Artikelilmiahs

Menampilkan 32.041-32.060 dari 50.030 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3204135185F1F017072DAMPAK PENUNDAAN OLIMPIADE TOKYO 2020 AKIBAT PANDEMI COVID-19 TERHADAP JEPANG MELALUI PERSPEKTIF NATION BRANDINGPenelitian yang berjudul “Dampak Penundaan Olimpiade Tokyo 2020 Akibat Pandemi Covid-19 Terhadap Jepang melalui Perspektif Nation Branding” ini memiliki fokus penelitian untuk menganalisis bagaimana dampak penundaan Olimpiade 2020 terhadap upaya nation branding yang dilakukan Jepang. Penilitian ini dianalisis berdasarkan konsep nation branding. Berdasarkan data-data yang telah diperoleh dan analisis yang telah dilakukan, didapatkan bahwa nation branding menjadi salah satu alasan Jepang untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2020. Adanya pandemi Covid-19 membuat pelaksanaan Olimpiade 2020 tertunda selama satu tahun. Penundaan dan pelaksanaan Olimpiade di tengah pandemi menyebabkan beberapa hasil upaya nation branding tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Jepang. Penolakan dari masyarakat, mundurnya sponsor hingga rebound yang tidak sebanding menjadi permasalahan yang harus dihadapi oleh Jepang akibat penundaan tersebut.The research entitled "The Impact of Postponing the 2020 Tokyo Olympics Due to the Covid-19 Pandemic on Japan through the Nation Branding Perspective" has a research focus to analyze how the impact of the postponement of the 2020 Olympics on Japan's nation branding efforts. This research is analyzed based on the concept of nation branding. Based on the data that has been obtained and the analysis that has been carried out, it is found that nation branding is one of the reasons for Japan to host the 2020 Olympics. The Covid-19 pandemic has delayed the implementation of the 2020 Olympics for one year. The postponement and implementation of the Olympics in the midst of the pandemic caused some of the results of nation branding efforts to not be in line with what was expected by Japan. Rejection from the public, the withdrawal of sponsors and a disproportionate rebound are problems that must be faced by Japan due to the postponement.
3204235475C1A017040SUMBANGAN PAJAK HOTEL DAN PAJAK RESTORAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI BALIPendapatan Asli Daerah merupakan penerimaan daerah dari sumber-sumber dalam wilayahnya sendiri yang dipungut berdasarkan Peraturan Daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan analitik deskriptif yang bertujuan untuk menganalisis tingkat kontribusi, efektivitas, pertumbuhan, dan trend antara Pajak Hotel dan Pajak Restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah di Provinsi Bali. Metode analisis yang digunakan dalam penilitian ini adalah analisis rasio kontribusi, analisis rasio efektivitas, analisis rasio pertumbuhan, dan analisis trend. Hasil penelitian bahwa (1) Pajak Hotel memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap Pendapatan Asli Daerah dibandingkan dengan Pajak Restoran, (2) tingkat efektivitas Pajak Hotel, Pajak Restoran, dan Pendapatan Asli Daerah termasuk ke dalam kriteria “cukup”, (3) tingkat pertumbuhan Pajak Hotel, Pajak Restoran, dan Pendapatan Asli Daerah termasuk ke dalam kriteria “tidak berhasil”, (4) trend Pajak Hotel, Pajak Restoran, dan Pendapatan Asli Daerah mengalami peningkatan untuk tahun 2020-2024 apabila tidak terjadi hambatan. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu pemerintah daerah dapat melakukan pendataan ulang wajib pajak secara berkala melalui observasi langsung. Dengan demikian, diharapkan wajib pajak yang baru segera masuk ke dalam data wajib pajak sehingga penerimaan Pajak Daerah dapat bertambah. Keterbatasan pada penelitian ini ada pada variabel yang digunakan, diharapkan pada penelitian selanjutnya dapat menggunakan variabel lainnya agar hasil penelitian lebih bervariasi. Keterbatasan lain dalam penelitian ini yaitu terbatasnya jumlah data yang digunakan. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan data dalam jumlah yang lebih banyak.Local Own-source Revenue is regional revenue from sources within its own territory which is collected based on Regional Regulations in accordance with applicable laws and regulations. This study is a research with a descriptive analytical approach which aims to analyze the level of contribution, effectiveness, growth, and trend between Hotel Tax and Restaurant Tax on Local Own-source Revenue in the Province of Bali. The analytical methods used in this research are contribution ratio analysis, effectiveness ratio analysis, growth ratio analysis, and trend analysis. Based on the results of research that (1) Hotel Tax provides a greater contribution to Local Own-source Revenue compared to Restaurant Tax, (2) the effectiveness level of Hotel Tax, Restaurant Tax, and Local Own-source Revenue are included in the “enough” criteria, (3) the growth rate of Hotel Tax, Restaurant Tax and Local Own-source Revenue are included in the “not successful” criteria, (4) the trend of Hotel Tax, Restaurant Tax, and Local Own-source Revenue will increase for 2020-2024 if no obstacles. The implication of the conclusion above is tha local government can re-collet taxpayer’s data periodically through direct observation. Thus, it is hoped that new taxpayers will immediately enter the taxpayer data so that local tax revenues can increase. The limitations of this study are the variables used, it is hoped that further research can use other variables so that the research results are more varied. Another limitation in this study is the limited amount of data used.
3204335537E1A018076PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PENAMBANGAN EMAS LIAR SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DI KABUPATEN TASIKMALAYAPenegakan Hukum Terhadap Penambangan Emas Liar Sebagai Upaya Pengendalian Pengelolaan Lingkungan Hidup Di Kabupaten Tasikmalaya

Disusun Oleh:

Syifa Nurul Hanifa
E1A018076


ABSTRAK

Penelitian dilatarbelakangi kegiatan penambangan emas liar yang menimbulkan dampak permasalahan penengakan hukum, upaya pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup, serta ketidak sesuaian antara peraturan perundang-undangan dengan penegakannya.
Metode penelitian adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder bersumber pada studi kepustakaan dan peraturan perundang-undangan. Data diolah dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan: (1) Pelaksanaan penegakan hukum terhadap pelaku penambangan emas liar di Kabupaten Tasikmalaya terdiri: (a) sosialisasi terkait Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020, dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009; (b) upaya preventif (c) upaya represif terhadap para pelaku penambangan liar. (2) Kajian normatif diketahui: (a) substansi dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 terdapat celah hukum yaitu aspek pengendalian, pengawasan dan sanksi administratif, dan penegakan hukum; (b) Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 perlu memperhatikan terkait desentralisasi dan otonomi daerah.
Saran: (1) diharapkan peran serta instansi dan stakeholder terkait melaksanakan peran masing-masing dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mengatasi penambangan emas liar; (2) diharapkan pemerintah (Presiden) menyusun Peraturan Presiden tentang pendelegasian sebagian kewenangan perizinan usaha bidang pertambangan mineral dan batubara.


