Artikelilmiahs

Menampilkan 2.981-3.000 dari 48.733 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
298112761G1D011060PERBEDAAN KECEMASAN KELUARGA PASIEN GANGGUAN JIWA SAAT PASIEN RAWAT INAP DAN MENJELANG PULANG DI RSUD BANYUMAS
Latar belakang: Gangguan jiwa merupakan penyakit mental dimana keluarga memiliki peranan yang besar pada proses penyembuhan. Namun ketika pasien melakukan perawatan, keluarga dapat mengalami masalah seperti kecemasan. Kecemasan terjadi pada keluarga saat pasien menjalani rawat inap dan saat pasien menjelang pulang dari Instalasi Pelayanan Kesehatan Jiwa Terpadu.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan skor kecemasan keluarga saat pasien gangguan jiwa menjalani rawat inap dengan saat pasien menjelang pulang dari Instalasi Pelayanan Kesehatan Jiwa Terpadu.
Metode: Penelitian ini menggunakan non eksperimental dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dalam periode 30 Maret-30 April 2015 di RSUD Banyumas dan diperoleh 32 keluarga. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner HARS yang telah dimodifikasi. Analisis data menggunakan uji t berpasangan.
Hasil: Rerata skor kecemasan keluarga saat pasien menjalani rawat inap adalah 20, sedangkan rerata skor kecemasan keluarga saat pasien menjelang pulang adalah 15,18. Hasil uji t berpasangan antara skor kecemasan keluarga saat pasien menjalani rawat inap dan menjelang pulang diperoleh nilai p=0,000 (p < 0,05).
Kesimpulan: Ada perbedaan skor kecemasan keluarga pasien gangguan jiwa, dimana skor kecemasan keluarga saat pasien gangguan jiwa menjalani rawat inap lebih besar dibandingkan dengan skor kecemasan keluarga saat pasien menjelang pulang dari Instalasi Pelayanan Kesehatan Jiwa Terpadu.
Background: Mental disorder is a mental illness which families have a significant role in the healing process. However when patient care, the family has problems such as anxiety. Anxiety occurs in families when the patient is hospitalized and patient ahead to home from Installation of Integrated Mental Health Service .
Objective: This study aimed to identify differences in anxiety scores when mental disorder patient hospitalized with when patient ahead to home from Installation of Integrated Mental Health Service.
Methods: The study used a non-experimental with cross sectional design. Sampling using consecutive sampling during the period March 30 until April 30, 2015 in Banyumas General Hospital gained 32 families. The instrument of this study using a HARS questionnaires has been modified. Analysis of data using paired t test.
Result: The average anxiety score family patient’s when patients hospitalized was 20, While the average family anxiety score ahead to home 15,18. The result using paired t-test between family anxiety scores when patients hospitalized and ahead to home obtained by the value of p = 0.000 (p <0.05).
Conclusion: There is a difference in the score anxiety the patient 's family of a mental disorder, where a score of family anxiety when patients hospitalized larger than the score when family anxiety patients ahead to home from Installation Of Integrated Mental Health Services.
298212762G1D011014PERBEDAAN KONSEP DIRI PADA PRIA YANG BERLATIH FITNES DAN KARATE DI PURWOKERTOKonsep diri memiliki peran penting untuk menentukan dan mengarahkan kepribadian serta perilaku seseorang. Oleh karena itu seseorang perlu memiliki konsep diri yang positif agar dapat berkembang secara optimal. Konsep diri seseorang dapat ditingkatkan dengan aktivitas olahraga seperti fitnes dan karate.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan konsep diri pada pria yang berlatih fitnes dan karate.
Metode: Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif komparatif dengan pendekatan cross sectional. Sedangkan teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu consecutive sampling yang didapatkan 64 responden. Data yang didapat dianalisis secara statistik menggunakan uji Fisher.
Hasil: Hasil uji Fisher pada komponen citra tubuh diperoleh nilai p = 0,026, identitas diri diperoleh p = 1,000, peran diperoleh p = 1,000, ideal diri diperoleh p = 0,113, dan harga diri diperoleh p = 0,613.
Kesimpulan: Terdapat perbedaan citra tubuh pada pria yang berlatih fitnes dan karate. Sedangkan komponen identitas diri, peran, ideal diri, dan harga diri menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara pria yang berlatih fitnes dan karate.
Background: Self-concept have important effect to determine and direct personality and behavior. Therefore, people needs to have a positive self-concept to develop optimally. Self-concept could be improved with exercise such as fitness and karate.
Objective: This study aims to know any different self-concept in men practicing fitness and karate.
Method: This study used comparative quantitative research with cross sectional approach. Sample collection technique used consecutive sampling method of obtained 64 respondents. Data obtained analyzed by Fisher test.
Results: The results of Fisher test showed p = 0,026 for body image, p = 1,000 for self-identity, p = 1,000 for role, p = 0,113 for self-ideal, and p = 0,613 for self-esteem.
Conclusion: There is a difference in the body image between man who practice fitness and karate. The other components such as self-identity, role, self- ideal, and self-esteem showed there are no differences between men who practice fitness and karate.
298312759G1D011051PENGARUH BERMAIN MONOPOLI MODIFIKASI TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF DAN SOSIALISASI PADA ANAK RETARDASI MENTAL DI SLB C YAKUT PURWOKERTOLatar Belakang: Anak dengan retardasi mental umumnya mengalami permasalahan pada kemampuan kognitif dan sosialisasi. Salah satu terapi yang dapat diterapkan adalah terapi bermain monopoli yang bermanfaat untuk meningkatkan interaksi sosial, mengasah keterampilan, dan menguji kecerdasan individu.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bermain monopoli modifikasi terhadap kemampuan kognitif dan sosialisasi pada anak retardasi mental.
Metode: Penelitian ini menggunakan pre-experiment dengan rancangan one group pre test post test pada hari pertama, kedua, dan ketiga. Data yang terkumpul dianalisa secara statistik dengan menggunakan uji non parametrik Friedman.
Hasil: Jenis terapi bermain monopoli modifikasi pada penelitian yang dilakukan terhadap anak retardasi mental ringan sampai sedang didapatkan hasil meningkatnya kemampuan kognitif dan sosialisasi pada hari kedua dan ketiga.
Kesimpulan: Permainan monopoli modifikasi pada anak retardasi mental memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan kognitif dan sosialisasi.
Background:Children with mental retardation generally have problem in cognitive and socialization abilities, one of the theraphy who can applied is play therapy with monopoly to increase social interaction, enhance motor skill, and examine personal intelligence
Aim:This studyaimed to know the effectof monopoly modification play to cognitive and socialization abilities of mental retarded children.
Method: This study used pre-experimentdesign with one grouppre test post test in first, second, and third days. That data have been collected then analyzed in a statistic using non parametric Friedmantest.
Result: Play therapy with monopoly modification in this study conducted mild to moderate mentally retarded and got the result of increasing the cognitive and socialization ability, especially in the second and third day of intervention.
Conclusion: Monopoly modification have significant effect for enhancing cognitive and socialization ability in children with mental retardation.
298412767H1I012008PENGARUH PADAT PENEBARAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) YANG DI PELIHARA DENGAN SISTEM BIOFLOK TERDADAP PERTUMBUHAN, DAN INDEKS HEPATOSOMATIKPenelitian ini berjudul “Pengaruh Padat Penebaran Lele Dumbo (Clarias gariepinus) yang Dipelihara dengan Sistem Bioflok Terhadap Pertumbuhan, Dan Indeks Hepatosomatik”. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu dengan padat tebar berbeda yaitu 500 ekor, 750 ekor, dan 1000 ekor. Ikan diberi pakan 3% dari bobot biomassa. Hasil pertumbuhan mutlak, dan indeks hepatosomatik berkisar antara 12,069±5,494 g - 19,452±5,391 g; dan 1.161±0,253% - 2.361±0.578%. Hasil ANOVA menunjukkan adanya pengaruh dari perbedaan padat tebar terhadap pertumbuhan mutlak, dan indeks hepatosomatik ikan Lele Dumbo. Parameter kualitas air yang diamati berada dalam kisaran yang optimal untuk pemeliharaan ikan Lele Dumbo.This study is entitled “The Effect of African Catfish (Clarias gariepinus) Stocking Density which are raised by using the Biofloc System towards the Growth, and Hepatosomatic Index”. The treatment used in this study was by varying the fish density into three groups, 500 fish, 750 fish, and 1000 fish. The fish were fed 3% of the weight of the biomass. The observed variables include the absolute growth, and the hepatosomatic index result ranged between 12,069±5,494 g - 19,452±5,391 g; and 1.161±0,253% - 2.361±0.578%. ANOVA results shows that there’s an effect from varying fish stocking density on the Catfish absolute growth, and hepatosomatic index. The observed water quality parameters were optimal range for raising Catfish.
298512768F1F010028THE SYNTACTIC ANALYSIS OF COMPOUND ADJECTIVE AS PRE-MODIFIER IN CONAN DOYLE’S SHERLOCK HOLMES, A STUDY IN SCARLET”
ABSTRAK

