Artikelilmiahs
Menampilkan 32.121-32.140 dari 50.033 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 32121 | 35574 | E1A017166 | PENGATURAN PARADIPLOMASI KERJA SAMA SISTER PROVINCE DALAM SISTEM SAEMAUL UNDONG BERDASARKAN HUKUM INTERNASIONAL DAN HUKUM NASIONAL INDONESIA (Studi mengenai Implementasi Kerja Sama antara Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia dan Gyeongsangbuk-Do, Korea Selatan) | Paradiplomasi merupakan hubungan diplomasi antara dua sub-state yang berbeda negara. Salah satu bentuknya yaitu kerja sama sister province, suatu hubungan diplomasi yang berkembang menyesuaikan fenomena globalisasi pada saat ini. Kerja sama sister province yang dijalankan oleh Indonesia salah satunya yaitu kerja sama antara Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Indonesia dengan Pemerintah Provinsi Gyeongsangbuk-Do, Korea Selatan dalam sistem saemaul undong. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan praktik paradiplomasi dalam kerja sama sister province berdasarkan hukum internasional dan hukum nasional Indonesia, serta implementasi paradiplomasi sistem saemaul undong dalam kerja sama sister province antara DIY, Indonesia dan Gyeongsangbuk-Do, Korea Selatan. Metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan metode pengumpulan data melalui inventarisasi data sekunder dan wawancara mendalam. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari data sekunder yang didukung dengan data primer dan kemudian dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan praktik paradiplomasi dalam kerja sama sister province berdasarkan hukum internasional secara umum mengacu pada Konvensi Wina 1969 yang dituangkan di dalam Memorandum of Understanding (MoU) dan didasarkan pada asas pacta sunt servanda, good faith, dan consent. Di Indonesia didasarkan pada Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah Pasal 363 ayat (2) huruf c, pemerintah daerah diberikan kesempatan untuk menjalin kerja sama dengan Pemerintah Daerah di luar negeri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan salah satunya yaitu Undang-Undang No. 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri. Kerja sama sister province antara Provinsi DIY dan Provinsi Gyeongsangbuk-Do dibuat berdasarkan MoU 2005 melalui penjajakan terlebih dahulu. Daerah yang menjadi tujuan kerja sama masih terdapat beberapa kendala implementasi, seperti kurang berfungsinya Pemerintah Daerah DIY dan situasi pandemi Covid-19 pada 2020. Kata Kunci : paradiplomasi, sister province, saemaul undong | Paradiplomacy is a diplomatic relationship between two sub-states of different countries. One of the forms is sister province cooperation, a diplomatic relationship that develops according to the phenomenon of globalization at this time. One of the sister province collaborations carried out by Indonesia is the cooperation between the Provincial Governments of the Special Region of Yogyakarta (DIY), Indonesia and Gyeongsangbuk-Do, South Korea in the saemaul undong system. This study aims to analyze the practice of paradiplomacy in sister province cooperation based on international law and Indonesian national law, and the implementation of the saemaul undong system of paradiplomacy in sister province cooperation between the DIY, Indonesia and Gyeongsangbuk-Do, South Korea. The research method used is normative juridical, with data collection methods through secondary data inventory and conducting in-depth interviews. The data used in this study came from secondary data supported by primary data and then analyzed by qualitative normative methods. The results of the research from the regulation of paradiplomacy practices in sister province cooperation based on international law generally refers to the 1969 Vienna Convention as outlined in the Memorandum of Understanding (MoU) and is based on the principles of pacta sunt servanda, good faith, and consent. In Indonesia based on Law No. 23 of 2014 on Local Government Article 363 paragraph (2) letter c, local governments are given the opportunity to establish cooperation with regional governments abroad in accordance with the provisions of laws and regulations, one of which is Law No. 37 of 1999 on Foreign Relations. The sister province cooperation between DIY Province and Gyeongsangbuk-Do Province was made based on the 2005 MoU through a preliminary assessment. There are still some implementation obstacles in the areas that are the targets of cooperation, such as the lack of functioning of the DIY Regional Government and the Covid-19 pandemic situation in 2020. Keywords : paradiplomacy, sister province, saemaul undong | |
| 32122 | 35236 | A1L014145 | Karakterisasi 18 Klon Tanaman Talas (Coloscasia esculenta L.) Hasil Eksplorasi Di Kabupaten Banyumas | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui keragaman morfologi tanaman talas (Coloscasia esculenta) di Kabupaten Banyumas. 2) Mengetahui karakterisasi klon-klon tanaman talas (Coloscasia esculenta) di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2021 dengan menggunakan metode survey berdasarkan buku panduan deskriptor talas UPOV (International Union For the Protecction of New Varieties Of Plants) dengan teknik pengambilan wilayah secara purposive sampling dan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kedelapan belas klon tanaman talas yang ada di Kabupaten Banyumas memiliki keragaman morfologi pada karakter kualitatif dan kuantitatif. Keragaman pada karakter kualitatif berupa tipe pertumbuhan, arah helai daun, bentuk ujung daun, intensitas antosianin, intensitas antosianin tangkai bagian atas, intensitas antosianin tangkai bagian bawah, intensitas antosianin pada seludang daun, bentuk umbi, warna daging umbi, dan letak akar pada umbi. Sedangkan karakter kuantitatif berupa tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, rasio panjang/lebar daun, kedalaman sinus, panjang tangkai, panjang seludang daun, dan berat umbi. 2) Hasil karakterisasi 18 klon terdapat satu lon tanaman yang hubungan kekerabatannya paling jauh diantara klon-klon yang lain yaitu K18. | The research aims to: 1) Determind the morphological diversity of taro plants (Coloscasia esculenta) in Banyumas Regency. 2) Know the characterization of clones of taro plants (Coloscasia esculenta) in Banyumas Regency. This study was conducted in November 2021 using a survey method based on the UPOV (International Union For the Protecction of New Varieties Of Plants) descriptor manual with purposive sampling techniques and accidental sampling techniques. The results showed that: 1) Eighteen clones of taro plants in Banyumas Regency have morphological diversity in qualitative and quantitative character. Diversity in qualitative character in the form of growth type, direction of leaf strands, leaf tip shape, intensity of anthocyanins, intensity of anthocyanins of the upper stalks, intensity of anthocyanins of the lower stalks, intensity of anthocyanins on the leaf strings, the shape of bulbs, the color of the bulb meat, and the location of the roots on the bulbs. While the quantitative character in the form of plant height, leaf length, leaf width, leaf length / width ratio, sinus depth, stalk length, leaf length, and bulb weight. 2) The result of characterization of 18 clones there is one plant clone whose kinship relationship is the most distant among the other clones, K18. | |
| 32123 | 35240 | A1D116065 | Kajian Distribusi Unsur Hara N pada Lahan Sawah di Daerah Aliran Sungai Serayu Tengah Wilayah Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga | Peningkatan produksi tanaman padi dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu dengan pemahaman petani tentang pemupukan yang berimbang dengan mengetahui karakteristik tanah beserta unsur haranya. Unsur hara nitrogen merupakan unsur hara makro yang mutlak dibutuhkan oleh tanaman. Peranan unsur hara N adalah untuk pertumbuhan vegetatif tanaman khususnya pertumbuhan akar, batang dan daun, berperan dalam pembentukan zat hijau daun (klorofil) yang sangat penting padaproses fotosintesis. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mengetahui agihan (disribusi) unsur hara N di lahan sawah yang digunakan untuk budidaya tanaman padi di Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga., (2) mengetahui hubungan antara ketersediaan unsur hara N dan serapan N dengan hasil tanaman padi di lahan sawah Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga., dan (3) menentukan rekomendasi pemupukan N di lahan sawah Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode survei sistem transek yang dibuat tegak lurus aliran sungai, dengan memperhatikan penyebaran titik secara proporsional. Pengambilan sampel tanah dilakukan secara komposit di setiap lokasi pengamatan. Sampel tanah diambil dengan melakukan pengeboran tanah pada kedalaman 0-25 cm dan 25-50 cm sebanyak tiga titik secara tegak lurus, kemudian pada setiap lapisan, tanah dicampur homogen atau secara komposit, tanah diambil sekitar 0,5 kg untuk analisis tanah. Jarak antar titik pengeboran sekitar 3-4 m. Sampel tanah dikeringanginkan, ditumbuk menggunakan mortir, diayak lolos saringan 0,5 mm dan 2 mm. variabel variabel yang diamati yaitu diantaranya pH H2O, pH KCL, Daya Hantar Listrik (DHL), potensial redoks, N-tersedia tanah, Serapan N, dan hasil tanaman padi. Hasil penelitian menunjukkan status unsur hara N di lahan sawah Kecamatan Kemangkon termasuk kedalam harkat yang sangat tinggi. Agihan status unsur hara nitrogen di lahan sawah wilayah Kecamatan Kemangkon yang digunakan untuk budidaya tanaman padi berada diantara harkat sangat tinggi (1,44 – 1,83%N). Hubungan N-total tanah dengan hasil tanaman padi adalah y = 4,7559x + 3,0154 dengan R2 = 0,0141 atau pengaruh N-total tanah terhadap hasil tanaman padi adalah 1,41% dan r = 0,012 artinya hubungan korelasi positif sangat rendah antara N total tanah dengan hasil tanaman padi. Hubungan serapan N dengan hasil tanaman memiliki y = 0,0709x + 0,9216 dengan R2= 0,2256 atau serapan N oleh tanaman berpengaruh terhadap hasil sebesar 22,56% dan r = 0,475 yang artinya mempunyai hubungan korelasi positif cukup kuat antara serapan N dengan hasil tanaman. | Increased production of rice plants can be done in several ways, namely by understanding farmers about balanced fertilization and by knowing the characteristics of the soil and its nutrients. Nitrogen is a macro nutrient that is absolutely needed by plants. The role of the nutrient N is an element of plant vegetative growth, especially the growth of roots, stems and leaves, plays a role in the formation of leaf green matter (chlorophyll) which is very important in the photosynthesis process. The aims of this study were (1) to determine the distribution of N nutrients in paddy fields used for soybean cultivation in Kemangkon District, Purbalingga Regency, (2) to determine the relationship between nutrient N availability and N uptake with soybean yields in rice fields in Kemangkon District, Purbalingga Regency., and (3) determine recommendations for N fertilization in rice fields in Kemangkon District, Purbalingga Regency. This study uses a transect system survey method that is made perpendicular to the river flow, taking into account the proportional distribution of points. Soil sampling was carried out in a composite manner at each observation location. Soil samples were taken by drilling the soil at a depth of 0-25 cm and 25-50 cm at three points perpendicularly, then in each layer, the soil was mixed homogeneously or compositely, about 0.5 kg of soil was taken for soil analysis. The distance between drilling points is about 3-4 m. Soil samples were dried, ground using a mortar, sieved through 0.5 mm and 2 mm sieves. The variables observed were pH H2O, pH KCL, Electrical Conductivity (DHL), redox potential, N-available soil, N uptake, and rice yields. The results showed that the status of N nutrients in the rice fields of Kemangkon District was included in a very high value. The distribution of nitrogen nutrient status in rice fields in the Kemangkon District area used for rice cultivation is between very high values (1.44 – 1.83%N). The relationship between N-total soil and rice yields is y = 4.7559x + 3.0154 with R2 = 0.0141 or the effect of N-total soil on rice yields is 1.41% and r = 0.012, meaning that the positive correlation is very low. between the total N of the soil and the yield of rice. The relationship between N uptake and plant yields has y = 0.0709x + 0.9216 with R2 = 0.2256 or N uptake by plants affects the yield by 22.56% and r = 0.475, which means that it has a fairly strong positive correlation between N uptake with crop yields. | |
| 32124 | 35237 | A1H014044 | IDENTIFIKASI DISTRIBUSI SPASIAL DEBIT IRIGASI TETES SEDERHANA UNTUK BUDIDAYA TANAMAN SERAIWANGI PADA LAHAN MARJINAL DENGAN VARIASI JADWAL IRIGASI | Lahan marjinal menjadi lahan yang kurang ekonomis karena kurangnya unsur hara, sehingga menjadi lahan tidak produktif. Tanaman seraiwangi merupakan tanaman penghasil minyak atsiri yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Melihat dari karakteristik tanaman seraiwangi yang dapat tumbuh di daerah yang minim air, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sistem irigasi tetes yang lebih optimal dengan menggunakan variasi debit irigasi tetes. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – November 2021 pada lahan Fakultas Teknologi Pertanian dan Laboratorium Alat dan Mesin Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dan dianalisis pada bulan Desember – Januari 2021. Variabel yang diamati yaitu debit irigasi tetes sederhana dengan variasi debit irigasi 1 hari, 3 hari dan 5 hari dengan interval waktu penyiraman 5 menit, 10 menit dan 15 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi debit rata-rata irigasi pada variasi waktu 1 harian pada interval waktu penyiraman 5 menit, 10 menit, dan 15 menit rata-rata terkorelasi pada jarak yang selalu naik yaitu pada jarak 0,6 m; 0,8 m dan 1 m. Pada variasi waktu 3 harian pada interval waktu 5 menit, 10 menit, dan 15 menit rata-rata terkorelasi pada jarak yang selalu naik yaitu pada jarak 0,8 m; 1,7 m dan 1,4 m. Pada variasi waktu 5 harian pada interval waktu 5 menit, 10 menit, dan 15 menit rata-rata terkorelasi pada jarak yang selalu naik yaitu pada jarak 0,8 m; 0,7 m dan 0,8 m. Berdasarkan variasi waktu penyiraman, range terkorelasinya debit irigasi paling besar pada waktu penyiraman 3 harian rata-rata pada kisaran 0,8 – 1,7 m. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variasi waktu penyiraman 3 harian merupakan variasi debit irigasi yang optimal karena memiliki sebaran debit irigasi yang merata pada tiap tanaman. | Marginal land becomes less economical land due to lack of nutrients, so it becomes unproductive land. Lemongrass is an essential oil-producing plant that has high economic value. Judging from the characteristics of the lemongrass plant that can grow in areas with minimal water, this study was conducted to determine which drip irrigation system is more optimal by using variations of drip irrigation discharge. The research was carried out in June – November 2021 on the land of the Faculty of Agricultural Technology and Agricultural Machinery and Equipment Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University and analyzed in December – January 2021. The variables observed were simple drip irrigation discharge with variations of irrigation discharge for 1 day, 3 days and 5 days with watering intervals of 5 minutes, 10 minutes and 15 minutes. The results showed that the distribution of irrigation average discharge at a time variation of 1 day at intervals of 5 minutes, 10 minutes, and 15 minutes was correlated on average at an increasing distance, namely at a distance of 0.6 m; 0.8 m and 1 m. In 3 daily time variations at 5 minutes, 10 minutes, and 15 minutes, the average correlation is always increasing at a distance of 0.8 m; 1.7 m and 1.4 m. In 5 daily time variations at 5 minute, 10 minute, and 15 minute time intervals, the average correlation is always increasing at a distance of 0.8 m; 0.7 m and 0.8 m. Based on the variation of watering time, the correlation range of irrigation discharge was greatest at the time of watering 3 days on average in the range of 0.8 – 1.7 m. Thus, it can be concluded that the variation of watering time in 3 days is an optimal variation of irrigation discharge because it has an even distribution of irrigation discharge on each plant. Keywords : Marginal Land, Lemongrass Plants, Simple Drip Irrigation, Variation of Irrigation Schedule | |
