Artikelilmiahs

Menampilkan 3.241-3.260 dari 48.741 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
324113030H1K011017POTENSI METABOLIT SEKUNDER TERIPANG Actinopyga sp. SEBAGAI SUMBER SENYAWA ANTIKANKER TERHADAP SEL KANKER Widr DAN T47DTeripang Actinopyga sp. merupakan salah satu jenis invertebrata laut yang dikenal memiliki kandungan metabolit sekunder banyak diantaranya memiliki aktivitas farmakologi. Senyawa tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan dalam penyembuhan berbagai penyakit kronis. Kanker adalah salah satu penyakit kronis yang menyebabkan kematian utama di dunia, terutama kanker payudara dan kanker kolon. Obat-obat kemoterapeutik yang ada, memiliki efek samping yang dapat merusak sel sehat penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi teripang Actinopyga sp. dalam menghambat pertumbuhan sel kanker kolon (Widr) dan kanker payudara (T47D) serta mengetahui karakteristik ekstrak kasarnya. Uji antikanker dilakukan dengan uji sitotoksik metode MTT [3-(4,5-dimethylthiazol-2,5-diphenyl-tetrazolium bromide)] menggunakan sel Widr dan T47D. Karakterisasi ekstrak kasar dilakukan melalui uji fitokimia, Kromatografi Lapis Tipis (KLT), Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) dan Fourier Transform-Infrared (FT-IR) spectroscopy. Hasil uji sitotoksik memperlihatkan bahwa ekstrak teripang Actinopyga sp. memiliki aktivitas sitotolsik terhadap sel Widr dan T47D dengan nilai IC50 berturut-turut sebesar 55,93 dan 87,55 µg/mL. Hasil karakterisasi ekstrak menunjukkan adanya golongan senyawa alkaloid dan saponin pada uji fitokimia, selanjutnya profil KLT menghasilkan nilai Rf 0,05; 0,27; 0,79 dan 0,93. Profil KCKT menunjukan puncak utama dengan waktu retensi pada menit ke-4,609; 23,821 dan 25,217. Spektra IR menunjukkan kesesuaian dengan uji fitokimia bahwa ekstrak mengandung alkaloid dan saponin.Sea cucumber Actinopyga sp. is one of type marine invertebrates known to contain secondary metabolites, many of which have pharmacological activity. The compounds can be used as drugs in the treatment of various chronic diseases. Cancer is one of cronic disease that cause the death priority in the world, especially breast cancer and colon cancer. Current chemoterapeutic drugs for cancer have side effects that can damage healthy cell of sufferer. The aim of this research to know the potential of sea cucumber Actinopyga sp. againts Widr and T47D cell line, along to find out characteristic extract. Anticancer assay were test using cytotoxic assay MTT [3-(4,5-dimethylthiazol-2,5-diphenyl-tetrazolium bromide)] method toward Widr and T47D cell line. The characteristic extract was achieved by using phytochemical assay, Thin Layer Chromatography (TLC), High Performance Liquid Chromatography (HPLC) and Fourier Transform-Infrared (FT-IR) spectroscopy. The result showed that extract of Actinopyga sp. inhibit Widr cell line and T47D cell line with the IC50 value each 55,93 and 87,55 µg/mL. The result of characteristic extract showed that presents alkaloid and saponin with phytochemical assay, TLC profile showed Rf value, 0,05; 0,27; 0,79 and 0,93. Profile of HPLC showed the priority peak with retention time in 4,609; 23,821; and 25,217 minute. Spectra IR showed the suitability with phytochemical assay that extract contain alkaloid and saponin.
324213473F1J011028INTERNALISASI AJARAN MORAL PADA KENSHI SHORINJI KEMPOPenelitian ini mengkaji mengenai proses internalisasi ajaran moral pada kenshi shorinji kempo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses internalisasi ajaran moral di dojo UNSOED dan di dojo IAIN dan mengetahui manfaat belajar beladiri Shorinji Kempo. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Penelitian ini menggunakan 19 responden dengan metode wawancara, kuesioner, dan studi kepustakaan sebagai metode pengumpulan data. Hasil penelitiaan menunjukan bahwa proses internalisasi dilakukan oleh pelatih dengan cara memberi pemahaman kepada kenshi, kemudian menjelaskan makna falsafah, dan pelatih juga mengajarkan teknik. Manfaat latihan shorinji kempo yaitu 1) Selain menguasai waza, kenshi juga dapat menerapkan nilai moral berdasarkan beladiri Shorinji Kempo dalam kehidupan sehari-hari. 2) Kenshi memiliki pribadi yang lebih baik terutama kepada kepekaan terhadap lingkungan sekitar. 3) Kenshi mendapat kepercayaan diri, keberanian dan semangat, serta mengembangkan sifat kasih sayang dan sifat adil. Dilihat dari ketiga manfaat dapat disimpulkan bahwa Shorinji Kempo merupakan suatu kedisiplinan yang mengembangkan individu menjadi lebih baik. Hal ini dapat dilihat dari ajaran yang diberikan oleh pelatih sejalan dan sesuai dengan kaidah agama dan juga dapat diterapkan dikehidupan sehari-sehari.

This research discuss about the process internalization of morals teachings to kenshi shorinji kempo. The purpose from this research is to describe the process internalization of morals teachings in UNSOED dojo and IAIN dojo and to know the benefits of learning Shorinji Kempo self-defend. Research carried out a qualitative study that uses ethnographic approach. This research used 19 respondents with interviews, questionnaires, and literature study as data collection methods. These results indicate that the internalization process is done with the instructor give comprehension to kenshi, then explained the meaning of the philosophy, and teach techniques or movements. Shorinji kempo training benefits: 1) Beside getting better in techniques, kenshi can apply the value of moral in their daily activities. 2) Kenshi have a good personality especially to the sensitivity of the environment. 3) Kenshi have confidence, courage and spirit, as well as developing affectionate nature and the nature of the fair. From the three benefits can be concluded that Shorinji Kempo is a discipline to develop individual. It can be seen from the teachings given by the coach accordance with the rules of religion and also can be applied in everyday life.

324313031C1C011021PENGARUH FINANCE LITERACY, INFORMASI AKUNTANSI DAN KECAKAPAN MANAJERIAL TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN UMKM DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menggambarkan hubungan Finance Literacy, Informasi Akuntansi, dan Kecakapan Manajerial terhadap tingkat pendapatan UMKM, khususnya di sector jasa agen perjalanan. Sampel dipilih menggunakan sampling jenuh atau sensus yang berarti semua objek pada populasi dijadikan sampel. Uji kualitas data, uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, dan heterokedastisitas) dan regresi linier berganda sebagai metode analisisnya. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa besar tingkat pendapatan UMKM khususnya di biro perjalanan, dipengaruhi oleh semua faktor di atas (Finance Literacy, Informasi Akuntansi dan Kemampuan Manajerial). Seorang manajer sudah seharusnya tahu apa yang harus mereka lakukan untuk mendapatkan kenaikan pendapatan UMKM mereka. Implikasi: tiap pelaku UMKM harus selalu mengeri akan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik, bagaimana cara mengatur keuangan agar dapat tertata dan berputar dengan lancer dan menghasilkan suatu peningkatan pendapatan. Selanjutnya perlu diimbangi dengan terdapatnya pencatatan atau penggunaan informasi akuntansi agar turut mengembangkan usaha. Selain itu juga pelaku umkm harus dapat mengerti pola pengaturan karyawan yang baik agar diperoleh karyawan dan sumber daya perusahaan yang efektif dan berdayaguna yang dapat memberikan kontribusi positif dalam hal peningkatan pendapatan perusahaan.This study aims to analyze and to describe the relation of Finance Literacy, Accounting Information, and Managerial Capability when they gather influence rising a level of SMEs income, specially in travel agency. Sample was selected using separated sampling which means all objects on population were being sample. This research use data quality test, the assumptions of classical test (such as normality, multicolinearity, and heteroscedasticity) and multiple linear regression as its analysis method. The results of this research concluded that a rise of SMEs income specially in travel agency, was influenced by all factor above (Finance Literacy, Accounting Information and Managerial Capability). So that managers know what should they do to get the rising of their SMEs income. Implications: each SMEs must always understand the importance of good financial management, how to manage finances to be arranged and rotates smoothly and generate an increase in revenue. Furthermore, needs to be balanced with the presence of the recording or the use of accounting information in order to contribute to develop the business. In addition, the SMEs must be able to understand the pattern of setting a good employee in order to obtain the employee and the company's resources are effective and efficient that can make a positive contribution in terms of increasing the company's revenue.
