sebagian besar kecamatan adalah, a) komoditas pangan: ketela pohon, kacang tanah dan kacang hijau; b) komoditas sayur: cabai, kacang panjang dan melinjo; c) komoditas buah: pisang, pepaya, mangga, nangka dan rambutan. Berdasarkan hasil analisis prioritas pengembangan komoditas tanaman pangan dan hortikultura basis masing-masing kecamatan di Kabupaten Kebumen, komoditas tanaman pangan dan hortikultura yang perlu dipertimbangkan untuk di kembangkan di tiap kecamatan di Kabupaten Kebumen adalah, a) komoditas pangan: ketela pohon, kacang hijau dan ketela rambat; b) komoditas sayur: cabai, kangkung, kacang panjang, dan petai; c) komoditas buah: nangka, pepaya, rambutan, bengkoang dan mangga. Berdasarkan hasil analisis, komoditas tanaman pangan dan hortikultura yang mengalami pergeseran prioritas pengembangan di sebagian besar kecamatan di kabupeten Kebumen adalah, a) komoditas pangan: ketela pohon dan kacang hijau; b) komoditas sayur: cabai, kangkung, kacang panjang dan petai; c) komoditas buah: pepaya, manga, rambutan dan nangka. | The successful implementation of regional autonomy is highly dependent on the region's ability to develop all the existing potential in the region. Optimization potential of the agricultural sector, especially food crops and horticulture can be done by prioritizing the development of agricultural commodities which are the basis in each district. The purpose of this study was to analyze food crops and horticulture base in each district in Kebumen, analyzing food crops and horticulture base that has a rapid growth in their respective districts in Kebumen, analyzing food crops and horticulture base that has good competitiveness in each district in Kebumen, analyzing food crops and horticulture base priority to be developed in each district in Kebumen, as well as knowing the shift of food commodities and horticulture base in the first period 2004-2008 and year The second period 2009-2013 in each district in Kebumen. The basic method used in this research is descriptive. Making method done purposively research area. The data used is secondary data which includes production data 20 food crops and hortikulturan which consists of six food commodities, commodities 7 vegetable and fruit commodities 7, and Kebumen in Figures 2004, 2008, 2009 and 2013. The data analysis method used namely LQ, shift share analysis, and combined LQ and Shift share. The results showed food crops and horticulture which are the basis in most of the districts in Kebumen is, a) food commodities: cassava, soybean and green beans; b) commodity vegetables: peppers, green beans, kale, banana and gnetum gnemon; c) commodity fruit: bananas, papaya, mango, jackfruit and rambutan. Based on the analysis component proportional growth of food crops and horticultural base of each district in Kebumen, food crops and horticulture bases that have rapid growth in most of the districts are, a) food commodities: cassava, sweet potatoes and green beans; b) commodity vegetables: peppers, beans, cucumbers, eggplant, spinach and banana; c) commodity fruits: papaya, mango, jackfruit and rambutan. Based on the analysis component of the region share growth of food crops and horticultural base of each district in Kebumen, food crops and horticulture base which has good competitiveness in most of the districts are, a) food commodities: cassava, peanuts and beans green; b) commodity vegetables: peppers, beans and gnetum gnemon; c) commodity fruit: bananas, papaya, mango, jackfruit and rambutan. Based on the analysis of priority development of food crops and horticultural base of each district in Kebumen, food crops and horticulture that need to be considered to be developed in every district in Kebumen is, a) food commodities: cassava, green beans and potatoes propagation; b) commodity vegetables: peppers, kale, beans, and banana; c) commodity fruit: jackfruit, papaya, rambutan, yam and mango. Based on the analysis, food crops and horticulture experienced a shift in development priorities in most districts in Kabupeten Kebumen is, a) food commodities: cassava and green beans; b) commodity vegetables: peppers, kale, beans and banana; c) commodity fruits: papaya, manga, rambutan and jackfruit. | |