Wirawan,Ardi. (2015). Analisis Sintaksis dari compound adjective sebagai pre-modifier di karya Conan Doyle berjudul Sherlock Holmes, A Study in Scarlet. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, fakultas ilmu budaya, Jenderal Soedirman University. Supervisors: R.Pujo Handoyo,S.S, M. Hum., Erna Wardani, S.Pd., M.Hum, and Muhammad Ahsanu, S.Pd. M.Sc. M.Hum.

Kata Kunci : Compound Adjective, Pre-modifier, Sherlock Holmes, A Study in Scarlet

Penelitian ini ini berjudul “Syntactic Analysis of Compound Adjective as Pre-Modifier in Conan Doyle’s Sherlock Holmes, A Study in Scarlet.” Teori utama yang digunakan diambil dari Quirk dkk. (1985), Lockwood (2002), dan Radford (2004), A Study in Scarlet dan rumus compound adjective sebagai pre-modifier. Penelitian ini menggunakan analisis sintaksis dan teori-teori lainnya. Selanjutnya, analisis tersebut disusun dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Ada beberapa tahapan dalam menganalisis novel. Pertama, peneliti membaca novel untuk mengidentifikasi data. Kedua, peneliti mengklasifikasikan frasa yang memiliki compound adjective sebagai pre-modifier. Ketiga, peneliti menganalisa data. Terakhir, peneliti berusaha untuk merangkum data sesuai dengan persentase data, kemudian menyimpulkannya berdasarkan data tersebut.
Dalam penelitian ini, ada 81 Noun Phrase dengan 87 Compound Adjective sebagai pre-modifier. Susunan Compound Adjective menurut klasifikasi Levy dibagi menjadi 14 kategori, namun beberapa dari klasifikasi tersebut tidak ditemukan dalam data yang ada pada novel Sherlock Holmes, A Study in Scarlet karya Conan Doyle. Ada 6 kategori data yang tidak tersedia yaitu Adverb + Adjective, Participle +Adverb, Adjective + Adjective, Verb + Verb, Verb + Adverb, dan Verb + Noun. Maka, beberapa penemuan yang tidak ditemukan dalam Klasifikasi Levy ditandai sebagai temuan lain. Temuan lain mempunyai 11 data yaitu Adv + Preposition + Determiner + Noun, Number + N-ed, Noun + N-ed, Number + Number, Noun + Noun, Noun + Preposition, Adjective + Adverb, Participle + Preposition, Number + Adjective, Noun + Adverb, dan Prefix + Adj. Maka, kemampuan pre-modifier adalah untuk memodifikasi noun phrase dengan mengikuti pre-modifier yang mampu untuk meminimalisir struktur kalimat yang kompleks, dan selanjutnya pre-modifier memiliki kemampuan untuk mengukur arti kalimat dan untuk mencegah adanya ambiguitas.
ABSTRACT

Wirawan,Ardi. (2015). Syntactic analysis of compound adjective as pre-modifier in Conan Doyle’s Sherlock Holmes, A Study in Scarlet. A Thesis. English Departement Study Program., Faculty of Humanities, Jenderal Soedirman University. Supervisors: R.Pujo Handoyo,S.S, M. Hum., Erna Wardani, S.Pd., M.Hum, and Muhammad Ahsanu, S.Pd. M.Sc. M.Hum.

Keywords : Compound Adjective, Pre-modifier, Sherlock Holmes, A Study in Scarlet

The research is entitled “Syntactic Analysis of Compound Adjective as Pre-Modifier in Conan Doyle’s Sherlock Holmes, A Study in Scarlet.” Main theories are from Quirk et.al (1985), Lockwood (2002), and Radford (2004), A Study in Scarlet and construction of compound adjective as pre-modifier. This research uses syntactic analysis and theories. Furthermore, the analysis is arranged by using descriptive qualitative method.
There are several steps in analyzing this novel. First, the researcher reads the novel in order to identify the data. Second, the researcher classifies which phrase belonged to compound adjective as pre-modifier. Third, the researcher analyzes the data. Lastly, the researcher summarizes the data according to data percentage and it draws more conclusions based on it.
In this research, there are 81 Noun phrases with 87 Compound Adjectives as pre-modifiers. The compositions of Compound Adjective according to Levy’s classification (1998) are divided into 14 categories, but some of classification cannot find the available data in Conan Doyle’s Sherlock Holmes A Study in Scarlet. The unavailable obtained data have 6 categories such as Adverb + Adjective, Participle +Adverb, Adjective + Adjective, Verb + Verb, Verb + Adverb, and Verb + Noun. Then, several findings which are not found in Levy’s Clasification are labeled as other findings. Other findings have 11 data which are Adv + Preposition + Determiner + Noun, Number + N-ed, Noun + N-ed, Number + Number, Noun + Noun, Noun + Preposition, Adjective + Adverb, Participle + Preposition, Number + Adjective, Noun + Adverb, and Prefix + Adj. Then, the syntactic function of pre-modifier is to modify the noun phrase with the following pre-modifier serves to emphasize the meaning and then it measures the meaning of sentence and prohibits the ambiguity.









298612769G1G008013HUBUNGAN ANTARA FASE PENGOBATAN TUBERKULOSIS PARU ANAK PEREMPUAN USIA 6-10 TAHUN DENGAN LAJU ALIRAN SALIVA DAN PERTUMBUHAN PLAK
(Kajian di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto)
ABSTRAK
Pengobatan Tuberkulosis diberikan melalui dua fase, yaitu fase intensif dan fase lanjutan. Pada fase intensif diberikan bulan pertama dan kedua, sedangkan pada fase lanjutan diberikan bulan ketiga dan keenam. Obat anti tuberkulosis berpengaruh terhadap sistem saraf kelenjar saliva. Pertumbuhan plak akan meningkat seiring dengan penurunan laju aliran saliva. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya hubungan antara fase pengobatan tuberkulosis paru anak perempuan usia 6-10 tahun dengan laju aliran saliva dan pertumbuhan plak.
Penelitian observasional klinis dengan desain cross sectional pada 30 anak perempuan penderita tuberkulosis paru yang berusia 6-10 tahun yang diambil secara accidental sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Subyek penelitian dilakukan pengambilan saliva yang ditampung digelas ukur dengan pengambilan saliva tanpa rangsangan selama 5 menit, kemudian dihitung laju aliran saliva, dan perhitungan skor plak untuk mengetahui pertumbuhan plak.
Hasil analisis anova menunjukan perbedaan secara bermakna terhadap laju aliran saliva dan skor plak pada kelompok kontrol, intensif dan lanjutan (p>0,05). Hasil analisis LSD menunjukan perbedaan secara bermakna terhadap laju aliran saliva dan skor plak pada masing-masing kelompok. Korelasi pearson menunjukan hubungan berbanding terbalik antara laju aliran saliva dan skor plak (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa fase pengobatan tuberkulosis paru berpengaruh menurunkan laju aliran saliva yang diikuti dengan meningkatnya pertumbuhan plak pada anak perempuan usia 6-10 tahun.