Kata Kunci: Penegakan Hukum, Penambangan Emas Liar, Pengendalian dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Law Enforcement Against Illegal Gold Mining as an Effort to Control Environmental Management in Tasikmalaya Regency

Arranged by:

Syifa Nurul Hanifa
E1A018076


ABSTRACT

The background of the research is illegal gold mining activities that cause problems with law enforcement, efforts to control and manage the environment, as well as discrepancies between statutory regulations and their enforcement.
The research method is normative juridical with prescriptive research specifications. The data used is secondary data sourced from literature studies and legislation. The data were processed and analyzed by qualitative normative methods.
Based on the results of the research, it was concluded: (1) The implementation of law enforcement against illegal gold mining actors in Tasikmalaya Regency consists : (a) socialization related to Law Number 3 of 2020, and Law Number 32 of 2009; (b) preventive measures (c) repressive measures against illegal mining actors. (2) The normative study found: (a) the substance of Law Number 32 Year 2009 contains legal loopholes, namely aspects of control, supervision and administrative sanctions, and law enforcement; (b) Law Number 3 of 2020 needs to pay attention to decentralization and regional autonomy.
Suggestions: (1) It is hoped that the participation of relevant agencies and stakeholders will carry out their respective roles to preserve the environment and overcome illegal gold mining; (2) It is hoped that the government (President) will draw up a Presidential Regulation concerning the Delegation of Part of the Authority for Business Licensing in the Mineral and Coal Mining Sector.

Keywords: Law Enforcement, Illegal Gold Mining, Environmental Control, and Management
3204435608I1D017059HUBUNGAN KESESUAIAN BESAR PORSI DAN KETEPATAN WAKTU PENYAJIAN DENGAN SISA MAKAN SIANG PADA SANTRI MTS DI PONDOK PESANTREN DARUNNAJAH BUMIAYUHUBUNGAN KESESUAIAN BESAR PORSI DAN KETEPATAN WAKTU PENYAJIAN DENGAN SISA MAKAN SIANG PADA SANTRI MTS DI PONDOK PESANTREN DARUNNAJAH BUMIAYU

