Artikelilmiahs

Menampilkan 32.001-32.020 dari 50.033 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3200135158C1B016059Pengaruh Manajemen Waktu, Motivasi Berprestasi, Self Efficacy Akademik, dan Resiliensi terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Pekerja Part TimePenelitian ini merupakan survei pada mahasiswa pekerja part time yang
ada di Purwokerto. Penelitian ini mengambil judul “Pengaruh Manajemen Waktu,
Motivasi Berprestasi, Self Efficacy Akademik, dan Resiliensi terhadap Prestasi
Akademik Mahasiswa Pekerja Part Time”.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen waktu, motivasi
berprestasi, self efficacy akademik, dan resiliensi terhadap prestasi akademik
mahasiswa pekerja part time. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa
pekerja part time yang ada di Purwokerto dengan jumlah responden yaitu 110
Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan teknik
pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa : (1)
Manajemen waktu berpengaruh positif terhadap prestasi akademik mahasiswa
pekerja part time. (2) Motivasi berprestasi berpengaruh positif terhadap prestasi
akademik mahasiswa pekerja part time. (3) Self efficacy akademik tidak
berpengaruh terhadap prestasi akademik mahasiswa pekerja part time. (4)
Resiliensi tidak berpengaruh terhadap prestasi akademik mahasiswa pekerja part
time.
Implikasi dari penelitian ini adalah mahasiswa harus meningkatkan
keyakinan diri untuk berhasil mencapai prestasi akademik yang baik, serta
mahasiswa harus bisa menghadapi tantangan dan rasa tertekan. Selain itu pihak
kampus harus berupaya mendorong mahasiswa agar meningkatkan prestasi
akademik mahasiswa.
This research is a survey of part-time working students in Purwokerto.
This study en titled "The Influence of Time Management, Achievement Motivation,
Academic Self Efficacy, and Resilience on Academic Achievement of Part-Time
Students".
This study aims to determine time management, achievement motivation,
academic self-efficacy, and resilience to the academic achievement of part-time
students. Respondents in this study were part time student workers in Purwokerto
with a total of 110 respondents. This research method used quantitative research
by using purposive sampling.
The results show that: (1) Time management has a positive effect on
academic achievement of part-time students. (2) Achievement motivation has a
positive effect on academic achievement of part-time working students. (3)
Academic self-efficacy has no effect on the academic achievement of part-time
working students. (4) Resilience has no effect on the academic achievement of
part-time students.
The implication of this research is that students must increase their selfconfidence
to succeed in achieving good academic achievements, and students
must be able to face challenges and stress. In addition, the campus must strive to
encourage students to improve student academic achievement.
3200234399J1B017024Penamaan Gerak Tari Retno Tanjung Masyarakat Tegal (Kajian Etnolinguistik)Penelitian berjudul “Penamaan Gerak Tari Retno Tanjung Masyarakat Tegal (Kajian Etnolinguistik)” mendeskripsikan mengenai makna leksikal dan makna kultural dari penamaan gerak tari “Retno Tanjung”. Penelitian ini menggunakan kajian etnolinguistik dalam menganalisis makna leksikal dan makna kultural penamaan gerak tari “Retno Tanjung”. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah data lisan dari narasumber sebagai data utama dan data tertulis dalam bentuk skripsi atau artikel sebagai data pendukung. Dalam mengumpulkan data, metode yang digunakan adalah metode cakap dan metode simak. Teknik lanjutannya teknik rekam dan catat. Untuk menganalisis data, metode yang digunakan adalah metode padan referensial, translasional, dan pragmatis. Teknik dasarnya adalah teknik unsur pilah penentu dan teknik lanjutannya adalah teknik hubung banding menyamakan. Metode penyajian analisis data menggunakan metode informal. Setelah dilakukan penelitian, peneliti menemukan 46 nama gerak tari yang terdapat dalam tari “Retno Tanjung”. Dari keseluruhan nama gerakan, terdapat beberapa gerak yang terinspirasi dari keseharian masyarakat Tegal yang berprofesi sebagai nelayan dan makna kulturalnya adalah bentuk pengungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas segala hasil laut yang melimpah.
The research entitled "Naming the Retno Tanjung Dance Movement of the Tegal Community (Ethnolinguistic Study)" describes the lexical meaning and cultural meaning of naming the dance movement "Retno Tanjung".This study uses ethnolinguistic studies in analyzing the lexical meaning and cultural meaning of naming the dance movement "Retno Tanjung". The method used was descriptive qualitative method. Sources of data used were oral data from sources as the main data and written data in the form of a thesis or article as supporting data. In collecting data, the method used was the speaking method and the listening method. The next technique was recording and note-taking technique. To analyze the data, the methods used were referential, translational, and pragmatic identity methods. The basic technique was the determining element sorting technique and the next technique was the equalizing comparison technique. The method of presenting data analysis using informal methods. After doing research, researchers found 46 names of dance moves contained in the dance "Retno Tanjung". All of the names of the movements, there are several movements that are inspired by the daily life of the people of Tegal who work as fishermen and whose cultural meaning was a form of expressing gratitude to God for all the abundant marine products.
3200335159H1A017024Analisa Kinerja Isolasi Transformator Berdasarkan Polarization Index, Tangen Delta dan Breakdown Voltage Pada Gardu Induk 150 KVEnergi listrik merupakan salah satu kebutuhan masyarakat yang sangat penting dan sebagai sumber daya ekonomis yang paling utama yang dibutuhkan dalam berbagai kegiaTan. Dalam pendistribusian listrik ke masyarakat, biasanya melalui gardu induk atau GI. Didalam gardu induk terdapat komponen yang utama salah satunya yaitu Tansformator. Tramsfprmator atau trafo merupakan suatu peralatan listrik elektromagnetik statis yang berfungsi memindahkan atau menyalurkan daya dari tegangan tinggi ke rendah atau sebaliknya. Transformator sendiri merupakan peralatan utama yang vital karena berfungsi sebagai penyalur listrik atau tegangan ke peralatan – peralatan yang terpasang pada suatu pembangkit. Tanpa adanya pemeliharaan yang kurang baik, maka akan berdampak pada penurunan kinerja transformator. Untuk mencegah kerusakan yang ditimbulkan maka dilakukan beberapa pemeliharaan antara lain, pemeriksaan visual, pengujian isolasi terhadap pembebanan, dan pengujian perbandingan transformasi. Salah satu isolasi yang ada di dalam transformator yaitu minyak transformator. Oleh karna itu, kemurnian minyak transformator harus terjaga dengan menggunakan beberapa metode untuk memastikan kemurnian minyak trafo antara lain, polarization index, Tangen delta, dan Breakdown voltage. Pengujian isolasi transformator merupakan pengujian yang dilakukan untuk mengetahui kondisi dan kualitas dari isolasi transformator. Pengujian ini merupakan salah satu pengujian rutin atau preventive maintenance pada transformator yang dimana pengujian ini dilakukan dengan internal waktu yang telah ditetapkan berdasarkan persayaratan dan kriteria tertentu. Ada beberapa jenis isolasi pada trafo seperti isolasi keras (padat) dan isolasi minyak (cair). Isolasi merupakan bagian yang paling vital dan sangat mempengaruhi umur penggunaan transformator. Pengujian transformator dibedakan menjadi dua macam yaitu pengujian transformator tegangan (running) dan pengujian transformator saat mati (shutdown).Electrical energy is one of the most important community needs and as the most imporTant economic resource needed in various activities. In the distribution of electricity to the community, usually through substations or substations. Inside the substation there are main components, one of which is the transformer. A transformer or transformer is a static electromagnetic electrical equipment that functions to transfer or distribute power from high to low voltage or vice versa. The transformer itself is a vital main equipment because it functions as a distributor of electricity or voltage to the equipment installed in a generator. Without poor maintenance, it will have an impact on the performance of the transformer. To prevent the damage caused, some maintenance is carried out, among others, visual inspection, isolation testing against loading, and transformation comparison testing. One of the insulation in the transformer is transformer oil. Therefore, the purity of transformer oil must be maintained by using several methods to ensure the purity of transformer oil, among others, polarization index, tangent delta, and Breakdown voltage. Transformer isolation testing is a test carried out to determine the condition and quality of transformer insulation. This test is one of the routine tests or preventive maintenance on the transformer where this test is carried out with a predetermined internal time based on certain requirements and criteria. There are several types of insulation in transformers such as hard (solid) insulation and oil (liquid) insulation. Insulation is the most vital part and greatly affects the life of the transformer. Testing of transformers is divided into two types, namely testing of voltage transformers (running) and testing of transformers at shutdown.
