Artikelilmiahs
Menampilkan 32.181-32.200 dari 50.030 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 32181 | 35276 | F1A015071 | ANALISIS TINGKAT KECEMASAN WARGA PADA COVID -19 DI PERUM KALIBAGOR INDAH DESA KALIBAGOR KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS | Virus Corona atau Covid-19 yang semakin merebak di sebagian besar negara termasuk Indonesia tidak hanya menyebabkan gejala dan penyakit fisik saja. Akan tetapi, juga memberikan dampak psikologis baik pada penderita atau masyarakat luas. bagi penderita, dampak psikologis bisa dirasakan, seperti perasaan tertekan, stres, cemas saat didiagnosis positif Covid-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Analisis Tingkat Kecemasan Warga pada Covid-19 di Perum Kalibagor Indah Desa Kalibagor Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Desain Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, sampel pada penelitian ini sebanyak 77 orang dengan teknik simple random sampling, adapun teknik analisa datanya menggunakan pearson product moment dan kuesioner untuk tingkat kecemasan yang digunakan pada penelitian ini menggunakan generalized anxiety disorder-7 versi Indonesia. Hasil penelitian analisis tingkat kecemasan warga di Perum Kalibagor Indah Desa Kalibagor Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas didapatkan bahwa hampir dari setengah responden yaitu 42,9 memiliki kecemasan sedang/Mild Aanxiety. Untuk nilai rata-rata kecemasan adalah 7,49 dengan nilai terendah kecemasan adalah 2 dan nilai tertinggi kecemasan adalah 12. Berbagai macam faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan masyarakat dimasa pandemi covid-19 karena cepatnya penularan virus yang mengakibatkan mudahnya seseorang terkena. Oleh sebab itu diharapkan bagi seluruh masyarakat pada umumnya untuk selalu mematuhi arahan pemerintah seperti menggunakan masker saat keluar rumah dan mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas guna meminimalkan penyebaran virus covid -19. | The Corona virus or Covid-19 which is increasingly spreading in most countries including Indonesia does not only cause symptoms and physical illness. However, it also has a psychological impact on both the sufferer and the wider community. For sufferers, the psychological impact can be felt, such as feeling depressed, stressed, anxious when diagnosed with Covid-19. The purpose of this study was to determine the Analysis of Citizens' Anxiety Levels on Covid-19 at Perum Kalibagor Indah, Kalibagor Village, Kalibagor District, Banyumas Regency. The research design used is descriptive quantitative, the sample in this study was 77 people with simple random sampling technique, as for the data analysis technique using Pearson's product moment and the questionnaire for the level of anxiety used in this study using the Indonesian version of generalized anxiety disorder-7. The results of the analysis of the anxiety level of residents at Perum Kalibagor Indah, Kalibagor Village, Kalibagor District, Banyumas Regency, it was found that almost half of the respondents, namely 42.9 had moderate anxiety. For the average value of anxiety is 7.49 with the lowest value of anxiety is 2 and the highest value of anxiety is 12. Various factors affect the level of public anxiety during the covid-19 pandemic because of the rapid transmission of the virus which makes it easy for someone to get infected. Therefore, it is expected that all people in general always comply with government directives such as using masks when leaving the house and washing hands before and after activities to minimize the spread of the COVID-19 virus. | |
| 32182 | 35277 | I1A017016 | PENERIMAAN DIRI TERHADAP TERAPI ARV (Antiretroviral) PADA ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) DI KOTA PURWOKERTO | Latar Belakang : Penularan penyakit HIV/AIDS seringkali dikaitkan dengan perilaku penyimpangan sosial sehingga dapat mengundang stigma dari masyarakat, hal ini mempengaruhi perilaku penerimaan orang dengan HIV/AIDS terhadap status penyakitnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerimaan diri ODHA dengan pendekatan teori Health Belief Models (HBM) yang mengemukakan bahwa persepsi individu tentang penyakitnya akan mempengaruhi perilaku kesehatan. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik penelitian dirancang menggunakan purposive sampling yaitu dengan wawancara dan observasi. Penelitian ini melibatkan 5 informan utama. Triangulasi dilakukan kepada pendamping ODHA kelompok beresiko WPS dan LGBT, suami dan teman ODHA. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menemukan bahwa persepsi kerentanan ODHA meliputi riwayat penularan dan respon terhadap penyakit dalam tubuhnya. Persepsi keseriusan yang dirasakan oleh informan meliputi konsekuensi klinis, medis dan konsekuensi sosial yang dirasakan, dimana ODHA merasa bahwa penyakit HIV/ADS adalah penyakit yang berat dan serius sehingga konsekuensi yang akan diterimapun akan berat. Persepsi hambatan yang dirasakan oleh ODHA berupa stigma dan diskriminasi masyarakat, infeksi oportunistik, rentan terkena penyakit lain dan efek samping obat. Persepsi keuntungan yang dirasakan ODHA diperoleh ketika memutuskan untuk melakukan sebuah tindakan, dalam hal ini tindakan yang dilakukan oleh informan utama berupa menjalankan terapi ARV. Kesimpulan : Adanya persepsi individu yang meliputi persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, persepsi hambatan dan persepsi keuntungan dapat memberi pengaruh pada perilaku penerimaan diri ODHA terhadap penyakit yang dideritanya. Perilaku penerimaan diri yang baik dapat membatu ODHA memiliki pola pikir yang positif untuk melakukan upaya-upaya pengobatan yakni melakukan tindakan menjalankan terapi ARV. | Background : Transmission of HIV/AIDS is often associated with social deviant behavior so that it can invite stigma from the community, this affects the acceptance behavior of people with HIV/AIDS on their disease status. This study aims to describe how self-acceptance of people with HIV/AIDS Health Belief Models (HBM) theoretical approach which suggests that individual perceptions of their illness will affect health behavior. Method : This study uses a qualitative research method with a descriptive approach. The research technique was designed using purposive sampling , namely interviews and observations. This study involved 5 main informants. Triangulation was carried out for people with HIV/AIDS companions at risk groups for WPS and LGBT, husbands and friends of people with HIV/AIDS. Data analysis includes data reduction, data presentation and conclusion drawing. Result : The results of the study found that the perception of people with HIV/AIDS vulnerability included a history of transmission and response to diseases in their bodies. The perceived seriousness of the informants included clinical, medical and social consequences, where people with HIV/AIDS felt that HIV/ADS was a serious and serious disease, so the consequences would be severe. Perceptions of barriers felt by people with HIV/AIDS in the form of stigma and community discrimination, opportunistic infections, vulnerability to other diseases and side effects of drugs. The perception of the benefits felt by people with HIV/AIDS is obtained when they decide to take an action, in this case the action taken by the main informant is in the form of carrying out ARV therapy. Conclusion : The existence of individual perceptions which include perceptions of vulnerability, perception of seriousness, perceived barriers and perceived benefits can have an influence on the self-acceptance behavior of people with HIV/AIDS towards the disease they are suffering from. Good self-acceptance behavior can help people with HIV/AIDS have a positive mindset to make treatment efforts, namely taking action on ARV therapy. | |
