Artikelilmiahs

Menampilkan 32.021-32.040 dari 50.034 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3202134970J1A017066Deciphering Rain in Bradbury's "The Long Rain (1950)", There Will Come Soft Rain (1950)", and "The Day it Rained Forever (1959)": A Comparative StudyPenelitian ini berjudul Deciphering Rain in Bradbury’s “The Long Rain (1950)”, “There Will Come Soft Rains (1950)”, and “The Day it Rained Forever (1959)”: A Comparative Study. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan dan persamaan hujan yang terdapat dalam “The Long Rain”, “There Will Come Soft Rains”, and “The Day it Rained Forever”. Peneliti menggunakan metode kualitatif dalam menganalisis data. “The Long Rain”, “There Will Come Soft Rains”, and “The Day it Rained Forever” adalah cerita pendek yang ditulis oleh Ray Douglas Bradbury pada tahun 1950an dan hadir dengan seri buku yang berbeda. Penelitian ini fokus mempelajari perbedaan dan persamaan hujan serta pengaruhnya terhadap masing-masing cerita. Selain itu, peneliti menggunakan Teori Perbandingan dalam Sastra untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam intensitas (rendah, tidak ada, dan sangat besar), fungsi (harapan, symbol, dan hambatan), dan efek hujan (positif efek, perspektif baru, dan negatif efek) pada ketiga cerita tersebut. Kesamaan juga ditemukan yaitu pesan intrinsik/ makna tersirat dan unsur penting alam. This research is entitled Deciphering Rain in Bradbury’s “The Long Rain (1950)”, “There Will Come Soft Rains (1950)”, and “The Day it Rained Forever (1959)”: A Comparative Study. The purpose of the research is to find out the differences and the similarities of rain that contained in “The Long Rain”, “There Will Come Soft Rains”, and “The Day it Rained Forever”. The researcher used qualitative method in analyzing the data. The Long Rain”, “There Will Come Soft Rains”, and “The Day it Rained Forever” are a short story by Ray Douglas Bradbury written in the 1950’ and come with different series of books. This research focuses on studying the differences and also similarities of the rain and the impact on each story. In addition, the researcher employed Comparative Theory in Literature to analyze the data. The result of this research shows that there are differences in the intensity (small, none, and very large), the function (hope, symbol, and obstacles), and the effect of rain (positive effects, new perspective, and negative effects). Similarities also found that is the intrinsic message/ implied meaning and important element of nature
3202235172C1A017068ANALISIS PREFERENSI MAHASISWA DALAM PEMILIHAN KOS DI KECAMATAN PURWOKERTO UTARAPenelitian ini berjudul “Analisis Preferensi Mahasiswa dalam Pemilihan Kos di Kecamatan Purwokerto Utara”. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh pendapatan, jarak, harga sewa, dan fasilitas terhadap preferensi mahasiswa dalam pemilihan kos dan untuk menganalisis variabel yang paling berpengaruh terhadap preferensi mahasiswa dalam pemilihan kos. Penelitian ini menggunakan metode accidental sampling. Populasi dari penelitian ini yaitu mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman tahun 2017-2019. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 95 responden. Penelitian ini menggunakan data primer yang disebarkan melalui kuesioner dalam bentuk google form. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu regresi logistik biner.
Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu variabel pendapatan dan harga sewa berpengaruh positif signifikan terhadap preferensi mahasiswa dalam memilih kos. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pendapatan yang dimiliki maka semakin tinggi pula kemungkinan mahasiswa memilih kos. Begitupun dengan harga sewa, semakin tingginya harga sewa yang diberikan maka semakin tinggi pula mahasiswa dalam memilih kos dibandingkan dengan selain kos. Variabel jarak tidak memiliki pengaruh signifikan dan negatif terhadap variabel jarak dapat diartikan bahwa jauh dekatnya jarak dari kos menuju kampus tidak mempengaruhi mahasiswa dalam memilih kos. Sedangkan, variabel fasilitas tidak berpengaruh signifikan dan positif terhadap preferensi mahasiswa dalam memilih kos yang artinya kelengkapan fasilitas yang disediakan tidak mempengaruhi mahasiswa dalam memilih kos. Diantara 4 variabel yang digunakan dalam penelitian, variabel yang paling berpengaruh terhadap preferensi dalam memilih kos yaitu variabel harga sewa.
Implikasi yang dapat disimpulkan dari penelitian ini yaitu bagi penyedia kos perlu memperhatikan faktor yang mempengaruhi mahasiswa dalam memilih kos sehingga dapat dijadikan salah satu upaya untuk evaluasi dalam menyediakan kos yang diminati oleh mahasiswa.
This research is entitled “Analysis of Student Preference in Choosing Rental Cost In North Purwokerto District”. The purpose of this study is to analyze effect of income, distance, rental cost and facility to student in choosing boarding house and to analyze variable that most affecting the student in choosing boarding house. This research uses accidental sampling method. The population of this study were students of Faculty of Economics and Business, Jenderal Soedirman University class of 2017-2019. Sample that used in this study was 95 respondents. This study uses primary data that distributed through a questionnaire in a form of google form. Analytical tool that used in this study is binary logistic regression.
The result obtained from this study are income and rental prices variables have a significant effect on student preferences in choosing boarding house. This shows that higher the income, the higher possibility of students choosing boarding houses. The same goes for rental price, the higher the rental prices were given, the higher possibility of the student a boarding house compared to another kind of boarding house. Distance variable has no significant and negative effect on distance variable can be interpreted as the distance between the boarding house and campus has no effect on student in choosing boarding house. Meanwhile, facility has no significant and positive effect on student preferences in choosing boarding house, which means facilities that provided does not affect student in choosing boarding house. The most influential variable on student preferences in choosing boarding house is rental price.
The implication that can be conclude from this study is that the boarding house providers need to pay attention to the factors that affect students in choosing boarding house so it can used as one of evaluation to provide boarding house that preferred by the student.
3202335592H1A018010ANALISIS KOORDINASI SISTEM PROTEKSI OVER CURRENT RELAY DAN GROUND FAULT RELAY PADA BAY TRANSFORMATOR DAYA 4 (60 MVA)Setting dan evaluasi OCR dan GFR penting dilakukan secara berkala untuk meningkatkan keandalan koordinasi proteksi sistem tenaga listrik. Setting ulang tersebut dilakukan karena adanya pertumbuhan penggunaan beban pada penyulang dan besarnya gangguan arus hubung singkat. Kontribusi studi ini adalah mengevaluasi dan melakukan setting ulang pada OCR dan GFR sisi penyulang, sisi 20 kV dan 150 kV. Metode yang digunakan adalah perhitungan matematis sesuai standar Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) dan simulasi untuk menganalisis trip Circuit Breaker (CB) berdasarkan kurva karakteristik waktu Time Multiple Setting (TMS) menggunakan ETAP 12.6.0. Setting awal menunjukkan nilai TMS OCR 150 kV adalah 0,23 s dengan waktu kerja 0,92 s. Nilai TMS OCR sisi 20 kV adalah 0,21 dengan waktu kerja 0,76 s. Sedangkan untuk nilai TMS GFR sisi 150 kV adalah 0,42 s dengan waktu kerja 1,5 s. Nilai TMS GFR 20 kV adalah 0,35 s dengan waktu kerja 1,2 s. Dengan demikian, nilai delta TMS OCR sebesar 0,02 s dan delta TMS GFR sebesar 0,07 s. Hasil setting awal tidak sesuai dengan standar IEC 60255, yang menyatakan bahwa rentang TMS antara relay incoming dan relay outgoing yang memenuhi adalah 0,3 s – 0,5 s, sehingga perlu diadakan setting ulang. Setelah dilakukan setting ulang, didapat nilai TMS OCR 150 kV adalah 0,41 s dengan waktu kerja 1,6 s. Nilai TMS OCR 20 kV adalah 0,1 dengan waktu kerja 0,4 s. Sedangkan untuk nilai TMS GFR 150 kV adalah 0,52 s dengan waktu kerja 2,2 s. Nilai TMS GFR sisi 20 kV adalah 0,16 dengan waktu kerja 0,7 s. Dengan demikian, nilai delta TMS OCR sebesar 0,31 s dan delta TMS GFR sebesar 0,32 s. Nilai delta TMS ini sesuai dengan standar IEC 60255. Setting ulang tersebut telah disimulasikan untuk mendapatkan grafik koordinasi kerja OCR dan GFR.Setting and evaluating OCR and GFR is important to be carried out regularly to improve the reliability of the coordination of the protection of the electric power system. The reset is done because of the growth in the use of the load on the feeder and the magnitude of the short-circuit current disturbance. The contribution of this study is to evaluate and reset the OCR and GFR on the feeder side, 20 kV and 150 kV sides. The method used is a mathematical calculation according to the Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) standard and a simulation to analyze the Circuit Breaker (CB) trip based on the Time Multiple Setting (TMS) time characteristic curve using ETAP 12.6.0.The initial setting shows the TMS OCR 150 kV value is 0.23 s with a working time of 0.92 s. The 20 kV side OCR TMS value is 0.21 with a working time of 0.76 s. Meanwhile, the TMS value of the 150 kV side GFR is 0.42 s with a working time of 1.5 s. The value of TMS GFR 20 kV is 0.35 s with a working time of 1.2 s. Thus, the TMS OCR delta value is 0.02 s and the TMS GFR delta is 0.07 s. The results of the initial setting are not in accordance with the IEC 60255 standard, which states that the TMS range between the incoming and outgoing relays that meet the requirements is 0.3 s – 0.5 s, so it needs to be reset. After resetting, the value of TMS OCR 150 kV is 0.41 s with a working time of 1.6 s. The value of TMS OCR 20 kV is 0.1 with a working time of 0.4 s. As for the value of TMS GFR 150 kV is 0.52 s with a working time of 2.2 s. The 20 kV side GFR TMS value is 0.16 with a working time of 0.7 s. Thus, the TMS OCR delta value is 0.31 s and the TMS GFR delta is 0.32 s. The TMS delta value is in accordance with the IEC 60255 standard. The re-setting has been simulated to obtain a graph of the OCR and GFR work coordination.
