Artikelilmiahs
Menampilkan 3.041-3.060 dari 48.733 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 3041 | 12823 | P2DA14006 | SUPLEMENTASI KULIT BAWANG PUTIH DAN MINERAL ORGANIK DALAM PAKAN SAPI PERAH TERHADAP NILAI KECERNAAN NUTRIEN DAN TOTAL PADATAN SUSU | Penelitian bertujuan untuk mengkaji nilai kecernaan nutrien (serat kasar, NDF, ADF dan energi), total padatan susu dan konversi kecernaan energi terhadap laktosa susu sapi perah yang diberi pakan suplementasi kulit bawang putih dan mineral organik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 7 ulangan. Perlakuan pakan yang diuji yaitu pakan basal ditambah rumensin 0.3 g/ekor/hari (R0), pakan basal ditambah kulit bawang putih 30 ppm/kg BK (R1), dan pakan basal dengan tepung kulit bawang putih 30 ppm/kg BK serta mineral organik (Cr 1,5 ppm, Se 0,3 ppm dan Zn-lisinat 40 ppm) (R2). Data diuji menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap nilai kecernaan nutrien dan total padatan susu, namun berpengaruh nyata (P<0,05) pada konversi kecernaan energi terhadap laktosa. Berdasarkan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) bahwa konversi kecernaan energi terhadap laktosa pada pakan suplementasi kulit bawang putih (R1) lebih tinggi dibandingkan rumensin (R0), akan tetapi tidak berbeda nyata dengan suplementasi kulit bawang putih dan mineral organik (R2). Disimpulkan bahwa suplementasi kulit bawang putih dan mineral organik pada pakan sapi perah memiliki pengaruh yang sama dengan rumensin terhadap nilai kecernaan nutrien dan total padatan susu. | This study aimed to determine nutrient digestibility values (crude fiber, NDF, ADF and energy), total solids of milk and conversion of energy digestibility to milk lactose of dairy cows fed supplementation of garlic husk and organic minerals. The research used completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 7 replications. The treatments were basal diet plus rumensin 0.3 g/head/day (R0), basal diet plus garlic husk 30 ppm/kg DM (R1), and basal diet with garlic husk 30 ppm/kg DM and organic minerals (Cr 1.5 ppm, 0.3 ppm Se and Zn-lisinat 40 ppm) (R2). The data were analyzed using analysis of variance and followed by Honestly Significant Different Test (HSD). The results showed that the effect of treatment was not significant on nutrient digestibility values and total solids of milk, but significantly (P<0.05) affected conversion of energy digestibility to milk lactose. Based on Honestly Significant Different Test (HSD), the conversion of energy digestibility to milk lactose in diet supplemented with garlic husk (R1) was higher than rumensin (R0), but not significantly different to supplementation with garlic husk and organic minerals (R2). The conclusion from this research is, supplementation garlic husk and organic minerals in diet of dairy cows have the same effect relative to that of rumensin on nutrient digestibility values and total solids of milk. | |
| 3042 | 12828 | G1F011041 | AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOLIK RUMPUT LAUT ( Eucheuma cottonii Weber van- Bosse) TERHADAP Klebsiella pneumoniae dan Pseudomonas aeruginosa | Rumput laut Eucheuma cottonii mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, dan saponin, memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Bacillus cereus, Escherchia coli, Vibrio sp, Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanolik rumput laut E. cottonii terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae dan Pseudomonas aeruginosa. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan ethanol 96%. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi Kirby-Bauer yang dibagi menjadi 7 kelompok,yaitu: 5 kelompok variasi konsentrasi ekstrak 62,5; 125; 250; 500; 1000; ppm, kontrol positif menggunakan levofloxacin, dan kontrol negatif menggunakan etanol. Pengamatan dilakukan dengan mengukur zona hambat yang terbentuk. Persentasi daya hambat terhadap bakteri K. pneumonia dan P. aeruginosa dianalisis dengan uji T independent dengan taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanolik rumput luat E. cottonii memiliki aktivitas antibakteri dengan nilai KHM terhadap K. pneumoniae sebesar 62,5 ppm dengan diameter zona hambat sebesar 6,5 + 0 mm dan P. auroginosa sebesar 50 ppm dengan diameter zona hambat 7,83 + 0,23 mm. Ekstrak etanolik E. cottonii memiliki aktivitas antibakteri yang lebih besar terhadap P. aeruginosa. | Seaweed Eucheuma cottonii contained flavonoids, alkaloids and saponins, which had antibacterial activity against Bacillus cereus, Escherichia coli, Vibrio sp, Staphylococcus aureus and Salmonella typhi. This study aims were determined the antibacterial activity of ethanolic extract of seaweed E. cottonii against the bacterium Klebsiella pneumoniae and Pseudomonas aeruginosa. This research was an explorative study. Maceration method using ethanol 96% was performed for E. cottonii extraction. Kirby-Bauer diffusion method was used for antibacterial activity evaluation, that divided into 7 groups: 5 groups of various concentrations extract 62.5; 125; 250; 500; 1000; ppm, levofloxacin as positive control, and ethanol as negative control. Observation were carried out by measuring the inhibition zone that’s formed. Inhibition percentation against K. pneumoniae and P. aeruginosa were analyzed using independent t test with α 95%. The results showed that ethanolic extract of seaweed E. cottonii had antibacterial activity, MIC values against K. pneumoniae of 62.5 ppm with diameter zone inhibition of 6,5 + 0 mm and P. auroginosa of 50 ppm with diameter zone inhibition 7,8 + 0,3 mm. Ethanolic extracts of seaweed E. cottonii had greater activity against P. aeruginosa. | |
| 3043 | 12824 | P2CA14012 | ANALISIS PENYEBAB ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN KE LAHAN NON PERTANIAN KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2003-2013 | Penelitian ini berjudul “Analisis Penyebab Alih Fungsi Lahan Pertanian Ke Lahan Non Pertanian Kabupaten/Kota Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2003-2013”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah penduduk, luas lahan perumahan, jumlah industri, PDRB, panjang jalan, dan jumlah investasi terhadap alih fungsi lahan pertanian ke lahan non pertanian kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah tahun 2003-2013 dan memproyeksi tahun kedepan alih fungsi lahan pertanian ke lahan non pertanian dan produksi padi di Provinsi Jawa Tengah. Metode analisis data yang digunakan adalah Regresi Linear Berganda Data Panel dan Analisis Trend. Hasil analisis penelitian ini adalah luas lahan perumahan, jumlah industri, PDRB, dan panjang jalan berpengaruh positif dan signifikan terhadap alih fungsi lahan pertanian, sedangkan jumlah penduduk dan jumlah investasi berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap alih fungsi lahan pertanian di wilayah 29 kabupaten Provinsi Jawa Tengah periode tahun 2003-2013. Jumlah penduduk, luas lahan perumahan, jumlah industri, PDRB, berpengaruh positif dan signifikan terhadap alih fungsi lahan pertanian di wilayah 6 kota Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan panjang jalan berpengaruh positif namun tidak signifikan dan jumlah investasi berpengaruh negatif serta tidak signifikan terhadap alih fungsi lahan pertanian di wilayah 6 kota Provinsi Jawa Tengah periode tahun 2003-2013. Berdasarakan hasil dari peramalan dengan menggunakan Analisis Trend diramalkan perkembangan alih fungsi lahan dan produksi padi di kabupaten/kota Provinsi Jawa Tengah tetap mengalami peningkatan terus-menerus setiap tahunnya. Walaupun terjadi alih fungsi lahan namun produksi padi di kabupaten/kota Provinsi Jawa Tengah tetap tinggi sebagai kontributor produksi pangan nasional. Implikasi dari penelitian ini pemerintah di Provinsi Jawa Tengah mengharuskan untuk dilakukannya pengawasan dan evaluasi secara kontinu khususnya BAPPEDA dan Dinas Pertanian kabupaten/kota Provinsi Jawa Tengah dalam menyikapi perkembangan perubahan penggunaan lahan pertanian ke non pertanian, hendaknya membuat kebijakan dengan menempatkan beberapa wilayah yang sesuai sebagai daerah pertanian sebagai daerah yang dilarang untuk beralih fungsi menjadi lahan non pertanian sehingga alih fungsi lahan pertanian tidak akan terjadi. Dengan adanya alih fungsi lahan pada saat ini belum memberikan dampak yang serius terhadap kerawanan pangan ditandai dengan produksi padi tetap meningkat, untuk menjaga agar produksi tanaman padi dan juga tanaman pangan tidak mengalami penurunan dimasa mendatang sesuai hasil peramalan maka perlu upaya untuk mempertahankan