3200435161A1D015044Aplikasi Pupuk Silika Untuk Mendapatkan Ketahanan Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata. L) Terhadap Cekaman KekeringanKacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan komoditas palawija yang memiliki potensi
ekonomi yang tinggi dan sumber protein bagi masyarakat, Keberadaan kacang hijau baik dalam
keadaan segar maupun olahan sangat dibutuhkan. Salah satu tantangan pengembangan kacang
hijau adalah peningkatan produktivitas dan mempertahankan kualitas lahan untuk berproduksi
lebih lanjut, misalnya dengan pemanfaatan lahan kering. Penelitian ini bertujuan 1) Mengetahui
pengaruh pemberian pupuk silika terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau, 2)
Mengetahui pengaruh kandungan kadar air tanah yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil
tanaman kacang hijau, 3) Mengetahui interaksi perlakuan pemberian pupuk silika dan kadar air
tanah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Peneltian merupakan penelitian
experimental dalam polybag dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap
(RAKL) dengan dua factor dan tiga ulangan. Faktor pertama, konsentrasi pupuk silika yang
terdiri 0, 50, 100, 150 ppm dan factor kedua adalah kapasitas lapang yaitu, kapasitas lapang
100%, kapasitas lapang 75% dan kapasitas lapang 50%. Hasi penelitian menunjukkan bahwa
aplikasi pupuk silika mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman. Perbedaan konsentrasi
pupuk silika menunjukkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau yang berbeda nyata
pada variabel pengamatan tinggi tanaman, bobot tanaman kering dan bobot 100 biji. Perlakuan
konsentrasi pupuk silika 100 ppm (K2) menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik
dibandingkan perlakuan lainnya pada variabel tinggi tanaman (31,29 cm), bobot 100 biji
(6,55g) dan bobot tanaman kering (2,83g). Kapasitas lapang 100% (A1) mampu meningkatkan
pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau pada tinggi tanaman (31,78 cm) dan bobot
tanaman kering (2,76g).
Mung bean (Vigna radiata L.) is a secondary food commodity that has high economic
potential and a source of protein for the community. Green beans, both fresh and processed,
are needed. One of the challenges in developing green beans is increasing productivity and
maintaining land quality for further production, for example by using dry land. This study aims
1) To determine the effect of silica fertilizer application on the growth and yield of mung bean,
2) To determine the effect of different soil moisture content on growth and yield of mung bean,
3) To determine the interaction of treatment with silica fertilizer and soil moisture content on
growth. and mung bean yields. This research is an experimental study in polybags using a
Completely Randomized Block Design (RAKL) with two factors and three replications. The
first factor is the concentration of silica fertilizer consisting of 0, 50, 100, 150 ppm and the
second factor is the field capacity, namely, 100% field capacity, 75% field capacity and 50%
field capacity. The results showed that the application of silica fertilizer was able to increase
plant growth. The difference in concentration of silica fertilizer showed the growth and yield
of mung bean were significantly different on the observed variables of plant height, dry plant
weight and weight of 100 seeds. Treatment of 100 ppm silica fertilizer concentration (K2)
showed better growth and yield than other treatments on plant height (31.29 cm), 100 seed
weight (6.55g) and dry plant weight (2.83g). Field capacity of 100% (A1) was able to increase
the growth and yield of mung bean in plant height (31.78 cm) and dry plant weight (2.76g).
3200535467E1A018161TEKNIK PENGUNGKAPAN KASUS PINJAMAN ONLINE (PINJOL) ILEGAL DI WILAYAH DKI JAKARTA (Studi Kasus Di Polda Metro Jaya)
Pinjaman online ilegal adalah layanan penyedia jasa keuangan berupa kredit pinjaman dengan media online yang tidak terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tidak memiliki legalitas yang sah. Pelaku pinjaman online ilegal biasanya akan mengakses dan menggunakan data pribadi peminjam tanpa batasan dan melakukan teror serta intimidasi seperti pengancaman, penipuan, penyebaran data pribadi bahkan pelecehan seksual. Pengungkapan kasus pinjaman online ilegal oleh Polda Metro Jaya tentu bukanlah hal yang mudah mengingat kejahatan tersebut dilakukan di dalam dunia maya dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi namun aparat penegak hukum khususnya kepolisian Republik Indonesia dituntut untuk piawai dalam mengungkap kejahatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pengungkapan dan hambatan Polda Metro Jaya dalam megungkapan kasus pinjaman online ilegal di wilayah DKI Jakarta. Metode Penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan informan, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan. Data yang telah diperoleh kemudian diolah dan dianalisis dengan metode kualitatif dan disajikan dalam bentuk uraian yang tersistematis. Berdasarkan hasil penelitian maka teknik pengungkapan kasus pinjaman online ilegal yaitu dari adanya laporan dari korban terkait penagihan yang dilakukan oleh desk collection kemudian dilakukan penyelidikan dengan cara wawancara dan didapatkan alat bukti yaitu screenshot pesan dari pelaku pinjaman online ilegal dan petunjuk berupa nomor handphone pelaku yang selanjutnya diserahkan kepada tim analis IT untuk dicari identitasnya dan dilakukan pelacakan dengan alat direction finder. Kemudian selanjutnya dilakukan gelar perkara untuk menentukan dapat tidaknya kasus tersebut ditingkatkan ke penyidikan. Hambatan polda metro jaya dalam penegakan hukum kasus ini adalah faktor hukumnya, faktor penegak hukum, dan faktor sarana atau fasilitas.Illegal online loans are financial service providers in the form of loan loans with online media that are not registered with the Financial Services Authority (OJK) and do not have legality. Illegal online lenders will usually access and use the borrower's personal data without restrictions and carry out terror and intimidation such as threats, fraud, dissemination of personal data and even sexual harassment. Disclosure of illegal online loan cases by the Polda Metro Jaya is certainly not an easy thing considering that these crimes are committed in cyberspace by utilizing advanced technology, but law enforcement officers, especially the Indonesian police are required to be skilled in uncovering crimes. This study aims to determine the disclosure techniques and obstacles of the Polda Metro Jaya in disclosing cases of illegal online loans in the DKI Jakarta area. The research method used is sociological juridical with descriptive research specifications. The data used in this study are primary and secondary data. Primary data was obtained through interviews with informants, while secondary data was obtained from literature study. The data that has been obtained is then processed and analyzed by qualitative methods and presented in the form of a systematic description. Based on the results of the research, the technique for disclosing cases of illegal online loans is from reports from victims regarding billing carried out by the desk collection, then an investigation is carried out by interview and evidence is obtained, namely screenshots of messages from illegal online loan actors and instructions in the form of the perpetrator's cellphone number which is then submitted to the IT analyst team to find their identity and track them using a direction finder. Then a case title is then carried out to determine whether or not the case can be escalated to investigation. The obstacles for Polda Metro Jaya in law enforcement in this case are legal factors, law enforcement factors, and facilities and infrastructure factors.
3200635536E1A018123Penerapan Disiplin Pegawai Negeri Sipil Menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 (Studi di Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Kudus)Penerapan Disiplin Pegawai Negeri Sipil Menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021
(Studi di Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Kudus)

Oleh
Kinanthi Puspitaningtyas
E1A018123

ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 yang merupakan peraturan baru, mengatur Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Peraturan tersebut masih perlu dianalisis terkait penerapannya, apakah telah dapat diterapkan sepenuhnya atau belum dan apa implikasi hukum dari diterapkannya aturan mengenai aturan disiplin pegawai negeri sipil ini.
Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah sumber hukum primer, sekunder, dan tersier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, data yang diperoleh disajikan dalam bentuk naratif. Metode analisis data adalah normatif kualitatif. Model penafsiran yang digunakan adalah metode interpretasi sistematis.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan: (1) Penerapan hukuman disiplin pegawai negeri sipil di Kabupaten Kudus didasarkan pada PP No. 94 Tahun 2021. Kasus pelanggaran disiplin yang terjadi meliputi pelanggaran ringan, sedang, dan berat. Beberapa kasus telah dijatuhi hukuman sebagaimana terdapat dalam PP No. 94 Tahun 2021. (2) Penerapan hukuman disiplinnya terdapat kendala sehingga masih ada ketentuan hukuman disiplin yang tidak dapat diterapkan karena adanya kasus yang tidak dapat dijatuhi hukuman sebagaimana diatur di dalam PP No. 94 Tahun 2021.
Saran : Pemerintah seyogianya mengeluarkan PP tentang Gaji dan Tunjangan agar PP No. 94 Tahun 2021 dapat dilaksanakan.

Kata Kunci : PP Nomor 94 Tahun 2021, disiplin PNS, implikasi hukum
Implementation Civil Servant Dicipline According To The Government Regulation Number 94, 2021
(Study at Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Kudus)

By :
Kinanthi Puspitaningtyas
E1A018123

ABSTRACT
The background of this study is the Government Regulation number 94, 2021. This is a new regulation which regulate civil servant dicipline. This regulation is needed to be analized related to its implication which is wholy done or not yet, also what is law implication of this regulation.
This study uses juridical normative approach with study specification descriptive analytical. Data resources are primer, secunder, and tertier resources. Collecting data method is done by literature study . Then, these datas are shared in narative form. Data analyzise method used is cualitative normative. Interpretation model used is sistematical interpretation method.