| 32125 | 35487 | E1A018330 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS IKLAN YANG MENYESATKAN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (Studi Terhadap Putusan Nomor 203/Pdt/2019/PT Mdn) | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS IKLAN YANG MENYESATKAN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (STUDI TERHADAP PUTUSAN NOMOR 203/PDT/2019/PT Mdn) Oleh : Alisah Milie Murfianti E1A018330 ABSTRAK Perlindungan konsumen di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Terdapat salah satu kasus perlindungan konsumen dalam bidang pengadaan perumahan yaitu kasus PT PUTRA MANDALAHI SENTOSA selaku pelaku usaha yang telah melanggar hak, kewajiban, tanggung jawab, serta perbuatan yang dilarang kepada konsumen terkait iklan yang menyesatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum konsumen atas iklan yang menyesatkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber pada studi kepustakaan. Data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian terhadap Putusan Nomor 203/Pdt/2019/PT Mdn yang menguatkan Putusan Nomor 319/Pdt.G/2018/PN Mdn tertanggal 31 Oktober 2018 dapat disimpulkan bahwa konsumen sudah mendapatkan perlindungan hukum dalam hal terjadinya pelanggaran hak konsumen sebagaimana telah diatur dalam Pasal 4 huruf (a), (c), dan (h) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Kemudian, Hakim memutus menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara sebesar Rp. 150.000,00 (seratus lima puluh ribu rupiah). Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Konsumen, Iklan Yang Menyesatkan. | LEGAL PROTECTION AGAINST CONSUMERS FOR MISLEADING ADVERTISEMENTS ACCORDING TO LAW NUMBER 8 OF 1999 CONCERNING CONSUMER PROTECTION (Study On Decision number 203/Pdt/2019/PT Mdn) By: Alisah Milie Murfianti E1A018330 ABSTRACT Consumer protection in Indonesia has been regulated in Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. There is one case of consumer protection in the field of housing procurement, namely the case of PT PUTRA MANDALAHI SENTOSA as a business actor who has violated the rights, obligations, responsibilities, and prohibited actions to consumers related to misleading advertisements. Thos study aims to determine the legal protection of consumers against misleading advertisements based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. The method used in this research is normative juridical, with descriptive analytical research spesifications. The data used in this study is secindary data sourced from library research. The data obtained are presented with narrative texts and analyzed by qualitative normative methods. Based on the results of research on Decision Number 203/Pdt/2019/PT Mdn which strengthens Decision Number 319/Pdt.G/2018/PN Mdn dated October 31, 2018 it can be concluded that consumers have received legal protection in the event of a violation of consumer rights as stipulated in Article 4 letters (a), (c), and (h) of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. Then, the Judge decided to sentence the Defendant to pay court fees of Rp. 150.000,00 (one hundred and fifty thousand rupiah). Keywords: Legal Protection, Consumer, Misleading Advertising. | |
| 32126 | 35600 | E1A017020 | TANGGUNG JAWAB HUKUMTENAGA GIZI DALAM PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi tanggung jawab hukum tenaga gizi dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (statue approach), pendekatan analitis ( analytical approach), dan pendekatan konseptual ( conseptual approach) dengan spesifikasi penelitian inventarisasi peraturan perundang-undangan, sinkronisasi hukum, dan penemuan hukum in concreto. Metode analisis yang digunakan adalah analisis isi dan analisis perbandingan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh bahwa tanggung jawab hukum tenaga gizi dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit telah menunjukan taraf sinkronisasi. Artinya peraturan yang derajatnya lebih rendah telah sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi derajatnya dan peraturan yang lebih tinggi derajatnya telah menjadi dasar peraturan yang lebih rendah. Bentuk tanggung jawab hukum tenaga gizi dapat dijelaskan dalam tiga hal, meliputi tanggung jawab hukum perdata berdasarkan Pasal 77 dan Pasal 78 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga kesehatan, Pasal 58 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan. Tanggung Jawab hukum pidana berdasarkan Pasal 84, Pasal 85 dan Pasal 86 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan. Tanggung jawab hukum administrasi berdasarkan Pasal 24 Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan dan Praktik Tenaga Gizi, Pasal 82 ayat (1), dan ayat (4) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Kata Kunci : Pelayanan Kesehatan, Tanggung Jawab Hukum, Tenaga Gizi | This research aims to find out the synchronization of the legal responsibilities of nutrition workers in health services in hospitals. This research uses normative juridical research methods. The methods used are the approach of legislation (statue approach), analytical approach (analytical approach), and conceptual approach (conseptual approach) with research specifications inventory of laws and regulations, synchronization of laws, and discovery of law in concreto. The analysis methods used are content analysis and comparison analysis. Based on the results of research conducted, it was obtained that the legal responsibility of nutrition workers in health services in hospitals has shown a level of synchronization. This means that lower-level regulations have been in accordance with higher-level regulations and higher-level regulations have become the basis of lower regulations. The form of legal responsibility of nutrition workers can be explained in three respects, including civil legal responsibility based on Article 77 and Article 78 of Law No. 36 of 2014 concerning Health Workers, Article 58 of Law No. 36 of 2009 concerning health. Responsibility of criminal law based on Article 84, Article 85 and Article 86 of Law No. 36 of 2014 concerning Health Workers. Administrative legal responsibility based on Article 24 of the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 26 of 2013 concerning the Implementation of Work and Practices of Nutrition Workers, Article 82 paragraph (1), and paragraph (4) of Law No. 36 of 2009 concerning Health. Keywords: Health Services, Legal Responsibility, Nutrition Personnel | |
| 32127 | 35238 | F1F017053 | ANALISIS PENANGANAN KASUS HUMAN TRAFFICKING DI BOSNIA DAN HERZEGOVINA DENGAN PERSPEKTIF HUMAN SECURITY PADA TAHUN 2015-2019 | Penelitian yang berjudul “Analisis Penanganan Human Trafficking di Bosnia dan Herzegovina dengan Perspektif Human Security pada tahun 2015-2019” ini dianalisis berdasarkan konsep human security. Fokus penelitian ini adalah menganalisa upaya yang dilakuakan oleh Pemerintah Bosnia dan Herzegovina dalam mengatasi human trafficking di Bosnia dan Herzegovina pada tahun 2015-2019. Berdasarkan informasi dan data yang berhasil penulis himpun, terdapat beberapa upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Bosnia dan Herzegovina seperti; menerbitkan laporan tahunan, menyusun strategi penanganan human trafficking, mengevaluasi undang-undang dan bekerjasama dengan lembaga riset Amerika Serikat. Namun, terlepas dari upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Bosnia dan Herzegovina, angka kasus human trafficking sangat fluktuatif dan cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hal tersebut disebabkan oleh adanya faktor pendorong terjadinya human trafficking dan faktor penghambat penanganan human trafficking. | The research entitled "Analysis of Handling Human Trafficking in Bosnia and Herzegovina with a Human Security Perspective in 2015-2019" was analyzed based on the concept of human security. The focus of this research is to analyze the efforts made by the Government of Bosnia and Herzegovina in overcoming human trafficking in Bosnia in 2015-2019. Based on the information and data that the author managed to collect, there were several efforts made by the Government of Bosnia and Herzegovina such as; publish annual reports, develop strategies for dealing with human trafficking, evaluate laws and collaborate with US research institutions. However, despite the efforts made by the Government of Bosnia and Herzegovina, the number of human trafficking cases is very volatile and tends to increase every year. This is caused by the driving factors for the occurrence of human trafficking and inhibiting factors in the handling of human trafficking. | |