luas lahan sawah di kabupaten/kota Provinsi Jawa Tengah. Diharapkan pemerintah juga mampu menambah pembangunan infrastruktur seperti pengairan yang baik dan ketersediaan input produksi yang cukup. | This research is titled “Determinants Analysis Of Agricultural Land To Non-Agricultural Conversion Land in Districts/Cities in Central Java Province, 2003-2013”. The purposes of this research are to analyze the influence of total population, land area of housing, the number of industries, GDP, length of the road, and the amount of investment on conversion of agricultural land to non-agricultural land in districts/cities in Central Java Province year 2003-2013, to forecast the future of agricultural land conversion to non-agricultural land, and predict the rice production in Central Java Province. This research used Panel Data Multiple Linear Regression and Linear Trend Analysis as a method analysis. Research result shows that land area of housing, number of industries, GDP, and the length of the road significant positive relationship to the agricultural land conversion, while total population and amount of investment have a positive relationship, but the relationship was not significant to the agricultural land conversion in the 29 districts of Central Java Province during 2003-2013 period. Total population, land area of housing, the number of industries, and GDP have significant positive relationships to the agricultural land conversion in the 6 cities of Central Java Province, while the length of the road have a positive relationship but the relationship was not significant and the amount of investment has a negative relationship and was not significant to the conversion of agricultural land in 6 cities in Central Java Province year during 2003-2013 period. Based on the results of forecasting used Trend Analysis, predicted that land conversion and rice production development Districts/Cities in Central Java province will still increased constantly every year. Despite the land conversion occurs every year but the production of rice in Districts/Cities Central Java Province remains high as a contributor to national food production. The implications of this research are governments in Central Java Province must monitor and evaluate continuously, especially for BAPPEDA and Dinas Pertanian to responses the trend of changes in agricultural land use to non-agricultural, they should make a policy by placing some region that suitable as a agriculture region as an area that prohibited for convert to non-agricultural land so agricultural land conversion will not occur. At this time, land conversion has not give a serious impact yet to food insecurity that is characterized by the production of rice is to increase continuesly, and to keep the production of rice plants and also crops will not decline in the future according to the results of forecasting analysis the necessary efforts is to maintain the rice field area in all of district / city in Central Java province. Also, government are expected to increase the development of infrastructure such as good irrigation and sufficient production input availability. | |
| 3044 | 12825 | P2CC11049 | INOVASI PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT KHUSUS JIWA H. MUSTAJAB PURBALINGGA (Perpaduan Pendekatan Medis Dengan Spiritual) | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan inovasi perpaduan pendekatan medis dan spiritual dalam upaya penerapan Total Quality Management (TQM). Mengkaji pendekatan dalam penanganan pengobatan yang dilakukan dan dampak inovasi terhadap peningkatan kualitas pelayanan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Penelitian di laksanakan di RSKJ H.Mustajab Purbalingga. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Sedangkan model analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis data interaktif didukung alat analisis Nvivo. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Secara umum perpaduan metode spiritual dan medis dalam penyembuhan pasien jiwa pada Rumah Sakit Khusus Jiwa dan Narkoba H. Mustajab Purbalingga dilaksanakan sebagai wujud inovasi pelayanan rumah sakit sekaligus menjadi konsep baru dalam penyediaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan pertimbangan bahwa tidak melanggar peraturan tentang pelayanan kesehatan dan masih banyak masyarakat yang melakukan pengobatan alternatif spiritual yang didasari pengaruh budaya dan keyakinan masyarakat yang telah dilaksanakan oleh generasi sebelumnya, termasuk didalamnya adalah kelompok masyarakat yang telah memiliki pengaruh budaya modern. Inovasi pelayanan tersebut dilaksanakan secara komprehensif dan saling melengkapi teknik medis dan pendekatan spiritual untuk memperoleh pengobatan secara batiniah dan illahiah. 2) Penerapan inovasi mampu meningkatkan kualitas pelayanan. Sebagai wujud pelaksanaan Total Quality Management, Rumah Sakit Khusus Jiwa dan Narkoba H. Mustajab Purbalingga melaksanakan pelayanan yang komprehensif, menerapkan metode spiritual sebagai bagian pengobatan dengan mengedepankan pelayanan medis sebagai pelayanan utama sesuai dengan standar prosedur pelayanan rumah sakit (clinical pathway). Pengembangan pelayanan dilakukan dengan melaksanakan motto memberikan pelayanan dengan cepat, empati, ramah, ikhlas dan akurat (CERIA). Atas pencapaian penerapan konsep pelayanan dengan memadukan metode pengobatan medis dengan pengobatan spiritual, RSKJ H. Mustajab Purbalingga, atas rekomendasi dari Kementerian Kesehatan RI akan dikembangkan menjadi Rumah Sakit Rujukan Nasional dalam pelayanan kesehatan bagi orang dengan ganguan jiwa dan ketergantungan obat-obatan terlarang. | This study is a qualitative study using a descriptive approach. The research was conducted in Specialized Mental Hospital H.Mustajab Purbalingga. Data collected through interviews and documentation. While the analysis model data to be used in this research is a model of interactive data analysis supported NVivo analysis tools. The results showed: 1) In general, a blend of religious and medical methods in healing mental patient at Specialized Mental Hospital H. Mustajab Purbalingga implemented as a form of innovation services that aim to achieve Total Quality Management of hospital services, as well as a new concept in the provision of health services for people with a consideration that does not violate the regulations on health care and there are many people who perform religious alternative treatment that is based on the influence of culture and faith communities that have been conducted by the previous generation. The service innovations implemented in a comprehensive and complementary medical techniques and holistic approach to obtain treatment inwardly and Divine is to improve the patient's faith in God Almighty who provide relief in accordance with religious values and in accordance with the provisions of the applicable government regulations reflected from slogan Specialized Mental Hospital H. Mustajab Purbalingga ie, Medication, Pray and Repent. 2) The application of innovation to improve the quality of service. As a form of implementation of Total Quality Management, Specialized Mental Hospital H. Mustajab Purbalingga implement a comprehensive service, applying religious methods as part of the treatment with the advanced as main service the medical care in accordance with the standard procedure of hospital care (clinical pathways). Development services performed by carrying out the motto provide services quickly, empathy, friendly, sincere and accurate that provide fast service and full of empathy with a better understanding of the needs and condition of the patient, full of hospitality, genuine and sincere and provide action diagnosis, treatment and accurate drug delivery. The achievement of the application of the concept of service by integrating methods of medical treatment with medication religiously, Specialized Mental Hospital H. Mustajab Purbalingga, on the recommendation of the Ministry of Health will be developed into a National Referral Hospital in health care for people with psychiatric disorders and drug dependency. | |
