Artikelilmiahs

Menampilkan 29.821-29.840 dari 50.086 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2982133140A1L014070PENGARUH LARUTAN PERENDAM AIR LEMON DAN GULA PASIR DENGAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP KESEGARAN BUNGA POTONG KRISAN (Chrysanthemum sp)Krisan (Chrysanthemum sp.) merupakan komoditas andalan dalam industri hortikultura yang memiliki prospek pasar cerah. Permintaan pasar baik dalam maupun luar negeri semakin meningkat setiap tahunnya. Kualitas bunga potong yang rendah setibanya di tangan konsumen seringkali menjadi kendala dalam pemenuhan kebutuhan pasar. Maka dari itu perlu dilakukan pengelolaan pascapanen yang tepat untuk memperpanjang kesegaran bunga potong krisan. Salah satu caranya dengan melakukan pulsing, yaitu perlakuan dengan cara merendam bunga potong dalam larutan dari panen hingga sampai ke tangan konsumen. Larutan pulsing biasanya berupa karbohidrat sebagai sumber energi, cairan pengasam untuk menurunkan pH, dan anti bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi larutan perendam yang tepat dan pengaruhnya terhadap kesegaran bunga krisan potong.
Penelitian dilaksanakan bulan Januari 2019 sampai Februari 2019 di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Bunga krisan yang digunakan didapat dari kebun petani desa Wonokerso, Sleman, Yogyakarta, Jawa Tengah. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Data dianalisis dengan Uji F pada taraf 5%, dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test. Perlakuan merupakan kombinasi dari dua faktor, faktor pertama yaitu komposisi air lemon yang terdiri dari 4 jenis yaitu tanpa air lemon, air lemon 4% + 3% gula pasir, air lemon 6% + 3% gula pasir, air lemon 8%+ 3% gula pasir. Faktor kedua yaitu terdiri dari 3 taraf lama perendaman pulshing yaitu 3 jam, 6 jam, dan 9 jam. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Variabel yang diamati adalah lama masa kesegaran bunga, total larutan terserap, intensitas warna bunga, suhu dan kelembaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan air lemon 6% + 3% gula pasir dapat memperpanjang masa kesegaran bunga hingga 10 hari setelah perlakuan dibanding dengan kontrol.
Chrysanthemum is a good comodity in horticulture industry which have a good market prospects. Market demand in domestic and abroad is increased every years. the low quality of cut flowers when it arrived in customers hands is often an obstacle to meet market needs. Then it is necessary to do the right post-harvest management to keep the cut flowers fresh. One way is by pulshing, it is a treatment to soaking the cut flowers in solution from harvest until arrived in customers hands. Pulshing solution is usually in the form of carbohydrates as it's energy resource, acid liquid to decrease pH, and anti bacteria. The research purpose is knowing the right soaking solution consentrate and it's effect on the freshness of chrysanthemum cut flowers.
This research is began from January 2019 until February 2019 in Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jendral Soedirman University, Purwokerto. The chrysanthemum used is got from the farmers of Wonokerso village, Sleman, Yogyakarta, Central Java.The used design is randomized block design. Data analysed in F Test at level 5%, continued in Duncan Multiple Range Test. The treatment is combining two factors, the first is lemon water ingredient consisting of 4 kinds, that is without lemon water, 4% lemon water and 3% sugar, 6% lemon water and 3% sugar, 8% lemon water and 3% sugar. The secound factor consisting 3 of previous level of pulshing in 3 hours, 6 hours, and 9 hours. Each treatment is repeated for three times.The observe variable is duration of flower freshness, total of solution absorbed, temperature and humidity. Result of this research is show that treatment with 6% of lemon water and 3% sugar can extending duration of flower freshness until 10 days after treatment than controls.
2982233177E1A017140SCIENTIFIC EVIDENCE SEBAGAI ALAT BUKTI YANG SAH DALAM PERKARA KEBAKARAN HUTAN DAN ATAU LAHAN
SCIENTIFIC EVIDENCE SEBAGAI ALAT BUKTI YANG SAH DALAM PERKARA KEBAKARAN HUTAN DAN ATAU LAHAN
( Studi Kasus Putusan Nomor 349/Pid.B/LH/2019/PN Plw )
Oleh:
ARNINDYA ULFATUN NISA
E1A017140
ABSTRAK

Tindak pidana lingkungan hidup berupa kebakaran hutan dan atau lahan memiliki kerumitan dalam hal pembuktiannya, terutama yang berkaitan dengan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup. Pencemaran kerusakan lingkungan sejatinya tidak dapat dibuktikan dengan alat bukti konvensional yang diatur secara sah sabagaimana dalam Pasal 184 KUHAP sebab alat bukti dalam pasal tersebut hanya dapat menjelaskan kausa fakta. Kerusakan dan pencemaran lingkungan pada faktanya hanya dapat dibuktikan melalui pemeriksaan laboratoris yang disajikan dalam bentuk data ilmiah. Pembaharuan dalam pembuktian perkara lingkungan hidup oleh karena itu di butuhkan yaitu salah satunya menggunakan Scientific Evidence (Bukti Ilmiah) yang sebagaimana diamanatkan dalam Keputusan Mahkamah Agung Nomor 36/KMA/SK/II/2013 tentang Pemberlakuan Pedoman Penanganan Perkara Lingkungan Hidup. Pengunaan Scientific Evidence (Bukti Ilmiah) pada kenyataanya belum terlaksana secara maksimal oleh penegak hukum yang berkaibat pada tidak adanya kejelasan terhadap urgensi penggunaan dan kedudukannya sebagai alat bukti yang sah sedangkan Pasal 96 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan hidup tidak secara eksplisit menyebutkan penggunaan Scientific Evidence (Bukti Ilmiah).
Penelitian ini dilaksanakan dengan Metode penulisan yang digunakan dalam penulisan hukum ini adalah melalui metode pendekatan yuridis normatif dengan spesfikasi penulisan dalam penelitian ini adalah tipe preskriptif.
Hasil penelitian hukum ini menunjukkan bahwa Scientific Evidence (Bukti Ilmiah) memberikan pergeseran paradigma dimana Scientific Evidence (Bukti Ilmiah) sebagai alat bukti yang sah berupa bukti surat, bukti keterangan ahli atau bukti petunjuk yang penggunaanya penting dan lebih diutamakan dari pada alat bukti konvensional dalam pembuktian tindak pidana lingkungan hidup terutama dalam perkara kebakaran hutan dan atau lahan.

Kata kunci: Tindak pidana lingkungan hidup, kebakaran hutan dan atau lahan, Scientific Evidence, alat bukti yang sah.
SCIENTIFIC EVIDENCE AS A VALID EVIDENCE TOOL IN THE CASE OF FOREST AND OR LAND FIRES
( Case Study Verdict No. Nomor 349/Pid.B/LH/2019/PN Plw )
Oleh:
ARNINDYA ULFATUN NISA
E1A017140
ABSTRAK

