Artikelilmiahs

Menampilkan 29.761-29.780 dari 50.086 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2976133113B2A019005PENURUNAN TOKSISITAS KADMIUM PADA TIKUS PUTIH (Rattus novergicus) DENGAN KELATOR ALAMI EKSTRAK TUBUH BUAH Ganoderma lucidumKadmium merupakan bahan pencemar logam berat yang bersumber dari berbagai industri dan bersifat racun terhadap ginjal. Paparan kadmium dapat menggunakan kelator alami ekstrak tubuh buah G. lucidum. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dan dosis efektif ekstrak etanol tubuh buah G. lucidum terhadap penurunan efek toksisitas kadmium pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Wistar. Penelitian menggunakan metode eksperimental, yang terdiri atas 5 perlakuan. Parameter penelitian perubahan kadar kadmium darah, B2-microglobulin, malondialdehid, dan superoksida dismutase. Ekstrak etanol tubuh buah G. lucidum diuji dengan metode gas chromatography–mass spectrometry (GC-MS) untuk mengetahui senyawa kelator alami. Hasil penelitian setiap parameter memiliki pengaruh yang signifikan dengan kadar kadmium darah, B2M dan MDA yang menurun serta SOD yang meningkat linear dengan penambahan dosis ekstrak etanol tubuh buah G. lucidum. Senyawa dominan ekstrak yang terdeteksi adalah 9-hydroxy linalool yang potensial sebagai kelator. Kadar kadmium darah dengan kadar B2M dan MDA memiliki korelasi positif, sedangkan kadar kadmium darah dengan kadar SOD berkorelasi negatif. Dosis 750 mg.kgBB-1 adalah dosis efektif ekstrak etanol tubuh buah G. lucidum berdasarkan penurunan kadar kadmium darah (54,10%), B2M (63,94%) dan MDA (20,31%), serta peningkatan kadar SOD (14,20%) dibandingkan kontrol sakit.Cadmium is a heavy metal pollutant sourced from various industries and toxic to the kidneys. Cadmium exposure can be used natural chelator of ethanol extract of the fruiting body of Ganoderma lucidum. The aim of the study was to determine the effect and effective dose of the ethanolic extract of the fruiting body of G. lucidum on reducing the toxicity effect of cadmium in male albino rats (Rattus norvegicus) Wistar strain. The research design was experimental research, which consisted of 5 treatment levels. The research parameters were blood cadmium, B2-microglobulin, malondialdehyde, and superoxide dismutase levels. The ethanolic extract of fruiting body of G. lucidum was tested by gas chromatography-mass spectrometry (GCMS) to determine natural chelator compounds. The results of each parameter had a significant effect, which decreased blood cadmium, β2M and MDA levels, and increased SOD level that linear according to the addition of the dose of ethanol extract of the fruiting body of G. lucidum. Blood cadmium levels with B2M and MDA levels had a positive correlation, while blood cadmium levels with SOD levels had a negative correlation. The dominan compound detected was 9-hydroxy linalool which has potential as a chelator. The dose of 750 mg.kgBB-1 is the effective dose of the ethanolic extract of fruiting body of G. lucidum based on a decrease in blood cadmium levels (54.10%), B2M (63.94%) and MDA (20.31%), as well as an increase in SOD levels (14.20%) compared to sick control.
2976233115B1A017158Respons Karakter Anatomis dan Fisiologis Daun Kedelai [Glycine max (L.) Merr.] Kultivar Grobogan Terhadap Cekaman SalinitasKedelai merupakan salah satu produk pertanian utama di Indonesia selain padi dan jagung. Kedelai dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pangan maupun industri non pangan. Kebutuhan kedelai terus meningkat, namun produksi kedelai mengalami kendala akibat adanya cekaman salinitas. Salah satu cara untuk mengatasi kendala tersebut diperlukan adanya kultivar yang toleran terhadap salinitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons karakter anatomis dan fisiologis daun kedelai [Glycine max (L.) Merr.] kultivar Grobogan terhadap cekaman salinitas. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari 5 taraf yaitu konsentrasi garam yang berbeda (0 mM, 30 mM, 60 mM, 90 mM, dan 120 mM) dengan 5 kali ulangan sehingga diperoleh 25 unit percobaan. Parameter yang diamati adalah karakter anatomis daun meliputi kerapatan trikoma dan stomata pada permukaan adaksial dan abaksial daun, panjang dan lebar stomata, tebal kutikula dan jaringan mesofil, serta rasio palisade. Parameter karakter fisiologis daun meliputi kadar klorofil. Data hasil pengamatan karakter anatomi dan kadar klorofil daun kedelai dianalisis secara kuantitatif menggunakan uji ragam (ANOVA) dengan tingkat kesalahan 5% dan 1%, dilanjutkan uji BNJ dengan tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan karakter anatomis dan fisiologis daun kedelai akibat cekaman salinitas. Pemberian konsentrasi garam 120 mM meningkatkan tebal kutikula, rasio palisade, dan kerapatan trikoma. Namun pemberian konsentrasi garam 120 mM menurunkan panjang dan lebar stomata, kerapatan stomata, dan tebal jaringan mesofil. Pemberian konsentrasi garam tidak memberikan pengaruh yang bermakna terhadap kadar klorofil daun kedelai kultivar Grobogan. Tetapi pada konsentrasi garam 30 mM terjadi penurunan kadar klorofil dan pada konsentrasi garam 90 mM terjadi peningkatan kadar klorofil.Soybean is one of the main agricultural products in Indonesia besides rice and corn. Soybeans can be used as raw materials for the food and non-food industries. Soybean demand is increasing, but soybean production is experiencing problems due to salinity stress. One way to overcome this problem is to have cultivars that are tolerant of salinity. This study at to determine the response of anatomical and physiological characters of soybean [Glycine max (L.) Merr.] cultivar Grobogan to salinity stress. This research was conducted using an experimental method with a completely randomized design (CRD). The treatment consisted of 5 levels, namely different salt concentrations (0 mM, 30 mM, 60 mM, 90 mM, and 120 mM) with 5 replications to obtain 25 experimental units. Parameters observed were anatomical characters of leaves including density of trichomes and stomata on the adaxial and abaxial surfaces of leaves, length and width of stomata, thickness of cuticle and mesophyll tissue, and palisade ratio. Leaf physiological character parameters include chlorophyll content. Data from observations of anatomical characters and test chlorophyll levels were analyzed quantitatively using the variance test (ANOVA) with an error rate of 5% and 1%, followed by BNJ with an error rate of 5%. The results showed that there was a change in the anatomical and physiological characters of soybean leaves due to salinity stress. Administration of 120 mM salt concentration increased cuticle, palisade ratio, and trichome density. However, presenting a salt concentration of 120 mM decreased stomata length and width, stomata density, and mesophyll tissue thickness. Giving salt concentration did not have a significant effect on the chlorophyll content of soybean leaves of Grobogan cultivar. But at a salt concentration of 30 mM there was a decrease in chlorophyll levels and at a salt concentration of 90 mM an increase in chlorophyll levels.