Kata Kunci: Tuberkulosis paru, Laju aliran saliva, Petumbuhan Plak.
ABSTRACT
Medication for lung tuberculosis is given within two phase, intensive phase and continued phase. Its medication will affect the nervous system of salivary glands. It affect accumulation of dental plaque will increase in a row and decrease the saliva secretion. The aim of this study was to investigate the effect of medication phase for lung tuberculosis to saliva flow rate and plaque growth.
The clinical observation study with cross-sectional approach was perfomed to 30 girls with lung tuberculosis aged 6-10 years old. The subjects were accidental sampling according to the criteria of inclusion and eclusion. The done of salivary flow was taken by pooled the saliva of each patient in to plastic glass for 5 minutes without induction to measure the saliva flow rate with syringe and plaque growth was taken by plaque scoring.
Statistical analysis was performed with anova, showed significant difference of the saliva flow rate and phase score at control, intensive phase and continued (p<0,05). LSD showed significant difference between the saliva flow rate and plaque score in all of each group phase. Pearson correlations showed that there was inversely propotional correlation between saliva flow rate and palque (p<0,05). The conclusion of this study was that the medication phase of lung tuberculosis may affect saliva flow rate and plaque growth, and the decrease of saliva flow rate would be followed by the decrease of plaque growth.

Keywords:Lung Tuberculosis, Saliva Flow Rate, Plaque Growth.
298712775G1F011071PEMBUATAN NANOSUSPENSI EKSTRAK PURWOCENG (pimpinella pruatjan molk) BERBASIS POLIMER KITOSAN SECARA GELASI IONIKPurwoceng (Pimpinella pruatjan Molk) merupakan tanaman yang terbukti memiliki kemampuan afrodisiak. Khasiatnya berhubungan dengan zat aktif yang dikandungnya berupa sitosterol, stigmasterol, serta saponin dari golongan triterpenoid. Sediaan yang sudah tersedia di pasaran dalam bentuk kapsul, sehingga perlu dilakukan diversifikasi sediaan yang sudah ada. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan nanosuspensi dari ekstrak purwoceng sebagai obat herbal serta untuk mengetahui pengaruh variasi polimer kitosan pada karakteristik nanosuspensi.
Pembuatan nanosuspensi dilakukan dengan metode gelasi ionik dengan menggunakan polimer kitosan dan crosslinker tripolifosfat. Evaluasi terhadap sediaan nanosuspensi ekstrak purwoceng meliputi evaluasi organoleptis, evaluasi pH, dan uji volume sedimentasi serta karakterisasi menggunakan Particle Size Analyzer (PSA) dan transmission electron microscopy (TEM).
Larutan paling optimal yang diperoleh dari hasil evaluasi stabilitas fisik adalah formula 5 yaitu konsentrasi purwoceng 0,866 mL dan kitosan 0,2% – TPP 0,1%. Hasil karakterisasi PSA formula 5 memiliki ukuran nanpartikel 132,4 nm (SD = 90,9). Dengan potensial zeta 1,30 mV dan polydispersity index (P.I) 0,324. Hasil karakterisasi TEM menunjukkan bahwa nanopartikel yang terbentuk bersifat relatif spheris dan cukup seragam. Hasil ini membuktikan bahwa kitosan dan ekstrak purwoceng dapat menghasilkan nanopartikel dengan bantuan zat pengikat silang tripolifosfat.
Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk) is a plant that has been proven to have aphrodisiac abilities. Its benefits are associated with the active substance on it that is contained of sitosterol, stigmasterol, and saponins from the triterpenoid group. Its availability on the market are in the form of capsules, so it need diversification of existing stocks. This research was aimed to make the preparation of nanosuspension of purwoceng extract as herbal remedies as well as to determine the effect of variations of the polymer chitosan in the characteristics of nanosuspension.
The making of nanosuspension used ionic gelation method by using chitosan polymer and crosslinker tripolyphosphate. The evaluation of nanosuspension purwoceng extract preparation included the organoleptic evaluation, pH evaluation, and sedimentation volume test and characterization by using the Particle Size Analyzer (PSA) and transmission electron microscopy (TEM).
The most optimal solution that was obtained from the evaluation of physical stability is the formula 5, there are the purwoceng concentration in 0.866 mL and chitosan in 0.2% - 0.1% TPP. The results of the characterization of PSA formula 5 has a size 132.4 nm. zeta potential 1.30 mV and polydispersity index (PI) 0.324. TEM characterization results showed that the nanoparticles formed is relatively spherical and quite similar. These results prove that the purwoceng chitosan and extracts can produce nanoparticles with crosslinking agents of tripolyphosphate.
298812810G1F011068EFEK ANTIDISLIPIDEMIA FRAKSI TIDAK LARUT KLOROFORM
EKSTRAK ETANOLIK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban)
PADA TIKUS TERINDUKSI DIET TINGGI KARBOHIDRAT TINGGI LEMAK
Ekstrak etanolik daun pegagan (Centella asiatica) pada tikus diabetes mellitus tipe 2 telah terbukti memiliki efek antidislipidemia. Kandungan flavonoid ekstrak daun pegagan mampu menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida, serta dapat meningkatkan kadar HDL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penurunan kadar kolesterol total dan trigliserida, serta peningkatan kadar HDL fraksi tidak larut kloroform (FTLK) ekstrak etanolik daun pegagan.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan pre and post test control group design. Uji in vivo dilakukan dengan membagi 25 ekor tikus menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif Na-CMC 0,5%, kontrol positif simvastatin 0,9 mg/kgBB/hari, dan tiga kelompok perlakuan FTLK dosis berulang 250, 500, 750 mg/KgBB. Tikus diinduksi diet tinggi karbohidrat tinggi lemak (TKTL) selama 77 hari dengan perlakuan sediaan uji selama 7 hari. Pada hari ke-0, 71, dan 78 dilakukan pengambilan darah dan pemeriksaan kadar kolesterol total, trigliserida, dan HDL. Persen penurunan kadar kolesterol total dan trigliserida serta peningkatan kadar HDL dianalisis statistik dengan ANOVA satu arah dan dilanjutkan uji LSD. Serta dilakukan uji Paired T-test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa FTLK terbukti mampu meningkatkan kadar HDL secara signifikan. Namun perlakuan FTLK pada semua dosis belum mampu menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida secara bermakna pada tikus yang diinduksi diet TKTL.
Ethanolic leaf extract of pegagan (Centella asiatica) in rats with type 2 diabetes mellitus has been shown to have an effect antidyslipidemia. Pegagan leaf extract flavonoid content could reduce level of total cholesterol and triglyceride, and also able to increase HDL level. This study aimed to determine the effect of a decrease in total cholesterol and triglyceride level and also the increase in HDL level in chloroform insoluble fraction (CIF) of pegagan leaf ethanolic extract.
This study was an experimental study using pre and post-test control group design. This In vivo test was done by divided 25 rats in 5 group, they are negative control group (Na-CMC 0,5%), simvastatin 0.9 mg/KgBW/day positive control group, and three CIF repeated doses of 250, 500, 750 mg/KgBW treatment groups. Rats induced with high-carbohydrate high-fat diet (HCHF) for 77 days with preparation test treatment for 7 days. On day 0, 71, and 78 blood is sampled and total cholesterol, triglycerides, and HDL are inspected. Percentage decrease in total cholesterol and triglycerides level and also the percentage increase in HDL level were analyzed statistically by one-way ANOVA followed by LSD. And also paired t-test is performed.
Result of the research showed that CIF proven to increase HDL level were significantly. However CIF treatment at all doses have not been able to reduce total cholesterol and triglyceride level significantly in rats induced HFHC diet.
298912770F1J011006Kecenderungan Menjadi Pelaku Ijime pada Anak Muda di JepangABSTRAK