| 3114 | 12929 | F1B111013 | PERAN DINAS PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN DAN KOPERASI KABUPATEN BANYUMAS DALAM MENGEMBANGKAN UMKM GULA KRISTAL DI KECAMATAN CILONGOK MENUJU UMKM YANG BERDAYA SAING | Penelitian ini berjudul “Peran Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Banyumas Dalam Mengembangkan UMKM Gula Kristal Di Kecamatan Cilongok Menuju UMKM Yang Berdaya Saing” Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara mendalam mengenai peran Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam mengembangkan UMKM Gula Kristal di Kecamtan Cilongok guna meningkatkan daya saing UMKM Gula Kristal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengambilan informan menggunakan purposive sampling. Dari teknik tersebut didapatkan sasaran penelitian, yaitu aparat Disperindagkop,Bappeda, Pemda, dan Lembaga lain yang ikut mengembangkan UMKM Gula Kristal seperti Koperasi Nira Satria, Pusat Pengembangan Produk Rakyat (P3R), Lembaga Penelitian, Pengembangan Sumberdaya dan Lingkungan Hidup (LPPSLH), kemudian beberapa pelaku UMKM Gula Kristal di kecamatan Cilongok. Untuk teknik validitas yang digunakan adalah triangulasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa peran Disperindagkop dalam pengembangan UMKM Gula Kristal secara umum belum maksimal. Hal ini terlihat dari banyaknya gejala-gejala yang ditemukan peneliti seperti implementasi program yang belum berjalan dengan baik, beberapa bantuan masih belum merata baik itu peralatan, kartu penderes, bibit, dll yang disebabkan karena kurangnya sumberdaya baik sumberdaya manusia,finansial,maupun non finansial serta manajemen pelaksanaan program yang belum baik. Selain itu beberapa fasilitas yang diberikan belum dapat dimanfaatkan secara maksimal yaitu seperti bantuan dana bergulir kemudian ada beberapa fasilitas yang tidak tepat dan ada yang sudah tidak difungsikan lagi seperti website. | This study, entitled "The Role of the Department of Industry, Trade and Cooperatives Banyumas In Developing SMEs crystal sugar In Disrict Cilongok Towards The Competitive SMEs" The purpose of this study is to describe and analyze in depth the role of Banyumas regency government in developing SMEs Cilongok sugar in the district in order to improve the competitiveness of SMEs sugar. This study used qualitative research methods. The technique of taking informants using purposive sampling. Of these techniques obtained research goals, namely officials in industry trade and cooperatives, Agency for planning and construction of bicycles, local government, and other institutions that participate in developing SMEs sugar such as Cooperative Nira Satria, Product Development Center of the People (P3R), Institute for Research, Development Resources and Environment (LPPSLH), then some SMEs sugar in the district Cilongok. For the validity of the technique used is triangulation. Results of this study concluded that Disperindagkop role in the development of SMEs in general sugar is not maximized. This is evident from the many symptoms found in research such as the implementation of a program that has not gone well, some relief is still not evenly distributed either equipment, card penderes, seeds, etc. due to lack of resources both human resources, financial or non-financial as well as management program that has not been good. In addition some of the facilities provided can not be fully utilized, namely as revolving funds then there are some facilities that are not right and there are already no longer functioned as a website. | |
| 3115 | 12930 | B1J011109 | Potensi Aspergillus niger dalam menurunkan konsentrasi zat warna limbah cair batik dengan miselium tersuspensi dan teramobil pada sistem inkubasi berbeda | Penurunan konsentrasi zat warna limbah cair batik menggunakan Aspergillus niger dapat dilakukan dengan dua cara yaitu menggunakan miselium tersuspensi (bebas) dan miselium teramobil (terlekat). Spons loofa merupakan material yang baik digunakan sebagai bahan pengamobil jamur karena mengandung lignin, selulosa dan hemiselulosa yang dapat berfungsi sebagai inducer dalam proses produksi enzim lignolitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh kombinasi perlakuan miselium tersuspensi-teramobil pada sistem inkubasi agitasi-statis dalam menurunkan konsentrasi zat warna limbah cair batik, dan 2) kombinasi