From this study, we can conclude : (1) Implication dicipline punishment of civil servant in kudus regency based on government regulation number 94, 2021. They were light breaking, middle breaking, and hard breaking. These cases have been solved and the dicilpine breakers have been given punishment according to the Government Regulation number 94, 2021. (2) There are still many problems in its implication because the supporting conditions of the regulation has not completed yet. This caused some conditions cannot be applied. So, in some cases the dicipline breakers cannot be punished by this regulation.
Suggestion : The government should release Government Regulation about salary and allowance in order all conditions in the Government Regulation number 94, 2021 can be applied well.
Keyword : The Government Regulation number 94, 2021, Civil Servant dicipline, law implication.
3200735572E1A018319PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PRODUK MAKANAN IMPOR TANPA LABEL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (DALAM PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 1834 K/Pid.Sus/2020)PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PRODUK MAKANAN IMPOR TANPA LABEL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (DALAM PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 1834 K/Pid.Sus/2020)

Oleh :
TENI LESTARI
E1A018319

ABSTRAK
Produk barang dan/atau jasa yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia semakin lama semakin canggih, sehingga timbul kesenjangan terhadap kebenaran informasi di masyarakat. Tidak jarang pelaku usaha mencoba meraih keuntungan dengan melakukan kecurangan dan tanpa memperhatikan hak-hak konsumen. Salah satu perbuatan curang yang dilakukan oleh pelaku usaha adalah kecurangan dalam hal memperdagangkan produk makanan impor tanpa label.
Metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, data yang diperoleh disajikan dalam bentuk teks naratif, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif.
Hasil penelitian berdasarkan Putusan Nomor 1834 K/Pid.Sus/2020 menunjukan bahwa HERWIN BUDI MANRUCI Panggilan WIN telah terbukti melakukan perbuatan yang dilarang bagi pelaku usaha yang diatur dalam Pasal 8 ayat (1) huruf j Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yaitu tidak mencantumkan informasi dan/atau petunjuk penggunaan barang dalam bahasa Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan dikenakan sanksi pidana penjara selama 4 (empat) bulan dan membayar biaya perkara sebesar Rp2.500,- (dua ribu lima ratus rupiah).
Kata Kunci : Perlindungan Hukum, Konsumen, Makanan Impor, Label
LEGAL PROTECTION AGAINST CONSUMERS OF IMPORTED FOOD PRODUCTS WITHOUT LABEL BASED ON LAW NUMBER 8 OF 1999 CONCERNING CONSUMER PROTECTION (IN THE SUPREME COURT DECISION NUMBER 1834 K/Pid.Sus/2020)

By :
TENI LESTARI
E1A018319

ABSTRACT
Products and/or services that are used to meet the needs of human life are increasingly sophisticated, resulting in gaps in the truth of information in society. It is not uncommon for business actors to try to gain profits by committing fraud and without paying attention to consumer rights. One of the fraudulent acts committed by business actors is fraud in terms of trading imported food products without labels.
The approach method used is a normative juridical approach. The data sources used are primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data collection method was carried out by literature study, the data obtained were presented in the form of narrative text, and the data analysis method used was a qualitative normative method.
The results of the research based on Decision Number 1834 K/Pid.Sus/2020 show that HERWIN BUDI MANRUCI Calling WIN has been proven to have committed acts that are prohibited for business actors as regulated in Article 8 paragraph (1) letter j of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection namely not including information and/or instructions for the use of goods in the Indonesian language in accordance with the provisions of the applicable laws and being subject to imprisonment for 4 (four) months and paying a court fee of Rp. 2,500 (two thousand five hundred rupiah).
Keywords: Legal Protection, Consumers, Imported Food, Label
3200835587H1B017019PENGARUH PENGGUNAAN MATERIAL RECLAIMED ASPHALT PAVEMENT (RAP) CAMPURAN COLD MIX ASPHALT MENGGUNAKAN ASPAL EMULSI JENIS KATIONIK Berdasarkan permasalahan dilapangan, perkerasan jalan harus direkontruksi kembali sesuai dengan umur rencana yang telah ditetapkan karena perkerasan jalan yang melebihi umur rencana akan semakin tumbuh dan mengalami kerusakan, solusi dari permasalahan tersebut yaitu dengan melakukan pengupasan/pengerukan perkerasan aspal lama yang kemudian dilapisi kembali dengan perkerasan aspal baru. Hasil dari pengerukan aspal lama disebut dengan RAP, menggunakan RAP untuk perkerasan aspal baru merupakan salah satu upaya untuk mengurangi akumulasi RAP. RAP pada penelitian ini dicampurkan dengan CMA, keunggulan CMA salah satunya tidak memerlukan proses pemanasan agregat sehingga lebih ramah lingkungan. Metode penelitian ini meliputi pengujian material, mix design campuran untuk mencari KARO, selanjutnya nilai KARO dipakai untuk membuat benda uji dengan variasi subtitusi RAP ke agregat kasar sebesar 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% lalu dilakukan pengujian dengan alat Marshall selanjutnya dianalisis untuk mengetahui nilai density, stabilitas, flow, VIM, VMA, VFA dan MQ dan uji ITS modifikasi dengan variasi bahan RAP yang sama lalu dianalisis untuk mengetahui nilai kuat tarik tidak langsung. Dari aspek volumetrik Marshall dan non volumetrik Marshall hasil yang diperoleh menyatakan variasi yang direkomendasikan adalah rentang 25% - 75% RAP, dan hasil pengujian Indirect Tensile Strength (ITS) modifikikasi dengan variasi rentang 0 – 25% RAP penurunannya sebesar 4%, rentang 0 – 50% penurunannya sebesar 6%, rentang 0 – 75% penurunannya sebesar 10%, rentang 0 – 100% penurunannya sebesar 15%. Semakin bertambahnya variasi bahan RAP nilai kuat tarik tidak langsungnya semakin kecil, hal ini berakibat pada perkerasan akan semakin mudah mengalami potensi terjadinya cracking.
Based on the problems in the field, the road pavement must be reconstructed in accordance with the predetermined design age because the pavement that exceeds the design life will continue to grow and experience damage, the solution to this problem is by stripping/dredging the old asphalt pavement which is then re-coated with asphalt pavement. new. The result of dredging the old asphalt is called RAP, using RAP for new asphalt pavement is one of the efforts to reduce the accumulation of RAP. RAP in this study was mixed with CMA, one of the advantages of CMA is that it does not require an aggregate heating process so that it is more environmentally friendly. This research method includes material testing, mix design mix to find KARO, then the KARO value is used to make test objects with variations of substitution RAP to coarse aggregate of 0%, 25%, 50%, 75% and 100% then tested with the Marshall tool. then analyzed to determine the values of density, stability, flow, VIM, VMA, VFA and MQ and the modified ITS test with the same variation of RAP material and then analyzed to determine the value of indirect tensile strength. From the Marshall volumetric and non volumetric Marshall aspects, the results obtained state that the recommended variation is a range of 25% - 75% RAP, and the results of the modified Indirect Tensile Strength (ITS) test with variations in the range 0 – 25% RAP decrease by 4%, range 0 – 50% decrease by 6%, range 0 – 75% decrease by 10%, range 0 – 100% decrease by 15%.
3200935162F1B017093Inovasi Pelayanan Kesehatan Program Kelas Ibu Hamil Terpadu (Lasbudu) Dalam Upaya Menurunkan Angka Kematian Ibu di Puskesmas Kembaran II, Kabupaten BanyumasPenelitian ini berjudul Inovasi Pelayanan Kesehatan Program Kelas Ibu Hamil Terpadu (Lasbudu) Dalam Upaya Menurunkan Angka Kematian Ibu di Puskesmas Kembaran II, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya keberhasilan inovasi program Lasbudu dalam menekan angka kematian ibu yang terjadi di Puskesmas Kembaran II yang semula terdapat tiga kasus angka kematian ibu di tahun 2017 menjadi nol kasus di tahun 2018-2019. Pelaksanaan program ini didasari dengan Surat Keputusan Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat Kembaran II No.001/2018 yang mewajibkan setiap penyelenggaraan layanan kesehatan ibu hamil di wilayah Puskesmas Kembaran II. Terdapat bebrapa faktor yang menjadikan inovasi ini berhasil menekan angka kematian ibu di wilayah Puskesmas Kembaran II. Inovasi dalam layanan ini adalah karena menggunakan sistem jemput bola dalam memberikan layanan kesehatan pada ibu hamil dimasing-masing desa wilayah kerja di Puskesmas Kembaran II.
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan lebih mendalam mengenai inovasi pelayanan kesehatan kelas ibu hamil terpadu (Lasbudu) serta factor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan inovasi program kelas ibu hamil terpadu (Lasbudu) dalam menurunkan angka kematian ibu di Puskesmas Kembaran II, Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah reduksi data, pengujian data, dan pengumpulan data.
