Artikel Ilmiah : G1G008013 a.n. RENNY TRI HAPSARI
| NIM | G1G008013 |
|---|---|
| Namamhs | RENNY TRI HAPSARI |
| Judul Artikel | HUBUNGAN ANTARA FASE PENGOBATAN TUBERKULOSIS PARU ANAK PEREMPUAN USIA 6-10 TAHUN DENGAN LAJU ALIRAN SALIVA DAN PERTUMBUHAN PLAK (Kajian di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | ABSTRAK Pengobatan Tuberkulosis diberikan melalui dua fase, yaitu fase intensif dan fase lanjutan. Pada fase intensif diberikan bulan pertama dan kedua, sedangkan pada fase lanjutan diberikan bulan ketiga dan keenam. Obat anti tuberkulosis berpengaruh terhadap sistem saraf kelenjar saliva. Pertumbuhan plak akan meningkat seiring dengan penurunan laju aliran saliva. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya hubungan antara fase pengobatan tuberkulosis paru anak perempuan usia 6-10 tahun dengan laju aliran saliva dan pertumbuhan plak. Penelitian observasional klinis dengan desain cross sectional pada 30 anak perempuan penderita tuberkulosis paru yang berusia 6-10 tahun yang diambil secara accidental sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Subyek penelitian dilakukan pengambilan saliva yang ditampung digelas ukur dengan pengambilan saliva tanpa rangsangan selama 5 menit, kemudian dihitung laju aliran saliva, dan perhitungan skor plak untuk mengetahui pertumbuhan plak. Hasil analisis anova menunjukan perbedaan secara bermakna terhadap laju aliran saliva dan skor plak pada kelompok kontrol, intensif dan lanjutan (p>0,05). Hasil analisis LSD menunjukan perbedaan secara bermakna terhadap laju aliran saliva dan skor plak pada masing-masing kelompok. Korelasi pearson menunjukan hubungan berbanding terbalik antara laju aliran saliva dan skor plak (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa fase pengobatan tuberkulosis paru berpengaruh menurunkan laju aliran saliva yang diikuti dengan meningkatnya pertumbuhan plak pada anak perempuan usia 6-10 tahun. Kata Kunci: Tuberkulosis paru, Laju aliran saliva, Petumbuhan Plak. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | ABSTRACT Medication for lung tuberculosis is given within two phase, intensive phase and continued phase. Its medication will affect the nervous system of salivary glands. It affect accumulation of dental plaque will increase in a row and decrease the saliva secretion. The aim of this study was to investigate the effect of medication phase for lung tuberculosis to saliva flow rate and plaque growth. The clinical observation study with cross-sectional approach was perfomed to 30 girls with lung tuberculosis aged 6-10 years old. The subjects were accidental sampling according to the criteria of inclusion and eclusion. The done of salivary flow was taken by pooled the saliva of each patient in to plastic glass for 5 minutes without induction to measure the saliva flow rate with syringe and plaque growth was taken by plaque scoring. Statistical analysis was performed with anova, showed significant difference of the saliva flow rate and phase score at control, intensive phase and continued (p<0,05). LSD showed significant difference between the saliva flow rate and plaque score in all of each group phase. Pearson correlations showed that there was inversely propotional correlation between saliva flow rate and palque (p<0,05). The conclusion of this study was that the medication phase of lung tuberculosis may affect saliva flow rate and plaque growth, and the decrease of saliva flow rate would be followed by the decrease of plaque growth. Keywords:Lung Tuberculosis, Saliva Flow Rate, Plaque Growth. |
| Kata kunci | Tuberkulosis paru, Laju aliran saliva, Petumbuhan Plak. |
| Pembimbing 1 | dr. Ariadne Tiara H, M.si., Med., Sp.A |
| Pembimbing 2 | Dr.drg. A Haris Budi Widodo, M.kes., A.P., S.IP |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 16 |
| Tgl. Entri | 2015-08-27 22:57:33.794221 |