| 32183 | 35278 | C1A017119 | Sumbangan Pendapatan Usahatani Durian Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Petani di Desa Alasmalang Kecamatan Kemranjen | Penelitian ini berjudul “Sumbangan Pendapatan Usahatani Durian Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Petani di Desa Alasmalang”. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis seberapa besar sumbangan pendapatan usahatani durian terhadap pendapatan rumah tangga petani durian di Desa Alasmalang dan menganalisis kesejahteraan pendapatan petani durian dalam pemenuhan standar Kebutuhan Hidup Layak di Kabupaten Banyumas sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode sensus. Populasi dari penelitian ini yaitu petani durian di Desa Alasmalang Kecamatan Kemranjen, dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 40 responden. Penelitian ini menggunakan data primer yang menggunakan kuisioner melalui wawancara. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis sumbangan pendapatan. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu kontribusi usahatani durian terhadap pendapatan rumah tangga yang tertinggi adalah pada usahatani bibit durian dengan menyumbang 85,4 persen dari total pendaatan rumah tangga. Kontribusi buah durian yang menyumbang 12,3 persen dari total pendapatan rumah tangga. Sedangkan kontribusi terendah dari petani durian di Desa Alasmalang berasal dari pendapatan non usahatani yang berkontribusi sebesar 2,3 persen dari total pendapatan rumah tangga petani durian di Desa Alasmalang. Dari hasil penelitian, seluruh responden dinyatakan sejahtera berdasarkan pendapatan per kapita yang diukur berdasarkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kabupaten Banyumas tahun 2021, sehingga para responden dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka secara layak dan dapat mencapai kesejahteraan. Implikasi dari penelitian ini yaitu bagi petani durian agar lebih fokus pada usahatani bibit durian jika ingin mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi karena bibit durian tidak mengenal musim sehingga dapat ditanam kapan saja. Kemudian petani durian dapat memperluas pasar melalui kerjasama dengan berbagai pihak sehingga produk yang terjual akan lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan pendapatan serta kontribusinya bagi pendapatan rumah tangga petani. | This research is entitled "Contribution of Durian Farming Income to Farmer Household Income in Alasmalang Village". The purpose of this study is to analyze the contribution of durian farming income to the household income of durian farmers in Alasmalang Village and analyze the income of durian farmers in fulfilling the standard of decent living needs in Banyumas Regency in 2021. This study uses the total sampling method. The population of this study were durian farmers in Alasmalang Village, Kemranjen District, and the sample used in this study amounted to 40 respondents. This study uses primary data using questionnaires through interviews. The analytical tool used in this study uses the income contribution analysis formula. The results obtained from this study are the contribution of durian farming to household income, the highest is durian seed farming, which contributes 85.4 percent of the total household income. The contribution of durian fruit which accounts for 12.3 percent of total household income. Meanwhile, the lowest contribution from durian farmers in Alasmalang Village came from non-farming income which contributed 2.3 percent of the total household income of durian farmers in Alasmalang Village. From the results of the study, all respondents were declared prosperous based on per capita income as measured by the Banyumas Regency Minimum Wage (UMK) in 2021, so that the respondents could meet their living needs properly and achieve prosperity. The implication of this research is for durian farmers to focus more on durian seed farming if they want to get a higher income because durian seeds do not know the season so they can be planted at any time. Then durian farmers can expand the market through collaboration with various parties so that the products sold will be higher so that they can increase their income and contribute to farmers' household income. | |
| 32184 | 35279 | C1G017004 | Value Added Analysis and Jenitri Business Development Strategy in Kebumen Regency | Kabupaten Kebumen merupakan penghasil jenitri terbesar di Indonesia dengan total luas lahan 214 Ha. Jenitri di Kabupaten Kebumen diolah menjadi berbagai macam produk seperti kalung, gelang, gantungan kunci, tas dan tasbih. Akan tetapi dalam perkembangan nya masih terdapat permasalahan untuk dapat mengembangkan usaha kerajinan jenitri. Sehingga perlu dirumuskan nya strategi yang tepat. Rencana keterbaruan dalam penelitian ini dengan menghitung nilai tambah dan menentukan strategi dengan metode Analytical Network Process (ANP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang nilai tambah kerajinan jenitri, pendapatan pengerajin jenitri dan menentukan strategi pengembangan usaha kerajinan jenitri di Kabupaten Kebumen. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method sequential yaitu gabungan antara penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif untuk mengkombinasikan hasil penelitian dengan penelitian lainnya yang memiliki perbedaan metode. Penelitian ini menggunakan metode Hayami untuk mengetahui besarnya nilai tambah, analisis pendapatan untuk mengetahui pendapatan dan metode Analytical Network Process (ANP) untuk menentukan skala prioritas dari masing-masing cluster yang berisi kriteria dan alternatif yang ada. Hasil analisis menunjukan bahwa nilai tambah jenitri menjadi gelang jenitri sebesar Rp132.502.00, nilai tambah jenitri menjadi kalung jenitri sebesar Rp190.683,00, nilai tambah jenitri menjadi gantungan kunci jenitri sebesar Rp26.058,00, nilai tambah jenitri menjadi tasbih jenitri sebesar Rp53.207,00, nilai tambah jenitri menjadi tas jenitri sebesar Rp1.412.218,00. Hasil analisis pendapatan menunjukan bahwa rata-rata pendapatan pengerajin jenitri sebesar Rp72.436.251,00/bulan. Strategi utama yang tepat dalam pengembangan usaha jenitri di Kebumen yaitu strategi perluasan pemasran dan penerapan pemasaran secara online/daring Impilkasi dari kesimpulan diatas adalah baiknya pengusaha kerajinan jenitri yang belum memproduksi tas jenitri dan kalung jenitri dapat mulai memproduksi dan menjual kedua produk tersebut karena mempunyai nilai tambah yang besar. Usaha kerajinan jenitri memberikan pendapatan yang besar bagi pengusaha oleh karena itu pengusaha kerajinan jenitri dapat terus melakukan inovasi dalam membuat berbagai macam kerajinan jenitri sehingga menghasilkan produk yang lebih menarik .Pengembangan usaha jenitri di Kebumen dipengaruhi oleh 4 aspek, yaitu aspek kelembagaan, aspek produksi, aspek pemasaran dan aspek sumber daya manusia, strategi yang menjadi prioritas utama dalam pengembangan usaha jenitri di Kabupaten Kebumen adalah strategi perluasan pemasran dan penerapan pemasran secara online/daring yang diiharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi para pelaku usaha kerajinan jenitri, lembaga terkait dan pemerintah dalam mengembangkan sektor ekononomi kreatif khususnya kerajinan jenitri di Kabupaten Kebumen Kata kunci: Kerajinan jenitri, nilai tambah, pendapatan, strategi, analytical network process | Kebumen Regency is the largest producer of jenitri in Indonesia with a total land area of 214 Ha. Jenitri in Kebumen Regency is processed into various products such as necklaces, bracelets, key chains, bags and prayer beads. However, in its development there are still problems to be able to develop a jenitri craft business. So it is necessary to formulate the right strategy. The update plan in this research is to calculate the added value and determine the strategy using the Analytical Network Process (ANP) method. This study aims to find out about the value added of jenitri craft, the income of jenitri craftsmen and determine the strategy of developing a jenitri craft business in Kebumen Regency. The research method used is a mixed sequential method that is a combination of qualitative research and quantitative research to combine the results of research with other research that has different methods. This research uses Hayami methods to find out the amount of value added, income analysis to find income and analytical network process (ANP) methods to determine the priority scale of each cluster that contains existing criteria and alternatives. The results of the analysis show that the value added of jenitri into a jenitri bracelet is Rp132,502.00, the value added of jenitri into a jenitri necklace is Rp190,683.00, the value added of jenitri into a jenitri key chain is Rp26,058.00, the value added of jenitri into jenitri prayer beads is Rp53,207.00, the value added jenitri to become a jenitri bag for Rp1,412,218.00. The results of the income analysis show that the average income of jenitri craftsmen is Rp72,436,251.00 /month. The right main strategy in developing the Jenitri business in Kebumen is the marketing expansion strategy and the application of online marketing The implication of the above conclusion is that it is good for entrepreneurs of jenitri crafts who have not produced jenitri bags and jenitri necklaces to start producing and selling these two products because they have great value added. The jenitri craft business provides a large income for entrepreneurs, therefore the jenitri craft entrepreneur can continue to innovate in making various kinds of jenitri crafts so as to produce more attractive products. The development of the jenitri business in Kebumen is influenced by 4 aspects, namely institutional aspects, production aspects, marketing aspects and human resource aspects, the strategy that becomes the main priority in developing the jenitri business in Kebumen Regency is the marketing expansion strategy and the application of online marketing which is expected to be a recommendation for jenitri craft business actors, related institutions and the government in developing the economic creative sector, especially jenitri craft in Kebumen Regency Keywords: Craft jenitri, value added, revenue, strategy, analytical network proces | |