2976333119A1D017222PENGARUH FREKUENSI DAN DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR URINE KELINCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.)Selada merupakan salah satu sayuran yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Selada memiliki bentuk daun yang indah sehingga tidak hanya dapat dikonsumsi, melainkan juga dapat dijadikan sebagai tanaman hias dan penghias makanan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendapatkan informasi mengenai frekuensi pupuk organik cair urine kelinci yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman selada, (2) mendapatkan informasi mengenai dosis pupuk organik cair urine kelinci yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman selada, (3) mendapatkan informasi mengenai kombinasi yang terbaik antara frekuensi dan dosis pupuk organik cair urine kelinci terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2021 sampai dengan April 2021 di Green House Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah frekuensi POC urine kelinci yaitu, P1=4 hari sekali, P2=7 hari sekali, P3=10 hari sekali. Faktor kedua adalah dosis POC urine kelinci, yaitu K0=0 ml/tanaman, K1=125 ml/tanaman, K2=250 ml/tanaman, K3=375 ml/tanaman. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat akar segar, panjang akar, berat tanaman segar, berat tajuk segar. Hasil penelitian menunjukkan pemberian frekuensi 7 hari sekali menghasilkan pengaruh terbaik pada tinggi tanaman 18,08 cm, diameter batang 3,97 mm, panjang akar 11,11 cm, berat tanaman segar 10,34 gram, dan berat tajuk segar 9,44 gram. Dosis POC urine kelinci 250 ml/tanaman memberikan hasil terbaik pada variabel tinggi tanaman 18,67 cm, diameter batang 4,08 mm, bobot akar segar 1,09 gram, panjang akar 11,41 cm, berat tanaman segar 10,48 gram, dan berat tajuk segar 9,40 gram. Kombinasi terbaik antara frekuensi dan dosis pupuk organik cair urine kelinci yaitu pada P2K2 (frekuensi 7 hari sekali dengan dosis 250 ml/tanaman). Kombinasi tersebut memberikan pengaruh sangat nyata terhadap variabel tinggi tanaman 22,07 cm dan diameter batang 5,03 mm, serta memberikan pengaruh yang nyata terhadap variabel berat akar segar 1,61 gram, panjang akar 13,99 cm, berat tajuk segar 13,39 gram, dan berat tanaman segar 15,00 gram.Lettuce is one of the vegetables that has a great opportunity to be developed. Lettuce has a beautiful leaf shape so it's not only to be consumed, but also as an ornamental plant and to decorate food. This study aims to (1) obtain information regarding the frequency of the best rabbit urine liquid organic fertilizer for the growth and yield of lettuce, (2) obtain information about the best dose of rabbit urine liquid organic fertilizer for plant growth and yield of the lettuce, (3) obtain information about the best combination of frequency and dose of liquid organic fertilizer rabbit urine on the growth and yield of lettuce. This research was conducted from January 2021 to April 2021 at the Green House of the Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University. The experimental design used namely Randomized Complete Block Design (RCBD) with 2 factors. The first factor was the frequency of rabbit urine liquid organic fertilizer, namely, P1 = once every 4 days, P2 = once every 7 days, P3 = once every 10 days. The second factor was the dose of liquid organic fertilizer, namely K0 = 0 ml/plant, K1 = 125 ml/plant, K2 = 250 ml/plant, K3 = 375 ml/plant. The variables observed were plant height, number of leaves, stem diameter, fresh root weight, root length, fresh plant weight, fresh crown weight. The results showed that frequency of once every 7 days produced the best effect on plant height of 18.08 cm, stem diameter of 3.97 mm, root length of 11.11 cm, fresh plant weight of 10.34 grams, and fresh crown weight. of 9.44 grams. The dose of liquid organic fertilizer of rabbit urine 250 ml/plant gave the best results on plant height variables of 18.67 cm, stem diameter of 4.08 mm, fresh root weight of 1.09 grams, root length of 11.41 cm, plant weight fresh crown of 10.48 grams, and fresh crown weight of 9.40 grams. The best combination between frequency and dose of liquid organic fertilizer for rabbit urine was P2K2 (a frequency of once every 7 days with dose of 250 ml/plant). The interaction between these combinations has a very significant effect on the variable plant height of 22.07 cm and stem diameter of 5.03 mm, and has a significant effect on the variables of fresh root weight of 1.61 grams, root length of 13.99 cm, fresh canopy weight 13.39 grams, and fresh plant weight 15.00 grams.
2976433120F1D017009PENGARUH AKSES MEDIA SOSIAL TWITTER TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN POLITIK MAHASISWA PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH SERENTAK TAHUN 2020 DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTOABSTRAK
Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh akses media sosial Twitter terhadap tingkat pengetahuan politik mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik sampel secara acak berstrata sederhana (proportionate stratified random sampling). Jumlah populasi sebanyak 8.116 orang serta menggunakan Margin of Error sebesar 10% dengan tingkat kepercayaan sebesar 90% sehingga sampel yang akan diambil berjumlah 100 orang. Sasaran penelitian ini ialah mahasiswa aktif Universitas Jenderal Soedirman angkatan 2017 dan 2018. Kemudian, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji linearitas, analisis korelasi pearson, dan analisis regresi linear sederhana.
Atas dasar perhitungan atau pengolahan data penelitian, hasilnya menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat hubungan atau pengaruh antara variabel X dan Y dengan kategori derajat hubungan yang sedang. Kontribusi variabel X terhadap Y yakni sebesar 31,8 %. Nilai ini mengandung arti bahwa pengaruh akses media sosial terhadap pengetahuan politik sebesar 31,8 % sedangkan sisanya, yakni sebesar 68,2 % pengetahuan politik dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak diteliti di dalam penelitian ini. Dengan terbuktinya pengaruh antara akses media sosial terhadap pengetahuan politik, hal tersebut sesuai dengan teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori jarum suntik. Jika merujuk pada teori tersebut maka seseorang yang sering menerima informasi dari media sosial tentu tingkat pengetahuan politiknya akan lebih tinggi daripada yang tidak pernah mengakses sama sekali, meskipun terdapat faktor pendukung lainnya.
ABSTRACT
This article of research aims to knowing how much influence Twitter social media access has on the level of political knowledge of General Soedirman University students in the simultaneous Regional Head Elections in 2020. The method used in this research is quantitative research. The sampling technique used was a simple stratified random sampling technique (proportionate stratified random sampling). The total population is 8,116 people and uses a Margin of Error of 10% with a confidence level of 90% so that the sample to be taken is 100 people. The target of this research is active students of Jenderal Soedirman University grade of 2017 and 2018. Then, the data analysis techniques used in this study are validity test, reliability test, normality test, linearity test, Pearson correlation analysis, and simple linear regression analysis.
On the basis of calculation or research data processing, the results show that Ho is rejected and Ha is accepted. This means that there is a relationship or influence between variables X and Y with the moderate degree category of the relationship. Contribution of variable X to Y is 31.8%. This value implies that the effect of social media access on political knowledge is 31.8%, while the rest, namely 68.2%, political knowledge is influenced by other variables not examined in this research. With the proven influence of social media access on political knowledge, this is in accordance with the theory used in this study, namely is Hypodhermic Needle Theory. If refers to this theory, someone who often receives information from social media will certainly have a higher level of political knowledge than those who never access it at all, although there are other supporting factors.
2976533118F1A017102IDENTITAS KEAGAMAAN KOMUNITAS BONOKELING DI KABUPATEN BANYUMAS Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana ritual, sikap, dan perilaku keagamaan yang dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari oleh Komunitas Bonokeling di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik penentuan informan pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Sasaran utama pada penelitian ini adalah tokoh adat/sesepuh komunitas Bonokeling, tokoh masyarakat, dan komunitas Bonokeling. Hasil penelitian menemukan, bahwa komunitas Bonokeling memiliki ritual keagamaan yang berbasis kearifan lokal yang mampu merekatkan elemen antarwarga yaitu perlon dalam acara Udunan dan unggahan. Meskipun komunitas Bonokeling memiliki corak keislaman yang berbeda dengan dengan masyarakat sekitar secara sosial mereka tetap hidup rukun, saling menghormati, saling membantu, saling bekerja sama antarwarga dengan yang lainnya. Komunitas Bonokeling memiliki corak keberagaman yang diwarnai dengan adat istiadat, mereka sangat Islami dalam berperilaku, namun secara syariat Islam tidak dilaksanakan dengan seperti orang Islam pada umumnya. Dalam kehidupan sehari-hari mereka tidak menjalankan ibadah shalat (wajib dan sunah) namun percaya dan mengakui islam sebagai agamanya dan meyakini adanya Tuhan Allah, Nabi Muhammad SAW, dan hari akhir. This study aims to find out how religious rituals, attitudes, and behaviors are carried out in daily life by the Bonokeling Community in Pekuncen Village, Jatilawang District, Banyumas Regency, Central Java. This research is a field research using qualitative methods. The technique of determining the informants in this study used a purposive sampling technique. The main targets in this research are traditional leaders/elders of the Bonokeling community, community leaders, and the Bonokeling community. The results of the study found that the Bonokeling community had religious rituals based on local wisdom that was able to glue elements between residents, namely perlon in the Udunan and upload events. Even though the Bonokeling community has a different Islamic style from the surrounding community, socially they still live in harmony, respect each other, help each other, cooperate with each other among residents. The Bonokeling community has a diversity pattern that is colored by customs, they are very Islamic in their behavior, but according to Islamic law they are not carried out in the same way as Muslims in general. In their daily life they do not perform prayers (compulsory and sunnah) but believe and acknowledge Islam as their religion and believe in the existence of God, the Prophet Muhammad, and the Last Day.
2976633121J1B016033PROSES ABREVIASI ISTILAH COVID-19 PADA SURAT KABAR RADAR PURBALINGGA EDISI OKTOBER-DESEMBER 2020ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Proses Abreviasi Istilah Covid-19 Pada Surat Kabar Radar Purbalingga Edisi Oktober-Desember 2020”.Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan jenis abreviasi terkait istilah Covid-19 dalam surat kabar Radar Purbalingga Edisi Oktober - Desember 2020. Sumber data penelitian ini adalah artikel berita yang terdapat dalam Radar Purbalingga di media cetak edisi Oktober-Desember 2020. Metode pengumpulan data yang digunakan penelitian ini ialah metode simak.Dalam metode simak terdapat teknik dasar dan teknik lanjutan.Kemudian teknik lanjutan yang digunakan yaitu teknik catat.Metode analisis data dalam penelitian ini adalah padan referensial.Penyajian hasil analisis data penelitian ini dilakukan secara informal.