| 32128 | 35225 | G1A018012 | Hubungan antara Kualitas Tidur dengan Kadar Kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL) pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Sumbang 2 Kabupaten Banyumas | Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai peningkatan kadar glukosa darah. Diabetes melitus memiliki komplikasi berupa dislipidemia yang berakhir pada penyakit jantung koroner yang ditandai peningkatan kadar LDL. Kualitas tidur buruk menyebabkan penurunan kadar leptin. Rendahnya leptin menyebabkan peningkatan nafsu makan sehingga berdampak pada peningkatan kadar LDL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan kadar kolesterol LDL pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Sumbang 2 Banyumas. Jenis penelitian ini analitik observasional dengan pendekatan cross sectional menggunakan teknik simple random sampling. Subjek penelitian pasien diabetes melitus tipe 2 yang merupakan anggota prolanis di Puskesmas Sumbang 2 Banyumas Tahun 2021 sebanyak 43 orang. Variabel penelitian ini kualitas tidur dan kadar kolesterol LDL. Kualitas tidur dihitung menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index. Kadar kolesterol LDL diukur menggunakan spektrofotometer. Data dianalisis menggunakan software SPSS dengan uji chi square untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan kadar kolesterol LDL pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Sumbang 2 Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan kualitas tidur responden terbanyak pada kelompok kualitas tidur baik sebanyak 22 responden (51%), kadar LDL terbanyak pada kelompok kadar LDL normal sebanyak 32 orang (74%). Hasil analisis bivariat dengan uji chi square menunjukkan terdapat hubungan signifikan dengan nilai p sebesar 0,001. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan kadar kolesterol LDL darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Sumbang 2 Banyumas. | Diabetes mellitus is a metabolic disease characterized by increased blood glucose levels. Diabetes mellitus has complications in the form of dyslipidemia which ends in coronary heart disease which is marked by an increase in LDL levels. Poor sleep quality causes a decrease in leptin levels. Low leptin causes an increase in appetite so that it has an impact on increasing LDL levels. This study aimed to determine the association between sleep quality and LDL levels in type 2 DM patients at Puskesmas Sumbang 2. This study used analytic observational with a cross sectional approach using simple random sampling technique.Subject . Subjects were 43 Type 2 DM patients at Puskesmas Sumbang 2. The variables were sleep quality and LDL levels. Sleep quality was calculated using PSQI questionnaire. LDL levels were measured using spectrophotometer. Data were analyzed using chi square test to determine the relationship between sleep quality and LDL levels. The results showed the sleep quality of respondents was mostly in the good sleep quality group as many as 22 respondents (51%), while the highest LDL levels were in the normal LDL level group as many as 32 people (74%). The results of the bivariate analysis with chi square test showed there was a significant relationship with a p value of 0.001. The conclusion of this study is there is a significant relationship between sleep quality and blood LDL cholesterol levels in type 2 diabetes mellitus patients at the Sumbang 2 Public Health Center, Banyumas. | |
| 32129 | 35239 | A1H014058 | RANCANG BANGUN SENSOR KADAR AIR TIPE INTERDIGITATED PROBE UNTUK KONTROL OTOMATIS IRIGASI | Penerapan sistem irigasi otomatis menggunakan sensor kadar air tanah perlu diterapkan pada lahan pertanian. Kendala yang saat ini dihadapi oleh petani adalah metode irigasi yang masih konvensional, sehingga tidak efektif karena memerlukan waktu dan tenaga serta dosis yang tidak terukur. Oleh karena itu, dikembangkan Teknik irigasi otomatis berdasarkan nilai kadar air tanah. Komponen yang digunakan dalam penerapan teknik irigasi otomatis ini adalah sensor kadar air tanah yang dapat mengukur kelembaban tanah. Sensor kadar air dengan prinsip interdigitated mulai banyak diteliti karena memiliki prinsip aplikasi yang mudah serta biaya yang relatif murah. Penelitian ini bertujuan untuk 1) merancang probe kadar air dengan prinsip rangkaian interdigitated untuk sensor pengukur kadar air, dan 2) mengetahui respon dan model luaran sensor terhadap kadar air pada berbagai jenis tanah. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental di Laboratorium Teknologi Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilaksanakan dari bulan Mei 2021 – Januari 2022. Penelitian diawali dengan membuat sensor kadar air menggunakan plat PCB single side sebanyak 27 model. Sensor buatan ini selanjutnya dirangkai lalu diamati responnya terhadap jenis tanah pasir, vulkanis, dan lempung pada kondisi dry+, normal, dan wet. Respon sensor kadar air yang telah dibuat dibandingkan respon sensor pabrikan YL-69. Variabel yang diamati adalah Tegangan (V) dan Kadar Air Tanah (%). Respon sensor terhadap berbagai jenis dan kondisi tanah selanjutnya dianalisis regresi linear untuk mengetahui korelasi antara dua variabel yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensor kadar air tanah yang dibuat dengan menggunakan plat PCB single side dapat bekerja dengan baik pada jenis tanah pasir dan vulkanis namun kurang baik terhadap jenis tanah lempung. Berdasarkan analisis regresi linear, diperoleh bahwa model sensor W3D2N3 memiliki respon paling baik terhadap tanah pasir dengan nilai R2 sebesar 1 dan persamaan y = -0,310x + 5,916. Selanjutnya model sensor W1D1N2 memiliki respon yang paling baik terhadap tanah vulkanis dengan nilai R2 sebesar 0,956 dan persaamaan y = -0,131x + 9,046. Model sensor W1D1N3 memiliki respon paling baik terhadap tanah lempung dengan nilai R2 sebesar 0,644 dan persamaan y = -0,097x + 6,011. Meskipun begitu, hasil pengukuran terhadap tanah lempung memiliki koefisien korelasi yang kurang baik. Hal ini menunjukkan bahwa sensor ini kurang cocok digunakan untuk jenis tanah lempung ini. Kemungkinan hal tersebut berkaitan dengan sifat tanah lempung sendiri, dimana memiliki daya cengkram air yang kuat, sehingga kandungan air yang besar tersebut mengacaukan pembacaan oleh sensor. | The automatic irrigation system using soil moisture sensor needs to be applied to agricultural field. The farmers nowadays still using conventional method to irrigated their field and that is not effective because it requires time and effort as well as an unmeasured dose. Therefore, an automatic irrigation technique was developed based of soil moisture content. The main component used in this automatic irrigation technique is a soil moisture sensor that can measure soil moisture. Water content sensors with interdigitated principle have begun to be widely studied because its easy application principle with minimum cost. This study aimed at knowing 1) The design of water content probe with interdigitated circuit principle for a water content measuring sensor, and 2) determine the response and sensor output model to water content in various types of soil. The research was carried out experimentally at the Agricultural Technology Laboratory, Jenderal Sudirman University, Purwokerto. The research was done from May 2021 – January 2022. This study began by making 27 models of water content sensor using a single side PCB plate. This fabricated sensors were assembled and observed for its response to sand, volcanic, and clay soil types in dry+, normal, and wet conditions. The response of the fabricated water content sensors was compared to the response of the YL-69 sensor. Variables observed were Voltage (V) and Soil Moisture Content (%). Sensor responses to various soil types and conditions were analyzed by linear regression to determine the correlation between the two observed variables. Results of the research showed that the fabricated soil moisture sensor using single side PCB plate can work well on sandy and volcanic soils, but not on clay soils. Based on linear regression analysis, it is found that the W3D2N3 sensor model has the best response to sandy soil with R2 = 1 and the equation y = -0.310x + 5.916. Furthermore, the W1D1N2 sensor model has the best response to volcanic soil with R2 = 0.956 and the equation y = -0.131x + 9.046. The sensor model W1D1N3 has the best response to clay soil with R2 = 0.644 and the equation y = -0.097x + 6.011. Even so, the measurement results for clay have a poor correlation coefficient. This indicates that this sensor is not suitable for this type of clay, also probably this is related to the nature of the clay itself, which has a strong water grip, so that the large water content confuses the readings by the sensor. | |