Emba Liesta Singkali
Kecenderungan Menjadi Pelaku Ijime Pada Anak Muda di Jepang
Universitas Jenderal Soedirman
Jurusan Sastra Jepang
2015
Pembimbing Utama: Dr. Ely Triasih R, M.Hum
Pembimbing Pendamping I: Ita Fitriana, M.A
Penguji Pendamping II: Idah Hamidah, M.Hum

Pada saat ini bullying, sedang menjadi masalah yang serius di dunia terutama Jepang. Terdapat pelajar yang menjadi korban bullying di jenjang bangku sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Ijime memiliki arti menyakiti dengan cara mendiskriminasi atau mengganggu orang lain yang lebih lemah secara fisik ataupun mental secara semena-mena. Skripsi ini membahas bagaimana kecenderungan menjadi pelaku ijime pada anak muda di Jepang. Penelitian ini menggunakan teori kecenderungan menjadi pelaku bullying milik Olweus.Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan metode gabungan (Mixed Methods Research) yang merupakan pendekatan penelitian yang memadukan penjaringan dan analisis data kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan teknik kuesioner dan teknik pustaka. Responden merupakan 34 siswa sekolah menengah atas dan mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 55% dari ketigapuluh empat responden memiliki kecenderungan sebagai pelaku ijime. Terdapat remaja yang tanpa sadar melakukan ijime. Hikikomori dan Jisatsu memiliki keterkaitan dengan Ijime. Dalam penelitian ini juga ditemukan beberapa kasus yang melibatkan pengajar sebagai pelaku ijime serta latar belakang keluarga yang bermasalah juga mempengaruhi seseorang untuk menjadi pelaku ijime. Di Indonesia, korban Ijime seringkali mengandalkan orang dewasa untuk membantu permasalahan mereka, berbanding terbalik dengan di Jepang. Peranan orang dewasa sangatlah dibutuhkan. Jika terdapat banyak orang dewasa yang mengawasi, kesempatan untuk penyelesaian masalahpun akan meningkat serta semakin banyaknya orang yang bisa diajak konsultasi. Memberitahukan masalah pada banyak guru dan keluarga juga sangat membantu.
Kata kunci : Ijime, Remaja, Kekerasan di Sekolah, Kecenderungan, Bunuh Diri


ABSTRACT

Emba Liesta Singkali
2015
The Tendency to Become a Bully of Teenager in Japan
Jenderal Soedirman University
Japanese Literature
Adviser I: Dr. Ely Triasih R, M.Hum
Adviser II: Ita Fitriana, M.A
Examiner: Idah Hamidah, M.Hum

Nowadays, bullying is becoming a serious problem in the world, especially in Japan. There are some students who become victims of bullying in elementary school level until university level in Japan. The meaning of Ijime is hurting with discriminating or disturbing another person who has physically weak or mental arbitrarily. This research discusses about the tendency to become an ijime (Bully) of teenager in Japan.This research is using Olweus theory about a tendency to become a bully. This is a research that uses mixed methods research approach that combine the collection and analysis data of qualitative and quantitative with questioner and literature study technique. The respondents are 34 students of senior high school and university in Japan. The results of this research indicates that the 55% of 34 respondents have tendency to become bully. There are some adults that do an ijime unconsciously. Hikikomory and Jisatsu have a correlation with Ijime. This research also shows that there are some bully cases that is involving the teacher as bully. Family background problem is also the thing that stimulates someone to be a bully. In Indonesia, the victims of ijime usually ask for solving their problem to adults. It is different with the situation in Japan. Adult people is needed to solve ijime. If there are many adults that pay attention in ijime, the resolution of ijime will also increase and many people can be invited to consultation. Informing the ijime to the teachers and family are also the good way to solve ijime.
Key word : Ijime, Teenager, Violence in School, Tendency, Suicide

299012771G1B011037KEBUTUHAN JAMINAN KESEHATAN DAN JAMINAN KECELAKAAN KERJA SEBAGAI SOCIAL PROTECTION PADA PENDERES GULA KELAPA (Studi di Kecamatan Cilongok dan Somagede) BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan adalah suatu badan penyelenggara jaminan
sosial yang digunakan untuk melindungi kebutuhan masyarakat. Namun, kedua
badan penyelenggara ini belum memiliki fokus kepesertaan di sektor informal.
Tidak adanya pembayaran premi yang sesuai serta rendahnya pendapatan sektor
informal menjadi penyebab rendahnya kepesertaan sektor informal. Penderes gula
kelapa merupakan salah satu pekerja sektor informal yang membutuhkan
perlindungan sosial dari kedua badan penyelenggara tersebut. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan social protection pada
penderes gula kelapa di Kecamatan Cilongok dan Somagede Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, analisis data
dilakukan dengan konten analisis menggunakan MAXQDA dengan pendekatan 2