| 3045 | 12826 | P2CA14015 | ANALISIS DAMPAK EKONOMI RELOKASI PEDAGANG KAKI LIMA KE PRATISTHA HARSA PURWOKERTO DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan, biaya, dan lingkungan sosial dari pedagang antara sebelum dan sesudah relokasi ke Pratistha Harsa serta strategi pengembangan Pratistha Harsa. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi pustaka. Adapun responden yang dipilih yaitu Kepala Pengelola Pratistha Harsa, Ketua Paguyuban Pratistha Harsa, pedagang kuliner Pratistha Harsa. Populasi pedagang yang direlokasi ke Pratistha Harsa sejumlah 65 orang pedagang dan sampel sebanyak 40 pedagang. Pemilihan sampel menggunakan simple random sampling. Penelitian ini menggunakan analisis paired t test, Wilxocon test, SWOT Matrix dan QSP Matrix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah produksi sesudah relokasi lebih rendah, kemudian dari aspek omset penjualan dan pendapatan bersih tidak terdapat perbedaan. Pada aspek biaya, terdapat kenaikan biaya sesudah relokasi ke Pratistha Harsa. Dalam aspek lingkungan sosial, terjadi kenaikan rata-rata dari persepsi pedagang. Strategi pengembangan pusat kuliner Pratistha Harsa yang diperoleh dari Matrik SWOT dan Matrik QSP yaitu menggunakan Strategi WT, yaitu meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman eksternal. | This study aimed to analyze income, expenses, and social environment of street vendors between before and after the relocation to Pratistha Harsha and to analysis Pratistha Harsha culinary development strategy. Collecting data is using interview, observation and literature study techniques. The respondents were selected namely Pratistha Harsha Chief Manager, Chairman of The Pratistha Harsha Society, Pratistha Harsha traders culinary. Population of street vendors who relocated to Pratistha Harsha are 65 peoples and sample are 40 seller respondents. Selection of the sample is using simple random sampling. This study is using paired t test analysis, test Wilxocon, SWOT Matrix, and QSP Matrix. The results show that the amount of production is lower after the relocation, and sales turnover and net income are not different. In the aspect of cost, there are improvement after relocating to Pratistha Harsha. In the aspect of the social environment, an improvement in the average of the perception of traders. The development strategy of Pratistha Harsha culinary obtained from SWOT Matrix and QSP Matrix is using WT Strategy, namely to minimize weaknesses and avoid external threats. | |
| 3046 | 12827 | G1F010074 | ARTIKEL ILMIAH PEREDAMAN RADIKAL DPPH OLEH BUAH KIWI EMAS (Actinidia chinensis) DALAM BENTUK FREEZE DRIED | Buah Kiwi Emas (Actinidia chinensis) memiliki kandungan flavonoid, vitamin C, dan vitamin E yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan, sehingga perlu diketahui potensi peredaman radikal bebasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan flavonoid dan potensi aktivitas antioksidan buah Kiwi Emas). Buah Kiwi Emas diblender kemudian dikeringkan dengan metode freeze drying. Aktivitas antioksidan diukur dengan pembuatan seri konsentrasi sampel dan mengukur absorbansi sampel dengan DPPH menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum DPPH. Aktivitas antioksidan dinyatakan dengan nilai IC50. Hasil identifikasi kandungan kimia menunjukkan adanya senyawa flavonoid pada buah Kiwi Emas. Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi sampel maka semakin besar pula persentase peredaman terhadap radikal DPPH. Aktivitas antioksidan buah Kiwi Emas dalam bentuk freeze dried dapat menghambat 50% radikal DPPH pada konsentrasi 65 µg/mL. | Gold Kiwifruit (Actinidia chinensis) contains flavonoids, vitamin C, and vitamin E that known have antioxidant activity, so it needs to know this potential reduction of free radicals. This study aims to determine presence of flavonoid and scavanging antioxidant activity of Gold Kiwifruit. Gold Kiwifruit blended and then dried with freeze drying method. Antioxidant activity is measured by making concentration series of sample and measuring absorbance of the sample DPPH using UV-Vis spectrophotometer at the wavelength 516 nm. The antioxidant activity is expressed by IC50 value. The smaller IC50 value, the greater antioxidant activity of sample. The results of chemical identification showed the presence of flavonoids in Gold Kiwifruit. Antioxidant activity test results showed that the higher concentration of sample, the greater DPPH radical scavanging activity. The antioxidant activity of Gold Kiwifruit in the form of freeze dried to inhibit 50% of DPPH radical at concentrations 65 μg / mL | |
| 3047 | 12829 | P2FB10014 | AGENDA KEBIJAKAN “PENDIDIKAN PERDAMAIAN” DI KOTA YOGYAKARTA | Konflik merupakan hal yang jamak terjadi dalam berbagai interaksi kehidupan manusia. Banyak upaya dilakukan untuk menyelesaikan konflik, baik upaya preventif konflik maupun resolusi konflik ketika konflik telah terjadi. Paska masa reformasi Indonesia dihadapkan pada berbagai konflik kekerasan yang melibatkan berbagai entitas. Kota Yogyakarta merupakan kota yang dikenal sebagai kota toleransi dan pertemuan seluruh entitas SARA di Indonesia. Kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan memiliki tanggung jawab untuk membentuk watak perdamaian bagi peserta didik di berbagai satuan pendidikan. Pemerintah Kota Yogyakarta sebagai harus memiliki kebijakan, khususnya di bidang pendidikan untuk membentuk watak perdamaian. Sikap pendamai dapat disemai secara efektif melalui perdamaian, sebagai upaya resolusi konflik. | Conflict are common things that happen in human interactions. Many ways to do conflict resolution, it can be pre or post conflict. Post Indonesia reformation era, we facing so many conflict that had happen and melibatkan so many entity. Yogyakarta City is a town which well known as a city of tolerance, and also melting point of much entity in Indonesia. Yogyakarta City as a education city had a responsibility to create peace character in every single educational level. Yogyakarta City Goverment should have a policy to create peace character in every citizen. Peace mindset should breed by education, as a conflict resolution process. | |
| 3048 | 13100 | A1L011154 | PENGARUH ZAT PENGATUR TUMBUH PAKLOBUTRAZOL TERHADAP POTENSI KEREBAHAN DAN PRODUKSI PADI INPAGO UNSOED 1 | Kerebahan merupakan salah satu faktor pembatas produksi padi pada musim hujan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh paklobutrazol terhadap produksi pada tanaman padi varietas Inpago Unsoed 1, mengetahui pengaruh paklobutrazol terhadap potensi kerebahan tanaman padi varietas Inpago Unsoed 1, dan mengetahui konsentrasi paklobutrazol terbaik yang dapat mendukung produksi dan mencegah kerebahan tanaman padi varietas Inpago Unsoed 1. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah di Dusun Sokawera, Desa Rempoah, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas pada ketinggian tempat 159 m di atas permukaan laut, pada bulan November 2014 sampai Maret 2015. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan 4 kombinasi perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi konsetrasi paklobutrazol yaitu 0 ppm, 150 ppm, 250 ppm, dan 350 ppm, diaplikasikan 2 kali. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, rata – rata panjang ruas batang padi, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, indeks kerebahan, umur berbunga, umur panen, tebal batang, jumlah gabah per malai, persentase gabah isi, bobot gabah per rumpun, bobot gabah per petak efektif, dan bobot 1000 biji. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh konsentrasi paklobutrazol terhadap produksi padi, semua perlakuan paklobutrazol dapat mengurangi potensi kerebahan, dan konsentrasi terbaik dalam penelitian ini yaitu 350 ppm. | Lodging is one factor limiting rice production in the wet season. This study aims to determine the effect on the production paklobutrazol in rice varieties Inpago Unsoed 1, determine the effect of the potential of lodging paklobutrazol rice crop varieties Inpago Unsoed 1, and determine the concentration paklobutrazol can best support the production and prevents the rice plant varieties of lodging Inpago Unsoed 1. This study implemented in paddy fields in the hamlet Sokawera, Village Rempoah, District Baturaden, Banyumas at altitude 159 m above sea level, in November to March. Research using randomized complete block design with four combinations of treatments and 4 replications. Attempted treatment includes concentration paclobutrazol ie 0 ppm, 150 ppm, 250 ppm and 350 ppm, was applied 2 times. Variables observed were plant height, stem diameter, the average - average length of the rice stem segments, number of tillers, the number of productive tiller, the index of lodging, flowering age, harvesting age, thick stem, number of grains per panicle, percentage of filled grain, grain weight per panicle, grain weight per plot effective, and weight of 1000 seeds. The results showed no effect paklobutrazol concentration on rice production, all paklobutrazol treatment can reduce the potential of lodging, and the best concentration in this study is 350 ppm. | |
