Artikel Ilmiah : F1J011006 a.n. EMBA LIESTA SINGKALI
| NIM | F1J011006 |
|---|---|
| Namamhs | EMBA LIESTA SINGKALI |
| Judul Artikel | Kecenderungan Menjadi Pelaku Ijime pada Anak Muda di Jepang |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | ABSTRAK Emba Liesta Singkali Kecenderungan Menjadi Pelaku Ijime Pada Anak Muda di Jepang Universitas Jenderal Soedirman Jurusan Sastra Jepang 2015 Pembimbing Utama: Dr. Ely Triasih R, M.Hum Pembimbing Pendamping I: Ita Fitriana, M.A Penguji Pendamping II: Idah Hamidah, M.Hum Pada saat ini bullying, sedang menjadi masalah yang serius di dunia terutama Jepang. Terdapat pelajar yang menjadi korban bullying di jenjang bangku sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Ijime memiliki arti menyakiti dengan cara mendiskriminasi atau mengganggu orang lain yang lebih lemah secara fisik ataupun mental secara semena-mena. Skripsi ini membahas bagaimana kecenderungan menjadi pelaku ijime pada anak muda di Jepang. Penelitian ini menggunakan teori kecenderungan menjadi pelaku bullying milik Olweus.Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan metode gabungan (Mixed Methods Research) yang merupakan pendekatan penelitian yang memadukan penjaringan dan analisis data kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan teknik kuesioner dan teknik pustaka. Responden merupakan 34 siswa sekolah menengah atas dan mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 55% dari ketigapuluh empat responden memiliki kecenderungan sebagai pelaku ijime. Terdapat remaja yang tanpa sadar melakukan ijime. Hikikomori dan Jisatsu memiliki keterkaitan dengan Ijime. Dalam penelitian ini juga ditemukan beberapa kasus yang melibatkan pengajar sebagai pelaku ijime serta latar belakang keluarga yang bermasalah juga mempengaruhi seseorang untuk menjadi pelaku ijime. Di Indonesia, korban Ijime seringkali mengandalkan orang dewasa untuk membantu permasalahan mereka, berbanding terbalik dengan di Jepang. Peranan orang dewasa sangatlah dibutuhkan. Jika terdapat banyak orang dewasa yang mengawasi, kesempatan untuk penyelesaian masalahpun akan meningkat serta semakin banyaknya orang yang bisa diajak konsultasi. Memberitahukan masalah pada banyak guru dan keluarga juga sangat membantu. Kata kunci : Ijime, Remaja, Kekerasan di Sekolah, Kecenderungan, Bunuh Diri |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | ABSTRACT Emba Liesta Singkali 2015 The Tendency to Become a Bully of Teenager in Japan Jenderal Soedirman University Japanese Literature Adviser I: Dr. Ely Triasih R, M.Hum Adviser II: Ita Fitriana, M.A Examiner: Idah Hamidah, M.Hum Nowadays, bullying is becoming a serious problem in the world, especially in Japan. There are some students who become victims of bullying in elementary school level until university level in Japan. The meaning of Ijime is hurting with discriminating or disturbing another person who has physically weak or mental arbitrarily. This research discusses about the tendency to become an ijime (Bully) of teenager in Japan.This research is using Olweus theory about a tendency to become a bully. This is a research that uses mixed methods research approach that combine the collection and analysis data of qualitative and quantitative with questioner and literature study technique. The respondents are 34 students of senior high school and university in Japan. The results of this research indicates that the 55% of 34 respondents have tendency to become bully. There are some adults that do an ijime unconsciously. Hikikomory and Jisatsu have a correlation with Ijime. This research also shows that there are some bully cases that is involving the teacher as bully. Family background problem is also the thing that stimulates someone to be a bully. In Indonesia, the victims of ijime usually ask for solving their problem to adults. It is different with the situation in Japan. Adult people is needed to solve ijime. If there are many adults that pay attention in ijime, the resolution of ijime will also increase and many people can be invited to consultation. Informing the ijime to the teachers and family are also the good way to solve ijime. Key word : Ijime, Teenager, Violence in School, Tendency, Suicide |
| Kata kunci | Key word : Ijime, Teenager, Violence in School, Tendency, Suicide |
| Pembimbing 1 | Dr. Ely Triasih R, M.Hum |
| Pembimbing 2 | Ita Fitriana, M.A |
| Pembimbing 3 | Idah Hamidah, M.Hum |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 99 |
| Tgl. Entri | 2015-08-28 01:05:28.309966 |