Artikelilmiahs

Menampilkan 2.921-2.940 dari 48.733 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
292112691F1D008005PERBANDINGAN PEMIKIRAN POLITIK ALI SYARI’ATI DAN MURTADHA MUTHAHHARI TENTANG IMAMAH Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan pemikiran politik Ali Syari’ati dan Murtadha Muthahhari mengenai Imamah. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan heurmenetika dalam bingkai perspektif pascasktruktural dan paradigma konstruktivisme, hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Islam adalah agama yang sempurna, seimbang dan universal, untuk itu bagi mereka Imamah adalah masalah penting dalam agama yang memiliki fungsi untuk mengantarkan masyarakat menuju kemaslahatan. Akan tetapi, bagi Ali Syari’ati Imam bukanlah manusia yang telah diutus Tuhan melalui mekanisme wasiat, baginya Imam adalah manusia biasa yang memiliki kualitas kemanusiaan yang melebihi manusia lainnya sehingga ia pantas dijadikan sebagai Imam. Maka ma’sum menurutnya adalah manifestasi kebaikan yang tidak pernah putus bukan pemberian Tuhan semata (taken for granted). Selain itu, baginya keturunan Nabi (ahl al-bayt) bukan hanya mereka yang mereka yang memiliki garis darah kenabian, namun mereka yang mencerminkan nilai-nilai kenabian. Berbeda dengan Murtadha Muthahhari yang melihat bahwa Imam dan serangkaian keriterianya sudah ditentukan Tuhan sebagai amanat bagi kehidupan, untuk itu Imam eksis karena wasiat, karena itu Imam harus ma’sum (terlepas dari dosa). Disamping itu Imam adalah representasi dari nubuwah (kenabian) maka dalam pandangan Murtadha Muthahhari Imam harus dari keturunan Nabi (ahl al-bayt) sebab kriteria inilah yang dapat menjamin kebenaran dan keabsahan agama serta menjamin stabilitas sosial-politik masyarakat (ummat). Pemikiran ini berimplikasi pada teori politik Syi’ah terutama masalah kepemimpinan pasca keghaiban besar (ghaibah al-Qubra). Ali Syari’ati menolak menginginkan adanya penantian aktif selama hilangnya Imam dengan mencari sosok manusia progresif dan revolusioner (rausyan fikr). Bagi Murtadha Muthahhari masa keghaiban besar harus dipimpin oleh manusia yang memiliki tingkat kecerdasan dan keshalehan yang mumpuni. Maka dilihat dari corak pemikirannya dalam pemikiran Ali Syari’ati masuk dalam kategori kepemimpinan Populis sedangkan Muradha Muthahhari masuk kedalam kategori kepemimpinan Teokratis.Article results of this study aims to describe and explain political thought Ali Syari’ati and Murtadha Muthahhari about the Imamate. By using qualitative methods and approaches heurmenetika in the frame pascasktruktural perspective and constructivism, the results of this study reveal that Islam is a perfect religion, balanced and universal, for it was for them Imamate is an important issue in the religion that has a function to deliver to the benefit of society. However, for Syari’ati Imam is not a man who had been sent by God through the mechanism will, for him Imam was a human being who has a human quality that exceeds other man that he deserves to be a priest. ma'sum then he said, are manifestations of goodness that never gave not God's gift alone (taken for granted). In addition, her descendant of the Prophet (ahl al-Bayt) not only those who those who have blood lines prophetic, but they reflect the values prophetic. In contrast to Murtadha Muthahhari see that the Imam and a series of pre-determined keriterianya God as a mandate for life, for the Imam to exist because of the will, because the priest must ma'sum (apart from sin). Besides, the Imam is a representation of nubuwah (prophethood), then in view of Murtadha Muthahhari priest must descendant of the Prophet (ahl al-Bayt) because these criteria can guarantee the authenticity and validity of religion and ensure socio-political stability of the community (ummah). This thinking has implications for political theory mainly Shiite leadership problems after major mysteries (ghaibah al-kubra). Ali Syari’ati refused wanted the active waiting for Imam loss by finding the human figure progressive and revolutionary (rausyan fikr). For Murtadha Muthahhari great mysteries period should be led by people who have high levels of intelligence and piety are qualified. So seen from shades of thought into thinking Ali in the category of leadership Populist while Mutadha Muthahhari into the leadership Theocracy.
292212692B1J010096LAJU PERTUMBUHAN DAN SINTASAN BENIH IKAN NILEM (Osteochilus hasselti C.V) YANG DIBERI spirulina platensis dan Chlorella vulgarisIkan nilem (Osteochilus hasselti) merupakan salah satu ikan potensial yang perlu dikembangkan dalam usaha budidaya karena memiliki nilai ekonomis serta durinya tidak terlalu banyak sehingga disukai oleh masyarakat. Tahapan pembenihan dalam usaha budidaya memerlukan ketersediaan pakan yang cocok untuk menunjang pertumbuhan benih ikan. Hal tersebut terkait dengan kandungan nutrisi pada pakan terutama protein yang harus tersedia dalam jumlah cukup. Protein bagi benih ikan memiliki peran sebagai pendukung pertumbuhan. Salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan protein benih ikan dengan memberikan pakan tambahan berupa Spirullina platensis dan Chlorella vulgaris. Spirulina platensis dan Chlorella vulgaris merupakan mikroalga yang memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi terutama protein. Mikroalga ini dapat memacu pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan dan sintasan benih ikan nilem setelah diberi Spirulina platensis dan Chlorella vulgaris dan mengetahui laju pertumbuhan dan sintsan benih ikan nilem yang terbaik setelah diberi Spirulina platensis dan Chlorella vulgaris.
Penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Perlakuan disusun berdasarkan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah P1 (kontrol) : benih ikan diberi pakan pelet komersial, P2 : benih ikan diberi pakan tambahan S. platensis, P3: benih ikan diberi pakan tambahan C.vulgaris dan P4: benih ikan diberi pakan tambahan S. platensis dan C.vulgaris. Benih ikan dipelihara selama 70 hari. Pengukuran panjang dan berat tubuh benih ikan dilakukan setiap 14 hari. Parameter yang diukur adalah panjang, berat tubuh serta sintasan benih ikan. Data yang diperoleh berupa data pertumbuhan dan sintasan benih ikan nilem dianalisis menggunakan Uji ANOVA dengan tingkat kesalahan 5 % (P<0,05).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laju pertumbuhan dan sintasan benih ikan nilem berpengaruh terhadap pemberian pakan tambahan Spirulina platensis dan Chlorella vulgaris. Laju pertumbuhan dan sintasan benih ikan nilem terbaik adalah pada perlakuan pemberian pakan tambahan Spirulina platensis dan Chlorella vulgaris.
Nilem fish (Osteochilus hasselti) is one potential fishes that need to be developed in the cultivation because it has economic value, and the thorns are not too much, so it is favored by the public. Seeding stages in the cultivation requires the availability of proper feed to support the growth of fish seed. This is related to the nutritional content of food, especially protein. It should be available in sufficient quantities. Protein for fish seed has a role as a supporting growth. One of the efforts to fulfill the protein requirements of fish seed was by providing additional food in the form of Spirullina platensis and Chlorella vulgaris. Spirulina platensis and Chlorella vulgaris is a microalgae that have a high nutrient content, especially protein. Microalgae can stimulate the growth and survival of fish seed. This study aims to determine the effect of Spirulina platensis and Chlorella vulgaris on the growth and survival of fish seed of nilem and determine the best treatment on the growth and survival of fish seed nilem.