| 3049 | 12830 | P2CD14032 | ANALISIS KEBIJAKAN PENDANAAN DAN DIVIDEN PADA PERUSAHAAN TUMBUH DAN TIDAK TUMBUH DI INDONESIA DAN SINGAPURA DENGAN PENDEKATAN INVESTMENT OPPORTUNITY SET | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kebijakan dividen dan pendanaan antara perusahaan tumbuh dan tidak tumbuh di Indonesia dan Singapura. Potensi pertumbuhan terlihat pada investment opportunity set yang diproksikan dengan MVABVA, MVEBVE, PER, CAPBVA dan CAPMVA. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sampel penelitian adalah 52 perusahaan manufaktur go public di Bursa Efek Indonesia dan 30 perusahaan manufaktur go public di Singapore Exchange pada tahun 2011 sampai 2013. Analisis data yang digunakan adalah analisis faktor untuk memisahkan perusahaan tumbuh dan tidak tumbuh yang diekstraksi dari analisis faktor kemudian penjumlahan indeks diperingkat 40% teratas untuk perusahaan tumbuh dan 40% terendah untuk perusahaan tidak tumbuh. Kemudian akan dilakukan uji beda untuk melihat apakah terdapat perbedaan antara kebijakan dividen dan pendanaan. Hasil penelitian ini menyatakan kebijakan pendanaan book debt to equity tidak memiliki perebedaan antara perusahaan tumbuh dan tidak di Indonesia dan Singapura, market debt to equity menunjukan perbedaan dimana perusahaan tumbuh lebih rendah dari perusahaan tidak tumbuh di Indonesia dan Singapura. Pada kebijakan dividen yang diukur dengan dividend payout ratio di Indonesia perusahaan tumbuh lebih rendah dari perusahaan tidak tumbuh, namun di Singapura tidak terdapat perbedaan. Kemudian kebijakan dividen yang diukur dengan dividend yield baik di Indonesia maupun Singapura pada perusahaan tumbuh lebih rendah dari perusahaan tidak tumbuh. Akhirnya, dengan penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai kebijakan dividen dan pendanaan pada perusahaan tumbuh dan tidak tumbuh di Indonesia dan Singapura. | The aim from this research is to know the differences of financing and dividend policy between growth and non growth firm In Indonesia and Singapore. Growth potention shows from IOS proxies which are MVABVA,MVEBVE, PER, CAPBVA and CAPMVA. This research is quantitatif research. Sample of this research are 52 manufacture firms which is go public and listed in IDX and 30 manufacture firm which is go public and listed in SGX, the period ofthis research is 2011 until 2013. Factor analysis we used in this study to separate growth and non growth firm, the extraction of factor analysis will be ranked, which is 40% above for growth and 40% below for non growth firm. Then it will used the independent sample t-test or mann whitney to test it. Then it will look forward the differencess in financing and dividend policy. Result of this research shows that there is no differences in book debt to equity between growth and non growth firm in Indonesia and Singapura. Market debt to equity shows growth firm have lower tahn non growth firm in Indonesia and Singapore. Dividend payout ratio in Indonesia shows growth firm have lower than non growth firm, in Singapore shows growth firm have lower tahn non growth firm. Dividend yield shows that in growth firm have lower than non growth firm wheather in Indonesia or Singapore. Finally, hope this research will give knowledge about financing and dividend policy between growth and non growth firm in Indonesia and Singapore. | |
| 3050 | 12701 | F1C009077 | STRATEGI KOMUNIKASI PUSAT PELAYANAN TERPADU PERLINDUNGAN KORBAN BERBASIS GENDER DAN ANAK (PPT-PKBGA) KABUPATEN BANYUMAS DALAM MENDAMPINGI KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA | Strategi komunikasi merupakan suatu proses penyampaian pesan secara cermat dengan melibatkan unsur komunikasi yang meliputi pengenalan khalayak, penyusunan pesan, penatapan metode, pemilihan media dan peranan komunikator. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang dijalankan oleh Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Korban Berbasis Gender (PPT-PKBGA) Kabupaten Banyumas dimulai daridari pengenalan khalayak dengan cara assesmen, yaitu untuk menginvestigasi dan membuat catatan awal tentang kondisi korban. Selanjutnya penyampaian pesan dalam strategi komunikasi pendampingan dimulai dengan cara tatap muka karena lebih menjamin privacy korban sehingga korban akan lebih terbuka dalam menceritakan kasus yang dialami. Penetapan metode yang digunakan dalam strategi komunikasi pendampingan bersifat persuasif karena bersifat lebih mengajak dan meyakinkan korban untuk mengambil langkah atau solusi yang tepat sesuai dengan kasus yang menimpanya. Hasil investigasi dapat dijadikan acuan untuk menentukan ada tidaknya unsur delik pidana atau cukup dengan pendampingan psikologis. Jika ada unsur pidana maka PPT-PKBGA dapat langsung membuat laporan ke kepolisian. Strategi komunikasi yang direncanakan oleh Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Korban Berbasis Gender dan Anak (PPT-PKBGA) bertujuan untuk memulihkan mental dan memberdayakan korban dari sebelumnya kondisi mental korban terguncang dan tidak berdaya dengan adanya strategi komunikasi yang dilakukan oleh Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Korban Berbasis Gender dan Anak (PPT-PKBGA) korban menjadi lebih berdaya. | The communication strategy is a careful process of delivering messages involving elements which include the introduction of public communication, message formulation, determination methods, and media selection. These results indicate that the communication strategy which is run by the Center for Integrated Services Protection of Victims of Gender-Based (PPT-PKBGA) Banyumas starting from the introduction of the audience by way of assessment, which is to investigate and make a note of the start of the condition of the victim. Furthermore, delivery of messages in the communication strategy of assistance begins by face to face due to better ensure the privacy of the victim so that the victim will be more open in telling their cases. Determination of the method used in the communication strategy of assistance is persuasive because it is more inviting and convincing the victim to take a step or a solution appropriate to his case. Results of the investigation can be used as a reference for determining whether there is an element of a criminal offense or simply psychological assistance. If there is a criminal element, the PPT-PKBGA can immediately make a report to the police. The communication strategies planned by the Integrated Service Center for Protection of Victims of Gender-Based and Children (PPT-PKBGA) aims to restore mental and empower victims of previous mental condition of the victim was shaken and helpless with the communication strategy undertaken by the Center for Integrated Services Protection of Victims of Gender-Based and children (PPT-PKBGA) victim becomes more vulnerable. | |
| 3051 | 12425 | G1H011002 | Hubungan Asupan Karbohidrat dan Persentase Lemak Tubuh Dengan Ketahanan Kardiorespirasi Atlet Sepakbola di Persatuan Sepakbola Banyumas | Latar Belakang : Ketahanan kardiorespirasi merupakan faktor yang paling penting bagi atlet sepakbola. Asupan gizi dan persentase lemak tubuh yang baik dapat mempengaruhi ketahanan kardiorespirasi. Atlet sepakbola dianjurkan memiliki persentase lemak tubuh antara 10-18% untuk menjaga ketahanan kardiorespirasi dan persentase kebutuhan gizi yang paling besar adalah karbohidrat (60% dari kebutuhan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan karbohidrat dan persentase lemak tubuh dengan ketahanan kardiorespirasi atlet sepakbola. Metode : Penelitian ini termasuk penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada 15 atlet Persibas usia 21-29 tahun yang ditentukan menggunakan purposive sampling. Asupan karbohidrat diukur dengan food recall 24 jam sebanyak 3 kali. Persentase lemak tubuh diukur dengan Bioelectrical Impedance Analysis. Ketahanan kardiorespirasi diukur dengan metode Bleep Test. Analisis bivariat menggunakan uji spearman. Hasil : Hasil uji spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan antara asupan karbohidrat dengan ketahanan kardiorespirasi (p = 0,390) dan terdapat hubungan antara persentase lemak tubuh dengan ketahanan kardiorespirasi (p = 0,016 dan r = -0,610) dengan korelasi negatif dan kekuatan yang kuat. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara persentase lemak tubuh dengan ketahanan kardiorespirasi atlet Persibas, semakin tinggi persentase lemak tubuh maka semakin rendah ketahanan kardiorespirasi. Tidak terdapat hubungan antara asupan karbohidrat dengan ketahanan kardiorepirasi atlet Persibas. | Background: The cardiorespiratory endurance is the most important factor for soccer athletes. Nutrient intake and well body fat percentage can influence cardiorespiratory endurance. Soccer athletes were suggested to have body fat percentage between 10-18% to keep cardiorespiratory endurance well and the most nutrient requirement percentage is carbohydrate (60% from requirement). This study aims to determine the relationship between carbohydrate intake and body fat percentage with cardiorespiratory endurance soccer athletes. Method: This study belongs to an observational study with cross sectional approach. The study was conducted on 15 Persibas athletes aged 21-29 years which determined using purposive sampling. Carbohydrate intake was measured by 24-hour food recall as many as three times. Body fat percentage measured by Bioelectrical Impedance Analysis. Cardiorespiratory endurance was measured by the method of Bleep Test. Bivariate analysis was used the Spearman test. Result: Spearman test results showed there is no correlation between carbohydrate intake with cardiorespiratory endurance (p = 0.390) and there is a relationship between the percentage of body fat with cardiorespiratory endurance (p = 0.016 and r = -0.610) with a negative correlation and strong enough. Conclusion: There is a relationship between the percentage of body fat with cardiorespiratory endurance Persibas athletes, the higher percentage of body fat result the lower cardiorespiratory endurance. There is no correlation between carbohydrate intake with cardiorespiratory endurance Persibas athletes. | |
| 3052 | 12987 | E1A011257 | KAJIAN HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL TERHADAP ANAK DALAM KONFLIK BERSENJATA INTERNASIONAL ANTARA ISRAEL DENGAN LIBANON TAHUN 2006 | ABSTRAK Hukum humaniter internasional adalah ketentuan hukum internasional yang terdapat dalam perjanjian internasional maupun kebiasaan, yang dimaksudkan untuk mengatasi segala masalah kemanusiaan yang timbul pada waktu pertikaian bersenjata internasional atau non-internasional. Perlindungan terhadap anak-anak juga diatur dalam hukum humaniter internasional, namun pada konflik bersenjata internasional antara Israel dengan Libanon pada tahun 2006, anak-anak masih menjadi salah satu pihak yang sangat dirugikan. Penelitian ini menjelaskan bagaimana pengaturan hukum humaniter internasional mengenai perlindungan anak serta penerapannya dalam konflik bersenjata internasional antara Israel dengan Libanon tahun 2006. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan penelitian perundang-undangan. Teknik pengumpulan datanya adalah studi kepustakaan dan pengumpulan data melalui internet. Data-data penelitian yang diperoleh disajikan dengan bentuk deskriptif, dan teknik analisis data yang digunakan adalah dengan yuridis kualikatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa The Geneva Conventions of 12 August 1949 dan Protocols Additional to The Geneva Conventions of 12 August 1949 selaku hukum yang mengatur konflik bersenjata internasional, dalam konflik bersenjata internasional antara Israel dengan Libanon tahun 2006 masih dilakukannya banyak pelanggaran yang merugikan serta menimbulkan korban anak-anak. | ABSTRACT International humanitarian law applicable in armed conflict is the provision of international law that had been written in international agreement or custom, which is intended to manage all the humanitarian problems that arise at times of international armed conflict or non-international. The protection of children is also governed by international humanitarian law, but in an international armed conflict between Israel and Lebanon in 2006, children still become one of the most disadvantaged. This study describes how the arrangement of international humanitarian law regarding the protection of children and It’s application in international armed conflict between Israel and Lebanon in 2006. The method used is a normative legal research methods using research statute approach. The data collection technique is a literature study and data collection from the Internet. Research data obtained is presented with descriptive form and the data analysis technique used is the juridical qualitative. The results showed that the Geneva Conventions of 12 August 1949 and the Protocols Additional to the Geneva Conventions of 12 August 1949 as the law governing international armed conflict, the international armed conflict between Israel and Lebanon in 2006 is still many violations which harm and cause of child as the victims. | |
| 3053 | 12809 | P2EA13011 | TINJAUAN YURIDIS PELIMPAHAN KEWENANGAN DOKTER DALAM PELAYANAN KESEHATAN (Studi di KabupatenBanyumas) | DIMAS GATRA DIANTORO, P2EA13011, Program Pascasarjana Magister Ilmu Hukum,Universitas Jendera lSoedirman, Tinjauan Yuridis Pelimpahan Kewenangan Dokter dalam Pelayanan Kesehatan (Studi di Kabupaten Banyumas), Pembimbing Utama Tesis Dr. H. Setya Wahyudi, S.H., M.H., Pembimbing Pendamping Tesis Dr. Riris Ardhanariswari, S.H., M.H. Penelitian ini mengkaji masalah pelimpahan kewenangan dokter kepada tenaga kesehatan dalam pelayanan kesehatan.Peneliti dalam penelitian ini melakukan studi di lingkup wilayah Kabupaten Banyumas.Penelitian ini dlilakukan untuk mengetahui dan menganalisis ketentuan tentang pendelegasian kewenangan tindakan kedokteran yang dilakukan oleh dokter dalam pelayanan kesehatan.Penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis implikasi hukum bagi mahasiswakedokteran yang telahmenjalankanpraktikkedokteransecaramandirikarenaadanyapendelegasiandalampelayanankesehatan. Penelitianinimenggunakanpendekatanyuridisnormatif.Penelitianinimenggunakan data sekunder yang bersumberdaribahanhukum primer, bahanhukumsekunder, danbahanhukumtertier.Untukmemperkuathasilpenelitian yang didapatkandari data sekunder, penelitijugamelakukanwawancaradenganmenggunakankuesionerkepadabeberapasubyekpenelitian yang terdiridariperawatdanmahasiswakedokteran. Simpulanpenelitianiniyaitu: 1) Ketentuantentangpendelegasiankewenangandokterkepadatenagakesehatandalampelayanankesehatandiaturdalam UU No. 36 Tahun 2014 tentangTenagaKesehatan, UU No. 38 Tahun 2014 tentangKeperawatan, Permenkes No. 1419/Menkes/Per/X/2005 tentangPenyelenggaraanPraktikDokterdanDokter Gigi, Permenkes No. HK.02.02/Menkes/148/I/2010 tentangIzindanPenyelenggaraanPraktikPerawat, Permenkes No. 2052/Menkes/Per/X/2011 tentangIzinPraktikdanPelaksanaanPraktikKedokteran, danPeraturanKonsilKedokteran Indonesia No. 4 Tahun 2011 tentangDisiplinProfesionalDokterdanDokter Gigi. 2) Belumadaketentuan yang mengaturjenis-jenistindakanmedis yang dapatdilimpahkanolehdokterkepadatenagakesehatanlainsehinggaseringterjadipelimpahantindakanmedis di luarkompetensi. 3) Kurangnyapengetahuantenagakesehatanmengenaiperaturanperundang-undanganterutama yang mengaturmengenaipelimpahankewenangandokterkepadatenagakesehatanmenyebabkanseringnyatenagakesehatanmelakukantindakanmedissecaramandiriatautanpaadanyapelimpahandaridokter. 4). Implikasihukumdarimahasiswakedokteran yang telahmenjalankanpraktikkedokteransecaramandiriterdapatdalam UU No. 29 Tahun 2004 tentangPraktikKedokteran. 5) Ketidaktahuanmengenaiimplikasihukumdankurangnyapembinaansertapengawasandaripihak yang bertanggungjawabmenjadisalahsatufaktorbanyaknyamahasiswakedokteran yang telahmelakukanpraktikkedokteransecaramandiri. | DIMAS GATRA DIANTORO, P2EA13011, Postgraduate Program of Law, JenderalSoedirman University, Juridical Review of Authority Delegation from Doctor in Health Care (Study in Banyumas District), Supervisor: Dr. H. SetyaWahyudi, S.H., M.H., Co-Supervisor: Dr. RirisArdhanariswari, S.H., M.H. This study examines the issue of authority delegation from the physician to health workers in healthcare settings. Researchers conducted this study on the scope of the Banyumas district. This study was conducted to know and analyze the provisions on the authority delegation of the medical procedure performed by doctors in the health service. This study was also conducted to determine and analyze the legal implications for medical students who had been conducting medical practice independently in the healthcare. This study was using normative-juridical approach. This study uses secondary data sources from primary, secondary, and tertiary legal materials. To strengthen the research results that obtained from secondary data, the researchers also conducted interviews using a questionnaire to some study subjects consisted of nurses and medical students. The conclusions of this study are: 1) The provisions on authority delegation from physicians to health workers in the healthcare were stipulated in Act No. 36/2014 about Health Workers, Act No. 38/2014 about Nursing, Permenkes No. 1419/Menkes/Per/X/2005 about Implementation of Physicians and Dentists practice, Permenkes No. HK.02.02/Menkes/148/I/2010 about Permit and Implementation of Nursing Practice, Permenkes No. 2052/Menkes/Per/X/2011 about Permit and Implementation of Medical Practice, and the Indonesian Medical Council Regulation No.4/2011 about Professional Discipline for Physicians and Dentists. 