Artikelilmiahs
Menampilkan 32.101-32.120 dari 50.030 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 32101 | 35588 | J1A017063 | Subtitle Strategies And Acceptability of DirectiveSpeech Act In The Lion King 2019 Movie | Andari, Ragil Tri. 2021. Translation Strategies and Acceptability of Directive Speech Act In The Lion King 2019 Movie. Skripsi. Program Studi Sastra Inggris. Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto. Pembimbing 1: Dyah Raina Purwaningsih, S.S., M.Hum. Pembimbing 2: R. Pujo Handoyo, S.S. M.Hum. Penguji Eksternal: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum. Kata Kunci: Kajian Penerjemahan, Strategi Penerjemahan, Keberterimaan, Tindak tutur direktif, Film The Lion King 2019. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe tindak tutur direktif, strategi penerjemahan beserta aspek keberterimaan pada penerjemahan tindak tutur direktif dalam film The Lion King 2019. Analisis ini dilakukan menggunakan teori tipe tindak tutur direktif oleh Searle (1976) strategi penerjemahan oleh Gottlieb (1992) dan keberterimaan oleh Nababan, et al. (2012). Data dari penelitian ini adalah 41 tindak tutur direktif dalam Bahasa Inggris yang di ucapkan oleh Simba dan Scar sebagai pemeran utama dalam film. Untuk menjawab pertanyaan pada rumusan masalah, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari kuesioner yang di peroleh dari beberapa responden juga ikut dilibatkan dalam analisis ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan ada 4 strategi penerjemahan yang diterapkan di data tindak tutur direktif. Strategi-strategi tersebut terdiri dari transfer strategy (44%), deletion (37%), condensation (12%), and paraphrase (7%). Strategi yang paling sering di gunakan di penerjemahan ini adalah transfer strategy karena karakteristiknya yang sederhana namun dapat di andalkan. Disisi lain, strategy yang paling sedikit di implementasikan adalah paraphrase strategy karena kurangnya tindak tutur yang mempunyai aspek kebudayaan di dalam data. Selain itu, sebagian besar aspek keberterimaan dari semua data dikategorikan sebagai berterima dengan presentase 98%, dan 2% dari data dikategorikan sebagai kurang berterima. Oleh karena itu, terjemahan dari tindak tutur direktif dalam film The Lion King 2019 secara umum dapat diterima. Terbukti dari penggunaan strategi penerjemahan yang diimplementasikan pada setiap kategori tindak tutur direktif dan menghasilkan keberterimaan level tinggi, yang dipengaruhi oleh penggunaan istilah yang akrab di dengar dan umum pada bahasa target. | Andari, Ragil Tri. 2021. Translation Strategies and Acceptability of Directive Speech Act In The Lion King 2019 Movie. Thesis. English Literature Study Program. English Department. Faculty of Humanities. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto. Supervisor 1: Dyah Raina Purwaningsih, S.S., M.Hum. Supervisor 2: R. Pujo Handoyo, S.S., M.Hum. Exsternal Examiner: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum Keywords: Translation Studies, Translation Strategies, Acceptability, Directive Speech Act, The Lion King 2019 Movie. This research is aimed to analyze the types of directive speech act, translation strategies as well as the acceptability aspect of the translation of directive speech act in The Lion King 2019 movie. This analysis is conducted by using the theory of types of directive speech act by Searle (1976), theory of translation strategies by Gottlieb (1992), and theory of translation acceptability proposed by Nababan, et al. (2012). The data of this research are 41 directive speech acts in English uttered by Simba and Scar as the main character in the movie. In order to answer the research question, the researcher uses descriptive qualitative method. The result of questionnaires that are acquired from the respondents is also taken into consideration in analyzing the data. The result of this research shows 4 strategies implemented in all the data of directive speech acts. The strategies consist of transfer strategy (44%), deletion (37%), condensation (12%), and paraphrase (7%). The most used strategy in this research is transfer strategy because its simple but reliable characteristic. On the other hand, the least implemented strategies are paraphrase strategy, caused by the lack of cultural-based directive speech act in the data. Furthermore, the acceptability aspect of the data is predominantly acceptable by 98% of the data, and 2% of the data are less acceptable. Thus, the translation of directive speech act in The Lion King 2019 movie is generally acceptable. It is proved by the use of translation strategies that are implemented to each category of directive speech act and result in the high level of acceptability, it is affected by the use of familiar and common terms in target language. | |
| 32102 | 35483 | H1D018027 | Analisis dan Perancangan Data Warehouse Berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Tinggi No. 3 Tahun 2020: Standar Pendidikan (Studi Kasus Fakultas Teknik Unsoed) | Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNDIKTI) adalah satuan standar yang meliputi Standar Nasional Pendidikan, ditambah dengan Standar Penelitian, dan Standar Pengabdian kepada Masyarakat. Berdasarkan kebijakan pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.3 tahun 2020 tentang SNDIKTI, fakultas teknik Unsoed perlu menyiapkan data/ informasi untuk dilakukan analisis berdasarkan SNDIKTI 2020. Data didapatkan dari beberapa sistem internal dan rekapan manual dalam kurun waktu yang sudah ditentukan. Saat ini fakultas teknik sudah memiliki banyak sistem informasi, tetapi masih sulit untuk melakukan pengelolaan data yang ada. Sehingga penting bagi fakultas teknik untuk memiliki sebuah repositori terpusat untuk meminimalisasi human error dan inkonsistensi data. Maka untuk melakukan pengelolaan data yang kompleks, diperlukan sebuah data warehouse. Dalam penelitian ini perancangan data warehouse menggunakan metode Data Warehouse Life Cycle (DWLC) dengan model data warehouse yang digunakan adalah model star schema. | The National Standard for Higher Education (Standar Nasional Pendidikan Tinggi or SNDIKTI) is a standard unit that includes the National Education Standards, plus the Research Standards, and Community Service Standards. Based on the policy in the Regulation of the Minister of Education and Culture (Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan or Permendikbud) No. 3 of 2020 regarding SNDIKTI, Unsoed Architecture needs to prepare data/ information for analysis based on SNDIKTI 2020. The data is obtained from several internal systems and manual recapitulation within a predetermined period of time. Currently the architecture already has many information systems, but it is still difficult to manage the existing data. So it is important for the architecture to have an important repository to minimize human errors and data inconsistencies. So to perform complex data management, a data warehouse is needed. In this study, the data warehouse design uses the Data Warehouse Life Cycle (DWLC) method with the data warehouse model used is the star schema model. | |
| 32103 | 34502 | A1D017088 | RESPON FISIOLOGI BIBIT AREN (Arenga pinnata (Wurmb.)Merr.) TERHADAP APLIKASI POC DAN METABOLIT SEKUNDER | Tanaman aren adalah salah satu tanaman perkebunan yang termasuk pada jenis tanaman palma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh macam Poc NASA, Bio P60 dan Bio T10 terhadap fisiologis pertumbuhan tanaman aren, mengetahui pengaruh macam cara aplikasi terhadap fisiologis pertumbuhan tanaman aren, dan mengetahui pengaruh interaksi dari kombinasi cara aplikasi dan macam Poc dan metabolit sekunder terhadap fisiologis pertumbuhan tanaman aren. Penelitian dilaksanakan di lahan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Laboratorium Agrohorti dan Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian, Kabupaten Banyumas. Pelaksanaan penelitian dari tanggal 16 Desember 2020 sampai 16 April 2021, dengan ketinggian tempat penelitian berada pada 110 mdpl. Perlakuan terdiri atas empat taraf yaitu P0= Poc NASA, P1= Poc NASA + Bio P60, P2= Poc NASA + Bio T10, dan P3= Poc NASA + Bio P60 + Bio T10. Faktor kedua yaitu macam cara aplikasi yang terdiri tiga taraf berupa N1= Disiram, N2= Disemprot, N3= Disiram + Disemprot. Variabel yang diamati yaitu kehijauan daun, indeks luas daun, dan kadar air. Data penelitian diuji dengan uji F (ANOVA) pada taraf kesalahan 5% jika hasil menunjukkan adanya pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan Duncant’s multiple range test (DMRT) untuk membandingkan pengaruh antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1.) Perlakuan berbagai macam metabolit sekunder pada tanaman aren terdapat pengaruh tidak nyata pada variabel indeks luas daun, berpengaruh nyata pada variabel kehijauan daun, dan berpengaruh sangat nyata pada variabel kadar air, 2.) Perlakuan macam cara aplikasi dapat berpengaruh sangat nyata hanya pada variabel kadar air, 3.) Perlakuan interaksi antara macam metabolit sekunder dan macam cara aplikasi berpengaruh tidak nyata pada variabel kehijauan daun dan indeks luas daun, serta berpengaruh sangat nyata pada variabel kadar air. | Sugar palm is one of the plantation crops belonging to the type of palm plant. This study aims to determine the effect of Poc NASA, Bio P60 and Bio T10 on the physiological growth of sugar palm plants, determine the effect of various