ABSTRACT
Forest fire case as part of enviromental crimes in complicated to prove, especially those relating to enviromental pullution and damage. Both pollution and enviromental damage can not be a proven with conventional as mentioned in artcile 184 of the Criminal Procedure Cide, because those evidence can only explain the facts. In fact, enviromental damage and pollution can only be proven laboratory examination in the form of scientific data. Therefore, renewal is needed in handling enviromental cases, one of which is by usimg scientific evidence by applying precautionary principle as mandated in the Decree of the Chief Justice of Supreme Court Number 35/KMA/SK/II/2013 conceming Enforcement of Enviromental Case Handling Guidelines. The use of scientific evidence has not been masimally carried out by law enforcement due to the lack of clarity on the urgency of its use and its position as a legal evidence. While Article 96 of Law Number 32 of 2009 does not explicitly mention the use of scientific evidence. The writing method used in this legal research is normative juridical approach with prescriptive writing spefications.
The result of this legal research shows that the Scientific Evidence principle provides a new paradigm that shifts the use of evidence in forest fire cases, where scientific evidence must be used and is preferred over conventional evidence.
Keywords: Enviromental crime, forest and or land fires, scientific evidence, legal evidence.
2982333175A1D116076EFEKTIVITAS BEBERAPA KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR URIN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT CERI (Solanum lycopersicum var. cerasiforme) PADA INCEPTISOLTomat ceri menjadi salah satu komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi dan masih memerlukan penanganan serius, terutama dalam hal peningkatan hasilnya dan kualitas buahnya. Pemanfaatan pupuk organik cair urin sapi diharapkan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas buah tomat ceri dan hasil tomat ceri dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Tujuan penelitian ini, yaitu : 1) Mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair urin sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat ceri pada Inceptisol, 2) Mendapatkan konsentrasi optimum pupuk organik cair urin sapi yang dapat mendukung pertumbuhan maupun hasil tanaman tomat ceri pada Inceptisol.
Penelitian dilaksanakan di screen house yang berlokasi di Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng Banyumas dan Laboratorium Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini dilaksanakan bulan Januari 2021 hingga April 2021. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan perlakuan pupuk organik cair urin sapi yang terdiri diri 7 taraf, yaitu : tanpa POC (kontrol 1), pupuk NPK dosis rekomendari (kontrol 2), 50 ml POC + 50 ml air, 50 ml POC + 150 ml air, 50 ml POC + 250 ml air, 50 ml POC + 350 ml air dan 50 ml POC + 450 m1 air. Dengan konsentrasi 1000ml/air (P2), 333,333ml/l air (P3), 200ml/l air (P4), 142,85 ml/l air (P5), 111,111 ml/l air (P6). Perlakuan diulang 4 kali sehingga terdapat 28 unit percobaan. Unit percobaan tiga polibag yang masing-masih berisi satu tanaman. Data pengamatan dianalisis, apabila f hitung > f tabel dilanjutkan dengan uji LSD pada taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pemberian pupuk organik cair urin sapi memberikan hasil yang baik terhadap variabel pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, jumlah buah pertanaman dan bobot buah pertanaman tomat ceri pada Inceptisol, perlakuan 111,111ml/l (P6) merupakan perlakuan yang mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat pada tinggi tanaman dengan rata-rata 198,73 cm, jumlah daun 196,08 helai, jumlah bunga 19,67, jumlah buah pertanaman 7,92 ( butir), dan bobot buah pertanaman 127,08 g, hal ini di sebabkan karena kepekatan suatu pupuk mempengaruhi penyerapan unsur hara oleh tanaman.
Cherry tomatoes are one of the horticultural commodities that have high economic value and still require serious handling, especially in terms of increasing yields and fruit quality. The use of liquid organic fertilizer of cow urine is expected to be one of the efforts to improve the quality of cherry tomatoes and cherry tomato yields while preserving the environment. The aims of this study were: 1) To determine the effect of giving cow urine liquid organic fertilizer on the growth and yield of cherry tomato plants on Inceptisols, 2) To obtain the optimum concentration of organic cow urine liquid fertilizer that could support the growth and yield of cherry tomato plants on Inceptisols.
The research was conducted in a screen house located in Melung Village, Kedungbanteng District, Banyumas and Agronomy Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. This research was conducted from January 2021 to April 2021. The experimental design used was a non-factorial Randomized Block Design (RAK) with cow urine liquid organic fertilizer treatment consisting of 7 levels, namely: without POC (control 1), recommended dose of NPK fertilizer ( control 2), 50 ml POC + 50 ml water, 50 ml POC + 150 ml water, 50 ml POC + 250 ml water, 50 ml POC + 350 ml water and 50 ml POC + 450 m1 water. With a concentration of 1000ml/water (P2), 333.333ml/l water (P3), 200ml/l water (P4), 142.85 ml/l water (P5), 111.111 ml/l water (P6). The treatment was repeated 4 times so that there were 28 experimental units. The experimental unit was three polybags, each containing one plant. Observational data were analyzed, if f count > f table followed by LSD test at 5% level.
The results showed that the application of liquid organic fertilizer cow urine gave good results on the observation variables of plant height, number of leaves, number of flowers, number of fruit planted and fruit weight of cherry tomatoes planted on Inceptisol, treatment of 111.111 ml/l (P6) was a different treatment. able to increase the growth of tomato plants on plant height with an average of 198.73 cm, number of leaves 196.08 strands, number of flowers 19.67, number of fruit planted 7.92 (grains), and weight of fruit planted 127.08 g, p. This is because the concentration of a fertilizer affects the absorption of nutrients by plants.
2982433180K1C016034PENDUGAAN AKUIFER DAERAH ALIRAN SUNGAI SERAYU DI DESA SROWOT KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS KONFIGURASI SCHLUMBERGERAkuifer di kawasan DAS pada umumnya merupakan daerah resapan air yang cukup baik, sehingga menjadi zona imbuhan (recharge area) yang potensial bagi air tanah di sekitarnya. Namun ketika musim kemarau terkadang sumur gali warga Dusun I Desa Srowot, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas mengalami kekurangan air. Metode geolistrik resistivitas konfigurasi Schlumberger diterapkan dalam penelitian ini untuk menduga struktur lapisan batuan bawah permukaan dan kedalaman lapisan akuifer di daerah penelitian. Pengambilan data dilakukan di tujuh titik lintasan dengan masing-masing panjang lintasan 200 m Hasil dari penelitian ini menunjukkan struktur lapisan batuan bawah permukaan daerah penelitian diduga terdiri dari lapisan tanah penutup, lapisan lempung pasiran, lapisan perselingan pasir, kerikil, dan kerakal cukup mampat, lapisan batupasir bersisipan napal, dan lapisan pasir. Litologi akuifer diduga terdapat pada lapisan batupasir bersisipan napal dengan nilai resistivitas 5,56-27,88 Ohm.m dan lapisan pasir dengan rentang nilai resistivitas 2,57-11,13 Ohm.m. Potensi akuifer di daerah penelitian diduga merupakan akuifer semi tertekan yang terletak di titik Sch-1 kedalaman lebih dari 12,96 m, titik Sch-2 kedalaman lebih dari 8,62 m, titik Sch-3 kedalaman lebih dari 13,29 m, titik Sch-4 kedalaman lebih dari 9,79 m, titik Sch-5 kedalaman lebih dari 11,21 m, titik Sch-6 kedalaman lebih dari 8,21 m, dan titik Sch-7 kedalaman lebih dari 7,38 m.Aquifers in watershed areas are generally good water catchment areas, so that they become potential recharge areas for the surrounding groundwater. But, during the dry season sometimes dug wells of Dusun I Srowot Village, Kalibagor Sub-district, Banyumas regency villagers are experiecing water shortages. The geoelectric resistivity method of the Schlumberger configuration was applied in this research to estimate the structure of subsurface rock layers and depth of the aquifers layer in the research area. Data retrieval was conducted at seven track points with a track length of 200 ms each. The results of this study showed the structure of the subsurface rock layers of the research area is thought to consist of top soil, sandy loam, alternation of sand, gravel, and pebble is quite compression, sandstones interbedded with marl and sand. Aquifer lithology is thought to be a layer of sandstones interbedded with marl with a resistivity value of 5.56-27.88 Ωm and a layer of sand with a resistivity value range of 2.57-11.13 Ωm. The aquifers potential in the research area is thought to be a leaky aquifer located at the sounding point Sch-1 depth more than 12.96 m, at the point Sch-2 depth more than 8.62 m, at the sounding point Sch-3 depth more than 13.29 m, at the sounding point Sch-4 depth more than 9.79 m, at the sounding point Sch-5 depth more than 11.21 m, at the sounding point Sch-6 depth more than 8.21 m, at the sounding point Sch-7 depth more than 7.38 m.
2982533178I1B016065GAMBARAN POLA PEMBERIAN MAKAN PADA ANAK USIA BALITA MENURUT PEDOMAN GIZI SEIMBANG
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SOKARAJA II
ABSTRAK
GAMBARAN POLA PEMBERIAN MAKAN ANAK PADA USIA BALITA MENURUT PEDOMAN GIZI SEIMBANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SOKARAJA II