thematic network. Hasil analisis dari penelitian ini menghasilkan bahwa penderes
memiliki risiko kerja yang cukup tinggi sehingga membutuhkan jaminan kesehatan
maupun kecelakaan kerja. Bentuk jaminan yang diinginkan berupa adanya santunan
baik dari pemerintah maupun koperasi serta premi yang sesuai kemampuan. Salah
satu strategi pembayaran premi yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan
tabungan gula kelapa. Prinsip tabungan ini adalah dengan menyisihkan sebagian
hasil penjualan gula untuk pembayaran premi. Saran untuk penelitian ini adalah
untuk BPJS yaitu agar dapat menyediakan premi yang sesuai dengan kemampuan
sektor informal, bagi penderes yaitu dengan menerapkan sistem tabungan gula
kelapa untuk membayar premi.
BPJS Kesehatan and Ketenagakerjaan are insurers for providing social protection
for all Indonesian population. However, their coverages among informal sector
workers are limited. Inappropriate premium setting according to the low income of
the informal workers causes the low coverage for such workers. The project focused
on the palm sugar farmers in the sub-district of Cilongok and Somagede because a
substantial number of palm sugar farmers remain without any social protection.
This study was aimed at identifying social protection needs among palm sugar
farmers in the sub-district of Cilongok and Somagede. It was a qualitative
phenomenology research, and data analysis was carried out by using content
analysis with thematic network approach. The study results showed that palm sugar
farmers had high work risks that need social protection schemes. The schemes
should be provided by government with appropriate premium setting according to
the palm sugar farmer income. An innovative premium payment mechanism by
developing ‘palm sugar saving’ could be an alternative strategy for dealing with the
uncertainty income of the palm sugar farmers. It suggests that BPJS should
consider a premium collection that is appropriate with informal sector condition so
that the idea of ‘palm sugar saving’ could be implemented.
299112772F1J011037ANALISIS PSIKOLOGI TOKOH MASAMUNE TAKANO DALAM
ANIME SEKAIICHI HATSUKOI KARYA SHUNGIKU NAKAMURA
ABSTRAK
Dinda Annisa Anggraini
Analisis Psikologi Tokoh Masamune Takano dalam Anime Sekaiichi Hatsukoi
karya Shungiku Nakamura
Universitas Jenderal Soedirman
S1 Sastra Jepang
2015
Pembimbing Utama :Dr. Ely Triasih Rahayu, M.Hum
Penguji Pendamping I :Ita Fitriana, M.A
Penguji Pendamping II : Dr. Haryono, M.Pd
Penelitian ini berjudul “Analisis Psikologi Tokoh Masamune dalam Anime
Sekaiichi Hatsukoi karya Shungiku Nakamura. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan unsur intrinsik anime dan menganalisis psikologi tokoh
Masamune pada anime Sekaiichi Hatsukoi. Metode yang digunakan ialah metode
deskriptif dengan pendekatan psikologi sastra. Penelitian ini menganalisis tokoh
Masamune yang ada pada Anime Sekaiichi Hatsukoi karya Shungiku Nakamura.
Teknik pengumpulan data dengan menonton, mencari dan mencatat data yang
digunakan. Teknik analisis data dengan cara mendeskripsikan unsur intrinsik dan
menganalisi tokoh Masamune dalam Anime Sekaiichi Hatsukoi karya Shungiku
Nakamura. Analisis tokoh Masamune dalam Anime Sekaiichi Hatsukoi karya
Shungiku Nakamura ialah Masamune menemukan kasih sayang yang selalu ia
dambakan namun konflik batin muncul karena pemberi kasih sayang itu adalah
seorang lelaki. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konflik
batin Masamune merupakan faktor kepribadian yaitu adanya pertentangan antara
id dan super ego. Id berisi naluri dan hawa nafsu buta sedangkan super ego berisi
larangan atau perintah dari personal, keluarga, dan masyarakat termasuk di
dalamnya norma dan agama.
ABSTRACT
Dinda Annisa Anggraini
An Analysis of Masamune Takano’s Psychology in Anime Sekaiichi Hatsukoi by
Shungiku Nakamura
Jenderal Soedirman University
Japanese Literature
2015
Superviser 1: Dr. Ely Triasih Rahayu, M.Hum
Superviser 2: Ita Fitriana, M.A
Examiner : Dr. Haryono, M.Pd
The purposes of the research are to describe the intrinsic element and to analyze the
psychological aspect of Masamune in Sekaiichi Hatsukoi by Shungiku Nakamura.
The method of the research is descriptive method with psychological criticism
approach. The techniques of data collection are watching, finding, and noting data
which are used. The techniques of data analysis are to describe the intrinsic element
and to analyze the psychological aspect of Masamune in Sekaiichi Hatsukoi by
Shungiku Nakamura. There are id and Super ego in every human’s mind. Id consists
of instinct and uncontrollable desire while super ego consists of prohibition and
command that comes from individual, family, society and religion.The result of this
study showed that Masamune was afraid and confused because he got an affection
from a man. His id and super ego were in contradiction. His id won but the super
ego was still there. The result is Masamune and his lover have a platonic
relationship.
299212773F1J011007MENTALITAS KAUM SAMURAI DALAM KOMIK GINTAMA
KARYA SORACHI HIDEAKI
(SEBUAH KAJIAN POSKOLONIALISME)
ABSTRAK
Husni Ramadhan
Mentalitas Kaum Samurai dalam Komik Gintama karya
Sorachi Hideaki (sebuah kajian poskolonialisme)
Universitas Jenderal Soedirman
S1 Sastra Jepang
2015
Pembimbing Utama : Dr. Haryono, M.Pd
Pembimbing Pendamping : Ita Fitriana, M.A
Penguji Pendamping : Dr. Ely Triasih R., M.Hum.

Penelitian ini berjudul “Mentalitas Kaum Samurai dalam Komik Gintama Karya
Sorachi Hideaki (Sebuah Kajian Poskolonialisme)”. Tujuan dari penelitian ini adalah
mendekripsikan dampak peperangan pada mentalitas bangsa penjajah maupun
terjajah, serta mendeskripsikan pengaruh mentalitas yang timbul akibat degradasi
kasta yang dialami kaum samurai dalam komik Gintama. Teori yang digunakan
adalah poskolonialisme dengan mengerucut pada konsep subaltern. Metode yang
digunakan adalah mixed method (metode campuran).
Hasil dari penelitian ini adalah; (1). perang menimbulkan pengaruh mental karena
adanya pemaksaan kehendak antara pihak yang berseteru, jika kehendak tersebut
beradu maka menang atau kalah bukanlah soal, karena keduanya akan mendapat
dampak negatif terhadap mentalitas mereka (2). pengaruh mentalitas akibat
degradasi kasta pada kaum Samurai menimbulkan sikap pemberontakan, apatisme,
dan juga ketundukan pada Amanto, sikap tersebut lahir berdasarkan nilai 武士道
bushidou ‘Jalan Samurai’ yang mereka miliki.
Kesimpulan dari Penelitian ini, Lewat komik Gintama, Sorachi seolah memberi
gambaran bahwa mental bushidou dapat dimiliki setiap orang yang hidup tanpa
penyesalan dengan jalannya masing-masing.
ABSTRACT
Husni Ramadhan
The Mentality of The Samurai in the Sorachi Hideaki’s work the Gintama Comic
(Poscolonialism study)
Jenderal Soedirman University
Japanese Literature
2015
Adviser I : Dr. Haryono, M.Pd
Adviser II : Ita Fitriana, M.A
Examiner : Dr. Ely Triasih R., M.Hum.