This research was carried out experimentally. The treatment is based on completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 4 replicates. The treatments study ie P1 (control): fish seed given commercial pellets, P2: fish seed given additional food S. platensis, P3: fish seed given additional food C. vulgaris and P4: fish seed given additional food S. platensis and C. vulgaris. Fish seed maintained for 70 days. Measurement body length and weight of fish seed carried out every 14 days. Parameters measured were length, weight and survival of fish seed. Data obtained in the form of data growth and survival rate was analyzed using ANOVA with an error rate of 5% (P <0.05).
These results indicate that growth rate and survival rate of fish seed nilem affects the provision of additional feed Spirulina platensis and Chlorella vulgaris. The growth rate and survival rate of fish seed is in treatment best nilem supplemental feeding Spirulina platensis and Chlorella vulgaris.
292312693F1C008106STRATEGI KOMUNIKASI CITY BRANDING PADA KEGIATAN BANYUMAS EXTRAVAGANZA
Penelitian ini berjudul STRATEGI KOMUNIKASI CITY BRANDING PADA KEGIATAN BANYUMAS EXTRAVAGANZA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi pemkab Kabupaten Banyumas dalam mengkomunikasikan city branding pada event Banyumas Extravaganza. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metodologi kualitatif. Objek penelitian ini adalah DINPORABUDPAR Kab. Banyumas yang dipilih berdasar kriteria tertentu. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling atau sampel yang bertujuan dengan cara mengambil subjek informan yang dianggap tahu dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data dan mengetahui masalah secara berdasar pengalaman dari informan. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan wawancara mendalam, dokumentasi dan observasi. Validitas data menggunakan triangulasi data dan sumber.
Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa strategi komunikasi city branding yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Banyumas melalui pengenalan khalayak, penyusunan pesan, penentuan metode , Seleksi dan penggunaan .media Strategi komunikasi city branding dimulai dengan adanya musyawarah tim yang ditunjuk oleh Bupati Banyumas di bawah koordinasi Ketua Bappeda Kab. Banyumas melalui adanya sayembara terbuka untuk seluruh masyarakat Indonesia. Dengan demikian masyarakat Banyumas bahkan masyarakat di luar Banyumas bisa ikut serta secara terbuka dalam perumusan dan pembentukan city branding. Better Banyumas dipilih sebagai tag line untuk menggambarkan citra Kab. Banyumas yang siap untuk lebih baik dengan daerah lainya. Strategi komunikasi yang dilakukan adalah melalui media massa dan media sosial serta komunikasi tatap muka dengan seluruh elemen masyarakat.

This reaseacrh titled COMMUNICATION STRATEGY OF CITY BRANDING ON BANYUMAS EXTRAVAGANZA . The aim of this study was to determine how the strategy Banyumas regency in communicating the city branding in Banyumas Extravaganza event. In this study, researchers used a qualitative methodology. The object of this study is DINPORABUDPAR Kab. Banyumas were selected based on certain criteria. Selection techniques informants in this study were selected using purposive sampling or sample that aim by taking the subject informant deemed to know and can be trusted to be the source of the data and determine the problem is based on the experience of informants. In collecting the data, researchers used in-depth interviews, documentation and observation. The validity of the data using triangulation of data and sources.
From these results it can be concluded that city branding communication strategy undertaken by the government through the introduction audience Banyumas, drafting messages, determination methods, Selection and use of .media city branding communications strategy begins with the deliberation team appointed by the Regent Banyumas under the coordination Chairman of the Bappeda. Banyumas through the contest is open to all Indonesian people. Thus Banyumas, Banyumas even outside the community can participate openly in the formulation and establishment of city branding. Better Banyumas chosen as a tag line to portray the image of the district. Banyumas ready to better other areas. The communication strategy is done is through the mass media and social media as well as face to face communication with all elements of society.
292412694F1D010033EKONOMI POLITIK PENGEMBANGAN KOPERASI SERBA USAHA (KSU) NIRA SATRIA DI KABUPATEN BANYUMASRingkasan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut, perdagangan bebas gula kristal di Kabupaten Banyumas menyebabkan setiap aktor yang berkepentingan saling bersaing untuk mendapatkan keuntungan. Mulai dari pengrajin gula yang selalu berproduksi dan ekspansi (rasionalitas petani) sampai dengan pembentukan KSU Nira Satria. Namun ketidakmampuan KSU Nira Satria dalam mengakomodir pengrajin gula menyebabkan rasionalitas jinak. Rasionalitas jinak yaitu, sifat KSU Nira Satria yang lebih memilih posisi seimbang (balance) dan berkesinambungan (sustain) dalam proses produksi. Rasionalitas jinak ini selanjutnya menjadi permasalahan ketika dihadapkan dengan P3R. Dalam hal ini, tidak banyak hal yang bisa dilakukan KSU Nira Satria untuk terlepas dari ketergantungan pasar P3R. Selain itu, P3R pun memiliki kepentingan sendiri, berdasar pada rasionalitas jinak yang dimiliki KSU Nira Satria, P3R mencoba untuk membangun relasi kerja yang timpang. KSU Nira Satria sebagai produsen dan P3R sebagai pemasar. Ini adalah bentuk patron-client, di mana patron memiliki rasionalitas untuk selalu dapat menguasai client. Rasionalitas jinak ini juga menyebabkan lemahnya posisi KSU Nira Satria dihadapan kelompok tani, di mana KSU Nira Satria (free rider) telah gagal bersaing dengan PT. Holes. Dalam hal ini PT.Holes mampu menawarkan harga lebih tinggi dibandingkan dengan KSU Nira Satria. Sementara itu, LPPLSH sebagai aktor intelektual mampu mendominasi KSU Nira Satria melalui wacana relasi kerja. Pada akhirnya, relasi kuasa yang terbangun dalam pengembangan KSU Nira Satria di Kabupaten Banyumas lebih banyak merugikan KSU Nira Satria dibandingkan dengan keuntungan yang didapat.

Kata kunci: rasionalitas jinak, patron-client, free rider, dominasi wacana
A Abstract of this research result is as follows, a crystalline sugar free trade in The District of Banyumas cause any actor interested parties compete with to gain advantage. Get started from craftsman activities and expansion of sugar always (rational peasant) up to the formation of KSU Nira Satria. But an inability KSU Nira Satria in accommodate a craftsman sugar causing rationality benign .Rationality benign namely, of the nature of KSU Nira Satria who prefer to use the position of balanced (balance) and sustainable (sustain) during the production process. Rationality benign went into problems when faced with P3R. In this case not so many things to do KSU Nira Satria to let go of dependence P3R. Besides, P3R too have its own interested, based on rationality benign owned KSU Nira Satria. P3R trying to build a relationship work lame. KSU Nira Satria as producer and P3R for marketers. This is the shape that has the patron-client relations, where the patron having rationality to always be able to seize client. Rationality benign this also caused the weakness of the position of ksu nira satria to the peasant, in which KSU Nira Satria (free rider) has failed to compete with PT .Holes. In this PT.Holes able to offer higher prices than the KSU Nira Satria. Meanwhile, as actor LPPSLH intellectual capable of dominating KSU Nira Satria through discourse relationships work. In the end, power relationships developed in the development of ksu nira satria in District of Banyumas more injurious KSU Nira Satria compared with the profit gained .