Dinda Resty Lifiana Dewi 1, Eva Rahayu2, Eni Rahmawati3

Latar belakang : Pola makan pada balita berperan penting pada proses pertumbuhan balita, karena makanan banyak mengandung gizi. Gizi adalah bagian terpenting dalam pertumbuhan dan erat hubungannya dengan kecerdasan dan kesehatan. Pola makan yang tidak tergapai secara tepat mampu menyebabkan gangguan pertumbuhan balita, tubuh kurus, pendek bahkan bisa terjadi gizi buruk pada balita.
Metodologi : Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif memakai pendekatan cross-sectional. Pengambilan data memakai kuesioner. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini memakai teknik simple random sampling dengan banyak sampel 95 orang. Uji statistik yang dipakai adalah distribusi frekuensi.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian memperlihatkan rata - rata umur balita adalah 32,26 bulan (2 tahun 8 bulan), balita perempuan (57,9%) lebih banyak daripada balita laki-laki (42,1%), balita yang berstatus gizi normal (64,2%) lebih banyak daripada balita yang berstatus gizi lebih (31,6%) dan obesitas (4,2%). Kebanyakan pola pemberian makan bagi balita dalam kategori tepat (89,5%).
Kesimpulan : Balita dengan pola pemberian makan tepat menurut Pedoman Gizi Seimbang di Wilayah Kerja Puskesmas Sokaraja II mendominasi dibandingkan balita dengan pola pemberian makan tidak tepat



Kata kunci : Balita, Pola Pemberian Makan, Pedoman Gizi Seimbang
ABSTRACT
DESCRIPTION OF FEEDING PATTERNS OF UNDER FIVE YEARS CHILD ACCORDING TO BALANCED NUTRITION GUIDELINES
IN THE WORKING AREA OF PUSKESMAS SOKARAJA II

Dinda Resty Lifiana Dewi 1, Eva Rahayu2, Eni Rahmawati3

Background: Diet in under five years child an important role in growth process in under five years child, because food contains a lot of nutrients. Nutrition is very important part of growth and is closely related to intelligence and health. Eating patterns that are not achieved properly can cause growth disorders for toddlers, thin bodies, short bodies and even malnutrition can occur in toddlers
Research Methodology: The research design used descriptive observational with cross-sectional approach. Data retrieval using questionnaires. Sampling techniques in this research using simple random sampling techniques and a sample number of 95 mother. The statistical test used the frequency distribution.
Result: The results showed the average age of toddlers is 32.26 months (2 years 8 months), toddlers with female gender more dominating than toddlers with male gender (57,9%), toddlers with normal nutritional status dominate more than toddlers with more nutritional status and obesity (64,2%). Most of the feeding patterns in toddlers were in the right category (89,5%).
Conclusion: Toddlers with the right feeding pattern according to balanced nutrition guidelines in the working area of Puskesmas Sokaraja II dominate compared to toddlers with improper feeding patterns.