2) There is no provision regulating the types of medical procedures that may be delegated by physicians to other health professionals so there are many cases related to medical treatment beyond competence. 3) Lack of knowledge of health workers about the legislations, especially that concerns in authority delegation from physicians to other health workers led to frequent health workers performs medical treatment independently without physicians instruction. 4) The legal implications of medical student who had been conducting medical practice independently contained in Act No. 29/2004 about Medical Practice. 5) Ignorance about the legal implications and the lack of supervision from responsible parties were became one of many factors for medical students who have done medical practice independently. | |
| 3054 | 12803 | P2EA13048 | EKSEKUSI PUTUSAN PENGADILAN HUBUNGAN INDUSTRIAL SEBAGAI PELAKSANA KEKUASAAN KEHAKIMAN DALAM SISTEM KETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA (Studi di Pengadilan Hubungan Industrial Semarang ) | Daryono, Program Studi Ilmu Hukum Konsentrasi Hukum tata Negara , Program Pasca Sarjana, Universitas Jenderal Soedirman, “Eksekusi Putusan Oleh Pengadilan Hubungan Industrial Sebagai Pelaksana kekuasaan Kehakiman Dalam Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia” (Studi di Pengadilan Hubungan Industrial Semarang ). Komisi Pembimbing, Ketua : Prof. Dr. Mohammad Fauzan, SH., M.Hum., anggota Prof. Dr. Hibnu Nugroho, S.H., M.H. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kedudukan dan Kewenangan Pengadilan Hubungan Industrial Sebagai Pelaksana Kekuasaan kehakiman dalam Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia dan mengetahui serta menganalisa eksekusi putusan PHI dan hambatannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif. Dengan menguraikan pokok permasalahan secara deskriptif analitis, dan menganalisa data dengan menggunakan metode normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kedudukan dan kewenangan Pengadilan Hubungan Industrial secara atribusi diperoleh secara langsung dari ketentuan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, dan Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. Yang memberikan peran terhadapPengadilan Hubungan Industrial untuk melaksanakan kekuasaan kehakiman dibidang hubungan industrial. Namun dalam sistem Ketetanegaraan Republik Indonesia Pengadilan Hubungan Industrial bukanlah suatu lembaga yang berada dalam tata susunan lembaga kekuasaan kehakiman, melainkan hanya sebuah proses peradilan yang menginduk pada lembaga Pengadilan Negeri. Demikian pula dalam hal eksekusi, dimana eksekusi putusan pengadilan hubungan industrial dalam pelaksanaannya sama dengan eksekusi putusan dalam perkara perdata yaitu dilaksanakan atas perintah dan di bawah Ketua Pengadilan Negeri yang secara exofficio adalah Ketua Pengadilan Hubungan Industrial yang berada pada pengadilan negeri tersebut. Yang membedakan adalah eksekusi putusan Pengadilan Hubungan Industrial kebanyakan di biayai oleh negara, karena mendasarkan pada nilai gugatannya tanpa melihat mampu atau tidaknya pihak yang berperkara membayar biaya. Namun ternyata dalam pelaksanaannya tidak sesuai yang diharapkan karena adanya keterbatasan biaya eksekusi. Dengan demikian ketersediaan biaya eksekusi yang disiapkan oleh negara akan menjadi faktor yang menentukan berjalan atau tidaknya eksekusi terhadap putusan pengadilan hubungan industrial. Dan itulah yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan eksekusi putusan Pengadilan Hubungan Industrial, yaitu faktor implementasi hukum terhadap ketentuan pasal 58 UU No.2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial. | Daryono, Law Study Program, Concentration Legal of State Administration, Post Graduate Program, University of Jenderal Soedirman, “Eksekusi Putusan Oleh Pengadilan Hubungan Industrial Sebagai Pelaksana Kekuasaan Kehakiman Dalam Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia” (A Study in the Industrial Relations Court of Semarang) . The Commission of Supervisor, Chairman,: Prof. Dr. Mohammad Fauzan, SH., M.Hum., member of commission, Prof. Dr. Hibnu Nugroho, S.H., M.H. This research aims to know the position and authority of the Industrial Relations Court as the Executing Judicial Authority in the Republic of Indonesia's attempt. In addition, this research aims to find out and analyze the execution verdict of the Industrial Relations Court and the resistance. The methods used in this research is the normative juridical. By outlining the principal issues in descriptive analytical and analyzing the data using qualitative normative methods. The results of this research showed that the position and authority of the Industrial Relations Court in attribution derives directly from the provisions of Act No. 2 of 2004 concerning the settlement of Disputes, and the Industrial Relations Act No. 48 in 2009 about the powers of the Judiciary. That gives the role of Industrial Relations Court to carry out the powers of the judiciary in the field of industrial relations. However in the Court system of the Republic of Indonesia, the Industrial Relations Court is not an institution which is in the order of the judiciary power institutions, but it’s only a judicial process under the District Court. Thus in terms of execution, where the industrial relations court execution in practice equal to the execution of the verdict in the case of civil liability that is carried out at the behest and under the Chairman of the District Court who is exofficio, the Chairman of the Industrial Relations Court at its District Court. The difference is that the execution of Industrial Relations Court ruling mostly finance by the state, because basing on the value of his suit without considering the ability of litigants to pay the costs. But it turns out in practice is not as expected due to the limitations of the execution. Thus the availability of execution costs prepared by the State will be a determining factor whether the execution of the verdict of the Industrial Relations Court will be running well or not. And that becomes the obstacles in implementing the decision execution of the Industrial Relations Court, i.e., the factor of implementation of the law against the provisions of article 58 of Act No. 2 of 2004 concerning the resolution of Industrial Relations Disputes. | |
| 3055 | 12831 | G1F010018 | PERBANDINGAN TOTAL WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN KEPROFESIAN DAN PEKERJAAN NON-KEPROFESIAN APOTEKER DI KOTA PURWOKERTO | Kinerja profesional apoteker sangat dibutuhkan dalam praktek pekerjaan kefarmasian di apotek. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola waktu yang dihabiskan apoteker dalam melaksanakan pekerjaan keprofesian dan non keprofesian di Kota Purwokerto. Rancangan penelitian deskriptif cross sectional dan memakai instrumen penelitian kuesioner yang telah divalidasi. Jumlah sampel terdiri dari 42 apoteker yang berpraktek di 4 (empat) kecamatan di Kota Purwokerto. Data yang diperoleh berupa skor rata – rata tiap item, gap antara aktual dengan ideal dan rangking untuk mengetahui pola waktu yang dihabiskan apoteker dalam melaksanakan pekerjaan keprofesian dan pekerjaan non keprofesian pada kondisi aktual dan kondisi ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai gap negatif dengan nilai terbesar (-0,81) dan menempati rangking pertama terdapat pada pekerjaan memastikan kebenaran resep (memeriksa indikasi, menghitung dosis, mencegah drug related problems, menentukan akseptabilitas / penerimaan pasien dan berkonsultasi dengan penulis resep jika diperlukan). Nilai gap positif dengan nilai terkecil (+0,38) berada di rangking kesepuluh yaitu pekerjaan kepegawaian (rekrutmen, penempatan karyawan, menentukan gaji, membuat jadwal kerja, serta pelatihan karyawan). Hasil penelitian dapat menggambarkan bahwa apoteker ingin menghabiskan waktu lebih banyak dalam melakukan pekerjaan