324413032H1G011001KANDUNGAN TOTAL PETROLEUM HYDROCARBON PADA AIR, SEDIMEN, VEGETASI MANGROVE Rhizophora apiculata DAN Avicennia marina DI SEGARA ANAKAN CILACAPSegara Anakan Cilacap mendapatkan masukan limbah dari aktivitas industri minyak bumi yang mengandung hidrokarbon. Keberadaan hidrokarbon tersebut akan mencemari perairan, sedimen dan vegetasi mangrove. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan Total Petroleum Hydrocarbon (TPH) di air, sedimen, akar, batang, daun dan hubungan kandungan TPH di air dan sedimen dengan TPH di akar, batang dan daun R.apiculata dan A.marina. Metode yang dilakukan yaitu metode survey, dengan teknik pengambilan cluster with stratified sampling dan purposive random sampling pada 8 stasiun dengan 3 kali ulangan. Data di analisis secara deskriptif komparatif dan menggunakan regresi korelasi. Hasil penelitian menunjukkan kandungan TPH di air berkisar 12,36-54,67 mg/L, TPH di sedimen berkisar 9.987,28-29.326,67 mg/kg, TPH di akar R.apiculata dan A.marina berkisar 107,31-1.123,3 mg/kg dan 73,49-1.080,45 mg/kg, TPH di batang R.apiculata dan A.marina berkisar 52-702,28 mg/kg dan 50,11-615,23 mg/kg, TPH di daun R.apiculata dan A.marina berkisar 23,27-318,06 mg/kg dan 11,44-263,33 mg/kg. Berdasarkan hasil tersebut keberadaan TPH di air dan sedimen berpengaruh terhadap TPH di akar, batang dan daun R.apiculata dan A.marina.
Segara Anakan Cilacap has been supplied hydrocarbon pollution from oil industry discharge. The contamination of petroleum hydrocarbon would pollute the waters, sediment, and mangrove vegetation. This research aimed to determine TPH existence in water, sediment, roots, stems and leaves as well as to find out the correlation TPH among in water and sediment, with TPH in the roots, stems, and leaves R.apiculata and A.marina. Survey method has been conducted using cluster with stratified sampling and purposive random sampling of 8 stations with 3 replicate. Data was analyzed using descriptive comparative and correlation regression. The results showed that the TPH content of water ranged 12,36-54,67 mg/L, TPH content of sediment 9.987,28-29.326,67 mg/kg, TPH content of roots R.apiculata and A.marina 107,31-1.123,3 mg/kg dan 73,49-1.080,45 mg/kg, TPH content of stems R.apiculata and A.marina 52-702,28 mg/kg dan 50,11-615,23 mg/kg, TPH content of leaves R.apiculata and A.marina 23,27-318,06 mg/kg dan 11,44-263,33 mg/kg. Based on the finding research was concluded existence TPH in water and sediment affect TPH in the roots, stems and leaves R.apiculata and A.marina.
324513034H1H011019IDENTIFIKASI GEN HORMON GONADOTROPIN II β PADA IKAN NILEM (Osteochilus hasselti)
Reproduksi pada ikan dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang mengontrol pembentukan hormon reproduksi. Hormon gonadotropin (GTH) adalah salah satu hormon yang berperan dalam proses reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui struktur gen hormon gonadotropin II β (GTH-II β) pada ikan nilem (Osteochilus hasselti). Sampel DNA diisolasi dari otak ikan nilem dan digunakan dalam amplifikasi PCR lalu hasil amplifikasi dilakukan elektroforesis, setelah itu hasil amplifikasi disekuensing dan analisis sekuen. Hasil dari penelitian ini adalah gen GTH-II β berhasil di identifikasi dari ikan nilem dan memiliki kesamaan dengan ikan karper (Cyprinus carpio, X59889.1), ikan komet (Carrasius auratus, AB015596.1) dan ikan mas (Ctenopharyngodon idella, EF194763.1) dengan panjang sekuen yaitu 522 dengan 2 daerah ekson dan 1 daerah intron. Struktur dari gen hormon GTH-II β dari ikan nilem (Osteochilus hasselti) memiliki 12 residu sistein dan satu daerah N-glycosylation.Reproduction in fish are influenced by environmental factors that control the formation of reproductive hormones. Gonadotropin hormone (GTH) is a hormone that plays a role in reproduction. This study aimed to identify and understand the gene structure of gonadotropin II β hormone (GTH-II β) in hard-lipped barb (Osteochilus hasselti). DNA sample was isolated from brain and used in PCR and the amplification product was electrophoryzed, after that product of amplification was sequenced and the sequence was analyzed. Results from this study is GTH-II β gene was identified from hard-lipped bard and has similarities to carp (Cyprinus carpio, X59889.1), goldfish (Carrasius auratus, AB015596.1) and carp (Ctenopharyngodon idella, EF194763. 1,) the length of sequence is 522 with two exon and one intron region. The structure of gene GTH-II β hormone of hard-lipped barb (Osteochilus hasselti) has 12 cysteine residues and one N-glycosylation region.
