Artikelilmiahs
Menampilkan 29.841-29.860 dari 50.086 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 29841 | 33193 | J1D017052 | Kesalahan Berbahasa pada Papan Informasi Instansi di Kota Purwokerto dan Relevansinya pada Pembelajaran Bahasa Indonesia SMP | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan berbahasa yang meliputi: (1) kesalahan penggunaan preposisi pada papan informasi instansi di Kota Purwokerto, (2) kesalahan penggunaan diksi pada papan informasi instansi di Kota Purwokerto. Subjek penelitian ini adalah papan informasi pada kantor instansi di Kota Purwokerto. Objek dalam penelitian ini adalah kalimat yang mengandung kesalahan berbahasa. Bentuk penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini difokuskan pada kesalahan berbahasa pada papan informasi instansi di Kota Purwokerto dan relevansinya pada pembelajaran Bahasa Indonesia SMP. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, dilanjutkan dengan teknik simak dan catat. Analisis data menggunakan teori analisis kesalahan berbahasa yang dikemukakan Ellis dalam Tarigan. Hasil penelitian kesalahan berbahasa pada papan informasi instansi di Kota Purwokerto ada dua. Pertama, kesalahan penggunaan preposisi yang meliputi 3 (tiga) kesalahan, yaitu: kesalahan penggunaan preposisi di, kesalahan penggunaan preposisi ke, dan kesalahan penggunaan preposisi pada. Kedua, kesalahan penggunaan diksi yang meliputi 2 (dua) kesalahan, yaitu: kesalahan penggunaan kata nonbaku dan kesalahan penggunaan istilah asing. | This study aims to describe the forms of language errors which include: (1) errors in the use of prepositions on agency information boards in Purwokerto City, (2) errors in using diction on agency information boards in Purwokerto City. The subject of this research is the information board at the agency office in Purwokerto City. The object in this study is a sentence that contains language errors. The form of this research is descriptive qualitative research. This study relies on language errors on agency information boards in Purwokerto City and their relevance to Indonesian junior high school learning. Data collection was carried out using documentation techniques, followed by listening and note-taking techniques. Data analysis uses the theory of language error analysis proposed by Ellis in Tarigan. The results of the study stated on the agency information board in the City of Purwokerto there were two. First, errors in the use of prepositions which include 3 (three) errors, namely: errors in the use of prepositions in, errors in the use of prepositions to, and errors in the use of prepositions on. Second, errors in the use of diction which include 2 (two) errors, namely: errors in the use of non-standard words and errors in the use of foreign terms. | |
| 29842 | 32999 | H1B017071 | Analisis Kinerja Simpang Bersinyal Akibat Penerapan Sistem Satu Arah Di Ruas Jalan Jenderal Soedirman Purwokerto | Di kawasan CBD (Central Business District) Kota Purwokerto terjadi permasalahan lalu lintas berupa kemacetan akibat meningkatnya mobilitas. Oleh karena itu, untuk mengatasi hal tersebut Pemerintah Kabupaten Banyumas beserta Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas memberlakukan sistem satu arah (SSA) di beberapa ruas jalan utama di Purwokerto termasuk ruas Jalan Jenderal Soedirman. Dua simpang bersinyal yang terkoneksi langsung dengan Ruas Jalan Jenderal Soedirman adalah Simpang 3 Alun-alun dan Simpang 4 Sutasoman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kinerja simpang bersinyal di Simpang 3 Alun-alun dan Simpang 4 Sutasoman untuk kondisi sebelum dan setelah SSA menggunakan metode MKJI 1997 dan HCM 2000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Simpang 3 Alun-alun dengan metode MKJI 1997 mengalami peningkatan dari tingkat pelayanan E dengan tundaan rata-rata 55,68 det/smp menjadi C dengan tundaan rata-rata 20,68 det/smp dan untuk metode HCM 2000 dari tundaan rata-rata 75,56 s/pcu dengan tingkat pelayanan E meningkat menjadi 25,48 s/pcu dengan tingkat pelayanan C. Untuk Simpang 4 Sutasoman dengan metode MKJI 1997 meningkat dari tingkat pelayanan F dengan tundaan rata-rata 74,11 det/smp menjadi D dengan tundaan rata-rata 32,69 det/smp dan metode HCM 2000 meningkat dari tingkat pelayanan F dengan tundaan rata-rata 86,79 s/pcu menjadi D dengan tundaan rata-rata 38,50 s/pcu. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan bahwa penerapan SSA dapat meningkatkan kinerja simpang, namun pada penelitian ini hanya meningkat dari tingkat pelayanan F menjadi C dan D. Sehingga perlu dilakukan perencanaan peningkatan kinerja simpang agar didapatkan tingkat pelayanan minimal B. Parameter yang cukup berpengaruh terhadap peningkatan tingkat pelayanan untuk kedua metode yaitu arus lalu lintas, lebar lajur dan waktu siklus. Untuk metode MKJI 1997 parameter yang paling berpengaruh adalah lebar lajur, sedangkan pada metode HCM 2000 adalah waktu siklus dan g/c. Di karenakan pada kedua metode, waktu siklus dan lebar lajur mempunyai pengaruh terhadap peningkatan kinerja simpang maka peningkatan dilakukan dengan mengubah waktu siklus dan lebar lajur. | Due to increasing mobility, CBD area (Central Business District) Purwokerto has a congestion problem. To overcome this, the Banyumas District Government through the Banyumas District Transportation Office implement a one-way system (SSA) on some main road segmens in Purwokerto including Jenderal Sudirman Road. This study aims compar the before and after performance of signalled intersections in Alun-alun intersection and Sutasoman intersection conditions SSA using IHCM 1997 and HCM 2000 method. The results showed that in Alun-alun intersection with IHCM 1997 method experienced an increasing service level from E level with an average delay of 55,68 sec/pcu to C level with an average delay of 20,68 sec/pcu and for HCM 2000 method from average delay 75,56 s/pcu with service level E increased to 25,48 s/pcu with service level C. Meanwhile based on IHCM and HCM the service level of Sutasoman intersection increased from service level F with an average delay of 74,11 sec/pcu to D with an average delay of 32,69 sec/pcu and from service level F with an average delay of 86,79 s/pcu to D with an average delay of 38,50 s/pcu respectively. Resulting from the analysis, it was obtained that the application of SSA can improve the performance of intersections, but in this study only increased from service level F to C and D. So it is necessary to improve the performance of intersections to be a minimum level of service B. Some parameters that drive the increasing the level of service for both methods, are traffic flow, lane width and cycle time. For IHCM 1997 method the most influential parameter is the width of the lane, while in the HCM 2000 method is the cycle time and g/c. As in both methods, cycle times and lane widths affect in improving intersection performance, improvements are made by changing cycle times and lane widths. | |