Hasil penelitian ini yaitu menunjukkan bahwa keberhasilan inovasi program Lasbudu dalam memberikan edukasi sekaligus memberikan layanan dasar pada ibu hamil dimasing-masing desa di wilayah Puskesmas Kembaran II jika dilihat menggunakan konsep Rogers (1983). Pertama, inovasi ini memberikan kemudahan pada ibu hamil yang tinggal di desa terjauh dari Puskesmas Kembaran II yaitu Desa Bojongsari, Pliken, dan Ledug dalam mendapatkan pelayanan kesehatan ibu hamil secara cepat, tepat dan efisien waktu. Kedua, inovasi ini memiliki keseusaian dengan kebutuhan dan norma dilingkungan sekitar masyarakat sehingga dapat dengan mudah diterima. Ketiga, inovasi ini mudah dipahami oleh masyarakat sehingga penerapannya dapat dilakukan dengan mudah dan tepat sasaran. Keempat, dampak dari inovasi ini juga dapat langsung dirasakan terutama oleh ibu hamil dan hasil akhir dari inovasi ini adalah keberhasilannya dalam menurunkan angka kematian ibu di Puskesmas Kembaran II. Meskipun inovasi ini sudah berhasil dalam menurunkan angka kematian ibu masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya. Salah satu kendala yang dihadapi yaitu kurangnya tenaga kesehatan Puskesmas Kembaran II dibidang pemeriksaan laboratorium sehingga seringkali pelaksaanaan inovasi ini menjadi terhambat.
This research is entitled Innovation of Health Services for the Integrated Maternity Class Program (Lasbudu) in an Effort to Reduce Maternal Mortality Rates at the Kembaran II Health Center, Banyumas Regency. This research is motivated by the success of the Lasbudu program innovation in reducing the maternal mortality rate that occurred at the Kembaran II Health Center which originally had three cases of maternal mortality in 2017 to zero cases in 2018-2019. The implementation of this program is based on the Decree of the Head of the Kembaran II Community Health Center No. 001/2018 which requires every provision of health services for pregnant women in the Kembaran II Health Center area. There are several factors that make this innovation successful in reducing maternal mortality in the Kembaran II Health Center area. The innovation in this service is because it uses a ball pick-up system in providing health services to pregnant women in each working area village at the Kembaran II Health Center.
The purpose of this study is to find out and describe more deeply about the innovation of health services for the integrated class of pregnant women (Lasbudu) and the factors that influence the success of the innovation of the integrated class of pregnant women (Lasbudu) in reducing maternal mortality at the Kembaran II Health Center, Banyumas Regency. The method used in this research is a qualitative method. Selection of informants using a purposive sampling technique. Collecting data through interviews, observation, and documentation. The analytical method used is data reduction, data testing, and data collection.
The results of this study indicate the success of the Lasbudu program innovation in providing education as well as providing basic services to pregnant women in each village in the Kembaran II Health Center area when viewed using the Rogers concept (1983). First, this innovation provides convenience for pregnant women who live in the farthest village from the Kembaran II Health Center, namely Bojongsari, Pliken, and Ledug villages in getting health services for pregnant women quickly, precisely, and time efficiently. Second, this innovation is in accordance with the needs and norms of the environment around the community so that it can be easily accepted. Third, this innovation is easily understood by the public so that its application can be carried out easily and on target. Fourth, the impact of this innovation can also be directly felt, especially by pregnant women and the end result of this innovation is its success in reducing maternal mortality at the Kembaran II Health Center. Although this innovation has succeeded in reducing maternal mortality, there are still some obstacles in its implementation. One of the obstacles faced is the lack of health personnel at the Kembaran II Health Center in the field of laboratory examinations so the implementation of this innovation is often hampered.
3201035163F1B017039Inovasi Pelayanan Publik Melalui Aplikasi Mas Basid (Banyumas Bebas Covid) Sektor Pariwisata (Studi Kasus di Lokawisata Baturraden)Penelitian ini berjudul Inovasi Pelayanan Publik Melalui Aplikasi Mas Basid (Banyumas Bebas Covid) Sektor Pariwisata (Studi Kasus Di Lokawisata Baturraden).
Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang tingkat penerimaan inovasi pelayanan publik melalui Aplikasi Mas Basid (Banyumas Bebas Covid) Sektor Pariwisata di Lokawisata Baturraden. Terdapat 5 (lima) konsep atribut inovasi yang terdiri dari Relative Advantage (keunggulan relatif), Compatibility (kesesuaian), Complexity (kerumitan), Triability (kemungkinan uji coba), Observability (kemudahan untuk diamati). Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dan teknik pemilihan informannya dengan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan publik melalui Aplikasi Mas Basid berdasarkan indikator atribut inovasi menurut Everret M. Rogers, Aplikasi Mas Basid sudah memenuhi tiga kriteria dari 5 (lima) atribut inovasi. Yaitu terdiri dari Relative advantage (keunggulan relatif), Triability (uji coba), dan Observability (kemudahan untuk diamati). Sedangkan untuk dua atribut lainnya yaitu dimensi compatibility (kesesuaian) dan complexity (kerumitan) penerapannya masih belum optimal. Sehingga dibutuhkannya survey evaluasi pelayanan dengan tujuan untuk terus meningkatkan kualitas dari pelayanan dengan mengunakan Aplikasi Mas Basid.
This research is tittled Inovasi Pelayanan Publik Melalui Aplikasi Mas Basid (Banyumas Bebas Covid) Sektor Pariwisata (Studi Kasus Di Lokawisata Baturraden). The purpose of this research is to describe about the acceptance level of an innovation of the public service by way of Mas Basid (Banyumas Bebas Covid) Application tourism sector located in Lokawisata Baturraden. there have 5 (five) concepts of innovation attribute consisting of Relative Advantage (keunggulan relatif), Compatibility (kesesuaian), Complexity (kerumitan), Triability (kemungkinan uji coba), Observability (kemudahan untuk diamati). The method that used is descriptive qualitative and the technique that used for informant selection is purposive sampling. The results of this research signify that public service through of Mas Basid (Banyumas Bebas Covid) Application according to Everret M. Rogers’s innovation attribute indicators, Mas Basid Application already fulfilled three from five criteria of innovation attributes. That is Relative advantage (keunggulan relatif), Triability (uji coba), dan Observability (kemudahan untuk diamati). While the other two attributes, that is compatibility (kesesuaian) and complexity (kerumitan) dimension the implementation is still not optimal. Therefore, a service survey is needed with the aim of evaluating and improving the quality of service through the Mas Basid (Banyumas Bebas Covid).