292512695G1B011068PENGETAHUAN, SIKAP DAN PRAKTIK (PSP) TENTANG MALARIA PADA JURU MALARIA DESA (JMD) DI EKS KAWEDANAN SUMPIUH KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2015 (STUDI DESKRIPTIF)Rekrutmen Juru Malaria Desa (JMD) adalah salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat untuk penanggulangan malaria. JMD bertugas dalam penemuan dan pengobatan kasus malaria secara Active Case Detection (ACD). Sampai saat ini belum ada evaluasi mengenai tugas JMD di Kabupaten Banyumas yang daerah endemis malaria yaitu di wilayah kerja Puskesmas Eks Kawedanan Sumpiuh. Tujuan penelitian ini untuk mendeksripsikan karakteristik individu, pengetahuan, sikap dan praktik tentang malaria pada JMD di Eks Kawedanan Sumpiuh tahun 2015. Metode penelitian menggunakan desain studi deskriptif dengan rancangan studi cross sectional (survei). Sampel penelitian menggunakan total sampling yang berjumlah 10 JMD. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang sudah divaliditas, check list dan alat perekam gambar. Analisis data menggunakan analisis univariat. Rata-rata usia JMD adalah 45 tahun. Sebagian besar tingkat pendidikan dalam kategori dasar (60%) dan total pendapatan keluarga dalam kategori rendah (80%). Seluruhnya mempunyai status pekerjaan lain selain JMD, rata-rata masa kerja adalah 8,5 tahun dan kegiatan pelatihan belum diikuti selama kurun waktu 3 tahun terakhir. Pengetahuan tentang malaria dengan kategori tinggi (50%) dan kategori rendah (50%). Sikap tentang malaria sebagian besar (60%) baik. Seluruh JMD memiliki praktik kurang baik. Saran yang diberikan peneliti adalah sebaiknya dalam rekrutmen JMD harus diberikan kriteria seperti batasan umur dan tingkat pendidikan. Kegiatan pelatihan dan evaluasi kinerja sebaiknya dilakukan secara berkala minimal 1 tahun sekali.Recruitment of Village Malaria Worker (VMW) is one community empowerment efforts for the prevention of malaria. VMW’s duties were detection and treatment of malaria cases in Active Case Detection (ACD). Until now there has not been evaluation yet about VMW’s duties in Banyumas regency especially in Sumpiuh Community Health Center where malaria is endemic. The purpose of this study was to describe individual characteristics, knowledge, attitude and practice about malaria in VMW at Eks Kawedanan Sumpiuh year 2015. The research used descriptive study design with cross sectional study design (survey). The research used a total sampling totaling 10 VMW. The research instruments used validated questionnaires, check lists and image recording devices. The research used univariate analysis. The average age of VMW were 45 years. Most of the samples were include educational background in the basic category (60%) and total family income in the low category (80%). All the VMW had another job besides as VMW, working periode average was 8,5 years and training activities have not been followed for a period of 3 years. Knowledge of malaria was both in a high category (50%) and low category (50%). Attitudes about malaria mostly good (60%). The whole VMW has a less good practices. The advice given is preferably in the recruitment of VMW should be given some criteria such as age limits and level of educational background. Training activities as well as performance evaluation should be performed periodically at least once a year.
292612696F1B008041PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PUBLIK TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA JASA KERETA API KELAS EKONOMI MENJADI EKONOMI AC DI STASIUN BESAR PURWOKERTO
Di dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 2007 disebutkan bahwa sistem transportasi merupakan elemen yang penting berkaitan dengan kontribusinya yang besar untuk pembangunan. Selain mengedepankan pelayanan yang optimal kepada masyarakat, transportasi juga merupakan badan umum yang berorientasi pada keuntungan demi kesejahteraan anggotanya dan turut menyumbang pembangunan bagi Negara.
Hal tersebut yang mendorong penulis untuk menganalisis tingkat kepuasan pelanggan yang menggunakan jasa kereta api sebagai sarana transportasi massal di Stasiun Besar Purwokerto. Penelitian ini berjudul “Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pengguna Jasa Kereta Api Kelas Ekonomi Menjadi Ekonomi AC Di Stasiun Besar Purwokerto”. PT. Kereta Api Indonesia telah memberikan banyak manfaat dan kenyamanan bagi masyarakat selaku pengguna jasa kereta api.
Perumusan masalah dalam penelitian ini mengarah pada kajian bagaimana pengaruh reliability, responsiveness, assurance terhadap kepuasan pengguna jasa kereta api kelas ekonomi menjadi ekonomi AC di Stasiun Besar Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan lokasi penelitian di Stasiun Besar Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survey, pengertian survey adalah mengambil sampel dari salah satu populasi untuk mewakili seluruh populasi. Metode anaisis yang digunakan adalah korelasi kendall tau dan regresi ordinal dengan taraf kepercayaan 95% (alpha 5 persen).
Dilihat dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pengguna jasa kereta api. Bila diinterprestasikan maka keduanya adalah positif, hal ini menunjukkan bahwa kinerja pelayanan mempunyai arti penting dalam meningkatkan kepuasan pengguna jasa.
In Law No. 23, 2007 stated that the transportation system is an important element associated with a large contribution to development. In addition to promoting optimal service to the community, transportation is also a common body of profit-oriented for the benefit of its members and contributing to the development of the State.
It encourages the writer to analyze the level of satisfaction of customers who use rail services as a means of mass transportation in the Big Station Purwokerto. This study entitled " Influence The Quality Of Public Services To The Satisfaction Of The Economy-Class Train Service Into Ac Economy At Large Stations Purwokerto". PT. Kereta Api Indonesia as a public company engaged in the field of land transport has provided many benefits and convenience to the public as a train service users.
The formulation of the problem in this research leads to the study of the influence of reliability, responsiveness, assurance against rail service user satisfaction economy into an economy class air conditioning at the Big Station Purwokerto. This study uses quantitative methods to the study site in Navan Big Station. The method used in this study is a survey research, the definition of the survey is to take a sample from one population to represent the entire population. Anaisis method used is Kendall tau correlation and ordinal regression with a 95% confidence level (alpha 5 percent).
Judging from the results of this study indicate that service quality has a significant impact on user satisfaction rail services. When interpreted the two is positive, it indicates that the performance of services is of significant importance in improving service user satisfaction.
292712697B1J011005Estimasi Umur dan Pertumbuhan Ikan Layang (Decapterus russelli Rüppell, 1830) Asal Perairan Tegal dan Cilacap Berdasarkan Karakter OtolitMelalui otolit dapat diketahui perkembangan ikan. Otolit dapat digunakan untuk menghitung pertumbuhan dan menentukan umur ikan. Terdapat hubungan antara panjang ikan dengan pertambahan panjang otolit. Bila ikan yang sama spesiesnya tersebar pada lintang yang perbedaannya lebih dari lima derajat, maka akan terdapat perbedaan ukuran dan umur. Hal ini terjadi pada ikan layang hasil tangkapan di perairan Tegal dan perairan Cilacap. Oleh karena itu, maka perlu untuk dilakukan penelitian estimasi umur dan pertumbuhan ikan layang (Decapterus russelli Rüppell, 1830) hasil tangkapan di perairan Tegal dan Cilacap berdasarkan karakter otolit. Penelitian ini bertujuan untuk menduga umur ikan layang hasil tangkapan di perairan Tegal dan Cilacap berdasarkan jumlah annulus pada otolitnya, mengetahui hubungan antara panjang total ikan layang hasil tangkapan di perairan Tegal dan Cilacap dengan panjang otolitnya, dan mengamati laju pertumbuhan ikan layang hasil tangkapan di perairan Tegal dan Cilacap berdasarkan jarak antar annulus pada otolitnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur ikan layang hasil tangkapan di perairan Tegal dan Cilacap yang diamati selama penelitian berkisar 1 – 2 tahun, pertambahan panjang total berkorelasi positif dan kuat dengan pertambahan panjang otolit, dan ikan layang hasil tangkapan di perairan Tegal dan Cilacap mengalami penurunan laju pertumbuhan pada tahun kedua hidupnya.