3202435174I1A017050FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH DENGAN DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM METODE IVA DI KABUPATEN BANYUMAS (STUDI DI PUSKESMAS CILONGOK I)Latar Belakang: Kasus kanker leher rahim di Kabupaten Banyumas selama empat tahun terakhir mengalami peningkatan, namun cakupan deteksi dini IVA masih sangat rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dengan deteksi dini kanker leher rahim metode IVA di Kabupaten Banyumas (Studi di Puskesmas Cilongok I).
Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional pada Tahun 2021 dengan populasi penelitian 13.679 WUS. Sampel sebanyak 93 WUS menggunakan teknik purposive sampling. Variabel penelitian pengetahuan, sikap, pendidikan, tingkat ekonomi, umur, paritas, akses fasilitas kesehatan, akses informasi, dukungan keluarga dan dukungan tenaga/kader kesehatan. Instrumen penelitian berupa angket google form. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat, analisis bivariat menggunakan chi square, dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik.
Hasil Penelitian: Sebagian besar responden tidak melakukan deteksi dini IVA (62,4%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan, sikap, pendidikan, dan dukungan keluarga (p-value=0,027; 0,031; 0,025; 0,039) dengan deteksi dini kanker leher rahim metode IVA. Faktor yang berpengaruh dengan deteksi dini kanker leher rahim metode IVA yaitu pengetahuan, sikap, pendidikan, dan dukungan keluarga (OR=3,984; 7,273; 0,187; 3,863).
Kesimpulan: Sikap adalah faktor paling berpengaruh terhadap deteksi dini kanker leher rahim metode IVA. Wanita perlu meningkatkan sikap positif dalam mendukung perilaku deteksi dini kanker leher rahim.
Background: Cases of cervical cancer in Banyumas Regency have increased over the last four years but the coverage of early detection of VIA is still very low. The purpose of this study was to determinant factors of early detection of cervical cancer using visual inspection with acetic acid (VIA) method in Banyumas Regency (Study at Puskesmas Cilongok I).
Methods: The research used cross-sectional design in 2021 with population of 13.679 women of childbearing. A sample of 93 women used purposive sampling technique. The research variables are knowledge, attitude, education, economic level, age, parity, access to health facilities, access to information, family support and support for health workers. The research instrument used google form. The data analysis performed was univariate analysis, bivariate analysis using chi square, and multivariate analysis using logistic regression.
Results: Most of the respondents did not perform early detection of cervical cancer using VIA method (62.4%). The results of the analysis showed that there was a relationship between knowledge, attitudes, education, and family support (p-value= 0.027; 0.031; 0.025; 0.039) with early detection of cervical cancer using VIA method. Determinant factors of early detection of cervical cancer using VIA were are knowledge, attitudes, education, and family support (OR=3.984; 7.273; 0.187; 3.863).
Conclusion: Attitude is the most determining factor in early detection of cervical cancer using the VIA method. Women should increase their positive attitude in supporting early detection of cervical cancer.
3202535175A1C014086Motivasi Perajin Gula Kelapa Kristal (Studi Kasus di Desa Rancamaya Kecamatan Cilongok Kabupaten BanyumasRancamaya merupakan salah satu desa sentra perajin gula kelapa kristal di Kecamatan Cilongok. Perajin sebagai pengelola usahatani gula kelapa kristal tentunya memiliki motivasi dalam menjalankan usahataninya. Motivasi perajin dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, dan untuk menggambarkan motivasi perajin digunakan teori hierarki kebutuhan Maslow. Metode penelitian dalam penelitian ini digunakan untuk menganalisis tingkat motivasi perajin gula kelapa kristal dengan analisis deskriptif, skoring dan metode successive interval. Selanjutnya untuk mengetahui hubungan antara faktor internal dan eksternal dengan tingkat motivasi perajin gula kelapa kristal dilakukan dengan analisis rank spearman. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa:1) Tingkat motivasi perajin gula kelapa kristal di Desa Rancamaya dari kebutuhan fisiologis sebesar 3,15 (sedang), kebutuhan rasa aman sebesar 2,85 (sedang), kebutuhan sosial sebesar 2,84 (sedang), kebutuhan penghargaan sebesar 2,67 (sedang), dan kebutuhan aktualisasi diri sebesar 2,65 (sedang). 2) faktor internal dan ekstenal perajin yang memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat motivasi perajin gula kelapa kristal antaralain: jumlah tanggungan keluarga perajin, pengalaman berusahatani dan peran koperasi. Faktor internal dan eksternal perajin yang tidak berhubungan secara signifikan dengan tingkat motivasi perajin gula kelapa kristal antaralain: pendidikan, jumlah pohon kelapa dan akses informasi.Rancamaya is one of the centers for crystal coconut sugar craftsmen in Cilongok District. Craftsmen as managers of crystal coconut sugar farming certainly have motivation in running their farms. Craftsman motivation is influenced by internal and external factors, and Maslow's hierarchy of needs theory is used to describe the craftsman's motivation. The research method in this study was used to analyze the level of motivation of crystal coconut sugar craftsmen with descriptive analysis, scoring and successive interval methods. Furthermore, to determine the relationship between internal and external factors with the level of motivation of crystal coconut sugar craftsmen, it was carried out by Spearman rank analysis. The results of the study show that: 1) The motivation level of crystal coconut sugar craftsmen in Rancamaya Village from physiological needs is 3.15 (moderate), security needs are 2.85 (moderate), social needs are 2.84 (moderate), social needs are 2.84 (moderate), appreciation of 2.67 (moderate), and self-actualization needs of 2.65 (moderate). 2) the internal and external factors of craftsmen that have a significant relationship with the level of motivation of crystal coconut sugar craftsmen include: the number of dependents of the crafter's family, farming experience and the role of cooperatives. The internal and external factors of craftsmen that are not directly related to the level of motivation of crystal coconut sugar craftsmen include: education, number of coconut trees and access to information.