application methods on the physiological growth of sugar palm plants, and determine the interaction effect of the combination of application methods and types of Poc and secondary metabolites on plant growth physiological. sugar palm. The research was conducted at the Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University, Agrohorti Laboratory and Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Banyumas Regency. The research was carried out from December 16, 2020 to April 16, 2021, with the height of the research site being at 110 meters above sea level. The treatment consisted of four levels, namely P0 = Poc NASA, P1 = Poc NASA + Bio P60, P2 = Poc NASA + Bio T10, and P3 = Poc NASA + Bio P60 + Bio T10. The second factor is the type of application method which consists of three levels, namely N1 = Watered, N2 = Sprayed, N3 = Watered + Sprayed. The variables observed were leaf greenness, leaf area index, and water content. The research data was tested by F test (ANOVA) at an error level of 5% if the results showed a significant effect, then continued with Duncant's multiple range test (DMRT) to compare the effect between treatments. The results showed that: 1.) The treatment of various secondary metabolites in sugar palm plants had an insignificant effect on the leaf area index variable, a significant effect on the greenness of the leaves, and a very significant effect on the water content variable, 2.) The various application methods can a very significant effect only on the water content variable, 3.) The interaction treatment between types of secondary metabolites and various application methods did not significantly affect the leaf greenness variable and leaf area index, and had a very significant effect on the water content variable. | |
| 32104 | 35227 | C1A018104 | PENGARUH DANA PERIMBANGAN TERHADAP KETIMPANGAN PENDAPATAN DENGAN BELANJA MODAL SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (STUDI PADA KABUPATEN/KOTA DI JAWA BARAT TAHUN 2010 – 2020) | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analisis deskriptif terhadap realisasi anggaran Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH), belanja modal serta tingkat ketimpangan Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini mengambil judul : “Pengaruh Dana Perimbangan terhadap Ketimpangan Pendapatan dengan Belanja Modal sebagai Variabel Intervening (Studi pada Kabupaten/Kota di Jawa Barat Tahun 2010 – 2020)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis ; 1) Pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil (DBH) terhadap Belanja Modal, 2) Pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil (DBH) terhadap Ketimpangan Pendapatan, dan 3) Pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil (DBH) terhadap Ketimpangan Pendapatan melalui Belanja Modal sebagai Variabel Intervening. Data dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari situs resmi Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat. Metode dan model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, analisis jalur, dan uji asumsi klasik. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan uji asumsi klasik, menunjukkan bahwa : 1). DAU berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja modal, 2). DAK berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap belanja modal, 3). DBH berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja modal, 4). DAU berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, 5). DAK berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, 6). DBH berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, dan 7). Belanja modal berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ketimpangan pendapatan. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu melalui hasil dari penelitian ini, Pemerintah harus lebih menentukan sumber daya – sumber daya prioritas setiap daerahnya untuk dapat meratanya alokasi dari DAK yang nantinya mampu memfasilitasi kebutuhan daerah yang diproyeksikan melalui belanja modal. Pemerintah pun harus betul – betul memproyeksikan pendistribusian dari DAU kepada masing – masing daerah dengan merata guna terfasilitasinya segala kebutuhan dan menentukan fokus dan prioritas pembiayaan terhadap masing – masing daerah guna mengurangi angka ketimpangan pendapatan. | This research is a quantitative research with descriptive analysis method on the realization of the General Allocation Fund (DAU), Special Allocation Fund (DAK), Revenue Sharing Fund (DBH), capital expenditure and the level of inequality in West Java Province. This study takes the title: "The Effect of Balancing Funds on Income Inequality with Capital Expenditures as an Intervening Variable (Studies in Regencies/Cities in West Java in 2010 - 2020)". The purpose of this study is to analyze; 1) Effect of General Allocation Fund (DAU), Special Allocation Fund (DAK) and Revenue Sharing Fund (DBH) on Capital Expenditures, 2) Effect of General Allocation Fund (DAU), Special Allocation Fund (DAK) and Revenue Sharing Fund (DBH) on Income Inequality, and 3) The Effect of General Allocation Funds (DAU), Special Allocation Funds (DAK) and Revenue Sharing Funds (DBH) on Income Inequality through Capital Expenditures as Intervening Variables. The data in this study is secondary data obtained from the official website of the Directorate General of Fiscal Balance, Ministry of Finance of the Republic of Indonesia and the Central Statistics Agency of West Java Province. The analytical methods and models used in this research are quantitative descriptive, path analysis, and classical assumption test. Based on the results of research and data analysis using the classical assumption test, it shows that: 1). DAU has a positive and significant effect on capital expenditures, 2). DAK has a negative and insignificant effect on capital expenditures, 3). DBH has a positive and significant effect on capital expenditures, 4). DAU has a negative and insignificant effect on income inequality, 5). DAK has a positive and significant effect on income inequality, 6). DBH has a negative and insignificant effect on income inequality, and 7). Capital expenditure has a negative and insignificant effect on income inequality. The implication of the conclusion above is that through the results of this study, the Government must determine priority resources for each region in order to be able to evenly distribute the DAK allocation which will later be able to facilitate projected regional needs through capital expenditures. The government must also project the distribution of the DAU to each region evenly in order to facilitate all needs and determine the focus and priority of financing for each region in order to reduce income inequality. | |
| 32105 | 35545 | E1A016211 | PERLINDUNGAN HUKUM PASIEN COVID 19 TERKAIT KERAHASIAAN REKAM MEDIS DALAM PELAYAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan dan bentuk perlindungan hukum pasien covid-19 terkait kerahasiaan rekam medis dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan analitis (analytical approach), dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Spesifikasi penelitian dalam penelitian ini adalah inventarisasi peraturan perundang-undangan, sinkronisasi hukum, dan penemuan hukum in concreto. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa pengaturan perlindungan hukum pasien covid-19 terkait kerahasiaan rekam medis dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit pada struktur peraturan perundang-undangan Indonesia telah menunjukkan taraf sinkronisasi. Akan tetapi ditemukan fakta normatif bahwa peraturan yang khusus mengatur terkait covid 19, belum ada yang mengatur tentang perlindungan hukum pasien covid 19 terkait kerahasiaan rekam medis dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit. Bentuk perlindungan hukum pasien covid 19 terkait kerahasiaan rekam medis dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit berdasarkan peraturan perundang-undangan yang ada meliputi jaminan pengaturan kerahasiaan identitas pasien; jaminan pengaturan kerahasiaan diagnosis pasien; jaminan pengaturan kerahasiaan riwayat penyakit pasien; jaminan pengaturan kerahasiaan riwayat pemeriksaan pasien; jaminan pengaturan kerahasiaan riwayat pengobatan pasien; jaminan pengaturan kerahasiaan kondisi dan perawatan kesehatan fisik dan psikis pasien. | This study aims to determine the arrangements and forms of legal protection for COVID-19 patients related to the confidentiality of medical records in health services. The research method used is normative juridical with a statute approach, an analytical approach, and a conceptual approach. The research specifications in this study are an inventory of laws and regulations, legal synchronization, and legal findings in concreto. the research conducted, it was found that the regulation of hospital legal responsibility for sentinel incident patients in health services Indonesian laws and regulations have been set based on standards. However, the normative fact that regulations specifically regulate COVID-19, the Decree of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number Hk.01.07/Menkes/413/2020 concerning Guidelines for the Prevention and Control of Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), has not yet regulated the legal protection of patients. covid 19 related to the confidentiality of medical records in health services in hospitals. The form of legal protection for COVID-19 patients related to the confidentiality of medical records in hospital services based on existing laws and regulations includes guaranteeing the confidentiality of patient identity arrangements; guarantee the confidentiality of the patient's diagnosis; guarantee the confidentiality of the patient's medical history; guarantee the confidentiality of the patient's examination history; guarantee the confidentiality of the patient's medical history; guarantee of confidentiality conditions; and care for patients' physical and psychological health. | |