perlakuan yang paling optimum dalam menurunkan konsentrasi zat warna limbah cair batik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2 x 2 yang terdiri atas 2 taraf. Perlakuan faktor I adalah kondisi miselium a). miselium tersuspensi, b). miselium teramobil dan faktor II adalah sistem inkubasi a). agitasi (dengan penggoyangan), b). statis (tanpa penggoyangan) dengan jumlah ulangan 5 kali. Parameter utama yang diamati adalah persentase penurunan konsentrasi zat warna limbah cair batik dan parameter pendukungnya adalah perubahan pH dan suhu sebelum dan sesudah perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada tingkat kesalahan 5% dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miselium A. niger dengan beberapa kombinasi perlakuan memberikan pengaruh terhadap penurunan konsenrasi zat warna limbah cair batik. Perlakuan miselium teramobil pada sistem inkubasi agitasi yang paling optimal dalam menurunkan konsentrasi zat warna limbah cair batik yaitu sebesar 97,90 % sehingga menghasilkan limbah cair batik yang lebih jernih. Kata kunci : Aspergillus niger, tersuspensi-teramobil, agitasi-statis, Konsentrasi zat warna limbah cair batik | Reduction the concentration of dye batik wastewater using Aspergillus niger can be done in two ways: using suspended mycelium and immobilized mycelium. Loofa sponge is a good material used as an ingredient immobilized fungus because it contains lignin, cellulose and hemicellulose that can serve as an inducer in the process of production of the enzyme lignolitik. The aims of this research are to know 1) the effect of combined treatment of suspended-immobilized mycelium on agitation-static incubation system in reducing the concentration of dye batik wastewater, and 2) the most optimum combination treatment in reducing the concentration of dye batik wastewater. This research used experimental method with a completely randomized design (CRD) 2 x 2 factorial design consisting of 2 level. As the treatment of the first factor is the condition of mycelium a). suspended mycelium, b). Immobilized mycelium and the second factor is the incubation system a). agitation (with shaker), b). Static (without shaker) the number of repeat 5 times. The main parameters measured were the perentage reduction in the concentration of dye batik wastewater and Suporters parameter are pH and temperature changes before and after treatment. Data were analyzed by analysis of variance (ANOVA) with an error rate of 5% and 1%. The results showed that the mycelium of A. niger with some combination treatment to give effect to the reduce of concentration of the dye batik wastewater. Immobilized mycelium in agitation incubation system the most optimal in reducing the concentration of dye batik wastewater is equal to 97.90% resulting batik wastewater of clearer. Keywords: Aspergillus niger, suspended-immobilized, agitation-static, the concentration of the dye batik wastewater. | |
| 3116 | 12894 | A1L011126 | PENGARUH MACAM ZAT PENGATUR TUMBUH (ZPT) DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK DAUN LIDAH MERTUA GIANT (Sansevieria masoniana Giant) | Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh jenis zat pengatur tumbuh (ZPT) auksin dan sitokinin terhadap pertumbuhan setek daun lidah mertua giant (Sansevieria masoniana Giant), 2) mengetahui pengaruh lama perendaman yang berbeda terhadap pertumbuhan setek daun lidah mertua giant (Sansevieria masoniana Giant), 3) mengetahui zat pengatur tumbuh (ZPT) dan lama perendaman yang memberikan hasil optimal bagi tingkat keberhasilan dan pertumbuhan setek daun lidah mertua giant (Sansevieria masoniana Giant). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Wiradadi, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas pada bulan Desember 2014 sampai dengan April 2015. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah macam zat pengatur tumbuh dengan tiga taraf, yaitu IAA (M1), IBA (M2) dan Sitokinin (M3). Faktor kedua adalah lama perendaman dengan tiga taraf, yaitu Kontrol (L1), 15 menit (L2), dan 30 menit (L3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Zat Pengatur tumbuh IAA dan Sitokinin tidak memberikan pengaruh terhadap jumlah akar. 2) Perlakuan kontrol memberikan hasil yang baik pada persentase keberhasilan setek hingga 100%. 