3201135164A1C014078ANALISIS KELAYAKAN USAHA TAHU SKALA RUMAH TANGGA DI DESA KALIKABONG, KECAMATAN KALIMANAH, KABUPATEN PURBALINGGA, JAWA TENGAH
(Studi Kasus usaha tahu milik Bapak Rohmadi Suparno)
Salah satu industri tahu yang ada di Kecamatan Kalimanah adalah industri tahu milik Bapak Rohmadi Suparno yang berada di Desa Kalikabong. Bapak Rohmadi Suparno yang sudah menjalankan usaha industri tahu sejak tahun 1980 sampai sekarang. Usaha industri tahu milik Bapak Rohmadi Suparno dalam waktu satu hari bisa memproduksi tahu dengan berat sekitar 50 sampai 70kg dengan keuangan usaha yang tidak disusun secara rinci.. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1). Menghitung besarnya biaya, penerimaan, dan keuntungan usaha industri tahu milik Bapak Rohmadi Suparno di Desa Kalikabong, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga. 2). Menghitung besarnya nilai BEP dan R/C dari usaha industri tahu milik Bapak Rohmadi Suparno di Desa Kalikabong, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini dilakukan di desa Kalikabong dari 01 Desember sampai 31 Desember 2021. Tempat penelitian ini dipilih berdasarkan purposive. Teknik pengambilan sampel menggunakan wawancara dan observasi langsung. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, analisis penerimaan, analisis R/C rasio dan analisis kontribusi pendapatan. Hasil penelitian menunjukan: (1). Hasil biaya produksi yang dikeluarkan pada bulan Desember 2021 adalah sebesar Rp 25.178.542 dengan penerimaan total sebesar Rp 40.245.000, sehingga pendapatan atau keuntungan yang diperoleh adalah sebesar Rp15.066.458, (2) Hasil perhitungan BEP tahu besar pada usaha pembuatan tahu yaitu, BEP produk/unit sebesar 537 unit dan BEP harga sebesar Rp 2.683.483, perhitungan BEP tahu kecil pada usaha pembuatan tahu yaitu, BEP produk/unit sebesar 972 unit dan BEP harga sebesar Rp 3.887.636 .Sedangkan Nilai R/C pada usaha tahu milik Bapak Rohmadi Suparno yaitu sebesar 1,59. Artinya, setiap satu rupiah biaya yang dikeluarkan akan memberikan pendapatan sebesar satu koma lima Sembilan.One of the tofu industries in Kalimanah District is the tofu industry owned by Mr. Rohmadi Suparno, which is located in Kalikabong Village. Mr. Rohmadi Suparno who has been running the tofu industry since 1980 until now. Tofu industry owned by Mr. Rohmadi Suparno can produce tofu weighing 50 to 70 kg in one day with business finances that are not detailed. The aims of this research are 1). Calculating the costs, revenues, and profits of the tofu industry owned by Mr. Rohmadi Suparno in Kalikabong Village, Kalimanah District, Purbalingga Regency. 2). To calculate the value of BEP and R/C from the tofu industry business owned by Mr. Rohmadi Suparno in Kalikabong Village, Kalimanah District, Purbalingga Regency. This research was conducted in Kalikabong village from December 01 to December 31, 2021. The location of this research was chosen based on purposiveness. The sampling technique used was interviews and direct observation. Data analysis methods used are cost and income analysis, revenue analysis, R/C ratio analysis and income contribution analysis. The results showed: (1). The results of the production costs issued in December 2021 are Rp. 25,178,542 with a total revenue of Rp. 40,245,000, so that the income or profit obtained is Rp. 15,066,458, (2) The results of the calculation of the large tofu BEP in the business of making tofu are, BEP product/unit is 537 units and BEP price is Rp. 2,683,483, BEP calculation for tofu is small in tofu making business, namely, BEP product/unit is 972 units and BEP price is Rp. 3,887,636. While the R/C value in tofu business Mr. Rohmadi Suparno's is 1.59. That is, for every one rupiah of expenses incurred will provide an income of one point five nine
3201235165A1C114009KELAYAKAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH TEMPE DI DESA WARU KECAMATAN PARUNG KABUPATEN BOGOR (STUDI KASUS USAHA TEMPE UMI ATIYAH)Tempe adalah makanan khas Indonesia yang terbuat dari kedelai yang difermentasikan. Kandungan yang terdapat pada tempe seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral dapat memenuhi kebutuhan tubuh manusia dan baik bagi kesehatan. Selain itu, harganya yang lebih murah membuat tempe dapat dijangkau oleh semua kalangan masyarakat. Usaha pengolahan kedelai menjadi tempe banyak terdapat di Indonesia, salah satunya adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tempe Umi Atiyah yang berada di Desa Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Sebagian besar pelaku usaha skala kecil tidak memperhitungkan secara terperinci biaya yang dikeluarkan dan penerimaan hasil usahanya, bahkan mencampur keuangan usahanya dengan keuangan rumah tangganya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan dari UMKM tempe Umi Atiyah, dan mengetahui besarnya BEP dan R/C dari UMKM tempe Umi Atiyah. Pengambilan data dilakukan pada bulan Oktober 2021 di UMKM tempe Umi Atiyah di Desa Waru Kecamatan Parung Kabupaten Bogor dengan metode studi kasus. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan usaha ini sudah lama didirikan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan dan pendapatan, analisis R/C dan analisis Break Even Point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya yang dikeluarkan oleh UMKM Umi Atiyah adalah sebesar Rp82.452.828 per bulan, total penerimaan yang diperoleh sebesar Rp105.549.000 per bulan ,dan pendapatan atau keuntungan yang diterima sebesar Rp23.096.172 per bulan. Nilai R/C yang diperoleh adalah sebesar 1,28 dan nilai Break Even Point (BEP) berada pada harga Rp5.998 dengan produk sebanyak 3.298 dan penerimaan sebesar Rp6.659.189 . Oleh karena itu, UMKM Umi Atiyah sudah efisien dan layak, karena nilai R/C lebih besar dari 1 dan jumlah produk dan penerimaan lebih besar dari nilai BEP.Tempe is a typical Indonesian food made fermented soybeans. The content contained in tempe such as protein, fat, carbohydrates, vitamins, and minerals can meet the needs of the human body and is good for health. In addition, the cheaper price makes tempe accessible to all circles of society. There are many soybean processing businesses into tempe in Indonesia, one of which is Umi Atiyah’s Tempe Micro , Small and Medium Enterprises located in Waru Village, Parung Distrct, Bogor Regency. Most small-scale business actors do not take into account in detail the costs incurred and the receipts of their business results, even mixing their business finances with their household finances. The purpose of this research is to Knowing the amount of costs, revenues, and income from Umi Atiyah’s tempe Micro, Small and Medium Enterprises (MSME), and to knowing the amount of BEP and R/C from Umi Atiyah’s tempe Micro, Small and Medium Enterprises. Data collection was carried out in October 2021 at MSME Umi Atiyah in Waru Village, Parung District, Bogor Regency with the case study method. Location selection is done intentionally (purposive) with the consideration that this business had been established for a long time.the analytical methods used are cost, revenue and income analysis, R/C analysis and Break Even Point (BEP) analysis. The result showed that the total cost incurred by MSME Umi Atiyah was Rp82.452.828 per month, the total revenue earned is Rp105.549.000 per month and income or profit received is Rp23.096.172 per month. The R/C value obtained is 1,28 and the Break Even Point (BEP) is at a price of Rp5.998 product of 3.298 and revenue of Rp6.659.189. Therefore, Umi Atiyah’s Micro, Small and Medium Enterprises is efficient and feasible, because R/C is greater than 1, the number of products and the revenue is greater than the BEP value.
3201335471J1B018005Proses Aktualisasi Diri Tokoh Utama Dalam Trauma Karya Boy CandraKesehatan mental memiliki pengaruh yang besar terhadap proses aktualisasi diri. Novel Trauma karya Boy Candra adalah sebagai wujud penulis menjelaskan bagaimana seseorang dapat mengaktualisasikan dirinya dari segala macam trauma yang pernah tokoh utama rasakan sehingga menjadi penulis yang sukses di usia muda. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan kebutuhan dasar tokoh utama pada novel Trauma karya Boy Candra serta mengidentifikasi dan menjelaskan proses aktualisasi diri pada tokoh utama pada novel Trauma karya Boy Candra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan teori psikologi sastra, yaitu kebutuhan dasar Abraham Maslow. Hasil dari penelitian ini, yaitu tokoh utama berhasil memenuhi lima kebutuhan dasar dengan baik seperti kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan rasa memiliki dan mencintai, kebutuhan rasa penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi diri. Selain itu juga, ditemukannya limabelas karakteristik ciri-ciri orang yang sedang mengaktualisasikan diri seperti mengamati realitas secara efisien, penerimaan atas diri sendiri, orang lain kodrat, spontan, sederhana, dan wajar, terpusat pada masalah, pemisahan diri dan kebutuhan privasi, kemandirian dari kebudayaan dan lingkungan, kesegaran dan apresiasi, pengalaman puncak atau pengalaman mistik, minat sosial, hubungan antarpribadi, karakter demokratis, perbedaan antara cara dan tujuan, rasa humor yang filosofis, kreativitas, dan penolakan enkulturasi.Mental health has tremendous impacts on self-actualization process. A novel called Trauma by Boy Candra is a writer's form describing how the writer can actualize himself from all the traumas the lead character has felt to become a successful writer at a young age. The aim of this paper is to identify and explain the basic needs of the main character of this novel. The writer also wants to identify and explain the process of self-actualization of the main character. The writer uses qualitative descriptive methodology and literary-psychology approach, the basic needs of Abraham Maslow. The results of this paper, the main character has successfully met five basic needs, such as physiological, security and safety, social, esteem, and self-actualization needs. Moreover, the writer finds the characteristics of a self-actualizing person, such as observes the reality efficiently, accepts all things such as self, things, and natures, spontaneous, simple, and natural, task centered person, dissociated and private individual, reliant on own experiences and judgement, appreciative person, the ultimate mystical experience, social interest or sense of community, seek deeper connections in their interpersonal relationships, democratic character, the difference between way and purpose, has philosophical sense of humour, creative, and denies the enculturation.
3201435166A1F017016OPTIMASI PROPORSI ASAM ASKORBAT DAN GULA STEVIA PADA PRODUKSI KOKTAIL BUAH SALAKRINGKASAN

Salak merupakan buah musiman yang cukup produktif yang dapat menghasilkan buah sepanjang tahun dan sangat melimpah. Sementara itu, kabupaten di Jawa Tengah dengan total produksi salak terbanyak adalah Kabupaten Banjarnegara dengan total produksi pada tahun 2018 sebanyak 2.909,8 ton dan pada tahun 2019 sebanyak 3.626,8 ton. Selain untuk dikonsumsi sebagai buah segar, buah salak dapat diolah menjadi berbagai variasi diantaranya yaitu, manisan salak, keripik salak, koktail dan selai salak. Koktail buah adalah salah satu olahan minuman segar yang merupakan campuran dari buah-buahan atau hanya satu jenis buah yang dicampur dalam larutan buah yang dikemas dalam satu jenis kemasan, yang bisa dijadikan alternatif minuman kesegaran dan memberikan gizi yang baik. Pada penelitian ini, ditemukan alternatif lain yaitu penggunaan gula stevia dan asam askorbat. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengoptimasi asam askorbat dan gula stevia pada produk koktail buah salak yang menghasilkan produk salak yang memiliki nilai respon intensitas kesukaan maksimal, warna coklat minimal, rasa manis in range, rasa asam in range, flavor salak maksimal dan kekerasan in range. Mengkaji karakteristik sifat sensori dari produk koktail buah salak dengan formula hasil rekomendasi program design expert. Membandingkan karakteristik fisik dan sensori produk koktail buah salak yang menggunakan formula optimum dengan kontrol (tanpa penggunaan asam askorbat dan gula stevia).