Keywords: Under five years child, Feeding patterns, Balanced nutrition guidelines
2982633182K1C016064RANCANG BANGUN DAN KARAKTERISASI ALAT UKUR KADAR GARAM BERBASIS SENSOR KAPASITIFRancang bangun dan karakterisasi alat ukur kadar garam berbasis sensor kapasitif dibagi menjadi empat tahapan. Tahap pertama pembuatan kapasitor dengan menggunakan dua elektroda silinder yang tersusun secara sejajar. Tahap kedua perangkaian komponen elektronik di antaranya membuat rangkaian astable multivibrator dan integrasi seluruh komponen alat ukur kadar garam. Tahap ketiga pengujian sensor kadar garam untuk menentukan fungsi kalibrasi sensor. Nilai frekuensi sebagai output sensor dan kadar garam sebagai input sensor. Tahap terakhir pengujian karakterisasi alat ukur kadar garam terhadap larutan NaCl dengan kadar garam 1 sampai 30 ppt. Hasil karakteristik alat ukur kadar garam memiliki nilai range pengukuran 5 sampai 30 ppt, nilai range frekuensi dari 8252,993 sampai 8667,968 Hz, dan nilai eror rata-rata sebesar 3,2.The design and characterization of a capacitive sensor-based salt level measuring instrument is divided into four stages. The first stage of making a capacitor using two cylindrical electrodes arranged in parallel. The second stage of assembling electronic components includes making an astable multivibrator circuit and integrating all components of the salt level measuring instrument. The third stage is testing the salt level sensor to determine the sensor calibration function. Frequency value as sensor output and salt content as sensor input. The last stage is testing the characterization of the salt level measuring instrument against the NaCl solution with a salt content of 1 to 30 ppt. The results of the characteristics of the salinity measuring instrument have a measurement range of 5 to 30 ppt, a frequency range of 8252,993 to 8667,968 Hz, and an average error value of 3.2.
2982733174H1B014017APLIKASI REGRESI LOGISTIK ORDINAL UNTUK IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KADAR GULA PENDERITA DIABETES MELLITUSDiabetes mellitus adalah salah satu penyakit tidak menular yang termasuk 10 penyebab kematian terbesar di dunia. Berdasarkan tingkatan kadar gula dalam darah, diabetes mellitus dibagi menjadi tiga tingkat, yaitu kadar gula darah normal, kadar gula darah rendah, dan kadar gula darah tinggi. Pada penelitian ini, faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kadar gula darah penderita diabetes mellitus di RSUD Prof Dr. Margono Soekarjo Purwokerto, diidentifikasi dengan menggunakan analisis regresi logistik ordinal. Model regresi logistik ordinal diestimasi berdasarkan data 100 pasien diabetes mellitus yang terdiri dari 8 pasien dengan kadar gula darah rendah, 49 pasien dengan kadar gula darah normal, dan 43 pasien dengan kadar gula darah tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima variabel yang diteliti (usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, tekanan darah, dan ukuran serum darah), dimana hanya ada satu faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap tingkatan kadar gula darah penderita diabetes mellitus yaitu tekanan darah.Diabetes mellitus is one of the non-communicable diseases which is one of the top 10 causes of death in the world. Based on the level of sugar levels in the blood, diabetes mellitus is divided into three levels, namely normal blood sugar levels, low blood sugar levels, and high blood sugar levels. In this study, the factors that affect the level of blood sugar levels in patients with diabetes mellitus in Prof. Dr. Hospital. Margono Soekarjo Purwokerto, identified using ordinal logistic regression analysis. The ordinal logistic regression model was estimated based on data from 100 diabetes mellitus patients consisting of 8 patients with low blood sugar levels, 49 patients with normal blood sugar levels, and 43 patients with high blood sugar levels. The results showed that there was only one factor that significantly affected the blood sugar level of people with diabetes mellitus, namely blood pressure, of the five variables age, gender, body mass index, blood pressure, and blood serum size.
2982833183F1F017052Analisis Perubahan Kebijakan Imigrasi dan Suaka di Prancis Pada Pemerintahan Emmanuel Macron Tahun 2017 – 2020Krisis imigran memang sudah berhasil dilewati akan tetapi bukan berarti permasalahan imigrasi dan suaka sudah selesai. Sejak Macron menjadi presiden, kebijakan imigrasi dan suaka dibuat menjadi lebih ketat dengan dua kali perubahan. Padahal Macron adalah salah satu presiden yang pada awalnya setuju dengan kebijakan imigrasi terbuka. Untuk mengetahui alasan Macron mengubah pandangan terhadap isu imigrasi, penulis menggunakan teori sistem politik dengan metode kualitatif deskriptif. Selain itu, penulis juga memasukkan peran Generation Identity dan National Rally sebagai kelompok dan partai sayap kanan yang menolak terhadap keberadaan imigran. Semakin masifnya kedua pihak tersebut telah membuat Macron mengubah kebijakan imigrasi dan suaka karena akan berdampak terhadap suara untuknya pada saat pemilihan presiden tahun 2022. The immigrant crisis has indeed been passed, but the immigration and asylum issues are not over. Since Macron became president, immigration and asylum policies have been made stricter with two changes. Whereas Macron was one of the presidents who initially agreed with an open immigration policy. To find out why Macron changed his view on immigration issues, the author uses political systems theory with a qualitative descriptive method. In addition, the author also includes the role of Generation Identity and National Rally as right-wing groups and parties that against the existence of immigrants. The more massive of the right group, specifically the National Rally, have made Macro take back control immigration and asylum policy more strict because it will have an impact on the vote for him during the 2022 presidential election
2982932662K1C017003Simulasi Dosis Serap Kanker Payudara Dengan Empat Sudut Penyinaran Menggunakan Teknik Radioterapi Konformal Tiga DimensiPengobatan kanker menggunakan radioterapi memiliki beberapa teknik. Penelitian ini menggunakan teknik konformal tiga dimensi dengan empat arah peyinaran menggunakan additional equipment berupa multileaf colimator. Teknik konformal tiga dimensi ditinjau dari sumbu xz pasien (arah axial). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis serap jaringan kanker payudara dengan teknik radioterapi konformal tiga dimensi dengan tambahan multileaf collimator (MLC) menggunakan pesawat radioterapi linear accelerator. MLC dimodelkan berupa balok dengan yang dibuat rangkap sebanyak 24 batang yang pada bagian tengah disisipi ruang kosong yang berbentuk silinder dengan diameter 1,3 cm. Jaringan kanker dimodelkan berbentuk bola dengan diameter 3 cm yang berada di pusat payudara kiri. Metode yang digunakan adalah metode monte carlo yaitu proses perhitungan berdasarkan jenis interaksi radiasi dengan materi secara acak yang terjadi menggunakan software MCNPX Visual Editor. Dosis serap pada arah penyinaran 0°, 60°, 180°, dan 240° didapat dari hasil running tally f6. Dosis serap gabungan untuk keempat arah penyinaran dengan menggunakan multileaf colimator menunjukkan dosis serap terbesar berada pada jaringan kanker 2 Gy sedangkan organ yang paling sedikit menerima dosis serap adalah organ hati dan pankreas yaitu sebesar 0,0054 Gy dan 0,0062 Gy.Cancer treatment using radiotherapy has several techniques. This study uses a three-dimensional conformal technique with four radiation directions using additional equipment in the form of a multileaf collimator. Three-dimensional conformal technique is viewed from the patient's xz axis (axial direction). This study aims to determine the absorbed dose of breast cancer tissue using a three-dimensional conformal radiotherapy technique with the addition of a multileaf collimator (MLC) using a linear accelerator radiotherapy machine. The MLC is modeled in the form of a beam with 24 rods made in duplicate which is inserted in the middle of a cylindrical empty space with a diameter of 1.3 cm. The cancer tissue was modeled as a ball with a diameter of 3 cm located in the center of the left breast. The method used is the Monte Carlo method, which is a calculation process based on the type of radiation interaction with random matter that occurs using the MCNPX Visual Editor software. Absorbed doses at 0°, 60°, 180°, and 240° irradiation directions were obtained from the results of running tally f6. Combined absorption for the four radiation doses using a multileaf colimator showed the largest absorption dose was in cancer tissue 2 Gy, while the organs that received the least absorbed doses were liver and pancreas at 0.0054 Gy and 0.0062 Gy.
2983033196F1F017034Upaya Pembangunan Perdamaian antara Palestina, Israel dan Yordania dalam Konsep Environmental Peacebuilding: Studi Kasus Proyek Good Water Neighbors Tahun 2007-2014
Hubungan antara negara-negara Timur Tengah pada dasarnya telah bersifat konfliktual sejak dahulu, termasuk yang dialami oleh Palestina, Israel dan Yordania. Salah satu penyebab konflik yang seringkali dibahas adalah perebutan sumber daya alam yakni minyak. Namun, penelitian ini berupaya untuk membahas sisi lain konflik sumber daya alam di kawasan tersebut yakni permasalahan air. Penelitian ini membahas mengenai bagaimana lingkungan, khususnya air sebagai sumber konflik justru dapat memberikan kontribusi pada perdamaian serta bagaimana strategi yang dilakukan oleh organisasi non-pemerintah dalam mewujudkan hal tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan pergeseran fokus dalam peacebuilding dimana kerja sama lingkungan ternyata memiliki peluang untuk melampaui batas politik, sehingga dapat memberikan kontribusi penting dalam bidang pembangunan perdamaian. Konsep yang digunakan Penulis dalam penelitian ini adalah konsep Environmental Peacebuillding yang melibatkan tiga pilar pembangunan berkelanjutan dalam menganalisis suatu upaya pembangunan perdamaian. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pengambilan data sekunder dari berbagai sumber terpercaya. Hasil dari penelitian ini mampu membuktikan bahwa lingkungan memainkan peran besar bagi terciptanya perdamaian berkelanjutan di suatu kawasan menggunakan contoh kasus upaya EcoPeace Middle East mempersatukan Palestina, Israel dan Yordania dalam proyek bina damai bernama Good Water Neighbors tahun 2007-2014.Relations between Middle Eastern countries have been basically conflictual for a long time, as have Palestine, Israel and Jordan. The cause of conflict that is often discussed in many researches is the struggle for natural resources, especially oil. Whereas on the other hand, water also has important role on their relations. This study discusses how the environment, especially water resources as a source of conflict, can really contribute to the peace and how the strategies adopted by non-governmental organizations to make it happen. The purpose of this study is to prove a shift in the peacebuilding focus where environmental cooperation has opportunity to transcend political boundaries, so that it can make an important contribution to the peacebuilding. The concept used by the author in this study is the concept of Environmental Peacebuilding, which involves three pillars of sustainable development in analyzing a peacebuilding effort. The method used is literature study by collecting secondary data from various reliable sources. The results of this study are able to prove that the environment plays a major role in creating sustainable peace in an area by using the example of EcoPeace Middle East's efforts to unite Palestine, Israel and Jordan in a peacebuilding project called Good Water Neighbors in 2007-2014.
2983133185I1E017027Problem and Solving Pembelajaran Daring Mata Kuliah Aquatik Jurusan Pendidikan Jasmani Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Tahun Akademik 202-2021ABSTRAK

PROBLEM AND SOLVING PEMBELAJARAN DARING MATA KULIAH AQUATIK JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO
TAHUN AKADEMIK 2020-2021
Mohammad Fajar Ari Saputra1, Kusnandar2, Bayu Suko Wahono3


Latar Belakang: Pembelajaran aquatik selama masa pandemi Covid-19 dilakukan secara daring. Hal tersebut mengikuti Surat Edaran Rektor untuk tidak melakukan pembelajaran secara tatap muka. Kenyataannnya, pembelajaran aquatik yang ruang lingkupnya penguasaan keterampilan akan menghadapi kesulitan dalam pembelajaran melalui daring, seperti sulitnya melaksanakan praktik renang secara langsung. Oleh karena itu, dilakukannya penelitian mengenai kesulitan dan pemecahan masalah pembelajaran aquatik melalui daring.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Jenderal Soedirman. Dengan sampel 35 mahasiswa dan 4 dosen dengan teknik simple random sampling dan total sampling, Analisis data dengan cara persentase dan mendeskripsikan berdasarkan data yang telah terkumpul.