| 32106 | 35589 | C1B018040 | PENGARUH PERCAYA DIRI, PENGAMBILAN RESIKO, DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI TERHADAP RESILIENSI PEDAGANG PASAR TRADISONAL PADA MASA PANDEMI COVID-19 | Penelitian berjudul “Pengaruh Percaya Diri, Pengambilan Resiko, Dan Pemanfaatan Teknologi Terhadap Resiliensi Pedagang Pasar Tradisonal Pada Masa Pandemi Covid-19”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Pengaruh percaya diri terhadap resiliensi pedagang pasar tradisional di masa pandemi covid 19, (2) Pengaruh pengambilan resiko terhadap resiliensi pedagang pasar tradisional di masa pandemi covid 19, (3) Pengaruh pemanfaatan teknologi terhadap resiliensi pedagang pasar tradisional di masa pandemi covid 19. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah convenience sampling dengan jumlah responden yang diperoleh adalah 72 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) percaya diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap resiliensi pedagang, (2) pengambilan resiko berpengaruh positif dan signifikan terhadap resiliensi pedagang, (3) pemanfaatan teknologi tidak berpengaruh terhadap resiliensi pedagang. Berdasarkan hasil penelitian ini, implikasinya adalah pedagang dapat memaksimalkan hal-hal yang berkaitan dengan percaya diri seperti keyakinan, kemandirian, dan optimisme; serta memaksimalkan kemampuannya untuk mengambil resiko, lebih menyukai tantangan dalam berjualan, dan menganggap tantangan yang ada sebagai pembelajaran bukan hambatan supaya pedagang dapat lebih meningkatkan resiliensi dalam berjualan. | The study entitled "The Effect of Confidence, Risk Taking, and Utilization of Technology on the Resilience of Traditional Market Traders During the Covid-19 Pandemic". The purpose of this study was to determine (1) the effect of confidence on the resilience of traditional market traders during the covid 19 pandemic, (2) the effect of risk taking on the resilience of traditional market traders during the covid 19 pandemic, (3) the effect of using technology on the resilience of traders. traditional market during the covid 19 pandemic. The research method used in this research is quantitative research. The sampling technique used is convenience sampling with the number of respondents obtained is 72 respondents. The results of this study indicate: (1) self-confidence has a positive and significant effect on the resilience of traders, (2) risk taking has a positive and significant effect on the resilience of traders, (3) the use of technology has no effect on the resilience of traders. Based on the results of this study, the implication is that traders can maximize things related to self-confidence such as confidence, independence, and optimism; and maximize their ability to take risks, prefer challenges in selling, and consider existing challenges as learning, not obstacles so that traders can further increase their resilience in selling. | |
| 32107 | 35484 | E1A018322 | PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA ALASAN SUAMI MENDERITA KELAINAN SEKSUAL (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Bantul Nomor 981/Pdt.G/2020/Pa.Btl) | PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA ALASAN SUAMI MENDERITA KELAINAN SEKSUAL (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Bantul Nomor 981/Pdt.G/2020/Pa.Btl) Oleh: Ratih Amanda Puspitasari E1A018322 ABSTRAK Pembatalan perkawinan merupakan tindakan pengadilan yang berupa keputusan yang sah menyatakan perkawinan yang dilakukan itu dinyatakan tidak sah, seperti salah satunya perkara Putusan Pengadilan Agama Bantul Nomor 981/Pdt.G/2020/PA.Btl, dimana dalam putusan ini Pemohon dan Termohon telah melaksanakan pernikahan secara sah, namun baru diketahui kemudian kalau ternyata Termohon mempunyai kelainan seksual yaitu menyukai sesama jenis (homoseksual) yang tidak diketahui oleh Pemohon sebelum mereka menikah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana dasar pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan permohonan pembatalan perkawinan karena alasan suami menderita kelainan seksual (Tinjauan Yuridis Putusan Pengadilan Agama Bantul No. 981/Pdt.G/2020/PA.Btl). Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian prespektif analitis, teknik pengumpulan data studi pustaka dengan penelaahan, data yang terkumpul kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dan analisis data secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Hakim mengabulkan permohonan pembatalan perkawinan karena alasan suami menderita kelainan seksual mendasarkan pada Pasal 22 dan Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Menurut peneliti Majelis Hakim Pengadilan Agama Bantul dalam hal ini mengesampingkan beberapa dasar hukum yang penting dalam pertimbangannya antara lain Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo. Pasal 3 Kompilasi Hukum Islam tentang pengertian dan tujuan perkawinan, Pasal 33 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo. Pasal 77 ayat (2) Kompilasi Hukum Islam tentang hak dan kewajiban suami isteri, dan Pasal 72 ayat (2) Kompilasi Hukum Islam tentang salah sangka terhadap diri suami. Kata kunci : Pembatalan Perkawinan, Kelainan Seksual | CANCELLATION OF MARRIAGE BECAUSE OF THE REASONS OF THE HUSBAND SUFFERING A SEXUAL DISORDER (Juridical Review of the Bantul Religious Court Decision Number 981/Pdt.G/2020/Pa.Btl) By: Ratih Amanda Puspitasari E1A018322 ABSTRACT Marriage annulment is a court action in the form of a legal decision stating that the marriage carried out is declared invalid, such as one of the cases of the Bantul Religious Court Decision Number 981/Pdt.G/2020/PA.Btl, where in this decision the Petitioner and the Respondent have implemented marriage was legal, but it was only later discovered that the Respondent had a sexual disorder, namely liking the same sex (homosexual) which the Petitioner did not know about before they got married. The formulation of the problem in this study is how the judge's legal considerations are based in granting a request for annulment of marriage because the husband suffers from a sexual disorder (Juridical Review of the Decision of the Bantul Religious Court Number 981/Pdt.G/2020/PA.Btl). This research uses a normative juridical approach, analytical perspective research specifications, literature study data collection techniques by reviewing, the collected data is then presented in the form of narrative texts and qualitative normative data analysis. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the Judge granted the application for annulment of marriage because the husband suffered from a sexual disorder based on Article 22 and Article 27 paragraph (2) of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage. According to the researcher, the Panel of Judges of the Bantul Religious Court in this case overrides several important legal grounds in its considerations, including Article 1 of Law Number 1 of 1974 jo. Article 3 Compilation of Islamic Law concerning the meaning and purpose of marriage, Article 33 of Law Number 1 of 1974 jo. Article 77 paragraph (2) of the Compilation of Islamic Law concerning the rights and obligations of husband and wife, and Article 72 paragraph (2) of the Compilation of Islamic Law concerning misconduct against the husband. Keywords: Marriage Cancellation, Sexual Disorders | |
| 32108 | 35228 | E1A018144 | PENOLAKAN PEMBERIAN STATUS JUSTICE COLLABORATOR DALAM PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 50/Pid.Sus-Tpk/2020/PN.Jkt.Pst) | Tindak pidana Korupsi merupakan tindak pidana yang dapat dilakukan secara terorganisasi. Penyelesaian tindak pidana terorganisasi ini cenderung sulit. Hal yang mendasari sulitnya penyelesaian tindak pidana tersebut dikarenakan tindak pidana terorganisasi dilakukan oleh banyak orang. Salah satu upaya untuk menyelesaikan tindak pidana terorganisasi adalah dengan dihadirkannya seorang Justice Collaborator. Pelaku tindak pidana tidak semuanya dikategorikan sebagai Justice Collaborator, ada identifikasi seseorang dapat dikatakan sebagai Justice Collaborator. Putusan Nomor 50/Pid.Sus-Tpk/2020/PN.Jkt.Pst memuat mengenai pertimbangan hakim mengenai penolakan pemberian status Justice Collaborator. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pendekatan perundang-undangan dan metode pendekatan kasus. Data yang digunakan adalah data sekunder. Data tersebut kemudian diolah dengan reduksi data, display data serta kategorisasi data, lalu kemudian disajikan dengan teks naratif dan dianalisa dengan menggunakan metode yuridis normatif bersifat kualitatif. Penelitian ini dilakukan berdasarkan Putusan Nomor 50/Pid.Sus-Tpk/2020/PN.Jkt.Pst yang memperoleh data sebagai berikut: majelis hakim sudah tepat dalam memutuskan penolakan permohonan status Justice Collaborator yang diajukan oleh Terdakwa Joko Soegiarto Tjandra. Alasan penolakan permohonan tersebut adalah Terdakwa Joko Soegiarto Tjandra tidak memenuhi syarat sebagaimana seseorang dapat diidentifikasikan menjadi Justice Collaborator. Syarat seseorang dapat dikatakan sebagai Justice Collaborator belum ada peraturan perundang-undangan yang pasti mengenai Justice Collaborator maka, syarat mengenai identifikasi seseorang dapat dikatakan sebagai Justice Collaborator terdapat di dalam SEMA Nomor 04 Tahun 2011. | Corruption is a crime that can be carried out in an organized manner. The resolution of organized crime tends to be difficult. The thing that underlies the difficulty of solving these crimes is because organized crimes are committed by many people. One of the efforts to resolve organized crime is the presence of a Justice Collaborator. One of the efforts to resolve organized crime is the presence of a Justice Collaborator. Not all of the perpetrators of criminal acts are categorized as Justice Collaborator, there is an identification that someone can be said to be Justice Collaborator. This research is a qualitative research with a statute approac and case approach. The data used is secondary data. The data is the processed by data reduction, data display and data categorization, the the data is presented with narrative text and analyzed using a qualitative normative juridical method. The research was conducted based on Decision Number 50/Pid.Sus-Tpk/2020/PN.Jkt.Pst which obtained the following data: the panel of judges was right in deciding the rejection of the application for Justice Collaborator status submitted by the Defendant Joko Soegiarto Tjandra. The reason for the rejection of the application was that the Defendant Joko Soegiarto Tjandra did not meet the requirements as someone could be identified as a Justice Collaborator. The requirement for someone be said to be Justice Collaborator, the is no statutory regulation that definitely regulates the Justice Collaborator, so the requirements regarding the identification of a person can be said to be a Justice Collaborator contained in SEMA Nomor 04 of 2011. | |
| 32109 | 35222 | E1A018119 | PENERAPAN PEMBUKTIAN KETERANGAN AHLI DIGITAL FORENSIK DAN PERTIMBANGAN HAKIM DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI (TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN NOMOR: 50/PID.SUS-TPK/2020/PN.JKT.PST) | Teknologi mengalami perkembangan pesat sehingga modus operandi tindak pidana turut berkembang. Salah satu jenis kejahatan yang menggunakan modus operandi dengan teknologi adalah tindak pidana korupsi. Tindak pidana korupsi yang menjadi sorotan publik yaitu korupsi yang dilakukan oleh terdakwa pada Putusan Nomor 50/Pid.Sus-Tpk/2020/PN.Jkt.Pst. Oleh karena adanya barang bukti digital forensik, maka penuntut umum menghadirkan tiga ahli digital forensik untuk menganalisis barang bukti dan memberikan keterangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembuktian keterangan ahli digital forensik dan menganalisis pertimbangan hukum hakim pada Putusan Nomor 50/Pid.Sus-Tpk/2020/PN.Jkt.Pst. Metode penelitian yang digunakan yaitu doktrinal, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan undang-undang, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual dengan menggunakan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembuktian keterangan ahli pada Putusan Nomor 50/Pid.Sus-Tpk/2020/PN.JKT.Pst menunjukkan bahwa tiga ahli telah memenuhi syarat formill berdasarkan Pasal 179 ayat (2) KUHAP, namun dua ahli lainnya belum memenuhi syarat formiil berdasarkan Pasal 168 KUHAP, satu ahli lainnya telah memenuhi syarat formiil berdasarkan Pasal 168 KUHAP serta tiga ahli sudah memenuhi syarat materiil keterangan ahli. Keterangan ahli tidak digunakan dalam pertimbangan hukum karena pada prinsipnya keterangan ahli memiliki kekuatan pembuktian bebas dan tidak menentukan. Pertimbangan hukum hakim pada Putusan Nomor 50/Pid.Sus-Tpk/2020/PN.JKT.Pst. sudah tepat dan memenuhi rasa keadilan. Adapun saran yaitu status hubungan ahli yang dihadirkan dengan terdakwa dicantumkan secara jelas dan pertimbangan hakim pada putusan ini diharapkan dapat menjadi rujukan para hakim dalam memutus perkara yang sejenis. | Technology is experiencing rapid development so that the modus operandi of criminal acts also develops. One type of crime that uses modus operandi with technology is the crime of corruption. The crime of corruption in the public spotlight is corruption committed by the accused in Verdict No. 50 / Pid.Sus-Tpk / 2020 / PN.Jkt.Pst. Because of the existence of forensic digital evidence, the public prosecutor presented three digital forensic experts to analyze the evidence and provide evidence. This research aims to analyze the application of evidence of forensic digital experts and analyze the legal considerations of judges in Decision No. 50 / Pid.Sus-Tpk / 2020 / PN.Jkt.Pst. The research method used is doctrinal, while the approach used is a legal approach, case approach, and conceptual approach using secondary data consisting of primary, secondary, and tertiary legal materials. The results showed that the application of expert evidence in Decree No. 50 / Pid.Sus-Tpk / 2020 / PN.JKT.Pst showed that three experts had qualified formill based on Article 179 paragraph (2) of the KUHAP, but two other experts had not qualified formiil under Article 168 kuhap, one other expert had qualified formiil based on Article 168 KUHAP and three experts had qualified material expert information. Expert information is not used in legal considerations because in principle expert information has the power of free proof and does not determine. The judge's legal consideration of Decision No. 50/Pid.Sus-Tpk/2020/PN.JKT.Pst. is appropriate and satisfies the sense of justice. The suggestion is the status of expert relationship presented with the defendant is clearly stated and the judge's consideration of this ruling is expected to be a reference for judges in deciding similar cases. | |
| 32110 | 35230 | E1A016163 | IMPLEMENTASI HUKUM PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN KELUARGA BERENCANA OLEH BIDAN DALAM PELAYANAN KEBIDANAN (Studi di Klinik Bayu Medika Bogor) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi hukum pelayanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana oleh bidan dalam pelayanan kebidanan dan faktor-faktor yang cenderung berpengaruh terhadap implementasi hukum pelayanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana oleh bidan dalam pelayanan kebidanan di Klinik Bayu Medika, Bogor. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis, dan spesifikasi penelitian deskriptif. Lokasi penelitian di Klinik Bayu Medika Bogor. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data primer dengan wawancara sedangkan data sekunder dengan studi pustaka dan studi dokumenter. Metode pengolahan data dengan reduksi data, display data dan kategorisasi data. Penyajian data dalam bentuk matriks kualitatif dan teks naratif. Metode analisis data dilakukan secara analisis kualitatif dengan menggunakan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hukum pelayanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana oleh bidan dalam pelayanan kebidanan di Klinik Bayu Medika, Bogor telah terimplementasi dengan efektif. Hal ini dapat dilihat dari parameter yang meliputi baiknya implementasi kewenangan bidan dalam pelayanan kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana yang meliputi penyuluhan dan konseling kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana; dan pelayanan kontrasepsi oral, kondom, dan suntikan, serta baiknya implementasi bentuk pelayanan kesehatan seksual oleh Bidan yang meliputi Keterampilan Sosial; Komunikasi, Informasi, dan Edukasi; Konseling; Pengobatan; dan Perawatan. Adapun faktor-faktor yang cenderung mendukung implementasi hukum pelayanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana oleh bidan dalam pelayanan kebidanan di Klinik Bayu Medika, Bogor yaitu: faktor hukum; faktor penegak hukum dan faktor sarana atau fasilitas, sedangkan faktor yang menghambat implementasi yaitu faktor masyarakat dan faktor budaya. | This study aims to determine the legal implementation of reproductive health and family planning services by midwives in midwifery services and the factors that tend to influence the legal implementation of reproductive health and family planning services by midwives in midwifery services at the Bayu Medika Clinic, Bogor. This study uses qualitative research methods with a sociological juridical approach, and descriptive research specifications. The research location is at the Bayu Medika Clinic, Bogor. The types of data used are primary data and secondary data. Primary data collection methods are interviews, while secondary data are literature studies and documentary studies. Data processing method with data reduction, data display and data categorization. Presentation of data in the form of a qualitative matrix and narrative text. The data analysis method was carried out by qualitative analysis using content analysis. The results show that the implementation of the law on reproductive health and family planning services by midwives in midwifery services at the Bayu Medika Clinic, Bogor has been implemented effectively. This can be seen from the parameters that include the good implementation of the authority of midwives in women's reproductive health services and family planning which includes counseling and counseling on women's reproductive health and family planning; and services for oral contraceptives, condoms, and injections, as well as good implementation of forms of sexual health services by midwives which include Social Skills; Communication, Information, and Education; Counseling; Treatment; and treatment. The factors that tend to support the legal implementation of reproductive health and family planning services by midwives in midwifery services at the Bayu Medika Clinic, Bogor are: legal factors; law enforcement factors and facilities or facilities, while the factors that hinder implementation are community factors and cultural factors. | |