Penelitian ini menggunakan metode permukaan respon (Response Surface Methodology/RSM) dengan rancangan percobaan menggunakan CCD (Central Composite Design). Respon yang diujikan pada penelitian ini adalah kesukaan, warna coklat, rasa manis, rasa asam, flavor salak dan kekerasan. Hasil penelitian ini yaitu formula optimum koktail salak dengan nilai desirability tertinggi sebesar 0,79 pada formula asam askorbat 34% dan gula stevia 4,27%. Karakterisasi sifat sensori dari koktail buah salak dengan formula hasil rekomendasi program design expert memiliki nilai kesukaan sebesar 3,98 (cukup suka hingga suka); nilai warna coklat sebesar 2,76 (tidak coklat hingga agak coklat) ; nilai rasa manis sebesar 3,68 (agak manis hingga cukup manis); rasa asam memiliki nilai sebesar 3,34 (agak asam hingga cukup asam); nilai flavor salak sebesar 3,89 (cukup kuat hingga kuat) ; nilai kekerasan sebesar 3,96 (agak keras hingga cukup keras). Produk optimum memiliki intensitas nilai yang lebih tinggi untuk atribut sensori yaitu kesukaan, rasa manis, rasa asam, flavor salak dan kekerasan dibandingkan produk kontrol. Sementara itu untuk atribut sensori warna memiliki nilai yang lebih rendah dibanding dengan produk kontrol. Berdasarkan hasil uji kimia, produk optimum memiliki perbedaan nilai yang berbeda nyata untuk atribut kadar air, kadar abu, kadar lemak karbohidrat dan gula total.
SUMMARY


Salak is a seasonal fruit that is quite productive which can produce fruit throughout the year and is very abundant. Meanwhile, the district in Central Java with the highest total production of salak is Banjarnegara Regency with a total production in 2018 of 2,909.8 tons and in 2019 of 3,626.8 tons. In addition to being consumed as fresh fruit, salak fruit can be processed into various variations including candied salak, salak chips, fruit cocktails. Fruit cocktail is one of the processed fresh drinks which is a mixture of fruit or only one type of fruit mixed in a fruit solution that is packaged in one type of packaging, which can be used as an alternative to freshness drinks and provides good nutrition. In this study, another alternative was found, namely the use of stevia sugar and ascorbic acid. The purpose of this study is to optimize ascorbic acid and stevia sugar in salak fruit cocktail products which produce salak products that have a maximum preference intensity response value, minimal brown color, sweet taste in range, sour taste in range, maximum salak flavor and hardness in range. To examine the characteristics of the sensory properties of salak fruit cocktail products with the formula recommended by the design expert program. Comparing the physical and sensory characteristics of salak fruit cocktail products using the optimum formula with a control (without the use of ascorbic acid and stevia sugar).
This study uses the response surface method (Response Surface Methodology/RSM) with an experimental design using CCD (Central Composite Design). The responses tested in this study were preference, brown color, sweet taste, sour taste, salak flavor and hardness. The results of this study were the optimum formula for salak cocktail with the highest desirability value of 0.79 in the formula of 34% ascorbic acid and 4.27% stevia sugar. Characterization of the sensory properties of the salak fruit cocktail with the formula recommended by the design expert program has a preference value of 3.98 (sufficiently like to like); brown color value of 2.76 (not brown to slightly brown); sweetness value of 3.68 (slightly sweet to moderately sweet); sour taste has a value of 3.34 (slightly sour to moderately sour); salak flavor value of 3.89 (strong enough to strong); hardness value of 3.96 (slightly hard to moderately hard). The optimum product had higher intensity values for sensory attributes, namely liking, sweet taste, sour taste, salak flavor and hardness than the control product. Meanwhile, the color sensory attribute has a lower value than the control product. Based on the results of chemical tests, the optimum product has significantly different values for the attributes of water content, ash content, fat content of carbohydrates and total sugar.

Keywords: Salak fruit, fruit cocktail, optimization, sensory, chemical, control and optimum.
3201535167A1C014045FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) DI KECAMATAN AJIBARANG
KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap produksi jamur tiram dan (2) mengetahui efisiensi teknis, efisiensi harga dan efisiensi ekonomi penggunaan faktor -faktor produksi pada usaha tani jamur tiram di Kecamatan Ajibarang, kabupaten Banyumas. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive). penelitian ini dilakukan pada 6 Mei sampai 31 Juli 2019. metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan jumlah responden sebanyak 55 orang. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan fungsi produksi model Cobb-Douglas dan analisis efisiensi ekonomi penggunaan faktor-faktor produksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap produksi jamur tiram adalah luas lahan, dinding kumbung, rak, bibit dan serbuk kayu, sedangkan faktor produksi bekatul, kapur, serbuk jagung, tenaga kerja dan kayu bakar tidak berpengaruh nyata terhadap produksi jamur tiram. Penggunaan faktor produksi luas lahan, dinding kumbung, rak, bibit dan serbuk kayu secara teknis sudah efisien namun secara harga belum efisien, sehingga secara ekonomi produksi jamur tiram belum efisien.

This study aims to (1) determine the factors that influence the production of oyster mushrooms and (2) determine the technical efficiency, price efficiency and economic efficiency of the use of production factors in oyster mushroom farming in Ajibarang District of Banyumas Regency. The research location was chosen purposively. This research was conducted from May 6 to July 31, 2019. The research method used was a survey method with a total of 55 respondents. The data were analyzed using multiple linear regression analysis with the production function of the Cobb-Douglas model and the analysis of the economic efficiency of the use of production factors. The results showed that the factors that influenced the production of oyster mushrooms were land area, kumbung walls, shelves, seeds and sawdust, while the production factors of bran, lime, corn powder, labor and firewood had no significant effect on the production of oyster mushrooms. The use of production factors for land area, kumbung walls, shelves, seeds and sawdust is technically efficient but price is not efficient, so that economically the production of oyster mushrooms is not efficient.
3201635168F1D018024PENGARUH CITRA KANDIDAT TERHADAP PERILAKU MEMILIH DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN KLATEN TAHUN 2020 (STUDI DI DESA DALANGAN KABUPATEN KLATEN)Artikel ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh citra kandidat terhadap perilaku memilih masyarakat Desa Dalangan pada saat Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Klaten tahun 2020. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena petahana yang terlibat kasus penyalahgunaan bantuan sosial. Kandidat petahana menggunakan bantuan sosial sebagai atribut kampanye dalam rangka memenangkan Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Klaten tahun 2020 dan tingginya angka partisipasi masyarakat Desa Dalangan yang mencapai angka 92,8%. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik random sampling. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 2.064 yang merupakan jumlah warga Desa Dalangan yang terdaftar dalam DPT pada saat Pilkada Kabupaten Klaten Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan tingkat kesalahan sebesar 10% sehingga menghasilkan sampel sebanyak 100 responden. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan metode penyebaran kuesioner kepada responden yang telah ditetapkan sebagai sampel penelitian. Lebih lanjut, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji linearitas, analisis korelasi pearson, dan analisis regresi linear sederhana. Berdasarkan hasil penelitian nya, menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara citra kandidat terhadap perilaku memilih masyarakat Desa Dalangan pada saat Pilkada Kabupaten Klaten Tahun 2020 yakni sebesar 59,8%. Berdasarkan hasil tersebut maka pengaruh antara citra kandidat terhadap perilaku memilih masuk kedalam kategori hubungan yang kuat, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin baik citra seorang kandidat maka akan semakin besar pula pengaruhnya terhadap perilaku masyarakat. This article aims to determine whether or not the candidate's image influences the voting behavior of the Dalangan Village community during the Klaten Regency Regional Head Election in 2020. This research is motivated by the phenomenon of incumbents who are involved in cases of misuse of social assistance. The incumbent candidate uses social assistance as a campaign attribute in order to win the 2020 Klaten Regency Head Election and the high participation rate of the Dalangan Village community which reaches 92.8%. Method that used in this study is a quantitative research method. The sampling technique used is a random sampling technique. The total population in this study was 2,064 which is the number of Dalangan Village residents who were registered in the DPT during the Klaten Regency Election 2020. This study used an error rate of 10% as to produce a sample of 100 respondents. The data collection technique in this study was used the method of distributing questionnaires to respondents who had been designated as research samples. Furthermore, the data analysis techniques used in this research are validity test, reliability test, normality test, linearity test, Pearson correlation analysis, and simple linear regression analysis. Based on the results of this research, this research shows that there is a significant influence between the candidate's image based on the voting behavior of the Dalangan Village community during the 2020 Klaten Regency Election, which is 59.8%. Based on these results, the influence of the candidate's image on voting behavior is included in the category of a strong relationship. Therefore,can be concluded that the better the image of a candidate was also the greater the influence on people's behavior.