| 32130 | 38144 | E1A018150 | IMPLEMENTASI SANKSI PIDANA PELATIHAN KERJA SEBAGAI PENGGANTI PIDANA DENDA BAGI ANAK BINAAN PEMBIMBING KEMASYARAKATAN DI BALAI PEMASYARAKATAN KELAS II PURWOKERTO | Pada perkembangan jaman saat ini, tindak pidana dapat dilakukan oleh anak-anak yang melakukan tindak pidana dengan penjatuhan putusan berupa pidana kumulatif yaitu pidana penjara dan pidana denda. Seperti yang tercantum dalam Pasal 71 Ayat (3) Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak bahwa apabila dalam hukum materiil diancam pidana kumulatif berupa penjara dan denda, pidana denda diganti dengan pelatihan kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi sanksi pidana pelatihan kerja sebagai pengganti pidana denda bagi anak binaan pembimbing kemasyarakatan di BAPAS Kelas II Purwokerto serta faktor pendorong dan faktor penghambat dalam implementasi sanksi pidana pelatihan kerja sebagai pengganti pidana denda bagi anak binaan Pembimbing Kemasyarakatan di BAPAS Kelas II Purwokerto dengan menggunakan pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data dari data primer dan sekunder melalui studi kepustakaan. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode kualitatif dan disajikan dalam bentuk teks naratif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan Pelatihan kerja dilaksanakan melalui 3 (tiga) tahap yaitu tahap awal, tahap lanjutan dan tahap akhir dengan melaksanakan bimbingan kemandirian berupa Pelatihan kerja di Jatramas Purwokerto, Pelatihan kerja di Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin Alif Baa Desa Mantrianom, Kec. Bawang, Banjarnegara. | In the current development, criminal acts can be committed by children who commit criminal acts with the imposition of a verdict in the form of cumulative crimes, namely imprisonment and fines. As stated in Article 71 Paragraph (3) of the Juvenile Criminal Justice System Act that if in material law a cumulative penalty is threatened in the form of imprisonment and fines, the penalty of fines is replaced by job training. The purpose of this study is to determine the implementation of criminal sanctions for job training as a substitute for fines for children assisted by community supervisors at BAPAS Class II Purwokerto as well as driving factors and inhibiting factors in the implementation of criminal sanctions for job training as a substitute for criminal fines for children assisted by Community Supervisors at BAPAS Class II Purwokerto using a sociological juridical approach and analytical descriptive research specifications. Data sources from primary and secondary data through literature studies. The data is then analyzed using qualitative methods and presented in the form of narrative texts. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that job training is carried out through 3 (three) stages, namely the initial stage, advanced stage and final stage by carrying out independence guidance in the form of job training at Jatramas Purwokerto, job training at the Tanbihul Ghofilin Alif Baa Islamic Boarding School, Mantrianom Village, Bawang District, Banjarnegara. | |
| 32131 | 35241 | E1A017182 | PENERAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) BERDASARKAN PASAL 74 UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS PADA PT. PERTAMINA HULU ENERGI OFFSHORE NORTH WEST JAVA (PHE ONWJ) JAKARTA | Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan merupakan aktivitas perusahaan untuk melakukan tanggung jawab karena dampak positif ataupun dampak negatif yang ditimbulkan akibat kegiatan usahanya. Menyadari dampak yang ditimbulkan oleh karena itu kewajiban pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan diatur dalam ketentuan Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Sebagai wujud nyata konsep pembangunan ekonomi yang bertujuan mewujudkan kesejahteraan nasional sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan pada PT. Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java. Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif Dengan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan. Data penelitian bersumber dari data sekunder dan data primer. Model penyajian data menggunakan bentuk teks naratif dan model analisis data secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa PT. Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java telah melaksanakan kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan melalui program berkelanjutan yang menguntungkan masyarakat dan perusahaan berdasarkan ketentuan Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sebagai peraturan pelaksanaanya. Oleh karena itu PT. Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java tidak dapat dikenakan sangsi sesuai ketentuan Pasal 74 ayat (3) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. | Social Walfare and Environmental Responsibility is a company activity to be responsibel due to realizing the positive or negative impact caused of the company's presence. Realizing the impact caused, therefore the obligation to implement Social walfare and Environmental Responsibility is regulated in the provisions of Article 74 of Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies. As a tangible manifestation of the concept of economic development aimed at realizing national welfare as regulated in the provisions of Article 33 of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. This research to find out the application of Corporate Social Responsibility (CSR) at PT. Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java. Jakarta. This research uses a normative juridical approach methods with the statute approach. With research data sourced from secondary data and primary data. The data obtained presented in the form narrative text and the data analyisis method is normative qualitative. Based on the results of this research indicate that PT. Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java has implemented Social and Environmental Responsibility activities through sustainable programs that benefit the community and companies based on the provisions of Article 74 of Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies and Government Regulation Number 47 of 2012 concerning Social and Environmental Responsibility as implementing regulations. Therefore PT. Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java cannot be subject to sanctions in accordance with the provisions of Article 74 paragraph (3) of Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies. | |
| 32132 | 35243 | C1I017012 | Evaluation of Accounting Records in Micro, Small and Medium Enterprises (Case Study on Batik Banyumas Hadipriyanto) | Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui sejauh mana catatan akuntansi yang dilakukan oleh Batik Banyumas Hadipriyanto, dan (2) untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam catatan akuntansi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan data primer dan sekunder. Informan penelitian ini adalah direktur UMKM dan sub koordinator analisis kebijakan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Kabupaten Banyumas. Data diambil dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tiga tahap, yaitu pengurangan data, tampilan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah bahwa catatan akuntansi yang dilakukan oleh Batik Banyumas Hadipriyanto sangat sederhana termasuk penjualan dan persediaan. Kendala dalam menerapkan catatan akuntansi adalah pembuatan catatan akuntansi yang masih dianggap rumit dan memakan waktu lama dalam pabriknya, menambahkan divisi khusus untuk akuntan akan membutuhkan biaya yang mahal dan kurangnya sosialisasi dalam membuat laporan keuangan yang lengkap. Implikasi dari penelitian ini adalah Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kabupaten Banyumas dapat memberikan pendidikan yang lebih tepat sasaran kepada UMKM di Kabupaten Banyumas terkait pelaksanaan pencatatan akuntansi. | The purposes of this research are (1) to find out the extent of accounting records conducted by Batik Banyumas Hadipriyanto, and (2) to find out the obstacles faced in accounting records. This research is qualitative research using primary and secondary data. The informan of this research is the director of MSMEs and the sub-coordinator of policy analysis of Department of Labor, Cooperatives, and SMEs Banyumas Regency. The data is taken from the results of interviews, observations, and documentation. Data analysis used three stages, namely data reduction, data display and drawing conclusions. The result of this research is that accounting records conducted by Batik Banyumas Hadipriyanto are very simple including sales and inventories. The obstacles in applying accounting records are the creation of accounting records that are still considered complicated and take a long time in their manufactore, adding special divisions for accountants will require expensive costs and lack of socialization in making complete financial statements. The implication of this research is that the Department of Labor, Cooperatives and SMEs Banyumas Regency can provide more targeted education to MSMEs in Banyumas Regency regarding to the implementation of accounting records. | |