324613040A1M011017PENGARUH VARIASI MEDIA PERENDAM UBI KAYU DENGAN KADAR HCN BERBEDA TERHADAP PERUBAHAN KIMIA PADA PEMBUATAN TEPUNG UBI KAYUUbi kayu dibedakan menjadi 2 macam yaitu ubi kayu manis (HCN<50 ppm) dan ubi kayu pahit (HCN>50 ppm). Salah satu olahan ubi kayu yaitu tepung ubi kayu. Pembuatan tepung ubi kayu dengan menggunakan media perendam yang berbeda dilakukan untuk mengetahui penurunan HCN maksimal. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh : 1) perendaman dari jenis ubi kayu HCN rendah dan ubi kayu HCN tinggi; 2) pengaruh media perendam berbeda (akuades, larutan NaCl 5%, dan larutan soda kue pH 9) terhadap penurunkan kadar HCN secara optimal. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diteliti adalah jenis ubi kayu (B) terdiri atas : ubi kayu dengan HCN rendah (B1), dan ubi kayu dengan HCN tinggi (B2); dan jenis bahan perendam (P) terdiri atas : akuades (P1), larutan NaCl 5% (P2), dan larutan soda kue pH 9 (P3). Diperoleh 6 kombinasi perlakuan dengan 4 kali ulangan sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Variabel kimia yang diamati meliputi kadar air, kadar abu, kadar HCN, kadar total asam tertitrasi dan kadar total padatan terlarut. Hasil penelitian terbaik dilihat dari penurunan kadar HCN tertinggi adalah tepung ubi kayu B2P2 (ubi kayu HCN tinggi dengan perendaman dalam larutan NaCl 5%). Tepung ubi kayu B2P2 ini mengalami penurunan kadar HCN sebesar 95,92% dari ubi kayu segar dan memiliki kadar air 4,72%bb; kadar abu 1,04%bb (1,09%bk); kadar HCN 8,91 ppm bb (9,34 ppm bk) bb; kadar total asam tertitrasi 0,0634%bb (0,067%bk); dan kadar total padatan terlarut 18,23%bb (19,00%bk)Cassava is divided into 2 kinds i.e. sweet cassava (HCN<50 ppm), and bitter cassava (HCN> 50 ppm). One of the products of cassava processing is cassava flour. The variaus soaking media were used for decreasing maximum HCN content of cassava.. This study was aimed to know : 1) soaking effect of low HCN cassava and high HCN cassava to product cassava flour; 2) effect of different soaking media (aquadest, NaCl solution of 5%, baking soda solution media pH 9) to HCN decreasing. This study used a randomized block design (RBD). The research factors were type of casava (B) i.e. low HCN cassava (B1) and high HCN cassava (B2); and soaking media (P) i.e. aquadest (P1 ; control), NaCl solution of 5% (P2), and baking soda solution pH 9 (P3). These were obtained 6 combination treatments with 4 replicates therefore obtained 24 units experiment. The chemical variable observed were water content, ash content, HCN content, total of acid content, and soluble total solid content. The result showed that the best treatment combination was cassava flour B2P2 (high HCN cassava and NaCl solution of 5%. The cassava flour was decreasing its HCN content up to 95,92% compared to fresh cassava. The cassava flour had water content of 4.72 %db; ash content of 1.04 %db (1.09 %wb); HCN level of 8.91 ppm db (9.34 ppm wb); total acid content of 0.0634 %db (0.067 %wb); and soluble total solid content of 15.23 %db (19.00 %wb)
324713056E1A011234ANALISIS KEWENANGAN PENGADILAN NEGERI JAKARTA PUSAT TERHADAP PERMOHONAN PEMBATALAN PUTUSAN ARBITRASE INTERNASIONAL

(Studi Putusan Mahkamah Agung No. 631 K/Pdt.Sus/2012 Junto No.126/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Pst)
Arbitrase adalah salah satu cara penyelesaian suatu sengketa perdata di luar peradilan umum yang didasarkan pada perjanjian arbitrase yang dibuat secara tertulis oleh para pihak yang bersengketa. Dalam perkara antara Harvey Nichols and Company Limited melawan PT Hamparan Nusantara dan PT Mitra Adi Perkasa Tbk, ketika putusan arbitrase sudah dijatuhkan di London, Inggris dan segera dilaksanakan, putusan tersebut dimintakan pembatalan pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum Hakim dalam Putusan Mahkamah Agung No.631/K/Pdt.Sus/2012 yang membatalkan Putusan Sela Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No.126/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Pst tentang permohonan pembatalan Putusan Arbitrase Internasional dan untuk mengetahui kewenangan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam hal pembatalan Putusan Arbitrase Internasional. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan teknik pengumpulan bahan hukum yang diperoleh dengan cara melakukan inventarisasi peraturan perundang-undangan. Bahan-bahan penelitian yang diperoleh akan disajikan dalam bentuk teks deskriptif dan bahan hukum yang diperoleh akan dianalisis secara kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan Putusan No.126/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Pst, Majelis Hakim telah menyatakan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat berwenang memeriksa dan mengadili permohonan pembatalan Putusan Arbitrase Internasional, namun berdasarkan UU No. 30 Tahun 1999, alasan-alasan pembatalan putusan arbitrase yang hanya terbatas pada lingkup nasional dan berdasarkan Konvensi New York 1958 menyatakan bahwa kewenangan pembatalan Putusan Arbitrase Internasional tidak dapat dilakukan oleh pengadilan di Negara yang tidak memutuskan putusan arbitrase tersebut, sehingga Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tidak memiliki kewenangan membatalkan.

Arbitration is one way to solve a civil dispute in the public courts that is based on the arbitration agreement made in written way by dispute parties. In a case between Harvey Nichols and Company Limited against PT Hamparan Nusantara and PT Mitra Adi Perkasa Tbk, the arbitration decision was canceled in the Court of Central Jakarta, when it was implemented soon in London, England.
This research aimed to determine the legal considerations of Judges in the Supreme Court decision Number 631/K/Pdt.Sus/2012 which canceled an Interlocutory Court of Central Jakarta Number 126/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Pst on cancellation application of International Arbitration Desicion and to determine the authority of Central Jakarta State Court in the Cancellation of International Arbitration desicion. The research used juridical normative methods and collection techniques of law materials obtained by conducting legislation inventory. The research materials will be served in descriptive text form and the law materials will be analyzed by qualitatively.
The result showed that the desicion Number 126/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Pst, the panel of judges have declared that Central Jakarta State Court authorized to investigate and prosecute the Cancellation application of International Arbitration Desicion, however based on Law Number 30 in 1999, the Cancellation reasons of arbitration decision that was limited to the national level and based on Convention of New York in 1958 stated that the Cancellation authority of International Arbitration Desicion could not be done by a court in the country which did not decide the arbitration decision. Therefore, Central Jakarta State Court did not have an authority to cancel it.
324813080G1A011064PERBANDINGAN UJI DIAGNOSIS BURROW INK TEST DENGAN SKIN SCRAPPING PADA PENEGAKAN DIAGNOSIS PENYAKIT SKABIES DI SMP ISLAM ANDALUSIA KEBASEN BANYUMASLatar Belakang. Skabies merupakan masalah kesehatan yang ditemukan hampir di seluruh dunia. Prevalensi skabies yang tinggi umumnya ditemukan salah satunya di pesantren. Diagnosis dini skabies sangat penting, karena terlambatnya diagnosis dapat memperparah penyakit dan penyebaran tungau ke individu lain. Burrow ink test adalah tes yang sederhana, murah, cepat dan noninvasif yang dapat digunakan untuk skrining pasien skabies dalam jumlah besar
Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil uji diagnostik berupa nilai sensitivitas dan spesifisitas burrow ink test.
Metode. Penelitian ini merupakan penelitian uji diagnostik dengan rancangan penelitian observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil secara total sampling dari siswa-siswi tahun ajaran 2015/2016 SMP Islam Andalusia Kebasen Banyumas. Sampel berupa 69 lesi skabies diambil dari 48 orang siswa-siswi yang sudah positif dalam diagnosis presumtif skabies. Sampel kemudian dites dengan burrow ink test yang langsung dikonfirmasi dengan uji skin scrapping. Kemudian dilakukan uji diagnosis dengan membandingkan hasil burrow ink test dan hasil skin scrapping
Hasil. Didapatkan nilai sensitivitas pada burrow ink test sebesar 88,57%, nilai spesifisitas burrow ink test sebesar 52,94%, nilai duga negatif burrow ink test sebesar 81,82% dan nilai duga positif burrow ink test sebesar 65,96%
Kesimpulan. Burrow ink test memiliki sensitivitas yang tinggi dengan spesifisitas rendah dan cocok dijadikan sebagai alat skrining deteksi dini skabies
Background. Scabies is a health problem that is found almost all over the world. High prevalence of scabies are generally found in such as a boarding schools. Early diagnosis of scabies is one thing that is very important, because of the delay in diagnosis may aggravate the disease and the spread of mites to other individuals. Burrow ink test is one test that is simple, inexpensive, rapid and noninvasive which can be used for screening large number of scabies patients.
Objective. This study aimed to determine the results of diagnostic test which consist of sensitivity and specificity of burrow ink test.
Methods. This study was a diagnostic test with analytic observational study design and cross-sectional approach. Samples were taken by total sampling of all students in SMP Islam Andalusia Kebasen Banyumas school year 2015/2016. Samples of 69 scabies lesions were taken from 48 students that had already positive in the scabies presumptive diagnosis. After that samples were tested using burrow ink test and then confirmed by skin scrapping test. Then the diagnostic test performed by compare the results of burrow ink test and skin scrapping.