Farah Dear Ulil Amri¹, Indah Nuraeni², Izzati Nur Khoirianiᵌ

Latar Belakang: Sisa makanan tinggi merupakan masalah serius yang harus ditangani karena menyebabkan terjadinya kekurangan asupan gizi khususnya pada anak remaja yang tinggal di asrama. Menurut Widiarsanti (2011), sisa makanan dikatakan banyak jika konsumen meninggalkan sisa ≥25%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kesesuaian besar porsi dan ketepatan waktu penyajian dengan sisa makan siang pada santri MTS di Pondok Pesantren Darunnajah Bumiayu.
Metode: Penelitian dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel 105 santri dengan teknik purposive sampling. Variabel penelitian antara lain kesesuaian besar porsi, ketepatan waktu penyajian dan sisa makanan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, penimbangan sisa makanan dan pengukuran berat badan. Analisa data menggunakan uji Chi-Square (α=0,05).
Hasil Penelitian: Terdapat hubungan kesesuaian besar porsi dengan sisa makan siang santri dengan p value 0,000 < 0,05. Terdapat hubungan ketepatan waktu penyajian dengan sisa makan siang santri dengan p value 0,000 < 0,05.
Kesimpulan: Kesesuaian besar porsi dan ketepatan waktu penyajian berhubungan dengan sisa makan santri. Saran bagi pondok pesantren diharapkan bisa lebih memperhatikan standar alat-alat yang digunakan dalam proses pemorsian dan bisa mempertimbangkan kembali jumlah petugas dapur.
Kata kunci: Besar porsi, Ketepatan Waktu, Sisa Makanan
¹Mahasiswa Jurusan Ilmu Gizi FIKes Universitas Jenderal Soedirman
²Jurusan Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman
ᵌJurusan Ilmu Gizi FIKes Universitas Jenderal Soedirman
THE RELATIONSHIP BETWEEN GREAT PORTION SUITABILITY AND ACCURACY OF TIME SERVING WITH THE REST OF LUNCH FOOD FOR MTS STUDENTS AT DARUNNAJAH BUMIAYU ISLAMIC BOARDING SCHOOL
Farah Dear Ulil Amri¹, Indah Nuraeni², Izzati Nur Khoirianiᵌ
Background: High food waste is a serious problem that must be addressed because it causes malnutrition, especially for teenagers who live in dormitories. According to Widiarsanti (2011), leftovers are said to be a lot if consumers leave 25% leftovers. The purpose of this study was to determine the relationship between the size of the portion size and the timeliness of serving with leftover lunch for MTS students at the Darunnajah Bumiayu Islamic Boarding School.
Method: Research with cross-sectional approach. The number of samples is 105 students with purposive sampling technique. Research variables include the suitability of large portions, timeliness of serving and leftovers. Collecting data using a questionnaire, weighing food waste and measuring body weight. Data analysis used Chi-Square test (α=0.05).
Research result: There is a relationship between the size of the portion and the rest of the students' lunch with p value 0.000 <0.05. There is a relationship between the timeliness of serving and the rest of the students' lunch with a p value of 0.000 <0.05.
Conclusion: The suitability of the portion size and the timeliness of serving is related to the rest of the students' meals. Suggestions for Islamic boarding schools are expected to pay more attention to the standards of the tools used in the casting process and to reconsider the number of kitchen staff.
Keywords: Great portion, Time of serving, Leftovers food
¹Nutrition Science Undergraduate Student Faculty of Health Science, Jenderal Soedirman University
²Departement of Medicine, Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University
ᵌDepartement of Nutrition Science, Faculty of Health Science, Jenderal Soedirman University.
3204535187L1C016034POLA PERTUMBUHAN, FAKTOR KONDISI DAN KEBIASAAN MAKANAN IKAN GELODOK (MUDSKIPPER) PADA KAWASAN MANGROVE
KARANG TALUN, KABUPATEN CILACAP
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan, faktor kondisi serta kebiasaan makanan (food habit) ikan gelodok ditinjau dari nilai Relative Gut Length (RGL) dan analisis isi lambung. Pengumpulan data menggunakan metode purposive sampling dan dianalisis secara deskriptif komparatif dan statistik regresi. Hasil menunjukan Pola Pertumbuhan ikan gelodok termasuk kedalam alometrik negatif dengan persamaan y = 0,0539x2.2787. Faktor kondisi ikan gelodok (st1) 1,0043, (st2) 1,0042 dan (st3) 1,0015. Kebiasaan makanan ikan gelodok dikawasan hutan mangrove termasuk kategori herbivora adanya makanan utama fitoplankton Skeletonema sp. dan Melosira sp. dengan nilai RGL lebih dari 1This study aims to determine the growth pattern, condition factors and food habits of gelodok fish in terms of the Relative Gut Length (RGL) value and gastric contents analysis. Data collection using purposive sampling method and analyzed descriptively comparative and statistical regression. The results showed that the growth pattern of gelodok fish was included in the negative allometric with the equation y = 0.0539x2.2787. The condition factor of gelodok fish (st1) was 1.0043, (st2) 1.0042 and (st3) 1.0015. The food habits of gelodok fish in the mangrove forest area are included in the herbivore category, with the main food being phytoplankton Skeletonema sp. and Melosira sp. with an RGL value of more than 1
3204635188F1C017006Inovasi Strategi Komunikasi Pemasaran Digital Pada Industri Kreatif NgalembanaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemasaran digital yang dilakukan oleh Industri Kreatif Ngalembana dalam menciptakan minat beli konsumen dan juga untuk mengetahui hambatan komunikasi yang ada pada Industri Kreatif Ngalembana. Penelitian ini menggunakan teori SOSTAC yang dikembangkan oleh Kotler (2011) yang menjelaskan rencana kegiatan pemasaran dari suatu perusahaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah pada Industri Kreatif Ngalembana yang terletak di Kota Purwokerto. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penentuan informan dalam penelitian ini adalah dengan cara purposive sampling dan metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode miles dan huberman. Hasil dari penelitian ini adalah Industri Kreatif Ngalembana menerapkan empat strategi dalam kegiatan pemasaran digital yaitu menjaga kualitas hasil produksi, aktif mengunggah postingan pada media sosial Instagram, menjaga serta membangun komunikasi dengan klien, dan menerapkan cara penawaran yang berbeda. Adapun hambatan yang ada di Industri Kreatif Ngalembana antara lain seperti adanya permintaan klien yang tidak sesuai dengan perjanjian awal, adanya pembatalan dari pihak agensi secara tidak terduga, dan adanya keterbatasan klien dalam memahami workflow serta konsep yang sudah dipaparkan oleh Ngalembana.This research aims to find out how digital marketing communication strategies carried out by Ngalembana Creative Industries in creating consumer buying interest and also to find out the communication barriers that exist in the Ngalembana Creative Industry. This research uses the SOSTAC theory developed by Kotler (2011) which describes the marketing activity plan of a company. The research methods used in this research are qualitative. The location of this research is in the Ngalembana Creative Industries located in Purwokerto City. The method of data collection in this study is by way of interviews, observations, and documentation. The determination of informants in this study is by purposive sampling and the data analysis methods used in this study are miles and huberman methods. The result of this research is that Ngalembana Creative Industries implement four strategies in digital marketing activities, namely maintaining the quality of production, actively uploading posts on Instagram social media, maintaining and building communication with clients, and implementing different ways of offering. The obstacles in the Ngalembana Creative Industry include client requests that are not in accordance with the initial agreement, unexpected cancellations from the agency, and the limitations of clients in understanding workflows and concepts that have been described by Ngalembana.
3204737811L1C018042Penilaian Kebersihan Pantai Wisata terhadap Pencemaran Sampah Plastik Berdasarkan Kriteria Clean Coast Index (CCI) di Pantai Parangtritis, YogyakartaClean Coast Index (CCI) merupakan salah satu alat untuk mengetahui kebersihan pantai dengan sampah plastik sebagai indikatornya. Pantai Wisata Parangtritis merupakan wilayah yang berpotensi mengakumulasi sampah plastik. Keberadaan sampah plastik dapat digunakan sebagai salah satu indikator kebersihan pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sampah plastik dan kondisi kebersihan pantai berdasarkan pencemaran sampah plastik menggunakan CCI di Pantai Parangtritis. Metode yang digunakan adalah line transect method berukuran 100 x 20 m yang dibagi menjadi 5 lajur dan masing-masing lajur terdapat sub-transek berukuran 5 x 5 m yang diletakkan secara acak di sekitar wilayah wisata pantai. Sampel berupa sampah makroplastik yang kemudian dilakukan identifikasi meliputi jenis, jumlah keping, dan bobot yang kemudian dihitung kepadatannya untuk memperoleh nilai CCI dan dimasukkan dalam kategori CCI. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pantai tersebut masuk dalam kategori kotor dengan nilai 16,70, dengan jumlah sampah plastik sebanyak 3.006 keping sampah yang didominasi oleh jenis LDPE (Low Density Polyethylene) dengan bobot 4,36 g/m2 untuk rata-rata kepadatan 1 keping/m2. Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk adanya pengelolaan sampah yang lebih baik di Pantai Wisata Parangtritis, Yogyakarta serta dapat dijadikan sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan secara teoritis yang dipelajari di bangku perkuliahan.The Clean Coast Index (CCI) used plastic debris as an indicator. This index was one instrument for assessing the cleanliness of the beach. The tourists were the potential source of plastic waste. It was necessary to know the quality of Parangtritis beach cleanness. This research aimed to identify the characteristics of plastic waste and the status of beach cleanness. The method used in this study was the line transect approached, which consists of a 100 x 20 m square line divided into five lanes with a 5 × 5 m square sub-transect randomly, positioned throughout the coastal line. The sample was the macro plastic waste, include the kind, quantity, and weight of plastics. The density was computed to get the CCI value to categorize the beach cleanness. The results showed that Parangtritis Beach classified as dirty with a value of 16,70 and has 3.006 pieces of plastics waste in total. The majority macro plastic waste was LDPE (Low Density Polyethylene) which has a mass of 4,36 g/m2 and an average density of 1 piece/m2. The outcomes of this research should offer suggestions for improved the waste management at Yogyakarta's Parangtritis Tourism Beach and can be used to advance theoretical information taught in lectures.