| 29843 | 33224 | A1D017013 | Pengaruh Dosis dan Macam Pupuk N Terhadap Karakter Agronomi Tanaman Padi Gogo (Oryza sativa L. cv. Inpago Unsoed 1) Pada Inceptisol | Pupuk nitrogen dengan teknologi coating nano zeolit dan asam humat dapat meningkatkan variabel karakter agronomi dan hasil tanaman padi gogo. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui pengaruh dosis N terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi, (2) Mengetahui pengaruh aplikasi macam pupuk N terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi, dan (3) Mengetahui pengaruh interaksi aplikasi macam pupuk dan dosis N terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai Desember 2020 di Desa Purwosari, Banyumas. Analisis dilaksanakan di Laboratorium Kimia Tanah, serta Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah dosis N dan faktor kedua adalah macam pupuk N, masing-masing faktor terdiri atas tiga macam taraf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis nitrogen yang terbaik pada variabel tinggi tanaman 8 MST, jumlah anakan per rumpun, luas daun, serapan nitrogen, efisiensi agronomi, jumlah anakan produktif, dan bobot gabah kering panen (ton/ha) adalah dosis N 100 kg/ha. Perlakuan pupuk NZEO-SR Plus coating 1% memberikan hasil terbaik terhadap jumlah anakan per rumpun 8 MST, efisiensi agronomi, dan panjang malai. Perlakuan terbaik macam pupuk dan dosis N terhadap serapan nitrogen pada perlakuan pupuk NZEO-SR Plus coating 3% dosis 200 kg/ha, sedangkan efisiensi agronomi pada perlakuan pupuk NZEO-SR Plus coating 1% dosis 100 kg/ha. | Nitrogen fertilizers with technology nanocoating zeolite and humic acid can increase the agronomic character variables and yield of upland rice plants. This study aims to: (1) Determine the effect of N dose on the growth and yield of rice plants, (2) Knowing the effect of the application of N fertilizers on the growth and yield of rice plants, and (3) Knowing the effect of the interaction of various fertilizers and N dose applications on growth. and rice yields. This research was conducted from September to December 2020 in Purwosari Village, Banyumas. The analysis was carried out at the Laboratory of Soil Chemistry, as well as the Laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. This research was conducted with a randomized completely block design (RCBD) factorial and three replications. The first factor is the dose of N fertilizer and the second factor is the type of N fertilizer, each factor consists of three kinds of levels. The results showed that the best nitrogen dose on the variable plant height at 8 WAP, the number of tillers per clump, leaf area, nitrogen uptake, agronomic efficiency, number of productive tillers, and harvested dry grain weight (tonnes/ha) the best dose at 100 kg/ha. The NZEO-SR Plus fertilizer coating 1% gave the highest yield for the number of tillers per clump 8 WAP, agronomic efficiency, and panicle length. The best treatment types of fertilizers and N dose on nitrogen absorption in the treatment of NZEO-SR Plus fertilizer at a coating 3% dose of 200 kg/ha, while agronomic efficiency in the treatment of NZEO-SR Plus fertilizer at a coating 1% dose of 100 kg/ha. | |
| 29844 | 33195 | K1C017031 | PERANCANGAN SISTEM POMPA HIDRAM DENGAN ALIRAN SUNGAI KECEPATAN RENDAH SEBAGAI TENAGA PENGGERAK BERDASARKAN PERSAMAAN BERNOULLI DAN METODE CONJUGATE GRADIENT | Pompa hidram yang dirancang dengan memanfaatkan aliran sungai kecepatan rendah sebagai tenaga penggerak untuk menggerakkan kincir. Kincir tersebut akan memutarkan roda-roda yang saling terhubung sehingga piston dapat memompa air yang masuk melalui katup. Analisis numerik debit keluaran air pada pompa hidram telah dilakukan dengan metode conjugate gradient terhadap persamaan Bernoulli. Metode conjugate gradient adalah sebuah algoritma untuk mencari solusi persamaan numerik yang diimplementasikan dalam bahasa pemrograman matlab. Parameter yang dijadikan fungsi input yaitu tekanan piston, tekanan udara, massa jenis air, kecepatan aliran sungai, massa katup, dan percepatan gravitasi. Parameter yang digunakan sebagai fungsi target adalah diameter pipa input, diameter pipa output, dan ketinggian pipa output. Hasil perhitungan menunjukkan dengan tekanan piston sebesar 120 PSi mampu mengangkat air setinggi 4-5 m dengan luas penampang pipa input dan pipa output berukuran 0,0007065 m² dengan ukuran diameter pipa sebesar 0,03 m. Debit keluaran air bergantung pada luas penampang dari pipa dan ketinggian pompa mengangkat air pada ketinggian bergantung pada tekanan piston dan tekanan pada katup. | A hydraulic ram pump designed by utilizing low-speed river flow as the driving force to drive the pinwheel. The pinwheel will rotate the connected wheels so that the piston can pump the water that enters through the valve. Numerical analysis of the water output discharge at the hydraulic ram pump has been carried out using the conjugate gradient method against the Bernoulli equation. The conjugate gradient method is an algorithm for finding solutions to numerical equations which is implemented in the Matlab programming language. Parameters used as input functions are piston pressure, air pressure, water density, river flow velocity, valve mass, and acceleration of gravity. The parameters used as the target function are the diameter of the input pipe, the diameter of the output pipe, and the height of the output pipe. The calculation results show that with a piston pressure of 120 PSi it is able to lift water as high as 4-5 m with a cross-sectional area of the input pipe and output pipe measuring 0.0007065 m² with a pipe diameter of 0.03 m. The discharge discharge of water depends on the cross-sectional area of the pipe and the height of the pump lifts water at a height depending on the pressure of the piston and the pressure on the valve. | |
| 29845 | 33194 | C1A014115 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DI PURBALINGGA FOOD CENTER | Pada tahun 2020 jumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) terbanyak di Kabupaten Purbalingga berada di Purbalingga Food Center yaitu sejumlah 379 PKL. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menganalisis pengaruh modal, lama usaha, dan lama jam kerja secara parsial dan simultan terhadap pendapatan pedagang kaki lima di Purbalingga Food Center, (2) menganalisis variabel bebas mana yang paling berpengaruh terhadap pendapatan PKL di Purbalingga Food Center. Penelitian ini berjenis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Sampel penelitian ini adalah 79 PKL yang diperoleh dengan teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan pembagian kuisioner. Teknik yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini yaitu teknik analisis regresi berganda, uji hipotesis secara parsial (uji t) dan secara simultan (uji F) serta koefisien determinasi ganda pada level signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel modal, lama usaha, dan lama jam kerja secara parsial dan simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan Pedagang Kaki Lima di Purbalingga Food Center. Modal menjadi faktor dominan yang paling mempengaruhi pendapatan Pedagang Kaki Lima di Purbalingga Food Center. | In 2020, the highest number of street vendors in Purbalingga Regency was at the Purbalingga Food Center, which was 379 street vendors. The purpose of this study was to analyze the effect of capital, length of business, and working hours partially and simultaneously on the income of street vendors at Purbalingga Food Center and to analyze which independent variables had the most influence on the income of street vendors at Purbalingga Food Center. This research is a quantitative descriptive type using a survey method. The sample of this study was 79 street vendors obtained by simple random sampling technique. Methods of data collection using the interview method and the distribution of questionnaires. The technique used to analyze this research is multiple regression analysis technique, partial hypothesis testing (t test), simultaneous hypothesis testing (F test) and multiple determination coefficient at a significance level of 5%. The results showed that the variables of capital, length of business, and working hours partially and simultaneously had a positive and significant effect on the income of street vendors at Purbalingga Food Center. Capital is the dominant factor that most influences the income of street vendors at Purbalingga Food Center. | |
