Artikel Ilmiah : C1A014036 a.n. NELA NAILATUS SA'DIYAH
| NIM | C1A014036 |
|---|---|
| Namamhs | NELA NAILATUS SA'DIYAH |
| Judul Artikel | ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN BURUH TAMBANG BATU KAPUR DI DESA BOBOS KECAMATANDUKUPUNTANG KABUPATEN CIREBON |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Desa Bobos merupakan desa yang mempunyai potensi alam yang tinggi, yaitu potensi alam gunung batu. Banyak warga yang menggantungkan hidupnya sebagai buruh tambang untuk menghidupi dirinya dan untuk kesejahteraannya. Tingkat kesejahteraan dapat dilihat menggunakan indikator yang telah di tetapakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Kesejahteraan menurut Badan Pusat Statistik ialah terpenuhinya kebutuhan seseorang baik jasmani maupun rohani yang diukur menggunakan enam indikator yaitu pendapatan, pengeluaran, pendidikan, keadaan tempat tinggal, fasilitas tempat tinggal, dan kepemilikan tempat tinggal atau rumah. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini untuk menganalisis pendapatan buruh tambang batu kapur di Desa Bobos Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon dan menganalisis tingkat kesejahteraan buruh tambang batu kapur di Desa Bobos Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan deskriftif kuantitatif. Jumlah responden dalam penelitian ini yaitu 52 responden buruh tambang batu kapur. Alat analisis yang digunakan adalah menggunakan enam indikator menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015. Jenis data yang digunakan merupakan data primer dengan menggunakan kuesioner, dan hasil penelitian diinterpetasikan berdasarkan hasil wawancara dan pengolahan data. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka hasil penelitian menunjukan bahwa: pendapatan buruh tambang batu kapur di Desa Bobos masih berada di bawah Upah Minimum Regional Kabupaten Cirebon. Tingkat kesejahteraan buruh tambang di Desa Bobos berada di tingkat sedang dengan jumlah skor 11-14. Hal ini dapat dilihat dari enam indikator kesejahteraan berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) yaitu pendapatan, pengeluaran, pendidikan, keadaan tempat tinggal, fasilitas tempat tinggal, dan kepemilikan tempat tinggal atau rumah, umumnya berada di kriteria sedang. Impliksi penelitian ini adalah pendapatan buruh tambang terbilang cukup apabila untuk menghidupi sendiri, namun untuk menghidupi keluarganya ini sangat kurang atau kecil. Guna meningkatkan pendapatan buruh tambang, buruh harus mempunyai usaha atau pekerjaan lain untuk menambah penghasilannya. Kesjahteraan buruh tambang batu kapur di Desa Bobos dalam tingkat sedang. Guna meningkatkan kesejahteraan dapat dilakukan dengan meningkatkan pendidikan buruh tambang. Dengan tingginya pendidikan maka dapat meningkatkan atau memperluas mata pencaharian. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Bobos Village is a village that has high natural potential, namely the natural potential of rock mountains. Many residents depend their life as mining workers to support themselves and for their welfare. The level of welfare can be seen using indicators that have been set by the Central Statistics Agency (BPS). Welfare according to the Central Bureau of Statistics is the fulfillment of a person's physical and spiritual needs as measured using six indicators, namely income, expenditure, education, living conditions, housing facilities, and ownership of a residence or house. Based on this, this study is to analyze the income of limestone mining workers in Bobos Village, Dukupuntang District, Cirebon Regency and analyze the welfare level of limestone mining workers in Bobos Village, Dukupuntang District, Cirebon Regency. This research is a research that uses quantitative descriptive. The number of respondents in this study were 52 limestone mining workers. The analytical tool used is using six indicators according to the Central Statistics Agency (BPS) in 2015. The type of data used is primary data using a questionnaire, and the research results are interpreted based on the results of interviews and data processing. Based on the analysis that has been done, the research results show that: the income of limestone mining workers in Bobos Village is still below the Regional Minimum Wage of Cirebon Regency. The welfare level of mining workers in Bobos Village is at a moderate level with a total score of 11-14. This can be seen from the six welfare indicators based on the Central Statistics Agency (BPS), namely income, expenditure, education, living conditions, housing facilities, and ownership of a residence or house, generally in the medium criteria. The implication of this research is that the income of mining workers is sufficient to support themselves, but to support their families is very lacking or small. In order to increase the income of mining workers, workers must have other businesses or jobs to increase their income. The welfare of limestone mining workers in Bobos Village is moderate. In order to improve welfare, it can be done by increasing the education of mining workers. With high education, it can increase or expand livelihoods. |
| Kata kunci | Tingkat Kesejahteraan,Buruh Tambang. |
| Pembimbing 1 | Drs. Oke Setiarso, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Dra. Nunik Kadarwati, M.Si. |
| Pembimbing 3 | Dr. Barokatuminalloh, SE, M. Sc. |
| Tahun | 2022 |
| Jumlah Halaman | 22 |
| Tgl. Entri | 2022-02-22 07:42:50.60797 |