Via otolith can be known the development of the fish. Otolith can be used to calculate the growth and determine the age of fish. There is a relationship between the length of the fish with the length otolith. When the same fish species are spread in latitude difference of more than five degrees, there will be differences in size and age. As happened in the indian scad catches in Tegal and Cilacap waters. Therefore, it is necessary to research the estimated age and growth of indian scad (Decapterus russelli Rüppell, 1830) catches in Tegal and Cilacap waters based on otolith characters. This study aims to age suspect indian scad catches in Tegal and Cilacap waters based on the number of annulus otolith, determine the relationship between the total length indian scad catches in Tegal and Cilacap waters with length otolith, and observing the growth rate of indian scad catches in Tegal and Cilacap waters based on the distance between the annulus on otolith. The results showed that age indian scad catches in Tegal and Cilacap waters were observed during the study ranges from 1-2 years, the total length positive correlation and strong with the length otolith, and indian scad catches in Tegal and Cilacap waters decreased growth rate in the second year of his life.
292812698F1F008041The Differences of Male and Female Expectations in Making the Ending of Brother Grimm’s Rapunzel: A Reader-Response Study.ABSTRAK
Andriana, Leti Lindya, 2015. The Differences of Male and Female Expectations in Making the Ending of Brother Grimm’s Rapunzel: A Reader-Response Study. Skripsi. Pembimbing 1: Mimien Aminah S.,MA. Pembimbing 2: Ririn Kurnia T., MA. Penguji: Tribuana Sari, S.S.,M.Si. Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Sastra Inggris, Program Study Sastra Inggris, Purwokerto.
Kata Kunci: Respon Pembaca, Respon Pembaca Fenomenologi, Ekspektasi Pembaca Pria Dan Wanita.
Penelitian yang berjudul “The Differences of Male and Female Expectations in Making the Ending of Brother Grimm’s Rapunzel: A Reader-Response Study” bertujuan untuk mencari tahu perbedaan ekspektasi pembaca pria dan wanita melalui cerita pendek berjudul Rapunzel karya Brother Grimm.
Selanjutnya, teori respon pembaca fenomenologi digunakan untuk menganalisis fenomena tersebut. Respon pembaca fenomenologi adalah ilmu yang memperlajari interaksi antara pembaca dengan teks selama proses membaca. Kemudian analisis tersebut dijabarkan dengan metode kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat tiga perbedaan; 1. Pembaca pria lebih suka menciptakan akhir cerita yang sedih tetapi pembaca wanita lebih suka menciptakan akhircerita yang bahagia untuk menutup cerita Rapunzel karena mereka membawa latarbelakang kehidupan mereka pada cerita yang mereka hasilkan. 2. Pembaca wanita menambahkan karakter baru dibandingkan pembaca pria hal ini dikarenakan wanita dapat berfikir banyak hal dalam satu waktu sedangkan pria hanya focus pada informasi yang didapat. 3. Pembaca wanita lebih memilih makna tersirat pada pembuatan akhir cerita karena merka dapat menggunakan imaginasi meraka sendiri, sedangkan pembaca pria lebih memilih makna tersurat karena mereka terfokus pada fakta yang ada dalam teks tanpa menambahkan detail lainnya.
ABSTRACT
Andriana, Leti Lindya, 2015. The Differences of Male and Female Expectations in Making the Ending of Brother Grimm’s Rapunzel: A Reader-Response Study. Thesis. Supervisor 1: Mimien Aminah S.,MA. Supervisor 2: Ririn Kurnia T., MA. Examiner: Tribuana Sari, S.S.,M.Si. Ministry of Research, Technology and Higher Education, Jenderal Soedirman University, Humanities Faculty, English Department, English Study Program, Purwokerto.
Keywords: Reader- Response, Reader-Response Phenomenology, Male and Female Reader Expectation.
The research entitled “The Differences of Male and Female Expectations in Making the Ending of Brother Grimm’s Rapunzel: A Reader-Response Study” is aimed to find out the differences of Male and Female Expectations in Making the Ending of Brother Grimm’s Rapunzel written by Brother Grimm.
Furthermore, reader-response theory is applied to analyze the response of the readers in phenomena. Reader-response phenomenology is a study that focuses on interaction between readers and the text during reading activity. Then the analysis presented by using qualitative method.
The finding show that there are three differences, such as; 1. Male readers prefer to create sad story than happy story but female readers prefer to produce happy ending to finish Rapunzel story because readers have brought their background of life in the ending that they produce. 2. Female readers add more new characters than male readers it happens because female readers can think more than one thing at the same time then male readers’ focus more on information about original characters in the story. 3. Female readers prefer using implicit meaning in creating ending story because they can use their imaginations to get their own meaning. In the contrary, male readers prefer explicit meaning because they focus on the fact in original story without adding other details information.
292912708F1F008109LOVE STORY AS DEPICTED IN THE MAIN CHARACTER MAGGIE BROWN OF CHERYL HOLT’S MY ONLY LOVEABSTRAK
Hendrik, Joseph. 2015. Love Story As Depicted In The Main Character Maggie Brown Of Cheryl Holt’s My Only Love. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Jendral Soedirman. Dosen pembimbing: Dra. Mimien Aminah Sudja’ie. M.A., Ririn Kurnia Trisnawati S.S., M.A., Taufiqurrohman S.S., M.Hum.
Kata Kunci: Cerita Cinta
Penelitian yang berjudul “Love Story As Depicted In The Main Character Maggie Brown Of Cheryl Holt’s My Only Love” bertujuan untuk menemukan jenis-jenis cinta dan menemukan perilaku yang tidak baik dalam novel My Only Love karya Cheryl Holt. Dalam penelitian ini menggunakan Teori Cinta, Teori Emosional, dan pendekatan Psikologikal. Kemudian, analisis dijabarkan menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Terdapat beberapa langkah dalam meneliti novel ini. Langkah pertama yaitu, membaca novel My Only Love untuk memahami isi novel tersebut untuk pengumpulan data. Langkah kedua adalah, mengidentifikasi teks yang berisi jenis cinta didalam novel tersebut. Berdasarkan analisis yang ada, penulis menemukan beberapa jenis-jenis cinta diantara Maggie Brown dan Adam St. Clair didalam novel My Only Love. Hubungan percintaan terjadi karena adanya hubungan antara Maggie Brown dan Adam St. Clair.
ABSTRACT
Hendrik, Joseph. 2015. Love Story As Depicted In The Main Character Maggie Brown Of Cheryl Holt’s My Only Love. Thesis. English Language And Literature Department. Faculty Of Culture Sciences. Jendral Soedirman University. Supervisiors: Dra. Mimien Aminah Sudja’ie. M.A., Ririn Kurnia Trisnawati S.S., M.A., Taufiqurrohman S.S., M.Hum.
Keywords: Love story
The research entitled “Love Story As Depicted In The Main Character Maggie Brown Of Cheryl Holt’s My Only Love” aims to find out the kind of love and to find out the kind of negative impacts in novel My Only Love written by Cheryl Holt. This research used Love theory, Theory of emotion, and Psychological approach. Furthermore, the analysis is arranged using descriptive qualitative method.
There are several steps in analyzing this novel. First, the researcher reads the novel to understand the content and to collect the data. Second, the researcher identifies texts which have kind of love in the novel. Based on the analysis, the researcher find many kind of love between Maggie Brown and Adam St. Clair in the novel My Only Love. The love relationship caused the relationship between Maggie Brown and Adam St. Clair.