| 29846 | 33197 | A1D016119 | PERTUMBUHAN KALUS ANTERA JERUK KEPROK CHOKUN (Citrus reticulata) DENGAN PENAMBAHAN KINETIN, BENZYL AMINO PURIN DAN 2,4-Dichlorophenoxyacetic Acid PADA MEDIA MURASHIGE DAN SKOOG | Pemuliaan tanaman modern melalui kultur jaringan diharapkan dapat membantu perbaikan kualitas tanaman jeruk karena tergolong tanaman tahunan dengan masa vegetatif yang panjang mencapai 3-10 tahun tergantung jenis. Penggunaan antera sebagai eksplan kultur memungkinkan diperolehnya kalus embriogenik yang dapat tumbuh menjadi tanaman baru yang bersifat haploid. Kultur antera mengandalkan proses androgenesis untuk memicu mikrospora yang dalam keadaan normal berkembang menjadi sel-sel gamet, dan memaksanya untuk berkembang menjadi tanaman utuh. Melalui kultur antera, kombinasi gen yang mungkin sulit untuk bersegregasi pada pemuliaan tanaman biasa dapat difiksasi dengan lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui respon eksplan antera jeruk terhadap pemberian 2,4-D untuk merangsang pembentukan kalus, 2) mengetahui pengaruh pemberian 2,4-D, Benzyl Amino Purine dan kinetin untuk memicu perkembangan tunas pada kalus antera jeruk, dan 3) menentukan pengaruh pemberian konsentrasi ZPT yang terbaik terhadap kultur antera jeruk. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai bulan Desember 2020 di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini terdiri atas dua tahap, yaitu inisiasi kalus dan regenerasi kalus. Inisiasi kalus dilakukan pada eksplan antera jeruk dengan penambahan 1 mg/L 2,4-D pada media kultur. Tahap inisiasi kalus terdiri atas 80 botol kultur yang berisi 5-8 antera jeruk. Tahap regenerasi kalus dilakukan dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Petak utama yaitu jenis ZPT yang digunakan berupa 2,4-D, BAP dan Kinetin. Anak petak yaitu konsentrasi dari setiap ZPT. Konsentrasi 2,4-D yang digunakan yaitu 1 mg/L, 2 mg/L, dan 3 mg/L, konsentrasi BAP yang digunakan yaitu 2,5 mg/L, 5 mg/L, dan 7,5 mg/L, serta konsentrasi Kinetin yang digunakan yaitu 2,5 mg/L, 5 mg/L, dan 7,5 mg/L. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali dan setiap unit terdiri atas 2 botol kultur, sehingga terdapat 54 botol kultur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inisiasi kalus menggunakan 1 mg/L ZPT jenis 2,4-D efektif membentuk kalus pada eksplan sebesar 58% dengan waktu inisiasi kalus pada 12 hari setelah tanam. Pemberian 2,4-D, BAP dan kinetin pada kalus jeruk belum mampu memicu pertumbuhan tunas namun mampu menambah ukuran kalus. Perlakuan BAP dengan konsentrasi 2,5 mg/L dan 7,5 mg/L lebih berpengaruh dalam meningkatkan pertumbuhan kalus pasca subkultur. | Modern plant breeding through tissue culture is expected to help improve the quality of citrus plants because they are classified as annual plants with a long vegetative period of 3 to 10 years depending on the species. The use of anthers as culture explants allowed embryogenic callus to be able to grow into new haploid plants. Anther culture relied on the androgenic process to stimulate microspores in developing to new plants which normally grew into gametophyte cells. By conducting anther culture treatment, gene combination that might be difficult to segregate in conventional plant breeding could be fixed more quickly. This study aimed to 1) to observe the response of citrus anther explants to 2,4-D on callus formation, 2) to determine the effect of 2,4-D, Benzyl Amino Purine and kinetin in stimulating shoot growth on callus of citrus anthers, and 3) to determine the best treatment on citrus anther culture. This research was conducted from June to December 2020 at the Plant Breeding and Biotechnology Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research consisted od 2 stages, namely callus initiation and callus regeneration. Callus initiation was carried out on citrus anther explants by adding 1 mg/L 2,4-D to the culture medium. The callus initiation stage consisted of 80 culture bottles containing 5-8 citrus anthers. The callus regeneration stage was carried out using a splitplot design with the basic design of a complete randomized blok design. The main plot is the type of plant growth substances used in the form of 2,4-D, BAP, and kinetin. Subplot is the concentration of each plant growth substances. The concentration of 2,4-D used were 1 mg/L, 2 mg/L, and 3 mg/L. The concentration of BAP used were 2,5 mg/L, 5 mg/L, and 7,5 mg/L. The concentration of kinetin used were 2,5 mg/L, 5 mg/L, and 7,5 mg/L. Each treatment was repeated 3 times and each unit consisted of 2 culture bottles, se there were 54 culture bottles. The results showed callus initiation using 2,4-D 1 mg/L was effective in callus forming on explants by 58% with callus initiation time at 12 days after culture. The addition of 2,4-D, BAP and kinetin to citrus callus had not been able to stimulate shoot growth but was able to increase the callus measurement. The treatment of BAP with 2,5 mg/L and 7,5 mg/L were more effective in increasing callus growth after subculture. | |
| 29847 | 33199 | F1J014028 | REPRESENTASI ONNA-BUGEISHA TOKOH SASAKI MIFUYU DALAM DORAMA KENKAKU SHOUBAI VERSI KITAOJI KINYA | Penelitian ini berjudul Representasi Onna-Bugeisha Tokoh Sasaki Mifuyu dalam Dorama Kenkaku Shoubai Versi Kitaoji Kinya”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi onna-bugeisha dan karakter tokoh Sasaki Mifuyu dalam dorama Kenkaku Shoubai versi Kitaoji Kinya menggunakan teori representasi dan semiotika Peirce berfokus pada trikotomi pertama, yaitu qualisign, sinsign, dan legisign. Data yang digunakan berupa potongan dialog yang didukung dengan screenshot berjumlah 18(delapan belas) data yang diambil dari dorama Kenkaku Shoubai versi Kitaoji Kinya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan catat. Berdasarkan hasil penelitian terhadap tokoh Sasaki Mifuyu dalam dorama Kenkaku Shoubai versi Kitaoji Kinya, bahwa tokoh Sasaki Mifuyu merepresentasikan karakteristik onna-bugeisha, seperti Memakai busana laki-laki, anak dari keluarga samurai, memiliki kemampuan kenjutsu, dan melindungi rumah dari serangan sekelompok ronin. Sasaki Mifuyu sebagai seorang onna-bugeisha memiliki kemampuan kenjutsu yang diatas rata-rata menjadikan Mifuyu memiliki karakter sangat percaya diri yang tinggi dan memposisikan dirinya setara dengan laki-laki. | This research titled “The Representation of Onna-Bugeisha in Sasaki Mifuyu Character in Kitaoji Kinya’s Version of Kenkaku Shoubai’s Dorama”. This research is aimed to describe the representation of onna-bugeisha of Sasaki Mifuyu character in Kitaoji Kinya’s version of Kenkaku Shoubai’s dorama through representation and semiotic theory of Charles Sanders Peirce which focus on the first trikotomi; qualisign, sinsign, and legisign. The data used in this research are dialog and screenshot that found in total 18(eighteen) data taken from Kenkaku Shoubai’s dorama. The method used in this research is qualitive descriptive. Techniques of data collection in this research is “simak catat”. The result of this research are Sasaki Mifuyu represents onna-bugeisha characteristic such as wearing men’s cloth, daughter of a samurai family, have kenjutsu skills, and protecting the house from attacks by a group of ronin. Sasaki Mifuyu as onna-bugeisha has kenjutsu skills above average affect Mifuyu to become confidence woman and placing herself as equal as mens. | |
| 29848 | 33198 | J1D016032 | ANALISIS SEMIOTIKA IKLAN GOJEK VERSI CERDIKIAWAN DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MATERI TEKS IKLAN KELAS VIII | Pemilihan iklan Gojek versi Cerdikiawan sebagai objek kajian dalam penelitian ini didasarkan pada keunikan penyajian visual yang menarik dan dikemas dengan ringan sehingga mudah dipahami oleh penontonnya. Penggunaan kebahasaan dan makna dalam iklan tersebut juga unik sebab menggunakan bahasa kias yang sedikit menggelitik sehingga perlu dianalisis lebih dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) tanda, (2) petanda, (3) penanda. Adapun analisa makna scene yang terdapat dalam iklan Gojek cerdikiawan yaitu (1) makna denotasi dan (2) makna konotasi. Beberapa bagian analisis tersebut kemudian disajikan dalam bentuk tabel beserta dengan ilustrasi gambar yang peneliti tentukan dalam setiap scene video iklan Gojek versi cerdkiawan. (3) Relevansi hasil analisis semiotika iklan Gojek versi cerdikiawan terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia materi teks iklan kelas VIII. makna denotasi dan (2) makna konotasi. Metode penelitian yang digunakan pada penilitian ini adalah deskritif kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang berusaha menjelaskan fenomena yang terdapat dalam suatu kejadian atau hal dengan menggunakan data berbentuk deskritif. Data deskritif adalah data yang berbentuk susunan kalimat dan kata-kata bukan berupa angka dan perhitungan sistematis. Data deskritif yang diperoleh dalam penelitian ini berupa analisa semiotika yang terdapat dalam video iklan Gojek versi cerdikiawan. Data deskritif ini menggunakan penyajian data menggunakan metode informal. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat sebanyak 15 data, dengan jumlah 10 scene, 33 tanda, 15 transkrip narasi serta 2 makna yang ada disetiap data sehiingga berjumlah 15 makna denotasi dan 15 makna konotasi. Relevansi hasil penelitian analisis semiotika iklan gojek versi cerdikiawan dan relevansinya dengan pembelajaran Bahasa Indonesia yang memiliki keterkaitan dengan materi teks iklan di kelas VIII. Selain memiliki keterkaitan dengan materi pemebelajaran, hasil penelitian ini dapat digunakan oleh pengajar dalam upaya pengembanan bahan ajar terkait kemampuan menulis, mendengarkan dan berbicara serta memudahkan pengajar dalam penyampaian dan penerimaan informasi yang disampaikan oleh peserta didik maupun sebaliknya. | The selection of The Cerdikiawan version of Gojek ad as the object of study in this study is based on the uniqueness of attractive visual presentation and is packed lightly so that it is easy to understand by the audience. The use of language and meaning in the ad is also unique because it uses a slightly tickling figurative language so it needs to be analyzed more deeply. This study aims to describe (1) signs, (2) markers, (3) markers. The analysis of the meaning of the scene contained in the advertisement Gojek cerdikiawan namely (1) the meaning of denomination and (2) the meaning of connotations. Some parts of the analysis are then presented in the form of tables along with illustrations of images that researchers specify in each video scene of gojek advertising cerdkiawan version. (3) Relevance of the results of the analysis of semiotics of gojek ad clever version to the learning of Bahasa Indonesia class VIII ad text material. The research method used in this research is qualitative descriptive. Qualitative research is research that seeks to explain phenomena contained in an event or thing using descriptive data. Descriptive data is data in the form of sentences and words instead of numbers and systematic calculations. The descriptive data obtained in this study is a semiotic analysis contained in the video ad Gojek dodgy version of Cerdikiawan. This descriptive data uses data presentation using informal methods. The results showed that there are as many as 16 data, with the number of 10 scenes, 33 signs, 15 narrative transcripts, and 2 meanings that exist in each data as well as 15 meanings of denomination and 15 meanings of connotations. The relevance of the results of the semiotics analysis of the Cerdikiawan version of gojek ad and its relevance to Indonesian language learning that has a connection with the creative in class VIII. In addition to having a connection with learning materials, the results of this study can be used by teachers in efforts to improve teaching materials related to writing, listening and speaking skills and facilitate teachers in the delivery and acceptance of information submitted by students and vice versa. | |
| 29849 | 33201 | F1D017055 | REFORMASI BIROKRASI DALAM UPAYA PENCEGAHAN KORUPSI DI SEKRETARIAT DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan reformasi birokrasi dalam upaya pencegahan korupsi di Sekretariat Daerah Istimewa Yogyakarta serta mengetahui faktor-faktor yang menjadi penghambat dan pendorong reformasi birokrasi dalam upaya pencegahan korupsi tersebut. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan perspektif institusionalisme dengan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan studi kasus. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi serta teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis interaktif. Sedangkan untuk keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menjelaskan: Pertama, bahwa pelaksanaan Reformasi Birokrasi di SETDA DIY telah dimulai sejak Maklumat Nomor 10 Tahun 1946 tentang perubahan Pangreh Praja menjadi Pamong Praja hingga saat ini. Selama perjalanan sampai sekarang, reformasi birokrasi di SETDA DIY telah mencapai beberapa capaian. Dalam pelaksanaan reformasi birokrasi terdapat delapan area perubahan, salah satunya yaitu area pengawasan. Dimana hasil yang diharapkan adalah terciptanya sistem pemerintahan yang bebas dari korupsi. Maka, perlu adanya penguatan pada area pengawasan reformasi birokrasi sebagai upaya pencegahan korupsi. Dalam area pengawasan terdapat empat program yang dijalankan, yaitu pengendalian gratifikasi; penanganan benturan kepentingan; dugaan pelanggaran dan pengelolaan pengdauan; pengendalian intern pemerintah (SPIP). Kedua, terdapat faktor-faktor pendorong dan penghambat dalam pelaksanaan reformasi birokrasi dilihat dari faktor internal dan faktor eksternal. Selain itu, terdapat faktor lain dalam program area pengawasan yang memiliki perbedaan masing-masing. | This research-based paper aims to identify and describe bureaucratic reform in efforts to prevent corruption at the Secretariat of the Special Region of Yogyakarta and determine the factors that hinder and encourage bureaucratic reform in Efforts to prevent corruption This study uses a constructivism paradigm and institutionalism perspective with qualitative research methods. The approach used is a case study approach. The informant selection technique uses purposive sampling. The data collection technique uses interviews, observation, and documentation. The data analysis technique uses interactive analysis techniques. The validity of the data used source triangulation. The results of the study explain that: First, The implementation of bureaucratic reform at the Secretariat of the Special Region of Yogyakarta has been started since Edict No. 10 of 1946 regarding the change of the Praja Pangreh to become the Pamong Praja until now. Until now, bureaucratic reform in the Secretariat of the Special Region of Yogyakarta has achieved several achievements. In the implementation of bureaucratic reform, there are eight areas of change, one of which is the surveillance area. Where the expected result is the creation of a government system that is free from corruption So, it is necessary to strengthen the surveillance area of bureaucratic reform as an effort to prevent corruption. In the supervision area, there are four programs that are carried out, namely: gratification control, managing conflict of interest, alleged violation and complaint management, government internal control system. Secondly, there are driving and inhibiting factors in the implementation of bureaucratic reform in terms of internal and external factors. In addition, there are other factors in the surveillance area program that have their respective differences. So, it is necessary to strengthen the area of supervision of bureaucratic reform as an effort to prevent corruption. In the monitoring area, there are four programs that are implemented. 2. There are factors that encourage and hinder the implementation of bureaucratic reform in terms of internal and external factors. In addition, there are other factors in the surveillance area program that have their respective differences. | |