| 32185 | 35280 | E1A014215 | PERBARENGAN TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN DENGAN KEKERASAN TERHADAP ANAK (TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NEGERI TENGGARONG NOMOR 104/PID.B/2018/PN.TRG) | Perbarengan tindak pidana persetubuhan dengan kekerasan terhadap anak kerap kali terjadi pada lingkungan masyarakat. Salah satunya terjadi sebagaimana dalam perkara pidana Nomor 104/Pid.B/2018/PN.TRG. Adapun masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah mengenai penerapan unsur-unsur tindak pidana perbarengan persetubuhan dengan kekerasan terhadap anak kandung dan dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan pada perkara pidana Nomor 104/Pid.B/2018/PN.TRG di Pengadilan Negeri Tenggarong. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan dan analisis. Jenis data yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier yang disajikan dalam bentuk teks naratif serta dianalisis menggunakan analisis kualitatif yang terdiri dari interpretasi gramatikal, sistematis dan teologis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Terdakwa terbukti telah melakukan tindak perbarengan persetubuhan dengan kekerasan terhadap anak kandungnya yang dibawah umur. Sesuai dengan perbuatannya tersebut, Terdakwa telah memenuhi unsur-unsur pada Pasal 81 Ayat (1) Jo. Pasal 76 Huruf D UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Jo. Pasal 65 Ayat (1) KUHP. Hakim dalam menjatuhkan putusan pada perkara Nomor 104/Pid.B/2018/PN.TRG telah sesuai dengan dasar mengdili dan memutus, dan telah berorientasi pada keadilan korban. Namun demikian identitas korban tidak disamarkan. | Concurrent criminal acts of sexual intercourse with violence against children often occur in the community. One of them occurred in the criminal case Number 104/Pid.B/2018/PN.TRG. The problems studied in this study are regarding the application of the elements of the crime of sexual intercourse with violence against the biological child and the basis for the judge's legal considerations in the decision on the criminal case Number 104/Pid.B/2018/PN.TRG in the Tenggarong District Court. The research method used is normative juridical with statutory and analytical approaches. The type of data used consists of primary, secondary and tertiary legal materials presented in the form of narrative texts and analyzed using qualitative analysis consisting of grammatical, systematic and theological interpretations. The results of this study indicate that the defendant was proven to have committed acts of sexual intercourse with violence against his biological child who was underage. In accordance with his actions, the Defendant has fulfilled the elements in Article 81 Paragraph (1) Jo. Article 76 Letter D of Law Number 35 of 2014 concerning Child Protection Jo. Article 65 Paragraph (1) of the Criminal Code. The judge in making his decision on the case Number 104/Pid.B/2018/PN.TRG has been in accordance with the basis of judging and deciding, and has been oriented to victim justice. However, the identity of the victim has not been disguised | |
| 32186 | 35281 | J1B016037 | Pola Perjalanan Pahlawan dalam novel Akar karya Dee Lestari | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) struktur narasi dan (2) pola perjalanan pahlawan yang terdapat dalam novel Akar karya Dee Lestari. Peneliti menggunakan teori strukturalisme dan pola perjalanan pahlawan Joseph Campbell. Objek penelitian adalah novel Akar karya Dee Lestari yang diterbitkan pertamakali secara mandiri oleh Truedee Books pada tahun 2002. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data yaitu membaca secara intensif novel Akar, mencatat dan menandai data penting, dan mengklasifikasikan struktur narasi dan juga tahap-tahap pola perjalanan pahlawan. Hasil penelitian menunjukkan akan adanya pola perjalanan pahlawan dalam novel Akar. Pola yang ditemukan selaras dengan tiga tahap besar struktur narasi, yaitu; bagian Departure selaras dengan struktur narasi bagian Orientation, kemudian bagian Initiation selaras dengan Complication, dan Return selaras dengan Resolution. Selain itu, penelitian ini tidak menemukan beberapa tahap pada pola perjalanan pahlawan dalam novel Akar. Di antaranya; tahap Belly of the Whale, Ultimate Boon, Refusal of Return dan Crossing of Return Treshold. Dari 17 tahap pola perjalanan pahlawan, novel Akar cocok dengan 13 poin. | This study aims to describe: (1) the narrative structure and (2) the hero's journey contained in the novel Akar by Dee Lestari. The researcher uses the theory of structuralism and Joseph Campbell's hero's journey. The object of this research is the novel Akar by Dee Lestari which was first published independently by Truedee Books in 2002. This research uses a descriptive-qualitative method. With data collection techniques, namely intensive reading of the novel Akar, recording and marking important data, and classifying the narrative structure as well as the stages of the hero's journey. This study reveals that there is a pattern of the hero's journey in the novel Akar. The patterns found are in line with the three major stages of narrative structure, namely; the Departure part is in line with the narrative structure of the Orientation part, then the Initiation part is in line with Complication, and Return is in line with Resolution. In addition, this study did not find several stages in the the hero's journey in the novel Akar. Among them; Belly of the Whale, Ultimate Boon, Refusal of Return and Crossing of Return Threshold stages. Of the 17 stages of the hero's journey pattern, the novel Roots matched 13 points. | |
| 32187 | 35282 | F1A017013 | Peran Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) dalam Memberdayakan Perempuan Mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Desa Kebon,Kecamatan Tirtayasa, Serang, Banten | Permasalahan ekonomi merupakan salah satu penyebab adanya kemiskinan dalam setiap negara. Tingkat kemiskinan yang tinggi dan kurangnya lapangan pekerjaan di pedesaan mengakibatkan penduduk desa migrasi ke kota, dan tidak sedikit masyarakat yang memilih untuk migrasi ke luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI). Desa Kebon Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang Provinsi Banten merupakan Desa yang penduduk perempuannya rata-rata bekerja menjadi PMI, namun ketika pulang ke kampung halaman beberapa dari mereka kembali tidak memiliki pekerjaan. Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Banten merupakan salah satu organisasi yang mempunyai tugas untuk memberikan pemberdayaan bagi perempuan mantan PMI. Fokus penelitian ini adalah pengurus SBMI Banten dalam memberdayakan perempuan mantan PMI di Desa Kebon. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif sehingga dapat memperoleh data secara mendalam sesuai dengan tujuan penelitian. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui hasil wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari hasil dokumentasi, berbagai literatur, serta data lain yang mendukung dalam penelitian. Sasaran dalam penelitian ini yaitu pengurus SBMI Banten dan perempuan mantan PMI di Desa Kebon. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran SBMI Banten dalam memberdayakan perempuan mantan PMI di Desa Kebon yaitu dengan memberikan pelatihan kewirausahaan kepada perempuan mantan PMI dan juga menjadi motivator bagi perempuan mantan PMI agar mereka mendapatkan pengetahuan baru dan dapat memanfaatkan pelatihan kewirausahaan menjadi peluang usaha di lingkungan Desa Kebon. Bentuk program pemberdayaan yang dilakukan pengurus SBMI Banten di Desa Kebon yaitu pemberdayaan UMKM, serta memberikan program pendidikan untuk perempuan mantan PMI agar mereka menjadi perempuan yang mandiri dan kritis dalam menentukan kehidupannya. Dalam pelaksanaan program pemberdayaan SBMI Banten sering menghadapi beberapa kendala yaitu terbatasnya masalah dana yang menghambat pelaksanaan program pemberdayaan, serta kurangnya partisipasi dari perempuan mantan PMI dalam pelaksanaan program pemberdayaan. | Economic problems are one of the causes of poverty in every country. The high poverty rate and lack of job opportunities in rural areas have resulted in rural residents migrating to cities, and not a few people choose to migrate abroad as Indonesian Migrant Workers (PMI). Kebon Village, Tirtayasa District, Serang Regency, Banten Province is a village where the average female population works as PMI, but when they return to their hometown some of them again have no work. The Indonesian Migrant Workers Union (SBMI) Banten is one of the organizations that has the task of providing empowerment for women ex-PMI. The focus of this research is the administrators of the Banten SBMI in empowering former PMI women in Kebon Village. This research uses descriptive qualitative method so that it can obtain in-depth data according to the research objectives. Sources of data used in this study are primary data and secondary data. Primary data was obtained through interviews and observations, while secondary data was obtained from documentation, various literatures, and other data that support the research. The targets in this study were SBMI Banten administrators and former PMI women in Kebon Village. The results of this study indicate that the role of the Banten SBMI in empowering former PMI women in Kebon Village is by providing entrepreneurship training to former PMI women and also being a motivator for former PMI women so that they gain new knowledge and can take advantage of entrepreneurship training into business opportunities in Kebon Village. . The form of empowerment program carried out by the Banten SBMI management in Kebon Village is the empowerment of MSMEs, as well as providing educational programs for former PMI women so that they become independent and critical women in determining their lives. In the implementation of the Banten SBMI empowerment program, they often face several obstacles, namely the limited funding problem that hinders the implementation of the empowerment program, as well as the lack of participation of former PMI women in the implementation of the empowerment program. | |
| 32188 | 35283 | I1A017079 | Hubungan Pola Asuh Orang Tua dan Lingkungan Sekolah dengan Perkembangan Sosial Anak Tunagrahita di SLB C dan C1 Yakut Purwokerto | Perkembangan sosial pada anak tunagrahita ditunjukkan dengan kurang cakap dalam mengenali emosi orang lain, merespon orang lain, dan berperilaku sosial. Perkembangan sosial dipengaruhi oleh lingkungan keluarga seperti pola asuh orang tua, lingkungan luar keluarga seperti lingkungan sekolah, dan pengaruh pengalaman sosial awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan pola asuh orang tua dan lingkungan sekolah dengan perkembangan sosial anak tunagrahita di SLB C dan C1 Yakut Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengumpulan data menggunakan angket melalui google form. Populasi penelitian yaitu orang tua dari seluruh siswa tunagrahita ringan di SLB C dan C1 Yakut sebanyak 146 orang dan sampel penelitian sebanyak 111 orang menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan secara 2 tahap, yaitu analisis univariat, dan analisis bivariat (Chi-Square). Responden memiliki pola asuh baik (55,5%), lingkungan sekolah mendukung (74,8%), dan perkembangan sosial baik (60,4%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan antara lingkungan sekolah dengan perkembangan sosial anak tunagrahita (p = 0,016), dan tidak ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan sosial anak tuangrahita (p = 0,296). Terdapat hubungan antara lingkungan sekolah dengan perkembangan sosial anak tunagrahita. Pihak sekolah diharapkan mampu mempertahankan dan meningkatkan kualitas lingkungan sekolah, seperti tenaga pengajar, metode pembelajaran, hingga sarana dan prasarana untuk menunjang perkembangan anak. | Social development of mentally retarded children was shown by less capability in recognizing the emotions of others, responding to others, and social behaviour. Social development were effected by family environments such as parenting, outside the family environments such as school environment, and impact of early social experiences. This study aimed to determine the relationship between parenting and school environment with social development of mentally retarded children in SLB C and C1 Yakut Purwokerto. This research used a quantitative method with a cross sectional approach. Data collection technique used questionnaire with google form. The population was parents of the entire mild mental retardation student which is 146 people and the sample was 111 people used simple random sampling technique. Data were analyzed by univariate analysis, and bivariate analysis (Chi-Square). Most of them had good parenting (55,5%), supportive school environment (74,8%), and good social development (60,4%). Chi-Square test showed that school environment related to social development of mentally retarded children (p = 0,016), and parenting parents was not relate to social development of mentally retarded children (p = 0,296). There was relationship between school environment and social development of mentally retarded children. The school autorities are expected to be able to maintain and improve the quality of school environment, such as teaching staff, learning method, facilities and infrastructure to support children’s development. | |
| 32189 | 35284 | F1D017034 | KONFLIK POLITIK AGRARIA DI DESA WADAS PASCA RENCANA PEMBANGUNAN BENDUNGAN BENER KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2018-2021 | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika konflik agraria yang terjadi antara BBWSSO dengan masyarakat Desa Wadas dan mendeskripsikan aktor-aktor yang terlibat dalam konflik. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dalam bingkai perspektif developmentalisme dan paradigma non positivisme, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa konflik yang terjadi di Desa Wadas sudah melalui 3 tahapan yaitu pra konflik, konfrontasi, dan krisis. Konflik tersebut masih berlangsung hingga penelitian berahir dan belum mencapai tahapan pasca konflik. Aktor yang terlibat dalam konflik politik agraria yang terjadi di Desa Wadas yaitu masyarakat yang tergabung dalam GEMPADEWA, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Purworejo, Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Purworejo, Pemerintah Desa Wadas, dan dua Lembaga Swadaya Masyarakat yaitu Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta, dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Yogyakarta. Konflik politik agraria yang terjadi muncul akibat adanya perbedaan pandangan antara masyarakat dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) sebagai pemrakarsa Bendungan Bener dalam memanfaatkan serta memperuntukkan fungsi tanah seluas 145 hektare yang saat ini menjadi objek sengketa. | The research-based paper aims at describe and understand the transformation of conflict between agrarian BBSWO and Wadas people and describes actors who get involve into political conflict in Wadas vilage. By using a qualitative method and research apporoach is case study approach in framework of the developmentalism perspective and non-positivism as paradigm, the result of the research reveals that the confict in wadas vilage has throught 3 steps, pra-conflict, confrontation, and crisis. The conflict is still ongoing until the rsarck ends and hasn’t yet reached the post-conflict stage. The actor who involved directly in political conflict which happens in wadas vilage incorporate GEMPADEWA, BBWSSO, the government of province Central Java, BPN of Purworejo, resort police of Purworejo, the government of Wadas Vilage, and two non-governmental organizations, such LBH (organisation of law helpers) of Yogyakarta and WALHI Yogyakarta. The agrarian political conflict that occurred in Wadas Village arose due to differences in views between the community and the Serayu Opak River Basin Center (BBWSSO) as the initiator of the Bener Dam in utilizing and allocating the function of the 145 hectares of land which is currently the object of dispute. | |