3201735169A1C014053PERSEPSI PETANI PADI TERHADAP PERAN PENYULUH PERTANIAN DI KELURAHAN SUKAMAJUKIDUL KECAMATAN INDIHIANG
KOTA TASIKMALAYA
Sektor pertanian di Indonesia merupakan salah satu sektor yang sangat penting dalam menunjang perekonomian nasional. Sejalan dengan perkembangan dan peningkatan ekonomi nasional, maka kegiatan jasa dan bisnis berbasis pertanian juga akan semakin meningkat. Pembangunan di sektor pertanian ini, tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi, melainkan juga untuk memperbaiki kesejahteraan, kesehatan dan untuk menurunkan tingkat kematian yang lebih awal penduduknya. Kecamatan Indihiang merupakan salah satu kecamatan di Kota Tasikmalaya dengan partisipasi petani yang belum aktif secara keseluruhan dalam mengikuti kegiatan program kerja penyuluhan yang diselenggarakan oleh badan penyuluhan pertanian daerah. Kecamatan Indihiang memiliki 5 Kelurahan dengan sumber daya alam dan potensi yang berbeda-beda. Salah satu faktor yang menyokong dalam pemanfaatan sumber daya alam dan potensi Kelurahan adalah kelembagaan petani. Kecamatan Indihiang dapat mewakili kondisi kinerja kelompok tani, baik dalam kondisi antar petani maupun partisipasi dalam mengikuti kegiatan penyuluhan. Kelompok tani di kecamatan Indihiang pada umumnya telah aktif dalam mengikuti kegiatan penyuluhan pertanian namun disisi lain Kelurahan Sukamajukidul belum seluruhnya mengikuti penyuluhan yang diadakan oleh Dinas Pertanian Kota Tasikmalaya. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Sukamajukidul Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional. Penentuan sampel petani menggunakan metode pengambilan acak sederhana (Simple Random Sampling). Sampel penelitian sebanyak 33 orang dan kelompok tani Sinar Jaya diperoleh sampel sebanyak 21 orang, sehingga sampel dalam penelitian ini sebanyak 54 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear, uji koefisien determinasi dan uji hipotesis dengan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh dalam meningkatkan produktivitas padi di Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya termasuk kategori tinggi, persepsi petani padi mengenai peran penyuluh di Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya termasuk kategori tinggi dan Peran penyuluh berpengaruh terhadap persepsi petani padi di Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya.
The agricultural sector in Indonesia is one of the most important sectors in supporting the national economy. In line with the development and improvement of the national economy, service activities and agriculture-based businesses will also increase. Development in this sector, not only aims to increase production, but also to improve welfare, health and to reduce the premature death rate of the population. Indihiang District is one of the sub-districts in Tasikmalaya City with the participation of farmers who have not been active as a whole in participating in the extension program organized by the regional agricultural extension agency. Indihiang sub-district has 5 sub-districts with different natural resources and potentials. One of the factors that support the utilization of natural resources and the potential of the Kelurahan is farmer institutions. Indihiang sub-district can represent the performance conditions of farmer groups, both in conditions between farmers and participation in counseling. Farmer groups in the Indihiang sub-district in general have been active in participating in agricultural extension activities, but on the other hand, Sukamajukidul Village has not participated in the counseling held by the Tasikmalaya City Agriculture Service. This research was conducted in Sukamajukidul Village, Indihiang District, Tasikmalaya City. The research method used in this research is the correlational method. Determination of the sample of farmers using a simple random sampling method (Simple Random Sampling). The research sample was 33 people and the Sinar Jaya farmer group obtained a sample of 21 people, so the sample in this study was 54 people. The analysis used is linear regression analysis, coefficient of determination test and hypothesis testing with the F test. The results showed that the role of the extension worker in increasing rice productivity in Indihiang District, Tasikmalaya City was in the high category, the perception of rice farmers regarding the role of the instructor in Indihiang District, Tasikmalaya City was in the high category and the role of the extension agent affected the perception of rice farmers in Indihiang District, Tasikmalaya City.
3201837810F1B018010INOVASI PELAYANAN PUBLIK UNTUK MASYARAKAT LANJUT USIA DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK (STUDI PROGRAM PUSTAKA SANTUN LANSIA DI DINAS ARSIP DAN PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN BANYUMAS)Pertumbuhan jumlah lansia di Indonesia terus meningkat, yang berimplikasi pada meningkatnya kebutuhan lansia. Salah satu kebutuhan lansia adalah informasi melalui bahan bacaan untuk meningkatkan literasinya. Untuk menjawab permasalahan publik tersebut, Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas membuat inovasi pelayanan publik untuk masyarakat lanjut usia melalui "Pustaka Santun Lansia". Inovasi pustaka santun lansia memberikan kesempatan pada lansia mendapatkan layanan publik perpustakaan untuk mengekspresikan lansia dengan bahan bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan inovasi pustaka santun lansia di Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pustaka santun lansia memiliki kelebihan dan kekurangan. Inovasi pustaka santun lansia merupakan penemuan baru yang menawarkan cara baru dalam melayani pemustaka lansia. Namun, inovasi pustaka santun lansia dapat dikatakan belum efektif karena belum mampu meningkatkan budaya literasi masyarakat lansia. Inovasi pustaka santun lansia sudah memberikan manfaat bagi masyarakat dan instansi yang menerapkannya. Inovasi ini dapat dicontoh oleh instansi publik terutama yang berkaitan dengan bidang perpustakaan dan kearsipan. Inovasi pustaka santun lansia akan terus dilaksanakan karena mendapat dukungan dari instansi maupun pemustaka lansia yang merasakan kemudahan ketika memanfaatkan layanannya. Hambatan dalam pelaksanaan inovasi pustaka santun lansia adalah pandemi Covid-19 yang membuat layanan bergerak pustaka santun lansia tidak dapat berjalan serta kurangnya sosialisasi sehingga masih banyak masyarakat lansia di Kabupaten Banyumas yang kurang mengetahui adanya inovasi pelayanan pustaka santun lansiaThis research is motivated by the increasing growth of the elderly people in Indonesia, which has implications for the increasing needs of the elderly. One of the needs of the elderly is information through reading materials to improve their literacy. To answer these public problems, the Regional Archives and Library Office of Banyumas Regency made public service innovations for the elderly through the "Pustaka Santun Lansia". The innovation "Pustaka Santun Lansia" provides an opportunity for the elderly to get library public services with reading materials. The purpose of this study was to describe the innovation " Pustaka Santun Lansia” at the Archives and Library Office of Banyumas Regency. The method used in this research is qualitative. The selection of informants uses purposive sampling technique. Collecting data using in-depth interviews, observation, and documentation. The data analysis method used is interactive analysis method.
The results showed that “Pustaka Santun Lansia” has advantages and disadvantages. “Pustaka Santun Lansia” is a new discovery that offers a new way of serving elderly users. However, “Pustaka Santun Lansia” can be said to have not been effective because it has not able to improve the literacy culture of the elderly community. The innovation of “Pustaka Santun Lansia” has provided benefits for the community and the institutions that implement it. This innovation can be imitated by public agencies, especially those related to the library and archives. “Pustaka Santun Lansia” will continue to be implemented because it gets support from agencies and elderly users who find it easy when using its services. Obstacles in implementing the innovation of “Pustaka Santun Lansia” is Covid-19 pandemic which makes the “Pustaka Santun Lansia” mobile service unable to run and the lack of socialization so that there are still many elderly people in Banyumas Regency who are not aware of “Pustaka Santun Lansia” innovation.
3201935170B1A017009KEANEKARAGAMAN SPESIES, DISTRIBUSI VERTIKAL DAN STATUS KONSERVASI BURUNG DIURNAL DI LERENG BARAT DAYA GUNUNG SLAMET
Burung adalah salah satu kekayaan hayati yang dimiliki Indonesia. Keberadaan pakan, tempat bersarang dan tempat singgah merupakan faktor yang mempengaruhi kekayaan spesies burung. Status kondisi burung di Indonesia berdasarkan data Burung Indonesia, Indonesia memiliki 1.812 spesies burung dengan 31 spesies burung berstatus kritis (Critically endangered), 52 spesies burung berstatus terancam (Endangered) dan 96 spesies burung berstatus rentan (Vulnerable). Hutan di Pulau Jawa memiliki tingkat keanekaragaman hayati di Indonesia yang tinggi dengan banyaknya sebaran burung yang endemik yang dikategorikan kedalam status kritis dan mengalami laju penurunan populasi yang cukup signifikan mengakibatkan banyak diantaranya berada pada ambang kepunahan salah satunya yaitu Ekek-geling Jawa (Cissa thalassina) dan Poksai Kuda (Garrulax rufifrons).