Hasil Penelitian: Pembelajaran daring mata kuliah aquatik yang memiliki kelayakan dengan rata-rata persentase sejumlah 78% yang masuk ke dalam kategori Baik, Terdapat Sembilan Problem yang muncul dalam pembelajaran akuatik dasar secara daring di masa pandemi Covid-19 yang disertai Solving untuk menanggulagi problem yang muncul saat pembelajaran aquatik secara daring berlangsung.

Kesimpulan: Permasalahan yang paling signifikan dalam pembelajaran daring pada mata kuliah aquatik di masa pandemi Covid-19 diantaranya server yang overload karena banyaknya diakses, sinyal yang kurang stabil membuat akses eldiru terganggu serta sulitnya kegiatan praktik aquatik. Solusi dari permasalahan tersebut diantaranya melalui penambahan bandwich cloud server sehingga tidak mudah overload, mencari wifi atau mengganti kartu yang memiliki sinyal stabil serta memperbolehkan mahasiswa melakukan praktikum melalui berbagai media.

Kata Kunci : Aquatik, Daring, Problem and Solving.

1Mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani FIKes Universitas Jenderal Soedirman
2Departemen Jurusan Pendidikan Jasmani FIKes Universitas Jenderal Soedirman
ABSTRACT

PROBLEM AND SOLVING ONLINE LEARNING OF AQUATIC COURSE DEPARTMENT OF PHYSICAL EDUCATION JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY PURWOKERTO ACADEMIC YEAR 2020-2021
Mohammad Fajar Ari Saputra1, Kusnandar2, Bayu Suko Wahono3


Background: Aquatic learning during the Covid-19 pandemic is carried out online. This follows the Chancellor's Circular not to conduct face-to-face learning. In fact, aquatic learning whose scope is mastery of skills will face difficulties in online learning, such as the difficulty of practicing swimming in person. Therefore, conducting research on the difficulties and problem solving of aquatic learning through online.

Methodology: This study uses a quantitative descriptive method. This research was conducted at Jenderal Sudirman University. Using a sample of 35 students and 4 lecturers with simple random sampling and total sampling techniques, data analysis by percentage and describing based on the data that has been collected.

Result: Online learning for aquatic courses with an average percentage of 78% is included in the Good category. There are nine problems that arise in basic online aquatic learning during the Covid-19 pandemic accompanied by Solving to overcome problems that arise when online aquatic learning takes place.

Conclusion: The most significant problems in online learning in aquatic courses during the Covid-19 pandemic include overloaded servers due to the large number of accesses, unstable signals making access for eldiru disrupted and the difficulty of aquatic practice activities. Solutions to these problems include adding a cloud cloud server so that it is not easy to overload, looking for wifi or changing a card that has a stable signal and allowing students to do practicum through various media.

Keywords: Aquatic, Online, Poblem and Solving

1Student Department of Physical Education FIKes Jenderal Soedirman University
2Department of Physical Education FIKes General Soedirman University
2983233218H1B016050EFEK PENAMBAHAN CALCIUM STEARATE TERHADAP PENETRASI AIR PADA BETON MUTU 30 MPA DENGAN BAHAN PENGIKAT SEMEN OPC DAN FLY ASH (Effect Addition of Calcium Stearate of Water Penetration in 30 MPa Quality Concrete Using OPC Cement Binder and Fly Ash)Penggunaan beton sekarang ini lebih banyak disukai karena mudah dibentuk sesuai keinginan dan sebagainya. Tetapi beton juga memiliki kekurangan seperti beton yang sulit kedap air secara sempurna atau bersifat porous sehingga beton selalu dapat dimasuki air. Penggunaan bahan tambah calcium stearate dapat membuat beton menjadi lebih kedap air karena reaksi antara calcium stearate dan semen menghasilkan suatu senyawa yang menyerupai lilin. Penggunaan fly ash juga dapat dijadikan bahan tambah/aditif untuk beton kedap air. Namun, penelitian untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan calcium stearate dan fly ash ketika digabung dalam membuat beton kedap air masih sangat minim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dalam penambahan calcium stearate terhadap nilai penetrasi air pada beton. Benda uji yang digunakan adalah beton berbentuk kubus ukuran 15x15x15 cm dengan bahan pengikat semen OPC dan fly ash. Kadar calcium stearate yang digunakan adalah 0, 1, 2 dan 3% dari berat semen. Pengujian dilakukan dengan memberikan tekanan air sebesar 5 bar selama 72 jam ke dalam beton. Hasil penelitian dengan menguji benda uji menggunakan Water Penetration Machine menunjukkan nilai penetrasi air untuk masing-masing kadar 0, 1, 2 dan 3% rata-rata sebesar 1,37, 1,32, 1,22 dan 1,00 cm. Dapat disimpulkan bahwa bertambahnya kadar calcium stearate mampu membuat beton menjadi impermeable atau air semakin sulit untuk meresap ke dalam beton.The use of concrete is now more preferred because it is easy to shape as desired. However, concrete also has weaknesses, such as it is difficult to perfectly waterproof or porous so that water can always penetrate the concrete. The use of added calcium stearate can make concrete more impermeable to water because the reaction between calcium stearate and cement produces a compound that resembles wax. The use of fly ash can also be used as an additive for waterproof concrete. However, research to find out how significant the effect of using calcium stearate and fly ash is still minimal when combined in making waterproof concrete. This study aims to determine the effect of adding calcium stearate to the water penetration value in concrete. The test object used was a cube-shaped concrete with a size of 15x15x15 cm with OPC cement and fly ash as a binder. The levels of calcium stearate used were 0, 1, 2, and 3% by weight of cement. The test is carried out by applying a water pressure of 5 bar for 72 hours into the concrete. The study results by testing the specimens using the Water Penetration Machine showed that the water penetration values for each level of 0, 1, 2, and 3% were 1.37, 1.32, 1.22, and 1.00 cm on average. It can be concluded that increasing levels of calcium stearate can make concrete impermeable, or water is increasingly challenging to penetrate the concrete.
2983333225G1F014017FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN GEL HAND SANITIZER EKSTRAK ETANOL BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill.) BERBASIS HIDROKSIPROPIL METILSELULOSA TERHADAP Staphylococcus aureusLatar Belakang: Biji alpukat mengandung senyawa flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Tujuan penelitian ini untuk memformulasikan ekstrak etanol biji alpukat menjadi sediaan gel hand sanitizer dengan basis HPMC yang memenuhi persyaratan sifat dan stabilitas fisik serta memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus.

Metodologi: Ekstraksi biji alpukat dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% selama 3x24 jam. Sediaan gel dibuat dengan variasi konsentrasi HPMC 1%, 1,25%, 1,5% dan 1,75%. Sediaan gel diuji sifat fisik dan stabilitas fisik meliputi organoleptis, homogenitas, viskositas, pH, daya lekat, daya sebar dan pemisahan fase uji freeze-thaw. Hasil uji organoleptis, homogenitas dan pemisahan fase selama uji freeze-thaw dianalisis secara deskriptif. Uji pH, viskositas, daya lekat dan daya sebar dianalisis menggunakan Oneway ANOVA dan dilanjutkan dengan uji LSD. Formula terpilih diuji aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumuran dan diameter zona hambat dianalisis secara deskriptif.

Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi HPMC dapat meningkatkan viskositas gel dan daya lekat, serta menurunkan daya sebar. Formula III dengan konsentrasi HPMC 1,5% memiliki nilai viskositas sebesar 2256,67-3883,33 cPs, daya lekat 3,07-4,83 detik, daya sebar 5,28-6,82 cm, stabil pada uji freeze-thaw, serta diameter zona hambat terhadap S. aureus sebesar 7,08 mm.