| 32111 | 35231 | D1A018081 | SUPLEMENTASI EKSTRAK KURMA DALAM PENGENCER RINGER LAKTAT-KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA AYAM PELUNG YANG DIPRESERVASI PADA SUHU 5 C PADA BERBAGAI WAKTU PENGAMATAN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak kurma dalam pengencer kuning telur- ringer laktat terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa ayam pelung yang dipreservasi pada suhu 5 C pada berbagai waktu pengamatan. Materi penelitian yang digunakan yaitu semen segar yang diperoleh dari 5 ekor ayam pelung. Bahan yang digunakan yaitu berupa pakan ayam dan air minum secara ad libitum dengan bahan kimia yang digunakan berupa ringer laktat, kuning telur, Nacl fisiologis, nigrosin, dan sodium sitrat. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Repeated measurement dengan 5 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan terdiri dari P0: ekstrak kurma 0% P1: ekstrak kurma 0,5%, P2: ekstrak kurma 1%, P3 ekstrak kurma: 1,5% dan P4: ekstrak kurma 2% dengan lama penyimpanan sebanyak 5 kali (0 jam, 12 jam, 24 jam, 36 jam, dan 48 jam). Variabel yang diamati adalah adalah motilitas dan viabilitas. Data penelitian yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi (ANAVA), jika perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap variabel yang diamati, maka dilanjutkan dengan uji lanjut Orthogonal Polynomial. Hasil perhitungan analisis variasi perlakuan ekstrak kurma (0 %, 0,5 %, 1 %, 1,5%, 2%) terhadap semen ayam pelung yang disimpan dalam suhu 5 C diperoleh hasil yang berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa ayam pelung. Hasil analisis variansi lama penyimpanan (0 jam, 12 jam, 24 jam, 36 jam dan 48 jam) terhadap semen ayam pelung berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa ayam pelung. Hasil analisis variansi interaksi antara penambahan ekstrak kurma dalam pengencer kuning telur – ringer laktat dan lama penyimpanan pada suhu 5oC menunjukkan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa ayam pelung. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan ekstrak kurma 0,85% pada pengencer ringer laktat-kuning telur menghasilkan motilitas terbaik, sedangkan penambahan ekstrak kurma 0,90% menghasilkan viabilitas spermatozoa ayam pelung terbaik. Semakin lama penyimpanan pada suhu 5 C, maka motilitas dan viabilitas spermatozoa akan semakin rendah. Terdapat interaksi antagonisme antara penambahan ekstrak kurma dalam pengencer dan lama penyimpanan suhu 5 C terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa ayam pelung. | This study aimed to determine the effect of adding dates extract in egg yolk diluent-ringer’s lactate on the motility and viability of pelung rooster spermatozoa preserved at 5 °C at various observation times. The material used in this research was fresh semen from 5 pelung roosters, chicken feed and drinking water which were processed ad libitum, Ringer's lactate solution, egg yolk, physiological Saline solution, nigrosin, and sodium citrate. The method used was experimental with a Completely Randomized Design (CRD) Repeated measurement with 5 treatments and each treatment was repeated 4 times. The treatments consisted of P0: date extract 0%, P1: date extract 0.5%, P2: date extract 1%, P3: date extract 1.5% and P4: date extract 2% with storage time of 5 times (0 hour, 12 hours, 24 hours, 36 hours, and 48 hours). The variables observed were motility and viability. The research data obtained were analyzed using analysis of variance (ANAVA). The statistical analysis shows that all treatments (dates extract of 0, 0.5, 1.0, 1.5 and 2.0 %) had a very significant effect (P<0.01) on motility and viability of Pelung rooster spermatozoa. Storage time (0 hour, 12 hours, 24 hours, 36 hours and 48 hours) had a very significant effect (P<0.01) on motility and viability of pelung rooster spermatozoa, and the interaction variance between the addition of dates extract in egg yolk – Ringer's lactate diluent and storage time at 5 C showed a very significant effect (P<0.01) on the motility and viability of the pelung rooster spermatozoa. The conclusion of this study was that the addition of 0.85% dates extract in Ringer’s lactate-egg yolk diluent resulted in the best motility, while the addition of 0.90% date extract resulted in the best spermatozoa viability of pelung roosters. The longer the storage at 5°C, the lower the motility and viability of spermatozoa. There was an antagonistic interaction between the addition of dates extract in the diluent and storage time at 5°C on the motility and viability of the pelung rooster spermatozoa. | |
| 32112 | 35485 | D1A017200 | PENGARUH PERBEDAAN LANTAI DAN KEPADATAN KANDANG TERHADAP PRODUKSI DAN BOBOT TELUR AYAM NIAGA PETELUR | Penelitian berjudul “Perbedaan Jenis Dan Kepadatan Kandang Terhadap Produksi Dan Bobot Telur Ayam Niaga Petelur". Penelitian telah laksanakan di Kota Tasikmalaya pada tanggal 6 juni 2021 sampai dengan 6 juli 2021. Tujuan untuk mengetahui pengaruh jenis lantai dan kepadatan terhadap produksi telur ayam niaga petelur. dan mengetahui pengaruh jenis lantai dan kepadatan terhadap bobot telur ayam niaga petelur. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam niaga petelur betina umur 18 minggu sebanyak 120 ekor dan bobot sekitar 1,5 kg. Pemeliharaan ayam petelur betina dengan strain jenis isa brown. Setiap unit perlakuan terdiri dari 40 kandang slat, lantai slat yang isi 2 ekor ayam niagar petelur sebanyak 20 petak dan diisi 1 petak ayam niaga petelur 20 petak dan 40 kandang litter, lantai litter yang isi 2 ekor ayam niagar petelur sebanyak 20 petak dan diisi 1 petak ayam niaga petelur 20 petak dengan ukuran masing-masing yaitu 40x50x30 〖cm〗^3. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan tersebut meliputi p_1 (Lantai litter dengan kepadatan 2 ekor), p_2 (Lantai litter dengan kepadatan 1 ekor), p_3 (Lantai slat dengan kepadatan 2 ekor) dan p_4 ( Lantai slat dengan kepadatan 1 ekor). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa rataan jumlah produksi dan bobot telur, adalah Rataan jumlah produksi telur pada perlakuan P1, P2, P3, P4 secara berurutan adalah 33,47 ± 1.9959, 32,14 ± 2.1761, 34,63± 2.0667 dan 37,39± 2.2468. Rataan jumlah bobot telur pada perlakuan P1, P2, P3, P4 secara berurutan adalah 48 g/butir ± 5,27870, 49 g/butir ± 8,95229, 50g/butir ± 4.31113 dan 51 g/butir± 5.73045. Menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh jenis lantai dan kepadatan kandang terhadap produksi telur dan terdapat pengaruh jenis dan kepadatan kadang terhadap bobot telur. | ABSTRACT Mohammad Lutfi Nur Fauzi. The study entitled "The effect of in Type and Density of Cages on egg production and Weight of Commercial Laying Hens". The research was carried out in Tasikmalaya City from June 6, 2021 to July 6, 2021. The purpose of this study was to determine the effect of floor type and density on egg production of laying hens. and determine the effect of floor type and density on egg weight of laying hens. The material used in this study was 120 female Isa Brown laying hens aged 18 weeks and weighing about 1.5 kg. Each treatment unit consisted of 40 slat cages, the slat floor contained 20 laying commercial chickens and 1 commercial laying hens, 20 layers and 40 litter cages, the litter floor contained 20 laying commercial chickens and filled with 1 commercial chicken laying plots of 20 plots with each size of 40x50x30 〖cm〗^3 . This research was conducted using a completely randomized design (CRD) method with 4 treatments and 5 replications. The treatments included p_1(Litter floor with a density of 2 tail), p_2 (Littery floor with a density of 1 tail), p_3 (Slat floor with a density of 2 tail) and p_4 (Slat floor with a density of 1 tail). The results showed that the average egg production in treatments P1, P2, P3, P4 respectively were 33.47 ± 1.9959, 32.14 ± 2.1761, 34.63 ± 2.0667 and 37.39± 2.2468 percent. The average egg weights in treatments P1, P2, P3, P4 respectively were 48 ± 5.27870, 49 ± 8.95229, 50 ± 4.31113 and 51 ± 5.73045 weight/grams. It shows that there is no effect of floor type and cage density on egg production. | |