Hasil penelitian ini adalah, Jenis abreviasi terdapat empat bentuk yaitu singkatan ada 10 data terdiri dari PDP (Pasien Dalam Pemantauan), ODR (Orang Dalam Risiko), OTG (Orang Tanpa Gejala), APD (Alat Pelindung Diri), PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar),ODP (Orang Dalam Pantauan), PCR (Polymerase Chain Reaction), WFH (Work From Home), WFO (Work From Office) kemudian bentuk kontraksi ada 1 yaitu Covid-19 (Corona Virus Disease 2019), lalu bentuk akronim ada 4 terdiri dari Prokes, Dinkes, Nakes, Fakes, yang terakhir bentuk lambang huruf ada 2 terdiri dari 4M dan 3T. Dari jumlah data tersebut, data singkatan paling banyak digunakan karena proses pembentukanya sederhana dan mudah dibanding proses yang lain. Kemudian, proses abreviasi yang ditemukan dalam Radar Purbalingga berupa pengekalan huruf pertama tiap komponen, pengekalan suku pertama tiap komponen, pengekalan suku pertama komponen pertama selanjutnya, pengekalan suku kata pertama dari suatu kata. Pengekalan huruf dan suku dengan varian, pengekalan suku pertama komponen pertama serta huruf pertama komponen selanjutnya, pengekalan suku pertama komponen pertama dan ketiga serta pengekalan huruf pertama komponen kedua sekaligus pelesapan konjungsi, pengekalan empat huruf pertama komponen pertama serta pengekalan suku terakhir komponen kedua. Pengekalan yang dihasilkan dalam penelitian ini merupakan pengekalan yang beraturan karena kosa kata yang didapatkan mudah dipahami.
Kata kunci : Media Cetak,Radar Purbalingga, Proses Abreviasi terkait Istilah Covid-19
SUMMARY
This research is entitled "The Abbreviation Process of the Covid-19 Term in Radar Purbalingga Newspaper October-December 2020 Edition". This research is a type of qualitative descriptive research. This study aims to describe the process and type of abbreviation related to the term Covid-19 in the newspaper Radar Purbalingga October - December 2020 edition. The data sources for this research are news articles contained in Radar Purbalingga in the October - December 2020 edition of the print media. The method used in this study is the referential method. In the referential method there are basic techniques and advanced techniques. Then the advanced technique used is the note-taking technique. The data analysis method in this study is referential equivalent. The presentation of the results of this research data analysis is carried out informally.
The results of this study are, there are four types of abbreviations, namely the abbreviation there are 10 data consisting of PDP (Patients Under Monitoring), ODR (People At Risk), OTG (People Without Symptoms), PPE (Personal Protective Equipment), PPKM (Enforcement of Activity Restrictions). Community), PSBB (Large-Scale Social Restrictions), ODP (Insider Monitoring), PCR (Polymerase Chain Reaction), WFH (Work From Home), WFO (Work From Office) then there is 1 form of contraction, namely Covid-19 (Corona Virus Disease 2019), then there are 4 acronym forms consisting of Prokes, Health Office, Healthcare, Health Facilities, the last one is the form of letter symbols consisting of 4M and 3T. From the amount of data, the abbreviation data is the most widely used because the formation process is simple and easy compared to other processes. Then, the abbreviation process found in Radar Purbalingga is in the form of preserving the first letter of each component, preserving the first syllable of each component, preserving the first syllable of the next component, and preserving the first syllable of a word. Perpetuation of letters and syllables with variants, perpetuation of the first syllable of the first component and the first letter of the next component, preservation of the first syllable of the first and third components and preservation of the first letter of the second component as well as the elimination of conjunctions, preservation of the first four letters of the first component and preservation of the last syllable of the second component. The retention produced in this study is a regular perpetuation because the vocabulary obtained is easy to understand.
Keywords : print Media, Radar Purbalingga, Abbreviation Proces related to the term Covid-19
2976733122A1D017058APLIKASI PUPUK NPK-ZEO GRANUL YANG DIRAKIT DENGAN PERBEDAAN DIAMETER DAN PEMBERIAN KOMPOS UNTUK MENINGKATKAN SERAPAN K SERTA KUALITAS HASIL BAWANG MERAH PADA ULTISOLTujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk NPK-Zeo Granul berbagai diameter dan kompos terhadap serapan K dan kualitas hasil bawang merah dan menentukan diameter pupuk NPK-Zeo Granul paling baik pengaruhnya terhadap serapan K dan kualitas hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan sejak Februari 2021 hingga Mei 2021. Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Tanah dan Sumber Daya Lahan, Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, dan screen house Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu pemberian pupuk NPK-Zeo Granul yang dirakit dengan perbedaan diameter yaitu 1 mm, 2 mm, 3 mm, 4 mm, 5 mm dan tanpa pemberian pupuk NPK-Zeo Granul (kontrol). Faktor kedua adalah pemberian kompos dan tanpa pemberian kompos (kontrol). Variabel yang diamati antara lain serapan K umbi bawang merah, bobot kering jemur, volume, aroma, warna, kandungan vitamin C, dan kadar air umbi bawang merah. Hasil penelitian yaitu: pemberian pupuk NPK-Zeo Granul dengan perbedaan diameter dapat meningkatkan serapan K dan aroma umbi. Pemberian kompos meningkatkan serapan K, bobot kering jemur, volume, aroma, warna, dan kandungan vitamin C umbi. Interaksi antara pemberian pupuk NPK-Zeo Granul berbagai diameter dengan pemberian kompos tidak berpengaruh terhadap semua variabel yang diamati dalam penelitian. Diameter paling baik terhadap serapan K umbi yaitu diameter 3 mm dan diikuti dengan 5 mm, namun tidak ditemukan diameter pupuk NPK-Zeo Granul yang paling baik pengaruhnya terhadap aroma umbi. The purpose of this study was to determine the effect of application of NPK-Zeo Granules of various diameters and compost on K uptake and yield quality of shallots and determine which diameter of NPK-Zeo Granules had the best effect on K uptake and yield quality of shallots. The research was carried out from February 2021 to May 2021 at the Laboratory of Soil and Land Resources, the Laboratory of Agronomy and Horticulture, and the screen house of the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University. The study was conducted using randomized completely block design (RCBD) with two factors and three replications. The first factor was the application of NPK-Zeo Granule fertilizer which was assembled into different diameters comprising 1 mm, 2 mm, 3 mm, 4 mm, 5 mm and without application of NPK-Zeo Granule fertilizer (control). The second factor was composting and without composting (control). The variables observed in this study were K uptake, dry weight, volume, scent, color, vitamin C content, and water content of shallot bulbs. The results were: the application of NPK-Zeo Granule fertilizer with different diameters could increase K uptake and tuber scent. The addition of compost increased K uptake, drying weight, volume, scent, color, and vitamin C content of tubers. The interaction between the application of NPK-Zeo Granules of various diameters with the addition of compost did not affect all the variables observed in the study. The best diameter for tuber K uptake was 3 mm in diameter followed by 5 233 vr4mm, but the diameter of NPK-Zeo Granule fertilizer was not found to have the best effect on tuber scent.
2976833123E2A019048PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA KETENAGAKERJAAN DI WILAYAH SATUAN PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN WILAYAH BANYUMAS
(Studi Terhadap Kasus Pembayaran Upah Lebih Rendah Dari Upah Minimum Oleh CV. Setia Kawan, Purwokerto, Kabupaten Banyumas)
ABSTRAK
Salah satu kasus tindak pidana ketenagakerjaan yang terjadi di Kabupaten Banyumas adalah kasus pembayaran upah di bawah upah minimum yang dilakukan oleh pabrik plastik CV Setia Kawan. Namun proses penyidikan terhadap tindak pidana tersebut dihentikan, di sisi lain telah diatur secara jelas dalam Undang – Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan bahwa pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah dari upah minimum. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris. Pegawai pengawas ketenagakerjaan dan PPNS Ketenagakerjaan Satwasker Wilayah Banyumas sesuai dengan kewenangannya melaksanakan penegakan hukum terhadap tindak pidana ketenagakerjaan yang dilakukan oleh CV Setia Kawan berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 33 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pengawasan Ketenagakerjaan. Penegakan hukum terhadap tindak pidana ketenagakerjaan yang dilakukan oleh CV. Setia Kawan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas terhambat karena perbedaan penafsiran antara pegawai pengawas ketenagakerjaan dan PPNS ketenagakerjaan dengan jaksa terhadap peraturan perundang – undangan mengenai sasaran dari upah minimum kabupaten (UMK), pekerja tidak mau memberikan keterangan kepada PPNS Ketenagakerjaan, serikat pekerja tidak aktif dalam memperjuangkan hak – hak pekerja dan adanya intervensi dari pemerintah daerah.

Kata Kunci : Penegakan Hukum, Tindak Pidana Ketenagakerjaan.
ABSTRACT

One of the labor crime cases that occurred in Banyumas Regency is the case of paying wages below the minimum wage by the CV Setia Kawan plastic factory. However, the process of investigating was stopped. In fact, it has been clearly regulated in Law No. 13 of 2003 concerning Manpower that employers are prohibited from paying wages lower than the minimum wage. This study used an empirical juridical approach. Labor inspectors and Civil Servant Investigator (PPNS Ketenagakerjaan Satwasker) of the Banyumas Region carried out law enforcement in accordance with their authority against labor crimes committed by CV Setia Kawan based on the Regulation of the Ministry of Manpower Number 33 of 2016 concerning Procedures for Labor Inspection. Law enforcement against employment crimes committed by CV Setia Kawan in Purwokerto, Banyumas Regency was hampered due to differences in interpretation between labor inspectors and PPNS of Labor and prosecutors on the laws and regulations regarding the target of the district minimum wage (UMK), workers did not want to disclose information to the PPNS of Labor, trade unions who were not active in fighting for workers' rights, and the intervention of the local government in the law enforcement process.