Kesimpulan: Formula yang memenuhi persyaratan sifat fisik dan stabilitas fisik yang paling baik adalah Formula III dengan konsentrasi HPMC 1,5% dan memiliki diameter zona hambat terhadap S. aureus sebesar 7,08 mm.
Background : Avocado seeds extracts contain flavonoid, saponins, tannins, and alkaloids compounds which have antibacterial activity towards Staphylococcus aureus. The purposes of this research are to formulate ethanol extract of avocado seeds into hand sanitizer gel using HPMC as a base that fulfill the requirements of physical properties, stable, and have antibacterial activity towards S. aureus.

Methodology: Avocado seeds were extracted using 96% ethanol by maceration method for 3x24 hours. Hand sanitizer gels were prepared with HPMC concentration variation 1%, 1,25%, 1,5% and 1,75%. Hand sanitizer gels were tested for physical properties and physical stability involving organoleptic, homogeneity, viscosity, pH, adhesiveness, spreadability and phase separation during freeze-thaw test. Organoleptic, homogeneity and phase separation were analyzed descriptively. Viscosity, pH, adhesiveness and spreadability were analyzed using Oneway ANOVA and continued with the LSD test. The selected formula was tested for antibacterial activity using diffusion method and analyzed descriptively.

Result: The results showed that increasing concentration of HPMC could increase gel viscosity and adhesiveness, but decrease spreadability. Formula III as the selected formula with 1,5% HPMC concentration has a viscosity value of 2256,67-3883,33 cPs, adhesiveness 3,07-4,83 seconds, spreadability 5,28-6,82 cm, stable in the freeze-thaw test, and has an inhibition zone diameter of 7,08 mm towards S. aureus.

Conclusion: The formula that fulfills the requirements of the best physical properties and physical stability is Formula III with a 1,5% HPMC concentration and has an inhibition zone diameter of 7,08 mm towards S. aureus.
2983433186F1F014048ADDRESS TERMS IN J.K. ROWLING’S HARRY POTTER AND THE CURSED CHILD PLAY-SCRIPT (A SOCIOLINGUISTICS APPROACH)Penelitian ini berjudul “Address Terms in J.K. Rowling’s Harry Potter and The Cursed Child Play-Script (A Sociolinguistics Approach)” yang berfokus pada analisis jenis istilah sapaan dan faktor sosial yang mempengaruhi penggunaan istilah sapaan dalam naskah pementasan Harry Potter and The Cursed Child. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Wardhaugh (2015) mengenai jenis istilah sapaan dan faktor sosialnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif sebagai rancangan penelitian dan bertujuan untuk: 1) mengetahui jenis-jenis istilah sapaan yang digunakan dalam J.K. Naskah Rowling Harry Potter and The Cursed Child Play. 2) mengetahui faktor-faktor sosial yang mempengaruhi karakter J.K. Rowling Harry Potter and The Cursed Child dalam menggunakan jenis istilah sapaan tertentu. Setelah menganalisis data, peneliti menemukan total 92 penemuan istilah sapaan, yang telah melewati reduksi data karena mencegah informasi yang berlebihan. Dari 92 penemuan, First Name mendominasi dengan 25 atau 27,17% penemuan . Selanjutnya, jenis istilah alamat yang paling sedikit adalah Last Name dengan hanya lima atau 5,43% penemuan. Setiap data jenis istilah sapaan dapat memiliki satu atau lebih faktor sosial. Dengan demikian, jumlah data faktor sosial melebihi jumlah jenis data istilah alamat. Peneliti mencatat 207 penemuan dari sembilan faktor sosial yang mempengaruhi penggunaan istilah sapaan dalam naskah pementasan. Dari total 207 penemuan, Rank of Other merupakan faktor yang paling dominan dengan 32 data atau 15,46%. Kemudian faktor sosial yang paling sedikit adalah Race dengan hanya 4 data atau 1,93%. First Name adalah istilah sapaan yang paling sering digunakan dalam penelitian ini. Hal ini terjadi karena plot dan tema naskah pementasan ini sebagian besar berlatar di sekolah Hogwarts, di mana sebagian besar percakapan dilakukan antar teman sekelas, guru dan siswa, dan keluarga. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya faktor sosial yang mempengaruhinya. Yang mana Rank of Other (32 data atau 15,46%), Family Relationship (31 data atau 14,98%), dan Degree of Intimacy (30 data atau 14,49%) merupakan tiga faktor dominan yang mempengaruhi istilah sapaan dalam naskah drama ini. Penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi bagi mereka yang tertarik untuk menganalisis istilah sapaan dengan menggunakan pendekatan Sosio-linguistik. Untuk analisis yang sama, peneliti merekomendasikan objek lain seperti teks sastra, dialog film, talk show, vlog, dll sebagai objek analisis. Selain itu, peneliti lain dapat menggunakan teori lain selain yang telah dilakukan dalam penelitian ini seperti teori istilah sapaan dari Chaika, Tillit, dll. Penelitian ini dapat dikembangkan oleh peneliti lain yang tertarik untuk menganalisis penggunaan istilah sapaan dalam bahasa Inggris.This research is entitled “Address Terms in J.K. Rowling’s Harry Potter and The Cursed Child Play-Script (A Sociolinguistics Approach)”. It focuses on analyzing the types of address terms and the social factors that affect the use of address terms in the Harry Potter and The Cursed Child play-script. This research used Wardaugh’s Theory (2015) of types of address terms and the social factors. Taking a descriptive qualitative method as the research design, this research aims 1) to find out the types of address terms that are used in J.K. Rowling Harry Potter and The Cursed Child Play-script. 2) to find out the social factors that affect the characters of J.K. Rowling Harry Potter and The Cursed Child in using certain types of address terms. After analyzing the data, the researcher found a total of 92 occurrences of address terms, which has passed a data reduction due to preventing redundant information. From 92 occurrences, First Name dominates with 25 occurrences or 27,17%. Furthermore, the least type of address term is the Last Name with only five occurrences or 5,43%. Each data of address term types can have one or more social factors. Thus, the number of social factors data exceeds the number of types of address terms data. The researcher noted 207 occurrences from nine social factors that affect the use of address terms in the play-script. From the total 207 occurrences, Rank of Other is the most dominant factor that influences address terms. With 32 data or 15,46%. Then, the least social factor is Race with only 4 data or 1,93%. First Name is the most frequently used address term in this research. It happens because the plot and theme of this play-script primarily are set at Hogwarts school where most conversations are done among classmates, teachers and students, and families. It can be shown from the number of social factors that influence it. Where Rank of Other (32 data or 15,46%), Family Relationship (31 data or 14,98%), and Degree of Intimacy (30 data or 14,49%) represent the three dominant factors that influence address terms in this play-script. This research can be used as the reference for those who are interested in analyzing address terms using the Sociolinguistic approach. For the same analysis, the researcher recommends other objects such as literary text, movie dialogue, talk show, vlog, etc. as objects of analysis. In addition, other researchers can use other theories than what has been done in this research such as address theory of Chaika, Tillit, etc. This study can be developed by other researchers interested in analyzing the use of address terms in English.
2983533187F1D017023POLITICAL MARKETING CALON KEPALA DESA DALAM MEMENANGKAN PEMILIHAN KEPALA DESA TAHUN 2019 DI DESA SIKAPAT, KECAMATAN SUMBANG, KABUPATEN BANYUMASABSTRAK

Berlakunya Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah mengharuskan pemilihan kepala daerah dilaksanakan secara langsung, termasuk pemilihan kepala desa. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, untuk menerapkan prinsip-prinsip demokrasi dalam pemilihan kepala desa, maka kandidat calon kepala desa dapat menggunakan pendekatan marketing untuk menyampaikan produk politiknya kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan political marketing calon kepala desa dalam memenangkan pemilihan kepala desa tahun 2019 di Desa Sikapat, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi lapangan. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari wawancara dengan informan yaitu kepala desa terpilih,mantan panitia pilkades, tim sukses, dan tokoh masyarakat. Sedangkan data sekunder adalah sumber data penelitian yang diperoleh melalui perantara atau data yang sudah tercatat dalam buku, dokumentasi berupa foto, maupun berasal dari suatu laporan. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri yang dalam pelaksanaannya menggunakan pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa political marketing yang diterapkan oleh kandidat calon kepala desa Sikapat-dalam hal ini Sunar Suchedi menggunakan pendekatan Partai Berorientasi Produk (Product Oriented Party/POP) di mana beliau memfokuskan produk politik yang dimiliki.