293012699F1C009076ASERTIVITAS KOMUNIKASI ANAK KEPADA ORANG TUA TIRI DALAM KELUARGA REMARRIAGEKeluarga remarriage merupakan fenomena yang sudah tidak asing lagi khususnya di Indonesia. Keluarga remarriage terbentuk dari pasangan suami istri, dimana perkawinan tersebut merupakan perkawinan yang dilakukan setelah perkawinan sebelumnya berkakhir atau mengalami kegagalan baik bagi salah satu pihak atau keduanya.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat asertivitas komunikasi yang terjadi dalam keluarga remarriage yakni antara anak kepada orangtua tirinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskrptif kualitatif. Sasaran penelitian ini adalah orangtua tiri dan anak dalam keluarga remarriage. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling untuk memilih informan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa asertivitas komunikasi anak kepada orangtuanya dapat dilihat dari bentuk dan faktor yang mempengaruhi asertivitasnya. Dilihat dari hasil penelitian bentuk asertivitas yang dilakukan anak adalah inisiasi dan diskusi. Terdapat faktor internal dan eksternal yang mempengaruhinya, yakni jenis kelamin, usia, dan pola asuh orangtua. Selain itu terdapat unsur – unsur yang dibutuhkan untuk dapat menjadi asertif yakni kejujuran, percaya diri, dan tanggungjawab.
Remarriage family is not uncommon phenomenon, especially in Indonesia. Remarriage family is formed when the marriage between spouses is conducted after previous marriage ended or failure for one or both of them.
This study aims to look at assertiveness communication that occurs within the remarriage family between the child and their stepparent. The method used in this research is descriptive qualitative method. The targets of this research is the child and stepparent in the remarriage family. Data collection technique used is interviews. This study using purposive sampling technique to select informants.
The results showed that assertiveness communication to the parents of childrens can be seen from the shape and factors affecting their assertivity. Judging from the results of research conducted assertiveness child form is initiation and discussion. Also there are internal and exteral factors that influence the assertivity, these are the child’s gender, age and parents way of parenting. In addition, there are element that needed for being assertive these are honesty, confidence and responsibility.
293112703G1D011055HUBUNGAN KEYAKINAN KESEHATAN
TERHADAP KEPATUHAN PENATALAKSANAAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI KECAMATAN WANGON
Latar Belakang: Diabetes mellitus merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikendalikan dengan cara mematuhi aturan penatalaksanaan yang harus dilakukan seumur hidup. Hal tersebut menyebabkan banyak yang mengalami kegagalan untuk mematuhi aturan yang sudah dianjurkan. Kepatuhan dipengaruhi banyak faktor salah satunya adalah faktor psikologis pasien.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keyakinan kesehatan terhadap kepatuhan penatalaksanaan diabetes mellitus tipe 2 di Kecamatan Wangon.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik quota sampling dengan jumlah sampel sebanyak 67 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner health belief model dan DSMQ yang dianalisis menggunakan uji koefisien kontingensi.
Hasil: Hasil analisis menggunakan uji koefisien kontingensi menunjukkan nilai p = 0,000 dan nilai r = 0,465. Sebanyak 38 responden memiliki keyakinan kesehatan kurang baik.
Kesimpulan: ada hubungan bermakna antara keyakinan kesehatan dengan kepatuhan penatalaksanaan diabetes mellitus tipe 2 di Kecamatan Wangon.
Background: Diabetes mellitus is a disease can’t be cured but can be controlled by adherence to recommended management for a long life. This causes many of them have failed to adherence with the rules that have been recommended. Adherence is influenced by many factors, one of them is the psychological factors of the patient.
Objective: This research aimed to determine health belief relationship to adherence of diabetes type 2 management in district Wangon.
Methods: This research used a cross sectional design. The sampling technic applied quota sampling. There were of 67 respondents. Data collected using questionnaire of health belief model and DSMQ that were analized with chi-quare test.
Results: The analysis used the coefficient contingency test showed the value of p = 0.000 and and r = 0.465. There were 38 respondents have poorly health belief.
Conclusion: There is a significant correlation between health beliefs with the adherence management of diabetes mellitus type 2 in district Wangon.
293212705G1B011083PENGARUH PEMBERIAN MODEL POSISI KERJA ERGONOMI TERHADAP KELUHAN SUBJEKTIF LBP PEKERJA BATIK TULIS DI DESA KAUMAN SOKARAJASikap atau posisi kerja pada pekerja batik tulis yang tidak alamiah seperti membungkuk merupakan salah satu faktor yang dapat menimbulkan keluhan subjektif LBP. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian model posisi kerja ergonomi terhadap keluhan subjektif LBP pekerja batik tulis di Desa Kauman Sokaraja. Metode penelitian ini menggunakan quasy experiment dengan rancangan pretest posttest design. Sampel penelitian sebanyak 16 pekerja batik yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis uji data yang digunakan adalah uji paired t test, apabila tidak berdistribusi secara normal maka menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan bahwa ada perbedaan keluhan subjektif LBP pekerja batik tulis di Desa Kauman Sokaraja sebelum dan sesudah pemberian intervensi (model posisi kerja ergonomi), diantara beberapa hari intervensi (Hari pertama p value 0,005 (<0,05), hari kedua p value 0,000 (<0,05), dan hari ketiga p value 0,000 (<0,05)). Saran dalam penelitian ini adalah pembatik sebaiknya menerapkan model posisi kerja ergonomi yang sudah diberikan.Posture of work or work position of batik tulis worker which unartless like crooked was one of the risk that could make low back pain subjective lamentation. The purpose of this research was find influence of giving ergonomic work position model trough low back pain subjective lamentation of batik tulis worker in Desa Kauman Sokaraja. The research method was quasy experiment with pretest posttest design. Sample of this research were 16 batik tulis workers that completed inclucy catagory. Analysis of test that used was paired t test, if not normaly distribution then used Wilcoxon test. The result showed that there were a difference low back pain subjective lamentation of batik tulis worker in Kauman Village Sokaraja District before and after giving an intervention (ergonomic work position model), among several days of intervention (Day 1 p value 0,005 (<0,05), day 2 p value 0,000 (<0,05), and day 3 p value 0,000 (<0,05)). Study suggest that batik tulis worker should implement ergonomic work position model.
293312706F1F008059A SEMIOTIC ANALYSIS ON MCRIB’S ADVERTISEMENTS BY CASANDRA STRAUS
IN MCDONALD’S OFFICIAL WEBSITE
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan tanda (sign) pada iklan McRib yang terdapat pada halaman web resmi McDonald yang diilustrasikan oleh Casandra Straus, serta untuk mengetahui proses penyampaian maknanya terkait dengan konteks yang ada.
Bidang penelitian ini adalah semiotik yang merupakan pengkajian tentang sistem tanda sebagai jembatan komunikasi dalam cakupan penggunaannya yang luas.Peneliti menganalisa penanda pada iklan McRib berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Peirce yang mengidentifikasikan jenis-jenis tanda sebagai ikon, indeks, dan simbol.
Penelitian ini merupakan penelitian metode kualitatif. Data yang digunakan adalah tanda yang ditemukan pada iklan McRib yang diilustrasikan oleh Casandra Straus dan diambil dari halaman web resmi McDonalds pada Januari 2015. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan teknik pencatatan dan pemisahan yang dilakukan melalui dua tahap.Pertama, peneliti mencari iklan McRib pada halaman web resmi McDonalds, setelah itu mengelompokannya berdasarkan spesifikasi tertentu.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 28 kartu yang kemudian dikelompokkan ke dalam 8 kelompok berdasarkan warna latar belakang kartu. Peneliti menemukan bahwa gambar utama pada kartu-kartu tersebut merupakan tanda yang bersifat ikonik dan simbolik. Sedangkan teks di bawahnya merupakan tanda yang bersifat indeksikal. Secara keseluruhan, makna yang dihadirkan setiap kartu tersebut berbeda. Beberapa diantaranya menyajikan informasi berdasarkan fakta, sementara yang lainnya melebih-lebihkan kebenarannya. Meski demikian, semua kartu tersebut sama-sama mewakili alasan untuk memakan McRib.