| 32190 | 35285 | F1B016090 | Transformasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (Bpnt) Menjadi Program Kartu Sembako Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat (Studi Implementasi Di Desa Kotayasa Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas) | Masih terdapat beberapa kendala pada saat pelaksanaan program BPNT di desa Kotayasa. Oleh karena itu, penelitian bertujuan untuk mengetahui transformasi program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menjadi Program Bantuan Kartu Sembako dalam peningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Kotayasa Kecamatan Sumbang Banyumas. Metode penelitian yang dipakai pada penelitian ini yakni kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sasaran penelitian yakni Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Tenaga Kesejahteraan Sosial. aparatur Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, e-warung desa Kotayasa, dan para penerima program BPNT. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode Analisis data menggunakan analisis interaktif. Sementara validasi data menggunakan triangulasi data sumber. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan beberapa poin kesimpulan. Pertama, aspek aktor yang terlibat, pelaksana atau implementor program Bantuan Pangan Non-Tunai di Desa Kotayasa meliputi Operator SIKSNG, Kepala Lingkungan, TKS Kecamatan dan TKS Kabupaten, Dinas Sosial, Tim koordinasi bansos pangan provinsi,dan tim koordinasi bansos pangan pusat. Kedua aspek kejelasan tujuan program, dalam BPNT ini sasaran utamanya adalah masyarakat dengan tujuan mengurangi beban pengeluaran masyarakat melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan serta memberikan gizi yang lebih seimbang. Ketiga, aspek perkembangan dan kerumitan program, pendekatan yang dilakukan dalam program BNPT Desa Kotayasa ini dengan menyeleksi lagi data para calon KPM yang kemudian diinput pada Basis Data Terpadu (BDT) lalu diusulkan sebagai penerima bantuan. Keempat aspek pertisipasi program, masih ada kelompok sasaran (KPM) yang tidak patuh terhadap prosedur. Kelima aaspek faktor-faktor memperngaruhi implementasi, program BPNT ini sudah tepat sasaran, namun masih ada beberapa masyarakat mampu yang menerima bantuan tersebut, sedangkan yang kurang mampu masih banyak yang belum menerima bantuan dikarenakan kuota yang terbatas. Terakhir, berdasarkan prespektif kesejahteraan sosial, tujuan program ini untuk mengurangi pengeluaran keluarga penerima manfaat melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan telah berhasil dilaksanakan. Adapun manfaat dari program BPNT ini, yaitu terpenuhinya kebutuhan Pangan KPM, meningkatnya efisiensi penyaluran bantuan sosial., dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi di daerah Kata kunci: Kartu Sembako, Program BPNT, Transformasi | There are still some obstacles during the implementation of the BPNT program in Kotayasa village. Therefore, this study aims to determine transformation of the Non-Cash Food Assistance (BPNT) program into the Basic Food Card Assistance Program in improving the welfare of the community in Kotayasa Village, Sumbang Banyumas District. The research method used in this study is qualitative with a descriptive approach. The research target is the Head of Social Empowerment Division, Social Welfare Personnel. officials from the Department of Social Affairs and Community Empowerment, e-warung in Kotayasa village, and recipients of the BPNT program. Data collection methods used include interviews, observation, and documentation. Methods Data analysis uses interactive analysis. Meanwhile, data validation uses source data triangulation. Based on the results of the study showed several points of conclusion. First, the aspects of the actors involved, implementing or implementing the Non-Cash Food Assistance program in Kotayasa Village include the SIKSNG Operator, Head of the Environment, District TKS and District TKS, Social Service, Provincial food assistance coordination team, and central food assistance coordination team. The two aspects of the clarity of program objectives, in this BPNT the main target is the community with the aim of reducing the burden of public expenditure through partial fulfillment of food needs and providing more balanced nutrition. Third, aspects of the development and complexity of the program, the approach taken in the Kotayasa Village Non-Cash Food Assistance program is to re-select the data for KPM candidates which are then inputted into the Integrated Database (BDT) and then proposed as beneficiaries. The fourth aspect of program participation, there are still target groups (KPM) who do not comply with the procedure. The five aspects of the factors that affect implementation, the BPNT program has been right on target, but there are still some well-off people who receive the assistance, while the poor are still many who have not received assistance due to limited quotas. Finally, from the perspective of social welfare, the aim of this program is to reduce the expenditure of beneficiary families through fulfilling part of their food needs. The benefits of the BPNT program are the fulfillment of KPM's food needs, increased efficiency in the distribution of social assistance, and increased economic growth in the regions. Keywords: Food Cart, BPNT Program, Transformation | |
| 32191 | 35286 | E1A017237 | IMPLEMENTASI ACARA PEMERIKSAAN SINGKAT PADA TINDAK PIDANA NARKOTIKA BERDASARKAN SURAT EDARAN JAKSA AGUNG NOMOR B-029/A/EJP/03/2019 (Studi Di Kejaksaan Negeri Purwokerto) | Tindak Pidana Narkotika adalah tindak pidana yang penyidangannya paling banyak sehingga menjadi penyumbang penumpukan perkara tindak pidana umum.Tindak pidana Narkotika diatur di dalam Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.Seorang jaksa bertugas dan berwenang mengefektifkan proses penegakan hukum yang diberikan oleh undang-undang dengan memperhatikan asas peradilan cepat, sederhana, biaya ringan dan menetapkan serta merumuskan kebijakan penanganan perkara untuk keberhasilan penuntutan demi keadilan berdasarkan hukum dan hati nurani.Hal ini juga berlaku dalam pelimpahan perkara menggunakan Acara Pemeriksaan Singkat (APS) dalam perkara tindak pidana narkotika sesuai Surat Edaran Jaksa Agung (SEJA) Republik Indonesia Nomor B-029/A/EJP/03/2019 Perihal Pelimpahan Perkara Tindak Pidana Narkotika dan Penyalahgunaan Narkotika Dengan Acara Pemeriksaan Singkat. Jaksa Agung membuat SEJA pelimpahan perkara penyalahgunaan narkotika dengan APS tersebut guna membantu mengefektifkan proses penegakan hukum. Pada penelitian ini membahas permasalahan mengenai penerapan pelimpahan perkara menggunakan acara pemeriksaan singkat di Kejaksaan Negeri Purwokerto.Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris dan yuridis sosiologis, dengan spesifikasi penelitian deskriptif, sumber data yang digunakan data primer dan data sekunder, data yang terkumpul disajikan dengan uraian yang sistematis dengan metode analisis kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan didapati bahwa pelimpahan perkara mengunakan acara pemeriksaan singkat pada tindak pidana narkotika dalam mewujudkan asas peradilan cepat,sederhana, dan biaya ringan telah sesuai dengan seja, namun terdapat beberapa catatan agar implementasi ini tidak mengurangi hak-hak tersangka/ terdakwa. Hambatan yang dihadapi penuntut umum dalam pelimpahan perkara menggunakan acara pemeriksaan singkat pada kasus ini adalah faktor hukum, faktor penegak hukum, faktor masyarakat dan faktor kebudayaan. Kata Kunci: Pelimpahan perkara, Acara Pemeriksaan Singkat, Asas Sederhana Cepat dan Biaya Ringan, Penyalahgunaan Narkotika. | Criminal acts of Narcotics is a criminal offence which penyidangannya most much so that it became a contributor to the buildup of criminal acts of the general. Criminal Narcotic regulated in Law Number 35 Year 2009 on Narcotics. A prosecutor's duty and authority to streamline the process of law enforcement provided by the legislation with regard to the principle of justice is fast, simple, low cost and set and formulate the policies for handling the case for a successful prosecution for the sake of justice based on the law and conscience. This also applies in the pelimpahan use Show a Brief Examination (APS) in criminal acts of narcotics according to the Circular Letter of the Prosecutor general (SEJA) of the Republic of Indonesia Number B-029/A/EJP/03/2019 Regarding the Devolution of Criminal Acts of Narcotics and drug Abuse of the Event With a Brief Examination. The attorney general make SEJA pelimpahan the abuse of narcotics with APS in order to help streamline the process of law enforcement In this study discuss issues regarding the implementation of the delegation of the case using the event a brief examination in the State Attorney Purwokerto. This research using the method of juridical approach the empirical and the juridical sociological, with the specifications of descriptive research, the sources of data used primary data and secondary data, the data collected is presented with a description of a systematic method of qualitative analysis. Based on the results of research and discussion it was found that pelimpahan using the event a brief examination on the criminal acts of narcotics in realizing the principle of justice is fast,simple, and low cost in accordance with seja, but there are some note that this implementation does not reduce the rights of the suspect/ defendant. Obstacles faced by the public prosecutor in pelimpahan use show a brief examination in this case is the legal factors, factors law enforcement, the factor of community and cultural factors. Keywords: Delegation of the case, the Event is a quick, Simple Principles of the Fast and the Cost of Light, the Abuse of Narcotics. | |