| 32113 | 35232 | C1B016120 | PENGARUH NEGARA ASAL, CITRA MEREK, FITUR PRODUK DAN LAYANAN PURNA JUAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MOBIL WULING DI PURWOKERTO | Penelitian ini merupakan survei pada pengguna mobil Wuling di Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui negara asal, citra merek, fitur produk dan layanan purna jual terhadap keputusan pembelian mobil. Responden dalam penelitian ini adalah pengguna mobil Wuling di kota Purwokerto. Penelitian ini menggunakan 94 responden. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probabilty sampling dengan teknik simple random sampling. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan SPSS (Statistical Product and Service Solution) menunjukkan bahwa: (1) Negara asal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, (2) Fitur produk tidak memiliki memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, (3) Citra produk memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, (4) Layanan purna jual memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Implikasi dari penelitian ini adalah supaya Wuling sebagai industri otomotif yang tergolong cukup kompetitif di Indonesia, Wuling Motors masih membutuhkan banyak evaluasi pada aspek manajemen dan pemasarannya. Oleh karena itu, peneliti menyarankan kepada pihak Wuling Motors untuk meningkatkan pembelian produksinya dengan terus meningkatkan kualitas produk melalui pemasaran maksimal baik melalui media elektronik maupun lewat penjualan perorangan, supaya anggapan bahwa produk-produk asal China yang buruk dan tidak berkualitas dapat perlahan menghilang. | This research is a survey of Wuling car users in Purwokerto City, Banyumas Regency. This study aims to determine the country of origin, brand image, product features and after-sales service on car purchasing decisions. Respondents in this study were Wuling car users in the city of Purwokerto. This study used 94 respondents. This research method uses quantitative research with the sampling technique used is probability sampling with simple random sampling technique. Based on the results of research and data analysis using SPSS (Statistical Product and Service Solution) shows that: (1) Country of origin has a positive and significant influence on purchasing decisions, (2) Product features do not have a positive and significant influence on purchasing decisions, (3 ) Product image has a positive and significant influence on purchasing decisions, (4) After-sales service has a positive and significant impact on purchasing decisions. The implication of this research is that for Wuling as an automotive industry that is quite competitive in Indonesia, Wuling Motors still needs a lot of evaluation in its management and marketing aspects. Therefore, the researcher suggests to Wuling Motors to increase the purchase of its production by continuing to improve product quality through maximum marketing both through electronic media and through individual sales, so that the notion that products from China are poor and of poor quality can slowly disappear. | |
| 32114 | 35546 | K1A018069 | PENGARUH ULTRASONIC PRE-TREATMENT TERHADAP RENDEMEN DAN KADAR 1,8-CINEOL MINYAK ATSIRI BIJI KAPULAGA (Amomum cardamomum) HASIL HYDRODISTILLATION | Kapulaga merupakan rempah yang menghasilkan minyak atsiri bernilai tinggi. Minyak yang terkandung dalam biji kapulaga dapat diekstrak dengan metode hydrodistillation. Ultrasonic pre-treatment menjadi metode alternatif yang memberikan efisiensi lebih baik dibandingkan metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh ultrasonic pre-treatment terhadap rendemen dan kadar 1,8-cineol minyak biji kapulaga. Penelitian ini diawali dengan melakukan tahap pre-treatment ultrasonic terhadap biji kapulaga selama 15 menit, kemudian dilanjutkan dengan hydrodistillation selama 6 jam dan minyak yang diperoleh selanjutnya dianalisa komponen penyusunnya dengan GC-MS. Penelitian ini dilakukan secara eksploratif dengan variasi amplitudo (30, 60, 90, dan 100%), ukuran partikel (8, 14, dan 20 mesh), dan solvent to feed ratio (1:20; 1:15; dan 1:10) dengan masing-masing dua kali pengulangan. Hasil menunjukkan bahwa ultrasonic pre-treatment berpengaruh dalam meningkatkan rendemen serta kadar komponen senyawa utama 1,8-cineol. Amplitudo 90% menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 6,97% (b/b) dengan kadar 1,8-cineol sebesar 69,43%. Ukuran partikel 8 mesh menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 6,53% (b/b) dengan kadar 1,8-cineol sebesar 65,2%. Solvent to feed ratio 1:10 menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 7,48% (b/b) dengan kadar 1,8-cineol sebesar 62,57%. Berdasarkan hasil, untuk memperoleh hasil rendemen serta kadar 1,8-cineol terbaik dapat menggunakan amplitudo 90% dengan ukuran partikel 8 mesh dan solvent to feed ratio 1:20. | Cardamom is a spice that produces high-value essential oils. The oil contained in cardamom seeds can be extracted by hydrodistillation method. Ultrasonic pre-treatment is an alternative method that provides better efficiency than conventional methods. This study aims to study the influence of ultrasonic pre-treatment on the yield and 1,8-cineol level of cardamom seed oil. This study began by performing ultrasonic pre-treatment of cardamom seeds for 15 minutes, then continued with hydrodistillation for 6 hours and the oil obtained is further analyzed its constituent components with GC-MS. The study was exploratory with variations in amplitude (30, 60, 90, and 100%), particle size (8, 14, and 20 mesh), and solvent to feed ratio (1:20; 1:15; and 1:10) with two repetitions, respectively. The results showed that ultrasonic pre-treatment had an effect in increasing yield as well as levels of the main compound component 1,8-cineol. An amplitude of 90% yields the highest yield of 6.97% (b/b) with a rate of 1,8-cineol of 69.43%. Particle size 8 mesh produces the highest yield of 6.53% (b/b) with a rate of 1,8-cineol of 65.2%. Solvent to feed ratio of 1:10 produces the highest yield of 7.48% (b/b) with a rate of 1,8-cineol of 62.57%. Based on the results, to obtain the best yield and 1.8-cineol level can use 90% amplitude with particle size 8 mesh and solvent to feed ratio of 1:20. | |
| 32115 | 35234 | C1G016007 | THE EFFECT OF DEBIT CARD, CREDIT CARD, AND ELECTRONIC MONEY TRANSACTION ON VELOCITY OF MONEY IN INDONESIA | Penelitian ini berjudul” The Effect of Debit Card, Credit Card, and Electronic Money Transaction on Velocity of Money in Indonesia”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh transaksi kartu debit, kartu kredit, dan uang elektronik terhadap perputaran uang di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diterbitkan oleh Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, dan Kementerian Perdagangan Indonesia. Data yang digunakan adalah tahun 2010 hingga 2019 dalam kuartal. Metode analisis dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda, dengan menggunakan uji t, uji F, dan uji asumsi klasik. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa secara bersama-sama semua variabel independen yaitu kartu debit (𝑋1), kartu kredit (𝑋2), uang elektronik (𝑋3), memiliki pengaruh signifikan terhadap perputaran uang di Indonesia. Secara parsial variabel kartu debit memilikipengaruh negatif dan signifikan terhadap perputaran uang di Indonesia, variabel kartu kredit tidak berpengaruh terhadap perputaran uang di Indonesia, dan variabel uang elektronik memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perputaran uang di Indonesia. Implikasi dari kesimpulan di atas adalah bank umum sebagai penerbit kartu harus lebih mengembangkan berbagai fasilitas yang dapat mempermudah atau menarik minat masyarakat menggunakan kartu kredit sebagai alat pembayaran/transaksi. Kedepannya masyarakat harus lebih bijak dalam menggunakan kartu kredit, karena kesalahan dalam menggunakan kartu kredit biasanya dilakukan oleh pemegang kartu kredit pemula, karena kemudahannya orang-orang yang justru kewalahan saat harus membayar tagihan. Bank Indonesia perlu mengembangkan keamanan dan regulasi yang berlaku, untuk lebih meningkatkan kepercayaan masyarakat agar tidak terjadi pelanggaran dan penyalahgunaan dalam penggunaan kartu kredit | This research is entitled” The Effect of Debit Card, Credit Card, and Electronic Money Transaction on Velocity of Money in Indonesia”. The purpose of this study was to analyze the effect of debit cards, credit cards, and electronic money transactions on the velocity of money in Indonesia. This type of research is quantitative research. The data used is secondary data published by Bank Indonesia, Central Statistics Agency, and The Indonesian Ministry of Trade. The data used are from 2010 to 2019 in quarters. The method of analysis in this research is multiple linear regression analysis, using ttest, F-test, and classical assumption test. Based on the results of research and data analysis shows that together with all the independent variables, namely debit cards (𝑋1), credit cards (𝑋2), electronic money (𝑋3), has a significant influence on the velocity of money in Indonesia. Partially, debit card variables have a negative and significant influence on velocity of money in Indonesia, credit card variables do not affect on velocity of money in Indonesia, and electronic money variables have a positive and significant influence on money turnover in Indonesia. The implication of the conclusion above is that commercial banks as card issuers must further develop various facilities that can facilitate or attract public interest in using credit cards as a means of payment/transaction. In the future, people must be wiser in using credit cards, because mistakes in using credit cards are usually made by novice credit cardholders, because of the convenience of people who are actually overwhelmed when they have to pay bills. Bank Indonesia needs to develop security and applicable regulations, to further increase public trust so that there are no violations and abuses in the use of credit cards. | |