3204835476E1A018049PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA DALAM PERJANJIAN KERJA
WAKTU TERTENTU (PKWT) BERDASARKAN PERATURAN PEMERINTAH
NOMOR 35 TAHUN 2021 TENTANG PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU,
ALIH DAYA, WAKTU KERJA, DAN WAKTU ISTIRAHAT, DAN PEMUTUSAN
HUBUNGAN KERJA
Perlindungan hukum terhadap tenaga kerja di Indonesia masih banyak mengalami
kekurangan terutama pada pekerja Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).
Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) mengalami dinamika pengaturan yang
menjadi problematika selama ini. Perlindungan hukum terhadap pekerja dalam
Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) sebelumnya diatur dalam Undang –
Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Namun setelah lahirnya
peraturan perundang – undangan yaitu Undang – Undang No. 11 tahun 2020 tentang
cipta kerja dan peraturan pelaksananya yaitu Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun
2021 tentang perjanjian kerja waktu tertentu, alih daya, waktu kerja dan waktu
istirahat, dan pemutusan hubungan kerja mengalami perubahan pengaturan terutama
pada Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaturan hukum dan perlindungan hukum terhadap pekerja PKWT
berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan
metode pendekatan perundang – undangan dan pendekatan analitis dengan spesifikasi
penelitian preskriptif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang dikumpulkan
dengan melakukan studi kepustakaan yang kemudian dianalisis menggunakan metode
normatif kualitatif serta disajikan secara naratif yang bersifat comprehensive allinclusive.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa
Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021 yang mengatur tentang pekerja dalam
PKWT telah mencakup tentang perlindungan hukum yang sebelumnya belum diatur
seperti pencatatan PKWT yang dapat dilakukan secara daring tidak hanya tertulis
saja, pemberian uang kompensasi yang diterima oleh pekerja setelah berakhirnya
PKWT.
Legal protection of labor in Indonesia is still experiencing many shortcomings,
especially in PKWT workers. Employers prefer to implement the PKWT system for
their workers. PKWT Experiencing the dynamics of the arrangement that has been
problematic so far. Legal protection of workers in the Certain Time Work Agreement
(PKWT) was previously stipulated in Law No. 13 of 2003 on employment. But along
with the change in legal dynamics in Indonesia, there is a change in the laws and
regulations, namely Law No. 11 of 2020 on work creation and implementing
regulations, namely Government Regulation No. 35 of 2021 on certain time work
agreements, outsourcing, work time and rest time, and termination of employment.
The purpose of this study is to know hows the rules of the legal arrangements and
legal protections of workers based on Government Regulation No. 35 of 2021. This
study uses secondary data collected by conducting literature studies which are then
analyzed using qualitative normative methods and presented in a narrative that is
comprehensive all-inclusive. Based on the results of research and discussion, it can
be concluded that Government Regulation No. 35 of 2021 governing workers in
certain time work agreements has included previously unregulated legal protections
such as PKWT recording that can be done online not only in writing, the provision of
compensation money received by workers after the end of PKWT.
3204935189L1C015034STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON PADA HABITAT SPINY LOBSTER DI PERAIRAN TELUK PENYU, KABUPATEN CILACAPPlankton merupakan pakan alami bagi spiny lobster. Keberadaan plankton pada habitat spiny lobster disamping berfungsi sebagai pakan, juga salah satu dari indikator yang menggambarkan kondisi suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas (kelimpahan, keanekaragaman, dominansi) plankton pada habitat spiny lobster, kondisi parameter fisika kimia perairan serta hubungan kedua parameter tersebut. Metode penentuan lokasi adalah purposive sampling, data struktur komunitas dan nilai parameter fisika-kimia perairan dianalisis secara deskriptif kuantitatif, hubungan antara kelimpahan plankton dan faktor fisika-kimia perairan dianalisis secara statistik menggunakan metode analisis Korelasi Pearson dan hasil disajikan dalam bentuk tabel yang dianalisis secara deskriptif. Jenis plankton yang ditemukan sebanyak 10 spesies, dengan 8 spesies fitoplankton (Chaetoceros messanensis, Pleurosigma, Thalassionema nitzschioides, Coscinodiscus, Leptocylindrus, Eucampia zodiacus, Rhabdonella spiralis, Ceratium longipes) dan 2 spesies zooplankton (Acartia clausi, dan Copepoda sp). Nilai parameter fisika kimia perairan yang diperoleh yaitu nilai suhu, pH dan DO yang masih berada pada ambang batas yang cukup dapat ditoleransi kehidupan plankton, sedangkan nilai salinitas diperoleh kurang mencukupi untuk menunjang kehidupan plankton. Nilai korelasi antar parameter fisika kimia perairan signifikan pada selang kepercayaan 95% untuk parameter suhu dan pH, serta signifikan pada selang kepercayaan 90% untuk parameter suhu dan DO.Plankton is a natural food for spiny lobsters. The presence of plankton in the spiny lobster habitat in addition to functioning as feed, is also one of the indicators that describe the condition of a waters. This study aims to determine the community structure (abundance, diversity, dominance) of plankton in the spiny lobster habitat, the condition of the physical and chemical parameters of the waters and the relationship between the two parameters. The method of determining the location was purposive sampling, community structure data and water physico-chemical parameter values were analyzed descriptively quantitatively, the relationship between plankton abundance and water physico-chemical factors was analyzed statistically using the Pearson Correlation analysis method and the results were presented in the form of tables which were analyzed descriptively. There were 10 species of plankton found, with 8 phytoplankton species (Chaetoceros messanensis, Pleurosigma, Thalassionema nitzschioides, Coscinodiscus, Leptocylindrus, Eucampia zodiacus, Rhabdonella spiralis, Ceratium longipes) and 2 zooplankton species (Acartia clausi, and Copepoda sp). The value of the physical and chemical parameters of the waters obtained are the values of temperature, pH and DO which are still at a sufficient threshold that can be tolerated by plankton life, while the salinity value obtained is insufficient to support the life of plankton. The correlation value between water physicochemical parameters was significant at 95% interval for temperature and pH parameters, and significant at 90% interval for temperature and DO parameters.
3205035190C1B014116ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN SEBELUM DAN SESUDAH AKUISISI DITINJAU DARI RASIO KEUANGAN
(Studi Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia)
Penelitian ini merupakan penelitian tentang analisis perbandingan kinerja keuangan perusahaan sebelum dan sesudah akuisisi. Pengukuran kinerja keuangan dilakukan dengan menggunakan delapan rasio keuangan. Rasio keuangan yang digunakan adalah Current Ratio (CR), Operating Profit Margin (OPM), Net Profit Margin (NPM), Return on Assets (ROA), Debt Equity Ratio (DER), Total Assets Turnover (TATO), Earning Per Share (EPS), dan Price Earning Ratio (PER). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu enam perusahaan yang melakukan akuisisi dalam periode tahun 2014-2018. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif untuk menguji perbedaan rasio kinerja keuangan dengan alat uji beda Paired Sample T-Test. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan kinerja keuangan yang signifikan antara sebelum dan sesudah akuisisi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari delapan rasio, yakni Current Ratio (CR), Operating Profit Margin (OPM), Net Profit Margin (NPM), Return on Assets (ROA), Debt Equity Ratio (DER), Total Assets Turnover (TATO), Earning Per Share (EPS), dan Price Earning Ratio (PER) memperlihatkan bahwa tidak terdapat perbedaan kinerja keuangan yang signifikan sesudah akuisisi.