keprofesian dibandingkan dengan pekerjaan non keprofesian di apotek dan diharapkan dapat meningkatkan kinerja pekerjaan memastikan kebenaran resep sebagai bentuk pelayanan kefarmasian yang baik dan profesional di apotek. | Pharmacist professional performance is required in practice every day in the pharmacy either in work professional activities. The purpose of this study was to determine the patern of time spent in performing pharmacists professional and non-professional work in Purwokerto. This study was performed using cross sectional research design and validated questionnarie. The total sample consisted of 42 pharmacists who practice in four (4) districts in Purwokerto. Data were obtained as the average score of each item, the gap between actual and ideal and ranking is to determine the pattern of pharmacist’s time spent in performing professional work and non professional work on the actual conditions and ideal conditions. The results showed that the negative gap with the largest value (-0.81) and being in the first rank is ensuring prescription appropriateness (checking indications, calculating dose, preventing drug related problems, determine the acceptability / acceptance of patients and consultation with prescribers if needed). Positive gap value with the smallest value (+0.38) and being in the tenth rank is staffing (recruitment staff, staffing, determine the salaries, create a work schedule, and employee training). The results of this study shows that the pharmacist wants to spend more time in doing professional work then non professional work in pharmacy and it’s expected to improve the performance of the work of ensuring prescription appropriateness as a good and professional practice of pharmaceutical care in pharmacy. | |
| 3056 | 12833 | P2PA13004 | HUBUNGAN ANTARA PERUBAHAN SUHU UDARA HARIAN, PERILAKU PETANI, DAN KEANEKARAGAMAN SERANGGA PENYERBUK DI DESA SERANG KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA | Global warming is happening in Indonesia led to the agricultural sector threatened and vulnerable to climate change. Climate change impact on the daily air temperature changes, farmer behavior, and diversity of insect pollinators. The study aims to determine the daily changes in air temperature, farmer behavior, and diversity of pollinating insects in the village of Serang District of Karangreja Purbalingga; and to analyze the relationship between daily changes in air temperature, farmer behavior, and diversity of insect pollinators. Research using survey methods (March April 2015). The technique daily air temperature and the diversity of insect pollinators on agricultural in 3 land and responden sampling is purposive sampling as much 99 people. The results showed that the average daily air temperature in chili crop farms larger than crop farms of tomato and strawberry; behavior of farmers have a good knowledge about the environmental degradation of agriculture, good attitude about awareness in maintaining and improving the quality of agriculture, and the action that is bad about the use of excessive doses of fertilizer; calculation types of insect pollinators in tomato farming more land from agricultural land chili and strawberry; good knowledge, good attitude, and bad actions closely related to the daily air temperature and insect pollinators. | Global warming is happening in Indonesia led to the agricultural sector threatened and vulnerable to climate change. Climate change impact on the daily air temperature changes, farmer behavior, and diversity of insect pollinators. The study aims to determine the daily changes in air temperature, farmer behavior, and diversity of pollinating insects in the village of Serang District of Karangreja Purbalingga; and to analyze the relationship between daily changes in air temperature, farmer behavior, and diversity of insect pollinators. Research using survey methods (March April 2015). The technique daily air temperature and the diversity of insect pollinators on agricultural in 3 land and responden sampling is purposive sampling as much 99 people. The results showed that the average daily air temperature in chili crop farms larger than crop farms of tomato and strawberry; behavior of farmers have a good knowledge about the environmental degradation of agriculture, good attitude about awareness in maintaining and improving the quality of agriculture, and the action that is bad about the use of excessive doses of fertilizer; calculation types of insect pollinators in tomato farming more land from agricultural land chili and strawberry; good knowledge, good attitude, and bad actions closely related to the daily air temperature and insect pollinators. | |
| 3057 | 12834 | P2CD14042 | ADOPSI STANDAR ACCOUNTING AUDITING ORGANIZATION ISLAMIC FINANCIAL INSTITUTION DI LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH BAITUL MAAL WAT TAMWIL DI WILAYAH EKS KARESIDENAN BANYUMAS : TINJAUAN KARAKTERISTIK INOVASI | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keuntungan relatif (relative advantage) standar akuntansi AAOIFI, kesesuaian (compatibility) standar akuntansi AAOIFI, kerumitan (complexity) standar akuntansi AAOIFI, kemudahan untuk dicoba (trialability) standar akuntansi AAOIFI dan kemudahan untuk diobservasi (observability) standar akuntansi AAOIFI secara parsial terhadap adopsi standar akuntansi AAOIFI di wilayah eks Karsidenan Banyumas. Populasi dalam penelitian ini adalah staff akuntansi di wilayah eks Karsidenan Banyumas. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling method. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 32 staff akuntansi BMT di wilayah eks Karsidenan Banyumas. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi liniear berganda (multiple linear regression method). Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan analisis regresi berganda (multiple linear regression method) menunjukan bahwa : (1) keuntungan relatif (relative advantage) standar akuntansi AAOIFI berpengaruh secara positif signifikan terhadap adopsi standar akuntansi AAOIFI, (2) kesesuaian (compatibility) standar akuntansi AAOIFI berpengaruh secara positif signifikan terhadap adopsi standar akuntansi AAOIFI, (3) kerumitan (complexity) standar akuntansi AAOIFI berpengaruh secara positif signifikan terhadap adopsi standar akuntansi AAOIFI, (4) kemudahan untuk dicoba (triability) standar akuntansi AAOIFI berpengaruh secara positif signifikan terhadap adopsi standar akuntansi AAOIFI (5) kemudahan untuk diobservasi (observability) standar akuntansi AAOIFI berpengaruh secara positif signifikan terhadap adopsi standar akuntansi AAOIFI Keterbatasan dalam penelitian ini yaitu (1) variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini hanya memperhatikan faktor internal adopter yaitu karekteristik inovasi saja seperti keuntungan relatif, kesesuaian, kerumitan, kemudahan untuk dicoba dan kemudahan untuk diobservasi. | This study aims to determine the effect of relative advantage AAOIFI accounting standards, compatibility AAOIFI accounting standards, complexity AAOIFI accounting standards, trialability AAOIFI accounting standards and observability accounting standards AAOIFI partially to the adoption of AAOIFI accounting standards in the ex Karsidenan Banyumas. The population in this study is the accounting staff in the ex Karesidenan Banyumas. Sampling using purposive sampling method. The number of respondents in this study is 32 BMT accounting staff in the ex Karesidenan Banyumas. Hypothesis testing using multiple linear regression analysis method. The result of the test and analysis using multiple linear regression method shows that the relative advantage, compatability, complexity, trialability, and observability have a positive, significant effect towards the adoption of AAOIFI Accounting standard. Limitation of this study is (1) independent variables used in this study only pay attention to internal factors adopter that is characteristic of innovation just like relative advantage, compatability, complexity, ease to try and ease of observation. | |