3202635178L1C016012ANALISIS KESEHATAN EKOSISTEM MANGROVE BERDASARKAN MORFOMETRIK DAUN MANGROVE DI WILAYAH TIMUR SEGARA ANAKAN CILACAPEkosistem mangrove merupakan ekosistem yang sangat penting dalam keberlanjutan ekosistem pantai baik dari segi ekologis maupun ekonomis bagi masyarakat pesisir, sehingga keberadaannya perlu dilindungi agar tetap dalam kondisi sehat. Metode analisis morfometrik dan pengamatan kerusakan/penyakit daun mangrove merupakan metode biologis yang lebih efektif dan efisien untuk mengetahui kondisi kesehatan ekosistem mangrove. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan ekosistem mangrove di wilayah Segara Anakan Cilacap berdasarkan analisis morfometrik daun mangrove dan kondisi kerusakan/penyakit daun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan sampel daun mangrove dilakukan secara purposive random sampling dimana pada setiap stasiun masing-masing spesies diambil sebanyak 50 helai daun. Pengamatan kondisi kerusakan daun dilakukan secara visual. Pengamatan parameter fisik kimia perairan dan substrat mangrove sebagai data pendukung dilakukan secara in situ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesehatan ekosistem mangrove berdasarkan analisis morfometrik dan kerusakan/penyakit daun mangrove di wilayah Segara Anakan Cilacap mengindikasikan bahwa stasiun paling sehat adalah Stasiun 1, kemudian Stasiun 2 dan paling kurang sehat adalah Stasiun 3. Kondisi ekosistem mangrove berdasarkan parameter fisik kimia perairan dan substrat juga memperlihatkan bahwa pada Stasiun 1 memiliki kondisi paling sesuai bagi tumbuhan mangrove kemudian Stasiun 2 dan yang paling kurang sesuai adalah Stasiun 3. Berdasarkan hal tersebut bahwa analisis kesehatan ekosistem mangrove dengan analisis morfometrik dan kerusakan/penyakit daun mangrove merupakan metode analisis yang lebih efektif dan efisien untuk mengetahui kondisi kesehatan ekosistem mangrove.Mangrove ecosystem is an ecosystem that is very important in the sustainability of coastal ecosystems both from an ecological and economic perspective for coastal communities so that their existence needs to be protected to remain in a healthy condition. The method with morphometric analysis and observation of damage/disease of mangrove leaves is a more effective and efficient biological method to determine the health condition of the mangrove ecosystem. The purpose of this study was to determine the health condition of the mangrove ecosystem in the Segara Anakan area of Cilacap based on morphometric analysis of mangrove leaves and leaf damage/disease conditions. The method used in this research is the survey method. A sampling of mangrove leaves was carried out by purposive random sampling where at each station 50 leaves of each species were taken. Observation of the condition of leaf damage was done visually. Observation of the physical and chemical parameters of the waters and mangrove substrate as supporting data was carried out in situ. The results showed that the health of the mangrove ecosystem based on morphometric analysis and damage/disease of mangrove leaves in the Segara Anakan Cilacap area indicated that the healthiest station was Station 1, then Station 2, and the least healthy was Station 3. The condition of the mangrove ecosystem was based on the physical and chemical parameters of the waters and substrate also shows that Station 1 has the most suitable conditions for mangrove plants than Station 2 and the least suitable was Station 3. Based on this, the analysis of the health of the mangrove ecosystem with morphometric analysis and damage/disease of mangrove leaves was a more effective and efficient method of analysis to determine the health condition of the mangrove ecosystem.
3202735179L1C016008POTENSI EKSTRAK TINTA CUMI-CUMI DAN SOTONG SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureusTinta hitam pada Loligo sp. dan Sepia sp. merupakan bioaktif yang diproduksi sebagai alat untuk pertahanan diri terhadap lawan antara lain terhadap serangan bakteri dikenal sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi ekstrak tinta Cumi-cumi (Loligo sp.) dan Sotong (Sepia sp.) sebagai antibakteri terhadap bakteri patogen Gram negatif Escherichia coli dan bakteri Gram positif Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksplorasi skala laboratorium. Ekstraksi tinta Loligo sp. dan Sepia sp. dilakukan dengan menggunakan pelarut metanol dan n-heksan. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tinta Loligo sp. dan Sepia sp. mampu menghambat kedua spesies bakteri patogen manusia yang duji. Rata-rata lebar zona hambat hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak tinta Loligo sp. terhadap bakteri E. coli dengan pelarut metanol berkisar 1,22 mm – 1,71 mm dan n- heksana berkisar 0,79 mm – 1,48 mm, sedangkan terhadap bakteri S. aureus dengan pelarut metanol berkisar 1,23 mm – 1,80 mm dan n- heksana berkisar 1,63 mm – 2,14 mm. Rata-rata lebar zona hambat ekstrak tinta Sepia sp. terhadap bakteri E. coli dengan pelarut metanol berkisar 1,58 mm – 1,86 mm dan n- heksana berkisar 1,12 mm – 1,88 mm, sedangkan terhadap bakteri S. aureus dengan pelarut metanol berkisar 1,87 mm – 2,98 mm dan n- heksana berkisar 1,14 mm – 2,41 mm. Sifat penghambatan ekstrak tinta Loligo sp. dan Sepia sp. terhadap bakteri Staphylococcus aureus bersifat bakteriosidal namun terhadap Escherichia coli bersifat bakteriostatis. Ekstrak tinta Sepia sp. lebih berpotensi sebagai antibakteri terhadap E. coli dan S. aureus dibandingkan ekstrak Loligo sp. Black ink on Loligo sp. and Sepia sp. is a bioactive that is produced as a tool for self-defense against opponents, among others, against bacterial attacks known as antibacterial. This study aimed to determine the potential of squid (Loligo sp.) and Cuttlefish (Sepia sp.) ink extracts as antibacterial against Gram-negative bacteria Escherichia coli and Gram-positive bacteria Staphylococcus aureus. The method used in this research was a laboratory scale exploration. Loligo sp. ink extraction. and Sepia sp. carried out using methanol and n-hexane as solvent. Antibacterial activity testing was carried out using the agar diffusion method. The results showed that the ink extract of Loligo sp. and Sepia sp. able to inhibit both species of human pathogenic bacteria tested. The average width of the inhibition zone of the antibacterial activity test results of Loligo sp. ink extract. against E. coli bacteria with methanol solvent ranging from 1.22 mm - 1.71 mm and n-hexane ranging from 0.79 mm - 1.48 mm, while against S. aureus bacteria with methanol solvent ranging from 1.23 mm - 1, 80 mm and n-hexane ranged from 1.63 mm to 2.14 mm. The average width of the inhibition zone of the Sepia sp ink extract. against bacteria E. coli with methanol solvent ranged from 1.58 mm - 1.86 mm and n-hexane ranged from 1.12 mm - 1.88 mm, while against S. aureus bacteria with methanol solvent ranged from 1.87 mm - 2, 98 mm and n-hexane ranged from 1.14 mm – 2.41 mm. Inhibitory properties of Loligo sp. and Sepia sp. ink extract against Staphylococcus aureus was bactericidal but against Escherichia coli was bacteriostatic. Sepia sp ink extract. more potential as antibacterial against E. coli and S. aureus than Loligo sp.