Results. Sensitivity values obtained at burrow ink test was 88.57%, the specificity of burrow ink test was 52.94%, negative predictive value of burrow ink test was 81.82% and positive predictive value of burrow ink test was 65.96%.
Conclusions. Burrow ink test has a high sensitivity levels with low specificity level and suitable as a screening tool for early detection of scabies.
324913035H1K011003POLA SEBARAN SEDIMEN LAYANG DI PELABUHAN CIREBON, JAWA BARATPelabuhan Cirebon merupakan salah satu pelabuhan bongkar muat besar di Jawa Barat. Permasalahan utama di Pelabuhan tersebut yaitu terjadinya pendangkalan alur pelayaran akibat dari adanya sedimentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi batimetri, pola arus dan pola sedimen layang di perairan Pelabuhan Cirebon. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari data pengukuran batimetri, sedimen layang dan arus laut yang dilakukan oleh PT. Pelabuhan Indonesia II pada tahun 2011. Metode penelitian adalah metode survei dan deskriptif . Pembuatan peta batimetri, pola pergerakan arus dan pola pergerakan sedimen layang menggunakan program Global Mapper dan Surfer 09. Hasil penelitian menunjukan bahwa kedalaman alur pelayaran Pelabuhan Cirebon bervariasi dengan kisaran kedalaman 1- 8m. Konsentrasi sedimen layang di perairan pelabuhan Cirebon pada kondisi surut berkisar antara antara 5mg/L - 33mg/L, sedangkan pada saat pasang berkisar antara 1 mg/L - 23 mg/L yang bergerak mengikuti arah arus. Kecepatan arus di perairan pelabuhan Cirebon berkisar antara 0,29 cm/s – 26,98 cm/s. Pola pergerakan arus yang membawa sedimen saat pasang menuju ke arah Barat dan Barat Laut, sedangkan saat surut menuju ke arah Timur dan Tenggara.Cirebon port is one of large port in West Java. The main problem in the port is silting due to sedimentation. This study purposed to determine the condition of bathymetry, pattern of current and suspended sediment in waters of the Cirebon Port. The data used in this research are bathymetric survey data, ocean current data and concentration of suspended sediment in the year 2011 that was measured by PT. Pelabuhan Indonesia II. Survey method and descriptive method used in this study. Bathymetry map, current and suspended sediment movement patterns created by using Global Mapper program and Surfer 9. The results showed that the depth of Cirebon port in the range of 1-8 m. The concentration of suspended sediment in the water at low tide conditions ranging between 5mg / L - 33mg / L, where as at high tide ranges between 1 mg/L - 23 mg/L moving in the direction of current. Current velocity in waters off the Cirebon Port ranged from 0,29 cm/s – 26,98 cm/s. Current movement patterns that bring sediment tide toward the West and Northwest, while at low tide towards the East and Southeast.
325013036C1C011043PENGARUH SUMBER DAYA MANUSIA, PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN PENGAWASAN KEUANGAN TERHADAP KETERANDALAN DAN KETEPATWAKTUAN PELAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BANYUMASTujuan dari penelitian ini adalah menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi keandalan dan ketepatan waktu pelaporan keuangan di Banyumas Pemerintah Daerah. Ada tiga faktor yang merupakan efek dari sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, dan pemantauan keuangan. Penelitian ini menggunakan 50 karyawan sebagai responden. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling, berdasarkan pada kriteria bahwa yang telah ditentukan sebelumnya. Data dalam penelitian ini yang terdiri dari data primer diambil dari responden dan data sekunder melalui dokumentasi. untuk memecahkan masalah penelitian, hipotesis diuji dengan menggunakan SPSS 18 dengan Regresi Linear.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi dan monitoring keuangan mempengaruhi peningkatan keandalan dan ketepatan waktu pelaporan keuangan pemerintah daerah. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi dan monitoring keuangan secara simultan mempengaruhi peningkatan keandalan dan ketepatan waktu pelaporan keuangan pemerintah daerah.
The purpose of this research is determining the factors that influence the reliability and timeliness of financial reporting in Local Government Banyumas . There are three factors that is the effect of human resources, utilization of information technology, and financial monitoring. The research used 50 employees as respondents. The data collecting method used in this research is purposive sampling method, based on the criterion that the which has been determined before. The Data in this research that consist of primary data is taken from respondents and secondary data through documentation. to solve the research problem, hypotheses are tested using SPSS 18 with Multiple Linear Regression.
The results of this research shows that human resources, utilization of information technology and financial monitoring affect the increased reliability and timeliness of financial reporting of local government. The results also show that human resources, utilization of information technology and financial monitoring simultaneously affect the improvement of the reliability and timeliness of financial reporting of local government.
325113037H1D011027PENGARUH BENTUK PENAMPANG ABUTMEN TERHADAP KEDALAMAN GERUSAN DI SEKITAR ABUTMEN JEMBATANSungai sangat penting peranannya bagi kehidupan manusia. Kenyataan ini dapat dilihat dari pemanfaatan sungai yang makin lama makin komplek, mulai dari sarana transportasi,sumber air baku, sumber tenaga listrik dan sebagainya. Gerusan (scouring) merupakan suatu proses alamiah yang terjadi di sungai sebagai akibat pengaruh morfologi sungai atau adanya bangunan air ( hydraulic structure). Bangunan seperti abutmen dapat merubah pola aliran, sehingga secara umum dapat menyebabkan terjadinya gerusan lokal.
Penelitian gerusan di sekitar abutmen dilakukan di Laboratorium Hidraulika Jurusan Teknik Sipil Universitas Jenderal Soedirman menggunakan alat flume dengan panjang 5 m, tinggi 0.25 m dan lebar 0.15 m dengan kondisi aliran seragam. Penelitian tentang pola gerusan di sekitar abutmen dengan berbagai bentuk penampang abutmen dilakukan untuk mempelajari pengaruh bentuk penampang abutmen terhadap pola gerusan dan besarnya kedalaman gerusan yang terjadi. Model abutmen yang digunakan untuk percobaan terdiri dari 3 tipe yaitu tipe vertical wall dengan panjang = 0,04 m; lebar = 0,04 m; dan tinggi = 0,22 m , tipe spill through dengan panjang = 0,04 m; lebar atas = 0,02 m; lebar bawah = 0,04 m; tinggi = 0,22 m, dan tipe semi-circular-end abutment dengan panjang = 0,04 m, lebar = 0,04 m dan tinggi = 0,22 m. Material yang digunakan berupa pasir yang lolos saringan No.20 dan tertahan saringan No.200. Model diuji selama 15 menit untuk setiap kali running. Penelitian ini dilakukan dengan kondisi aliran clear water scour.
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa gerusan maksimum pada permodelan vertical wall abutment, spill through abutment, dan semi-circular-end abutment untuk debit 0,45 l/d adalah sebesar -0,50 cm, -1,26 cm, dan -0,38 cm. Sedangkan untuk debit 0,61 l/d sebesar -1,91 cm, -1,86 cm, dan -1,70 cm. Untuk debit 0,79 l/d masing-masing bernilai -2,35 cm, -1,47 cm, dan -2,12 cm. Dari hasil tersebut didapatkan bahwa permodelan vertical wall abutment kurang efektif digunakan karena mengalami gerusan maksimum paling besar dibandingkan bentuk abutmen lainnya
ABSTRACT
River is important for human life. This fact can be seen from the use of the river are increasingly complex, for transportation, sources of raw water, the source of electric power,etc. Scouring is a natural process that occurs in the river as a result of the morphology influence of the river or caused by hydraulic structure. Buildings such as abutments can change the flow pattern, so in general can cause scouring.