The research is aimed at identifying the use of signs in McRib’s advertisements illustrated by Casandra Straus on McDonald’s official webpage and how it conveyed the meaning related to the context.
The field of the research is semiotics. It is a study of sign system in global use of communication. The researcher analyzed the signs in McRib’s advertisements based on the theory postulated by Peirce who identified the types of the signs as icon, index, and symbol.
The research belonged to qualitative research. The data were signs found in the McRib advertisements which were illustrated by Casandra Straus collected from McDonalds’ official webpage in January 2015. The researcher used the noting and separating technique in collecting the data which was done in two steps. First, the researcher searched McRib advertisements in McDonalds’ official webpage and then classified them based on specific terms.
The result showed that there are 28 cards of advertisement which were classified into 8 different background colors. The researcher found that the main images in the cards were the iconic and symbolic signs, and then the caption texts were the indexical signs. Overall, the meanings delivered from each card were different. Some of them brought the factual information and some others just stretched the truth. However, all the cards stood as the reasons to eat McRib.
293412709B1J011047Estimasi Umur dan Pertumbuhan Ikan Layang (Decapterus ruselli, Rüppell 1830) Asal Perairan Tegal dan Cilacap Berdasarkan Karakter OperculumIkan menjadi konsumsi utama bagi masyarakat Indonesia, salah satunya yaitu ikan layang. Ikan layang sering ditangkap di perairan bagian utara dan selatan pulau Jawa Tengah. Tidak mengherankan jika ikan ini menjadi sumber daya ikan pelagis kecil yang sering dieksploitasi dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang berada di sekitar perairan Jawa. Hal tersebut mendorong perlunya dilakukan penelitian terkait aspek biologis ikan layang. Salah satu aspek yang penting untuk diteliti dari karakter ikan yaitu mengetahui pola pertumbuhannya dengan mengamati lingkaran tahun yang terbentuk pada bagian tubuh tertentu dari ikan, seperti operculum. Lingkaran pertumbuhan yang terbentuk tiap tahun tersebut dapat digunakan untuk menduga umur ikan. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara group random sampling. Parameter yang diamati adalah panjang total, panjang baku dan berat tubuh ikan serta karakter annulus operculum meliputi panjang operculum, lebar operculum, jumlah annulus, dan radius antar annulus operculum. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ikan layang hasil tangkapan perairan Tegal dan Cilacap umurnya berkisar antara 1-2 tahun. Ikan layang hasil tangkapan perairan Tegal dan Cilacap memiliki korelasi positif antara pertambahan panjang ukuran tubuhnya dengan pertambahan panjang pada operculumnya. Laju pertumbuhan ikan layang hasil tangkapan perairan Tegal maupun Cilacap sama-sama cepat di tahun pertama dan mulai melambat pertumbuhannya di tahun selanjutnya.
Fish becomes the primary consumption for the Indonesian people, one of which is an Indian scad. Indian scad often caught in the north and south waters of Central Java. It is not surprising that these fish into small pelagic fish resources are often exploited and used by people who are in the waters around Java. It is pushing the need for research related biological aspects of indian scad. One aspect that is important for the study of the character of fish that determine growth patterns by observing the annual circle formed on certain body parts of fish, such as operculum. Growth rings formed each year can be used to estimate the age of the fish. This study uses survey sampling technique with random sampling group. Parameters measured were total length, standard length and body weight, and the character of annular operculum such as length operculum, width operculum, the amount of the annulus, and the radius between annular operculum. Based on the results of this study revealed that the indian scad catches from Tegal and Cilacap waters ranging between 1-2 years old. Indian scad catches from Tegal and Cilacap waters have a positive correlation between the length of its body with the size of the operculum. The growth rate of indian scad catches from Tegal and Cilacap waters equally fast in the first year and start slowing down in the next year.
293512710B1J011119POTENSI Pleurotus sajor-caju, Hypsizigus ulmarius, DAN
Volvariella volvacea DALAM MENGHASILKAN
METABOLIT SEKUNDER PADA DUA JENIS
MEDIUM FERMENTASI BERBEDA
Jamur kelas Basidiomycetes yang berperan sebagai jamur pangan di antaranya Pleurotus sajor-caju, Hypsizigus ulmarius dan Volvariella volvacea. Ketiga jamur tersebut selain dimanfaatkan sebagai jamur pangan juga dimanfaatkan sebagai jamur obat karena berpotensi menghasilkan senyawa metabolit sekunder. Produksi metabolit sekunder jamur dapat dilakukan menggunakan medium cair karena mempunyai keuntungan antara lain, komposisi dan konsentrasi medium dapat diatur, waktu pemanenan singkat, dan meminimalisir terjadinya kontaminasi. Golongan senyawa metabolit sekunder yang dihasilkan dari ketiga jamur tersebut dapat berupa alkaloid, flavonoid, dan terpenoid yang dapat dideteksi dari ekstrak filtrat medium. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui isolat jamur yang pertumbuhannya paling baik pada dua jenis medium fermentasi; Golongan senyawa metabolit sekunder dalam ekstrak filtrat medium P. sajor-caju, H. ulmarius dan V. volvacea.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang dicobakan adalah jenis isolat dan medium fermentasi. Variabel bebasnya adalah medium pertumbuhan dan jenis isolat jamur, sedangkan variabel tergantungnya adalah pertumbuhan miselium dan produksi metabolit sekunder. Parameter utama yang diukur adalah bobot kering miselium dan kandungan metabolit sekunder golongan alkaloid, flavonoid, dan terpenoid dalam ekstrak filtrat medium, sedangkan parameter pendukungnya adalah pH awal dan akhir medium. Ekstraksi bertingkat dilakukan menggunakan pelarut n-heksan dilanjutkan etil asetat dan deteksi metabolit sekunder dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Data berupa bobot kering miselium yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada tingkat kesalahan 5%. Jika uji berbeda nyata atau sangat nyata maka dilanjutkan dengan Uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot kering miselium rata-rata tertinggi seberat 0,93 g dihasilkan oleh H. ulmarius pada medium fermentasi 1; Isolat P. sajor-caju, H. ulmarius dan V. volvacea mengandung golongan senyawa metabolit sekunder yaitu golongan senyawa alkaloid, flavonoid dan terpenoid
Pleurotus sajor-caju, Hypsizigus ulmarius and Volvariella volvacea are belonging to Basidiomycetes that act as an edible mushroom. In addition, they are able to be used as a medicinal mushroom due to their potential to produce secondary metabolites. Fungal secondary metabolite production can be carried out by using a liquid medium because it has many advantages such as having ability to set the composition and concentration of medium, short harvesting time, and less contamination. The types of secondary metabolites that produced by those fungi can be alkaloids, flavonoids and terpenoids which can be detected by a medium filtrate. This study has the following objectives: determine the best growth of fungal isolate; determine the types of alkaloids, flavonoids and terpenoids that available in medium filtrate extraction of P. sajor-caju, H. ulmarius and V. volvacea.
The method used in this study was experimental with Completely Randomized Design (CRD). The treatments were tested by fungal isolate types and fermentation medium. The independent variables consisted of medium growth and fungal isolate types, while the dependent variables were mycelium growth and secondary metabolites production. The main parameters were the mycelium weights and secondary metabolites such as alkaloids, flavonoids and terpenoids, while the supporter parameters were the beginning and the last pH of medium. Stratified extraction was carried out by maceration method that used n-hexane and ethyl acetate solvent afterwards, while the detection of secondary metabolites used Thin Layer Chromatography (TLC) method. The data of the average mycelium dry weight were analyzed by analysis of variance (ANOVA) based on 5% error rate, then followed by Duncan's Multiple Range Test Test (DMRT) based on 5% error rate.