| 32192 | 52374 | C1B022004 | PENGARUH KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DAN KESESUAIAN INDIVIDU DENGAN ORGANISASI TERHADAP INTENTION TO STAY DENGAN KOMITMEN AFEKTIF SEBAGAI VARIABEL MEDIASI | Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kesejahteraan psikologis dan kesesuaian individu dengan organisasi terhadap intention to stay dengan komitmen afektif sebagai variabel mediasi pada pendamping sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Ciamis. Dengan karakteristik wilayah yang beragam, penelitian ini relevan untuk menggambarkan dinamika kerja pendamping sosial. Menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 108 responden, data dianalisis dengan regresi berganda dan uji mediasi causal step. Hasil menunjukkan kesejahteraan psikologis dan kesesuaian individu dengan organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap komitmen afektif, yang selanjutnya berpengaruh positif terhadap intention to stay. Komitmen afektif terbukti memediasi hubungan tersebut, sehingga memperkuat keterikatan emosional pendamping terhadap organisasi. Temuan ini menegaskan perlunya upaya peningkatan kesejahteraan psikologis melalui pelatihan, konseling, dan dukungan lingkungan kerja, serta proses rekrutmen dan orientasi yang selaras dengan nilai organisasi agar loyalitas dan keberlanjutan peran pendamping sosial PKH di Kabupaten Ciamis semakin optimal. | This study aims to analyze the influence of psychological well-being and person–organization fit on intention to stay, with affective commitment as a mediating variable among social facilitators of the Family Hope Program (PKH) in Ciamis Regency. With diverse regional characteristics encompassing both urban and rural areas, this research is relevant to illustrate the dynamics of PKH facilitators’ work. Using a quantitative approach through a survey of 108 respondents, data were collected via questionnaires and analyzed using multiple regression and causal step mediation tests. The results show that psychological well-being and person organization fit have a positive and significant effect on affective commitment, which in turn positively influences intention to stay. Affective commitment is proven to mediate this relationship, thereby strengthening facilitators’ emotional attachment to the organization. These findings highlight the need to enhance psychological well-being through training, counseling, and workplace support, as well as recruitment and orientation processes aligned with organizational values, to foster loyalty and ensure the sustainability of PKH facilitators’ roles in Ciamis Regency. | |
| 32193 | 35549 | G1A017032 | PERBEDAAN KEJADIAN DEMENSIA VASKULAR PADA PASIEN STROKE DENGAN DAN TANPA DIABETES MELLITUS DI RSUD PROF DR MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Latar belakang : Demensia Vaskular menduduki urutan kedua penyebab utama Demensia setelah penyakit Alzheimer (Alzheimer’s Dementia/AD). Demensia berkembang sekitar 15-30% dalam waktu 3 bulan setelah stroke. Stroke disebabkan oleh kematian mendadak beberapa sel otak akibat kekurangan pasokan oksigen yang mengalir ke otak. Individu dengan Diabetes Mellitus lebih cenderung mengalami aterosklerosis arteri besar dan stroke. Diabetes menyebabkan berbagai perubahan mikrovaskular dan makrovaskular yang menimbulkan komplikasi klinis. Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan kejadian Demensia Vaskular dengan dan tanpa Diabetes Mellitus pada pasien Stroke di klinik saraf RSUD Prof. Margono Soekarjo Purwokerto. Metode : Penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan di Poli Saraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode consecutive . Data Demensia Vaskular diambil dari hasil MMSE yang dilakukan peneliti terhadap responden. Uji analisis bivariat menggunakan chi-square 2x2 dikarenakan memenuhi syarat dengan expected count >5. Hasil : Melalui uji chi-square didapatkan hasil (p=0,529). Analisis data menunjukkan mayoritas pasien menderita Demensia Vaskular dengan Diabetes Mellitus sebanyak 20 orang (30,3%) dan pasien yang menderita Demensia Vaskular tanpa menderita Diabetes Mellitus sebanyak 17 orang (20,7%). Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara pasien Stroke dengan dan tanpa Diabetes Mellitus dengan Demensia Vaskular di Poli Saraf RSUD PROF DR MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO. | Background: Vascular dementia is the second leading cause of dementia after Alzheimer's disease (Alzheimer's Dementia/AD). Dementia develops about 15-30% within 3 months after stroke. Stroke is caused by sudden death of some brain cells due to lack of oxygen supply flowing to the brain. Individuals with Diabetes Mellitus are more likely to develop large artery atherosclerosis and stroke. Diabetes causes various microvascular and macrovascular changes that lead to clinical complications. Objective: To determine the differences in the incidence of Vascular Dementia with and without Diabetes Mellitus in stroke patients at the neurosurgery clinic of RSUD Prof. Margono Soekarjo Purwokerto. Methods: An analytical observational study with a cross sectional design conducted at the Neurology Polyclinic, Prof. RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Sampling was done by consecutive method. Vascular Dementia data were taken from the results of the MMSE conducted by researchers on respondents. Bivariate analysis test using chi-square 2x2 because it meets the requirements with an expected count >5. Results: Through the chi-square test, the results were obtained (p=0.529). Data analysis showed that the majority of patients had Vascular Dementia with Diabetes Mellitus as many as 20 people (30.3%) and 17 patients with Vascular Dementia without Diabetes Mellitus (20.7%). Conclusion: There is no statistically significant relationship between Stroke patients with and without Diabetes Mellitus and Vascular Dementia at the Neurology Poly Hospital of PROF DR MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO. | |
| 32194 | 35410 | E1A017007 | EFEKTIVITAS HUKUM PELAKSANAAN PROGRAM BANTUAN LANGSUNG TUNAI (BLT) DANA DESA TERDAMPAK COVID-19 (Studi di Desa Bantarwuni, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas) | EFEKTIVITAS HUKUM PELAKSANAAN PROGRAM BANTUAN LANGSUNG TUNAI (BLT) DANA DESA TERDAMPAK COVID-19 (Studi di Desa Bantarwuni, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas) Disusun Oleh: Abdul Aziz Firdaus E1A017007 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas hukum pelaksanaan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa dan pengaruh faktor komunikasi, kedisiplinan dan fasilitas terhadap efektivitas hukum pelaksanaan program BLT dana desa terdampak Covid-19 di Desa Bantarwuni, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis empiris dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini berlokasi di Desa Bantarwuni, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, dengan responden sebanyak 30 (tiga puluh) orang. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan simple random sampling. Jenis sumber data meliputi data primer dan sekunder yang diperoleh dengan menggunakan metode angket, dokumentasi dan kepustakaan. Data yang terkumpul diolah menggunakan teknik coding, editing, dan tabulasi serta dianalisis dengan distribusi frekuensi analisis, tabel silang analisis, analisis isi dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efektivitas hukum pelaksanaan program BLT dana desa terdampak Covid-19 di Desa Bantarwuni, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas adalah efektif. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian terhadap 4 (empat) indikator meliputi efektifnya sasaran penerima bantuan langsung tunai dana desa, efektifnya pendataan penerima bantuan langsung tunai dana desa, efektifnya jangka waktu dan besaran bantuan langsung tunai dana desa dan efektifnya monitoring dan evaluasi bantuan langsung tunai dana desa. Faktor komunikasi, faktor kedisiplinan dan faktor fasilitas cenderung berpengaruh secara positif terhadap tingkat efektivitas hukum pelaksanaan program BLT Dana Desa, artinya semakin baik komunikasi, semakin tinggi tingkat kedisiplinan, dan semakin baik fasilitas, maka semakin efektif pula pelaksanaan program BLT dana desa terdampak Covid-19 di Desa Bantarwuni, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Kata Kunci: Efektivitas Hukum; BLT Dana Desa Terdampak COVID-19; Komunikasi; Kedisiplinan; Fasilitas | THE EFFECTIVENESS OF IMPLEMENTING CASH TRANSFERS (BLT) PROGRAM FOR THE VILLAGE FUNDS AFFECTED BY COVID-19 (Study in Bantarwuni Village, Kembaran District, Banyumas Regency) By: Abdul Aziz Firdaus E1A017007 ABSTRACT This research aims to find out the legal effectiveness of implementing the Village Fund Cash Direct Assistance (BLT) program and the influence of communication, discipline and facilities factors on the legal effectiveness of implementing the BLT program for village funds affected by Covid-19 in Bantarwuni Village, Kembaran District, Banyumas Regency. This study uses quantitative research methods with an empirical juridical approach and descriptive research specifications. This research is located in Bantarwuni Village, Kembaran District, Banyumas Regency, with 30 (thirty) respondents as respondents. Sampling in this study used simple random sampling. Types of data sources include primary and secondary data obtained by using the method of questionnaires, documentation and literature. The collected data was processed using coding, editing, and tabulating techniques and analyzed by frequency distribution analysis, cross table analysis, content analysis and comparison analysis. The results showed that the level of legal effectiveness of implementing the BLT program for village funds affected by Covid-19 in Bantarwuni Village, Kembaran District, Banyumas Regency was effective. This is evidenced by the results of research on 4 (four) indicators including the effectiveness of targeting recipients of direct village cash assistance, effective data collection on recipients of direct cash assistance from village funds, the effectiveness of the period and amount of direct cash assistance from village funds and the effectiveness of monitoring and evaluation of direct cash assistance village. Communication factors, discipline factors and facilities factors tend to have a positive effect on the level of legal effectiveness of implementing the Village Fund BLT program, meaning that the better the communication, the higher the level of discipline, and the better the facilities, the more effective the implementation of the BLT program for village funds affected by Covid-19 will be in Bantarwuni Village, Kembaran District, Banyumas Regency. Keywords: Legal Effectiveness; BLT for Village Funds Affected by COVID-19; Communication; Discipline; Facility | |
| 32195 | 35577 | I4B020052 | LITERATURE REVIEW: EFEKTIVITAS HYDROGEL DRESSING TERHADAP PENYEMBUHAN PASIEN DENGAN LUKA BAKAR DERAJAT 2 | Latar Belakang: Luka bakar merupakan luka yang disebabkan oleh trauma suhu yang berasal dari sumber panas yang kering (api, logam, panas) atau lembab (cairan atau gas panas), akibat sengatan listrik, akibat bahan-bahan kimia, serta radiasi (Pierce & Neil, 2006). Tatalaksana standar pada kasus luka bakar masih menggunakan perawatan luka dengan lingkungan luka yang lembab (moist wound healing). Produk modern dressing yang umum digunakan seperti hidrokoloid, hidrogel, transparan film dan foam berfungsi membuat lingkungan lembab tertutup (occlusive dressing (Septiyani, 2014). Beberapa studi telah menunjukkan bahwa lingkungan lembab dapat mempercepat proses epitelisasi dan untuk menciptakan lingkungan lembab dapat dilakukan dengan menggunakan balutan semi occlusive, full occulisive dan impermeable dressing (Schulitz, et al., 2005). Tujuan: melakukan analisa mengenai efektivitas hydrogel dressing terhadap penyembuhan pasien dengan luka bakar derajat 2. Metode: Literature Reliev. Hasil: Pembalut hidrogel secara signifikan merangsang tingkat penyembuhan luka bakar seperti yang ditunjukkan oleh peningkatan pengurangan ukuran luka terutama setelah 21 dan 28 hari setelah luka bakar (P <0,05). Kesimpulan: Penggunaan metode hydrogel dressing dapat mempercepat proses penyembuhan luka bakar. | Background: Burns are injuries caused by temperature trauma originating from dry heat sources (fire, metal, heat) or moisture (hot liquids or gases), due to electric shock, due to chemicals, and radiation (Pierce & Neil, 2006). The standard treatment for burn cases is still using wound care with a moist wound environment (moist wound healing). Modern dressing products that are commonly used such as hydrocolloids, hydrogels, transparent films and foams function to create a closed moist environment (Occlusive dressing (Septiyani, 2014). Several studies have shown that a moist environment can accelerate the epithelialization process and to create a moist environment can be done by using a dressing. semi occlusive, full occulisive and impermeable dressings (Schulitz, et al., 2005).Aim: To analyze the effectiveness of hydrogel dressings on the healing of patients with second degree burns. Method: Literature Reliev.Results: Hydrogel dressings significantly stimulate wound healing rates. burns as indicated by an increase in the reduction in wound size, especially after 21 and 28 days after the burn (P < 0.05).Conclusion: The use of hydrogel dressing method can accelerate the healing process of burns. | |
| 32196 | 35289 | E1A018159 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP konsmn DALAM | HUkum | Legal protection for consumers who use goods and/or services is still extremely | |
| 32197 | 35291 | F1A014031 | Citra Perempuan dalam Video Game Final Fantasy XIII | Penelitian ini membahas tentang kualitas yang tergambar pada karakter perempuan dalam Final Fantasy XIII. Penelitian ini bertujuan untuk merepresentasikan citra perempuan dalam adegan cutscene. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis semiotika, menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Prosedur yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara menyimak, menentukan cutscene, merekam cutscene, pemilihan gambar, interpretasi dan menulis hasil laporan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra perempuan dalam Final Fantasy XIII terbagi menjadi dua sisi, yaitu citra positif dan negatif. Bentuk representasi perempuan yang bercitra positif tampak pada keberanian mengambil resiko, ketangguhan perempuan dan solidaritas. Bentuk representasi perempuan yang bercitra negatif tampak pada ketidakberdayaan perempuan yang digambarkan dalam stereotip damsel in distress, pemanfaatan penampilan yang seksi sebagai daya tarik dan peran ganda. | This study discusses the qualities depicted in the female characters in Final Fantasy XIII. This study aims to represent the image of women in the cutscene. This study uses a qualitative research method with semiotic analysis, using the semiotic theory of Roland Barthes. The procedure used in this study is by listening, determining cutscenes, recording cutscenes, selecting images, interpreting, and writing research reports. The results showed that the image of women in Final Fantasy XIII is divided into two sides, namely positive and negative images. The form of women's representation that has a positive image can be seen in the courage to take risks, women's resilience and solidarity. The form of representation of women with a negative image can be seen in the powerlessness of women which is depicted in the damsel in distress stereotype, the use of a sexy appearance as an attraction and a dual role. | |