Keywords: Law Enforcement, Employment Crime.
2976933104L1A017007Strategi Pengembangan Kawasan Logending Kabupaten Kebumen Berbasis
Pengelolaan Pesisir Lestari
Pantai Logending sebagai kawasan ekowisata memiliki bumi perkemahan dan hutan wisata mangrove. Pantai Logending terletak di Desa Ayah – Kecamatan Kebumen. Sebagai kawasan ekowisata, Logending memerlukan pengelolaan yang baik untuk mendukung keberlangsungan kegiatan ekowisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekowisata berdasarkan kajian sosial ekonomi dan ekologi; serta mengkaji upaya pengelolaan dan strategi pengembangan kawasan Logending. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara dan pemberian kuesioner untuk mendukung analisis SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Logending memiliki tabel IFAS dan EFAS dengan skor faktor kekuatan 3.21 dan faktor kelemahan 4.00 (selisih faktor internal sebesar -0.79). Kemudian skor faktor peluang sebesar 3.82 dan faktor ancaman sebesar 3.52 (selisih faktor eksternal sebesar 0,30). Analisis SWOT diharapkan meminimalisir kelemahan dengan memanfaatkan peluang kawasan Logending (W-O).Logending Beach as ecotourism area has camping-ground and Mangrove Tourism Forest. Logending beach located in Ayah Village- Kebumen District. As ecotourism area, Logending requires a good management to support sustainability of ecotourism activities. This research aimee to investigate the ecotourism potential based on socio-economic and ecological studies; to explore the management efforts and development strategies of Logending area. The study used qualitative method with interviews and questionnaires distribution to support SWOT analysis. The results of this study showed that Logending had IFAS and EFAS tables with score of strengths factor was 3.21 and the weaknesses factor was 4.00 (difference of internal factors was -0.79). Then, the score of opportunities factor was 3.82 and the threat factor was 3.52 (difference of external factors was 0.30). The SWOT analysis expected minimizing the weaknesses by utilizing the opportunities of Logending area (W-O).
2977030735C1A016096DETERMINAN ANGKA PARTISIPASI KASAR (APK) PENDIDIKAN TINGGI DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2009-2018Penelitian ini berjudul Determinan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2009-2018. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh PDRB perkapita, tingkat kemiskinan, pendidikan terakhir kepala keluarga, dan penduduk usia produktif terhadap APK Pendidikan Tinggi Provinsi Jawa Tengah serta menganalisis elastisitas Angka Partisipasi Kasar Pendidikan Tinggi di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan data sekunder meliputi 35 kabupaten/ kota di Provinsi Jawa Tengah selama sepuluh tahun (2009-2018). Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel serta analisis elastisitas menggunakan koefisien regresi data panel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan terakhir kepala keluarga berpengaruh positif terhadap APK Pendidikan Tinggi. Sedangkan tingkat kemiskinan berpengaruh negatif terhadap APK Pendidikan Tinggi. PDRB perkapita dan penduduk usia produktif tidak berpengaruh terhadap APK Pendidikan Tinggi. Pendidikan tinggi bersifat inelastis terhadap tingkat kemiskinan dan pendidikan terakhir kepala keluarga. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka disusun rekomendasi sebagai berikut: (1)Untuk meningkatkan APK Pendidikan Tinggi, pemerintah pusat dapat meningkatkan jumlah penerima beasiswa KIP-Kuliah dan bagi lembaga perguruan tinggi negeri dapat menetapkan UKT secara proporsional, (2) pemerintah daerah dapat memberikan bantuan pendidikan secara berkelanjutan bagi masyarakat miskin, (3) pemberian motivasi dari keluarga berlatar pendidikan baik kepada anak, dan (4) pemerintah pusat dan daerah menjamin ketersediaan lapangan kerja bagi lulusan perguruan tinggi.
This research is entitled Determinants of the Gross Enrollment Ratio (GER) for Higher Education in Central Java Province by Year 2009-2018. The purpose of this study is to analyze the effect of GDRP per capita, poverty ratio, the parental latest education, and productive age population ratio towards Higher Education GER of Central Java Province and to analyze the elasticity of Higher Education Gross Enrollment Ratio in Central Java Province. This research use secondary data covering 35 districts / cities in Central Java Province for ten years (2009-2018). The analysis method used is panel data regression and for elasticity analysis using panel data regression coefficients.
The results showed that the parental latest education had a positive effect on Higher Education GER. Meanwhile, the poverty ratio has a negative effect on Higher Education GER. GDRP per capita and productive age population ratio have zero effect on Higher Education GER. Higher education is inelastic to the poverty ratio and parental latest education. Based on the results of this study, the following recommendations were made: (1) To increase the Higher Education GER, the central government can increase the number of scholarship (KIP-Kuliah) recipients and for institutions of state higher eduaction can determine tuition fees (UKT) proportionally, (2) local governments can provide sustainable education scholarships for the poor society, (3) providing motivation from families with good educational backgrounds to their children, and (4) central and local governments ensure the availability of employment opportunities for college graduates.
2977133125F1F014029Analysis on The Implementation of Semantic Change in The Word Nigger in Two Quentin Tarantino’s Movies: Pulp Fiction and Django UnchainedPenelitian yang berjudul “Analysis on The Implementation of Semantic Change in The Word Nigger in Two Quentin Tarantino’s Movies: Pulp Fiction and Django Unchained” bertujuan untuk: (1) menemukan makna dari kata nigger di dua film karya Quentin Tarantino, Pulp Fiction dan Django Unchained; (2) mengidentifikasikan tipe-tipe perubahan semantik yang terjadi pada kata nigger di dua film karya Quentin Tarantino, Pulp Fiction dan Django Unchained.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisa data-data atau sampel-sampel dari penelitian ini. Data-data yang terkumpul berupa setiap ujaran yang memuat kata nigger yang diucapkan oleh tokoh-tokoh di kedua film ini. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menonton kedua film tersebut, Django Unchained dan Pulp Fiction, membaca skrip dari kedua film, dan menemukan reaksi-reaksi setiap tokoh di kedua film tersebut ketika mereka disapa dengan kata nigger, dan sekaligus mengidentifikasikan perubahan semantik yang terjadi kepada kata tersebut sesuai dengan konteks dan kejadian tertentu di kedua film ini.
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di riset ini, penulis menggunakan teori perubahan semantik oleh Blank (1999) dan Lobner (2002) untuk menginterpretasikan dan mengkategorikan makna positif atau negatif serta tipe-tipe perubahan semantik yang terjadi ketika beberapa tokoh-tokoh spesifik mengucapkan kata nigger sesuai dengan konteks dan kejadian tertentu di kedua film ini. Hasil dari riset ini dibagi menjadi dua bagian. Pertama, dalam film Pulp Fiction, dari total 16 dialog yang menggunakan kata nigger, terdapat 5 dialog (31,35%) dengan makna negatif dan 11 dialog (68,75%) dengan makna positif. Berkenaan dengan perubahan makna semantik, terdapat 10 dialog (62,5%) menggunakan metafora, 5 dialog (31,25%) menggunakan oto-antonim dan 1 dialog (6,25%) menggunakan metonimi. Kedua, dalam film Django Unchained, dari total 63 dialog yang menggunakan kata nigger, terdapat 58 dialog (92%) dengan makna negatif dan 5 dialog (8%) dengan makna positif. Berkenaan dengan perubahan makna semantik, tidak ada dialog (0%) yang menggunakan metafora, 58 dialog (92%) menggunakan oto-antonim dan 5 dialog (8%) yang menggunakan metonimi.
Perubahan-perubahan semantik dalam kata nigger mempunyai berbagai macam makna baik postif ataupun negatif tergantung dari tipe-tipe semantik apa yang mereka digolongkan, dengan tipe semantik oto-antonim cenderung mengandung makna atau maksud negatif, seperti ejekan, hinaan yang berlawanan dari makna lexikal atau netral dari kata nigger itu sendiri. Sedangkan tipe-tipe lain dari perubahan semantik seperti metonimi atau metafora cenderung memiliki makna atau maksud positif. Hubungan antara pembicara atau pendengar juga bisa menjadi faktor penting dalam perubahan semantik. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan, seperti setting waktu, era atau tempat di dialog- dialog dalam kedua buah film tersebut beserta konteksnya juga perlu diperhatikan dalam menentukan tipe-tipe perubahan semantik apa saja yang terjadi terhadap kata nigger.
This research entitled “Analysis on The Implementation of Semantic Change in The Word Nigger in Two Quentin Tarantino’s Movies: Pulp Fiction and Django Unchained” serves to: (1) find out the meanings of word nigger in Quentin Tarantino’s movies, Pulp Fiction and Django Unchained; (2) identify the type of semantic changes that happens to the word nigger in in Quentin Tarantino’s movies, Pulp Fiction and Django Unchained.