The results showed that the highest average of mycelium dry weight was 0.93 g that was produced by H. Ulmarius at the fermentation medium 1; P. sajor-caju, H. ulmarius and V. volvacea isolates contain several secondary metabolites such as alkaloids, flavonoids and terpenoids.
293612711G1B008125HUBUNGAN SIKAP KERJA DENGAN GEJALA CUMULATIVE TRAUMA DISORDERS (CTDs) PADA KARYAWAN PT. BAKRIE PIPE INDUSTRIES BEKASI TAHUN 2014Gejala Cumulative Trauma Disorders (CTDs) adalah keluhan pada otot skeletal dari keluhan ringan sampai berat. Jika kondisi ini dalam waktu lama dapat menyebakan kerusakan permanen pada otot, sendi, ligament dan tulang belakang yaitu punggung dan leher. Sebagai rasa nyeri, sakit, kesemutan, pembengkakan dan gejala lainnya. Sikap kerja yang tidak alamiah dan cara kerja yang tidak ergonomis dalam waktu lama dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan pada karyawan. Permasalahan yang diteliti adalah adakah hubungan antara sikap kerja dengan gejala CTDs pada karyawan PT. Bakrie Pipe Industries Bekasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara sikap kerja dengan gejala CTDs pada karyawan bagian operator. Metode penelitian ini adalah observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 50 karyawan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (chi square). Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara sikap kerja dengan gejala CTDs (p=0,000) pada karyawan bagian operator PT.Bakrie Pipe Industries. Simpulan penelitian adalah ada hubungan antara sikap kerja dengan gejala Cumulative Trauma Disorders (CTDs). Disarankan karyawan sebaiknya melakukan istirahat disaat merasakan kelelahan.Symptoms of Cumulative Trauma Disorders (CTDs) is a complaint on the perceived skeletal muscle of mild to severe complaints. If this condition occurs in a long time can cause permanent damage to the muscles, joints, ligaments and spine are back and neck. For pain, pain, tingling, swelling and other symptoms. Working attitude that is not natural and ergonomic way of working for a long time can cause a variety of health problems in employees. Problems studied was there a relationship between working attitude with symptoms of CTDs to the employees of PT. Bakrie Pipe Industries Bekasi. The purpose of this study was to determine the relationship between working attitude with symptoms of CTDs on the employees part of the operator. Methods This was an observational study using cross sectional approach. The total sample of 50 employees. Data analysis was performed using univariate and bivariate (chi square). The results showed no relationship between working attitude with symptoms of CTDs (p = 0.000) on the part of employees operator PT. Bakrie Pipe Industries. The conclusions of this research is there is a relationship between working attitude with symptoms of Cumulative Trauma Disorders (CTDs). Suggested workers should do rest for when start to fatigue.
293712712P2FB12027ANALISIS KUALITAS LAYANAN E-PAYMENT PADA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN ELECTRONIC GOVERNMENT SERVICE QUALITY (E-GOVQUAL)Layanan berbasis elektronik dipercaya banyak kalangan mampu meningkatkan kinerja layanan tak terkecuali di instansi pemerintah dan layanan berkualitas sesuatu yang sangat diharapkan oleh pengguna layanan. Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) telah memanfaatkan TIK, dalam bidang keuangan Unsoed telah menerapkan sistem pembayaran secara elektronik (e-payment) sejak tahun 2012. Untuk menganalisis layanan berbasis elektronik pada lembaga pemerintah (e-government) pada penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survey dengan jumlah responden sebanyak 140 orang. Instrument yang digunakan yaitu electronic government service quality (e-GovQual) dan Important Performance Analysis (IPA). Dari hasil penelitian dan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa secara umum kualitas layanan e-payment Unsoed saat ini masih dibawah harapan pengguna layanan, namun demikian kinerjanya masih dalam kategori baik. E-Govqual cocok digunakan untuk menganalisis kualitas layanan E-Government dengan type Government to Citizen (G2C), tetapi untuk type e-Government selain G2C diperlukan adaptasi.Electronic-based services believed many people were able to increase service performance no exception in government agencies and quality service expected by users. Unsoed used of ICT, in the financial field. Unsoed has implemented a system of electronic payment (e-payment) since 2012. To analyze the electronic-based services in government institutions (e-government) in this study used a quantitative approach with survey method. The number of respondents 140 people. The instrument used electronic government service quality (e-GovQual) and Important Performance Analysis (IPA). The results showed in general the quality of e-payment services Unsoed still under expectations of service users, however, the performance still in good category. E-Govqual suitable for analyzing the quality of e-Government services by type of Government to Citizen (G2C), but for other than G2C types necessary adaptations.
293812713F1F008110An annalysis of X-phemism Used by The Main Character in Pirates of the Carribean: Dead Man’s Chest MoviePenelitian ini bertujuan untuk menemukan pengguanaan X-phemisme pada ujaran tokoh utama film The Pirates of The Carribean: Dead Man’s Chest, Jack Sparrow dan mengidentifikasi bagaimana tipe-tipe konteks mempengaruhi pengguanaan X-phemisme. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif.
Peneliti menggunakan teknik purposive sampling dengan menyeleksi data berdasarkan apa yang hanya dibutuhkan dalam penelitian. Data pada penelitian ini adalah semua ujaran yang dihasilkan oleh Sparrow, sementara sampel diambil dari ujaran yang merupakan tipe X-pemism berdasarkan klasifikasi Allan dan Burridge.
Setelah melakukan penelitian, dari 5 tipe X-phemism yang dikemukakan oleh Allan dan Burridge, terdapat 15 euphemisme, 10 dysphemisme, 6 orthophemisme, 4 euphemistic dysphemisme, 6 dysphemistic euphemisme dalam ujaran Sparrow di film ini. Euphemisme adalah buah pemikiran mengenai apa yang sebaiknya ia katakan untuk menghadapi permasalahan yang tiada habisnya. Euphemisme juga digunakan oleh Sparrow untuk mempermudah jalan rencana-rencananya. Sementara itu, hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa tipe-tipe konteks mempengaruhi cara Sparrow menggunakan masing-masing X-phemisme. Pengaruh tiap-tipe konteks dengan X-phemisme saling berkesinambungan satu dengan lain. Tipe-tipe konteks tersebut berpengaruh dalam pemilihan kata yang ia ujarkan. Sparrow paling sering menggunakan euphemism di saat ia merasa takut, tidak nyaman dan tertekan. Ini ia lakukan untuk menghindari konflik dan memuluskan rencananya. Namun ketika konteks menunjukan bahwa Sparrow memiliki power lebih tinggi ataupun setara, berada di teritorinya sendiri dan didukung oleh situasi yang ada ia cenderung menggunakan dysphemisme untuk meluapkan emosi, memancing kemarahan, menghina dan berniat merendahkan para partisipan lain. Ujaran euphemistic dysphemisme sangat membantunya dalam meluapkan emosi negatif yang ia samarkan sepositif mungkin, hal ini berlaku juga untuk ujaran dysphemistic euphemisme, Sparrow dapat menunjukan kedekatan hubungan dengan mengekspresikan rasa sayangnya secara dysphemistic karena mereka tak akan tersinggung.
The aims of this research are to find out the types of X-phemism used in “Pirates of the Carribean: Dead Man’s Chest” movie by the main character, Jack Sparrow, and to identify context types which influence the use of those types.
The method used in this research is descriptive qualitative method. The researcher used purposive sampling to take the sample, which means the process of selecting sample based on the need of the research. The data of the research are all the utterances produced by Sparrow, while the samples of this research are Sparrow’s utterances containing X-phemism based on Allan and Burridge’s classification.