This study entitled “The Mentality of The Samurai in the Sorachi Hideaki’s work
the Gintama Comic (Poscolonialism study)”. The purposes of the research are to
describe the impact of the colonialists and the colonialized mentality, and then also
to describe mentality of samurais who became subaltern cause of caste degradation
in the Gintama comic. The theory used in this study is the Post-colonialism with the
subaltern concept. The method used in this study is mixed method.
The result of this study is:1. The war always created the mental damage. In the war
The conflict of strong will between the both is always exists. And even if the wills
are clashed, win or lose its doesn’t matter, because it will bring a negative influence
on the mentality on the both sides. 2. The caste degradation make the samurai have
a rebellious or apathetic or obedient to Amanto’s command. However those nature
are based on the bushido, “way of the samurai”.
The conclusion of this study is, in the Gintama comic, Sorachi seems to give an
image that the spirit of bushido can be owned by anybody who lives without regret
in their own ways.
299312774G1F011043IDENTIFIKASI SENYAWA ANTIFUNGI Trichophyton mentagropytes PADA EKSTRAK ETANOLIK BATANG BROTOWALI (Tinospora crispa)Tinea corporis (kurap) merupakan penyakit kulit yang biasa terjadi di negara tropis. Yang disebabkan oleh fungi Trichophyton mentagrophytes. Batang brotowali (Tinospora crispa) mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, glikosida yang memiliki aktivitas sebagai antifungi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa dalam ekstrak etanolik batang brotowali (T. crispa) yang memiliki aktivitas antifungi terhadap T. mentagrophytes. Penelitian merupakan penelitian eksplorasi dengan ekstraksi menggunakan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Selanjutnya uji aktivitas antifungi dilakukan dengan metode difusi Kirby-bauer dengan mengukur diameter zona jernih. Identifikasi golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak etanolik dengan gas chromatography¬-mass spectrometri (GCMS) dan fourier transform infrared spectroscopy (FTIR). Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk identifikasi senyawa aktif sedangkan uji aktivitas antifungi dianalisis dengan uji ANOVA dilanjutkan uji Tukey HSD dengan taraf kepercayaan 95%. Ekstrak etanol dari batang T. crispa memiliki aktivitas antifungi terhadap T. mentagrophytes dengan nilai KHM 3 ppm. Identifikasi senyawa kimia dari ekstrak etanol dengan FTIR diketahui gugus O-H, C≡C, N-H, CH2 dan CH3 serta diketahui 10 senyawa hasil GC pada ekstrak etanol batang T. crispa dengan 4 senyawa yang memiliki persen area dan indeks similaritas terbesar yaitu (klorometil) benzena, dimetil pentadesilamin, asam palmitat dan metil linoleat.Tinea corporis (ringworm) is a skin disease that is common in tropical countries. Which is caused by the fungus Trichophyton mentagrophytes. Brotowali (Tinospora crispa) contains flavonoids, alkaloids, glycosides which have activity as an antifungal. This study aims to determine the compound in the ethanolic extract brotowali (T. crispa) which have antifungal activity against T. mentagrophytes. The research is exploratory research with extraction with maceration method using ethanol 70%. Furthermore antifungal activity test performed by Kirby-bauer diffusion method by measuring the diameter of the clear zone. The identification of classes compounds contained in the extract ethanolic was performed with gas chromatography mass spectrometry (GCMS) and Fourier transform infrared spectroscopy (FTIR). The data were analyzed descriptive qualitatively identification to identify class of active compounds while antifungal activity test was analyzed by ANOVA followed by Tukey HSD test level of 95%. The ethanol extract of T. crispa stems have antifungal activity against T. mentagrophytes with MIC 3 ppm. Identification of chemical functional group from ethanol extract with FTIR known OH groups, C≡C, NH, CH2 and CH3 compounds and 10 known GC results on the ethanol extract of T. crispa stem with 4 compound which has the largest percent area and the similarity index are (chloromethyl) benzene, dimethyl pentadecylamine, palmitate acid and methyl linoleic.
299412781G1F011062Analisis Kepuasan Perawat Terhadap Peran Apoteker Di RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo PurwokertoKualitas dan kuantitas kolaborasi antara perawat dan apoteker dalam pelayanan kesehatan berhubungan dengan penilaian kepuasan antara perawat dan apoteker yang melakukan kolaborasi. Kepuasan perawat dapat dilihat dengan membandingan antara harapan dan kenyataan atas kinerja apoteker. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kepuasan perawat terhadap peran apoteker di RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Penelitian dilakukan dengan metode cross sectional, dan pengambilan sampel secara accidental sampling. Jumlah sampel sebanyak 92 perawat di bangsal IRNA dan IRI. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner harapan dan kenyataan perawat terhadap peran apoteker yang valid dan dinyatakan reliabel. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat,analisis gap dan uji paired t test antara skor kenyataan dan harapan.
Hasil penelitian menunjukkan karakteristik perawat mayoritas perempuan (63,0%), usia 22-48 tahun (73,9%) memiliki pendidikan D3 keperawatan (69,6%) ,telah bekerja selama 1- 8 tahun (44,6%) dan tidak mengajar (91,3%). Skor rata-rata harapan adalah 3,70 termasuk klasifikasi tinggi dan skor rata-rata kenyataan sebanyak 2,73 termasuk klasifikasi sedang. Secara keseluruhan hasil gap menunjukkan perawat tidak puas terhadap peran apoteker dan termasuk klasifikasi kepuasan rendah (-0,97). Analisis paired t test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p value <0,001) antara harapan dan kenyataan. Sehingga dapat disimpulkan perawat tidak puas terhadap peran apoteker.
Quantity and quality of the collaboration between nurses and pharmacists in medical services have a relationship with the assessment of satisfaction between nurses and pharmacists who do the collaboration. Nurses’ satisfactions can be seen by comparing the expectations and realities of the pharmacists’ performances. The aim of this research was to determine the nurses’ satisfactions toward pharmacists’ performances in Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Region General Hospital.
This research was conducted by applying cross sectional method. The sample was taken by accidental sampling. The number of samples was 92 nurses in IRNA and IRI rooms. Data collection instruments used questionnaires which have been validated and declared reliable about nurses’ expectations and realities toward pharmacists’ performances. This research used variant analysis, gap analysis, and paired t test.
The result showed that the characteristics of nurses in this research are mostly women (63,0%), age 22-48 year-old (73,9%), graduated from Nursing Diploma (69,6%), 1-8 years of work experiences (44,6%) and those who do not teach (91,3%).. The average value of expectation 3,70 belonged to the classification of high expectation and the average value of reality was 2,73 belonged to the middle classification. Overall, the result of gap showed that the nurses were not satisfied toward the pharmacists’ performances and belonged to the classification of low satisfaction (-0,97). Paired t test got p value <0,001 showed a significance between expectation and reality. As a result, it can be concluded that nurses were not satisfied differences with the pharmacists’ performances.
299512776F1F008040STRATEGIES OF TRANSLATING IDIOMATIC EXPRESSION IN THE BIG HEROES 6 MOVIEABSTRAK
Sidiq, Fachrul. 2015. Strategies of Translating Idiomatic Expression in “The Big Heroes 6” Movie. Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris. Jurusan Bahasa Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Dibimbing oleh: R. Pujo Handoyo, S.S., M.Hum, Kristianto Setiawan, S.S., M.A. Diuji oleh Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum.

Key words: Strategi Penerjemahan, tipe-tipe idiom, Animasi, Film The Big Heroes 6.

Penelitian ini berjudul Strategies of Translating Idiomatic Expression in “The Big Heroes 6” Movie. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis idiom yang ada dalam dialog film tersebut berdasarkan tipologi dari Fernando, dan untuk mengetahui strategi penerjemahan yang digunakan oleh penerjemah dalam menerjemahkan idiom-idiom di film tersebut berdasarkan teori dari Baker.
Peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode total sampling untuk memperoleh data yang relevan. Sumber data yang digunakan berupa subtitle berbahasa Inggris dan Bahasa Indonesia dari film The Big Heroes 6. 25 sampel data diperoleh dari sumber data. Data-data yang diperoleh berupa ungkapan idiom dalam film tersebut.
Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis dari 25 data, 9 data termasuk pure idiom (36%), 11 data (44%) termasuk semi-idiom, dan 5 data (20%) merupakan literal idiom. Hasil analisis dari penerjemahan idiom menunjukkan bahwa 19 dari 25 data (76%) menggunakan strategi penerjemahan paraphrase, sedangkan strategi penerjemahan using an idiom with similar meaning and form digunakan pada 1 dari 25 data (4%), strategi using an idiom with similar meaning different from digunakan sebanyak 4 kali (16%), sedangkan strategi omission of entire idiom digunakan sebanyak 1 kali (4%).
Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa 3 tipe idiom ditemukan dalam dialog di film tersebut. Semi idiom merupakan tipe idiom yang paling banyak dijumpai. Empat strategi penerjemahan idiom diterapkan, yaitu menggunakan idiom dengan makna yang sama dehgan bentuk yang serupa, strategi penerjemahan menggunakan makna yang sama dengan bentuk yang berbeda, borrowing, parafrase, dan penghapusan keseluruhan idiom.
ABSTRACT
Sidiq, Fachrul. 2015. Strategies of Translating Idiomatic Expression in “The Big Heroes 6” Movie. English Language and Literature Study Program. English Department, Faculty of Humanities, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Supervised by: R. Pujo Handoyo, S.S., M.Hum, Kristianto Setiawan, S.S., M.A. Examined by: Asrofin Nur Kholifah, S. S., M.Hum

Key words: Translation strategy, Idiom types, Animation, The Big Heroes 6 Movie.