3) Interaksi macam zat pengatur tumbuh dan lama perendaman tidak memberikan pengaruh yang baik pada pertumbuhan setek. | This research aims to investegated: 1) the influence of plant growth regulator types auxin and cytokinin on the growth of Mason’s Congo leaf cutting (Sansevieria masoniana Giant), 2) the influence of soaked duration on the growth of Mason’s Congo leaf cutting (Sansevieria masoniana Giant), and 3)the influence both interaction to get the optimum result and the growth itself. The research was conducted in Wiradadi Village, Sokaraja Sub-district, Banyumas from December, 2014 until April, 2015. The research used the Randomized Block Design (RBD) with 2 factors and 3 replications. The first factor was the plant growth regulator types with three levels: IAA (M1), IBA (M2), and Cytokinin (M3). The second factor was the varieties of soaked duration with three levels: control (L1), 15 minute (L2), and 30 minute (L3). Result of the research showed that: 1) IAA and Cytokinin hormone did not affected on amount of roots. 2) Control treatment showed the best for life persentage of cutting up to 100%. 3) The interaction of the plant growth regulator types and soaked duration did not affected on the growth of the Mason’s Congo (Sansevieria masoniana Giant) leaf cutting growth. | |
| 3117 | 12895 | H1A011023 | AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL DAUN MANGGA BACANG (Mangifera foetida L.)TERHADAP Enterobacter aerogenes DAN IDENTIFIKASI GOLONGAN SENYAWA AKTIFNYA | Enterobacter aerogenes merupakan bakteri penyebab berbagai macam infeksi. Salah satu pengobatan berbagai penyakit infeksi yaitu dengan pemberian antibiotik. Penggunaan antibiotik sintetik secara terus menerus dapat menyebabkan resistensi, sehingga untuk mengatasinya diperlukan pencarian bahan obat alami seperti ekstrak tanaman yang berpotensi sebagai antibakteri, salah satunya yaitu ekstrak daun mangga bacang (Mangifera foetida L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak daun mangga bacang sebagai antibakteri terhadap E. aerogenes, penentuan konsentrasi hambat tumbuh minimum (KHTM) dan mengidentifikasi golongan senyawa aktif dari ekstrak daun mangga bacang. Ekstrak daun mangga bacang diperoleh dengan cara maserasi menggunakan metanol. Ekstrak yang diperoleh diuji aktivitas antibakteri dengan menggunakan metode difusi sumur. Konsentrasi yang digunakan 1000 ppm, kontrol positif tetrasiklin 1000 ppm dan kontrol negatif aquades. Penentuan konsentrasi hambat tumbuh minimum menggunakan konsentrasi 1000 ppm, 500 ppm, 250 ppm, 125 ppm, 65 ppm, 30 ppm, 15 ppm, 10 ppm, 5 ppm. Ekstraksi daun mangga bacang menunjukan rendemen sebesar 10,61% (b/b) dan diameter zona hambat aktivitas antibakteri konsentrasi 1000 ppm sebesar 5,46 mm. KHTM ekstrak metanol daun mangga bacang terhadap E. aerogenes yaitu pada konsentrasi 5 ppm dengan diameter zona hambat sebesar 1,78 mm. Berdasarkan hasil uji fitokimia ekstrak metanol daun mangga bacang menunjukkan adanya senyawa golongan alkaloid, flavonoid, stereoid, polifenol, tanin, dan saponin. | Enterobacter aerogenes is causes various bacterium infections. One of the treatment of various infectious diseases is by antibiotics treatment. The long-term use of synthetic antibiotics causes antibiotic resistance, so that research exploration of new antibiotic is needed, such as plant extracts potentially as an antibacterial, one of them is leaves extract of mango bacang (Mangifera foetida L.). This study aimed to examine the potential of leaves mango bacang extract as an antibacterial againts E. aerogenes, the determination of minimum inhibition concentration (MIC) and active compounds of leaves mango bacang extract. Leaves mango bacang extract obtained methanol maceration. The extract obtained was tested antibacterial activity by using the diffusion wells method. Concentration used was 1000 ppm, tetracycline of 1000 ppm as positif control and aquades as negative control. The determination of MICwas used various concentrations of 1000 ppm , 500 ppm, 250 ppm, 125 ppm, 65 ppm, 30 ppm, 15 ppm, 10 ppm, and 5 ppm. The extraction mango bacang leaves with yielded 10.61 % ( b / b ) and diameter of zone of the antibacterial activity extract of 1000 ppm was 5.46 mm. The MIC of the methanol extract against E. aerogenes was 5 ppm with the zone diameter of 1.78 mm. Phytochemistry analysis of mango bacang leaves extract using methanol result the alkaloid, flavonoid, stereoid, catakin, tannin, and saponin. | |