| 32116 | 35229 | I1F020012 | PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN E-BUKLET TERHADAP KEMAMPUAN MELAKUKAN MOBILISASI DINI PADA PASIEN POST LAPARATOMI DI RSUD PROF DR MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN E-BUKLET TERHADAP KEMAMPUAN MELAKUKAN MOBILISASI DINI PADA PASIEN POST LAPARATOMI DI RSUD PROF DR MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO Dwi Heri Purnomo¹, Iwan Purnawan², Arif Imam Hidayat³ Latar Belakang: Laparatomi merupakan sebuah tindakan bedah yang dilakukan dengan membuat sayatan di dinding perut. komplikasi yang muncul pada pasien post operasi diantaranya perdarahan, nyeri, infeksi pada luka operasi, dan terbukanya jahitan pada dinding perut. Upaya yang dapat dilakukan adalah memberikan pendidikan kesehatan menggunakan e-buklet tentang mobilisasi dini pada pasien post laparatomi. Tujuan : Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media e-buklet terhadap pasien post laparatomi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Metode: Metode peneltian ini yaitu quasy experiment posttest only with control group design dengan teknik sampling consecutive sampling pada 30 responden intervensi dan 30 responden kontrol. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi dan e-buklet dengan analisis uji Mann-Whitney. Hasil: Mayoritas usia responden berada pada rentang usia 45-55 tahun dengan jenis kelamin perempuan dan mayoritas tingkat pendidikan responden adalah SMA. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat perbedaan median pada kedua kelompok yaitu 6 untuk kelompok intervensi dan 4 untuk kelompok kontrol. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media e-buklet terhadap kemampuan melakukan mobilisasi dini pada pasien post laparatomi dengan nilai p=0,01 (p<0,05). Kata Kunci: e-buklet, mobilisasi dini, post laparatomi. ¹Mahasiswa Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. ²,³Dosen di Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. | EFFECT OF HEALTH EDUCATION USING E-BOOKLET ON THE ABILITY TO DO EARLY MOBILIZATION IN POST LAPARATOMY PATIENTS IN PROF DR MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO HOSPITAL Dwi Heri Purnomo¹, Iwan Purnawan², Arif Imam Hidayat³ Background: Laparotomy is a surgical procedure performed by making an incision in the abdominal. Complications that arise in postoperative patients include bleeding, pain, infection in the surgical wound, and opening of sutures on the abdominal wall. Intervention that can be made are to provide health education using e-booklets about early mobilization in post-laparotomy patients. Purpose: The purpose of this study is to find out the effect of health education using e-booklet media on post-laparotomy patients at Prof. Hospital. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Methodology: The approach used was quasi test posttest simplest with control organization layout with consecutive sampling technique of 30 intervention respondents and 30 control respondents. The gadgets used are remark sheets and e-booklets with Mann-Whitney check evaluation. Result: Most of the people of respondents are within the age range of forty five-55 years with female gender and most people of respondents' schooling level is high school. The outcomes showed that there was a difference within the median inside the groups, 6 for the intervention organization and four for the control institution. Conclusion: There is an effect of health education using e-booklet media on the ability to carry out early mobilization in post-laparotomy patients with a value of p = 0.01 (p <0.05). Key words: e-booklet, early mobilization, post laparatomy ¹Student of Nursing Departement, Faculty of Health Sciences, University of Jenderal Soedirman. ²,³Departement of Nursing, Faculty of Health Sciences, University of Jenderal Soedirman. | |
| 32117 | 35235 | C1A014036 | ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN BURUH TAMBANG BATU KAPUR DI DESA BOBOS KECAMATANDUKUPUNTANG KABUPATEN CIREBON | Desa Bobos merupakan desa yang mempunyai potensi alam yang tinggi, yaitu potensi alam gunung batu. Banyak warga yang menggantungkan hidupnya sebagai buruh tambang untuk menghidupi dirinya dan untuk kesejahteraannya. Tingkat kesejahteraan dapat dilihat menggunakan indikator yang telah di tetapakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Kesejahteraan menurut Badan Pusat Statistik ialah terpenuhinya kebutuhan seseorang baik jasmani maupun rohani yang diukur menggunakan enam indikator yaitu pendapatan, pengeluaran, pendidikan, keadaan tempat tinggal, fasilitas tempat tinggal, dan kepemilikan tempat tinggal atau rumah. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini untuk menganalisis pendapatan buruh tambang batu kapur di Desa Bobos Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon dan menganalisis tingkat kesejahteraan buruh tambang batu kapur di Desa Bobos Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan deskriftif kuantitatif. Jumlah responden dalam penelitian ini yaitu 52 responden buruh tambang batu kapur. Alat analisis yang digunakan adalah menggunakan enam indikator menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015. Jenis data yang digunakan merupakan data primer dengan menggunakan kuesioner, dan hasil penelitian diinterpetasikan berdasarkan hasil wawancara dan pengolahan data. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka hasil penelitian menunjukan bahwa: pendapatan buruh tambang batu kapur di Desa Bobos masih berada di bawah Upah Minimum Regional Kabupaten Cirebon. Tingkat kesejahteraan buruh tambang di Desa Bobos berada di tingkat sedang dengan jumlah skor 11-14. Hal ini dapat dilihat dari enam indikator kesejahteraan berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) yaitu pendapatan, pengeluaran, pendidikan, keadaan tempat tinggal, fasilitas tempat tinggal, dan kepemilikan tempat tinggal atau rumah, umumnya berada di kriteria sedang. Impliksi penelitian ini adalah pendapatan buruh tambang terbilang cukup apabila untuk menghidupi sendiri, namun untuk menghidupi keluarganya ini sangat kurang atau kecil. Guna meningkatkan pendapatan buruh tambang, buruh harus mempunyai usaha atau pekerjaan lain untuk menambah penghasilannya. Kesjahteraan buruh tambang batu kapur di Desa Bobos dalam tingkat sedang. Guna meningkatkan kesejahteraan dapat dilakukan dengan meningkatkan pendidikan buruh tambang. Dengan tingginya pendidikan maka dapat meningkatkan atau memperluas mata pencaharian. | Bobos Village is a village that has high natural potential, namely the natural potential of rock mountains. Many residents depend their life as mining workers to support themselves and for their welfare. The level of welfare can be seen using indicators that have been set by the Central Statistics Agency (BPS). Welfare according to the Central Bureau of Statistics is the fulfillment of a person's physical and spiritual needs as measured using six indicators, namely income, expenditure, education, living conditions, housing facilities, and ownership of a residence or house. Based on this, this study is to analyze the income of limestone mining workers in Bobos Village, Dukupuntang District, Cirebon Regency and analyze the welfare level of limestone mining workers in Bobos Village, Dukupuntang District, Cirebon Regency. This research is a research that uses quantitative descriptive. The number of respondents in this study were 52 limestone mining workers. The analytical tool used is using six indicators according to the Central Statistics Agency (BPS) in 2015. The type of data used is primary data using a questionnaire, and the research results are interpreted based on the results of interviews and data processing. Based on the analysis that has been done, the research results show that: the income of limestone mining workers in Bobos Village is still below the Regional Minimum Wage of Cirebon Regency. The welfare level of mining workers in Bobos Village is at a moderate level with a total score of 11-14. This can be seen from the six welfare indicators based on the Central Statistics Agency (BPS), namely income, expenditure, education, living conditions, housing facilities, and ownership of a residence or house, generally in the medium criteria. The implication of this research is that the income of mining workers is sufficient to support themselves, but to support their families is very lacking or small. In order to increase the income of mining workers, workers must have other businesses or jobs to increase their income. The welfare of limestone mining workers in Bobos Village is moderate. In order to improve welfare, it can be done by increasing the education of mining workers. With high education, it can increase or expand livelihoods. | |