Kata kunci: political marketing, strategi kampanye, pilkades.

POLITICAL MARKETING CALON KEPALA DESA DALAM MEMENANGKAN PEMILIHAN KEPALA DESA TAHUN 2019 DI DESA SIKAPAT, KECAMATAN SUMBANG, KABUPATEN BANYUMAS

Resti Rahmawati
Faculty of Social Science and Political Science
Jenderal Soedirman University

ABSTRACT

The enactment of Law Number 23 of 2004 concerning Regional Government which requires that regional head elections be carried out directly, including village head elections. Along with advances in information and communication technology, to apply democratic principles in the election of village heads, candidates for village heads can use a marketing approach to convey their political principles to the community. This research aims to determine and describe the political marketing of village head candidates in winning the 2019 village head election in Attitude Village, Sumbang District, Banyumas Regency. This type of research is a field study research. The types and sources of data used in this study include primary data and secondary data. The primary data used in this study was sourced from interviews with informants, namely elected village heads, former village head election committees, success teams, and community leaders. While secondary data is a source of research data obtained through intermediaries or data that has been recorded in books, documentation in the form of photos, or from a report. The research instrument is the researcher himself who in its implementation uses interview guidelines. Data collection techniques in this study are observation, interviews, and documentation. The technique of checking the validity of the data is using source triangulation. The results of the research show that the political marketing applied by the candidate for the head of the village head of Attitude-in this case Sunar Suchedi uses the Product Oriented Party (POP) approach in which he focuses on the political products he has.


Keywords: political marketing, campaign strategy, pilkades.


2983633188K1A017024ELEKTROLISIS SENYAWA ORGANIK DALAM
LIMBAH CAIR INDUSTRI TEMPE MENGGUNAKAN
ELEKTRODA PbO2/Pb DENGAN RANGKAIAN PARALEL
Limbah cair industri tempe merupakan limbah cair hasil proses kegiatan pembuatan tempe yang memiliki nilai Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) yang tinggi. Apabila limbah dibuang langsung ke badan perairan, maka akan memiliki dampak buruk terhadap lingkungan sekitar. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengolahan limbah untuk menurunkan nilai BOD dan COD dari limbah tersebut. Salah satu metode yang efektif untuk menurunkan nilai BOD dan COD adalah dengan teknik elektrolisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh voltase, arus, dan waktu terbaik elektrolisis terhadap penurunan nilai BOD dan COD limbah cair industri tempe menggunakan elektroda PbO2/Pb. Hasil penelitian menunjukkan penurunan nilai BOD dan COD makasimum pada voltase 12 Volt, kuat arus 10 A, dan waktu untuk BOD 120 menit serta waktu untuk COD 90 menit dengan jarak elektroda 2 cm dan pH larutan 1. Persentase penurunan BOD dan COD mencapai 100%.Tempe industrial wastewater is a waste from the process of making tempe which has high Biochemical Oxygen Demand (BOD) and Chemical Oxygen Demand (BOD) values. If the waste is disposed of in water bodies, it will have a bad impact on the environment. Therefore, a waste treatment that is needed to decrease the BOD and COD values is the electrolysis technique. The purpose of this research was to determine the effect of voltage, current, and the best time during the electrolysis due to decrease the BOD and COD values of the wastewater using a PbO2/Pb. The results showed that the maximum decrease in BOD and COD values was at a voltage of 12 Volt, a current of 10 A and a time of 120 minutes for BOD, and a time for COD of 90 minutes with an electrode distance of 2 cm and a solution pH of 1. The percentage decrease for BOD and COD reached 100%.
2983733189I1B017091Gambaran Proses Adaptasi Mahasiswa Selama Menjalani Pembelajaran Daring Masa Pandemi COVID 19 Di Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal SoedirmanSejak diberlakukan sistem pembelajaran online pada awal pandemi COVID-19 hingga saat ini, berbagai reaksi muncul pada mahasiswa sehinga berdampak pada terjadinya proses adaptasi oleh mahasiswa terhadap sistem pembelajaran daring.Tujuan dari penelitian ini untuk Mengetahui gambaran proses adaptasi mahasiswa terhadap perubahan sistem pembelajaran Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman Selama Masa Pandemi COVID 19. Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan total sampel sebanyak 201 mahasiswa. Analisis data menggunakan univariat. Hasil Penelitian menggambarkan Mayoritas mahasiswa fakultas ilmu-ilmu kesehatan berusia 20 tahun (41,8%), berjenis kelamin perempuan (86,1%). Semester yang ditempuh responden adalah semester 4 (36,8%) dan semester 6 (63,2%). Mayoritas responden mengambil jurusan Keperawatan (27.9%) dan Ilmu Gizi (25,9%). Responden didominasi dengan mahasiswa yang berasal dari daerah provinsi Jawa Tengah (54,7%). Persentase pengunaan mekanisme koping Task-Oriented Reaction tinggi pada mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (75,1%). Persentase pengunaan mekanisme koping Ego-Oriented Reaction rendah pada mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (64,2%). Sehingga dapat diambil kesimpulanPenggunaan mekanisme koping Task-Oriented Reaction masuk dalam katergori tinggi dan penggunaan mekanisme koping Ego-Oriented Reaction masuk dalam ketgori rendah.
Background: The global COVID-19 pandemic has resulted in the learning system changes at Jenderal Soedirman University. Since the online learning implementation in March 2020 students experienced anxiety. However, after doing further research in some period of time it has been proven that students already adapt to the new learning system.

Objective: To describe the process of student adaptation in the learning system changes of the Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University during the COVID-19 Pandemic.

Methodology: This is quantitative research with a descriptive method. The sampling technique used is purposive sampling with a sample of 201 students. Data analysis using univariate.

Research Results: The majority of students are 20 years old (41.8%), female (86.1%), go through semester 6 (63.2%). Most of them majored in Nursing (27.9%) and also were dominated by students who came from the province of Central Java (54.7%). The percentage of using coping mechanisms is Task-Oriented Reaction high among students of the Faculty of Health Sciences (75.1%) and the percentage of using the coping mechanism is Ego-Oriented Reaction low (64.2%).