3202835472J1A015016HYPERREAL IDENTITY IN AVATAR MOVIE (2009)Studi yang mengkaji identitas hyperreal yang digambarkan dalam Avatar (2009) ini bertujuan untuk menganalisis alterasi Jake ke dunia virtual sebagai bentuk pelarian diri, yang mengakibatkan perubahan identitas dirinya. Penulis berpendapat bahwa identitas Jake dalam dunia virtual menjadi lebih nyata dari pada dirinya yang asli dan tanda di dalam dunia virtual pun menjadi semakin nyata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Selain itu, untuk menganalisis masalah ini, penulis menerapkan tiga tahapan teori simulasi dari Jean Baudrillard. Studi yaitu: Tahap pertama: tanda merupakan cerminan realitas. Tahap kedua: tanda telah kehilangan statusnya sebagai symbol yang normatif dan berubah menjadi sarana yang terpisah dari realitas. Tahap ketiga: tanda tidak sepenuhnya merujuk pada realitas objek (kenyataan). Hasil dari analisa studi ini mendapati bahwa Pandora sebagai media untuk menghubungkan Jake ke dalam dunia virtual adalah sebuah simulasi yang membuat batasan antara realitas dan khayalan menjadi samar. Simulacrum adalah dunia virtual itu sendiri. Dunia virtual tidak lagi sebagai representasi. Dunia virtual menjadi sebuah duplikat tanpa referensi. Identitas hyperreal merupakan indetitas Jake, sebagai avatar di planet Pandora, yang dibawanya ke dunia nyata. Pada dunia nyata, orang hanya mengenalnya sebagai Jake bukan seorang avatar. Semenjak dia tidak dapat membedakan antara realitas dan khayalan dia menjadi Avatar Jake. This study which discusses hyperreal identity as portrayed in Avatar (2009) is aimed at analyzing Jake's shift to the virtual world as a form of escaping, which results in his identity change. The writer argues that Jake's identity in virtual becomes more real than the real one beside the sign-in virtual reality toward reality. This study used a qualitative method to analyze the issue. Furthermore, the writer also applied Jean Baudrillard's three orders of simulation theory. This study finds that Pandora as a medium to connect Jake to the virtual reality world is a simulation. It processes how reality and artificial are getting blurred. The simulacrum is the virtual reality world itself. The virtual reality world is no longer a representation. Instead, it becomes a copy without any references. The hyperreal identity is when Jake, as avatar Jake in Pandora, is brought to reality. In reality, people know Jake as Jake. Since Jake is unable to differentiate between reality and artificial he has become an avatar, Jake.

3202935473C1C018058Pengaruh Lingkungan Etika, Intensitas Moral, dan Komitmen Profesional Terhadap Intensi WhistleblowingTujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh lingkungan etika, intensitas moral, dan komitmen profesional terhadap intensi whistleblowing pegawai di Kejaksaan Negeri Purwokerto, Purbalingga, dan Banyumas. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh. Populasi penelitian ini sebanyak 140 pegawai kejaksaan dan sampel yang digunakan sebanyak 128 orang. Teknik analisis data dengan menggunakan analisis linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Lingkungan etika berpengaruh positif terhadap intensi whistleblowing, (2) Intensitas moral berpengaruh positif terhadap intensi whistleblowing, (3) Komitmen profesional berpengaruh positif terhadap intensi whistleblowing.The purpose of this study was to examine the influence of the ethical environment, moral intensity, and professional commitment on the intensity of whistleblowing of employees at the Purwokerto, Purbalingga, and Banyumas District Attorney's Offices. This type of research is quantitative research. The data collection technique used a questionnaire. The sampling technique in this study used a saturated sample technique. The population of this study were 140 attorneys and the sample used in this study were 128 people. Data analysis technique using multiple linear analysis. The results showed: (1) The ethical environment has a positive and significant effect on whistleblowing intentions, (2) Moral intensity has a positive and significant effect on whistleblowing intentions, (3) Professional commitment has a positive and significant impact on whistleblowing intentions.
3203035177H1E014038INTERPRETASI ANOMALI MAGNETIK BAWAH PERMUKAAN TEREDUKSI KE KUTUB DI KAWASAN CIPARI KABUPATEN CILACAPPenelitian menggunakan metode magnetik telah dilakukan di kawasan Cipari Kabupaten Cilacap. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan interpretasi berdasarkan data anomali magnetik lokal yang telah direduksi ke kutub. Teknik reduksi ke kutub dilakukan untuk memudahkan proses interpretasi data magnetik. Tahapan yang dilakukan untuk mencapai tujuan penelitian adalah tahap pengolahan data dan interpretasi. Pengolahan data yang dilakukan yaitu koreksi harian, koreksi IGRF, reduksi ke bidang datar, reduksi efek regional, dan reduksi ke kutub. Proses reduksi ke kutub dilakukan terhadap data anomali magnetik total dan data anomali lokal dengan memasukkan nilai sudut inklinasi dan sudut deklinasi daerah penelitian. Anomali medan magnetik total yang telah melalui proses reduksi ke kutub di kawasan penelitian memiliki nilai anomali magnetik berkisar 20 nT – 320 nT. Anomali medan magnetik lokal yang sudah melalui proses reduksi ke kutub memiliki nilai -650 nT – 600 nT. Anomali magnetik tereduksi ke kutub menunjukkan pola yang maksimum berada di atas benda penyebab anomali serta menunjukkan pola anomali dengan batas antar anomali secara lateral secara lebih jelas. Proses pengolahan reduksi ke kutub menggunakan software magpick. Interpretasi yang dilakukan adalah interpretasi kualitatif dengan menganalisis peta kontur anomali magnetik lokal yang sudah reduksi ke kutub. Berdasarkan nilai anomali magnetik lokal hasil reduksi ke kutub diperoleh tiga kelompok anomali yaitu anomali magnetik tinggi dengan kisaran 250 nT – 600 nT yang diinterpretasikan sebagai batuan sedimen yaitu serpih,lempung pasir,yang merupakan reservoir/sumber rembesan minyak tersebar dibagian utara,tengah,selatan. Nilai anomali 50 nT hingga 200 nT diinterpretasikan sebagai batuan basal dari batuan beu yang merupakan caprock tersebar dibagian barat. Nilai anomali 0 nT hingga -650 nT tersebar pada timur laut dan barat laut daerah penelitian merupakan mineral batuan kuarsa.
Kata kunci: anomali magnetik, batuan sedimen, interpretasi,kawasan Cipari, Kabuaten Cilacap, reduksi ke kutub.
Research using the magnetic method has been carried out in the Cipari area, Cilacap Regency. This study aims to interpret based on local magnetic anomaly data that has been reduced to the poles. The reduction technique to the poles is carried out to facilitate the process of interpreting magnetic data. The steps taken to achieve the research objectives are the data processing and interpretation stages. Data processing carried out are daily correction, IGRF correction, reduction to the flat plane, reduction of regional effects, and reduction to the poles. The reduction process to the poles is carried out on the total magnetic anomaly data and local anomaly data by entering the values of the inclination angle and declination angle of the study area. The total magnetic anomaly which has been reduced to the poles in the study area has a magnetic anomaly value ranging from 20 nT - 320 nT. The local magnetic field anomaly which has gone through the reduction process to the poles has a value of -650 nT – 600 nT. The magnetic anomaly reduced to the poles shows a pattern that is maximum above the object causing the anomaly and shows an anomalous pattern with a clearer lateral boundary between anomalies. The processing of the reduction to the poles uses magpick software. The interpretation carried out is a qualitative interpretation by analyzing the local magnetic anomaly contour map which has been reduced to the poles. Based on the local magnetic anomaly value from the reduction to the poles, three groups of anomalies are obtained, namely high magnetic anomalies with a range of 250 nT - 600 nT which are interpreted as sedimentary rocks, namely shale, sand loam, which are reservoirs/sources of oil seepage spread in the north, middle, and south. Anomaly values of 50 nT to 200 nT are interpreted as basalt from beu rock which is caprock scattered in the west. Anomaly values of 0 nT to -650 nT spread over the northeast and northwest of the study area are quartz rock minerals.
Keywords: magnetic anomaly, reduction to the pole, interpretation, sedimentary rock, Cipari area, Cilacap regency.
3203135186F1C018081Strategi Komunikasi Pemasaran dalam Layanan Kiriman Korporat PT Pos Indonesia Kantor Cabang Utama (KCU) Yogyakarta pada Masa Pandemi COVID-19 Penelitian ini berjudul Strategi Komunikasi Pemasaran dalam Layanan Kiriman Korporat PT Pos Indonesia Kantor Cabang Utama (KCU) Yogyakarta pada Masa Pandemi COVID-19. penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya persaingan di bidang jasa ekspedisi membuat PT Pos Indonesia yang merupakan satu-satunya layanan jasa ekspedisi di bawah Kementerian BUMN semakin tersingkirkan. Padahal di sisi lain penggunaan layanan jasa ekspedisi meningkat seiring banyaknya transaksi melalui e-commerce.