Penelitian ini menggunakan metode point count atau titik hitung. Teknik titik hitung adalah teknik pengambilan sampel menggunakan titik dengan luas wilayah sampling dan waktu tertentu. Titik hitung ditempatkan dengan pertimbangan luas dan jarak antar titik hitung, sehingga mewakili habitat yang diteliti. Penelitian ini titik hitung ditempatkan di ketinggian 800 mdpl, 1000 mdpl, 1200 mdpl, 1400 mdpl dan 1600 mdpl, Pengamatan dilakukan pada pagi hari pukul 06.00-10.00 WIB dan sore hari pukul 15.00-18.00 WIB berdasarkan waktu aktivitas puncak burung. Data burung yang teramati ditulis pada tally sheet, meliputi nama spesies burung, jumlah individu, waktu ditemukannya, aktivitas burung dan keterangan yang lain.
Hasil penelitian diperoleh 62 spesies burung yang termasuk dalam 34 familia. Nilai indeks keanekaragaman tertinggi pada ketinggian 1200 mdpl sebesar 3,48 dan terendah pada ketinggian 1600 mdpl sebesar 1,83. Nilai indeks kemerataan tertinggi pada ketinggian 1400 mdpl 0,96 dan terendah pada ketinggian 800 mdpl sebesar 0,89. Status konservasi berdasarkan IUCN terdapat 55 spesies berstatus Least Concern (LC), 2 spesies berstatus Near Theratened (NT), 4 spesies berstatus Vulnerable (VU) dan 1 spesies berstatus Endangered (EN), status perlindungan berdasarkan daftar CITES terdapat 4 spesies burung yang termasuk kedalam kategori Appendiks II, status perlindungan berdasarkan PerMen LHK No.P., 10 spesies dengan status dilindungi dan diperdagangkan, 2 spesies berstatus dilindungi dan tidak diperdagangkan, 7 spesies berstatus tidak dilindungi dan tidak diperdagangkan serta 43 spesies berstatus tidak dilindungi dan diperdagangkan, selain itu terdapat 9 spesies yang termasuk endemik Pulau Jawa
Birds are one of the biodiversity’s riches that Indonesia has. The existence of feed, nesting place, and the layover is a factor that influences the richness of bird species. Bird condition status in Indonesia based on Indonesian Bird Data, Indonesia has 1.812 species of birds with 13 species of critical status (Critically endangered), 52 threatened status species (endangered), and 96 species of birds of vulnerable status (Vulnerable). Java island forests have a high level of biodiversity in Indonesia, with a large number of endemic birds categorized into the critical status and significant population decline resulting in many of them being on the verge of extinction, one of which is Ekek-geling Jawa (Cissa thalassina) and Poksai Kuda (Garrulax rufifrons).
This research uses the point count method. The point count technique is a sampling technique using points with a specific sampling area and time. Count points are placed with the consideration of area and distance between count points, thus representing the habitat studied. This study's calculation points were placed at altitudes 800 masl, 1000 masl, 1200 masl, 1400 masl, and 1600 masl. Observations start in the morning at 06.00-10.00 WIB and afternoon at 15.00-18.00 WIB based on the time of peak bird activity. The bird data observed written on a tally sheet, including the name of the bird species, the number of individuals, the time it was found, the activity of the birds and other information.
The results of the study were obtained by 62 species of birds included in 34 families. The highest diversity index value at a height of 1200 masl is 3.48 and the lowest at a height of 1600 masl is 1.83. The highest emergent index value at 1400 masl is 0.96 and the lowest at 800 masl is 0.89. Conservation status based on the IUCN has 55 Least Concern (LC) status species, 2 Near Threatened (NT) status species, 4 species of Vulnerable status (VU) and 1 Endangered status (EN), protection status based on CITES listing are 4 species of birds belonging to the Appendix II category, protection status based on PerMen LHK No.P., 10 species with protected and traded status, 2 status species protected and untraded, 7 species of status unstatused and untraded, 43 statused species are not protected and traded, in addition, 9 species include endemic to Java Island.
3202035171B1A015042SEGREGASI NICHE ANTARA Oreochromis mossambicus DAN Oreochromis niloticus DI SUNGAI BANJARAN, KABUPATEN BANYUMASIkan asing diintroduksi dengan tujuan untuk diversifikasi ikan budidaya, ikan hias atau untuk pengendali vektor penyakit. Keberadaan ikan asing di perairan umum menjadi ancaman bagi ikan domestik karena akan menjadi pesaing dalam pemanfaatan pakan maupun ruang serta menjadi pemangsa. Hal tersebut mempengaruhi struktur populasi ikan dan mengakibatkan terjadinya segregasi niche (pemanfaatan ruang) untuk menghindari kompetisi. Segregasi niche mendorong spesies ikan memanfaatkan niche secara spasial dan temporal berbeda. Fenomena segregasi niche mungkin juga terjadi antara O. mossambicus dan O. niloticus di Sungai Banjaran.
Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei dengan teknik sampling Purposive Random Sampling. Sampling dilakuan pada lima stasiun terpilih yang berada di sepanjang Sungai Banjaran setiap dua pekan sekali pada kurun waktu di bulan Juli-September 2018. Variabel penelitian ini adalah populasi O. mossambicus dan O. niloticus dengan parameter kelimpahan, ukuran panjang dan berat. Variabel pendukung adalah kualitas perairan dengan parameter fisik berupa temperatur, kecerahan, dan kecepatan arus, serta parameter kimiawi perairan berupa kandungan dissolved oxygen (DO), biochemical oxygen demand (BOD), chemical oxygen demand (COD) dan potential hydrogen (pH). Struktur populasi ikan dan segregasi niche dianalisis secara deskriptif. Hubungan antara faktor faktor fisik-kimiawi perairan dengan kelimpahan dianalisis dengan uji PCA (Principal Component Analysis).
Hasil menunjukkan bahwa populasi O. mossambicus lebih banyak dibandingkan O. niloticus. Kelimpahan O. mossambicus di kelima stasiun terlihat berbeda (p: 0.005) sementara kelimpahan O. niloticus di lima stasiun terlihat relatif sama (p: 0.184). Sebaran ukuran panjang O. mossambicus di kelima stasiun berbeda (p: 6.934E-09) dan sebaran ukuran panjang O. niloticus di kelima stasiun berbeda (p: 6.174E-05). Sebaran berat O. mossambicus di kelima stasiun berbeda (p: 3.609E-09) dan sebaran berat O. niloticus di kelima stasiun berbeda (p: 6.631E-05). Segregasi niche (pemanfaatan ruang) secara temporal pada O. mossambicus dan O. niloticus terjadi pada stasiun 5. Kelimpahan O. mossambicus dan O. niloticus berkorelasi negatif dengan faktor fisik dan kimia perairan.
Alien fish are introduced to diversify farmed fish, ornamental fish, or disease vector controllers. Alien fish in aquatic generally becomes a threat for indegenous fish as competitors for food, space and as predators. This will affect fish structure populations and results in niche segregation (space utilization) to avoid competition. Niche segregation encourages certain fish to occupy niches spatial and temporal diferently. Niche segregation may also occur between O. mossambicus and O. niloticus in the Banjaran River.
This research was done by using a survey method with the Purposive Random Sampling technique. Sampling was conducted at five selected stations along Banjaran River every two weeks from July until September 2018. Research variables were O. mossambicus and O. niloticus populations with parameters abundance, length and weight of fish The supporting variable was water quality with the physical parameters were temperature, brightness, and current and the chemical parameter were dissolved oxygen (DO) content, biochemical oxygen demand (BOD), chemical oxygen demand (COD), and also potential hydrogen (pH). Data on fish population structure and niche segregation were analyzed descriptively. Correlation between physical-chemical aquatic factors and fish abundances were analyzed using PCA (Principal Component Analysis).
The result showed that the O. mossambicus population was more than O. niloticus. The abundance of O. mossambicus in the five stations were different (p: 0.005), while the abundance of O. niloticus were relatively the similar (p: 0.184). There were differences in length distribution of O. mossambicus (p: 6.934E-09) and O. niloticus (6.174E-05) at five stations. The weight distribution of O. mossambicus at five stations was significantly different (p: 3.609E-09), and the weight distribution of O. niloticus (p: 6.631E-05) was also different. The temporal niche segregation between O. mossambicus and O. niloticus was recorded in stasiun 5. The abundances of O. mossambicus and O. niloticus were negatively correlated to the physical and chemical factors of the water quality of Banjaran River.