Home
Login.
Artikelilmiahs
12777
Update
ANUGRAH AGUNG HERMAWAN
NIM
Judul Artikel
Analisis Dimensi Runway, Taxiway, dan Apron di Bandar Udara TNI-AU Wirasaba Purbalingga
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Bandar Udara TNI AU Wirasaba Purbalingga yang merupakan bandara perintis dalam wacana kedepannya akan dikembangkan menjadi bandara komersial. Hal ini menuntut pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk merencanakan penambahan dan pengembangan sarana yang ada, agar dapat melayani penumpang dan maskapai – maskapai penerbangan yang akan menggunakan Bandara Wirasaba. Pengembangan dan penambahan tersebut meliputi : pengembangan runway, penambahan dan pelebaran taxiway dan apron. Penelitian dimulai dengan mengambil data primer yaitu temperatur di lokasi Bandara TNI-AU Wirasaba dan data skunder yaitu data mengenai bandara. Perhitungan panjang runway ditentukan oleh kondisi lokal seperti ketinggian, suhu, dan kemiringan dikalikan dengan ARFL pesawat rencana. Kemudian untuk penentuan dimensi taxiway didapatkan dari ketentuan yang sudah ditentukan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO). Sedangkan untuk penentuan dimensi apron digunakan konfigurasi parkir pesawat rencana untuk mengetahui luasan paling optimum. Pesawat rencana yang digunakan yaitu tipe ATR-72 dan tipe CN-235. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui panjang dan lebar runway, taxiway dan apron dalam rencana pengembangan bandara. Perhitungan disesuaikan dengan keadaan yang ada di lapangan. Hasil dari penelitian yang didapat adalah panjang minimum runway yaitu 1515 m dan lebar runway nya 30 m serta bahunya runway nya 6 m, dengan ditambah stopway 60x30m, clearway 379x150m, dan RESA 90x78m pada ujung panjang runway sebagai daerah aman. Untuk taxiway perlu direncanakan taxiway yang sejajar runway untuk pergerakan pesawat dengan dimensi 1501x23m, untuk penghubung di exit taxiway perlu dibuat fillet taxiway dengan dimensi 45x26,5m dan holding bay sebagai pelengkap dengan jarak aman dari garis tengah fillet sebesar 75m. Sedangkan untuk dimensi apron sesuai konfigurasi parkir pesawat, didapatkan konfigurasi parkir paling optimum yaitu dengan asumsi 1 konfigurasi parkir pesawat nose in dengan dimensi 128,5x77m didapatkan luas apron 9894,5 m^2.
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT Air Force Airport Wirasaba Purbalingga which is the pioneer airports in the discourse of the future will be developed into a commercial airport. It demanded the Central Java provincial government should be planning the addition and development of existing facilities , in order to serve passengers and airlines that will use the service Wirasaba airport. Development and additions include: the development of runway , additions and widening taxiways and aprons. The study began by taking the primary data that is the temperature at the site of Air Force service Wirasaba and secondary data , namely data on Airports. Calculation of runway length is determined by local conditions such as altitude , temperature , and the slope multiplied by plane ARFL plan. Then to determine the dimensions of taxiways obtained from provisions that have been defined by the International Civil Aviation Organization ( ICAO ). As for the determination of the configuration dimension used aircraft parking apron plan to determine the most optimum area. Development airport use aircraft plan type ATR-72 and CN-235. The purpose of this study was to determine the length and width of the runway, taxiway and apron in the service development plan.Calculation adapted to circumstances on the ground Results of the study obtained is the minimum length of the runway is 1515 m and runway wide and runway sholder 6m with a plus stopway 60x30m , Clearway 379x150m , and RESA 90x78m in the end of runway. For taxiways need to be planned runway taxiway parallel to the movement of aircraft with dimensions 1501x23m , for connecting taxiways need to be made in exit taxiway fillets with dimensions 45x26,5m and holding bay as a complement to a safe distance from the center line of the fillet of 75m. As for the dimensions of corresponding configuration aircraft parking apron , parking most optimum configuration is obtained assuming that one plane nose -in parking configuration with dimensions obtained extensive 128,5x77m apron 9894.5 m^2
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save