Penelitian ini bentuk penerapan dari strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh PT Pos Indonesia KCU Yogyakarta. Model SOSTAC dikembangkan oleh Paul R. Smith yang merupakan pengembangan dari Analisis SWOT. Model SOSTAC menganalisis bagaimana situasi, objektif, strategi, taktik, aksi, dan kontrol yang dilakukan dalam menyusun strategi komunikasi pemasaran. Tujuan model SOSTAC ini dapat mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemasaran dalam layanan kiriman korporat yang disusun oleh PT Pos Indonesia KCU Yogyakarta khususnya di bagian Penjualan Kurir dan Logistik. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan teknik pemilihan informan purposive sampling. Pengumpulan data yang digunakan yakni wawancara, observasi, dokumentasi, dan analisis data yang ada. Dan validitas data menggunakan triangulasi data.
Hasil dari penelitian ini, strategi komunikasi pemasaran yang dianalisis dalam model SOSTAC. Situasi, PT Pos Indonesia yang merupakan perusahaan BUMN dengan menggunakan core value AKHLAK sebagai pedoman dan tujuan perusahaan yaitu “Membangun bangsa yang lebih berdaya saing dan sejahtera”. Objektif, menjadikan target yang diberikan oleh Regional IV untuk menyusun strategi komunikasi pemasaran. Strategi, mencari data instansi, lalu melakukan kunjungan serta penawaran dan apabila terjadi perjanjian kerjasama instansi tersebut akan mendapatkan fasilitas yang ditawarkan. Taktik yang digunakan adalah memberikan fasilitas pick up kiriman, pembayaran secara kredit, diskon ongkos kirim, packing kiriman, pemberian laporan terkait kiriman, dan layanan kiriman sesuai kebutuhan. Aksi, salah satunya penawaran kerjasama ke Universitas Teknologi Yogyakarta, pick up service kiriman ke Universitas Amikom Yogyakarta, packing kiriman KIA dari Disdukcapil Kota Yogyakarta, dan laporan retur kiriman COD ke Beauty In The Pot. Dan tahap kontrol adanya evaluasi dari Regional IV dan testimoni mitra. Faktor pendukung adalah adanya semangat diri sendiri serta ingin belajar, kerjasama dengan instansi ditingkat atas membuat instansi di bawahnya ikut melakukan kerjasama, serta penggunaan e-commerce meningkat. Sedangkan faktor penghambatnya adalah PT Pos Indonesia dinilai masih konservatif, tidak inovatif, dan tidak berkembang. Keterlambatan membuat mitra kecewa dan belum masuknya PT Pos Indonesia di e-commerce
This research is entitled "Marketing Communication Strategy in Corporate Delivery Services of PT Pos Indonesia Main Branch Office (KCU) Yogyakarta during the COVID-19 Pandemic Period". This research is motivated by the many competitions in the field of expedition services, which are making PT Pos Indonesia, which is the only expedition service under the Ministry of SOEs, increasingly eliminated. On the other hand, the use of expedition services increases with the number of transactions through e-commerce.
This research is a form of application of the marketing communication strategy carried out by PT Pos Indonesia KCU Yogyakarta. Paul R. Smith created the SOSTAC model, which is a variation on the SWOT analysis.The SOSTAC model analyzes how situations, objectives, strategies, tactics, actions, and controls are carried out in formulating marketing communication strategies. The purpose of this SOSTAC model is to find out how the marketing communication strategy in corporate shipping services is compiled by PT Pos Indonesia KCU Yogyakarta, especially in the courier sales and logistics section, works. The technique used in this research is a qualitative and purposive sampling informant selection technique. The data collection methods used are interviews, observations, documentation, and analysis of existing data. And the validity of the data using data triangulation.
The results of this study, the marketing communication strategy analyzed in the SOSTAC model. The situation is that PT Pos Indonesia, which is a state-owned company, uses the core value of AKHLAK as the company's guidelines and goals, namely "Building a more competitive and prosperous nation". objective, making it the target given by Regional IV to develop a marketing communication strategy. Strategy, look for agency data, then make visits and offers; if there is a cooperation agreement, the agency will get the facilities offered. The tactics used are to provide pick-up facilities, credit payments, discounted shipping costs, packing of shipments, providing reports related to shipments, and delivery services as needed. Actions, one of which was an offer of cooperation to the Yogyakarta Technological University, pick-up service for shipments to Amikom University Yogyakarta, packing of KIA shipments from the Yogyakarta City Civil Registration Office, and a report on the return of COD shipments to Beauty In The Pot. And the control stage is an evaluation from Regional IV and partner testimonials. Supporting factors are the existence of self-motivation and wanting to learn, collaboration with institutions at the top level to make the agencies below it participate in collaborating, and increasing the use of e-commerce. Meanwhile, the inhibiting factor is that PT Pos Indonesia is still considered conservative, not innovative, and not developing. The delay makes partners disappointed, and PT Pos Indonesia has not entered e-commerce
3203235198A1L014014PENGARUH SUHU PENYIMPANAN DAN
KONSENTRASI AGAR – AGAR TERHADAP MUTU TOMAT
SEBAGAI UPAYA MEMPERPANJANG UMUR SIMPAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu penyimpanan dan konsentrasi agar-agar terhadap mutu tomat sebagai upaya memperpanjang umur simpan. Penelitian dilaksanakan di Laboratoriun Agronomi dan Holtikultura Fakultas Pertanian Unsoed pada bulan Februari 2022 dimulai dari pelapisan, aplikasi penyimpanan dan analisis. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Variabel penelitian meliputi susut bobot, intensitas warna,kadar vitamin C, intensitas kerusakan dan umur simpan dengan perlakuan suhu penyimpan T1=25oC, T2=8oC dan T3=(-4oC) serta perlakuan konsentrasi agar-agar A1=0,25%, A2=0,5%, A3=0,75% dan A4=1%. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis of Variance (ANOVA). Apabila hasil analisis varian berbeda nyata, maka dilakukan uji lanjut menggunakan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agar-agar berpotensi sebagai pelapis yang dapat memperpanjang umur simpan buah tomat ditinjau dari perubahan susut bobot dan intensitas kerusakannyaThis study aims to determine the effect of storage temperature and concentration of agar on the quality of tomatoes as an effort to extend shelf life. The research was carried out at the Agronomy and Horticulture Laboratory of the Unsoed Faculty of Agriculture in February 2022 starting from coating, application, storage and analysis. The experimental design used was Completely Randomized Block Design (RAKL). The research variables included weight loss, color intensity, vitamin C content, damage intensity and shelf life with storage temperature treatment T1=25oC, T2=8oC and T3=(-4oC) and agar concentration treatment A1=0.25%, A2 = 0.5%, A3 = 0.75% and A4 = 1%. The data obtained were analyzed by Analysis of Variance (ANOVA). If the results of the analysis of variance are significantly different, then further tests are carried out using DMRT. The results showed that agar has the potential as a coating that can extend the shelf life of tomatoes in terms of changes in weight loss and intensity of damage.
3203335223A1H014030Rancang Bangun Alat Pemotong Kulit Lumpia untuk Pembuatan KeripikUKM Kripik Bathothis adalah salah satu usaha kecil menengah yang berada di Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap. Namun, dalam menjalankan usaha keripik kulit lumpia tersebut mempunyai beberapa kendala untuk meningkatkan hasil produksi. Salah satunya adalah proses pemotongan kulit lumpia yang masih menggunakan gunting atau pisau satu persatu secara manual. Penulis akan mencoba merancang dan membuat alat manual yang digunakan khusus untuk memotong kulit lumpia dengan desain yang sederhana untuk membantu meningkatkan proses produksi. Penelitian dilaksanakan pada April 2021 sampai Juni 2021. Penelitian dilaksanakan di Sidik Las, di Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap untuk pembuatan alat dan di UKM keripik kulit lumpia di Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap untuk pengujian alat. Penelitian menggunkan metode rancang bangun alat. Kemudian rancangan alat yang telah direkayasa diuji untuk mengetahui kinerja alat. Pengujian dilakukan dengan cara memotong tinggi tumpukan kulit lumpia yang telah ditentukan, yaitu 1 cm, 2 cm, 3 cm, 4 cm, dan 4,5 cm. Dilakukan percobaan menggunakan 1 alas pemotong dan 2 alas pemotong alat pemotong kulit lumpia pada alat. Masing – masing percobaan dilakukan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan Alat pemotong kulit lumpia untuk pembuatan keripik terbuat dari hollow dan pipa stainless steel yang mempunyai dimensi panjang 46 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 102 cm dengan berat alat 8,32 kg. Alat pemotong kulit lumpia untuk pembuatan keripik dapat bekerja dengan kapasitas efektifitas terbaik 74,96 kg/jam pada satu alas pemotong dan tinggi tumpukkan kulit lumpia 3 cm untuk menghasilkan bentuk kulit lumpia yang seragam. Persentase hasil pemotongan yaitu 82,3% dan persentase lossis hasil sebesar 17,7%.