| 32133 | 35244 | E1A116008 | PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA KORUPSI SUAP BUPATI INDRAMAYU (STUDI PUTUSAN NOMOR 14/PID.SUS-TPK/2020/PN.BDG) | Korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa, dampak yang ditimbulkan dari tindak pidana korupsi dapat merusak nilai-nilai demokrasi, moralitas, merugikan keuangan negara, pelanggaran terhadap hak-hak sosial dan ekonomi masyarakat serta merupakan ancaman terhadap cita-cita menuju masyarakat adil dan makmur, di Indonesia terdapat tiga lembaga penegak hukum yang berwenang menangani kasus tindak pidana korupsi yakni Kepolisian, Kejaksaan dan KPK. Kejaksaan berwenang menangani kasus tindak pidana korusi yang belum ditagani oleh KPK atau Kepolisian. Tidak lupa kita tahu penyalahgunaan kekuasaan dan wewenang yang dilakukan oleh oknum pemimpin daerah sering terjadi. Salah satu bentuk penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan adalah tindakan korupsi Beberapa dapat dilihat dari sudut pandang tindakan manusia (actus humanus), tatanan moral dan hukum yang ada di suatu negara Bukan hanya kasus korupsi saja, dengan kata lain seperti gratifikasi dan suap juga banyak terjadi. Dibalik itu, hukum dan Undang-Undang yang mengatur hal tersebut sebenarnya sudah ada dan sudah dijalankan, meskipun pada kenyataannya, praktek korupsi dan sejenisnya sering dilakukan oleh oknum pejabat di Indonesia. | Corruption is an extraordinary crime, the impact of corruption can damage democratic values, morality, harm state finances, violates social and economic rights of the community and is a threat to the ideals of a just and prosperous society. In Indonesia, there are three law enforcement agencies authorized to handle corruption cases, namely the Police, the Prosecutor's Office and the corruption crime. The Prosecutor's Office has the authority to handle corruption cases that have not been handled by the corruption crime or the Police. We do not forget that we know that the abuse of power and authority by unscrupulous regional leaders often occurs. One form of abuse of authority and power is acts of corruption. Some can be seen from the point of view of human action (actus humanus), the moral and legal order that exists in a country. only corruption cases, in other words, such as gratification and bribery are also common. Behind that, the laws and regulations governing this matter actually already exist and have been implemented, even though in reality, corrupt practices and the like are often carried out by unscrupulous officials in Indonesia. | |
| 32134 | 35488 | E1A018171 | PEMBATALAN MEREK ZHE NUNG ZHU & LUKISAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS DALAM PUTUSAN NOMOR 55/PDT.SUS-MEREK/2020/PN NIAGA JKT.PST | Pembatalan Merek Zhe Nung Zhu & Lukisan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis dalam Putusan Nomor 55/Pdt.Sus-Merek/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst Oleh: Astri Diah Wahyuni E1A018171 ABSTRAK Merek merupakan bagian dari hak kekayaan intelektual yang memiliki peranan penting dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa. Maraknya pelanggaran merek yang terjadi yang dilakukan berdasarkan iktikad tidak baik banyak menimbulkan kerugian. Dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis mengatur bahwa permohonan pendaftaran merek harus ditolak jika berdasarkan iktikad tidak baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pembatalan pendaftaran merek dalam putusan nomor 55/Pdt.Sus-Merek/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst apabila ditinjau dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa pembatalan merek “Zhe Nung Zhu & Lukisan” milik tergugat dalam putusan Nomor 55/Pdt.Sus-Merek/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst telah sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 21 ayat (1) dan (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Merek “Zhe Nung Zhu & Lukisan” milik tergugat terbukti memiliki persamaan dengan merek “Lukisan” milik penggugat untuk melindungi barang dan jasa sejenis dan telah didaftarkan dengan iktikad tidak baik di kantor Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, sehingga harus dibatalkan. Kata Kunci : Merek, Persamaan, Iktikad Tidak Baik, Pembatalan | Cancellation of Zhe Nung Zhu & Painting Trademarks Based on Law Number 20 Year 2016 Concerning Trademarks and Geographical Indications in Verdict Number 55/Pdt.Sus-Merek/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst By: Astri Diah Wahyuni E1A018171 ABSTRACT Trademarks are part of intellectual property rights that have an important role in trading goods and services. The rampant brand infringement that occurs based on bad faith causes a lot of losses. In Law No. 20 of 2016 concerning marks and geographical indications, it stipulates that applications for trademark registration must be rejected if based on bad faith. The purpose of this study is to find out how the cancellation of trademark registration in verdict number 55/Pdt.Sus-Merek/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst when viewed from Law Number 20 of 2016 concerning Marks and Geographical Indications. This study uses a normative juridical approach with descriptive research specifications. The data sources used are secondary data consisting of primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data collection method was carried out by literature study, the data obtained were presented with narrative text, and the data analysis method used was a qualitative normative method. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the cancellation of the defendant's "Zhe Nung Zhu & Painting" trademark in the verdict Number 55/Pdt.Sus-Merek/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst has complied with the provisions of Article 21 paragraph (1) and (3) Law Number 20 of 2016 concerning Trademarks and Geographical Indications. The defendant's "Zhe Nung Zhu & Painting" trademark was proven to have similarities with the plaintiff's "Painting" trademark to protect similar goods and services and had been registered in bad faith at the office of the Directorate General of Intellectual Property, so it had to be cancelled. Keywords : Trademark, Similarities, Bad Faith, Cancellation. | |
| 32135 | 37812 | D1A018111 | PENGARUH SUPLEMENTASI SELENIUM ANORGANIK TERHADAP BOBOT DAN HAUGH UNIT TELUR AYAM NIAGA PETELUR | Latar Belakang. Penelitian berjudul “Pengaruh Suplementasi Selenium Anorganik terhadap Bobot dan Haugh Unit Telur Ayam Niaga Petelur”. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh selenium anorganik dalam pakan ayam niaga petelur terhadap bobot dan haugh unit telur ayam niaga petelur. Penelitian dilaksanakan selama 8 minggu di Experimental Farm dan Laboratorium Produksi Ternak Unggas Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi dan Metode. Materi penelitian menggunakan 80 ekor ayam niaga petelur strain Hyline umur 35 minggu, selenium anorganik berupa natrium selenite produksi CV. Vemetro Putra, pakan jadi ayam periode layer dengan kode L83-1 A untuk umur 19–50 minggu produksi PT. New Hope Indonesia dengan kandungan nutrien: kadar air 13%, protein kasar 16,5%, lemak 3%, serat kasar 7%, Ca 3,25–4,25%, P 0,6%, aflatoksin total 5μg/kg, lisin 0,8%, metionin 0,4%, metionin+lisin 0,67%, tryptophan 0,18%, treonin 0,55%, dan energi total 2750 kkal/kg. Penelitian menggunakan metode experimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 level penambahan natrium selenite yaitu B0= pakan basal (kontrol); B₁= 0,2 mg natrium selenite dalam 1 kg pakan basal; B₂= 0,4 mg natrium selenite dalam 1 kg pakan basal; B₃= 0,6 mg natrium selenite dalam 1 kg pakan basal. Setiap unit percobaan terdiri dari 4 ekor ayam niaga petelur dan setiap perlakuan diulang 5 kali. Variabel yang diukur yaitu bobot dan haugh unit telur ayam niaga petelur. Data yang diperoleh dianalisis variansi (ANAVA), apabila berpengaruh nyata maka dilanjutkan uji orthogonal polynomial. Hasil. Bobot telur ayam niaga petelur yang disuplementasi natrium selenite dalam pakan sebanyak 0,2 mg/kg (62,11±2,09 g) dan 0,4 mg/kg (62,82±2,53 g) pakan menghasilkan bobot telur yang lebih tinggi dibandingkan pakan kontrol (61,14±1,68 g) dan 0,6 mg/kg pakan (60,37±3,14 g). Nilai haugh unit telur yang disuplementasi natrium selenite dalam pakan sebanyak 0,2 mg/kg (101,15±1,45), 0,4 mg/kg (100,69±1,76) dan 0,6 mg/kg (101,42±3,66) menghasilkan nilai haugh unit telur yang lebih besar dibandingkan dengan pakan kontrol (99,16±1,87). Hasil analisis variansi menunjukkan suplementasi natrium selenite berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot telur dan haugh unit telur ayam niaga petelur. Simpulan. Penelitian dapat disimpulkan bahwa suplementasi selenium anorganik 0,2–0,6 mg/kg pakan belum mampu meningkatkan bobot telur dan haugh unit telur ayam niaga petelur. | Background. The study entitled "The Effect of Inorganic Selenium Supplementation on The Egg Weight and Haugh Unit of Commercial Laying Hens". The aim of this study was to determine the effect of inorganic selenium supplementation of laying hens on the weight and haugh unit of commersial laying hens eggs. The research was conducted for 8 weeks at the Experimental Farm and Poultry Production Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materials and Methods. The research material used was 80 laying hens strain Hyline age 36 weeks, inorganic selenium using natrium selenite production CV. Vemetro Putra, complete feed for laying hens wih code L83-1 A for 19-50 weeks old