Kata kunci: Akuisisi, Kinerja Keuangan Perusahaan, Rasio Keuangan
This research is a research on comparative analysis of the company's financial performance before and after the acquisition. Financial performance measurement is carried out using eight financial ratios. The financial ratios used are Current Ratio (CR), Operating Profit Margin (OPM), Net Profit Margin (NPM), Return on Assets (ROA), Debt Equity Ratio (DER), Total Assets Turnover (TATO), Earning Per Share ( EPS), and Price Earning Ratio (PER). The sample used in this study were six companies that made acquisitions in the 2014-2018 period. Sampling using purposive sampling technique. The data analysis technique used in this study is quantitative analysis to examine differences in financial performance ratios with the Paired Sample T-Test test tool. The hypothesis in this study is that there is a significant difference in financial performance between before and after the acquisition. The results of this study indicate that of the eight ratios, namely Current Ratio (CR), Operating Profit Margin (OPM), Net Profit Margin (NPM), Return on Assets (ROA), Debt Equity Ratio (DER), Total Assets Turnover (TATO) , Earning Per Share (EPS), and Price Earning Ratio (PER) show that there is no significant difference in financial performance after the acquisition.

Keywords: Acquisition, Company Financial Performance, Financial Ratio
3205135191A1L014085Pengaruh Aplikasi Lima Formula Pupuk N Slow Release Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pertumbuhan Jagung (Zea mays L.)Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula pupuk N slow release yang paling tepat untuk memperoleh pertumbuhan dan hasil tanaman jagung paling baik. Penelitian telah dilaksanakan selama kurang lebih empat bulan, yaitu pada 16 April sampai dengan 30 Juli 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 1 faktor dan 4 kali ulangan. Faktor yang digunakan adalah pupuk formula N slow release yang terdapat 5 macam dengan perbandingan jumlah bahan penyusun yang berbeda-beda dan 1 buah kontrol yaitu F0/kontrol (5,25 g tanaman-1), F1 (7,5 g tanaman-1), F2 (7,7 g tanaman-1), F3 (7,9 g tanaman-1), F4 ( 9,1 g tanaman-1) dan F5 (10 g tanaman-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima formula pemberian pupuk N slow release tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel yang diamati.The purpose of the research was to obtain the most appropriate slow release N fertilizer formula for the best growth and yield of corn.The research was conducted for approximately four months from 16 April to July 30, 2020.The design used is a Complete Randomized Block Design (CRBD) with one factor and four replicates. The treatment used were 5 kinds of N slow release formulas with different number of each ingredients and 1 control, that is F0/control (5,25 g plant-1), F1 (7,5 gplant--), F2 (7,7 g plant-), F3 (7,9 g plant-), F4 (9,1 g plant-), and F5 (10 g plant-). The result showed that aplication of five N slow release formulas were not significantly affected to all observed variables. The result showed that aplication of five N slow release formulas were not significantly affected to all observed variables.
3205235221I1E017006Tes Futsal Penjas Unsoed Sebagai Alat Ukur Keterampilan Dasar FutsalLatar Belakang : Keterampilan dasar futsal adalah kemampuan individu yang harus dikuasai oleh setiap pemain futsal sebagai pondasi suatu tim agar menjadi tim yang kuat. Keterampilan dasar dalam futsal meliputi passing, chipping, recieving/controlling, dribbling, shooting dan heading. Untuk mengetahui kemampuan atau keterampilan dasar pemain dalam permainan futsal dibutuhkan tes keterampilan dasar futsal
Metodologi : Prosedur pengembangan pada penelitian ini menggunakan modifikasi dari metode menurut Sugiyono (2018) meliputi (1) Identifikasi masalah, (2) Pengumpulan data, (3) Desain produk, (4) Validasi desain-1 (5) Revisi desain, (6) Validasi desain-2, (7) Uji coba skala kecil, (8) Revisi produk-1, (9) Uji coba skala besar (10) Revisi produk-2 (11) Hasil akhir.
Hasil Penelitian :. (1) Model tes yang memiliki kelayakan dengan rata-rata prosentase sejumlah 87% yang masuk ke dalam kategori “Sangat Baik” yang ditinjau dari ahli tes & pengukuran, ahli media serta ahli kepelatihan futsal. (2) Validitas tes control-passing r hitung : 0,813 > r tabel : 0,396. Validitas tes dribbling r hitung : 0.837 > r tabel : 0,396. Validitas tes shooting r hitung : 0.882 > r tabel : 0,396. (3) Tes control-passing nilai reliabilitas : 0,812. Tes dribbling nilai reliabilitas : 0,829, Tes shooting nilai reliabilitas : 0,841.
Kesimpulan : Model tes keterampilan futsal dengan metode penjas unsoed sangat layak digunakan pengukuran keterampilan dasar futsal.
Background : Futsal basic skills are individual abilities that must be mastered by every futsal player as the foundation of a team to become a strong team. Basic skills in futsal include passing, chipping, receiving/controlling, dribbling, shooting and heading. To find out the basic skills or abilities of players in futsal games, a futsal basic skills test is needed
Methodology: The development procedure in this study uses modifications of the method according to Sugiyono (2018) include (1) Problem identification, (2) Information gathering, (3) Product design, (4) Design validation-1 (5) Design revision, (6) Design validation-2, (7) Small-scale trial, (8) Revision of product-1, (9) Large-scale trial (10) Revision of product-2 (11) Final results.
Research Results:. (1) A test model that has feasibility with an average percentage of 87% that falls into the "Very Good" category in terms of test & measurement experts, media experts and futsal coaching experts. (2) Validity of control-passing tests r count : 0.813 > r table : 0.396. Validity of dribbling test r count : 0.837 > r table : 0.396. Validity of shooting test r count : 0.882 > r table : 0.396. (3) Control-passing test reliability value : 0.812 Dribbling test reliability value : 0.829. Shooting test reliability value 0.841.
Conclusion : The penjas unsoed method futsal skill test is suitable for measuring futsal basic skills.
3205335233I1E017017LITERATUR REVIEW
HUBUNGAN EMOSI DAN MOTIVASI TERHADAP PRESTASI OLAHRAGA BELADIRI
Latar Belakang : Ketersediaan artikel dan jurnal mengenai hubungan emosi dan motivasi terhadap prestasi olahraga beladiri mendorong peneliti untuk melakukan studi literatur review. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara emosi terhadap prestasi olahraga beladiri, dan motivasi terhadap prestasi olahraga beladiri.
Metodologi : Penelitian ini menggunakan metode Studi Literatur. Teknik pengumpulan data literatur menggunakan metode PICOT (Population, Intervention and Comparation, Outcome, Time), pencarian yang digunakan adalah google scholar dan portal garuda. Kata kuci yang digunakan adalah emosi, motivasi, prestasi olahraga beladiri karate, taekwondo, dan pencak silat. Cara menyeleksi data dalam penelitian ini menggunakan Metode Prisma, ditulis pada diagram flow literatur review. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan tematik.
Hasil Penelitian : Berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi memperoleh 7 jurnal dengan 4 jurnal membahas tentang emosi terhadap prestasi olahraga beladiri dan 3 jurnal membahas tentang hubungan motivasi terhadap prestasi olahraga beladiri. Aspek psikologi emosi memiliki hubungan terhadap prestasi olahraga beladiri sebesar 77,8%, 42,6% dan 78,6%. Aspek psikologi motivasi memiliki hubungan terhadap prestasi olahraga beladiri sebesar 42,5%, 90,2% dan 15%. Emosi memiliki hubungan yang lebih besar dibandingan motivasi terhadap prestasi olahraga beladiri.
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara emosi dan motivasi terhadap prestasi olahraga biladiri. Emosi memiliki hubngan yang lebih besar dibandingkan dengan motivasi terhadap prestasi olahraga bela diri.
Background : The availability of articles and journals regarding the relationship of emotional and motivation to martial arts achievement encourages researcher to conduct a study literature review. The purpose of this study was to determine how big the relationship between emotion and achievement in martial arts, and motivation on achievement in martial arts.
Methodology : This study uses the Literatur Review method. The literatur data collection technique used the PICOT (Population, Intervention and Comparation, Outcome, Time) method, the searches used were Google Scholar and the Garuda Portal. The keywords used are emotion, motivation, achievement in karate, taekwondo, and pencak silat. How to select the data in this study using the Prisma Method, written on the diagram flow literature review. Data analysis was carried out using a thematic approach.
Research Results: Based on the inclusion and exclusion obtained 7 journals with 4 journals discussing emotions on martial sports achievement and 3 journals discussing the relationship of motivation to martial sports achievement. The psychological aspect of emotion has a relationship with the achievement of martial arts by 77.8%, 42.6% and 78.6%. The psychological aspect of motivation has a relationship with the achievement of martial arts by 42.5%, 90.2% and 15%. Emotions have a greater relationship than motivation to the achievement of martial arts.
Conclusion : There is a relationship between emotion and motivation on self-efficacy in sports. Emotions have a greater relationship than motivation to the achievement of self-defense sports.
3205435293H1E014055PENERAPAN ALAT PEREDAM KEBISINGAN PADA KOMPRESOR UNIT DENTAL RUANG INTEGRASI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT UNIVERSITAS JENDRAL SOEDIRMANPenelitian penerapan alat peredam kompresor dental unit Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Jenderal Soedirman bertujuan untuk mengetahui keefektifan desain peredam yang dibuat dan memetakan persebaran taraf intensitas bunyi yang dihasilkan kompresor serta untuk mengetahui persentase penurunan kebisingan oleh peredam. Penelitian dilaksanakan di ruang integrasi B lantai 3 Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Berdasarkan survei pendahuluan yang dilakukan ditemukan bahwa ttaraf intensitas bunyi yang dihasilkan oleh satu kompresor tertera sebesar 65 dB. Pada saat pengukuran pendahuluan yang dilakukan nilai terbesar taraf intensitas bunyi saat 10 kompresor dinyalakan yang terukur adalah 76,3 dB. Hal ini sudah melebihi ambang batas yang ditentukan oleh WHO, Kementerian Lingkungan Hidup dan kementerian Kesehatan bahwasa nilai ambang batas kebisingan untuk ruangan rawat jalan adalah sebesar 55 dB. Sehingga perlu adanya pereduksian taraf intensitas bunyi di ruang integrasi B lantai 3 tersebut. Setelah dilakukan penelitian, dihasilkan peta perseberan taraf intensitas bunyi di ruang tersebut sangatlah bising hingga mencapai 72 dB. Peredam yang diteliti mampu mereduksi hingga 27% dari (58,1 ± 0,11) dB hingga (68,7 ± 0,01) dB menjadi (42,9 ± 0,20) dB sampai (49,8 ± 0,30) dB.. Namun, peredam yang digunakan tidak direkomendasikan untuk diaplikasikan sebagai peredam kompresor dental unit karena panas yang dihasilkan sangatlah tinggi.The research on the application of the damper to the dental compressor unit at the Jenderal Soedirman University Hospital aims to determine the effectiveness of the design of the silencer made and to map the distribution of the sound intensity level produced by the compressor and to determine the percentage of noise reduction by the silencer. The research was carried out in the integration room on the 3rd floor of the Jenderal Soedirman University Dental and Oral Hospital, Purwokerto. Based on the preliminary survey conducted, it was found that the sound intensity level produced by one compressor is listed as 65 dB. At the time of preliminary measurements, the largest value of the sound intensity level when 10 compressors was turned on was 76.3 dB. This has exceeded the threshold determined by WHO, the Ministry of Environment and the Ministry of Health, that the noise threshold value for outpatient rooms is 55 dB. So it is necessary to reduce the sound intensity level in the 3rd floor integration room. After doing the research, the resulting map of the distribution of sound intensity levels in the room is very noisy up to 72 dB. The reducer studied was able to reduce up to 27% from (58,1 ± 0,11) dB to (68,7 ± 0,01) dB to be (42,9 ± 0,20) dB till (49,8 ± 0,30) dB. However, the damper used is not recommended to be applied as a compressor for dental unit compressors because the heat generated is very high.
3205535192C1A018017ANALISIS FLYPAPER EFFECT PADA DANA ALOKASI UMUM (DAU) DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) TERHADAP BELANJA LANGSUNG DAN BELANJA TIDAK LANGSUNG DI KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2006 – 2020Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah terjadi flypaper effect pada Dana Alokasi Umum (DAU) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap belanja langsung dan belanja tidak langsung di Kabupaten Kuningan pada tahun 2006 – 2020.
Data dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari situs resmi Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui pengolahan dengan interpolasi data. Metode dan teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif dan regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) DAU berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja langsung, (2) PAD berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja langsung, (3) DAU dan PAD secara bersama – sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja langsung, (4) DAU berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja tidak langsung, (5) PAD berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja tidak langsung, (6) DAU dan PAD berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja tidak langsung, dan (7) Terjadi flypaper effect pada belanja daerah di Kabupaten Kuningan.