Research about scouring around the abutments carried out in the Laboratory of Hydraulics Department of Civil Engineering Jenderal Soedirman University using a flume with a length of 5 m, height 0.25 m and width 0.15 m with an uniform flow conditions. Research about the pattern of scouring around the abutments with various shape of abutments carried out to know the effect of abutments shape towards the pattern of scouring and the scour depth that occurred. Model ofmabutments were used for the experiment consists of 3 types: type vertical wall with a length = 0.04 m; width = 0.04 m; and height = 0.22 m, the type of spill through the length = 0.04 m; top width = 0.02 m; bottom width = 0.04 m; height = 0.22 m, and the type of semi-circular-end abutment with a length = 0.04 m, width = 0.04 m and height = 0.22 m. Materials which used in this research is the form of sand sieve No. 20 and retained in No.200. The model was tested for 15 minutes for each time running. This research was conducted with the flow of clear water scour conditions.
The result showed that the maximum scouring on the vertical wall abutment, spill through abutment, and semi-circular-end abutment for rate of flow 0.45 l/s is -0.50 cm, -1.26 cm, and -0.38 cm. And then for rate of flow 0.61 l/s is -1.91 cm, -1.86 cm, and -1.70 cm. And the scour depth for rate of flow 0.79 l/s is -2.35 cm, -1.47 cm, dan -2.12 cm. Those result showed that modeling of vertical wall abutment is not effective to used because it was getting the highest maximum scouring than the other modeling.
325213038H1F011037GEOLOGI DAN STUDI POTENSI SUMBERDAYA CBM (COAL BED METHANE) LAPANGAN “LSD” DAN SEKITARNYA PADA FORMASI WARUKIN CEKUNGAN BARITO PROVINSI KALIMANTAN SELATANDaerah penelitian terletak pada daerah onshore pada Cekungan Barito Provinsi Kalimantan Selatan. Pada Cekungan Barito terdiri dari beberapa Formasi batuan. Salah satu contoh adalah Formasi Warukin (Miosen Tengah) yang merupakan salah satu Formasi pembawa batubara selain Formasi Tanjung. Pada Formasi Warukin, diketahui memiliki potensi keterdapatan CBM dikarenakan faktor kedalaman yang termasuk kedalam syarat terbentuknya CBM. Formasi Warukin terdiri dari litologi berupa batupasir, shale, dan batubara. Analisa yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pembagian fase sikuen stratigrafi menggunakan data 3 log sumur pada lapangan LSD. Selain itu, analisa yang dilakukan mencakup jenis rekahan melalui FMI Log. Berdasarkan geologi regional, struktur yang berkembang berupa sesar naik, sesar normal, dan patahan. Struktur yang berkembang pada daerah penelitian memiliki orientasi NE-SW. Lingkungan pengendapan daerah penelitian termasuk kedalam Transitional Lower Delta Plain. Pembagian Sikuen Stratigrafi pada daerah penelitian dibagi menjadi SB 1, TS 1, MFS 1, SB 2, TS 2, MFS 2, TS 3.
Total sumberdaya CBM yang diketahui di daerah penelitian dilakukan menggunakan luas area dari metode USGS. Secara keseluruhan, total sumberdaya CBM di daerah penelitian sebesar 0.192744017 Tcf.
The research area is located in the onshore areas in Barito Basin of South Kalimantan Province. In the Barito Basin consists of several rock formations. An example is Warukin Formation (Middle Miocene), which is one of Formation coal carrier in addition to the Tanjung Formation. At Warukin Formation, known to have the potential for CBM occurrences due to factors that included into the depths of CBM formation requirements. Warukin formation lithology consists of sandstone, shale, and coal. The analysis performed in this research is a division of stratigraphy sequence phase that use 3 log of wells data in LSD field. In addition, the analysis carried out include the type of fracture through the FMI log. Based on regional geology, structures that develop in the form of reverse fault, normal fault, and the fault. Structures that developed in the research area has a NE-SW orientation. Depositional environment research areas included into the Transitional Lower Delta Plain. The division of stratigraphy sequence in the research area was divided into SB 1, TS 1, MFS 1, SB 2, TS 2, MFS 2, TS 3.
Total CBM resources that are known in the research area is done by using a wide area of methods USGS. Overall, total of CBM resources in the research area is 0.192744017 Tcf.

Keywords : Coal Bed Methane (CBM), coal, sequence stratigraphy sequence, geomechanics, Circular USGS
325313057C1A008070Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Tembakau Di Kecamatan Kledung, Kabupaten TemanggungPenelitian ini berjudul “Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Tembakau Di Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung”. Tujuan penelitian ini untuk: (1) Untuk menganalisis pengaruh luas lahan, bibit, pupuk kandang, pupuk ZA, tenaga kerja dan lama usaha terhadap Produksi petani tembakau di Kecamatan Kledung Kabupaten Temanggung. (2) Untuk menganalisis elastisitas produksi tembakau di Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung.Jenis penelitian ini adalah penelitian survei, sedangkan metode pengambilan sampel menggunakan metode Stratified random sampling, sehingga didapatkan sebanyak 93 responden yang adalah petani tembakau di Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan logaritma natural.
Dari hasil penelitian menggunakan regresi linear menunjukkan bahwa: Luas lahan,bibit,pupuk kandang,pupuk ZA, tenaga kerja dan lama usaha secara bersama-sama memiliki pengaruh positif terhadap produksi tembakau di Kecamatan lkedung,kabupaten temanggung. Secara parsial variabel luas lahan dan bibit, terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut berperan penting dalam menentukan hasil produksi tembakau. Sedangkan variabel pupuk kandang,pupuk ZA, tenaga kerja dan lama usaha berpengaruh positif namun tidak signifikan. Meski tidak signifikan keempat variabel tersebut tetap memiliki peran dalam memproduksi tembakau, sehingga perlu diperhatikan.
Implikasi dari penelitian ini adalah, petani perlu meningkatkan jumlah bibit, karena terbukti pengaruhnya positif dan signifikan. Sementara Penggunaan pupuk kandang, pupuk ZA dan tenaga kerja disesuaikan dengan kebutuhan dan skala produksi yang diharapkan agar hasil produksi dapat optimal .
Penggunaan Bibit sebaiknya tetap dipertahankan atau ditingkatkan, karena menurut statistik faktor produksi bibit memiliki nilai elastisitas yang paling besar. Dan untuk jenis bibit yang digunakan, petani diharapkan mampu memilih bibit yang tepat untuk lahan mereka dan perkiraan keadaan cuaca pada musim tersebut.
The title of this research is “Factors Affecting the Production of Tobacco In Sub-District Kledung , the District of Temanggung. The purposes of the research are: (1) to find out how land area, seeds, organic fertilizer, ZA fertilizer, labors and the the amount of working time affect tobacco farmers production in the Sub-District of Kledung, the District of Temanggung. (2) To analyze the elasticity of tobacco production in the Sub-District of Kledung, the District of Temanggung. The type of this research is survey research while the method of sample obtaintment is Stratified random sampling method, hence 93 respondents are obtained. The method of analysis employed is multiple linear regression analysis with natural logarithm
Employing linear regression method, the result of the research shows that: land area, seeds, organic fertilizer, ZA fertilizer, labors and the the amount of working time simultaneously have positive effects towards tobacco production in the Sub-District of Kledung, the District of Temanggung. Partially, land area and seeds variable are proven to have positive and significant effects. It shows that those two variables play great roles in affecting the production of tobacco. Meanwhile, organic fertilizer, ZA fertilizer, labor and the amount of working variables have positive but insignificant effects. In spite of being insignificant both of those four variables still have roles in tobacco production, hence they need to be considered.
The implication of this research is that farmers need to add more seeds, because from the facts, it is proven that the effects are positive and significant. Meanwhile, the application of organic fertilizer, ZA fertilizer, the exertion of labors and amount of working time should be adapted with the needs and production scales expected in order to obtain optimal production result.