| 32118 | 35486 | C1B017087 | Pengaruh Analisis Fundamental Keuangan dan Faktor Ekonomi Makro Terhadap Return Saham (Studi pada Perusahaan Properti dan Real Estate yang Terdaftar di BEI Periode 2016-2019) | Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif kausal yang dilakukan pada Perusahaan Jasa Sektor Properti & Real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini mengambil judul : “Pengaruh Analisis Fundamental Keuangan dan Faktor Ekonomi Makro Terhadap Return Saham (Studi pada Perusahaan Properti dan Real Estateyang Terdaftar di BEI Periode 2016-2019)”. Populasi dalam penelitian ini adalah Perusahaan Jasa Sektor Properti & Real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode tahun 2016-2019. Purposive sampling method digunakan untuk menentukan sampel yang akan digunakan pada penelitian ini. Setelah Purposive sampling terdapat 30 perusahaan dari total 62 Perusahaan Jasa Sektor Properti& Real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, yang memenuhi kriteria untuk dijadikan sampel. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan regresi data panel (dibantu alat analisis sofware Eviews for Windows) menunjukkan bahwa : (1) Rasio likuiditas (current ratio) berpengaruh negatif terhadap return saham (2) Rasio profitabilitas (return on asset) tidak berpengaruh terhadap return saham (3) Rasio solvabilitas (debt to equity ratio) berpengaruh negatif terhadap return saham (4) Faktor ekonomi makro (suku bunga BI) tidak berpengaruh terhadap return saham. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu menjadi pertimbangan para investor dalam mengambil keputusan untuk menanamkan sahamnya dengan memperhatikan faktor-faktor yang memengaruhi return saham yaitu rasio solvabilitas (debt to equity ratio). | This research is a causal associative research conducted on Property & Real estate Sector Service Companies listed on the Indonesia Stock Exchange. This study takes the title: "The Effect of Financial Fundamental Analysis and Macroeconomic Factors on Stock Returns (Study on Property and Real Estate Companies Listed on the IDX for the 2016-2019 Period)".The population in this study are Property & Real estate Sector Service Companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the 2016-2019 period. Purposive sampling method was used to determine the sample to be used in this study. After purposive sampling, there were 30 companies out of a total of 62 Property & Real estate Sector Service Companies listedon the Indonesia Stock Exchange, which met the criteria to be sampled. Based on the results of research and data analysis using panel data regression (assisted by the Eviews for Windows software analysis tool) shows that : (1) Liquidity ratio (current ratio) has a negative effect on stock returns (2) Profitability ratio (return on assets) has no effect on stock returns. stock returns (3) Solvency ratio (debt to equity ratio) has a negative effect on stock returns (4) Macroeconomic factors (BI interest rates) have no effect on stock returns.The implication of the conclusion above is that it becomes a consideration for investors in making decisions to invest their shares by taking into account the factors that affect stock returns, namely the solvency ratio (debt to equity ratio). | |
| 32119 | 35297 | I1A017013 | FAKTOR – FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA KANTOR DAOP 5 PURWOKERTO | Latar Belakang: Kelelahan kerja adalah keadaan yang disertai penurunan efisiensi dan ketahanan dalam bekerja dikarenakan penurunan semangat kerja akibat pekerjaannya yang terlalu monoton. Faktor yang mempengaruhi kelelahan kerja diantaranya sikap kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kelelahan kerja pada pekerja kantor Daop 5 Puwokerto. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi cross sectional. Populasi dalam penelitian sebanyak 151 pekerja dengan jumlah sampel sebanyak 80 pekerja. Variabel yang diteliti adalah umur, tingkat pendidikan, jenis kelamin, masa kerja, sikap kerja, beban kerja, kebisingan, suhu, dan penerangan. Analisis dalam penelitian ini meliputi analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil: Hasil analisis bivariate menunjukan bahwa variabel umur (0,058), jenis kelamin (1,000), tingkat pendidikan (1,000), masa kerja (0,795), beban kerja (0,985), tidak memiliki hubungan dengan kelelahan kerja sedangkan status sikap kerja (0,000) memiliki hubungan dengan kelelahan kerja. Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel Umur dan Sikap kerja dengan nilai odd rasio masing-masing 4,587 dan 0,285. Umur (p-value 0,005; OR= 4,587) menjadi variabel yang paling berpengaruh terhadap kelelahan kerja pada pekerja Daop 5 Purwokerto. Kesimpulan: Umur dan sikap kerja memiliki pengaruh terhadap kelelahan kerja pada pekerja Daop 5 Purwokerto. Saran: Pekerja supaya lebih memperhatikan sikap kerja dengan melakukan posisi saat bekerja dengan benar dan meningkatkan pengetahuan akan pentingnya sikap kerja saat bekerja. Mengoptimalkan dan memanfaatkan waktu istirahat yang sudah diberikan | Background: Work fatigue is a condition accompanied by a decrease in efficiency and resilience at work due to a decrease in morale due to work that is too monotonous. Factors that affect work fatigue include work attitude. This study aims to determine the factors that affect work fatigue in Daop 5 Puwokerto office workers. Methods: This research is a quantitative research with a cross sectional study approach. The population in the study was 151 workers with a total sample of 80 workers. The variables studied were age, gender, level of education, years of service, workload and work attitude. Analysis for this research including univariate, bivariate and multivariate. Results: The results of the bivariate analysis showed that the variables of age ((0,058)), gender (1,000), secondary education (1,000), working period (0,795), workload (0,985), did not have a relationship with work fatigue while work attitude status (0,000) had a relationship. with work fatigue. The results of the multivariate analysis showed the variables of Age and Work Attitude with odd ratio values of 4.587 and 0.285, respectively. Age (p-value 0.005; OR= 4.587) is the variable that has the most influence on work fatigue in Daop 5 Purwokerto workers. Conclusion: Age and work attitude have an influence on work fatigue in Daop 5 Purwokerto workers. Suggestion: Workers should pay more attention to work attitudes by doing the right position while working and increasing knowledge of the importance of working attitude while working. Optimizing and taking advantage of the rest time that has been given | |
| 32120 | 35460 | E1A018066 | PREDATORY PRICING OLEH PT. CONCH SOUTH KALIMANTAN CEMENT BERDASARKAN UU NOMOR 5 TAHUN 1999 TENTANG LARANGAN PRAKTIK MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT DALAM KASUS PUTUSAN Nomor 1/Pdt-Sus KPPU/2021/PN.Niaga.Jkt.Pst. | Dalam dunia usaha, persaingan usaha merupakan hal yang biasa terjadi dan menjadi syarat mutlak terselenggaranya ekonomi pasar. Keberadaan hukum persaingan usaha sangat penting dalam mengupayakan secara optimal terciptanya persaingan usaha yang sehat dan efektif. Di Indonesia, Undang-Undang persaingan usaha diatur dalam Undang-Undang 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Nomor Tidak Sehat (UU Anti Monopoli). Salah satu kegiatan yang menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan praktik monopoli adalah jual rugi (Predatory Pricing) diatur dalam Pasal 20 UU Anti Monopoli. Praktik jual rugi ini salah satunya dilakukan oleh PT. CONCH SOUTH KALIMANTAN CEMENT. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Yuridis Normatif. Data penelitian bersumber dari Data sekunder. Model penyajian data menggunakan bentuk teks naratif dan model analisis data secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa PT. Conch South Kalimantan Cement telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 20 UU Anti Monopoli tentang praktik jual rugi (predatory pricing) yaitu dengan terpenuhinya unsur-unsur dalam Pasal 20 UU Anti Monopoli. Adanya akibat dari tindakan jual rugi yang dilakukan oleh PT. Conch South Kalimantan Cement atas penjualan semen jenis PCC di wilayah Kalimantan Selatan dengan harga jual rata-rata lebih rendah daripada harga pokok penjualan sehingga mengakibatkan mengalami kerugian, kemudian peningkatan pangsa pasar secara signifikan di tahun-tahun berikutnya dan keluarnya lima 5 (lima) pelaku usaha pesaing dari pasar wilayah Kalimantan Selatan. | In the business world, business competition is a common thing and becomes an absolute condition for the implementation of the market economy. The existence of business competition law is very important in optimizing the creation of healthy and effective business competition. In Indonesia, the Law on Business Competition is regulated in Law Number 5 of 1999 concerning Prohibition of Monopolistic Practices and Unfair Business Competition (Anti-Monopoly Law). One of the activities that cause unfair business competition and monopoly practices is selling and selling losses (Predatory Pricing) regulated in Article 20 of the Anti-Monopoly Law. This practice of selling losses is one of them carried out by PT. CONCH SOUTH KALIMANTAN CEMENT. This research uses the method of Normative Juridical approach. Research data is sourced from secondary data. The data presentation model uses narrative text forms and qualitative data analysis models. Based on the results of the study, it can be concluded that PT. Conch South Kalimantan Cement has been proven to legitimately and convincingly violate Article 20 of the Anti-Monopoly Law on predatory pricing practices, namely by fulfilling the elements in Article 20 of the Anti-Monopoly Law. There is a result of the sale and loss action carried out by PT. Conch South Kalimantan Cement on the sale of PCC type cement in the South Kalimantan region with an average selling price lower than the cost of goods sold resulting in losses, then a significant increase in market share in the following years and the exit of five 5 (five) competitors from the South Kalimantan region market. |