| 29850 | 33202 | I1C016080 | HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU SWAMEDIKASI PENYAKIT DISPEPSIA PADA MAHASISWA BIDANG KESEHATAN DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang: Swamedikasi merupakan upaya seseorang untuk mengobati gejala sakit atau penyakit tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Salah satu penyakit ringan yang bisa diatasi dengan swamedikasi adalah penyakit dispepsia. Terdapat beberapa kasus dimana pasien belum tepat dalam melakukan terapi dispepsia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku mahasiwa dalam melakukan swamedikasi dispepsia. Hasil: Sebanyak 171 responden digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian tingkat pengetahuan swamedikasi dispepsia mahasiswa bidang kesehatan masuk dalam kategori sedang dengan persentase 78,4%, sedangkan perilaku swamedikasi dispepsia masuk dalam kategori baik dengan persentase 53,8%. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi dispepsia dengan nilai p-value sebesar 0,000 (P < 0,05) dengan korelasi menunjukan kriteria sedang (0,476). Kesimpulan: Terdapat hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi penyakit dispepsia pada mahasiswa bidang kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. Apabila tingkat pengetahuan semakin tinggi maka perilaku swamedikasi dispepsia akan semakin baik. | Background: Self-medication is a person's effort to treat symptoms of illness or disease without consulting a doctor first. One of the mild diseases that can be treated with self-medication is dyspepsia. There are several cases where the patient has not been appropriate in performing dyspepsia therapy. This study aims to analyze whether there is a relationship between the level of knowledge on student behavior in self-medication of dyspepsia. Results: 171 respondents were used in this study. The results of the study that the level of knowledge of self-medication of dyspepsia students in the health sector was in the medium category with a percentage of 78.4%, while self-medication behavior of dyspepsia was in the good category with a percentage of 53.8%. There is a relationship between the level of knowledge on self-medication behavior with dyspepsia with a p-value of 0.000 (P < 0.05) with a correlation showing moderate criteria (0.476). Conclusion: There was a correlation between the level of knowledge on self-medication behavior for dyspepsia in students in the health sector at Jenderal Sudirman University. If the level of knowledge is higher, the behavior of dyspepsia self-medication will be better. | |
| 29851 | 32953 | C1A017106 | DAMPAK EKONOMI PASAR WISATA KUNALERENG SEBELUM DAN SELAMA PANDEMIK COVID-19 BAGI MASYARAKAT DESA PETIR KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini adalah penelitian survei pada pedagang, pekerja, masyarakat terdampak Pasar Wisata Kuna Lereng di Desa Petir Sebelum dan Selama Pandemik Covid-19. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis dampak ekonomi Pasar Wisata Kunalereng bagi masyarakat Desa Petir, menganalisis dampak Pasar wisata Kunalereng terhadap pendapatan pedagang dan pekerja sebelum dan selama pandemi covid-19, menganalisis strategi yang dilakukan pedagang dalam stabilisasi pendapatan di masa pandemi covid-19. Populasi dalam penelitian berjumlah 40 responden. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis benefit and cost ratio, Wilcoxon test dan analisis secara kualitatif. Hasil penelitian (1) Pasar Wisata Kunalereng memberikan manfaat baik secara langsung, tidak langsung dan tidak kentara serta layak untuk dijalankan sebagai destinasi wisata (2) terdapat perbedaan pendapatan yang diperoleh pedagang dan pekerja sebelum dan selama pandemi covid-19 (3) Strategi yang dilakukan oleh sebagian besar pedagang dalam menjaga stabilitas pendapatannya di masa pandemi covid-19 yaitu dengan berjualan keliling dan ada juga yang berjualan secara online. | This research is a survey research on traders, workers, communities establishing the Kuna Lereng Tourism Market in Petir Village Before and During the Covid-19 Pandemic. The purpose of this study is to analyze the economic impact of the Kunalereng Tourism Market for the people of Petir Village, analyze the impact of the Kunalereng Tourism Market on the income of traders and workers before and during the covid-19 pandemic, analyze the strategies carried out by actors in stabilizing income during the covid-19 pandemic. The population in the study amounted to 40 respondents. The analytical technique used is the analysis of the ratio of benefits and costs, Wilcoxon test and qualitative analysis. The results of the study (1) The Kunalereng Tourism Market provides direct, indirect and indirect benefits and is feasible to run as a tourist destination (2) there are differences in income earned by traders and workers before and during the covid-19 pandemic (3) Strategies carried out by most traders in maintaining their income during the covid-19 pandemic, namely by selling around and some selling online. | |
| 29852 | 33126 | C1A016049 | POLA KONSUMSI MASYARAKAT KOMPLEK PERUMAHAN DAN NON PERUMAHAN STUDI KASUS DI DESA LEDUG KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS | Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh pendapatan yang diterima terhadap pola konsumsi masyarakat komplek perumahan dan non perumahan, Menganalisis pengaruh jumlah anggota keluarga yang ditanggung terhadap pola konsumsi masyarakat komplek perumahan dan non perumahan, Menganalisis pengaruh pendidikan terakhir yang ditempuh kepala keluarga terhadap pola konsumsi masyarakat komplek perumahan dan non perumahan, Mengetahui perbandingan antara pola konsumsi masyarakat komplek perumahan dan non perumahan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda (multiple regression). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) variabel pendapatan berpengaruh secara parsial terhadap pola konsumsi rumah tangga baik pada komplek perumahan maupun non perumahan. (2) Berdasarkan hasil analisis regresi dapat diketahui bahwa variabel jumlah anggota keluarga berpengaruh secara parsial terhadap pola konsumsi rumah tangga pada komplek perumahan. (3) Berdasarkan hasil analisis regresi dapat diketahui bahwa variabel pendidikan tidak berpengaruh secara parsial terhadap pola konsumsi rumah tangga pada komplek perumahan maupun non perumahan. (3) Berdasarkan hasil analisis regresi dapat diketahui bahwa variabel pendidikan tidak berpengaruh secara parsial terhadap pola konsumsi rumah tangga pada komplek perumahan maupun non perumahan. (4) Berdasarkan hasil uji beda t test didapatkan hasil H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti bahwa terdapat perbedaan antara pola konsumsi pada komplek perumahan dengan non perumahan di Desa Ledug. | The purpose of this study is to analyze the effect of income received on the consumption pattern of the housing complex and non-housing community, to analyze the effect of the number of family members covered on the consumption pattern of the housing complex and non-housing community, to analyze the effect of the last education taken by the head of the family on the consumption pattern of the housing complex community and non-housing, Knowing the comparison between the consumption patterns of the housing complex and non-housing. The analytical method used is descriptive qualitative analysis and descriptive quantitative. This study uses multiple linear regression analysis (multiple regression). The results of the study show that: (1) income variable has a partial effect on household consumption patterns in both housing and non-housing complexes. (2) Based on the results of the regression analysis, it can be seen that the variable number of family members has a partial effect on household consumption patterns in the housing complex. (3) Based on the results of the regression analysis, it can be seen that the education variable has no partial effect on the pattern of household consumption in housing and non-housing complexes. (3) Based on the results of the regression analysis, it can be seen that the education variable has no partial effect on the pattern of household consumption in housing and non-housing complexes. (4) Based on the results of the different t test, it was found that H04 was rejected and Ha4 was accepted, which means that there is a difference between consumption patterns in housing complexes and non-housing complexes in Ledug Village | |