The application of seeds should be maintained or improved, because, according to the statistics, seeds production factor has the greatest elasticity value. Moreover, for the type of seeds used, farmers are expected to be capable of picking the right ones suitable for their lands and the prediction of the weather during the considered season.
325413039H1F011061GEOLOGI DAN STUDI SISTEM PANAS BUMI LAPANGAN "FR", JAWA BARAT, DENGAN METODE GAYABERAT DAN GEOLISTRIKLapangan panas bumi “FR” terletak di Provinsi Jawa Barat dan berada dalam lingkungan kompleks gunungapi Kuarter dari Zona Bandung. Aktivitas kompleks vulkanisme sangat berperan dalam sistem panas bumi di daerah penelitian, yang membentuk sistem panas bumi dominasi uap. Penggambaran struktur bawah permukaan sangatlah penting untuk mengetahui bentukan sistem panas bumi yang berkembang, maka diperlukanlah studi lebih lanjut untuk mengetahui gambaran bawah permukaan di daerah ini. Metode yang dapat digunakan untuk memberikan informasi bawah permukaan adalah metode gayaberat dan geolistrik, metode gayaberat memberikan informasi kontras densitas antar batuan yang dapat digunakan untuk memetakan intrusi dan struktur geologi secara umum, metode geolistrik digunakan untuk mengetahui kedalaman dari lapisan yang ada dibawah permukaan berdasarkan tahanan jenisnya yang berkaitan dengan proses alterasi hidrotermal. Analisis petrografi dan X-Ray Diffraction dilakukan untuk mengkorelasikan data geologi dan geofisika. Analisa geologi dilakukan menggunakan sample cutting sumur KMJ-X. “FR” geothermal field located in West Java Province and complex of Quarternary volcanic from Bandung Zone. Volcanic complex activity has great contribution in geothermal systems in this area that formed vapor-dominated systems. Subsurface modeling has important role to understand development of geothermal systems in this area, therefore it’s necessary to study the subsurface model in this area further. The methodologies that be use in provide subsurface imaging is gravity method and direct current method, gravity method yield useful information about density contrast among rock unit that can be used to map intrusion and geological structure in general, direct current method conduct to inform about resistivity layer beneath the surface that related to hidrothermal alteration processes. Petrographic and X-Ray Diffraction analysis conducted to correlate between geological and geophysical data. Geological analysis conducted of the cutting sample from well KMJ-X.
325513042A1C011045Studi Komparatif Usaha Tani Padi Sawah dan Jagung di Kecamatan Sumbang Kabupaten BanyumasTanaman padi adalah tanaman penghasil beras yang digunakan sebagai bahan pangan utama hampir 90 persen penduduk Indonesia. Kecamatan Sumbang mempunyai kondisi alam yang sangat mendukung untuk usahatani padi sawah namun hasil produksi usahatani padi sawah mengalami penurunan. Petani lebih memilih menanam komoditas tanaman pangan lain yaitu jagung. Perawatan yang intensif dan biaya produksi yang tinggi menjadi alasan petani di Kecamatan Sumbang untuk lebih memilih menanam jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani padi sawah dan jagung, membandingkan pendapatan usahatani padi sawah dengan usahatani jagung dan membandingkan efisiensi usahatani padi sawah dengan usahatani jagung di Kecamatan Sumbang.
Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Penelitian dilakukan di Desa Banteran, Karanggintung dan Ciberem Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas pada bulan Maret sampai April 2015. Obyek penelitian adalah petani yang melakukan usahatani padi sawah dan usahatani jagung pada waktu musim yang sama. Rancangan pengambilan sampel menggunakan metode three stage cluster simple random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan wawancara menggunakan kuesioner. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan usahatani, analisis efisiensi usahatani, dan analisis komparatif pendapatan dan efisiensi menggunakan uji t.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi, penerimaan dan pendapatan per hektar pada usahatani padi sawah di Kecamatan Sumbang adalah Rp5.742.256,59; Rp16.489.057,30 dan Rp10.746.800,71. Rata – rata biaya produksi, penerimaan dan pendapatan per hektar pada usahatani jagung di Kecamatan Sumbang adalah Rp4.319.502,50; Rp16.298.741,17 dan Rp12.603.712,73. Rata-rata pendapatan dan efisiensi per hektar usahatani jagung lebih tinggi dibanding dengan usahatani padi sawah di Kecamatan Sumbang.
Rice crops are rice-producing plants which are used as staple food for almost 90 percent of Indonesia's population. Sumbang sub-district has natural conditions that are very supportive to paddy fields but production of paddy rice decreased. Farmers prefer to plant other food crops such as corn. Intensive care and high production costs of rice farming became the reasons of why rice farmers in Sumbang Sub-district prefer to plant kind of maize. This study aimed to determine the cost, revenue and income of rice farming and corn farming, to compare the income of rice farmer and corn farmer and to compare the efficiency of rice farming and corn farming in Sumbang Sub-district.
The method used was survey. The study was conducted in the village of Banteran, Karanggintung and Ciberem, Sumbang Sub-district, Banyumas in March and April 2015. The object was farmers who did rice farming and corn farming during the same season. The design of the sampling method used three stage cluster random sampling. Data were collected by observation and interview using questionnaires. Data analysis method used was the analysis of farmer income, farming efficiency analysis, and comparative analysis of revenue and efficiency using the t test.
The results showed that the average cost of production, revenue and income per hectare on paddy rice farming in Sumbang Sub-district is Rp5.742.256,59; Rp16.489.057,30 and Rp10.746.800,71. The average cost of production, revenue and income per hectare on corn farming in Sumbang Sub-district is Rp4.319.502,50; Rp16.298.741,17 and Rp12.603.712,73. The average of income and efficiency per hectare on corn farming was greater than paddy rice farming in Sumbang Sub-district.
325613044D1E011209PENINGKATAN KECERNAAN PROTEIN DAN SERAT KASAR PADASAPI BALI JANTAN YANG DIBERI JERAMI PADI AMONIASI DAN KONSENTRAT DENGAN ADITIF TEPUNG DAUN WARU (Hibiscus tiliaceus)Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji level optimal penambahan tepung daun waru untuk meningkatkan kecernaan protein kasar dan serat kasar. Materi penelitian yang digunakan adalah 18 ekor sapi Bali jantan yang berumur ± 2 tahun dengan bobot badan awal 160,27 ± 6,107 kg dan koefisien keragaman 0.04%. Sapi tersebut diacak dengan sempurna untuk menerima tiga macam pakan konsentrat yang mengandung tepung daun waru masing-masing 0%, 0,24%, dan 0,48% dari bahan kering BK konsentrat untuk P0, P1, dan P2. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) enam kali ulangan. Konsumsi bahan kering (BK) setiap sapi 3,5% dari bobot badan dengan imbangan BK jerami padi amoniasi (JPA) dan konsentrat adalah 30 : 70. Pemberian pakan konsentrat dilakukan dua kali sehari pada pukul 06.30 WIB dan 15.00 WIB kemudian disusul dengan pemberian JPA dua jam setelah pemberian konsentrat. Peubah yang diukur adalah kecernaan serat kasar (KSK) dan protein kasar (KPK) dengan metode koleksi total.Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi (ANAVA) dan dilanjutkan dengan uji lanjut Orthogonal Polynomial.Hasil analisis variansi menunjukan bahwa penambahan tepung daun waru berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap KSK dan KPK. Rataan KSK masing-msing perlakuan adalah 66,06%(P0), 72,43%(P1), dan 74,11% (P2). Rataan KPK berturut turut adalah 73,06%(P0), 85,69%(P1), 85,10% (P2). Penambahan tepung daun waru pada pakan dapat meningkatkan KSK secara linier (P<0,05) dan meningkatkan KPK secara kuadratik (P<0,05) dengan level optimal tepung daun waru 0,35%. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bahwa tepung daun waru dapat digunakan sebagai aditif untuk pakan sapi Bali jantan dengan level 0,35% dari BK konsentrat. The objective of this study was to find the optimum level of addition of hibiscus leaves-made meal in order to improve the digestibility of crude protein and crude fiber. The research material used was 18 Bali cattle males having age about two years old, initial body weight 160.27 ± 1.067 kg, multiply by variance coefficient 0.04%. They were completely randomized to receive three kinds of concentrate feed containing hibiscus leaves-made meal 0%, 0.24%, and 0.48%, for P0, P1, and P2, respectively, of the dry matterof the concentratre. This research used Completely Randomized Design (CRD) in which each treatment was replicated six times. Dry matter intake (DMI) was determined at 3.5% fromthe body weight with dry matter (DM) of rice straw ammoniation (RSA) and the concentrate of 30:70. Concentrate feeding was conducted two times every day at 06.30 pm and 03.00 am and then followed by RSAfeeding two hours after. The variables, which werethe digestibility of the crude fiber and crude protein, were measured by using total collection method. Data were analyzed with analysis of variance (ANOVA) and continued with Orthogonal polynomial test. The Result of the variance analysisshowed that the addition of hibiscus leaves-made meal significantly affects (P <0.05) the digestibility of crude fiber and crude protein. The mean of CF digestibility in each treatment were 66.06% (P0), 72.43% (P1), and 74.11% (P2). The mean of CP digestibility were 73.06% (P0), 85.69% (P1), 85.10% (P2). Increasing hibiscus leaves-made meal in the concentrate diets feed could increase linearly (P<0.05) the digestibility of crude fiberand enhance quadratic that of crude protein with optimal level ofhibiscus leaves-made meal at 0.35%. Based on the result of this research, it can be recommended that hibiscusleaves-made meal can be used as the additive in the diets for male Bali cattle at the level 0.35% from dry matter of the concentrates.