from PT. New Hope Indonesia with a nutrient content: 13% water content, 16.5% crude protein, 3% fat, 7% crude fiber, Ca 3.25–4.25%, P 0.6%, total aflatoxin 5μg/kg, lysine 0.8%, methionine 0.4%, methionine+lysine 0.67%, tryptophan 0.18%, threonine 0.55%, total energy 2750 kkal/kg. The study used an experimental method with a completely randomized design with 4 treatments natrium selenite supplementation, namely B0= basal feed (control); B₁= 0.2 mg/kg basal feed; B₂= 0.4 mg/kg basal feed; B₃= 0.6 mg/kg basal feed. Each experimental unit consisted of 4 laying hens and 5 replications. The observed variable were egg weight and haugh unit value of laying hens. The data obtained were analyzed using analysis of variance (ANOVA) followed by the orthogonal polynomial test. Results. The egg weight of laying hens which given natrium selenite supplementation in the diets 0.2 mg/kg (62.11±2.09 g) and 0.4 mg/kg (62.82±2.53 g) of basal feed have egg weight higher than control diets (61.14±1.68 g) and 0.6 mg/kg (60.37±3.14 g) of basal feed. Haugh unit value on laying hens which given natrium selenite supplementation in the diets 0.2 mg/kg (101.15±1.45), 0.4 mg/kg (100.69±1.76) and 0.6 mg/kg (101.42±3.66) of basal feed have haugh unit value higher than control diets (99.16±1.87). The results of variance analysis showed that supplementation of natrium selenite did not have significant effect (P>0.05) on egg weight and haugh unit value. Conclusion. The conclusion of this research was the used of inorganic selenium 0.2-0.6 mg/kg of basal feed has not been able to increase on egg weight and haugh unit value. | |
| 32136 | 35245 | C1A014025 | Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Sayur di Pasar Suronegaran Kabupaten Purworejo | Di Kabupaten Purworejo Pasar Suronegaran merupakan pasar tradisional dengan jumlah pedagang terbanyak yang mayoritas merupakan pedagang sayur. Pasar Suronegaran pada tahun 2018 menghasilkan pendapatan paling besar dibandingkan pasar-pasar yang lain yaitu sebesar Rp675.392.900,00. Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan berdagang di Pasar Suronegaran memiliki potensi untuk dikembangkan sehingga perlu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pedagang sayur di Pasar Suronegaran Kabupaten Purworejo. Dalam penelitian ini faktor-faktor yang akan dianalisis yaitu modal, jam kerja, pendidikan, lama usaha dan tenaga kerja. Penelitian ini berjenis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Sumber data yang digunakan penelitian ini yaitu data primer yang diperoleh melalui wawancara dan hasil kuesioner yang diberikan kepada responden serta data sekunder yang diperoleh dari Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kabupaten Purworejo. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pedagang sayur di Pasar Suronegaran sejumlah 305 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan simple random sampling yang kemudian diperoleh sampel sebanyak 75 orang dari hasil perhitungan rumus Slovin. Teknik yang digunakan dalam menganalisis penelitian ini yaitu teknik analisis regresi berganda, uji hipotesis secara parsial (uji t), uji hipotetsis secara simultan (uji F) dan koefisien determinasi ganda pada level signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial dan simultan variabel modal usaha, jam kerja, lama usaha dan tenaga kerja berpengaruh terhadap pendapatan pedagang sayur di Pasar Suronegaran sedangkan variabel tingkat pendidikan tidak berpengaruh terhadap pendapatan pedagang sayur di Pasar Suronegaran. Variabel lama usaha merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap pendapatan pedagang sayur di Pasar Suronegaran. Berdasarkan hal tersebut untuk meningkatkan pendapatan pedagang sayur di Pasar Suronegaran dapat dilakukan dengan cara penambahan modal melalui sumber keuangan, penambahan lama jam kerja, penambahan lama usaha dan penambahan tenaga kerja. | In Purworejo Regency, Suronegaran Market is a traditional market with the largest number of traders, the majority of whom are vegetable traders. The Suronegaran market in 2018 generated the largest revenue compared to other markets, which was Rp. 675,392,900.00. This shows that trading activities in the Suronegaran Market have the potential to be developed, so it is necessary to know the factors that affect the income of vegetable traders in the Suronegaran Market, Purworejo Regency. In this study the factors to be analyzed are capital, working hours, education, length of business and labor. This research is a quantitative descriptive type using a survey method. Sources of data used in this study are primary data obtained through interviews and the results of questionnaires given to respondents and secondary data obtained from the Office of Cooperatives, Small and Medium Enterprises and Trade, Purworejo Regency. The population in this study were all vegetable traders in the Suronegaran Market with a total of 305 people. The sampling technique used in this study was simple random sampling which then obtained a sample of 75 people from the results of the calculation of the Slovin formula. The techniques used in analyzing this research are multiple regression analysis, partial hypothesis testing (t test), simultaneous hypothesis testing (F test) and multiple determination coefficient at a significance level of 5%. The results showed that partially and simultaneously the variables and working capital, working hours, length of business and labor had an effect on the income of vegetable traders in Suronegaran Market while the education level variable had no effect on the income of vegetable traders in Suronegaran Market. The variable length of business is the most influential variable on the income of vegetable traders at the Suronegaran Market. Based on this, to increase the income of vegetable traders at the Suronegaran Market can be done by increasing capital through financial sources, increasing the length of working hours, increasing the length of business and adding workers. | |
| 32137 | 35242 | J1C017065 | Amae dan Persaingan Saudara pada Film Mirai (Kajian Psikologi Perkembangan) | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep mengenai ketergantungan; keinginan untuk dicintai, mengandalkan diri pada orang lain, yang dikenal dengan istilah amae. Selain itu, penelitian ini juga menjelaskan bentuk persaingan saudara antara tokoh Kun dan Mirai, serta relevansi antara amae dan persaingan saudara pada film Mirai (2018) karya Mamoru Hosoda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan teknik simak catat. Hasil penelitian menunjukkan sebelas jenis perilaku atau ungkapan yang mengindikasikan amae sesuai dengan teori amae, yaitu amai, suneru, toriiru, higamu, futekusareru, tanomu, wagamama, toraware, sumanai, uramu, dan kigane. Selain itu, pada penelitian ini juga ditemukan perwujudan dari persaingan saudara antara tokoh Kun dan Mirai, yaitu 1) agresi, 2) kemunduran tingkah laku (regresi), 3) mencari perhatian terus-menerus, dan 4) frustasi. Pada penelitian ini juga terdapat perilaku yang sesuai dengan periode trotzalter pada psikologiperkembangan, yaitu futekusareru, uramu, dan wagamama. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat relevansi antara amae dan persaingan saudara, dimana amae pada film Mirai digunakan untuk menunjukkan keinginan bergantung dan mencari perhatian orang tua ketika terjadi persaingan saudara yang disebabkan oleh kecemburuan anak. Amae yang dilakukan oleh Kun digunakan untuk mengekspresikan perasaan yang berguna untuk aktualisasi diri. Hubungan amae yang kuat diharapkan dapat menghadapi konflik emosional pada lingkup lingkaran dalam (uchi). | This study examined the concept of dependence; the desire to be loved, relying on others, known as amae. Moreover, this study also explained the forms of sibling rivalry between the characters Kun and Mirai, as well as the relevance between amae and sibling rivalry in Mirai movie (2018) by Mamoru Hosoda. This type of research uses a qualitative descriptive research method. The data were collected using a note-taking technique. The results showed eleven types of behavior or expressions indicating amae by following amae theory, namely amai, suneru, toriiru, higamu, futekusareru, tanomu, wagamama, toraware, sumanai, uramu, and kigane. Furthermore, this study also found the forms of sibling rivalry between the characters Kun and Mirai, namely 1) aggression, 2) regression, 3) persistent demands for attention, and 4) frustration. In this study, some behaviors related to the trotzalter period in development psychology, namely futekusareru, uramu, and wagamama. This study concludes that there is relevance between amae and sibling rivalry, where amae in Mirai movie is used to show the desire to depend and seek parent attention when sibling rivalry occurs due to jealousy of a child. Amae performed by Kun is used to express feelings that are useful for self-actualization. A strong relationship of amae is expected to be able to deal with the emotional conflict of the inner circle (uchi). | |