The researcher used descriptive qualitative method to analyze the data or the samples of this research. The data were consisted of every utterance with the word nigger that the characters said to other specific characters in both movies the whole time. The data were gathered by watching both movies, Django Unchained and Pulp Fiction, reading all of the scripts of both movies, and then finding all of the reactions of each of the characters when they are being addressed as a nigger, and identifying the semantic changes that happened to those words according to the context and the setting of the events in both movies.
To answer the research questions, the researcher used semantic change theory by Blank (1999) and Lobner (2002) to interpret and categorize the positive or negative meanings and also the types of semantic changes that occurred in each sentence where the word nigger was being spoken of by certain characters based on the context and the setting of both movies. The results of this research were divided by two sections. First, in Pulp Fiction, from the total amount of 16 dialogues using the word nigger, the researcher found that 5 dialogues (31.25%) have negative meaning and 11 dialogues (68.75%) have positive meaning. Dealing with semantic changes, it showed that 10 dialogues (62.5%) used metaphor, 5 dialogues (31.25%) used Auto-antonym, and 1 dialogue (6.25%) used metonymy. Second, in Django Unchained, from the total amount of 63 dialogues using the word nigger, the researcher found that 58 dialogues (92%) have negative meanings and 5 dialogues (8%) have positive meaning. Dealing with semantic changes, it also showed that none of the dialogues (0%) used metaphor, 58 dialogues (92%) used auto-antonym and 5 dialogues (8%) used metonymy.
The semantic changes in the word nigger can have various positive or neagtive meanings based on their type of changes, with auto-antonym usually have negative perspective or intention like insult or mockery, contradictary from the lexical meaning or neutral meaning of the word nigger itself. While other type of semantic changes like metonymy or metaphore usually have more positve intention or persepective based on the lexical meaning of the word nigger itself. Another factor such as the relationship between the speaker and the hearer also play an important role in considering the semantic change of the word nigger. Other factors that can be use as a determiner of the type of smenatic changes are the setting of time, era or place of the dialogues in both movies and the context of the dialogues themselves.
2977233142A1A116040STUDI KOMPARASI TENTANG MOTIVASI DAN PENDAPATAN USAHATANI PADI ANGGOTA KELOMPOK TANI NGUDI TANI DAN TANI MAJU DI DESA BOBOSAN, KECAMATAN PURWOKERTO UTARA.Kelompok tani adalah kelembagaan pertanian yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan, sumberdaya, dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggotanya. Kelompok tani dibentuk dengan tujuan untuk lebih meningkatkan dan mengembangkan kemampuan anggota nya agar lebih berperan dalam pembangunan. Terdapat dua kelompok tani di Desa Bobosan yaitu kelompok tani Ngudi Tani dan Tani Maju. Keduanya melakukan kegiatan usahatani padi. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui perbandingan tingkat motivasi yang dimiliki anggota kelompok tani Ngudi Tani dengan Tani Maju di Desa Bobosan, Kecamatan Purwokerto Utara; 2) Mengetahui perbandingan pendapatan usahatani kelompok tani Ngudi Tani dengan Tani Maju di Desa Bobosan, Kecamatan Purwokerto Utara. Penelitian dilakukan di Desa Bobosan pada bulan Agustus sampai dengan September 2020. Pengambilan responden dilakukan dengan metode sensus. Responden penelitian adalah anggota kelompok tani Ngudi Tani dan Tani Maju sebanyak 45 responden. Metode analisis yang digunakan adalah metode Likert, Method of Successive Interval (MSI), analisis biaya dan pendapatan, dan analisis deskriptif. Penelitian menunjukkan: 1) Terdapat perbedaan rata-rata motivasi pada kelompok tani Ngudi Tani dengan Tani Maju, nilai motivasi anggota kelompok tani Ngudi Tani sebesar 2,452 dan lebih tinggi dibandingkan dengan anggota kelompok tani Tani Maju sebesar 1,994. 2) Terdapat perbedaan rata-rata pendapatan pada anggota kelompok tani Ngudi Tani dengan Tani Maju. Nilai pendapatan kelompok tani Ngudi Tani sebesar Rp. 2.448.274,7 lebih besar dibandingkan dengan Tani Maju sebesar Rp. 1.829.522,8.Farmer groups are agricultural institutions formed on the basis of common interests, similar environmental conditions, resources, and familiarity to improve and develop the business of its members. Farmer groups were formed with the aim of further improving and developing the ability of their members to play more role in development. There are two farmer groups in Bobosan Village, named Ngudi Tani and Tani Maju farmer groups. Both of them do rice farming activities. This study aims to: 1) Knowing the comparison of motivation level owned by members of Ngudi Tani farmer group with Tani Maju in Bobosan Village, North Purwokerto District; 2) Knowing the comparison of farm income of Ngudi Tani farmer group with Tani Maju in Bobosan Village, North Purwokerto District. The research was conducted in Bobosan Village from August to September 2020. The collection of respondents was done by census method. The respondents to the study were members of the farmer group Ngudi Tani and Tani Maju as many as 45 respondents. The methods of analysis used are Likert method, Method of Successive Interval (MSI), cost and revenue analysis, and descriptive analysis. Research shows: 1) There is an average difference in motivation in Ngudi Tani group with Tani Maju, the motivation value of Ngudi Tani group members is 2,452 and higher than that of 1,994 prom members of Tani Maju farmer group. 2) There is a difference in the average income in members of the Ngudi Tani farmer group with Tani Maju. The income value of Ngudi Tani farmer group amounted to Rp. 2,448,274.7 greater than Tani Maju of Rp. 1,829,522.8.
2977333038B1A017063Keanekaragaman Avifauna Dirunal di Kampus Grendeng Universitas Jenderal SoedirmanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman avifauna di lingkungan kampus Grendeng Universitas Jenderal Soedirman. Penilitian ini dilakukan menggunakan metode survei dengan pengambilan data Point Count di tiga stasiun (enam titik pengamatan) pada pagi hari (06.00-09.00) dan sore hari (14.00-17.00). Pengambilan data dilakukan pengulangan sebanyak tiga kali di tiap waktu pengamatan. Hasil penelitian menunjukan terdapat 6 ordo, 10 familia dan 16 spesies. Spesies burung yang ditemukan adalah yang meliputi Lonchura leucogastroides, Lonchura punctulata, Lonchura maja, Pycnonotus aurigaster, Pycnonotus goiavier, Passer montanus, Anthreptes malacensis, Cinnyris jugularis, Pericrocotus cinnamomeus, Spilopelia chinensis, Geopelia striata, Apus nipalensis, Caprimulgus affinis, Halcyon cyanoventris, Todiramphus chloris dan Surniculus lugubris. Seluruh spesies memiliki stasus least concern. Spesies yang paling banyak ditemukan adalah Bondol Jawa (Lonchura leucogastroides) dan spesies yang paling sedikit ditemukan adalah Cekakak Jawa (Halcyon cyanoventris).This study aims to determine the diversity of avifauna in the Grendeng campus of Jenderal Sudirman University. This research was conducted using a survey method with Point Count data collection at three stations (six observation points) in the morning (06.00-09.00) and afternoon (14.00-17.00). Data collection was repeated three times at each observation time. The results showed that there were 6 orders, 10 families and 16 species. The species of birds found were Lonchura leucogastroides, Lonchura punctulata, Lonchura maja, Pycnonotus aurigaster, Pycnonotus goiavier, Passer montanus, Anthreptes malacensis, Cinnyris jugularis, Pericrocotus cinnamomeus, Spilopelia chinensis, Geopelia striata, Apus nipalensis, Caprimulgus affinis, Halcyon cyanoventris, Todiramphus chloris and Surniculus lugubris. All species have the status of least concern. The most common species was the Javan Bondol (Lonchura leucogastroides) and the least found was the Javan Claw (Halcyon cyanoventris).