325713046A1M011075Kajian Penerapan GMP dan SSOP Produk Susu Pasteurisasi: Studi Kasus pada Koperasi Peternak Satria (PESAT) Kabupaten BanyumasJaminan keamanan dalam pangan merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan preferensi masyarakat terhadap produk. Koperasi Peternak Satria (PESAT) berkeinginan untuk menciptakan produk susu pasteurisasi yang aman dipasarkan sesuai dengan tuntutan konsumen. Syarat mendasar dalam penjaminan mutu yaitu telah dilaksanakannya GMP dan SSOP. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui permasalahan GMP dan SSOP di unit produksi susu pasteurisasi Koperasi PESAT, 2) Menetapkan tindakan koreksi dan solusi untuk permasalahan pada setiap aspek GMP dan SSOP, 3) Mengetahui tingkat penurunan mikroba pada produk akhir susu pasteurisasi dari variabel TPC (Total Plate Count), khamir, kapang dan koliform sebelum dan setelah penerapan sistem GMP dan SSOP, selanjutnya dibandingkan dengan persyaratan SNI. Penelitian ini menggunakan metode survei dan kaji tindak. Evaluasi penerapan GMP di analisis berdasarkan form monitoring menurut SK MENKES No. 23/MENKES/I/2003, dan SSOP menurut FDA (1995). Hasil penelitian menunjukkan aspek produk akhir, laboratorium, karyawan dan kemasan memiliki persentase kesesuaian terendah yaitu < 25% namun peralatan produksi, pelabelan dan bahan telah 100% sesuai dengan ketentuan GMP. Pengamatan SSOP di unit pengolahan susu pasteurisasi berdasarkan 8 aspek kunci menurut FDA (1995), 6 aspek berada pada penilaian < 25% (kurang memenuhi) dan hanya aspek pelabelan bahan toksin dan penyimpanannya berada pada nilai 100% (tidak ada penyimpangan). Penerapan beberapa aspek GMP dan SSOP terbukti menurunkan total mikroba dari 5,56 log CFU/ml menjadi 4,70 log CFU/ml, namun belum memenuhi syarat SNI yaitu 4,48 log CFU/ml. Pengujian terhadap kapang dari 2 log CFU/ml menjadi negatif, dan terhadap total khamir mengalami penurunan dari 3,92 log CFU/ml menjadi 1 log CFU/ml, dimana hasil keduanya masih memenuhi standar yang ditetapkan SNI yaitu 3 log CFU/ml. Penerapan aspek GMP dan SSOP juga dapat menurunkan jumlah koliform dari 1,32 log CFU/ml menjadi 0,56 log CFU/ml dan masih memenuhi jumlah koliform maksimal yang ditetapkan SNI 2000 pada susu pasteurisasi yaitu 2 log CFU/ml. The existence of security assurance in food products is one of factors that can improve the preference of people on these products. Satria Farmer Cooperatives (PESAT) wants to make product that is safe to be marketed comprehensively based on the current demand of consumers. The fundamental requirement in assuring the quality that must be met is the implementation of GMP and SSOP. The aims of this research are (1) to understand the problems of GMP and SSOP in the production unit of pasteurized milk with scientific principles and direct practices in PESAT Cooperative, (2) to implement the corrective actions and solutions for problems in every aspect of GMP and SSOP, and (3) to know the decrease of microbes in the final product of pasteurized milk from the variables of TPC (Total Plate Count) yeast, mold, and coliform before and after the implementation of GMP and SSOP systems; it is then compared with the SNI requirements. The research was implemented with survey methode and action research. Evaluation implementations of GMP in accordance with Decree of Ministry of Health No. 23/MENKES/I/2003 and the implementation of SSOP in accordance with FDA (1995). The result of research shows the final product aspect, laboratory, employee, and package have the lowest suitability percentage, < 25%, but the production tools and materials are completely in accordance with the provision of GMP. SSOP observation on the processing unit is based on 8 main aspects in accordance with FDA (1995), 6 aspects are on the <25% assessment (less fulfilling) and only the labeling aspects of toxic substance and its storage are on the 100% value (without the deviation). The implementation of some GMP and SSOP aspects is proven to reduce TPC from 5.56 log CFU/ml into 4.70 log CFU/ml, but it does not yet meet the SNI requirement, 4.48 log CFU/ml. The testing on mold from 2 log CFU/ml becomes negative and there is the decrease from 3.92 log CFU/ml into 1 log CFU/ml on the total yeast in which both of them still meet the standard determined by SNI, 3 log CFU/ml. The implementation of GMP and SSOP aspects also affects the decrease of coliform from 1.32 log CFU/ml into 0.56 log CFU/mland it still meets the maximum coliform that is determined by SNI 2000 on the pasteurized milk that is 2 log CFU/ml.
325813043B1J009162Keragaman Kupu-Kupu (Lepidoptera) Di Kawasan Hutan Pendidikan Konservasi Gunung Tugel BanyumasRINGKASAN
Kupu-kupu merupakan insect menarik, penuhnya warna dan hadir dimana-mana. Larvanya berkelompok di suatu tempat dan perubahan benrtuk larva menjadikan kupu-kupu sangat mudah di amati. Oleh karena itu kupu-kupu sangat bagus untuk pengamatan untuk mengetahui keragaman kuipu-kupu. Kupu-kupu menghadapi ancaman kepunahan yang disesbabkan oleh ahli fungsi lahan habitatnya, bahwa daerah yang dilindungi dan berdekatan dengan hutan alami memiliki jumlah keragaman kupu-kupu di dalam komunitas yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan daerah yang tidak dilindungi dan terpisah dari hutan. Dengan habitat kupu-kupu dengan jumlah pakan yang tidak tersedia cukup secara langsung diikuti dengan keanekaragaman spesies kupu-kupu darui pada ahlifungsi lahan. Penurunan keragaman tumbuhan, perbedaan waktu akan menyebabkan terjadinya penurunan keragaman kupu-kupu.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman kupu-kupu dan mengetahui spesies mana yang paling banyak ditemukan yang terdapat di Kawasan Hutan Pendidikan Konservasi Gunung Tugel. Metode yang digunakan adalah survey dengan tekhnik pengambilan purposive random sampling. Variable yang diamati adalah keragaman kupu-kupu dan habitat.