Conclusion: The students highly used Task-Oriented Reaction rather than Ego-Oriented Reaction in adaptation process.
2983833190I1A016083FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN MINOR INJURY PADA PEKERJA PRODUKSI PS SOKA INDAH PURWOKERTO Latar Belakang: Pekerja sektor informal umumnya kurang diperhatikan oleh pemerintah dan pemilik usaha dalam menjaga keselamatan dan kesehatan pekerja yang dapat mengakibatkan kelalaian dan kecelakaan kerja. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian minor injury pada pekerja produksi PS Soka Indah Purwokerto.
Metode penelitian: Desain penelitian ini adalah observasional analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebesar 103 pekerja produksi PS Soka Indah Purwokerto dengan purposive sampling. Analisis data yaitu analisis univariat, analisis bivariat dengan uji Chi Square dan analisis multivariat dengan uji Regresi Logistik.
Hasil: Variabel yang berhubungan adalah masa kerja (p=0,000), pengetahuan (p=0,001), housekeeping (p=0,009), perilaku (p=0,007), dan kelelahan (p=0,000). Variabel yang tidak berhubungan adalah usia (p=0,277), tingkat pendidikan (p=0,385), dan sikap (p=0,587). Variabel yang paling berpengaruh adalah kelelahan (p=0,000 dan OR=13,019).
Simpulan: Ada hubungan antara masa kerja, pengetahuan, housekeeping, perilaku, dan kelelahan dengan kejadian minor injury. Variabel yang paling berpengaruh adalah kelelahan.
Saran: Pekerja diharapkan dapat memanfaatkan waktu istirahat dan meningkatkan pemakaian alas kaki serta sarung tangan saat bekerja untuk mencegah kejadian minor injury.
Kata Kunci: Minor Injury, Pengetahuan, Housekeeping, Perilaku, Kelelahan.
Background: Informal sector workers generally lack the attention of government and business owners in maintaining the safety and health of workers which can result in negligence and work accidents. The purpose of this study aims to determine the factors affected to minor injury’s on PS Soka Indah Purwokerto production workers.
Method: The research was observational analytics quantitative with cross sectional study. The sample in this study was 103 production workers of PS Soka Indah Purwokerto with purposive sampling. Data analysis conducted by univariate analysis, bivariate analysis with chi square test and multivariate analysis with logistic regression test.
Results: The related variables were working period (p=0,000), knowledge (p=0.001), housekeeping (p=0.009), behavior (p=0.007), and fatigue (p=0.000). Unrelated variables are age (p=0.277), the level of education (p=0.385), and attitude (p=0.587). The most influential variable is fatigue (p=0.000) and OR=13.019).
Conclusion: There is a relationship between working period, knowledge, housekeeping, behavior, and fatigue with the minor injury incident. The most influential variable is fatigue.
Suggestion: workers take advantage of rest and time off to prevent fatigue and increase to use footwear and gloves at work causing minor injuries
Keyword: minor injury, knowledge, housekeeping, behavior, fatigue
2983933192J0B018024Penerjemahan Standar Operasional Prosedur dan Fasilitas umum dari Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Mandarin di Kantor Imigrasi Kelas 1 Non-TPI PemalangLaporan praktik kerja ini berjudul “Penerjemahan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Fasilitas Umum dari Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Mandarin di Kantor Imigrasi Kelas 1 Non-TPI Pemalang”. Kegiatan praktik kerja dilakukan di Kantor Imigrasi Kelas 1 Non-TPI Pemalang mulai dari tanggal 15 Februari 2021 sampai dengan 11 Mei 2021. Tujuan praktik kerja ini adalah mengetahui dan mempelajari proses penerjemahan Standar Operasional Prosedur dan fasilitas umum yang ada di Kantor Imigrasi Kelas 1 Non-TPI Pemalang dengan baik dan benar serta mengetahui dan mengatasi kendala yang dihadapi saat proses penerjemahan. Metode pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah metode observasi, metode dokumentasi, metode studi pustaka, dan metode jelajah internet. Penulis menggunakan 2 metode terjemahan pada praktik kerja ini, yaitu metode terjemahan kata perkata dan metode komunikatif. Hasil dari praktik kerja ini adalah Standar Operasional Prosedur dan fasilitas umum di Kantor Imigrasi Kelas 1 Non-TPI Pemalang telah berhasil diterjemahkan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Mandarin.

Kata Kunci: fasilitas umum, kosakata, metode kata perkata, metode komunikatif, penerjemahan, Standar Operasional Prosedur
This internship report is entitled “Penerjemahan Standar Operasional Prosedur dan Fasilitas umum dari Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Mandarin di Kantor Imigrasi Kelas 1 Non-TPI Pemalang”. Internship activities are carried out at the Pemalang Class 1 Non-TPI Immigration Office from February 15, 2021 to May 11, 2021. The purpose of this internship is to know and learn about the translation process of Standard Operating Procedures and public facilities in the Pemalang Class 1 Non-TPI Immigration Office properly and correctly and to know and overcome the obstacles faced during the translation process. The data collection method used by the author is the observation method, the documentation method, the literature study method, and the internet browsing method. The author uses 2 translation methods in this internship, namely the word-for-word translation method and the communicative method. The result of this internship is that the Standard Operating Procedures and public facilities at the Pemalang Class 1 Non-TPI Immigration Office have been successfully translated from Indonesian into Mandarin.

Keywords: public facilities, vocabulary, word-for-word method, communicative method, translation, Standard Operating Procedure
2984033114A1D017082RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) TERHADAP PEMBERIAN BEBERAPA
MIKROORGANISME BERMANFAAT
Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang penting di Indonesia. Salah satu upaya meningkatkan produksi tanaman cabai merah adalah dengan mengaplikasikan mikroorganisme bermanfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terbaik dari pemberian mikroorganisme bermanfaat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah. Penelitian dilaksanakan di Experimental Farm Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Karangwangkal, Purwokerto Utara. Persiapan mikroorganisme bermanfaat untuk perlakuan dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan pengambilan data pengamatan pasca panen dilaksanakan di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 6 perlakuan, ulangan 4 kali, dan setiap unit terdiri atas 3 tanaman sehingga terdapat 72 unit tanaman percobaan. Perlakuan yang dicoba meliputi kontrol, Trichoderma sp lahan marginal, Beauveria bassiana, Bacillus sp rizosfer albazia, formula cair Pseudomonas fluorences 60, dan insektisida kloropirifos 400 g/l. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian mikroorganisme bermanfaat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah. Pemberian formula cair Pseudomonas fluorences 60 memberikan hasil terbaik pada variabel tinggi tanaman sebesar 59,73 cm, jumlah bunga sebesar 15,55 bunga, jumlah buah sebesar 47,83 buah dan bobot buah sebesar 131,62 gram dibandingkan dengan perlakuan kontrol, Trichoderma sp, Beauveria bassiana, Bacillus sp, dan insektisida kloropirifos 400 g/l. Pemberian Trichoderma sp memberikan hasil terbaik pada variabel luas daun sebesar 188,55 cm2 dibandingkan dengan perlakuan kontrol, Beauveria bassiana, Bacillus sp, formula cair Pseudomonas fluorences 60 dan insektisida kloropirifos 400 g/l.Red pepper (Capsicum annuum L.) is one of the important horticultural commodities in Indonesia. One of the efforts to increase the production of red pepper plants is by applying beneficial microorganisms in the cultivation process so as to increase the growth and yield of red pepper plants. This research aims to determine the best effect of providing beneficial microorganisms on the growth and yield of red pepper. The research was conducted at Experimental Farm, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Karangwangkal, North Purwokerto. Preparation and identification were carried out at the Plant Protection Labory and post-harvest observation data retrieval at the Agronomy and Horticultural Labory of the Agricultural Faculty, Jenderal Soedirman University. The experimental design used was a randomized block design, with 6 treatments, 4 repetitions, and each unit consisted of 3 plants so there were 72 experimental plant units. The treatments consisted of control, Trichoderma sp marginal land, Beauveria bassiana, Bacillus sp rhizosphere albazia, Pseudomonas fluorences 60 liquid formula, insecticide kloropirifos 400 g/l. The results of this research show that giving beneficial microorganisms affect on the growth and yield of red peppers. Pseudomonas fluorences 60 liquid formula are the best plant height with 59,73 cm compared with control 51,43 cm2, number of flowers with 15,55 flowers compared with control 11,48 flowers, number of fruit with 47,87 fruits compared with control 35,91 fruits and fruit weight with 131,62 g compared with control 106,43. Trichoderma sp. are the best the leaf area with 188,55 cm2 compared with control 164,19 cm2.