This research is entitled Strategies of Translating Idiomatic Expression in “The Big Heroes 6” Movie. This research is aimed at finding the Idiom types in the movie’s dialogues based on Fernando typology, and to identify the translation strategy used by the translator in translating the idioms in the movie based on Baker’s theory.
The researcher used a descriptive qualitative approach. To collect the relevant data, the researcher used total sampling. The data sources are the subtitle of The Big Heroes 6 Movie both in English and Bahasa Indonesia. There are 25 samples of the data. The data deal with the types of idiomatic expressions in the movie.
The research result analysis shows that among 25 data, 9 data belong to pure idiom (36%), 11 data (44%) belong to semi-idiom, and 5 data (20%) belong to literal idiom. The result analysis of the idioms translation also shows that 19 out of 25 data (76%) use paraphrase translation strategy, while using an idiom with similar meaning and form strategy is applied to 1 out of 25 samples of the data (4%), using an idiom with similar meaning but different form strategy is used 4 times (16%), and using omission of entire idiom is applied once (4%).
The researcher concluded that three types of idioms are found in the movie. Semi idiom occurred most frequently. Four strategies of idiomatic translation are applied excluding the use of borrowing, and omission of a play on idiom strategy. Paraphrase strategy is the most frequent strategy used to transfer the meaning of idioms in Source Language without equivalents in Target Language.
299612777H1D010077Analisis Dimensi Runway, Taxiway, dan Apron di Bandar Udara TNI-AU Wirasaba PurbalinggaBandar Udara TNI AU Wirasaba Purbalingga yang merupakan bandara perintis dalam wacana kedepannya akan dikembangkan menjadi bandara komersial. Hal ini menuntut pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk merencanakan penambahan dan pengembangan sarana yang ada, agar dapat melayani penumpang dan maskapai – maskapai penerbangan yang akan menggunakan Bandara Wirasaba. Pengembangan dan penambahan tersebut meliputi : pengembangan runway, penambahan dan pelebaran taxiway dan apron.
Penelitian dimulai dengan mengambil data primer yaitu temperatur di lokasi Bandara TNI-AU Wirasaba dan data skunder yaitu data mengenai bandara. Perhitungan panjang runway ditentukan oleh kondisi lokal seperti ketinggian, suhu, dan kemiringan dikalikan dengan ARFL pesawat rencana. Kemudian untuk penentuan dimensi taxiway didapatkan dari ketentuan yang sudah ditentukan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO). Sedangkan untuk penentuan dimensi apron digunakan konfigurasi parkir pesawat rencana untuk mengetahui luasan paling optimum. Pesawat rencana yang digunakan yaitu tipe ATR-72 dan tipe CN-235. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui panjang dan lebar runway, taxiway dan apron dalam rencana pengembangan bandara. Perhitungan disesuaikan dengan keadaan yang ada di lapangan.
Hasil dari penelitian yang didapat adalah panjang minimum runway yaitu 1515 m dan lebar runway nya 30 m serta bahunya runway nya 6 m, dengan ditambah stopway 60x30m, clearway 379x150m, dan RESA 90x78m pada ujung panjang runway sebagai daerah aman. Untuk taxiway perlu direncanakan taxiway yang sejajar runway untuk pergerakan pesawat dengan dimensi 1501x23m, untuk penghubung di exit taxiway perlu dibuat fillet taxiway dengan dimensi 45x26,5m dan holding bay sebagai pelengkap dengan jarak aman dari garis tengah fillet sebesar 75m. Sedangkan untuk dimensi apron sesuai konfigurasi parkir pesawat, didapatkan konfigurasi parkir paling optimum yaitu dengan asumsi 1 konfigurasi parkir pesawat nose in dengan dimensi 128,5x77m didapatkan luas apron 9894,5 m^2.

ABSTRACT
Air Force Airport Wirasaba Purbalingga which is the pioneer airports in the discourse of the future will be developed into a commercial airport. It demanded the Central Java provincial government should be planning the addition and development of existing facilities , in order to serve passengers and airlines that will use the service Wirasaba airport. Development and additions include: the development of runway , additions and widening taxiways and aprons.
The study began by taking the primary data that is the temperature at the site of Air Force service Wirasaba and secondary data , namely data on Airports. Calculation of runway length is determined by local conditions such as altitude , temperature , and the slope multiplied by plane ARFL plan. Then to determine the dimensions of taxiways obtained from provisions that have been defined by the International Civil Aviation Organization ( ICAO ). As for the determination of the configuration dimension used aircraft parking apron plan to determine the most optimum area. Development airport use aircraft plan type ATR-72 and CN-235. The purpose of this study was to determine the length and width of the runway, taxiway and apron in the service development plan.Calculation adapted to circumstances on the ground
Results of the study obtained is the minimum length of the runway is 1515 m and runway wide and runway sholder 6m with a plus stopway 60x30m , Clearway 379x150m , and RESA 90x78m in the end of runway. For taxiways need to be planned runway taxiway parallel to the movement of aircraft with dimensions 1501x23m , for connecting taxiways need to be made in exit taxiway fillets with dimensions 45x26,5m and holding bay as a complement to a safe distance from the center line of the fillet of 75m. As for the dimensions of corresponding configuration aircraft parking apron , parking most optimum configuration is obtained assuming that one plane nose -in parking configuration with dimensions obtained extensive 128,5x77m apron 9894.5 m^2
299712778G1D011048HUBUNGAN ANTARA PREMENSTRUAL SYNDROME DENGAN KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWI KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANAbstrak


Latar Belakang : Premenstrual syndrome merupakan kumpulan gejala fisik psikologis dan emosi yang biasanya terjadi 7-10 hari sebelum menstruasi. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa gejala premenstrual syndrome banyak ditemukan pada wanita usia reproduksi, termasuk salah satunya adalah dewasa muda usia 18/20-25 tahun. Berbagai gejala seperti cemas, lelah, susah konsentrasi, hilang energi, sakit kepala, sakit perut, dan gejala lainnya, termasuk kualitas tidur dapat ditemui pada wanita yang mengalami premenstrual syndrome.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara premenstrual syndrome dengan kualitas tidur pada mahasiswi Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman.
Metode : Metode penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini 41 mahasiswi. Uji analisis menggunakan Chi-Square.
Hasil : Hasil penelitian menunjukan mahasiswi yang mengalami prementrual syndrome sebanyak 31 mahasisiwi (75,6%), gejala yang paling banyak dirasakan adalah perubahan suasana hati sebanyak 40 mahasisiwi (97,6%), dan kualitas tidur buruk sebanyak 35 mahasiswi (85,4%). Hasil analisis statistik berdasarkan uji Fisher Exact Test. Diketahui nilai p = 0,024 dengan demikian nilai p ≤ 0,05.
Kesimpulan : Berdasarkan analisis statistik disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara premenstrual syndrome dengan kualitas tidur.

Abstract


Background : Premenstrual syndrome is a collection of psychological physical symptoms and emotional period that usually occurring in 7 to 10 days just before menstruation. Preliminary study shows that a symptom of premenstrual syndrome found a lot in women reproductive age , including one of which is young adults age 18/20-25 years. Various symptoms as anxious, tired, concentration is difficult to be, lost energy, headache, abdominal pain, and other symptoms, including the quality of having be found in a woman who had premenstrual syndrome.
Purpose : The aim of this research is to determine the relationship between premenstrual syndrome and sleep quality of female students of Nursing Department Health Sciences Faculty Jenderal Soedirman University.
Methods : This research use an observational analisysis with cross sectional approach. The samples were 41 female she students. Data were analyzet by Chi-Square.
Results : The results of research shows a student of that experienced prementrual syndrome as many as 31 mahasisiwi (75,6%), a symptom of the most widely perceived is mood changes as many as 40 mahasisiwi (97,6%) , and quality of sleep badly as many as 35 college student (85,4%). The analysis of statistics based on the fisher exact test . Known the value of p = 0,024 thus the value of p value ≤ 0,05.
Conclusion : Based on statistical analysis concluded that there is meaningful relationship between premenstrual syndrome with the quality of sleep .