Analisis data keragaman dilakukan dengan penghitungan Indeks Shannon-Wienner, Indeks Simpsons, dan Morisita-Horn dengan menggunakan program Biodiversity Pro 2 dan Program Estimates 6.01b. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 6 familia yaitu Danaidae, Lycaenidae, Nymphalidae, Satyridae, Papilionidae, dan Pieridae, dengan jumlah 24 spesies dan 154 individu. Nilai keragaman berdasarkan indeks keragaman Shanon-Wienner dan Simpsons yang tertinggi terdapat pada hutan konservasi (H’=2,649, D=0,917) diikuti hutan alam (H’=2,272,D=0,886). Spesies yang paling banyak ditemukan Gandaca harina harina sebnayak 35 individu (23%).
Kata kunci: kupu-kupu, habitat, gunung tugel


SUMMARY

The Butterfly, is an interesting insect, full of colors, and exist in almost all the area in the world. Its larva grouping in someplace and the metamorphosis could be easy to observe. So the butterfly could be a good kind of insect to observe and to be known its variety. The butterfly as we know now has facing their extinction because of the change of their habitats, because of the conservative area near the natural forest which has their high community of various butterfly than another non conservative area and the location is far from the forest. The habitat of the butterfly with adequate feeds will be immediately follows with many varieties of the butterfly than the area that has change of its function. The decrease of various plants, the change of time will be decrease the variety of the butterfly. The purpose of this research is to know about the variety of the butterfly and to know which species is the most to be found in The Conservation Educative Forest Area of GunungTugel. The methods that we used is the survey with purposive random sampling technique. The Variables that we observed is the variety of the butterfly and their habitats.
Data analysis was performed by calculating the diversity Shannon-Wienner index, Simpsons Index, and Morisita-Horn by using Biodiversity Pro 2 program and 6.01b Estimates Program. The results showed that there were as 6 familia of Danaidae, Lycaenidae, Nymphalidae ,Satyridae, Papilionidae, and Pieridae with the 35 individuals. The highest value of diversity index based on the Shannon-Wienner and Simpsons was found in the location of the flower garden (H'=2.649, D=0.917) followed by beta fall (H'=2.272, D=0.886), Tanaecia iapis, and Chilades paradoxa (each 1 individual), while the species most commonly found was Lethe godana and Ypthima nigrican (15 individuals each). Differences between habitats were calculated by ANOVA produced Sig. 0.489>0.05, mean there was no real difference between the location of the observation.
Keyword : Hutan Pendidikan Konservasi Gunung Tugel, Diversity, Butterflies ( Lepidoptera)

325913047H1K011009Karakteristik Suara Ikan Keting (Mystus gulio) Berdasarkan Ukuran Dan Jenis KelaminFamili Bagridae termasuk golongan ikan yang menghasilkan suara, salah satunya adalah Mystus gulio. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik suara ikan Mystus gulio berdasarkan ukuran dan jenis kelamin. Pendekatan pasif akustik skala laboratorium digunakan untuk mempelajari karakteristik suara Mystus gulio berdasarkan ukuran dan jenis kelamin. Suara yang dihasilkan oleh Mystus gulio berupa klik, “katak”, dan siul dengan karakteristik yang berbeda. Pada masing-masing jenis suara, ukuran ikan yang besar menghasilkan frekuensi, intensitas, dan durasi yang lebih besar dibandingkan dengan ikan yang lebih kecil. Sedangkan jenis kelamin ikan untuk semua ukuran ikan tidak menunjukkan perbedaan yang nyata terhadap karakteristik suara yang dihasilkannya.
Kata Kunci: Mystus gulio, Karakteristik suara ikan, Ukuran Ikan, Jenis Kelamin
Family Bagridae belong to fish group that produced sounds, one of them which is Mystus gulio. The purpose of this study was to determine the sound characteristic of Mystus gulio by size and sex. A passive approach of acoustic in laboratory scale was used to obtain the sound characteristic by size and gender. Sound produced by Mystus gulio were "click", "frog", and "whistle" with different characteristic. In each type of sounds, the larger fish produced greater frequency, intensity, and duration than the smaller fish. While the sex of fish for all sizes of fish showed no significant difference to the characteristic of the produced sound.
Keyword: Mystus gulio, Sound characteristics of fish, fish size, sex
326013049H1D010037STUDI ANALISIS MENGENAI MODEL ESTIMASI BIAYA KONSEPTUAL PADA PROYEK JEMBATAN BETON PRATEGANG (PRESTRESS)
(Studi Kasus Provinsi Jawa Tengah Dan D.I.Y)
Estimasi biaya konseptual merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhitungan pada saat tahap awal perencanaan sebuah proyek konstruksi. Estimasi biaya konseptual ini dapat menjadi gambaran awal berapa besarnya biaya yang harus dialokasikan untuk sebuah proyek konstruksi. Dari estimasi biaya konseptual ini juga bisa ditentukan layak atau tidaknya sebuah proyek untuk dilaksanakan. Proyek konstruksi yang unik menyebabkan biaya yang dikeluarkan untuk setiap proyek konstruksi berbeda beda. Tingkat akurasi dari estimasi biaya konseptual menjadi sangat rendah dikarenakan informasi yang terbatas dari proyek proyek sebelumnya dan ketersediaan waktu yang terbatas pada tahap perencanaan. Objek yang diteliti adalah jembatan beton prategang (prestress) dengan fondasi tiang. Penelitian ini bertujuan membuat model estimasi biaya konseptual dengan metode indeks biaya jembatan. Indeks biaya adalah angka yang menunjukkan perbandingan antara biaya per m2 dari jembatan pada tiap tahunnya. Indeks biaya ini dihasilkan dari analisa harga satuan suatu pekerjaan jembatan yang sejenis dengan mempertimbangkan item pekerjaan yang dominan dan waktu proyek tersebut dilaksanakan. Data data diperoleh dari Bina Marga D. I.Yogyakarta, dan P2JN Jawa Tengah. Data yang digunakan adalah dokumen kontrak dan gambar rencana jembatan yang dibangun pada tahun 2011-2014 di Provinsi Jawa Tengah dan D.I.Yogyakarta. Model estimasi biaya konseptual harga per m2 jembatan beton prategang dengan fondasi tiang keseluruhan adalah HJi = 756786.790T+19207038.990, dengan T = (Ti-2010). Nilai eror dari hasil pengujian adalah sebesar 3.47%. An estimate of the cost conceptual is one of important matters that need to be calculated at the time of an initial stage of a project construction. This conceptual cost estimate may be a preliminary picture of how the costs should be allocated for a construction project. From the estimate of the conceptual cost is also can be included worthy of or failure a project to be implemented. An unique construction project cause the cost issued to each different project construction. The accuracy of an estimate of the conceptual cost be very low because information limited projects of time before and confined to the foundation. The research purpose is for make bridge cost estimation model with bridge cost index methode. The used method an index of the cost is numbers displaying comparison between the cost per square meters from the bridge in each year. The index of the cost of his analysis of the resulting from the price of work unit bridge that similar with consider items dominant work and time project was implemented. The data is obtained from Bina Marga D. I.Yogyakarta, and P2JN Middle Java. The used data was a contract and drawing a plan of bridge built in 2011-2014 in Middle Java and D.I.Yogyakarta. An estimate model conceptual of the cost per m2 prestress concrete bridge pile foundation with a whole is HJi = 756786.790T+19207038.990, with T = (Ti-2010). Error value from validity test are 3.47%.