| 3058 | 12835 | P2CD14025 | PENGARUH PENGUNGKAPAN ISLAMIC ETHICAL IDENTITY INDEX TERHADAP KINERJA KEUANGAN (Studi Empiris pada Bank Syariah Di Indonesia, Malaysia, dan Negara-negara Gulf Cooperation Council) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh pengungkapan identitasetis Islam terhadap Return on Asset, Return on Equity, dan Economic Value Added bank syariah di Indonesia, Malaysia, dan Negara-negara Gulf Cooperation Council. Penelitian ini juga menguji perbedaan pengungkapan identitas etis Islam dan kinerja keuangan antara perbankan syariah di Indonesia- Malaysia dan Negara-negara GCC. Penelitian ini menggunakan data panel yang di analisis menggunakan metode regresi linear berganda dan uji beda independent T- test. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data Laporan Tahunan dari tahun 2008 sampai 2013 yang dipublikasikan di website masing-masing perusahaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengungkapan identitas etis Islam berpengaruh terhadap ROA, ROE, dan EVA. Hasil uji beda menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pengungkapan EII dan kinerja keuangan antara perbankan syariah di Indonesia-Malaysia dan Negara-negara GCC | This study examines the empirical evidence of the influence of Islamic Ethical Identity disclosure on Return on Asset, Return on Equity, and Economic Value Added of Islamic Bank in Indonesia, Malaysia, and Gulf Cooperation Council (GCC) Countries. This study also examines the differences of Islamic Ethical Identity disclosure and Financial Performance between Islamic Bank in Indonesia-Malaysia and GCC Countries. This study used panel data which analyzed with regression analysist and Independent T-test. This study used annual report data from 2008-2013 which published in website of each Islamic Bank sample in this study. The regression results analysis showed that the disclosure of Islamic Ethical Identity have signifficant effect on ROA, ROE, and EVA. The independent T-test result showed that there is no differences on Islamic Ethical Identity Disclosure and Financial Performance between Islamic Bank in Indonesia-Malaysia and GCC Countries. | |
| 3059 | 12836 | P2EA13027 | pengaturan dan pengawasan lembaga keuangan mikro non formal (studi analisis yuridis sosiologis badan kredit desa di wilayah Banyumas) | ABSTRACT Status of the legal entity form for BKD (Credit Agency Village), in the area of Banyumas is absolute is a requirement to get coaching, settings, and control by OJK (The Financial Services Authority), because OJK will only oversee LKM (Microfinance Institutions) that have incorporated the law, then as result of BKD, in the area of Banyumas not getting coaching, arrangement, and supervision of OJK. The inanition of coaching, setting, and control for the institution’s official BKD competent, capabel and have the authority will cause problems for legal protection in accordance with the applicable legislation in the form of status of a legal entity form for BKD. Keywords : setting, controlling, and status of the legal entity | ABSTRAK Masalah legalitas status bentuk badan hukum bagi Badan Kredit Desa di wilayah Banyumas adalah merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan pembinaan, pengaturan, dan pengawasan oleh Otoritas Jasa Keuangan, karena OJK hanya akan mengawasi Lembaga Keuangan Mikro yang telah berbadan hukum, maka sebagai akibatnya BKD di wilayah Banyumas tidak mendapatkan pembinaan, pengaturan, dan pengawasan dari OJK. Kevakuman pembinaan, pengaturan, dan pengawasan bagi BKD di wilayah Banyumas oleh lembaga resmi yang berkompeten, kapabel, dan memiliki otoritas akan menimbulkan masalah bagi perlindungan hukum bagi nasabah. BKD di wilayah Banyumas harus mengupayakan bagi terwujudnya syarat legal formal yang sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku berupa status bentuk badan hukum bagi BKD. Kata Kunci : pengaturan, pengawasan, dan status badan hukum | |
| 3060 | 12838 | P2CD14021 | ANALISIS KUALITATIF DAMPAK PEMBUATAN LAPORAN KEUANGAN DAN FORMAT LAPORAN KEUANGAN YANG MEMBERIKAN MANFAAT BAGI PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH PURWOKERTO | Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode studi kasus. Penelitian ini dilakukan di panti asuhan Muhammadiyah Purwokerto. Panti asuhan yang dijadikan sebagai sumber data adalah panti asuhan yang sudah berumur lebih dari 10 tahun dan selalu membuat laporan keuangan sejak tahun 2010. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah adanya kondisi di mana panti asuhan Muhammadiyah Purwokerto yang konsisten membuat laporan keuangan walaupun bentuknya masih sederhana. Selain itu, Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) telah menerbitkan PSAK 45 revisian 2011 sebagai standar laporan keuangan organisasi nirlaba. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis 1) kondisi laporan keuangan panti asuhan Muhammadiyah Purwokerto, 2) dampak dari pembuatan laporan keuangan, 3) informasi yang dibutuhkan para pemangku kepentingan dan 4) menganalisis format laporan keuangan yang bisa diterapkan dan bermanfaat bagi panti asuhan Muhammadiyah Purwokerto. Teknik Analisis Data dalam penelitian ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman , terdiri dari: mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah panti asuhan Muhammadiyah Purwokerto rutin membuat laporan keuangan. Laporan keuangan yang dibuat oleh panti asuhan Muhammadiyah Purwokerto adalah laporan keuangan tahunan. Panti asuhan Muhammadiyah Purwokerto menggunakan standar pelaporan keuangan dari organisasi Muhammadiyah dan belum menggunakan PSAK 45. Ada tiga faktor yang memengaruhi penerapan standar pelaporan keuangan panti asuhan Muhammadiyah Purwokerto, yaitu: 1) penggunaan software, 2) pelatihan tentang akuntansi dari pemerintah, 3) sosialisasi dari pemerintah terkait standar pelaporan keuangan organisasi nirlaba. Para informan menyatakan bahwa laporan keuangan memiliki manfaat bagi panti asuhan, penyumbang dana dan juga bagi Dinas Sosial Kabupaten Banyumas. Manfaat dari pembuatan laporan keuangan adalah sebagai syarat mendapatkan dana bantuan dari Dinas Sosial, sebagai alat pertanggungjawaban, sebagai arsip pihak panti dan sebagai alat pertimbangan bagi penyumbang dana untuk memberikan dana. Para informan juga menyatakan bahwa informasi yang paling dibutuhkan oleh mereka adalah informasi keuangan berupa laporan keuangan dan informasi non keuangan berupa background panti asuhan. Panti asuhan Muhammadiyah Purwokerto yang dijadikan sumber data menyatakan kemungkinan penerapan PSAK 45 secara penuh apabila pemerintah dapat memberikan sosialisasi dan pelatihan. | This thesis conducts a qualitative research and uses a case study approach. This research was conducted in Muhammadiyah Purwokerto orphanage. The orphanage in this study as source of data is an orphanage that has existed than 10 years and has disclosed financial reports since 2010. The problems underlying this study is Muhammadiyah Purwokerto orphanage which always makes the financial statements although its financial statement is still simple. In addition, the Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) has issued the PSAK 45 revised 2011 as a non-profit organization's financial reporting standards. This study aims to analyze 1) the condition of the financial statements on orphanage Muhammadiyah Purwokerto, 2) the impact of the financial statement, 3) the most important information for stakeholders 4) and certainly want to analyze the format of financial statements that can be applied and can be useful for Muhammadiyah Purwokerto orphanage. The data analysis technic in this study using model developed by Miles and Huberman, including: data collection, data reduction, data display and withdrawal conclusion. The results of this study is the orphanage Muhammadiyah Purwokerto regularly make financial reports. The financial reports that made by the orphanage Muhammadiyah Purwokerto is the annual financial report. Muhammadiyah Purwokerto orphanage uses financial standards from Muhammadiyah organization and did not implement PSAK 45. There are three factors that affect the application of financial reporting standards in orphanage of Muhammadiyah Purwokerto, namely: 1) the use of software, 2) training of accounting from the government, 3) socialization related regulations of financial reporting standards for non-profit organizations from government. The informants stated that the financial statement has benefits for orphanage. The benefits of making the financial statements is as a condition of obtaining a grant from the Department of Social and Welfare, as a tool of accountability, as the archives and as a tool for donors to consider to provide funds. The informants also stated that the information that most needed for them are financial information (financial statement) and non-financial information (background of orphanage). Muhammadiyah Purwokerto orphanage which is used as source of data declare the possibility to implement PSAK 45 fully, if the government can provide socialization and training. |