Keywords : Premenstrual syndrome, sleep quality, college student
299812780G1A011021HUBUNGAN ANTARA KUALITAS TIDUR DENGAN DAYA INGAT JANGKA PENDEK PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANDaya ingat jangka pendek merupakan salah satu aspek kognitif yang sangat penting dalam proses belajar, khususnya mahasiswa kedokteran yang memiliki tuntutan akademik lebih berat dari jurusan lain. Beberapa faktor yang diduga berpengaruh terhadap daya ingat jangka pendek adalah daya konsentrasi, tekanan darah, kelelahan, gangguan neurologis, gangguan memori, nutrisi, usia, aktivitas fisik/olahraga, stress, genetic, dan kebiasaan merokok. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan daya ingat jangka pendek adalah kualitas tidur. Hal ini menjadi menarik karena kualitas tidur yang dimiliki oleh mahasiswa kedokteran cederung buruk, 84% mahasiswa kedokteran di Universitas Riau memiliki kualitas tidur yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan daya ingat jangka pendek pada mahasiswa kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 31 orang diambil menggunakan teknik cosecutive sampling. Data penelitian distratifikasi berdasarkan faktor perancu kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi spearman. Hasil analisis bivariat menunjukkan hasil bahwa hubungan kualitas tidur dengan daya ingat jangka pendek memiliki nilai p=0,654; p=0,381; p=0,333; p=0,833; dan p=0,529. Dapat disimpulkan bahwa kualitas tidur tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan daya ingat jangka pendek pada mahasiswa kedokteran Universitas Jenderal Soedirman.Short-term memory is one of the cognitive aspect that very important in the learning process, especially medical students who have greater academic demands than other majors. Several factors are thought to influence the short-term memory, such as attention, blood pressure, fatigue, neurological disorders, memory disorders, nutrition, age, physical activity/exercise, stress, genetic, and smoking habits. One factor that is allegedly associated with short-term memory is the sleep quality. This becomes interesting because medical students’ sleep quality is tend to be poor, 84% of medical students at the University of Riau have poor sleep quality. This study aims to investigate the correlation between sleep quality and short-term memory in medical students of Universitas Jenderal Soedirman. This study was an analytical observational with a cross sectional approach. Sampling method was cosecutive sampling with 31 subjects. Data were analyzed using Spearman correlation test. Results of bivariate analysis showed that correlation between sleep quality and short-term memory has value of p=0,654; p=0,381; p=0,333; p=0,833; and p=0,529. It can be concluded that the sleep quality had not a significant association with short-term memory in medical students of Universitas Jenderal Soedirman.
299912782G1A011119HUBUNGAN GANGGUAN TIDUR DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN PENYAKIT PARKINSON DI POLIKLINIK SARAF RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTOLatar Balakang : Parkinson di Indonesia menempati peringkat ke-12 di dunia dengan prevalensi mencapai 1100 kematian pada tahun 2002. Prevalensi terjadinya gangguan tidur pada pasien Parkinson cukup tinggi. Gangguan tidur sering ditemukan pada pasien dengan Parkinson dan hal ini berdampak negatif pada kualitas hidup.
Tujuan : Mengetahui hubungan antara gangguan tidur dengan kualitas hidup pada pasien Penyakit Parkinson.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Sampel yaitu pasien Parkinson yang terdaftar di poliklinik saraf Margono Purwokerto pada tahun 2011-2014, dengan metode consecutive sampling. Alat pengumpulan data menggunakan PDSS dan PDQ-39. Total sampel 53 sampel, setelah dilakukan eksklusi dengan MMSE dan Hamilton. Analisis data menggunakan uji Spearman dengan 80% CI.
Hasil : Analisis univariat didapatkan rerata skor gangguan tidur yaitu 124,00 dengan rerata skor kualitas hidupnya 25,00. Analisis bivariabel didapatkan korelasi yang sangat kuat dengan arah negatif antara gangguan tidur dan kualitas hidup (r= -0,867, p= 0,000).
Kesimpulan : Terdapat korelasi gangguan tidur dengan kualitas hidup yang bermakna pada pasien Penyakit Parkinson di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo tahun 2011-2014. Gangguan tidur berkorelasi sangat kuat dengan kualitas hidup pasien penyakit Parkinson.
Background : The Indonesia prevalence of Parkinson's disease ranks 12th in the world, with 1100 mortality in 2002. The prevalence of sleep disturbance among Parkinson’s patient is quiet high and negatively affect quality of life.
The Aim : To determine the correlation between sleep disturbance and parkison patient quality of life.
Method : The research method was cross sectional. The sample was Parkinson patient registered to Margono Soekarjo Hospital neurology clinic year of 2011-2014, with consecutive sampling method. The data collection tool used PDSS and PDQ-39. Total sample was 53, after exclusion with MMSE and Hamilton. Data analysis used Sperman test with 80% Confidence Interval.
Result : Univariable analysis revealed the mean score of sleep disturbance was 124,00 and mean score of quality of life was 25,00. Bivariable analysis revealed that there was strong correlation with negative direction between sleep disturbance and quality of life.
Summary : There was strong correlation between sleep disturbance amd Parkinson’s patient quality of life at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital year 2011-2014. The sleep disturbance had strong impact to quality of life for Parkinson’s patient.
300012785G1F011012FORMULASI GEL MINYAK KULIT KAYU MANIS (Cinnamomum burmanii Nees) DENGAN BASIS NATRIUM ALGINAT SEBAGAI SEDIAAN ANTINYAMUK
Indonesia adalah salah satu Negara yang kaya sumber daya alam dan memiliki iklim tropis. Terjadinya penyakit tropis lebih disebabkan oleh gigitan nyamuk. Kandungan eugenol pada kayu manis (Cinnamomum burmanii) dapat digunakan sebagai antinyamuk. Tujuan penelitian ini adalah membuat formulasi sediaan gel, mengetahui sifat fisik serta stabilitas fisik sediaan gel selama penyimpanan, dan mengetahui aktivitas antinyamuk sediaan gel minyak atsiri kulit kayu manis.
Formula sediaan gel dibuat dengan variasi kadar natrium alginat (5%, 8%, dan 10%) mengandung 1% minyak atsiri kulit kayu manis dievaluasi mengenai sifat fisik dan kestabilan fisik sediaan. Evaluasi sediaan gel meliputi pengukuran pH, viskositas, homogenitas, daya sebar, daya lekat, kestabilan, dan iritasi. Pengujian efektivitas antinyamuk sediaan gel dilakukan menggunakan metode replika. Analisis data dilakukan dengan uji ANOVA satu jalan dengan taraf kepercayaan 95%. Apabila data yang diperoleh berbeda secara signifikan, maka dilanjutkan dengan uji BNJ (Beda Nyata Jujur). Pada uji efektivitas antinyamuk dilakukan dengan uji T Independent dan Mann Whitney U Test.
Hasil peneitian menunjukkan bahwa minyak atsiri kayu manis dapat diformulasikan dalam sediaan gel dengan basis natrium alginat dan memenuhi syarat kestabilan. Formula terbaik adalah gel dengan basis natrium alginat sebesar 10%. Formula terpilih memiliki kefektivan lebih besar dibanding dengan kontrol negatif namun lebih kecil dibandingkan dengan produk inovator.
Indonesia is one of the country that have a lot of natural resources and tropical climate country. Tropical disease is caused by mosquito bites. The content of eugenol on cinnamon plant (Cinnamomum burmanii) can be used as repellent. The purpose of this research is to make formulation gel, know the physical properties and physical stability of the gel preparation during storage, preparation and knowing how repellent gel activity of essential oil cinnamon bark.
Formula preparation of gel made with variations of sodium alginate (5%, 8%, and 10%) contain 1% essential oil of cinnamon bark evaluated on their physical properties and physical stability of the preparation. Evaluation of preparation gel include measurement of pH, viscosity, homogeneity, dispersive power, adhesion, stability, and irritation. Test the effectiveness of anti-mosquito gel preparation is done with using a replica method. Data analysis was performed by ANOVA one way with a 95% confidence level. If the data obtained are significantly different, then continue proceed with the HSD test (Honestly Significant Difference). In the test the effectiveness of mosquito carried by Independent T test and Mann Whitney U Test.
The research results showed that the essential of cinnamon oil can be formulated in gel formulation with sodium alginate base and is eligible stability. Chosen formulation is sodium alginate gel with base by 10%. The best formula had greater efficacy compared with negative controls but smaller than the positive control.