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu dengan respon atas belanja langsung maupun belanja tidak langsung lebih besar menggunakan pembiayaan dari pemerintah pusat yang dalam penelitian ini berupa Dana Alokasi Umum dibandingkan dengan pembiayaan secara mandiri melalui Pendapatan Asli Daerah, hal ini membuktikan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan masih bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat yaitu komponen pendanaan Dana Alokasi Umum. Upaya yang dapat dilakukan adalah pemerintah daerah Kabupaten Kuningan diharapkan lebih memaksimalkan penggalian potensi sumber daya daerahnya agar secara bertahap dapat menjadi tumpuan utama pembiayaan belanja daerahnya dan perlu adanya optimalisasi pengawasan yang dilakukan Ditjen Pajak (DJP) terhadap wajib pajak yang telah memenuhi syarat dan penggalian penerimaan pajak terhadap objek serta subjek pajak yang telah tercatat atau terdaftar dalam administrasi DJP.
This study aims to analyze whether there is a flypaper effect on the General Allocation Fund (DAU) and Regional Original Income (PAD) on direct and indirect expenditures in Kuningan Regency in 2006 – 2020.
The data in this study is secondary data obtained from the official website of the Directorate General of Fiscal Balance, Ministry of Finance of the Republic of Indonesia through processing with data interpolation. The analytical methods and techniques used in this research are descriptive statistics and multiple linear regression.
The results showed that: (1) DAU has a positive and significant effect on direct spending, (2) PAD has a positive and significant effect on direct spending,
(3) DAU and PAD together have a positive and significant effect on direct spending,
(4) DAU has a positive and significant effect on indirect spending, (5) PAD has a positive and significant effect on indirect spending, (6) DAU and PAD have a positive and significant impact on indirect spending, and (7) There is a flypaper effect on regional expenditures.
The implication of the conclusion above is that the response to direct and indirect spending is greater using financing from the central government which in this study is in the form of General Allocation Funds compared to financing independently through Local Own-Source Revenue, this proves that the Kuningan Regency Government is still dependent on transfer funds from the central government, namely the funding component of the General Allocation Fund. Efforts that can be made are that the local government of Kuningan Regency is expected to maximize the exploration of the potential of its regional resources so that gradually it can become the main focus of financing its regional expenditures and it is necessary to optimize the supervision carried out by the Directorate General of Taxes (DGT) on taxpayers who have met the requirements and extract tax revenues. against objects and tax subjects that have been registered or registered in the DGT administration.
3205638030B1A018123Induksi Pembungan Zinnia elegans dan Tagetes erecta dengan Konsentrasi Paklobutrazol yang BerbedaTanaman Zinnia elegans Jacq. dan Tagetes erecta L. umumnya dijadikan sebagai tanaman hias pagar. Kedua tanaman tersebut berpotensi memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran sebagai tanaman hias pot karena memiliki bunga yang beragam dan menarik. Namun, Z. elegans dan T. erecta memiliki ukuran tanaman yang cukup tinggi sehingga tanaman mudah rebah apabila ditanam dalam pot. Usaha yang dapat dilakukan adalah dengan mengoptimalkan pertumbuhan tanaman tersebut dengan pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) berupa paklobutrazol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paklobutrazol dan menentukan konsentrasi paklobutrazol yang tepat terhadap pertumbumbuhan dan pembungaan Z. elegans dan T. erecta sebagai tanaman hias pot. Penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai Mei 2022. Penelitian dilakukan eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah tanaman yang terdiri atas dua taraf, yaitu tanaman Z. elegans (T1) dan T. erecta (T2). Faktor kedua adalah konsentrasi paklobutrazol yang terdiri atas empat taraf, yaitu 0 ppm (P0), 100 ppm (P1), 150 ppm (P2), dan 200 ppm (P3). Perlakuan terdiri dari 8 kombinasi dengan 4 kali ulangan sehingga terdapat 32 unit percobaan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, waktu muncul bunga, jumlah bunga, jumlah akar, panjang akar, bobot basah, dan bobot kering tanaman. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Anova, dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf uji 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi paklobutrazol 200 ppm optimal untuk memperpendek tinggi tanaman dan mempercepat munculnya bunga pada tanaman Z. elegans dan T. erecta.Zinnia elegans Jacq. and Tagetes erecta L. are generally used as hedge ornamental plants. These two plants have the potential to have a high economical value in the market as potted ornamental plants because they have diverse and attractive flowers. However, Z. elegans and T. erecta have the size of plants that is too height so the plant can easily fall when planted in a pot. The effort that can be made is to optimize the growth of these plants by giving growth regulator (ZPT) in the form of paclobutrazole. This study aims to determine the effect of paclobutrazol and determine the optimal concentration of paclobutrazol on the growth and flowering of Z. elegans and T. erecta as potted ornamental plants. The research was conducted from February to Mei 2022. This research was conducted experimentally with a completely randomized design (CRD) factorial pattern with two factors. The first factor is plant which consists of two levels, namely Z. elegans (T1) and T. erecta (T2). The second factor is the concentration of paclobutrazole which consists of four levels, namely 0 ppm (P0), 100 ppm (P1), 150 ppm (P2), and 200 ppm (P3). The treatment consisted of 8 combinations with 4 replications so that there were 32 experimental units. Parameters observed were plant height, flower emergence time, number of flowers, number of roots, root length, plant wet weight, and plant dry weight. The data obtained were analyzed using the ANOVA test, and it was continued with the Least Significant Difference (LSD) test with test levels of 5%. The results showed that the treatment of paclobutrazole with 200 ppm concentration was optimal to shorten plant height and accelerate the emergence of flowers on plants Z. elegans and T. erecta.
3205735193G1B017007PERBANDINGAN USIA PERKEMBANGAN GIGI ANTARA ANAK TALASEMIA MAYOR DENGAN ANAK NON TALASEMIA MENGGUNAKAN METODE DEMIRJIAN
Talasemia mayor merupakan talasemia yang terjadi karena adanya kelainan pada dua gen yang menyebabkan penyandang tidak dapat memproduksi rantai globin. Gejala utama talasemia mayor berupa anemia disertai dengan salah satu gejela lainnya adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan gigi. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menilai tingkat perkembangan gigi adalah penentuan usia perkembangan gigi dengan metode Demirjian.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbandingan usia perkembangan gigi anak talasemia mayor dengan anak non talasemia menggunakan metode Demirjian. Penelitian ini berjenis deskriptif observasional dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak talasemia mayor di RSUD Banyumas dan anak non talasemia di Panti Asuhan Al-Amin Dipo Soedarmo, sempel penelitian dipilih dengen menggunakan teknik purposive sampling sejumlah 48 anak dengan 24 anak talasemia dan 24 anak non talasemia. Penilaian usia perkembangan gigi dilakukan terhadap 7 gigi di regio kiri bawah dari 48 gambaran radiografi panoramik sampel. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji independent t-test untuk mengetahui tingkat perbedaan usia perkembangan gigi dari kedua kelompok. Hasil analisis data didapatkan nilai p=0.007 (<0,05) yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna antar kedua kelompok dengan nilai rata-rata usia perkembangan gigi kelompok anak talasemia mayor dan non talasemia secara beturut-turut sebesar 12,7262 dan 13,9604 serta rerata selesih usia kronologis dan usia perkembangan gigi dari kedua kelompok adalah -0,9391 pada anak talasemia dan 0,2691 pada anak non talasemia. Simpulan dari penelitian ini adalah perkembangan gigi pada anak talasemia mayor lebih lambat dibandingkan anak non talasemia.
Major thalassemia is thalassemia that occurs due to abnormalities in two genes that prevent people from producing globin chains. The main symptoms of major thalassemia is an anemia accompanied with tooth growth and development disorders. One method that can be used to assess the degree of dental development is the determination of the age dental development by the Demirjian method. This study aims to find out the comparison of the age of dental development of the major thalassemia to that of non-thalassemia children using the Demirjian method. This research was an observational descriptive type with a cross-sectional method. The populations in this study were the major thalassemia children at Banyumas RSUD and non-thalassemia children at the Al-Amin Dipo Soedarmo Orphanage, research samples was selected a purposive sampling of 48 childrens with 24 thalassemia childrens and 24 non-thalassemia childrens. Assessment of tooth development age was performed against 7 teeth in the lower-left region of 48 panoramic radiographic images of the sample. The analysis was performed using an independent t-test to find out the degree of difference in age of tooth development of the two groups. Statistical results were obtained at p=0.007 (<0.05) which means that there were significant difference between the two groups with the average age of dental development the group of major thalassemia and non-thalassemia children respectively 12.7262 and 13.9604 and the difference of the chronological age and the development age of the teeth in the two groups was -0,9391 in thalassemia children and 0,2691 in non-thalassemia children. This study concludes that there is a delay in the growth and development of teeth in children with mayor thalassemia.
3205835540H1D018009PENGEMBANGAN BACKEND SISTEM PENGELOLAAN STUDI AKHIR TERINTEGRASI SIA DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Backend sistem merupakan bagian yang bertanggung jawab dalam mengelola aplikasi dan database agar dapat saling berkomunikasi dengan baik dan lancer guna mendukung antarmuka sistem bekerja sesuai dengan fungsinya. Backend sistem ini digunakan untuk dapat mengolah data studi akhir yang meliputi tugas akhir hingga yudisium dari 5 pengguna yaitu bapendik sebagai admin, ketua jurusan, komisi tugas akhir, dosen dan mahasiswa sesuai dengan tugasnya masing-masing. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membangun Backend sistem pengelolaan studi akhir di fakultas teknik dan proses pembuatan berkas studi akhir yang lebih efisien untuk mempermudah civitas akademika dalam mengelola data studi akhir sehingga akan meningkatkan kualitas pelayanan akademik dan dapat menghasilkan data studi akhir dengan lebih tepat, efektif dan efisien. Pengembangan Backend sistem pengelolaan studi akhir ini menggunakan metode DevOps dimana tahapan yang di bahas dalam penelitian ini meliputi tahap perencanaan, pengembangan, penerapan dan menggunakan framework Laravel. Hasil dari penelitian ini yaitu Backend sistem pengelolaan studi akhir dapat mempermudah seluruh pihak fakultas Teknik UNSOED untuk mengelola seluruh data studi akhir dan sudah dapat diakses pada website browser.The system backend is the part that is responsible for managing applications and databases so that they can communicate with each other properly and smoothly in order to support the system interface to work according to its function. The backend of this system is used to be able to process final study data which includes final assignments to graduation from 5 users, namely bapendik as admin, head of department, final project commission, lecturers and students according to their respective duties. The purpose of this research is to build a Backend final study management system in the engineering faculty and a more efficient process of making final study files to facilitate the academic community in managing final study data so that it will improve the quality of academic services and can produce final study data more precisely, effectively. and efficient. The development of the Backend management system for this final study uses the DevOps method where the stages discussed in this research include the planning, development, implementation and use of the Laravel framework. The result of this research is that the backend of the final study management system can make it easier for all UNSOED Engineering faculties to manage all final study data and can already be accessed on the website browser.
3205935197I1E018012HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR BERDASARKAN TIPE KEPRIBADIAN DENGAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN (PJOK) DI SMA TAHUN AJARAN 2020/2021Abstrak
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR BERDASARKAN TIPE KEPRIBADIAN DENGAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN (PJOK) DI SMA TAHUN AJARAN 2020/2021