After conducting the analysis, the researcher found that from 5 types of X-phemism purposed by Allan and Burridge. All of them occurred in Sparrow’s utterances. Those X-phemism types were: (15) euphemisms, (10) dysphemisms, (6) orthophemisms, (4) euphemistic dysphemisms, (6) dysphemistic euphemisms. Euphemisms are the product of Sparrow’s mind confronted situation of how to talk about something in which he wished to avoid as the response to the problems that keep emergence during this movie while he inhabited lower power position in most of the time. Euphemisms also occur to smoothen his negotiations as part of his scheme. Meanwhile, the result of these research showed that context types have influence the way people used each types of X-phemism. Context types have an effect on how Sparrow chose language. Motivated by fear and unease also by his distaste in under pressure situation to avoid communication failures and conflicts Sparrow tends to employ euphemism. While the continua of higher or horizontal power in social relationship, territorial and situational espouse between interlocutors, Sparrow resorts to dysphemism as the result of his purpose to insult and wish to humiliate also wound his hearer, self-angry expression at the same time make other angry and frustration. Euphemistic dysphemism successfully accomplish his purposes even though his hearers share the same background knowledge. Same goes for his dysphemistic euphemism expression. He can show affectionate use of dysphemism to his friends and keep him stay out of unnecessary conflict.
293912715G1F011023PENGARUH PENAMBAHAN CERA ALBA TERHADAP SIFAT FISIK SUPPOSITORIA EKSTRAK TERPURIFIKASI KULIT DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera) DENGAN BASIS OLEUM CACAOLidah buaya (Aloe vera) memiliki kandungan zat aktif anthraquinone yang memberikan efek sebagai laksatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat sediaan suppositoria dari ekstrak terpurifikasi kulit daun lidah buaya (A.vera) dengan basis oleum cacao dan cera alba dan untuk mengetahui sifat fisik suppositoria ekstrak terpurifikasi lidah buaya dengan penambahan cera alba.
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan memformulasikan ekstrak lidah buaya (A. vera) dengan memvariasikan penambahan konsentrasi cera alba yaitu : 3%, 3,5%, 4%, 4,5% dan 5%, menggunakan metode cetak tuang, evaluasi sifat fisik suppositoria yang meliputi: organoleptis, keseragaman bobot, waktu leleh, titik lebur dan kekerasan. Data organoleptis dan keseragaman bobot yang diperoleh dianalisis secara deskriptif sedangkan data uji lainnya dianalisis secara statistic dengan uji Anava satu arah pada taraf kepercayaan 95%, kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT).
Hasil uji fisik menunjukkan bahwa semua formula sediaan suppositoria ekstrak terpurifikasi kulit daun lidah buaya memenuhi persyaratan standar yang ditetapkan. Penambahan cera alba meningkatkan waktu leleh, titik lebur dan kekerasan suppusitoria. Pada formula III dengan penambahan cera alba sebesar 4% mengasilkan suppositoria yang homogen, keseragaman bobot yang sesuai standar, titik lebur dalam kisaran normal suhu rektal yaitu 36,80C, waktu lebur 4 menit 31 detik, dan kekerasan 1800 gram.
Aloe vera (Aloe vera) contains active substances anthraquinone as laxative effect. The purposed of this study was to make a suppository of leaf skin purified extract of aloe vera (A.vera) dosage with oleum cacao base and cera alba and to determine the physical properties suppository purified extract of aloe vera leaf skin with the addition of cera alba.
This study is an experimental research by formulated extracts of aloe vera (A.vera) by added variying concentration of the cera alba ie: 3%; 3,5%; 4%; 4,5% and 5%, used a cast method, the evaluation of the physical properties of suppositories include: organoleptic, uniformity of weight, melting time, melting point and hardness. Organoleptic data and uniformity of weight obtained were analyzed using descriptive analysis, while the other test data were analyzed using statistical methods Anava one direction with a level of 95% followed by Least Significant Difference test (LSD).
Physical test results showed that all suppository dosage formula leaf skin purified extract of aloe vera meet the requirements of the standards set. The addition of cera alba increases melting time, the melting point and hardness of suppusitory. In the formula III with the addition 4% of cera alba gave suppository that homogeneous, uniformity of weight standards, melting point within the range of normal rectal temperature is 36,80C, melting time 4 minutes 31 seconds, and the hardness 1800 grams.
294012716F1A011020PENGGUNAAN BLACKBERRY MESSENGER (BBM) SEBAGAI MEDIA INTERAKSI SOSIAL DI KALANGAN MAHASISWA (Studi Tentang Perubahan Pola Interaksi Pada Mahasiswa FISIP UNSOED).Penelitian ini berjudul: Penggunaan Blackberry Messenger (BBM) sebagai Media Interaksi Sosial (Studi tentang Perubahan Pola Interaksi pada Mahasiswa FISIP Unsoed). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan Penggunaan Blackberry Messenger (BBM) sebagai media interaksi sosial pada mahasiswa FISIP Unsoed dan untuk mendeskripsikan, serta menjelaskan perubahan pola interaksi yang terjadi pada mahasiswa FISIP Unsoed sebelum dan sesudah menggunakan Blackberry Messenger (BBM). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa dengan adanya fasilitas Blackberry Messenger (BBM) dapat mengurangi interaksi tatap muka mahasiswa FISIP Unsoed dengan lingkungan sosialnya. Interaksi mahasiswa tersebut tidak hanya disebabkan oleh penggunaan BBM yang sering. Tetapi, ada faktor lain seperti halnya kebutuhan akademik yang meningkat dan penting, sehingga membuat mahasiswa cenderung mulai mengkonsumsi teknologi informasi dan media sosial seperti Blackberry Messenger (BBM) ini, yang dapat membuatnya lepas dari lingkungan sosialnya. Dengan begitu memang terlihat mahasiswa cenderung kurang interaksinya secara tatap muka dengan lingkungan sosialnya.
Merebaknya penggunaan Blackberry Messenger (BBM) di kalangan mahasiswa FISIP Unsoed berpengaruh pada pola interaksi dengan teman di lingkunan hidup mereka yang menggunakan Blackberry Messenger (BBM). Dilihat dari sisi positif, komunikasi antar individu dengan individu lain semakin mudah. Namun, dari sisi negatif menimbulkan runtuhnya kebudayaan “sapa-menyapa”, dengan adanya komunikasi melalui Blackberry Messenger (BBM) (dunia maya) orang cenderung puas dan nyaman dalam menggunakanya dan sebagai akibatnya orang-orang menjadi individual dan menjadi jarang membuka diri dalam kegiatan sosial sehingga sosialisasi langsung antar individu semakin berkurang.
This research took title: The Use of Blackberry Messenger (BBM) as Social Interaction Media (Changing of Interaction Pattern in Student of FISIP Unsoed Study). It aims to describe and explain the use of Blackberry Messenger (BBM) as social interaction media, describe, and explain the changing interaction pattern before and after used Blackberry Messenger (BBM). The method research use qualitative method. Result of the research proven that existence Blackberry Messenger facility can diminish face-to-face interaction student of FISIP Unsoed with social environment. That interaction was not only caused by intensive using BBM but also there are other factors such as need of academic sector, so that they tend to consume information technology and social media which can make them far from their social environment..
Popularity of the use Blackberry Messenger (BBM) among student of FISIP Unsoed has impact to interaction pattern with their friends who used Blackberry Messenger (BBM). If we perceive from positive side, communication between individual with other can do easily. But, in negative side create harm to “sapa-menyapa” culture, with existence of communication through BBM (virtual world) people tend to satisfy and comfort in using it and as impact people become selfish and rare to open themselves in social activity so that direct socialization has been diminish.