Kata kunci : alat pemotong, kulit lumpia, persentase hasil, lossis hasil, kapasitas efektifitas.
SME Kripik Bathothis is one of the small and medium enterprises located in Kesugihan District, Cilacap Regency. However, there are several barriers to increasing production yields in the spring roll skin chips enterprises. One of them is the method of manually cutting the spring roll skin with scissors or a knife one by one. To help improve the production process,the author will attempt to design and build a manual tool that is used specifically for cutting spring roll skin with a simple design. The research took place between April and June of 2021. The research was done at Sidik Las in Binangun District, Cilacap Regency for tool making, and at UKM of spring roll skin chips in Kesugihan District, Cilacap Regency for tool testing. The research uses the tool design and development method. Then the engineered tool's design is put to the test in order to determine its performance. An experiment was carried out using one cutting mat and two cutting mats for spring roll skin cutting tools on the tool. Each experiment was repeated 3 times. The results showed that The spring roll cutting tool for making chips was made of hollow and pipe stainless steel with dimensions of 46 cm long, 40 cm wide, and 102 cm high and a tool weight of 8.32 kg. The spring roll skin cutting tool for making of chips can produce a uniform lumpia skin shape with an effective capacity of 74.96 kg/hour on one cutting mat and a spring roll skin pile height of 3 cm. The percentage of yield is 82.3% and the percentage of yield loss is 17.7%.

Keywords: cutting tools, spring roll skin, yield percentage, yield loss percentage, effective capacity.
3203435206F1B017110Analisis Kepuasan Pasien Peserta dan Non Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Puskesmas Gumelar Kabupaten BanyumasKepuasan pasien merupakan salah satu indikator keberhasilan pelayanan kesehatan Pelayanan terbaik perlu diberikan untuk seluruh pasien baik peserta dan non peserta BPJS Kesehatan. Namun faktanya masih ditemukan kendala dalam proses pelayanan khususnya di Puskesmas Gumelar. Evaluasi perlu dilakukan terutama guna mengetahui apakah pasien peserta BPJS Kesehatan mendapatkan kepuasan yang sama dengan pasien non peserta BPJS Kesehatan. Maka tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan kepuasan pasien peserta dan non peserta BPJS Kesehatan di Puskesmas Gumelar Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif komparatif dengan membandingkan kepuasan pasien berdasarkan indikator keandalan, daya tanggap, jaminan, bukti fisik, serta empati. Sampel terdiri dari 94 pasien BPJS Kesehatan, dan 93 pasien non BPJS Kesehatan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji t-test, dan elaborasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat kepuasan pasien peserta dan non peserta BPJS Kesehatan di Puskesmas Gumelar yang dibuktikan dengan nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,584>0,05 dan THitung<Ttabel (0,549<1,653) artinya H0 diterima dan Ha ditolak. Berdasarkan hasil perhitungan analisis deskriptif diketahui bahwa kepuasan pasien peserta BPJS Kesehatan cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan pasien non peserta BPJS Kesehatan, namun keduanya dalam kategori cukup optimal. Selain itu, ditemukan bahwa indikator daya tanggap merupakan indikator dengan nilai rata-rata terendah, salah satunya dikarenakan proses pelayanan di Puskesmas Gumelar yang lambat.Patient satisfaction is one indicator of the success of health services. The best services need to be provided for all patients, both participants and non-participants of BPJS Health. However, in fact, there are still obstacles in the service process, especially at the Gumelar Health Center. Evaluation needs to be carried out especially to find out whether patients participating in BPJS Kesehatan get the same satisfaction as patients who are non-participants of BPJS Kesehatan. So the purpose of this study was to determine the difference in patient satisfaction of participants and non-participants of BPJS Health at the Gumelar Health Center, Banyumas Regency. This type of research is quantitative comparative by comparing patient satisfaction based on indicators of reliability, responsiveness, assurance, physical evidence, and empathy. The sample consisted of 94 BPJS Health patients, and 93 non BPJS Health patients. The data analysis technique used is descriptive analysis, t-test, and elaboration. The results showed that there was no difference in the level of satisfaction of participants and non-participants of BPJS Health at the Gumelar Health Center as evidenced by the significance value obtained at 0.584>0.05 and TCount<Ttable (0.549<1.653) meaning that H0 was accepted and Ha was rejected. Based on the results of descriptive analysis calculations, it is known that the satisfaction of BPJS Health participants tends to be higher than non BPJS Health participants, but both are in the quite optimal category. In addition, it was found that the responsiveness indicator was the indicator with the lowest average value, one of which was due to the slow service process at the Gumelar Health Center.
3203535180F1B017066Pengaruh Komunikasi Interpersonal dan Kualitas Sumber Daya Manusia Terhadap Keberhasilan Implementasi Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 90 JakartaPemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 4 Tahun 2018 tentang Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dimana program ini bersifat bantuan yang diberikan kepada siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu dalam rangka membantu pemenuhan kebutuhan siswa dalam hal pendidikan dan mensukseskan program Pemerintah wajib belajar 12 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara Komunikasi Interpersonal dan Kualitas Sumber Daya Manusia terhadap Keberhasilan Implementasi Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 90 Jakarta. Model implementasi yang digunakan milik George C.Edward III. Metode yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dengan variabel Komunikasi Interpersonal (X1), Kualitas Sumber Daya Manusia (X2) dan Keberhasilan Implementasi (Y). Teknik sampel yang digunakan yaitu preportionate stratifed random sampling dengan jumlah sampel 81 responden. Teknik analisis yang digunakan yaitu Korelasi Kendall’s Tau-c, Koefisien Konkordinansi Kendall W, dan Regresi Ordinal.

Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Komunikasi Interpersonal dan Kualitas Sumber Daya Manusia terhadap Keberhasilan Implementasi Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 90 Jakarta. Hasil perhitungan regresi ordinal antara Komunikasi Interpersonal dan Keberhasilan Implementasi menunjukkan koefisien regresi sebesar 13,5 persen sampai 24,9 persen dengan arah yang positif. Hasil perhitungan regresi ordinal antara Kualitas Sumber Daya Manusia terhadap Keberhasilan Implementasi menunjukkan koefisien regresi sebesar 25,4 persen sampai 42,8 persen dengan arah yang positif. Hasil perhitungan regresi ordinal antara Komunikasi Interpersonal dan Kualitas Sumber Daya Manusia terhadap Keberhasilan
Implementasi menunjukkan koefisien regresi sebesar 28,8 persen sampai 47,2 persen dengan arah yang positif. Dengan demikian menyatakan bahwa Komunikasi Interpersonal dan Kualitas Sumber Daya Manusia mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Keberhasilan Implementasi Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 90 Jakarta.
The Provincial Government of DKI Jakarta issued the Governor's Regulation of the Jakarta Capital Special Region Province No. 4 of 2018 on Smart Jakarta Card (KJP) Plus where this program is an assistance provided to students who come from underprivileged families in order to help meet the needs of students in terms of education and succeed the Government's 12-year compulsory study program. This research aims to find out the influence between Interpersonal Communication and Human Resource Quality on the Successful Implementation of the Smart Jakarta Card Program (KJP) at Sma Negeri 90 Jakarta. The implementation model used belongs to George C. Edward III. The methods used are quantitatively associative with variables of Interpersonal Communication (X1), Quality of Human Resources (X2) and Successful Implementation (Y). The sample technique used is preportionate stratifed random sampling with a sample number of 81 respondents. The analytical techniques used are Kendall's Tau-c Correlation, Kendall W Coordination Coefficient, and Ordinal Regression.