Latar Belakang: Motivasi belajar merupakan salah satu faktor internal penentu belajar. Namun pada prosesnya, terdapat perbedaan hasil belajar setiap siswa, perbedaan tersebut terletak pada perilaku belajar siswa yang beragam, perbedaan tersebut terletak pada karakteristik setiap siswa atau dikenal sebagai kepribadian. Setiap kepribadian memiliki karakteristik yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan motivasi belajar berdasarkan tipe kepribadian dengan hasil belajar dan mengetahui perbedaan motivasi belajar dan hasil belajar PJOK siswa introvert dan ekstrovert.

Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan menggunakan instrumen kuesioner dan dokumen. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 213 siswa yang dikelompokkan ke dalam dua tipe kepribadian, yaitu introvert dan ekstrovert. Analisis yang digunakan untuk mengetahui korelasi adalah uji pearson product memont, serta untuk mengetahui perbedaan digunakan uji independent sampel t-test.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan motivasi belajar siswa introvert dan ekstrovert dengan hasil belajar PJOK dengan nilai signifikansi berturut-turut 0,541 dan 0,564. Selain itu, terdapat perbedaan yang signifikan antara motivasi belajar dan hasil belajar PJOK siswa introvert dan ekstrovert dengan nilai signifikansi berturut-turut 0,049 dan 0,004.
Kesimpulan: Terdapat hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar PJOK berdasarkan tipe kepribadian dengan tingkat kekuatan hubungan sedang. Selain itu terdapat perbedaan yang signifikan motivasi belajar dengan hasil belajar PJOK antara siswa introvert dan ekstrovert.
Abtract
THE RELATIONSHIP OF LEARNING MOTIVATION BASED ON PERSONALITY TYPES WITH THE RESULT OF LEARNING PHYSICAL EDUCATION (PJOK) IN SENIOR HIGH SCHOOL ACADEMIC YEAR 2020/2021