2977433127A1F017090FORMULASI TABLET EFFERVESCENT DENGAN VARIASI PENAMBAHAN EKSTRAK BUNGA DAN DAUN KECOMBRANG (Etlingera elatior)
SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL
Kecombrang (Etlingera elatior) merupakan tanaman suku Zingiberaceae yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Salah satu bentuk pemanfaatan kecombrang sebagai minuman fungsional yaitu tablet effervescent. Effervescent merupakan tablet yang apabila dilarutkan dalam air akan bereaksi membebaskan gas CO2 sehingga menghasilkan buih. Pembuatan tablet effervescent kecombrang dengan formula yang berbeda kemungkinan akan memberikan karakteristik fisikokimia yang berbeda, sehingga diperlukan formula yang tepat untuk menghasilkan tablet efervescent yang dapat diterima. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh jenis bagian tanaman dan konsentrasi ekstrak kecombrang terhadap sifat kimia dan sensoris tablet effervescent yang dihasilkan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Manajemen, Laboratorium Mikrobiologi, dan Laboratorium Pangan dan Gizi Teknologi Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan sehingga diperoleh hasil 27 unit percobaan. Faktor yang dikaji yaitu bagian tanaman kecombrang yang terdiri atas daun, bunga, dan kombinasi antara daun dan bunga kecombrang (1:1)) dan, konsentrasi ekstrak kecombrang yang ditambahkan terdiri atas tiga jenis yaitu 2,5%, 3%, 3,5%. Variabel yang diamati adalah sifat fisik (nilai pH, waktu larut), sifat kimia (kadar air, kadar vitamin C, total fenol, total flavonoid), sifat fungsional (aktivitas antioksidan), dan variabel sensoris (warna, aroma, rasa, dan tingkat kesukaan). Data variabel kuantitatif (sifat fisik, kimia, dan fungsional) dianalisis menggunakan two way ANOVA pada taraf signifikansi 5%, apabila ada pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5%. Data sensoris dianalisis menggunakan uji Acceptable Factor (AF). Bentuk formula tablet effervescent ekstrak kecombrang terbaik ditentukan meggunakan Indeks Efektifitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi tablet effervescent terbaik diperoleh dari penambahan ekstrak daun kecombrang pada konsentrasi 3,5% dengan karakteristik; nilai pH 4,4±0,12; waktu larut 2,00±0,48 menit; kadar air 6,12%; kadar vitamin C 227,627±10,75 mg/100g; total fenol 27,90±6,55 TAE/100mg bk bahan; total flavonoid 14,274±1,89 mgQE/100mg bk bahan; aktivitas antioksidan 81,62±7,23 %. Karakteristik sensorinya adalah warna sedikit suka(3,4± 0,89); rasa sedikit suka (3,2±0,79); aroma tidak suka (2,4±0,94); dan tingkat kesukaan sedikit suka (3,10±0,79). Secara keseluruhan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak daun kecombrang memberikan formulasi tablet effervescent dengan karakteristik terbaik.Kecombrang (Etlingera elatior) is a plant of the Zingiberaceae tribe that has potential as an antioxidant. Effervescent tablet is one form of kecombrang utilization as functional drink. Effervescent tablet when dissolved in water will react to liberate CO2 gas to produce foam. The formulation of kecombrang effervescent tablets with different formulas is likely to produce physicochemical characteristics; so an appropriate formula is needed to produce acceptable effervescent tablets. This study aimed to study effect of type of plant and the concentration of kecombrang extract on the chemical and sensory properties of the effervescent tablets produced. The research carried out at the Management Laboratory, Microbiology Laboratory, and Food and Nutrition Laboratory of Agricultural Technology, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with 3 replications, so that 27 experimental units were obtained. Factors studied; were part of kecombrang plant consist of; leaves, flowers, and a combination of leaves and flowers of kecombrang ( at 1:1) and, the concentration of kecombrang extracts addition consisting of 2.5%, 3%, 3.5%. Variable observed in this study were physical properties (pH value, soluble time), chemical properties (moisture content, vitamin C content, total phenol, total flavonoids), functional properties (antioxidant activity), and sensory variables (color, aroma, taste, and preference level). Quantitative variable data (physical, chemical, and functional properties) analyzed using two-way ANOVA at significant level of 5%, and if there was a significant effect, then continue the Duncan Multiple Range Test (DMRT) at 5% level. Sensory data analyzed using the Acceptable Factor (AF) test. The best formulation form determined using the Effectiveness Index. The study results showed that the best effervescent tablet formulation was obtained from kecombrang leaf extract addition at concentration of 3.5% with the characteristics; pH value of 4.4±0.12; dissolving time of 2.00±0.48 min.; water content of 6.12%; vitamin C content of 227.627±10.75 mg/100g; total phenol of 27.90±6.55 TAE/100mg of dry weight; total flavonoids of 14.274±1.89 mgQE/100mg of dry weight; antioxidant activity of 81.62±7.23%. Sensory characteristics are; slightly like color(scale of 3.4±0.89); a little liking (scale of 3.2±0.79); dislike smell (scale of 2.4±0.94); and the preference level of liking slightly (scale of 3.10±0.79). Overall, the use of kecombrang leaf extract addition provides effervescent tablet formulations with the best characteristics.
2977533143J1D017001NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL “TELUK ALASKA” KARYA EKA ARYANI DAN RELEVANSINYA TERHADAP MATERI MENGANALISIS ISI DAN KEBAHASAAN NOVEL Nilai pendidikan karakter dalam novel menggambarkan karakteristik setiap tokoh dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat. Nilai karakter dalam novel dapat dipahami menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Salah satu teori nilai karakter dikemukakan oleh Sofan Amri yang membagi nilai karakter menjadi lima tipe. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai pendidikan karakter dalam novel Teluk Alaska karya Eka Aryani menggunakan teori Sofan Amri, dengan mendeskripsikan nilai perilaku manusia dengan Tuhan, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan, serta mendeskripsikan relevansi antara nilai pendidikan karakter dengan materi menganalisis isi dan kebahasaan novel.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan pengkajian dan mendeskripsikan permasalahan yang diteliti. Sember data pada penelitian ini adalah novel Teluk Alaska karya Eka Aryani yang terbit pada tahun 2019. Data yang diperoleh dengan menggunakan metode baca dan catat. Metode analisis menggunakan metode semiotik yang meliputi heuristik dan hemeneutik. Metode penyajian data menggunakan metode deskriptif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam novel Teluk Alaska mencakup nilai religius (bersyukur), berdoa, displin, kerja keras, tanggung jawab, gemar membaca, jujur, rasa ingin tahu, peduli sosial, cinta damai, dan peduli lingkungan. Kemudian novel Teluk Alaska dapat digunakan sebagai materi pembelajaran sastra dengan menggunakan KD 3.9 Menganalisis isi dan kebahasaan novel untuk kelas XI di SMA adalah saat peserta didik menganalisis unsur intrinsik, terutama penokohan dan amanat peserta didik akan mengetahui nilai karakter. Kesimpulan dari penelitian ini adalah nilai pendidikan karakter dalam novel adalah religius (bersyukur), berdoa, displin, kerja keras, tanggung jawab, gemar membaca, jujur, rasa ingin tahu, peduli sosial, cinta damai, dan peduli lingkungan. Penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh peserta didik dan guru pada jenjang SMA.
The value of character education in the novel describes the characteristics of each character in carrying out social life. The value of the characters in the novel can be understood using a sociological approach to literature. One of the theories of character values ​​put forward by Sofan Amri who divides character values ​​into five types. This study aims to describe the value of character education in the novel Gulf of Alaska by Eka Aryani using Sofan Amri's theory, by describing the value of human behavior with God, oneself, fellow human beings, environment and nationality, as well as describing the relevance between the value of character education and material analyzing content and novel language.

This research is a qualitative descriptive study with the aim of assessing and describing the problems studied. The data source in this study is the novel Gulf of Alaska by Eka Aryani, published in 2019. The data were obtained using the read and note method. The analysis method uses semiotic methods which include heuristics and hemeneutics. Method of presenting data using descriptive method.

The results showed that the character education values ​​contained in the novel Gulf of Alaska include religious values ​​(gratitude), prayer, discipline, hard work, responsibility, love of reading, honesty, curiosity, social care, love of peace, and care for the environment. Then the novel of the Gulf of Alaska can be used as a literary learning material by using KD 3.9. Analyzing the content and language of the novel for class XI in high school is when students analyze intrinsic elements, especially characterizations and the message that students will know the value of character. The conclusion of this study is that the values ​​of character education in the novel are religious (gratitude), prayer, discipline, hard work, responsibility, love of reading, honesty, curiosity, social care, love of peace, and care for the environment. This research can be used by students and teachers at the high school level.