| 29853 | 33243 | F1A016105 | Ekspresi Diri Musisi Indie Dalam Lirik Lagu (Proses Kreatif Lirik Lagu Musisi Indie Heartcorner Purwokerto) | Musik adalah sarana bagi para musisi, seperti kata-kata yang merupakan sarana bagi pencipta lirik lagu untuk mengungkap apa yang ingin disampaikan. Isi suasana musik pun bermacam-macam, bisa membawa kegembiraan, kesedihan, tawa, dan duka dari para pencipta lirik lagu. Di Indonesia ada salah satu gerakan musik yang menarik perhatian. Terlebih pada tahun 1990an, gerakan musik ini mulai naik daun. Pada pertengahan tahun 1990, masyarakat Indonesia lebih akrab dengan kata underground dibandingkan indie. Kini musisi indie Indonesia sedang berkembang. Seiring berjalannya waktu, para musisi indie Indonesia mulai mempertimbangkan banyak hal dalam proses kreatifnya untuk berkarya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses kreatif musisi indie dalam mengekspresikan dirinya dalam lirik lagu yang diciptakan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan teknik purposive dalam memilih sasaran penelitian. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah dengan melakukan wawancara mendalam. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Musisi indie memiliki cara yang berbeda-beda dalam menciptakan sebuah lirik lagu diawali dengan mencari inspirasi dan membentuk karakteristik karya. Musisi indie mengekspresikan diri dalam lagu berdasar pengalaman pribadi maupun lingkungan sekitar. Maka dari itu, musisi indie mengembangkan identitas diri melalui lirik lagu yang mereka ciptakan. Melalui musik indie, informan dapat menentukan idealisme atau komitmen yang mengarahkan karya yang dibuat untuk dikenalkan atau didengarkan oleh orang lain. Selain itu, hal yang di dapatkan dari musisi indie adalah pengetahuan bermusik, mengelola manajemen, popularitas dan pengakuan dari orang lain seperti dikenal bahwa dirinya adalah seorang musisi indie. | Music is a medium for musicians, just like words are a means for song lyricists to express what they want to convey. The content of the musical atmosphere also varies, it can bring joy, sadness, laughter, and sorrow from the songwriters. In Indonesia, there is one musical movement that attracts attention. Especially in the 1990s, this musical movement began to rise. In the mid-1990s, Indonesian people were more familiar with the word underground than indie. Now Indonesian indie musicians are growing. Over time, Indonesian indie musicians began to consider many things in their creative process to work. This study aims to describe the creative process of indie musicians in expressing themselves in the song lyrics that are created. This research is qualitative research using the purposive technique in selecting research targets. This research data collection method is by conducting in-depth interviews. The data analysis method used in this research is data reduction, data presentation, and conclusion drawing/verification. The results of this study explain that indie musicians have different ways of creating song lyrics, starting with looking for inspiration and forming the characteristics of the work. Indie musicians express themselves in songs based on personal experiences and their surroundings. Therefore, indie musicians develop their identity through the lyrics of the songs they create. Through indie music, informants can determine the idealism or commitment that directs the work that is made to be introduced or heard by others. In addition, what is obtained from indie musicians is knowledge of music, managing management, popularity, and recognition from others as it is known that he is an indie musician. | |
| 29854 | 33203 | C1M014050 | PENGARUH PRESTASI BELAJAR, STATUS EKONOMI ORANG TUA, LINGKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP MINAT SISWA MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE SMA/SMK DI SMP N 2 SATU ATAP SIGALUH BANJARNEGARA | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ; (1) Pengaruh prestasi belajar terhadap minat siswa melanjutkan pendidikan ke SMA/SMK di SMP N 2 Satu Atap Sigaluh Banjarnegara; (2) Pengaruh status ekonomi orang tua terhadap minat siswa melanjutkan pendidikan ke SMA/SMK di SMP N 2 Satu Atap Sigaluh Banjarnegara; (3) Pengaruh lingkungan teman sebaya terhadap minat siswa melanjutkan pendidikan ke SMA/SMK di SMP N 2 Satu Atap Sigaluh Banjarnegara. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan pendekatan eksplanasi (explanator research). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII dan X SMP N 2 Satu Atap Sigaluh Banjarnegara dengan sampel sebanyak 66 siswa. Hasil penelitian adalah ; (1) Prestasi belajar berpengaruh positif terhadap minat siswa melanjutkan pendidikan ke SMA/SMK di SMP N2 Satu Atap Sigaluh Banjarnegara, artinya semakin tinggi persepsi atas prestasi belajar maka semakin besar minat siswa untuk melanjutkan pendidikannya ke SMK/SMA; (2) Status ekonomi orang tua berpengaruh positif terhadap minat siswa melanjutkan pendidikan ke SMA/SMK di SMP N 2 Satu Atap Sigaluh Banjarnegara, artinya semakin tinggi persepsi atas status ekonomi orang tua, maka semakin besar minat siswa untuk melanjutkan pendidikan ke SMA/SMK; (3) Lingkungan teman sebaya berpengaruh positif terhadap minat siswa melanjutkan pendidikan ke SMA/SMK di SMP N 2 Satu Atap Sigaluh Banjarnegara, artinya semakin besar dukungan dari li ngkungan teman sebaya untuk melanjutkan pendidika, maka semakin besar minat siswa untuntuk melanjutkan pendidikan ke SMA/SMK. | The purpose of this research is to analyze ; (1) The impact of learning achievement to student interest of continuing their study to Senior High School/Vocational High School in Satu Atap National Junior High School 2 of Banjarnegara; (2) The effect of parent’s economic condition to student interest of continuing their study to Senior High School/Vocational High School in Satu Atap National Junior High School 2 of Banjarnegara; (3) The Effect of friendship environment to student interest of continuing their study to Senior High School/Vocational High School in Satu Atap National Junior High School 2 of Banjarnegara. This research is a survey with explanator research. The subject of this research is eighth-grader and ninth-grader student from Satu Atap National Junior High School 2 of Banjarnegara with 66 student as sample. The result of this research is ; (1) Learning achievement has positive effect to student interest of continuing their study to Senior High School/Vocational High School in Satu Atap National Junior High School 2 of Banjarnegara, it means the more understanding of learning achievement, the more of students interest of continuing their study to Senior High School/Vocational High School. Parent’s economic condition has positive effect to student interest of continuing their study to Senior High School/Vocational High School in Satu Atap National Junior High School 2 of Banjarnegara, it means the more understanding of parent’s economic condition, the more of students interest of continuing their study to Senior High School/Vocational High School. Friendship environment has positive effect to student interest of continuing their study to Senior High School/Vocational High School in Satu Atap National Junior High School 2 of Banjarnegara, it means the more understanding of friendship environment, the more of students interest of continuing their study to Senior High School/Vocational High School. | |
| 29855 | 33204 | J0A018020 | Producing English Online Advertisement As A Promotion Strategy At Zullie Tour And Travel Semarang | Laporan praktik kerja ini berjudul “Producing English Online Advertisement at Zullie Tour and Travel Semarang”. Kegiatan praktik kerja ini dilaksanakan pada 8 Februari 2021 – 8 Maret 2021 di Zullie Tour and Travel Semarang. Tujuan dilaksanakannya praktik kerja ini adalah untuk melakukan praktik menulis artikel dan membuat iklan online berbahasa Inggris tentang pariwisata di perusahaan Zullie Tour and Travel Semarang, mengetahui kendala dalam praktik membuat iklan online berbahasa Inggris dan mengetahui solusi yang tepat dalam menghadapi kendala sehingga dapat meningkatkan kualitas strategi promosi di tengah pandemi Covid-19. Zullie Tour and Travel adalah perusahaan yang bergerak pada bidang pariwisata yaitu perusahaan biro perjalanan wisata. Dalam melaksanakan praktik kerja, penulis mendapatkan bahwa tidak hanya klien atau wisatawan lokal saja yang menggunakan jasa perjalanan wisata yang disediakan oleh perusahaan Zullie Tour and Travel, namun banyak pula klien atau wisatawan mancanegara. Pandemi Covid-19 berdampak pada industri pariwisata termasuk perusahaan biro perjalanan wisata. Perusahaan biro perjalanan wisata harus dapat bertahan dan menjalankan usahanya di tengah pandemi, maka dari itu diperlukan