The results of this study revealed that there is a positive and significant influence between Interpersonal Communication and Human Resource Quality on the Successful Implementation of the Smart Jakarta Card Program (KJP) at Sma Negeri 90 Jakarta. The results of the ordinal regression calculation between Interpersonal Communication and Implementation Success showed a regression coefficient of 13.5 percent to 24.9 percent in a positive direction. The results of the ordinal regression calculation between The Quality of Human Resources to The Success of Implementation showed a regression coefficient of 25.4 percent to 42.8 percent in a positive direction. The results of the ordinal regression calculation between Interpersonal Communication and Human Resource Quality to Implementation Success showed a regression coefficient of 28.8 percent to 47.2 percent in a positive direction. Thus stating that Interpersonal Communication and Quality of Human Resources have a positive and significant influence on the Successful Implementation of the Smart Jakarta Card Program (KJP) at Sma Negeri 90 Jakarta.
3203635182H1E014022SIMULASI JALUR REAKSI PEMISAHAN H2O DI ATAS PERMUKAAN Pt(111) DENGAN METODE DENSITY FUNCTIONAL THEORYTelah dilakukan penelitian mengenai simulasi pemisahan H2O menjadi Hads dan OHads di atas permukaan atom Pt(111) dengan menggunakan teori fungsional kerapatan (Density Functional Theory), yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana jalur reaksi yang membutuhkan energi aktivasi paling kecil dengan menghitung energi potensial permukaan. DFT merupakan salah satu gagasan eksak tentang masalah banyak partikel untuk mempelajari perilaku-perilaku keadaan dasar sistem-sistem elektron (electronic systems) melalui prinsip variasi. Dalam hal ini, energi total sistem merupakan fungsional dari kerapatan. Atom Pt(111) digunakan karna atom tersebut dapat mempermudah pemisahan air dan methanol di dalam Direct Methanol Fuel Cell (DMFC). Sedangkan indeks (111) merupakan indeks bidang rendah yang memiliki kestabilan paling baik sehingga ikatan atom-atom Pt sangat kuat dan tidak mudah pecah. Penggunaan DMFC sendiri diharapkan dapat membantu kebutuhan masyarakat sehari – hari, salah satunya sebagai transportasi karena memiliki polutan yang rendah. Pada penelitian ini terdapat dua jalur yang diamati, masing-masing jalur terdapat 5 situs. Kemudian jalur yang diamati akan dihitung energi sistemnya sampai mendapatkan kurva potensial Morse sehingga akan diketahui besar energi aktivasinya. Energi aktivasi yang paling rendah berada pada jalur 1 yaitu 0,82 eV, dengan situs yang ditempuh yaitu posisi awal pada top Pt43, brigde Pt38 & Pt42, HCP Pt22, brigde Pt37 & Pt38, dan situs terakhir pada FCC Pt6. Sedangkan pada jalur 2 dengan energi aktivasi sebesar 0,88 eV atom H melewati situs-situs top Pt43, Pt38 & Pt39, FCC Pt7, brigde Pt34 & Pt38, dan terakhir FCC Pt6. Energi aktivasi terendah pada jalur 1 itulah yang merupakan jalur yang paling efektif karena memiliki energi paling stabil.Research has been carried out on simulating the separation of H2O into Hads and OHads on the surface of Pt(111) atoms using Density Functional Theory, which aims to find out how the reaction pathway that requires the smallest activation energy is calculated by calculating the surface potential energy. DFT is one of the exact ideas of the many-particle problem to study the ground state behavior of electronic systems through the principle of variation. In this case, the total energy of the system is a function of the density. The Pt(111) atom is used because it can facilitate the separation of water and methanol in the Direct Methanol Fuel Cell (DMFC). While the index (111) is a low plane index which has the best stability so that the bonds between Pt atoms are very strong and not easily broken. The use of DMFC itself is expected to help people's daily needs, one of which is transportation because it has low pollutants. In this study, two paths were observed, each path contained 5 sites. Then the observed path will be calculated for the energy of the system to obtain a Morse potential curve so that the magnitude of the activation energy will be known. The lowest activation energy is in lane 1, which is 0.82 eV, with the sites taken are the initial position at top Pt43, Pt38 & Pt42 brigades, Pt22 HCPs, Pt37 & Pt38 brigades, and the last site at FCC Pt6. While in lane 2 with an activation energy of 0.88 eV, the H atom passes through the top sites Pt43, Pt38 & Pt39, FCC Pt7, Pt34 & Pt38 brigades, and finally FCC Pt6. The lowest activation energy in first pathway is the most effective path because it has the most stable energy.
3203735181F1A016099PERILAKU DIET MAHASISWI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNSOED PURWOKERTO
Diet sudah menjadi gaya hidup sebagian mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Jenderal Soedirman. Berkembangnya media sosial di era globalisasi dapat
mempengaruhi masyarakat modern dalam memperhatikan penampilan, khususnya
mahasiswi di FISIP Unsoed. Adanya konstruksi cantik pada masyarakat mengenai
penampilan tubuh yang ideal menjadi sebuah masalah mengenai rasa percaya diri pada
mahasiswi. Rasa percaya diri muncul karena adanya ketidakpuasan terhadap tubuhnya
sehingga melakukan diet agar diterima oleh lingkungan sosialnya. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui dan mendeskripsikan pemahaman diet serta perilaku diet mahasiswi
FISIP Unsoed. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dekriptif dengan
teknik penentuan informan purposive sampling. Pengumpulan data penelitian
menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan observasi. Setelah melalui
teknik-teknik tersebut, hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswi FISIP Unsoed
memiliki perilaku dan pemahaman diet yang berbeda. Diet menjadi salah satu cara untuk
mendapatkan bentuk tubuh yang ideal. Adanya masalah ketidakpuasan pada tubuh bagi
mahasiswi menjadi sebuah pendorong untuk melakukan diet karena berkurangnya tingkat
percaya diri, sehingga muncul rasa malu ketika melakukan kontak sosial dengan orang lain.
Pemahaman diet pada mahasiswi FISIP Unsoed hanya sebatas pengetahuan peran media
sosial dalam memberikan informasi mengenai diet. Mahasiswi melakukan diet tanpa
mengetahui kebutuhan dan kondisi tubuhnya dan tanpa konsultasi dengan ahli gizi.
Diet has become a lifestyle for some students of the Faculty of Social and Political Sciences
General Sudirman University. The development of social media in the era of globalization can
influence modern society in paying attention to appearance, especially
student at FISIP Unsoed. There is a beautiful construction in the community regarding
ideal body appearance becomes a problem regarding self-confidence
student. Self-confidence arises because of dissatisfaction with his body
so that they go on a diet to be accepted by their social environment. The purpose of this research
to find out and describe the understanding of diet and dietary behavior of female students
FISIP Unsoed. The research method used is descriptive qualitative method with
purposive sampling informant determination technique. Research data collection
using observation techniques, in-depth interviews, and observation. After going through
these techniques, the results of the study showed that the students of FISIP Unsoed
have different dietary behaviors and understandings. Diet is one way to
get the ideal body shape. There is a problem of body dissatisfaction for
female students become an incentive to go on a diet because of reduced levels of
self-confidence, so that it appears shy when making social contact with other people.
The understanding of diet in FISIP Unsoed students is only limited to the knowledge of the role of the media
social media in providing information about diet. Student goes on a diet without
knowing the needs and condition of his body and without consulting a nutritionist.
3203835183I1C017054NARRATIVE REVIEW: POTENSI TANAMAN TEMULAWAK,
KUNYIT, DAN JAHE UNTUK TERAPI COVID-19 DENGAN
PENDEKATAN NANOTEKNOLOGI
Tingginya angka kematian dan belum adanya terapi
covid-19 yang terbukti efektif secara klinis telah
menjadi perhatian bagi masyarakat sehingga banyak
yang turut serta mencari solusi dalam menangani
penyakit ini. Tanaman temulawak, kunyit, dan jahe
dengan nanoteknologi dapat meningkatkan kualitas
terapi, maka pendekatan nanoteknologi diharapkan
dapat meningkatkan harapan terapi yang sesuai
untuk Covid-19. Narrative review ini bertujuan
untuk mengetahui potensi tanaman dengan
pendekatan nanoteknologi untuk Covid-19. Metode
yang digunakan yaitu penelusuran artikel dengan
dilakukan pencarian literatur menggunakan Google
Scholar, Pubmed, dan Science Direct. Keyword yang
digunakan antara lain “Temulawak (Curcuma
Xanthorriza), kunyit (Curcuma longa),dan jahe
(Zingiber officinalle), Covid-19, Nanotechnology ”.