| 32198 | 35260 | E1A115141 | IMPLEMENTASI HUKUM PENANGGULANGAN PENYAKIT MASYARAKAT OLEH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA (SATPOL PP) DALAM MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL (STUDI DI SETDA BANYUMAS) | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk implementasi hukum penanggulangan penyakit masyarakat oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam mewujudkan kesejahteraan sosial di Kabupaten Banyumas dan kendalanya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode empiris kualitatif. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer fakta-fakta di lapangan dan wawancara serta sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi hukum penanggulangan penyakit masyarakat oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam mewujudkan kesejahteraan sosial di Kabupaten Banyumas telah terimplementasikan secara efektif, hal ini dibuktikan bahwa Bentuk penanggulangan sesuai dengan standar prosedur operasional, Penanggulangan melalui usaha preventif dengan standar prosedur operasional, Penanggulangan melalui usaha represif dengan standar prosedur operasional, Penanggulangan melalui usaha rehabilitatif dengan standar prosedur operasional dan Penanggulangan melalui bimbingan lanjutan dengan standar prosedur operasional. Adapun kendala dalam pelaksanaan implementasi hukum penanggulangan penyakit masyarakat oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) cenderung dipengaruhi faktor sosial, yakni faktor sarana prasarana, anggaran dan pengawasan | ABSTRACT This study aims to implement the law on community disease prevention by the Civil Service Police Unit (Satpol PP) in realizing social welfare in Banyumas Regency and its obstacles. The research method used in this research is the normative juridical method. The research specification used is descriptive. The types and sources of data used are secondary data obtained through library research. Based on the results of the study, it can be concluded that the implementation of the law on community disease prevention by the Civil Service Police Unit (Satpol PP) in realizing social welfare in Banyumas Regency has been implemented effectively. operational procedures, prevention through repressive efforts with standard operating procedures, countermeasures through rehabilitative efforts with standard operating procedures and prevention through advanced guidance with standard operating procedures. The obstacles in implementing the law on community disease prevention by the Civil Service Police Unit (Satpol PP) tend to be influenced by social factors, namely infrastructure, budget and supervision factors. | |
| 32199 | 35494 | E1A018240 | PERADILAN IN ABSENTIA (TANPA KEHADIRAN TERDAKWA) PADA TINDAK PIDANA KORUPSI HONGGO WENDRATNO (Studi Putusan Nomor 6/Pid.Sus-TPK/2020/PN Jkt. Pst | Penyelesaian suatu perkara hendaknya menghadirkan terdakwa dalam persidangan, tetapi dalam peradilan In Absentia khususnya perkara tindak pidana korupsi dapat dilakukan meski tanpa kehadiran terdakwa. Persidangan In Absentia merupakan salah satu upaya memberantas praktek korupsi dengan memeriksa dan memutus perkara tanpa kehadiran terdakwa. Tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan in absentia berdasarkan asas hukum acara pidana serta pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan in absentia terhadap tindak pidana korupsi. Metode penelitian yang digunakan pada penulisan ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian prespektif. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder yang kemudian dianalisis dengan metode analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan in absentia tidak melanggar asas hukum acara pidana kehadiran terdakwa karena terdapat pengaturan khusus mengenai peradilan in absentia dalam tindak pidana korupsi. Pertimbangan hakim dalam memutus perkara Nomor 6 /Pid.Sus-TPK/2020/PN Jkt.Pst secara in absentia karena dalam hal ini terdakwa telah dipanggil secara sah namun tidak hadir dalam persidangan sebagaimana diatur dalam Pasal 38 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah dirubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan keterangan terdakwa telah disampaikan oleh penyidik. | The settlement of a case should present the defendant in court, but in the In Absentia trial, especially cases of corruption, it can be carried out even without the presence of the defendant. The trial in absentia is one of the efforts to eradicate corrupt practices by examining and deciding cases without the presence of the accused. The purpose of the study was to determine the application of in absentia based on the principles of criminal procedural law and the judge's considerations in making decisions in absentia against corruption. The research method used in this paper is normative juridical with the specification of the research perspective. This study used primary data and secondary data which were then analyzed by qualitative analysis methods. Based on the results of the study, it can be concluded that the application of in absentia does not violate the principle of criminal procedural law in the presence of the defendant because there are special arrangements regarding courts in absentia in corruption. The judge's consideration in deciding case Number 6/Pid.Sus-TPK/2020/PN Jkt.Pst in absentia because in this case the defendant had been legally summoned but was not present at the trial as stipulated in Article 38 paragraph (1) of Law Number 31 of 1999 as amended in Law Number 20 of 2001 concerning the Eradication of Criminal Acts of Corruption and the investigator's statement of the accused has been submitted. | |
| 32200 | 35290 | I1A017006 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN POS PEMBINAAN TERPADU (POSBINDU) PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS TUGU KABUPATEN INDRAMAYU TAHUN 2022 | Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menjadi penyebab kematian nomor satu didunia setiap tahunnya. Menurut Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018 penderita hipertensi tertinggi berada pada usia lanjut. Salah satu Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) yang berorientasi kepada upaya promotif dan preventif dalam pengendalian PTM adalah melalui program Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu ). Metodologi : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia hipertensi di Posbindu wilayah kerja UPTD Puskesmas Tugu yang berjumlah 374. Sampel penelitian ini berjumlah 118 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner. Analisis data menggunakan analisis univariat, analisis bivariat (chi-square), dan analisis multivariat (regresi logistik). Hasil Penelitian : Hasil penelitian ini menunjukan bahwa paling banyak responden berjenis kelamin perempuan (69,5%), pendidikan lansia yaitu rendah (92,4%), status pekerjaan lansia adalah bekerja (73,7%), lansia memiliki persepsi positif akan COVID-19 (53,4%), akses lansia menuju Posbindu mudah (61,0%), dukungan keluarga lansia yaitu baik (51,7%), lansia mendapatkan dukungan dari petugas kesehatan (64,4%), lansia mendapatkan dukungan dari teman sebaya (55,9%). Faktor yang mempengaruhi lansia hipertensi terhadap pemanfaatan Posbindu adalah dukungan teman sebaya (p = 0,015). Kesimpulan : Faktor yang paling dominan mempengaruhi lansia hipertensi terhadap pemanfaatan Posbindu adalah dukungan teman sebaya, dimana lansia yang memiliki dukungan teman sebaya cenderung lebih aktif untuk memanfaatkan Posbindu. Kata Kunci : Lansia, Hipertensi, Posbindu | Background: Hypertension is one of the non-communicable diseases (NCDs) that is the leading cause of death worldwide each year. According to Basic Health Research (2018), hypertension is most prevalent in the elderly. Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) program is one of the Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) aimed at promoting and preventing NCDs. Methodology : This is a quantitative research design that employed a cross-sectional approach. The participants of this research consisted of 374 elderly hypertensives in Posbindu, the working area of UPTD Puskesmas Tugu. The sample size for this study was 118 individuals. Simple random sampling is used as the sampling technique. A questionnaire was used as the instrument. Univariate analysis, bivariate analysis (chi-square), and multivariate analysis were used to analyze the data (logistic regression). Result: The findings of this study indicate that the majority of respondents (69.5 percent) are female, the elderly have a low education background (92.4 percent), the elderly are employed (73.7 percent), the elderly have a positive perception of COVID-19 (53.4 percent), the elderly have an easy access to Posbindu (61.0 percent), the elderly have good family support (51.7 percent), the elderly receive support from health workers (64.4 percent), and the elderly receive suppo (55.9 percent ). Peer support is a factor that influences the elderly with hypertension's use of Posbindu (p = 0.015). Conclusion : The most important factor influencing the use of Posbindu by elderly with hypertension is peer support, with elderly who have peer support being more active users. Keywords: Elderly, Hypertension, Posbindu |