strategi promosi yang efektif melalui artikel persuasif dan iklan berbahasa Inggris untuk menjembatani perbedaan bahasa yang ada, sehingga informasi dan tujuan pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Dalam melaksanakan praktik kerja, penulis menggunakan metode observasi, dokumentasi, interview dan praktik langsung. Praktik menulis artikel dan membuat iklan berbahasa Inggris tentang pariwisata dilakukan dengan langkah-langkah seperti mencari informasi dan mengumpulkan data, menentukan ide atau konsep, menulis paragraf, menambahkan visualisasi agar menarik, dan menentukan platform sampai dengan proses publikasi. Terdapat beberapa kendala saat penulis memberikan informasi kepada wisatawan seperti, keterbatasan informasi, keterbatasan perangkat dan kendala teknis. Namun, terdapat solusi dalam mengahadapi kendala tersebut seperti, mempelajari dan mencari tahu informasi, mempersipakan perangkat sebaik mungkin, dan menjaga komunikasi dengan pemilik perusahaan sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. | This job training report is entitled “Producing English Online Advertisement At Zullie Tour And Travel Semarang”. This job training activity was held on February 8, 2021 – March 8, 2021, at Zullie Tour and Travel Semarang. The purposes of this job training are to practice writing article and making English online advertisement about tourism at Zullie Tour and Travel Semarang, know the obstacles in the practice of making English online advertisements and the right solution in dealing with obstacles to improve the quality of promotional strategies during the Covid-19 pandemic. Zullie Tour and Travel is a company engaged in the tourism sector, namely a travel agency company. In carried out the job training, the writer found that not only local clients or tourists used the travel services provided by Zullie Tour and Travel, but there were also many foreign clients or tourists. The Covid-19 pandemic has had an impact on the tourism industry, including travel agency companies. Travel agency companies must be able to survive and run their business during a pandemic, therefore an effective promotional strategy is needed through persuasive English articles and advertisements to bridge the existing language differences so that the information and purpose of the messages can be well received. In carrying out the job training, the writer used the observation method, documentation, interview, and direct practice. The practice of writing articles and making advertisements in English about tourism was carried out with steps such as finding information and collecting data, determining ideas or concepts, writing paragraphs, adding visualizations to make it interesting, and determining the platform for the publication process. There are several obstacles when the writer provided information to tourists such as limited information, equipment, and technical constraints. However, there are solutions in dealing with these obstacles, such as studying and finding out information, preparing the best possible equipment, and improving communication with company owners to avoid misunderstandings. | |
| 29856 | 33205 | C1B017047 | PERAN KESADARAN MEREK DALAM MEMEDIASI KUALITAS KONTEN DAN INTERAKTIVITAS MEREK TERHADAP NIAT BELI PRODUK SOMETHINC (Studi pada Pengguna Aplikasi TikTok di Pulau Jawa) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas konten, interaktivitas merek melalui kesadaran merek dan dimoderasi oleh product involvement dalam memengaruhi niat beli produk Somethinc. Responden dalam penelitian ini adalah pengguna aplikasi TikTok yang pernah melihat tayangan video tentang produk Somethinc. Penelitian ini menggunakan 200 responden dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan SPSS menunjukkan bahwa : (1) Kualitas konten dan interaktivitas merek berpengaruh positif terhadap kesadaran merek (2) Kualitas konten, interaktivitas merek dan kesadaran merek berpengaruh positif terhadap niat beli (3) Kesadaran merek memediasi hubungan antara kualitas konten dan interaktivitas merek terhadap niat beli (4) product involvement memoderasi hubungan kesadaran merek terhadap niat beli. | This study aims to determine the effect of content quality, brand interactivity through brand awareness and moderated by product involvement in influencing Somethinc’s purchase intention. Respondents in this study were users of the TikTok application who had seen video shows about Somethinc products. This study uses 200 respondents with the sampling technique used is purposive sampling. Based on the results of research and data analysis using SPSS) shows that: (1) Quality of content and brand interactivity has a positive effect on brand awareness (2) Quality of content, brand interactivity and brand awareness has a positive effect on brand awareness (3) Brand awareness mediates the relationship between content quality and brand interactivity on purchase intention (4) product involvement moderates the relationship between brand awareness and purchase intention. | |
| 29857 | 33206 | J0B018035 | Instagram Tourist Information Center Berbahasa Mandarin Dengan Metode Sulih Suara Sebagai Media Promosi Pintu Gerbang Majapahit di Dinas Pariwisata Kabupaten Pati | RINGKASAN Laporan praktik kerja ini berjudul “Instagram Tourist Information Center Berbahasa Mandarin Dengan Metode Sulih Suara Sebagai Media Promosi Pintu Gerbang Majapahit di Dinas Pariwisata Kabupaten Pati”. Kegiatan praktik kerja ini dilaksanakan di Dinas Pariwisata kabupaten Pati pada tanggal 12 Oktober 2020 – 2 Januari 2021. Tujuan dari kegiatan praktik kerja ini adalah mempromosikan pariwisata Pati berbahasa Mandarin lewat Instagram Tourist Information Center. Penulis menggunakan 3 metode pengumpulan data yaitu : metode observasi partisipan, metode dokumentasi, dan studi pustaka. Dalam proses promosi berbahasa Mandarin, penulis menggunakan tiga metode penerjemahan yaitu : metode penerjemahan sulih suara sebagai metode utama, metode penerjemahan etnografi dan komunikatif sebagai metode pendukung. Penulis menggunakan metode penerjemahan sulih suara sebagai metode utama karena isi dalam postingan Instagram Tourist Information Center lebih mengutamakan lisan yang tentunya dapat menarik perhatian calon wisatawan berbahasa Mandarin dibandingkan media promosi tulisan. | 摘要 这份实习报告的题目是 “Instagram Tourist Information Center Berbahasa Mandarin Dengan Metode Sulih Suara Sebagai Media Promosi Pintu Gerbang Majapahit Di Dinas Pariwisata Kabupaten Pati”。实习时间是从2020月12日到2021年1月2日在 Pati 市旅游部、旅游市场营销部门。实习的目的是通过Instagram市的旅游信息中心的中文帖子通过。Instagram 通过Pati市的旅游。作者使用三种收集材料的方法。 它们是参与者观察方法、文档记录方法和图书研究方法。 在翻译的过程、作者使用三种翻译方法配音翻译方法为主要方法、交际翻译方法和民族志翻译方法为补充方法。作者使用配音翻译方法为主要法因为旅游信息中心的Instagram 帖子的内容优先考虑口语内容、而不是书面内容。口语内容肯定会吸引潜在的讲中文游客的注意。 | |
| 29858 | 33209 | A1D017056 | PENGARUH KONSENTRASI DAN FREKUENSI PEMBERIAN EKSTRAK RUMPUT LAUT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN STEVIA (Stevia rebaudiana B.) PADA HIDROPONIK SUBSTRAT DI DATARAN RENDAH | Tanaman stevia merupakan tanaman penghasil pemanis alternatif pengganti gula. Upaya peningkatan produksi tanaman dilakukan dengan aplikasi pupuk. Salah satu jenis pupuk yang prospektif adalah ekstrak rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi dan frekuensi pemberian ekstrak rumput laut, interaksinya serta kombinasi konsentrasi dan frekuensi pemberian ekstrak rumput laut yang paling tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman stevia. Penelitian dilaksanakan bulan Desember 2020-Maret 2021 di Screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian berupa percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang diulang 3 kali. Faktor pertama adalah konsentrasi ekstrak rumput laut 0, 2, 4, dan 6 ml/liter air. Faktor kedua adalah frekuensi aplikasi ekstrak rumput laut 7 dan 14 hari, 8 perlakuan dengan setiap unit perlakuan 2 tanaman. Variabel yang diamati: jumlah daun, tinggi tanaman, jumlah tunas, bobot segar tajuk, bobot segar daun, tingkat kemanisan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut menggunakan DMRT pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian konsentrasi ekstrak