Background: Learning motivation is one of the internal factors in learning deciding. But in the process, there are differences in the results of each student's learning, the difference lies in the student's varied learning behavior, the difference lies in each student's characteristic or known as the personality. Each personality has different characteristics. The purpose of this study is to determine the motivation relations based on personality types with the results of learning and the differences in learning motivation and Physical Education learning outcomes of introverted and extroverted students.

Method: The research is a correlational study using questionnaire and document instruments. The number of sample used in this study is 213 students grouped into two types of personalities: introverted and extroverted. The analysis used to determine the correlation is the Pearson Product Memont test and to determine the difference used the independent sample t-test.

Results: The result study showed that there was a realtion between learning motivation introverted and extroverted students and the PJOK learning result for with significance value of 0.541 and 0.564. In addition, there is a significant difference between learning motivation and the POJK learning outcomes for introverted and exstroverted student with a significance value of 0.049 and 0.004.

Conclusion: There is a relation between learning motivation and PJOK learning result according to personality types with a moderate relation strength level. There is also a significant difference in learning motivation with PJOK learning outcomes.
3206035058I1B017037FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI TINGKAT KECEMASAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III SAAT PANDEMI COVID-19Latar Belakang: Kehamilan trimester III terjadi perubahan secara psikologis dan fisiologis yang lebih kompleks menyebabkan kecemasan. Pandemi Covid-19 menjadi masalah baru bagi kesehatan ibu hamil yang mengakibatkan kecemasan selama kehamilan. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kecemasan ibu hamil trimester III saat pandemi Covid-19.

Metodologi: Rancangan penelitian yang digunakan adalah pendekatan cross sectional dengan metode kuantitatif korelasi analitik. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling dengan sampel 73 responden di lingkup Puskesmas Purwokerto Selatan. Pengambilan data yang digunakan ialah lembar kuesioner.

Hasil: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara usia responden (p=0,734) dengan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III saat pandemi Covid-19. Tidak ada hubungan yang signifikan antara usia kehamilan (p=0,573), graviditas (p=0,250), pendidikan (p=0,283), pekerjaan (p=0,142), dukungan keluarga (p=0,566), aktivitas fisik (p=0,175), dan pemanfaatan pelayanan kesehatan (p=0,569) dengan tingkat kecemasan pada wanita hamil usia trimester III di masa pandemi.

Kesimpulan: Usia responden, usia kehamilan, graviditas, pendidikan, pekerjaan, dukungan keluarga, aktivitas fisik, dan pemanfaatan pelayanan kesehatan tidak berhubungan dengan tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III saat pandemi Covid-19.
Background: In the third trimester of pregnancy, there are more complex psychological and physiological changes that cause anxiety. The Covid-19 pandemic has become a new problem for the health of pregnant women which causes anxiety during pregnancy. The study aims to identify the factors that influence the level of anxiety of pregnant women in the third trimester during the Covid-19 pandemic.

Methods: The research design used was a cross sectional approach with quantitative analytical correlation methods. The sampling technique used was convenience sampling with a sample of 73 respondents in the South Purwokerto Public Health Center. The data collection used is a questionnaire sheet.

Results: There was no significant difference between the respondent's age (p=0.734) and the anxiety level of pregnant women in the third trimester during the Covid-19 pandemic. There was no significant relationship between gestational age (p=0,573), gravidity (p=0,250), education (p=0,283), occupation (p=0,142), family support (p=0,566), physical activity (p=0,175) , and utilization of health services (p=0.569) with anxiety levels in pregnant women in the third trimester of the pandemic.

Conclusion: Respondent's age, gestational age, gravidity, education, occupation, family support, physical activity, and utilization of health services were not related to the level of anxiety in third trimester pregnant women during the Covid-19 pandemic.