| 32138 | 35547 | C1A017112 | ANALISIS KONTRIBUSI PENDAPATAN DAN KELAYAKAN HIDUP KARYAWAN UMKM GETUK GORENG SOKARAJA | Keberadaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Getuk Goreng Sokaraja di Desa Sokaraja Tengah membawa dampak yang baik bagi masyarakat setempat yaitu tersedianya lapangan pekerjaan. Upah yang diterima oleh pekerja tersebut tentunya memberikan kontribusi dalam kebutuhan keluarga serta menentukan taraf kelayakan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya kontribusi pendapatan karyawan UMKM Getuk Goreng Sokaraja dan menganalisis kelayakan hidup karyawan UMKM Getuk Goreng Sokaraja. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah primer dan sekunder dan menggunakan teknik analisis tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi pendapatan karyawan UMKM Getuk Goreng Sokaraja terhadap pendapatan keluarga besar. Hal ini ditunjukkan sebanyak 63,3% responden memiliki kontribusi ≥50% terhadap pendapatan keluarga. Tingkat kelayakan hidup karyawan UMKM Getuk Goreng Sokaraja dikategorikan masih di bawah tingkat KHL Kabupaten Banyumas. Hal ini ditunjukkan sebanyak 96,67% memiliki pendapatan di bawah KHL. Beberapa hal yang dapat dipertimbangkan dalam menaikan kontribusi pendapatan terhadap kebutuhan rumah tangga perlunya memiliki pekerjaan sampingan guna memperoleh pertambahan pendapatan dari sumber lain, serta perlunya perbaikan sistem pengupahan yaitu menghitung jumlah jam kerja selama sebulan dikali dengan upah kerja perjam. Hal tersebut tentu sangat efektif jika diterapkan karena karyawan akan memperoleh pendapatan perbulan yang sesuai dengan jam kerja yang dilakukan. Dalam mengatasi tidak layaknya hidup maka perlunya menambah pendapatan rumah tangga dengan diperoleh melalui anggota keluarga yang sudah tergolong usia produktif atau layak kerja untuk bekerja atau memiliki usaha, guna memperoleh penghasilan sebagai kontribusi tambahan dalam penndapatan rumah tangga. | The existence of UMKM Getuk Goreng Sokaraja in Sokaraja Tengah Village has a good impact on the local community, namely the availability of jobs. The wages received by these workers certainly contribute to the needs of the family and determine the level of eligibility for life. This research aims to analyze the amount of income contribution of UMKM Getuk Goreng Sokaraja employees and analyze the life expectancy of UMKM Getuk Goreng Sokaraja employees. The data used in this study are primary and secondary and use cross-tabulation analysis techniques. The results showed that the contribution of income of UMKM Getuk Goreng Sokaraja to the income of large families. This was shown that 63.3% of respondents had a contribution of ≥50% to family income. The level of viability of UMKM Getuk Goreng Sokaraja is categorized as still below the KHL level of Banyumas Regency. This is shown that 96.67% have income below KHL. Some things that can be considered in increasing the contribution of income to household needs need to have a side job to get increased income from other sources, as well as the need to improve the wage system, namely calculating the number of hours worked during the month multiplied by the hourly work wage. This is certainly very effective if applied because employees will get monthly income in accordance with the working hours carried out. In overcoming the unfitness of life, the need to increase household income by obtaining through family members who are already classified as productive age or worthy of work or work to have a business, in order to earn income as an additional contribution in household income. | |
| 32139 | 35247 | E1A017377 | PENERAPAN PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA PT BPR GUNUNG SIMPING ARTHA PURWOKERTO | Bank merupakan lembaga keuangan yang mempunyai nilai startegis dalam kehidupan perekonomian suatu negara. Prinsip Good Corporare Governance diterapkan sebagai landasan operasional perbankan dalam rangka penyehatan pengelolaan dan penyelesaian masalah dalam perbankan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerapan Prinsip Good Corporate Governance pada PT. BPR Gunung Simping Artha Purwokerto. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode yuridis normatif dengan analisis secara normatif kualitatif. Spesifikasi penelitian menggunakan penelitian deskriptif-analitis, metode pengumpulan data dengan menggunakan data sekunder melalui studi kepustakaan dan data primer melalui wawancara di PT BPR Gunung Simping Artha Purwokerto, dengan menggunakan metode pengkajian data dalam bentuk teks naratif dan disusun secara sistematis. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa PT. BPR Gunung Simping Artha Purwokerto telah menerapkan kelima prinsip Good Corporate Governance, yaitu prinsip keterbukaan, akuntabilitas, pertanggungjawaban, independensi, dan kewajaran dengan baik sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 4/POJK.03/2015 Tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Perkreditan Rakyat. | Banks are financial institutions that have strategic value in the economic life of a country. The principles of Good Corporate Governance are applied as the operational basis of banking in the context of health management and problem-solving in banking. This research was conducted to find out how the implementation of the principles of Good Corporate Governance at PT BPR Gunung Simping Artha Purwokerto. This research was conducted using a normative juridical method with a qualitative normative analysis. The research specification uses descriptiveanalytical research, data collection methods using secondary data through library research and primary data through interviews at PT BPR Gunung Simping Artha Purwokerto, with the data assessment method in the form of narrative text and arranged systematically. Based on the research results, PT BPR Gunung Simping Artha Purwokerto has implemented the five principles of Good Corporate Governance, that is the principle of transparency, accountability, responsibility, independence, and fairness properly in accordance with Financial Services Authority Regulation number 4/POJK.03/2015 the Implementation of Good Corporate Governance in Rural Bank. | |
| 32140 | 35265 | F1C017059 | Pemberitaan Media Daring Tentang Transpuan (Analisis Framing di Tirto.id) | Media sebagai sarana penyaluran berita bukanlah sebuah saluran yang bebas, melainkan menjadi subjek yang mengonstruksi realitas terkait pandangan, bias, dan keberpihakannya (Eriyanto, 2015:26). Representasi transpuan di media sebagian besar masih dirancang untuk memperkuat stereotip mereka, antara lain: penggambaran transpuan sebagai psikosis, pekerja seks, objek yang menjijikkan, dan korban kekerasan (Solomon & Kurtz-Costes, 2017). Tirto.id merupakan salah satu media daring yang memfasilitasi topik transpuan. Riset Remotivi tahun 2020 menyatakan bahwa Tirto.id menduduki peringkat pertama sebagai media daring paling inklusif di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki dengan menganalisis delapan berita yang dimuat Tirto.id sepanjang tahun 2020. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa pembentukan konstruksi realitas Tirto.id sebagian besar dilakukan dengan pemilihan narasumber yang berasal dari kelompok transpuan itu sendiri dan organisasi yang mengadvokasi dukungan untuk kelompok LGBT. Selain itu, Tirto.id cenderung membentuk frame favorable pada pemberitaannya tentang transpuan berdasarkan perspektif hak asasi manusia. | Media as a news distribution place is not an open space, but media is a subject that constructs reality related to its viewpoint, biases, and alignments (Eriyanto, 2015: 26). Transwomen representation in media mostly designed to reinforce their stereotypes likes the depiction of transwomen as psychoses, sex workers, disgusting objects, and victims of violence (Solomon & Kurtz-Costes, 2017). Tirto.id is one of the online media that facilitates the topic of trans women. Remotivi's 2020 research stated that Tirto.id was ranked first as the most inclusive online media in Indonesia. This study uses the Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki framing analysis method by analyzing eight news stories published by Tirto.id throughout 2020. The results of this study conclude that the formation of the real construction of Tirto.id is mostly done by selecting sources from the trans women group and organizations that support LGBT groups. Moreover, Tirto.id tends to form favorable frames in its coverage of women based on the perspective of human rights. |