rumput laut memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan, bobot tajuk segar sebesar 5,52 g dan tingkat kemanisan sebesar 10 Brix pada tanaman stevia dengan konsentrasi 6 ml/liter air. Frekuensi pemberian ekstrak rumput laut memberikan pengaruh terhadap jumlah tunas dan tingkat kemanisan sebesar 10 Brix dari tanaman stevia dengan frekuensi terbaik 14 hari. Interaksi antara konsentrasi dan frekuensi pemberian ekstrak rumput laut diperoleh kombinasi terbaik terhadap variabel jumlah daun konsentrasi 6 ml/liter air dan frekuensi 14 hari dan pada tingkat kemanisan pada konsentrasi 4 ml/liter air dan frekuensi 14 hari dengan nilai 10 Brix. | Stevia plant is a plant that produces alternative sweeteners to replace sugar. Efforts to increase crop production are carried out by applying fertilizers. One type of fertilizer that is prospective is seaweed extract. This study aims to determine the effect of giving the concentration and frequency application of seaweed extract, its interactions and the combination of concentration and frequency of application of the most appropriate seaweed extract on the growth and yield of the stevia plant. The research was carried out in December 2020-March 2021 at the Screen house of the Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University, Purwokerto. The study was an experiment using a factorial Randomized Block Design (RBD) which was repeated 3 times. The first factor was the concentration of seaweed extract 0, 2, 4, and 6 ml/liter of water. The second factor was the frequency of application of seaweed extract 7 and 14 days, 8 treatments with each treatment unit of 2 plants. Variables observed: number of leaves, plant height, number of buds, shoots fresh weight, leaf fresh weight, sweetness level. The data obtained were analyzed using ANOVA test and further test using DMRT at an error level of 5%. The results showed that the concentration of seaweed extract had an effect on growth, fresh shoots weight of 5,52 g and sweetness level of 10 Brix on stevia plants with a concentration of 6 ml/liter of water. The frequency of giving seaweed extract had an effect on the number of buds and the sweetness level of 10 Brix from the stevia plant with the best frequency of 14 days. The interaction between application concentration and frequency of seaweed extract obtained the best combination for the variable number of leaves with a concentration of 6 ml/liter of water and a frequency of 14 days and a sweetness level of a concentration of 4 ml/liter of water and a frequency of 14 days with a value of 10 Brix. | |
| 29859 | 33210 | C1H017047 | THE INFLUENCE OF BRAND AMBASSADOR CREDIBILITY, E-TRUST AND BRAND IMAGE TO REPURCHASE (Study at Tokopedia User in Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel kredibilitas brand ambassado, e-trust, dan brand image terhadap pembelian online. Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna Tokopedia yang telah melakukan pembelian ulang minimal 2 kali, mengetahui BTS sebagai Brand Ambassador Tokopedia, dan Warga Negara Indonesia. Pengukuran variabel dalam penelitian ini menggunakan skala Likert dan pengujian hipotesis menggunakan Structural Equational Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kredibilitas brand ambassador tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pembelian ulang, (2) Kredibilitas brand ambassador berpengaruh positif terhadap e-trust, (3) Kredibilitas brand ambassador berpengaruh positif terhadap citra merek, ( 4) E-Trust berpengaruh positif terhadap pembelian ulang konsumen, (5) Citra merek berpengaruh positif terhadap pembelian ulang konsumen. Implikasi dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan repurchase, Tokopedia harus selalu meningkatkan brand image, yaitu selalu memperhatikan citra perusahaan, citra produk, dan citra pengguna. e-trust juga dapat meningkatkan pembelian ulang, yaitu dengan Mencapai hasil, Bertindak dengan integritas, dan Menunjukkan kepedulian kepada konsumen. | This study aimed to analyze the effect of credibility brand ambassado, e-trust, and brand image variables on online purchases. The population in this study is Tokopedia users who have made repeat purchase minimum 2 times, knowing BTS as Tokopedia Brand Ambassador, and Are citizens of Indonesia. Measurement of variables in this study using a Likert scale and hypothesis testing using Structural Equational Modeling (SEM). The results showed that (1) brand ambassador’s credibility not has significant effect on repurchase, (2) brand ambassador’s credibility has a positive effect on e-trust, (3) brand ambassador’s credibility has a positive effect on brand image, (4) E-Trust has a positive effect on repurchase, (5) Brand image has a positive effect on repurchase. The implication of this research is to increase repurchase, Tokopedia must always improve brand image, namely always pay attention to the company's image, product image, and user image. e-trust can also increase repurchases, namely with Achieve results, acting with integrity, and demonstate concern to consumer. | |
| 29860 | 33211 | E1A017043 | IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMUNGUTAN RETRIBUSI PELAYANAN PASAR DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN PURBALINGGA | Retribusi pelayanan pasar di Kabupaten Purbalingga masih memerlukan pembenahan dalam hal implementasi kebijakan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Pasar, dikarenakan hal tersebut dapat menyebabkan tidak optimalnya penerimaan retribusi pelayanan pasar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui implementasi kebijakan pemungutan retribusi pelayanan pasar dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Purbalingga serta untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam implementasi kebijakan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier dengan metode penyajian data dalam bentuk teks naratif dan disusun secara sistematis. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini dapat diketahui bahwa implementasi kebijakan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Pasar yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Purbalingga dalam menunjang PAD dilakukan melalui beberapa langkah yang bersifat teknis seperti penetapan target pendapatan, penguatan koordinasi internal dan penetapan standar operasional pemungutan. Langkah tersebut tentunya sudah berjalan dengan baik. Dalam proses pemungutan retribusi pelayanan pasar terdapat kendala-kendala baik faktor internal maupun eksternal yang kemudian diantisipasi dengan kebijakan atau strategi khusus yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Purbalingga. | Retribution in the market service in Purbalingga Regency needs improvement. There are still weaknesses and problems in the implementation of market service retribution, which can cause the acceptance of market service retribution to be less optimal. The purpose of the study was to determine the implementation of the market service retribution collection policy in increasing regional original income in Purbalingga Regency and to find out the obstacles faced in implementing the policy. The method used in this research is normative juridical with descriptive research specifications. Sources of the data are primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials with the method of presenting data in narrative text and arranging systematically. Based on the results of the research and discussion in this study, it can be seen that the implementation of the market service retribution collection policy carried out by the Industry and Trade Office of Purbalingga Regency in supporting regional original income in Purbalingga Regency is carried out through several technical steps such as setting income targets, strengthening internal coordination and setting standards for collection. This step has certainly gone well. In the process of collecting market service retribution, there are obstacles, both internal and external factors which are then anticipated by special policies or strategies carried out by the Industry and Trade Office of Purbalingga Regency. |