2977633128A1F017078FORMULASI HARD CANDY SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL DARI BUNGA DAN DAUN KECOMBRANG (Etlingera Elatior) DAN KONSENTRASI EKSTRAK TERHADAP
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN
Hard candy merupakan jenis permen yang mempunyai tekstur keras dengan penampakan bening dan mengkilap. Bahan utama dalam pembuatan hard candy adalah sukrosa, sirup glukosa dan air. Permen fungsional adalah permen yang dapat berfungsi untuk kesehatan, dalam hal ini adonan permen ditambahkan dengan bahan kaya antioksidan seperti kecombrang. Kecombrang (Etlingera elatior) merupakan salah satu tumbuhan yang banyak ditemukan di Indonesia. Aktivitas antioksidan paling tinggi dalam tumbuhan kecombrang ditemukan pada bunga, lalu rimpang, batang dan daun. Formulasi dalam pembuatan permen sangat penting dan sangat menentukan karakteristik produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan jenis bagian tanaman kecombrang dan konsentrasi ektsraknya yang terbaik terhadap aktivitas antioksidan produk. Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan dari Januari sampai April 2021 di Laboratorium Teknologi Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dengan menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang dikaji yaitu jenis tanaman yang terdiri atas: bunga, daun, kombinasi bunga dan daun pada 1:1 dan konsentrasi ekstrak yang terdiri atas: 2%, 2,5%, dan 3%. Variabel yang diamati meliputi fisik, kimiawi, fungsional dan sensori. Data variabel fisik, kimiawi, fungsional dianalisis menggunakan two way ANOVA dan jika signifikan dilanjutkan dengan uji DMRT, data sensori diuji dengan uji hedonik dan dianalisis menggunakan metode Acceptable Factor. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik diperoleh dari perlakuan penambahan jenis ekstrak daun kecombrang pada konsentrasi 2,5%, yang memiliki karakteristik: pH 3,97; vitamin C 204,16 mg /100 g; total flavonoid 6,857 mg QE / 100 mg; total fenol 11,83 mg TAE /100 mg; aktivitas antioksidan inhibisi 66,15%, dengan karakteristik sensori: tekstur suka (skala 4,15 dan Nilai AF 92,34) ; warna suka (4,15 dan Nilai AF 77,00); rasa suka (4,25 dan Nilai AF 87,00); kesukaan suka (4,2 dan Nilai AF 86,00). Secara keseluruhan penambahan 2,5% ekstrak daun kecombrang pada hard candy memberikan nilai fungsional tertinggi yang disukai oleh panelis.Hard candy is a type of candy that has a hard texture, clear and shiny performance. The main ingredients in making hard candy are sucrose, glucose syrup and water. Functional candy is candy that can function for health, in this case the candy dough added with antioxidant-rich ingredients such as kecombrang. Kecombrang (Etlingera elatior) is one of the many plants found in Indonesia. The highest antioxidant activity in the kecombrang plant found in flowers, then rhizomes, stems and leaves. Formulation in the manufacture of candy is very important and greatly determines the characteristics of product. This study aimed determine treatments of kecombrang part and extract concentration on the antioxidant activity on the product. This research conducted for 4 months from January to April 2021 at the Agricultural Technology Laboratory, Jenderal Sudirman University, Purwokerto; using a completely randomized design (CRD). The treatment factors studied were plant type consisting of: flowers, leaves, combination of flowers and leaves and kecombrang extract concentration consisting of: 2%, 2.5 %, and 3%. The observed variables include physical, chemical, functional and sensory. Data on physical, chemical, functional variables analyzed using two way ANOVA and if significant continued with DMRT test; sensory data analyzed using hedonic test and data obtained analyzed using the Acceptable Factor method. The study results analysis showed that the best treatment obtained from the addition of kecombrang leaf extract at a concentration of 2.5%; which had the characteristics: pH of 3.97; vitamin C of 204.16 mg/100 g; total flavonoids of 6.857 mg QE / 100 mg; total phenol of 11.83 mg TAE /100 mg; inhibitory antioxidant activity of 66.15%; with sensory characteristic: like in texture (scale 4.15 and AF value 92.34); like in color (4.15 and AF Value 77.00); like in taste (4.25 and AF value 87.00); like in preference (4.2 and AF score 86.00). Overall, the addition of 2.5% kecombrang leaf extract in hard candy gave the highest functional value favored by the panelists.
2977733129A1F017035FORMULASI MINUMAN SERBUK KECOMBRANG INSTAN DENGAN VARIASI PRE-TREATMENT TERHADAP KARAKTERISTIK DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDANTanaman kecombrang (Etlingera elatior) merupakan tanaman rempah yang termasuk kelompok Zingiberaceae dan telah digunakan dalam produk pangan. Perlakuan pre-treatment memiliki banyak manfaat antara lain dapat menghindari perubahan yang tidak diinginkan, mengurangi kandungan mikroba, dapat mempertahankan warna, memperlunak jaringan, membantu pengeluaran gas-gas seluler pada jaringan sehingga mencegah terjadinya oksidasi dan memperbaiki tekstur pada bahan pangan yang dikeringkan. Minuman serbuk instan merupakan produk pangan yang berbentuk serbuk dan dalam penggunaannya mudah larut dalam air dingin atau air panas. Keunggulan sediaan dalam bentuk serbuk adalah umur simpannya yang lebih lama dibanding bentuk segarnya dan fleksibiltas penggunaannya. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui jenis bagian tanaman kecombrang dan perlakuan pre-treatment yang menghasilkan karakteristik dan aktivitas antioksidan minuman serbuk kecombrang instan terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 12 kombinasi perlakuan dan dilakukan tiga kali ulangan. Faktor yang diamati yaitu bagian tanaman kecombrang terdiri atas: daun, bunga, dan kombinasi daun : bunga (1:1); dan perlakuan pre-treatment terdiri atas: tanpa pre-treatment, steam blanching + tanpa sangrai, sangrai + tanpa steam blanching, dan steam blanching + sangrai. Variabel fisik, kimia, dan fungsional yang diamati yaitu nilai pH, waktu larut, kadar air, kadar vitamin C, total fenol, total flavonoid, total tanin, dan aktivitas antioksidan. Evaluasi sensori dilakukan oleh 20 panelis menggunakan metode pengujian hedonik pada skala 1-5 (sangat tidak suka hingga sangat suka). Data fisik, kimia, dan fungsional dianalisis dengan menggunakan analisis two way ANOVA pada taraf 5%, apabila hasil analisis menunjukkan pengaruh yang nyata, maka dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Data sensori dianalisis dengan menggunakan Acceptable Factor (AF). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa formulasi minuman serbuk kecombrang dari bagian daun memiliki kandungan fungsional berupa total fenol, total flavonoid, dan aktivitas antioksidan sebesar 15,26 mg TAE/100 mg, 9,85 mg QE/100 mg, dan 81, 01%. Formulasi minuman serbuk kecombrang instan dengan pre-treatment sangrai lebih tinggi karakteristik dan aktivitas antioksidan dibandingkan dengan perlakuan steam blanching atau steam blanching + sangrai. Total fenol, total flavonoid, dan aktivitas antioksidan dari formula dengan penyangraian yaitu 11,132 mg TAE/100 mg, 9,09 mg QE/100 mg, 78,97%.Kecombrang plant (Etlingera elatior) is a spice plant belonging to the Zingiberaceae group and has been used in food products. Pre-treatment has many benefits, among others can avoid unwanted physical changes, reduce microbial content, maintain color, soften the texture, helping the production cellular gases of the network so prevent oxidation and improve texture in dried foodstuffs. Instant powder drink is the powder form of food product and in its easily soluble in cold and hot water. The advantage of powder form preparations is their shelf life that is longer than the fresh form and flexibility of their use. The objectives of this study were determining the combination treatment of kecombrang plant various parts and pre-treatment that produces the best characteristics and antioxidant activity of instant kecombrang powder drink. This study used a Complete Randomized Design (RAL) with 12 combinations of treatments and performed three replications. The observed factors; the kecombrang plant part consisting of: leaves, flowers, and a combination of leaves:flowers (1:1); and pre-treatment consists of: without pre-treatment, steam blanching + without roasting, roasting + without steam blanching, and steam blanching + roasting. The physical, chemical, and functional variables observed; pH value, soluble time, moisture content, total vitamin C, total phenol, total flavonoids, total tannins, and antioxidant activity. Sensory evaluation conducted by 20 panelists using hedonic testing method on scale of 1-5 (very disliked to very like). Physical, chemical, and functional data analyzed using two way ANOVA analysis at 5% level, if the analysis results show significant, then continued with Duncan Multiple Range Test (DMRT) at 5% level. Sensory data analyzed using Acceptable Factor (AF). The results of this study showed that the formulation of kecombrang powder drink from the leaf has a functional content in the form of total phenol, total flavonoids, and antioxidant activity of 15.26 mg TAE/100 mg, 9.85 mg QE/100 mg, and 81.01%. Formulation of instant kecombrang powder drink with higher characteristics and antioxidant activity were roasting pre-treatment compared to steam blanching treatment or steam blanching + roasting. Total phenol, total flavonoids, and antioxidant activity of the formula with roasting is 11.132 mg TAE/100 mg, 9.09 mg QE/100 mg, 78.97%.
2977833130I1E017073Evaluasi Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Sekolah Sepak Bola Mas Jaya U-14 SokarajaLatar belakang: Permainan sepak bola didukung oleh kemampuan fisik dan keterampilan teknik yang baik. Semakin bagus kemampuan fisik pemain, maka semakin baik tingkat kebugaran jasmaninya. Setiap pemain sepak bola harus memiliki kebugaran jasmani yang baik untuk mendukung dalam penguasaan keterampilan bermain sepak bola. Apabila masing-masing pemain memiliki kebugaran jasmani yang baik, sehingga tidak cepat mengalami kelelahan selama pertandingan. Kebugaran jasmani siswa U-14 SSB Mas jaya, antara satu komponen dengan komponen kebugaran jasmani yang lain belum diketahui secara lengkap. Dilakukannya tes kebugaran jasmani untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani para siswa U-14 secara keseluruhan dalam mempertahankan kondisi fisiknya. Tujuan penelitian ini untuk melakukan evaluasi tingkat kebugaran jasmani siswa Sekolah Sepak Bola Mas Jaya U-14 di Sokaraja.

Metodologi : Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Teknik sampling menggunakan total sampling yang berjumlah 38 siswa. Instrumen yang digunakan berupa Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) yang terdiri dari lari 50 meter, gantung angkat tubuh, baring duduk, loncat tegak, dan lari 1000 meter. Teknik analisis data menggunakan teknik persentase dan distribusi frekuensi.

Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa siswa memiliki tingkat kebugaran jasmani dengan kategori “Kurang Sekali” sebesar 2,6%. Sementara siswa berada pada kategori “Kurang” sebanyak 18,4%. Siswa dengan kategori “Sedang” sebesar 71,1%. 7,9% siswa berada pada kategori “Baik” dan siswa pada kategori “ Baik sekali” sebesar 0%. Dari lima komponen tes yang digunakan, nilai rata-rata tertinggi berada pada norma tes baring duduk/ sit up sebesar 4,58. Nilai rata-rata terendah berada pada norma tes gantung angkat tubuh/ pull up sebesar 1,47.

Kesimpulan : Tingkat kebugaran jasmani siswa SSB Mas Jaya U-14 berada pada kategori sedang.
Background: The game of football is supported by the physical abilities and skills of a good technique. The better the physical ability of the player, the better the level of physical fitness. Every football player must have good physical fitness to support the mastery of playing football skills. If each player has good physical fitness, so do not quickly experience fatigue during the game. Physical fitness of students U-14 SSB Mas Jaya, between one component with other components of physical fitness is a complete unknow. The conduct of the physical fitness test determine the level of physical fitness of the students of U-14 overall in maintaining his physical condition. The pupose of this study to evalute the students level of physical fitness Mas Jaya School Fottball U-14 in Sokaraja.

Methodology: The design of the study is quantitative descriptive . The sampling technique uses a total sampling of 38 students. The instrument used was “Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI)” consisting of a 50 meter run, pull up, sit up, vertical jump, and run 1000 meters. Data analysis techniques using percentage and frequency distribution techniques.

Results : Based on the results of research conducted, it shows that students have a level of physical by category “Less Once ” by 2,6%. While students are in the "Less" category as much as 18,4%. Students with the "Medium" category were 71,1%. 7,9% of students are in the “Good” category and students in the "Very Good" category at 0%. Of the five test components used, the highest average value is in the sit-up test norm of 4,58. The lowest average value is in the norm of the hanging pull up test of 1,47.

Conclusion : The level of physical fitness of SSB Mas Jaya U-14 students is in the medium category.
2977933131J1A016061The Moves and Communicative Functions of Unilever Job VacanciesPenelitian ini berjudul ‘Langkah dan Fungsi Komunikasi dalam Lowongan Kerja Unilever’, termasuk dalam studi Analisis wacana, yang berfokus pada dua objek (i) Bagaimana Langkah terimplementasikan dalam lowongan kerja Unilever, dan (ii) Fungsi komunikasi yang direalisasikan melalui Langkah. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dimana data dikumpulkan dengan cara menangkap layar beberapa lowongan pekerjaan di Unilever.taleo.net, mereduksi data yang tidak relevan, dikategorikan ke dalam kelompok-kelompok yang berbeda, dan mengidentifikasi setiap kalimat dalam lima Lowongan Kerja Unilever. Dari temuan data menunjukan (1) tabulasi gerak, dan (2) analisis deskriptif fungsi komunikatifnya. Hal ini menunjukkan bahwa langkah-langkah di Lowongan Kerja Unilever terdiri dari 56 langkah. Ada hitungan frekuensi (18) Langkah 2 dan (14) Langkah 3 di antara lima lowongan kerja Unilever. Serta jumlah frekuensi (18) Langkah 2, diikuti oleh Langkah 3 (12), Langkah 5 (9), Langkah 1 (7), Langkah 0 (6), dan Langkah 4 (5). Selain itu, fungsi komunikatif diwujudkan dengan menerapkan gerakan dalam lowongan pekerjaan Unilever, yaitu (7) Strategi untuk menggambarkan posisi dan tugas yang terlibat yang sangat berkorelasi dengan Langkah 3 untuk menentukan tanggung jawab dan persyaratan yang terlibat. Kemudian (6) Strategi untuk Mengkomunikasikan misi/nilai/budaya organisasi dan (5) strategi untuk mengidentifikasi aktivitas/usaha perusahaan yang termasuk dalam Move 2 untuk menampilkan kredibilitas organisasi. Selanjutnya, (6) Strategi untuk menyatakan Posisi Kerja yang terkait dengan Langkah 1 untuk menunjukkan Ketersediaan Posisi Kerja. setelah itu ada (5) strategi untuk menghasilkan tombol apply here di website perusahaan yang merupakan bagain dari Langkah 5 untuk menginstruksikan kandidat bagaimana cara melamar. Secara keseluruhan, dari langkah yang sering muncul; (18) Langkah 2 dan (12) Langkah 3, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Unilever bermaksud untuk membangun branding perusahaan mereka dan menuntut pelamar untuk memiliki keterampilan praktis untuk menempati beberapa posisi pekerjaan yang tersedia.This research entitled ‘The Moves and Communicative Functions of Unilever Job Vacancies’ belongs to the study of discourse analysis. It focuses on examining two objects: (I) How moves are implemented in Unilever Job Vacancies and (ii) how moves realize the communicative function. This research method is a descriptive qualitative research in which the data were collected by screenshotted some job vacancies on Unilever.taleo.net, reduced irrelevant data, categorized them into distinctive groups, and identified each sentence in five Unilever Job Vacancy. The results are (1) tabulation of moves and (2) descriptive analysis of its communicative functions. It shows that moves and communicative functions in Unilever Job Vacancies consist of 56 occurrences. There are frequency counts of (18) Move 2, followed by Move 3 (12), Move 5 (9), Move 1 (7), Move 0 (6), and Move 4 (5). Also, the communicative function was realized by applied moves in Unilever job vacancies; (7) Strategies for describing position and task involved, which are highly correlated with Move 3 for specifying responsibilities and requirements involved. Then (6) Strategies for Communicating to organization’s mission/value/culture and (5) strategies for identifying the company activity/business that belongs to Move 2 for presenting the organization’s credibility. Next, (6) Strategies for stating job title that associated with Move 1 for showing the Availability of Job Position. after that there are (5) strategies of generating the apply here button in the company’s website that belongs to Move 5 for instructing candidates how to apply Overall, from frequent occurrences of (18) Move 2 and (12) Move 3, I can conclude that Unilever intends to build their company’s branding and demand applicants for having the practical skill to occupy some vacant job position.
2978033132I1D017022Pengaruh Intervensi Yogurt Kecambah Kacang Hijau terhadap Kadar CRP Plasma Tenaga KesehatanLatar Belakang: Tenaga kesehatan memiliki kontak paling erat dengan pasien COVID-19 harus selalu memiliki kondisi imun optimal. Namun, tingginya beban kerja, kelelahan dan rasa cemas memicu respon inflamasi dan menurunkan status imun, ditandai dengan perubahan kadar C-Reactive Protein (CRP). Yogurt kecambah kacang hijau (yocamio) kaya akan fenolik dan vitamin C sebagai antioksidan berperan mengoptimalkan sistem imun dan menekan progresivitas marker inflamasi. Metodologi: Penelitian ini menggunakan rancangan Randomized Control Trial (RCT) Single Blind melibatkan 14 orang wanita tenaga kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit Sinar Kasih Purwokerto. Subjek dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kontrol. Kelompok perlakuan mendapatkan yocamio, sedangkan kelompok kontrol diberikan plasebo selama 2 bulan masing-masing sebanyak 200 ml/hari. Kadar CRP responden diamati pada 0 dan 2 bulan intervensi menggunakan metode High Sensitivity CRP ELISA. Data kadar CRP dianalisis dengan uji Paired t-test, dan Independent t-test. Hasil Penelitian: Pemberian yogurt kecambah kacang hijau sebanyak 200 ml/hari selama 2 bulan mampu menekan kadar CRP plasma responden hingga 40,3% secara bermakna dibanding kontrol (p=0,016). Kesimpulan: Konsumsi yogurt kecambah kacang hijau sebanyak 200 ml/hari selama 2 bulan menurunkan kadar CRP plasma responden secara signifikan.Backgorund: Health workers who have the closest contact with COVID-19 patient should have optimal immune conditions. However, high workload, burnout and anxiety leading inflammatory response and immune decline, marked by C-Reactive Protein (CRP) levels changes. Mung bean sprouts yogurt (yocamio) rich in phenolics and vitamin C as antioxidant that play roles to optimizing the immune system and suppressing progression of inflammatory markers. Methods: This study used a Single Blind Randomized Control Trial (RCT) design involving 14 female health workers from Sinar Kasih Hospital, Purwokerto. Subjects were divided into two groups, treatement and control group. The treatment group received 200 ml/day yocamio, while control group was given 200 ml/day placebo for 2 months. CRP levels were observed at 0 and 2 months of intervention using the High Sensitivity CRP ELISA method. CRP levels data were analyses using Paired t-test and Independent t-test. Results: Interventions of 200 ml/day of mung bean sprouts yogurt for 2 months reduce CRP plasma levels up to 40,3% compared to the control group (p=0,016). Conclusion: Consumption of 200 ml/day mung bean sprouts yogurt for 2 months decrease CRP plasma levels on health workers significantly.