| 3118 | 12896 | A1H011017 | RANCANG BANGUN DAN UJI PERFORMANSI TUGAL SEMI MEKANIS DENGAN PENAMBAHAN CONTROL MULTI SEED UNTUK PENANAMAN JAGUNG, KEDELAI, DAN PADI GOGO | Tanaman jagung, kedelai dan padi gogo merupakan tanaman biji-bijian yang pertumbuhannya diperlukan tanah yang cukup subur, gembur dan cukup unsur hara. Biji-bijian dikenal rakyat sebagai bagian dari makanan sehari-hari sejak 200 tahun. Namun, budidaya komoditas ini, khususnya pada kegiatan penanaman, masih dilakukan secara manual dengan metode tugal dan sebar, sehingga pengerjaannya masih memerlukan waktu lama dan biaya cukup mahal. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengembangkan desain tugal semi mekanis vertical sliding yang dapat digunakan untuk penanaman biji, 2) Membuat prototipe tugal semi mekanis dengan penambahan multi seed control agar dapat digunakan untuk 3 jenis biji (jagung, kedelai dan padi gogo), 3) Melakukan uji performansi untuk mengetahui hasil kerja dari tugal, dan 4) Mengetahui nilai beban operasi menggunakan mikrokontroler arduino uno R3. Alat tanam yang dirancang memiliki dua bagian utama, yaitu perangkat mekanis dan perangkat elektronika. Dimensi dari alat ini 106,7 x 9,0 x 17,4 (tinggi x lebar x panjang) dengan jarak tanam jagung 25 x 60 cm, kedalaman rata-rata 3,42 cm, % keberhasilan masuknya biji dalam lubang 78,1% dengan kapasitas efektif 0,032 ha/jam dan efisiensi lapang 80,06%. Sedangkan jarak tanam kedelai 20 x 40 cm, kedalaman rata-rata 3,04 cm, % keberhasilan masuknya biji dalam lubang 72,9% dengan kapasitas efektif 0,032 ha/jam dan efisiensi lapang 91,19%. Sedangkan jarak tanam padi gogo 20 x 20 cm, kedalaman rata-rata 1,40 cm, % keberhasilan masuknya biji dalam lubang 163,9% dengan kapasitas efektif 0,011 ha/jam dan efisiensi lapang 66,30%. Persentase kerusakan benih akibat mekanisme pengisian, penjatahan dan penjatuhan pada saat pengoperasian tugal sebesar 12,19% (jagung); 6,02% (kedelai); dan 3,98% (padi gogo). Hasil pengukuran beban operasi menggunakan load cell pada waktu 300 ms menghasilkan nilai beban maksimal operasi berturut-turut sebesar 99,08 N; 117,23 N; 128,60 N; dan 77,26 N. | Corn, soy bean and upland rice are a grain plants that need healthy soil, crumbly and enough nutrient growth. Grains are well known in public as part of everyday food since 200 years. However, cultivating the commodity, especially sowing activity, still manually done with dibble and spread method. So that the process is still require a long time and the cost is quite expensive. This research was aimed: 1) To develop a design of half-mechanical vertical sliding for grain planting, 2) To construct the prototype of half-mechanical dibble with adding multi seed control so it can be used for 3 kinds of grains (corn, soy bean and upland rice), 3) To do performance test to find out the working result of dibble, and 4) To find out operational load value using arduino uno R3 microcontroller. The designed planting tool has two main sections, that mechanical set and electronic set. The dimension for this tool is 106.7 x 9.0 x 17.4 cm (height x width x length) with planting distance for corn 25 x 60 cm, average depth 3.42 cm percentage of success for seed entering the hole 78.10% with effective capacity 0.032 ha/hour and field efficiency 80.06%. For soy bean the planting distance is 20 x 40 cm, average depth 3.04 cm, percentage of success for seed entering the hole 72.90% with effective capacity 0.032 ha/hour and field efficiency 91.19%. While upland rice has planting distance 20 x 20 cm, average depth 1.40 cm, percentage of success for seed entering the hole 163.90% with effective capacity 0.011 ha/hour and field efficiency 66.30%. Seed damage percentage from effect of filling mechanism, allotment and dropping while operating the dibble is 12.19% (corn), 6.02% (soy bean), and 3.98% (upland rice). Measurement result for operational load using load cell at time 300 ms resulting maximum operational load value consecutively 99.08 N, 117.23 N, 128.60 N, and 77.26 N. | |