Kriteria inklusi yang digunakan yaitu artikel
penelitian atau artikel review tentang tanaman
temulawak, kunyit, dan jahe yang berpotensi untuk
terapi Covid yang dipublikasikan secara full text.
Artikel yang telah diperoleh kemudian diseleksi,
ditelaah, dan dianalisis. Hasil penelitian yang
didapatkan menunjukkan bahwa tanaman
temulawak, kunyit, dan jahe dengan kandungan
senyawa yang berpotensi untuk terapi covid-19
memiliki aktivitas farmakologi diantaranya
antiinflamasi, antioksidan, antivirus dan
immunomodulator. Pendekatan nanoteknologi yang
digunakan diantaranya solid lipid nanoparticles
(SLNs), plant-derived nanoparticles (PDNPs),
nanoemulsi, dan nanomisel. Melalui kandungan
senyawa dari tanaman temulawak, kunyit, dan jahe
dengan pendekatan nanoteknologi berpotensi
meningkatkan terapi untuk Covid-19.
The high mortality rate and the absence of clinically
proven Covid-19 therapy has become a concern for
the community so that many are participating in
finding solutions in dealing with this disease.
Temulawak, turmeric, and ginger plants with nanotechnology can improve the quality of therapy, so
the nanotechnology approach is expected to increase the
hope of appropriate therapy for Covid-19. This narrative
review aims to determine the potential of plants with a
nanotechnology approach for Covid-19. The method
used is article search with literature searches conducted
using Google Scholar, Pubmed, and Science Direct. The
keywords used included "Temulawak (Curcuma
Xanthorriza), turmeric (Curcuma longa), and ginger
(Zingiber officinalle), Covid-19, Nanotechnology". The
inclusion criteria used are research articles or review
articles about temulawak, turmeric, and ginger plants
that are possible for Covid therapy in full text. The
articles that have been obtained are then selected,
reviewed, and analyzed. The results obtained indicate
that temulawak, turmeric, and ginger plants with
compounds that may be used for the treatment of
COVID-19 have pharmacological activities including
anti-inflammatory, antioxidant, antiviral and
immunomodulatory. The nanotechnology approaches
used include solid lipid nanoparticles (SLNs), plantderived nanoparticles (PDNPs), nanoemulsions, and
nano micelles. Through the content of compounds from
temulawak, turmeric, and ginger plants with a
nanotechnology approach, they can improve therapy for
Covid-19.
3203935474I1C015072Pengetahuan Apoteker Tentang Handrub dan Desinfektan Saat Pandemi Covid 19 di Kabupaten BanyumasLatar Belakang : Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) ditemukan pada
Desember 2019, dilakukan penanganan covid-19 dengan mencuci tangan
menggunakan handrub, dan sterilisasi dengan desinfektan. Apoteker berperan
memberikan edukasi terkait covid-19. Dengan itu pengetahuan apoteker
merupakan faktor penting dalam keberhasilan pemberian edukasi. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui perbedaan antara kelompok karakteristik apoteker
(usia, jenis kelamin, dan lama pengalaman kerja) dengan tingkat pengetahuan
apoteker tentang handrub dan desinfektan saat pandemi covid-19.
Metodologi : Penelitian ini dilakukan secara cross sectional kepada 136
responden yaitu Apoteker yang berpraktik selama pandemi covid-19 di fasilitas
kesehatan di Kabupaten Banyumas dengan teknik accidental sampling
menggunakan kuesioner secara online dan offline. Data skor pengetahuan
responden dianalisis secara deskriptif, sedangkan uji korelasi mann whitney dan
kruskal wallis digunakan untuk mengetahui adanya perbedaan yang signifikan
antara kelompok karakteristik usia, jenis kelamin, dan lama pengalaman kerja
dengan tingkat pengetahuan apoteker tentang handrub dan desinfektan pada masa
pandemi covid-19.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan
apoteker termasuk dalam kategori pengetahuan baik (76,921%). Pada uji analisis
perbedaan, terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan dengan nilai p-value
≤0,001 antara apoteker yang memiliki lama pengalaman kerja ≤ 5 tahun dengan >
5 tahun. Tidak terdapat perbedaan pengetahuan yang signifikan antara
karakteristik berupa usia dengan p-value 0,072 (dewasa awal, dewasa, lansia awal
dan lansia), dan jenis kelamin dengan p-value 0,252 (laki-laki dan perempuan)
tentang handrub dan desinfektan saat pandemi covid-19 di Kabupaten Banyumas.
Kesimpulan : Pengetahuan apoteker tentang handrub dan desinfektan saat
pandemi covid-19 sudah baik, akan tetapi perlu dilakukan peningkatan
pengetahuan tentang kadar zat aktif yang optimal pada kandungan desinfektan,
serta tata cara penggunaan desinfektan yang baik dan efektif.
Backgrounds : Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) was discovered in
December 2019, the handling of Covid-19 was carried out by washing hands
using handrub, and sterilizing with disinfectants. Pharmacists play a role in
providing education regarding COVID-19. Thus, pharmacist knowledge is an
important factor in the success of providing education. The purpose of this study
was to determine the differences between groups of pharmacist characteristics
(age, gender, and length of work experience) and pharmacists' level of knowledge
about handrub and disinfectant during the covid-19 pandemic.
Methods : This study was a cross-sectional design with 136 respondents,
pharmacists who worked during the covid-19 pandemic at health facilities in
Banyumas Regency with accidental sampling technique using online and offline
questionnaires. The respondent's knowledge score data was analyzed
descriptively, while the Mann Whitney and Kruskal Wallis correlation test was
used to determine whether there were significant differences between groups of
characteristics of age, sex, and length of work experience and the level of
pharmacist knowledge about handrub and disinfectant during the COVID-19
pandemic.
Result : The results of this study indicate that the level of knowledge of
pharmacists is included in the category of good knowledge (76.921%). In the
difference analysis test, there was a significant difference in knowledge with a pvalue
of 0.001 between pharmacists who had ≤5 years of work experience and > 5
years. There is no significant difference in knowledge between characteristics in
the form of age with a p-value of 0.072 (early adult, adult, early-aged and elderly),
and gender with a p-value of 0.252 (male and female) about handrub and
disinfectant during the COVID-19 pandemic in Banyumas Regency.
Conclusion : Pharmacists knowledge of handrub and disinfectant during the
covid-19 pandemic is good, but it is necessary to increase knowledge about
optimal levels of active substances in disinfectant content, as well as procedures
for using good and effective disinfectants.
3204035184F1A014047Hubungan Pendapatan Istri Dan Interaksi Sosial Dengan Suami Di Desa LembupurwoArtikel menggambarkan hubungan pendapatan istri terhadap interaksi sosial pada suami di Desa Lembupurwo. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah besar kecilnya pendapatan istri sebagai pedagang pasar tradisional berhubungan terhadap interaksi yang terjadi pada suami. Penelitian kuantitatif ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden dan dianalisis menggunakan korelasi person product moment. Hasil penelitian menunjukkan C = -.505 yang berarti pendapatan istri berkorelasi negatif signifikan terhadap interaksi dengan suami. Istri dengan pendapatan lebih besar dari suami memiliki interaksi sosial yang dissosiatif (buruk) terhadap suami, sementara istri dengan pendapatan seimbang atau lebih rendah dari suami memiliki intertriaksi sosial assosiatif (baik). The article describes the relationship of the wife's income to social interactions with the husband in Lembupurwo Village. The research objective was to determine whether the size of the wife's income as a traditional market trader is related to the interactions that occur with her husband. This quantitative research was conducted by distributing questionnaires to respondents and analyzed using person product moment correlation. The results showed C = -.505, which means that the wife's income has a significant negative correlation with the interaction with her husband. Wives with an income greater than their husbands have dissociative (bad) social interactions with their husbands, while wives with a balanced or lower income than their husbands have associative (good) social interactions.