| 3119 | 12887 | H1A011049 | DESAIN TURUNAN KALKON BARU SEBAGAI ANTIKANKER PAYUDARA BERDASARKAN MOLECULAR DOCKING | Penelitian ini dilakukan untuk menentukan senyawa turunan kalkon yang berpotensi sebagai antikanker payudara berdasarkan Molecular Docking. Protein yang digunakan yaitu 17beta-hidroksisteroid dehydrogenase dan ligan 20 senyawa turunan kalkon serta senyawa obat pembanding. Posisi pusat grid pada sisi aktif protein kanker payudara telah dilakukan penelitian sebelumnya yaitu pada leusin 149.X CB, serin 142.X OG, dan asparagine 152.X OD1. Software yang digunakan yaitu hyperchem, Gaussian03, Molden, Autodock Tools, Autodock4, dan chimera 1.5.3. Penelitian ini dilakukan dengan empat langkah yaitu pencarian kompleks protein-ligan 17beta-hidroksisteroid dehydrogenase dengan kode PDB 3HB4, optimasi struktur ligan dengan metode perhitungan AM1, molecular docking, dan pemilihan senyawa turunan kalkon sebagai antikanker payudara. Hasil docking turunan kalkon memiliki akivitas daya hambat terhapat protein 17beta-hidroksisteroid dehydrogenase memiliki nilai sebesar 4,41 × 10-6M sampai 2,4783 × 10-7M. Desain turunan kalkon baru (kalkon XVIII-XX) memiliki daya hambat yang kurang baik dibanding senyawa obat lainnya, memiliki nilai tetapan inhibisi 1,88 × 10-6M sampai 4,3989 × 10-7M. Hasil molecular docking didapatkan senyawa turunan kalkon sebagai antikanker payudara yaitu kalkon X memiliki tetapan inhibisi 2,4783 × 10-7M. | This study was conducted to determine the potential of chalcone derived compounds as breast anticancer based on Molecular Docking approach. 17β - hydroxysteroid dehydrogenase used as a protein and 20 ligand chalcone derivatives and comparator drug compounds . The position of the center of the grid on the active-site protein of breast cancer research has been done at leucine 149.X CB , serine 142.X OG , and asparagine 152.X OD1. Software used is hyperchem, Gaussian03, Molden, Autodock Tools, Autodock4, dand chimera 1.5.3 This study was carried out by four steps, namely the searching of protein-ligand complex 17β-hidroksisteroid dehydrogenase with code PDB 3HB4, ligand structure optimization by using AM1 calculation method, molecular docking, and the selection of compounds chalcone derivative as breast anticancer. The results docking chalcone derivatives have inhibitory effect on protein activity of 17β-hydroxysteroid dehydrogenase has a value of 4.41 × 2.4783 × 10-6M to 10-7M. The design of derivative new chalcone (chalcone XVIII-XX) have inhibitory compounds that are less well than other drugs, has a value of inhibition constant of 1.88 × 10-6M to 4.3989 × 10-7M. The results Molecular Docking is derivates chalcone as breast anticancer called chalcone X has an inhibition constant 2.4783 × 10-7M. | |
| 3120 | 12898 | C1B011036 | ANALISIS PENGARUH LIKUIDITAS, EFISIENSI OPERASIONAL, NPL, NIM DAN DER TERHADAP PROFITABILITAS BANK PERKREDITAN RAKYAT YANG TERDAFTAR DI OJK (Studi pada BPR di Wilayah Kerja OJK Purwokerto) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh LDR, ROA, NPL, NIM dan DER terhadap ROA. Penelitian ini dilakukan selama periode 2010-2013. Total sampel 17 BPR yang terdaftar di OJK yang diambil melalui purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah uji statistik dengan analisis regresi berganda dan pengujian hipotesis menggunakan uji t dan uji F, yang sebelumnya telah dilakukan uji asumsi klasik terlebih dahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NIM berpengaruh positif terhadap ROA, sedangkan BOPO dan DER berpengaruh negatif terhadap ROA.Variabel LDR dan NPL tidak berpengaruh terhadap ROA. Dan variabel yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap ROA adalah variabel BOPO. | This study aimed to analyze the effect of LDR, ROA, NPL, NIM and DER toward ROA. This research was conducted during the period 2010-2013. The total sample of 17 BPR that are listed in the OJK are taken through purposive sampling. The analysis technique used is statistical test with multiple regression analysis and hypothesis testing using the F test and t test, which had previously been performed classical assumption first. The results showed NIM had positive impact on ROA, and while BOPO and DER negative impact on ROA. LDR and NPL variables and no significant impact on ROA. And the variable that has the most dominant influence on ROA is variable BOPO. |